Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Hubungan Hipotiroid dan Covid-19 Berdasarkan Studi Medis

Pengecekan Kondisi Hipotiroid pada Penderita Covid 19 dengan Menekan Leher Mencari Ada Tidaknya Benjola Tiroid

Angka kesakitan dan kematian akibat penyakit Covid-19 selama ini dikaitkan dengan berbagai penyakit penyerta atau disebut juga penyakit komorbid. Salah satu penyakit komorbid adalah gangguan tiroid. Bagaimana dampak gangguan hipotiroid (rendahnya hormon tiroid dalam tubuh) pada penderita Covid-19 ? Mari simak penjelasan berikut.

Dampak Penyakit Covid-19

Covid-19 adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi Severe Acute Coronavirus 2 (SARS-CoV-2), yang telah menyebar di seluruh dunia. Gejala yang dapat dialami penderitanya cukup beragam, mulai dari tanpa gejala hingga menyebabkan infeksi paru berat yang mengakibatkan gagal nafas bahkan kematian. Pasien usia lanjut dan penderita penyakit penyerta (komorbid) lebih berisiko tinggi menderita kondisi berat apabila terinfeksi Covid-19.

Mengenali Penyakit Hipotiroid

Hipotiroid merupakan salah satu jenis gangguan hormon tiroid yang ditandai dengan rendahnya hormon tiroid dalam tubuh. Penyebab dari hipotiroid cukup beragam yaitu akibat penyakit autoimun, menjalani terapi radioiodin, maupun pasca operasi pengangkatan kelenjar tiroid.

Saat kadar hormon tiroid di dalam tubuh rendah, metabolisme tubuh melambat sehingga tubuh mudah merasa kedinginan, kulit menjadi kering, mudah lupa, konstipasi, kenaikan berat badan tanpa sebab yang jelas, mudah lupa, serta dapat mengalami depresi. Untuk mendiagnosa hipotiroid dapat dilakukan pemeriksaan hormon tiroid. Tatalaksana hipotiroid dengan pemberian levotiroksin yaitu hormon pengganti untuk menjaga kestabilan hormon TSH dalam darah.

Kaitan Hipotiroid dan Covid-19

Berdasarkan berbagai penelitian, gangguan hipotiroid tidak berkaitan dengan perawatan dan perburukan penyakit akibat Covid-19 maupun penyakit infeksi lainnya.1,3 Meski demikian kondisi hipotiroid yang tidak terkontrol dengan baik, lebih beresiko tinggi terhadap penyakit yang disebabkan oleh infeksi. Lembaga tiroid dunia seperti British Thyroid Association, The Society for Endocrinology, dan American Thyroid Association menyarankan agar penderita gangguan tiroid tetap melanjutkan pengobatan sesuai jadwal untuk mencegah disregulasi tiroid.

Banyak orang yang bertanya-tanya apakah penyakit tiroid yang disebabkan oleh autoimun dapat menyebabkan lebih rentan terhadap infeksi virus atau tidak, namun diketahui bahwa gangguan sistem imun yang menimbulkan penyakit tiroid berbeda dengan sistem imun yang bertugas untuk melawan penyakit infeksi virus seperti Covid-19.

Beberapa bukti dari berbagai penelitian mengungkapkan bahwa gangguan hormon dan penghancuran kelenjar tiroid mungkin merupakan salah satu komplikasi akibat Covid-19, bahkan pada pasien yang sebelumnya tidak memiliki riwayat gangguan hormon.

Diketahui bahwa virus Sars-CoV yang bertanggung jawab pada wabah SARS di tahun 2003 dan virus Sars-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19, menggunakan reseptor ACE-2 (Angiotensin-converting enzyme-2) untuk masuk ke dalam sel tubuh manusia. Sementara itu reseptor ACE-2 tersebar dalam berbagai sel tubuh, termasuk diantaranya adalah kelenjar tiroid. Hingga kini masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hancurnya kelenjar tiroid dan gangguan tiroid permanen akibat Covid-19.

Apakah Obat Tiroid Menekan Sistem Imun?

Obat tiroid seperti Levothyroxine, Carbimazole, maupun Propiltiourasil tidak memperlemah sistem imun. Sementara pada penderita gangguan tiroid lain yang mengkonsumsi obat steroid diketahui dapat menekan sistem imun.3 Konsultasikan kembali dengan dokter yang menangani agar dievaluasi kondisi dan penanganan yang diberikan.

Vaksinasi Bagi Penderita Gangguan Tiroid

Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) telah mengeluarkan rekomendasi pemberian vaksin Covid-19 pada penderita gangguan hipotiroid baik akibat penyakit autoimun ataupun non-autoimun, agar tetap mendapatkan vaksin Covid-19 dengan catatan telah mendapatkan pengobatan dan dalam kondisi klinis yang stabil. Apabila terdapat keraguan, maka dianjurkan berkonsultasi kembali dengan dokter yang merawat. 5

Mengkonsumsi obat sesuai dengan rekomendasi dokter dan melakukan kontrol secara rutin merupakan hal yang sangat direkomendasikan bagi penderita hipotiroid selama masa pandemi ini. Adanya pembatasan aktivitas dan kurangnya tenaga kesehatan yang mungkin terjadi pada daerah tertentu dapat mempengaruhi pertemuan tatap muka dengan pasien, sehingga pusat perawatan endokrin perlu lebih aktif mengatur prioritas jadwal kontrol pasien.

Terapkan pola hidup bersih dan sehat untuk menghindari infeksi Covid-19, seperti mencuci tangan dengan rutin dibawah air mengalir maupun menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol saat bepergian, menerapkan etika batuk dan bersin, menghindari menyentuh mulut, hidung, maupun mata dengan tangan yang kotor; serta menggunakan masker sesuai dengan anjuran.

Referensi

  • van Gerwen M, Alsen M, Little C, Barlow J, Naymagon L, Tremblay D, et al. Outcomes of Patients With Hypothyroidism and COVID-19: A Retrospective Cohort Study. Front Endocrinol. 2020;11:565.
  • American Thyroid Association. Hypothyroidism [Internet]. USA : American Thyroid Association; [cited 2021 Sep 20].
  • British Thyroid Foundation. Thyroid disease and coronavirus (Covid-19) [Internet]. UK : British Thyroid Foundation. 2021 [updated 2021 Feb 25; cited 2021 Sep 19].
  • American Thyroid Association. COVID-19 Vaccine: Frequently Asked Questions [Internet]. USA : American Thyroid Association; [cited 2021 Sep 20].
  • Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. Rekomendasi PAPDI tentang Pemberian Vaksinasi COVID-19 pada Pasien dengan Penyakit Penyerta/ Komorbid (Revisi 18 Maret 2021) [Internet]. Indonesia : Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. 2021 [updated 2021 March 18; cited 2021 Sep 19].

ID-NONT-00063

Chat Dokter 24 Jam