Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Suntik Rubella Amankah Buat Anak?

Dewasa ini, suntik rubella menjadi hal baru bagi seluruh masyarakat. Anjuran melakukan suntik rubella bagi anak digencarkan dengan berbagai cara. Namun, di saat itu pula banyak kontroversi terkait bolehkah dan amankah suntik rubella tersebut? Masih banyak orang tua yang takut akan kehalalan, higienis, dan manfaat dari suntik rubella tersebut meski anjuran ini langsung ditegaskan oleh menteri kesehatan.

Lantas amankah suntik rubella bagi anak? Mari baca penjelasan di bawah ini.

Pemerintah Indonesia telah mencanangkan program suntik rubella. Tentu program ini memiliki tujuan sebagai bentuk pencegahan agar terhindar dari penyakit yang dibawanya saat lahir seperti kelainan jantung, gangguan pendengaran, dan gangguan mental akibat adanya virus pada rahim ibu. Mengetahui tujuan dari suntik rubella tentu dapat disimpulkan bahwa upaya ini memang memberi manfaat yang baik bagi kesehatan anak Sobat kelak.

Pemerintah mempunyai kewajiban untuk menjaga kesehatan masyarakat terutama anak-anak. Tentunya upaya ini tidak akan dikampanyekan jika memberikan dampak buruk bagi warganya. Pemerintah telah memikirkan dengan matang upaya pencegahan penyakit rubella dengan melakukan vaksinasi.Jadi, tak seharusnya timbul keraguan pada diri orang tua untuk melakukan suntik rubella. Terlebih di negara lain, rubella menjadi penyebab terbesar beragam penyakit bawaan yang menjangkit anak. Sehingga upaya ini seharusnya benar-benar dijalankan dengan baik.

Penyakit rubella merupakan penyakit yang umumnya menjangkit anak-anak. Penyakit ini memang bersifat ringan. Meski demikian, tidak seharusnya masyarakat mengabaikan upaya suntik rubella sebagai pencegahan. Sebab apabila penyakit ini menular pada ibu hamil, virus akan merusak janin yang dikandung dan berdampak pada kelahiran bayi yang tidak normal atau dengan membawa penyakit bawaan sejak lahir.

Selain berakibat buruk bagi bayi yang lahir nantinya, ini juga akan berakibat pada kandungan saat belum lahir yaitu keguguran karena janin tidak mampu bertahan hidup meneriama serangan virus penyebab rubella. Justru dapat disimpulkan penyakit ini ringan bagi anak tetapi berdampak buruk bagi ibu hamil yang tertular.

Oleh karena itu, semakin diyakini bukan bahwa suntik rubella memang sangat diperlukan bagi setiap kalangan masyarakat dari usia berapapun. Pencegahan selalu menjadi prioritas sebelum terjangkit penyakit yang berbahaya. Hal ini juga sudah diperbolehkan oleh MUI terkait aman tidaknya pemberikan suntik rubella.

MUI memperbolehkan karena suntik rubella adalah upaya pencegahan demi kebaikan masa depan. Selain MUI, suntik ini juga telah direkomendasikan oleh badan kesehatan internasional dan sudah digunakan oleh ratusan negara di dunia. Lantas apa yang menyebabkan suntik rubella tidak aman?

Pemberian obat akan selalu memberikan efek samping bagi penggunanya. Begitu juga suntik rubella yang akan memberikan reaksipascaimunisasi yang ringan seperti:
• Demam
• Luka pada lengan akibat disuntik
• Ruam
• Merasapegalkaku di lengan

Efek ini tidak akan memberi dampak berbahaya sebab tidak akan terjadi pada jangka waktu yang lama. Jadi Sobat tak perlu khawatir apabila mengalami hal demikian. Hal di atas adalah bentuk respon tubuh terhadap zat baru yang masuk dan dikenali oleh tubuhmu.

Namun, jika memang efek samping tersebut terjadi dalam kurun waktu yang lama, Sobat tak perlu khawatir dan segeralah ke dokter untuk mendapat perawatan medis dari dokter. Dokter akan memberikan beberapa penanganan yang sesuai dengan kondisi dan keluhanmu. Percayakan kesehatan kepada dokter dan tak perlu algi melakukan suntik rubella terutama kepada anak.

instal aplikasi prosehat

Referensi:
cdc.gov/vaccinesafety/vaccines/mmr-vaccine.html
presidenri.go.id/berita-aktual/pentingnya-imunisasi-campak-dan-rubella.html

WhatsApp Asisten Maya saja