Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Begini Penanganan Hepatitis B Pada Ibu Hamil

Penyakit hepatitis B merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis B pada hati yang dapat menyebabkan penyakit jangka pendek maupun jangka panjang. Sahabat Sehat dapat tertular hepatitis B melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh, contohnya melalui jarum suntik bekas penderita hepatitis B, maupun kontak seksual dengan penderita hepatitis B. Selain itu, hepatitis B juga dapat ditularkan ibu hamil kepada anaknya saat melahirkan.

Begini Penanganan Hepatitis B Pada Ibu Hamil

Begini Penanganan Hepatitis B Pada Ibu Hamil

Sahabat Sehat, bagaimana penanganan hepatitis B pada ibu hamil? Mari simak penjelasan berikut.

Jumlah Penderita Hepatitis B

Menurut data dari World Health Organization (WHO), terdapat 296 juta orang hidup dengan hepatitis B dan diperkirakan 1,5 juta kasus hepatitis B pada tahun 2019. Hepatitis B dapat menjadi penyakit jangka panjang, yang bila tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan berbagai komplikasi pada hati. Salah satu contoh komplikasi yang dapat terjadi adalah kanker hati.

Penanganan Hepatitis B Pada Ibu Hamil

Saat ini terdapat beberapa pilihan pengobatan bagi penderita hepatitis B. Obat dapat diberikan dalam bentuk suntikan ataupun obat yang diminum. Pengobatan ditujukan pada hepatitis B jangka panjang untuk menekan virus Hepatitis B agar menjadi inaktif. Dengan kondisi virus yang inaktif, maka efek kerusakan yang disebabkan oleh virus dapat ditekan dan juga penularan hepatitis B dapat diturunkan.

medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

Bagi ibu hamil yang menderita hepatitis B, disarankan untuk melakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kadar virus hepatitis B dalam tubuh. Apabila hasil menunjukkan kadar virus hepatitis B cukup tinggi, maka dokter akan mempertimbangkan untuk memberikan obat antivirus yang dapat menekan virus hepatitis B. 

Pengobatan diberikan pada saat trimester ketiga kehamilan. Dengan kadar virus yang rendah, maka risiko penularan dari ibu saat melahirkan bayinya dapat diturunkan. Sebelum memulai pengobatan hepatitis B, pastikan untuk berkonsultasi lebih dulu dengan dokter.

Untuk metode persalinan dapat dilakukan secara normal maupun operasi caesar. Masih terdapat perdebatan mengenai metode persalinan ibu yang menderita hepatitis B. Data dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa metode operasi caesar dapat menurunkan risiko penularan hepatitis B dari ibu ke bayinya dibandingkan dengan persalinan normal. Mengenai cara melahirkan bayi untuk menurunkan risiko penularan hepatitis B masih diperlukan penelitian lebih lanjut.

Baca Juga: Penyebab Infeksi Hepatitis B pada Bayi

Pola Hidup Sehat Bagi Penderita Hepatitis B

Gaya hidup bagi penderita hepatitis B juga perlu dijaga. Makan makanan yang bergizi dan minum air putih yang cukup dapat menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat. Makanan yang berlemak dan minuman alkohol dapat memicu terjadinya perlemakan hati yang dapat memperberat kerja hati. Jika hal ini terjadi pada penderita hepatitis B, maka perburukan pada hati dapat terjadi lebih cepat. 

Maka penderita hepatitis B dianjurkan beristirahat yang cukup, menghindari makanan berlemak maupun minuman beralkohol. Konsumsi buah dan sayur serta kontrol berkala ke dokter agar dipantau kondisi kesehatannya.

Baca Juga: 10 Bahaya Hepatitis B pada Bayi!

Mencegah Dengan Vaksin Hepatitis B

Hepatitis B dapat dicegah dengan pemberian vaksin hepatitis B. Vaksin diberikan dalam 3 dosis, dosis kedua diberikan 1 bulan sejak dosis pertama dan dosis ketiga diberikan 6 bulan sejak dosis pertama. 

Baca Juga: Yang Perlu Sahabat Sehat Ketahui Tentang Vaksin Hepatitis B

Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai penanganan hepatitis B pada ibu hamil. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Ditulis oleh : dr. Jonathan Christopher
Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

Referensi

  1. WHO. Hepatitis B.
  2. CDC. Hepatitis B.
  3. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Hepatitis B.
  4. Hepatitis B Foundation. I am currently pregnant, and I have chronic hepatitis B. What should I do to protect my baby?
  5. WHO. Prevention of mother-to-child transmission of hepatitis B virus: Guidelines on antiviral prophylaxis in pregnancy.
  6. Ayoub W, Cohen E. Hepatitis B Management in the Pregnant Patient: An Update.
  7. Borgia G. Hepatitis B in pregnancy.

Chat Asisten Maya
di Prosehat.com