Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Hamil

Showing 31–40 of 74 results

  • Beberapa waktu yang lalu ramai diberitakan mengenai seorang ibu hamil yang mengalami pendarahan dan keguguran akibat mengonsumsi rumput fatimah (Labisia pumila). Baca Juga: 6 Panduan Nutrisi Ibu Hamil untuk Menjaga Kesehatan Calon Buah Hati Atas peristiwa itu, banyak dokter kandungan menyarankan ibu hamil agar tidak mengonsumsi rumput fatimah karena di masyarakat beredar informasi bahwa rumput […]

    Ibu Hamil Wajib Tahu! Bahaya & Manfaat Rumput Fatimah

    Beberapa waktu yang lalu ramai diberitakan mengenai seorang ibu hamil yang mengalami pendarahan dan keguguran akibat mengonsumsi rumput fatimah (Labisia pumila).

    bahaya & manfaat rumput fatimah

    Baca Juga: 6 Panduan Nutrisi Ibu Hamil untuk Menjaga Kesehatan Calon Buah Hati

    Atas peristiwa itu, banyak dokter kandungan menyarankan ibu hamil agar tidak mengonsumsi rumput fatimah karena di masyarakat beredar informasi bahwa rumput fatimah dapat memperkuat otot dan dinding perut serta vagina.

    Lalu seperti apa sebenarnya bahaya dan manfaat mengonsumsi rumput fatimah ? Sahabat Sehat, mari kita simak perihal rumput fatimah berikut ini.

    Apa Itu Rumput Fatimah?

    Dr. Inggrid Tania, Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu menyatakan bahwa rumput fatimah sebenarnya memiliki kandungan yang bermanfaat untuk kesehatan.

    Zat antioksidan dalam rumput fatimah dipercaya dapat menangkal radikal bebas, sementara kandungan flavonoid dan alkaloid dapat meredakan proses peradangan dalam tubuh.

    Selain itu, air rendaman rumput fatimah dipercaya dapat mempercepat proses persalinan karena adanya zat oksitosin yang dapat memicu kontraksi rahim.

    Secara medis, sudah ada pedoman perihal penggunaan dan dosis oksitosin untuk memicu kontraksi rahim. Namun hingga kini belum ada penelitian yang cukup jelas mengenai dosis penggunaan rumput fatimah untuk memicu kontraksi rahim, sehingga penggunaan rumput fatimah yang berlebihan berisiko membahayakan ibu dan janin akibat kontraksi rahim yang terlalu kuat.

    Bahaya Rumput Fatimah Bagi Janin

    Dilansir dari Detikcom, dr. Ari Waluyo,SpOG mengungkapkan bahwa rumput fatimah memiliki kandungan zat uterotonika yang dapat memicu kontraksi hebat dalam rahim sehingga berbahaya untuk keselamatan ibu dan janin. Kontraksi rahim yang terus-menerus berisiko membuat janin kekurangan oksigen dan mengakibatkan kematian janin.

    Bahaya lainnya adalah otot rahim dapat mengalami penipisan sehingga rahim rentan robek, terutama jika dialami oleh ibu hamil yang sebelumnya memiliki riwayat operasi caesar.

    Baca Juga: 4 Hal Penting dari Pemeriksaan Kehamilan

    Sehingga risiko bahaya dari mengkonsumsi rumput fatimah tidak hanya dialami oleh janin, namun juga berisiko bagi ibu hamil.

    Bagaimana Sebaiknya Cara Mengonsumsi Rumput Fatimah?

    dr.Dinda Derdameisya, SpOG seperti dilansir dari Detikcom mengungkapkan bahwa ibu  sebaiknya mengkonsumsi rumput fatimah apabila bayi telah lahir.

    Rumput fatimah dapat membantu mengurangi pendarahan setelah melahirkan, dengan cara menyempitkan pembuluh darah di dalam rahim.

    Tanaman Herbal Pelancar Kehamilan Selain Rumput Fatimah

    Bagi Sahabat Sehat yang saat ini sedang hamil dan ingin memperlancar kehamilan dengan mengkonsumsi tanaman herbal, Sahabat bisa mencoba berbagai tanaman herbal berikut yang aman untuk kehamilan :

    • Jahe, dipercaya dapat mengurangi rasa tidak nyaman di awal kehamilan dan mengurangi mual ataupun muntah. Jahe juga berperan untuk mengurangi nyeri perut selama masa kehamilan.

    Produk terkait: Jual Kapsul Jahe Borobudur

    • Chamomile dipercaya dapat membantu mengurangi stres dan memberi ketenangan selama hamil, sehingga baik dikonsumsi bagi ibu hamil.
    • Tanaman lain seperti kunyit, kencur, temulawak, dan jinten hitam.

    Semua jenis tanaman herbal ini dapat dikonsumsi, tergantung kondisi pada setiap ibu hamil. Bagi Sahabat Sehat yang saat ini sedang hamil, sebaiknya mengkonsumsi tanaman herbal dengan bijak dan tidak berlebihan.

    Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan jika hendak mengkonsumsi obat maupun herbal di luar saran dokter.

    Baca Juga: 4 Hal Penting Terkait Melahirkan Saat Pandemi Menurut IDAI

    Demikianlah mengenai rumput fatimah yang tidak dianjurkan dikonsumsi selama hamil karena dapat membahayakan ibu dan janin.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai kehamilan dan produk kesehatan, dapat menghubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. K N. Mengenal Rumput Fatimah yang Viral Dikaitkan dengan Janin Meninggal [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5518424/mengenal-rumput-fatimah-yang-viral-dikaitkan-dengan-janin-meninggal?single
    2. Media K. Ibu Hamil, Jangan Konsumsi Rumput Fatimah, Ini Pesan Dokter Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/04/02/190400665/ibu-hamil-jangan-konsumsi-rumput-fatimah-ini-pesan-dokter?page=all#page2
    3. Viral Janin Meninggal dan Ibu Mengalami Pendarahan Setelah Mengonsumsi Rumput Fatimah I. Viral Janin Meninggal dan Ibu Mengalami Pendarahan Setelah Mengonsumsi Rumput Fatimah, Ini Penjelasan Ahli – Halaman 2 – Grid.ID [Internet]. Grid.ID. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://www.grid.id/read/042631091/viral-janin-meninggal-dan-ibu-mengalami-pendarahan-setelah-mengonsumsi-rumput-fatimah-ini-penjelasan-ahli?page=2
    4. Media K. Bukan Rumput Fatimah, Ini Tanaman Herbal yang Aman bagi Ibu Hamil Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/04/02/100500823/bukan-rumput-fatimah-ini-tanaman-herbal-yang-aman-bagi-ibu-hamil-?page=all
    5. Alam S. Agar Tak Bahayakan Janin, Ini Cara Konsumsi Rumput Fatimah yang Disarankan [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5516463/agar-tak-bahayakan-janin-ini-cara-konsumsi-rumput-fatimah-yang-disarankan
    Read More
  • Seribu hari pertama kehidupan merupakan hal yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Sebab, fase yang terdiri dari 270 hari selama kehamilan dan 730 hari pada dua tahun pertama kehidupan si anak itu merupakan periode menentukan bagi perkembangan anak ke depannya. Demikian yang diungkapkan oleh dr. dr. Gahrani Chen SpOG  dalam webinar yang diselenggarakan oleh […]

    Rangkuman Webinar Prosehat X Alumni Atma Jaya Hamil (Lagi) Pandemi? Jaga Gizi dan Busui Balik Sexy 20 Oktober 2020

    Seribu hari pertama kehidupan merupakan hal yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Sebab, fase yang terdiri dari 270 hari selama kehamilan dan 730 hari pada dua tahun pertama kehidupan si anak itu merupakan periode menentukan bagi perkembangan anak ke depannya. Demikian yang diungkapkan oleh dr. dr. Gahrani Chen SpOG  dalam webinar yang diselenggarakan oleh Prosehat bekerja sama dengan Ikatan Alumni Unika Atmajaya pada Selasa, 20 Oktober 2020 pukul 19.00-20.00, dengan judul Hamil (Lagi) Pandemi? Jaga Gizi dan Busui Balik Sexy. Acara yang diselenggarakan untuk donasi kegiatan sosial berupa bentuk pemeriksaan gratis terutama pada lansia ini juga menghadirkan narasumber lainnya, yaitu dr. Cristopher Andrian, M.Gizi, Sp.GK, dan dimoderatori oleh dr. Eleonora Mitaning Christy, M.Gizi, Sp.GK.

    rangkuman webinar Prosehat X Alumni Atma Jaya

    Baca Juga: Inilah 7 Tips Aman Hamil di Masa Pandemi

    Pemaparan dr. Gahrani kemudian juga dilengkapi oleh dr. Cristopher Adrian yang menjelaskan mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan nutrisi pada masa kehamilan dan sesudah kehamilan. Sebab, pemenuhan ini yang akan menentukan tumbuh-kembang anak ke depannya. Karena itu, supaya tumbuh-kembang sesuai, nutrisi harus dipenuhi. Ujar dokter yang pernah bekerja di RSIA Brawijaya Antasari ini. Disebut sebagai 1.000 hari pertama karena ini fase atau periode emas dalam pertumbuhan anak, lanjut dokter yang merupakan alumni Unika Atmajaya ini.

    Produk Terkait: Jual Vegeblend JR 30’s

    Selain pemaparan mengenai 1.000 hari pertama juga dipaparkan mengenai berat badan naik selama kehamilan dan menyusui, dan banyak dialami oleh ibu-ibu hamil serta menyusui. Dalam pemaparan ini, banyak ibu hamil yang berat badannya naik karena beranggapan tidak mau terjadi masalah apa-apa pada bayi yang dikandung sehingga harus memberi makan yang cukup banyak, dan melewati batas. Alhasil, ada ibu hamil yang baru hamil 2 bulan sudah naik 15 kilogram. Bahkan, berdasarkan pengalaman, dr. Gahrani juga mempunyai pasien yang berat badannya naik hingga 30 kilogram padahal baru hamil 2-3 bulan karena setiap harinya mengonsumsi makanan berkalori tinggi.

    Baca Juga: Ini Dia Penambahan Berat Badan Normal Ibu Hamil

    Dr. Gahrani, yang pernah bekerja di sejumlah rumah sakit dan telah menuliskan sejumlah karya ilmiah memaparkan mengenai indeks massa tubuh selama kehamilan. Apabila sudah ada ibu yang kelebihan berat badan, demikian dokter yang juga merupakan alumnus Unika Atma Jaya itu, menyarankan supaya naiknya hanya sampai 11 kilogram sebagai batas maksimal. Cara terbaik supaya tidak gemuk saat hamil adalah perhatikan asupan jumlah kalori  per hari, yaitu maksimal +300 kalori per hari. Kemudian mengonsumsi makanan-minuman yang bergizi dan bernutrisi, dan termasuk karbohidrat kompleks serta hindari makanan-minuman yang termasuk karbohidrat kompleks seperti roti, makanan manis, dan cookies, serta minuman bersoda. Untuk hal ini, dr. Cristopher menjelaskan supaya ibu hamil tidak gampang lapar dengan mengonsumsi makanan-makanan yang berkabohirat kompleks daripada simpleks yang akhirnya malah membuat tubuh menjadi gemuk saat hamil. Ibu hamil juga dianjurkan mengonsumsi susu yang punya banyak keuntungan, yaitu:

    Produk Terkait: Jual Susu Ibu Hamil

    • Sumber kalsium dan vitamin D
    • Menurunkan risiko dehidrasi
    • Sumber asam amino esensial
    • Sumber asam lemak esensial
    • Sudah difortifikasi dengan mikronutrien

    Setelah pemaparan webinar juga diikuti dengan sesi pertanyaan. Salah satu pertanyaan mengenai apakah penting memberikan ASI setelah kehamilan yang dijawab oleh dr. Christopher penting karena hal itu malah dapat membakar kalori supaya berat badan kembali normal setelah melahirkan. Kemudian ada pertanyaan mengenai suplemen sebelum kehamilan, menurut dr. Gahrani, jangan sembarangan dikonsumsi karena akan berpengaruh terhadap ASI, dan akhirnya mempengaruhi tumbuh-kembang anak.

    Baca Juga: Infografik Angka Kelahiran Selama Pandemi

    Untuk lebih lengkapnya mengenai webinar ini Sobat Sehat terutama yang sedang hamil dan melahirkan bisa menonton video di bawah ini, dan jangan lupa subscribe Youtube Prosehat.

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut seputar kehamilan serta nutrisi dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Kehamilan tentu saja merupakan suatu hal yang sangat diharapkan dari pasangan yang sudah menikah. Apalagi bagi yang sudah menikah bertahun-tahun karena akhirnya akan ada keturunan yang dihasilkan setelah melalui proses reproduksi yang dilakukan berkali-kali. Namun ketika Corona mewabah timbul pertanyaan apakah aman hamil di masa pandemi? Apalagi virus Corona adalah penyakit yang mudah menular bahkan […]

    Inilah 7 Tips Aman Hamil di Masa Pandemi

    Kehamilan tentu saja merupakan suatu hal yang sangat diharapkan dari pasangan yang sudah menikah. Apalagi bagi yang sudah menikah bertahun-tahun karena akhirnya akan ada keturunan yang dihasilkan setelah melalui proses reproduksi yang dilakukan berkali-kali. Namun ketika Corona mewabah timbul pertanyaan apakah aman hamil di masa pandemi? Apalagi virus Corona adalah penyakit yang mudah menular bahkan menurut sebuah penelitian, ibu hamil berpotensi besar tertular terutama pada trisemester ketiga kehamilan.

    hamil di masa corona, hamil di masa covid-19

    Baca Juga: Ini Dia Penambahan Berat Badan Normal Ibu Hamil

    Hal ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran bagi para ibu hamil karena bagaimana pun mereka berharap tidak tertular virus Corona. Begitu juga dengan bayi yang dikandung dan dilahirkan sehingga keduanya menjadi sehat. Apalagi bayi yang lahir pada era pandemi di masa mendatang merupakan calon kuat generasi Indonesia Emas 2045 atau 100 tahun Indonesia merayakan kemerdekaan. Generasi ini yang diharapkan dapat membangun Indonesia ke depannya.

    Lalu bagaimanakah cara aman hamil selama pandemi Corona? Yuk, mari simak tips-tips bawah ini supaya Sobat Sehat tidak khawatir saat hamil dan memeriksakan kehamilan.

    1. Tidak ke Rumah Sakit

    Hal pertama yang perlu Sobat lakukan supaya hamil aman saat Corona adalah sebaiknya tidak ke rumah sakit terlebih dahulu. Soalnya, rumah sakit adalah tempat rawan tertularnya virus Corona. Sobat boleh ke rumah sakit apabila mengalami hal-hal yang darurat dalam kehamilan seperti muntah hebat, pendarahan, pecah ketuban, nyeri perut hebat, dan tidak merasakan janin.

    Baca Juga: 4 Hal Penting Terkait Melahirkan Saat Pandemi Menurut IDAI

    2. Mengetahui Waktu yang Tepat untuk Kontrol Kehamilan

    Kontrol kehamilan merupakan salah satu cara tepat yang harus dilakukan selama pandemi. Kontrol kehamilan ini sebaiknya dilakukan pada usia kehamilan mencapai 11 minggu, 20 hingga 24 minggu, 28 minggu, 32 minggu, dan 36 minggu. Dengan mengetahui waktu yang tepat, Sobat tentu bisa menimalkan kunjungan ke fasilitas-fasilitas kesehatan supaya dapat terhindar dari Corona.

    3. Olahraga 30 Menit

    Supaya Sobat ketika hamil tetap bugar dan sehat, begitu juga dengan bayi yang dikandungnya, olahraga rutin yang disarankan sebaiknya tetap dilakukan maksimal 30 menit. Selain berolahraga, jangan lupa menyantap makanan-makanan yang bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh. Apabila kandungan sudah membesar, tidak ada salahnya menyiapkan tas untuk diisi baju yang dibutuhkan saat bersalin ke rumah sakit.

    4. Kontak Dokter Jika Mengalami Gejala Keguguran

    Apabila Sobat merasa mengalami gejala keguguran kandungan seperti pendarahan banyak yang disertai kram perut, jangan terburu-buru ke luar rumah untuk ke rumah sakit demi mencegah penyebaran virus Corona. Selama pandemi ini sebaiknya di rumah saja, dan usahakan tanya pada dokter terlebih dahulu jika mengalami gejala seperti itu untuk benar-benar memastikan.

    5. Vaksinasi di Klinik atau Rumah Sakit Kecil

    Ibu hamil tetap harus divaksinasi supaya tidak tertular penyakit seperti virus Corona. Vaksinasi yang dianjurkan untuk mereka adalah vaksinasi pneumokokus untuk paru dan vaksinasi flu. Untuk pelaksanaan dan penjadwalan dapat dilakukan di klinik atau rumah sakit kecil, dan bukan rumah sakit besar supaya tidak tertular virus Corona.

    6. Lakukan Protokol Kesehatan

    Protokol-protokol kesehatan Covid-19 tetap harus dilakukan supaya ibu hamil benar-benar terhindar dari infeksi virus Corona. Yang paling utama adalah adalah cuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir selama 20 detik, melakukan physical distancing saat berada di fasilitas kesehatan, memakai masker, jangan keluar rumah kalau tidak ada urusan yang darurat, terapkan etika batuk dan bersin yang tepat saat di fasilitas publik, dan hindari kontak dengan binatang-binatang yang berpotensi menyebarkan virus Corona.

    Baca Juga: Masker, Ampuhkah Lawan Corona? Kapan Harus Gunakan Masker

    7. Tetap Tenang dan Jangan Panik

    Tips terakhir yang bisa Sobat lakukan ketika hamil di masa pandemi adalah tetap tenang dan jangan panik. Hal ini sebagai upaya untuk menjaga kesehatan mental selain kesehatan fisik. Sebab, kehamilan bisa menjadi sumber kecemasan dan stres terutama di masa pandemi yang penuh dengan banyak ketidakpastian. Supaya tidak panik, usahakan melakukan berbagai rutinitas baru dan terstruktur. Hindari membaca berita-berita yang menyebabkan kepanikan dan berisi kabar bohong atau hoaks, dan pastikan mendapatkan berita dari sumber-sumber terpercaya. Seringlah berkabar dengan teman dan kerabat supaya tidak merasa terisolasi sehingga hal tersebut bisa menguatkan Sobat lalu luangkan waktu sejenak untuk relaksasi. Kesehatan mental yang baik akan berpengaruh juga pada kandungan.

    Itulah 7 tips yang bisa dilakukan untuk Sobat yang sedang mengalami fase kehamilan di saat pandemi. Semoga tips-tips ini bisa membantu. Intinya, patuhi protokol kesehatan, tetap tenang, dan jangan panik. Apabila Sobat ingin mengetahui lebih lanjut mengenai hamil di saat pandemic, silakan tonton video Youtube berikut ini, dan jangan lupa subscribe Youtube Prosehat.

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut terutama produk-produk kesehatan untuk ibu hamil, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Pratiwi Y. Hamil saat Pandemi, Bumil Batasi Keluar Rumah dan Jangan Panik [Internet]. Tempo. 2020 [cited 13 August 2020]. Available from: https://cantik.tempo.co/read/1339860/hamil-saat-pandemi-bumil-batasi-keluar-rumah-dan-jangan-panik/full&view=ok
    2. Media K. Hamil Trimester Awal di Masa Pandemi Corona, Apa yang Harus Dilakukan? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 13 August 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/04/13/083207520/hamil-trimester-awal-di-masa-pandemi-corona-apa-yang-harus-dilakukan?page=all
    3. Program hamil saat pandemi Corona, amankah? Begini penjelasan dokter [Internet]. theAsianparent: Situs Parenting Terbaik di Indonesia. 2020 [cited 13 August 2020]. Available from: https://id.theasianparent.com/program-hamil-saat-pandemi-corona
    4. Hamil saat Pandemi Corona, Ini Cara Lakukan Pemeriksaan Kehamilan | Page 3 [Internet]. www.jpnn.com. 2020 [cited 13 August 2020]. Available from: https://www.jpnn.com/news/hamil-saat-pandemi-corona-ini-cara-lakukan-pemeriksaan-kehamilan?page=3
    Read More
  • Bunda baru saja melahirkan dan sedang galau karena air susu ibu (ASI) nya belum lancar? Saya juga pernah mengalami hal serupa, dan Alhamdulillah sekarang di usia bayi hampir 3 bulan, ASI sudah lancar dan melimpah. Di bawah ini cerita pengalaman pribadi apa yang saya lakukan supaya ASI lancar melimpah. Inisiasi Menyusui Dini Inisiasi menyusui dini […]

    Tindakan Ibu Menyusui Ketika ASI Pertama Tidak Lancar

    Bunda baru saja melahirkan dan sedang galau karena air susu ibu (ASI) nya belum lancar? Saya juga pernah mengalami hal serupa, dan Alhamdulillah sekarang di usia bayi hampir 3 bulan, ASI sudah lancar dan melimpah. Di bawah ini cerita pengalaman pribadi apa yang saya lakukan supaya ASI lancar melimpah.

    ibu menyusui tidak lancar, ASI tidak lancar

    Inisiasi Menyusui Dini

    Inisiasi menyusui dini alias IMD adalah kunci paling utama supaya ASI lancar cepat keluar. Namun banyak ibu yang sehabis melahirkan harus dibius karena mendapatkan beberapa jahitan di vagina, atau misalnya melahirkan lewat operasi sesar, sehingga harus menunggu pemulihan kondisi dulu sebelum dipertemukan dengan si bayi.

    Baca Juga:
    8 Hal Penting Untuk Ibu Menyusui yang Akan Naik Pesawat
    Tips Memerah Asi yang Benar dan Praktis

    Supaya Asi lancar Melimpah

    Rumah sakit bersalin yang tidak pro-ASI, begitu hari pertama lahir bayi menangis terus sedangkan ASI bunda belum keluar, maka dokter anak atau bidan akan menakut-nakuti: “nanti anaknya kuning lho kalo gak segera dikasih minum. udah, dikasih susu formula dulu aja, nanti kalo ASI nya sudah keluar ya langsung dikasih ASI”. Sebaiknya bunda tidak menyerah.

    Bayi menangis belum tentu karena haus, bisa jadi dia takut di lingkungan baru dan kedinginan. Ingat, suhu di dalam kandungan itu sangat hangat, dan si bayi selalu dekat dengan bunda. Maka ketika si bayi menangis terus, dekaplah dia, dekatkan dengan detak jantung bunda. Jangan buru-buru dikasih susu formula!

    Sedangkan di rumah sakit bersalin yang pro-ASI, maka ketika hari pertama ASI bunda belum keluar, akan terus disemangati dan dilatih supaya ASI nya lekas keluar. Menurut berbagai literatur, tidak masalah bayi tidak minum selama 1 hingga 3 hari pertama karena dia masih menyimpan cadangan makanan dari kandungan.

    Baca Juga:
    8 Alasan Kenapa Bayi Perlu Vaksin Hepatitis B
    Imunisasi ke Rumah Bersama Prosehat

    Bagaimana Jika Sudah Terlanjur?

    Namun buat bunda yang terlanjur tidak mendapatkan pengalaman IMD bersama si bayi, beberapa tips berikut ini bisa dilakukan supaya asi lancar. Tips-tips ini saya buat berdasarkan pengalaman pribadi.

    Kunci utama pertama adalah menyusui tanpa menyerah! Ya, semakin sering diminum oleh si bayi, maka produksi ASI akan terus meningkat. Sebagaimana banyak kita baca, produksi ASI sifatnya supply by demand. Jika kebutuhan bayi meningkat, otomatis ASI juga meningkat.

    Kunci utama kedua adalah asupan nutrisi ibu menyusui. Memproduksi ASI memerlukan bahan baku yang tidak sedikit.

    Kunci utama ketiga adalah perasaan bahagia. Saya sudah membuktikan ketika awal-awal setelah melahirkan dulu kondisi sangat stres karena mendapati ASI belum lancar. Berbagai upaya dilakukan seperti membeli nipple puller, breast pump, dan makan aneka makanan yang kata orang bisa memperlancar ASI.

    Itulah mengenai tindakan yang harus dilakukan ketika ASI tidak lancar. Pada intinya, ibu tidak boleh menyerah dalam menyusui serta harus berpikir positif, dan tidak stres.

    Apabila Sobat ingin mengetahui lebih dalam dan lengkap mengenai nutrisi ASI yang tepat dan memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan yang berkaitan dengan ASI, silakan hubungi asisten kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

     

     

     

    Read More
  • Di tengah masa pandemi akibat Coronavirus disease 2019 (COVID-19), banyak ibu hamil (bumil) yang enggan memeriksakan kehamilannya di rumah sakit karena takut tertular virus corona. Namun, pemeriksaan kehamilan sebenarnya perlu dilakukan secara rutin untuk memantau kesehatan ibu hamil dan janin. Melalui pemeriksaan rutin dalam kehamilan, dokter bisa mendeteksi secara dini bila ada gangguan atau komplikasi […]

    Saatnya Bumil Manfaatkan Telemedicine

    Di tengah masa pandemi akibat Coronavirus disease 2019 (COVID-19), banyak ibu hamil (bumil) yang enggan memeriksakan kehamilannya di rumah sakit karena takut tertular virus corona. Namun, pemeriksaan kehamilan sebenarnya perlu dilakukan secara rutin untuk memantau kesehatan ibu hamil dan janin. Melalui pemeriksaan rutin dalam kehamilan, dokter bisa mendeteksi secara dini bila ada gangguan atau komplikasi dalam kehamilan. Untungnya melalui kemajuan teknologi, pemeriksaan kesehatan sekarang bisa dilakukan secara online, yaitu dengan bantuan aplikasi online (salah satunya ProSehat) yang menyediakan media komunikasi tanya jawab dengan dokter yang ahli dibidangnya, sehingga informasi yang Sobat dapatkan tepat dan valid.

    Telemedicine merupakan pendekatan inovatif yang dapat memberikan pelayanan kesehatan secara online. Terkait pemeriksaan kehamilan, baik sebelum maupun sesudah persalinan bisa dilakukan melalui konsultasi online dengan dokter ahli misalnya konsultasi mengenai persalinan risiko tinggi, laktasi, kesehatan mental, dan pemantauan berkala yang bisa dilakukan sendiri dengan bantuan alat seperti pemantauan berat badan, tekanan darah, gula darah, dan detak jantung janin.

    Pemeriksaan sebelum persalinan (prenatal) yang di rekomendasikan oleh the World Health Organization (WHO) adalah setidaknya 8 kali selama masa kehamilan. Untuk melakukan pertemuan yang sebanyak ini tidak semuanya memerlukan pertemuan secara langsung. Pemeriksaan dengan menggunakan ultrasound, tes laborat dengan pengambilan spesimen darah maupun urine, dan vaksinasi hanya dilakukan pada beberapa kunjungan saja. Pertemuan yang lainnya seputar edukasi ibu hamil, menjawab pertanyaan seputar kehamilan, memeriksa tanda-tanda vital ibu dan janin, saat ini alat pemeriksaan tanda vital bisa disediakan di rumah juga. Pemeriksaan online pastinya akan sangat membantu pasien yang perlu melakukan perjalanan jarak jauh untuk melakukan kontrol kehamilan sehingga bisa mempersingkat waktu yang diperlukan.

    Kemampuan untuk melakukan pemeriksaan berkala di rumah juga dinilai lebih menguntungkan pada wanita yang mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama yang mengalami diabetes atau hipertensi dalam kehamilan. Pemeriksaan gula darah yang rutin di rumah pada pasien yang mengalami diabetes dalam kehamilan akan menurunkan perlunya pemeriksaan gula darah di dokter, pemeriksaan sendiri memiliki efektivitas yang sama terhadap pemantauan gula darah yang diinginkan. Sama halnya dengan manajemen dengan hipertensi dalam kehamilan, terdapat penelitian yang menyatakan pemeriksaan tekanan darah di rumah dengan hasil yang dikonsultasikan dengan dokter secara online juga bisa menurunkan perlunya untuk melakukan pemeriksaan secara langsung. Namun memang diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membandingkan hasil akhir tekanan darah yang dipantau secara online maupun secara tradisional.

    Pemeriksaan yang dilakukan secara online tidak terbatas oleh jarak dan batasan geografis, sehingga akses untuk melakukan konsultasi dengan ahlinya di daerah pelosok juga menjadi lebih mudah. Terkadang di daerah pelosok tidak banyak dokter ahli yang tersedia. Sobat bisa meminta opini dan saran dari dokter ahli mengenai hasil pemeriksaan ultrasound yang sudah dilakukan.  Hal ini tentunya juga dapat menghemat pengeluaran yang diperlukan untuk transportasi berobat bagi mereka yang tinggal di pelosok daerah.

    Selain pemeriksaan prenatal, pemeriksaan setelah kehamilan (postnatal) juga memegang peranan penting untuk kesehatan fisik, emosional, dan sosial dari seorang ibu. Berbagai pertanyaan seputar pemberian ASI, kesehatan mental, alat kontrasepsi, pemberian jarak dengan kehamilan berikutnya, ataupun seputar tatalaksana penyakit kronis yang sedang dijalani bisa ditanyakan melalui konsultasi online. Menurut rekomendasi dari the American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG), pemeriksaan setelah persalinan sebaiknya dilakukan dalam 3 minggu setelah persalinan, namun 40% wanita tidak datang ke pemeriksaan ini. Dengan telemedicine diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan ibu.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Global Observatory for eHealth series. Telemedicine: Opportunities and developments in Member States. Vol. 2. World Health Organization; 2010.
    2. Weigel G, Frederiksen B, Feb 26 URP, 2020. Telemedicine and Pregnancy Care [Internet]. The Henry J. Kaiser Family Foundation. 2020 . Available from: https://www.kff.org/womens-health-policy/issue-brief/telemedicine-and-pregnancy-care/
    3. Boelig RC, Saccone G, Bellussi F, Berghella V. MFM guidance for COVID-19. American Journal of Obstetrics & Gynecology MFM. 2020 Mar 19;100106.
    4. WHO recommendations on antenatal care for a positive pregnancy experience. WHO; 2016.
    5. van den Heuvel JF, Groenhof TK, Veerbeek JH, van Solinge WW, Lely AT, Franx A, et al. eHealth as the Next-Generation Perinatal Care: An Overview of the Literature. J Med Internet Res [Internet]. 2018 Jun 5;20(6). Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6008510/
    Read More
  • Sebelum membahas jauh mengenai anestesi pada lahiran normal, kita harus ingat bahwa mengandung dan memiliki anak merupakan impian hampir seluruh wanita di dunia ini. Namun, tak sedikit pula yang memiliki ketakutan jika hamil, yaitu ketakutan saat melahirkan nanti, sebagian takut merasa nyeri yang hebat saat melahirkan apalagi dengan apa yang beredar di masyarakat bahwa nyeri […]

    Anestesi pada Lahiran Normal, Mungkinkah?

    Sebelum membahas jauh mengenai anestesi pada lahiran normal, kita harus ingat bahwa mengandung dan memiliki anak merupakan impian hampir seluruh wanita di dunia ini. Namun, tak sedikit pula yang memiliki ketakutan jika hamil, yaitu ketakutan saat melahirkan nanti, sebagian takut merasa nyeri yang hebat saat melahirkan apalagi dengan apa yang beredar di masyarakat bahwa nyeri melahirkan adalah nyeri yang paling hebat atau melahirkan adalah proses mempertaruhkan nyawa, yang sebenarnya ada benarnya. Terobosan dunia kedokteran mengenai sectio caesarea yang aman telah berkembang sejak awal abad ke-19 dan membawa angin segar bagi masalah persalinan.

    Namun, masalah baru muncul dimana banyak keyakinan di masyarakat bahwa persalinan normallah yang menjadikan seseorang wanita yang sesungguhnya ditambah beredarnya isu-isu bahwa adanya komplikasi perkembangan atau pertumbuhan pada anak yang dilahirkan secara sectio caesarea, sehingga menyebabkan banyak wanita masih mendambakan persalinan normal, sangat ingin melahirkan normal tapi takut terhadap rasa nyerinya demikian  permasalahan yang menuntun pada pertanyaan, apakah ada cara mengurangi rasa sakit yang timbul?

    Baca Juga: 10 Perlengkapan Melahirkan yang Perlu Dibawa

    Apakah anestesi dapat dilakukan pada lahiran normal? Setiap wanita merasakan nyeri saat melahirkan dengan tingkat yang berbeda-beda. Banyak faktor yang mempengaruhi rasa nyeri tersebut, termasuk ukuran dan posisi janin, kekuatan kontraksi dan ambang atau batasan nyeri yang mampu ditoleransi masing-masing orang. Namun, ada pula yang tidak memerlukan pereda nyeri atau anestesi saat melahirkan, beberapa hanya dengan relaksasi dan latihan pernafasan, hipnotis dan masase atau pemijatan.

    Anestesi berasal dari istilah anaesthesia atau loss of sensation yang berarti hilang rasa atau sensasi. Rasa atau sensasi yang dimaksud adalah semua sensasi yang mungkin dirasakan namun yang paling utama adalah sensasi nyeri. Anestesi secara cakupannya dapat dibagi atas beberapa jenis, yaitu anestesi lokal, anestesi regional, anestesi umum, sedasi dan kombinasi. Dari semua jenis anestesi tersebut yang sering digunakan dan dianggap aman ialah anestesi regional dengan epidural, blok spinal atau kombinasi keduanya, sedangkan dengan sedasi, efek yang dirasakan sangatlah sedikit bahkan tidak mampu membendung nyeri saat lahiran normal. Anestesi epidural telah ramai dipergunakan, di Britania misalnya diperkirakan setidaknya ada 100.000 kelahiran normal yang menggunakan anestesi epidural setiap tahunnya. Diperkirakan pula sekitar 60% atau 2,4 juta lahiran normal di seluruh dunia menggunakan anestesi ini atau kombinasi dengan blok spinal.

    Anestesi epidural dilakukan dengan cara memasang kateter (selang halus) melalui pembedahan kecil dengan bantuan anestesi lokal terlebih dahulu ke dalam rongga lumbar epidural (rongga tulang belakang di pinggang bagian bawah) kemudian obat-obatan anestesi lokal  atau opioid dimasukkan ke dalam. Sedangkan blok spinal dilakukan dengan cara penyuntikan obat-obatan tersebut pada lokasi yang sama. Pada anestesi epidural, hal ini akan menghilangkan rasa nyeri dari pinggang ke bawah tanpa memengaruhi fungsi motorik (gerak) sedangkan efeknya baru mulai dirasakan pada 10 hingga 20 menit kemudian.

    Baca Juga: 9 Tips Asi Lancar Setelah Melahirkan

    Pada anestesi blok spinal, rasa nyeri yang hilang mulai dari dada ke bawah dan efeknya lebih cepat (langsung). Namun, pada praktiknya anestesi epidural lebih sering digunakan, hal ini disebabkan anestesi epidural dapat digunakan selama apapun karena dosis obat dapat ditambah atau dikurangi secara leluasa sedangkan anestesi dengan blok spinal hanya dapat digunakan dengan durasi 1 hingga 2 jam. Sebagai sesama anestesi regional, umumnya kedua jenis anestesi ini memiliki komplikasi atau risiko yang sama pula, pada ibu misalnya, komplikasinya adalah sebagai berikut:

    • Efeknya dapat menyebabkan gangguan saat mengejan maupun kencing,
    • Jika efeknya dirasa hingga ke dada, hal ini dapat menyebabkan gangguan pernafasan,
    • Jika jarum yang digunakan mencederai selaput pembungkus saraf tulang belakang, hal ini akan menyebabkan nyeri kepala hingga beberapa hari, namun dapat ditangani dengan obat-obatan.
    • Tekanan darah dapat turun mendadak, jika ini terjadi maka akan diberikan tambahan cairan dan obat-obatan yang dapat menaikkannya.
    • Anda juga dapat merasa pusing serta rasa mual saat atau setelah tindakan anestesi,
    • Jika jarum epidural menyentuh saraf tulang belakang, dapat menyebabkan sensasi tersengat listrik pada salah satu sisi kaki bahkan dapat menyebabkan cedera saraf,
    • Walaupun jarang, kemungkinan infeksi, bekuan darah atau abses epidural sangat mungkin terjadi
    • Pada blok spinal, efek dapat tiba-tiba berkurang, berbeda pada epidural yang dosisnya dapat ditambah untuk mengantisipasi kemungkinan itu terjadi.

    Sedangkan pada janin, komplikasinya adalah sebagai berikut:

    • Bayi Anda mungkin akan tertidur dan akan sangat menyulitkan pada inisiasi menyusui dini.
    • Penurunan mendadak dari tekanan darah ibu dapat mengakibatkan denyut jantung bayi dan laju pernafasannya melambat.

    Komplikasi-komplikasi atau risiko di atas dapat diperkecil dengan penilaian awal dari dokter untuk mengantisipasi hingga memberikan tatalaksana pencegahan sebelum proses lahiran normal. Penggunaan anestesi saat proses lahiran  normal bukanlah suatu kesalahan, justru Anda harus menyadari batas-batasan yang Anda punya, oleh  sebab itu, ketika Anda merasa tidak kuat jangan segan-segan mengemukakannya pada dokter untuk kemudian mendiskusikan alternatif-alternatif yang ada.

    Baca Juga: Cara Melahirkan Tanpa Rasa Nyeri

    Betapapun majunya atau menguntungkannya suatu tindakan kedokteran, tetap tidak terlepas dari kemungkinan adanya komplikasi atau efek samping yang mungkin terjadi, terutama jika prosedur yang seharusnya dilakukan ternyata tanpa sengaja dilakukan secara keliru. Oleh sebab itu, penting untuk Anda berkonsultasi atau ditangani oleh orang yang tepat. Jadi, selamat mencoba dan mempertimbangkan apakah dalam proses lahiran normal,  Anda ingin menggunakan anestesi atau tidak, sebaiknya keputusan diambil bersama pasangan karena dukungan dari pasangan sangat membantu, terutama setelah berkonsultasi dengan dokter.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi

    1. Anaesthesia Explained [Internet]. Oxford: Oxford University Hospital; 2016 [cited 9 December 2018]. Available from: ouh.nhs.uk
    2. Fyneface-Ogan S, Mato C, Anya S. Epidural anesthesia: Views and outcomes of women in labor in a Nigerian hospital. Annals of African Medicine. 2009;8(4):250.
    3. Anaesthesia for Labor and Delivery [Internet]. Intermountain Healthcarel [cited 9 December 2018]. Available from: intermountainhealthcare.org
    4. Moore M. Regional Anesthesia and Analgesia for Labor and Delivery. Survey of Anesthesiology. 2003;47(5):273.
    5. Using Epidural Anesthesia During Labor: Benefits and Risks [Internet]. American Pregnancy Association. 2018 [cited 9 December 2018]. Available from: americanpregnancy.org/labor-and-birth/epidural/
    Read More
  • Mual merupakan hal yang umum ditemui oleh kebanyakan orang. Mual tidak pernah menyenangkan dan frekuensi mual dapat lebih sering terjadi pada berbagai situasi, termasuk kehamilan dan perjalanan. Obat antimual umumnya digunakan untuk membantu melegakan mual. Sayangnya, obat seperti ini memiliki efek samping yang negatif, termasuk keadaan mengantuk. Berikut ini adalah 9 trik mengatasi mual saat […]

    9 Trik Mengatasi Mual Saat Hamil Muda

    Mual merupakan hal yang umum ditemui oleh kebanyakan orang. Mual tidak pernah menyenangkan dan frekuensi mual dapat lebih sering terjadi pada berbagai situasi, termasuk kehamilan dan perjalanan. Obat antimual umumnya digunakan untuk membantu melegakan mual. Sayangnya, obat seperti ini memiliki efek samping yang negatif, termasuk keadaan mengantuk.

    mual saat hamil muda

    Berikut ini adalah 9 trik mengatasi mual saat hamil muda tanpa  menggunakan pengobatan

    Konsumsi Jahe

    jahe

    Jahe adalah pengobatan alami yang terkenal dan umum digunakan untuk mengobati mual. Cara jahe bekerja belum diketahui seutuhnya. Akan tetapi, para ahli percaya bahwa senyawa di dalam jahe bekerja dengan cara serupa dengan obat antimual. Nyatanya, beberapa studi efektif dalam mengurangi mual dalam berbagai situasi. Konsumsi jahe merupakan salah satu cara efektif untuk mengurangi mual selama kehamilan.

    Baca Juga: 7 Resep Menu Diet Rendah Kalori

    Jahe juga efektif dalma mengurangi mual yang umum dialami oleh pasien  yang mengalami kemoterapi atau operasi. Tidak ada ketentuan khusus terkait dengan dosis yang paling efektif. Namun, kebanyakan studi mempelajari konsumsi sebanyak 0.5 – 1.5 gram per hari. Jahe juga bersifat aman bagi kebanyakan orang. Akan tetapi, Anda perlu membatasi asupan jahe apabila cenderung memiliki darah rendah atau gula darah rendah.

    Aromaterapi peppermint

    Aromaterapi peppermint merupakan alternatif lain yang digunakan untuk membantu mencegah  mual. Suatu studi melakukan penilaian terhadap wanita yang baru saja melahirkan dengan seksi C. Orang yang terpapar bau peppermint mengalami kadar mual yang lebih rendah dibandingkan obat antimual atau plasebo. Pada studi ketiga, penggunaan inhaler yang mengandung minyak peppermint pada onset pengurangan gejala mual – dalam dua menit pengobatan. Beberapa orang menyedu secangkir teh peppermint yang berfungsi sebagai antimual. Menghirup aroma minyak peppermint bersifat aman dan diperkirakan bersifat ampuh untuk mengatasi mual pada sebagian orang.

    Mencoba akupuntur atau acupressure

    Akupuntur dan acupressure adalah dua teknik yang umum digunakan pada obat China tradisional untuk mengatasi mual dan muntah. Selama akupuntur, jarum tipis akan dimasukkan ke dalam titik tertentu pada tubuh. Acupressure bertujuan untuk merangsang titik tertentu pada tubuh, tapi menggunakan tekanan, bukan jarum. Kedua teknik akan merangsang serabut saraf yang melakukan transmisi sinyal menuju otak dan sumsum tulang belakang.

    Baca Juga: 10 Makanan Sehat Untuk Jantung

    Sinyal ini dipercaya memiliki kemampuan untuk menurunkan mual. Sebagai contoh, dua review terakhir menyatakan bahwa akupuntur dan acupressure mengurangi risiko rasa ingin mual setelah operasi sekitar 28 – 75%. Studi lebih lanjut menunjukkan bahwa kedua teknik tersebut berfungsi sebagai obat antimual yang mengurangi gejala mual tanpa adanya efek samping yang negatif.

    Selain itu, studi lain menunjukkan bahwa titik akupuntur Neiguan, atau yang dikenal sebagai P6. Anda dapat merangsang saraf di dalam diri Anda dengan meletakkan ibu jari Anda dengan jarak 2 – 3 jari dari pergelangan tangan Anda, di antara dua tendon. Saat Anda telah berhasil melakukannya, tekan dengan ibu jari Anda selama 1 menit sebelum mulai melakukan prosedur yang sama pada lengan Anda.

    Mengiris lemon

    Bau lemon, seperti lemon segar yang baru diiris, akan membantu mengurangi mual pada wanita hamil. Pada suatu studi, sekelompok wanita hamil berjumlah 100 orang diinstruksikan untuk menghirup lemon atau minyak almond saat mereka merasa mual. Wanita hamil yang menghirup lemon akan mengalami rasa ingin mual yang lebih rendah sebesar 9% dibandingkan dengan yang menghirup minyak almond.

    Produk Terkait: Jual You-C 1000 Lemon 140 ml

    Mengontrol laju pernapasan

    Bernapaslah dengan perlahan dan mendalam akan membantu mengurangi rasa ingin mual. Pada sebuah studi, peneliti mencoba untuk menentukan apakah bau aromaterapi bersifat sangat efektif dalam mengurangi rasa mual. Dalam studi tersebut, partisipan diinstruksikan untuk bernapas perlahan melalui hidung dan membuang napas melalui mulut sebanyak tiga kali, bersamaan dengan pemberian aroma.

    Seluruh partisipan melaporkan terjadinya penurunan rasa mual. Hal ini menunjukkan bahwa pengontrolan laju pernapasan akan membantu memberikan rasa lega. Pola pernapasan yang digunakan pada studi tersebut mengarahkan partisipan untuk bernapas melalui hidung hingga hitungan ketiga, menahan napas hingga hitungan ketiga, dan kemudian mengeluarkan napas hingga hitungan ketiga.

    Penggunaan rempah-rempah khusus

    kayu manis

    Beberapa rempah-rempah terkenal sebagai pengobatan rumahan yang seringkali direkomendasikan untuk mengatasi mual. Kebanyakan rempah yang berfungsi untuk mengatasi mual adalah:

    1. Kayu manis mungkin akan menurunkan tingkat keparahan rasa mual pada wanita yang mengalami menstruasi
    2. Ekstrak kumin akan membantu meningkatkan gejala seperti nyeri perut, mual, konstipasi, dan diare pada individu yang mengalami Irritation Bowel Syndrome.

    Relaksasi otot

    Cobalah merelaksasi otot Anda akan membantu meredakan rasa mual. Suatu teknik yang seringkali digunakan untuk mencapai efek ini dikenal sebagai progressive muscle relaxation (PMR). PMR membutuhkan individual untuk menegangkan dan merelaksasi otot mereka secara kontinu sebagai cara untuk mencapai relaksasi mental dan fisik.

    PMR merupakan cara terbaik untuk mengurangi keparahan rasa mual yang berasal dari kemoterapi. Cara lain untuk melegakan ketegangan otot adalah melalui pijatan. Suatu studi menunjukkan bahwa pasien yang diberikan pijatan pada lengan bawah atau lengan kaki selama 20 menit akan mengalami rasa mual yang lebih rendah sekitar 24% dibandingkan dengan yang tidak mendapatkan pijatan.

    Baca Juga: 10 Buah yang Membantu Proses Diet

    Konsumsi suplemen vitamin B6

    Vitamin B6 direkomendasikan sebagai pengobatan alternatif untuk wanita hamil untuk mencegah penggunan antimual. Beberapa studi menunjukkan bahwa suplemen vitamin B6, yang dikenal sebagai piridoksin mampu mengatasi rasa mual selama kehamilan. Oleh karena itu, beberapa ahli menyarankan untuk konsumsi suplemen vitamin B6 selama kehamialn sebagai pengobatan lini pertama untuk rasa mual. Vitamin B6 dengan dosis mencapai 200 mg per hari dianggap aman selama kehamilan dan tidak menunjukkan adanya efek samping. Oleh karena itu, terapi alternatif ini patut untuk dicoba.

    Produk Terkait: Jual Vitamin Lengkap

    Hindari makanan pedas dan makanan berlemak

    menghindari konsumsi makanan pedas dan makanan berlemak dapat membantu mengurangi rasa mual. Selain itu, sebaiknya konsumsi pisang, nasi, biskuit atau kentang panggang dapat melegakan rasa mual dan menurunkan rasa tidak nyaman pada perut.

    Baca Juga: 7 Makanan Pemicu Kolesterol

    Umumnya, mual seringkali terjadi pada wanita hamil. Seiring usia kehamilan yang bertambah tiap bulannya, rasa mual itu akan berkurang. Nah, itulah tips alami di atas diharapkan dapat membantu mengurangi rasa mual tanpa menggunakan obat-obatan antimual. Apabila Sahabat perlu info lebih lanjut mengenai kehamilan dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka

    Petre A. 17 natural ways to get rid of nausea. 2017. [Internet]. Available at: healthline.com/nutrition/nausea-remedies (10.12.18).

    Read More
  • Mengonsumsi diet seimbang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari, tapi akan menjadi sangat penting untuk diperhatikan pada ibu hamil. Terdapat nutrisi penting diperlukan tubuh, seperti vitamin dan mineral yang akan membantu memenuhi kebutuhan perkembangan bayi. Kebanyakan makanan bersifat aman bagi bayi, tapi terdapat beberapa pantangan makanan yang sebaiknya dihindari selama kehamilan. Yuk, kita cek apa saja […]

    10 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Ibu Hamil

    Mengonsumsi diet seimbang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari, tapi akan menjadi sangat penting untuk diperhatikan pada ibu hamil. Terdapat nutrisi penting diperlukan tubuh, seperti vitamin dan mineral yang akan membantu memenuhi kebutuhan perkembangan bayi. Kebanyakan makanan bersifat aman bagi bayi, tapi terdapat beberapa pantangan makanan yang sebaiknya dihindari selama kehamilan. Yuk, kita cek apa saja makanannya.

    Daging mentah

    Makanan laut yang mentah dan daging sapi atau binatang ternak yang belum dimasak sebaiknya dihindari karena adanya risiko kontaminasi makanan oleh bakteri koliform, toksoplasmosis, dan salmonella. Toksoplasmosis adalah infeksi yang disebabkan parasit yang dapat ditemukan pada daging, feses kucing, dan air yang belum diolah. Apabila Anda sedang hamil dan mengalami infeksi yang dapat berisiko bagi bayi, berhati-hatilah, sesungguhnya toksoplasmosis sangat jarang terjadi pada kehamilan. Pastikan mengonsumsi daging yang telah dimasak dengan memastikan tidak ada bercak darah pada daging.

    Baca Juga: Apa Itu Diaper Rash

    Ikan dengan kandungan merkuri

    Ikan yang mengandung kadar merkuri tinggi sebaiknya dihindari. Merkuri yang dikonsumsi selama kehamilan akan menyebabkan penundaan perkembangan dan kerusakan otak. Contoh ikan dengan kandungan merkuri tinggi adalah ikan hiu, ikan pedang, mackerel. Ikan tuna yang dikalengkan umumnya mengandung lebih sedikit merkuri dibandingkan dengan tuna lainnya, tapi hanya boleh dimakan dengan frekuensi moderat.  Beberapa jenis ikan yang digunakan pada sushi sebaiknya dihindari karena kandungan merkuri yang tinggi.

    Makanan laut yang dipanggang

    Makanan laut yang dipanggang dan dibekukan, seringkali diberi penandaan agar dihindari karena mungkin terkontaminasi dengan listeria. Akan lebik baik apabila mengonsumsi bahan makanan yang telah dimasak. Ikan seperti ini ditemukan pada pasar swalayan. Makanan laut yang dikalengkan umumnya aman untuk dimakan.

    Ikan yang telah terpapar polusi industri

    Hindari ikan dari danau dan sungai yang telah terkontaminasi yang mungkin telah terpapar oleh kandungan tinggi akan polychlorinated biphenyl. Umumnya, ikan ini terjadi pada ikan yang dipancing pada danau dan sungai lokal. Contoh ikan ini adalah salmon. Hubungi departemen kesehatan lokal atau agen perlindungan lingkungan untuk memastikan ikan yang aman untuk dimakan. Ingatlah, bahwa ikan yang ditangkap pada perairan lokal dan bukan ikan yang dijual pada pasar swalayan lokal sebaiknya dihindari.

    Baca Juga: Penyebab Infeksi Hepatitis B pada Bayi

    Kerang mentah

    Penyakit yang disebabkan oleh makanan laut, utamanya karena kerang yang belum dimasak hingga matang, seperti kerang dan remis. Memasak makanan akan membantu mencegah berbagai jenis infeksi. Kerang mentah merupakan hal yang patut diwaspadai oleh semua orang, termasuk harus dihindari selama masa kehamilan. Kerang mentah seringkali banyak mengandung bakteri dan virus yang akan menyebabkan keracunan makanan.

    Telur mentah

    Telur mentah atau makanan lain yang mengandung telur mentah sebaiknya dihindari karena berpotensi terpapar Salmonella. Beberapa dressing, seperti mayonnaise, es krim produksi rumahan, dan saus Hollandaise terbuat dari telur mentah. Apabila resep dimasak hingga titik tertentu, maka akan mengurangi paparan Salmonella.

    Keju lunak

    Keju lunak yang diimpor mungkin mengandung listeria. Listeria adalah sejenis bakteri yang dapat membawa efek buruk terhadap bayi yang belum dilahirkan. Meskipun infeksi listeria (listerosis) jarang terjadi, menjadi hal penting untuk menjadi perhatian selama kehamilan karena penyakit ringan dapat mengakibatkan keguguran, atau penyakit parah pada bayi yang baru lahir. Anda sebaiknya menghindari keju lunak seperti Gorgonzola, Mexican style cheese, Roquefort, Camembert, kecuali kalau mereka sudah memastikan bahwa bahan keju berasal dari susu yang telah dipasteurisasi. Seluruh keju lokal yang terbuat dari susu yang telah dipasteurisasi aman  untuk dimakan.

    Namun, Anda masih dapat mengonsumsi keju keras seperti cheddar. Keju keras mengandung lebih sedikit air dibandingkan keju lunak sehingga bakteri tidak akan mudah bertumbuh dan berkembang. Namun, tetap pastikan bahwa keju terbuat dari susu yang telah dipasteurisasi.

    Susu yang belum dipasteurisasi

    Susu yang belum dipasteurisasi mungkin mengandung listeria. Pastikan bahwa susu yang Anda minum telah terpasteurisasi. Susu yang diminum sebaiknya sebaiknya susu yang telah dipasteurisasi atau UHT (ultra-heat treated) – atau yang dikenal sebagai susu umur panjang. Apabila hanya tersedia susu yang belum dipasteurisasi, maka didihkan susu tersebut terlebih dahulu.

    Sayuran yang belum dicuci

    Sayur yang belum dicuci akan memungkinkan timbulnya risiko toksoplasmosis. Toksoplasmosis dapat mengontaminasi tanah tempat tumbuhnya sayur. Cucilah sayuran Anda sebelum dimasak dengan bersih dan hindari konsumsi sayuran mentah seperti salad, lalapan, dsb.

    Kafein

    Kandungan kafein yang tinggi dapat meningkatkan risiko keguguran, berat badan bayi yang rendah saat dilahirkan, bahkan seringkali sang ibu hamil dapat mengalami kesulitan melahirkan. Kafein secara umum ditemukan di dalam banyak makanan, seperti kopi, teh, dan cokelat, dan dapat ditambahkan pada beberapa minuman bersoda dan minuman berenergi. Beberapa obat pilek dan flu mengandung kafein. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker terkait dengan konsumsi obat tersebut. Namun, Anda tidak perlu menghentikan penggunaan kafein, namun konsumsi kafein maksimal adalah 300 mg per hari.

    Baca Juga: 10 Tips Penting Saat Beri Makan Bayi 6 Bulan

    Nah, itulah 10 makanan yang harus dihindari oleh ibu hamil. Konsumsilah makanan yang sudah terjamin kebersihannya dan tidak lupa yang mengandung gizi yang tinggi demi pertumbuhan bayi yang ada di dalam kandungan. Jangan lupa untuk konsultasi ke dokter Anda mengenai makanan yang Anda ragu untuk mengonsumsinya.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka:

    1. American Pregnancy Association. Food to Avoid during pregnancy. [Internet]. Available at: americanpregnancy.org/pregnancy-health/foods-to-avoid-during-pregnancy/ (11.12.18).
    2. Pregnancy Birth and Baby. Foods to avoid when pregnant. [Internet]. Available at: pregnancybirthbaby.org.au/foods-to-avoid-when-pregnant (11.12.18)
    Read More
  • Saat memasuki masa kehamilan tentunya banyak sekali perubahan yang terjadi pada organ-organ yang ada pada ibu hamil, seperti rahim yang semakin membesar, sehingga kadang membuat timbulnya keluhan seperti sakit pinggang, sering buang air kecil, sakit punggung dan sebagainya. Selain itu hal tersebut juga membuat  sistem pencernaan sering terganggu karena adanya perubahan hormon pada saat kehamilan […]

    10 Sayur dan Buah Atasi Sembelit Pada Bumil

    Saat memasuki masa kehamilan tentunya banyak sekali perubahan yang terjadi pada organ-organ yang ada pada ibu hamil, seperti rahim yang semakin membesar, sehingga kadang membuat timbulnya keluhan seperti sakit pinggang, sering buang air kecil, sakit punggung dan sebagainya. Selain itu hal tersebut juga membuat  sistem pencernaan sering terganggu karena adanya perubahan hormon pada saat kehamilan yang membuat perut menjadi kembung, rasa nyeri atau panas pada bagian ulu hati, hingga kesulitan untuk buang air besar atau biasa disebut sembelit.

    Sembelit pada ibu hamil ini tentunya perlu untuk diatasi, karena jika tidak akan berdampak kurang baik juga bagi kesehatan ibu dan janin. Sebelum kita bahas mengenai cara mengatasi sembelit pada ibu hamil, terlebih dahulu perlu kita ketahui apa saja penyebab sembelit pada ibu hamil :

    • Meningkatnya hormone progesteron

    Peningkatan hormone progesteron pada saat hamil menjadi salah satu penyebab utama ibu hamil mengalami konstipasi atau sembelit. Pasalnya, hormon ini memberikan efek relaksasi pada usus halus sehingga menyebabkan pergerakannya menjadi lambat dan pada akhirnya menyebabkan sulit buang air besar.

    Baca Juga: 10 Jenis Vaksin Ibu Hamil

    • Tekanan pada rectum

    Seiring perkembangan janin, membuat adanya penekanan pada bagian usus sehingga jalannya feses menjadi sedikit terhambat dan menyebabkan kesulitan untuk buang air besar.

    • Kurang mengonsumsi serat

    Tidak hanya dibutuhkan bagi ibu hamil, serat juga sangat penting bagi kita semua untuk melancarkan proses pencernaan. Pada ibu hamil yang kurang dalam mengonsumsi serat, dapat mengakibatkan terganggunya  proses pencernaan sehingga menyebabkan sembelit.

    • Kurang minum

    Bagi ibu hamil yang kurang dalam konsumsi cairan atau kurang minum air putih, dapat menyebabkan feses menjadi keras dan pada akhirnya akan sulit untuk dikeluarkan.

    Itulah beberapa penyebab ibu hamil mengalami sembelit, dan biasanya untuk mengatasi sembelit pada ibu hamil, dapat dengan cara mengkonsumsi buah dan juga sayuran yang tinggi kandungan seratnya.

    Berikut 10 buah dan sayuran yang dapat atasi sembelit pada ibu hamil :

    1. Pepaya

    Buah papaya merupakan buah yang sudah sangat terkenal akan khasiatnya yang sangat ampuh mengatasi sembelit. Kandungan vitamin C dan juga serat pada buah papaya cukup tinggi, sehingga sangat membantu dalam melancarkan pencernaan dan mengatasi sembelit. Selain itu, pada papaya juga mengandung enzim papain yang mampu melunakkan feses yang keras sehingga feses menjadi lebih mudah untuk dikeluarkan. Cobalah untuk rutin mengonsumsi buah ini setiap pagi nya atau sebagai pengganti cemilan Anda.

    Baca Juga: 6 Panduan Gizi Untuk Ibu Hamil

    1. Stroberi

    Stroberi yang kaya akan kandungan vitamin C nya terkenal ampuh dalam mengatasi masalah kesulitan buang air besar. Pasalnya, vitamin C ini memiliki fungsi melancarkan pencernaan. Anda bisa menambahkan stroberi pada menu smoothies Anda.

    1. Kurma

    Buah yang satu ini sudah tidak asing lagi akan gizi nya yang tinggi di dalam nya. Kandungan serat serta vitamin C nya yang tinggi, sangat ampuh dalam mengatasi masalah sulit buang air besar.

    1. Kismis

    Kismis terkenal cukup ampuh sebagai pencahar alami untuk membantu masalah sulit buang air besar. Sehingga tidak perlu lagi mengkonsumsi obat pencahar, karena kismis dapat berperan sebagai pencahar alami yang cukup ampuh.

    1. Semangka

    Siapa yang tidak suka buah semangka? Buah dengan rasa yang nikmat dan juga segar ini memang sudah dipercaya dapat membersihkan isi perut. Kandungan air nya yang cukup tinggi serta serat nya, sangat ampuh dalam membersihkan usus dari kotoran atau feses yang perlu dibuang.

    1. Apel

    Apel  merupakan  buah yang tinggi akan kandungan seratnya. Sehingga sangat baik dalam membantu melancarkan pencernaan.

    1. Bayam

    sayur bayam

    Sayur bayam tidak hanya kaya akan gizi nya, tapi ia juga ampuh mengatasi masalah sembelit atau sulit buang air besar karena kandungan serat di dalam nya yang cukup tinggi. Rutinlah untuk mengonsumsinya pada waktu makan malam atau siang Anda.

    1. Wortel

    Wortel kaya akan kandungan beta karoten dan juga serat, yang sangat membantu dalam melancarkan pencernaan dan mengatasi kesulitan buang air besar.

    Baca Juga: Ibu Hamil Wajib Waspada Hipertensi Saat Hamil

    1. Mentimun

    Salah satu sayuran yang dapat membantu mengatasi masalah kesulitan buang air besar yaitu mentimun. Mentimun memiliki kandungan vitamin C dan juga serat serta air yang cukup tinggi, sehingga sangat membantu ibu hamil yang memiliki masalah sulit buang air besar.

    1. Brokoli

    Sayuran satu ini tidak usah diragukan lagi akan khasiat dan kandungan gizi nya. Salah satu khasiat dari brokoli adalah dapat melancarkan pencernaan, sehingga pencernaan lancar dan bebas sembelit.

    Itulah 10 buah dan sayuran yang dapat membantu mengatasi sembelit pada ibu hamil. Selain itu, cobalah untuk selalu aktif bergerak dan juga rutin berolahraga serta mencukupi kebutuhan cairan harian.

    Apabila Sobat ingin mengetahui lebih dalam dan lengkap mengenai cara menghilangkan sembelit yang tepat saat hamil, dan memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Selamat mencoba!

     

    Read More

Showing 31–40 of 74 results

Chat Dokter 24 Jam