Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Fakta Vaksin Pfizer dan Efektivitasnya Melawan COVID-19

Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

Fakta Efektivitas Vaksin Pfizer

Pertanyaan seperti efektivitas vaksin pfizer dan efek sampingnya biasa muncul. Terutama pada mereka yang masih ragu untuk divaksin. Oleh sebab itu, pada kesempatan kali ini akan dibahas secara mendalam fakta-fakta mengenai vaksin Pfizer, mulai dari efek samping, efektivitas, siapa yang boleh menerima, dan siapa yang tidak boleh menerima vaksin ini.

Nah, berikut ini adalah beberapa fakta mengenai vaksin Pfizer yang dirangkum dari berbagai sumber:

Distribusi Vaksin Pfizer di Indonesia

Per tanggal 31 Agustus 2021, Indonesia telah berhasil mencapai lebih dari 100 juta penyuntikan vaksin Covid-19 yang merupakan jumlah total dari pemberian vaksin pertama,  kedua dan dosis ketiga. Total vaksinasi dosis pertama sebanyak 63.265.720 atau 30,49%, sedangkan dosis kedua adalah 36.050.866 atau 17,31% dan dosis ketiga atau vaksinasi booster untuk tenaga kesehatan telah mencapai 640.532 atau 43,61%.

Pemerintah terus mengupayakan pendistribusian vaksinasi ke seluruh wilayah di Indonesia. Hingga kini vaksin Covid-19 yang telah masuk di Indonesia antara lain Sinovac, Moderna, Astrazeneca, Sinopharm, Pfizer dan Johnson and Johnson (Janssen). Kini masyarakat tengah ramai membicarakan vaksin Pfizer. Sahabat Sehat, bagaimana profil vaksin Pfizer ? Mari simak penjelasan berikut.

Efektivitas Vaksin Pfizer

Pada tanggal 14 juli 2021 lalu, BPOM menerbitkan izin penggunaan vaksin berbasis mRNA yang diproduksi Pfizer dan BioNTech untuk mencegah penyebaran Covid-19. Berdasarkan uji klinis fase 3, efektivitas vaksin Pfizer pada usia lebih dari 16 tahun menunjukkan angka keberhasilan mencapai 95,5%. Sementara pada remaja usia 12-15 tahun mencapai 100%.

Vaksin Pfizer atau BNT162b2 merupakan vaksin yang digunakan mencegah infeksi virus SARS-COV-2 penyebab penyakit Covid-19. Vaksin Pfizer merupakan vaksin mRNA, yang memicu sistem kekebalan tubuh untuk membentuk spike protein sehingga membantu tubuh mengaktivasi sistem imun untuk melawan Covid-19. Vaksin Pfizer diberikan sebanyak 2 dosis dengan rentang waktu 21 hari dari dosis pertama.

Siapa Yang Dapat Diberi Vaksin Pfizer?

Semua orang di daerah pandemi Covid-19 yang berusia diatas 12 tahun dapat diberikan vaksin Covid-19 produksi Pfizer. 3,4 Vaksin Pfizer dapat diberikan pada ibu menyusui dan ibu hamil dengan usia kehamilan diatas 12 minggu dan paling lambat usia kehamilan 33 minggu dengan pengawasan Dokter.

Siapa Yang Tidak Dapat Diberikan Vaksin Pfizer?

Tidak semua orang bisa menerima vaksin Pfizer. Sahabat Sehat, berikut adalah beberapa kondisi yang tidak dapat menerima vaksin Pfizer:

Alergi Berat

Apabila pernah mengalami reaksi alergi anafilaksis atau reaksi alergi yang berat, sebaiknya tidak diberikan vaksin Covid-19 dengan jenis mRNA.

Apabila pada dosis pertama diberikan vaksinasi Pfizer dan mengalami reaksi alergi sedang sampai berat, maka sebaiknya tidak diberikan dosis Pfizer dosis kedua.

Membutuhkan Obat Epinefrin dan Gangguan Nafas

Mempunyai riwayat alergi berat yang memerlukan penanganan dengan menggunakan obat epinefrin, sesak nafas hingga gagal nafas, sebaiknya tidak diberikan vaksin Covid-19 jenis mRNA.

Di Bawah Umur

Vaksin Pfizer tidak diberikan pada anak berusia dibawah 12 tahun. Namun bisa diberikan pada orang tua dengan memperhatikan kondisi kesehatannya.

Efek Samping Vaksin Pfizer

Sama seperti vaksin Covid-19 jenis lain, berikut adalah berbagai kemungkinan efek samping yang timbul pasca diberika vaksin Pfizer yaitu :

  • Nyeri pada lokasi suntikan
  • Kelelahan
  • Nyeri kepala
  • Nyeri otot
  • Menggigil
  • Nyeri sendi
  • Demam.4,5

Persiapan Sebelum Vaksinasi Covid-19

Bagi Sahabat Sehat yang akan mengikuti vaksinasi Covid-19, dianjurkan melakukan berbagai hal berikut agar kondisi prima saat hari vaksinasi :

  • Pastikan tubuh sehat, tanpa keluhan apapun dan suhu tubuh normal dibawah 37,50C.
  • Tunda vaksinasi apabila orang di rumah atau Sahabat Sehat sedang mengalami batuk, pilek, dan sesak nafas
  • Tidak menerima vaksin lain dalam waktu yang bersamaan
  • Tidur yang cukup di hari sebelum vaksinasi.
  • Beritahu petugas apabila memiliki alergi berat atau alergi terhadap vaksinasi pada dosis pertama.
  • Beritahu petugas apabila mempunyai penyakit tertentu seperti hipertensi, penyakit autoimun, diabetes, HIV/AIDS, kanker, kelainan darah, serta obat-obatan yang dikonsumsi.

Nah Sahabat Sehat, itulah profil dan fakta efektivitas vaksin Pfizer yang tengah ramai diperbincangkan di masyarakat. Bagi Sahabat Sehat yang memerlukan pemeriksaan Covid-19, segera manfaatkan layanan pemeriksaan ke rumah dari Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi

  1. Sehat Negeriku. Per 31 Agustus, Cakupan Vaksinasi Nasional COVID-19 Sentuh Angka 100 Juta Penyuntikan [Internet]. Indonesia : Sehat Negeriku. 2021 [updated 2021 Sep 01; cited 2021 Sep 14].
  2. Saptoyo R. Daftar Vaksin Covid-19 yang Digunakan di Indonesia dan Efikasinya [Internet]. Indonesia : Kompas. 2021 [updated 2021 Sep 12; cited 2021 Sep 14]
  3. Australia Government Department of Health. About the Comirnaty (Pfizer) COVID-19 vaccine [Internet]. Australia : Australia Government Department of Health; [cited 2021 Sep 14]. 
  4. Centers for Disease Control and Prevention. Information about the Pfizer-BioNTech COVID-19 Vaccine [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 Sep 09; cited 2021 Sep 14].
  5. World Health Organization. The Pfizer BioNTech (BNT162b2) COVID-19 vaccine: What you need to know [Internet]. USA : World Health Organization. 2021 [updated 2021 Sep 02; cited 2021 Sep 14].
  6. Faradiba N. 7 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Vaksin Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. Indonesia : Kompas. 2021 [updated 2021 June 23; cited 2021 Sep 14].

Chat Dokter 24 Jam