Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Author Archive for: roy.ivan@prosehat.com

roy.ivan@prosehat.com

About roy.ivan@prosehat.com

Showing 1–10 of 149 results

  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Begitu besar dampak stress di tempat kerja bagi kesehatan mental. Namun ternyata hal ini juga berpengaruh pada keharmonisan keluarga. Ya, lingkungan kerja yang buruk dapat menimbulkan gangguan pada kesehatan tubuh dan kesehatan mental yang berujung pada kualitas pekerjaan hingga kehidupan di luar pekerjaan. Beberapa […]

    Dampak Stress di Tempat Kerja pada Keharmonisan Keluarga

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Dampak Stress di Tempat Kerja Sangat Besar pada Keharmonisan Keluarga Jika Dibawa Sampai ke Rumah

    Begitu besar dampak stress di tempat kerja bagi kesehatan mental. Namun ternyata hal ini juga berpengaruh pada keharmonisan keluarga. Ya, lingkungan kerja yang buruk dapat menimbulkan gangguan pada kesehatan tubuh dan kesehatan mental yang berujung pada kualitas pekerjaan hingga kehidupan di luar pekerjaan. Beberapa kondisi ini akhirnya dapat mengakibatkan stress. Celakanya, seringkali stress ini kerap dibawa sampai ke rumah.

    Sahabat Sehat, bagaimana mengatasi stress di tempat kerja agar tidak berdampak pada keharmonisan keluarga ? Mari simak penjelasan berikut.

    Banyak Orang Tidak Sadar Sedang Mengalami Gejala Stres 

    Stress dapat menyebabkan banyak masalah. Namun sayangnya, banyak orang yang tidak sadar bahkan menyangkal bahwa dirinya sedang mengalami stress. Secara umum, stress yang dialami oleh pekerja biasanya dipicu oleh  beban pekerjaan yang semakin besar. Hal ini tentunya akan berdampak pada gejala fisik seperti kelelahan, dan gejala afektif seperti perasaan yang terganggu.

    Orang yang sedang memiliki masalah stress akan memiliki ciri-ciri bergejala fisik seperti:

    • Nafas cepat
    • Mulut dan kerongkongan kering
    • Kedua tangan berkeringat
    • Merasa kepanasan
    • Otot menegang
    • Gangguan pencernaan
    • Diare
    • Sembelit
    • Mudah lelah
    • Sakit kepala 
    • Kelopak mata berkedut 
    • Gelisah

    Secara psikologi, stress di tempat kerja akan menimbulkan gejala seperti:

      • Perasaan terganggu, sensitif, khawatir, sedih, salah paham
      • Kehilangan kemampuan mengatasi masalah yang terjadi
      • Merasa tidak berdaya
      • Merasa gagal
      • Tidak termotivasi bekerja
      • Muncul perasaan gelisah
      • Mudah tersinggung
      • Menarik diri dan depresi
      • Mudah bosan dan kelelahan mental
      • Perilaku agresif
      • Memiliki kecenderungan untuk bunuh diri

    Dampak Stress di Tempat Kerja pada Performa

    Jika Sahabat Sehat merasa tertekan selama bekerja maka perlu untuk segera mengatasinya. Sebab dikhawatirkan jika mengalami stress yang berlarut saat bekerja dapat menyebabkan pekerjaan berantakan dan kesehatan Sahabat Sehat semakin memburuk.

    Berikut adalah beberapa dampak jika Sahabat Sehat mengalami stress saat bekerja :

      • Menurunnya kepuasan saat bekerja
      • Kehilangan semangat dan energi untuk beraktivitasi
      • Menghindari pekerjaan
      • Komunikasi yang buruk
      • Sulit mengambil keputusan
      • Kurang kreativitas dan inovasi
      • Kesulitan dalam berkonsentrasi dan berpikir jernih
      • Kehilangan minat terhadap orang lain.
      • Menurunnya kemampuan berpikir

    Dengan mengetahui adanya dampak tersebut, tentunya sudah jelas bahwa Sahabat Sehat harus mengatasi stress lebih dini dan mencegah stress berlarut.

    Pengaruh Stress Kerja Terhadap Keharmonisan Keluarga

    Dalam dunia kerja, stress tidak selalu selalu membawa dampak negatif. Stress juga memiliki dampak positif jika dihadapi dengan tepat dan meningkatkan motivasi pribadi untuk bekerja lebih keras. Namun sayangnya, seringkali stress ini dibawa sampai ke rumah dan akhirnya menyebabkan keharmonisan keluarga menjadi terganggu.

    Selama di rumah, seseorang yang mengalami stress akibat pekerjaannya di kantor akan melakukan beberapa hal berikut selama:

      • Sering marah pada orang di rumah
      • Membesar-besarkan masalah kecil yang terjadi di rumah
      • Senang mencari-cari kesalahan
      • Mengungkit kesalahan masa lalu yang dilakukan pasangan ataupun anak
      • Lebih suka rebahan atau tidur, dan malas melakukan hal lainnya
      • Menjadi semakin sering merokok ataupun minum-minum
      • Suka tersinggung jika keluarga membahas yang dilakukan selama di kantor

    Hal tersebut tentu akan menyebabkan keluarga menjadi tidak nyaman. Percekcokan akan menjadi lebih sering. Anak mungkin akan tidak betah berada di rumah dan akan lebih sering keluyuran. Bahkan perceraian ataupun KDRT bisa saja terjadi akibat membawa stress di kantor sampai ke rumah. Lantas bagaimana solusi untuk mengatasi masalah ini?

    Tips Mengatasi Stres yang Terjadi di Tempat Kerja

    Dampak stress di tempat kerja sangatlah besar. Maka untuk mengatasi stress di tempat kerja, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan berbagai hal berikut ini:

    Pahami Batasan Kemampuan Diri

    Sahabat Sehat perlu memahami kemampuan diri dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tiap pekerjaan. Dengan demikian, Sahabat Sehat tidak akan memberikan terlalu banyak list kerja yang harus diselesaikan namun sebenarnya diluar kemampuan untuk dilakukan seorang diri.

    Jangan sampai Sahabat Sehat hanya karena ingin tampil luar biasa maka melakukan hal yang sebenarnya diluar kemampuan Sahabat Sehat. Hal ini berbahaya karena dapat merusak kesehatan fisik dan mental Sahabat Sehat.

    Bicara pada Atasan Mengenai Limit yang Dimiliki

    Setiap orang memiliki limit atau batasan pada dirinya masing-masing. Jika beban kerja dan beban tanggung jawab melebihi limit tersebut maka stress yang akan terjadi. Oleh sebab itu, pastikan untuk mengetahui seberapa besar limit yang Sahabat Sehat miliki dan bicarakan pada atasan bahwa Sahabat Sehat saat ini mengalami stress berlebih akibat kerja yang terlalu menumpuk.

    Pastikan tujuan pembicaraan kepada atasan bukan bertujuan untuk mengeluh, melainkan untuk mendiskusikan dengan atasa mengenai rencana kerja yang lebih baik dan lebih bebas stress.

    Hilangkan Stress Sebelum Kembali ke Rumah

    Jangan bawa stress di tempat kerja sampai ke rumah. Untuk itu, beberapa langkah yang disarankan misalnya makanlah terlebih dahulu sebelum sampai ke rumah. Tujuannya agar perut tidak terasa lapar selama di perjalanan. Karena perut yang lapar dapat meningkatkan rasa emosi.

    Selain itu, sebelum berinteraksi dengan anggota keluarga pastikan untuk berelaksasi terlebih dahulu. Misalnya mandi dengan air hangat terlebih dahulu, menikmati secangkir teh hangat terlebih dahulu, atau sekedar tidur selama di perjalanan pulang ke rumah.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai dampak stress di tempat kerja dan pengaruhnya keharmonisan keluarga. Jika memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Sudirman S. Stress kerja Dengan Keharmonisan Keluarga Pada Karyawan [Internet]. Indonesia :  UIN; [cited 2021 Oct 22].
    2. Universitas Diponegoro. 2021. [online]
    3. Inobis. [online]
    4. Kuswinarno M, Indirawati, N. Pengaruh Beban Kerja Dan Konflik Pekerjaan-Keluarga (Work Family Conflict) Terhadap Kinerja Wanita Karir Dengan Stres Kerja Sebagai Variabel Intervening (Pada Cv. Buana Tengka Garment Bangkalan) [Internet]. Indonesia : Journal Trunojoyo; [cited 2021 Oct 22].
    5. PT Len Telekomunikasi Indonesia. Bagaimana Manajemen Penanganan Stres Yang Efektif Di Tempat Kerja? [Internet]. Indonesia : PT Len Telekomunikasi Indonesia; [cited 2021 Oct 22].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Pemerintah mengeluarkan aturan bahwa penumpang yang ingin naik pesawat wajib PCR. Tujuannya tentu untuk mencegah penularan Covid-19. Sayangnya hal ini menimbulkan pro dan kontra. Serta kebingungan bagi sebagian masyarakat. Ya, meski Pemerintah memberi beberapa kelonggaran aturan pada perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kali […]

    Sekarang Ini Penumpang yang Hendak Naik Pesawat Wajib PCR

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Kini Penumpang Agar Bisa Terbang Naik Pesawat Wajib PCR Terlebih Dahulu

    Kini Penumpang Agar Bisa Terbang Naik Pesawat Wajib PCR Terlebih Dahulu

    Pemerintah mengeluarkan aturan bahwa penumpang yang ingin naik pesawat wajib PCR. Tujuannya tentu untuk mencegah penularan Covid-19. Sayangnya hal ini menimbulkan pro dan kontra. Serta kebingungan bagi sebagian masyarakat.

    Ya, meski Pemerintah memberi beberapa kelonggaran aturan pada perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kali ini, namun Pemerintah juga kembali memberlakukan beberapa aturan tambahan. Diantaranya adalah syarat penerbangan terbaru yang berlaku hingga 1 November 2021 mendatang.

    Seperti diketahui, pemerintah memperpanjang PPKM mulai 19 Oktober – 1 November 2021. Selama periode PPKM tersebut pemerintah tidak lagi mengizinkan penggunaan tes rapid antigen sebagai syarat penerbangan. Sebagai gantinya, pemerintah mewajibkan tes RT-PCR sebagai syarat terbaru bagi pelaku perjalanan penerbangan domestik. Bagaimana detail aturan ini? Mari simak penjelasan berikut ini:

    Daerah dengan Penerapan Aturan Naik Pesawat Wajib PCR

    Syarat terbaru bagi penumpang pesawat terbang ini akan berlaku di daerah dengan status PPKM level 3, level 2, maupun level 1 pada wilayah Jawa – Bali. Persyaratan penerbangan terbaru ini disebutkan dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 Coronavirus Disease 2019 untuk wilayah Jawa – Bali. 

    Secara rinci, peraturan yang diperbaharui per 19 Oktober 2021 ini, mengatur bahwa syarat terbaru penerbangan bagi penumpang pesawat terbang wajib menunjukan:

    • Kartu vaksin minimal dosis pertama
    • Surat keterangan hasil tes RT-PCR negatif Covid-19 yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 2×24 jam sebelum waktu keberangkatan.

    Syarat penerbangan terbaru penumpang pesawat terbang ini ini akan diberlakukan baik bagi penumpang dengan vaksin Covid-19 dosis pertama maupun dosis kedua. 

    Perbedaan dengan Persayaratan Naik Pesawat Sebelumnya

    Sebelumnya, penumpang pesawat terbang hanya perlu menunjukan kartu vaksin minimal dosis pertama dan diperbolehkan menggunakan hasil negatif tes rapid antigen untuk memenuhi syarat penerbangan.

    Pada periode PPKM kali ini terdapat perbedaan aturan di mana:

    Penumpang yang baru mendapatkan vaksin dosis pertama harus menunjukan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan. 

    Sedangkan, bagi penumpang yang telah melakukan vaksin Covid-19 dosis kedua, diperbolehkan untuk menunjukan surat keterangan hasil negatif tes rapid antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1×24 jam sebelum keberangkatan. 

    Pada aturan sebelumnya syarat keterangan negatif Covid-19 dengan tes rapid antigen hanya berlaku untuk perjalanan udara antar bandara di Jawa – Bali, tetapi bila penerbangan dilakukan untuk bandara di luar Jawa – Bali maka aturannya tetap harus menggunakan tes RT-PCR. 

    Syarat perjalanan udara menggunakan pesawat terbang ini tercantum dalam Inmendagri Nomor 47 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, Level 2, dan Level 1 Coronavirus Disease 2019 di wilayah Jawa dan bali. 

    Namun, berkaitan dengan terbitnya Inmendagri 53/2021, syarat naik pesawat menjadi:

    Wajib memiliki hasil tes RT-PCR yang berlaku baik bagi pelaku perjalanan udara. Bukan hanya untuk rute Jawa dan Bali namun juga rute di luar Jawa dan Bali.

    Maka dari itu juga, penggunaan tes rapid antigen sebagai syarat penerbangan ditiadakan.

    Penjelasan Kementerian Perhubungan

    Berkaitan dengan adanya perubahan ketentuan dalam Inmendagri di mana dijelaskan bahwa naik pesawat wajib PCR maka Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan akan segera melakukan penyesuaian. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengatakan, bahwa untuk saat ini  syarat perjalanan udara di dalam negeri masih mengacu pada aturan lama, khususnya SE Satgas Covid-19 Nomor 17 tahun 2021 beserta addendumnya. 

    SE Satgas ini belum mengacu pada persyaratan perjalanan terbaru yang diatur dalam Inmendagri. Pasalnya, Satgas belum menerbitkan SE terbaru untuk perjalanan udara dalam negeri yang merujuk Inmendagri terbaru. Kementerian perhubungan kini sedang berkoordinasi dengan pihak Satgas Covid-19 dalam melakukan penyesuaian syarat perjalanan yang merujuk pada Inmendagri terbaru.

    Namun demikian, sejumlah maskapai sudah menerapkan aturan wajib PCR agar bisa naik pesawat. Oleh sebab itu, pastikan untuk melakukan test PCR terlebih dahulu.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai syarat perjalanan udara terbaru di mana penumpang agar bisa naik pesawat wajib PCR terlebih dahulu. Aturan ini berlaku bagi penumpang pesawat terbang hingga 1 November 2021.

    Ingat, selama pandemi Covid-19 belum berakhir, selalu patuhi segala persyaratan perjalanan terbaru dan bagi pelaku perjalanan juga wajib mematuhi protocol kesehatan guna mencegah penularan virus Covid-19.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan pemeriksaan Covid-19, segera manfaatkan layanan telemedicine Prosehat dan Klinik Kasih. Layanan Prosehat turut menyediakan pemeriksaan covid-19 ke rumah. Informasi lebih lanjut hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Kontan. Syarat penerbangan terbaru wajib PCR berlaku hingga 1 November 2021, ini aturannya [Internet]. Indonesia : Kontan; [cited 2021 Oct 22].
    2. Kompas. Aturan Terbaru PPKM, Naik Pesawat Wajib Tes PCR, Tak Lagi Bisa Pakai Antigen [Internet]. Indonesia : Kompas; [cited 2021 Oct 22]. Indonesia : Kompas; [cited 2021 Oct 22].
    3. Liputan 6. Syarat Terbaru Penerbangan Jawa Bali Wajib PCR, Berlaku Hari Ini 21 Oktober 2021 [Internet]. Indonesia : Liputan 6; [cited 2021 Oct 22].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Menggunakan masker menjadi cara mencegah penularan Covid-19 di tempat kerja yang sangat efektif. Namun masker saja masih belum cukup. Diperlukan kesadaran semua pihak untuk bersama-sama membangun protokol kesehatan sehingga potensi penularan dapat dicegah. Melansir laman Covid.go.id, perkembangan penanganan pandemi Covid-19 per 22 Oktober 2021 […]

    Cara Terbaik Mencegah Penularan Covid-19 di Tempat Kerja

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Penerapan Protokol Kesehatan di Kantor Sebagai Upaya Cara Mencegah Penularan Covid-19 di Tempat Kerja

    Menggunakan masker menjadi cara mencegah penularan Covid-19 di tempat kerja yang sangat efektif. Namun masker saja masih belum cukup. Diperlukan kesadaran semua pihak untuk bersama-sama membangun protokol kesehatan sehingga potensi penularan dapat dicegah.

    Melansir laman Covid.go.id, perkembangan penanganan pandemi Covid-19 per 22 Oktober 2021 secara nasional memiliki angka kesembuhan harian yang terus bertambah hingga mencapai 1.231 pasien sembuh per harinya. Meski demikian, pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen) juga mengalami peningkatan sebanyak 760 kasus dengan pasien meninggal yang juga meningkat sebanyak 33 kasus.

    Hal ini tentunya berkaitan dengan melonggarnya kebijakan PPKM yang ditetapkan pemerintah per 19 Oktober – 1 November 2021, terutama pada sektor perkantoran. Kembali beroperasinya perkantoran secara tidak langsung menimbulkan cluster baru penularan Covid-19. Untuk mengatasinya, seluruh pelaku perkantoran harus menerapkan higienitas dan sanitasi yang baik dalam menekan penyebaran virus agar tidak semakin meluas. 

    Sahabat Sehat, bagaimana cara meminimalisir penularan Covid-19 di sektor perkantoran? Mari simak penjelasan berikut.

    Cara Mencegah Penularan Covid-19 di Tempat Kerja

    Meski sejumlah tindakan pencegahan ini dapat dimulai dari diri sendiri, tetapi kesadaran dari orang lain sesama karyawan juga diperlukan, terutama orang yang berada di sekitar kita. Beberapa tips  atau protocol kesehatan yang dapat Sahabat Sehat lakukan, yakni:

    Selalu Patuhi Protokol Kesehatan

    Protokol kesehatan adalah aturan sekaligus cara mencegah penularan Covid-19 di tempat kerja yang wajib dilakukan oleh semua pihak. Terutama di masa pandemi demi untuk mencegah penularan Covid-19. Protokol kesehatan ini bukan hanya harus dilakukan di area perkantoran tempat bekerja, namun juga tempat-tempat lain seperti halte transjakarta, stasius dan terminal, pasar, serta area-area lain yang mungkin menimbulkan kerumunan.

    Protokol kesehatan ini meminta kita untuk:

    • Selalu gunakan masker saat beraktivitas, terutama di lokasi keramaian
    • Cuci tangan dengan baik dan benar, terutama sela-sela dan area di bawah kuku
    • Hindari menyentuh wajah, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan dengan sabun
    • Sebisa mungkin untuk menjauhi keramaian
    • Jangan makan bersama

    Hanya Gunakan Barang Pribadi

    Jika di masa sebelum pandemi kita mungkin terbiasa menggunakan barang secara bersama-sama, namun di masa pandemi ini ada baiknya untuk menggunakan barang pribadi masing-masing. Oleh sebab itu, sebaiknya Sahabat Sehat melakukan beberapa hal berikut ini:

    • Hindari menggunakan sendok, piring, dan gelas di pantri kantor
    • Bawa alat sholat sendiri
    • Hanya gunakan alat make up sendiri
    • Jangan sampai orang lain menggunakan alat make up kita, terutama lipstik

    Bawa Hand Sanitizer

    Mencuci tangan di air mengalir adalah cara terbaik untuk memastikan tangan terbebas dari risiko virus Covid-19. Namun jika tidak memungkinkan mencuci tangan, ada baiknya untuk membawa hand sanitizer. Tetapi jika hendak makan sebaiknya tetap mencuci tangan terlebih dahulu.

    Pastikan memilih hand sanitizer yang tidak menimbulkan iritasi di kulit, tidak lengket, dan tidak berbau menyengat yang dapat mengganggu konsentrasi. Hindari menggunakan hand sanitizer untuk mencuci tangan sebelum makan karena bisa saja bahan-bahan hand sanitizer menempel ke makanan dan masuk ke mulut.

    Ganti Masker Secara Berkala

    Setelah beraktivitas, kuman dan virus akan menempel pada permukaan masker. Oleh sebab itu pastikan untuk mengganti masker secara berkala. Jika memang dirasa masker sudah kotor segera ganti dengan yang baru. Umumnya sebuah masker medis digunakan hanya untuk sekitar 4-8 jam saja (tergantung kualitas masker medis yang digunakan).

    Saat mengganti masker ataupun saat memakai masker, hindari menyentuh area luar masker karena area tersebut mungkin saja sudah mengandung bakteri maupun virus. Jika memang tersentuh, ada baiknya untuk segera mencuci tangan.

    Bina Kesadaran Jika Sedang Sakit

    Cara mencegah penularan Covid-19 di tempat kerja selanjutnya adalah untuk membina kesadaran diri sendiri dan orang-orang di sekitar untuk mematuhi protokol kesehatan serta untuk bertanggung jawab pada kesehatan orang lain. Misalnya dengan jujur dengan kondisi kesehatan saat ini sehingga tidak memaksakan diri masuk ke kantor.

    Selain itu, kesadaran diri untuk memakai masker juga sangat penting. Kesadaran menggunakan masker dengan baik dan benar sangatlah penting. Hindari menggunakan masker hanya di bawah hidung, apalagi jika dalam kondisi sakit seperti batuk, pilek, dan demam.

    Lakukan Pemeriksaan Secara Berkala

    Pastikan diri tetap sehat dengan cara melakukan pemeriksaan secara berkala. Hal ini akan sangat efektif jika bukan hanya Sahabat Sehat yang rutin melakukan pemeriksaan berkala, namun juga teman-teman kantor. Dengan demikian, hanya mereka yang sehat yang berada di lingkungan kerja. Teman-teman yang sedang dalam kondisi kurang baik dapat bekerja dari rumah atau beristirahat agar cepat pulih.

    Kondisi terpapas virus Covid-19 bukanlah aib. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya untuk melakukan pemeriksaan dan jujur terhadap hasil pemeriksaan swab antigen ataupun swab PCR.

    Dukungan Penuh dari Perusahaan

    Perusahaan memegang peranan penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi para pekerja. Oleh sebab itu, demi mencegah penularan Covid-19 di lingkungan perkantoran sebaiknya perusahaan melakukan beberapa cara mencegah penularan Covid-19 di tempat kerja berikut ini:

    1. Buat sosialisasi dan aturan tegas mengenai pentingnya protokol kesehatan selama di tempat kerja
    2. Lakukan desinfeksi fasilitas kantor secara berkala
    3. Optimalkan sirkulasi udara di kantor
    4. Izinkan karyawan yang sakit untuk beristirahat dan bekerja dari rumah
    5. Laporkan setiap terjadi temuan kasus Covid-19 di kantor
    6. Gunakan aplikasi PeduliLindungi bagi para karyawan yang hendak masuk ke kantor
    7. Lakukan pengecekan berkala pada kondisi kesehatan karwayan

    Upaya dalam mencegah penyebaran covid-19 pada area perkantoran tidak dapat berhasil jika hanya dilakukan oleh satu pihak, penting untuk kerja sama kedua belah pihak yakni para pekerja dan perusahaan. Terapkan protokol kesehatan untuk meminimalisir penularan Covid-19. 

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa hal seputar cara mencegah penularan Covid-19 di tempat kerja yang pastinya akan memutus rantai penyebaran virus ini. Jika Sahabat Sehat membutuhkan pemeriksaan Covid-19 maka segera manfaatkan layanan pemeriksaan Covid-19 dari Prosehat dan Klinik Kasih yang turut menyediakan layanan pemeriksaan Covid-19 ke rumah. Informasi lebih lanjut hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Kesembuhan COVID-19 Bertambah Mencapai 4.080.351 Orang [Internet]. Indonesia : Satuan Tugas Penanganan Covid-19; [cited 2021 Oct 23].
    2. Siloam Hospital. Rumah Sakit dengan Pelayanan Berkualitas – Siloam Hospitals [Internet]. Indonesia : Siloam Hospital; [cited 2021 Oct 23].
    3. Infeksi Emerging Kementerian Kesehatan RI. Bagaimana Cara Mencegah Penularan Virus Corona [Internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; [cited 2021 Oct 23].
    4. Pinandhita V. Klaster Kantor DKI Naik, Ini 4 Cara Cegah Penularan COVID-19 di Tempat Kerja [Internet]. Indonesia : DetikHealth; [cited 2021 Oct 23].
    5. Smart City Jakarta. Tips Mencegah Penularan Covid-19 Di Klaster Perkantoran [Internet]. Indonesia : Smart City Jakarta; [cited 2021 Oct 23].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Wanita sebaiknya memiliki bekal ilmu cara mengatasi pelecehan di tempat kerja. Karena sangat besar peluang wanita mendapat pelecehan. Baik itu dari atasan, rekan sesama karyawan, atau bahkan dari sesama wanita. Ada berbagai bentuk pelecehan, seperti intimidasi dan pelecehan seksual. Sebenarnya hal dapat terjadi pada […]

    Kaum Hawa, Ini Cara Mengatasi Pelecehan di Tempat Kerja

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Cara Mengatasi Pelecehan Seksual yang Kerap Terjadi di Tempat Kerja

    Wanita sebaiknya memiliki bekal ilmu cara mengatasi pelecehan di tempat kerja. Karena sangat besar peluang wanita mendapat pelecehan. Baik itu dari atasan, rekan sesama karyawan, atau bahkan dari sesama wanita.

    Ada berbagai bentuk pelecehan, seperti intimidasi dan pelecehan seksual. Sebenarnya hal dapat terjadi pada siapa saja di tempat kerja tanpa memandang gender dan jabatan seseorang. Namun tetap saja perempuan memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk mengalami pelecehan seksual dibandingkan laki-laki. 

    Isu pelecehan seksual ini memang bukan hal baru. Namun hal ini tetap menjadi ancaman bagi para pekerja, yang tentunya akan mengarah pada menurunnya kinerja dan akhirnya akan menekan tingkat produktivitas. Sahabat Sehat, bagaimana langkah mencegah dan mengatasi pelecehan seksual di tempat kerja ? Mari simak penjelasan berikut.

    Contoh Pelecehan Seksual

    Pelecehan di tempat kerja sangat beragam bentuknya. Disadari atau tidak, ada banyak pelecehan seksual yang sering terjadi di sekitar kita, khususnya di tempat kerja. Pelecehan ini dibagi menjadi dua yaitu pelecehan seksual melalui verbal (ucapan), dan pelecehan melalui tindakan. Pada beberapa kasus bahkan ada pelecehan verbal yang disertai dengan tindakan.

    Contoh pelecehan seksual yang bersifat verbal antara lain adalah:

    • Mengomentari fisik, khususnya area tertentu dan sensitif seperti payudara dan bokong
    • Memberikan lelucon-lelucon kotor yang mengganggu
    • Merendahkan dan mengumpat menggunakan kata-kata kotor dan berbau seksual

    Sementara itu, contoh pelecehan seksual bersifat tindakan misalnya:

    • Mengajak melakukan aktivitas seksual dengan disertai ancaman
    • Menyentuh tubuh / mencolek tubuh untuk menggoda
    • Menyentuh area terlarang pada wanita
    • Mengirimkan foto-foto berbau pornografi dengan maksud merendahkan

    Pelecehan-pelecehan ini tidak boleh dibiarkan. Sahabat Sehat harus tahu bagaimana cara mengatasi hal ini jika Sahabat Sehat mengalaminya, atau jika Sahabat Sehat mengetahui terjadinya hal ini pada sesama wanita. Selain itu, kantor atau perusahaan juga harus mengambil tindakan agar kejadian ini bisa dicegah. Karen jika sampai terjadi, pada akhirnya nama baik perusahaan yang bisa dipertaruhkan.

    Cara Mengatasi Pelecehan Seksual di Tempat Kerja

    Pelecehan seksual dapat terjadi dengan berbagai cara, entah itu melalui ucapan, maupun tindakan. Kedua cara ini tetap membuat korbannya tidak nyaman, bahkan berakhir dengan trauma psikologis.

    Jika Sahabat Sehat merasa menjadi korban pelecehan, atau merasa melihat ada tindakan pelecehan seksual di tempat kerja, maka ada beberapa cara untuk mengatasinya. Tindakan yang bisa dilakukan untuk mengatasi pelecehan seksual di tempat kerja antara lain:

    Berani Menolak

    Pelaku tindakan pelecehan biasanya berani melakukan tindakan tersebut karena merasa korban atau orang di sekitar tidak akan berani untuk menolak ataupun mengadukannya pada orang lain. Mulailah untuk berani menolak bahkan jika hal tersebut dilakukan oleh atasan sekalipun.

    Berani Berbicara

    Saat terjadi pelecehan seksual, cobalah untuk menghentikan tindakannya dengan berteriak dan mencari pertolongan orang lain dengan menceritakan hal ini ke bagian HRD di tempat kerja. Jangan merasa terintimidasi karena posisi jabatan Si pelaku lebih tinggi dari Sahabat Sehat. 

    Cari Teman dan Saksi Lainnya

    Ketika sadar telah menjadi korban pelecehan seksual, cobalah untuk mencari teman atau saksi yang dapat membantu Sahabat Sehat dalam mendapatkan dukungan. Selain itu, mereka dapat mendukung Sahabat Sehat secara psikologis.

    Rekam untuk Mendapatkan Bukti

    Seringkali pelaku pelecehan merasa di atas angin karena korban ataupun saksi tidak memiliki bukti selain sekedar tuduhan. Oleh sebab itu, cobalah untuk tetap tenang dan siapkan cara untuk mendapatkan bukti bahwa telah terjadi tindak pelecehan secara seksual di tempat kerja. Sahabat Sehat bisa menggunakan gadget atau smartphone untuk merekam kejadian. Bukti bisa berupa bukti video, maupun rekaman suara.

    Sampaikan Kepada Pihak Berwajib

    Apabila pelecehan seksual mempengaruhi kondisi Sahabat Sehat baik secara fisik maupun psikologis, maka dianjurkan melaporkan ke pihak berwajib agar Pelaku mendapatkan hukuman yang sesuai. Pastikan untuk mempersiapkan semua bukti yang dapat menguatkan tuduhan, serta siapkan saksi sehingga akan menguatkan tuduhan di depan hukum.

    Agar Kantor Tidak Menjadi Sarang Pelecehan Seksual

    Jika Sahabat Sehat adalah HRD atau bahkan pemilik perusahaan dan ingin agar tidak ada pelecehan seksual di perusahaan, maka harus ada tindakan tegas. Perusahaan perlu melakukan tindakan untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual. Tindakan tersebut antara lain adalah:

    Edukasi Para Karyawan

    Kesadaran dan pemahaman bersama mengenai pelecehan seksual adalah langkah awal dalam mengidentifikasi dan mencegah terjadinya tindakan pelecehan di tempat kerja. Perusahaan yang harus melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai pelecehan seksual kepada seluruh pekerjanya.

    Edukasi bisa dilakukan dengan memberikan edaran-edaran mengenai apa itu pelecehan seksual, apa yang harus dilakukan karyawan jika merasa mendapat pelecehan seksual, dan informasi sanksi jika ada karyawan yang melakukan pelecehan seksual pada karyawan lainnya.

    Perusahaan Perlu Membuat Aturan yang Jelas

    Upaya pencegahan terjadinya pelecehan seksual di lingkungan kerja secara spesifik telah tertuang di dalam Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. SE.03/MEN/IV/2011 tentang Pedoman Pencegahan Pelecehan Seksual di Tempat Kerja.

    Dari aturan tersebut tertulis dengan jelas bahwa Negara memberikan tanggung jawab besar terhadap perusahaan untuk melakukan upaya pencegahan demi terciptanya lingkungan kerja yang aman dan kondusif bagi para pekerjanya. Maka perusahaan diharuskan memiliki aturan terkait penanganan kekerasan seksual. Perusahaan harus memiliki kejelasan bagaimana prosedur pelaporan kepada HRD atau atasan jika terjadi pelecehan seksual. Serta tindakan apa yang akan dilakukan perusahaan kepada pelaku pelecehan seksual.

    Membentuk Tim Respon Terhadap Pelecehan Seksual

    Dibutuhkan tim khusus yang dapat merespon dan menangani kasus pelecehan seksual di perusahaan sehingga karyawan dapat melaporkan pelecehan seksual yang dialaminya. Ya, betul sekali. Banyak karyawan yang diam saja dan akhirnya memilih resign karena tidak kuat akan pelecehan seksual yang dialaminya. Padahal karyawan tersebut bisa saja sebenarnya sangat produktif dan berkontrobusi untuk kemajuan perusahaan. Karyawan memilih diam karena tidak tahu harus melapor ke mana. Apalagi jika pelaku adalah HRD, ataupun seseorang dengan jabatan yang cukup tinggi.

    Dengan adanya tim response dan sarana pengaduan ini tentunya akan membantu perusahaan untuk lebih terbebas dari risiko terjadinya pelecehan seksual pada karyawan maupun karyawatinya.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai tips mencegah dan mengatasi pelecehan seksual di tempat kerja. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan baik selama di rumah maupun di tempat kerja, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Tools for transformation. Guidelines on The Prevention of Workplace Harassment [Internet]. Indonesia : Tools for Transformation; [cited 2021 Oct 19].
    2. Better Work Indonesia. Pedoman Pencegahan Pelecehan Di Tempat Kerja [Internet]. Indonesia : Better Work Indonesia; [cited 2021 Oct 19].
    3. Women Lead. Cara Menangani Pelecehan Seksual di Tempat Kerja [Internet]. Indonesia : Women Lead; [cited  2021 Oct 19].
    4. BBC News Indonesia. Bagaimana memberantas pelecehan seksual di tempat kerja [Internet]. Indonesia : BBC News Indonesia; [cited 2021 Oct 19].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica C Tahu cara menghilangkan panik saat presentasi itu sangatlah penting. Karena rasa panik ini dapat menyebabkan kegagalan saat presentasi. Ya, audiens bisa merasa Sahabat Sehat sendiri ragu pada data yang sedang disampaikan atau tidak menjadi antusias terhadap presentasi yang Sahabat Sehat berikan. Pada dasarnya panik sebelum dan saat presentasi itu […]

    6 Cara Menghilangkan Panik saat Presentasi di Depan Umum

    Ditulis oleh : dr. Monica C

    Berhasil Tampil Berani Setelah Mencoba Berbagai Cara Menghilangkan Panik saat Presentasi

    Tahu cara menghilangkan panik saat presentasi itu sangatlah penting. Karena rasa panik ini dapat menyebabkan kegagalan saat presentasi. Ya, audiens bisa merasa Sahabat Sehat sendiri ragu pada data yang sedang disampaikan atau tidak menjadi antusias terhadap presentasi yang Sahabat Sehat berikan.

    Pada dasarnya panik sebelum dan saat presentasi itu adalah normal. Apalagi jika ada kendala-kendala yang tiba-tiba muncul. Namun rasa panik ini haruslah terkontrol dan dapat ditekan sehingga bisa lebih tenang dan dapat berpikir jernih. Untuk mengatasi rasa panik ini, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan.

    Penyebab Munculnya Rasa Panik Saat Presentasi

    Beberapa orang memiliki ketakutan tersendiri. Ada yang takut menjadi pusat perhatian, ada yang mengalami phobia keramaian, ataupun memiliki gangguan cemas karena khawatir akan munculnya kegagalan. Kondisi tersebut dapat menjadi penyebab muncul nya rasa cemas, takut berlebihan maupun serangan panik.

    Dalam dunia kerja, seseorang yang hendak melakukan presentasi juga bisa menjadi panik. Alasannya beragam seperti:

    • Ternyata ada masalah pada data atau file presentasi
    • Pakaian yang tiba-tiba rusak, misalnya terkena kotor ataupun robek
    • Perasaan cemas dari dalam diri sendiri karena takut gagal memberikan presentasi yang baik
    • Memiliki phobia pada keramaian, atau takut menjadi pusat perhatian
    • Kekhawatiran akan adanya pertanyaan-pertanyaan setelah selesai melakukan presentasi

    Selain 5 penyebab munculnya serangan panik saat hendak presentasi di atas, masih banyak lagi faktor yang bisa menyebabkan seseorang panik. Namun jangan khawatir, selalu ada solusi untuk masalah ini.

    Cara Menghilangkan Panik saat Presentasi

    Rasa panik dapat membuat presentasi menjadi kurang kondusif. Audiens bisa merasa Sahabat Sehat sendiri ragu dengan data yang dipresentasikan. Selain itu, kesalahan-kesalahan saat menyebutkan sesuatu saat presentasi bisa terjadi karena Sahabat Sehat merasa panik dan gugup. Oleh sebab itu, rasa panik ini harus dihilangkan. Sahabat Sehat harus bisa menjadi lebih tenang sehingga dapat berpikir dengan baik.

    Ada beberapa solusi untuk menghilangkan atau setidaknya mengurangi rasa panik saat hendak melakukan presentasi. Agar presentasi berjalan dengan lancar, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan berbagai tips berikut:

    Kuasai Topik Pembahasan

    Sahabat Sehat dianjurkan mempersiapakan bahan presentasi dengan baik, sehingga dapat menjawab seluruh pertanyaan yang mungkin ditanyakan selama presentasi. Cobalah membuat urutan berbagai pertanyaan dan latih cara menjawab pertanyaan tersebut.

    Jika diperlukan, Sahabat Sehat bisa meminta bantuan teman atau keluarga untuk melihat bagaimana cara Sahabat Sehat membawakan presentasi. Dengan demikian Sahabat Sehat akan mendapatkan saran-saran untuk meningkatkan kemampuan dalam menerangkan konten yang hendak dipresentasikan.

    Tetapi cara paling mudah agar Sahabat Sehat semakin percaya diri adalah dengan berlatih sambil merekam diri sendiri. Dengan demikian Sahabat Sehat dapat melihat sendiri kekurangan dalam intonasi, gesture, dan kecepatan berbicara.

    Persiapkan Presentasi dan Semua yang Dibutuhkan

    Jika presentasi Sahabat Sehat memerlukan alat-alat tertentu, maka sebaiknya persiapkan semuanya dengan baik. Dengan mempersiapkan dari jauh hari, Sahabat Sehat umumnya lebih percaya diri dan tidak gugup.

    Selain peralatan yang dibutuhkan, ada baiknya siapkan juga pakaian yang pantas serta beberapa pakaian yang dapat menjadi pakaian pengganti jikalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

    Pssst, seringkali file bermasalah ataupun laptop bermasalah di saat-saat presentasi hendak dimulai. Oleh sebab itu, siapkan file di dalam beberapa penyimpanan. Mulai dari cloud, flash disk, dalam laptop, hingga di dalam memori HP. Selain itu, bawalah 2 laptop untuk berjaga-jaga tiba-tiba laptop bermasalah.

    Tuliskan Daftar Kekhawatiran

    Agar presentasi berjalan dengan baik, cobalah menuliskan berbagai hal yang membuat Sahabat Sehat khawatir lalu lakukan berbagai hal untuk mengatasinya. Sebagai contoh, jika Sahabat Sehat khawatir laptop tidak berfungsi dengan baik maka persiapkan laptop cadangan dan buatlah dokumen presentasi cadangan.

    Beberapa kekhawatiran juga kerap kali meliputi hal-hal yang di luar kontrol kita. Misalnya audiens yang tidak menyukai alunan suara kita, ataupun audiens yang banyak tanya serta hanya ingin memojokkan saja. Jika hal demikian yang terjadi tentunya bisa diselesaikan dengan cara menuliskan apa saja daftar pertanyaan yang mungkin ditanyakan, lalu susunlah jawaban seperti apaa yang sebaiknya nanti diberikan.

    Saran: Cobalah mempelajari bagaimana cara menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sulit atau tidak bisa dijawab sehingga jawaban yang Sahabat Sehat berikan akan terasa relevan.

    Membayangkan Hal Positif

    Rasa panik saat hendak presentasi pada umumnya disebabkan adanya bayangan hal-hal negatif saat presentasi nanti. Misalnya mendapatkan cemoohan saat presentasi, ataupun banyak pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh audiens. Namun memikirkan hal negatif seperti itu sebaiknya tidak dilakukan. Justru pikirknlah hal-hal positif.

    Bayangkan jika presentasi berjalan dengan baik dan semua rekan kerja menyetujui saran Sahabat Sehat. Pikiran yang positif dapat membantu menenangkan diri dan membuat lebih percaya diri.

    Tanamkan Rasa Percaya Diri

    “Jika orang lain bisa melakukan presentasi, mengapa saya tidak bisa? Saya pasti bisa lebih baik!” Menanamkan hal tersebut dapat membantu Sahabat Sehat untuk merasa lebih percaya diri dan mengurangi rasa panik saat hendak presentasi. Selain itu, tanamkan bahwa Sahabat Sehat sudah mempersiapkan banyak hal sebelum melakukan presentasi, jadi seharusnya semua akan baik-baik saja.

    Sahabat Sehat bisa mencoba mengikuti kegiatan di kelas bela diri yang dapat meningkatkan fisik dan mental Sahabat Sehat. Karena di kelas bela diri biasanya akan diajarkan untuk tampil berani di depan umum dan menjadi pribadi yang bisa mempercayai kemampuan yang ada pada diri sendiri.

    Hindari Minuman Berkafein dan Alkohol

    Minuman berkafein dan alkohol dapat meningkatkan denyut jantung dan dikhawatirkan mempengaruhi kondisi tubuh Sahabat Sehat. Sebelum melakukan presentasi, sangat dianjurkan mengkonsumsi air putih untuk membantu menenangkan diri sebelum Sahabat Sehat melakukan presentasi.

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa cara menghilangkan panik saat presentasi yang bisa Sahabat Sehat terapkan. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah maupun di kantor, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Sawchuk C. Fear of public speaking: How can I overcome it? [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2017 [updated 2017 May 17; cited 2021 Oct 19].
    2. Jessica C. Selalu Grogi saat Presentasi? Atasi dengan 4 Cara Ini! [Internet]. Indonesia : Glints. 2020 [updated 2020 Dec 03; cited 2021 Oct 19].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica C Sebagai upaya dan cara menghadapi bullying di tempat kerja maka perlu ada persiapan matang. Misalnya melatih keberanian dan komunikasi. Hal ini penting karena kebanyakan korban bully di kantor adalah mereka yang terlihat kurang berani dan memiliki kesulitan dalam berkomunikasi sehingga sulit membaur dengan sesama rekan kerja. Mungkin juga banyak […]

    Cara Menghadapi Mereka yang Suka Bullying di Tempat Kerja

    Ditulis oleh : dr. Monica C

    Cara Menghadapi Bullying di Tempat Kerja Oleh Seorang Wanita dengan menggunakan Gesture Tangan

    Sebagai upaya dan cara menghadapi bullying di tempat kerja maka perlu ada persiapan matang. Misalnya melatih keberanian dan komunikasi. Hal ini penting karena kebanyakan korban bully di kantor adalah mereka yang terlihat kurang berani dan memiliki kesulitan dalam berkomunikasi sehingga sulit membaur dengan sesama rekan kerja.

    Mungkin juga banyak diantara Sahabat Sehat yang merasa kurang nyaman selama di tempat kerja. Selain akibat faktor beban pekerjaan, adanya rekan kerja yang mengintimidasi dan suka melakukan bully kerap menjadi penyebab stress selama di tempat kerja. Namun tidak perlu khawatir. Beberapa langkah bisa dilakukan untuk menghadapi mereka yang suka melakukan bully, khususnya di tempat kerja.

    Cara Menghadapi Bullying di Tempat Kerja

    Menghadapi rekan kerja yang bersikap menyebalkan karena suka membully tentu membutuhkan usaha ekstra sebab Sahabat Sehat bisa saja kembali diintimidasi di depan rekan kerja lainnya. Untuk mengatasi hal ini, cobalah melakukan beberapa tips berikut:

    Tetap Tenang

    Usahakan tidak terlihat gugup atau gemetaran, tarik nafas perlahan atau minum air untuk membantu menenangkan diri. Jika Sahabat Sehat terlihat gelisah, tentu hal ini menjadi lebih mudah untuk mengintimidasi Sahabat Sehat.

    Cobalah alihkan fokus pada hal lain yang lebih produktif. Sahabat Sehat bisa memang headset dan memutar lagu sambil bekerja. Dengan demikian, Sahabat Sehat akan lebih tenang dan bisa menghindari pelaku bullying dengan baik.

    Tatap Mata Lawan Bicara

    Dengan menatap mata lawan bicara, Sahabat Sehat menunjukan bahwa memiliki kepercayaan diri. Cobalah berlatih dengan keluarga atau sahabat dekat terlebih dahulu di rumah.

    Ingat, menatap lawan bicara bukan berarti memelototi seolah ingin menantang mereka untuk berkelahi. Menatap di sini adalah untuk berani berkomunikasi dengan lawan bicara sambil menatap matanya. Hal ini akan menunjukkan anda adalah pribadi yang memiliki rasa percaya diri sehingga mereka akan lebih menghargai orang lain.

    Latih Kemampuan Komunikasi

    Dalam menghadapi rekan kerja yang kerap mengintimidasi, sebaiknya Sahabat Sehat mengkomunikasikan segala sesuatu atau memberikan instruksi dengan jelas sehingga tidak terjadi kesalah pahaman.

    Mereka yang terkena intimidasi atau bullying identik dengan sering gugup saat berkomunikasi dengan orang lain. Cobalah untuk melatih komunikasi sehingga cara Sahabat Sehat berkomunikasi tidak menjadi bahan bully. Karena faktanya, kebanyakan korban intimidasi memiliki kemampuan komunikasi yang kurang baik dan sering gugup dan terbata-bata saat berbicara dengan orang lain.

    Membuat Batasan dan Perbanyak Teman

    Kini di masa pandemi, rata-rata pekerja masih menerapkan pola bekerja dari rumah. Agar mengurangi stress, sebaiknya buatlah batasan jam kerja. Hindari bekerja di luar jam kerja meskipun Sahabat Sehat tengah bekerja dari rumah.

    Jadikan kesempatan ini untuk membuat batasan dengan pelaku bullying sembari menjalin relasi dengan teman-teman kantor lainnya yang relatif bersikap lebih ramah dan menyenangkan. Dengan demikian, ketika kembali ke kantor Sahabat Sehat bisa memiliki teman sehingga pelaku bullyingpun akan sungkan untuk terus melakukan intimidasi.

    Pelajari Teknik Relaksasi

    Di saat Sahabat Sehat merasa stress, cobalah meluangkan waktu sejenak untuk melakukan relaksasi misalnya melakukan yoga, minum teh, dan lainnya sebelum kembali bekerja. Dengan demikian, intimidsi ataupun bullying yang sebelumnya diterima dapat dinetralisir sehingga pikiran bisa kembali tenang dan jernih.

    Namun bukan berarti Sahabat Sehat harus menerima bullying dan intimidasi terus menerus. Pastikan agar bullying ini bisa dihentikan.

    Komunikasikan Dengan Atasan dan HRD

    Jika rekan kerja semakin mengintimidasi Sahabat Sehat dan menghambat pekerjaan, ada baiknya coba komunikasikan dengan atasan agar dapat menjadi penengah. Terbuka dengan sesama rekan kerja serta atasan dapat membantu performa kerja menjadi lebih baik.

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai tips dan cara cara menghadapi bullying di tempat kerja terutama saat menghadapi rekan kerja yang mengintimidasi. Pastikan untuk menyelesaikan masalah bullying ini sehingga performa kerja dan karir dapat meningkat.

    Jangan lewatkan webinar “LetsTalk Mental Health Bukan Aib : Stress Kerja di Pandemi #Bebas Stress” Acara Gratis!

    Daftar Sekarang melalui : s.id/mentalhealthbukanaib.

    Webinar akan diselenggarakan pada Jumat, 22 Oktober 2021 pukul 16.00 – 17.00 WIB melalui kanal Zoom. 

    ** Info Meeting ID & Passcode room Zoom webinar ini bisa didapatkan di email yang telah Sahabat Sehat daftarkan.

    Referensi :

    1. IDN Times. Gak Perlu Takut, Ini 5 Tips Menghadapi Orang yang Suka Mengintimidasi [Internet]. Indonesia : IDN Times; [cited 2021 Oct 18].
    2. American Psychological Association. Coping with stress at work [Internet]. USA : American Psychological Association. 2018 [updated 2018 Oct 14; cited 2021 Oct 18].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Mengkonsumsi makanan untuk penderita tipes dapat mempercepat proses penyembuhan. Terutama makanan dengan kandungan serat yang rendah. Selain itu ada beberapa jenis makanan yang ternyata tidak baik untuk dikonsumsi penderita tipes. Namun sayangnya jika sudah terserang tipes, salah satu kendala yang muncul adalah nafsu makan […]

    5 Jenis Makanan untuk Penderita Tipes Agar Cepat Sembuh

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Seorang Anak sedang Mengkonsumsi Makanan untuk Penderita Tipes Agar Cepat Sembuh

    Mengkonsumsi makanan untuk penderita tipes dapat mempercepat proses penyembuhan. Terutama makanan dengan kandungan serat yang rendah. Selain itu ada beberapa jenis makanan yang ternyata tidak baik untuk dikonsumsi penderita tipes.

    Namun sayangnya jika sudah terserang tipes, salah satu kendala yang muncul adalah nafsu makan berkurang. Padahal tubuh butuh nutrisi untuk mempercepat proses penyembuhan. Bahkan ada beberapa jenis makanan yang baik untuk dikonsumsi saat tipes agar bisa cepat sembuh dan dapat beraktivitas normal kembali. Sahabat Sehat, apa saja makanan yang harus dikonsumsi dan dihindari oleh penderita tipes? Mari simak penjelasan berikut.

    Apa Saja Gejala Tipes?

    Tipes atau disebut juga sebagai demam tifoid merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi pada sistem pencernaan. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi atau kontak langsung dengan penderita tipes. Penyakit ini masih menjadi ancaman kesehatan di negara berkembang yang memiliki sanitasi buruk, dan mudah menyerang anak-anak.

    Apakah Sahabat Sehat yakin menderita tipes? Jika Sahabat Sehat terinfeksi tipes, umumnya gejala akan muncul dalam satu hingga tiga minggu setelah bakteri S. typhi masuk ke dalam tubuh. Berikut adalah beberapa gejala yang dapat dialami saat mengalami tipes, yaitu: 

    • Kedinginan atau menggigil
    • Demam
    • Sembelit
    • Kelelahan
    • Sakit kepala
    • Pembesaran limpa dan hati
    • Diare atau konstipasi
    • Sakit tenggorokan
    • Sakit perut

    Jika mengalami gejala-gejala di atas sebaiknya periksaka ke dokter sehingga bisa mendapatkan penanganan segera. Terutama untuk memastikan Sahabat Sehat benar-benar mengalami tipes.

    Bagaimana Penanganan Tipes?

    Secara umum tipes dapat ditangani dengan pemberian obat. Meski demikian, pada beberapa kasus memerlukan perawatan lebih lanjut di fasilitas kesehatan. Karena pada dasarnya tipes dapat mengalami perburukan kondisi jika tidak segera mendapatkan penanganan, apalagi bila tidak ditangani dengan baik.

    Selama proses pemulihan dari tipes, penderita juga harus menjaga kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar selama proses penyembuhan guna mencegah penularan kepada orang lain.

    Agar dapat cepat sembuh, penderita sebaiknya mendapatkan makanan untuk penderita tipes berupa makanan dengan asupan gizi dan nutrisi yang mencukupi. Dengan demikian, sistem kekebalan tubuh dapat kembali bekerja normal dan tubuh bisa segera pulih.

    Jenis Makanan untuk Penderita Tipes

    Sebagian besar penderita tipes mengalami mual dan kehilangan nafsu makan, namun Sahabat Sehat tetap perlu mengkonsumsi makanan bergizi seimbang untuk mempercepat proses pemulihan. Berikut adalah berbagai jenis makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi penderita tipes, diantaranya:

    Makanan lunak

    Penderita tipes dianjurkan mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang lunak, lembut, dan berkuah, seperti bubur atau sup sebab sangat mudah untuk dicerna. Selain itu, pemberian makanan yang lunak dan lembut ini bertujuan untuk mencegah terjadinya komplikasi tipes, seperti pendarahan dan luka pada saluran cerna.

    Makanan berkalori dan bergizi seimbang

    Makanan dengan kalori tinggi dapat mencegah penurunan berat badan secara drastis akibat tipes. Selain berkalori tinggi, pilihlah menu makanan yang bergizi seimbang. Pilih makanan berprotein tinggi untuk mempercepat proses pemulihan. Beberapa sumber protein yang dianjurkan untuk penderita tipes, yakni dada ayam, hati ayam, ikan, telur, tahu, dan tempe.

    Sahabat Sehat dapat menyajikan makanan dengan cara merebusnya, mengukus, maupun membuat sup. Hindari mengolah makanan dengan dengan cara digoreng sebab lebih sulit dicerna oleh penderita tipes.

    Makanan hambar

    Iritasi pada saluran pencernaan rentan dialami penderita tipes. Oleh karena itu, Sahabat Sehat dianjurkan menghindari makanan yang menggunakan banyak bumbu dan rempah guna menghindari iritasi pada selaput pencernaan.

    Namun yang terpenting, hindari makanan pedas bagi penderita tipes. Makanan pedas dapat membuat iritasi yang dapat menyebabkan perburukan pada penderita tipes dan menyebabkan proses penyembuhan menjadi lebih lama.

    Makanan rendah serat

    Makanan dengan kandungan serat tinggi memang baik bagi kesehatan, namun bagi penderita tipes sebaiknya menghindari makanan yang tinggi serat untuk sementara waktu. Pasalnya, makanan jenis ini sangat sulit untuk dicerna dan dapat membuat usus mengalami iritasi dan semakin meradang.

    Beberapa jenis sayur dan buah rendah serat yang dapat dikonsumsi penderita tipes, yakni jus buah (tanpa ampas), alpukat, pisang, saus apel, buah yang telah matang (tanpa kulit dan biji), kentang tanpa kulit, serta tomat tanpa kulit dan biji

    Makanan rendah serat lainnya yang dapat dikonsumsi, yakni nasi putih, pasta, kentang, roti tawar, dan sejenisnya.

    Minum air yang cukup

    Bukan hanya makanan untuk penderita tipes yang perlu diperhatikan. Konsumsi minum penderita tipes juga perlu diperhatikan. Pastikan menjaga keseimbangan elektrolit dan air dalam tubuh karena hal tersebut sangatlah penting. Khususnya dalam mempercepat pemulihan dari penyakit tipes. Sahabat Sehat tetap dianjurkan mengkonsumsi air putih minimal 8 gelas sehari. Apalagi salah satu keluhan penderita tipes yaitu diare dan gangguan pencernaan dapat mengakibatkan kekurangan cairan (dehidrasi).

    Mengalami tipes tentu sangat tidak menyenangkan. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mencegah tertular tipes. Caranya bisa dengan beristirahat yang cukup, jaga kesehatan dengan konsumsi makanan bergizi, serta tidak lupa untuk melakukan vaksinasi tifoid.

    Cegah Tipes Dengan Vaksinasi Tifoid

    Berdasarkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), vaksinasi tifoid dianjurkan bagi anak berusia 2 tahun keatas dan pada orang dewasa. Vaksinasi tifoid dapat diulang pemberiannya setiap 3 tahun sekali untuk mencegah infeksi demam tifoid.

    Untuk mencegah tipes, salah satu cara yang dapat Sahabat Sehat lakukan adalah dengan mengikuti vaksinasi tifoid. Jika Sahabat Sehat tertarik dan memerlukan vaksin tifoid, segera manfaatkan layanan imunisasi ke rumah dari Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Nah Sahabat Sehat, demikian rekomendasi makanan untuk penderita tipes yang dapat dikonsumsi agar membantu mempercepat proses penyembuhan.

    Referensi:

    1. Mayo Clinic. Typhoid fever – Symptoms and causes [Internet]. USA : Mayo Clinic; [cited 2021 Oct 13].
    2. Pharmeasy. Foods for Typhoid What To Eat and What To Avoid [Internet]. USA : Pharmeasy.
    3. John Hopkins Medicine. 5 Foods to Improve Your Digestion [Internet]. USA : John Hopkins; [cited 2021 Oct 13].
    4. Doctor NDTV. Typhoid Diet: Here’s What You Should Eat And Avoid If You Have Typhoid [Internet]. USA : Doctor NDTV; [cited 2021 Oct 13].
    5. LIVESTRONG.COM. 5 Best Foods to Help Support Your Immune System [Internet]. USA : Livestrong; [cited 2021 Oct 13].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Seseorang dapat mengalami trauma melamar kerja karena berbagai alasan. Mulai dari selalu ditolak kerja, hingga adanya pengalaman pahit. Misalnya direndahkan saat interview, atau kejadian yang membuat trauma karena adanya kecelakaan di perjalanan. Bagaimanapun juga, trauma ini harus diatasi dan tidak boleh berlarut. Apalagi jika […]

    Ini Solusi Memulihkan Mental Akibat Trauma Melamar Kerja

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Trauma Melamar Kerja Karena Ternyata Gagal Mendapatkan Pekerjaan yang Diinginkan

    Seseorang dapat mengalami trauma melamar kerja karena berbagai alasan. Mulai dari selalu ditolak kerja, hingga adanya pengalaman pahit. Misalnya direndahkan saat interview, atau kejadian yang membuat trauma karena adanya kecelakaan di perjalanan.

    Bagaimanapun juga, trauma ini harus diatasi dan tidak boleh berlarut. Apalagi jika sampai menjadi rasa depresi dan menyalahkan diri sendiri.

    Kejadian yang Dapat Menyebabkan Trauma Melamar Kerja

    Tidak ada asap tanpa adanya api. Perumpaan ini menggambarkan dengan jelas bahwa tidak ada trauma jika tidak ada kejadian Banyak sekali hal yang dapat menyebabkan trauma pada seseorang. Jika seseorang trauma karena melamar kerja, biasanya trauma ini terjadi karena kejadian-kejadian seperti:

    Kejadian Mengerikan Selama di Perjalanan

    Misalnya melihat ada kecelakaan di jalan, atau bahkan mengalami kecelakaan selama perjalanan menuju tempat interview. Hal ini menyebabkan rasa trauma dan khawatir akan mengalami hal tersebut (lagi) jika melamar kerja dan kemudian dipanggil untuk interview.

    Serangan Mental saat Interview

    Seringkali interview dilakukan dengan kurang profesional. Misalnya di mana terdapat pelecehan kepada pelamar kerja melalui kata-kata yang menyerang mental. Misal mengatakan pelamar sebagai orang bodoh, menghina keadaan fisik, hingga ucapan-ucapan lainnya yang kurang berkenan dan dapat membuat pelamar trauma.

    Frustasi Melamar Kerja

    Seseorang bisa mendapatkan trauma sehingga tidak mau lagi melamar kerja bisa juga karena rasa frustasi. Misalnya sudah melamar kerja ke puluhan bahkan ratusan perusahaan namun tidak kunjung mendapat panggilan interview. Atau sudah ikut banyak interview namun tidak kunjung mendapatkan panggilan kerja.

    Memang hal-hal tersebut dapat menyebabkan rasa trauma yang berujung rasa depresi. Namun jangan biarkan trauma ini berlarut. Ketahui cara mengatasi trauma ini sehingga Sahabat Sehat bisa bangkit.

    Cara Mengatasi Trauma Melamar Kerja

    Untuk mengatasi rasa trauma melamar kerja sebenarnya tidaklah sulit. Hal terpenting yang perlu Sahabat Sehat lakukan sebenarnya adalah mau untuk mengatasi trauma tersebut. Setelah memiliki kemauan mengatasi trauma tersebut, hal selanjutnya yang perlu dilakukan adalah:

    Jujur Terhadap Diri Sendiri

    Jujur terhadap diri sendiri dan menerima perasaan yang sedang Sahabat Sehat rasakan adalah hal pertama yang harus dilakukan ketika mengalami trauma. Terutama trauma melamar kerja akibat sering menerima penolakan. Berbagi cerita dengan keluarga atau sahabat terdekat dapat membantu meringankan beban dan melegakan perasaan.

    Selain itu, dengan berbagi cerita dan masalah yang sedang dialami, akan ada saran-saran yang bisa diikuti untuk mengatasi rasa trauma dan bangkit dari keterpurukan tersebut.

    Jangan Menyalahkan Diri Sendiri

    Menerima kegagalan memang terkadang sangat sulit dilakukan namun jangan sampai Sahabat Sehat berkecil hati apalagi menyalahkan diri sendiri. Pasalnya lamaran pekerjaan yang ditolak dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti terlambat mengirimkan lamaran, kualifikasi yang tidak cocok dengan posisi yang dibutuhkan perusahaan, dan sebagainya. Jika Sahabat Sehat tetap bersabar dan terus berusaha, pekerjaan yang tepat pasti akan datang.

    Selain itu, cobalah untuk meningkatkan kemampuan diri sehingga kualifikasi diri akan meningkat. Cara termudah yang bisa dilakukan adalah melihat spesifikasi karyawan yang diinginkan dalam suatu posisi. Cobalah untuk menjadi pribadi yang sesuai untuk posisi tersebut. Misalnya perusahaan menginginkan karyawan yang mampu berpenampilan menarik, cobalah untuk memahami penampilan menarik seperti apa yang diinginkan perusahaan.

    Menyadari Bahwa Penolakan Akan Tetap Ada

    Mungkin selama ini Sahabat Sehat selalu merasa kecewa karena terlalu berharap pada sesuatu hal yang belum jelas kepastiannya. Sahabat Sehat perlu menyadari bahwa penolakan bisa saja terjadi. Sahabat Sehat dianjurkan untuk mulai belajar agar lebih tenang, tidak mudah kecewa, dan tidak terbawa emosi.

    Pahami juga bahwa persaingan akan selalu ada. Bukan hanya Sahabat Sehat yang mengalami penolakan. Ada banyak orang lain juga yang gagal mendapatkan posisi yang Sahabat Sehat mau. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya mencoba posisi dan perusahaan lain.

    Perbaiki Diri

    Meski menyakitkan, Sahabat Sehat dapat menjadikan penolakan ini menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri. Sahabat Sehat dapat mencoba menanyakannya melalui email, terlepas dari dijawab atau tidak pertanyaannya. Cobalah mengevaluasi diri sendiri dari cara menulis CV, tata bahasa saat menulis surat lamaran, maupun cara berpakaian saat interview.

    Selain itu Sahabat Sehat dapat mulai mempelajari kemampuan lain sehingga meningkatkan kemampuan diri dalam bersaing dengan kandidat lainnya. Semakin banyak nilai-nilai Sahabat Sehat di mata HRD dan user maka kesempatan untuk mendapatkan kerja akan semakin tinggi.

    Lakukan Simulasi Interview

    Banyak orang yang takut melamar kerja karena takut berhadapan dengan orang lain saat interview. Apalagi jika sebelumnya mendapat perlakukan kurang menyenangkan saat interview. Oleh sebab itu, solusi yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan simulasi interview.

    Sahabat Sehat bisa meminta teman atau keluarga untuk berakting seolah-olah sedang melakukan interview. Dengan demikian Sahabat Sehat dapat meminta saran dari mereka mengenai intonasi suara, cara menjawab, ada rasa gugup atau tidak, serta hal-hal lainnya. Adanya simulasi ini juga akan meningkatkan rasa percaya diri saat menghadapi interview yang sesungguhnya.

    Lakukan Konseling

    Tidak ada salahnya datang ke dokter yang memiliki spesialisasi kesehatan mental. Dokter akan memberikan konseling dan hal-hal lain yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah kesehatan mental. Tidak perlu ragu datang ke dokter spesialis kesehatan mental karena bukan berarti Sahabat Sehat mengalami gangguan jiwa. Ya, adanya masalah di kesehatan mental seperti adanya trauma bukan berarti Sahabat Sehat memiliki gangguan jiwa.

    Penolakan memang akan menyakitkan dan meninggalkan trauma, namun cobalah untuk mulai melihatnya dari sisi yang lebih positif. Bukan tidak mungkin penolakan tersebut justru akan membawa hal yang lebih baik. Jadi, Sahabat Sehat sebaiknya tidak berlarut-larut dalam keterpurukan dan kesedihan saat ditolak saat melamar pekerjaan.

    Jangan lewatkan webinar “LetsTalk Mental Health Bukan Aib : Stress Kerja di Pandemi #Bebas Stress” Acara Gratis! Daftar Sekarang melalui : s.id/mentalhealthbukanaib. Webinar akan diselenggarakan pada Jumat, 22 Oktober 2021 pukul 16.00 – 17.00 WIB melalui kanal Zoom. 

    ** Info Meeting ID & Passcode room Zoom webinar ini bisa didapatkan di email yang telah Sahabat Sehat daftarkan.

    Daftar Sekarang.

    Referensi: 

    1. Study Ilmu. 5 Cara Menangani Penolakan dan Rasa Takut Ditolak [online]. Indonesia : Study Ilmu; [cited 2021 Oct 15].
    2. Glints . Tips Menghadapi Penolakan saat Mencari Kerja [Internet]. Indonesia : Glints; [cited 2021 Oct 15].
    3. Kids Health. Rejection and How to Handle It (for Teens) [Internet]. USA : Kids Health; [cited 2021 Oct 15]. 
    4. Healthline. Fear of Rejection: 10 Tips for Overcoming It [Internet]. USA : Healthline; [cited 2021 Oct 15]. 
    5. Business Insider. Why rejection hurts so much — and what you can do to ease the pain [Internet]. USA : Business Insider.
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Sesuai dugaan, Pemerintah kembali memperpanjang PPKM berlevel. Perpanjangan PPKM kali ini dilakukan karena adanya kenaikan kasus Covid-19. Oleh sebab itu pemerintah merasa PPKM perlu diperpanjang dan akan berlangsung perpanjangan selama dua pekan hingga 1 November 2021. Namun memang angka kasus positif Covid-19 semakin berkurang.  Pemerintah […]

    5 Aturan Terbaru PPKM Jawa-Bali Sampai 2 November 2021

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Aturan PPKM Hingga 2 November 2021

    Sesuai dugaan, Pemerintah kembali memperpanjang PPKM berlevel. Perpanjangan PPKM kali ini dilakukan karena adanya kenaikan kasus Covid-19. Oleh sebab itu pemerintah merasa PPKM perlu diperpanjang dan akan berlangsung perpanjangan selama dua pekan hingga 1 November 2021.

    Namun memang angka kasus positif Covid-19 semakin berkurang.  Pemerintah menyampaikan bahwa angka kasus positif Covid-19 di Indonesia terus mengalami penurunan. Informasi ini dibuktikan dengan indikator yang memperlihatkan kasus aktif dan kasus kematian COvid-19 di Indonesia telah menurun.

    Berdasarkan capaian tersebut, maka Pemerintah memberi sedikit kelonggaran aturan penyesuaian aktivitas masyarakat pada periode PPKM ini. Berikut adalah beberapa daftar penyesuaian aktivitas masyarakat pada PPKM kali ini.

    Tempat Bermain dalam Mal Boleh Beroperasi

    Arena Bermain Anak saat Masa Pandemi

    Tempat bermain anak di dalam mal atau pusat perbelanjaan diizinkan untuk kembali beroperasi di daerah PPKM level 2. Namun, tetap harus mematuhi aturan yang ada.

    Persyaratan yang ditetapkan pemerintah antara lain tempat bermain anak harus mencatat alamat dan nomor  telepon orang tua untuk kebutuhan tracing, serta para orang tua juga harus terus mendampingi anaknya selama berada di tempat bermain. 

    Kapasitas Bioskop Menjadi 70%

    Menonton Bioskop Kini Bisa dengan Kapasitas 70 Persen

    Tidak ketinggalan, pada PPKM periode ini Pemerintah juga menaikan kapasitas bioskop menjadi 70% untuk daerah PPKM level 1 dan 2. Selain itu, anak-anak juga telah diperbolehkan untuk masuk bioskop yang berada di wilayah PPKM level 1 dan 2.

    “Pengunjung usia di bawah 12 tahun diizinkan masuk dengan syarat didampingi orang tua,” demikian instruksi Mendagri yang ditandatangani 18 Oktober 2021.

    Namun aturan ini tentu juga diikuti dengan aturan ketat seperti menggunakan masker (bahkan untuk anak-anak), sudah divaksin (jika berusia 12 tahun ke atas), dan tetap menjaga jarak selama menonton film.

    Aturan untuk Sopir Angkutan Logistik

    Supir Truk Logistik di Masa PPKM

    Bagi sopir angkutan logistik yang telah mendapatkan vaksin Covid-19 dua kali, dapat menggunakan tes rapid antigen untuk melakukan perjalanan domestik dan dapat berlaku selama 14 hari. Selain itu, pemerintah juga akan mengadakan random testing kepada seluruh supir angkutan logistik.

    Sementara itu, untuk sopir yang baru divaksin satu kali, hasil tes antigen akan berlaku selama 7 hari. Selanjutnya, untuk sopir yang belum divaksin, harus melakukan tes antigen yang berlaku selama 1x 24 jam.

    Terdapat sanksi terhadap supir yang tidak memenuhi aturan ini. Untuk itu, pemerintah menghimbau agar supir logistik segera melaporkan diri untuk diperiksa apabila merasa tidak nyaman dengan kondisi kesehatannya.

    Anak-Anak Boleh Memasuki Tempat Wisata

    Tempat Wisata Kini Terbuka untuk Anak di Bawah Usia 12 Tahun

    Pemerintah telah memperbolehkan anak-anak dibawah usia 12 tahun untuk memasuki tempat wisata dengan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi dan dengan didampingi oleh orang tua. Hal ini berlaku untuk tempat wisata yang berada di daerah PPKM level 2.

    Pemerintah juga akan menambah jumlah pembukaan tempat wisata di kabupaten/kota PPKM level 3 sesuai dengan izin Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Selain itu, wisata air juga dapat dibuka pada kabupaten/kota level 2 dan 1.

    Namun demikian, tempat permainan anak diwajibkan mencatat nomor telepon dan alamat orang tua, serta waktu anak bermain. Hal ini untuk memudahkan pemerintah melakukan tracing jika terjadi lonjakan kasus.

    Uji Coba Pembukaan Wisata Ditambah

    Pada periode PPKM kali ini, pemerintah juga akan menambah pembukaan di sejumlah tempat wisata di kabupaten/kota PPKM level 3, sesuai dengan izin Kemenparekraf. Sementara itu, wisata air juga akan mulai dibuka pada daerah PPKM level 2 dan 1.

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan juga menambahkan mengenai kebijakan wilayah aglomerasi. Sesuai arahan Presiden Jokowi, Pemerintah mengecualikan Bogor dan Tangerang dari penilaian wilayah aglomerasi Jabodetabek. Pasalnya, hampir seluruh kabupaten/kota di Jabodetabek yang seharusnya turun ke level 2, jadi tak bisa turun akibat cakupan vaksinasi di kabupaten Bogor dan Tangerang yang belum memenuhi target.

    Oleh karena itu, atas persetujuan Presiden, persyaratan vaksinasi di wilayah aglomerasi telah diubah berdasarkan pencapaian vaksinasi pada kabupaten/kota itu sendiri selama keseluruhan aglomerasi telah memenuhi syarat WHO untuk turun level. Dengan adanya perubahan ini, setidaknya akan ada 54 kabupaten/kota yang berada di level 2, dan 9 kabupaten/kota di level 1 mulai besok. 

    Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

    Dengan adanya kelonggaran pada sejumlah aturan, Pemerintah juga menyorot terkait telah banyaknya kegiatan dan aktivitas masyarakat yang mengabaikan protocol kesehatan. Salah satu kegiatan yang paling banyak membuat masyarakat abai protokol kesehatan yakni pesta pernikahan. 

    Pemerintah terus menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gelombang ke-3 dari pandemi Covid-19 ini pada natal dan tahun baru yang akan datang. Diharapkan masyarakat tetap berhati-hati dan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai aturan terbaru pada PPKM Jawa-Bali periode 18 Oktober- 2 November 2021. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa

    Referensi:

    1. Detik News. 5 Aturan Baru PPKM Berlaku Mulai Hari Ini [Internet]. Indonesia : Detik News; [cited 2021 Oct 19]. 
    2. Tribun News. ATURAN Terbaru PPKM Jawa-Bali: Tempat Bermain Anak di Mal Dibuka hingga Kapasitas Bioskop Ditambah [Internet]. Indonesia : Tribun News; [cited 2021 Oct 19].
    3. iNews. Simak 5 Aturan PPKM Terbaru yang Dilonggarkan Sampai 1 November 2022 [Internet]. Indonesia : iNews; [cited 2021 Oct 19].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica C Cukup banyak dampak negatif onani bagi pria. Khususnya pada kesehatan pria. Bukan hanya kesehatan fisik, namun juga kesehatan mental. Terutama jika onani cukup sering dilakukan. Onani atau disebut juga masturbasi mungkin masih bisa dikatakan hal yang tabu bagi sebagian orang untuk dibicarakan […]

    7 Dampak Negatif Sering Onani Bagi Kesehatan Mental Pria

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Dampak Sering Onani pada Kesehatan Mental Pria Umumnya Berupa Rasa Kecanduan Berlebih

    Cukup banyak dampak negatif onani bagi pria. Khususnya pada kesehatan pria. Bukan hanya kesehatan fisik, namun juga kesehatan mental. Terutama jika onani cukup sering dilakukan.

    Onani atau disebut juga masturbasi mungkin masih bisa dikatakan hal yang tabu bagi sebagian orang untuk dibicarakan oleh masyarakat di Indonesia. Namun, onani atau masturbasi sudah bukan menjadi rahasia umum bahwa hal ini ternyata sering kali dilakukan oleh para remaja.

    Dikatakan sebanyak 99% anak laki-laki berusia remaja sudah pernah melakukan onani. Data menyebutkan yaitu rata-rata remaja sudah melakukan onani pada usia 17-20 tahun.

    Perdebatan Apakah Onani Wajar untuk Dilakukan

    Banyak sekali yang mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan hal yang wajar karena akibat dorongan hormone testosterone yang mulai meningkat pada masa remaja. Sebelum mengetahui efek dari onani atau masturbasi yang terlalu sering, kita harus mengenal terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan onani atau masturbasi.

    Dilihat dari sudut pandang medis, onani atau masturbasi merupakan salah satu kegiatan seksual yang normal dan sehat. Namun, apabila dilakukan secara berlebihan, tentu saja akan menimbulkan efek samping dan juga kerugian bagi diri orang yang melakukannya.

    Frekuensi Ideal Onani dari Sudut Pandang Medis

    Umumnya, onani dianggap normal apabila dilakukan sebanyak 2-3 kali dalam seminggu atau 12 kali dalam sebulan. Apabila lebih dari itu akan menimbulkan efek yang tidak baik bagi tubuh. Pada mereka yang belum menikah, onani dengan jumlah yang normal dapat mencegah kanker prostat dikemudian hari, namun apabila dilakukan terlalu sering dapat menimbulkan adiksi dan berbahaya bagi kesehatan mental.

    Apakah Onani dapat Menyebabkan Kecanduan?

    Istilah kata “kecanduan” biasanya digunakan untuk menggambarkan banyak hal seperti kecanduan nonton acara tv tertentu atau mengkonsumsi makanan tertentu yang sangat disukai misalnya kecanduan makan coklat atau minum kopi. Namun, kecanduan dalam hal ini bukan hanya perasaan intens atau dorongan untuk melakukan sesuatu yang disukai saja. Kondisi ini adalah kondisi otak yang kompleks yang ditandai dengan ketidakmampuan untuk berhenti menggunakan atau terlibat akan suatu perilaku terlepas dari konsekuensi negatif yang ditimbulkannya.

    Ketika selesai melakukan onani, tubuh melepaskan sejumlah hormone yang dapat menumbulkan perasaan gembira setelah melakukannya. Hal ini akan menimbulkan rasa kecanduan atau ingin melakukannya lagi.

    Berikut ini hormone atau zat yang dilepaskan tubuh ketika onani:

    Dopamin
    Dopamine merupakan salah satu hormone “bahagia” yang dilepaskan otak dan menimbulkan efek bahagia.

    Endorfin
    Endorphin merupakan salah satu hormone yang berfungsi sebagai anti nyeri yang dapat menurunkan perasaan stress dan meningkatkan mood seseorang.

    Oksitosin
    Oksitosin atau yang disebut hormone cinta (love hormone) yang berhubungan dengan ikatan sosial dengan seseorang.

    Testosterone
    Hormone testosterone adalah hormon yang dilepaskan ketika seseorang melakukan hubungan seksual atau melakukan fantasi seksual. Hormone ini meningkatkan stamina seksual.

    Prolactin
    Hormon prolaktin berperan untuk meningkatkan mood dan sistem imun tubuh.

    Dampak Sering Onani pada Pria

    Apabila dilakukan terlalu sering, onani dapat memberikan efek samping negatif bagi pria, seperti:

    • Luka lecet akibat iritasi pada penis
    • Rasa nyeri pada alat kelamin
    • Memicu timbulnya penyakit peyronie
    • Memicu timbulnya penurunan sensitivitas pada alat kelamin
    • Memicu terjadinya ejakulasi dini
    • Dapat mengakibatkan kecanduan
    • Mengganggu kesehatan mental sampai timbulnya gangguan mental dan depresi.

    Dampak Negatif Onani pada Kesehatan Mental

    Seperti beberapa penelitian sebelumnya bahwa onani  dapat memberikan berbagai manfaat termasuk kesenangan seksual dan kegembiraan. Hal ini merupakan hal positif bagi kesehatan mental yang didapatkan apabila melakukan onani dalam batas yang sewajarnya.

    Berikut ini dampak onani bagi mental seseorang:

    • Onani menyita waktu dan energi sehingga tidak dapat berhenti memikirkan onani atau masturbasi.
    • Merasa bersalah dan malu setelah melakukan onani
    • Tidak bisa fokus jika tidak melakukan onani terlebih dahulu
    • Melakukan onani ditempat umum karena tidak tahan untuk menunggu sampai dirumah
    • Melakukan onani setiap merasa sedih, stress, marah dengan tujuan memperbaiki mood.
    • Ingin onani walaupun sedang tidak ada hasrat melakukannya (onani seperti kebiasaan yang harus dilakukan)
    • Menjadi pribadi yang malas dan cenderung hanya ingin onani saja

    Beberapa penelitian mengatakan bahwa onani tidak menyebabkan depresi. Onani merupakan aktivitas seksual alami. Namun, di Indonesia masih dianggap tabu dan bertentangan dengan budaya serta agama. Onani tidak memberikan efek depresi bagi seseorang. Namun, depresi dapat mengganggu fungsi seksual seseorang, menurunkan gairah seks, libido dan menyebabkan kehilangan minat dalam melakukan onani.

    Hanya saja onani harus dilakukan dengan bijak agar tidak menjadi rasa kecanduan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Apalagi sampai menyebabkan masalah pada diri sendiri di kemudian hari.

    Cara Mengatasi Kecanduan Onani

    Apabila masturbasi atau onani sudah mulai mengganggu aktivitas fisik dan kesehatan mental seseorang, maka berikut ini ada beberapa saran yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecanduan onani:

    Hindari Pornografi

    Menonton film porno, melihat gambar atau situs yang berbau pornografi dapat meningkatkan keinginan untuk melakukan onani. Berikan Batasan agar tidak sering melihat situs pornografi. Mulai lakukan Batasan dengan mengatur perangkat gadget dengan menggunakan filter yang dapat memblokir situs pornografi.

    Tetap Aktif pada Kegiatan Positif

    Gunakan waktu dengan kegiatan yang positif dengan tetap aktif seperti melakukan hobi baru seperti bermain music atau berolahraga. Dengan melakukan hal positif akan mengganggu keinginan seksual untuk melakukan masturbasi.

    Minta Bantuan Profesional

    Apabila kegiatan onani mengganggu kualitas hidup seseorang sampai mengganggu kesehatan mental, maka jangan malu meminta pertolongan konseling oleh psikiatri yang ahli dibidangnya.

    Perbanyak Aktivitas Sosial

    Sebagian besar orang melakukan masturbasi karena merasa kesepian. Oleh karena itu, perbanyak aktivitas sosial, bertemu dengan banyak orang seperti pertemuan keluarga, bergabung dengan komunitas olahraga dapat membantu mengalihkan terhadap masturbasi.

    Olahraga

    Olahraga dapat meningkatkan pelepasan hormone endorphin yang mempunyai efek yang sama dengan masturbasi. Perasaan tenang dan gembira juga dapat dilakukan akibat olahraga selain dari masturbasi.

    Demikianlah dampak sering onani pada pria dilihat dari sisi medis. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi untuk menghilangkan kecanduan pada onani, silahkan menghubungi Asisten Kesehatan Maya di nomor kontak WA 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Brito, Ph.D J, Drake K. What is ‘Masturbation Addiction’? Signs and What to Do [Internet]. Psych Central. 2021 [cited 27 September 2021].
    2. Brito, Ph.D J, Ferguson S. Is Masturbation Actually Bad for Your Brain? [Internet]. Healthline. 2020 [cited 27 September 2021].
    3. Litner J, Ferguson S. Is ‘Masturbation Addiction’ Possible? [Internet]. Healthline. 2020 [cited 27 September 2021].
    4. B. Block, MD D. Does Masturbation Affect Mental Health? [Internet]. Verywell Mind. 2021 [cited 27 September 2021].
    5. J. Legg T, Burgess L. Masturbation and depression: Effects on mental health [Internet]. Medicalnewstoday.com. 2019 [cited 27 September 2021].
    6. Brito J. How to stop masturbating: 6 tips and tricks [Internet]. Medicalnewstoday.com. 2019 [cited 27 September 2021].
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja