Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Berita Terkini

Showing 1–10 of 130 results

  • Pemerintah, melalui Satgas Covid-19, meminta kepada masyarakat untuk menggunakan masker, terutama saat ke rumah sakit. Demikian yang diungkap oleh Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Covid-19, Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander K. Ginting. Hal ini ditujukan untuk mencegah penularan Covid-19 secara maksimal. Baca Juga: Jenis dan Efektivitas Masker Menurut WHO, Tidak Ada Scuba dan Buff […]

    Pemerintah Meminta Masyarakat Menggunakan Masker N95 Saat di Rumah Sakit

    Pemerintah, melalui Satgas Covid-19, meminta kepada masyarakat untuk menggunakan masker, terutama saat ke rumah sakit. Demikian yang diungkap oleh Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Covid-19, Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander K. Ginting. Hal ini ditujukan untuk mencegah penularan Covid-19 secara maksimal.

    masker N95 saat di rumah sakit

    Baca Juga: Jenis dan Efektivitas Masker Menurut WHO, Tidak Ada Scuba dan Buff

    Seperti dilansir dari Kompas.com, adapun masker yang disarankan dipakai di area rumah sakit adalah N95 atau KN95. Artinya, Satgas tidak menyarankan masyarakat menggunakan masker kain saat di rumah sakit untuk berobat atau mengunjungi orang sakit.

    Produk Terkait: Jual Masker N95 

    Masker kain juga tidak disarankan digunakan di area publik seperti pusat perbelanjaan, pasar, dan hanya boleh digunakan saat di lingkungan rumah atau lokasi yang sudah diketahui dengan baik. Adapun untuk area publik, satgas menyarankan untuk menggunakan masker medis.

    Mengapa Satgas Menyarankan Masker N95 di Rumah Sakit?

    Berdasarkan efektivitasnya, masker N95 atau KN95 disebut mampu memberikan perlindungan hingga lebih dari 95%. Sementara masker medis melindungi 70 hingga 80% dan masker kain hanya memberikan perlindungan 40 sampai 45%.

    Baca Juga: Aturan Penggunaan pada Masker dan Tips Memakainya

    Mengenai Masker N95

    FDA atau Badan Pengawas Obat dan Makanan dari Amerika Serikat menyatakan bahwa masker N95 merupakan jenis masker respirator untuk menyaring udara dari partikel yang sangat kecil. National Institute for Occupational Safety and Health menyebut bahwa N95 ini mampu menyaring virus dan bakteri, termasuk Covid-19.

    Masker respirator ini dibagi berdasarkan kemampuannya masing-masing, yaitu menyaring udara, menahan air, dan minyak melalui kode N, R, dan P.

    Berikut keterangan dari kode-kode tersebut:

    • N berarti tidak tahan minyak
    • R berarti tahan minyak
    • P berarti kedap minyak

    Jika berdasarkan kode tersebut, masker N95 adalah masker respirator yang tidak tahan minyak dengan kemampuan filtrasi partikel hingga 95%. Partikel yang disaring tersebut berukuran lebih besar dari 0,3 mikron seperti virus dan polutan. Selain itu, masker dilengkapi dengan lapisan karbon aktif yang dirancang supaya melekat pada mulut. Hal tersebut mungkin dapat menyebabkan kesulitan bernapas sehingga masker ini tidak disarankan untuk anak-anak, lansia, dan orang-orang yang memiliki masalah terhadap pernapasan.

    Baca Juga: Seperti Inilah Cara Melepas Masker dengan Benar

    Demikianlah mengenai pemakaian masker N95 saat ke rumah sakit oleh masyarakat demi mencegah penularan virus Corona. Tidak hanya syarat dan pemakaian masker saja yang perlu diperhatikan, tetapi juga cara membuang masker yang tepat supaya tidak mencemari lingkungan. Apabila Sahabat menginginkan informasi lebih lanjut mengenai masker dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Media K. Satgas: Gunakan Masker N95 di Area RS dan Mengunjungi Orang Sakit [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 22 February 2021]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2021/02/21/13522331/satgas-gunakan-masker-n95-di-area-rs-dan-mengunjungi-orang-sakit
    2. Alam S. Ada Kode N95 pada Masker Tenaga Medis, Apa Sih Artinya? [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 22 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4992463/ada-kode-n95-pada-masker-tenaga-medis-apa-sih-artinya
    Read More
  • Beberapa vaksin Corona diketahui menggunakan teknologi messenger RNA (mRNA) untuk melawan virus Covid-19. Vaksin tersebut adalah buatan Moderna dan Pfizer. Menurut para ahli, teknologi tersebut ternyata dapat juga dimanfaatkan untuk mengatasi kanker. Hal inilah yang diungkapkan oleh dr. Jeffrey A. Mets, Kepala Staf di Pusat Perawatan Kanker Amerika Serikat di Atlanta, AS, seperti dilansir dari […]

    Penggunaan mRNA dalam Vaksin Corona untuk Mencegah Kanker

    Beberapa vaksin Corona diketahui menggunakan teknologi messenger RNA (mRNA) untuk melawan virus Covid-19. Vaksin tersebut adalah buatan Moderna dan Pfizer. Menurut para ahli, teknologi tersebut ternyata dapat juga dimanfaatkan untuk mengatasi kanker. Hal inilah yang diungkapkan oleh dr. Jeffrey A. Mets, Kepala Staf di Pusat Perawatan Kanker Amerika Serikat di Atlanta, AS, seperti dilansir dari Healthline.

    mRNA dalam vaksin Corona

    Baca Juga: Bagaimana Pengobatan Kanker yang Tepat?

    Hal ini berdasarkan pada pengamatannya bahwa sel kanker sendiri memproduksi protein yang merupakan target dari vaksin Corona yang menggunakan mRNA. Hal tersebut juta berdasarkan laporan bahwa mRNA dapat mengobati melanoma, jenis kanker kulit yang berasal dari sel melanosit. Namun, menurut dr. Jeffrey, cara mengatasi kanker selama ini masih sebatas pada pencegahan.

    Ia melihat contohnya pada kanker serviks yang dalam kurun waktu 10 tahun terakhir mampu memberikan angka penurunan yang drastis melalui peningkatan kesadaran mengenai bahaya kanker tersebut, skrining atau penapisan, dan pemberian vaksin HPV. Namun semua masih sebatas pencegahan, dan bukan pengobatan.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV

    Antara vaksin Corona dan vaksin kanker mempunyai cara kerja yang sama, yaitu mengajarkan sistem kekebalan tubuh untuk mengenali sel kanker, baik untuk mencegah kanker kembali atau secara aktif mencari dan menghancurkan tumor dalam tubuh sebagai imunoterapi. Menurutnya, mRNA adalah teknologi yang fleksibel.

    Hal yang sama diungkapkan oleh Jacob Becraft, PhD dari Strand Therapeutics, sebuah perusahaan yang mengembangkan terapi mRNA dan biologi sintetis. Menurutnya, mRNA bisa dikodekan dengan protein apa pun, dan dapat dikirimkan ke dalam sel kanker sehingga kanker akan mengekspresikan protein yang memberi sinyal pada sistem kekebalan untuk menyerang sel tumor sebagai patogen asing yang perlu dihilangkan.

    Selain itu, mRNA bisa dimasukkan pada sel kekebalan dengan sensor sebagai senjata untuk dapat mendeteksi kanker, dan secara efektif mengajarkan sistem kekebalan untuk dapat membunuh sel kanker. Tak hanya itu, mRNA juga dapat menyebabkan sel kanker membuat terapi sendiri secara langsung di dalam kanker.

    Penelitian mengenai penggunaan teknologi mRNA ini secara langsung memang pernah dipraktikkan oleh para peneliti Cina. Hasil penelitian ini kemudian dimuat dalam jurnal Nano Letters dari American Chemical Society. Seperti dilansir dari Eurekalert! para peneliti tersebut menggunakan tikus sebagai media percobaan yang disuntikkan dengan tumor melanoma yang direkayasa dengan untuk mengekspresikan ovalbumin, protein yang biasanya ada putih telur ayam.

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Penggunaan ovalbumin dalam penelitian tersebut untuk dijadikan sebagai model antigen. Para peneliti kemudian akan mencampurkan ovalbumin yang sudah ada mRNA-nya itu dan bahan pembantu bersenyawa lain untuk membentuk hydrogel. Ketika sudah disuntikkan ke tikus, hidrogel perlahan-lahan melepaskan nanopartikel mRNA, bersama dengan adjuvan -molekul yang membantu mengaktifkan sistem kekebalan selama 30 hari.

    Vaksin mRNA mengaktifkan sel T dan merangsang produksi antibodi, menyebabkan tumor menyusut pada tikus yang dirawat. Selain itu, berbeda dari tikus yang tidak diobati, tikus yang divaksinasi tidak menunjukkan metastasis ke paru-paru. Hasil ini menunjukkan bahwa hidrogel memiliki potensi besar untuk mencapai imunoterapi kanker yang tahan lama dan efisien hanya dengan satu pengobatan,kata para peneliti.

    Meski begitu mRNA adalah molekul tidak stabil karena dengan cepat terdegradasi oleh enzim di dalam tubuh. Untuk imunoterapi kanker, peneliti telah mencoba menggunakan nanopartikel untuk melindungi dan mengirimkan mRNA. Penggunaan ini menyebabkan  mRNA dibersihkan dari tubuh dalam 1-2 hari setelah injeksi.

    Itulah mengenai penggunaan teknologi mRNA untuk mengatasi berbagai macam kanker termasuk kanker serviks. Namun sebelum teknologi tersebut benar-benar bisa diaplikasikan dalam kehidupan nyata, yuk Sahabat Sehat tetap proteksi diri dari kanker serviks yang disebabkan oleh virus HPV.

    Baca Juga: Aktivitas Pemicu Kanker

    Sahabat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. COVID-19 Vaccine Technology May Help Fight Cancer [Internet]. Healthline. 2021 [cited 19 February 2021]. Available from: https://www.healthline.com/health-news/how-covid-19-technology-may-help-fight-cancer-in-the-near-future#The-latest-research
    2. An mRNA vaccine for cancer immunotherapy [Internet]. EurekAlert!. 2021 [cited 19 February 2021]. Available from: https://www.eurekalert.org/pub_releases/2021-02/acs-amv021221.php

     

    Read More
  • Beberapa negara diketahui tengah sibuk memproduksi vaksin untuk mencegah Covid-19 secara optimal, salah satunya Indonesia. Indonesia tidak hanya sedang mengembangkan vaksin buatan sendiri bernama Merah Putih yang sedianya akan beredar pada akhir 2021, tetapi juga akan  memproduksi vaksin buatan dalam negeri lainnya, yaitu Vaksin Nusantara. Baca Juga: Vaksin Corona Buatan Indonesia, Vaksin Merah Putih, Sudah […]

    Vaksin Nusantara, Vaksin Corona Buatan Indonesia Lainnya Selain Merah Putih

    Beberapa negara diketahui tengah sibuk memproduksi vaksin untuk mencegah Covid-19 secara optimal, salah satunya Indonesia. Indonesia tidak hanya sedang mengembangkan vaksin buatan sendiri bernama Merah Putih yang sedianya akan beredar pada akhir 2021, tetapi juga akan  memproduksi vaksin buatan dalam negeri lainnya, yaitu Vaksin Nusantara.

    Vaksin Nusantara

    Baca Juga: Vaksin Corona Buatan Indonesia, Vaksin Merah Putih, Sudah Sampai Mana Perkembangannya?

    Sampai tulisan ini diturunkan vaksin tersebut telah menjalani uji klinis sebanyak dua kali. Pada uji klinis pertama dilaporkan bahwa 30 pasien yang menjadi relawan cukup baik dengan hasil yang aman, tidak menimbulkan efek dan gejala yang membahayakan. Berdasarkan hasil tersebut didapat bahwa antibodi atau imunogenitas pasien terhadap vaksin cukup tinggi terhadap Covid-19.

    Uji klinis dengan hasil tersebut tentu saja mendapatkan respons yang cukup baik dari DPR tetapi tetap meminta BPOM untuk mengecek temuan hasil uji klinis fase 1.Sedangkan uji klinis fase 2 sudah dilaksanakan pada 16 Februari 2021, dan bertempat di Rumah Sakit dr. Kariadi, Semarang, Jawa Tengah. Sejauh ini belum ada laporan mengenai uji klinis tersebut. Apabila vaksin sudah lolos semua uji klinis dan mendapat persetujuan dari MUI dan BPOM, diharapkan dapat diproduksi hingga 10 juta dosis setiap bulannya.

    Mengenai Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara sendiri adalah salah satu vaksin Covid-19 buatan dalam negeri yang dipersiapkan untuk membantu mencegah virus bersama dengan vaksin-vaksin dari luar negeri seperti Sinovac, AstraZeneca, Moderna, dan Pfizer yang sudah dipesan pemerintah, dan tentunya juga dengan vaksin dalam negeri lainnya, Merah Putih yang diproduksi Bio Farma.

    Baca Juga: Vaksin Lain Selain Sinovac dan Beberapa Efek Sampingnya

    Vaksin ini dikembangkan pada September 2020 lalu, dan bermula dari perintah lisan Presiden kepada Menteri Kesehatan sebelumnya, pada Agustus 2020 untuk mendapatkan vaksin Corona yang aman bagi anak-anak dan para penderita Covid yang punya komorbid. Sebulan setelahnya sebuah tim dibentuk untuk membuat vaksin untuk kategori tersebut, dan harus buatan dalam negeri. Alasannya adalah supaya Indonesia mandiri dalam memproduksi vaksin yang platformnya individual.

    Vaksin dikerjakan oleh peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Sebelas Maret, Universitas Diponegoro, RSPAD Gatot Soebroto sedangkan RS dr. Kariadi untuk uji klinis. Adapun untuk produksi, Vaksin akan diproduksi oleh Rama Pharma bekerja sama dengan AIVITA Biomedical yang berada di California, Amerika Serikat.

    Seperti Apa Metode Vaksin Ini?

    Vaksin Nusantara menggunakan sel dendritik autolog (komponen dari sel darah putih) yang dipaparkan dengan antigen protein S dari SARS-COV-2. Sel dendritik yang mengenal antigen tersebut nantinya akan disuntikkan ke dalam tubuh kembali. Ketika di dalam tubuh sel dendritik tersebut akan memicu sel-sel imun lain untuk membentuk sistem pertahanan memori terhadap SARS COV-2. Perlu diketahui sel dendritik adalah sel-sel sistem imun spesial yang berbentuk bintang yang berada di jaringan seperti kulit, hidung, paru-paru, dan saluran pencernaan.

    Sel ini dapat meningkatkan respons imun melalui antigen di permukaan melalui sel-sel lain, dan dapat bertindak sebagai penyusun atau pengatur antigen di sel. Penggunaan sel dendritik merupakan salah satu alternatif untuk menangani SARS COV-12 penyebab Covid-19. Penggunaannya juga berbeda dengan vaksin buatan dalam negeri lainnya, Merah Putih, yang diketahui menggunakan metode rekombinan dengan memperbanyak antigen dari virus yang sudah dimatikan atau dilemahkan.

    Baca Juga: Mengembangkan Vaksin dalam Pandemic Speed, Bagaimana dengan Indonesia?

    Itulah mengenai Vaksin Nusantara, vaksin Covid-19 buatan Indonesia lainnya selain Vaksin Merah Putih yang masih dalam pengembangan dan uji-uji klinis. Kita harapkan semoga vaksin dalam negeri juga lancar ke depannya untuk membantu mengatasi Covid-19 secara optimal. Sembari menunggu vaksinasi massal, yuk Sahabat tetap terapkan 5M dan PHBS, dan jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses langsung via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Purbaya A. Diprakarsai dr Terawan, Vaksin Corona Nusantara Masuk Uji Klinis Fase II [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 17 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5376174/diprakarsai-dr-terawan-vaksin-corona-nusantara-masuk-uji-klinis-fase-ii
    2. Vaksin Nusantara Bermula dari Presiden Lisan Presiden Jokowi [Internet]. Sindonews.com. 2021 [cited 17 February 2021]. Available from: https://nasional.sindonews.com/read/337204/15/vaksin-nusantara-bermula-dari-perintah-lisan-presiden-jokowi-1613480522
    3. Terawan: Vaksin Nusantara Bisa Diproduksi 10 Juta Dosis Per Bulan [Internet]. Okezone. 2021 [cited 17 February 2021]. Available from: https://nasional.okezone.com/read/2021/02/16/337/2363122/terawan-vaksin-nusantara-bisa-diproduksi-10-juta-dosis-perbulan
    4. Komisi IX DPR Antusias dengan Uji Klinis Fase I Vaksin Nusantara [Internet]. Antaranews. 2021 [cited 17 February 2021]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/2003457/komisi-ix-dpr-antusias-dengan-uji-klinis-fase-1-vaksin-nusantara
    5. Rumah Sakit Kariadi Gelar Uji Klinis Fase 2 Vaksin Nusantara Siang Ini : Okezone Nasional [Internet]. okezone.com. 2021 [cited 17 February 2021]. Available from: https://nasional.okezone.com/read/2021/02/16/337/2362758/rumah-sakit-kariadi-gelar-uji-klinis-fase-2-vaksin-nusantara-siang-ini
    6. Azizah K. Eijkman Jelaskan Beda Vaksin Corona ‘Merah Putih’ dan Sinovac [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 17 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5125108/eijkman-jelaskan-beda-vaksin-corona-merah-putih-dan-sinovac
    7. Sel dendritik, solusi futuristik di masa pandemi COVID-19 [Internet]. Antara News. 2021 [cited 17 February 2021]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/1906616/sel-dendritik-solusi-futuristik-di-masa-pandemi-covid-19
    Read More
  • Presiden Jokowi resmi menunjuk Direksi BPJS Kesejahatan Periode 2021-2026 pada Jumat, 19 Februari 2021 lalu di Jakarta. Selain direksi, Jokowi juga menunjuk Dewan Pengawas untuk lembaga pemerintah yang bertanggung jawab pada proteksi kesehatan seluruh warga negara Indonesia tersebut. Penunjukkan ini berdasarkan Keppres Nomor 37/P 2021. Baca Juga: Gratis! Mahalnya Biaya Perawatan Covid-19 Ditanggung Pemerintah, Begini […]

    Direksi dan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan 2021-2026 Resmi Ditunjuk Jokowi, Berikut Susunan Lengkapnya!

    Presiden Jokowi resmi menunjuk Direksi BPJS Kesejahatan Periode 2021-2026 pada Jumat, 19 Februari 2021 lalu di Jakarta. Selain direksi, Jokowi juga menunjuk Dewan Pengawas untuk lembaga pemerintah yang bertanggung jawab pada proteksi kesehatan seluruh warga negara Indonesia tersebut. Penunjukkan ini berdasarkan Keppres Nomor 37/P 2021.

    Direksi dan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan 2021-2026

    Baca Juga: Gratis! Mahalnya Biaya Perawatan Covid-19 Ditanggung Pemerintah, Begini Cara Klaimnya!

    Adapun yang ditunjuk sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan adalah Ali Ghufran Mukti sedangkan untuk Ketua Dewan Pengawas adalah Arif Yurianto, sosok yang begitu terkenal di awal pandemi Covid-19 melanda Indonesia karena bertugas sebagai juru bicara Satgas Covid-19.

    Ali Ghufran Mukti sendiri adalah Wakil Menteri Kesehatan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam bekerja sebagai dirut nantinya ia didampingi 7 direktur lainnya sedangkan Arif Yurianto yang menjadi Ketua Dewan Pengawas merupakan unsur pemerintah dari Kementerian Kesehatan. Dalam bekerja ia didampingi oleh 6 anggota.

    Direksi dan Dewan Pengawas Periode 2021-2026 menurut rencana akan dilantik oleh Presiden Jokowi pada Senin, 22 Februari 2021. Berikut ini adalah susunan direksi dan dewan pengawas yang baru berdasarkan Keppres:

    Direksi

    Direktur Utama : Ali Ghufron Mukti
    Direktur : Andi Afdal
    Arief Witjaksono Juwono Putro
    David Bangun
    Edwin Aristiawan
    Lily Kresnowati
    Mahlil Ruby
    Mundiharno

    Baca Juga: Pentingnya Asuransi Kesehatan Keluarga Terbaik di Masa Pandemi

    Dewan Pengawas

    Ketua : Achmad Yurianto (Unsur Pemerintah)
    Anggota : Regina Maria Wiweng Handayani (Unsur Pemerintah)
    Indra Yana (Unsur Pekerja)
    Siruaya Utamawan (Unsur Pekerja)
    Iftida Yasar (Unsur Pemberi Pekerja)
    Inda Deryanne Hasman (Unsur Pemberi Pekerja)
    Ibnu Naser Arrohimi (Unsur Tokoh Masyarakat)

    Baca Juga: Tips Memilih Asuransi Kesehatan Terbaik untuk Keluarga Tercinta

    Itulah Sahabat Sehat mengenai penunjukan Direksi dan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan 2021-2026 oleh Presiden Jokowi. Semoga penunjukan ini membuat layanan proteksi kesehatan untuk masyarakat dapat berjalan lancar terutama di masa pandemi Covid-19. Mengenai proteksi kesehatan sendiri, Sahabat juga dapat memanfaatkan layanan asuransi kesehatan dari Prosehat. Layanan ini juga dilengkapi dengan tes Covid-19 dan vaksinasi Covid-19. Untuk info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Budiman A. Lewat Kepres Jokowi Tunjuk Direksi Baru BPJS Kesehatan, Ini Daftar Lengkapnya [Internet]. Tempo. 2021 [cited 22 February 2021]. Available from: https://nasional.tempo.co/read/1434725/lewat-kepres-jokowi-tunjuk-direksi-baru-bpjs-kesehatan-ini-daftar-lengkapnya/full&view=ok
    2. Direksi BPJS Kesehatan 2021, Jokowi Terbitkan Keppres 37/P 2021 | Finansial – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2021 [cited 22 February 2021]. Available from: https://finansial.bisnis.com/read/20210220/215/1358634/direksi-bpjs-kesehatan-2021-jokowi-terbitkan-keppres-37p-2021
    Read More
  • Vaksinasi Covid-19 di  Indonesia sudah dimulai sejak Januari 2021. Presiden Joko Widodo merupakan orang pertama di Indonesia yang divaksin. Setelahnya barulah para pejabat tinggi negara lainnya, influencer, dilanjutkan dengan tenaga kesehatan pada 14 Januari 2021, dan kemudian lansia pada 8 Februari 2021. Meski pemerintah sudah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 ini aman dan halal, tetap saja […]

    Benarkah Vaksin Covid-19 Menyebabkan Kemandulan?

    Vaksinasi Covid-19 di  Indonesia sudah dimulai sejak Januari 2021. Presiden Joko Widodo merupakan orang pertama di Indonesia yang divaksin. Setelahnya barulah para pejabat tinggi negara lainnya, influencer, dilanjutkan dengan tenaga kesehatan pada 14 Januari 2021, dan kemudian lansia pada 8 Februari 2021. Meski pemerintah sudah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 ini aman dan halal, tetap saja selalu ada rumor yang meragukan keamanan vaksin tersebut.

    vaksin covid-19 menyebabkan kemandulan

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu?

    Hal terakhir adalah disebut bahwa vaksin Covid-19 akan membuat kemandulan pada wanita karena adanya kandungan yang dapat menyerang protein penting yang dibutuhkan bagi perkembangan plasenta, organ yang berkembang selama kehamilan untuk memberikan oksigen dan nutrisi pada bayi. Anggapan ini tentu saja akan memberikan ketakutan pada wanita terutama wanita hamil sehingga enggan divaksin. Padahal, pemerintah tengah berupaya melakukan vaksinasi untuk mencapai kekebalan kelompok minimal 70% sesuai dengan jumlah penduduk Indonesia yang  berjumlah 271,34 juta jiwa berdasarkan sensus penduduk 2020.

    Anggapan ini tentu saja akan menyulitkan upaya pemerintah. Tak hanya jumlah penduduk yang banyak untuk mencapai kekebalan kelompok, tetapi juga distribusi vaksin itu harus merata di 34 provinsi.

    Tanggapan WHO

    Anggapan tersebut tentu saja cukup meresahkan sehingga WHO sebagai Badan Kesehatan Dunia harus turun tangan untuk dapat menyangkal anggapan tersebut. Dalam sebuah cuitan di Twitter, WHO melalui dr. Kate O’Brien, Direktur Program Imunisasi, menyatakan bahwa anggapan tersebut keliru sehingga tidak benar jika vaksin Covid-19 dapat menyebabkan kemandulan. Sebab, sejauh ini berdasarkan beragam studi yang ada telah menunjukkan bahwa vaksin yang telah mendapat izin terbukti dapat memberikan efek perlindungan serta dapat mencegah infeksi yang menimbulkan gejala sedang hingga parah.

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Lalu Bagaimana dengan Tanggapan dari Para Dokter?

    Senada dengan WHO, para dokter, juga ilmuwan menyatakan bahwa vaksin Covid-19 menyebabkan mandul itu tidak benar. Dilansir dari Tempo, Michael Cackovic, dokter spesialis kandungan di Pusat Medis Wexner Universitas Ohio, menyatakan bahwa vaksin membuat mandul hanya karena adanya berita mengenai kandungan vaksin yang mengandung protein lonjakan atau syncytin-1 tidaklah benar sebab lonjakan Covid-19 sama sekali tidak mirip dengan syncytin-1.

    Ia menegaskan tidak ada alasan untuk percaya memblokir syncytin-1 menyebabkan kemandulan. Hal seripa diungkapkan pakar penyakit menular di Johns Hopkins Centre for Health Security, Amesh  A. Adalja. Intinya, tidak ada bukti sama sekali bahwa vaksin Covid-19 sangat berdampak pada kesuburan wanita.

    American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) juga menyetujui hal tersebut, dam merekomendasikan vaksinasi bagi indivudu yang berusaha untuk hamil atau sedang mempertimbangkan hamil dan memenuhi kriteria untuk vaksinasi. Sahabat tidak perlu menunda kehamilan setelah menyelesaikan kedua dosis vaksin Covid-19.

    Meski begitu, dokter spesialis penyakit menular di Sekolah Kedokteran Universitas Vanderbilt, William Schaffner, mendesak wanita yang ingin hamil untuk mempertimbangkan risiko tidak mendapatkan vaksinasi. Risiko itu adalah potensi penyakit parah dan persalinan prematur jika sedang hamil. Ia juga menyarankan bagi setiap wanita untuk berbicara kepada dokter langsung mengenai aman-tidaknya vaksin bagi wanita hamil, dan bukan dari internet.

    Baca Juga: Inilah 7 Tips Aman Hamil di Masa Pandemi

    Demikianlah mengenai anggapan bahwa vaksin Covid-19 itu menyebabkan kemandulan itu salah dan hoaks. Bagi Sahabat untuk tetap mendapatkan informasi-informasi terpercaya soal vaksin Covid-19 sehingga hal tersebut akan meyakinkan Sahabat bahwa vaksin itu baik dan perlu karena dapat melindungi diri sendiri dan orang lain. Untuk mendapatkan informasi-informasi yang valid tersebut Sahabat bisa berkonsultasi 24 jam dengan dokter di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Anwar F. WHO Bantah Rumor Vaksin COVID-19 Bisa Bikin Mandul [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 10 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5365327/who-bantah-rumor-vaksin-covid-19-bisa-bikin-mandul
    2. Media K. Jumlah Penduduk Indonesia Terkini Mencapai 271,34 Juta Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 10 February 2021]. Available from: https://money.kompas.com/read/2021/01/22/090554926/jumlah-penduduk-indonesia-terkini-mencapai-27134-juta?page=all
    3. Media K. Perlu Tahu, Ini Penjelasan WHO soal Mitos dan Fakta Vaksin Covid-19 [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 10 February 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/02/08/190300365/perlu-tahu-ini-penjelasan-who-soal-mitos-dan-fakta-vaksin-covid-19
    4. Widiyarti Y. Vaksin Covid-19 Bikin Mandul? Simak Penjelasan Pakar [Internet]. Tempo. 2021 [cited 10 February 2021]. Available from: https://gaya.tempo.co/read/1421877/vaksin-covid-19-bikin-mandul-simak-penjelasan-pakar
    Read More
  • Pada 5 Februari 2021, pemerintah melalui BPOM secara resmi memperbolehkan pemberian vaksin Sinovac bagi lansia. Vaksinasi untuk lansia sendiri sebenarnya sudah dimulai pada Senin, 8 Februari 2021 lalu. Tentunya pemberian ini tidaklah sembarangan karena BPOM membuat keputusan tersebut atas beberapa pertimbangan. Baca Juga: BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin Sinovac Pertama, karena data statistik […]

    Pemerintah Mengizinkan Pemberian Vaksin Sinovac untuk Lansia

    Pada 5 Februari 2021, pemerintah melalui BPOM secara resmi memperbolehkan pemberian vaksin Sinovac bagi lansia. Vaksinasi untuk lansia sendiri sebenarnya sudah dimulai pada Senin, 8 Februari 2021 lalu. Tentunya pemberian ini tidaklah sembarangan karena BPOM membuat keputusan tersebut atas beberapa pertimbangan.

    vaksin Sinovac untuk lansia

    Baca Juga: BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin Sinovac

    Pertama, karena data statistik KPC-PEN menunjukkan bahwa lansia menempati posisi relatif tinggi pada kasus kematian akibat Covid-19, yaitu sekitar 47,3%. Berlandaskan data tersebut, pemerintah menempatkan lansia sebagai kelompok prioritas bersama dengan tenaga kesehatan dan pejabat pelayanan publik.

    Kedua, selain dari data statistik kematian lansia, pertimbangan lainnya juga dilihat dari hasil pengkajian data hasil uji klinis fase III vaksin Sinovac yang dilaksanakan di Brasil serta data uji klinis fase I dan II di Cina. Dari data yang diperoleh BPOM pada akhir Januari 2021 tersebut disimpulkan bahwa terdapat data-data keamanan dan khasiat yang untuk bisa memberikan vaksinasi pada lansia. Data uji klinis fase I dan II di Cina yang melibatkan 400 orang menunjukkan bahwa vaksin yang diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak waktu 28 hari memberikan hasil imunogenisitas yang baik. Selain itu, terdapat peningkatan kadar antibodi yang baik dengan seroconversion rate 97,96%.

    Meski begitu, BPOM memberikan beberapa catatan yang berkaitan dengan persetujuan indikasi dan dosis vaksin Sinovac untuk lansia tersebut, karena masih terbatasnya bukti kemanfaatan dan keamanan vaksin. Poin-poin tersebut adalah sebagai berikut:

    • Melakukan studi klinis pasca persetujuaan untuk memastikan efektivitas vaksin CoronaVac untuk pencegahan Covid-19
    • BPOM berhak meninjau atau mengevaluasi kembali aspek khasiat dan keamanan vaksin apabila ditemukan bukti baru terkait khasiat dan keamanan
    • Wajib melakukan pemantauan farmakovigilans (mendeteksi masalah keamanan obat yang belum diketahui) dan pelaporan efek samping obat ke BPOM

    Bagaimana Cara Pemberian Vaksin ke Lansia?

    Pusat Informasi Obat Nasional atau PIONAS menyatakan bahwa vaksin Sinovac akan diberikan kepada lansia di atas 60 tahun dengan cara disuntikkan ke dalam otot (intramuskular) sebanyak 0,5 mL dalam 2 dosis dengan selang waktu 28 hari.

    Apa Efek Samping yang Akan Dirasakan?

    Efek samping yang dirasakan dari pemberian vaksin Covid-19 pada umumnya serupa dengan reaksi ringan hingga sedang dari pemberian vaksin jenis lainnya. Adapun efek samping yang mungkin dirasakan antara lain nyeri di tempat suntikan dan demam. Efek samping atau KIPI ini akan terjadi 7 hari setelah vaksinasi, dan pulih dalam waktu 48 jam.

    Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Hal-hal yang Perlu Diperhatikan bagi Lansia Sebelum Vaksinasi

    Adapun imbauan dari PIONAS untuk para lansia yang memiliki kondisi-kondisi berikut, sebelum mendapatkan vaksinasi sebaiknya lebih berhati-hati supaya tidak terjadi hal-hal yang diinginkan, yaitu apabila mengalami:

    • Kesulitan naik 10 anak tangga
    • Kesulitan berjalan kira-kira 100 sampai 200 meter
    • Penurunan aktivitas fisik (sering merasa lelah)
    • Memiliki 4 dari 11 penyakit (hipertensi, diabetes, kanker, penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke, dan penyakit ginjal)
    • Penurunan berat badan yang bermakna dalam setahun

    Baca Juga: Sahabat Sehat, Yuk, Jangan Takut Vaksin Covid-19!

    Sekian mengenai izin pemberian vaksin Sinovac untuk lansia yang berdasarkan statistik kematian lansia di Indonesia akibat Covid-19 dan data uji klinis di Brasil dan Cina yang ternyata cukup aman bagi kelompok ini. Setelah divaksinasi hendaknya tetap menerapkan perilaku 5M dan PHBS, serta jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Wibowo E. Ini Pertimbangan BPOM Izinkan Vaksin Covid-19 Sinovac untuk Lansia [Internet]. Tempo. 2021 [cited 8 February 2021]. Available from: https://nasional.tempo.co/read/1430573/ini-pertimbangan-bpom-izinkan-vaksin-covid-19-sinovac-untuk-lansia
    2. Dwianto A. BPOM Izinkan Vaksin Sinovac untuk Lansia, Ini 3 Syarat yang Diberikan [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 8 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5364793/bpom-izinkan-vaksin-sinovac-untuk-lansia-ini-3-syarat-yang-diberikan
    3. Putri Bestari N. 3 Fakta Vaksin Sinovac Mulai Disuntikkan ke Lansia Hari Ini [Internet]. CNBCIndonesia. 2021 [cited 8 February 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210208070701-37-221695/3-fakta-vaksin-sinovac-mulai-disuntikkan-ke-lansia-hari-ini
    Read More
  • Covid-19 kenyataannya juga dapat menyebabkan risiko perdarahan pada beberapa pasiennya. Demikian hal tersebut berdasarkan sebuah penelitian terbaru, dengan subjek beberapa pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Risiko ini menyebabkan tingginya risiko kematian. Dilansir dari Medical News Today, temuan mengenai perdarahan ini merupakan akibat yang berkaitan dengan gangguan pembekuan darah. Baca Juga: Mengenal Covid Tongue, […]

    Risiko Perdarahan pada Pasien Covid-19

    Covid-19 kenyataannya juga dapat menyebabkan risiko perdarahan pada beberapa pasiennya. Demikian hal tersebut berdasarkan sebuah penelitian terbaru, dengan subjek beberapa pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Risiko ini menyebabkan tingginya risiko kematian. Dilansir dari Medical News Today, temuan mengenai perdarahan ini merupakan akibat yang berkaitan dengan gangguan pembekuan darah.

    risiko perdarahan

    Baca Juga: Mengenal Covid Tongue, Gejala Baru Covid-19 pada Lidah

    Gangguan Pembekuan Darah

    Pembekuan darah terjadi ketika seseorang mengalami luka akibat cedera dari benturan untuk mencegah hilangnya banyak darah dalam tubuh. Darah yang menggumpal akibat luka tersebut atau trombi akan dapat menyumbat pembuluh sehingga cukup berpotensi fatal jika tidak segera ditangani. Pada Covid-19, virus tersebut menyebabkan gangguan pembekuan darah yang disebut dengan koagulopati. Gangguan ini dapat menyebabkan trombosis vena dalam yang berkomplikasi pada stroke dan serangan jantung. Untuk dapat memeriksa apakah ada gumpalan darah, pasien Covid-19 biasanya akan diperiksa D-dimer-nya, yaitu fragmen protein yang muncul ketika bekuan darah larut dalam tubuh.

    Gumpalan darah tersebut kemudian oleh tubuh dipecah dengan terus menyesuaikan aktivitas protein dalam darah atau plasminogen oleh aktivator plasminogen jaringan (TPA) yang mendorong pemecahan gumpalan darah atau trombolisis. Trombosis ini dimunculkan inihibitor aktivator plasminogen-1. Keduanya adalah protein lain dalam darah yang mempunyai peran dalam tindakan penyeimbangan setelah terjadinya pembekuan dan penggumpalan.

    Untuk mengatasi pembekuan darah berlebihan ini biasanya para ahli menyarankan pemberian obat antikoagulan dengan dosis tinggi kepada pasien Covid-19 di rumah sakit. Akan tetapi berdasarkan sebuah studi baru oleh para peneliti di Michigan Medicine dan University of Michigan di Ann Harbor yang dimuat di Scientific Report, hal tersebut bukanlah yang terbaik.

    Baca Juga: Long Hauler, Paparan Virus Covid-19 Berkepanjangan

    Hal ini karena berdasarkan penelitian, baik TPA maupun inhibitor aktivator plasminogen-1 merupakan kedua protein yang berkaitan dengan kesulitan pernapasan. Namun dari keduanya tingkat TPA yang tinggi mempunyai korelasi yang kuat dengan kematian. Tingkat aktivator plasminogen yang sangat tinggi secara signifikan mempunyai kecenderungan tinggi untuk memecah gumpalan darah. Para peneliti berupaya mengatasinya dengan trombin untuk mendorong pembekuan.

    Risiko Terjadi Akibat TPA yang Sangat Tinggi?

    Mengenai risiko perdarahan sendiri, terdapat 4,8% pasien Covid-19 yang menderita hal tersebut. Angkanya kemudian meningkat menjadi 7,6%. Kebanyakan mempunyai tingkat TPA yang sangat tinggi. Para ahli menyarankan supaya pemberian dengan koagulan harus dilakukan secara selektif dan hati-hati agar risiko perdarahan bisa diminimalkan. Selain itu, mereka menyarankan penelitian lebih lanjut apakah TPA adalah penanda yang benar-benar dapat mengidentifikasi pasien dengan risiko tinggi pendarahan. Terjadinya risiko perdarahan tinggi ini oleh Yu Zhuo, reumatolog di Michigan Medicine merupakan hal yang sama pentingnya di saat para tenaga medis berupaya meminimalkan pembekuan darah.

    Baca Juga: Sambiloto Sebagai Terapi Mengurangi Infeksi Covid-19

    Itulah Sahabat Sehat mengenai risiko perdarahan akibat Covid-19 yang ternyata berkaitan dengan pembekuan darah yang berlebihan. Yuk, Sahabat supaya terhindar dari Covid-19 tetap terapkan perilaku 5M dan PHBS, serta jangan lupa untuk deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Some COVID-19 patients have a higher risk of bleeding [Internet]. Medicalnewstoday.com. 2021 [cited 9 February 2021]. Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/some-covid-19-patients-have-a-higher-risk-of-bleeding
    2. Zuo Y, Warnock M, Harbaugh A, Yalavarthi S. Plasma tissue plasminogen activator and plasminogen activator inhibitor-1 in hospitalized COVID-19 patients. Scientific Reports. 2021
    3. Pramudiarja A. Dahlan Iskan Singgung ‘D-dimer’ Pasien COVID-19, Istilah Apa Itu? [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 9 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5366839/dahlan-iskan-singgung-d-dimer-pasien-covid-19-istilah-apa-itu
    Read More
  • Liburan panjang akhir pekan kembali datang pada 2021 ini tepatnya di hari Jumat, 12 Februari 2021 yang bertepatan dengan Tahun Baru Cina atau Imlek. Kedatangan liburan panjang ini tentu saja sangat tidak begitu diharapkan di saat kasus Covid-19 di Indonesia masih mempunyai penularan yang sangat tinggi. Pelonjakan kasus terutama terjadi setelah libur panjang di akhir […]

    Libur Panjang Akhir Pekan Imlek 2021, Yuk Tetap di Rumah Aja!

    Liburan panjang akhir pekan kembali datang pada 2021 ini tepatnya di hari Jumat, 12 Februari 2021 yang bertepatan dengan Tahun Baru Cina atau Imlek. Kedatangan liburan panjang ini tentu saja sangat tidak begitu diharapkan di saat kasus Covid-19 di Indonesia masih mempunyai penularan yang sangat tinggi. Pelonjakan kasus terutama terjadi setelah libur panjang di akhir pekan.

    libur panjang akhir pekan imlek 2021

    Baca Juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 1 Juta

    Meski begitu, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan tetap memutuskan Imlek sebagai hari libur karena merupakan hari raya keagamaan. Seperti dilansir dari Republika, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, menyebut bahwa libur Imlek yang ada saat ini akan dilaksanakan di saat PPKM Mikro diberlakukan. Ia pun meminta kepada masyarakat untuk sebaiknya di rumah saja saat libur tiba, dan menerapkan 5M.

    Hal yang sama juga disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Ia meminta kepada umat Konghucu yang merayakan Imlek untuk merayakannya dengan cara mengadaptasi kebiasaan baru seperti merayakan hanya di dalam rumah serta menyarankan penggunaan teknologi digital sebagai sarana pendukung perayaan. Selain itu, Menkes menyarankan pemberian angpau selama masa pandemi ini dengan cara transfer atau melalui bantuan ojek online. Untuk Barongsai yang juga menjadi daya tarik Imlek sebaiknya diganti dengan menonton di Youtube. Ia berharap agar Imlek di masa pandemi menjadi momen penting untuk bisa menciptakan harapan dan keberuntungan yang baru di tahun yang baru.

    Larangan Bepergian bagi ASN

    Sementara itu, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto, mengatakan akan memberlakukan larangan bepergian ke luar kota atau melakukan perjalanan jauh bagi ASN, anggota TNI, anggota Polri, staf BUMN, dan pekerja swasta selama libur Imlek. Hal ini untuk mendukung keberhasilan pemberlakuan PPKM Mikro dan pembentukan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan untuk mengendalikan Covid-19.  Larangan pemberlakuan ini kemudian sudah disahkan oleh MenPANRB, Tjahjo Kumolo, pada 10 Februari 2021 melalui sebuah surat edaran.

    Baca Juga: Liburan Panjang Akhir Pekan Bulan Oktober? Yuk, di Rumah Aja!

    Wajib Tes Covid-19 untuk Perjalanan

    Bagi masyarakat yang tetap bersikeras ingin melakukan perjalanan selama Imlek, pemerintah melalui Satgas Covid-19 mewajibkan tes Covid-9 sebelum keberangkatan. Dilansir dari Kompas.com, juru bicara Satgas Covid-19, Profesor Wiku Adisasmito meminta pemeriksaan harus dilakukan paling tidak 1×24 jam sebelum keberangkatan karena berkaitan dengan pemberlakuan PPKM Mikro dari tanggal 9 Februari-22 Februari 2021. Tes Covid-19 yang wajib dilakukan bisa berupa PCR swab, rapid antigen, atau GeNose sebagai opsi jika Sahabat tidak mau menggunakan 2 tes pertama.

    Baca Juga: Mengenal GeNose dan CePAD, Alat Deteksi Dini Covid-19 Buatan Negeri Sendiri

    Itulah Sahabat Sehat mengenai libur panjang akhir pekan yang datang kembali pada 2021 ini karena Imlek. Karena Covid-19 masih ada, Sahabat sebaiknya liburan tetap di rumah saja untuk melindungi diri sendiri dan orang lain sembari melakukan hal-hal yang menyenangkan.  Sahabat juga dapat memanfaatkan diri untuk belanja produk-produk kesehatan di Prosehat yang disertai dengan promo-promo menarik. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses melalui website dan aplikasi. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Pemerintah Tetap Putuskan Imlek 2021 Libur |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2021 [cited 9 February 2021]. Available from: https://www.republika.co.id/berita/qny863423/pemerintah-tetap-putuskan-imlek-2021-libur
    2. Media K. Libur Panjang Datang Lagi, Masyarakat Diingatkan Tetap di Rumah Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 9 February 2021]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2021/02/09/07162351/libur-panjang-datang-lagi-masyarakat-diingatkan-tetap-di-rumah?page=all
    3. PNS dan Pegawai BUMN Dilarang Liburan Saat Tahun Baru Imlek [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 9 February 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/bisnis/read/4478037/pns-dan-pegawai-bumn-dilarang-liburan-saat-tahun-baru-imlek#:~:text=PNS%20dan%20Pegawai%20BUMN%20Dilarang%20Liburan%20Saat%20Tahun%20Baru%20Imlek,-Liputan6.com&text=%22Pelarangan%20bepergian%20ke%20luar%20kota,8%2F2%2F
    4. ASN Dilarang Bepergian Saat Libur Imlek [Internet]. menpan.go.id. 2021 [cited 10 February 2021]. Available from: https://menpan.go.id/site/berita-terkini/asn-dilarang-bepergian-saat-libur-imlek#:~:text=%E2%80%9CPegawai%20ASN%20dan%20keluarganya%20dilarang,pe
    Read More
  • Membagi waktu antara bekerja dan berkumpul dengan keluarga merupakan hal yang sangat sulit dilakukan untuk wanita karir. Terlebih lagi jika harus meninggalkan buah hati, tentunya akan sangat berat. Terlebih lagi, pekerjaan yang Sahabat jalani saat ini sudah sangat nyaman dan sudah memiliki kedudukan, semakin membuat sahabat sulit untuk melepaskannya. Padahal, tujuan Sahabat bekerja demi mencukupi […]

    5 Tips Bagi Waktu Untuk Wanita Karir yang Berkeluarga

    Membagi waktu antara bekerja dan berkumpul dengan keluarga merupakan hal yang sangat sulit dilakukan untuk wanita karir. Terlebih lagi jika harus meninggalkan buah hati, tentunya akan sangat berat. Terlebih lagi, pekerjaan yang Sahabat jalani saat ini sudah sangat nyaman dan sudah memiliki kedudukan, semakin membuat sahabat sulit untuk melepaskannya. Padahal, tujuan Sahabat bekerja demi mencukupi kebutuhan sehari-hari dan juga untuk masa depan si kecil.

    Baca Juga: 7 Pola Makan Sehat bagi Pekerja Kantoran Agar Tetap Fit

    Maka dari itu perlu adanya pembagian waktu yang tepat agar hidup Sahabat lebih baik dibandingkan sebelumnya.

    Berikut 5 tips bagi waktu untuk wanita karir yang berkeluarga agar tetap memiliki quality time bersama keluarga

    1. Buat Skala Prioritas Kehidupan

    Kalau sahabat bingung untuk mengatur waktu, maka buatlah skala prioritas untuk membagi waktu antara kerja dan keluarga. Prioritaskanlah yang menurut Sahabat sangatlah penting, bila Sahabat sudah memiliki buah hati namun besties mengajak untuk hangout setelah jam kerja, manakah yang Sahabat pilih? Kalau dirasa buah hati tidak dapat Sahabat tinggalkan maka cobalah menolak ajakan besties secara halus, dan beri penjelasan bahwa buah hati menunggu di rumah dan usulkan untuk mengganti waktu hangout di hari libur.

    Baca Juga : 7 Cara Siasati Gaji Tidak Habis Sia-sia

    2. Gunakan Waktu Istirahat Sebaik Mungkin

    Sahabat hanya mendapatkan libur di sabtu dan minggu? Saatnya nih untuk gunakan waktu libur Sahabat sebaik mungkin. Waktu istirahat ini juga bisa Sahabat gunakan untuk melakukan me time atau mengajari hal-hal baru bersama buah hati. Seperti memasak ataupun menggambar yang dapat membangun chemistry antara Sahabat dan buah hati. Selain dengan buah hati, Sahabat tentu dapat memiliki waktu bersama pasangan agar lebih intim. Sahabat bisa melakukan hal  mesra dan sharing kepada pasangan tentang kondisi di kantor baik tentang kendala ataupun hal menyenangkan.

    3. Libatkan Keluarga di Waktu Senggang

    Repot saat weekend, tapi harus tetap bersih-bersih rumah? Cobalah untuk libatkan pasangan ataupun buah hati untuk bekerjasama dalam merawat keindahan rumah. Tentu hal ini akan meningkatkan rasa kebersihan di keluarga dan quality time akan terjalin dengan baik. Selain itu, untuk menghemat pengeluaran, maka Sahabat bisa kok masak makan malam bersama pasangan. Selain bisa menunjukkan keahlian masing-masing dalam memasak, obrolan kecil sambil bercanda juga akan terasa menyenangkan saat memasak. Jangan lupa untuk memilih makanan yang sehat ya, agar keluarga Sahabat tetap sehat.

    4. Berlibur Bersama Keluarga

    Bosan hanya diam di rumah saat weekend? Sudah saatnya nih siapkan waktu dan perbekalan untuk berlibur bersama keluarga. Kalau bisa, ajak buah hati untuk menikmati liburan selain di Mall. Tidak perlu mahal-mahal, Sahabat bisa mendatangi taman di tengah kota atau sekedar ke museum di kota. Selain harga tiket masuk yang cukup murah, tentu Sahabat juga bisa memberikan edukasi seputar sejarah-sejarah yang ada di museum tersebut. Sahabat bisa menjadi tour guide pribadi dan anak akan lebih dekat lagi.

    5. Lindungi Keluarga Dengan Vaksinasi

    Keinginan berlibur bersama keluarga sudah Sahabat rancang jauh-jauh hari. Namun bisa saja keadaan yang tidak diinginkan terjadi secara tiba-tiba. Buah hati atau pasangan jatuh sakit akibat virus.  Untuk mencegah hal itu tentu dengan cara gaya hidup sehat, melakukan olahraga yang rutin dan mengonsumsi makanan sehat tentu menjadi pilihan Sahabat dan keluarga. Namun ada satu hal lagi loh untuk mencegah penyakit, yaitu dengan cara vaksinasi.

    Vaksinasi sendiri akan memberikan Sahabat dan keluarga kekebalan terhadap penyakit tertentu. Kekebalan akan muncul karena vaksin yang dimasukkan kedalam tubuh kita akan memicu sistem kekebalan tubuh yang membentuk  antibodi terhadap vaksin tersebut. Bila Sahabat atau keluarga yang terpapar kuman yang sama, seperti influenza maka tubuh Sahabat akan menangkal dan mencegah Sahabat terinfeksi kembali.

    Baca Juga : Sebelum Menikah, Pria Juga Butuh Ini

    Terdapat vaksinasi yang ada seperti vaksinasi BCG, Hepatitis B, DPT, Polio, Campak, MMR, HiB, Hepatitis A dan juga Cacar Air. Untuk para wanita terdapat vaksinasi yang mencegah terjadinya kanker serviks. Ya, vaksinasi yang dimaksud adalah vaksinasi HPV. Vaksinasi HPV berguna menyerang 4 tipe dari HPV menjadi salah satu pencetus kanker serviks pada tipe HPV 16 dan 18 lalu kutil kelamin pada tipe HPV 6 dan 11.

    Gejala awal dari kanker serviks tidaklah terlihat namun baru terlihat jika mencapai stadium lanjut. Penyebab awal penularan kanker serviks berasal dari seringnya merokok, terdapat infeksi kelamin akibat dari hubungan seksual, melakukan hubungan seksual sebelum usia 18 tahun hingga seringnya berganti-ganti pasangan seksual. Waspadailah jika menstruasi tidak teratur, terjadi pendarahan saat melakukan hubungan seksual, terasa nyeri dibagian panggul, tubuh terasa cepat lemas, rasa tidak nyaan pada vagina hingga keluar cairan berbau dari vagina.

    Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Kamu Ketahui

    Lindungi diri Sahabat, teman, keluarga dan perempuan di sekitar dengan melakukan vaksinasi HPV untuk mencegah kanker serviks secara dini. Dapatkan layanan vaksinasi ke rumah bersama Prosehat. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Sumber :

    Cermati. Hadijah, Siti. “Tips dan Trik Membagi waktu untuk Wanita Karir yang Telah Berkeluarga”. Diakses pada 1 Maret 2018
    Tanyadok. Suci, Hygiena Kumala. “Ayo Vaksinasi!!!”. Diakses pada 1 Maret 2018
    Tanyadok. Winardo, Donny Sutrisno. “Kanker Serviks dan Imunisasi HPV”. Diakses pada 1 Maret 2018
    TanyaDok. “Info Tentang Kanker Serviks”. Diakses pada 1 Maret 2018
    Gambar Google

    Read More
  • Pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan terbaru yang berkaitan untuk mencegah penularan Covid-19 di Indonesia, yaitu PPKM Mikro. Kebijakan ini merupakan kebijakan lanjutan dari PPKM Jawa-Bali yang telah dilaksanakan pada 12 Januari hingga 8 Februari 2021. Kebijakan terbaru ini merupakan implementasi dari Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2021 tentang penanganan Covid-19 yang ditandatangani dan dikeluarkan […]

    Pemerintah Berlakukan PPKM Mikro, Berikut Beberapa Aturannya

    Pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan terbaru yang berkaitan untuk mencegah penularan Covid-19 di Indonesia, yaitu PPKM Mikro. Kebijakan ini merupakan kebijakan lanjutan dari PPKM Jawa-Bali yang telah dilaksanakan pada 12 Januari hingga 8 Februari 2021. Kebijakan terbaru ini merupakan implementasi dari Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2021 tentang penanganan Covid-19 yang ditandatangani dan dikeluarkan oleh Mendagri Tito Karnavian, serta dilaksanakan mulai 9 Februari hingga 22 Februari 2021.

    PPKM Mikro

    Baca Juga: PSBB Transisi Jilid II di Jakarta, Simak Hal-hal Baru Berikut!

    Adapun PPKM ini berlaku di 7 provinsi yang terdapat di Pulau Jawa dan Bali. Ketujuh provinsi ini diketahui merupakan tempat tinggi penularan Covid-19, terutama di DKI Jakarta. Adapun ketujuh provinsi itu adalah:

    • DKI Jakarta meliputi seluruh kota administratif
    • Jawa Barat meliputi bagian dari Jabodetabek dan Bandung Raya, yaitu Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Kota Bekasi, Kota Cimahi, Bandung, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat
    • Banten meliputi Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang
    • Jawa Tengah meliputi Semarang Raya, Banyumas Raya, Kota Surakarta, dan sekitarnya
    • DI Yogyakarta meliputi Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Kulon Progo
    • Jawa Timur meliputi Surabaya Raya, Madiun Raya, dan Malang Raya
    • Bali meliputi Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Tabanan, Kota Denpasar dan sekitarnya

    Aturan-aturannya

    Terdapat beberapa aturan yang berubah dalam PPKM Mikro ini seperti ketentuan WFH dan WFO serta jam buka pusat perbelanjaan. Namun yang tidak berubah sama sekali adalah kegiatan belajar-mengajar yang tetap dilaksanakan secara online. Berikut ini adalah beberapa aturan yang berubah tersebut:

    Aktivitas Perkantoran, Rumah Makan, dan Tempat Ibadah

    Pada PPKM mikro ini aktivitas perkantoran dibatasi 50%, dan sisanya bekerja dari rumah atau WFH dari sebelumnya 25%. Bagi yang bekerja di kantor harap tetap menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Untuk pusat perbelanjaan diizinkan beroperasi hingga jam 9 malam dari sebelumnya hanya sampai jam 8 malam. Untuk kapasitas maksimum makan di restoran dibatasi hanya sampai 50%.  Alasan pelonggaran ini seperti diutarakan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, karena melihat protokol kesehatan di mal sudah berjalan baik, dan juga karena alasan ekonomi. Selain itu, ia melihat mobilitas masyarakat di mal juga jarang daripada di tingkat RT/RW, desa, atau kelurahan.

    Terakhir, aktivitas di tempat ibadah diizinkan dengan maksimal 50%. Kegiatan konstruksi beroperasi 100% dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Untuk kegiatan di fasilitas umum atau fasilitas sosial budaya yang berpotensi menimbulkan kerumunan dihentikan sementara.

    Pembentukan Posko Penanganan Covid-19

    PPKM Mikro juga memberikan instruksi untuk membentuk posko penanganan Covid-19 yang berada di tingkat desa atau keluarahan. Posko ini berisikan berbagai unsur masyarakat, yaitu:

    • Ketua RT
    • Kepala Desa
    • Babinsa
    • Bhabinkamtibmas
    • Satpol PP
    • PKK
    • Dasawisma
    • Karang taruna
    • Tokoh masyarakat
    • Relawan

    Posko yang dibentuk ini bertugas melakukan pengendalian infeksi Covid-19 mulai dari sosialiasi, protokol kesehatan, penegakan dan pendataan pelanggaran protokol kesehatan hingga pelaporan perkembangan penanganan Covid-19 secara berjenjang ke level atas. Untuk biaya kebutuhan, desa dibiayai dari anggaran pendapatan dan belanja desa sedangkan kelurahan ditanggung APBD kabupaten/kota.

    Terdapat Zonasi Pengendalian Wilayah

    Terdapat penerapan zonasi pengendalian wilayah hingga tingkat RT pada PPKM Mikro untuk dapat dengan mudah mengendalikan Covid-19. Kriteria zonasi dibagi menjadi zona hijau, zona kuning, zona oranye, dan zona merah. Zona merah ditetapkan bila terdapat lebih dari 10 rumah dengan kasus positif. Untuk zona ini terdapat PPKM tingkat RT yang mencakup pelacakan kontak erat, isolasi mandiri penutupan rumah ibadah, tempat bermain anak, dan tempat umum lainnya kecuali sektor esensial. Selain itu, terdapat larangan berkerumun lebih dari 3 orang, pembatasan keluar masuk RT maksimal hingga jam 10 malam, dan kegitan sosial yang berpotensi menyebarkan virus harus ditiadakan.

    Baca Juga: BNPB Bekerja Sama dengan Prosehat untuk Dukung Isolasi Mandiri

    Zona oranye diberlakukan jika terdapat 6-10 rumah dengan kasus konfirmasi positif falam 7 hari terakhir. Penanganan dilakukan dengan melacak kontak erat dan menutup rumah ibadah, tempat bermain anak, serta tempat umum lainnya kecuali sektor esensial. Zona kuning bila terdapat 1 hingga 5 rumah dengan kasus positif Covid-19 selama 7 hari terakhir diharuskan melakukan pelacakan kontak erat. Untuk zona hijau yang tidak ada sama sekali kasus aktif di tingkat RT, perlu dilakukan tes pada suspek secara aktif.

    Aturan Perjalanan Dalam Negeri dan Luar Negeri

    Untuk aturan perjalanan pada PPKM Mikro ini sebenarnya masih sama seperti pada aturan-aturan perjalanan sebelumnya, yaitu wajib melakukan PCR swab jika ke Bali dengan pesawat maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan atau tes antigen maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan. Untuk laut adalah adalah wajib PCR swab atau antigen maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan.

    Begitu juga untuk perjalanan darat dari Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa. Akan ada tes antigen yang dilaksanakan secara acak oleh Satgas Covid-19. Selain itu, Satgas akan memberlakukan GeNose sebagai tambahan apabila diperlukan. GeNose ini juga diberlakukan bagi Sahabat Sehat yang melakukan perjalanan darat di Pulau Jawa dengan kereta api sebagai opsi selain PCR Swab atau tes antigen maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan. Namun untuk libur panjang keagamaan wajib tes Covid-19 adalah maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.

    Baca Juga: Mengenal GeNose dan CePAD, Alat Deteksi Dini Covid-19 Buatan Negeri Sendiri

    Untuk perjalanan dari luar negeri akan tetap ada pemeriksaaan suhu tubuh dan validasi hasil tes PCR swab yang negatif, yang berlaku 3×24 jam sebelum keberangkatan di setiap pintu kedatangan. Kemudian ada tes ulang yang ditanggung pemerintah untuk WNI dan biaya sendiri untuk WNA. Jika positif akan diarahkan untuk dikarantina selama 5×24 jam. Bagi WNI yang tidak mampu dari segi ekonomi akan diisolasi di karantina khusus, dengan biaya ditanggung pemerintah. Namun, ada syaratnya, yaitu surat tanda tidak mampu sementara WNA dikarantina di rumah pribadi.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Itulah mengenai PPKM Mikro yang dilaksanakan di Pulau Jawa dan Bali untuk meminimalkan penularan Covid-19. Yuk, Sahabat Sehat, mari laksanakan dengan baik PPKM ini supaya Sahabat tidak tertular virus. Tetap terapkan 5M dan PHBS, tidak keluar rumah kecuali ada keperluan mendesak, dan jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya mudah. Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. 4 Poin Penting PPKM Mikro yang Dimulai Hari Ini, dari Jam Buka Restoran hingga Zonasi Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 9 February 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/02/09/062700065/4-poin-penting-ppkm-mikro-yang-dimulai-hari-ini-dari-jam-buka-restoran?page=all
    2. Media K. PPKM Mikro di Jabodetabek : Sekolah Tetap Online, WFH Diperlonggar Jadi 50 Persen [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 9 February 2021]. Available from: https://megapolitan.kompas.com/read/2021/02/09/07371891/ppkm-mikro-di-jabodetabek-sekolah-tetap-online-wfh-diperlonggar-jadi-50
    3. Adinda Putri C. PPKM Mikro Hari Ini, Berikut Zonasi dan Ketentuannya! [Internet]. CNBCIndonesia. 2021 [cited 9 February 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20210209084007-4-222030/ppkm-mikro-hari-ini-berikut-zonasi-dan-ketentuannya
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja