Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Berita Terkini

Showing 81–90 of 189 results

  • Kementerian Kesehatan berencana membuka jalur vaksinasi Covid-19 secara mandiri atau tanpa dibiayai negara. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI pada Kamis, 14 Januari 2021. Rencana ini disebutnya masih dalam tahap kajian. Kalaupun sudah bisa dijalankan, vaksinasi ini bukan untuk perorangan, melainkan untuk perusahaan […]

    Kementerian Kesehatan Membuka Opsi Vaksinasi Covid-19 Secara Mandiri untuk Mempercepat Pelaksanaan Vaksinasi di Indonesia

    Kementerian Kesehatan berencana membuka jalur vaksinasi Covid-19 secara mandiri atau tanpa dibiayai negara. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI pada Kamis, 14 Januari 2021. Rencana ini disebutnya masih dalam tahap kajian. Kalaupun sudah bisa dijalankan, vaksinasi ini bukan untuk perorangan, melainkan untuk perusahaan yang ditujukan bagi karyawan perusahaan tersebut.

    vaksinasi Covid-19 secara mandiri, vaksinasi Covid-19 mandiri, vaksinasi mandiri

    Baca Juga: Yuk, Sukseskan Vaksinasi Covid-19!

    Adapun tujuan vaksinasi mandiri ini, menurut Menkes, adalah agar vaksinasi dapat berjalan sesuai target dengan pembentukan kekebalan kelompok atau herd immunity sebesar 70%. Syarat penerimanya adalah tidak memiliki kontraindikasi terhadap vaksin dan melapor kepada pemerintah sehingga tidak terjadi tumpeng tindih. Selain itu, vaksin yang dibeli harus sesuai dengan standar WHO, dan disetujui oleh BPOM.

    Vaksinasi mandiri ini, menurut Kemenkes, rencananya bisa dimulai setelah penyuntikan terhadap tenaga kesehatan dan tenaga pelayanan publik selesai sehingga vaksinasi akan digelar bersamaan dengan vaksinasi gratis pada masyarakat. Namun di tempat terpisah Wamenkes, Dante Budi Saksono, menyatakan bahwa pemerintah tidak ada rencana sama sekali memberikan vaksinasi mandiri kepada pihak swasta. Prosedurnya adalah tetap harus menggunakan vaksinasi gratis dari pemerintah.

    Permintaan mengenai vaksinasi mandiri ini datang dari Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo supaya dapat mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Untuk saat ini pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menjalankan program vaksinasi secara sistemastis melibatkan berbagai basis data dari Kemenkes, Biofarma, dan BPJS Kesehatan. Setiap individu yang akan divaksin telah terdata dalam basis data yang ada pada Sistem Informasi Aplikasi Satu Data Vaksinasi Covid-19. Individu yang sudah divaksinasi nantinya  juga akan kembali didata pada sistem tersebut.

    Baca Juga: BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin Sinovac

    Untuk masyarakat yang terdata sebagai penerima vaksin nantinya akan menerima SMS notifikasi untuk segera registrasi ulang. Pada saat registrasi ulang tersebut masyarakat dipersilakan memilih fasilitas kesehatan untuk vaksinasi beserta dengan jadwal pelaksanaan, dan kemudian akan mendapatkan tiket elektronik berupa QR code.

    Tiket elektronik ini nantinya akan digunakan sebagai persyaratan mendapatkan vaksin di fasilitas kesehatan disertai dengan menunjukkan KTP. Setelah selesai divaksinasi, masyarakat akan mendapatkan kode nomor dan sertifikat bahwa dirinya sudah divaksin.

    Demikianlah mengenai wacana Menkes mengenai vaksinasi Covid-19 secara mandiri, dan sebenarnya pernah direncanakan pada sebelum vaksinasi, dengan perincian pemerintah memberikan vaksin gratis bagi 30% warga sedangkan 70% sisanya harus membayar. Hal ini kemudian menimbulkan polemik sehingga pemerintah menggratiskan vaksinasi.

    Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca-Vaksinasi Covid-19

    Nah, Sahabat Sehat apabila pemerintah sudah memulai vaksinasi massal jangan ragu dan takut untuk divaksinasi sebab vaksinasi itu baik dan perlu. Vaksinasi dapat melindungi diri Sahabat dan sekitar sehingga pencegahan terhadap Covid-19 dapat dilakukan secara optimal. Namun sembari menunggu vaksinasi, yuk tetap terapkan perilaku 3M dan PHBS, serta jangan lupa deteksi dini tes Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah. Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Menkes Buka Opsi Vaksin Covid-19 Mandiri, Diberikan bagi Perusahaan untuk Karyawan [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 15 January 2021]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2021/01/14/18195281/menkes-buka-opsi-vaksin-covid-19-mandiri-diberikan-bagi-perusahaan-untuk
    2. Septiani A. Banyak Permintaan, Menkes Pertimbangkan Buka Jalur Vaksin Mandiri [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 15 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5334814/banyak-permintaan-menkes-pertimbangkan-buka-jalur-vaksin-mandiri
    3. Kemenkes Tutup Peluang Swasta untuk Vaksinasi COVID-19 Mandiri – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2021 [cited 15 January 2021]. Available from: https://tirto.id/kemenkes-tutup-peluang-swasta-untuk-vaksinasi-covid-19-mandiri-f9dq
    Read More
  • Vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah virus Covid-19 secara luas. Namun, hal itu tidak akan berjalan efektif dan sukses jika tidak didukung oleh semua elemen. Hal inilah yang diungkapkan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunawan Sadikin, saat melaksanakan kunjungan kerja ke Pengurus Besar PB IDI di Jakarta, 11 Januari 2021 dalam […]

    Yuk, Sukseskan Vaksinasi Covid-19 Secara Bersama-sama Agar Pencegahan Covid-19 Menjadi Optimal!

    Vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah virus Covid-19 secara luas. Namun, hal itu tidak akan berjalan efektif dan sukses jika tidak didukung oleh semua elemen. Hal inilah yang diungkapkan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunawan Sadikin, saat melaksanakan kunjungan kerja ke Pengurus Besar PB IDI di Jakarta, 11 Januari 2021 dalam rangka menjalin silaturahmi dan menerima masukan dari IDI yang berkaitan dengan upaya-upaya penanggulangan pandemi Covid-19.

    sukseskan vaksinasi Covid-19

    Baca Juga: Jumlah Kebutuhan Vaksin Covid-19 di Indonesia Adalah 181,5 Juta Jiwa

    Menkes mengungkapkan bahwa mandat yang ia terima dari Presiden Jokowi, yaitu mensukseskan vaksinasi sebagai cara mengatasi pandemi Covid-19 adalah permasalahan yang tidak bisa dihadapi sendiri, dan harus dihadapi secara bergotong-royong, bersama-sama, dan inklusif dengan membangun gerakan masyarakat. Hal ini harus menjadi prioritas supaya timbul kepercayaan dari para pemegang kebijakan atau stakeholder.

    Menkes Budi berterima kasih kepada IDI atas dukungannya untuk mendorong tenaga kesehatan dalam menerima program vaksinasi Covid-19. Sebab, sebagai kelompok yang paling berisiko terpapar virus mereka harus menjadi kelompok yang terlindungi terlebih dahulu. Program imunisasi untuk vaksin Covid-19 adalah program ketiga imunisasi terbesar di Indonesia.

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Berakhir?

    Dua program imunisasi sebelumnya, yaitu pemberantasan penyakit cacar pada 1972 dan kedua adalah pembasmian penyakit polio pada 1995 hingga 1997. Pemberantasan cacar yang dilakukan pemerintah pada dekade 1970-an sukses, dan dianggap sebagai salah satu keberhasilan yang dilakukan pemerintah. Hal serupa terlihat pada vaksinasi Polio. Sebanyak 25 juta anak di Indonesia umur 5-10 tahun divaksin Polio, dan berhasil hingga sampai tahun 2000.

    Produk Terkait: Layanan Imunisasi Polio ke Rumah

    Vaksinasi Covid-19  ini cukup berbeda dan diakui sulit karena dilakukan terhadap populasi yang amat besar, dan disarankan dilaksanakan pada wilayah-wilayah dengan penyebaran Covid-19 yang cukup tinggi seperti Jakarta dan Surabaya. Oleh karena itu, dukungan semua pihak sangat diperlukan sehingga vaksinasi bisa sukses, dan Covid-19 benar-benar dicegah secara optimal.

    Baca Juga: Daftar Orang-orang yang Tidak Boleh Menerima Vaksin Covid-19

    Yuk, Sahabat Sehat mari dukung pemerintah untuk mensukseskan vaksinasi Covid-19 supaya Covid-19 benar-benar dapat dicegah secara optimal. Jangan ragu dan jangan resah untuk divaksinasi karena vaksin itu baik dan perlu. Vaksin tak hanya mencegah diri sendiri dari penyakit tetapi melindungi orang-orang sekitar Sahabat. Untuk itu, selalu menerimalah berita-berita mengenai vaksinasi dari sumber-sumber valid dan terpercaya, salah satunya dari Prosehat. Di sini juga Sahabat bisa berkonsultasi dengan para dokter mengenai pentingnya vaksin demi kesehatan Sahabat. Info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Menkes jalin kebersamaan, gotong-royong dengan IDI tanggulangi Covid-19 [Internet]. Sehat Negeriku. 2021 [cited 13 January 2021]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20210111/5636437/menkes-jalin-kebersamaan-gotong-royong-dengan-idi-tanggulangi-covid-19/
    Read More
  • Vaksinasi Covid-19 sudah akan dimulai di beberapa negara pada awal 2021 termasuk Indonesia. Vaksin ini diharapkan dapat membantu mencegah penularan Covid-19 secara luas di masyarakat. Namun, kita jangan sampai abai pada perilaku 3M, mencuci tangan, memakai masker hingga menjaga jarak karena vaksinasi menjadi tidak efektif jika tidak dibarengi dengan 3M dan PHBS. Lalu, apakah orang […]

    Perlukah Paspor Vaksin Covid-19 untuk Bukti Vaksinasi?

    Vaksinasi Covid-19 sudah akan dimulai di beberapa negara pada awal 2021 termasuk Indonesia. Vaksin ini diharapkan dapat membantu mencegah penularan Covid-19 secara luas di masyarakat. Namun, kita jangan sampai abai pada perilaku 3M, mencuci tangan, memakai masker hingga menjaga jarak karena vaksinasi menjadi tidak efektif jika tidak dibarengi dengan 3M dan PHBS. Lalu, apakah orang yang sudah divaksinasi Covid-19 memerlukan paspor khusus pertanda dia sudah disuntik?

    paspor vaksin Covid-19, paspor vaksinasi Covid-19

    Baca Juga: BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin Sinovac

    Bila Sahabat sudah divaksinasi Covid-19 dan kemudian berencana melakukan penerbangan, akan membutuhkan paspor vaksin Covid-19 sebagai bukti bahwa Sahabat telah divaksinasi. Buktinya bisa berupa dokumen kertas atau dokumen digital yang sedang dikembangkan oleh sejumlah perusahaan dan grup teknologi berupa aplikasi di smartphone.

    Platform ini nantinya bisa digunakan individu untuk menggunggah rincian tes dan juga vaksinasi Covid-19. Sistem tersebut juga akan menampilkan kredensial digital untuk bisa ditunjukkan pemilik smartphone saat akan masuk ke tempat konser, stadion, bioskop, kantor hingga negara lain. The Common Trust Network dan World Economic Forum sedang mengembangkan platform bernama Common Pass untuk paspor vaksin corona ini. Keduanya dilaporkan telah melakukan kerja sama dengan sejumlah perusahaan penerbangan. Selain dengan maskapai-maskapai penerbangan itu, organisasi-organisasi itu juga bekerja sama dengan sistem kesehatan di Amerika Serikat dan pemerintah Aruba.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Cara Menggunakan Paspor Vaksin

    Platform aplikasi ini akan memungkinkan pengguna menggunakannnya dengan mengunggah data medis seperti hasil tes Covid-19 hingga bukti vaksin dari rumah sakit dan profesional di smartphone. Selain itu terdapat kode QR untuk ditunjukkan pada otoritas terkait yang diklaim tidak akan memperlihatkan informasi sensitif apapun. Bagi pengguna yang akan bepergian, aplikasi juga menyediakan persyaratan izin kesehatan di titik keberangkatan dan kedatangan berdasarkan rencana yang telah dibuat.

    Selain Common Pas, disebutkan juga IBM sedang membuat aplikasi serupa bernama Digital Health Pass yang mempunyai fitur berupa tes Covid-19, cek suhu, dan vaksinasi. Nantinya kredensial indikator disebut akan disimpan dalam dompet digital mobile.

    Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Bukanlah Hal Baru

    Pemberian paspor setelah vaksinasi bukanlah hal baru karena sbenda ini digunakan sejak tahun 1800-an. Hal ini terlihat pada vaksinasi demam kuning atau yellow fever berupa kartu kuning yang berisikan sertifikat vaksinasi atau profilaksis internasional yang dibutuhkan sebagai bukti bagi pelancong yang hendak ke negara-negara Afrika Selain demam kuning, vaksinasi lain yang membutuhkan bukti adalah meningitis terutama bagi Sahabat yang ingin melakukan ibadah haji dan umrah.

    Produk Terkait: Layanan Vaksin Umrah

    Pernyataan WHO

    WHO selaku Badan Kesehatan Dunia tidak merekomendasikan penggunaan paspor vaksin Covid-19 ini sebagai bukti vaksinasi. Sebagai gantinya, WHO akan memberikan semacam sertifikat elektronik bagi orang-orang yang sudah divaksinasi dan sebagai pelacakan data perawatan kesehatan, dan sudah dimulai pada Oktober 2020 dengan bekerja sama dengan Estonia, salah satu negara yang mengembangkan bukti berupa sertifikat yang disebut dengan kartu kuning pintar.

    Rekomendasi penggunaan sertifikat elektronik dan bukan paspor dari WHO ini juga memperkuat inisiatif Covax untuk melakukan vaksinasi di negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Pemerintah akan memberikan bukti sudah vaksinasi Covid-19 berupa sertifikasi, sertifikasi elektronik, dan kartu. Kartu vaksinasi akan diberikan kepada peserta yang divaksin ketika pertama kali datang ke fasilitas kesehatan. Kartu ini untuk memberikan informasi mengenai identitas dan tanggal vaksinasi.

    Baca Juga: Ciri-ciri Vaksin Covid-19 yang Ideal Seperti Apa?

    Itulah mengenai paspor vaksin Covid-19 yang disebut akan menjadi bukti vaksinasi, dan sejauh ini sudah ada dua negara yang berniat meluncurkan paspor vaksin, yaitu Denmark dan Arab Saudi. Meski begitu, WHO merekomendasikan penggunaan sertifikat daripada paspor. Apapun bentuknya hal tersebut akan menjadi bukti sehingga Sahabat dapat dengan aman untuk bepergian ke mana pun namun tetap jangan lupa untuk berperilaku 3M dan PHBS. Untuk deteksi dini Covid-19 Sahabat bisa melakukannya di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Indonesia C. 4 Hal yang Perlu Diketahui Soal Paspor Vaksin [Internet]. gaya hidup. 2021 [cited 13 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210112135359-269-592633/4-hal-yang-perlu-diketahui-soal-paspor-vaksin
    2. Bestari N. Mau Traveling Tahun Depan Butuh Paspor Vaksin Covid? [Internet]. tech. 2021 [cited 13 January 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20201228131557-37-211924/mau-traveling-tahun-depan-butuh-paspor-vaksin-covid
    3. Mediatama G. Tidak anjurkan paspor kekebalan corona, WHO siapkan sertifikat vaksinasi digital [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2021 [cited 13 January 2021]. Available from: https://newssetup.kontan.co.id/news/tidak-anjurkan-paspor-kekebalan-corona-who-siapkan-sertifikat-vaksinasi-digital?page=all
    4. Bestari N. Warga RI Divaksin Covid Dapat Sertifikat, Ini Penampakannya! [Internet]. tech. 2021 [cited 13 January 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210104142613-37-213341/warga-ri-divaksin-covid-dapat-sertifikat-ini-penampakannya
    5. Denmark Bakal Luncurkan Paspor Vaksin Covid Digital untuk Warga Bepergian [Internet]. iNews.ID. 2021 [cited 13 January 2021]. Available from: https://www.inews.id/news/internasional/denmark-bakal-luncurkan-paspor-vaksin-covid-digital-untuk-warga-bepergian
    6. Arab Saudi Luncurkan Paspor Kesehatan Bagi Penerima Vaksin |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2021 [cited 13 January 2021]. Available from: https://republika.co.id/berita/qmmh3g366/arab-saudi-luncurkan-paspor-kesehatan-bagi-penerima-vaksin
    Read More
  • BPOM sebagai regulator obat dan vaksin di Indonesia akhirnya resmi mengeluarkan penggunaan izin darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) terhadap vaksin Covid-19 produksi Sinovac melalui konferensi pers, Senin, 11 Januari 2021. Demikian hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPOM, Penny Lukito. Sebelum EUA ini keluar vaksin Sinovac, salah satu vaksin Covid-19 yang akan digunakan untuk vaksinasi Corona […]

    BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin Sinovac

    BPOM sebagai regulator obat dan vaksin di Indonesia akhirnya resmi mengeluarkan penggunaan izin darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) terhadap vaksin Covid-19 produksi Sinovac melalui konferensi pers, Senin, 11 Januari 2021. Demikian hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPOM, Penny Lukito. Sebelum EUA ini keluar vaksin Sinovac, salah satu vaksin Covid-19 yang akan digunakan untuk vaksinasi Corona di Indonesia juga sudah diberikan status halal oleh Majelis Ulama Indonesia pada Jumat, 8 Januari 2021. Dengan pemberian status halal dan EUA ini lengkap sudah status vaksin asal Cina yang pemberiannya sudah dimulai pada Rabu, 13 Januari 2021, dengan Presiden Jokowi menjadi orang pertama yang disuntik.

    izin penggunaan darurat untuk vaksin Sinovac

    Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Izin penggunaan darurat ini diberikan setelah BPOM mengkaji hasil uji klinis tahap III vaksin di Bandung. Selain itu, BPOM mengkaji hasil uji klinis vaksin dengan produsen serupa di Turki dan Brasil. Karena itu, berdasarkan analisis-analisis tersebut, BPOM memastikan bahwa vaksin produksi Sinovac ini aman. Angka efikasi dari hasil uji klinis di Bandung adalah 65.3% sehingga sudah melampaui standar yang ditetapkan WHO, yaitu minimal 50%. Efikasi vaksin Sinovac di Indonesia ini tentu saja berbeda dari yang di Turki dan Brasil, yaitu 91,25% dan 78%. Perbedaan ini dikarenakan partisipan uji klinis di kedua negara tersebut yang mayoritas adalah tenaga kesehatan.

    5 Alasan Pemberian Izin Penggunaan Darurat oleh BPOM

    Tentunya, terdapat 5 alasan yang membuat BPOM akhirnya mengeluarkan izin penggunaan darurat terhadap vaksin Sinovac ini. Pertama, Indonesia sejak April 2020 menetapkan Covid-19 sebagai bencana darurat non-alam. Kedua, terdapat aspek ilmiah dan keamanan obat dan vaksin untuk mencegah penyakit dan keadaan yang serius demi keselamatan jiwa berdasarkan uji klinis dan non klinis. Ketiga, sudah memenuhi mutu dan standar cara pembuatan obat yang baik. Keempat, vaksin atau obat lebih besar memberikan manfaat daripada risikonya. Kelima, belum adanya alternatif obat atau tata laksana memadai, pencegahan pengobatan, dan menyebabkan kedaruratan masyarakat.

    Baca Juga: Jumlah Kebutuhan Vaksin Covid-19 di Indonesia adalah 181.5 Juta Jiwa

    Mengenai Efek Samping Vaksin Sinovac

    Selain alasan pemberian EUA, Kepala BPOM juga memaparkan mengenai efek samping vaksin Sinovac ini. Berdasarkan data uji klinis, vaksin Covid-19 ini hanya menimbulkan efek samping ringan hingga sedang berupa nyeri, iritasi, pembengkakan serta efek samping sistemik berupa nyeri otot, badan lemas, dan demam. Meskipun ada efek samping dengan derajat ringan-berat, seperti sakit kepala, gangguan pada kulit, dan diare, namun persentasenya hanya 0,1-1%. Penny juga menegaskan bahwa efek samping yang muncul ini tidak berbahaya bagi mereka yang akan disuntik vaksin kembali.

    Baca Juga: Ciri-ciri Vaksin Covid-19 yang Ideal Seperti Apa?

    Sekian mengenai pemberian izin penggunaan darurat dari BPOM untuk vaksin Sinovac ini yang tentunya semakin meyakinkan bahwa vaksin ini aman digunakan untuk vaksinasi massal, dan sebagai salah satu pencegah Covid-19. Untuk itu, Sahabat jangan ragu dan sangsi ketika ada vaksinasi massal dari pemerintah karena vaksin itu baik dan perlu. Sembari menunggu vaksinasi, yuk Sahabat tetap menerapkan perilaku 3M dan PHBS, dan jangan lupa deteksi dini tes Covid-19 di Prosehat. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Media K. BPOM Terbitkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19 Sinovac [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2021/01/11/16173461/bpom-terbitkan-izin-penggunaan-darurat-vaksin-covid-19-sinovac
    2. Azizah K. Akhirnya, MUI Pastikan Vaksin Corona Sinovac Suci dan Halal [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5326767/akhirnya-mui-pastikan-vaksin-corona-sinovac-suci-dan-halal
    3. 5 Alasan BPOM Akhirnya Terbitkan Izin Penggunaan Vaksin Sinovac [Internet]. JawaPos.com. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://www.jawapos.com/nasional/11/01/2021/5-alasan-bpom-akhirnya-terbitkan-izin-penggunaan-vaksin-sinovac/
    4. Media K. Efikasi Vaksin Sinovac di Indonesia Lebih Rendah dari Turki dan Brasil, Ini Penjelasannya Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/01/11/200200423/efikasi-vaksin-sinovac-di-indonesia-lebih-rendah-dari-turki-dan-brasil-ini?page=all
    5. Alam S. BPOM Jelaskan Efek Samping Vaksin Sinovac yang Sudah Kantongi Izin EUA [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5329447/bpom-jelaskan-efek-samping-vaksin-sinovac-yang-sudah-kantongi-izin-eua
    Read More
  • Akibat melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia terutama pasca liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 membuat pemerintah melalui Kementerian Kesehatan memberikan beberapa solusi untuk menangani kondisi ini. Demikian hal tersebut terungkap dalam konferensi pers secara online oleh Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin pada Senin, 11 Januari 2021 yang disiarkan secara langsung melalui YouTube Sekretariat Presiden. […]

    Solusi Menkes Atasi Keterbatasan Rumah Sakit, Salah Satunya Isolasi Mandiri untuk Pasien Covid-19 Tanpa Gejala

    Akibat melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia terutama pasca liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 membuat pemerintah melalui Kementerian Kesehatan memberikan beberapa solusi untuk menangani kondisi ini. Demikian hal tersebut terungkap dalam konferensi pers secara online oleh Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin pada Senin, 11 Januari 2021 yang disiarkan secara langsung melalui YouTube Sekretariat Presiden.

    solusi Menkes atasi keterbatasan rumah sakit

    Baca Juga: WNA Dilarang Masuk Indonesia untuk Mencegah Penyebaran Varian Baru Covid-19

    Salah satu solusi yang dikemukakan Menkes adalah meminta kepada orang-orang yang memiliki hasil positif Covid-19 namun tidak menunjukkan gejala seperti demam dan sesak napas agar sebaiknya melakukan isolasi mandiri di rumah. Hal ini supaya rumah sakit tidak menjadi begitu penuh oleh karena banyaknya pasien Covid-19 yang tentu saja akan berakibat pada kemampuan para tenaga kesehatan.

    Namun apabila rumah yang dijadikan sebagai isolasi mandiri itu tidak memungkinkan keadaannya, misalnya sesak dan sempit, Menkes menyarankan kepada setiap gubernur provinsi untuk membuat tempat-tempat isolasi mandiri seperti Wisma Atlet, Asrama Haji, dan lain sebagainya untuk mengakomodasi. Perlu diketahui bahwa ketersediaan rumah sakit cukup meningkat terutama di DKI Jakarta (84,74%), Banten (84,52%), DI Yogyakarta (83,36%), Jawa Barat (79,77%), Sulawesi Barat (79,31%), Jawa Timur (78,41%), Jawa Tengah (76,27%), Sulawesi Selatan (72,40%), dan Sulawesi Tengah (70,59%).

    Baca Juga: Isolasi Mandiri Covid-19 di Fasilitas Pemerintah dan Pengajuannya

    Selain perlunya isolasi mandiri untuk pasien Covid-19 tidak bergejala, Menkes juga mengimbau dan meminta semua direktur utama dan pemilik rumah sakit untuk melakukan konversi tempat tidur khusus pasien Covid-19 menjadi 30 hingga 40%. Hal ini untuk mengatasi permasalahan pada rumah sakit yang hanya menyediakan tempat tidur sekitar 10% dari jumlah yang ada, yang berakibat banyak pasien Covid-19 yang tidak bisa masuk. Padahal jumlah kasus Covid-19 sendiri per 10 Januari adalah 120.000 kasus aktif.

    Menkes juga menyoroti pada kekurangan tenaga kesehatan dalam menangani pasien Covid-19 sehingga ia menganjurkan untuk melakukan relaksasi aturan bagi perawat yang belum memiliki STR boleh langsung bekerja sebanyak 10.000 orang. Selain perawat, Menkes juga akan berkoordinasi dengan IDI untuk menyediakan para dokter di kisaran angka 3.000-4.000 orang. Hal ini cukup darurat untuk mengatasi kekurangan dan keletihan para tenaga medis. Yang tidak kalah penting adalah Menkes akan menyiapkan tambahan obat dan fasilitas serta meminta rumah sakit yang memiliki anggaran sendiri dan pemerintah daerah juga untuk menyiapkannya. Mengenai kekurangan, hal itu nantinya akan dibantu oleh Kementerian Kesehatan.

    Di akhir pemaparan solusi Menkes meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap melaksanakan 3M dan PHBS, serta menghormati para tenaga kesehatan yang berjuang agar kasus-kasus Covid-19 tidak terus-menerus meningkat.

    Baca Juga: 7 Cara Melakukan Self Isolation yang Tepat Saat Wabah Corona

    Demikian mengenai solusi yang dipaparkan oleh Menteri Kesehatan dalam menghadapi keterbatasan kapasitas rumah sakit untuk menampung pasien Covid-19 yang jumlahnya semakin meningkat pasca liburan. Yuk, bagi Sahabat Sehat yang memang dinyatakan positif namun tanpa gejala agar sebaiknya menjalankan solusi yang dipaparkan Menkes untuk isolasi mandiri. Ketika melakukan isolasi mandiri, Sahabat pun bisa memanfaatkan konsultasi online atau telemedicine dengan para dokter mengenai gejala yang dialami; mengarah pada Covid atau tidak sama sekali. Untuk konsultasi online ini Sahabat bisa melakukannya di Prosehat. Informasi lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Solusi Menkes Budi Gunadi Atasi ‘Robohnya’ Tenaga Kesehatan Indonesia Akibat Covid-19 | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/peristiwa/solusi-menkes-budi-gunadi-atasi-robohnya-tenaga-kesehatan-indonesia-akibat-covid-19.html
    2. News T. Ini Solusi Menteri Kesehatan Hadapi Lonjakan Covid-19 [Internet]. TAGAR. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://www.tagar.id/ini-solusi-menteri-kesehatan-hadapi-lonjakan-covid19
    3. Rakyat P. Menkes Budi Sampaikan Solusi Tangani Keterbatasan Rumah Sakit guna Menyediakan Kamar Pasien Covid-19 – Pikiran-Rakyat.com [Internet]. Pikiran-Rakyat.com. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-011255750/menkes-budi-sampaikan-solusi-tangani-keterbatasan-rumah-sakit-guna-menyediakan-kamar-pasien-covid-19
    Read More
  • Vaksinasi Covid-19 sudah dimulai pada 13 Januari 2021, dengan Presiden menjadi orang pertama yang sudah divaksinasi. Sehari setelahnya, barulah para tenaga kesehatan sebagai kelompok prioritas yang akan disuntik vaksin. Pada beberapa kasus, vaksinasi dapt menimbulkan efek simpang atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Efek simpang adalah reaksi dari tubuh saat menghadapi zat yang masuk ke […]

    Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Vaksinasi Covid-19 sudah dimulai pada 13 Januari 2021, dengan Presiden menjadi orang pertama yang sudah divaksinasi. Sehari setelahnya, barulah para tenaga kesehatan sebagai kelompok prioritas yang akan disuntik vaksin. Pada beberapa kasus, vaksinasi dapt menimbulkan efek simpang atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Efek simpang adalah reaksi dari tubuh saat menghadapi zat yang masuk ke dalam tubuh, dan tubuh sedang menganalisis zat tersebut yang akan membuat tubuh kebal dan terhindar dari virus.

    KIPI pasca vaksinasi Covid-19, KIPI vaksinasi covid-19, vaksinasi covid-19, vaksin covid-19

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan Teknis dari Kementerian Kesehatan mengenai Vaksinasi Covid-19, KIPI dapat berupa reaksi vaksin, kesalahan prosedur, koinsiden, reaksi kecemasan, atau hubungan kausal yang tidak dapat ditentukan. Masih berdasarkan Juknis KIPI yang terjadi dapat diklasifikasikan secara serius apabila kejadian medis akibat setiap dosis vaksinasi yang diberikan menimbulkan gejala kematian, kebutuhan untuk rawat inap, dan gejala sisa yang menetap serta mengancam jiwa. Tentu saja masih perlu surveilans pasif dan aktif KIPI untuk menilai keamanan vaksin karena vaksin Covid-19 masih merupakan vaksin baru.

    Reaksi-reaksi yang Mungkin Ditimbulkan Setelah Vaksinasi

    Reaksi-reaksi yang mungkin terjadi setelah vaksinasi Covid-19 sebenarnya hampir sama dengan vaksin yang lain. Reaksi-reaksi yang timbul antara lain:

    • Reaksi lokal seperti nyeri, kemerahan bengkak pada tempat suntikan atau reaksi lokal lain yang berat seperti selulitis
    • Reaksi sistemik seperti demam, nyeri otot seluruh tubuh (myalgia), nyeri sendi (atralgia), badan lemah, dan sakit kepala
    • Reaksi alergi seperti urtikaria, oedem
    • Reaksi anafilaksis
    • Pingsan

    Cara Mengatasi KIPI

    KIPI yang terjadi pasca-vaksinasi Covid-19 dapat diatasi secepatnya sesuai dengan jenis reaksi yang ditimbulkan. Jika reaksi ringan lokal seperti nyeri, bengkak, dan kemerahan pada tempat suntikan, petugas kesehatan dapat menganjurkan penerima vaksin untuk melakukan kompres dingin di lokasi suntikan dan meminum parasetamol sesuai dosis. Pada reaksi ringan sistemik seperti demam dan malaise, petugas kesehatan dapat menganjurkan penerima vakin untuk minum lebih banyak, menggunakan pakaian yang nyaman, kompres atau mandi air hangat, dan meminum parasetamol sesuai dosis.

    Baca Juga: Vaksin Lain Selain Sinovac dan Beberapa Efek Sampingnya

    Cara Memantau dan Menanggulangi KIPI

    Pada KIPI yang cukup serius, Sahabat yang sudah divaksinasi sebaiknya segera melapor pada fasililtas layanan kesehatan yang ditunjuk seperti rumah sakit dan puskesmas untuk kemudian akan diteruskan pada dinas kesehatan kota/kabupaten setempat untuk dilakukan pelacakan. Kemudian, pada vaksinasi penerima vaksi diharapkan untuk menunggu sebentar setelah dilakukan vaksinasi, dan disarankan menetap selama 30 menit untuk bisa mengetahui dan mengatasi kemungkinan reaksi yang terjadi.

    Baca Juga: Jumlah Kebutuhan Vaksin Covid-19 di Indonesia Adalah 181,5 Juta Jiwa

    Itulah mengenai KIPI yang kemungkinan terjadi pasca-vaksinasi serta cara mengatasi dan menanggulanginya. Sahabat tidak perlu ragu untuk divaksin Covid-19 yang keuntungannya untuk diri sendiri dan orang lain. Sambil menunggu vaksinasi massal dari pemerintah untuk masyarakat yang dimulai pada April 2021, yuk Sahabat tetap terapkan perilaku 3M dan PHBS, serta jangan lupa untuk deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah. Sahabat tinggal mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Untuk info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Petunjuk Teknis Pelaksanaaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). 1st ed. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2021
    2. Alasan Jangan Langsung Pulang Usai Disuntik Vaksin Corona [Internet]. gaya hidup. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210106073321-255-589978/alasan-jangan-langsung-pulang-usai-disuntik-vaksin-corona
    Read More
  • Beberapa pemeriksaan Covid-19 antara lain rapid test antibodi, rapid test antigen hingga swab PCR dapat digunakan untuk mendeteksi virus ini. Di antara pemeriksaan ini, swab PCR merupakan pemeriksaan standar emas untuk menentukan adanya virus dalam tubuh. Nah, selain swab PCR adakah tes Covid-19 yang dapat memberikan hasil selama 5 menit sehingga mereka yang dites tidak perlu menunggu […]

    Adakah Metode Tes Covid-19 dengan Hasil 5 Menit?

    Beberapa pemeriksaan Covid-19 antara lain rapid test antibodi, rapid test antigen hingga swab PCR dapat digunakan untuk mendeteksi virus ini. Di antara pemeriksaan ini, swab PCR merupakan pemeriksaan standar emas untuk menentukan adanya virus dalam tubuh. Nah, selain swab PCR adakah tes Covid-19 yang dapat memberikan hasil selama 5 menit sehingga mereka yang dites tidak perlu menunggu waktu yang cukup lama dan membuang-buang waktu?

    metode tes covid-19, metode tes covid-19 5 menit, tes covid-19 5 menit

    Baca Juga: Tes Air Liur Covid-19 Dinilai Lebih Akurat dan Murah?

    Peneliti di Inggris, mengemukakan penelitian mengenai metode tes Covid-19 yang cepat yang merupak terobosan pertama di dunia. Metode tes ini setara dengan metode standar emas pemeriksaan Covid-19, yaitu swab PCR. Tentunya hal ini dapat membantu untuk mengetahui hasilnya dengan cepat dan membuat semua orang dapat beraktivitas kembali secara normal tanpa rasa takut.

    Hasil tes laboratorium dan analisis menunjukkan teknologi yang dikembangkan ini dapat mendeteksi virus dalam sampel RNA hanya dalam dua menit. Dalam beberapa minggu depan teknologi ini akan digunakan untuk menguji ribuan sampel yang selanjutnya akan digunakan pada masyarakat untuk mendeteksi oang yang terinfeksi. Teknologi yang dikembangkan ini juga dapat digunakan untuk menguji virus lain dengan cepat seperti flu, Ebola, dan bahkan kanker.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Cara kerja tes Covid-19 5 menit ini adalah dengan meludah ke dalam tabung berisi substansi kimia khusus di dalamnya kemudian tabung akan ditutup dan dimasukkan ke dalam mesin uji portable. Kemudian selanjutnya tinggal menekan sebuah tombol dan dalam dua menit atau lebih lalu mesin akan berbunyi seperti microwave dan hasilnya pun kelua. Proses yang sama dapat digunakan dengan swab, sampel darah, urine atau feses yang punya RNA di dalamnya.

    Tes ini juga terbilang praktis karena tidak memerlukan sampel untuk diolah pada suhu yang lebih tinggi, dan dapat dilakukan dengan peralatan laboratorium standar sehingga mudah diterapkan di masyarakat. Kotak pemrosesan yang ada untuk tes Covid lainnya juga dapat digunakan kembali. Hingga berita ini diturunkan tes ini sedang diajukan tim Universitas Birmingham sendiri untuk penggunaannya.

    Tes Covid-19 5 Menit Lainnya

    Selain tes yang dikembangkan oleh Universitas Birmingham, sebelumnya juga ada tes serupa yang dikembangkan oleh Universitas Ilinois, Amerika Serikat. Tes ini berupa penggunaan sensor elektrokimia berbasis kertas yang dapat mendeteksi keberadaan virus dalam waktu kurang dari lima menit. Keberadaan tes menggunakan sensor ini tentu saja untuk mengatasi kendala pada tes-tes Covid-19 yang sudah ada seperti PCR swab seperti penyelesaian pengujian, kebutuhan akan personel khusus, ketersediaan peralatan untuk reagen, dan waktu yang lama untuk mendapatkan hasil tesnya.

    Baca Juga: Mengenal GeNose dan CePAD, Alat Deteksi Dini Covid-19 Buatan Negeri Sendiri

    Sensor yang dikembangkan berbasis graphene dan mempunyai biaya produksi yang rendah, dan perputaran deteksi yang cepat dengan pengaturan pembacaan listrik untuk mendeteksi keberadaan materi genetik SARS-CoV-2 secara selektif. Dalam sensor berbasis kertas ini terdapat dua komponen, yaitu platform untuk mengukur pembacaan listrik dan probe untuk mendeteksi keberadaan RNA virus.

    Cara kerja menggunakan sensor ini adalah dengan menggunakan sampel positif dan negatif Covid-19. Sensor tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dalam tegangan sampel positif jika dibandingkan dengan sampel negatif. Selain itu, sensor ini untuk memastikan adanya materi genetik virus dalam waktu kurang dari lima menit. Platform ini juga praktis karena bersifat portabel dan biayanya rendah serta dapat diintegrasikan dengan smartphone melalui Bluetooth atau WIFI. Tidak hanya di fasilitas kesehatan saja sensor berbasis kertas ini juga bisa digunakan di kantor atau rumah. Sensor ini juga diusahakan untuk bisa mendeteksi penyakit selain Covid-19 ke depannya.

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Itulah mengenai tes Covid-19 yang bisa diketahui hasilnya dalam waktu 5 menit sehingga membuat yang dites tidak perlu harap-harap cemas dalam waktu lama dan bisa membantu pemerintah dengan cepat mendeteksi pengidap virus tersebut termasuk di Indonesia. Untuk saat ini, Sahabat bisa menggunakan metode tes yang cepat namun akurat mendekati PCR swab dengan harga terjangkau, yaitu rapid swab antigen. Sahabat bisa mendapatkannya di Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat tinggal mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan, dan klik Rapid Test Covid-19. Untuk info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Peneliti Inggris Temukan Tes Covid-19 yang Bisa Memberi Hasil dalam Lima Menit Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://www.kompas.com/global/read/2021/01/06/220953270/peneliti-inggris-temukan-tes-covid-19-yang-bisa-memberi-hasil-dalam-lima?page=all
    2. Hidayat M. Sensor Berbasis Kertas untuk Deteksi Covid-19 Kurang dari 5 Menit [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/tekno/read/4429315/sensor-berbasis-kertas-untuk-deteksi-covid-19-kurang-dari-5-menit
    3. (COVID-19) C, Health E, Disease H, Disease L, Management P, Conditions S et al. Oxford University Develops 5-Minute COVID-19 Test [Internet]. WebMD. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://www.webmd.com/lung/news/20201018/oxford-university-develops-5-minute-covid-19-test
    Read More
  • Di masa pandemi Covid-19, masker sudah menjadi sebuah keharusan bagi seseorang ketika beraktivitas di luar rumah demi mencegah penyebaran virus melalui droplet dan udara. Jenis masker pun banyak ragamnya mulai dari medis, kain, bahkan scuba dan buff. Namun, dua nama terakhir ini tidak masuk dalam rekomendasi WHO dan Kemenkes karena tidak memiliki efektivitas yang baik dalam […]

    Aturan Baru Penggunaan Masker di DKI Jakarta, Harus Bedah dan Kain

    Di masa pandemi Covid-19, masker sudah menjadi sebuah keharusan bagi seseorang ketika beraktivitas di luar rumah demi mencegah penyebaran virus melalui droplet dan udara. Jenis masker pun banyak ragamnya mulai dari medis, kain, bahkan scuba dan buff. Namun, dua nama terakhir ini tidak masuk dalam rekomendasi WHO dan Kemenkes karena tidak memiliki efektivitas yang baik dalam menangkal virus.

    aturan baru penggunaan masker di DKI Jakarta

    Baca Juga: Jenis dan Efektivitas Masker Menurut WHO, Tak Ada Scuba dan Buff

    Karena masker merupakan benda yang penting dan wajib digunakan untuk mencegah penyebaran virus, tidaklah mengherankan jika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan standar aturan mengenai pemakaian masker. Aturan tersebut tertuang dalam Pergub Nomor 3 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Covid-19. Adapun masker-masker yang diwajibkan dipakai oleh warga DKI menurut peraturan tersebut adalah masker bedah dan kain. Dua masker tersebut pun dipakai dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

    Masker Bedah

    Pada masker bedah, terdapat kriteria-kriteria yang harus dipenuhi, yaitu efisiensi penyaringan bakteri (bacterial filtration efficiency) di atas 98, efisiensi penyaringan partikel (particle filtration efficiency) di atas 98, dan resistensi cairan (fluid resistance) minimal 120 mmHg.

    Produk Terkait: Jual Masker Meditech

    Masker Kain

    Sedangkan pada masker kain, terdapat lima ketentuan menurut Pergub, yaitu:

    • Pertama, masker kain harus menggunakan bahan katun dan memiliki lapisan paling sedikit dua lapis
    • Kedua, masker kain juga harus menggunakan pengait telinga dengan tali elastis atau non-elastis yang panjang untuk diikatkan ke belakang kepala sehingga masker bisa tepat di wajah dan tidak kendur
    • Ketiga, tiap sisi masker harus berbeda warna supaya dapat diketahui yang termasuk bagian dalam dan bagian luar
    • Keempat, masker mudah dibersihkan dan dicuci tanpa berubah bentuk dan ukuran
    • Kelima, masker mampu menutupi area hidung, mulut, dan bawah dagu dengan baik

    Produk Terkait: Jual Masker Kain Karet Telinga

    Sanksi Jika Tidak Mengenakan Masker Sesuai Pergub

    Selain aturan dan jenis pemakaian masker yang wajib di DKI Jakarta, Pergub juga mengatur mengenai aturan pemakaian masker, yaitu ketika berada di luar rumah, saat berkendara, di tempat kerja, dan tempat-tempat aktivitas lainnya. Apabila masker-masker ini tidak dikenakan sesuai dengan peraturan, yaitu sanksi berupa kerja sosial dengan membersihkan fasilitas umum atau denda administratif maksimal sebesar Rp 250.000.

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

    Mengenai pemberian sanksi ini nantinya akan dilakukan oleh Satpol PP yang didampingi oleh perangkat daerah, kepolisian, dan tentara. Denda administratif yang dibayarkan nantinya akan disetorkan ke kas daerah. Satpol PP akan menerbitkan surat ketetapan denda administrartif berdasarkan bukti pelanggaran dan diberikan kepada pelanggar untuk disetorkan ke kas daerah melalui Bank DKI.

    Baca Juga: Aturan Penggunaan Masker Pada Anak dan Tips Memakainya

    Demikian mengenai aturan mengenai jenis dan penggunaan masker di DKI Jakarta yang dikeluarkan untuk mencegah penyebaran virus serta untuk mendisplinkan kembali warga DKI yang sudah abai terhadap protokol-protokol kesehatan sehingga kasus Covid-19 kembali mengalami kenaikan yang berujung pada penerapan kembali PSBB Ketat dari 11 Januari 2021 hingga 25 Januari 2021. Karena itu, Sahabat diharapkan tetap di rumah saja supaya angka penularan kembali menurun, dan Sahabat juga terhindar dari Covid-19. Apabila Sahabat mempunyai informasi lebih lanjut mengenai masker dan protokol-protokol kesehatan serta produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Pergub Anies soal Standar Masker Kain: Minimal 2 Lapis dan Ada 2 Sisi Beda Warna [Internet]. kumparan. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/pergub-anies-soal-standar-masker-kain-minimal-2-lapis-dan-ada-2-sisi-beda-warna-1uwbexZNXfy
    2. Indonesia C. Anies Wajibkan Masker Kain 2 Lapis, Ada Denda Rp250 Ribu [Internet]. nasional. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210111082148-20-591981/anies-wajibkan-masker-kain-2-lapis-ada-denda-rp250-ribu
    3. Umah A. Di DKI Wajib Pakai Masker Jenis Ini, Atau Denda Rp 250 Ribu! [Internet]. news. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20210109111558-4-214664/di-dki-wajib-pakai-masker-jenis-ini-atau-denda-rp-250-ribu
    Read More
  • Kabar gembira datang dari vaksin CoronaVac produksi Sinovac. Salah satu vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia mulai Januari 2021 itu dilaporkan 78% efektif dalam uji coba tahap akhir di Brasil tanpa kasus Covid-19 yang berat. Demikian kata periset pada Kamis, 7 Januari 2021 waktu setempat. Hal tersebut juga dibenarkan Butantan, mitra penelitian dan produksi […]

    Efikasi Vaksin Sinovac Mencapai 78% dalam Uji Coba Tahap Akhir di Brasil

    Kabar gembira datang dari vaksin CoronaVac produksi Sinovac. Salah satu vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia mulai Januari 2021 itu dilaporkan 78% efektif dalam uji coba tahap akhir di Brasil tanpa kasus Covid-19 yang berat. Demikian kata periset pada Kamis, 7 Januari 2021 waktu setempat. Hal tersebut juga dibenarkan Butantan, mitra penelitian dan produksi Sinovac. Institut rekanan ini juga sudah menyerahkan hasil efektivitas ini kepada regulator kesehatan setempat, Anvisa, untuk dijadikan sebagai bagian dari permintaan penggunaan darurat vaksin Sinovac.

    kemanjuran vaksin Sinovac, efektivitas vaksin Sinovac, efikasi vaksin Sinovac

    Baca Juga: Ciri-ciri Vaksin Covid-19 yang Ideal Seperti Apa?

    Tingkat efikasi 78% ini juga melebihi standar yang ditetapkan WHO, di kisaran 50% hingga 60% karena kebutuhan yang mendesak. Sebelumnya Butantan mengatakan bahwa Sinovac sendiri telah lolos ambang batas kemanjuran 50% yang ditetapkan oleh Anvisa pada 24 Desember. Karena hal yang demikian, Brasil langsung memesan 100 juta dosis, dan Menteri Kesehatan Brasil, Eduardo Pazuello, menyatakan bahwa negaranya sudah siap memakai vaksin dari Cina tersebut. Hal ini tentu bertentangan dengan Presiden Jair Bolsonaro yang menolak memakai Sinovac karena ragu akan efektivitasnya.

    Jika dilihat dari segi kemanjuran dan efektivitas, vaksin Sinovac sendiri masih kalah jika dibandingkan dengan Pfizer dan Moderna yang mencapai angka hingga lebih dari 90%. Meski begitu vaksin ini punya kelebihan, yaitu mudah diangkut dan disimpan pada lemari es dengan suhu normal, yaitu di angka 2-8 derajat Celcius, dan dapat bertahan selama 3 tahun. Brasil sendiri adalah salah satu negara di dunia yang mempunyai jumlah pengidap Covid-19 yang cukup banyak, yaitu melampaui angka 200.000 pada Kamis, 7 Januari 2021. Angka ini merupakan yang terbanyak di Amerika Selatan, dan negara tersebut berencana memvaksinasi 51 juta orang atau seperempat populasi yang dimulai pada 25 Januari.

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Namun, Brasil tidak hanya mengandalkan Sinovac saja. Negara ini juga akan menggunakan vaksin-vaksin Covid-19 lain seperti dari AstraZeneca, Sputnik V, dan Jhonson and Jhonson. Kabar kemanjuran hingga 78% ini tentu saja membawa angin segar bagi negara-negara lain yang menggunakan Sinovac selain Brasil, yaitu Indonesia, Turki, Cile, Singapura, Ukraina, dan Thailand. Terlebih lagi di Indonesia sendiri yang juga sudah menjalani uji coba klinis tahap 3 di Bandung pada 2020 lalu.

    Vaksin Sinovac sendiri sudah tiba dua kali di Indonesia, yaitu pada Desember 2020 dan Januari 2021. Total Indonesia sudah mempunyai 3 juta dosis vaksin yang distribusinya disalurkan melalui Biofarma ke sejumlah daerah. Namun hingga saat ini BPOM sebagai regulator utama belum mengeluarkan rekomendasi penggunaan darurat, dan pada 13 Januari 2021 Presiden Jokowi dijadwalkan menjadi orang pertama di Indonesia yang akan divaksin.

    Mengenal Efikasi pada Vaksin Covid-19

    Berdasarkan WHO, efikasi vaksin adalah kemampuan vaksin untuk memberikan manfaat bagi individu yang diberi imunisasi. Manfaat yang dimaksud adalah manfaat untuk hidup sehat dan mensejahterahkan masyarakat karena terlindungi dari penyakit-penyakit yang berbahaya. Efikasi merupakan kemampuan vaksin untuk melindungi penyakit dalam uji klinis terkontrol, dan selalu dinyatakan dalam persentase. Efikasi ini didapatkan dalam uji klinis tahap II.

    Meskipun WHO sudah menetapkan standar minimal adalah 50%, menurut biolog molekuler, Ahmad Rusdan Utomo, seperti dilansir dari CNN Indonesia, efikasi yang ideal sebenarnya adalah 70-80% karena jika kurang dari angka tersebut, berarti akan semakin banyak populasi yang divaksin untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu, Serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Itulah mengenai vaksin Sinovac yang sudah mencapai 78% dalam uji terakhir sehingga tidak perlu lagi ada keraguan mengenai kemampuan vaksin tersebut dalam mencegah Covid-19 apalagi vaksin ini akan digunakan secara luas di Indonesia dalam waktu dekat. Karena itu, Sahabat jangan ragu untuk divaksinasi karena vaksin itu baik dan perlu. Tidak hanya untuk diri Sahabat tetapi juga untuk orang-orang di sekitar. Sembari menunggu vaksinasi dimulai, yuk tetap berperilaku 3M dan PHBS, serta tidak lupa untuk deteksi dini tes Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Untuk info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Saputra E. Vaksin Sinovac Dilaporkan Efektif 78 Persen dalam Uji Coba Tahap Akhir di Brasil [Internet]. Tempo. 2021 [cited 8 January 2021]. Available from: https://dunia.tempo.co/read/1421185/vaksin-sinovac-dilaporkan-efektif-78-persen-dalam-uji-coba-tahap-akhir-di-brasil
    2. Efikasi Vaksin Covid-19 Sinovac Capai 78%, Brasil Pesan 100 Juta Dosis – Nasional Katadata.co.id [Internet]. Katadata.co.id. 2021 [cited 8 January 2021]. Available from: https://katadata.co.id/febrinaiskana/berita/5ff7d15672d3b/efikasi-vaksin-covid-19-sinovac-capai-78-brasil-pesan-100-juta-dosis
    3. Indonesia C. Mengenal Istilah Efikasi pada Vaksin Covid-19 [Internet]. teknologi. 2021 [cited 8 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20201211110536-199-580858/mengenal-istilah-efikasi-pada-vaksin-covid-19
    Read More
  • Satgas Covid-19 kembali mengeluarkan peraturan berupa Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Surat edaran ini merupakan perpanjangan dari Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 yang mengatur tentang peraturan perjalanan selama libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 yang berakhir pada 8 Januari […]

    Satgas Covid-19 Keluarkan SE Terbaru, Semua Perjalanan Dalam Negeri Wajib PCR Swab Test atau Rapid Swab Antigen

    Satgas Covid-19 kembali mengeluarkan peraturan berupa Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Surat edaran ini merupakan perpanjangan dari Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 yang mengatur tentang peraturan perjalanan selama libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 yang berakhir pada 8 Januari 2021. Adapun SE yang baru dikeluarkan ini berlaku dari tanggal 9 Januari 2021 hingga 25 Januari 2021, dan dapat diperpanjang tergantung pada keadaan.

    perjalanan dalam negeri wajib PCR swab dan rapid swab antigen

    Baca Juga: Protokol Kesehatan Liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Berikut Poin-poin pentingnya

    Dasar pengeluaran SE ini adalah karena semakin meningkatnya kembali jumlah pengidap Covid-19 di Tanah Air serta untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut. Karena itu, dalam SE ini terdapat pengetatan protokol-protokol kesehatan seperti:

    • Memakai masker kain 3 lapis atau medis
    • Tidak diperkenankan berbicara selama di dalam transportasi, baik udara, darat, dan laut
    • Tidak diperkenankan makan dan minum untuk perjalanan kurang dari 2 jam. Namun hal ini tidak berlaku bagi individu yang diharuskan mengonsumsi obat pada waktu-waktu tertentu supaya tidak membahayakan jiwanya

    Produk terkait: Jual Masker Kain

    Selain pengetatan protokol kesehatan isi paling penting dalam SE terbaru ini adalah hasil negatif PCR swab test atau rapid swab antigen yang ditunjukkan melalui surat keterangan pada seluruh perjalanan di dalam negeri melalui moda transportasi, baik udara, darat, dan laut. Untuk ke Pulau Bali Sahabat harus menunjukkan surat negatif PCR swab atau rapid swab antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan jika menggunakan transportasi udara. Selain itu, Sahabat diwajibkan mengisi e-HAC Indonesia. Hal yang sama berlaku bagi Sahabat yang ke Pulau Bali melalui laut dan darat, dengan transportasi umum atau pribadi. Waktu maksimal untuk pengambilan sampel tes-tes Covid-19 ini adalah 3×24 jam.

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Untuk ke Pulau Jawa SE juga memberlakukan peraturan yang sama. Sahabat yang hendak melakukan perjalanan di Pulau Jawa, baik antarkota maupun kabupaten diwajibkan menunjukkan surat keterangan negatif PCR swab atau rapid swab antigen. Ketentuannya adalah sebagai berikut:

    • Jika menggunakan transportasi udara wajib menunjukkan PCR swab atau rapid antigen dalam waktu maksimal 3×24 jam dan 2×24 jam sebelum keberangkatan
    • Transportasi laut dan kereta api wajib menunjukkan PCR swab atau rapid antigen maksimal 3×24 jam
    • Pengguna kendaraan pribadi juga wajib, dengan waktu maksimal 3×24 jam

    Adapun para pelaku perjalanan dalam negeri di Pulau Jawa juga sama seperti di Bali wajib mengisi e-HAC Indonesia, dan Satgas Covid-19 daerah berhak melakukan tes rapid antigen secara acak bagi yang menggunakan moda transportasi umum di darat. Meski begitu, ketentuan wajib menunjukkan hasil negatif PCR swab test atau rapid antigen ini tidak berlaku bagi anak-anak di bawah usia 12 tahun, dan perjalanan rutin di Pulau Jawa dengan transportasi laut serta aglomerasi perkotaan seperti Jabodetabek. Namun, Satgas Covid-19 di daerah berwenang untuk melakukan tes antigen acak jika diperlukan.

    Produk Terkait: Tes Covid-19 Prosehat

    Lalu bagaimana dengan perjalanan ke luar Jawa dan Bali?

    Untuk wilayah di luar kedua pulau tersebut peraturan menunjukkan hasil negatif PCR swab test atau rapid antigen juga berlaku, dan sama dengan di wilayah Jawa dan Bali. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan dari SE ini adalah jika Sahabat negatif PCR swab atau rapid swab antigen namun menunjukkan gejala, tidak diperkenankan melanjutkan perjalanan, melakukan PCR swab test ulang, dan wajib melakukan isolasi selama waktu tunggu hasil pemeriksaan. Selain itu, jangan sekali-kali melakukan pemalsuan pada surat keterangan negatif yang bisa berakibat pada pemidanaan sesuai undang-undang.

    Baca Juga: List dan Biaya Tempat Rapid Swab Antigen di Jabodetabek

    Itulah Sahabat Sehat mengenai SE pembatasan perjalanan dalam negeri yang dirilis untuk mencegah Covid-19 secara luas, dan Sahabat tetap wajib menunjukkan hasil negatif PCR swab test atau rapid swab antigen sebagai syarat perjalanan. Untuk PCR swab atau rapid antigen ini Sahabat bisa melakukannya di Prosehat dan mitra-mitra Prosehat. Hasil tes-tes ini tentunya dilengkapi dengan surat keterangan negatif. Caranya cukup mudah, Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Untuk info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). 1st ed. Jakarta: Satgas Covid-19; 2021.
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja