Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Hamil

Showing 1–10 of 41 results

  • Kehamilan tentu saja merupakan suatu hal yang sangat diharapkan dari pasangan yang sudah menikah. Apalagi bagi yang sudah menikah bertahun-tahun karena akhirnya akan ada keturunan yang dihasilkan setelah melalui proses reproduksi yang dilakukan berkali-kali. Namun ketika Corona mewabah timbul pertanyaan apakah aman hamil di masa pandemi? Apalagi virus Corona adalah penyakit yang mudah menular bahkan […]

    Inilah 7 Tips Aman Hamil di Masa Pandemi

    Kehamilan tentu saja merupakan suatu hal yang sangat diharapkan dari pasangan yang sudah menikah. Apalagi bagi yang sudah menikah bertahun-tahun karena akhirnya akan ada keturunan yang dihasilkan setelah melalui proses reproduksi yang dilakukan berkali-kali. Namun ketika Corona mewabah timbul pertanyaan apakah aman hamil di masa pandemi? Apalagi virus Corona adalah penyakit yang mudah menular bahkan menurut sebuah penelitian, ibu hamil berpotensi besar tertular terutama pada trisemester ketiga kehamilan.

    hamil di masa corona, hamil di masa covid-19

    Baca Juga: Ini Dia Penambahan Berat Badan Normal Ibu Hamil

    Hal ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran bagi para ibu hamil karena bagaimana pun mereka berharap tidak tertular virus Corona. Begitu juga dengan bayi yang dikandung dan dilahirkan sehingga keduanya menjadi sehat. Apalagi bayi yang lahir pada era pandemi di masa mendatang merupakan calon kuat generasi Indonesia Emas 2045 atau 100 tahun Indonesia merayakan kemerdekaan. Generasi ini yang diharapkan dapat membangun Indonesia ke depannya.

    Lalu bagaimanakah cara aman hamil selama pandemi Corona? Yuk, mari simak tips-tips bawah ini supaya Sobat Sehat tidak khawatir saat hamil dan memeriksakan kehamilan.

    1. Tidak ke Rumah Sakit

    Hal pertama yang perlu Sobat lakukan supaya hamil aman saat Corona adalah sebaiknya tidak ke rumah sakit terlebih dahulu. Soalnya, rumah sakit adalah tempat rawan tertularnya virus Corona. Sobat boleh ke rumah sakit apabila mengalami hal-hal yang darurat dalam kehamilan seperti muntah hebat, pendarahan, pecah ketuban, nyeri perut hebat, dan tidak merasakan janin.

    Baca Juga: 4 Hal Penting Terkait Melahirkan Saat Pandemi Menurut IDAI

    2. Mengetahui Waktu yang Tepat untuk Kontrol Kehamilan

    Kontrol kehamilan merupakan salah satu cara tepat yang harus dilakukan selama pandemi. Kontrol kehamilan ini sebaiknya dilakukan pada usia kehamilan mencapai 11 minggu, 20 hingga 24 minggu, 28 minggu, 32 minggu, dan 36 minggu. Dengan mengetahui waktu yang tepat, Sobat tentu bisa menimalkan kunjungan ke fasilitas-fasilitas kesehatan supaya dapat terhindar dari Corona.

    3. Olahraga 30 Menit

    Supaya Sobat ketika hamil tetap bugar dan sehat, begitu juga dengan bayi yang dikandungnya, olahraga rutin yang disarankan sebaiknya tetap dilakukan maksimal 30 menit. Selain berolahraga, jangan lupa menyantap makanan-makanan yang bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh. Apabila kandungan sudah membesar, tidak ada salahnya menyiapkan tas untuk diisi baju yang dibutuhkan saat bersalin ke rumah sakit.

    4. Kontak Dokter Jika Mengalami Gejala Keguguran

    Apabila Sobat merasa mengalami gejala keguguran kandungan seperti pendarahan banyak yang disertai kram perut, jangan terburu-buru ke luar rumah untuk ke rumah sakit demi mencegah penyebaran virus Corona. Selama pandemi ini sebaiknya di rumah saja, dan usahakan tanya pada dokter terlebih dahulu jika mengalami gejala seperti itu untuk benar-benar memastikan.

    5. Vaksinasi di Klinik atau Rumah Sakit Kecil

    Ibu hamil tetap harus divaksinasi supaya tidak tertular penyakit seperti virus Corona. Vaksinasi yang dianjurkan untuk mereka adalah vaksinasi pneumokokus untuk paru dan vaksinasi flu. Untuk pelaksanaan dan penjadwalan dapat dilakukan di klinik atau rumah sakit kecil, dan bukan rumah sakit besar supaya tidak tertular virus Corona.

    6. Lakukan Protokol Kesehatan

    Protokol-protokol kesehatan Covid-19 tetap harus dilakukan supaya ibu hamil benar-benar terhindar dari infeksi virus Corona. Yang paling utama adalah adalah cuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir selama 20 detik, melakukan physical distancing saat berada di fasilitas kesehatan, memakai masker, jangan keluar rumah kalau tidak ada urusan yang darurat, terapkan etika batuk dan bersin yang tepat saat di fasilitas publik, dan hindari kontak dengan binatang-binatang yang berpotensi menyebarkan virus Corona.

    Baca Juga: Masker, Ampuhkah Lawan Corona? Kapan Harus Gunakan Masker

    7. Tetap Tenang dan Jangan Panik

    Tips terakhir yang bisa Sobat lakukan ketika hamil di masa pandemi adalah tetap tenang dan jangan panik. Hal ini sebagai upaya untuk menjaga kesehatan mental selain kesehatan fisik. Sebab, kehamilan bisa menjadi sumber kecemasan dan stres terutama di masa pandemi yang penuh dengan banyak ketidakpastian. Supaya tidak panik, usahakan melakukan berbagai rutinitas baru dan terstruktur. Hindari membaca berita-berita yang menyebabkan kepanikan dan berisi kabar bohong atau hoaks, dan pastikan mendapatkan berita dari sumber-sumber terpercaya. Seringlah berkabar dengan teman dan kerabat supaya tidak merasa terisolasi sehingga hal tersebut bisa menguatkan Sobat lalu luangkan waktu sejenak untuk relaksasi. Kesehatan mental yang baik akan berpengaruh juga pada kandungan.

    Itulah 7 tips yang bisa dilakukan untuk Sobat yang sedang mengalami fase kehamilan di saat pandemi. Semoga tips-tips ini bisa membantu. Intinya, patuhi protokol kesehatan, tetap tenang, dan jangan panik. Apabila Sobat ingin mengetahui lebih lanjut mengenai hamil di saat pandemic, silakan tonton video Youtube berikut ini, dan jangan lupa subscribe Youtube Prosehat.

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut terutama produk-produk kesehatan untuk ibu hamil, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Pratiwi Y. Hamil saat Pandemi, Bumil Batasi Keluar Rumah dan Jangan Panik [Internet]. Tempo. 2020 [cited 13 August 2020]. Available from: https://cantik.tempo.co/read/1339860/hamil-saat-pandemi-bumil-batasi-keluar-rumah-dan-jangan-panik/full&view=ok
    2. Media K. Hamil Trimester Awal di Masa Pandemi Corona, Apa yang Harus Dilakukan? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 13 August 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/04/13/083207520/hamil-trimester-awal-di-masa-pandemi-corona-apa-yang-harus-dilakukan?page=all
    3. Program hamil saat pandemi Corona, amankah? Begini penjelasan dokter [Internet]. theAsianparent: Situs Parenting Terbaik di Indonesia. 2020 [cited 13 August 2020]. Available from: https://id.theasianparent.com/program-hamil-saat-pandemi-corona
    4. Hamil saat Pandemi Corona, Ini Cara Lakukan Pemeriksaan Kehamilan | Page 3 [Internet]. www.jpnn.com. 2020 [cited 13 August 2020]. Available from: https://www.jpnn.com/news/hamil-saat-pandemi-corona-ini-cara-lakukan-pemeriksaan-kehamilan?page=3
    Read More
  • Bunda baru saja melahirkan dan sedang galau karena air susu ibu (ASI) nya belum lancar? Saya juga pernah mengalami hal serupa, dan Alhamdulillah sekarang di usia bayi hampir 3 bulan, ASI sudah lancar dan melimpah. Di bawah ini cerita pengalaman pribadi apa yang saya lakukan supaya ASI lancar melimpah. Inisiasi Menyusui Dini Inisiasi menyusui dini […]

    Tindakan Ibu Menyusui Ketika ASI Pertama Tidak Lancar

    Bunda baru saja melahirkan dan sedang galau karena air susu ibu (ASI) nya belum lancar? Saya juga pernah mengalami hal serupa, dan Alhamdulillah sekarang di usia bayi hampir 3 bulan, ASI sudah lancar dan melimpah. Di bawah ini cerita pengalaman pribadi apa yang saya lakukan supaya ASI lancar melimpah.

    ibu menyusui tidak lancar, ASI tidak lancar

    Inisiasi Menyusui Dini

    Inisiasi menyusui dini alias IMD adalah kunci paling utama supaya ASI lancar cepat keluar. Namun banyak ibu yang sehabis melahirkan harus dibius karena mendapatkan beberapa jahitan di vagina, atau misalnya melahirkan lewat operasi sesar, sehingga harus menunggu pemulihan kondisi dulu sebelum dipertemukan dengan si bayi.

    Baca Juga:
    8 Hal Penting Untuk Ibu Menyusui yang Akan Naik Pesawat
    Tips Memerah Asi yang Benar dan Praktis

    Supaya Asi lancar Melimpah

    Rumah sakit bersalin yang tidak pro-ASI, begitu hari pertama lahir bayi menangis terus sedangkan ASI bunda belum keluar, maka dokter anak atau bidan akan menakut-nakuti: “nanti anaknya kuning lho kalo gak segera dikasih minum. udah, dikasih susu formula dulu aja, nanti kalo ASI nya sudah keluar ya langsung dikasih ASI”. Sebaiknya bunda tidak menyerah.

    Bayi menangis belum tentu karena haus, bisa jadi dia takut di lingkungan baru dan kedinginan. Ingat, suhu di dalam kandungan itu sangat hangat, dan si bayi selalu dekat dengan bunda. Maka ketika si bayi menangis terus, dekaplah dia, dekatkan dengan detak jantung bunda. Jangan buru-buru dikasih susu formula!

    Sedangkan di rumah sakit bersalin yang pro-ASI, maka ketika hari pertama ASI bunda belum keluar, akan terus disemangati dan dilatih supaya ASI nya lekas keluar. Menurut berbagai literatur, tidak masalah bayi tidak minum selama 1 hingga 3 hari pertama karena dia masih menyimpan cadangan makanan dari kandungan.

    Baca Juga:
    8 Alasan Kenapa Bayi Perlu Vaksin Hepatitis B
    Imunisasi ke Rumah Bersama Prosehat

    Bagaimana Jika Sudah Terlanjur?

    Namun buat bunda yang terlanjur tidak mendapatkan pengalaman IMD bersama si bayi, beberapa tips berikut ini bisa dilakukan supaya asi lancar. Tips-tips ini saya buat berdasarkan pengalaman pribadi.

    Kunci utama pertama adalah menyusui tanpa menyerah! Ya, semakin sering diminum oleh si bayi, maka produksi ASI akan terus meningkat. Sebagaimana banyak kita baca, produksi ASI sifatnya supply by demand. Jika kebutuhan bayi meningkat, otomatis ASI juga meningkat.

    Kunci utama kedua adalah asupan nutrisi ibu menyusui. Memproduksi ASI memerlukan bahan baku yang tidak sedikit.

    Kunci utama ketiga adalah perasaan bahagia. Saya sudah membuktikan ketika awal-awal setelah melahirkan dulu kondisi sangat stres karena mendapati ASI belum lancar. Berbagai upaya dilakukan seperti membeli nipple puller, breast pump, dan makan aneka makanan yang kata orang bisa memperlancar ASI.

    Itulah mengenai tindakan yang harus dilakukan ketika ASI tidak lancar. Pada intinya, ibu tidak boleh menyerah dalam menyusui serta harus berpikir positif, dan tidak stres.

    Apabila Sobat ingin mengetahui lebih dalam dan lengkap mengenai nutrisi ASI yang tepat dan memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan yang berkaitan dengan ASI, silakan hubungi asisten kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

     

     

     

    Read More
  • Di tengah masa pandemi akibat Coronavirus disease 2019 (COVID-19), banyak ibu hamil (bumil) yang enggan memeriksakan kehamilannya di rumah sakit karena takut tertular virus corona. Namun, pemeriksaan kehamilan sebenarnya perlu dilakukan secara rutin untuk memantau kesehatan ibu hamil dan janin. Melalui pemeriksaan rutin dalam kehamilan, dokter bisa mendeteksi secara dini bila ada gangguan atau komplikasi […]

    Saatnya Bumil Manfaatkan Telemedicine

    Di tengah masa pandemi akibat Coronavirus disease 2019 (COVID-19), banyak ibu hamil (bumil) yang enggan memeriksakan kehamilannya di rumah sakit karena takut tertular virus corona. Namun, pemeriksaan kehamilan sebenarnya perlu dilakukan secara rutin untuk memantau kesehatan ibu hamil dan janin. Melalui pemeriksaan rutin dalam kehamilan, dokter bisa mendeteksi secara dini bila ada gangguan atau komplikasi dalam kehamilan. Untungnya melalui kemajuan teknologi, pemeriksaan kesehatan sekarang bisa dilakukan secara online, yaitu dengan bantuan aplikasi online (salah satunya ProSehat) yang menyediakan media komunikasi tanya jawab dengan dokter yang ahli dibidangnya, sehingga informasi yang Sobat dapatkan tepat dan valid.

    Telemedicine merupakan pendekatan inovatif yang dapat memberikan pelayanan kesehatan secara online. Terkait pemeriksaan kehamilan, baik sebelum maupun sesudah persalinan bisa dilakukan melalui konsultasi online dengan dokter ahli misalnya konsultasi mengenai persalinan risiko tinggi, laktasi, kesehatan mental, dan pemantauan berkala yang bisa dilakukan sendiri dengan bantuan alat seperti pemantauan berat badan, tekanan darah, gula darah, dan detak jantung janin.

    Pemeriksaan sebelum persalinan (prenatal) yang di rekomendasikan oleh the World Health Organization (WHO) adalah setidaknya 8 kali selama masa kehamilan. Untuk melakukan pertemuan yang sebanyak ini tidak semuanya memerlukan pertemuan secara langsung. Pemeriksaan dengan menggunakan ultrasound, tes laborat dengan pengambilan spesimen darah maupun urine, dan vaksinasi hanya dilakukan pada beberapa kunjungan saja. Pertemuan yang lainnya seputar edukasi ibu hamil, menjawab pertanyaan seputar kehamilan, memeriksa tanda-tanda vital ibu dan janin, saat ini alat pemeriksaan tanda vital bisa disediakan di rumah juga. Pemeriksaan online pastinya akan sangat membantu pasien yang perlu melakukan perjalanan jarak jauh untuk melakukan kontrol kehamilan sehingga bisa mempersingkat waktu yang diperlukan.

    Kemampuan untuk melakukan pemeriksaan berkala di rumah juga dinilai lebih menguntungkan pada wanita yang mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama yang mengalami diabetes atau hipertensi dalam kehamilan. Pemeriksaan gula darah yang rutin di rumah pada pasien yang mengalami diabetes dalam kehamilan akan menurunkan perlunya pemeriksaan gula darah di dokter, pemeriksaan sendiri memiliki efektivitas yang sama terhadap pemantauan gula darah yang diinginkan. Sama halnya dengan manajemen dengan hipertensi dalam kehamilan, terdapat penelitian yang menyatakan pemeriksaan tekanan darah di rumah dengan hasil yang dikonsultasikan dengan dokter secara online juga bisa menurunkan perlunya untuk melakukan pemeriksaan secara langsung. Namun memang diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membandingkan hasil akhir tekanan darah yang dipantau secara online maupun secara tradisional.

    Pemeriksaan yang dilakukan secara online tidak terbatas oleh jarak dan batasan geografis, sehingga akses untuk melakukan konsultasi dengan ahlinya di daerah pelosok juga menjadi lebih mudah. Terkadang di daerah pelosok tidak banyak dokter ahli yang tersedia. Sobat bisa meminta opini dan saran dari dokter ahli mengenai hasil pemeriksaan ultrasound yang sudah dilakukan.  Hal ini tentunya juga dapat menghemat pengeluaran yang diperlukan untuk transportasi berobat bagi mereka yang tinggal di pelosok daerah.

    Selain pemeriksaan prenatal, pemeriksaan setelah kehamilan (postnatal) juga memegang peranan penting untuk kesehatan fisik, emosional, dan sosial dari seorang ibu. Berbagai pertanyaan seputar pemberian ASI, kesehatan mental, alat kontrasepsi, pemberian jarak dengan kehamilan berikutnya, ataupun seputar tatalaksana penyakit kronis yang sedang dijalani bisa ditanyakan melalui konsultasi online. Menurut rekomendasi dari the American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG), pemeriksaan setelah persalinan sebaiknya dilakukan dalam 3 minggu setelah persalinan, namun 40% wanita tidak datang ke pemeriksaan ini. Dengan telemedicine diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan ibu.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Global Observatory for eHealth series. Telemedicine: Opportunities and developments in Member States. Vol. 2. World Health Organization; 2010.
    2. Weigel G, Frederiksen B, Feb 26 URP, 2020. Telemedicine and Pregnancy Care [Internet]. The Henry J. Kaiser Family Foundation. 2020 . Available from: https://www.kff.org/womens-health-policy/issue-brief/telemedicine-and-pregnancy-care/
    3. Boelig RC, Saccone G, Bellussi F, Berghella V. MFM guidance for COVID-19. American Journal of Obstetrics & Gynecology MFM. 2020 Mar 19;100106.
    4. WHO recommendations on antenatal care for a positive pregnancy experience. WHO; 2016.
    5. van den Heuvel JF, Groenhof TK, Veerbeek JH, van Solinge WW, Lely AT, Franx A, et al. eHealth as the Next-Generation Perinatal Care: An Overview of the Literature. J Med Internet Res [Internet]. 2018 Jun 5;20(6). Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6008510/
    Read More
  • Mual merupakan hal yang umum ditemui oleh kebanyakan orang. Mual tidak pernah menyenangkan dan frekuensi mual dapat lebih sering terjadi pada berbagai situasi, termasuk kehamilan dan perjalanan. Obat antimual umumnya digunakan untuk membantu melegakan mual. Sayangnya, obat seperti ini memiliki efek samping yang negatif, termasuk keadaan mengantuk. Berikut ini adalah 9 trik mengatasi mual saat […]

    9 Trik Mengatasi Mual Saat Hamil Muda

    Mual merupakan hal yang umum ditemui oleh kebanyakan orang. Mual tidak pernah menyenangkan dan frekuensi mual dapat lebih sering terjadi pada berbagai situasi, termasuk kehamilan dan perjalanan. Obat antimual umumnya digunakan untuk membantu melegakan mual. Sayangnya, obat seperti ini memiliki efek samping yang negatif, termasuk keadaan mengantuk. Berikut ini adalah 9 trik mengatasi mual saat hamil muda tanpa  menggunakan pengobatan.

    Konsumsi Jahe

    jahe

    Jahe adalah pengobatan alami yang terkenal dan umum digunakan untuk mengobati mual. Cara jahe bekerja belum diketahui seutuhnya. Akan tetapi, para ahli percaya bahwa senyawa di dalam jahe bekerja dengan cara serupa dengan obat antimual. Nyatanya, beberapa studi efektif dalam mengurangi mual dalam berbagai situasi. Konsumsi jahe merupakan salah satu cara efektif untuk mengurangi mual selama kehamilan.

    Baca Juga: 7 Resep Menu Diet Rendah Kalori

    Jahe juga efektif dalma mengurangi mual yang umum dialami oleh pasien  yang mengalami kemoterapi atau operasi. Tidak ada ketentuan khusus terkait dengan dosis yang paling efektif. Namun, kebanyakan studi mempelajari konsumsi sebanyak 0.5 – 1.5 gram per hari. Jahe juga bersifat aman bagi kebanyakan orang. Akan tetapi, Anda perlu membatasi asupan jahe apabila cenderung memiliki darah rendah atau gula darah rendah.

    Aromaterapi peppermint

    Aromaterapi peppermint merupakan alternatif lain yang digunakan untuk membantu mencegah  mual. Suatu studi melakukan penilaian terhadap wanita yang baru saja melahirkan dengan seksi C. Orang yang terpapar bau peppermint mengalami kadar mual yang lebih rendah dibandingkan obat antimual atau plasebo. Pada studi ketiga, penggunaan inhaler yang mengandung minyak peppermint pada onset pengurangan gejala mual – dalam dua menit pengobatan. Beberapa orang menyedu secangkir teh peppermint yang berfungsi sebagai antimual. Menghirup aroma minyak peppermint bersifat aman dan diperkirakan bersifat ampuh untuk mengatasi mual pada sebagian orang.

    Mencoba akupuntur atau acupressure

    Doctor uses needles for treatment of the patient. acupuncture needles. alternative healthcare

    Akupuntur dan acupressure adalah dua teknik yang umum digunakan pada obat China tradisional untuk mengatasi mual dan muntah. Selama akupuntur, jarum tipis akan dimasukkan ke dalam titik tertentu pada tubuh. Acupressure bertujuan untuk merangsang titik tertentu pada tubuh, tapi menggunakan tekanan, bukan jarum. Kedua teknik akan merangsang serabut saraf yang melakukan transmisi sinyal menuju otak dan sumsum tulang belakang.

    Baca Juga: 10 Makanan Sehat Untuk Jantung

    Sinyal ini dipercaya memiliki kemampuan untuk menurunkan mual. Sebagai contoh, dua review terakhir menyatakan bahwa akupuntur dan acupressure mengurangi risiko rasa ingin mual setelah operasi sekitar 28 – 75%. Studi lebih lanjut menunjukkan bahwa kedua teknik tersebut berfungsi sebagai obat antimual yang mengurangi gejala mual tanpa adanya efek samping yang negatif.

    Selain itu, studi lain menunjukkan bahwa titik akupuntur Neiguan, atau yang dikenal sebagai P6. Anda dapat merangsang saraf di dalam diri Anda dengan meletakkan ibu jari Anda dengan jarak 2 – 3 jari dari pergelangan tangan Anda, di antara dua tendon. Saat Anda telah berhasil melakukannya, tekan dengan ibu jari Anda selama 1 menit sebelum mulai melakukan prosedur yang sama pada lengan Anda.

    Mengiris lemon

    Bau lemon, seperti lemon segar yang baru diiris, akan membantu mengurangi mual pada wanita hamil. Pada suatu studi, sekelompok wanita hamil berjumlah 100 orang diinstruksikan untuk menghirup lemon atau minyak almon saat mereka merasa mual. Wanita hamil yang menghirup lemon akan mengalami rasa ingin mual yang lebih rendah sebesar 9% dibandingkan dengan yang menghirup minyak almond.

    Mengontrol laju pernapasan

    Bernapaslah dengan perlahan dan mendalam akan membantu mengurangi rasa ingin mual. Pada sebuah studi, peneliti mencoba untuk menentukan apakah bau aromaterapi bersifat sangat efektif dalam mengurangi rasa mual. Dalam studi tersebut, partisipan diinstruksikan untuk bernapas perlahan melalui hidung dan membuang napas melalui mulut sebanyak tiga kali, bersamaan dengan pemberian aroma.

    Seluruh partisipan melaporkan terjadinya penurunan rasa mual. Hal ini menunjukkan bahwa pengontrolan laju pernapasan akan membantu memberikan rasa lega. Pola pernapasan yang digunakan pada studi tersebut mengarahkan partisipan untuk bernapas melalui hidung hingga hitungan ketiga, menahan napas hingga hitungan ketiga, dan kemudian mengeluarkan napas hingga hitungan ketiga.

    Penggunaan rempah-rempah khusus

    kayu manis

    Beberapa rempah-rempah terkenal sebagai pengobatan rumahan yang seringkali direkomendasikan untuk mengatasi mual. Kebanyakan rempah yang berfungsi untuk mengatasi mual adalah:

    1. Kayu manis mungkin akan menurunkan tingkat keparahan rasa mual pada wanita yang mengalami menstruasi
    2. Ekstrak kumin akan membantu meningkatkan gejala seperti nyeri perut, mual, konstipasi, dan diare pada individu yang mengalami Irritation Bowel Syndrome.

    Relaksasi otot

    Cobalah merelaksasi otot Anda akan membantu meredakan rasa mual. Suatu teknik yang seringkali digunakan untuk mencapai efek ini dikenal sebagai progressive muscle relaxation (PMR). PMR membutuhkan individual untuk menegangkan dan merelaksasi otot mereka secara kontinu sebagai cara untuk mencapai relaksasi mental dan fisik.

    PMR merupakan cara terbaik untuk mengurangi keparahan rasa mual yang berasal dari kemoterapi. Cara lain untuk melegakan ketegangan otot adalah melalui pijatan. Suatu studi menunjukkan bahwa pasien yang diberikan pijatan pada lengan bawah atau lengan kaki selama 20 menit akan mengalami rasa mual yang lebih rendah sekitar 24% dibandingkan dengan yang tidak mendapatkan pijatan.

    Baca Juga: 10 Buah yang Membantu Proses Diet

    Konsumsi suplemen vitamin B6

    Vitamin B6 direkomendasikan sebagai pengobatan alternatif untuk wanita hamil untuk mencegah penggunan antimual. Beberapa studi menunjukkan bahwa suplemen vitamin B6, yang dikenal sebagai piridoksin mampu mengatasi rasa mual selama kehamilan. Oleh karena itu, beberapa ahli menyarankan untuk konsumsi suplemen vitamin B6 selama kehamialn sebagai pengobatan lini pertama untuk rasa mual. Vitamin B6 dengan dosis mencapai 200 mg per hari dianggap aman selama kehamilan dan tidak menunjukkan adanya efek samping. Oleh karena itu, terapi alternatif ini patut untuk dicoba.

    Hindari makanan pedas dan makanan berlemak

    menghindari konsumsi makanan pedas dan makanan berlemak dapat membantu mengurangi rasa mual. Selain itu, sebaiknya konsumsi pisang, nasi, biskuit atau kentang panggang dapat melegakan rasa mual dan menurunkan rasa tidak nyaman pada perut.

    Baca Juga: 7 Makanan Pemicu Kolesterol

    Umumnya, mual seringkali terjadi pada wanita hamil. Seiring usia kehamilan yang bertambah tiap bulannya, rasa mual itu akan berkurang. Nah, itulah tips alami di atas diharapkan dapat membantu mengurangi rasa mual tanpa menggunakan obat-obatan antimual.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    Petre A. 17 natural ways to get rid of nausea. 2017. [Internet]. Available at: healthline.com/nutrition/nausea-remedies (10.12.18).

    Read More
  • Mengonsumsi diet seimbang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari, tapi akan menjadi sangat penting untuk diperhatikan pada ibu hamil. Terdapat nutrisi penting diperlukan tubuh, seperti vitamin dan mineral yang akan membantu memenuhi kebutuhan perkembangan bayi. Kebanyakan makanan bersifat aman bagi bayi, tapi terdapat beberapa pantangan makanan yang sebaiknya dihindari selama kehamilan. Yuk, kita cek apa saja […]

    10 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Ibu Hamil

    Mengonsumsi diet seimbang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari, tapi akan menjadi sangat penting untuk diperhatikan pada ibu hamil. Terdapat nutrisi penting diperlukan tubuh, seperti vitamin dan mineral yang akan membantu memenuhi kebutuhan perkembangan bayi. Kebanyakan makanan bersifat aman bagi bayi, tapi terdapat beberapa pantangan makanan yang sebaiknya dihindari selama kehamilan. Yuk, kita cek apa saja makanannya.

    Daging mentah

    Makanan laut yang mentah dan daging sapi atau binatang ternak yang belum dimasak sebaiknya dihindari karena adanya risiko kontaminasi makanan oleh bakteri koliform, toksoplasmosis, dan salmonella. Toksoplasmosis adalah infeksi yang disebabkan parasit yang dapat ditemukan pada daging, feses kucing, dan air yang belum diolah. Apabila Anda sedang hamil dan mengalami infeksi yang dapat berisiko bagi bayi, berhati-hatilah, sesungguhnya toksoplasmosis sangat jarang terjadi pada kehamilan. Pastikan mengonsumsi daging yang telah dimasak dengan memastikan tidak ada bercak darah pada daging.

    Baca Juga: Apa Itu Diaper Rash

    Ikan dengan kandungan merkuri

    Ikan yang mengandung kadar merkuri tinggi sebaiknya dihindari. Merkuri yang dikonsumsi selama kehamilan akan menyebabkan penundaan perkembangan dan kerusakan otak. Contoh ikan dengan kandungan merkuri tinggi adalah ikan hiu, ikan pedang, mackerel. Ikan tuna yang dikalengkan umumnya mengandung lebih sedikit merkuri dibandingkan dengan tuna lainnya, tapi hanya boleh dimakan dengan frekuensi moderat.  Beberapa jenis ikan yang digunakan pada sushi sebaiknya dihindari karena kandungan merkuri yang tinggi.

    Makanan laut yang dipanggang

    Makanan laut yang dipanggang dan dibekukan, seringkali diberi penandaan agar dihindari karena mungkin terkontaminasi dengan listeria. Akan lebik baik apabila mengonsumsi bahan makanan yang telah dimasak. Ikan seperti ini ditemukan pada pasar swalayan. Makanan laut yang dikalengkan umumnya aman untuk dimakan.

    Ikan yang telah terpapar polusi industri

    Hindari ikan dari danau dan sungai yang telah terkontaminasi yang mungkin telah terpapar oleh kandungan tinggi akan polychlorinated biphenyl. Umumnya, ikan ini terjadi pada ikan yang dipancing pada danau dan sungai lokal. Contoh ikan ini adalah salmon. Hubungi departemen kesehatan lokal atau agen perlindungan lingkungan untuk memastikan ikan yang aman untuk dimakan. Ingatlah, bahwa ikan yang ditangkap pada perairan lokal dan bukan ikan yang dijual pada pasar swalayan lokal sebaiknya dihindari.

    Baca Juga: Penyebab Infeksi Hepatitis B pada Bayi

    Kerang mentah

    Penyakit yang disebabkan oleh makanan laut, utamanya karena kerang yang belum dimasak hingga matang, seperti kerang dan remis. Memasak makanan akan membantu mencegah berbagai jenis infeksi. Kerang mentah merupakan hal yang patut diwaspadai oleh semua orang, termasuk harus dihindari selama masa kehamilan. Kerang mentah seringkali banyak mengandung bakteri dan virus yang akan menyebabkan keracunan makanan.

    Telur mentah

    Telur mentah atau makanan lain yang mengandung telur mentah sebaiknya dihindari karena berpotensi terpapar Salmonella. Beberapa dressing, seperti mayonnaise, es krim produksi rumahan, dan saus Hollandaise terbuat dari telur mentah. Apabila resep dimasak hingga titik tertentu, maka akan mengurangi paparan Salmonella.

    Keju lunak

    Keju lunak yang diimpor mungkin mengandung listeria. Listeria adalah sejenis bakteri yang dapat membawa efek buruk terhadap bayi yang belum dilahirkan. Meskipun infeksi listeria (listerosis) jarang terjadi, menjadi hal penting untuk menjadi perhatian selama kehamilan karena penyakit ringan dapat mengakibatkan keguguran, atau penyakit parah pada bayi yang baru lahir. Anda sebaiknya menghindari keju lunak seperti Gorgonzola, Mexican style cheese, Roquefort, Camembert, kecuali kalau mereka sudah memastikan bahwa bahan keju berasal dari susu yang telah dipasteurisasi. Seluruh keju lokal yang terbuat dari susu yang telah dipasteurisasi aman  untuk dimakan.

    Namun, Anda masih dapat mengonsumsi keju keras seperti cheddar. Keju keras mengandung lebih sedikit air dibandingkan keju lunak sehingga bakteri tidak akan mudah bertumbuh dan berkembang. Namun, tetap pastikan bahwa keju terbuat dari susu yang telah dipasteurisasi.

    Susu yang belum dipasteurisasi

    Susu yang belum dipasteurisasi mungkin mengandung listeria. Pastikan bahwa susu yang Anda minum telah terpasteurisasi. Susu yang diminum sebaiknya sebaiknya susu yang telah dipasteurisasi atau UHT (ultra-heat treated) – atau yang dikenal sebagai susu umur panjang. Apabila hanya tersedia susu yang belum dipasteurisasi, maka didihkan susu tersebut terlebih dahulu.

    Sayuran yang belum dicuci

    Sayur yang belum dicuci akan memungkinkan timbulnya risiko toksoplasmosis. Toksoplasmosis dapat mengontaminasi tanah tempat tumbuhnya sayur. Cucilah sayuran Anda sebelum dimasak dengan bersih dan hindari konsumsi sayuran mentah seperti salad, lalapan, dsb.

    Kafein

    Kandungan kafein yang tinggi dapat meningkatkan risiko keguguran, berat badan bayi yang rendah saat dilahirkan, bahkan seringkali sang ibu hamil dapat mengalami kesulitan melahirkan. Kafein secara umum ditemukan di dalam banyak makanan, seperti kopi, teh, dan cokelat, dan dapat ditambahkan pada beberapa minuman bersoda dan minuman berenergi. Beberapa obat pilek dan flu mengandung kafein. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker terkait dengan konsumsi obat tersebut. Namun, Anda tidak perlu menghentikan penggunaan kafein, namun konsumsi kafein maksimal adalah 300 mg per hari.

    Baca Juga: 10 Tips Penting Saat Beri Makan Bayi 6 Bulan

    Nah, itulah 10 makanan yang harus dihindari oleh ibu hamil. Konsumsilah makanan yang sudah terjamin kebersihannya dan tidak lupa yang mengandung gizi yang tinggi demi pertumbuhan bayi yang ada di dalam kandungan. Jangan lupa untuk konsultasi ke dokter Anda mengenai makanan yang Anda ragu untuk mengonsumsinya.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka:

    1. American Pregnancy Association. Food to Avoid during pregnancy. [Internet]. Available at: americanpregnancy.org/pregnancy-health/foods-to-avoid-during-pregnancy/ (11.12.18).
    2. Pregnancy Birth and Baby. Foods to avoid when pregnant. [Internet]. Available at: pregnancybirthbaby.org.au/foods-to-avoid-when-pregnant (11.12.18)
    Read More
  • Saat memasuki masa kehamilan tentunya banyak sekali perubahan yang terjadi pada organ-organ yang ada pada ibu hamil, seperti rahim yang semakin membesar, sehingga kadang membuat timbulnya keluhan seperti sakit pinggang, sering buang air kecil, sakit punggung dan sebagainya. Selain itu hal tersebut juga membuat  sistem pencernaan sering terganggu karena adanya perubahan hormon pada saat kehamilan […]

    10 Sayur dan Buah Atasi Sembelit Pada Bumil

    Saat memasuki masa kehamilan tentunya banyak sekali perubahan yang terjadi pada organ-organ yang ada pada ibu hamil, seperti rahim yang semakin membesar, sehingga kadang membuat timbulnya keluhan seperti sakit pinggang, sering buang air kecil, sakit punggung dan sebagainya. Selain itu hal tersebut juga membuat  sistem pencernaan sering terganggu karena adanya perubahan hormon pada saat kehamilan yang membuat perut menjadi kembung, rasa nyeri atau panas pada bagian ulu hati, hingga kesulitan untuk buang air besar atau biasa disebut sembelit.

    Sembelit pada ibu hamil ini tentunya perlu untuk diatasi, karena jika tidak akan berdampak kurang baik juga bagi kesehatan ibu dan janin. Sebelum kita bahas mengenai cara mengatasi sembelit pada ibu hamil, terlebih dahulu perlu kita ketahui apa saja penyebab sembelit pada ibu hamil :

    • Meningkatnya hormone progesteron

    Peningkatan hormone progesteron pada saat hamil menjadi salah satu penyebab utama ibu hamil mengalami konstipasi atau sembelit. Pasalnya, hormon ini memberikan efek relaksasi pada usus halus sehingga menyebabkan pergerakannya menjadi lambat dan pada akhirnya menyebabkan sulit buang air besar.

    Baca Juga: 10 Jenis Vaksin Ibu Hamil

    • Tekanan pada rectum

    Seiring perkembangan janin, membuat adanya penekanan pada bagian usus sehingga jalannya feses menjadi sedikit terhambat dan menyebabkan kesulitan untuk buang air besar.

    • Kurang mengonsumsi serat

    Tidak hanya dibutuhkan bagi ibu hamil, serat juga sangat penting bagi kita semua untuk melancarkan proses pencernaan. Pada ibu hamil yang kurang dalam mengonsumsi serat, dapat mengakibatkan terganggunya  proses pencernaan sehingga menyebabkan sembelit.

    • Kurang minum

    Bagi ibu hamil yang kurang dalam konsumsi cairan atau kurang minum air putih, dapat menyebabkan feses menjadi keras dan pada akhirnya akan sulit untuk dikeluarkan.

    Itulah beberapa penyebab ibu hamil mengalami sembelit, dan biasanya untuk mengatasi sembelit pada ibu hamil, dapat dengan cara mengkonsumsi buah dan juga sayuran yang tinggi kandungan seratnya.

    Berikut 10 buah dan sayuran yang dapat atasi sembelit pada ibu hamil :

    1. Pepaya

    Buah papaya merupakan buah yang sudah sangat terkenal akan khasiatnya yang sangat ampuh mengatasi sembelit. Kandungan vitamin C dan juga serat pada buah papaya cukup tinggi, sehingga sangat membantu dalam melancarkan pencernaan dan mengatasi sembelit. Selain itu, pada papaya juga mengandung enzim papain yang mampu melunakkan feses yang keras sehingga feses menjadi lebih mudah untuk dikeluarkan. Cobalah untuk rutin mengonsumsi buah ini setiap pagi nya atau sebagai pengganti cemilan Anda.

    Baca Juga: 6 Panduan Gizi Untuk Ibu Hamil

    1. Stroberi

    Stroberi yang kaya akan kandungan vitamin C nya terkenal ampuh dalam mengatasi masalah kesulitan buang air besar. Pasalnya, vitamin C ini memiliki fungsi melancarkan pencernaan. Anda bisa menambahkan stroberi pada menu smoothies Anda.

    1. Kurma

    Buah yang satu ini sudah tidak asing lagi akan gizi nya yang tinggi di dalam nya. Kandungan serat serta vitamin C nya yang tinggi, sangat ampuh dalam mengatasi masalah sulit buang air besar.

    1. Kismis

    Kismis terkenal cukup ampuh sebagai pencahar alami untuk membantu masalah sulit buang air besar. Sehingga tidak perlu lagi mengkonsumsi obat pencahar, karena kismis dapat berperan sebagai pencahar alami yang cukup ampuh.

    1. Semangka

    Siapa yang tidak suka buah semangka? Buah dengan rasa yang nikmat dan juga segar ini memang sudah dipercaya dapat membersihkan isi perut. Kandungan air nya yang cukup tinggi serta serat nya, sangat ampuh dalam membersihkan usus dari kotoran atau feses yang perlu dibuang.

    1. Apel

    Apel  merupakan  buah yang tinggi akan kandungan seratnya. Sehingga sangat baik dalam membantu melancarkan pencernaan.

    1. Bayam

    sayur bayam

    Sayur bayam tidak hanya kaya akan gizi nya, tapi ia juga ampuh mengatasi masalah sembelit atau sulit buang air besar karena kandungan serat di dalam nya yang cukup tinggi. Rutinlah untuk mengonsumsinya pada waktu makan malam atau siang Anda.

    1. Wortel

    Wortel kaya akan kandungan beta karoten dan juga serat, yang sangat membantu dalam melancarkan pencernaan dan mengatasi kesulitan buang air besar.

    Baca Juga: Ibu Hamil Wajib Waspada Hipertensi Saat Hamil

    1. Mentimun

    Salah satu sayuran yang dapat membantu mengatasi masalah kesulitan buang air besar yaitu mentimun. Mentimun memiliki kandungan vitamin C dan juga serat serta air yang cukup tinggi, sehingga sangat membantu ibu hamil yang memiliki masalah sulit buang air besar.

    1. Brokoli

    Sayuran satu ini tidak usah diragukan lagi akan khasiat dan kandungan gizi nya. Salah satu khasiat dari brokoli adalah dapat melancarkan pencernaan, sehingga pencernaan lancar dan bebas sembelit.

    Itulah 10 buah dan sayuran yang dapat membantu mengatasi sembelit pada ibu hamil. Selain itu, cobalah untuk selalu aktif bergerak dan juga rutin berolahraga serta mencukupi kebutuhan cairan harian.

    Apabila Sobat ingin mengetahui lebih dalam dan lengkap mengenai cara menghilangkan sembelit yang tepat saat hamil, dan memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Selamat mencoba!

     

    Read More
  • Hamil muda konon identik dengan mual dan muntah. Namun, jika kondisi tersebut terjadi berlebihan, jangan-jangan Bumil mengalami hiperemesis gravidarum. Apa sih yang dimaksud dengan hiperemesis gravidarum itu? Lantas, apakah berbahaya untuk wanita yang sedang berbadan dua? Hiperemesis gravidarum adalah kondisi yang ditandai dengan mual parah, muntah, penurunan berat badan dan gangguan elektrolit yang dialami oleh […]

    Bumil Mual Muntah Berlebih? Waspada Hiperemesis Gravidarum!

    Hamil muda konon identik dengan mual dan muntah. Namun, jika kondisi tersebut terjadi berlebihan, jangan-jangan Bumil mengalami hiperemesis gravidarum. Apa sih yang dimaksud dengan hiperemesis gravidarum itu? Lantas, apakah berbahaya untuk wanita yang sedang berbadan dua?

    Hiperemesis gravidarum adalah kondisi yang ditandai dengan mual parah, muntah, penurunan berat badan dan gangguan elektrolit yang dialami oleh bumil, terutama pada awal-awal kehamilan. Gejala ringan dapat diobati dengan perubahan pola makan, istirahat, dan antasida. Namun, pada kasus yang lebih parah sering kali memerlukan perawatan di rumah sakit sehingga bumil dapat menerima asupan cairan dan nutrisi melalui intra vena.

    Ketika bumil mengalami gejala-gejala penyakit ini, jangan sembarangan minum obat tanpa sebelumnya berkonsultasi lebih dahulu dengan tenaga kesehatan karena dikhawatirkan obat tersebut dapat berpengaruh pada janin yang sedang dikandung.

    Baca Juga: 10 Cara Cepat Hamil

    Mengapa hal ini dapat terjadi pada bumil? Para peneliti meyakini bahwa penyebab mual parah disebabkan oleh peningkatan kadar hormon. Namun, penyebab pasti masih belum diketahui. Gejala hiperemesis gravidarum biasanya muncul antara usia 4-6 minggu kehamilan dan dapat memuncak pada 9-13 minggu. Sebagian besar wanita dapat mengalami bantuan asupan nutrisi hingga 14-20 minggu, dan sekitar 20% dari wanita tersebut mungkin memerlukan perawatan selama sisa kehamilan mereka. Tidak ada pencegahan untuk penyakit ini, tapi bumil dapat merasa nyaman karena terdapat cara untuk mengelola penyakit ini.

    Beberapa gejala dari hiperemesis gravidarum adalah Mual parah dan muntah, tidak nafsu makan,penurunan berat badan lebih dari 5% dari berat badan sebelum hamil, penurunan volume urin, dehidrasi, nyeri kepala, pusing, lemah, tekanan darah rendah, denyut nadi yang cepat, dan kehilangan elastisitas kulit.

    Terdapat beberapa faktor risiko pada penyakit ini, yaitu memiliki riwayat hiperemesis gravidarum di keluarga, hamil dengan lebih dari satu bayi, kelebihan berat badan, dan pengalaman hamil pertama kali. Pada saat bumil memeriksakan diri, dokter akan menanyakan tentang riwayat kesehatan dan gejala yang bumil alami. Pemeriksaan fisik standar yang dilakukan sudah cukup untuk mendiagnosis sebagian besar kasus.

    Dokter akan mencari tanda-tanda umum dari hiperemesis gravidarum, seperti tekanan darah rendah yang tidak normal dan denyut nadi yang cepat. Sampel darah dan urin mungkin juga diperlukan untuk memeriksa tanda-tanda dehidrasi. Dokter mungkin juga akan melakukan tes tambahan untuk menyingkirkan kemungkinan masalah pencernaan lainnya sebagai penyebab mual dan muntah. Ultrasonografi (USG) mungkin juga diperlukan untuk mengetahui apakah bumil sedang hamil kembar atau jika sedang ada masalah pada janin.

    Baca Juga: 8 Makanan Untuk Wanita Hamil Muda

    Penanganan pada penyakit ini, terutama pada beberapa kasus perlu perawatan insentif di rumah sakit. Perawatan di rumah sakit termasuk:

    • Pemberian cairan melalui intra vena, untuk memuilihkan kebutuhan cairan, elektrolit, vitamin dan nutrisi.
    • Selang makanan, dapat berupa nasogastric yaitu selang bantu makanan yang dimasukkan melalui hidung hingga makanan dapat langsung diberikan ke dalam lambung.
    • Obat-obatan: dapat berupa obat metoklopramid, antihistamin dan obat-obatan untuk mengatasi mual lainnya, yang tentu saja perlu konsultasi dengan dokter ahli sebelum dikonsumsi.

    Bumil juga dapat mencoba metode pencegahan mual alami seperti vitamin B6 atau jahe. Lalu, cobalah mengonsumsi makanan dengan porsi kecil, lebih sering, dan makan makanan kering, seperti roti maupun biskuit. Minum banyak cairan agar bumil tetap terhidrasi.

    Penanganan dapat dihentikan ketika bumil sudah tidak lagi muntah dan bisa minum untuk menjaga kebutuhan cairan. Kabar baik untuk bumil, kondisi hiperemesis gravidarum nantinya akan berhenti loh, jadi tak perlu khawatir berlebihan ya.

    Baca Juga: 10 Jenis Vaksin Ibu Hamil

    Nah, jika Anda membutuhkan produk kesehatan maupun informasi kesehatan penting lainnya, bisa diperoleh dari www.prosehat.com atau install aplikasinya di google play atau app store. Atau hubungi (Maya) Asisten Kesehatan ProSehat, Telp/SMS/WhatsApp : 0811-18-16-800. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Hyperemesis Gravidarum – healthline.com/health/hyperemesis-gravidarum#outlook, diakses pada tanggal 10-1-2019
    2. Hyperemesis gravidarum – americanpregnancy.org/pregnancy-complications/hyperemesis-gravidarum/ , diakses pada tanggal 10-1-2019
    3. Managing hyperemesis gravidarum: a multimodal challenge – ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2913953/ ,diakses pada tanggal 10-1-2019
    4. Hyperemesis Gravidarum – stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=hyperemesis-gravidarum-90-P02457 , diakses pada tanggal 10-1-2019
    5. Hyperemesis gravidarum(severe pregnancy sickness) – babycentre.co.uk/a1018905/hyperemesis-gravidarum-severe-pregnancy-sickness ,diakses pada tanggal 10-1-2019
    Read More
  • Apakah Moms saat ini sedang berbadan dua? Takut mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi) dalam kehamilan? Seberapa sering Anda memeriksakan kesehatan kehamilan?Pengukuran tekanan darah dilakukan untuk mengetahui seberapa besar tekanan darah yang berada di dalam pembuluh darah besar (arteri) setiap jantung memompakan darah. Tekanan darah yang tinggi disebut dengan hipertensi. Hipertensi dapat menjadi suatu keadaan yang […]

    Bumil Perlu Waspada Hipertensi Saat Hamil

    Apakah Moms saat ini sedang berbadan dua? Takut mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi) dalam kehamilan? Seberapa sering Anda memeriksakan kesehatan kehamilan?Pengukuran tekanan darah dilakukan untuk mengetahui seberapa besar tekanan darah yang berada di dalam pembuluh darah besar (arteri) setiap jantung memompakan darah. Tekanan darah yang tinggi disebut dengan hipertensi. Hipertensi dapat menjadi suatu keadaan yang berbahaya karenamengakibatkan jantung bekerja lebih kuat untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

    Hipertensi dalam kehamilan atau hipertensi gestasional adalah tekanan darah lebih tinggi dari 140/90 mmHg yang baru muncul setelah usia kehamilan lebih dari 20 minggu tanpa ada riwayat hipertensi sebelumnya. Tekanan darah tinggi pada ibu hamil dapat menyebabkan gangguan yang disebut dengan pre-eklampsia atau yang lebih dikenal pada bahasa awam sebagai keracunan kehamilan. Pre-eklampsia sendiri ditandai dengan peningkatan tekanan darah disertai dengan adanya protein dalam air seni (urin) sebagai akibat dari kerusakan ginjal.

    Pre-eklampsia yang tidak diobati dapat menjadi eklampsia yang ditandai dengan terjadinya kejang, serta dapat berakibat fatal baik bagi ibu maupun janin. Hipertensi dalam kehamilan dapat menimbulkan komplikasi pada ibu dan janin, beberapa dampaknya seperti pertumbuhan janin yang terhambat, bayi lahir prematur, terpisahnya plasenta atau ari-ari sebelum persalinan (abrupsio plasenta), hingga bayi meninggal dalam kandungan. Hal tersebut dapat terjadi akibat tingginyatekanan darah pada ibu yang sedang mengandung dan akhirnya mengakibatkan kurangnya aliran darah, oksigen serta nutrisi ke janin lalu akan berakibat pada terganggunya pertumbuhan dan perkembangan dari janin di dalam perut. sedangkan bagi ibu sendiri akan berakibat pada peningkatan risiko terkenanya penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung.

    Ingat sering kali tekanan darah tinggi tidak menimbulkan gejala yang signifikan, sehingga sering terlambat untuk disadari.Jadi, jangan sampai menunggu adanya keluhan dahulu, baru memeriksakan tekanan darah ya, Moms.

    Beberapa hal yang dapat menjadi penyebab dari tekanan darah tinggi adalah merokok, berat badan berlebih atau obesitas, kurangnya aktivitas fisik, stres, usia lanjut, genetik, riwayat keluarga dengan tekanan darah tinggi, penyakit ginjal kronis, kelainan hormon tiroid dan adrenal serta karena pola makan yang kurang baik.

    Berikut ini adalah daftar makanan yang perlu dihindari untuk mencegah terjadinya hipertensi dalam kehamilan:

    1. Garam

    Tingginya kadar sodium yang dimakan dapat berdampak pada tekanan darah. Sebaiknya dibatasi penggunaan garam untuk mencegah terjadinya hipertensi. Penggunaan garam yang dianjurkan setiap harinya  hanya sebanyak 2.300 miligram atau sekitar 1 sendok teh. Tetapi hal ini tentunya perlu tetap dikonsultasikan dengan dokter kandungan, apakah Anda perlu menjaga sampai 1.500 miligram, mengingat ada tidaknya riwayat hipertensi dalam diri Anda dan keluarga. Jangan lupa menghindari makanan olahan/kaleng dan fast foods (makanan siap saji), karena secara umum mengandung kadar garam yang tinggi.

    1. Alkohol

    Alkohol diduga dapat membuat ketidak seimbangan pada sistem saraf pusat yang berujung pada meningkatnya tekanan darah. Mengurangi konsumsi alkohol dapat membantu mencegah peningkatan tekanan darah.

    1. Gula, makanan dan minuman manis lainnya

    Selama ini garam diketahui selalu dibatasi bagi orang yang hipertensi. Tetapi konsumsi gula dan makanan serta minuman yang manis berlebihan dapat menyebabkan peningkatan berat badan hingga obesitas. Berat badan berlebih merupakan salah satu faktor risiko terjadinya hipertensi.

    1. Lemak jenuh

    Hindarilah  makanan yang banyak mengandung lemak jenuh seperti gorengan, kulit ayam, dan daging merah. Makan makanan yang banyak mengandung lemak dapat menyebabkan gangguan maupun sumbatan pada pembuluh darah sehingga berdampak pada tingginya tekanan darah.

    Banyak orang yang tidak terlalu memerhatikan seberapa banyak yang mereka makan dan minum dalam seharinya. Moms dianjurkan membuat buku harian mengenai apa yang dimakan atau diminum serta berapa banyak, dengan melakukan hal ini setiap harinya tentunya Anda dapat mengontrol pola makan agar tidak terlalu berlebih kalori yang dimakan per harinya.

    Perbanyaklah konsumsi buah dan sayuran segar serta makanan dan minuman yang banyak mengandung kalsium dan vitamin D. Kandungan vitamin dan antioksidan pada buah-buahan dan sayuran dapat mengurangi risiko terjadinya hipertensi dalam kehamilan, begitu pula kalsium seperti susu dan vitamin D. Sayur-sayuran dapat terdiri dari brokoli, wortel, ubi, tomat dan sayuran berdaun hijau. Buah yang dianjurkan dapat berupa kelapa yang kaya akan kalium. Perbanyak juga konsumsi produk turunan susu seperti yoghurt dan skim milk.

    Ayo Moms, khususnya yang sedang hamil, mulai sekarang menjaga pola makan agar selalu sehat dan bergizi sehingga tidak akan terjadi gangguan selama kehamilan khususnya hipertensi  yang tentunya dapat membahayakan tidak hanya diri Anda, namun juga buah hati tercinta. Bagi yang sudah memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga, jangan berkecil hati, tetaplah menjaga pola makan dengan baik. Tekanan darah harus terkontrol selama kehamilan untuk memperkecil risiko dan komplikasi, sehingga dianjurkan untuk rutin kontrol dan rutin memeriksakan kandungan ke dokter. Pastikan Moms selalu memberikan yang terbaik untuk buah hati.

    Nah, jika Anda membutuhkan aneka makanan sehat maupun informasi kesehatan lain, bisa diakses dari www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Schoenaker DAJM, Soedamah-Muthu SS, Mishra GD. The Association between Dietary Factors and Gestational Hypertension and Pre-eclampsia: A Systematic Review and Meta Analysis of Observational Studies. BMC Medicine. 2014;12:157.
    2. Oken E,Ning Y, Gillman MW. Diet During Pregnancy and Risk of Preeclampsia or Gestational Hypertension. Ann of Epidemiol. 2017;17(9):
    3. Butler N. Eating with High Blood Pressure: Food and Drinks to Avoid. Healthline. [cited 19 September 2018]. Available from: healthline.com/health/high-blood-pressure-hypertension/foods-to-avoid.
    4. WebMD. Cause of High Blood Pressure. [cited 19 September 2018]. Available from: webmd.com/hypertension-high-blood-pressure/guide/blood-pressure-causes#1.
    5. WebMD. High Blood Pressure Diet. [cited 19 September 2018]. Available from: webmd.com/hypertension-high-blood-pressure/high-blood-pressure-diet#1.
    6. Husain K, Ansari RA, Ferder L. Alcohol-induced Hypertension: Mechanism and Prevention. World J. Cardiol. 2014;6(5):245-252.
    Read More
  • Terkadang luka bekas jahitan membutuhkan waktu untuk sembuh secara menyeluruh, tapi semua itu tidak lepas dari bagian mana jahitan tersebut berada. Jika dilihat secara umum, luka bekas jahitan sembuh dalam kurun waktu beberapa minggu. Ibu yang sudah melahirkan biasanya ingin menyembukan luka agar cepat kering dengan berbagai cara. Banyak hal yang dilakuan ibu setelah melahirkan […]

    Daftar Makanan Setelah Melahirkan Agar Jahitan Cepat Kering

    Terkadang luka bekas jahitan membutuhkan waktu untuk sembuh secara menyeluruh, tapi semua itu tidak lepas dari bagian mana jahitan tersebut berada. Jika dilihat secara umum, luka bekas jahitan sembuh dalam kurun waktu beberapa minggu. Ibu yang sudah melahirkan biasanya ingin menyembukan luka agar cepat kering dengan berbagai cara.

    makanan pasca melahirkan

    Banyak hal yang dilakuan ibu setelah melahirkan antara lain menjauhi makanan seperti ikan-ikanan yang bisa menyebabkan gatal dan luka tidak kering-kering. Jika terjadi pembekakan pada bekas jahitan atau demam, segeralah menghubungi dokter untuk memeriksakan diri. Banyak hal yang akan dilakukan untuk mengeringkan bekas luka jahitan dengan krim.

    Apa yang bisa Sobat lakukan jika ingin luka jahitan cepat mengering?

    • Makanlah makanan yang mengandung banyak nutrisi dan gizi cukup
    • Konsumsilah obat yang sudah dianjurkan dokter untuk anda
    • Jangan terlalu sering memegang luka bekas jahitan
    • Jangan sampai terkena air, dan usahakan selalu kering

    Apa saja makanan yang harus dikonsumsi pasca melahirkan?

    1. Makanan yang Mengandung beta karoten

    Apa itu beta karoten? Beta karoten adalah asupan vitamin A sebagai antioksidan. Beta karoten berguna untuk menyembuhkan luka pasca melahirkan dan bisa mempercepat masa pemulihan. Kenapa beta karoten dapat menyembuhkan dan mengeringkan luka pasca melahirkan? Hal ini karena terdapat zat anti inflamasi yang sangat baik. banyak makanan yang mengandung beta karoten contohnya

    • Paprika merah
    • Labu
    • Tomat
    • Kentang manis dan wortel

    2. Makanan yang Mengandung Vitamin C

    Makanan yang mengandung vitamin C juga dapat menyembuhkan luka bekas jahitan. Vitamin C bnyak kita jumpai hampir semua sayuran dan buah juga banyak yang mengandng vitamin C.

    3. Makanan yang mengandung Vitamin E

    Banyaklah memakan makanan yang mengandung Vitamin E. Vitamin E atau yang biasa disebut dengan alpha tokoferol dapat membantu mengeringkan luka dan bekas luka pasca melahirkan. Vitamin E juga berfungsi sebagai antioksidan yang biasanya kita temukan di makanan. Makanan yang mengandung vitamin E adalah gandum dan beras merah. Kita dapat juga menemukan vitamin E pada minyak nabati atau zaitun. Pada makanan tersebut juga mengandung zat anti inflamasi yang dapat menyembuhkan luka pasca melahirkan.

    4. Makanan yang Mengandung Protein

    Banyak sekali makanan yang mengandung protein. Protein yang paling baik yaitu dari protein hewani seperti seafood, telur, kedelai, kacang-acangan, susu uht, ikan. Banyak yng bilang jika makan ikan atau sejenisnya luka pasca jahitan tidak segera mengering. Padahal jika kita cukup makan makanan yang mengandung protein bisa menyembuhkan luka tersebut, karena asam amino dari protein itu sendiri berguna untuk menyembuhkan luka dari dalam.

    5. Karbohidrat

    Karbohidrat diperlukan sekali pasca melahirkan, agar bekas jahitan bisa segera sembuh dan pulih. Whole grain adalah karbohidrat yang kompleks dan kaya nutrisi untuk metabolisme imun tubuh. Banyak sekali makanan yang mengandung karobhidrat seperti nasi merah dan oatmeal.

    6. Zat Besi

    Makanlah makanan yang mengandung zat besi, karena zat tersebut mempunyai peran penting dalam pembentukan hemoglobin. Hemoglobin adalah sel darah merah yang mempunyai peran membawa oksigen ke seluruh jaringan. Dalam ilmu kesehatan oksigen sangat penting dalam metabolisme sel maupun menyembuhkan luka pasca melahirkan. Apa saja makanan yang mengandung zat besi? Makanan yang mengandung zat besi contohnya hati, daging, dan kerang.

    Penjelasan diatas memaparkan berbagai jenis makanan yang bisa dimakan untuk menyembuhkan luka bekas jahitan agar cepat kering dan sembuh. Hampir semua makanan terdapat vitamin yang bisa menyembuhkan luka tersebut. Tapi, anda juga jangan melupakan dan harus menuruti apa kata dokter dan minum obat yang sudah diberikan dokter. Nah, bagi Sobat yang memerlukan info lebih lanjut mengenai luka bekas jahitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

    Read More

Showing 1–10 of 41 results

Chat Asisten ProSehat aja