Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Archive for Category: Kesehatan Hamil

Showing 31–38 of 38 results

  • Ingin tahu cara menghilangkan stretch marks? Simak beberapa tips di sini: Stretch marks merupakan bentuk jaringan parut kulit yang dihubungkan dengan perubahan kehamilan, obesitas, pubertas, dan peningkatan berat badan jangka pendek akibat binaraga dan kegiatan fisik lainnya. Stretch marks terbentuk ketika dermis, lapisan tengah kulit yang mempertahankan bentuk dan elastisitas direntangkan lebih dari kemampuannya. Fiber […]

    8 Tips Ini Bantu Hilangkan Stretch Marks Tanpa Operasi!

    Ingin tahu cara menghilangkan stretch marks? Simak beberapa tips di sini:

    8 Tips Ini Bantu Hilangkan Stretch Marks Tanpa Operasi!

    Stretch marks merupakan bentuk jaringan parut kulit yang dihubungkan dengan perubahan kehamilan, obesitas, pubertas, dan peningkatan berat badan jangka pendek akibat binaraga dan kegiatan fisik lainnya. Stretch marks terbentuk ketika dermis, lapisan tengah kulit yang mempertahankan bentuk dan elastisitas direntangkan lebih dari kemampuannya. Fiber atau serat ikat di kulit pun akhirnya pecah hingga mengganggu produksi kolagen dan menimbulkan jaringan parut atau stretch marks yang dapat diobati hanya melalui penghapusan stretch mark.

    Bagi wanita karir maupun ibu yang bekerja dan mengurus rumah tangga, tentunya kehadiran stretch marks menghancurkan kepercayaan diri, apalagi jika mereka muncul di tempat yang sulit ditutupi, seperti betis. Ya, salah satu masalah kulit yang diderita oleh hampir seluruh wanita di dunia ini memang tidak berpengaruh pada kondisi kesehatan. Tapi yang menjadi fokus utama dari wanita setelah keluarganya adalah penampilan yang juga menjadi peningkat kepercayaan diri mereka, terutama bagi para wanita karir di era millenia ini. Kemudian sebenarnya apa sih penyebab dari stretch mark? Bermacam-macam ya penyebabnya, mulai dari pertambahan usia, berkurangnya elastisitas kulit, kulit merenggang akibat pelonjakan berat badan, masalah genetik dan kondisi kulit yang sudah ada sebelumnya, seperti bekas luka.

    Sedangkan untuk proses pembentukan stretch mark itu terjadi melalui beberapa tahap, antara lain:

    1. Pembentukan stretch mark ditandai dengan warna kulit yang lebih pucat. Kondisi kulit seperti ini menimbulkan rasa gatal. Kulit di area stretch mark juga akan menipis. Pada saat seperti itu tidak dianjurkan untuk menggaruk bagian kulit yang gatal.
    2. Setelah itu stretch mark akan mulai terlihat dalam bentuk memanjang dan melebar secara perlahan namun pasti.
    3. Ketika kulit menjadi berkerut dan tidak teratur dalam bentuk dan panjangnya, say goodbye to flawless skin!

    Tapi tidak perlu panik. Masih banyak cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan stretch mark tanpa harus menjalani operasi. Berikut 8 tips menghilangkan stretch mark secara alami:

    1. Kopi

    Cukup gunakan biji kopi yang dihaluskan dan telah dicampur dengan air hangat hingga membentuk pasta. Oleskan pasta ini secara rutin pada bagian dengan stretch marks. Kopi sudah terbukti akan dengan mudah menghilangkan stretch marks.

    2. Sari Buah Lemon

    Peras buah lemon dan usapkan secara merata pada guratan stretch marks sesudah mandi.

    3. Putih Telur

    Telur yang kaya protein bisa menghilangkan stretch marks dengan cara memisahkan putih telur dengan kuningnya. Kocok hingga berbuih, kemudian usapkan ke area stretch marks. Diamkan sebentar, kemudian bilas dengan air dingin. Setelah itu gunakan produk dengan khasiat menghilangkan guratan mengganggu tersebut.

    4. Produk dengan Kandungan Minyak Alami

    Produk dengan kandungan sebanyak ini memang sedikit pricey, tapi tidak semahal biaya operasi. Kandungan alami dengan kombinasi vitamin A, E, minyak kamomil, purcellin oil, dan minyak lavender dapat membantu menghilangkan stretch marks. Penggunaan secara teratur selama 8 minggu pertama (2x penggunaan setelah mandi) dapat mengembalikan kondisi kulit tersebut. Ingin tahu buktinya? Kim Kardashian merupakan salah satu contoh selebriti yang tergila-gila dengan produk olahan kombinasi minyak alami dan vitamin A dan E, terutama setelah melahirkan North West.

    5. Lidah Buaya

    Tanaman ini sudah terbukti dapat mengatasi banyak jenis masalah kulit, termasuk stretch marks! Usapkan secara langsung pada area yang bermasalah kemudian diamkan beberapa menit dan bilas dengan air hangat.

    6. Gula Pasir

    Siapa yang menyangka ya! Tapi gula pasir terbukti efektif menghilangkan stretch marks secara perlahan, namun pasti. Cukup gunakan gula pasir (tekstur kasar), minyak zaitun atau produk lotion dengan khasiat alamai dan tetesan buah lemon. Campur dan gunakan secara merata pada area stretch marks dan lihat perubahannya dalam sebulan. Penggunaan yang disiplin menentukan hasil yang baik.

    7. Bubuk Coklat

    Coklat terbukti memiliki kandungan kolagen yang tinggi. Tentunya dapat menjadi jawaban dari permasalahan stretch marks, ya. Saat ini banyak industri rumahan yang memfokuskan produksi penggunaan masker coklat siap pakai. Ekstrak dari biji coklat pun dapat dengan mudah digunakan.

    8. Konsumsi Air Mineral

    Minum air putih yang cukup setiap harinya (sekitar 8 L/hari) dapat mengembalikan kelembaban dan keelastisan kulit dengan mudah.

    Itu tadi 8 tips menghilangkan stretch marks dengan mudah! Tidak perlu menjalani operasi untuk terlihat cantik. Dan jika banyak wanita meributkan waktu yang terbatas sehingga tidak dapat mencoba salah satu dari tips di atas, sebaiknya gunakan produk kemasan jadi yang praktis untuk dibawa dan mudah digunakan.

    Read More
  • Setiap Bunda pasti mendambakan produksi ASI lancar. Sayangnya, tak sedikit Bunda yang mengeluh ASI-nya tidak lancar. Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut, salah satu yang paling banyak mempengaruhi adalah stres dan kurangnya asupan gizi selama menyusui. Anjuran beberapa makanan, seperti edamame, pepaya dan wortel bisa Bunda konsumsi untuk melancarkan pasokan ASI dalam tubuh. Namun, Bunda […]

    6 Makanan Pelancar ASI Untuk Bunda

    Setiap Bunda pasti mendambakan produksi ASI lancar. Sayangnya, tak sedikit Bunda yang mengeluh ASI-nya tidak lancar. Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut, salah satu yang paling banyak mempengaruhi adalah stres dan kurangnya asupan gizi selama menyusui.

    Anjuran beberapa makanan, seperti edamame, pepaya dan wortel bisa Bunda konsumsi untuk melancarkan pasokan ASI dalam tubuh. Namun, Bunda sebaiknya tidak hanya mengonsumsi satu jenis makanan saja, tetapi konsumsi-lah berbagai makanan pelancar ASI untuk mendapatkan kebutuhan nutrisi secara lengkap. Padu-padankan konsumsi makanan berikut agar produksi ASI semakin lancar.

     1. Edamame

    prosehat edamame lancarkan asi

    Edamame tergolong kacang-kacangan yang tinggi protein dan mengandung vitamin serta mineral yang cukup untuk produksi ASI. Kandungan vitamin A, C dan B serta kalsium juga membantu tubuh untuk menjaga kesehatan Bunda saat menyusui, sehingga tidak mudah sakit. Supaya ASI lancar, konsumsi edamame sebagai camilan dengan cara direbus. Yum!

    Baca Juga: 9 Tips Asi Lancar Setelah Melahirkan

    2. Pepaya

    prosehat pepaya lancarkan ASI

    Stres dan lemas saat menyusui? Bisa jadi Bunda kekurangan asupan kalium. Kalium bermanfaat untuk menstabilkan mood sehingga Bunda tidak mudah stres. Ternyata kalium bisa didapatkan pada buah pepaya. Bunda dapat mengolahnya menjadi jus atau smoothies.

    Baca Juga: 8 Check List Ibu Menyusui Saat Naik Pesawat

    3. Labu Siam

    prosehat labu siam lancarkan asi

    Kandungan lengkap pada buah mungil ini mampu meningkatkan produksi ASI. Labu Siam mengandung vitamin C, B kompleks dan beberapa mineral, seperti fosfor, seng dan tembaga. Tidak hanya bergizi, makanan ini juga mudah dicerna di dalam tubuh. Olah labu siam dengan direbus dan dijadikan lalapan untuk menemani makan siang Bunda.

    Baca Juga: Hubungan Menyusui dengan Kanker Payudara

    4. Asparagus

    prosehat asparagus lancarkan asi

    Kandungan fitoestrogen pada sayuran ini berfungsi untuk meningkatkan produsi ASI. Selain itu, makanan ini juga bisa memperbaiki mood. Bagi Ibu yang stres, asparagus bisa menjadi solusi sebagai makanan selingan. Sup asparagus bisa menjadi pilihan Bunda ditemani dengan susu hangat saat sore.

    Baca Juga: 5 Cara Cepat Kurus Setelah Melahirkan dengan Aman

    5. Wortel

    prosehat wortel lancarkan ASI

    Buah berwarna orange ini sudah pasti Bunda kenal. Wortel mengandung vitamin A yang cukup tinggi, terutama beta karoten.  Sejak jaman dahulu, wortel terkenal mampu meningkatkan produksi ASI. Jus atau tumis wortel bisa menjadi pilihan Bunda saat mengolahnya.

    Baca Juga: Tips Memerah dan Menyimpan Asi

    6. Keju

    prosehat keju lancarkan asi

    Makanan yang digemari hampir semua kalangan ini mampu meningkatkan produksi ASI. Kandungan protein dan lemak serta beberapa vitamin dan mineral mampu melancarkan ASI Bunda. Sajikan keju dengan berbagai olahan makanan, seperti salad buah, roti panggang atau olahan pasta lainnya.

    Produk Terkait: Imunisasi Anak Lengkap

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Back to nature merupakan konsep dari gentle birth. Hal ini terinspirasi dari proses persalinan yang dilakukan oleh para wanita dari suku pedalaman di Indonesia. Mereka sudah dan masih melakukan gentle birth ini, di pinggir sungai dan hanya ditemani oleh suami. (sumber: National Geographic) Apa Itu Gentle Birth? Gentle birth adalah metode melahirkan yang tenang dan […]

    Serba Serbi Gentle Birth

    Back to nature merupakan konsep dari gentle birth. Hal ini terinspirasi dari proses persalinan yang dilakukan oleh para wanita dari suku pedalaman di Indonesia. Mereka sudah dan masih melakukan gentle birth ini, di pinggir sungai dan hanya ditemani oleh suami. (sumber: National Geographic)

    Apa Itu Gentle Birth?

    Gentle birth adalah metode melahirkan yang tenang dan nyaman di mana sang ibu dapat melahirkan di mana saja, tidak harus di rumah sakit. Konsep gentle birth ini diawali dengan melakukan senam hamil yang tepat, yoga dan teknik self-hypnosis atau hipnotis diri jauh sebelum waktu kelahiran agar sang ibu siap secara mental dan fisik dalam melahirkan. Pendampingan tenaga medis seperti dokter kandungan atau bidan sebaiknya tetap dilakukan terutama bagi ibu yang baru pertama kali melakukan persalinan.

    gentle birth

    Proses persalinan dengan metode gentle birth tidak akan diramaikan oleh suara teriakan sang ibu yang kesakitan, namun hanya suara erangan 1 atau 2 kali, terciptalah proses kelahiran yang sakral dan suci, di mana sang ibu menyaksikan dan melakukan sendiri proses kelahiran buah hatinya. How magical is that!

    Siapa Saja yang Boleh Melakukan Gentle Birth?

    Para wanita yang sudah mempersiapkan rohani dan jasmani dari sebelum hamil, saat masa kehamilan dan beberapa saat menjelang kelahiran. Apa saja yang harus dipersiapkan dari segi rohani dan jasmani? Percaya bahwa kearifan alam adalah yang terbaik. Percaya dengan alam dan kekuatan yang akan menemani proses persalinan Anda. Self-hypnosis juga dapat membentuk kepercayaan bahwa melahirkan itu sebuah hal yang indah dan magis sehingga sang ibu tidak akan mengalami rasa nyeri atau sakit dalam prosesnya. Sementara untuk persiapan jasmani, dari awal masa kehamilan sang ibu sudah rajin berolahraga yang nantinya dapat membuat tubuhnya bugar saat akan menjalani persalinan dan sebaiknya dimulai dari trimester pertama dengan rajin olahraga low-impact seperti yoga dan berjalan kaki.

    Sedangkan untuk hal-hal terkait medis yang perlu diperhatikan oleh ibu dan keluarga adalah:

    • Kehamilan tidak berada pada rentang usia hamil berisiko tinggi (umur ibu <19 tahun atau di atas 35 tahun)
    • Bukan kehamilan kembar
    • Tidak ditemukannya masalah kesehatan ibu selama 30 minggu kehamilan
    • Posisi janin, plasenta, dan tali pusat normal ketika cek USG terakhir (misalnya di minggu ke-30)
    • Janin sehat, tunggal, cukup bulan, dan tidak memiliki kelainan
    • Tidak adanya gejala ketuban pecah dini
    • Tidak adanya riwayat komplikasi pada persalinan sebelumnya

    2 Jenis Metode Gentle Birth yang Umum di Indonesia

    1. Water Birth

    Water birth atau teknik melahirkan di dalam air adalah teknik melahirkan di mana sang ibu menjalani proses kelahiran di dalam bak atau bathtub mandi berisi air hangat. Teori di balik melahirkan di dalam air adalah bahwa bayi telah berada di dalam kantung ketuban selama 9 bulan. Melahirkan di lingkungan yang sama atau serupa dapat mempernyaman bayi dan mengurangi stres bagi ibu. Walaupun teknik ini dapat mengurangi stres saat kelahiran dan dipercaya juga dapat mengurangi komplikasi.

    Beberapa keuntungan bagi ibu jika melahirkan di dalam air adalah sebagai berikut:

    • Lingkungan air dapat membuat nyaman,  menenangkan, dan santai. Nampaknya air dapat meningkatkan energi sang ibu pada saat stadium akhir persalinan.
    • Air dapat mengurangi atau memperingan tekanan pada area perut. Daya apung dapat mengurangi berat tubuh sang ibu, sehingga memungkinkan pergerakan dan pengaturan posisi yang lebih bebas dan leluasa. Daya apung menghemat tenaga ibu karena tidak terbeban oleh gravitasi. Daya apung itu sendiri juga dapat membuat kontraksi rahim lebih efisien dan sirkulasi darah yang lebih baik, sehingga oksigenasi otot rahim menjadi lebih baik, mengurangi nyeri untuk ibu, dan memberi lebih banyak oksigen untuk bayi.
    • Berendam di dalam air seringkali dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh rasa cemas.
    • Berendam di dalam air dapat menstimulasi sensor saraf sentuh dan temperatur, serta meningkatkan ambang batas nyeri (yang disebut juga Gate Theory of Pain), sehingga mengurangi keperluan pembiusan.
    • Air tampaknya dapat menurunkan produksi hormon stres, sehingga tubuh ibu dapat lebih memproduksi endorfin, yang bersifat anti nyeri. Air dapat menyebabkan miss V menjadi lebih elastis dan rileks, sehingga mengurangi angka kejadian dan keparahan robekan, demikian pula untuk kebutuhan episiotomy (pengguntingan untuk pelebaran jalan lahir) dan jahitan.

    Setelah sang ibu dapat rileks secara mental, maka ia dapat mengkonsentrasikan usahanya ke dalam proses persalinan. Air memberikan rasa privasi, yang mengurangi rasa malu, kecemasan, dan ketakutan. Di sisi lain, keuntungan bagi bayi adalah lingkungan yang serupa dengan kantung ketuban, dan mengurangi stres bayi dengan memberikan rasa aman.

    2. Hypnobirthing

    Hypnobirthing adalah suatu bentuk terapi alternatif holistik yang membantu sang ibu untuk rileks, tenang, dan tetap dalam keadaan sadar sepenuhnya. Hypnobirthing adalah salah satu cabang dari Hypnosis. Hypnosis telah diakui oleh WHO sebagai terapi alternatif di luar Ilmu Kedokteran Barat yang sah. Hypnobirthing dilakukan oleh ibu dan pasangannya dalam keadaan relaksasi mendalam. Setelah masuk dalam keadaan relaksasi mendalam, dilakukanlah suatu penanaman sugesti ke otak mengenai hal-hal positif saat proses persalinan, misalnya bahwa proses persalinan itu tidak menyakitkan.

    Pada praktiknya, sang ibu diajarkan untuk memasukkan kata-kata positif ke dalam dirinya. Sang suami juga diharapkan ikut menanamkan kata-kata positif kepada istrinya. Pada awalnya ibu akan dibantu oleh terapis dalam prosesnya, selanjutnya ibu tersebut bisa melakukannya sendiri atau dengan bersama suami di rumah. Hypnobirthing dapat juga dilakukan dengan alat bantu CD (Compact Disc) rekaman suara sugesti. Kelas hypnobirthing biasanya dilakukan dalam tiga kali pertemuan, sekali seminggu dalam waktu satu setengah jam. Seorang ibu dapat mulai mengikuti kelas ini pada usia kehamilan sedini mungkin, tetapi tidak menutup kemungkinan kelas ini diikuti oleh ibu yang usia kehamilannya telah diatas enam bulan.

    Keuntungan hypnobirthing:

    • Kondisi tenang selama kehamilan akan direkam oleh janin dan membentuk kepribadian serta kecerdasan sejak di dalam rahim
    • Mengurangi rasa mual, muntah, dan pusing
    • Menciptakan keadaan yang seimbang sehingga pertumbuhan fisik dan psikis bayi lebih sehat
    • Memperlancar jalannya proses persalinan dan meminimalkan rasa sakit
    • Meningkatkan produksi ASI
    • Dapat lebih mengontrol emosi dan perasaan
    • Mencegah kelelahan yang berlebih saat proses persalinan

    Dengan melihat penjelasan diatas dapat dinilai bahwa gentle birth atau teknik melahirkan yang dapat menjadi alternatif selain melahirkan di rumah sakit ataupun teknik caesar. Manakah yang menjadi pilihan Anda?

    Referensi:

    • TanyaDok: Nyamannya Melahirkan dalam Air
    • TanyaDok: Melahirkan Kini Tak Sakit Lagi dengan Hypnobirthing
    • TanyaDok: Terapi Musik untuk Mengurangi Rasa Sakit Saat Persalinan
    • AyahBunda: Metode Persalinan Gentle Birth
    • BellyBelly: Water Birth; Everything You Need to Know
    • NationalGeographic: Metode Gentle Birth untuk Proses Kelahiran yang Suci dan Damai
    • TanyaDok: Teknik Melahirkan di Dalam Air Amankah?
    • TanyaDok: Melahirkan Kini Tak Sakit Lagi dengan Hypnobirthing
    Read More
  • Pemeriksaan kehamilan atau Antenatal Care (ANC) sangat disarankan bagi para ibu hamil untuk memonitor kesehatan ibu dan janin dalam kandungan. Kenapa pemeriksaan ini penting? Kapan dan apa saja yang harus diperiksa? Pemeriksaan ini adalah serangkaian pemeriksaan yang dilakukan secara berkala dari awal kehamilan hingga proses persalinan untuk memonitor kesehatan ibu dan janin agar tercapai  kehamilan yang […]

    4 Hal Penting dari Pemeriksaan Kehamilan (Antenatal Care)

    Pemeriksaan kehamilan atau Antenatal Care (ANC) sangat disarankan bagi para ibu hamil untuk memonitor kesehatan ibu dan janin dalam kandungan. Kenapa pemeriksaan ini penting? Kapan dan apa saja yang harus diperiksa?

    Pemeriksaan ini adalah serangkaian pemeriksaan yang dilakukan secara berkala dari awal kehamilan hingga proses persalinan untuk memonitor kesehatan ibu dan janin agar tercapai  kehamilan yang optimal. Sementara untuk pemeriksaan antenatal merupakan pemeriksaan rutin menjelang persalinan dan salah satu satu program yang terencana berupa observasi, edukasi, dan penanganan medis pada ibu hamil.

    pemeriksaan kehamilan

    Proses kehamilan dan persalinan yang aman dan memuaskan merupakan tujuan dari pemeriksaan antenatal ini. Belum lagi tujuan lainnya yang tidak kalah penting, yaitu menurunkan angka kematian ibu melahirkan, menurunkan angka kematian bayi dan mendeteksi dini gangguan agar dapat diatasi dengan cepat. Berikut ini 4 hal penting dari Antenatal Care:

    1. Pemeriksaan Kehamilan Pertama

    Pemeriksaan ini dilakukan ketika usia kehamilan Anda antara 0-3 bulan. Pada usia kehamilan muda ini banyak para ibu yang tidak menyadari kehamilannya. Dan untuk pemeriksaan pertama ini diwajibkan dilakukan sebelum usia kehamilan < 12 minggu. Pemeriksaan ini cukup dilakukan sekali dan mungkin berlangsung 30-40 menit. Berikut ini hal-hal yang diperiksa pada pemeriksaan pertama:

    • Riwayat Kesehatan: Anda akan diajukan beberapa pertanyaan untuk mengetahui kelainan genetik, kondisi kesehatan, riwayat kehamilan sebelumnya dan keadaan mental/psikososial Anda.
    • Penentuan Usia Kehamilan: Pada langkah ini akan dilakukan USG transvaginal atau transabdominal untuk memastikan adanya janin dalam kandungan atau dengan menanyakan HPHT (hari pertama haid terakhir) Anda.
    • Pemeriksaan Fisik Secara Umum: Pemeriksaan seperti tekanan darah, berat badan dan pemeriksaan fisik lainnya dilakukan pada step ini.
    • Pemeriksaan Dalam: Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan vagina dan leher rahim Anda.
    • Pemeriksaan Laboratorium: Hal ini dilakukan untuk mengetahui kadar hemoglobin darah, urinalisis (pemeriksaan urin), golongan darah serta rhesus, TORCH dan tes hepatitis.

    Bila terdapat kelainan atau komplikasi dalam pemeriksaan fisik dan laboratorium maka sebaiknya dirujuk ke dokter spesialis kandungan. Bila tidak terdapat kelainan maka pemeriksaan tetap dapat dilakukan di bidan atau puskesmas.

    2. Pemeriksaan Kehamilan Kedua

    Pemeriksaan yang kedua ini dilakukan saat usia kehamilan antara 4-6 bulan. Normalnya kunjungan kehamilan dilakukan sebelum usia kehamilan mencapai 26 minggu. Pemeriksaan ini hanya berlangsung kurang lebih 20 menit saja. Pemeriksaan yang akan dilakukan meliputi:

    • Anamnesa: Anda akan ditanyakan mengenai kondisi selama kehamilan, keluhan-keluhan yang muncul dan tanda-tanda pergerakan janin.
    • Pemeriksaan Fisik: Pemeriksaan ini berupa pemeriksaan tekanan darah, berat badan, tinggi fundus uteri (puncak rahim), detak denyut janin dan pemeriksaan fisik menyeluruh serta pemeriksaan dalam bila pada kunjungan pertama tidak dilakukan.
    • Pemeriksaan Laboratorium: Pemeriksaan yang meliputi urinalisis, cek protein dalam urin bila tekanan darah tinggi, gula darah dan hemoglobin terutama bila kunjungan pertama anda dinyatakan anemia. Anda juga bisa melakukan serangkaian pemeriksaan lainnya yang berguna dalam mendeteksi dini kelainan dalam janin misalnya alpha feto protein (AFP), Chorion Villius Sample (CVS), dan amniosintesis.
    • Pemeriksaan Ultrasonografi: Pemeriksaan USG ini berguna untuk mendeteksi kelainan bawaan janin, jumlah janin, pergerakan jantung janin, lokasi plasenta (ari-ari) dan lain-lain.

    3. Pemeriksaan Kehamilan Ketiga

    Pemeriksaan ketiga ini dilakukan saat usia kehamilan mencapai 32 minggu. Pemeriksaan ini mungkin memakan waktu 20 menit dengan komposisi pemeriksaan hampir sama dengan pemeriksaan kedua yaitu:

    • Anamnesa: Anda akan ditanyakan mengenai kondisi selama kehamilan, keluhan-keluhan yang muncul dan tanda-tanda pergerakan janin.
    • Pemeriksaan Fisik: berupa pemeriksaan tekanan darah, berat badan, tinggi fundus uteri (puncak rahim), detak denyut janin, pemeriksaan Leopold (pemeriksaan kandungan melalui perut) dan pemeriksaan fisik menyeluruh.
    • Pemeriksaan laboratorium: Urinalisis, cek protein dalam urin bila tekanan darah tinggi, gula darah dan hemoglobin.

    4. Pemeriksaan Kehamilan Keempat

    Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan terakhir dan dilakukan pada usia kehamilan antara 32-36 minggu. Pada pemeriksaan ini akan dilakukan pemeriksaan:

    • Anamnesa: Anda akan ditanyakan mengenai kondisi selama kehamilan, keluhan-keluhan yang muncul, pergerakan janin, dan tanda kontraksi rahim.
    • Pemeriksaan Fisik: berupa pemeriksaan tekanan darah, berat badan, tinggi fundus uteri (puncak rahim), detak denyut janin, pemeriksaan Leopold (menentukan letak janin dalam kandungan),  dan pemeriksaan fisik menyeluruh.
    • Pemeriksaan Laboratorium: uinalisis, cek protein dalam urin bila tekanan darah tinggi, gula darah dan hemoglobin terutama bila kunjungan pertama anda dinyatakan anemia. Saat pemeriksaan keempat inilah anda akan mulai mendiskusikan pilihan persalinan yang aman sesuai dengan kondisi kehamilan.

    Referensi:

    • TanyaDok.com: Perlukah Pemeriksaan Rutin Menjelang Persalinan
    • TanyaDok.com: Pentingnya Pemeriksaan Kehamilan
    Read More
  • Hidup di negara dengan angka penyakit infeksi yang tinggi tentunya merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi penduduk Indonesia, khususnya wanita yang sedang hamil. Untuk itu pemeriksaan kesehatan sebelum pernikahan mutlak dilakukan oleh pasangan yang akan menikah. Banyak yang melupakan hal ini. Padahal banyak sekali manfaat dari melakukan pemeriksaan sebelum pernikahan dan melakukan vaksinasi ibu hamil atau […]

    10 Jenis Vaksinasi Wajib Bagi Calon Ibu Hamil

    Hidup di negara dengan angka penyakit infeksi yang tinggi tentunya merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi penduduk Indonesia, khususnya wanita yang sedang hamil. Untuk itu pemeriksaan kesehatan sebelum pernikahan mutlak dilakukan oleh pasangan yang akan menikah. Banyak yang melupakan hal ini. Padahal banyak sekali manfaat dari melakukan pemeriksaan sebelum pernikahan dan melakukan vaksinasi ibu hamil atau pra kehamilan.

    am_140820_pregnant_influenza_vaccine_800x600

    Salah satu manfaatnya adalah penyakit dan kelainan yang dimiliki oleh pasangan yang akan menikah dapat terdeteksi sehingga penyakit menular yang diidap oleh salah satunya dapat dengan segera ditangani. Sebab dalam pernikahan, seks tak bisa dilepaskan dari risiko tertularnya penyakit menular. Agar hasil lebih optimal, pemeriksaan kesehatan sebaiknya dilakukan satu tahun sebelum pernikahan. Pemeriksaan kesehatan yang mendekati hari pernikahan hanya bisa dipilih oleh pasangan yang rajin melakukan pemeriksaan kesehatan setiap tahun.

    Dengan adanya penyakit HIV/AIDS, pernikahan tidak hanya berisiko batal, namun juga bisa mengancam kondisi jiwa pasangan dan anak yang akan dilahirkan. Untuk itu ibu yang pintar perlu melakukan beberapa tes kesehatan pranikah dan kehamilan yang meliputi:

    1. Tes kesehatan umum seperti USG, X-ray, tes laboratorium, dan sebagainya.
    2. Tes penyakit hubungan seksual (PHS).
    3. Tes persiapan kehamilan (TORCH dan lain-lain)
    4. Tes kesuburan
    5. Tes genetika

    Jika tes pra nikah dan kehamilan berhasil dilalui, jangan sampai melewatkan vaksinasi. Dengan melakukan vaksinasi ibu hamil, tubuh Anda akan kebal terhadap serangan penyakit. Tujuan dari imunisasi atau  memasukkan virus yang dilemahkan itu sendiri adalah agar terbentuk antibodi terhadap virus tersebut.

    Kemudian vaksin apa saja yang aman diberikan pada saat sebelum hamil dan saat hamil? Faktanya, tidak semua vaksin rutin dan aman diberikan pada ibu hamil. Hanya vaksin-vaksin yang tidak mengandung kuman hidup saja yang aman diberikan untuk ibu hamil. Vaksin hidup hanya boleh diberikan bila keuntungan yang diperoleh melebihi kerugian yang terjadi akibat pemberian vaksin.

    Berikut adalah pilihan vaksin yang menjadi pertimbangan para calon ibu hamil:

    1. Vaksin Hepatitis A

    • Sebelum Hamil: Ya, jika ada resiko
    • Saat Hamil: Ya, jika ada resiko
    • Setelah Hamil: Ya, jika ada resiko
    • Tipe Vaksin: Inaktif

    2. Vaksin Hepatitis B

    • Sebelum Hamil: Ya, jika ada resiko
    • Saat Hamil: Ya, jika ada resiko
    • Setelah Hamil: Ya, jika ada resiko
    • Tipe Vaksin: Inaktif

    3. Vaksin HPV

    • Sebelum Hamil: Ya, usia 9-26 tahun
    • Saat Hamil: Tidak dianjurkan
    • Setelah Hamil: Ya, usia 9-26 tahun
    • Tipe Vaksin: Inaktif

    4. Vaksin Influenza (Inaktif)

    • Sebelum Hamil: Ya
    • Saat Hamil: Ya
    • Setelah Hamil: Ya
    • Tipe Vaksin: Inaktif

    5. Vaksin Influenza (Aktif)

    • Sebelum Hamil: Ya, hindari konsepsi (hamil) selama 4 minggu
    • Saat Hamil: Tidak dianjurkan
    • Setelah Hamil: Ya, hindari konsepsi (hamil) selama 4 minggu
    • Tipe Vaksin: Hidup

    6. Vaksin MMR

    • Sebelum Hamil: Ya, hindari konsepsi (hamil) selama 4 minggu
    • Saat Hamil: Tidak dianjurkan
    • Setelah Hamil: Ya, berikan segera setelah kelahiran jika rentan
    • Tipe Vaksin: Hidup

    7. Vaksin Meningitis / Meningococcus

    • Sebelum Hamil: Jika ada indikasi
    • Saat Hamil: Jika ada indikasi
    • Setelah Hamil: Jika ada indikasi
    • Tipe Vaksin: Inaktif

     

    8. Vaksin Pneumonia / Pneumococcus / IPD

    • Sebelum Hamil: Jika ada indikasi
    • Saat Hamil: Jika ada indikasi
    • Setelah Hamil: Jika ada indikasi
    • Tipe Vaksin: Inaktif

    9. Vaksin DT

    • Sebelum Hamil: Ya, DPT lebih dipilih
    • Saat Hamil: Ya, DPT lebih dipilih jika usia kehamilan lebih dari 20 minggu
    • Setelah Hamil: Ya, DPT lebih dipilih
    • Tipe Vaksin: Toksoid

    10. Vaksin DPT

    • Sebelum Hamil: Ya
    • Saat Hamil: Ya
    • Setelah Hamil: Ya
    • Tipe Vaksin: Toksoid

    11. Vaksin Varicella

    • Sebelum Hamil: Ya, hindari konsepsi (hamil) selama 4 minggu
    • Saat Hamil: Tidak dianjurkan
    • Setelah Hamil: Ya, berikan segera setelah kelahiran jika rentan
    • Tipe Vaksin: Hidup

    Keterangan:

    • HPV: human papilloma virus,
    • MMR: mumps, measles, rubella,
    • DT: difteri, tetanus,
    • DPT: difteri, tetanus, pertusis

    Risiko terinfeksinya janin oleh vaksin hidup membuat vaksin hidup tidak direkomendasikan pada saat kehamilan. Dengan demikian hendaknya vaksin hidup diberikan sebelum hamil atau setelah melahirkan. MMR dan varicella merupakan vaksin-vaksin hidup yang direkomendasikan karena penyakit-penyakit yang dicegah dengan vaksin ini (rubella dan varicella) dapat menyebabkan gangguan kehamilan dan kelainan pada janin. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Pemberian vaksin merupakan hal penting dipertimbangkan sehubungan dengan kehamilan. Oleh karena pemberian vaksin yang cukup rumit pada saat kehamilan, maka setiap wanita yang berencana untuk hamil sebaiknya melakukan konsultasi pada dokter kebidanan dan kandungan untuk pemberian vaksin ini.

    Sudah  banyak ibu hamil yang mempersiapkan kehamilan dan melakukan vaksinasi saat hamilnya melalui layanan vaksinasi ProSehat. Dapatkan dengan mudah informasinya melalui aplikasi ProSehat (link) ini. Saat ini sudah dilengkapi dengan fitur tanya jawab dokter!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    • TanyaDok.com: Vaksin Sebelum, Saat dan Setelah Kehamilan, Bolehkah?
    • TanyaDok.com: Perlukah Imunisasi Sebelum Menikah dan Saat Hamil
    • Merck. (2007). Merck Vaccine Patient Assistance Program. Retrieved December 19, 2007
    • Department of Vaccine and Biology. Report of a meeting on preventing CRS: Immunization strategies, surveillance needs. WHO. Geneva, 2000 (12-14 Jan)
    • Clark AL, Gall SA. Clinical uses of intravenous immunoglobulin in pregnancy. AmJ Obstet Gynecol 1997
    Read More
  • Sudah memasuki bulan ke-8 dari kehamilan Anda, sebaiknya 10 perlengkapan melahirkan ini mulai Anda masukkan ke dalam tas yang siap dibawa saat masa persalinan. Mengapa harus dari bulan ke-8? Karena biasanya waktu persalinan terjadi tidak sesuai perhitungan HPL (Hari perkiraan Lahir) dari dokter dan bisa terjadi kapan saja mendekati bulan ke-9. Oleh karena itu, sebaiknya […]

    10 Checklist Perlengkapan Melahirkan yang Wajib Dibawa

    Sudah memasuki bulan ke-8 dari kehamilan Anda, sebaiknya 10 perlengkapan melahirkan ini mulai Anda masukkan ke dalam tas yang siap dibawa saat masa persalinan. Mengapa harus dari bulan ke-8? Karena biasanya waktu persalinan terjadi tidak sesuai perhitungan HPL (Hari perkiraan Lahir) dari dokter dan bisa terjadi kapan saja mendekati bulan ke-9. Oleh karena itu, sebaiknya seluruh perlengkapan melahirkan yang penting sudah dipersiapkan dan mudah dibawa.

    Apa saja perlengkapan melahirkan yang wajib dibawa? Checklist berikut yang dibuat oleh seorang ibu yang sudah berpengalaman melahirkan hingga 4 kali!

    perlengkapan melahirkan

    Perlengkapan melahirkan yang wajib dibawa untuk 3 hari (minimal) menginap di Rumah Sakit, meliputi:

    1. Baju Ganti, Selop dan Kaos Kaki

    Biasanya Rumah Sakit di Indonesia menyediakan baju ganti, selop dan kaos kaki untuk digunakan selama Anda merasa harus berjalan dan menunggu kontraksi. Namun terkadang beberapa wanita memilih untuk menggunakan miliknya sendiri. Pilih baju ganti seperti kimono atau daster yang mudah dipakai dan dilepaskan.

    2. Pembalut Bersalin

    Perlengkapan melahirkan yang satu ini penting untuk dibawa. Pembalut bersalin ini berfungsi untuk menjaga kebersihan akibat darah yang masih keluar paska melahirkan. Baik normal maupun caesar, mulai hari pertama hingga selama masa nifas akan keluar darah seperti menstruasi dari vagina,walaupun jumlahnya berangsur berkurang namun ibu pasti akan merasa lebih nyaman dan bersih bila menggunakan pembalut bersalin yang akan menjaga area kewanitaan tetap kering.  Siapkan sekitar 3-4 pak untuk berjaga-jaga.

    3. Celana Dalam Ganti

    Perlengkapan melahirkan yang satu ini sebaiknya dibawa dalam jumlah lebih banyak untuk berjaga-jaga bila darah nifas masih merembes walaupun sudah menggunakan pembalut bersalin. Jika memungkinkan, bawa beberapa buah dengan ukuran besar agar tidak melukai bekas jahitan caesar Anda (jika Anda melahirkan dengan metode caesar).

    4. Gurita atau Korset

    Siapa sih yang ingin perutnya melar setelah melahirkan? Banyak Rumah Sakit di Indonesia juga menyarankan untuk membawa perlengkapan melahirkan ini karena otot perut Anda masih bisa dibentuk kembali hingga 2 bulan setelah proses persalinan. Jadi persiapkan Gurita atau Korset untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal pasca melahirkan.

    5. Dokumen administrasi

    Dokumen administrasi dibutuhkan untuk proses di rumah sakit maupun registrasi akta kelahiran anak. Dokumen tersebut meliputi:

    • Fotokopi KTP suami dan istri
    • Fotokopi Kartu Keluarga
    • Fotokopi Akta Nikah
    • Fotokopi Akta Kelahiran Suami dan Istri

    6. Bra Menyusui

    Jika Anda ingin menyangga payudara namun tetap ingin membuat nyaman si kecil yang baru lahir saat menyusui, perlengkapan melahirkan yang satu ini juga wajib dibawa.

    7. Pompa ASI

    Perlengkapan melahirkan yang ini berguna sebagai pemeras ASI jika si kecil yang baru lahir belum dapat menyusui secara langsung. Banyak produk yang menjualnya dalam versi manual dan elektrik. Pompa ASI ini pastinya akan berguna hingga 6 bulan ke depan untuk menjaga masa ekslusif ASI sang buah hati.

    8. Perlengkapan Bayi

    Nah, perlengkapan si kecil yang baru lahir meliputi:

    – selimut

    – popok kain atau popok sekali pakai

    – kain bedong

    – minyak telon

    – pakaian bayi beserta sarung tangan dan kaki

    Jika si kecil belum memungkinkan untuk menyusui langsung, jangan lupa botol susu untuk menyimpan ASI ibu yang diperas dengan alat pemeras ASI. Selama di rumah sakit bayi anda akan menggunakan baju dan popok rumah sakit. Perlengkapan bayi anda ini baru akan dipakai ketika bayi anda pulang dari rumah sakit

    9. Benda-benda yang Akan Membuat Anda Relax

    Benda-benda tersebut meliputi bantal milik Anda sendiri, foto keluarga Anda, mini speaker untuk memutar musik, digital camera untuk merekam proses persalinan Anda, buku fiksi, apapun yang akan membuat Anda tenang dan nyaman. Benda-benda ini tentunya akan membuat Anda merasa berada di rumah sendiri selama masa sebelum dan setelah persalinan.

    10. Pakaian untuk Pulang

    Pilih baju yang tetap terlihat bergaya namun tidak melupakan kenyataan bahwa Anda baru saja melahirkan. Baju yang longgar bisa menjadi pilihan.

    10 perlengkapan diatas bila disiapkan dengan baik jauh hari sebelum mendekati persalinan akan mengurangi stress anda di hari H, dan untuk mencegah adanya barang yang tertinggal sebaiknya anda menyiapkanya dalam kondisi yang lebih tenang.

    Referensi:

    • Babycenter: Packing for the Hospital or Birth Center
    • TheBump: Checklist Packing a Hospital Bag
    • Fitpregnancy: 10 Essential Items, Hospital Bag
    • Parents: Hospital Packing List
    Read More
  • Jika merencanakan kehamilan, waspada hal ini untuk calon ibu! Banyak wanita yang mendambakan kehamilan, namun tanpa mereka sadari, banyak yang kurang memahami hal-hal yang berpengaruh pada kesehatan kandungannya. Karena kehamilan memang akan membawa banyak perubahan pada tubuh dan kondisi psikologis wanita, kami sertakan di bawah ini , hal penting yang harus dipertimbangkan seorang wanita masak-masak sebelum […]

    Anda Merencanakan Kehamilan? 6 Hal Ini Perlu Anda Waspadai!

    Jika merencanakan kehamilan, waspada hal ini untuk calon ibu!

    Banyak wanita yang mendambakan kehamilan, namun tanpa mereka sadari, banyak yang kurang memahami hal-hal yang berpengaruh pada kesehatan kandungannya. Karena kehamilan memang akan membawa banyak perubahan pada tubuh dan kondisi psikologis wanita, kami sertakan di bawah ini , hal penting yang harus dipertimbangkan seorang wanita masak-masak sebelum dia memutuskan untuk hamil.

    waspada hal ini untuk calon ibu

    Untuk itu jika Anda ingin hamil, sebaiknya waspada 5 hal ini untuk calon ibu hamil:

    1. Usia

    Banyak yang sering menyepelekan faktor usia. Padahal faktor usia merupakan salah satu hal yang harus diwaspadai para calon ibu hamil. Rentang usia yang perlu diperhatikan para calon ibu sebelum merencanakan kehamilan adalah antara 20 tahun untuk usia yang terlalu muda dan 35 tahun untuk usia yang sudah tua. Banyak kendala dari kehamilan di usia selain rentang usia 20-35 tahun tersebut.

    • Hamil di bawah usia 20 tahun: usia ini tergolong masih usia remaja ketika rahim dan panggul para wanita belum tumbuh sempurna. Beberapa wanita yang mengalami kehamilan di bawah usia 20 tahun akan mengalami kendala saat proses persalinan seperti kesulitan saat ingin melahirkan. Sistem reproduksi mereka pada usia tersebut juga belum siap. Belum lagi sel telur pada wanita yang belum sempurna sehingga dikhawatirkan malah akan mengganggu pertumbuhan janinnya.
    • Hamil di atas usia 35 tahun: usia ini termasuk usia produktif untuk wanita, namun usia tersebut stamina tubuh sudah menurun sehingga bisa membahayakan kesehatan si ibu dan janinnya ketika usia kehamilan semakin besar. Ditambah pula risiko penyakit lain yang sebelumnya sudah hinggap pada sang calon ibu. Beberapa risiko seperti melahirkan anak cacat dan gangguan saat persalinan seperti pendarahan bisa terjadi.

    2. Jumlah Anak

    Waspada hal ini untuk calon ibu hamil, karena jumlah anak yang Anda miliki sekarang menentukan kualitas rahim Anda. Jika anak Anda sudah 3 orang, maka masih terbilang cukup. Mengapa jumlah anak harus diperhitungkan sebagai salah satu hal yang harus diwaspadai, karena kondisi dinding rahim pada wanita yang akan terus merenggang setiap mereka melahirkan. Merenggangnya dinding rahim ini akan berakibat pada kekuatan dinding rahim yang akan menurun. Karena itu jika anak Anda sudah lebih dari 4 orang, dikhawatirkan akan terjadi gangguan terhadap kondisi rahim pada masa kehamilan Anda.

    3. Jarak Kelahiran

    Waspada hal ini untuk calon ibu hamil jauh sebelum mempersiapkan kehamilan. Pastikan beri jarak antara kehamilan sebelumnya dengan kehamilan yang saat ini sedang Anda rencanakan. Jika jarak yang diambil hanya 2 tahun saja, hal tersebut masih belum cukup untuk memulihkan kesehatan Anda. Sebaiknya beri ajrak kelahiran hingga 3 tahun lamanya karena jarak waktu tersebut dapat membuat organ tubuh Anda pulih seutuhnya. Anda pun masih bisa memberikan perhatian penuh kepada sang kakak sebelum adiknya lahir.

    4. Berat Badan

    Waspadai pula ukuran tubuh Anda, mulai dari tinggi hingga lingkar lengan Anda. Kondisi tinggi badan kurang dari 145 cm biasanya memiliki panggul yang kecil atau sempit. Dengan kondisi tubuh tersebut proses persalinan akan semakin sulit. Ibu hamil dengan tinggi badan kurang dari 145 cm harus konsultasi dengan dokter tentang rencana kehamilannya. Hal ini berbeda dengan kondisi Anda yang memiliki lingkar lengan kurang dari 23,5 cm. Jika kurang harus diwaspadai karena bisa saja Anda mengalami Kekurangan Energi Kronis. Dan juga berat badan yang tidak boleh obesitas saat merencanakan kehamilan. Perhitungkan dengan baik agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diijinkan saat masa kehamilan.

    5. Riwayat kehamilan dan persalinan sebelumnya

    Jika riwayat kehamilan sebelumnya kurang baik, lebih baik konsultasikan dengan dokter kandungan Anda terkait rencana kehamilan Anda yang selanjutnya. Yang ditakutkan dari riwayat kehamilan yang buruk adalah jika kondisinya belum pulih benar dan masih meninggalkan bekas. Contoh riwayat kehamilan yang patut diwaspadai adalah:

    • Pendarahan hebat pada saat hamil atau saat persalinan
    • Saat persalinan atau saat Anda tidak hamil sering mengalami kejang-kejang
    • Anda pernah megalami demam tinggi
    • Waktu persalinan  yag lebih dari 12 jam
    • Proses melahirkan dengan metode caesar
    • Pernah mengalami janin meninggal saat lahir

    6. Gaya Hidup Buruk

    Waspada hal ini untuk calon ibu hamil karena kehamilan anda bisa berisiko tinggi karena gaya hidup sebelumnya. Gaya hidup yang buruk sebelumnya seperti perokok aktif, sering mengkonsumsi pil KB sebelum waktunya, sering minum minuman keras dan sering bergonta ganti pasangan, dan mantan pecandu narkoba patut dipantau secara ketat kehamilannya. Apalagi jika Anda masih mengidap penyakit menular dan sedang menjalani pengobatan, lebih baik menunda dahulu kehamilannya sebelum membahayakan janin dan diri Anda sendiri.

    Ibu yang pintar, sehat dan kuat akan menyadari bahwa sangat penting untuk waspada pada hal-hal yang telah disebutkan di atas, sehingga selama kehamilan tidak ada hal buruk yang terjadi. Masih memiliki banyak pertanyaan untuk perencanaan kehamilan Anda, segera tanya dokter di aplikasi Android ProSehat, gratis!

    Referensi:

    • TanyaDok.com: Usia 40 Masihkan Bisa Hamil
    • TanyaDok.com: Asam Folat Dosis Tinggi Menyebabkan Masalah Pada Kehamilan
    • TanyaDok.com: Apa Saja Pengaruh Alkohol Pada Kehamilan
    • TanyaDok.com: Belum Terlambat untuk Stop Merokok Bagi Ibu Hamil
    • TanyaDok.com: Kita Mesti Waspada Diabetes Saat Kehamilan
    • TanyaDok.com: Vaksin Sebelum, Saat dan Setelah Kehamilan, Bolehkah?
    • TanyaDok.com: Siapkah Pasutri Menghadapi Kehamilan?
    • TanyaDok.com: Persiapan Mental Seorang Calon IbuTanyaDok.com:
    Read More
  • “A child’s first and best teacher is his mother.” Ungkapan di atas menegaskan bahwa apapun yang diajarkan seorang ibu pada anaknya di sepanjang hidup mereka akan membentuk kesan terdalam di hati dan kenangan mereka sehingga kehidupan mereka terwujud berdasarkan ajaran sang ibu. Pengaruhnya yang amat kuat terhadap anak-anaknya berlandaskan satu tujuan: untuk mereka menjadi generasi […]

    Life Doesn’t Come with a Manual, It Comes with a Mother

    “A child’s first and best teacher is his mother.”

    Ungkapan di atas menegaskan bahwa apapun yang diajarkan seorang ibu pada anaknya di sepanjang hidup mereka akan membentuk kesan terdalam di hati dan kenangan mereka sehingga kehidupan mereka terwujud berdasarkan ajaran sang ibu. Pengaruhnya yang amat kuat terhadap anak-anaknya berlandaskan satu tujuan: untuk mereka menjadi generasi bersinar di masa depan.

    Kemudian kriteria seperti apa yang harus dimiliki oleh seorang ibu untuk dapat mencetak generasi baik di masa depan?

    life doesn’t come with a manual. It comes with a mother.

    “Ibu pintar adalah mereka yang sehat, kuat namun tetap terlihat anggun.”

    Dibalik perjuangannya membesarkan anak-anaknya, ibu pintar akan selalu mencari cara demi mencetak anak-anak cemerlang bagi bangsa dan agamanya. Namun, yang perlu disadari juga terutama oleh para calon ibu adalah, kesehatan mereka juga mempengaruhi kualitas kehidupan anak. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan untuk wanita dan calon ibu adalah sangat penting. Karena guru pertama anak-anak adalah ibu mereka, para ibu perlu mendapatkan pendidikan bukan hanya tentang bagaimana mereka mendidik anak-anaknya, melainkan dengan mendidik dirinya sendiri, jauh dari sebelum seorang anak lahir.

    Ada banyak wanita di Indonesia yang perlu diberikan edukasi yang lebih baik tentang kesehatan, sebelum mereka melahirkan anak-anak yang akan menjadi generasi penerus bangsa. Penelitian juga menunjukkan bahwa memberikan edukasi tinggi kepada wanita atau calon ibu dapat mengurangi jumlah kematian anak. Saat calon ibu tidak diberikan edukasi terutama tentang kesehatan dirinya sendiri, semakin banyak kejadian kelahiran prematur yang akan meningkatkan risiko kematian bayi. Menurut WHO, Indonesia saat ini menempati peringkat ke-5 untuk negara dengan jumlah kematian prematur terbanyak. Para peneliti sedang mencoba untuk mencari tahu mengapa dan bagaimana mencegah kelahiran prematur. Tetapi para ahli setuju bahwa wanita perlu lebih sehat sebelum hamil dan selama masa kehamilan itu sendiri agar mencetak anak-anak sehat dan cemerlang.

    Dapat dikatakan secara garis besar, langkah menjadi ibu pintar dapat dibagi menjadi:

    1. Tes kesehatan dan mempersiapkan vaksinasi yang diperlukan.
    2. Rutin periksa dan berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan.
    3. Memenuhi asupan yang baik untuk persiapan kehamilan.
    4. Selalu memperhatikan kondisi kesehatan janin, terutama keaktifan geraknya.
    5. Mulai pelajari persiapan persalinan dan menyusui.

    ProSehat dengan sangat senang akan menjembatani para ibu dan calon ibu di luar sana untuk menjadi lebih pintar lagi dalam mencetak generasi cemerlang yang akan mengharumkan nama bangsa di masa depan. Berbagai info menarik seputar pra kehamilan, masa kehamilan, hingga masa menyusui akan diberikan dengan harapan banyak ibu dan calon ibu juga berkeinginan untuk belajar bersama. 

    Because after all, life doesn’t come with a manual. It comes with a mother.

    Ikuti juga keseruan kampanye #IbuPintar di media sosial ProSehat dan dapatkan kesempatan memenangkan voucher ProSehat total Rp 1.000.000,-  tanpa minimal pembelian. Caranya:

    1. Follow Twitter & Instagram @prosehat
    2. Foto anak Anda dengan seragamnya dan jelaskan apa sarapannya di tanggal 2 Mei 2016
    3. Mention @prosehat
    4. Gunakan hashtag #IbuPintar
    5. Tweet / Post! Selamat Anda telah berhasil bergabung dalam kontes foto #IbuPintar.

    Dapatkan promo produk hamil sehat, mulai dari susu, alat kesehatan, suplemen hingga multivitamin di sini

    Read More

Showing 31–38 of 38 results

WhatsApp Asisten Maya saja