Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Hamil

Showing 11–20 of 40 results

  • Makanan sehat adalah kunci tumbuh kembang janin yang optimal pada ibu hamil. Tak jarang, ibu hamil merasa khawatir akan kecukupan zat gizi yang terdapat pada makanan yang dikonsumsinya. Banyaknya pilihan makanan cepat saji yang tinggi kalori namun rendah nutrisi seringkali menjadi pilihan untuk dikonsumsi, padahal ada banyak sekali variasi makanan sehat yang dapat dipertimbangkan oleh […]

    10 Makanan Sehat untuk Ibu Hamil

    Makanan sehat adalah kunci tumbuh kembang janin yang optimal pada ibu hamil. Tak jarang, ibu hamil merasa khawatir akan kecukupan zat gizi yang terdapat pada makanan yang dikonsumsinya. Banyaknya pilihan makanan cepat saji yang tinggi kalori namun rendah nutrisi seringkali menjadi pilihan untuk dikonsumsi, padahal ada banyak sekali variasi makanan sehat yang dapat dipertimbangkan oleh ibu hamil.1

    Makanan sehat ini tentu saja selain mempengaruhi perkembangan janin, juga dapat memberi dampak kesehatan pada ibu hamil tersebut. Ibu hamil yang sehat dan kuat diharapkan mengandung janin yang sehat dan kuat pula. Pada saat kehamilan, kalori yang dibutuhkan akan semakin bertambah terutama di trimester kedua dan ketiga, sehingga makanan yang dikonsumsi juga sebaiknya adalah makanan yang bergizi dangan porsi yang baik dan mencukupi.

    Berikut adalah 10 pilihan makanan sehat untuk ibu hamil:

    1. Telur

    Telur merupakan bahan makanan yang mudah didapatkan dan mudah untuk diolah. Telur mengandung zat gizi penting antara lain protein, asam amino, vitamin dan mineral. Telur juga mengandung kolin dan kaya akan omega 3 yang berperan untuk pertumbuhan dan kesehatan otak janin. Pastikan dalam pengolahannya, telur benar-benar matang.

    2. Salmon

    Ikan salmon kaya akan protein, mengandung omega 3 dan vitamin B, yang baik untuk pertumbuhan otak janin dan perkembangan penglihatannya. Selain itu, kadar merkuri pada salmon rendah, hal ini penting karena merkuri yang tinggi dapat membahayakan perkembangan saraf janin. Mengonsumsi salmon juga dapat meningkatkan mood ibu hamil. Pengolahan salmon dapat dengan berbagai cara, misalnya dengan merebus, atau memanggangnya. Hindari penggunaan MSG dan bahan kimia lainnya.

    3. Produk Susu

    Susu dan olahannya seperti keju, juga memberi manfaat yang baik untuk ibu hamil. Susu merupakan salah satu bahan makanan yang lengkap zat gizinya. Susu kaya akan kalsium, vitamin D, serta asam lemak omega 3. Kalsium pada susu dapat membantu menyehatkan tulang ibu hamil dan calon bayi. Di samping itu, keju yang merupakan produk dari susu, kaya akan kalsium, fosfor, dan magnesium, yang berperan dalam menguatkan tulang ibu dan bayi. Pada susu juga terdapat probiotik yang membantu menjaga kesehatan pencernaan dan mencegah sembelit selama hamil.

    4. Minyak Ikan

    Minyak ikan ini umumnya sekarang tersedia dalam bentuk kapsul, dan biasanya berasal dari ikan kod. Minyak ikan ini penting untuk perkembangan otak dan penglihatan calon bayi.

    5. Kacang-kacangan

    Kacang-kacangan kaya akan nutrisi seperti protein nabati dan serat. Serat ini dapat membantu melancarkan pencernaan karena pada masa kehamilan saluran pencernaan bekerja lebih lambat dari biasanya. Kacang polong, misalnya, dapat menguatkan dan menunjang kesehatan janin dan mempertahankan berat badan yang ideal pada perkembangan janin. Kacang hijau, sebagai contoh lainnya, juga mempunyai nutrisi yang lengkap, diantaranya mengandung protein nabati, karbohidrat, serat, vitamin, mineral, asam folat, lemak tak jenuh yang semuanya mempunyai manfaat yang baik untuk ibu hamil dan janin.

    6. Ubi

    Ubi jalar yang berwarna oren mengandung karotenoid yang diubah menjadi vitamin A dalam tubuh. Selain itu, ubi jalar juga mengandung karbohidrat, vitamin C, serat, dan asam folat. Ubi merah atau ungu, juga bisa menjadi pilihan karena kandungannya yang kurang lebih sama dengan ubi jalar orange. Selain rasanya yang manis dan enak, ubi ini mengandung vitamin yang dapat menumbuhkan daya tahan tubuh janin.

    7. Buah Beri

    Buah-buahan seperti strawberry, blueberry, blackberry, sangat kaya akan vitamin C yang berperan dalam meningkatkan daya tahan dan menyehatkan kulit. Selain itu, kandungan antioksidannya membantu mencegah kerusakan sel dan melawan radikal bebas.

    8. Alpukat

    Alpukat mempunyai banyak manfaat melalui kandungan nutrisinya, antara lain; vitamin C dan B6 yang baik untuk jaringan tubuh dan pertumbuhan otak janin, asam folat yang penting untuk perkembangan sistem saraf janin, dan potassium yang membantu mengatur keseimbangan cairan. Selain itu, alpukat juga mengandung vitamin E, vitamin K, dan lemak tak jenuh.

    9. Sayuran hijau

    Sayuran hijau seperti bayam, pokchoy, kailan, mengandung nutrisi penting antara lain vitamin A, vitamin C dan vitamin K. Vitamin ini bagi janin perlu untuk perkembangan dalam rahim, sementara bagi ibu hamil vitamin perlu untuk menjaga kekebalan tubuh. Sayuran lain seperti brokoli mengandung karotenoid yang baik untuk perkembangan mata janin. Selain itu, berbagai sayuran hijau ini mengandung antioksidan yang melawan radikal bebas dan juga mengandung kalsium dan potassium yang baik untuk keseimbangan cairan tubuh. Serat yang terdapat pada sayuran hijau juga bermanfaat melancarkan pencernaan.

    10. Daging tanpa lemak

    Daging seperti daging sapi, mengandung protein yang sangat tinggi. Daging yang baik dikonsumsi adalah daging tanpa lemak, yang membantu menambah zat besi dalam tubuh. Zat besi berperan dalam mencegah anemia, membantu melancarkan oksigen ke janin, dan mencegah bayi lahir prematur. Daging juga mengandung nutrisi lain seperti zink dan vitamin B. Dalam pengolahannya, daging sebaiknya dimasak hingga matang, untuk mencegah penularan bakteri seperti salmonella, listeria, maupun toksoplasma yang berbahaya bagi ibu hamil.

    Demikian 10 pilihan makanan yang mempunya banyak manfaat bagi kesehatan ibu hamil dan sang buah hati. Perlu diingat bahwa pilihan makanan lain juga dapat dijadikan variasi dalam menu makanan sehari-hari, selain dari 10 contoh yang telah dipaparkan di atas. Untuk jumlah atau porsi makanannya, ibu hamil hendaknya mengkonsumsi makanan yang kaya akan karbohidrat (6-7 porsi), sayur-sayuran (3 porsi), buah-buahan (2 porsi), daging-dagingan (3,5 porsi, 1 porsinya berasal dari produk susu dan makanan tinggi kalsium), dan dalam porsi kecil lemak, minyak, garam dan gula.4

    Nela Fitria Yeral, dr.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:
    1. Williamson, C.S. 2006. Nutrition in Pregnancy. British Nutrition Foundation: London.
    2. Ministry of Health. 2006. Food and Nutrition Guidelines in Healthy Pregnant and Breastfeeding Women. Wellington: New Zealand.
    3. National Health and Medical Research Council. 2007. Healthy Eating during your Pregnancy. Department of Health and Aging: Australian Government.
    4. Health Promotion Board. 2013. Your Pregnancy Food Plate. Singapore.

    Read More
  • Sebuah penelitian mengatakan bahwa 1000 hari pertama kehidupan (mulai dari pembuahan sampai usia 2 tahun) merupakan masa yang krusial untuk mencegah penyakit di usia dewasa. Salah satu komponen pentingnya adalah dengan mendapatkan nutrisi yang baik dari sejak buah hati masih di dalam kandungan. Makanan yang dikonsumsi oleh Moms memiliki pengaruh yang sangat besar untuk pertumbuhan, […]

    6 Panduan Nutrisi Ibu Hamil untuk Menjaga Kesehatan Calon Buah Hati

    Sebuah penelitian mengatakan bahwa 1000 hari pertama kehidupan (mulai dari pembuahan sampai usia 2 tahun) merupakan masa yang krusial untuk mencegah penyakit di usia dewasa. Salah satu komponen pentingnya adalah dengan mendapatkan nutrisi yang baik dari sejak buah hati masih di dalam kandungan. Makanan yang dikonsumsi oleh Moms memiliki pengaruh yang sangat besar untuk pertumbuhan, perkembangan, serta masa depan buah hati.

    Selain itu, nutrisi yang baik juga akan memenuhi kebutuhan Moms untuk mencapai kehamilan yang sehat. Ketika hamil, kebutuhan nutrisi akan meningkat, oleh karena itu Moms dianjurkan untuk makan dengan pola gizi seimbang, bervariasi,dan lebih banyak dari sebelum hamil. Nutrisi yang penting bagi ibu hamil dibagi menjadi beberapa komponen penting yang akan segera dibahas.

    Yuk, Moms, pahami panduan nutrisi bagi ibu hamil berikut ini:

    1. Makanan pokok tidak boleh dilewatkan untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat dan serat.

    Kebutuhan karbohidrat untuk ibu hamil adalah 45% – 64% dari total kalori/hari. Karbohidrat akan dipecah menjadi glukosa yang merupakan sumber energi terbesar. Jenis karbohidrat yang baik bagi Moms adalah karbohidrat kompleks yang terdapat pada makanan yang mengandung serat dan pati, seperti nasi, roti, kentang, dan jagung. Karbohidrat kompleks membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna oleh tubuh, oleh karena itu energi yang dihasilkan lebih tahan lama.

    Nasi merah dan roti gandum merupakan salah satu makanan pokok yang disarankan untuk Moms, karena selain memenuhi kebutuhan karbohidrat, makanan tersebut juga mengandung serat. Serat berfungsi untuk mencegah sembelit, menjaga stabilitas kadar gula darah, mengurangi kadar kolesterol, serta mencegah diabetes. Contoh makanan lain yang merupakan sumber serat yang baik adalah buah dan sayuran hijau.

    2. Makanan kaya protein penting untuk jaringan tubuh Moms dan calon buah hati.

    Protein merupakan salah satu komponen nutrisi yang harus diperhatikan oleh Moms. Kebutuhan protein meningkat pada saat hamil untuk mendukung pembentukan jaringan tubuh ibu, calon buah hati, serta plasenta, terutama pada trimester kedua dan ketiga. Kebutuhan protein ibu hamil adalah 76 gram/hari (sesuaidenganAngkaKecukupanGizi).

    Apabila jumlah protein yang Moms konsumsi kurang, berat dan panjang badan lahir dari buah hati akan terpengaruh. Sumber protein dapat berasal dari hewan (protein hewani) dan tumbuhan (protein nabati). Menurut penelitian, sumber protein hewani memiliki kualitas yang lebih tinggi dibandingkan protein nabati. Moms bisa mendapatkan protein hewani dengan mengonsumsi daging sapi, daging ayam, ikan, telur, susu, dan keju. Sedangkan protein nabati bisa ditemui pada kacang-kacangan dan produk olahannya, seperti tahu dan tempe.

    3. Tidak semua lemak dalam makanan harus dihindari.

    Kebutuhan lemak pada saat hamil sama dengan sebelum hamil, yaitu 20% – 35% dari total kalori/hari atau sekitar 6 sendok teh/hari. Perlu diperhatikan bahwa pada saat hamil, kualitas lemak lebih penting dibandingkan jumlah total lemak yang dikonsumsi. Lemak membantu menyediakan energi, membentuk berbagai organ janin serta plasenta, dan penting untuk perkembangan otak janin.

    Jenis lemak yang harus dikonsumsi adalah lemak tidak jenuh yang terdapat pada minyak zaitun, minyak kanola, minyak ikan, kacang-kacangan dan biji-bijian. Jenis lemak yang perlu Moms hindari adalah lemak jenuh (pada daging dan susu) serta lemak trans (pada makanan ringan dan mentega). Apabila dikonsumsi berlebihan, kedua jenis lemak tersebut dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan, salah satunya penyakit jantung. Konsumsi daging dan susu sangatlah penting bagi Moms dan calon buah hati, tetapi sebaiknya dipilih yang rendah lemak agar kadar lemak jenuh yang dikonsumsi tidak terlalu banyak.

    DHA (Docohexaenoic Acid) merupakan asam lemak yang termasuk dalam kelompok Omega-3. DHA berperan dalam perkembangan otak dan mata calon buah hati. DHA banyak terdapat pada ikan (salmon, haring, teri), kacang kenari, gandum, dan telur yang kaya akan Omega-3. Moms juga dapat mempertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen yang mengandung DHA.

    4. Suplementasi asam folat dan zat besi harus dikonsumsi secara rutin.

    Asam folat merupakan kelompok dari vitamin B yang penting bagi pembentukan DNA. Selain itu, asam folat jugaberfungsi untuk membentuk sel darah merah dan mencegah kecacatan pada otak dan tabung saraf janin (seperti pada gambar). Perlu diperhatikan adalah pada saat hamil, kebutuhan folat meningkat dua kali lipat.Moms bisa mengonsumsi buah golongan sitrus (seperti jeruk, lemon), sayuran hijau, hati, dan kacang – kacangan sebagai sumber asam folat. Namun, sulit untuk memenuhi kebutuhan asam folat hanya dari makanan saja.

    Kesulitan dalam memastikan jumlahasam folat yang harus dikonsumsi dalam memenuhi kebutuhan menyebabkan Moms harus mengonsumsi suplemen yang mengandung asam folat. Suplementasi asam folat dianjurkan pada seluruh wanita usia subur. Pada wanita yang berencana hamil, suplementasi asam folat sudah dianjurkan sejak 1 bulan sebelum pembuahan hingga 12 minggu pertama kehamilan untuk mencegah defek pada tabung saraf calon buah hati. Moms mungkin membutuhkan asam folat dalam kadar yang lebih tinggi per harinya apabila terdapat efek tabung saraf pada anak sebelumnya atau apabila Moms mengonsumsi obat anti kejang.

    Di samping asam folat, kebutuhan zat besi juga meningkat untuk memproduksi lebih banyak sel darah yang merupakan media untuk memberikan oksigen ke janin. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia defisiensi besi yang meningkatkan risiko persalinan prematur, berat badan lahir rendah, dan perdarahan setelah persalinan.

    Sumber makanan yang kaya akan zat besi adalah daging merah, ikan, kacang – kacangan, dan sayuran hijau. Namun, sulit untuk memenuhi kebutuhan zat besi apabila dari makanan saja. Oleh karena itu, suplemen zat besi, dalam bentuk tablet besi, dibutuhkan untuk Moms mulai dari usia kandungan 16 minggu. Penyerapan zat besi didalam tubuh dapat dipercepat dengan mengonsumsi vitamin C dan hindari mengonsumsi makanan yang kaya zat besi berbarengan dengan teh karena dapat menghambat penyerapannya dalam tubuh.

    5. Jangan lupa cukupi kebutuhan cairan.

    Kebutuhan cairan untuk janin dan untuk perkembangan kantung ketuban harus dipenuhi dan cenderung meningkat. Oleh karena itu, cairan penting disertakan dalam panduan nutrisi bagi ibu hamil. Konsumsi cairan yang tidak adekuat dapat menyebabkan sembelit bahkan dehidrasi. Moms dianjurkan untuk minum 10 gelas cairan per hari. Kecukupan jumlah cairan yang diminum dapat dinilai dengan memperhatikan warna urin. Apabila urin berwarna bening sampai kuning muda, maka cairan yang Moms minum sudah cukup. Pilihan minuman yang dianjurkan adalah air putih dan susu rendah lemak. Selain sebagai sumber cairan dan protein, susu juga merupakan sumber kalsium yang berguna bagi perkembangan tulang dan gigi janin. Makanan seperti sayuran dan buah juga dapat dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan cairan.

    6. Makanan dan minuman yang perlu Moms hindari ketika hamil

    Beberapa makananan dan minuman yang harus dihindari ketika hamil karena berkaitan dengan kesehatan dan keamanannya untuk calon buah hati.Minuman yang harus Moms hindari adalah alkohol, minuman yang mengandung kafein dan gula tinggi, serta minuman herbal. Konsumsi alkohol pada saat hamil dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah atau bahkan keguguran. Minuman herbal, seperti jamu, dianjurkan untuk dikonsumsi dengan hati-hati. Sebelum mengonsumsi minuman herbal, sebaiknya berkonsultasi kepada dokter terkait terlebih dahulu untuk memastikankegunaan dan keamanannya.

    Moms tidak perlu membatasi konsumsi garam pada saat hamil. Bilaingin mencegah konsumsi garam yang berlebihan, Moms hanya perlu untuk membatasi konsumsi makanan yang mengandung pengawet seperti sup kalengan dan makanan ringan yang asin, seperti keripik kentang.Sebisa mungkin Moms menghindari konsumsi obat – obatan pada trimester pertama kecuali apabila obat tersebut memang dibutuhkan pada kondisi kesehatan tertentu. Konsumsi obat pada saat kehamilan sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu pada dokter yang terkait.

    Selain 6 poin panduan nutrisi bagi ibu hamil yang telah disebutkan di atas, Moms juga perlu tahu bahwa ibu hamil berisiko lebih tinggi untuk terkena penyakit yang disebabkan oleh makanan. Oleh karena itu, pengolahan makanan juga harus dilakukan dengan baik. Moms diwajibkan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah menyiapkan makanan. Sayur dan buah juga harus dicuci dengan bersih sebelum dimasak serta makanan,seperti daging dan telur, harus dimasak hingga matang. Diharapkan dengan memahami panduan ini, masa kehamilan dan persalinan dapat berjalan dengan lancar dan buah hati dapat lahir dengan sehat.

    Nah, Moms jangan lupa akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat untuk mendapatkan segala informasi yang berkaitan dengan kesehatan. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi :
    1. Buku Kesehatan Ibu dan Anak – Depkes RI [Internet].[dikutip 15 Agustus 2018]. Tersedia pada: depkes.go.id/resources/download/infoterkini/BUKU%20KIA%202015_FINAL-.pdf
    2. Marangoni F, Cetin I, Verduci E, Canzone G, Giovannini M, Scollo P, dkk. Maternal diet and nutrient requirements in pregnancy and breastfeeding. An Italian Consensus Document. Nutrients [Internet]. 14 Oktober 2016 [dikutip 15 Agustus 2018];8(10). Tersedia pada: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5084016/
    3. Nutrition During Pregnancy – ACOG [Internet]. [dikutip 15 Agustus 2018]. Tersedia pada: acog.org/Patients/FAQs/Nutrition-During-Pregnancy
    4. Lucas C, Charlton KE, Yeatman H. Nutrition advice during pregnancy: Do women receive it and can health professionals provide it? Matern Child Health J. 2014;18(10):2465–78.
    5. Shahid AR, Ul Hosna A, Alam A. Pregnancy and nutrition. Bangladesh J Med Sci. 2012;11(4).
    6. Kominiarek MA, Rajan P. Nutrition recommendations in pregnancy and lactation. Med Clin North Am. 2016;100(6):1199–215.
    7. New Zealand, Ministry of Health. Food and nutrition guidelines for healthy pregnant and breastfeeding women: a background paper. Wellington, N.Z.: Ministry of Health; 2008.

    Read More
  • Mual saat hamil atau morning sickness merupakan hal biasa yang terjadi pada trimester pertama kehamilan kemudian berkurang saat usia kandungan 12-14 minggu. Kondisi lain yaitu Hiperemesis gravidarum juga banyak dialami oleh wanita pada trimester awal kehamilan. Perbedaanya, Hiperemesis gravidarum merupakan kondisi mual dan muntah yang lebih hebat, terjadi terus-menerus sampai menyebabkan tubuh kekurangan cairan, tidak nafsu […]

    7 Cara Mengatasi Mual Saat Hamil

    Mual saat hamil atau morning sickness merupakan hal biasa yang terjadi pada trimester pertama kehamilan kemudian berkurang saat usia kandungan 12-14 minggu. Kondisi lain yaitu Hiperemesis gravidarum juga banyak dialami oleh wanita pada trimester awal kehamilan.

    Perbedaanya, Hiperemesis gravidarum merupakan kondisi mual dan muntah yang lebih hebat, terjadi terus-menerus sampai menyebabkan tubuh kekurangan cairan, tidak nafsu makan, bahkan berat badan menjadi berkurang.Penyebab mual saat hamil diperkirakan karena peningkatan Hormon Chorion Gonadotropin (HCG) yang mulai meningkat selama kehamilan. Penyebab lain adalah adaptasi lambung pada saat perut mulai membesar, serta kondisi stres dan lemas.

    Mual dan muntah memang sering dialami oleh wanita hamil pada trimester pertama kehamilannya. Namun, tahukah Moms bahwa mual dan muntah terus-menerus selain dapat menyebabkan tubuh menjadi lemas, kekurangan cairan, nafsu makan berkurang, juga dapat menyebabkan gangguan nutrisi, elektrolit, berat badan berkurang.

    Padahal si kecil di dalam kandungan membutuhkan nutrisi yang cukup terutama pada awal kehamilan untuk pertumbuhan dan perkembangan organ tubuhnya. Lalu, bagaimana cara mencukupi kebutuhan nutrisi sedangkan kondisi tubuh terus-menerus mengalami mual dan muntah saat hamil.

    Berikut beberapa tips mengatasi mual saat hamil yang dapat Moms lakukan:

    1. MENGUBAH POLA DAN KEBIASAAN MAKAN

    Pada pagi hari saat bangun tidur, Momsdapat memakan sepotong kue atau biskuit, roti, atau makanan kering lainnya sebelum bangun dari tempat tidur. Usahakan agar lambung sama sekali tidak kosong, sehingga mengurangi rasa mual dan muntah pada pagi hari. Siang harinya, Moms dapat makan seperti biasa, tetapi hindari makan banyak sampai terlalu kenyang, atau makan terlalu sedikit. Hal ini disebabkan pada saat kehamilan, hormonprogesteron yang dihasilkan akan memperlambat pemrosesan makanan dalam pencernaan. Anda juga sebaiknya minum air terlebih dahulu sebelum makan.Pada malam hari, hindari tidur sesaat setelah selesai makan, karena pemrosesan makanan membutuhkan waktu. Apabila setelah makan Momslangsung tidur dalam posisi berbaring, makaitu dapat memicu rasa mual.

    2. JENIS MAKANAN YANG DISARANKAN

    Telah dibuktikan bahwa jenis makanan yang anda makan berpengaruh terhadap rasa mual pada saat hamil. Beberapa jenis makanan yang sebaiknya Moms hindari :

    • Makanan dengan bau yang tajam atau sejenisnya, karena akan merangsang mual.
    • Makanan yang dibiarkan sampai dingin.
    • Makanan berminyak atau gorengan.
    • Makanan berlemak.
    • Makanan pedas.

    Moms hendaknya memperbanyak konsumsi makanan yang tinggi karbohidrat dan protein dibandingkan makanan berlemak, seperti nasi, daging, ikan, roti, pasta, biskuit, sereal, susu, cokelat, keju. Selain itu. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi jahe dapat mengurangi rasa mual pada saat hamil.Moms diperbolehkan untuk minum air jahe atau teh jahe, mencampur makanan dengan jahe, atau makan permen jahe jika dirasa memang dapat mengurangi rasa mual. Makanan lain seperti lemon, mint juga disarankan untuk mengurangi rasa mual saat hamil

    3. HINDARI MAKAN BANYAK DALAM SATU WAKTU

    Moms,untuk menghindari mual dan muntah saat hamil sebaiknya jangan makan banyak sampai terlalu kenyang atau makan terlalu sedikit. Dalam mengonsumsi makanan, tidak disarankan untuk makan banyak dalam satu waktu. Sebaiknya makan dalam porsi yang sedikit, tetapi dengan frekuensi yang sering, misalnya tiap 1-2 jam sekali. Demikian juga waktu minum, teguklah air sedikit-sedikit dan secara perlahan.Minum air yang cukup dapat mencegah terjadinya dehidrasi akibat muntah terus-menerus saat hamil.

    4. ISTIRAHAT DAN TIDUR CUKUP

    Pada saat hamil, regulasi hormon dalam tubuh Anda akan berubah. Maka, hal tersebut dapat mengakibatkan metabolisme tubuh menjadi meningkat. Itulah mengapa pada saat hamilMoms menjadi mudah lelah dan lemas. Apabila merasa badan mulai lelah, jangan tunda lagi untuk segera beristirahat. Kelelahan merupakan salah satu faktor yang mencetuskan rasa mual saat hamil.

    5. KONSUMSI VITAMIN B6

    Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi vitamin B6 memiliki efek mengurangi rasa mual saat hamil. Selain itu, vitamin ini membantu tubuh menggunakan makanan untuk dijadikan energi, membawa oksigen ke seluruh tubuh, membentuk hemoglobin dan diketahui berfungsi baik bagi perkembangan otak dan sistem saraf si kecil. Anda bisa memenuhi kebutuhan vitamin B6 dari makanan seperti beras merah, gandum, ikan, daging ayam atau bebek, kacang-kacangan, dan sayuran yang berwarna hijau. Selain dari sumber makanan tersebut, Anda juga dapat mengonsumsi suplemen vitamin B6 dengan dosis 25 mg sebanyak 3 kali sehari, tentunya harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

    6. KONSUMSI OBAT ANTI-MUNTAH

    Konsumsi obat anti-muntah umumnya diresepkan dokter apabila gejala muntah dapat mengancam Anda dan bayi dalam kandungan, seperti contohnya muntah terus-menerus sampai dehidrasi, malnutrisi. Namun apabila Moms hanya mengalami mual dan muntah dan masih dapat melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa, tidak disarankan untuk mengonsumsi obat anti-muntah. Hal ini terlebih dahulu dapat Anda konsultasikan dengan dokter.

    7. KONDISI YANG PERLU DIWASPADAI

    Mual dan muntah saat hamil pada kondisi berat atauhiperemesis gravidarum, dapat menyebabkan kekurangan cairan/dehidrasi dan malnutrisi pada ibu. Gejala mual dan muntah saat hamil juga dapat muncul pada kondisi berbeda misalnya Infeksi Saluran Kemih (ISK). Moms, berhati-hatilah jika Anda mengalami mual dan muntah saat hamil disertai dengan kondisi berikut:

    • BAK bewarna gelap atau tidak BAK sama sekali dalam waktu lebih dari 8 jam.
    • Terus-menerus muntah dan tidak dapat mencerna makanan atau minuman sama sekali dalam waktu 24 jam.
    • Badan terasa sangat lemas, menggigil, dan tidak dapat berdiri.
    • Perut terasa sakit.
    • BAK disertai dengan rasa sakit atau keluar darah.
    • Berat badan mulai berkurang.

    Pada kondisi mual dan muntah disertai dengan kondisi di atas, kemungkinan Anda mengalami tanda dehidrasi atau infeksi saluran kemih. Sebaiknya segeralah berkonsultasi ke dokter.

    Nah, Moms itulah sederet tips untuk mengatasi mual saat hamil. Nutrisi yang seimbang, melakukan aktivitas yang positif, serta istirahat cukup dapat membantu mengurangi gejala mual saat hamil.

    Jika Anda masih memerlukan informasi kesehatan atau layanan imunisasi ke rumah, yuk akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Lalu, info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Hyperemesis Gravidarum: Causes, Symptoms, and Diagnosis [Internet]. Healthline. 2018 [cited 18 August 2018]. Available from: healthline.com/health/hyperemesis-gravidarum#morning-sickness-vs-hg
    2. Nausea During Pregnancy: Causes, Management & Concerns [Internet]. American Pregnancy Association. 2018 [cited 19 August 2018]. Available from: americanpregnancy.org/pregnancy-health/nausea-during-pregnancy/
    3. Quinla JD, Hill DA. Nausea and vomiting of pregnancy. Am Fam Physician [Internet]. 2003;68(1):121–8. Available from: ncbi.nlm.nih.gov/sites/entrez?Db=pubmed&Cmd=Retrieve&list_uids=12887118&dopt=abstractplus%5Cnpapers3://publication/uuid/6A9F1640-6EF9-4C41-BE9E-45AAE209B5E0
    4. Morning Sickness Relief: Treatment & Supplements [Internet]. American Pregnancy Association. 2018 [cited 19 August 2018]. Available from: americanpregnancy.org/pregnancy-health/morning-sickness-relief/
    5. Pregnancy, Vomiting Treatment [Internet]. WebMD. 2018 [cited 19 August 2018]. Available from: webmd.com/first-aid/pregnancy-vomiting-treatment
    6. Nausea During Pregnancy: Causes, Management & Concerns [Internet]. American Pregnancy Association. 2018 [cited 19 August 2018]. Available from: americanpregnancy.org/pregnancy-health/nausea-during-pregnancy/
    7. Pass the sick bag: Eating your way through Hyperemesis Gravidarum – Diet in Pregnancy [Internet]. Diet in Pregnancy. 2018 [cited 19 August 2018]. Available from: dietinpregnancy.co.uk/pregnancy/hyperemesis-gravidarum/
    8. Natural Sources of Vitamin B6 During Pregnancy – American Pregnancy Association [Internet]. American Pregnancy Association. 2018 [cited 19 August 2018]. Available from: americanpregnancy.org/pregnancy-health/natural-sources-of-vitamin-b6-during-pregnancy/
    9. Unisom and B-6: Treating Morning Sickness [Internet]. Healthline. 2018 [cited 19 August 2018]. Available from: healthline.com/health/pregnancy/unisom-and-b6#1
    10. Vomiting and morning sickness in pregnancy [Internet]. nhs.uk. 2018 [cited 19 August 2018]. Available from: nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/morning-sickness-nausea/
    11. Maltepe C, Koren G. The management of nausea and vomiting of pregnancy and hyperemesis gravidarum- A 2013 update. J Popul Ther Clin Pharmacol [Internet]. 2013;20(69):e184–92. Available from: jptcp.com/jptcp_symp_e184_e192_koren-r194667 ovidsp.ovid.com/ovidweb.cgi?T=JS&CSC=Y&NEWS=N&PAGE=fulltext&D=emed11&AN=2013458026
    Read More
  • Sekarang ini pemerintah banyak mempromosikan perang terhadap berbagai penyakit yang mudah menular atau menjadi wabah. Salah satunya adalah Rubella yang mengkhawatirkan banyak orang, mulai dari anak-anak hingga dewasa dan tentu saja ibu hamil yang bukan hanya mementingkan kesehatan sendiri tetapi calon bayi yang ada diperutnya. Banyaknya masalah yang terjadi akibat ibu hamil yang terinfeksi Rubella […]

    Rubella dan Kehamilan serta Dampaknya pada Janin

    Sekarang ini pemerintah banyak mempromosikan perang terhadap berbagai penyakit yang mudah menular atau menjadi wabah. Salah satunya adalah Rubella yang mengkhawatirkan banyak orang, mulai dari anak-anak hingga dewasa dan tentu saja ibu hamil yang bukan hanya mementingkan kesehatan sendiri tetapi calon bayi yang ada diperutnya.

    Banyaknya masalah yang terjadi akibat ibu hamil yang terinfeksi Rubella dan berimbas pada bayi menyebabkan banyak orang yang mencoba mencegah atau menghindari rubella dengan berbagai cara. Namun, beberapa ibu hamil juga masih ada yang belum sadar betapa pentingnya menjaga kesehatan khususnya dari Rubella. Berikut ini akan kita bahas secara gamblang.

    Bahaya Rubella atau Campak Jerman bagi ibu hamil

    Rubella bisa dikategorikan penyakit yang berbahaya bagi ibu hamil serta janinnya, karena dapat menimbulkan cacat lahir. Rubella atau campak jerman termasuk virus yang paling berbahaya dan mematikan, umumnya menyerang ibu hamil pada 12 minggu pertama atau trimester pertama.

    Selain itu, ada juga penyakit yang disebut Congenital Rubella Syndrome (CRS), kondisi ini terjadi pada janin yang ada dalam perut atau rahim ibu yang terinfeksi virus tersebut. CRS bisa mempengaruhi kondisi di segala bagian tubuh bayi yang sedang berkembang. Tentu menjadi ketakutan sendiri jika yang terkena adalah bagian otak atau tubuh lain.

    Cacat lahir yang paling umum dari CRS dapat mencakup:

    • Gangguan pendengaran
    • katarak
    • penyakit jantung bawaan
    • keterlambatan perkembangan

    Tanda dan gejala

    Kenali gejala penyakit ini bila Sobat sangat khawatir mengenai keselamatan anak yang dikandung. Memang beberapa gejala hampir serupa dengan penyakit lainnya. Namun, Sobat bisa menilai dari tanda khusus rubella yang tidak akan muncul pada penyakit lain, yakni ruam merah yang sudah pasti muncul pertama kali.

    • Ruam merah

    Untuk anda yang terjangkit rubella, masalah yang pertama muncul adalah ruam merah khususnya di bagian wajah serta leher. Selain itu rubella akan menyebar ke semua bagian tubuh dan berproses selama 3 hari gejala lainnya kemudian akan menyusul atau muncul. Diantaranya adalah :

    • demam ringan (<39°C) yang sulit untuk terun
    • adanya mual dan juga muntah meskipun tidak salah makan
    • sakit kepala
    • mata mulai memerah dan bengkak
    • Tubuh mulai terasa tidak nyaman, batuk dan nyeri tenggorokan
    • Pembengkakan pada kelenjar getah bening
    • Khusus ibu hamil adanya kondisi tidak nyaman dan kurang sehat pada tubuh serta janin lambat merespon anda. selain itu pegal yang dirasakan berbeda dengan pegal ibu hamil biasanya, karena menyerang berbagai bagian tubuh tidak hanya punggung ataupun kaki.

    Penyebaran Rubella

    Rubella menular melalui percikan cairan penderita ketika mereka bersin atau batuk. Bila mengenai wanita hamil, maka besar kemungkinan janin yang dikandung tertular penyakit ini. Pada ibu hamil jika memang sang ibu terkena rubella maka kemungkinan menularkan ke bayinya secara langsung sebesar 90% . Bayi dengan CRS dapat membawa virus selama satu tahun atau lebih. Berdasarkan WHO sendiri angka CSR sangat tinggi di Afrika dan Asia Tenggara.

    Pemerintah menggalakan program vaksin MR atau rubella untuk mengurangi wabah dan kandungan virus rubella di Indonesia. Khususnya mereka yang tinggal di lingkungan padat penduduk dan mudah sekali menular wabahnya. Ibu hamil yang membekali diri dengan banyak nutrisipun tetap bisa terkena masalah tersebut.

    Cara Menghindari dan Menyembuhkan Rubella

    Ada beberapa cara pada ibu hamil untuk menghindari dan juga menyembuhkan rubella agar tidak semakin parah atau tidak terjangkit. Pertama yakni mengonsumsi makanan bergizi khususnya ibu hamil trisemester pertama yang masih mengalami mual dan sulit makan. Nutrisi ibu hamil harus lebih banyak mengingat daya tahan tubuh bekerja untuk dua nyawa.

    Sedangkan virus termasuk masalah penyakit yang banyak ditakuti karena bisa masuk dan menyerang pasien dengan mudah. Ibu hamil harus memperhatikan porsi makan serta kandungan nutrisi apa saja yang ada pada makanan tersebut.

    Selanjutnya adalah istirahat yang cukup pada ibu hamil karena ibu hamil mudah lelah dengan membawa janin yang ada di kandungan tanpa bisa dilepas sedikitpun. Sobat harus bisa mengtur waktu untuk mengistirahatkan tubuh dan kondisi anda. Jika tidak fit dan membiarkan tubuh terlalu lelah, maka berbagai penyakit termasuk virus mudah masuk ke dalam tubuh.

    Pilihan tepat lainnya adalah melakukan vaksin rubella untuk mencegah dan meminimalisir terjangkitnya virus rubella tersebut. Tentu kamu bisa melakukan vaksin rubella di ProSehat yang memberikan layanan vaksinasi ke rumah.

    Namun, semua kembali pada kemauan Sobat dan tekat sebagai ibu yang melindungi janinnya. Rubella yang menyerang ibu hamil berpotensi untuk merugikan dan menularkan kembali pada anak Sobat yang lainnya atau orang disekitarnya. Usahakan untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat.

     

    Read More
  • Manfaat ASI bagi bayi sudah tidak bisa dipungkiri lagi. ASI merupakan makanan pertama bagi bayi untuk mendukung tumbuh kembang seoptimal mungkin. ASI mengandung berbagai komponen nutrisi, mulai dari makronutrien seperti karbohidrat, protein, lemak, dan komponen mikronutrien mulai dari vitamin dan mineral. Jumlah produksi ASI bervariasi sekitar 40-1200 ml, dan menurun 100-200 ml pada ibu dengan […]

    5 Penyebab ASI Tidak Keluar yang Perlu Bunda Ketahui

    Manfaat ASI bagi bayi sudah tidak bisa dipungkiri lagi. ASI merupakan makanan pertama bagi bayi untuk mendukung tumbuh kembang seoptimal mungkin. ASI mengandung berbagai komponen nutrisi, mulai dari makronutrien seperti karbohidrat, protein, lemak, dan komponen mikronutrien mulai dari vitamin dan mineral. Jumlah produksi ASI bervariasi sekitar 40-1200 ml, dan menurun 100-200 ml pada ibu dengan status gizi buruk.1

    Banyak ibu yang baru melahirkan khawatir terhadap jumlah produksi ASI untuk bayinya. Berbagai cara sudah dilakukan untuk dapat meningkatkan produksi ASI, mulai dari makanan bergizi, daun katuk, dan berbagai macam makanan lainnya. Cara ini bahkan seringkali tidak berhasil dan makin membuat ibu menjadi stress. Hati-hati Bunda, stress dapat menjadi salah satu faktor ASI tidak keluar. Nah, sebelum kita bahas mengenai penyebab ASI tidak keluar, yuk, kita simak terlebih dulu mengenai struktur payudara dan bagaimana ASI diproduksi.

    Struktur payudara itu kompleks, terdiri dari lemak, saluran susu (duktus laktiferus), kantong susu (lobus), pembuluh darah dan kelenjar getah bening, dan puting susu (areola).2 Produksi ASI dipengaruhi langsung oleh hormone prolaktin dan oksitoksin. Pada saat hamil, produksi ASI mulai dipersiapkan hingga nanti bayi lahir.

    Ketika bayi menyusui, rangsangan dari puting susu diteruskan ke otak sehingga otak mengeluarkan hormone prolaktin dan oksitoksin. Prolaktin berfungsi untuk mengeluarkan ASI. Saat bayi menyedot puting ibu, hormone prolactin di darah meningkat dan menstimulasi produksi ASI yang ada di kantong ASI. Hormon ini mencapai puncaknya 30 menit setelah penghisapan oleh bayi.3

    Hormon oksitoksin bertugas membuat otot di sekitar area hitam putting berkontraksi sehingga dapat mengeluarkan ASI. Hormon ini mulai bekerja ketika Bunda hendak menyusui anaknya. Refleks hormon ini dipengaruhi oleh emosi dan perasaan ibu, sehingga pada kondisi tertentu dapat terhambat.3

    Banyak Bunda yang panik dan stress bila ASI tidak keluar. Sebenarnya apa sih yang membuat ASI menjadi tidak keluar? Yuk, mari kita lihat penjelasannya.

    1. Emosi ibu yang tidak stabil

    Pada saat ibu melihat bayinya, memegang, memeluk, mencium, hormone oksitoksin bekerja dan melepaskan reflex oksitoksin yang berperan dalam pengeluaran ASI. Maka tidak heran bila Bunda mengalami perasaan terluka atau sedih, ASI akan tiba-tiba berhenti. Bila Bunda didukung oleh suami dan keluarganya kembali dan merasa nyaman, maka ASI akan kembali mengalir.

    2. Menunda pemberian ASI

    Ketika bayi Bunda lahir, segera berikan ASI, jangan menundanya. Hanya ASI yang dapat memenuhi kebutuhan bayi baru lahir. Kemudian, bila Bunda jarang memberikan ASI karena beberapa kondisi, maka tidak ada yang merangsang hormon prolaktin yang berperan dalam pengeluaran ASI. Hal ini dapat menyebabkan ASI berkurang.

    3. Posisi bayi dan ibu yang tidak pas

    Pada saat bayi menyusui, pastikan mulutnya menempel penuh ke puting payudara dan bagian hitam di sekitarnya. Bunda dapat mengecek posisi bayi apakah sudah benar atau belum. Posisi yang tidak pas akan membuat produksi ASI menjadi turun.

    4. Hindari alkohol dan nikotin

    Kebiasaan minum alkohol yang banyak dan merokok dapat meurunkan produksi ASI. Kita pasti tahu bahwa rokok mengandung berbagai macam zat yang berbahaya bagi tubuh sehingga konsumsi rokok saat menyusui akan mempengaruhi ASI.

    5. Konsumsi obat-obatan tertentu

    Obat yang mengandung pseudoefedrin dapat menurunkan produksi ASI. Selain itu, beberapa kontrasepsi dapat menyebabkan penurunan produksi ASI. Konsultasikan segera ke dokter terdekat jika Sobat harus mengonsumsi obat-obat tertentu ketika sedang menyusui bayi.

    Nah, sudah jelas bukan, apa yang menyebabkan produksi ASI berkurang hinga tiba-tiba berhenti. Yuk, mulai sekarang Bunda menyusui harus peduli terhadap kesehatan payudara dan hati-hati dalam mengonsumsi saat anda menyusui.

    Referensi:

    1. Hendarto A, Pringgadini K. Nilai Nutrisi ASI. 2013. [Internet]. Retrieved from: idai.or.id/artikel/klinik/asi/nilai-nutrisi-air-susu-ibu
    2. Mayo Clinic. Female Breast Anatomy. [Internet] Retreieved from: mayoclinic.org/healthy-lifestyle/womens-health/multimedia/breast-cancer-early-stage/sls-20076628?s=3
    3. WHO. The Physiological Basis of Breastfeeding in Infant and young child feeding: Model chapter for the textbooks for medical students and allied professional. 2009. Geneva: WHO Publishing.
    Read More
  • Tahukan Bunda, bayi yang baru lahir sistem kekebalan tubuhnya masih rentan terhadap penyakit. Maka dari itu bayi yang baru lahir harus mendapatkan beberapa jenis vaksinasi salah satunya Hepatitis B. Hepatitis B adalah peradangan pada organ hati yang diakibatkan oleh virus hepatitis B yang dapat berkembang menjadi kronis. Apabila Hepatitis B tidak ditangani dengan tepat, berpotensi […]

    8 Alasan Mengapa Bayi Baru Lahir Harus Suntik Hepatitis B

    Tahukan Bunda, bayi yang baru lahir sistem kekebalan tubuhnya masih rentan terhadap penyakit. Maka dari itu bayi yang baru lahir harus mendapatkan beberapa jenis vaksinasi salah satunya Hepatitis B.

    Hepatitis B adalah peradangan pada organ hati yang diakibatkan oleh virus hepatitis B yang dapat berkembang menjadi kronis. Apabila Hepatitis B tidak ditangani dengan tepat, berpotensi menjadi sirosis hati hingga kanker hati. Bila dua kondisi ini terjadi, dapat meningkatkan risiko kematian. Lalu, mengapa Bayi baru lahir harus suntik hepatitis B? Berikut 8 alasannya:

    1. Hepatitis B Dapat Ditularkan Saat Persalinan

    Penularan hepatitis B dapat ditularkan secara vertikal dari Ibu ke janin, baik pada saat masih di dalam kandungan atau setelah proses persalinan. Ibu yang terinfeksi hepatitis B, 90% dapat menginfeksi bayinya. Sehingga Ibu hamil memerlukan pemeriksaan status infeksi virus hepatitis B (HbsAG). Pemeriksaan dilakukan sebanyak dua kali, saat pemeriksaan kehamilan pertama dan diulang kembali sebelum persalinan. Vaksinasi Hepatitis B merupakan salah satu cara untuk memutus rantai penularan tersebut.

    2. Hepatitis B pada Anak Tidak Bergejala

    Hepatitis B pada anak-anak seringkali tidak menimbulkan gejala apapun hanya gejala biasa seperti rasa mual dan lesu. Pertumbuhan Anak terlihat sehat dan normal tanpa hambatan. Namun di kemudian hari, penyakit ini dapat berkembang dan meningkatkan risiko komplikasi yang lebih parah.

    3. Semakin Muda Usia Semakin Rentan Menjadi Hepatitis B Kronis

    Pada orang dewasa, sebanyak 90% yang terkena hepatitis B dapat mengalami kesembuhan. Akan tetapi 5% sisanya dapat berkembang menjadi kronis. 15-25% Orang dewasa yang terinfeksi Hepatitis B sejak usia anak-anak, dapat berubah menjadi kronis hingga berkembang menjadi sirosis atau kanker hati.

    Pada Anak-anak yang terinfeksi usia dibawah 1 tahun, sebesar 80-90% dapat berkembang menjadi kronis. Sedangkan usia kurang dari 6 tahun hanya 30-50% yang berkembang menjadi kronis.

    4. Vaksinasi Hepatitis B Pengobatan yang Tepat dan Cepat

    Meskipun Hepatitis B belum ada obat untuk menyembuhkannya, vaksinasi hepatitis B telah terbukti efektif sebagai pencegahan agar terlindungi dari infeksi hepatitis B. Selain itu proses vaksinasi Hepatitis B sangat cepat jadi tidak menghabiskan waktu seharian.

    5. Vaksinasi Hepatitis B menjadi Program Rutin Pemerintah

    Dengan tingginya penderita Hepatitis B pada Anak-anak, maka pemerintah memasukkan vaksinasi hepatitis B menjadi program vaksinasi rutin secara nasional dengan anjuran WHO.

    Hal ini dilihat dari tingginya angka penderita hepatitis B dengan usia kurang dari 1 tahun mencapai 80-90%. Maka demikian bayi yang baru lahir menjadi usia yang pas untuk diberikan perlindungan sejak dini.

    6. Penundaan vaksinasi dapat Meningkatkan Risiko Penularan

    Bila Vaksinasi Hepatitis B pada bayi ditunda maka bayi berisiko tertular Hepatitis B. Penularan dapat terjadi dari Ibu, anggota keluarga lainnya ataupun tenaga medis yang tidak mengetahui jika mereka terinfeksi Hepatitis B.

    Penundaan pemberian vaksinasi pada bayi dilihat dari kondisi tertentu sesuai petunjuk dokter. Sehingga vaksinasi hepatitis B harus diulang saat usia bayi menginjak 1 bulan dan 6 bulan.

    7. Vaksinasi Hepatitis B Sangat Aman untuk Si Kecil

    Satu hal yang dikhawatirkan para Bunda pada si Kecil yaitu efek samping yang timbul pasca vaksinasi. Bunda tidak perlu khawatir, karena pemberian vaksinasi Hepatitis B sangat aman untuk si Kecil.

    Sebagian Anak akan merasakan reaksi normal seperti ada rasa nyeri atau bengkak sekitar lokasi suntik dan demam ringan yang biasa terjadi 1-2 hari setelah vaksinasi diberikan. Jadi jangan panik dulu ya Bunda.

    8. Ibu Hamil juga perlu mendapatkan Vaksinasi Hepatitis B

    Tidak hanya Si kecil yang mendapatkan vaksinasi Hepatitis B. Para Ibu hamil juga bisa mendapatkan vaksinasi hepatitis B. Vaksinasi Hepatitis B menggunakan vaksin inaktif yang tidak mengandung kuman hidup yang aman diberikan untuk ibu hamil. Akan tetapi pemberian vaksinasi Hepatitis B harus di dikonsultasikan terlebih dahulu pada dokter.

    Baca Juga: 10 Jenis Vaksinasi Ibu Hamil

    Vaksinasi Hepatitis B bisa Bunda dapatkan di ProSehat. Kenapa di ProSehat? ProSehat Aplikasi kesehatan panggil dokter kerumah yang pas untuk Bunda dan Keluarga. Selain vaksinasi, Sahabat bisa mendapatkan berbagai produk kesehatan baik vitamin hingga makanan sehat.

    Bunda juga bisa berkonsultasi langsung dengan Asisten Kesehatan Maya melalui melalui Telp / SMS / WhatsApp :0811-18-16-800. Download aplikasi ProSehat melalui Google Play dan Apps Store sekarang juga. Lindungi Bunda dan keluarga sekarang juga jangan sampai sakit hati ya.

    instal aplikasi prosehat

    Sumber:

    1. Widodo, Ariani Dewi. “Vaksinasi Hepatitis B pada Bayi Baru Lahir, Penting!”. tanyadok.com
    2. Trisbiantara, Irene. “Tanya Jawab: Hepatitis B”. tanyadok.com
    3. IDAI. “Kenali Hepatitis B”. idai.or.id
    4. Hepatitis B Foundation. “Recommendations for Screening, Monitoring, and Referral of Pediatric Chronic Hepatitis B”. hepb.org
    5. Ananta, Yovita. “Vaksin Hepatitis B untuk Anak”. rspondokindah.co.id
    6. ProSehat. “10 Jenis Vaksinasi Wajib Bagi Calon Ibu Hamil”. prosehat.com

    Read More
  • Merupakan anugerah tersendiri ketika setelah melahirkan ASI lancar dan si kecil dapat segera mendapatkan makanan paling bergizi tinggi di hari lahirnya ke dunia. Namun, banyak para ibu yang merasa ASI-nya kurang lancar atau bahkan beberapa tidak keluar sama sekali. Jangan takut, berikut ini 9 tips ASI lancar setelah melahirkan! Baca Juga: 6 Makanan untuk Ibu […]

    Inilah 9 Tips ASI Lancar Setelah Melahirkan

    Merupakan anugerah tersendiri ketika setelah melahirkan ASI lancar dan si kecil dapat segera mendapatkan makanan paling bergizi tinggi di hari lahirnya ke dunia. Namun, banyak para ibu yang merasa ASI-nya kurang lancar atau bahkan beberapa tidak keluar sama sekali. Jangan takut, berikut ini 9 tips ASI lancar setelah melahirkan!

    Baca Juga: 6 Makanan untuk Ibu Menyusui Agar ASI Lancar

    Mengingat ASI adalah asupan gizi terbaik untuk bayi sampai usia 6 bulan, maka sangat penting baginya untuk segera merasakan gizi tersebut begitu ia dilahirkan ke dunia. Bahkan organisasi kesehatan dunia (WHO) dan UNICEF merekomendasikan para ibu untuk menyusui secara eksklusif sejak bayi lahir sampai usia 6 bulan dan tetap disusui bersama pemberian Makanan Pendamping-ASI (MP-ASI) sampai usia 2 tahun.

    Sebelumnya ketahui beberapa fakta mengenai produksi ASI setelah melahirkan:

     

    tips asi lancar

    • Pada akhir kehamilan, terjadi proses pembentukan ASI atau yang disebut dengan laktogenesis pertama kali. Saat itu, payudara memproduksi kol
    • ostrum.
    • Kolostrum adalah ASI khusus berwarna kekuningan, agak kental. Kolostrum dihasilkan sampai hari ketiga setelah bayi dilahirkan. Kolostrum mengandung protein dua kali lipat dibandingkan ASI. Kolostrum juga kaya antibodi dan sel darah putih yang melindungi bayi terhadap infeksi dan alergi. Selain itu kolostrum juga mengandung pencahar yang berfungsi untuk membersihkan mekonium, mengandung faktor-faktor pertumbuhan dan kaya vitamin A. Walaupun jumlahnya sedikit, kolostrum cukup untuk memenuhi asupan gizi sang bayi.
    • Saat berumur satu hari, ukuran lambung bayi hanya sebesar biji kelereng. Sehingga hanya cukup untuk menampung sekitar 5-10 ml.
    • Selain itu asupan gizi bayi juga dapat tercukupi sampai usia 5 hari karena masih adanya cadangan lemak coklat di tubuhnya.
    • Pada hari ke-2 sampai ke-3 setelah melahirkan terjadi laktogenesis kedua. Pada saat ini kolostrum akan berubah menjadi ASI transisi dan produksi ASI akan semakin banyak. Ibu akan merasakan payudaranya terasa penuh.
    • Semakin sering ASI dihisap dan dikosongkan akan semakin banyak ASI yang diproduksi. Setelah beberapa hari kemudian akan berubah menjadi ASI matur. ASI ini terdiri dari foremilk dan hindmilk.
    • Foremilk adalah ASI yang lebih bening, diproduksi pada awal proses menyusui. Hindmilk adalah ASI yang lebih putih, diproduksi pada akhir proses menyusui dan mengandung lebih banyak lemak yang memberikan banyak energi.

    Oleh karena itu ibu yang baru melahirkan tidak perlu khawatir jika ASI-nya sedikit pada hari-hari pertama melahirkan. Karena bayi juga hanya membutuhkan sedikit ASI pada awal kehidupannya. Ketahui satu hal penting,

    Baca Juga: Pentingnya Vaksinasi untuk Ibu Menyusui

    “ASI lancar keluar ketika puting payudara mendapatkan rangsangan dari mulut bayi.”

    Rangsangan ini akan membuat hormon oksitosin meningkat dan payudara mengeluarkan ASI. Namun jika ada kasus terkait bayi lahir prematur, wajar saja jika produksi ASI tidak dapat dilakukan, karena tidak ada rangsangan. Namun coba 9 tips ASI lancar setelah melahirkan ini:

    1. Menenangkan diri

    Jangan panik ketika Anda belum bisa memproduksi ASI. Tenangkan diri Anda. Banyak penelitian menemukan bahwa seorang ibu menyusui yang tenang akan membantu menstimulasi otak untuk mengeluarkan hormon oksitosin yang akan merangsang keluarnya ASI Anda.

    2. Sentuhan Pertama dengan Si Kecil

    Kontak saat pertama kali si kecil menghirup udara di luar perut Ibu adalah salah satu hal yang dapat membuat ASI lancar. Dan ketika bayi lahir prematur, usahakan untuk tetap mendapatkan kontak kulit dengan si kecil. Jika Anda belum mendapatkan kontak dengan bayi Anda, coba dengan melihat foto bayi Anda, mendengarkan rekaman suara tangisnya atau mencium bau tubuhnya.

    3. Hypno Breastfeeding

    Teknik ini dilakukan dengan cara menggunakan kalimat positif dan motivasi ke alam bawah sadar Anda. Bisa saja Anda diminta untuk membayangkan ASI yang sedang mengalir deras seperti air mancur dan bayi Anda terlihat senang sambil menikmati ASI dari Anda.Teknik pernafasan juga bertujuan untuk membuat tubuh dan pikiran Anda lebih tenang.

    4. Minuman Hangat

    Susu, teh atau kopi akan membantu Anda mendapatkan efek relaksasi. Jika tubuh relaks dan tenang, rangsangan produksi ASI akan berjalan dengan lebih mudah.

    5. Hangatkan Payudara Anda

    Cara lain untuk mendapatkan ASI lancar adalah dengan menghangatkan payudara. Ketika ASI kurang lancar atau sulit diperah, payudara Anda akan membengkak. Untuk meredakan bengkaknya, Anda bisa mengompresnya dengan handul yang sudah dibasahi dengan air hangat atau mudahnya mandi air hangat.

    6. Merangsang Puting Susu

    Untuk ASI lancar produksi, coba beri rangsangan pada puting dengan cara menarik lembut atau memutar perlahan. Pijatan yang membuat Anda relaks juga dapat melancarkan produksi ASI.

    7. Pijat

    Minta suami Anda untuk rutin memijat leher dan punggung Anda dengan posisi setengah membungkuk. Minta ia untuk memijat mulai dari bagian leher ke punggung dengan ibu jarinya.

    8. Cukup Nutrisi

    Pastikan ibu hamil makan dan minum dengan cukup. Makanlah yang menjadi kesukaan busui, karena bisa menjadi ASI booster. Tidak ada pantangan khusus, semua boleh dimakan asalkan tidak mengandung pengawet dan alkohol. Bila ibu suka kopi, busui (ibu menyusui) pun boleh minum kopi 1-2 gelas per hari. Pastikan ibu cukup minum sebelum dan sesudah menyusui atau memerah ASI.  

    9. Penuhi Gizi untuk ASI Lancar

    Suplemen penting untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi Anda dan yang dapat membuat ASI Anda lancar juga harus dipenuhi karena kandungan seperti daun katuk yang dapat melancarkan ASI Anda tidak selalu tersedia di dalam menu makanan Anda setiap harinya.

    Jika Anda sudah mencoba 8 tips ASI lancar di atas, ketika Anda harus kembali bekerja, si kecil yang masih memerlukan ASI Anda masih dapat menikmatinya dengan menggunakan teknologi pompa ASI. Alat ini akan membantu mengeluarkan ASI dan menyimpannya sehingga bisa diberikan pada sang buah hati walaupun Anda pergi bekerja.

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai produk-produk ASI, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi:

    Read More
  • Berapa berat badan normal ibu hamil? Apakah penambahan berat yang melonjak tinggi itu baik? Kehamilan menjadi saat yang paling ditunggu oleh sebagian besar pasangan yang baru menikah.  Tentunya anak merupakan suatu anugerah bagi orang tua manapun di dunia. Selama kurang lebih 9 bulan,  embrio akan berkembang menjadi janin dan dilahirkan sebagai manusia. Selama itulah janin […]

    Ini Dia Penambahan Berat Badan Normal Ibu Hamil

    Berapa berat badan normal ibu hamil? Apakah penambahan berat yang melonjak tinggi itu baik?

    Kehamilan menjadi saat yang paling ditunggu oleh sebagian besar pasangan yang baru menikah.  Tentunya anak merupakan suatu anugerah bagi orang tua manapun di dunia. Selama kurang lebih 9 bulan,  embrio akan berkembang menjadi janin dan dilahirkan sebagai manusia. Selama itulah janin akan mengalami serangkaian pertumbuhan dan perkembangan organ yang akan mendukung hidupnya ketika telah dilahirkan. Oleh karena itu, untuk memastikan janin ini berkembang dengan sempurna, saat sebelum dan selama proses kehamilan sangatlah penting bagi seorang calon ibu untuk memberikan gizi yang optimal terhadap bayinya, dengan kata lain memberikan asupan makanan yang dibutuhkan untuk dirinya dan terutama buah hatinya.

    berat badan ibu hamil normal

    Namun tentunya ada batasan bagi ibu hamil dalam memenuhi gizinya saat masa kehamilan. Batasannya adalah ketika mereka memiliki berat badan tidak normal atau berlebihan, jauh melebihi penambahan berat badan yang normal saat hamil. Batasan ini diperlukan karena kelebihan atau kekurangan berat badan bagi ibu hamil dapat memberikan dampak buruk bagi janin, kehamilan, dan masa persalinan. Dan untuk itu, sangatlah penting untuk mengetahui penambahan berat badan normal ibu hamil.

    Ternyata peningkatan  berat badan normal ibu hamil sangat berhubungan erat dengan indeks masa tubuh (IMT) seorang perempuan sebelum hamil. Peningkatan berat badan yang kurang dapat meningkatkan risiko Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) sedangkan peningkatan berat badan yang berlebih dapat meningkatkan risiko memiliki bayi besar (giant baby/ macrosomic baby) yang secara simultan meningkatkan risiko obesitas pada anak. Berikut ini adalah tabel hubungan IMT dengan penambahan berat badan yang harus dicapai seorang calon ibu selama kehamilan:

    IMT (kg/m2) sebelum hamil

    • < 19.8 (Underweight): penambahan berat badannya selama hamil sekitar 12.5-18 kg
    • 19.9-26.0 (Normal): penambahan berat badannya selama hamil sekitar  11.5-16 kg
    • 26.0-29.0 (Overweight): penambahan berat badannya selama hamil sekitar 7-11.5 kg
    • > 29 (Obesitas): penambahan berat badannya selama hamil sekitar > 6.8 kg

    Peningkatan berat badan ibu hamil banyak diperoleh melalui kalori yang dikonsumsi setiap hari yang juga akan menentukan berat lahir bayi. Sehingga menurut Recommended Daily Allowance (RDA) kebutuhan energi ibu hamil lebih tinggi 17% yaitu bertambah 300 kcal/hari. Jumlah ini setara dengan tambahan satu mangkok nasi merah matang (100 gr), atau daging giling mentah (100 gr).  

    Segala bentuk program diet, bahkan yang dilakukan oleh calon ibu dengan obesitas pun, tidak direkomendasikan dilakukan selama kehamilan karena berhubungan dengan berat badan lahir bayi yang rendah.

    Selama kehamilan sangat disarankan ibu makan lebih banyak dengan porsi yang sedikit namun frekuensi lebih sering. Hal ini bisa membantu, karena selama hamil karena pengaruh hormon sehingga sering merasa mual. Bila memungkinkan penuhilah kebutuhan kalori harian dari protein dan lemak, bukan hanya karbohidrat dan gula saja. Bila asupan anda kurang terkontrol, jangan lupa mengkonsumsi suplemen kehamilan, yang berfungsi sebagai penunjang pertumbuhan janin anda, juga sebagai penjaga stamina ibu selama hamil. Konsultasikan dengan dokter mana suplemen yang aman dikonsumsi oleh ibu hamil.

    Selamat menikmati proses kehamilan anda, dengan pola makan yang baik ibu sehat dan bayi juga akan sehat pula. Untuk konsultasi dengan dokter seputar kehamilan, Anda bisa install aplikasi ProSehat di sini.

    Referensi:

    Read More
  • Memberikan calon buah hati yang sehat merupakan dambaan dan impian seorang ibu dan ayah. Namun bagaimana itu bisa dicapai, pasti tentunya usaha yang baik menentukan kesehatan cabang janin. Berikut ini adalah tips gaya hidup ketika hamil bagi ibu hamil : Makanan Sehat Untuk Ibu Hamil Hal utama yang disarankan oleh dokter adalah makanan sehat, pola […]

    Gaya hidup ketika hamil

    Memberikan calon buah hati yang sehat merupakan dambaan dan impian seorang ibu dan ayah. Namun bagaimana itu bisa dicapai, pasti tentunya usaha yang baik menentukan kesehatan cabang janin. Berikut ini adalah tips gaya hidup ketika hamil bagi ibu hamil :

    Makanan Sehat Untuk Ibu Hamil

    Hal utama yang disarankan oleh dokter adalah makanan sehat, pola sehat ini merupakan prioritas pertama, bagaimana tidak jika ibunda ingin melahirkan anak yang sehat tetapi selama mengandung ibunda mengalami kekurangan gizi dalam makanan.

    Mengurangi Aktifitas Yang Melelahkan

    Selain dari makanan, aktifitas juga sangat mempengaruhinya contoh saja ibunda yang sedang mengandung sibuk mengerjakan tugas kantor yang menyebabkan stress, mencuci pakaian, dll.

    Diet Versi Ibu Hamil

    Diet pada ibu hamil adalah mengontrol asupan makanan yang masuk kedalam tubuh agar tidak berlebihan, hal ini bertujuan untuk mengontrol berat badan dan mencegah terjadinya diabetes melitus tipe 2 pada janin.

    Jangan Terlalu Mengkonsumsi Kopi dan Coklat

    Minum kopi dan coklat sebenarnya tidak boleh dalam masa kehamilan, karena kopi dan coklat dapat menyebabkan tekanan darah naik yang dapat berujung pada kesehatan janin dan ibunda sendiri. Minumlah kopi dan coklat hanya seminim mungkin 1 minggu 2 kali.

    Merokok Pasif dan Aktif

    Merokok pada saat kehamilan sudah jelas tentunya dapat mematikan janin, namun tak luput juga resiko 4x lebih berbahaya dari pada merokok yaitu ibu yang selalu menghirup asap rokok orang lain, hal ini zat adiktif kimia dari pembakaran tembakau tidak sempurna lebih berbahaya.

    Konsumsi Obat – Obatan

    Gaya hidup ketika hamil bagi ibu hamil adalah jangan mengkonsumsi obat-obatan, karena kandungan obat selalu berbahan dasar kimia, tapi jika memang terpaksa seperti ibu sakit konsultasikanlah ke dokter karena resep untuk ibu mengandung janin pasti berbeda dengan resep pada orang sakit umumnya.

    Hindari Polusi Udara

    Seperti pada rokok yang memiliki dampak buruk zat kimia, polusi juga sama demikian. Polusi yang paling buruk untuk kesehatan ibunda dan janin adalah dari pabrik limbah, sesegera mungkin anda menghindarinya selama masa kehamilan dengan cara ngontrak ataupun ngekost.

    Posisi Tidur Yang Baik Selama Mengandung

    Meski ini hal sepele dapat memiliki tingkat resiko cacat pada janin, hal ini diakibatkan perkembangan janin yang tertindih oleh posisi tidur yang salah.

    Selalu Konsultasikan Kesehatan Janin Anda Setiap Bulan

    Selain menerapkan gaya hidup ketika hamil bagi ibu hamil, juga mengkonsultasikan ke dokter spesialis, hal ini berguna untuk mengetahui kesehatan janin anda dan juga mendapat saran-saran dari dokter.

    Read More

Showing 11–20 of 40 results

Chat Asisten ProSehat aja