Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Berita Terkini

Showing 1–10 of 91 results

  • Setelah 8 bulan melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau PJJ, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuka kembali sekolah tatap muka mulai Januari 2021 di seluruh zona. Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Paduan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19. Pelaksanaan sekolah ini akan diberikan […]

    Tepatkah Sekolah Tatap Muka Dibuka Kembali di Tengah Pandemi?

    Setelah 8 bulan melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau PJJ, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuka kembali sekolah tatap muka mulai Januari 2021 di seluruh zona. Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Paduan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19. Pelaksanaan sekolah ini akan diberikan kepada tiga pihak, yakni pemerintah daerah, kantor wilayah, dan orang tua melalui komite sekolah. Kebijakan ini bahkan sudah didukung oleh Komisi X DPR yang beralasan mencegah anak putus sekolah.

    sekolah tatap muka

    Baca Juga: 10 Tips Persiapan Hari Pertama Sekolah

    Namun, dalam pelaksanaannya nanti karena masih dalam situasi pandemi, Menteri Kementerian dan Kebudayaan, Nadiem Makariem, memberikan kebebasan kepada orang tua siswa untuk menentukan diperbolehkan ikut masuk sekolah atau tidak sekalipun sekolah dan daerah tertentu telah memutuskan kembali belajar tatap muka. Selain itu, Nadiem meminta sekolah harus memenuhi enam syarat supaya bisa benar-benar dibuka, yaitu memperhatikan sanitasi dan kebersihan seperti toilet, sarana cuci tangan, penyemprotan desinfektan, akses kepada pelayanan kesehatan, dan kesiapan menerapkan wajib masker.  Tentunya, kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan dan kelelahan seperti ekstrakurikuler, olahraga, dan kantin ditiadakan.

    Produk Terkait: Jual Masker Medis

    Kebijakan membuka sekolah tatap muka di tengah pandemi Covid-19 ini tentu saja banyak menimbulkan pertanyaan jika dikaitkan dengan kondisi Covid-19 di Indonesia yang sampai sejauh ini jumlah penderitanya terus meningkat dari hari ke hari. Kekhawatiran datang dari para orang tua yang tidak mau anak-anaknya terpapar Covid-19 ketika belajar tatap muka yang akan dilaksanakan kembali meskipun dengan menjalankan protokol-protokol kesehatan.

    Kekhawatiran itu sangat wajar karena tercatat banyak anak-anak di Indonesia terpapar Covid-19, dengan jumlah 50.790 kasus, terlebih virus ini banyak menyerang anak usia 0-17 tahun. Jumlah ini lebih besar daripada kelompok usia 60 tahun ke atas, yaitu 47.666 kasus. Anak usia 6-17 tahun (39.874 kasus) lebih mudah terpapar daripada anak usia 0-5 tahun (11.916 kasus). Dari jumlah kasus itu tercatat sebanyak 238 anak Indonesia meninggal dunia, dan tingkat kematian mereka sama dengan tingkat kematian kelompok usia 18-30 tahun, yaitu 0,46%.

    Baca Juga: 7 Tips Orang Tua Dampingi Anak yang Bosan dan Stres Belajar di Rumah

    Kebijakan membuka kembali sekolah tatap muka di masa pandemi diduga tidak realistis karena positivity rate Covid-19 di Indonesia masih terbilang tinggi, yaitu 10% alias masih melebihi standar 5% yang sudah ditetapkan WHO. Apabila sekolah kembali dibuka dikhawatirkan akan terjadi penularan dan pembentukan kluster baru. Pembukaan sekolah ini berdekatan dengan acara-acara lain seperti Pilkada 2020 dan Libur Akhir Tahun 2020 yang berpotensi besar menjadi medium penyebaran virus.

    Tidak hanya dari sudut pandang epidemiolog mengenai sekolah tatap muka ini. KPAI atau Komite Perlindungan Anak Indonesia memberikan pandangan yang serupa. Komisioner KPAI, menyatakan bahwa banyak sekolah yang belum siap menerapkan protokol kesehatan jika belajar tatap muka kembali digelar serentak berdasarkan survei terhadap 48 sekolah di 8 provinsi dan 20 kabupaten dan kota sejak 15 Juni hingga 19 November. Oleh karena itu, disarankan supaya sekolah tatap muka sebaiknya ditunda, dan jika dibuka harus diiringi dengan tes swab massif kepada para peserta dan tenaga pendidik.

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    Jika melihat gambaran di atas, tentunya kebijakan membuka kembali sekolah di masa pandemi dirasa kurang tepat karena kasus Covid-19 di Indonesia cenderung masih menaik. Cara terbaik adalah tetap belajar di rumah sembari menunggu wabah benar-benar mereda. Hal ini supaya  anak-anak Indonesia sebagai masa depan bangsa tidak terpapar virus. Selain dengan belajar di rumah anak-anak juga harus berperilaku hidup bersih dan sehat, menjalankan 3M, dan melakukan tes rapid-PCR di rumah dari Prosehat. Info lebih lengkap, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Kekhawatiran Sekolah Tatap Muka Januari 2021 [Internet]. nasional. 2020 [cited 25 November 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201122073814-20-572867/kekhawatiran-sekolah-tatap-muka-januari-2021
    2. Media K. Sekolah Tatap Muka Dibolehkan Mulai Januari 2021, Ini Teknis Pelaksanaan dan Imbauan Pemerintah Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 25 November 2020]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2020/11/21/07101241/sekolah-tatap-muka-dibolehkan-mulai-januari-2021-ini-teknis-pelaksanaan-dan?page=all
    3. [Internet]. 2020 [cited 25 November 2020]. Available from: https://www.instagram.com/p/CH5HaThgGHd/
    4. Sekolah tatap muka dibuka Januari 2021 ‘tidak realistis’ karena tingkat penularan Covid-19 di atas 10% – BBC News Indonesia [Internet]. BBC News Indonesia. 2020 [cited 25 November 2020]. Available from:https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-55034667
    5. Komisi X DPR RI dukung kebijakan kembali sekolah [Internet]. Antara News. 2020 [cited 25 November 2020]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/1857800/komisi-x-dpr-ri-dukung-kebijakan-kembali-sekolah
    Read More
  • Secara mengejutkan, Provinsi Jawa Tengah menduduki posisi pertama untuk penambahan baru kasus Covid-19 di Indonesia. Posisi ini mengalahkan DKI Jakarta dan Jawa Timur yang sebelumnya berada di posisi kedua dan ketiga. Hingga Minggu, 29 November 2020, seperti dilansir dari Kompas.com, jumlah penambahan penderita di provinsi yang beribu kota di Semarang itu mencapai 2.036 kasus. Adapun […]

    Jawa Tengah Posisi Pertama Penambahan Kasus Baru Covid-19

    Secara mengejutkan, Provinsi Jawa Tengah menduduki posisi pertama untuk penambahan baru kasus Covid-19 di Indonesia. Posisi ini mengalahkan DKI Jakarta dan Jawa Timur yang sebelumnya berada di posisi kedua dan ketiga. Hingga Minggu, 29 November 2020, seperti dilansir dari Kompas.com, jumlah penambahan penderita di provinsi yang beribu kota di Semarang itu mencapai 2.036 kasus. Adapun DKI Jakarta dan Jawa Timur sebanyak 1.431 kasus dan 412 kasus. Untuk kasus aktif, seperti dilansir dari @pandemictalks adalah sebanyak 14.376.

    penambahan kasus baru Covid-19

    Baca Juga: List dan Biaya Tempat PCR Swab di Jawa Tengah dan Yogyakarta

    Ditengarai penambahan kasus yang terjadi di provinsi tersebut salah satunya adalah kluster sekolah yang berada di Jepara. Sejumlah siswa SMP di kota Raden Ajeng Kartini tersebut terindikasi positif Covid-19 setelah melakukan tes PCR Swab. Penyebab positifnya para siswa itu adalah setelah melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka. Selain para siswa, jumlah orang yang positif Covid-19 di Jepara adalah 413 orang hingga Minggu, 29 November 2020.

    Produk Terkait: Layanan Rapid Test-PCR Swab ke Rumah

    Penambahan kasus baru yang terus meroket di provinsi ini membuat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta kepada masyarakat Jateng untuk selalu menerapkan protokol kesehatan yang ada secara disiplin. Tak hanya itu, Pemprov Jateng disebutnya juga sudah gencar melakukan tes Covid-19 hingga melebihi  target yang ditetapkan WHO. Bahkan, ia juga meminta untuk meningkatkan edukasi mengenai virus yang bisa dilakukan oleh pemerintah daerah dan tokoh agama. Tidak lupa, Ganjar juga meminta kepala daerah tidak panik kemudian membuat alternatif pelaksanaan Pilkada 2020, dan meminta tidak ada kerumunan sama sekali.

    Lalu mengapa Provinsi Jawa Tengah kini menjadi provinsi dengan penambahan kasus Covid-19 paling banyak secara nasional setelah sebelumnya terlihat adem-ayem?

    Dilansir dari Detik.com, penyebab Jawa Tengah menjadi provinsi paling banyak dengan penambahan kasus baru secara nasional adalah semakin banyaknya OTG sejumlah 90% akibat dari massifnya tes Covid-19 di provinsi tersebut. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, yang juga bagian dari Satgas Covid-19 Provinsi Jawa Tengah. Seperti halnya Ganjar, Yulianto juga meminta kepada masyarakat Jateng untuk tetap menerapkan pola 3 M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

    Baca Juga: 8 Istilah Baru Penderita Covid-19, Mulai dari Suspek hingga Kematian

    Nah, bagi Sahabat Sehat yang kebetulan atau tinggal di Jawa Tengah agar selalu dengan disiplin menerapkan protokol-protokol kesehatan yang sudah ditetapkan. Jangan sampai bertambah kasus lagi sehingga Covid-19 di Indonesia tidak akan bisa diketahui waktu berakhirnya. Yuk, jangan lupa Sahabat untuk terus juga rapid test dan PCR Swab di Prosehat terutama bagi Sahabat yang ingin ke Jawa Tengah untuk berlibur, pulang kampung, atau berbisnis. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Sebaran 6.267 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 30 November 2020]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2020/11/29/16535041/sebaran-6267-kasus-baru-covid-19-tertinggi-di-jawa-tengah?page=all
    2. Media K. Jumlah Kasus Harian Covid-19 Jateng Tertinggi di Indonesia, Begini Respons Ganjar… Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 30 November 2020]. Available from: https://regional.kompas.com/read/2020/11/29/23391601/jumlah-kasus-harian-covid-19-jateng-tertinggi-di-indonesia-begini-respons?page=all
    3. [Internet]. 2020 [cited 30 November 2020]. Available from: https://www.instagram.com/p/CILIFeVAcUM/
    4. Aji D. Kasus Corona di Jateng Makin Tinggi, Ada Klaster Sekolah di Jepara [Internet]. detiknews. 2020 [cited 30 November 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-5274970/kasus-corona-di-jateng-makin-tinggi-ada-klaster-sekolah-di-jepara
    5. Purbaya A. Kasus Baru Corona di Jateng Tembus 2.036 Ungguli DKI, Apa Sebabnya? [Internet]. detiknews. 2020 [cited 30 November 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-5274655/kasus-baru-corona-di-jateng-tembus-2036-ungguli-dki-apa-sebabnya
    Read More
  • Pemerintah sepertinya akan memutuskan mengurangi liburan akhir tahun 2020 yang masuk dalam cuti bersama akhir tahun ini. Hal ini dilakukan karena adanya kasus penambahan penderita Covid-19 ketika liburan panjang diadakan berdasarkan momen-momen mulai dari Idul Fitri, Idul Adha, Hari Kemerdekaan, hingga terakhir Maulid Nabi SAW. Adanya penambahan kasus ini dikarenakan banyak tempat wisata yang abai dan […]

    Perubahan Liburan Akhir Tahun 2020 Akibat Covid-19

    Pemerintah sepertinya akan memutuskan mengurangi liburan akhir tahun 2020 yang masuk dalam cuti bersama akhir tahun ini. Hal ini dilakukan karena adanya kasus penambahan penderita Covid-19 ketika liburan panjang diadakan berdasarkan momen-momen mulai dari Idul Fitri, Idul Adha, Hari Kemerdekaan, hingga terakhir Maulid Nabi SAW. Adanya penambahan kasus ini dikarenakan banyak tempat wisata yang abai dan tidak melaksanakan protokol-protokol kesehatan yang dianjurkan sehingga tercipta banyak kerumunan yang menjadi tempat penyebaran virus.

    liburan akhir tahun 2020

    Baca Juga: Sebelum Cuti Bersama Akhir Tahun 2020, Perkuat Imunitas Tubuh

    Pengurangan liburan akhir tahun 2020 itu sendiri diumumkan oleh Presiden Joko Widodo setelah menerima laporan pertambahan kasus dari Satgas Covid-19. Hal itu ia ungkapkan dalam rapat terbatas yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 23 November 2020. Libur yang kemungkinan dikurangi adalah yang berkaitan dengan libur Idul Fitri yang digeser pada akhir Desember karena Covid-19. Berdasarkan SKB 3 Menteri yang ditanda tangani dan dikeluarkan pada 4 September 2020, libur Idul Fitri digeser ke tanggal 28-31 Desember 2020 dari sebelumnya 26-29 Mei 2020. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator dan Pembangunan Manusia, Muhadjir Effendy, juga dalam rapat terbatas tersebut. Belum diketahui secara pasti hingga sekarang berapa jumlah hari yang akan dikurangi dalam liburan akhir tahun 2020 ini.

    Berkaitan dengan jumlah kasus yang meningkat karena penerapan 4 kali long weekend dari Juli hingga Oktober, seperti dilansir dari Tirto.id, Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah, pada 3 November 2020 mengatakan bahwa selama libur panjang akhir pekan terdapat 602.372 orang yang ditegur di tempat wisata karena tidak mematuhi protokol kesehatan, terutama dalam mengenakan masker yang mengalami penurunan.

    Baca Juga: Libur Panjang, Hati-hati Penyakit Mengintai

    Meskipun demikian Satgas Covid-19 masih melihat pada perkembangan yang terjadi di lapangan. Apabila tidak ada penambahan kasus, liburan akhir tahun bisa tetap sesuai dengan jadwal yang semula. Namun jika terdapat penambahan, liburan disarankan dikurangi atau ditiadakan sama sekali. Dalam hal ini, Satgas Covid-19 melalui juru bicara Profesor Wiku Adisasmito menyerahkan keputusan seluruhnya pada pemerintah.

    Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Saat Travelling

    Nah, Sahabat Sehat, jika liburan akhir tahun 2020 dikurangi hari atau ditiadakan sama sekali, sebaiknya Soahabat diimbau jangan berlibur keluar rumah atau mudik, dan sebaiknya di rumah saja supaya meminimalkan penyebaran virus. Sahabat bisa menggantinya dengan kegiatan staycation. Namun apabila liburan tetap ada, supaya Sahabat Sehat selalu sehat dan terhindar dari penyakit terutama penyakit flu yang mempunyai kemiripan dengan Covid-19, Sahabat bisa melakukan vaksinasi flu di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Dharmastuti H. Arahan Terbaru Jokowi Agar Libur Akhir Tahun Dikurangi [Internet]. detiknews. 2020 [cited 24 November 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5267254/arahan-terbaru-jokowi-agar-libur-akhir-tahun-dikurangi?single=1
    2. Taher A. Jokowi Minta Libur Panjang Akhir Tahun Dikurangi – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 24 November 2020]. Available from: https://tirto.id/jokowi-minta-libur-panjang-akhir-tahun-dikurangi-f7iC
    3. Jokowi Putuskan Libur Akhir Tahun Dikurangi : Okezone Economy [Internet]. https://economy.okezone.com/. 2020 [cited 24 November 2020]. Available from: https://economy.okezone.com/read/2020/11/23/320/2314389/jokowi-putuskan-libur-akhir-tahun-dikurangi
    Read More
  • Dunia sepak bola kembali berduka. Salah satu legenda sepak bola asal Argentina, Diego Armando Maradona, meninggal dunia pada usia 60 tahun di rumahnya pada tanggal 25 November 2020. Mantan pesepak bola yang terkenal dengan ‘Gol Tangan Tuhan’-nya ke gawang Inggris pada Piala Dunia tahun 1986 yang turut membawa Argentina menjadi juara dunia itu dikatakan meninggal […]

    Perbedaan Henti Jantung dan Serangan Jantung yang Perlu Sahabat Ketahui

    Dunia sepak bola kembali berduka. Salah satu legenda sepak bola asal Argentina, Diego Armando Maradona, meninggal dunia pada usia 60 tahun di rumahnya pada tanggal 25 November 2020. Mantan pesepak bola yang terkenal dengan ‘Gol Tangan Tuhan’-nya ke gawang Inggris pada Piala Dunia tahun 1986 yang turut membawa Argentina menjadi juara dunia itu dikatakan meninggal karena henti jantung.1 Seminggu sebelumnya, pada hari Sabtu, 21 November 2020, peristiwa serupa menimpa mantan pesepak bola nasional, Ricky Yakobi, saat bermain sepak bola di Senayan.2

    perbedaan henti jantung dan serangan jantung

    Baca Juga: Yuk, Ketahui Sebab Jantung Berhenti Saat Berolahraga

    Sebenarnya, apa itu henti jantung? Tentu masih banyak yang menyamakan henti jantung dengan serangan jantung. Padahal, kedua kondisi ini berbeda, meskipun sama-sama mengenai jantung yang merupakan organ vital dalam tubuh manusia. Lalu, apa sajakah perbedaan antara henti jantung dan serangan jantung? Yuk, Sahabat Sehat, simaklah penjelasan berikut ini.

    Perbedaan Henti Jantung dan Serangan Jantung

    Berikut ini adalah perbedaan henti jantung dan serangan jantung:

    Henti Jantung

    Henti jantung merupakan kondisi jantung benar-benar berhenti berdetak, sehingga mengakibatkan gangguan distribusi darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini kerap terjadi tanpa adanya peringatan sama sekali. Biasanya dipicu oleh kelainan pada jantung yang menyebabkan detak jantung yang tidak teratur atau aritimia. Saat jantung berhenti, jantung tidak mampu memompa darah ke otak, paru, dan organ tubuh lainnya. Beberapa detik setelahnya, orang yang mengalami henti jantung bisa kehilangan kesadarannya, hingga tidak memiliki denyut nadi sama sekali. Pertanda orang terkena henti jantung adalah secara tiba-tiba kehilangan kesadaran, tidak bernapas sama sekali, tiba-tiba lemas, warna kulit menjadi kebiruan dan pucat, serta denyut nadi atau detak jantung tidak bisa ditemukan sama sekali.3

    Serangan Jantung

    Serangan jantung berbeda dari henti jantung. Seperti kita ketahui, struktur jantung itu sendiri terdiri dari otot yang memerlukan suplai darah kaya akan oksigen. Arteri koroner adalah pembuluh darah yang bertugas untuk mengalirkan darah yang mengandung oksigen ke jantung. Serangan jantung umumnya terjadi karena adanya penyumbatan pada arteri koroner. Penyumbatan biasanya diakibatkan oleh penumpukan lemak, kolestrol, yang disebut plak dan kemudian dapat membentuk gumpalan. Akibat adanya sumbatan tersebut, aliran darah terganggu dan jantung tidak menerima oksigen yang cukup. Keadaan ini menyebabkan disfungsi organ yang dapat berujung pada kematian. Saat terjadi serangan jantung, gejala yang dapat dirasakan adalah nyeri dada, nyeri di tubuh bagian atas, berkeringat, pingsan, tidak sadarkan diri, pusing, pucat, dan denyut nadi tidak teratur.3

    Produk Terkait: Jual Herbal Jantung

    Cara Mencegah Keduanya

    Setelah mengetahui perbedaan henti jantung dan serangan jantung, sekarang kita beralih ke cara mencegah kedua kondisi ini. Pada prinsipnya pencegahan yang dilakukan serupa, yaitu dengan melakukan pemeriksaan atau medical check-up rutin dan menjalani pola hidup sehat, seperti:4

    • Tidak merokok
    • Kurangi makan makanan berlemak
    • Tidur yang cukup
    • Kelola stres
    • Kurangi konsumsi alkohol
    • Berolahraga secara teratur

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Serangan Penyakit Jantung

    Penanganan

    Bila terjadi henti jantung, Sahabat bisa melakukan penanganan dengan menghubungi pihak medis. Namun, sebelum tenaga medis datang, Sahabat bisa memberikan pertolongan awal dengan melakukan tindakan resusitasi jantung paru atau Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) yang terdiri dari kompresi dada dan pemberian napas buatan.5

    Henti Jantung

    Untuk henti jantung, pertolongan awal yang bisa Sahabat lakukan adalah sebagai berikut:5,6

    • Amankan lokasi kejadian
    • Apabila penderita tidak memberikan respon/reaksi, teriaklah untuk mendapatkan pertolongan terdekat. Aktifkan sistem tanggap darurat melalui telpon seluler. Apabila tersedia, ambil atau minta seseorang untuk mengambil defibrilator eksternal otomatis atau automated external defibrillator(AED)
    • Perhatikan penderita apakah benar-benar tidak bernapas, atau napas tersengal/tidak normal, dan periksa denyut nadi secara bersamaan. Pastikan apakah denyut nadi terasa atau tidak terasa dalam 10 detik
    • Apabila penderita tidak bernapas dan tidak terasa denyut nadi, lakukan CPR
    • Posisikan penderita hingga berbaring telentang di atas landasan yang datar dan cukup keras, seperti lantai. Posisi kepala sedikit menengadah karena dalam posisi ini saluran napas terbuka lebar dan lurus
    • Penolong berlutut di samping penderita. Lutut dekat dengan tubuh penderita
    • Pompa atau kompresi pada dinding dada dilakukan dengan kedua telapak tangan yang saling bertumpu. Tidak semua telapak tangan menyentuh dinding dada, hanya bagian tumit telapak tangan yang menumpu pada dinding dada
    • Selanjutnya, posisi telapak tangan, siku, hingga bahu lurus (posisi lengan lurus dengan siku terkunci). Hal ini agar tenaga yang dihasilkan besar dan penolong tidak kelelahan
    • Sumber tenaga untuk memompa adalah sendi bahu. Jadi, gerakan memompa bukan berasal dari tenaga lengan bawah ataupun lengan atas, tetapi dari gerakan naik turunnya bahu
    • Tumit tangan diletakkan di tulang tengah dada, di pertengahan setengah bawah tulang dada. Pada laki-laki, posisinya kira-kira sejajar puting susu, sedangkan pada perempuan sejajar lipatan kulit bawah payudara
    • Kompresi diberikan berirama dengan kecepatan 100-120 kali permenit tanpa interupsi.
    • Kompresi diberikan dengan kekuatan yang menyebabkan dinding dada terdorong ke dalam sejauh 5 sentimeter
    • Berikan kesempatan untuk dada mengembang kembali sempurna setelah setiap kompresi
    • Pastikan interupsi pada kompresi seminimal mungkin
    • Setiap 2 menit, periksa kembali nadi penderita apakah sudah teraba atau belum
    • Napas buatan boleh diberikan. Namun, napas buatan tidak perlu dilakukan bila penolong adalah orang awam yang tidak terlatih
    • Kompresi dada terus diberikan hingga bantuan medis datang. Bila penolong lelah, tindakan ini dapat digantikan oleh penolong lain
    • Kompresi dada dapat dihentikan bila petugas medis datang, penolong kelelahan dan tidak ada penolong lainnya, atau tindakan ini telah diberikan dalam waktu 20 menit tanpa perbaikan (penderita masih tidak sadar, tidak bernapas, dan nadi tidak ada).

    Serangan Jantung

    Penanganan awal serangan jantung dilakukan sebagai berikut:

    Jika korban yang mengalami serangan jantung masih terbangun dan masih bisa memberikan respons, lakukan hal-hal berikut:6,7

    • Stop aktivitas dan duduk/berbaring
    • Jangan berikan air atau makanan
    • Berikan tablet aspilet 160-320 mg
    • Tunggu 5 menit dan evaluasi
    • Jika penderita diberikan resep nitrogliserin oleh dokter, berikan pada penderita ketika merasa nyeri dada. Nitrogliserin diberikan tiap 3-5 menit (maksimal 3 kali)
    • Jaga kenyamanan korban dan buat daftar obat-obatan jika mereka memilikinya
    • Apabila nyeri menetap, segera cari pertolongan tanggap darurat

    Baca Juga: Cek Gejala Ini untuk Terhindar dari Penyakit Jantung Koroner

    Jika korban tidak sadarkan diri, namun masih bernapas secara normal, pindahkan korban ke permukaan yang rendah dan biarkan kepala korban rileks dalam posisi tegak. Posisi ini untuk menghindari korban mengalami tersedak dengan membiarkan saliva mengering dari dalam mulut. Segera cari pertolongan tanggap darurat.7

    Jika korban tidak sadarkan diri dan tidak bernapas, lakukan CPR sambil menunggu bantuan tenaga medis. Studi menyatakan bahwa melakukan CPR pada korban sebelum dilarikan ke rumah sakit bisa meningkatkan rasio keselamatan hingga 12%.7 Langkah CPR sama seperti yang dibahas pada penanganan henti jantung sebelumnya.

    Baca Juga: Penyakit Jantung Pada Remaja, Penyebab hingga Pencegahan

    Demikianlah perbedaan henti jantung dan serangan jantung yang selama ini kerap dianggap sama. Semoga artikel ini dapat membantu Sahabat Sehat untuk mencegah, mengenali gejala-gejalanya, dan memberikan pertolongan pertama bila menghadapi kedua kondisi gawat darurat ini. Apabila Sahabat masih memerlukan informasi lebih lanjut mengenai jantung dan produk-produk kesehatan yang berkaitan,  silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Prasatya R. Kronologi Meninggalnya Diego Maradona [Internet]. sport.detik.com. 2020 [cited 26 November 2020]. Available from: https://sport.detik.com/sepakbola/bola-dunia/d-5270224/kronologi-meninggalnya-diego-maradona
    2. Kronologi Ricky Yacobi Meninggal Dunia di Senayan [Internet]. bola.okezone.com. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://bola.okezone.com/read/2020/11/21/49/2313555/kronologi-ricky-yacobi-meninggal-dunia-di-senayan
    3. Kenali Beda Serangan Jantung dan Henti Jantung [Internet]. cnnindonesia.com. 2020 [cited 26 November 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200219093532-255-476002/kenali-beda-serangan-jantung-dan-henti-jantung
    4. 7 Cara Mencegah Serangan Jantung [Internet]. kompas.com. 2020 [cited 26 November 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/10/23/193400268/7-cara-mencegah-serangan-jantung?page=all
    5. Henti Jantung: Gejala, Penyebab, hingga Cara Mengatasinya [Internet]. kompas.com. 2020 [cited 26 November 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/05/05/175000068/henti-jantung-gejala-penyebab-hingga-cara-mengatasinya?page=all
    6. Buku Ajar Kursus Bantuan Hidup Jantung Dasar BCLS Indonesia Edisi 2019. Jakarta: PERKI; 2019.
    7. Tips Pertolongan Pertama pada Penderita Serangan Jantung [Internet]. kompas.com. 2020 [cited 26 November 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2019/11/29/073048820/tips-pertolongan-pertama-pada-penderita-serangan-jantung?page=all
    Read More
  • Peristiwa jantung berhenti saat berolahraga kembali terjadi. Kali ini menimpa mantan pesepak bola nasional, Ricky Yakobi, saat bermain sepak bola di Lapangan ABC, Senayan, pada hari Sabtu, 21 November 2020. Atlet yang pernah mengantar Indonesia meraih emas pada ajang sepak bola SEA Games 1987 itu terkena serangan jantung seusai mencetak gol dan berselebrasi yang mengakibatkan […]

    Yuk, Sobat Ketahui Sebab Jantung Berhenti Saat Berolahraga

    Peristiwa jantung berhenti saat berolahraga kembali terjadi. Kali ini menimpa mantan pesepak bola nasional, Ricky Yakobi, saat bermain sepak bola di Lapangan ABC, Senayan, pada hari Sabtu, 21 November 2020. Atlet yang pernah mengantar Indonesia meraih emas pada ajang sepak bola SEA Games 1987 itu terkena serangan jantung seusai mencetak gol dan berselebrasi yang mengakibatkan dirinya tiba-tiba pingsan dan tidak sadarkan diri. Setelah dibawa ke rumah sakit, nyawa mantan atlet nasional ini tidak tertolong.1

    jantung berhenti saat berolahraga

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Serangan Penyakit Jantung

    Sebelum Ricky Yakobi, nasib yang sama juga menimpa Ki Seno Nugroho, dalang terkenal asal Yogyakarta, saat bersepeda pada 3 November 2020.2 Kejadian-kejadian ini tentu akan menimbulkan pertanyaan mengapa jantung bisa mendadak berhenti saat berolahraga. Padahal seperti kita ketahui, olahraga adalah aktivitas menyehatkan dan bermanfaat baik untuk jantung, salah satu organ vital pada tubuh manusia. Yuk, Sobat simak penyebab jantung berhenti mendadak saat berolahraga.

    Penyebab Jantung Berhenti

    Ada dua penyebab utama jantung berhenti mendadak saat melakukan aktivitas fisik. Penyebab pertama dikenal dengan sudden cardiac arrest atau SCA. Kondisi ini dapat terjadi pada individu berusia di bawah 35 tahun. SCA menyebabkan henti jantung mendadak karena adanya gangguan aliran listrik di jantung, sehingga jantung tidak dapat memompa darah dan sirkulasi darah dalam tubuh terhenti. Hal ini bisa terjadi karena adanya hipertrofi kardiomiopati, suatu penyakit genetik yang menyebabkan terjadinya penebalan tidak normal pada otot-otot jantung. Biasanya, kondisi ini jarang disadari karena tidak pernah ada keluhan sebelumnya.3

    Penyebab kedua adalah penyakit jantung koroner atau serangan jantung. Biasaya penyakit jantung koroner ini terjadi pada mereka yang berusia di atas 50 tahun. Serangan jantung dapat menyebabkan kematian otot jantung dan gangguan aliran listrik jantung. Ketika seseorang kerap berolahraga dengan intensitas tinggi, otot jantungnya akan menebal, terutama bagi individu yang memiliki faktor risiko kardiomiopati. Dengan adanya kelainan ini, saat melakukan olahraga yang bersifat kompetitif, seperti sepak bola, tenis, bulu tangkis atau lari maraton, jantung akan bekerja lebih keras untuk memompa darah agar dapat memenuhi kebutuhan oksigen dan aliran listrik dapat terganggu.3

    Gejala Gangguan Jantung saat Berolahraga

    Nyeri dada

    Nyeri dada menjadi salah satu gejala utama gangguan jantung saat olahraga. Apabila Sobat merasakan keluhan ini, sebaiknya Sobat hentikan dulu aktivitas fisik dan jangan memaksakan diri untuk melanjutkannya. Segera carilah pertolongan medis apabila nyeri dada tak kunjung reda selama beberapa menit.4

    Baca Juga: Penyakit Jantung Pada Remaja, Penyebab Hingga Pencegahan

    Sesak Napas

    Sobat sering mengalami sesak napas saat berolahraga? Hal seperti ini juga tidak boleh dianggap remeh karena ternyata sesak napas termasuk gejala awal serangan jantung, bahkan bisa muncul sebelum adanya nyeri di dada.4

    Kepala Pusing

    Kepala pusing saat berolahraga sering terjadi saat kegiatan olahraga yang bersifat kompetitif dan memacu seseorang untuk berpikir agar bisa memenangkan olahraga tersebut. Akan tetapi, rupanya pusing ini juga bisa menjadi salah satu gejala penyakit yang lebih serius. Apabila Sobat mengalami keluhan ini, sebaiknya Sobat segera menghentikan olahraga yang sedang dilakukan.4

    Gangguan Irama Jantung

    Olahraga tertentu sering membuat jantung berdebar cukup kencang karena sensasi menegangkan yang ditimbulkan dari olahraga itu sendiri. Pada umumnya, hal ini merupakan kondisi yang normal, namun jika Sobat merasakan jantung berdebar dengan sensasi yang tidak seperti biasanya, kemungkinan gejala ini merupakan pertanda adanya masalah serius pada jantung. Jika Sobat mengalami sensasi berdebar-debar yang tidak biasa, segera cari pertolongan medis.4

    Ketidaknyamanan di Area Tubuh Lainnya

    Selain rasa tidak nyaman dan nyeri dada yang merupakan indikasi adanya masalah pada jantung, rasa tidak nyaman atau nyeri juga bisa menyebar ke area tubuh lainnya, seperti rasa sakit pada lengan, punggung, leher, rahang atau perut.4

    Berkeringat Dingin

    Berkeringat selama berolahraga adalah hal yang normal, namun jika Sobat mengalami keringat dingin disertai mual, maka gejala ini bisa menjadi salah satu gejala serangan jantung yang dapat menyebabkan jantung berhenti saat berolahraga.4

    Apa yang Harus Dilakukan?

    Sebelum berolahraga, pastikan apakah fasilitasi olahraga memiliki peralatan untuk kondisi gawat darurat saat terjadi henti jantung, seperti alat defibrilator otomatis atau automated external defibrillator (AED). Jangan lupa, pastikan ada petugas di tempat olahraga yang siaga dan menguasai peralatan tersebut. Selain petugas, Sobat sendiri diharapkan dapat mengetahui dan memahami tata cara melakukan bantuan hidup dasar yang merupakan tindakan pertolongan pertama saat seseorang mengalami henti jantung dan/atau henti napas. Bantuan ini terdiri dari tindakan resusitasi jantung paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR) berupa kompresi dada. Sebaiknya, sobat juga menguasai cara penggunaan alat-alat bantuan hidup dasar, yang tentunya berguna untuk membantu orang yang tidak sadarkan diri akibat serangan jantung. Jangan ragu untuk menanyakannya hal-hal ini kepada petugas di tempat olahraga.5

    Baca Juga: 5 Olahraga Terbaik untuk Kesehatan Jantung

    Selain itu, yang perlu dilakukan setiap orang adalah mengenali tubuhnya sendiri. Pertama, apakah memiliki riwayat penyakit jantung. Selain itu, perhatikan gaya hidup apakah sudah menjalankan gaya hidup yang sehat, seperti mengonsumsi makanan dan minuman yang bergizi, istirahat yang cukup, tidak meminum alkohol, serta mengonsumsi obat-obatan.5

    Produk Terkait: Panggil Dokter Jantung ke Rumah

    Itulah beberapa hal mengenai jantung berhenti saat berolahraga. Dengan mengetahui hal di atas, tentunya Sobat harus berolahraga secara bijak dan tidak memaksakan diri jika kondisi tubuh sudah letih, sehingga dapat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Namun, perlu ditekankan, peristiwa henti jantung ini seharusnya tidak membuat Sobat ingin berhenti atau tidak sama sekali berolahraga. Perlu diingat, bagaimanapun juga olahraga memberikan berbagai manfaat untuk kesehatan dan dibutuhkan untuk membentuk imunitas tubuh yang kuat, terutama di masa pandemi ini. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai serangan jantung saat berolahraga dan penanganannya, serta produk-produk kesehatan yang berkaitan silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Kronologi Ricky Yacobi Meninggal Dunia di Senayan [Internet]. bola.okezone.com. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://bola.okezone.com/read/2020/11/21/49/2313555/kronologi-ricky-yacobi-meninggal-dunia-di-senayan
    2. Sebelum Meninggal, Dalang Ki Seno Nugroho Merasakan Sakit Saat Bersepeda [Internet]. kompas.com. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://regional.kompas.com/read/2020/11/04/09444391/sebelum-meninggal-dalang-ki-seno-nugroho-merasakan-sakit-saat-bersepeda?page=all
    3. Apa Benar Olahraga Bisa Memicu Henti Jantung? [Internet]. kompas.com. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2018/04/04/095033220/apa-benar-olahraga-bisa-memicu-henti-jantung?page=all
    4. Kenali Tanda-tanda Awal Serangan Jantung saat Olahraga [Internet]. kumparan.com. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparansains/kenali-tanda-tanda-awal-serangan-jantung-saat-olahraga-1srf0WbqQ1e
    5. Mengapa serangan jantung terjadi saat olahraga [Internet]. Beritagar.id. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://beritagar.id/artikel/gaya-hidup/mengapa-serangan-jantung-terjadi-saat-olahraga
    Read More
  • Cuti bersama akhir tahun 2020 sudah di depan mata. Cuti yang jatuh pada bulan Desember tersebut tercatat mempunyai satu hari libur nasional dan lima hari cuti bersama. Aturan tersebut tertuang dalam SKB tiga menteri, yaitu Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri PAN-RB terbaru Nomor 391 Tahun 2020, Nomor 02 Tahun 2020, dan Nomor 02 Tahun […]

    Sebelum Cuti Bersama Akhir Tahun 2020, Perkuat Imunitas Tubuh

    Cuti bersama akhir tahun 2020 sudah di depan mata. Cuti yang jatuh pada bulan Desember tersebut tercatat mempunyai satu hari libur nasional dan lima hari cuti bersama. Aturan tersebut tertuang dalam SKB tiga menteri, yaitu Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri PAN-RB terbaru Nomor 391 Tahun 2020, Nomor 02 Tahun 2020, dan Nomor 02 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020. Adapun 1 hari libur nasional dan lima hari cuti itu sebagai berikut:

    • Tanggal 25 Desember 2020: libur nasional Hari Raya Natal
    • Tanggal 24 Desember 2020: cuti bersama Hari Raya Natal
    • Tanggal 28, 29, 30, dan 31 Desember: Cuti bersama untuk menggantikan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah yang dimundurkan karena pandemi Covid-19.

    Tentu saja dengan sudah diumumkannya cuti bersama Desember 2020 oleh pemerintah membuat Sobat Sehat ingin segera dan tidak sabaran melakukan liburan panjang di akhir tahun untuk bisa melepas penat setelah bekerja keras sepanjang tahun. Meski begitu, Sobat dianjurkan tetap untuk melaksanakan protokol-protokol kesehatan supaya tidak tertular dan kasus Covid-19 tidak meningkat. Dengan kata lain, Sobat harus tetap bijak dalam berlibur nantinya.

    cuti bersama akhir tahun 2020

    Baca Juga: Tips Liburan dengan Si Alergi Makanan

    Berikut adalah yang bisa Sobat lakukan saat liburan akhir tahun di tengah pandemi seperti di bawah ini:

    Disiplin dalam Menerapkan Protokol Kesehatan

    Protokol kesehatan yang ada bagaimana pun harus tetap dilaksanakan sehingga Sobat harus disiplin dalam menjalankannya. Sebab, bagaimana pun di Indonesia, tingkat penyebaran Covid-19 masih cukup tinggi terutama di Pulau Jawa. Karena itu, protokol-protokol kesehatan, menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak harus benar-benar dilaksanakan, dan jangan dianggap remeh supaya tidak tertular virus.

    Pastikan Berlibur Hanya Bersama Keluarga Inti

    Jika Sobat ingin berlibur aman dan nyaman di tengah pandemi, pastikan bersama orang orang serumah atau keluarga inti. Yang perlu diingat adalah jangan membawa orang-orang berisiko untuk liburan seperti lansia, wanita hamil, dan anak-anak.

    Cari Tempat Wisata yang Menjalankan Protokol Kesehatan

    Hal ini penting supaya cuti bersama akhir tahun 2020 tidak menjadi bencana. Perhatikan apakah tempat tersebut menerapkannya terutama yang sifatnya dalam ruangan atau indoor yang potensinya sangat besar untuk menyebarkan virus. Jika tidak, sebaiknya jangan dikunjungi.

    Cari Tempat Wisata yang Tidak Ramai

    Hal ini juga penting supaya dapat meminimalkan penyebaran virus. Sebab, jika ramai potensi untuk melaksanakan jaga jarak tidak ada sama sekali.

    Produk Terkait: Rapid Test-PCR Swab

    Selain harus patuh pada protokol kesehatan, sebaiknya Sobat jika mengalami sakit hendaknya membatalkan liburan supaya tidak berisiko terkena virus. Karena itu, sobat harus sehat dan imun tubuh kuat. Supaya tidak terserang sakit saat hendak berlibur, berikut ini adalah beberapa hal yang bisa Sobat Sehat lakukan:

    Tips Tidak Terserang Sakit Saat Traveling

    Rajin Mencuci Tangan dan Hindari Menyentuh Area Wajah

    Cara ini terlihat simpel namun sangat efektif. Hal ini perlu Sobat lakukan supaya benar-benar terlindung dari penyakit saat bepergian karena selama bepergian Sobat akan selalu pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Di satu tempat yang Sobat singgahi itu sudah pasti Sobat akan memegang benda-benda yang bisa ada kuman dan bakteri yang hinggap. Cuci tangan selama 20-30 detik sesuai anjuran WHO. Jika di tempat tersebut tidak ada untuk mencuci tangan, bawalah hand sanitizer. Lakukanlah saat sebelum makan dan minum, sebelum tidur, setelah dari toilet, setelah bersin, dan setelah memegang barang di tempat umum. Jangan lupa juga untuk menghindari menyentuh area wajah karena kuman atau bakteri bisa mudah dengan masuk melalui, hidung, mata, mulut, dan telinga. Karena itu, usahakan cuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh wajah.

    Konsumsi Vitamin

    Mengonsumsi vitamin sangatlah penting untuk liburan supaya daya tahan tubuh kuat dan tidak mudah terkena sakit. Sebab, traveling merupakan aktivitas yang bakal menuntut untuk terus berjalan dari satu tempat ke tempat lainnya. Konsumsilah vitamin dalam bentuk suplemen serta dari sayur dan buah supaya perlindungan diri semakin efektif.

    Produk Terkait: Jual Suplemen, Vitamin, Multivitamin Lengkap

    Selalu Minum Air Putih

    Air putih meskipun sudah menjadi hal yang biasa dan selalu ada dalam kehidupan sehari-hari ternyata punya manfaat yang sangat penting bagi tubuh agar terhindar dari sakit. Saat melakukan aktivitas traveling pun air putih sangat dianjurkan karena mencegah diri dari dehidrasi yang jika dibiarkan akan berakibat fatal. Minumlah air putih sebanyak-banyaknya. Untuk air putih yang terbaik bisa dibawa saat dari rumah saat bepergian atau meminta kepada pihak penginapan jika air putih sudah habis. Sobat pun bisa membeli air putih dalam kemasan untuk berjaga-jaga seandainya air putih yang di-tap langsung dari keran kurang higenis.

    Konsumsi Makanan yang Sehat

    Mengonsumsi makanan yang sehat perlu selama traveling cuti bersama akhir tahun 2020 supaya Sobat terhindar dari sakit yang bisa mengacaukan jadwal liburan. Pilihlah makanan yang mengandung protein seperti sayur-sayuran dan buah-buahan serta minumlah air hangat untuk mencegah radang tenggorokan. Hindari mengonsumsi makanan di pinggir jalan yang kemungkinan besar kurang higienis. Bagi Sobat Sehat yang ingin wisata kuliner carilah tempat kuliner yang higienis dan terjaga kebersihannya.

    Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Saat Traveling

    Istirahat yang Cukup

    Istirahat yang cukup akan membantu Sobat tetap prima dan bugar saat traveling. Karena itu, jangan paksakan diri mengeksplorasi banyak tempat saat berlibur atau melakukan hal-hal yang kurang penting yang dapat menurunkan stamina Sobat.

    Sedia Obat-obatan

    Ini penting sekali menyediakan obat-obatan sebagai usaha untuk berjaga-jaga jika Sobat mendadak sakit. Karena itu, bawalah beberapa obat yang diperlukan seperti obat sakit kepala, obat maag, obat diare, dan jangan lupa juga minyak kayu putih.

    Jangan Telat Makan

    Usahakan untuk tetap makan teratur saat traveling supaya tidak tidak terkena penyakit lambung atau lainnya. Supaya tidak lupa, Sobat bisa mengatur sendiri waktu yang tepat untuk makan melalui pengingat di alat komunikasi seperti telepon genggam.

    Lakukan Vaksinasi

    Pepatah mengatakan: mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena itu, daripada Sobat menderita sakit saat traveling yang sangat tidak enak rasanya, dan harus meminum obat serta menjalankan pantangan-pantangan yang akhirnya membuat Sobat tidak bebas, cara terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan vaksinasi. Tindakan ini akan mencegah Sobat terkena penyakit-penyakit yang sering datang saat berjalan-jalan seperti Flu, Hepatitis, Kolera, Menigitis, dan Tifus. Namun dari semua itu yang terpenting adalah vaksin Flu untuk mencegah datangnya penyakit flu yang bersifat musiman. Rencanakan vaksinasi untuk liburan ini minimal 6 bulan sebelum keberangkatan mengingat ada vaksinasi yang dilakukan lebih dari 1 suntikan.

    Baca Juga: Vaksinasi Influenza untuk Keluarga Siap Liburan

    Nah, itulah Sobat mengenai cuti bersama akhir tahun 2020 beserta protokol kesehatan yang harus dilakukan serta tips mencegah sakit datang saat traveling dengan menguatkan imun tubuh salah satunya dengan vaksinasi. Untuk vaksinasi traveling terutama vaksinasi Flu, sobat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. SKB 3 Menteri: Daftar Libur Natal dan Cuti Bersama Desember 2020 – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 17 November 2020]. Available from: https://tirto.id/skb-3-menteri-daftar-libur-natal-dan-cuti-bersama-desember-2020-f63a
    2. detikcom T. Bersiap Liburan Akhir Tahun 2020? Catat Tanggalnya! [Internet]. detikTravel. 2020 [cited 17 November 2020]. Available from: https://travel.detik.com/travel-news/d-5247310/bersiap-liburan-akhir-tahun-2020-catat-tanggalnya
    3. Media K. Masih Rawan Covid-19, Bijak Manfaatkan Cuti Bersama Saat Libur Panjang Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 17 November 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/23/153200965/masih-rawan-covid-19-bijak-manfaatkan-cuti-bersama-saat-libur-panjang?page=all
    4. 2 Tips dan Cara Paling Ampuh Agar Tetap Sehat Saat Traveling [Internet]. Blog Antavaya. 2020 [cited 17 November 2020]. Available from: https://blog.antavaya.com/12-tips-dan-cara-paling-ampuh-agar-tetap-sehat-saat-traveling
    Read More
  • Seluruh dunia sepakat bahwa hingga saat ini Covid-19 merupakan sebuah pandemi. Bahkan, WHO sendiri juga sudah menegaskan dalam beberapa pertanyaan badan kesehatan dunia tersebut karena sifat Covid-19 yang terjadi secara global alias mewabah di seluruh dunia. Hingga hari ini tercatat sudah 52,6 juta kasus virus di seluruh dunia, dengan 34,1 juta sembuh dan 1,29 juta […]

    Covid-19 Disebut Sebagai Sindemi, Apa itu Sindemi?

    Seluruh dunia sepakat bahwa hingga saat ini Covid-19 merupakan sebuah pandemi. Bahkan, WHO sendiri juga sudah menegaskan dalam beberapa pertanyaan badan kesehatan dunia tersebut karena sifat Covid-19 yang terjadi secara global alias mewabah di seluruh dunia. Hingga hari ini tercatat sudah 52,6 juta kasus virus di seluruh dunia, dengan 34,1 juta sembuh dan 1,29 juta meninggal. Untuk Indonesia sendiri sudah tercatat melebihi 450.000, yaitu 452.000l, dengan 382.000 sembuh dan 14.933 meninggal. Beberapa langkah juga sudah dilakukan seperti meminta masyarakat untuk melakukan 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak sebanyak 1-2 meter kemudian melakukan tes-tes Corona seperti PCR swab dan rapid test. Tak hanya itu, beberapa negara pun juga sudah melakukan karantina wilayah atau lockdown dan menutup beberapa akses meskipun harus mengorbankan perekonomian yang juga terguncang akibat virus yang mewabah ini.

    sindemi

    Baca Juga: Mastubasi Dapat Menguatkan Imun Tubuh Hadapi Covid-19?

    Hasilnya, ada beberapa negara yang sukses, ada juga yang tidak. Jumlah penderita virus perlahan bisa dikurangi meskipun kemudian mengalami lonjakan kembali setelah ada pelonggaran. Harapan satu-satunya pun kini tertuju pada vaksin Covid-19 yang masih dalam pengembangan meskipun vaksin tidak serta-merta dengan cepat menghilangkan pandemi. Kini setelah Covid-19 sudah dinyatakan sebagai pandemi muncul lagi istilah untuk menyebut virus asal Wuhan tersebut sebagai sindemi. Tentu banyak Sobat Sehat yang bertanya-tanya apa itu sindemi?

    Pengertian Sindemi

    Sindemi adalah akronim yang berasal dari dua kata, yaitu sinergi dan pandemi. Artinya, penyakit seperti Covid-19 tidak boleh berdiri sendiri sebab pada kenyataannya di satu sisi ada Covid-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, dan di sisi lainnya ada serangkaian penyakit yang sudah diidap seseorang. Kedua elemen ini berinteraksi dalam konteks ketimpangan sosial yang mendalam.Istilah ini sendiri dimunculkan oleh Richard Horton, pemimpin redaksi jurnal ilmiah The Lancet pada 26 September 2020. Melalui sindemi ini, Horton hendak menunjukkan satu tingkat keseriusan yang lebih parah dari pandemi. Dengan demikian, para pemangku kebijakan perlu mengambil langkah yang lebih serius untuk menjaga kesehatan masyarakat.

    Komentar ini ia tulis tepat saat virus Covid-19 atau Corona merenggut 1 juta nyawa manusia di seluruh dunia. Horton juga menyatakan bahwa pendekatan yang diambil dalam penanganan virus memakai pendekatan yang terlalu sempit. Sebab, selama ini ia menilai semua intervensi hanya berfokus pada pemotongan laju penularan virus. Penanganan ini bahwa penanganan yang ada lebih berdasarkan pada pandangan bahwa Covid-19 sebagai penyakit menular. Sejarah ilmu pengetahuan epidemiologi selama berabad-abad menunjukkan bahwa memutus rantai penularan adalah cara yang tepat untuk mengatasi wabah penyakit menular.

    Baca Juga: Isolasi Mandiri Covid-19 di Fasilitas Pemerintah dan Pengajuannya

    Ketimpangan sosial yang pernyataan Horton soal sindemi terlihat dari pernyataan PBB pada awal tahun 2020. PBB telah memperingatkan bahwa pandemi memiliki dampak yang tidak proporsional di antara populasi termiskin di dunia. Hal itu ditegaskan oleh Sekjen PBB, Antonio Guterres. Yang paling terdampak adaklah kelompok masyarakat paling rentan, orang yang hidup dalam kemiskinan, pekerja miskin, perempuan dan anak-anak, penyandang disabilitas, dan kelompok marginal lainnya.

    Bukan Istilah Baru

    Sindemi bukanlah istilah baru dan sudah muncul pada dekade 90-an oleh seorang antropolog medis asal Amerika Serikat, Merill Singer. Istilah ini dicetuskannya untuk menyebiut kondisi ketika dua penyakit atau lebih berinteraksi sedemikian rupa sehingga menyebablan kerusakan yang lebih besar ketimbang dampak dari masing-masing penyakit tersebut. Dampak dari interaksi ini juga difasilitasi oleh kondisi sosial dan lingkungan yang tidak bisa dijelaskan dapat menyatukan kedua penyakit atau membuat populasi menjadi lebih rentan terhadap dampaknya. Istilah ini muncul saat Singer dan koleganya sedang meneliti penggunaan narkoba di komunitas berpenghasilan rendah di AS. Ia dan koleganya menemukan bahwa banyak masyarakat yang menggunakan narkoba menderita sejumlah penyakit seperti TBC dan penyakit menular seksual. Kesimpulan dari penelitian bahwa dalam beberapa kasus kombinasi penyakit memperkuat dampak dan kerusakan yang dialami penderita.

    Cara Penanganan

    Mengenai sindemi ini beberapa ahli seperti Tiff-Annie Kenny dari Laval University di Kanada menyarankan hal yang sama seperti Norton, yaitu mengganti pendekatan epidemiologi klasik mengenai risiko penularan Covid-19 dengan pendekatan dalam konteks sosial. Hal lainnya, menurut Merill Singer adalah mengatasi faktor struktural yang mempersulit masyarakat miskin untuk mengakses layanan kesehatan atau mengonsumsi makanan yang memadai. Perubahan strategi ini diperlukan untuk menghadapi pandemi di masa depan sebagai akibat tindakan manusia yang selalu melampaui batas yang menyebabkan beberapa hal negatif seperti perubahan iklim dan deforestasi. Hal ini perlu supaya pengobatan atau pencegahan terhadap Covid-19 benar-benar berjalan efektif.

    Baca Juga: 8 Istilah Baru Penderita Covid1-19, Mulai dari Suspek hingga Kematian

    Nah, itulah Sobat Sehat mengenai sindemi, istilah yang baru-baru ini diluncurkan untuk menyebut Covid-19 yang masih mewabah. Yuk, Sobat, tetap jaga diri dari Covid-19 dengan menerapkan 3M, menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat, serta jangan lupa untuk PCR-swab dan rapid test di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. COVID-19: Dulu Pandemi Kini Jadi Sindemi, Apa Itu? [Internet]. kumparan. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparansains/covid-19-dulu-pandemi-kini-jadi-sindemi-apa-itu-1uZnXdKkJNo
    2. Media K. Ilmuwan Sebut Covid-19 Bukan Lagi Pandemi, tetapi Sindemi, Apa Itu? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/11/12/180200023/ilmuwan-sebut-covid-19-bukan-lagi-pandemi-tetapi-sindemi-apa-itu?page=all
    3. Indonesia B. Sejumlah Ilmuwan Sebut COVID-19 Bukan Pandemi Tapi Sindemi, Maksudnya? [Internet]. detiknews. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: https://news.detik.com/bbc-world/d-5251747/sejumlah-ilmuwan-sebut-covid-19-bukan-pandemi-tapi-sindemi-maksudnya
    Read More
  • Ternyata hanya 47% orang Indonesia yang mampu menjaga jarak selama masa pandemi Corona. Jumlah ini kalah dari 72% mencuci tangan memakai sabun untuk mencegah virus, dan dianggap sebagai hal paling efektif serta pemakaian masker sebanyak 71%. Itulah yang terlihat pada survei yang dilakukan oleh AC Nielsen dan Unicef untuk mendeteksi sejauh mana kesadaran masyarakat mengenai […]

    Survei AC Nielsen-Unicef: Hanya 47% Orang Indonesia yang Mau Jaga Jarak

    Ternyata hanya 47% orang Indonesia yang mampu menjaga jarak selama masa pandemi Corona. Jumlah ini kalah dari 72% mencuci tangan memakai sabun untuk mencegah virus, dan dianggap sebagai hal paling efektif serta pemakaian masker sebanyak 71%. Itulah yang terlihat pada survei yang dilakukan oleh AC Nielsen dan Unicef untuk mendeteksi sejauh mana kesadaran masyarakat mengenai Covid-19 yang sudah hampir 8 bulan melanda Indonesia. Survei ini diadakan di 6 kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Semarang, dan Makassar, yang merupakan kota-kota besar dan padat di Indonesia terutama Jakarta dan sekitarnya atau Jabodetabek. Survei diadakan pada September-Oktober dengan responden pada kisaran umur 15-65 tahun, dan berjumlah 2.000 orang.

    survei AC Nielsen-Unicef

    Baca Juga: Social Distancing, Pentingnya Jaga Jarak 5 Langkah

    Hasil ini menunjukkan bahwa orang Indonesia masih mempunyai kesadaran yang rendah untuk menjaga jarak padahal hal tersebut salah satu hal terpenting selain mencuci tangan dan memakai masker, dan termasuk dalam 3 M. Rendahnya kesadaran untuk jaga jarak ini disebabkan oleh banyak hal. Sebanyak 40% tidak bisa menjaga jarak karena merasa tidak enak dengan orang lain untuk menjaga jarak, 36% menilai tidak bisa jaga jarak dikarenakan orang lain yang mendekat, dan 25% beranggapan bahwa semua orang memang tidak bisa menjaga jarak sama sekali. Hal-hal lainnya yang diungkapkan dalam survei ini adalah kesalahan dalam menilai bahwa orang yang terlihat sehat bisa dianggap tidak menyebarkan virus sama sekali sehingga membuat kesadaran yang rendah sama sekali mengenai pentingnya jaga jarak. Padahal, orang yang terlihat sehat kemungkinan besar adalah suspek terkena Corona. Selain itu, pengaruh religius terutama dalam beribadah juga menjadi faktor kurangnya jaga jarak (2%), lupa (25%) dan 14% lainnya tidak mempercayai keberadaan Corona sehingga tidak perlu jaga jarak.

    Produk Terkait: PCR Swab-Rapid Test

    Survei ini juga mengungkapkan mengapa masyarakat sering kali tidak memakai masker saat keluar rumah padahal persentase kesadaran masyarakat mengenai pencegahan efektif melalui masker beda-beda tipis dengan mencuci tangan memakai sabun. Sebanyak 53.7% menyatakan lupa memakai diikuti dengan 14.8% yang menyatakan masih bisa terhindar dan waspada terhadap virus walaupun tidak memakai masker, dan 13.9% menyatakan merasa berat dalam bernapas saat memakai masker ketika beraktivitas. Hal-hal inilah yang membuat masyarakat abai dalam melakukan protokol kesehatan Covid-19 padahal masker merupakan cara alami untuk mencegah penularan sebelum adanya vaksinasi.

    Baca Juga: Kenali Apa dan Bagaimana Rapid Test Corona

    Kemudian pengetahuan masyarakat Indonesia juga masih sedikit mengenai transmisi penyebaran virus. Hanya 10% yang mengetahui secara lengkap penyebaran Covid-19. Jumlah ini tentu saja kalah besar jika dibandingkan 79% orang yang mengetahui transmisi tetapi hanya secara parsial, dan 11% sisanya bahkan tidak tahu sama sekali. Persentase yang mengetahui bahwa virus dapat menyebar lewat udara atau airborne hanya 5% yang mengetahui secara utuh. Fakta ini dilanjutkan dengan 71% yang tahu bahwa Corona bisa menyebar lewat batuk dan bersin, 31% yang tahu Corona menyebar melalui droplet, dan 36.7% percaya lewat menghirup virus secara langsung. Survei juga menyoroti bahwa kebanyakan masyarakat Indonesia kebanyakan mendapatkan informasi terpercaya mengenai Corona dari televisi, 85% dan 22% dari internet. Meski begitu sebanyak 30% responden juga terkena informasi yang bersifat hoaks yang tentu saja akan sangat mempengaruhi kesadaran dalam menghadapi pandemi.

    Hasil survei semakin menegaskan dan memberikan gambaran bahwa kesadaran masih terlihat kurang dalam diri masyarakat Indonesia dalam menghadapi Corona yang ditunjukkan dengan tidak mau menjaga jarak, tidak mau memakai masker saat keluar rumah, salah persepsi terhadap suspek Corona, serta kurangnya pengetahuan terhadap transmisi penyebaran virus. Hal ini yang tentu saja berkontribusi terhadap penyebaran virus Corona yang semakin massif dari hari ke hari. Hingga Senin, 16 November 2020, berjumlah penderita telah mencapai angka 467.113 orang, dengan perincian 391.911 sembuh dan 15.211 orang meninggal. Bukan tidak mungkin angka ini akan bisa bertambah hingga 450.000 dan 500.000.

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

    Survei AC Nielsen dan Unicef ini menunjukkan ironi masyarakat Indonesia yang sebanyak 70% menganggap bahwa virus Corona adalah hal yang menakutkan, menular, mematikan, dan berbahaya tetapi dalam pelaksanaan pencegahan virus hanya sedikit yang benar-benar bisa melaksanakan protokol kesehatan. Nah, Sobat Sehat diharapkan tetap melaksanakan protokol kesehatan melalui 3M dengan benar. Jangan lupa untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta lakukan PCR Swab dan rapid test jika hendak bepergian, baik untuk berlibur atau berbisnis. Namun jika tidak ada keperluan yang mendesak sebaiknya di rumah saja.

    Baca Juga: 5 Mitos yang Perlu Sobat Ketahui Virus Covid 19

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Analysis_COVID_19_UNICEF_NIELSEN’_OMNIBUS_SURVEY_FINAL_vn.pdf. 2020. AC Nielsen-UNICEF; 2020.
    2. Mahfud MD: Vaksin Alami yang Ada Sekarang Adalah Pakai Masker [Internet]. kumparan. 2020 [cited 9 November 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/mahfud-md-vaksin-alami-yang-ada-sekarang-adalah-pakai-masker-1uDXBbLkMQS
    3. UPDATE Sebaran Virus Corona Indonesia Minggu (15/11/2020): DKI Catat 1.165 Kasus Baru & Jateng 1.017 – Tribun Ternate [Internet]. Tribun Ternate. 2020 [cited 16 November 2020]. Available from: https://ternate.tribunnews.com/2020/11/15/update-sebaran-virus-corona-indonesia-minggu-15112020-dki-catat-1165-kasus-baru-jateng-1017
    Read More
  • Dunia sedang bereuforia karena salah satu calon vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNtech dilaporkan memiliki efektivitas sebesar 90% dari hasil uji klinis ketiga. Euforia ini disambut hangat dan positif pada perdagangan saham di beberapa negara termasuk di Indonesia pada indeks harga saham gabungan (IHSG) sebab efektivitas tersebut akan berdampak kuat pada perekonomian yang […]

    Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Corona Berakhir?

    Dunia sedang bereuforia karena salah satu calon vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNtech dilaporkan memiliki efektivitas sebesar 90% dari hasil uji klinis ketiga. Euforia ini disambut hangat dan positif pada perdagangan saham di beberapa negara termasuk di Indonesia pada indeks harga saham gabungan (IHSG) sebab efektivitas tersebut akan berdampak kuat pada perekonomian yang selama ini terdampak keras akibat Covid-19 sejak melanda Tanah Air Maret 2020. Efektivitas vaksin Pfizer ini juga didukung oleh keyakinan kuat Bill Gates sebagai pemberi donasi terkuat untuk pendanaan vaksin. Sebelumnya, pada September 2020, sang pendiri Microsoft juga sudah menyatakan bahwa vaksin Corona yang paling ampuh adalah buatan Pfizer. Dikabarkan, seperti dilansir dari CNBC Indonesia, vaksin ini akan diproduksi dalam beberapa pekan ke depan karena harus menunggu persetujuan dari otoritas kesehatan setempat sebelum nanti mulai didistribusikan massal pada 2021.

    vaksin covid 19

    Baca Juga: Mengembangkan Vaksin dalam Pandemic Speed, Bagaimana dengan Indonesia?

    Selain Pfizer, vaksin lainnya yang juga siap ke pasaran adalah buatan AstraZeneca yang bekerja sama dengan Universitas Oxford. Vaksin ini rencananya akan dipasarkan pada akhir Desember dan vaksinasi mulai Januari 2021. Selanjutnya ada Moderna yang menurut rencana akan dipasarkan mulai Maret 2021. Lalu bagaimana dengan vaksin Sinovac yang digadang-gadang akan mulai juga diedarkan pada minggu ketiga Desember 2020? Setelah melalui uji klinis ketiga dan dianggap aman serta lolos uji oleh Satgas Covid-19, rencananya vaksin akan mulai dipasarkan pada akhir Januari 2021 apabila pemerintah ingin memakai emergency use authorization setelah mendapat laporan hasil vaksin pada bulan yang sama. Seperti dilansir dari IDN Times, vaksin Sinovac yang akan diberikan pada publik di bulan Desember bukanlah vaksin uji klinis, melainkan vaksin siap edar yang diimpor langsung dari Cina. Keinginan Indonesia memakai Sinovac tampaknya tidak terpengaruh meskipun Sinovac mendapat hasil negatif di Brasil karena ada relawan yang meninggal sehingga dihentikan oleh otoritas setempat, dan didukung langsung oleh Presiden Jair Bolsonaro.

    Baca Juga: Kenali Avigan dan Klorokuin, Obat yang Disiapakan Jokowi untuk Covid-19

    Dengan persiapan calon vaksin tersebut muncul optimisme pada masyarakat dunia bahwa virus Corona akan segera bisa diatasi, dan pandemi akan berlalu sehingga kehidupan akan kembali normal seperti sebelum pandemi. Namun apakah demikian?

    Profesor Wiku Adisasmito selaku juru bicara Satgas Covid-19 menyatakan meskipun vaksin sudah ada dan tersedia terutama dari Sinovac, bukan berarti pandemi segera berakhir. Masyarakat pun tetap diminta untuk menjalankan 3M, mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak di keramaian. Hal ini, Profesor Wiku mengatakan, untuk menghindari hal yang belum bisa diprediksi sebab semua negara masih dalam tahap memelajari cara mencegah penyebaran virus yang efektif. Dapat disimpulkan bahwa vaksin bukanlah cara satu-satunya untuk mencegah penularan. Hal senada diungkapkan oleh pakar kesehatan AS, Paul Offit yang menyatakan bahwa vaksinasi akan efektif jika dilakukan bersama dengan tindakan higienis sebagai pencegahan. Hal tersebut membutuhkan proses yang tidak sebentar. Hal itu karena perlunya distribusi vaksin yang membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun sehingga prosesnya panjang, dan kalaupun sudah ada masyarakat yang bisa divaksinasi, perlindungan tidak langsung terjadi saat itu juga.

    Baca Juga: 5 Mitos yang Perlu Sobat Ketahui Tentang Covid-19

    Dari gambaran di atas itu bisa terlihat bahwa pandemi Corona tidak akan berakhir secara instan meskipun vaksin sudah tersedia. Meskipun pandemik ini sudah dapat dikalahkan, virus lainnya yang dapat menginfeksi tidak serta merta hilang.  Virus lainnya seperti yaitu Influenza, Campak, Pneumonia, Hepatitis, Meningitis, MERS, SARS,  Flu Burung, dan Flu Babi tetap dapat menginfeksi. Cara terbaik adalah melakukan vaksinasi untuk pencegahan sebagai respons terhadap penyakit yang dihasilkan oleh daya tahan tubuh yang sudah ditingkatkan. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang mengasosiasikan vaksinasi dengan pengobatan bukan sebagai pencegahan. Akibatnya, masyarakat berharap besar akan kesembuhan terhadap vaksin sedangkan vaksin hanya sebagai upaya pencegahan.

    Baca Juga: Isolasi Mandiri Covid-19 di Fasilitas Pemerintah dan Pengajuannya

    Karena itu, seperti dilansir dari Kompas.com, mengasosikan ketersediaan vaksin dengan akhir pandemi sangatlah tidak tepat sebab vaksinasi hanyalah salah satu cara pencegahan sehingga harus dibarengi dengan tindakan-tindakan higienis supaya lebih efektif. Tindakan pengetesan seperti PCR dan rapid test juga tetap diperlukan sebagai salah satu pencegahan yang dapat dilakukan. Untuk PCR-rapid test ini Sobat dapat melakukannya di Prosehat yang menyediakan layanan ke rumah. Tak hanya itu, Prosehat juga menyediakan layanan vaksinasi ke rumah terutama vaksinasi flu yang sangat penting di masa pandemi karena ternyata vaksinasi influenza dapat mencegah terjadinya ko-infeksi dan mengurangi infeksi keparahan Covid-19. Layanan vaksinasi ke rumah ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Vaksin Corona Pfizer Diklaim Tunjukkan Hasil Positif, Bagaimana Perkembangan Vaksin Lainnya? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/11/11/070100265/vaksin-corona-pfizer-diklaim-tunjukkan-hasil-positif-bagaimana-perkembangan?page=all
    2. Kristo F. Bill Gates Sudah Ramal Keampuhan Vaksin Corona Pfizer [Internet]. detikinet. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://inet.detik.com/cyberlife/d-5248912/bill-gates-sudah-ramal-keampuhan-vaksin-corona-pfizer
    3. Indonesia C. Vaksin Pfizer Diprediksi Topang Gerak IHSG [Internet]. ekonomi. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20201111061700-92-568336/vaksin-pfizer-diprediksi-topang-gerak-ihsg
    4. Franedya R. Bye Corona! Vaksin Covid-19 Moderna Siap Dijual Maret 2021 [Internet]. tech. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20201001062455-37-190751/bye-corona-vaksin-covid-19-moderna-siap-dijual-maret-2021
    5. [Internet]. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.idntimes.com/news/world/santi-dewi/vaksin-sinovac-di-brasil-disetop-uji-klinis-di-indonesia-tetap-jalan/3
    6. Satgas Pastikan Vaksin Covid-19 di Indonesia Aman & Lolos Uji – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://tirto.id/satgas-pastikan-vaksin-covid-19-di-indonesia-aman-lolos-uji-f6Nd
    7. Meski Vaksin Covid-19 Ditemukan, Belum Menjamin Pandemi Berakhir [Internet]. Harapan Rakyat Online. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.harapanrakyat.com/2020/10/vaksin-covid-19-ditemukan/
    8. Media K. Setelah Vaksin dan Obat Covid-19 Tersedia, Akankah Semua Kembali Normal? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/11/09/070000165/setelah-vaksin-dan-obat-covid-19-tersedia-akankah-semua-kembali-normal-?page=all
    9. Ahli : Suatu Saat, Pandemi Corona Akan Berakhir sebagai Flu Biasa | Lifestyle – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://lifestyle.bisnis.com/read/20200926/106/1297025/ahli-suatu-saat-pandemi-corona-akan-berakhir-sebagai-flu-biasa
    10. Warning WHO! Vaksin Bukan Obat Covid-19 – suaramerdeka.com [Internet]. Suaramerdeka.com. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.suaramerdeka.com/news/nasional/244028-warning-who-vaksin-bukan-obat-covid-19
    11. Media K. AstraZeneca Pastikan Vaksin Corona Siap Digunakan pada Desember Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/11/08/190200765/astrazeneca-pastikan-vaksin-corona-siap-digunakan-pada-desember?page=all
    12. TV C. Vaksin Pfizer Akan Diproduksi Dalam Beberapa Pekan Lagi [Internet]. news. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20201110184807-8-200838/vaksin-pfizer-akan-diproduksi-dalam-beberapa-pekan-lagi
    Read More
  • Setiap tahun pada tanggal 12 November Hari Kesehatan Nasional akan selalu diperingati sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Indonesia beserta pencapaiannya. Tidak seperti HKN tahun-tahun sebelumnya, HKN ke-56 ini cukup berbeda karena diperingati di tengah pandemi Covid-19 yang masih mewabah sehingga cara memperingatinya pun dilakukan secara virtual. Hari Kesehatan Nasional sendiri mulai diperingati […]

    Hari Kesehatan Nasional 2020: Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat

    Setiap tahun pada tanggal 12 November Hari Kesehatan Nasional akan selalu diperingati sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Indonesia beserta pencapaiannya. Tidak seperti HKN tahun-tahun sebelumnya, HKN ke-56 ini cukup berbeda karena diperingati di tengah pandemi Covid-19 yang masih mewabah sehingga cara memperingatinya pun dilakukan secara virtual. Hari Kesehatan Nasional sendiri mulai diperingati di Indonesia sejak 1959. Awal mulanya adalah upaya pemberantasan penyakit Malaria di Indonesia yang mewabah pada dekade 1950-an. Upaya pemberantasan penyakit yang merenggut banyak korban jiwa di Indonesia kala itu membuat pemerintah yang dipimpin Presiden Soekarno segera membentuk Dinas Pembasmian Malaria pada tanggal 12 November 1959, dengan melakukan penyemprotan secara simbolis di Desa Kalasan, Yogyakarta.

    Hari Kesehatan Nasional 2020

    Baca Juga: Dampak Covid-19 Pada Kesehatan Karyawan

    Tema

    Hari Kesehatan Nasional ke-56 mengambil tema “Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat”. Tema ini sendiri sangat berhubungan dengan situasi dan kondisi yang sedang dialami oleh Indonesia saat ini, yaitu pandemi global Covid-19 yang melanda Tanah Air sejak Maret 2020. Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, mengatakan bahwa HKN 2020 ini adalah momentum untuk semua orang Indonesia agar tetap bersyukur meskipun Indonesia sedang dilanda pandemi dan sebagai pengingat bahwa kesehatan itu penting dan nomor satu. Tema yang diusung juga berhubungan dengan upaya untuk membangun masyarakat yang produktif namun tetap aman dan terhindari dari Covid-19 di era Adaptasi Kebiasaan Baru atau New Normal.

    Sub-Tema

    Selain tema juga terdapat sub-tema yang diusung, yaitu “Jaga Diri, Keluarga dan Masyarakat, Selamatkan Bangsa dari Pandemi Covid-19. Pada sub-tema ini, Menteri Terawan juga mengimbau kepada seluruh masyarakat dan tenaga kesehatan untuk selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari terpapar Covid-19. Sebab, upaya pemerintah sekuat apa pun tidak akan cukup efektif jika tidak didukung oleh masyarakat. Karena itu, ia meminta masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

    Baca Juga: 8 Istilah Baru Penderita Covid-19, Mulai dari Suspek hingga Kematian

    Tujuan

    HKN ke-56 ini tentu saja diperingati untuk menyatukan tekad dalam mewujudkan Indonesia semakin sehat dan semangat memperjuanhgkan ketahanan kesehatan Indonesia di tengah pandemi Covid-19.

    Makna Logo

    Pada peringatan HKN 2020 ini, Kemenkes membuat sebuah logo dengan visual berbentuk angka 56 sebagai bentuk peringatan 56 tahun Hari Kesehatan Nasional tahun ini. Logo menggambarkan kebersamaan, saling bergenggaman. Hal ini sesuai dengan tema dan sub-tema yang diusung bahwa derajat kesehatan masyarakat akan terwujud apabila seluruh komponen turut serta dalam upaya menuju kesehatan yang berkualitas. Garis hitam pada logo menggambarkan kebersamaan, saling bergenggaman untuk kesehatan yang akan pulih. Selain itu, terdapat 3 lingkaran yang mengingatkan pada 3 kampanye nasional, yaitu:

    • Ayo pakai masker
    • Ayo menjaga jarak, hindari kerumunan
    • Ayo rajin cuci tangan pakai sabun

    Cara Memperingati Hari Kesehatan Nasional 2020

    Karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, cara memperingati HKN 2020 dapat dilakukan sebagai berikut:

    Tepuk Tangan 56 Detik

    Tepuk tangan 56 detik ini ditujukan sebagai apresiasi untuk para tenaga kesehatan yang telah berjuang sekuat tenaga dalam menangani Covid-19. Tidak jarang banyak dari mereka yang kemudian gugur. Tepuk tangan 56 detik ini dimulai pada pukul 12.00 untuk kemudian bisa dibagikan melalui postingan di media sosial melalui foto dan video dengan tagar berikut:

    #Gerakan56DETIK
    #HKN56
    #TerimaKasihNakes
    #SatuKertasCegahCovid19
    #BersatuMelawanCovid19
    #SehatNegeriku

    Serta tidak lupa untuk menge-tag Instagram, Youtube, Facebook, dan Twitter Direktorat Promosi dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan.

    Upacara Virtual

    Upara virtual pada HKN 2020 akan melibatkan peserta dari seluruh Indonesia (UPT dan dinkes provinsi). Upacara virtual ini merupakan yang pertama kali dalam sejarah peringatan HKN.

    Mengenang Para Pahlawan Kesehatan

    Acara mengenang ini akan dilakukan dengan cara mengheningkan cipta dan doa bersama melalui Zoom dan live streaming. Kemudian akan ada pembunyian klakson atau sirine mobil secara bersama-sama di seluruh Indonesia pada pukul 10.00.

    Jambore Kesehatan

    Jambore juga akan dilakukan secara virtual yang diikuti oleh seluruh tenaga kesehatan. Bentuk kegiatannya berupa seminar selama satu hari.

    Pengabdian Masyarakat

    Melayani masyarakat lewat pelayanan berupa deteksi Covid-19, penyakit todak menular,  Hepatitis, dan kesehatan jiwa, bakti 3M dengan menyebarkan masker kepada masyarakat da menyerahkan sarana tempat cuci tangan pada tempat-tempat tertentu, aksi-aksi bersih di tempat umum dan senam bersama.

    Seminar dan Wisata Ilmiah

    Yaitu, seminar sehari yang dilaksanakan melalui pertemuan virtual dan ditujukan sebagai media untuk menyampaikan informasi kajian kesehatan masyarakat yang telah dilaksanakan oleh Kemenkes berkaitan dengan pencegahan Covid-19 dengan perilaku 3M. Seminar ini akan menghadirkan para pakar sebagai pembicara dan akan menjadi forum interaksi yang melibatkan sejumlah peserta dari berbagai komponena masyarakat di Indonesia.

    Baca Juga: BNPB Bekerja Sama dengan Prosehat untuk Dukung Isolasi Mandiri

    Unjuk Kreasi Bidang Kesehatan Virtual

    Ini adalah acara untuk menampilkan berbagai upaya inovatif di bidang kesehatan terutama menjalankan program di tengah-tengah pandemi. Dilaksanakan secara virtual, unjuk kreasi akan diikuti oleh semua unit utama Kemenkes, UPT Kemenkes, dan 34 dinkes provinsi, dan akan dilombakan bedasarkan jenis kategori. Seluruh peserta diwajibkan menampilkan kreasi bidang kesehatan dalam bentuk video maksimal 5 menit yang akan disiarkan ke seluruh Indonesia.

    Lomba-lomba dan Olahraga

    Penyelenggaraan lomba berbagai cabang olahraga dan keterampilan dalam rangka memeriahkan HKN 2020 di tengah pandemi Covid-19. Kegiatan ini sangat istimewa karena menggunakan platform media sosial untuk menggunggah video atau foto hasil capaian para peserta lomba. Peserta lomba merupakan pegawai kesehatan mulai dari pusat, rumah sakit hingga puskesmas di seluruh Indonesia. Beberapa lomba juga terbuka untuk masyarakat.

    Baca Juga: Ingin Aman Memakai Masker Saat Berolahraga? Berikut Tipsnya!

    Itulah Sobat mengenai Hari Kesehatan Nasional 2020 yang bisa tetap Sobat peringati secara virtual karena Covid-19. Supaya tujuan kesehatan tercapai secara maksimal sesuai dengan tema HKN ke-56, Sobat bisa memercayakan kepada Prosehat sebagai sahabat kesehatan untuk konsultasi kesehatan, membeli produk-produk kesehatan yang diinginkan, dan mengetahui informasi seputar kesehatan melalui artikel, media sosial, dan video. Untuk informasi lebih lanjut, Sobat bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Hari Kesehatan Nasional 2020: Tema, Makna, Arti & Cara Memperingati – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 12 November 2020]. Available from: https://tirto.id/hari-kesehatan-nasional-2020-tema-makna-arti-cara-memperingati-f6TK
    2. Makna, Tema dan Logo Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-56 Tahun 2020 – Tribun Jogja [Internet]. Tribun Jogja. 2020 [cited 12 November 2020]. Available from: https://jogja.tribunnews.com/2020/11/12/makna-tema-dan-logo-peringatan-hari-kesehatan-nasional-hkn-ke-56-tahun-2020
    3. yuk, ketahui tentang peringatan hari kesehatan nasional [Internet]. Lifebuoy.co.id. 2020 [cited 12 November 2020]. Available from: https://www.lifebuoy.co.id/misi/mengenal-lebih-jauh-peringatan-tahunan-hari-kesehatan-nasional.html
    4. Tepuk Tangan 56 Detik Sebagai Apresiasi Kepada Pejuang Pencegahan Covid-19 [Internet]. Direktorat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 2020 [cited 12 November 2020]. Available from: https://promkes.kemkes.go.id/tepuk-tangan-56-detik-sebagai-apresiasi-kepada-pejuang-pencegahan-covid-19
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja