Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Hamil

Showing 1–10 of 56 results

  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Musik dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Karenanya, banyak sekali manfaat mendengarkan musik pada janin dan bagi kesehatan ibu hamil. Alunan irama musik dipercaya dapat mempengaruhi suasana hati yang tidak stabil pada ibu hamil akibat perubahan hormon di masa kehamilan. Selain itu para ahli menganggap […]

    5 Manfaat Mendengarkan Musik pada Janin dan Ibu Hamil

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Manfaat Mendengarkan Musik pada Janin dan Kesehatan Ibu Hamil

    Musik dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Karenanya, banyak sekali manfaat mendengarkan musik pada janin dan bagi kesehatan ibu hamil. Alunan irama musik dipercaya dapat mempengaruhi suasana hati yang tidak stabil pada ibu hamil akibat perubahan hormon di masa kehamilan.

    Selain itu para ahli menganggap bahwa dengan mendengarkan jenis musik tertentu saat hamil dapat menunjang perkembangan otak janin. Sahabat Sehat, apa saja manfaat mendengarkan musik bagi janin dan ibu hamil? Mari simak penjelasan berikut.

    Bisakah Janin Mendengarkan Musik?

    Meski masih didalam kandungan, pendengaran Si Kecil sudah mulai terbentuk seiring mendekati waktu kelahirannya. Janin sudah mulai dapat mendengar saat usia kehamilan mencapai 23 minggu. Memasuki usia kehamilan 29 hingga 33 minggu, janin sudah mampu membuat tangisan atau suara keras lainnya.

    Oleh sebab itu bagi Sahabat Sehat yang tengah mengandung dianjurkan memberi rangsangan seperti mengajak Si Kecil berbicara sambil mengelus perut, atau mendengarkan musik yang menenangkan. Biasanya janin akan memberikan respon dari dalam kandungan dengan membuat gerakan tertentu.

    Manfaat Mendengarkan Musik pada Janin

    Sebuah penelitian mengungkapkan jika ibu hamil mendengarkan musik di masa kehamilannya, bayi menjadi lebih aktif dan peka dengan lingkungan sekitarnya setelah dilahirkan. Selain itu, beberapa manfaat musik bagi janin antara lain adalah:

    1. Meningkatkan kecerdasan dan kemampuan berpikir anak
    2. Daya tahan si kecil meningkat dan lebih sehat
    3. Si kecil jadi memiliki potensi yang tinggi di bidang seni

    Selain memberikan manfaat bagi si kecil dalam kandungan, mendengarkan musik juga akan bermanfaat bagi ibu hamil.

    Manfaat Mendengarkan Musik Bagi Ibu Hamil

    Sahabat Sehat, berikut adalah berbagai manfaat yang dapat Sahabat Sehat peroleh dengan mendengarkan musik selama hamil:

    Meredakan cemas dan stress 

    Perubahan hormon yang dialami ibu hamil kerap menimbulkan cemas dan stress. Ibu hamil yang mengalami stress dan depresi selama masa kehamilan dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur, berat bayi lahir rendah, dan gangguan perkembangan kognitif Si Kecil. Mendengarkan musik dengan alunan lembut dan menenangkan adalah salah satu solusi untuk mengatasi stress di masa kehamilan.

    Mengatasi sulit tidur

    Irama lagu yang lembut dapat membantu tubuh dan pikiran ibu hamil lebih rileks. Sebuah studi membuktikan bahwa ibu hamil yang rutin mendengarkan musik selama 4 minggu berturut-turut memiliki kualitas tidur yang jauh lebih baik dibanding dengan mereka yang tidak mendengarkan musik sama sekali.

    Menjaga tekanan darah stabil

    Salah satu komplikasi yang sering terjadi selama hamil adalah preeklampsia atau disebut juga keracunan kehamilan. Kondisi ini diakibatkan oleh tekanan darah ibu hamil yang tinggi sehingga menyebabkan plasenta kekurangan asupan darah dan oksigen. Berdasarkan penelitian, dengan mendengarkan musik yang lembut dapat membantu Sahabat Sehat menjadi lebih rileks dan tekananan darah menjadi stabil. Tentunya perlu diimbangi dengan istirahat yang cukup dan menjaga asupan makanan yang dikonsumsi.

    Meredakan nyeri saat hamil

    Efek relaksasi dari mendengarkan musik juga mampu membantu meredakan rasa nyeri yang sering muncul di masa kehamilan, seperti nyeri perut, nyeri punggung, hingga sakit kepala. Saat Sahabat Sehat mendengarkan musik yang disukai atau musik beralunan lembut, tubuh akan menghasilkan hormon endorfin yang berfungsi sebagai pereda nyeri alami.

    Hal Penting Saat Mendengarkan Musik

    Jika Sahabat Sehat mendengarkan musik selama hamil, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut agar tidak berdampak buruk bagi kondisi ibu dan janin :

     

    • Hindari memutar musik dengan suara keras (> 80 db) yang diputar berulang sebab dapat berdampak pada pendengaran dan otak janin.

     

    • Volume musik yang dianjurkan untuk janin yakni sekitar 50-60 desibel atau sebesar suara normal saat berbicara.
    • Tidak diperkenankan untuk meletakan barang elektronik seperti handphone, perangkat musik atau loudspeaker secara langsung di perut selama masa kehamilan.
    • Musik dengan irama lambat, lembut, dan teratur seperti musik pengantar tidur ataupun musik klasik dianggap paling cocok untuk kesehatan ibu dan janin.

     

     

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa hal mengenai manfaat mendengarkan musik pada janin yang dapat Sahabat Sehat jadikan panduan selama kehamilan. Jika Sahabat Sehat memiliki pertanyaan lain seputar kehamilan, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Baby Centre UK. Will my baby learn anything in the womb? [Internet]. UK : Baby Center UK; [cited 2021 Aug 26]. Available from : https://www.babycentre.co.uk/a1049781/will-my-baby-learn-anything-in-the-womb
    2. Gordon S. Loud and Clear: What Your Baby Can Hear in Utero [Internet]. USA : Very Well Family. 2021 [updated 2021 June 14; cited 2021 Aug 26].
    3. International Forum for Wellbeing in Pregnancy. Listening to music during pregnancy: Myths and Facts – International Forum for Wellbeing in Pregnancy [Internet]. USA : International Forum for Wellbeing in Pregnancy; [cited 2021 Aug 26].
    4. The Asian Parent. 7 manfaat mendengarkan musik saat hamil, nomor 5 paling diharapkan semua orangtua [Internet]. Indonesia : The Asian Parent; [cited 2021 Aug 26].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Mungkin batuk terlihat sebagai hal sepele. Semua orang pernah mengalaminya. Namun batuk saat hamil bisa berbahaya bagi ibu dan janin. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab munculnya masalah ini dan bagaimana untuk menyembuhkannya. Di musim pancaroba, […]

    Awas, Batuk Saat Hamil Berbahaya Bagi Janin! Ini Solusinya

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Risiko Serta Bahaya Batuk Saat Hamil Serta Cara Mengatasinya

    Mungkin batuk terlihat sebagai hal sepele. Semua orang pernah mengalaminya. Namun batuk saat hamil bisa berbahaya bagi ibu dan janin. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab munculnya masalah ini dan bagaimana untuk menyembuhkannya.

    Di musim pancaroba, batuk sering kali menyerang semua kalangan. Selain itu, daya tahan tubuh yang menurun turut meningkatkan resiko terserang batuk. Tidak jarang batuk juga dapat dialami oleh ibu hamil. Perubahan hormon selama hamil turut menyebabkan menurunnya sistem daya tahan tubuh sehingga ibu hamil mudah terserang flu dan batuk.1

    Trimester awal kehamilan merupakan waktu yang penting sebab merupakan masa pembentukan organ vital janin, sehingga disarankan ibu hamil berhati-hati dalam mengkonsumsi obat dan harus dengan pengawasan dokter. Obat-obatan yang dikonsumsi ibu hamil tanpa pertimbangan yang tepat dikhawatirkan menimbulkan efek samping pada janin dalam kandungan.2,3,4

    Sahabat Sehat, apa yang harus dilakukan untuk mengatasi batuk saat hamil ? Mari simak penjelasan berikut.

    Tips Atasi Batuk saat Hamil

    Bagi Sahabat Sehat yang tengah mengandung namun mengalami batuk, lakukan beberapa langkah mudah berikut sebagai penanganan awal di rumah :

    1. Mandi dengan air hangat selama batuk dan pilek.
    2. Oleskan kayu putih atau minyak penghangat di dada dan dibawah hidung untuk melegakan pernapasan.
    3. Minum air hangat dengan jeruk nipis dan madu. 
    4. Berjemur dibawah sinar matahari setiap pagi selama 15 menit, sebelum pukul 10 pagi.
    5. Beristirahat yang cukup 
    6. Membuka jendela dan memperbaiki ventilasi di rumah agar sirkulasi udara berlangsung dengan baik.
    7. Konsumsi makanan bergizi seimbang, seperti sayur dan buah-buahan 
    8. Perbanyak minum air putih untuk  menjaga keseimbangan cairan didalam tubuh.
    9. Hindari merokok maupun paparan asap rokok. 1,3,4
    10. Hindari makanan yang dapat menyebabkan tenggorokan terasa semakin gatal, seperti gorengan, makanan berminyak, dan minuman berkafein (misal teh, kopi dan coklat).
    11. Lakukan olahraga ringan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, seperti jalan santai dan senam ibu hamil.1,3
    12. Berkumur dengan air garam apabila tenggorokan terasa gatal.
    13. Menggunakan obat semprot hidung untuk melegakan hidung yang tersumbat.
    14. Konsumsi susu ibu hamil serta multivitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

    Penjelasan singkat:

    Uap air hangat membantu ibu hamil melegakan pernapasan dan mengeluarkan dahak.

    Jeruk nipis mengandung vitamin C yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, sementara madu dapat membantu memperbaiki proses peradangan di dalam tubuh.

    Apa Obat Batuk Untuk Ibu Hamil?

    Sahabat Sehat, hingga kini belum ada obat batuk maupun pilek yang benar-benar aman bagi ibu hamil, termasuk antibiotik. Obat-obatan yang dikonsumsi ibu hamil harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

    Cara Mencegah Batuk Berulang Selama Kehamilan

    Walaupun sistem daya tahan tubuh selama masa kehamilan menurun, sebaiknya Sahabat Sehat melakukan berbagai upaya berikut untuk mencegah batuk dan pilek kembali terulang :

    • Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir terutama saat sebelum makan, sebelum memegang wajah dan setelah dari toilet.
    • Istirahat yang cukup, minimal 7-9 jam per hari.
    • Mengkonsumsi makanan bergizi seimbang.
    • Kelola stress dengan baik
    • Menggunakan masker apabila sedang sakit atau berada didekat orang yang sedang sakit.
    • Konsumsi susu ibu hamil dan multivitamin
    • Olahraga yang teratur.5

    Kapan Harus Segera Menghubungi Dokter ?

    Sahabat Sehat perlu mewaspadai apabila keluhan batuk disertai beberapa gejala berikut, maka segera diperiksakan ke dokter terdekat : 

    • Lemas
    • Sesak nafas
    • Nyeri dada, seperti tertekan benda berat
    • Perdarahan dari vagina
    • Muntah
    • Demam tinggi
    • Gerakan janin meningkat, atau terasa berkurang.5

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai tips mengatasi batuk pada ibu hamil. Jika Sahabat Sehat membutuhkan susu hamil maupun multivitamin, segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Nithy T. Batuk Saat Hamil, Bagaimana Mengatasinya? [Internet]. Indonesia : theAsianparent; [cited 18 August 2021].
    2. American Pregnancy. Cough and Cold During Pregnancy: Treatment and Prevention [Internet]. USA : American Pregnancy Association; [cited 18 August 2021].
    3. Sedicias S. How To Get Rid of a Cough During Pregnancy [Internet]. Brazil : Tua Saúde. 2021 [updated March 2021; cited 18 August 2021].
    4. University of Illinois. Taking Nyquil While Pregnant: Is It Safe? [Internet]. USA : Healthline. 2016 [updated 05 Aug 2016; cited 18 August 2021].
    5. de Bellefonds C. A. Pregnant With a Cold? Here’s how to Manage a Cold During Pregnancy [Internet]. USA : What to Expect. 2020 [updated 10 Feb 2020; cited 18 August 2021].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Susu untuk ibu hamil harus memenuhi kebutuhan nutrisi baik pada masa kehamilan. Termasuk kandungan vitamin dan mineral di dalamnya. Selain komposisi, susu yang dipilih juga harus melalui proses pasteurisasi. Sebagai sumber nutrisi baik, ibu hamil disarankan mengkonsumsi 2-3 gelas susu per hari […]

    Komposisi Nutrisi yang Wajib Ada Pada Susu untuk Ibu Hamil

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Meminum Susu untuk Ibu Hamil

    Susu untuk ibu hamil harus memenuhi kebutuhan nutrisi baik pada masa kehamilan. Termasuk kandungan vitamin dan mineral di dalamnya. Selain komposisi, susu yang dipilih juga harus melalui proses pasteurisasi.

    Sebagai sumber nutrisi baik, ibu hamil disarankan mengkonsumsi 2-3 gelas susu per hari untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu dan janin dalam kandungan. Asupan nutrisi pada masa kehamilan merupakan hal yang penting, sebab menyangkut kesehatan ibu dan janin dalam kandungan.

    Asupan nutrisi yang dikonsumsi ibu hamil berperan dalam proses pembentukan organ tubuh serta sistem saraf Si Kecil. Menurut American College of Obstetrician and Gynecologist (ACOG). Lantas kandungan apa saja yang perlu ada pada susu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil?

    Kandungan yang Perlu Ada Pada Susu untuk Ibu Hamil

    Sahabat Sehat, sebelum memilih susu selama hamil sebaiknya pastikan terlebih dahulu komposisi susu yang akan dikonsumsi. Berikut ini kandungan nutrisi dalam susu yang dibutuhkan ibu hamil :

    Kalsium

    Penelitian menyebutkan kebutuhan kalsium untuk membentuk tulang janin, sekitar 50-330 mg protein. Untuk memenuhi kebutuhan kalsium harian, ibu hamil yang berusia diatas 18 tahun membutuhkan kalsium sebanyak 1.000 mg per hari. Ibu hamil dapat  mengkonsumsi susu sebanyak 3-4 gelas per hari untuk memenuhi kebutuhan protein harian.

    Kalsium turut bermanfaat untuk memperkuat tulang ibu hamil. Sumber kalsium lainnya adalah produk olahan susu sapi (misalnya yoghurt dan keju), susu almond, edamame, brokoli dan tahu.

    Asam Folat

    Asam folat berperan dalam pembentukan sel darah dan protein, memaksimalkan kerja enzim ibu hamil, serta membentuk sistem saraf janin. Konsumsi asam folat yang ada pada susu akan mencegah cacat tabung syaraf saat janin pertama kali terbentuk.

    Ibu hamil membutuhkan asam folat sekitar 400 mikrogram per hari. Kandungan asam folat penting untuk dikonsumsi setidaknya mulai dari satu bulan sebelum hamil dan selama masa kehamilan.

    Protein

    Protein dibutuhkan ibu hamil untuk pembentukan sel serta jaringan tubuh janin didalam kandungan, serta memproduksi sel darah merah bagi ibu dan janin. Kebutuhan protein yang dibutuhkan ibu hamil, yaitu sebanyak 40-70 gram per hari. Manfaat protein lainnya bagi ibu hamil, yaitu:

    • Mencegah kekurangan energi pada saat hamil hingga persalinan sebab proses persalinan membutuhkan energi yang cukup besar.
    • Mencegah bayi lahir dengan berat badan rendah.
    • Mengganti cairan tubuh yang hilang, sehingga membantu mencegah terjadinya dehidrasi pada ibu hamil saat masa kehamilan.
    • Membantu pembentukan sel, organ, hormon dan enzim serta membawa oksigen dalam darah pada janin didalam kandungan.

    Vitamin D

    Vitamin D berperan dalam mengatur kadar kalsium dalam tubuh, meningkatkan daya tahan tubuh, membantu melawan infeksi, mencegah diabetes dan kanker. Ibu hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin D dengan dosis harian 600 hingga 4.000 IU. Saat ini rata-rata susu ibu hamil telah mengandung vitamin D.

    Susu yang kaya akan vitamin D dan kalsium akan mencegah terjadinya risiko osteoporosis pada ibu hamil saat menyusui. Selain itu, risiko janin menderita rakitis juga akan menurun.

    Yodium

    Yodium berperan dalam perkembangan otak janin, sehingga ibu hamil yang kekurangan yodium dapat berdampak pada berkurangnya kecerdasan Si Kecil. Ibu hamil membutuhkan yodium sejumlah 220 mikrogram.

    Susu sapi adalah sumber yodium yang baik. Dalam tiap 200 ml susu sapi terkandung yodium sebesar 50-100 mcg. Oleh sebab itu, segelas susu sapi sebagai pilihan susu untuk ibu hamil akan mencukupi kebutuhan harian yodium ibu hamil.

    Omega 3

    Kini telah banyak tersedia susu ibu hamil yang mengandung omega 3. Kandungan omega 3 berperan dalam proses pembentukan otak, saraf, serta kesehatan jantung Si Kecil. Selain dari susu, sumber omega 3 lainnya yaitu brokoli, kembang kol, kacang merah serta ikan.

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai komposisi zat dalam susu untuk ibu hamil yang dapat menjaga kesehatan ibu, dan janin dalam kandungan. Selain itu, tidak lelah mengingatkan agar Sahabat Sehat memilih susu yang telah melewati proses pasteurisasi untuk memastikan tidak ada kuman dalam susu.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan susu dan produk ibu hamil lainnya, segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    • Nierenberg C. Pregnancy Diet & Nutrition: What to Eat, What Not to Eat [Internet]. USA : Live Science. 2021 [updated 2021 April 24; cited 2021 Aug 17].
    • Malachi R. Milk During Pregnancy: Which Type Is Best For You And Why? [Internet]. USA :MomJunction. 2021 [updated 2021 June 08; cited 2021 Aug 17].
    • Zeratsky K. Pregnancy and lactose intolerance: How do you get enough calcium? [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2020 [updated 2020 June 09l cited 2021 Aug 17].
    • American College of Obstetricians and Gynaecologist. Nutrition During Pregnancy [Internet]. USA : American College of Obstetricians and Gynaecologist. 2021 [updated 20201 March; cited 2021 Aug 17].
    • Hatma T. Bisa Perkuat Rahim, Ini 6 Manfaat Susu Tinggi Protein untuk Ibu Hamil [Internet]. Indonesia : TheAsianparent; [cited 2021 Aug 17].
    • Ramadhini E. Waspadai kekurangan vitamin D untuk ibu hamil, ini pengaruhnya pada janin [Internet]. Indonesia : TheAsianparent; [cited 2021 Aug 17].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Pemerintah telah mengeluarkan aturan dan syarat ibu hamil boleh vaksin covid 19. Syarat ini terutama untuk keselamatan ibu dan janin. Ya, setelah sebelumnya WHO mengatakan bahwa ibu hamil tidak bisa menerima vaksin covid, WHO akhirnya merevisi untuk mencegah dampak buruk covid […]

    10 Syarat Agar Ibu Hamil Boleh Menerima Vaksin Covid 19

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Penyuntikan Setelah Memenuhi Syarat Ibu Hamil Boleh Vaksin Covid

    Pemerintah telah mengeluarkan aturan dan syarat ibu hamil boleh vaksin covid 19. Syarat ini terutama untuk keselamatan ibu dan janin. Ya, setelah sebelumnya WHO mengatakan bahwa ibu hamil tidak bisa menerima vaksin covid, WHO akhirnya merevisi untuk mencegah dampak buruk covid pada ibu hamil. Namun tentunya ada aturan khusus agar vaksin tidak menimbulkan efek samping serius pada ibu dan janin yang dikandung.

    Mengapa vaksin covid menjadi penting bagi ibu hamil?

    Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) mencatat sebanyak 536 orang ibu hamil dinyatakan menderita Covid-19 dalam 1 tahun terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3% diantaranya dinyatakan meninggal dunia. Sekitar 72% orang ibu hamil  terpapar Covid-19 pada saat usia kandungan mencapai 37 minggu, dan 4,5% orang ibu hamil diantaranya membutuhkan perawatan di ruang ICU.1

    Melihat angka kejadian kasus Covid-19 yang cukup tinggi pada ibu hamil, menunjukan bahwa ibu hamil termasuk dalam kelompok rentan tertular virus Covid-19. Ibu hamil yang terinfeksi Covid-19 dengan gejala berat, dan berisiko melahirkan secara prematur. Hal ini yang mendasari Kementerian Kesehatan Indonesia, Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), serta Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) mengeluarkan rekomendasi pemberian vaksin Covid-19 bagi ibu hamil.4

    Jenis Vaksin Covid-19 Bagi Ibu Hamil

    Vaksinasi Covid-19 untuk ibu hamil dapat menggunakan jenis vaksin berbasis mRNA (Pfizer atau Moderna), jenis vaksin yang dilemahkan (Sinovac), maupun vaksin lainnya tergantung ketersediaan vaksin di Indonesia.

    Berdasarkan rekomendasi Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), ibu hamil bisa diberikan vaksin seperti:

    • Pfizer
    • Moderna
    • Astra Zeneca
    • Sinopharm
    • ataupun Sinovac

    Namun berdasarkan surat keputusan Kementerian Kesehatan yang Diterbitkan pada Agustus 2021, vaksin COVID-19 yang boleh digunakan untuk ibu hamil di Indonesia adalah vaksin Sinovac, Pfizer, dan Moderna.

    Risiko yang Dapat Terjadi

    Jika tidak divaksin covid, ibu hamil akan memiliki risiko selama persalinan jika sampai harus melahirkan dalam kondisi positif Covid. Namun jika divaksin, ada beberapa risiko yang mungkin muncul setelah divaksin.

    Risiko Pada Ibu Hamil yang Tidak Divaksin Covid 19

    Risiko masalah saat persalinan dapat terjadi jika ibu hamil harus melahirkan dalam kondisi positif Covid. Beberapa risiko bagi ibu hamil tanpa vaksin antara lain adalah:

    1. Berisiko 5x lipat butuh perawatan serius  di rumah sakit jika sampai positif Covid
    2. Meningkatkan resiko perawatan di ruang ICU saat bersalin dalam kondisi Covid hingga 2-3 kali lipat.
    3. Meningkatkan resiko penggunaan alat bantu pernapasan (ventilator) hingga 3 kali lipat.
    4. Berisiko melahirkan bayi secara prematur (sebelum usia kehamilan 37 minggu). sebanyak 1,5 kali lipat.
    5. Bayi yang baru dilahirkan beresiko 3 kali lipat tertular Covid-19
    6. Bayi butuh mendapatkan perawatan intensif dibandingkan bayi yang lahir dari ibu yang telah di vaksin Covid-19

    Risiko Efek Samping Vaksin Covid 19 pada Ibu Hamil

    Dengan mematuhi prosedur dan syarat ibu hamil boleh vaksin covid 19 yang telah dikeluarkan oleh pemerintah maka risiko efek samping dapat terkontrol. Walaupun vaksin Covid sudah dikatakan aman, namun beberapa efek samping yang mungkin diterima ibu hamil setelah divaksin covid antara lain adalah:

    1. Demam ringan setelah divaksin selama 1-2 hari
    2. Rasa pegal pada persendian selama 1-3 hari
    3. Alergi pada orang dengan reaksi alergi yang sangat sensitif

    Efek samping ini tergolong aman dan jauh lebih baik daripada risiko yang ditimbulkan jika tidak divaksin. Walaupun aman, namun ada persyaratan yang harus dipenuhi agar ibu hamil layak untuk divaksin Covid.

    Syarat Ibu Hamil Boleh Vaksin Covid

    Tidak semua ibu hamil boleh menerima vaksin Covid. Hanya ibu hamil yang memenuhi persyaratan yang boleh menerima vaksin Covid 19. Bagi Sahabat Sehat yang hendak mengikuti vaksinasi Covid-19, berikut adalah beberapa persyaratan yang harus dipenuhi :

    Berkonsultasi Dengan Dokter

    Setiap ibu hamil memiliki kondisi fisik yang berbeda-beda, sehingga Sahabat Sehat dianjurkan berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter kandungan agar diperiksa kondisi tubuh nya. Terlebih bagi Sahabat Sehat yang memiliki riwayat kondisi medis tertentu, seperti darah tinggi, kencing manis, asma, dan riwayat penyakit lainnya.

    Jika memang sudah mendapatkan rekomendasi dari dokter, silahkan melakukan vaksinasi. Walaupun ibu hamil merasa sehat, namun pengecekan menyeluruh dari dokter sangatlah dibutuhkan. Asumsi pribadi mengenai kondisi tubuh sangatlah berbahaya. Karena orang yang menderita suatu penyakit seringkali merasa badannya sehat.

    Usia Kehamilan

    Sebagai syarat ibu hamil boleh vaksin covid usia kehamilan minimal ada di trimester kedua atau lebih dari 13 minggu. Usia kehamilan ini didasarkan pada perhitungan bahwa di usia kehamilan 13 bulan tubuh sudah dapat menerima vaksin dengan baik. Pemberian vaksin saat kehamilan di bawah 13 bulan dikhawatirkan akan mempengaruhi kesehatan janin.

    Namun walaupun usia kehamilan sudah lebih dari 13 bulan, jangan lupa untuk memastikan kesehatan janin terlebih dahulu dengan melakukan pemeriksaan pada dokter.

    Status Kesehatan Saat Ini

    Status kesehatan ibu hamil akan mempengaruhi boleh tidaknya divaksin. Adapun syarat status kesehatan ibu hamil agar bisa divaksin antara lain adalah:

    • Suhu tubuh normal (dibawah 37.5)
    • Tekanan darah normal (di bawah 140/90 mmHg)
    • Tidak ada tanda keracunan kehamilan (preeklampsia) seperti kaki bengkak dan sakit kepala
    • Tidak memiliki riwayat alergi berat seperti sesak napas, bengkak, dan biduran
    • Tidak memiliki komorbid (penyakit jantung, diabetes, asma, HIV, ginjal, liver, dan penyakit akut lainnya)
    • Tanpa riwayat autoimon, dan tidak sedang menjalani pengobatan autoimun (kecuali kondisi terkontrol)
    • Tidak sedang dalam pengobatan imunosupresan seperti kortikosteroid dan kemoterapi
    • Tidak sedang menderita Covid, dan tidak menderita Covid dalam 3 bulan terakhir

    Catatan: Sebelum divaksin, Sahabat Sehat akan diberikan skrining untuk mencari tahu kelayakan untuk menerima vaksin. Pastikan untuk menjawab jujur semua pertanyaan tersebut.

    Tips Bagi Ibu Hamil Setelah Vaksinasi Covid-19

    Setelah divaksin bukan berarti semua sudah selesai dan Sahabat Sehat bisa langsung bebas dari Covid. Bagi Sahabat Sehat yang telah menerima vaksin Covid-19, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Hal tersebut adalah:

    1. Tetap menggunakan masker, walaupun sudah mendapatkan vaksin.
    2. Menjaga jarak dengan orang lain minimal 1-2 meter untuk menghindari penularan Covid-19
    3. Hindari berkerumun selama di tempat umum
    4. Segera mencuci tangan (atau mandi) setelah mendapatkan vaksin
    5. Periksakan ke dokter jika ada keluhan, misal kulit gatal dan kemerahan, ataupun sesak nafas
    6. Carilah seseorang yang bisa menemani untuk menjaga Sahabat Sehat
    7. Siapkan parasetamol yang dapat membantu meringankan efek samping setelah vaksin

    Nah Sahabat Sehat, itulah syarat ibu hamil boleh vaksin covid sesuai aturan dari pemerintah. Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk kita semua.

    Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat.  Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. CNN Indonesia. POGI: 536 Ibu Hamil Positif Covid, 3 Persen Meninggal [Internet]. Indonesia : CNN Indonesia. 2021 [updated 2021 July 02; cited 2021 Aug 10].
    2. Australian Government Department of Health. COVID-19 vaccination decision guide for women who are pregnant, breastfeeding or planning pregnancy [Internet]. Australia : Australian Government Department of Health. 2021 [updated 2021 July 30; cited 2021 Aug 10].
    3. Royal College of Obstetricians and Gynaecologist. COVID-19 vaccines, pregnancy and breastfeeding [Internet]. UK : Royal College of Obstetricians & Gynaecologist. 2021 [updated 2021 July 19; cited 2021 August 10].
    4. Pranita E. Tips dan Syarat Vaksin Covid-19 untuk Ibu Hamil dari Dokter [Internet]. Indonesia : Kompas. 2021 [updated 2021 Aug 06; cited 2021 Aug 10].
    5. Thain S. COVID-19 and Pregnancy: Risks, Vaccination and Precautions – HealthXchange [Internet]. Singapore : Health X Change; [cited 2021 Aug 10].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Faktor penyebab insomnia pada ibu hamil harus diketahui terlebih dahulu. Dengan demikian, Sahabat Sehat akan lebih mudah mengatasinya. Ya, beda penyebab maka pasti akan beda juga solusi yang perlu dilakukan. Diketahui ada berbagai faktor yang menyebabkan ibu hamil mengalami sulit tidur. Mengatasi insomnia pada […]

    7 Penyebab Insomnia pada Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Faktor Utama Penyebab Insomnia pada Ibu Hamil Beserta Solusi Mengatasinya

    Faktor penyebab insomnia pada ibu hamil harus diketahui terlebih dahulu. Dengan demikian, Sahabat Sehat akan lebih mudah mengatasinya. Ya, beda penyebab maka pasti akan beda juga solusi yang perlu dilakukan.

    Diketahui ada berbagai faktor yang menyebabkan ibu hamil mengalami sulit tidur. Mengatasi insomnia pada ibu hamil sangatlah penting karena kualitas dan kuantitas waktu tidur selama masa kehamilan akan sangat mempengaruhi kondisi ibu, janin dalam kandungan, dan proses persalinan. 

    Berapa Lama Kebutuhan Tidur Ibu Hamil?

    Secara umum orang dewasa membutuhkan waktu tidur setidaknya selama 7 – 9 jam per hari. Namun bagi Sahabat Sehat yang tengah mengandung membutuhkan lebih banyak jam tidur di malam hari serta tidur singkat di siang hari.

    Selama hamil, tubuh akan mengalami perubahan sebagai contohnya organ jantung akan bekerja lebih keras dari biasanya sehingga dianjurkan ibu hamil beristirahat yang cukup. Sangat disarankan agar ibu hamil dapat tidur selama sembilan jam per hari secara teratur.

    Penyebab Insomnia pada Ibu Hamil

    Untuk lebih mudah mengatasi masalah insomnia, Sahabat Sehat perlu mencari tahu apa yang menjadi penyebab insomnia. Ketika mengetahui faktor penyebabnya, akan lebih mudah untuk mengatasi masalah ini.

    Sahabat Sehat, berikut ini adalah penyebab gangguan tidur yang kerap membuat ibu hamil mengalami insomnia:

    Sakit Punggung

    Sakit Punggung pada Ibu Hamil Menyebabkan Insomnia

    Selama trimester ketiga kehamilan, keluhan yang paling sering dialami ibu hamil adalah rasa nyeri di punggung. Sahabat Sehat dianjurkan tidur dengan posisi miring ke kiri sambil memeluk guling untuk meringankan tekanan pada punggung dan meningkatkan aliran oksigen serta darah ke janin., serta rutin berolahraga untuk meregangkan tubuh.

    Beberapa pilihan olahraga untuk meringankan sakit punggung yang dapat dilakukan ibu hamil yakni berenang, senam, dan yoga.

    Kram Kaki

    Sulit Tidur di Masa Kehamilan Akibat Kaki yang Suka Keram Secara Tiba-Tiba

    Kram pada kaki juga menjadi salah satu penyebab gangguan tidur pada ibu hamil. Hal ini disebabkan karena kadar kalsium dan magnesium yang rendah dalam tubuh selama hamil. Untuk mengatasinya, Sahabat Sehat dianjurkan konsumsi makanan bergizi seimbang seperti buah, sayur, susu ibu hamil, produk olahan susu, serta multivitamin. 

    Regangkan kaki dengan cara meluruskan jari kaki sambil menggerakan jari saat mengalami kram. Pijat betis secara perlahan sebelum tidur untuk membuat rileks dan meminimalkan risiko kram kaki saat tidur.

    Naiknya Asam Lambung

    Rasa Mulas dan Naiknya Asam Lambung pada Ibu Hamil

    Sensasi panas di ulu hati dan tenggorokan (heartburn) turut menjadi masalah yang kerap dialami ibu hamil di masa trimester ketiga kehamilan. Hal ini diakibatkan semakin membesarnya ukuran janin dan rahim. 

    Untuk mengatasinya, Sahabat Sehat dianjurkan konsumsi makanan dalam porsi kecil dan sering. Hindari makanan pedas, berminyak, makanan yang terlalu asam, alkohol, dan minuman berkafein. Hindari langsung berbaring setelah makan, serta gunakan bantal tambahan saat berbaring.

    Memiliki Riwayat Insomnia

    Membiarkan Riwayar Insomnia Sebelum Kehamilan Menjadi Penyebab Insomnia pada Ibu Hamil Semakin Parah

    Jika sebelum hamil pernah atau memang menderita insomnia, maka saat kehamilan biasanya masalah insomnia ini akan semakin parah. Oleh sebab itu, sangat disarankan bagi Sahabat Sehat yang sedang program hamil untuk mengatasi masalah insomnianya sesegera mungkin.

    Sulit tidur (insomnia) pada ibu hamil ditandai dengan sulit memulai tidur, sering terbangun saat tidur, dan tidak mudah tertidur kembali ketika telah terbangun. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh lesu dan kurang bersemangat di pagi hari. 

    Sahabat Sehat dianjurkan untuk mendengarkan musik yang merdu, mandi air hangat, melakukan meditasi, serta membatasi penggunaan telepon genggam, komputer, dan televisi di malam hari. Mengatus pola jam makan serta makanan apa yang harus dikonsumsi juga dapat membantu mengatasi masalah insomnia ini.

    Menghubungi dokter dapat menjadi solusi. Dokter akan memberikan solusi baik itu perawatan maupun obat-obatan yang tepat untuk mengatasi masalah insomnia ini. Hindari mengkonsumsi pil tidur tanpa resep dan petunjuk dari dokter.

    Morning Sickness

    Mual dan Rasa Sakit Akibat Morning Sickness yang Dialami Oleh Wanita Pada Masa Trisemester Pertama Kehamilan

    Walaupun namanya morning (pagi), namun penyakit ini bisa terjadi pada sore hari maupun pada malam hari. Penyakit ini umum dialami oleh ibu hamil dan menyebabkan ibu hamil mengalami masalah sulit tidur.

    Morning sickness atau mual dan muntah biasanya menyerang ibu hamil pada trimester pertama kehamilan. Untuk mengatasinya, Sahabat Sehat dianjurkan mengkonsumsi beberapa cemilan tawar sebelum tidur untuk mencegah perut kosong.

    Beberapa makanan yang bisa dikonsumsi untuk mencegah dan mengatasi datangnya morning sickness ini antara lain adalah makanan dengan vitamin B kompleks, jahe, aromaterapi, dan makanan serta minuman yang cenderung asam. Konsumsi makanan ini perlu didukung juga dengan mencoba terapi pijat agar tubuh merasa lebih nyaman, serta mencoba merubah pola jam makan.

    Sering Buang Air Kecil

    Anyang Anyangen

    Ibu hamil akan lebih sering bolak-balik ke kamar mandi seiring bertambahnya usia kandungan sebab ukuran janin dan rahim semakin membesar sehingga menekan kandung kemih. Hal ini yang menyebabkan munculnya rasa ingin buang air kecil.

    Untuk mengatasinya, hindari minum air putih terlalu banyak sebelum tidur dan biasakan buang air kecil sebelum tidur. Namun sering ditemukan juga kejadian rasa ingin buang air kecil namun setelah di kamar mandi ternyata urin yang keluar hanya beberapa tetes, bahkan tidak keluar sama sekali. Gejala ini di masyarakat awam kerap disebut anyang-anyangen.

    Masalah anyang-anyangen ini biasa disebabkan oleh infeksi saluran kemih dari suatu mikroorganisme. Untuk mengatasi masalah ini, konsumsi antibiotik bisa dilakukan. Namun saran terbaik tentunya harus melalui pemeriksaan serta konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

    Masalah Mental

    Stress pada Kehamilan Pertama ataupun Karena Pernah Trauma Akibat Kehamilan Sebelumnya

    Kehamilan walaupun merupakan hal yang indah, namun ternyata membawa tekanan secara mental. Terutama pada mereka yang baru pertama melahirkan, ataupun pada mereka yang pernah mengalami trauma akibat kehamilan sebelumnya. Masalah mental ini menjadi faktor yang dapat menyebabkan insomnia pada ibu hamil.

    Jika sahabat sehat merasa masalah mental inilah yang menjadi penyebab sulit tidur di masa-masa kehamilan, maka beberapa solusi bisa dilakukan. Misalnya dengan mendatangi psikiater, psikolog, maupun melakukan kegiatan yang dapat menurunkan tingkat kecemasan seperti meditasi dan berdoa.

    Nah Sahabat Sehat, itulah penyebab insomnia pada ibu hamil serta cara untuk mengatasinya. Untuk menunjang kesehatan selama hamil, Sahabat Sehat disarankan mengkonsumsi multivitamin serta susu hamil secara rutin.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan multivitamin dan susu, segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. International Forum for Wellbeing in Pregnancy. Insomnia during pregnancy: important facts you need to know. [Internet]. USA : International Forum for Wellbeing in Pregnancy; [cited 2021 Aug 12].
    2. Family Doctor. Sleep and Pregnancy [Internet]. USA : Family Doctor. 2020 [updated 2020 May 13; cited 2021 Aug 12].
    3. American Pregnancy Association. Best Sleeping Positions While Pregnant [Internet]. USA :  American Pregnancy Association; [cited 2021 Aug 12].
    4. Pacheco D. Pregnancy & Sleep: Tips, Sleep Positions, & Issues [Internet]. USA : Sleep Foundation; [cited 2021 Aug 12].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Kesalahan cara mensterilkan botol ASI dapat membuat air susu ibu tidak layak konsumsi. Ini tentu berbahaya bagi pencernaan si kecil. Oleh sebab itu, penting untuk menjaga kebersihan botol susu agar mencegah infeksi pada saluran cerna Si Kecil. Membersihkan botol susu dapat dilakukan paling tidak hingga Si Kecil berusia 12 bulan, […]

    Wah, Begini Seharusnya Cara Mensterilkan Botol ASI Perah

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Cara Mensterilkan Botol ASI Agar Layak Dipakai Si Kecil

    Kesalahan cara mensterilkan botol ASI dapat membuat air susu ibu tidak layak konsumsi. Ini tentu berbahaya bagi pencernaan si kecil. Oleh sebab itu, penting untuk menjaga kebersihan botol susu agar mencegah infeksi pada saluran cerna Si Kecil. Membersihkan botol susu dapat dilakukan paling tidak hingga Si Kecil berusia 12 bulan, namun jika cara membersihkannya masih sembarangan, tentunya akan percuma.

    Lantas bagaimana cara yang tepat untuk mensterilkan botol susu Si Kecil? Mari kita simak penjelasan berikut.

    Urutan Cara Mensterilkan Botol ASI yang Baik dan Benar

    Semua hal perlu dilakukan dengan urut, baik, dan benar. Termasuk bagaimana membersihkan dan mensterilkan botol ASI sehingga layak dipakai oleh si kecil. Karena masa-masa awal pertumbuhannya, kesehatannya masih sangat rentan.

    Agar botol ASI layak dipakai, urutan mensterilkan botol ASInya adalah sebagai berikut:

    Bersihkan Tangan Terlebih Dahulu

    Cuci tangan Sahabat Sehat dengan menggunakan sabun dan air bersih mengalir, setiap sebelum dan sesudah mencuci botol susu Si Kecil serta saat hendak menyajikan susu. Hal ini penting karena sebenarnya benda paling dengan dengan si kecil tentu adalah tangan ibu itu sendiri. Jangan sampai justru tangan ibu menjadi sumber datangnya masalah kesehatan pada si kecil.

    Kesalahan umum yang biasa dilakukan oleh ibu menyusui ketika mencucui tangannya adalah dengan mengelap tangan menggunakan kain yang tidak bersih. Selain itu, kesalahan lain yang biasa dilakukan adalah memegang benda-benda lain yang kurang higienis setelah mencuci tangan. Jika ingin mensterilkan botol ASI, hal-hal ini tidak boleh dilakukan lagi ya Sahabat Sehat.

    Bersihkan Botol Si Kecil dengan Sabun

    Mensterilkan adalah memastikan tidak ada bakteri ataupun mikroorganisme pembawa penyakit di botol ASI. Namun sebelum disterilkan, botol ASI perlu dicuci terlebih dahulu. Tujuannya agar kotoran-kotoran, sisa ASI yang menempel, dan bau-bau yang masih menempel di botol ASI bisa dihilangkan.

    Ada 3 hal yang sangat penting untuk diperhatikan saat mencucui botol ASI. Pertama, pastikan untuk membersihkan botol ASI dengan sebaik mungkin. Sahabat Sehat bisa gunakan sikat khusus untuk memudahkan proses membersihkan botol susu. Kedua adalah pastikan hanya menggunakan sabun cuci yang khusus untuk membersihkan botol bayi. Ketiga dan yang paling penting, Sahabat Sehat wajib bilas botol hingga bersih, pastikan tidak ada lagi sisa-sisa sabun yang menempel pada botol susu.

    Pilih Cara Sterilisasi yang Praktis Menurut Sahabat Sehat

    Setelah botol susu dibersihkan, Sahabat Sehat dapat mensterilkan botol susu untuk menjaga higienitas. Apabila tidak disterilkan dapat meningkatkan resiko infeksi pencernaan yang ditandai dengan muntah dan diare.

    Ada beberapa pilihan bagaimana mensterilkan botol ASI. Sahabat Sehat bisa memilih cara mana saja yang paling praktis karena pada dasarnya proses sterilisasi tersebut efisien selama dilakukan dengan baik dan benar. Beberapa pilihan cara mensterilkan botol ASI tersebut antara lain adalah:

    Merebus Dengan Air Panas

    Cara mudah untuk mensterilkan botol susu Si Kecil adalah dengan merebus menggunakan air mendidih selama kurang lebih 5 menit. Setelahnya, angkat dan biarkan botol susu kering. Jika sudah tidak panas, maka botol susu dapat digunakan.

    Menggunakan Microwave

    Jika Sahabat Sehat memiliki microwave, dapat digunakan untuk mensterilkan botol susu. Masukan air setengah botol susu lalu panaskan dengan microwave selama 1-2 menit. Setelahnya, buang sisa air dalam botol susu dan keringkan sebelum digunakan.

    Menggunakan Alat Uap Listrik

    Kini tersedia alat uap listrik di pasaran, dengan berbagai kapasitas. Sahabat Sehat sebaiknya melepaskan semua bagian botol susu dan pastikan tidak ada sabun yang masih menempel pada botol susu. Ikuti instruksi penggunaan alat uap listrik, sesuai anjuran yang tertera pada alat.

    Tablet Khusus Sterilisasi

    Perkembangan zaman kian pesat, kini tersedia tablet khusus untuk mensterilkan botol susu. Tablet yang berbahan dasar chlorine, umumnya aman digunakan untuk wadah makanan dan botol bayi. Tablet tersebut dapat menghilangkan mikroba, sehingga digunakan sebagai salah satu cara mensterilkan botol susu Si Kecil. Ikuti instruksi penggunaannya, sesuai anjuran yang tertera pada kemasannya.

    Nah Sahabat Sehat, itulah cara mensterilkan botol asi perah yang benar demi kebaikan dan kesehatan Si Kecil. Jika Sahabat Sehat memerlukan alat uap listrik untuk mensterilkan botol susu Si Kecil, segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat.  Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Centers for Disease Control and Prevention. How to Clean, Sanitize, and Store Infant Feeding Items [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [updated 2020 Oct 26; cited 2021 Aug 06].
    2. National Health Services. Sterilising baby bottles [Internet]. UK : National Health Services. 2019 [updated 2019 Sep 24; cited 2021 Aug 06].
    3. Stephanie T. 5 Cara Sterilisasi Botol Bayi, Perlu Seberapa Sering Dilakukan? [Internet]. Indonesia : PopMama. 2021 [updated 2021 July 31; cited 2021 Aug 06].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Berbagai penelitian menyebut banyak sekali manfaat menyusui bayi secara langsung. Terutama untuk kesehatan ibu dan si buah hati. Oleh sebab itu, pemberian ASI secara langsung sangat disarankan dilakukan, terutama pada awal masa pertumbuhan si kecil. Walaupun pemberian ASI perah yang disimpan […]

    8 Manfaat Menyusui Bayi Secara Langsung Bagi Kesehatan Ibu

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Manfaat Menyusui Bayi Secara Langsung Bagi Kesehatan Ibu dan Si Kecil

    Berbagai penelitian menyebut banyak sekali manfaat menyusui bayi secara langsung. Terutama untuk kesehatan ibu dan si buah hati. Oleh sebab itu, pemberian ASI secara langsung sangat disarankan dilakukan, terutama pada awal masa pertumbuhan si kecil.

    Walaupun pemberian ASI perah yang disimpan dalam wadah khusus juga baik untuk kesehatan dan tumbuh kembang si kecil, namun tentunya ada manfaat yang hanya bisa didapatkan jika Sahabat Sehat menyusui si kecil secara langsung. Nah Sahabat Sehat, apa saja manfaat menyusui Si Kecil langsung dari payudara ? Mari simak penjelasan berikut.

    Manfaat Menyusui Langsung Bagi Si Kecil

    Bayi yang Diberi ASI Ekslusif Secara Langsung

    ASI (Air Susu Ibu) mengandung nutrisi yang baik bagi Si Kecil karena mengandung sejumlah vitamin dan mineral untuk tumbuh kembang Si Kecil. Berikut adalah beberapa manfaat menyusui secara langsung (direct breastfeeding) bagi Si Kecil :

    Menjalin Ikatan Batin dengan Si Kecil

    Saat memberikan ASI secara langsung, pada dasarnya Sahabat Sehat sedang meningkatkan ikatan batin antara ibu dan si kecil. Si kecil akan merasa tenang dan percaya penuh kepada orang tuanya, dan rasa percaya ini akan terus berkembang hingga dewasa.

    Pada beberapa penelitian, disebut bayi yang disusui secara langsung akan memiliki rasa menyayangi dan peduli kepada keluarganya. Walaupun hal ini masih diperdebatkan, namun tentunya menunjukkan bahwa menyusui secara langsung adalah hal yang sangat baik dan bermanfaat.

    Meningkatkan IQ Bayi

    Bayi yang terbiasa menyusui secara langsung cenderung memiliki tingkat IQ yang lebih baik, terutama jika dibandingkan mereka yang diberi susu formula.

    Pemberian ASI secara langsung juga menjadi penunjang kemampuan kognitif Si Kecil saat memasuki usia sekolah. Namun demikian hal ini harus didukung dengan gizi dan nutrisi seimbang selama proses tumbuh kembangnya.

    Meningkatkan Sistem Pencernaan Si Kecil

    Diketahui bahwa bayi yang menyusui secara langsung memiliki jauh lebih sedikit laporan masalah diare dan sakit perut. Hal ini umumnya berkaitan dengan fakta bahwa ASI jauh lebih higienis jika diberikan secara langsung dibandingkan dengan jenis makanan-makanan lainnya. Walaupun ASI perah juga sehat namun selalu ada risiko ASI tercemar karena adanya kesalahan cara simpan.

    Selain itu, bayi juga cenderung tumbuh dengan sistem pencernaan yang lebih sehat hingga masa dewasanya karena ASI pada dasarnya memiliki nutrisi yang baik untuk meningkatkan kesehatan sistem pencernaan.

    Mengurangi Risiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) 

    SIDS atau kematian mendadak pada bayi merupakan masalah kesehatan bayi yang menyebabkan kematian secara mendadak pada bayi yang terlihat sehat. Pemberian ASI pada bayi dapat menurunkan risiko SIDS sebesar 50 persen.

    Beberapa penelitian menyebutkan bahwa bakteri menjadi salah satu penyebab terjadinya sindrom kematian bayi secara mendadak. Bakteri ini bisa menginfeksi bayi salah satunya melalui susu yang tercemar. Dengan pemberian ASI secara langsung, bayi cenderung mendapatkan ASI yang lebih higienis dan mendapatkan nutrisi yang berguna untuk membangun sistem kekebalan tubuhnya.

    Selama menyusui, ibu menyusui sebaiknya jangan minum alkohol karena dapat menyebabkan kualitas ASI menurun, bahkan dapat mencemari ASI. ASI dari ibu yang mengkonsumsi alkihol dapat meningkatkan risiko bayi mengalami SIDS.

    Bagi Ibu, Ini 8 Manfaat Menyusui Bayi Secara Langsung

    Ibu yang Sehat dan Bahagia Karena Bisa Menyusui Bayinya Secara Langsung

    Ketika Sahabat Sehat menyusui si kecil secara langsung, ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan. Beberapa manfaat menyusui bayi secara langsung antara lain adalah:

    1. Meningkatkan produksi ASI

    Apabila Si Kecil rutin menyusu langsung pada payudara, maka menstimulasi produksi ASI sehingga jumlah ASI akan selalu cukup. Walaupun memompa ASI juga dapat menstimulasi produksi ASI agar meningkat, namun stimulasi pada puting yang diberikan oleh si kecil akan jauh lebih efektif.

    Peningkatan produksi ASI ini tentunya harus didukung dengan konsumsi makanan bergizi. Karena jika produksi ASI meningkat sementara konsumsi makanan bergizi cenderung turun justru akan kurang baik bagi kesehatan ibu.

    2. Membakar Lebih Banyak Energi dan Kalori

    Lebih banyak energi dan kalori yang dibakar akan membantu menurunkan berat badan secara melahirkan. Hal ini tentu akan sangat baik bagi Sahabat Sehat yang ingin cepat mendapatkan bentuk ideal tubuhnya.

    Selain itu, membakar energi dan kalori dari menyusui akan membantu membuat tubuh lebih sehat, bugar, dan tahan terhadap berbagai penyakit.

    3. Mengembalikan Ukuran Rahim

    Menyusui secara langsung dapat merangsang keluarnya hormon oksitosin yang membantu rahim kembali ke ukuran semula seperti waktu sebelum melahirkan. Dengan kembalinya rahim ke ukuran semula maka perut akan mengecil sehingga badan akan kembali seperti bentuk idealnya.

    Oh iya, Sahabat Sehat juga perlu tahu bahwa hormon oksitosin juga berperan dalam menurunkan resiko perdarahan pasca persalinan sehingga kesehatan sehabis melahirkan menjadi lebih terjaga.

    4. Mengurangi Risiko Terjadinya Depresi Pasca Melahirkan

    Menyusui si kecil, memeluknya, dan melihatnya sedang asik menyusui adalah hal-hal yang sangat membahagiakan. Kebahagiaan yang dirasakan ini menjadi salah satu manfaat menyusui bayi secara langsung. Bahkan dengan menyusui secara langsung Sahabat Sehat dapat menghilangkan rasa depresi yang kerap muncul pasca melahirkan.

    Dilaporkan bahwa banyak ibu menyusui secara langsung cenderung lebih tahan stress dan terhindar dari depresi dibandingkan ibu yang memberikan ASI perah pada si kecil.

    5. Menumbuhkan Ikatan Emosional dengan Si Kecil

    Selain membuat si kecil memiliki ikatan emosional dengan ibunya hingga dewasa, menyusui si kecil secara langsung juga akan menumbuhkan ikatan emosional ibu pada bayinya kapanpun, bahkan hingga si kecil telah dewasa.

    Stress yang sedang dialami seorang ibu juga akan cenderung turun ketika melihat anaknya. Hal ini terjadi karena kuatnya ikatan emosional ibu dengan anaknya meskipun anaknya kelak tumbuh dewasa.

    6. Mencegah Terjadinya Kanker Payudara

    Selama menyusui, masa tidak menstruasi setelah melahirkan akan menjadi lebih panjang. Hal ini menyebabkan tubuh lebih sedikit terpapar hormon estrogen yang berperan dalam terjadinya kanker payudara. Semakin sedikit paparan hormon estrogen, risiko kanker payudara juga akan semakin menurun.

    Selain itu, selama menyusui secara langsung dan mendapatkan stimulasi dari mulut si kecil maka akan membuat jaringan payudara luruh. Luruhnya jaringan ini akan membantu menghilangkan sel yang berpotensi memicu kerusakan DNA sehingga risiko terkena kanker payudara akan menurun secara cukup signifikan.

    7. Mencegah Kanker Ovarium

    Manfaat menyusui bayi secara langsung berikutnya adalah membantu mengurangi risiko terjadinya kanker ovarium. Proses menyusui secara langsung akan merangsang penundaan periode ovulasi. Semakin sedikit periode ovulasi semakin sedikit juga paparan estrogen dan sel-sel abnormal yang bisa menjadi kanker.

    Namun tentunya manfaat mencegah kanker ovarium ini harus diiringi dengan konsumsi makanan sehat dan menghindari makanan-makanan yang dapat meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh. Misalnya makanan berlemak jenuh dan makanan-makanan yang digoreng.

    8. Praktis

    Keuntungan dari memberikan ASI secara langsung adalah Sahabat Sehat tidak perlu repot menyiapkan alat pompa ASI, botol susu serta perlengkapan penyimpanan ASI. Selain itu, Sahabat Sehat jika tidak perlu khawatir masalah higienitas pada ASI maupun perlengkapan penyimpanan ASI perah.

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai manfaat menyusui Si Kecil secara langsung. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. WebMD. Breastfeeding Overview [Internet]. USA : WebMD; [cited 2021 July 31].
    2. Bjarnadottir A. 11 Benefits of Breastfeeding for Both Mom and Baby [Internet]. USA : Healthline. 2020 [updated 2020 Aug 13; cited 2021 July 31].
    3. NI Direct. Health benefits of breastfeeding babies [Internet]. UK : NI Direct. 2020 [updated 2021 Aug 04; cited 2021 Aug 04].
    4. Villines Z. Breastfeeding vs. pumping: The pros and cons of each [Internet]. USA : Medical News Today. 2018 [updated 2018 Aug 22; cited 2021 July 31].
    5. Pregnancy Birth and Baby. Let-down reflex [Internet]. Australia : Pregnancy Birth and Baby. 2020 [updated 2020 April; cited 2021 July 31].
    Read More
  • Ditulis oleh : Roy Ivan Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Jika Sahabat Sehat hendak melahirkan dalam kondisi positif Covid-19 maka ada beberapa prosedur kesehatan yang wajib dilakukan. Tentunya hal ini penting untuk memastikan kesehatan dan keselamatan ibu dan bayi. Sahabat Sehat, bagaimana prosedur yang harus dilakukan bagi ibu hamil penderita Covid-19 yang akan […]

    Prosedur Jika Harus Melahirkan Dalam Kondisi Positif Covid

    Ditulis oleh : Roy Ivan
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Hamil Serta Harus Menjalani Prosedur Melahirkan Dalam Kondisi Positif Covid 19

    Jika Sahabat Sehat hendak melahirkan dalam kondisi positif Covid-19 maka ada beberapa prosedur kesehatan yang wajib dilakukan. Tentunya hal ini penting untuk memastikan kesehatan dan keselamatan ibu dan bayi.

    Sahabat Sehat, bagaimana prosedur yang harus dilakukan bagi ibu hamil penderita Covid-19 yang akan melahirkan? Mari simak penjelasan berikut.

    Prosedur Melahirkan Dalam Kondisi Positif Covid-19

    Bagi penderita Covid-19 yang sedang hamil dan akan segera melahirkan tentunya memiliki kecemasan. Terutama mengenai keselamatan ibu dan bayinya saat melahirkan nanti. Untuk menjaga keselamatan bersama, ada beberapa prosedur yang perlu dilakukan oleh ibu hamil ketika hendak melahirkan dalam status menderita Covid-19.

    Berikut adalah beberapa prosedur yang harus dilakukan bagi Sahabat Sehat yang tengah mengandung namun menderita Covid-19, yaitu :

    Memeriksa Kondisi Kesehatan Ibu

    Pemeriksaan PCR untuk Memeriksa Kesehatan Ibu Hamil

    Jika Sahabat Sehat masih terkonfirmasi menderita Covid-19, sebaiknya memeriksakan kondisi tubuh ke dokter. Jika Sahabat Sehat ingin tetap bersalin secara  normal, silahkan konsultasi lebih lanjut dengan dokter kandungan yang menangani. Sahabat Sehat umumnya akan diminta melakukan pemeriksaan swab PCR sebelum menjalani proses persalinan.

    Informasikan Riwayat Kesehatan Ibu

    Melaporkan Riwayat Kesehatan Ibu Hamil Secara Lengkap

    Saat Sahabat Sehat memeriksakan diri ke dokter, informasikan mengenai riwayat kesehatan sebelumnya termasuk jika saat ini tengah terinfeksi Covid-19. Dengan demikian, tenaga medis akan mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan seandainya terjadi kendala selama proses persalinan. Selain itu, dengan menginformasikan riwayat kesehatan Sahabat Sehat maka dapat dilakukan berbagai tindakan untuk membantu mengurangi resiko bayi ikut tertular Covid-19.

    Memilih Rumah Sakit Dengan Fasilitas Covid-19

    Rumah Sakit dengan Fasilitas untuk Bersalin Penderita Covid

    Agar penanganan yang diberikan maksimal, Sahabat Sehat disarankan untuk mencari rumah sakit yang memiliki fasilitas perawatan lengkap bagi penderita Covid-19. Misalnya, memiliki ketersediaan tabung oksigen serta ruang perawatan bayi.

    Tidak Dapat Langsung Menemui Si Kecil

    Ibu dan Bayi Harus Dipisahkan Sementara Waktu Hingga Ibu Sembuh Dari Covid

    Jika Sahabat Sehat melahirkan dalam kondisi menderita Covid-19, umumnya tidak disarankan menemui Si Kecil secara langsung untuk menghindari penularan Covid-19 sebab tubuh Si Kecil masih sangat rentan.

    Pemberian ASI

    Menyusui Bayi dalam Kondisi Masih Terjangkit Covid-19

    Berdasarkan penelitian, hingga saat ini tidak ditemukan bukti bahwa ASI dari ibu yang menderita Covid-19 dapat menularkan virus ke tubuh Si Kecil. Jadi Sahabat Sehat masih dapat menyusui Si Kecil, namun disarankan memberikan ASI dengan menggunakan dot sementara waktu untuk membatasi kontak langsung dengan Si Kecil.

    Nah Sahabat Sehat, itulah prosedur melahirkan dalam kondisi positif Covid yang perlu ditaati untuk keselamatan bersama. Apabila Sahabat Sehat ingin mendeteksi Covid-19, segera manfaatkan layanan pemeriksaan Covid-19 melalui Prosehat dan Klinik Kasih. Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Pengurus Pusat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. Rekomendasi Penanganan Virus Corona (Covid-19) Pada Maternal (Hamil, Bersalin, dan Nifas). Indonesia : Pengurus Pusat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia; 2020.
    2. National Health Services. Pregnancy and coronavirus (COVID-19) [Internet]. UK : National Health Services. 2021 [updated 2021 Aug 05; cited 2021 Aug 06].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Agar kualitasnya terjaga maka cara menyimpan ASI di kulkas harus benar. Kesalahan cara simpan dapat merusak manfaat dan rasa ASI. Sahabat Sehat tentu tidak ingin mengalami kejadian ASI yang sudah disimpan ternyata basi padahal sudah disimpan di kulkas. Bagi Sahabat Sehat yang tengah menjalani masa menyusui, sebagai salah […]

    Cara Menyimpan ASI di Kulkas Agar Kualitas Tetap Terjaga

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Cara Menyimpan ASI di Kulkas yang Benar dapat Menjaga Kualitas ASI

    Agar kualitasnya terjaga maka cara menyimpan ASI di kulkas harus benar. Kesalahan cara simpan dapat merusak manfaat dan rasa ASI. Sahabat Sehat tentu tidak ingin mengalami kejadian ASI yang sudah disimpan ternyata basi padahal sudah disimpan di kulkas.

    Bagi Sahabat Sehat yang tengah menjalani masa menyusui, sebagai salah satu cara untuk tetap dapat memenuhi kebutuhan ASI Si Kecil adalah dengan memompa ASI. Jika sewaktu-waktu Sahabat Sehat tidak dapat menyusui Si Kecil secara langsung, tentu dapat diberikan ASI perah agar Si Kecil tetap memperoleh asupan ASI. Nah Sahabat Sehat, bagaimana cara menyimpan ASI perah yang baik? Mari simak penjelasan berikut.

    Tempat Terbaik Penyimpanan ASI Perah

    Untuk menyimpan ASI perah, Sahabat Sehat dapat menggunakan kantong plastik maupun botol khusus ASI. Selanjutnya, Sahabat Sehat dapat menyimpan kantong dan botol berisi ASI perah dengan cara sebagai berikut :

    Gunakan Kulkas atau Lemari Pendingin

    Kualitas ASI perah akan sangat terjaga jika disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu sekitar 40 derajat Fahrenheit (4 derajat Celcius). Penyimpanan dengan cara ini dapat membuat ASI perah bertahan hingga 4 hari.

    Simpan di Lemari Es Beku

    ASI perah bisa disimpan dalam lemari es beku dengan suhu minimal 0 derajat Fahrenheit (-18 derajat Celcius). Penyimpanan dengan cara ini dapat membuat ASI perah bertahan hingga 6 bulan.

    Di Ruangan dengan Suhu Dingin

    Jika memiliki ruangan khusus dengan suhu 25 derajat celcius atau rendah maka ASI dapat disimpan di ruangan tersebut. ASI perah disimpan dalam suhu ruangan dengan suhu minimal 77 derajat Fahrenheit (25 derajat Celcius), dapat bertahan hingga 4 jam.

    Pakai Box Pendingin

    Jika Sahabat Sehat sedang berpergian, simpan ASI perah dalam box pendingin yang berisi bongkahan es (ice pack). ASI perah bertahan hingga 24 jam jika disimpan dalam box pendingin.

    Urutan Cara Menyimpan ASI di Kulkas

    Prosedur Penyimpanan ASI di Kulkas

    Walaupun tempat menyimpan ASI perah terbaik adalah di dalam kulkas namun sebaiknya memperhatikan beberapa hal agar manfaat dan rasa ASI tidak berubah. Beberapa tips ketika menyimpan ASI di kulkas antara lain:

    Tulis Tanggal dan Jam Pompa ASI

    Pastikan tidak memasukkan ASI ke dalam kulkas. Tulis dahulu tanggal dan jam berapa ASI tersebut dipompa. Cara ini wajib dilakukan agar Sahabat Sehat mudah mengetahui sudah berapa lama ASI disimpan. Selain itu, cara ini juga memudahkan Sahabat Sehat dalam menentukan ASI mana yang sebaiknya didahulukan untuk dipakai dan menghindarkan Sahabat Sehat mengambil ASI yang kemungkinan sudah basi.

    Cek Kondisi Kulkas

    Sahabat Sehat harus memastikan kondisi kulkas dalam keadaan baik. Hindari menggunakan kulkas yang memiliki masalah seperti kurang dingin, kelistrikannya suka mati mendadak, atau memiliki masalah-masalah lainnya. Hal ini penting agar tidak mengalami kejadian ASI yang disimpan langsung basi atau berubah rasa karena kulkas mati semalaman.

    Jangan Mengisi Kantong ASI Terlalu Penuh

    Kantong berisi ASI yang ingin dibekukan sebaiknya tidak terlalu penuh. ASI dapat memuai ketika didinginkan sehingga ASI dapat meluber jika dibekukan. Sebaiknya Sahabat Sehat juga menghindari mencampur ASI perah yang lama dengan ASI yang baru saja diperah. Karena pencampuran tersebut dapat merusak rasa ASI dan dapat menyebabkan bayi tidak mau mengkonsumsinya.

    Pastikan Kantong ASI dan Botol ASI Tertutup Rapat

    Sebelum memasukkan ke dalam kulkas pastikan kantong ASI dan botolnya sudah tertutup rapat. Hal ini untuk menghindari kebocoran ataupun kontaminasi yang tidak diinginkan selama ASI di dalam kulkas.

    Gunakan Kantong ASI Berukuran Sesuai Kebutuhan Si Kecil

    Jika Si Kecil tidak menghabiskan ASI, ASI perah sebaiknya tidak didinginkan ataupun dibekukan lagi di dalam kulkas. Oleh sebab itu sebaiknya pilih kantong ASI yang tidak terlalu besar namun sesuai kebutuhan sekali minum Si Kecil. Dengan demikian tidak ada ASI yang harus terbuang sia-sia nantinya.

    Jangan Taruh di Pintu Kulkas

    Cara menyimpan ASI di kulkas selanjutnya adalah dengan menaruh ASI di area belakang penyimpanan. Alasannya adalah karena suhu di sana adalah yang paling stabil. Menyimpan di pintu akan sering berubah suhu, terutama jika kulkas sering dibuka tutup.

    Sediakan Es Batu

    Selain mengisi kulkas dengan kantong ASI, ada baiknya Sahabat Sehat membuat es batu di dalam kulkas. Fungsinya adalah untuk berjaga-jaga semisal kulkas rusak atau lampu padam. Dengan demikian, Sahabat Sehat bisa menggunakan es batu tersebut agar ASI perah tetap dalam kondisi dingin.

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa cara menyimpan ASI di kulkas agar tetap awet dan rasanya tetap disukasi oleh Si Kecil. Selain memilih kantong dan botol wadah penyimpanan ASI perah, Sahabat Sehat juga perlu mempertimbangkan alat pompa ASI yang nyaman saat digunakan.

    Lihat Juga: Penyebab ASI Ada Darah

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan alat pompa ASI dan kantong plastik penyimpanan ASI perah, segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Centers for Disease Control and Prevention. Proper Storage and Preparation of Breast Milk [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 June 11; cited 2021 Aug 05].
    2. The Asian Parent. Cara Menyimpan ASI Perah, Tips Penting untuk Busui yang Bekerja [Internet]. Indonesia : The Asian Parent; [cited 2021 Aug 05].
    Read More
  • Ditulis oleh: dr. Monica Cynthia Dewi Bagi Sahabat Sehat yang tengah mengandung, asupan nutrisi merupakan salah satu hal yang penting sebab berpengaruh pada kondisi janin. Asupan nutrisi dapat diperoleh dari makanan bergizi seimbang seperti buah, sayur, susu, lauk pauk, serta suplemen atau multivitamin. Nah Sahabat Sehat, apa saja jenis vitamin dan mineral yang penting dikonsumsi […]

    Intip Berbagai Jenis Vitamin dan Mineral Penting Bagi Ibu Hamil

    Ditulis oleh: dr. Monica Cynthia Dewi

    Bagi Sahabat Sehat yang tengah mengandung, asupan nutrisi merupakan salah satu hal yang penting sebab berpengaruh pada kondisi janin. Asupan nutrisi dapat diperoleh dari makanan bergizi seimbang seperti buah, sayur, susu, lauk pauk, serta suplemen atau multivitamin. Nah Sahabat Sehat, apa saja jenis vitamin dan mineral yang penting dikonsumsi oleh ibu hamil? Mari simak penjelasan berikut.

    Mengapa Asupan Nutrisi Penting Dijaga Selama Hamil ?

    Mencukupi asupan nutrisi agar tetap sembang selama masa kehamilan dapat membantu dalam menjaga perkembangan dan pertumbuhan janin, serta menjaga agar berat badan Sahabat Sehat tetap stabil.

    Berapa Banyak Makanan yang Harus Dikonsumsi Selama Hamil ?

    Mungkin banyak diantara Sahabat Sehat yang mendengar bahwa ibu hamil harus banyak makan karena perlu mencukupi asupan gizi untuk dua orang. Namun secara medis, jumlah asupan ibu hamil dapat disesuaikan dengan kondisi janin. 

    Jika Sahabat Sehat mengandung satu janin, maka membutuhkan tambahan 340 kalori per hari yang dimulai pada trimester kedua (atau bahkan lebih banyak kalori yang dibutuhkan jika sudah memasuki trimester ketiga). Jika Sahabat Sehat mengandung janin kembar dua, maka membutuhkan tambahan 600 kalori per hari. Jika Sahabat Sehat mengandung janin kembar tiga, maka membutuhkan tambahan 900 kalori per hari.

    Baca Juga : 8 Asupan Bergizi dan Sehat untuk Wanita Hamil Muda

    Apa Saja Vitamin & Mineral yang Dibutuhkan Ibu Hamil ?

    Berikut adalah berbagai jenis vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh ibu hamil selama masa kehamilan :

    • Kalsium

    Ibu hamil yang berusia 19-50 tahun membutuhkan kalsium sebanyak 1.000 mg per hari untuk membentuk tulang dan gigi janin yang kuat. Kalsium bersumber dari susu dan produk olahannya, ikan sarden, serta sayuran hijau.

    • Zat besi

    Jumlah kebutuhan zat besi per hari ibu hamil mencapai 27 mg, yang bermanfaat dalam menghantarkan sel darah merah dari ibu ke janin. Sahabat Sehat dapat memenuhi asupan zat besi dari daging, unggas, ikan, kacang-kacangan, sereal yang terfortifikasi, serta buah plum.

    • Yodium

    Ibu hamil membutuhkan yodium sebesar 220 mcg per hari, yang berperan dalam perkembangan otak janin. Yodium dapat diperoleh dari garam dapur, produk olahan susu, makanan laut, daging, roti, serta telur.

    • Kolin

    Kolin berperan penting dalam perkembangan saraf otak serta tulang belakang janin. Ibu hamil membutuhkan sekitar 450 mg kolin per hari, yang bersumber dari susu, hati sapi, telur, kacang-kacangan, serta produk kedelai.

    • Vitamin A

    Bagi ibu hamil yang berusia 19-50 tahun membutuhkan vitamin A sebesar 770 mcg, yang berperan dalam pertumbuhan tulang serta menjaga kesehatan kulit dan penglihatan ibu. Vitamin A dapat Sahabat Sehat peroleh dari wortel, sayuran hijau, dan kentang.

    • Vitamin C

    Peranan vitamin C pada janin yaitu turut menjaga kesehatan gusi, gigi, serta tulang. Ibu hamil berusia 19-50 tahun membutuhkan vitamin C sebesar 85 mg per hari, yang dapat diperoleh dari buah jeruk, brokoli, tomat, serta stroberi.

    Produk Terkait : Vitamin Ibu Hamil

    • Vitamin D

    Ibu hamil membutuhkan sekitar 600 IU vitamin D per hari, yang dapat diperoleh dari paparan sinar matahari, susu yang terfortifikasi, ikan salmon dan ikan sarden. Vitamin D berperan dalam menjaga perkembangan tulang dan gigi janin, serta kesehatan kulit dan penglihatan ibu.

    • Vitamin B6

    Selama hamil, ibu membutuhkan 1,9 mg vitamin B6 yang berperan dalam membentuk sel darah merah. Vitamin B6 dapat Sahabat Sehat peroleh dari daging dan hati sapi, daging babi, daging asap, sereal gandum utuh, dan pisang.

    • Vitamin B12

    Peranan vitamin B12 bagi tubuh yaitu dalam proses pembentukan sel darah merah, serta menjaga kesehatan sistem saraf. Ibu hamil membutuhkan vitamin B12 sebanyak 2,6 mcg per hari, yang dapat diperoleh dari daging sapi, ikan, unggas, dan susu.

    • Asam Folat

    Untuk mencegah kelainan bawaan otak dan tulang belakang janin serta mendukung perkembangan janin, Ibu hamil memerlukan asam folat sebesar 600 mcg per hari. Sahabat Sehat dapat memperoleh asam folat dari sereal yang terfortifikasi, roti, pasta, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan jus jeruk. Jika Sahabat Sehat baru merencanakan kehamilan, dianjurkan mengkonsumsi 400 mcg asam folat per hari sebagai persiapan sebelum hamil.

    Baca Juga : 10 Makanan Sehat untuk Ibu Hamil

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai jenis vitamin dan mineral yang penting bagi ibu hamil. Jika Sahabat Sehat membutuhkan multivitamin selama dirumah, segera manfaatkan layanan Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi :

    1. The American College of Obstetricians and Gynaecologists. Nutrition During Pregnancy [Internet]. USA : The American College of Obstetricians and Gynaecologists. 2021 [updated 2021 March; cited 2021 July 21]. Available from : https://www.acog.org/womens-health/faqs/nutrition-during-pregnancy

    National Health Service. Vitamins, supplements and nutrition in pregnancy [Internet]. USA : National Health Service. 2020 [updated 2020 Feb 14; cited 2021 July 21]. Available from : https://www.nhs.uk/pregnancy/keeping-well/vitamins-supplements-and-nutrition/

    Read More

Showing 1–10 of 56 results

Chat Asisten ProSehat aja