Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Makanan Sehat

Showing 1–10 of 200 results

  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Kesalahan cara mensterilkan botol ASI dapat membuat air susu ibu tidak layak konsumsi. Ini tentu berbahaya bagi pencernaan si kecil. Oleh sebab itu, penting untuk menjaga kebersihan botol susu agar mencegah infeksi pada saluran cerna Si Kecil. Membersihkan botol susu dapat dilakukan paling tidak hingga Si Kecil berusia 12 bulan, […]

    Wah, Begini Seharusnya Cara Mensterilkan Botol ASI Perah

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Cara Mensterilkan Botol ASI Agar Layak Dipakai Si Kecil

    Kesalahan cara mensterilkan botol ASI dapat membuat air susu ibu tidak layak konsumsi. Ini tentu berbahaya bagi pencernaan si kecil. Oleh sebab itu, penting untuk menjaga kebersihan botol susu agar mencegah infeksi pada saluran cerna Si Kecil. Membersihkan botol susu dapat dilakukan paling tidak hingga Si Kecil berusia 12 bulan, namun jika cara membersihkannya masih sembarangan, tentunya akan percuma.

    Lantas bagaimana cara yang tepat untuk mensterilkan botol susu Si Kecil? Mari kita simak penjelasan berikut.

    Urutan Cara Mensterilkan Botol ASI yang Baik dan Benar

    Semua hal perlu dilakukan dengan urut, baik, dan benar. Termasuk bagaimana membersihkan dan mensterilkan botol ASI sehingga layak dipakai oleh si kecil. Karena masa-masa awal pertumbuhannya, kesehatannya masih sangat rentan.

    Agar botol ASI layak dipakai, urutan mensterilkan botol ASInya adalah sebagai berikut:

    Bersihkan Tangan Terlebih Dahulu

    Cuci tangan Sahabat Sehat dengan menggunakan sabun dan air bersih mengalir, setiap sebelum dan sesudah mencuci botol susu Si Kecil serta saat hendak menyajikan susu. Hal ini penting karena sebenarnya benda paling dengan dengan si kecil tentu adalah tangan ibu itu sendiri. Jangan sampai justru tangan ibu menjadi sumber datangnya masalah kesehatan pada si kecil.

    Kesalahan umum yang biasa dilakukan oleh ibu menyusui ketika mencucui tangannya adalah dengan mengelap tangan menggunakan kain yang tidak bersih. Selain itu, kesalahan lain yang biasa dilakukan adalah memegang benda-benda lain yang kurang higienis setelah mencuci tangan. Jika ingin mensterilkan botol ASI, hal-hal ini tidak boleh dilakukan lagi ya Sahabat Sehat.

    Bersihkan Botol Si Kecil dengan Sabun

    Mensterilkan adalah memastikan tidak ada bakteri ataupun mikroorganisme pembawa penyakit di botol ASI. Namun sebelum disterilkan, botol ASI perlu dicuci terlebih dahulu. Tujuannya agar kotoran-kotoran, sisa ASI yang menempel, dan bau-bau yang masih menempel di botol ASI bisa dihilangkan.

    Ada 3 hal yang sangat penting untuk diperhatikan saat mencucui botol ASI. Pertama, pastikan untuk membersihkan botol ASI dengan sebaik mungkin. Sahabat Sehat bisa gunakan sikat khusus untuk memudahkan proses membersihkan botol susu. Kedua adalah pastikan hanya menggunakan sabun cuci yang khusus untuk membersihkan botol bayi. Ketiga dan yang paling penting, Sahabat Sehat wajib bilas botol hingga bersih, pastikan tidak ada lagi sisa-sisa sabun yang menempel pada botol susu.

    Pilih Cara Sterilisasi yang Praktis Menurut Sahabat Sehat

    Setelah botol susu dibersihkan, Sahabat Sehat dapat mensterilkan botol susu untuk menjaga higienitas. Apabila tidak disterilkan dapat meningkatkan resiko infeksi pencernaan yang ditandai dengan muntah dan diare.

    Ada beberapa pilihan bagaimana mensterilkan botol ASI. Sahabat Sehat bisa memilih cara mana saja yang paling praktis karena pada dasarnya proses sterilisasi tersebut efisien selama dilakukan dengan baik dan benar. Beberapa pilihan cara mensterilkan botol ASI tersebut antara lain adalah:

    Merebus Dengan Air Panas

    Cara mudah untuk mensterilkan botol susu Si Kecil adalah dengan merebus menggunakan air mendidih selama kurang lebih 5 menit. Setelahnya, angkat dan biarkan botol susu kering. Jika sudah tidak panas, maka botol susu dapat digunakan.

    Menggunakan Microwave

    Jika Sahabat Sehat memiliki microwave, dapat digunakan untuk mensterilkan botol susu. Masukan air setengah botol susu lalu panaskan dengan microwave selama 1-2 menit. Setelahnya, buang sisa air dalam botol susu dan keringkan sebelum digunakan.

    Menggunakan Alat Uap Listrik

    Kini tersedia alat uap listrik di pasaran, dengan berbagai kapasitas. Sahabat Sehat sebaiknya melepaskan semua bagian botol susu dan pastikan tidak ada sabun yang masih menempel pada botol susu. Ikuti instruksi penggunaan alat uap listrik, sesuai anjuran yang tertera pada alat.

    Tablet Khusus Sterilisasi

    Perkembangan zaman kian pesat, kini tersedia tablet khusus untuk mensterilkan botol susu. Tablet yang berbahan dasar chlorine, umumnya aman digunakan untuk wadah makanan dan botol bayi. Tablet tersebut dapat menghilangkan mikroba, sehingga digunakan sebagai salah satu cara mensterilkan botol susu Si Kecil. Ikuti instruksi penggunaannya, sesuai anjuran yang tertera pada kemasannya.

    Nah Sahabat Sehat, itulah cara mensterilkan botol asi perah yang benar demi kebaikan dan kesehatan Si Kecil. Jika Sahabat Sehat memerlukan alat uap listrik untuk mensterilkan botol susu Si Kecil, segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat.  Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Centers for Disease Control and Prevention. How to Clean, Sanitize, and Store Infant Feeding Items [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [updated 2020 Oct 26; cited 2021 Aug 06].
    2. National Health Services. Sterilising baby bottles [Internet]. UK : National Health Services. 2019 [updated 2019 Sep 24; cited 2021 Aug 06].
    3. Stephanie T. 5 Cara Sterilisasi Botol Bayi, Perlu Seberapa Sering Dilakukan? [Internet]. Indonesia : PopMama. 2021 [updated 2021 July 31; cited 2021 Aug 06].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Begitu penting vitamin dan mineral untuk pertumbuhan anak hingga mempengaruhi masa depannya. Asupan vitamin dan mineral harus seimbang. Dengan demikian fisik dan otak anak bisa sehat dan berkembang dengan baik. Oleh sebab itu, pada kesempatan kali ini kita akan membahas apa saja makanan yang harus dikonsumsi anak, serta […]

    Vitamin dan Mineral untuk Pertumbuhan Anak – ProSehat

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Makanan yang Mengandung Mineral untuk Pertumbuhan Anak Sekaligus Vitamin yang Diperlukan Tubuh

    Begitu penting vitamin dan mineral untuk pertumbuhan anak hingga mempengaruhi masa depannya. Asupan vitamin dan mineral harus seimbang. Dengan demikian fisik dan otak anak bisa sehat dan berkembang dengan baik.

    Oleh sebab itu, pada kesempatan kali ini kita akan membahas apa saja makanan yang harus dikonsumsi anak, serta manfaat dari tiap vitamin dan mineral yang terkandung dalam makanan tersebut..

    Mengenal Empat Pilar Gizi Seimbang

    Prinsip gizi seimbang terdiri dari 4 pilar yang merupakan upaya untuk menyeimbangkan antara zat gizi yang masuk dan zat gizi yang keluar. Empat pilar gizi seimbang ini terdiri dari:

    Mengkonsumsi aneka ragam pangan

    Berikan Si Kecil proporsi makanan yang seimbang, dalam jumlah yang cukup, dan tidak berlebihan. Sahabat Sehat dapat memberikan buah, sayur, nasi, serta lauk pauk yang bervariasi.

    Membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat

    Perilaku hidup bersih dan sehat yang Sahabat Sehat dapat ajarkan, misalnya rutin mencuci tangan baik sebelum maupun sesudah makan, menjaga kebersihan lingkungan dan membereskan mainan setelah digunakan.

    Melakukan aktivitas fisik

    Sahabat Sehat dapat mengajak Si Kecil untuk lebih aktif di dunia nyata daripada bermain di dunia maya. Aktivitas ini bisa meliputi makan bersama, membacakannya dongeng, beribadah bersama, berolahraga sore, ataupun mengajaknya bermain dengan hewan peliharaan.

    Memantau Berat Badan secara teratur 

    Bagi Sahabat Sehat yang memiliki bayi dan balita, indikator yang digunakan adalah perkembangan berat badan sesuai dengan pertambahan umur yang umumnya dicatat dalam Kartu Menuju Sehat (KMS).

    Vitamin dan Mineral untuk Pertumbuhan Anak

    Sahabat Sehat, untuk pertumbuhan anak diperlukan berbagai jenis vitamin dan mineral. Jumlahnya harus seimbang dan mencukupi. Dengan demikian tubuh dan kecerdasan anak dapat berkembang dengan optimal.

    Vitamin yang Dibutuhkan oleh Anak

    Untuk mendapatkan vitamin bisa didapatkan dari berbagai jenis buah dan sayuran. Selain itu, cukup dengan berjemur di pagi hari tubuh bisa mendapatkan vitamin D.

    Vitamin A

    Berperan dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh, serta menjaga kesehatan mata dan kulit. Sumber vitamin A yaitu susu dan produk olahannya, makanan yang difortifikasi, wortel, kentang, mangga, serta sayuran hijau seperti bayam, brokoli, dan kol.

    Vitamin B

    Untuk menjaga proses metabolisme, kesehatan jantung dan sistem saraf, Sahabat Sehat dapat memberikan vitamin B untuk Si Kecil. Sumber vitamin B dapat diperoleh dari daging, ikan, telur dan ayam.

    Vitamin C

    Untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu penyerapan zat besi dalam tubuh Si Kecil, maka diperlukan vitamin C. Sahabat Sehat dapat memperoleh vitamin C dari buah jeruk, kiwi, stroberi, brokoli, dan tomat.

    Vitamin D

    Bayi dan anak-anak dianjurkan paling tidak mendapatkan asupan vitamin D sebesar 400 IU per hari. Bersama dengan kalsium, vitamin D berperan dalam membentuk tulang yang kuat. Sahabat Sehat dapat memperoleh vitamin D dari ikan salmon, ikan mackerel dan sarden, kuning telur, susu dan sereal yang terfortifikasi.

    Vitamin E

    Selanjutnya, vitamin E diperlukan Si Kecil untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Sahabat Sehat dapat memperoleh asupan vitamin E alami dari minyak bunga matahari, kacang almond, hazel, serta biji bunga matahari.

    Saat pemberikn makanan, terutama buah-buahan dan sayur, pastikan buah-buahan dan sayuran tersebut sudah dalam keadaan bersih. Konsumsi buah dan sayuran yang belum dibersihkan dapat memberikan resiko seperti gangguan pencernaan dan bahkan hepatitis.

    Lihat Juga: Penyebab Hepatitis B pada Ibu Hamil

    Mineral untuk Pertumbuhan Anak

    Selain bagi orang dewasa, mineral juga diperlukan anak untuk memastikan tubuhnya kuat, serta bisa tumbuh tinggi dan ideal. Beberapa mineral yang dibutuhkan tubuh beserta dengan sumbernya antara lain:

    Kalsium

    Kalsium penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi Si Kecil. Sumber kalsium dapat Sahabat Sehat peroleh dari susu dan produk olahannya, makanan yang difortifikasi, ikan salmon, serta sayuran hijau seperti kale.

    Zat Besi

    Untuk menunjang sel darah merah dalam membawa oksigen ke seluruh tubuh, maka dibutuhkan zat besi. Sumber makanan yang mengandung zat besi, yaitu daging, sayuran hijau (misal bayam, kale), serta kacang kedelai.

    Fosfor

    Fosfor berguna untuk pembentukan enzim dan sel. Mineral ini memiliki peran menjaga kesehatan tulang serta memaksimalkan metabolisme tubuh. Makanan yang mengandung fosfor diantaranya daging ayam, ikan, dan sapi.

    Magnesium

    Agar tekanan darah, gula darah, dan kontraksi otot anak maka anak membutuhkan asupan magnesium yang mencukupi. Dengan asupan magnesium beberapa enzim dalam tubuh anak akan lebih aktif, menjadikan sinyal pada saraf tubuh menjadi lebih lancar sehingga anak lebih cekatan, serta elektrolit dalam tubuh jadi lebih seimbang sehingga tidak mudah lelah. Magnesium terkadung dalam makanan seperti sayuran hijau, alpukat, kacang-kacangan, dan coklat hitam.

    Yodium

    Untuk menjaga hormon tiroid dalam tubuh, yodium memegang peran penting. Kekurangan mineral ini dapat menyebabkan gejalan hipotiroid, kenaikan berat badan tidak terkontrol, dan munculnya gondok. Mineral ini bisa ditemukn pada makanan laut (ikan, udang, dan rumput laut), serta dari garam beryodium.

    Mangan

    Mineral untuk pertumbuhan anak selanjutnya adalah mangan. Zat ini memiliki fungsi dan peranan dalam meregenerasi sel darah merah, pembentukan tulang, dan melancarkan siklus reproduksi anak (terutama anak perempuan). Mineral ini bisa ditemukan dalam makanan sepert udang, gandum, dan beberapa jenis biji-bijian.

    Selenium

    Diperlukan untuk metabolisme hormon tiroid anak. Juga membantu mencegah kerusakan sel-sel dalam tubuh si kecil. Untuk mendapatkan selenium, anak bisa diberikan makanan seperti daging ayam, ikan, telur ikan, kacang-kacangan, jamur, dan biji-bijian.

    Kromoium

    Banyak orang tua yang mungkin belum pernah mendengar mineral kromium. Tentunya juga tidak tahu manfaat mineral ini bagi tubuh anak. Mineral ini membantu dan menjaga kadar glukosa dalam darah serta mengaktifkan hormon insulin. Hal ini tentu sangat penting untuk mengurangi resiko diabetes pada anak. Beberapa makanan yang menjadi sumber mineral kromium antara lain daging, sayuran, dan produk olahan susu. Tubuh membutuhkan hanya sekitar 25 sampai 35 mcg per hari. Jumlah yang sangat sedikit namun sangat penting karena kekurangan kromium dapat mengganggu metabolisme tubuh dalam mengolah karbohidrat, protein, dan lemak.

    Selain dari makanan, Sahabat Sehat juga dapat mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral Si Kecil dari suplemen kemasan. Namun jika Sahabat Sehat membeli suplemen pastikan untuk memperhatikan komposisi vitamin dan mineral yang tertera di kemasannya. Pastikan juga keaslian produk karena saat ini banyak sekali beredar suplemen palsu yang tidak jelas komposisinya dan berisiko justru membahayakan kesehatan anak.

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai vitamin dan mineral untuk pertumbuhan anak yang perlu kita berikan pada Si Kecil. Jika Sahabat Sehat membutuhkan multivitamin selama dirumah, segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 41 Tahun 2014 Tentang Pedoman Gizi Seimbang [Internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; [cited 2021 July 30].
    2. Shaw G. 6 Vitamins and Minerals Your Kids Need [Internet]. USA : WebMD. 2013 [updated 2013 April 15; cited 2021 July 30].
    3. National Health Service. Vitamins for children [Internet]. UK : National Health Service. 2021 [updated 2021 April 16; cited 2021 July 30].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Pandemi Covid-19 hingga kini belum dapat dipastikan kapan mulai mereda, mengingat angka kasus harian Covid-19 yang kian meningkat. Di tengah situasi pandemi Covid-19, masyarakat dihimbau untuk menerapkan pola hidup sehat. Infeksi virus Covid-19 dapat memicu peradangan dalam tubuh penderita nya. Hal ini dapat […]

    Ini Tips Meningkatkan Nafsu Makan Bagi Penderita Covid-19

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat

    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    makanan sehat puasa

    Pandemi Covid-19 hingga kini belum dapat dipastikan kapan mulai mereda, mengingat angka kasus harian Covid-19 yang kian meningkat. Di tengah situasi pandemi Covid-19, masyarakat dihimbau untuk menerapkan pola hidup sehat.

    Infeksi virus Covid-19 dapat memicu peradangan dalam tubuh penderita nya. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya ketidakseimbangan gizi (malnutrisi) pada penderita Covid-19.

    Kebutuhan Nutrisi Penderita Covid-19

    Infeksi Covid-19 dapat menimbulkan dampak menurunnya nafsu makan, gangguan kesadaran, hingga sesak nafas. Virus Covid-19 dapat berdampak pula pada saluran cerna, serta ditambah dengan kurangnya asupan nutrisi dapat mengakibatkan diare, mual, muntah hingga gangguan penyerapan makanan. Penting untuk diingat, bahwa dalam proses pemulihan dibutuhkan asupan nutrisi yang baik agar dapat memicu respon imunitas tubuh. 

    Baca Juga : Benarkah Makanan ini Menyembuhkan Covid-19 Cek Faktanya disini

    Nutrisi Ideal Bagi Penderita Covid-19

    Berikut adalah berbagai menu makanan yang dapat dikonsumsi bagi Sahabat Sehat yang tengah menderita Covid-19 :

    • Menu Makan Pagi

    Di pagi hari, Sahabat Sehat dianjurkan mengkonsumsi suplemen multivitamin dan antioksidan. Pilih menu sarapan seperti sereal gandum dan susu almond, kacang almond, kenari, dan buah ara, atau bisa diganti dengan kurma dan plum, alpukat, dan telur. Pilih minuman seperti air kelapa, madu, dan air jeruk untuk mendapatkan berbagai multivitamin dan mineral yang baik bagi tubuh.

    • Menu Makan Siang 

    Pada siang hari, Sahabat Sehat sebaiknya memenuhi asupan nutrisi dari karbohidrat, protein, dan lemak. Pilih gandum, ubi jalar, nasi merah sebagai sumber karbohidrat. Kacang-kacangan, ikan, dan daging tanpa lemak, sebagai sumber protein. Konsumsi buah dan sayur sebagai sumber serat, vitamin, antioksidan, dan mineral seperti jeruk peras, jeruk bali, dan kiwi.

    Jika Sahabat Sehat menyukai minuman herbal, maka kunyit dan wedang jahe juga dapat dikonsumsi.

    • Menu Makan Malam

    Di Malam hari, Sahabat Sehat dapat mengkonsumsi aneka sup seperti sup kaldu tulang, sup sayur, telur, ikan bakar, umbi-umbian, olahan daging, dan sayur brokoli. Konsumsi makan malam dianjurkan minimal 3-4 jam sebelum waktu tidur. 

    Bagi penderita Covid-19 yang berusia dewasa cenderung lebih mengerti pentingnya menjaga asupan gizi, meski sedang tidak nafsu makan. Namun, pada pasien anak membutuhkan usaha ekstra untuk memenuhi asupan gizi sehari-hari. 

    Baca Juga : Imun untuk Lawan Corona

    Cara Meningkatkan Nafsu Makan Bagi Penderita Covid-19

    Bagi Sahabat Sehat yang tengah menderita Covid-19 dan kini merasa kurang nafsu makan, sebaiknya coba beberapa tips berikut dirumah :

    • Konsumsi sup hangat. 

    Buat aneka sup yang kaya akan rempah-rempah. Selain itu, untuk memudahkan Sahabat Sehat menelan makanan dapat dipilih sup labu hangat, bubur kacang hijau, maupun bubur ketan merah.

    • Konsumsi aneka buah 

    Pada umumnya asupan makanan yang Sahabat Sehat konsumsi harus memiliki kalori yang berasal dari sumber makanan sehat dan alami, seperti buah dan sayur. 

    • Makan dalam porsi kecil namun sering.
    • Pilih makanan bertekstur lembut sehingga Sahabat Sehat lebih mudah dalam mengunyah dan menelan makanan.
    • Konsumsi air putih minimal 8 gelas sehari. 
    • Berkumur dengan air bersih jika Sahabat Sehat menggunakan inhaler, agar menjaga higienitas rongga mulut.
    • Menghisap permen bebas gula atau rendah gula, untuk membantu memproduksi air liur.
    • Hindari makanan tinggi gula sebab dapat menimbulkan rasa kenyang palsu dan kurang bernutrisi. Sebaliknya, konsumsi makanan yang kaya karbohidrat, protein, dan serat untuk menjaga kesehatan tubuh dan saluran cerna.

    Baca Juga : Panduan Nutrisi untuk Mencegah Virus Corona

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa tips meningkatkan nafsu makan bagi penderita Covid-19. Jika sahabat memiliki keluhan atau pertanyaan lainnya selama menjalani isolasi mandiri, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi:

    1. Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Panduan Praktis Penatalaksanaan Nutrisi COVID-19 [Internet]. Indonesia : Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. 2021 [updated 2020 April 20; cited 2021 July 13]. Available from : https://covid19.go.id/edukasi/masyarakat-umum/panduan-praktis-penatalaksanaan-nutrisi-covid-19 
    2. Masyrafina I. Nafsu Makan Hilang Saat Positif Covid-19, Harus Bagaimana? [Internet]. Indonesia : Republika Online. 2021 [updated 2021 July 01; cited 2021 July 13]. Available from: https://www.republika.co.id/berita/qvin7f414/nafsu-makan-hilang-saat-positif-covid19-harus-bagaimana 

    Dewi B. Tak Nafsu Makan Saat Positif Covid-19, Ini Saran Ahli untuk Memenuhi Nutrisi [Internet]. Indonesia : Kompas. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/07/12/200706123/tak-nafsu-makan-saat-positif-covid-19-ini-saran-ahli-untuk-memenuhi?page=all

    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sahabat Sehat, program vaksinasi Covid-19 kini tengah digencarkan sebagai upaya untuk menekan lonjakan kasus Covid-19. Seperti imunisasi lainnya, vaksin Covid-19 juga dapat menimbulkan beberapa efek samping. Sahabat Sehat tak perlu khawatir karena efek samping vaksin Covid-19 sejauh ini bersifat ringan-sedang.  Baca Juga : Imun […]

    Intip Tips Pola Makan Sebelum dan Sesudah Vaksinasi Covid-19

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat

    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Sahabat Sehat, program vaksinasi Covid-19 kini tengah digencarkan sebagai upaya untuk menekan lonjakan kasus Covid-19. Seperti imunisasi lainnya, vaksin Covid-19 juga dapat menimbulkan beberapa efek samping. Sahabat Sehat tak perlu khawatir karena efek samping vaksin Covid-19 sejauh ini bersifat ringan-sedang. 

    Baca Juga : Imun untuk Lawan Corona

    Bagi Sahabat Sehat yang sedang menunggu jadwal vaksinasi Covid-19, salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah memilih pola makan baik sebelum maupun sesudah vaksinasi Covid-19. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan kemungkinan timbulnya efek samping. Nah Sahabat Sehat, bagaimana mempersiapkan pola makan sebelum dan sesudah vaksinasi Covid-19 ? Mari simak penjelasan berikut.

    Hindari Alkohol

    Konsumsi alkohol dapat menyebabkan dehidrasi sehingga beresiko memperberat efek samping setelah vaksinasi. Sahabat Sehat dianjurkan menghindari konsumsi alkohol sebelum dan setelah vaksin. Disamping itu, berdasarkan penelitian diketahui bahwa alkohol dapat menekan sistem kekebalan tubuh. 

    Konsumsi Buah dan Sayur

    Hingga kini belum ada penelitian yang cukup mengenai makanan atau suplemen tertentu yang membuat vaksin Covid-19 menjadi lebih efektif. Secara umum, mengkonsumsi makanan bergizi dan vitamin C dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. 

    Buah dan sayur dapat menjadi sumber vitamin alami untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh Sahabat Sehat. Pilih sumber makanan yang dipercaya memiliki peran sebagai anti peradangan dan antioksidan, seperti minyak zaitun, kacang-kacangan seperti almond dan kenari, ikan, buah, sayur, dan rempah-rempah seperti kunyit dan jahe.

    Baca Juga : Panduan Nutrisi untuk Mencegah Virus Corona

    Minum Air Putih

    Para pakar menganjurkan minum air putih yang cukup saat sebelum dan setelah divaksin. Apabila seseorang telah mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya maka kondisi tubuh akan prima. Oleh sebab itu, sebelum dan setelah Sahabat Sehat disuntik vaksin Covid-19, sangat dianjurkan konsumsi air putih minimal 2 L per hari. 

    Hindari Telat Makan

    Sahabat Sehat, meskipun pingsan tidak termasuk kedalam kategori efek samping yang ditimbulkan oleh vaksin Covid-19. Namun saat ini telah dilaporkan beberapa kejadian pingsan setelah vaksinasi Covid-19. Umumnya hal ini dipicu oleh rasa cemas berlebih, sakit, maupun akibat kelaparan menunggu giliran vaksin.

    Untuk menghindari hal ini, Sahabat Sehat dianjurkan untuk mengatur pola makan dan hindari telat makan sehingga dapat menjaga kadar gula darah tetap stabil. Jika Sahabat Sehat mendapat jadwal suntik vaksin di pagi hari, sebaiknya jangan lewatkan sarapan. 

    Produk Terkait : Nutrisi

    Nah Sahabat Sehat, itulah tips pola makan baik sebelum dan setelah vaksinasi Covid-19. Meski sudah divaksin, tetap terapkan protokol kesehatan 5M yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menghindari kerumunan, menjaga jarak, dan membatasi mobilisasi.

    Jika Sahabat Sehat mengalami keluhan setelah vaksinasi, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi:

    1. Syarifah F. Rekomendasi Makanan Sebelum dan Setelah Vaksinasi COVID-19 dari Ahli Gizi [Internet]. Indonesia : Liputan 6. 2021 [updated 2021 April 10; cited 2021 July 08]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/4528571/rekomendasi-makanan-sebelum-dan-setelah-vaksinasi-covid-19-dari-ahli-gizi 
    2. Younkin L. What Should You Eat Before and After Getting the COVID Vaccine? Here’s What the Experts Say [Internet]. USA : Eating Well. 2021 [updated  2021 March 25; cited 2021 July 08]. Available from: https://www.eatingwell.com/article/7895606/what-should-you-eat-before-and-after-getting-the-covid-vaccine-heres-what-the-experts-say/ 
    3. Sass C. Here’s What You Should Eat-and What You Should Avoid-Before Getting Your COVID Vaccine [Internet]. 2021 [updated 2021 April 07; cited 2021 July 08]. Available from : https://www.health.com/condition/infectious-diseases/coronavirus/what-to-eat-before-and-after-covid-vaccine 
    4. Nabila  A. Catat Makanan yang Baiknya Dikonsumsi Sebelum-Sesudah Vaksin Corona [Internet]. Indonesia : DetikHealth. 2021 [updated 2021 Jun 26; cited 2021 July 08]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5620883/catat-makanan-yang-baiknya-dikonsumsi-sebelum-sesudah-vaksin-corona/2 
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sahabat Sehat, baru-baru ini viral masyarakat memborong susu dengan merk tertentu yang dipercaya memiliki khasiat dalam menyembuhkan Covid-19. Tak ketinggalan, bahan dasar dapur seperti bawang putih serta jahe turut diklaim mampu menyembuhkan Covid-19. Nah Sahabat Sehat, benarkah makanan tersebut dapat menyembuhkan Covid-19 ? […]

    Benarkah Makanan Ini Menyembuhkan Covid-19 ? Cek Faktanya Disini

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat

    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    masakan rumahan

    Sahabat Sehat, baru-baru ini viral masyarakat memborong susu dengan merk tertentu yang dipercaya memiliki khasiat dalam menyembuhkan Covid-19. Tak ketinggalan, bahan dasar dapur seperti bawang putih serta jahe turut diklaim mampu menyembuhkan Covid-19. Nah Sahabat Sehat, benarkah makanan tersebut dapat menyembuhkan Covid-19 ? Mari simak penjelasan berikut.

    Susu Sapi

    Susu secara umum diperlukan sebagai tambahan asupan gizi sehari-hari. Pakar gizi, Dokter Tan Shot Yen mengungkapkan bahwa informasi yang beredar di masyarakat mengenai susu dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit hanyalah mitos belaka. Ketua Satuan Tugas Covid-19 dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Profesor Zubairi Djoerban turut membantah klaim yang menyatakan susu dengan merk tertentu dapat menyembuhkan Covid-19 karena kandungan dalam susu tersebut tidak mampu membunuh virus SARS-CoV-2.

    Namun Sahabat Sehat tetap dapat memperoleh berbagai manfaat dari susu karena mengandung protein, lemak, kalsium, vitamin D, vitamin B2 dan B12, kalium, fosfor dan selenium. Sahabat Sehat dapat mencampurkan susu dengan makanan sehat lainnya seperti gandum, smoothies, maupun kopi.

    Baca Juga : Imun untuk Lawan Corona

    Suplemen Vitamin C

    Selanjutnya, masyarakat diberitakan memborong suplemen vitamin C dosis tinggi hingga 1.000 mg yang diklaim mampu menangkal Covid-19. Secara umum, Vitamin C (asam askorbat) merupakan vitamin yang larut dalam air dan berperan sebagai antioksidan sehingga memberikan efek anti peradangan dan menjaga kekebalan tubuh. 

    Kebutuhan harian vitamin C pada dewasa pria mencapai 90 mg per hari, sementara pada wanita dewasa mencapai 75 mg per hari. Sahabat Sehat sebaiknya berhati-hati dalam mengkonsumsi vitamin C dosis tinggi sebab meningkatkan resiko efek samping, seperti batu ginjal, diare, mual dan nyeri perut.

    Bawang Putih 

    Sejak merebaknya pandemi virus Covid-19, bawang putih diklaim sebagai salah satu pengobatan alami Covid-19. Faktanya, bawang putih hanya dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan hingga kini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa konsumsi bawang putih dapat mengatasi infeksi Covid-19.

    Baca Juga : Panduan Nutrisi untuk Mencegah Virus Corona

    Jahe Merah

    Jenis bumbu dapur lainnya yang juga diburu masyarakat adalah jahe merah. Sahabat Sehat dapat mengolah jahe merah menjadi racikan minuman herbal. Faktanya, jahe merah memiliki peran sebagai antioksidan namun hingga kini belum ada penelitian lebih lanjut yang mengungkapkan peran jahe merah sebagai antivirus dalam mengatasi infeksi Covid-19. Sahabat Sehat tetap dapat mengkonsumsi jahe merah untuk meringankan gejala Covid-19, seperti mengurangi nyeri dan melegakan tenggorokan. 

    Layanan Terkait : Rapidtest Covid19

    Air Kelapa 

    Belakangan ini air kelapa ramai diburu masyarakat karena diklaim dapat menyembuhkan Covid-19. Beberapa penelitian mengungkapkan air kelapa bermanfaat untuk mengganti elektrolit dan cairan tubuh yang hilang. Namun manfaat air kelapa dalam mengatasi infeksi Covid-19 masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai jenis makanan yang diklaim dapat menyembuhkan Covid-19. Meski demikian, Sahabat Sehat dianjurkan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan 5 M seperti menggunakan masker, menghindari kerumunan, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta membatasi mobilisasi.

    Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi:

    1. Fitria R. Susu Beruang dan Air Kelapa Hijau Diklaim Sebagai Obat Penyembuh COVID-19 [Internet]. Indonesia : Detikfood. 2021 [updated 2021 July 07; cited 2021 July 09]. Available from: https://food.detik.com/info-kuliner/d-5633497/susu-beruang-dan-air-kelapa-hijau-diklaim-sebagai-obat-penyembuh-covid-19/3 
    2. Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada.Mitos vs Fakta Seputar Covid-19 [Internet]. Indonesia : Universitas Gadjah Mada. 2021 [updated 2021 Mar 25; cited 2021 July 09]. Available from: https://fk.ugm.ac.id/mitos-vs-fakta-seputar-covid-19/ 
    3. Pramudiarja A. Deretan Hoax Air Kelapa: Netralkan Vaksin hingga Obati COVID-19. [Internet]. Indonesia : DetikHealth. 2021 [updated 2021 July 08; cited 2021 July 09]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5635282/deretan-hoax-air-kelapa-netralkan-vaksin-hingga-obati-covid-19 
    4. Kubala J. 5 Ways That Drinking Milk Can Improve Your Health [Internet]. USA : Healthline. 2018 [updated 2018 March 18; cited 2021 July 09]. Available from : https://www.healthline.com/nutrition/milk-benefits
    5. National Institutes of Health. Vitamin C [Internet]. USA : National Institutes of Health. 2021 [updated 2021 March 22; cited 2021 July 09]. Available from : https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminC-Consumer/ 
    Read More
  • Bercinta merupakan hal yang selalu di idamkan bagi setiap pasangat. Tapi, jika pasangan anda tidak bergairah sama sekali, membuat anda tidak ingin melanjutkan hubungan intim tersebut. Banyak hal yang bisa dilakukan agar pasangan bergairah atau anda juga bergairah. Bukan hanya terletak pada faktor-faktor tertentu, faktor makanan juga menjadi pemicu meningkatnya gairah pada pasangan anda tersebut. […]

    7 Makanan Meningkatkan Gairah Pasangan

    Bercinta merupakan hal yang selalu di idamkan bagi setiap pasangat. Tapi, jika pasangan anda tidak bergairah sama sekali, membuat anda tidak ingin melanjutkan hubungan intim tersebut. Banyak hal yang bisa dilakukan agar pasangan bergairah atau anda juga bergairah. Bukan hanya terletak pada faktor-faktor tertentu, faktor makanan juga menjadi pemicu meningkatnya gairah pada pasangan anda tersebut.

    Faktor yang bisa meningkatkan gairah pasangan sebelum bercinta adalah:

    • Obrolan Panas

    Obrolan panas bukan berarti anda harus menyiram obrolan tersebut dengan air panas ya. Seringlah mengobrol dengan pasangan anda topik yang panas, berhubungan dengan bercinta. Itu akan membantu anda meningkatkan gairah terhadap pasangan anda. Anda juga harus jujur dengan pasangan anda karena ikatan yang kuat bisa berpengaruh pada kepuasan itu sendiri. Topik panas mengenai bercinta bisa anda cari di beberapa website.

    • Cobalah Hal yang Baru

    Bercinta dengan gaya yang lama, akan menjadikanmu bosan dan monoton. Kamu bisa mencoba hal baru atau gaya baru dalam bercinta, karena itu juga bisa membantu kamu bergairah lagi dalam bercinta dan pastinya pasangan kamu menjadi lebih bergairah dari biasanya.

    • Olahraga Aerobik

    Olahraga tersebut bisa membantumu dalam hal meningkatkan gairah pasangan kamu dan meningkatkan libido juga pada kaum hawa. Cobalah selalu olahraga aerobik untuk meningkatkan libido atau gairah Anda.

    • Asupan Makanan

    Asupan makanan juga sangat berpengaruh dalam hal ini. Banyaklah mengonsumsi makanan yang bisa meningkatkan gairah satu sama lain. Carilah makanan yang mengandung afrodisak yang membantu meningkatkan libido seperti alpukat, stroberi, dsb.

    Jika ingin bercinta dan meningkatkan gairah ada pasangan anda, anda wajib coba mengonsumsi makanan ini. Makanan Apa Saja Yang Dapat Meningkatkan Gairah Pasangan?

    Makanan ternyata juga mempengaruhi gairah pasangan/ libido seks pasangan. Selama ini yang kita ketahui hanya obat- obatan yang digunakan untuk meningkatkan gairah pasangan atau libido seks pasangan anda. Ternyata faktor makanan juga mempengaruhi hal tersebut. Beberapa jenis makanan dan minumna juga sangat mempengaruhi untuk meningkatkan gairah pasangan anda. Karena vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh sangat berpengaruh terhadap hal tersebut.

    Makanan apa saja yang bisa meningkatkan gairah pasangan ? berikut ulasannya

    1. Pomegrande

    Pomegrande biasa disebut dengan sebutan buah delima. Buah delima merupakan buah yang sangat mengandung antioksidan yang tinggi. Buah delima juga mengandung polifenol yang berguna untuk penyakit stroke, jantung, dan tekanan darah. Bukan hanya itu saja, buah delima juga bisa meningkatkan gairah seks anda maupun pasangan karena mengandung mikronutrient, buah delima juga mengandung flavon yang berguna untuk kesehatan ereksi

    2. Alpukat

    Alpukat merupakan buah yang mengandung banyak khasiat. Sebenarnya buah alpukat diambil dari kata aztec yang mempunyai arti testis. Sejak dulu buah alpukat memang sangat baik dikonsumsi para pria karena kandungan potasium yang tinggi dapat meningkatkan libido pda pria dan dipercaya meningkatkan libido/ gairah seks anda. Buat anda yang ingin meningkatkan gairah, anda bisa mencobanya sekarang

    3. Tiram / Kerang

    Buat kamu yang menyukai dunia seafood atau sering dan suka mengonsumsi seafood, anda pasti sering makan tiram/ kerang. Seafood ini bisa meningkatkan gairah pada pasangan anda karena tiram mengandung seng dan mineral yang bisa meningkatkan gairah anda. Mineral dalam tiram tersebut juga menghasilkan testoteron yang berguna pada tubuh anda dalam meningkatkan energi yang berupa mensintesis hormon teroid.

    4. Bayam

    Bayam adalah sayuran yang sangat penting dalam sirkulasi aliran darah pada alat vital. Bayam mengandung magnesium dan mineral yang tinggi, berguna untuk menurunkan peradangan dalam pembuluh darah yang berguna untuk aliran darah. Bayam setara dengan viagra yang bisa meningkatkan gairah dan bisa membantu memberikan rasa bahagia. Bayam sangat baik dikonsumsi oleh pria berumur yang ingin meningkatkan stamina atau gairah pasangan, anda bisa makan bayam setiap hari jika ingin meningkatkan gairah pasangan.

    5. Wortel

    Wortel merupakan makanan yang kaya Vitamin A. Wortel sangat berguna untuk mata, tapi kita perlu tau bahwa wortel juga bisa meningkatkan gairah pada pasangan anda. Wortel mempunyai peran penting dalam produksi sperma. Sekitar 6,5 persen hingga 8 persen orang yang mengonsumsi wortel lebih baik produksi spermanya dari pada yang tidak mengonsumsi.

    6. Stroberi

    Buah ini sangat familiar bagi anda, bukan? Stroberi dipercaya untuk meningkatkan girah seks pada pasangan anda. Stroberi mengandung vitamin C yang tinggi yang berguna untuk meningkatkan sperma. Bukan hanya itu saja, buah stroberi juga di percaya bisa mempengaruhi libido anda. Anda dapat memakan buah ini dan dicelupkan pada coklat. Anda harus mencobanya jika anda mau.

    7. Udang/ Lobster

    Bagi anda penggemar seafood pasti tidak asing lagi dengan namanya udang/lobster. Udang sangat mempunyai peran penting untuk meningkatkan gairah pada pasangan. Makanan laut berupa udang atau lobster ini memiliki kandungan protein yang tinggi dan rendah lemak. Kandungan fosfor dalam udang/ lobster ini sangat berguna bagi pria dan wanita dalam meningkatkan gairah. Kandungan asam lemak esensial dalam udang juga mempunyai peran penting dalam meningkatkan sensitivitas organ seksual. Bagi anda yang doyan makan seafood, konsumsilah dalam jumlah sewajarnya.

    Itu adalah jenis makanan yang bisa meningkatkan gairah pasangan anda, jangan lupa anda juga harus menjaga pola makan yang sehat serta berolahraga secara rutin, dan hindari makanan junk food atau makanan siap saji. Semoga artikel ini sangat membantu anda, terima kasih.

    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Pada kelompok lanjut usia (lansia) diketahui telah terjadi penurunan massa otot dan sistem kekebalan tubuh. Sahabat Sehat, salah satu cara untuk menjaga kesehatan lansia agar tetap produktif di usia senja adalah dengan menjaga asupan nutrisi dan pemberian suplemen. Nah Sahabat Sehat, apa saja jenis suplemen yang dapat menunjang […]

    Ketahui Beragam Jenis Suplemen Penunjang Kesehatan Lansia

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    beli suplemen dan multivitamin liburan dengan lansia prosehat

    Pada kelompok lanjut usia (lansia) diketahui telah terjadi penurunan massa otot dan sistem kekebalan tubuh. Sahabat Sehat, salah satu cara untuk menjaga kesehatan lansia agar tetap produktif di usia senja adalah dengan menjaga asupan nutrisi dan pemberian suplemen. Nah Sahabat Sehat, apa saja jenis suplemen yang dapat menunjang kesehatan lansia ? Mari simak penjelasan berikut !

    Pentingnya Asupan Gizi Bagi Lansia

    Diketahui lebih dari 60% populasi lansia kekurangan asupan vitamin D, vitamin E, asam folat, kalsium, dan serat. Kekurangan nutrisi pada lansia dapat meningkatkan resiko penyakit degeneratif, gangguan tulang dan sendi, penyakit jantung dan pembuluh darah, maupun gangguan gigi dan mulut.

    Produk Terkait :  Perawatan Lansia

    Memasuki usia 50 tahun keatas, direkomendasikan asupan energi per hari pada pria mencapai 2.300 kilo kalori dan 1.900 kilo kalori untuk wanita. Termasuk diantaranya kebutuhan protein sebanyak 63 gram per hari untuk pria dan 50 gram per hari untuk wanita yang berusia 50 tahun keatas.

    Jenis Suplemen Penunjang Kesehatan Lansia

    Sahabat Sehat, berikut beberapa jenis vitamin dan mineral yang disarankan dikonsumsi para lansia :

    Vitamin D dan Kalsium

    Lansia, terutama pada wanita yang sudah menopause dapat mengakibatkan tubuh kekurangan hormon estrogen untuk menjaga massa tulang sehingga tulang rentan keropos serta patah tulang. Asupan vitamin D dapat diperoleh dari ikan tuna, ikan mackerel, hati sapi, keju, merah telur. Sementara sumber kalsium dapat diperoleh dari keju, yoghurt, susu dan produk olahannya.

    Omega 3

    Omega 3 dapat membantu mencegah gangguan irama jantung, mengurangi penyumbatan di pembuluh darah, melawan proses peradangan, serta menjaga kadar gula darah agar tetap stabil. Disarankan asupan EPA dan DHA Omega 3 sekitar 1.000 mg per hari. Sumber omega 3 alami dapat diperoleh dari minyak biji rami, ikan salmon, kacang kenari dan edamame.

    Vitamin B12

    Vitamin B12 dapat menjaga kesehatan sel darah merah, sel DNA, dan fungsi sel saraf. Kekurangan vitamin B12 pada lansia dapat menyebabkan gangguan kognitif, misal dementia. Sumber alami vitamin B12 dapat diperoleh dari ikan, daging, unggas, telur, susu dan produk olahannya, serta kacang polong.

    Asam Folat

    Kekurangan asam folat dapat menyebabkan kekurangan darah (anemia). Pada orang yang jarang mengkonsumsi buah dan sayur atau sereal tanpa fortifikasi asam folat, rentan mengalami kekurangan asam folat.

    Produk Terkait : Multivitamin

    Kalium

    Asupan kalium yang cukup dapat membantu menjaga kekuatan tulang. Kalium berperan penting dalam menjaga fungsi sel, menurunkan tekanan darah, serta menurunkan resiko batu ginjal. Sahabat Sehat dapat memperoleh asupan kalium dari pisang, plum, maupun kentang.

    Magnesium

    Magnesium berperan pada proses fisiologi tubuh termasuk menjaga sistem kekebalan tubuh serta menjaga kesehatan jantung dan tulang. Sumber magnesium dapat Sahabat Sehat peroleh dari buah, sayur, kacang-kacangan, maupun biji-bijian utuh.

    Serat

    Serat dapat membantu kesehatan saluran cerna manusia. Serat dapat diperoleh dari biji-bijian utuh, kacang-kacangan, sayur dan buah. Diketahui asupan serat turut membantu menjaga kesehatan jantung. 

    Nah Sahabat Sehat,itulah mengenai beragam jenis suplemen untuk menunjang kesehatan lansia agar tetap produktif. Selain itu agar tetap menjaga kesehatan tubuh, Sahabat Sehat disarankan untuk istirahat yang cukup, minum air putih minimal 8 gelas per hari serta melakukan olahraga.

    Baca Juga : Vaksin Sinovac Untuk Lansia

    Sahabat Sehat dapat memperoleh produk kesehatan seperti suplemen maupun multivitamin di ProSehat. Jika ada keluhan terkait kondisi kesehatan selama Sahabat Sehat di rumah, segera manfaatkan Chat Dokter ProSehat untuk berkonsultasi dengan dokter secara daring. Info lebih lengkap silahkan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Paturel A. Supplements to Take in Your 50s, 60s and 70s [internet]. USA : American Association of Retired Persons; [cited 2021 June 02]. Available from : https://www.aarp.org/health/drugs-supplements/info-2015/must-have-supplements.html
    2. Jaret P. Older Adults: 9 Nutrients You May Be Missing [internet]. USA : WebMD; [cited 2021 June 02]. Available from : https://www.webmd.com/healthy-aging/features/missing-nutrients#1
    3. British Nutrition Foundation. Older Adults [internet]. UK : British Nutrition Foundation; [cited 2021 June 02]. Available from : https://www.nutrition.org.uk/nutritionscience/life/older-adults.html?showall=1
    4. Foote J, Giuliano A, Harris R. Older Adults Need Guidance to Meet Nutritional Recommendations. J Am Coll Nutr. 2000 Oct; 19(5): 628–640.
    Read More
  • Sahabat Sehat, momen berbuka puasa adalah salah satu hal yang dinantikan saat bulan Ramadan. Selama masa pandemi Covid-19, Sahabat Sehat disarankan untuk tetap memilih menu makanan yang sehat dan bergizi seimbang untuk tetap menjaga sistem kekebalan tubuh. Baca Juga: 8 Manfaat Positif Berpuasa Bagi Kesehatan Tubuh dan Mental yang Perlu Kamu Ketahui Nah, apa saja […]

    Catat ! Ini Menu Sehat Berbuka Puasa di Tengah Pandemi Covid-19

    Sahabat Sehat, momen berbuka puasa adalah salah satu hal yang dinantikan saat bulan Ramadan. Selama masa pandemi Covid-19, Sahabat Sehat disarankan untuk tetap memilih menu makanan yang sehat dan bergizi seimbang untuk tetap menjaga sistem kekebalan tubuh.

    menu sehat berbuka puasa di tengah pandemi

    Baca Juga: 8 Manfaat Positif Berpuasa Bagi Kesehatan Tubuh dan Mental yang Perlu Kamu Ketahui

    Nah, apa saja menu sehat yang dapat dikonsumsi untuk berbuka puasa? Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut ini !

    Pilih Makanan Bergizi Seimbang

    Saat berpuasa, Sahabat Sehat membutuhkan energi agar dapat melakukan berbagai aktivitas. Agar tubuh tidak lesu, Sahabat Sehat harus memilih makanan dengan komposisi gizi yang seimbang seperti mengandung karbohidrat, protein, lemak, dan mineral.

    Ahli gizi dari RSU PKU Muhammadiyah Bantul, dr. Ika Rubaidah mengungkap bahwa karbohidrat yang terbaik adalah karbohidrat kompleks seperti nasi merah dan roti gandum.

    Hal lain yang perlu diperhatikan adalah konsumsi buah dan sayur untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan serat bagi tubuh. Menu makanan bergizi seimbang tersebut sebaiknya Sahabat Sehat terapkan ketika sahur dan berbuka puasa.

    Konsumsi Makanan Segar

    Agar tubuh kembali bertenaga setelah berpuasa, Sahabat Sehat sebaiknya pilih makanan yang segar seperti pisang, jambu biji, pepaya, bayam, sawi, kacang panjang, pare, dan lainnya.

    Produk Terkait: Jual Vegeblend

    Hindari makanan atau minuman yang diawetkan, sebab makanan segar lebih kaya akan vitamin dan mineral yang dibutuhkan bagi tubuh.

    Hindari Gorengan & Santan

    Saat berbuka puasa, banyak Sahabat Sehat yang langsung menyantap gorengan karena aroma, tekstur, dan rasanya yang menggoda.

    Namun ternyata kebiasaan ini kurang baik bagi tubuh sebab makanan gorengan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. Selain makanan gorengan, yang perlu Sahabat Sehat hindari juga adalah makanan bersantan.

    Baca Juga: Alasan Orang Indonesia Gemar Konsumsi Gorengan Meski Tidak Menyehatkan

    Ada baiknya Sahabat Sehat mulai mengurangi asupan makanan gorengan dan bersantan dan sebagai gantinya Sahabat Sehat dapat memilih sayur, buah, maupun kurma yang lebih bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

    Batasi Asupan Gula dan Garam

    Saat menyajikan makanan untuk berbuka puasa, Sahabat Sehat perlu memperhatikan takaran  gula dan garam. Asupan gula dibatasi maksimal 4 sendok makan per hari sebab konsumsi gula yang berlebihan berisiko menyebabkan penyakit degeneratif seperti kencing manis.

    Sedangkan untuk asupan garam dibatasi sekitar 1 sendok teh garam per hari. Asupan garam yang berlebihan meningkatkan risiko penyakit hipertensi.

    Produk Terkait: Jual Garam Himalaya

    Sahabat Sehat juga sebaiknya membatasi konsumsi makanan cepat saji dan minuman berpengawet karena mengandung garam dan gula yang tinggi.

    Makan Secukupnya

    Supaya tubuh tetap sehat saat berbuka puasa, sebaiknya Sahabat Sehat memastikan porsi makan secukupnya dan tidak berlebihan.

    Makan secara berlebihan, dapat berimbas pada kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko timbulnya penyakit metabolik. Sementara itu jika asupan makanan kurang, dapat meningkatkan resiko kekurangan gizi sehingga sistem kekebalan tubuh menurun dan mudah terinfeksi penyakit.

    Sahabat Sehat, jangan lupa konsumsi air putih yang cukup untuk mencegah kekurangan cairan tubuh saat berpuasa. Minum air putih 2 gelas saat berbuka puasa, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur.

    Hindari Makan dan Minum di Luar Rumah

    Supaya Sahabat Sehat dapat menjalani puasa di tengah masa pandemi Covid-19 dengan baik, sebaiknya hindari makan dan minum di luar rumah. Sahabat Sehat dapat mengolah makanan dan minuman buatan sendiri, sehingga lebih terjamin kualitas dan kebersihan makanan yang dikonsumsi.

    Baca Juga: Panduan Menu Masakan Sehari-hari Buat Keluarga dengan Gizi Seimbang

    Nah Sahabat Sehat, itulah tips menu makanan sehat untuk berbuka puasa di tengah masa pandemi Covid-19 yang dapat Sahabat Sehat lakukan sehingga tetap melindungi tubuh dari berbagai penyakit.

    Ingin konsumsi makanan sehat yang berkualitas untuk menu buka puasa? Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Cara Memilih Makanan Sehat saat Puasa Ramadhan di Masa Pandemi – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2021 [cited 26 April 2021]. Available from: https://tirto.id/cara-memilih-makanan-sehat-saat-puasa-ramadhan-di-masa-pandemi-gdd8
    2. Tepat Memilih Menu Buka dan Sahur Saat Ramadan Jaga Tubuh Tetap Sehat di Masa Pandemi [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 26 April 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/ramadan/read/4529276/tepat-memilih-menu-buka-dan-sahur-saat-ramadan-jaga-tubuh-tetap-sehat-di-masa-pandemi#
    3. Media K. Tips Pilih Menu Buka Puasa dan Sahur dari Dokter Gizi Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 26 April 2021]. Available from: https://www.kompas.com/food/read/2021/04/12/141943575/tips-pilih-menu-buka-puasa-dan-sahur-dari-dokter-gizi?page=all

     

    Read More
  • Kekurangan cairan tubuh (dehidrasi) merupakan masalah yang sering dialami selama berpuasa sehingga tubuh terasa lemas hingga sakit kepala. Baca Juga: Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa di Bulan Ramadan Cara mengatasinya cukup mudah yaitu dengan memperbanyak konsumsi air putih saat sahur dan berbuka puasa, serta menghindari minuman berpemanis buatan dan minuman berkafein yang dapat menimbulkan rasa haus. […]

    Wajib Dicoba! 10 Macam Buah Pencegah Dehidrasi Saat Berpuasa

    Kekurangan cairan tubuh (dehidrasi) merupakan masalah yang sering dialami selama berpuasa sehingga tubuh terasa lemas hingga sakit kepala.

    buah pencegah dehidrasi

    Baca Juga: Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa di Bulan Ramadan

    Cara mengatasinya cukup mudah yaitu dengan memperbanyak konsumsi air putih saat sahur dan berbuka puasa, serta menghindari minuman berpemanis buatan dan minuman berkafein yang dapat menimbulkan rasa haus.

    Selain dengan minum air putih, dehidrasi juga dapat dicegah dengan mengkonsumsi buah-buahan. Berikut 10 buah pencegah dehidrasi selama berpuasa:

    1. Semangka

    Buah yang berwarna merah ini sangat cocok untuk mencegah dehidrasi saat berpuasa karena mengandung 92% air. Semangka mengandung gula alami, magnesium, sodium, dan potasium yang efektif dalam mencegah dehidrasi.

    2. Melon

    Buah selanjutnya yang dapat Sahabat konsumsi adalah melon. Melon mengandung 90% air, yang dapat membantu mencukupi kebutuhan cairan sehingga dapat mencegah dehidrasi.

    3. Jeruk

    Selain kaya akan Vitamin C yang berperan dalam proses pembentukan daya tahan tubuh, jeruk juga dapat Sahabat konsumsi untuk mencegah dehidrasi karena mengandung 87% air.

    Produk Terkait: Jual Vitamin C

    4. Buah Beri

    Buah beri seperti stroberi direkomendasikan untuk dikonsumsi selama bulan Ramadan karena ternyata mampu menjadi buah pencegah dehidrasi. Buah yang didominasi dengan rasa asam ini memiliki kandungan air sebanyak 91%, dan mengandung antioksidan yang diperlukan bagi tubuh dalam melawan radikal bebas. Buah beri lainnya seperti raspberry dan blueberry juga dapat Sahabat konsumsi.

    5. Tomat

    Selain dijadikan sebagai salah satu bahan dalam memasak, tomat juga bermanfaat untuk mencegah dehidrasi karena mengandung air hingga 94%. Sahabat bisa memakan tomat secara langsung atau mengolah menjadi jus.

    Baca Juga: 10 Jenis Buah dan Sayur yang Baik untuk Nutrisi Otak Anak

    6. Kelapa Muda

    Air kelapa muda merupakan cairan yang kaya akan elektrolit, sehingga dapat mengganti cairan tubuh yang hilang selama puasa dan memberi efek menyegarkan.

    7. Blewah

    Buah lainnya yang bisa Sahabat konsumsi untuk mencegah dehidrasi adalah blewah. Buah ini memiliki tingkat hidrasi hingga 89%. Blewah dapat membantu meningkatkan produksi energi dan menjaga gula darah agar tetap stabil.

    Produk Terkait: Cek Lab

    8. Mangga

    Buah mangga dapat membantu Sahabat mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuh. Selain itu mangga mengandung serat, vitamin A, vitamin B6, dan vitamin C yang dapat membuat Sahabat tetap bugar selama berpuasa.

    Produk Terkait: Jual Vegefrut

    9. Nanas

    Ingin buah yang tidak hanya mengandung cukup air, tetapi juga dapat menangkal penyakit? Jawabannya adalah nanas. Buah tropis ini tidak hanya mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuh,  namun juga memiliki khasiat dalam mengatasi proses peradangan sehingga dapat menjaga kesehatan tubuh selama bulan Ramadan.

    10. Pepaya

    Satu buah pepaya mengandung sekitar 90% air. Tak hanya itu, pepaya juga mengandung serat yang dapat membantu mengatasi masalah pencernaan.

    Sahabat Sehat, itulah 10 macam buah pencegah dehidrasi selama berpuasa. Sahabat dapat mengkonsumsi buah-buahan saat sahur dan berbuka puasa, terutama sebelum menyantap hidangan utama.

    Baca Juga: Makanan Sehat Pencernaan Lancar

    Sahabat Sehat juga dapat mengkonsumsi buah-buahan dalam bentuk suplemen yang lebih praktis, dan tersedia di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Kirana F. 8 Buah Segar Ini Jaga Tubuh Dari Dehidrasi Selama Puasa [Internet]. fimela.com. 2021 [cited 15 April 2021]. Available from: https://www.fimela.com/lifestyle-relationship/read/3960398/8-buah-segar-ini-jaga-tubuh-dari-dehidrasi-selama-puasa#
    2. 9 Buah segar pencegah dehidrasi saat Ramadan | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2021 [cited 15 April 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/sehat/9-buah-segar-pencegah-dehidrasi-saat-ramadan.html

     

    Read More
  • Memasuki bulan Ramadan, siapa tidak kenal dengan buah kurma yang kerap dijadikan sebagai salah satu menu saat berbuka puasa. Baca Juga: 8 Makanan yang Dianjurkan Saat Berbuka Puasa Nabi Muhammad SAW pernah menyatakan bahwa menyantap buah kurma saat berbuka puasa termasuk sunah. Hal ini sejalan dengan beragam manfaat kurma dari segi kesehatan. Yuk, Sahabat Sehat, […]

    Dapatkan Beragam Manfaat Berbuka Puasa dengan Kurma

    Memasuki bulan Ramadan, siapa tidak kenal dengan buah kurma yang kerap dijadikan sebagai salah satu menu saat berbuka puasa.

    manfaat berbuka puasa dengan kurma

    Baca Juga: 8 Makanan yang Dianjurkan Saat Berbuka Puasa

    Nabi Muhammad SAW pernah menyatakan bahwa menyantap buah kurma saat berbuka puasa termasuk sunah. Hal ini sejalan dengan beragam manfaat kurma dari segi kesehatan. Yuk, Sahabat Sehat, mari simak beragam manfaat berbuka puasa dengan mengonsumsi buah kurma.

    Manfaat Berbuka Puasa dengan Kurma

    Mengontrol Gula Darah

    Saat berbuka puasa, Sahabat disarankan mengonsumsi makanan yang manis terlebih dahulu untuk meningkatkan energi dan gula darah. Namun Sahabat sebaiknya tidak berlebihan konsumsi makanan dan minuman yang manis karena berisiko meningkatkan gula darah secara drastis, terlebih bagi para penderita diabetes.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Sebagai pilihannya Sahabat bisa mengonsumsi buah kurma karena termasuk dalam makanan dengan indeks glikemik rendah, dan kaya akan serat.

    Melancarkan Pencernaan

    Selain dapat mengontrol gula darah, kurma juga dapat membantu melancarkan pencernaan karena mengandung serat. Kurma dapat menyiapkan perut untuk mencerna lebih banyak makanan sehingga perut tidak kaget saat berbuka puasa.

    Mencegah Sembelit

    Selama berpuasa, pola makan  berubah dan bila Sahabat kurang konsumsi serat saat sahur dan berbuka puasa maka meningkatkan risiko mengalami sembelit.

    Baca Juga: Apa Saja Risiko Kurang Konsumsi Buah dan Sayur?

    Berdasarkan sebuah penelitian, orang yang mengonsumsi 7 buah kurma setiap hari dapat buang air secara teratur sebab kandungan serat dalam kurma dapat mencegah sembeli.

    Menyeimbangkan Keasaman Darah

    Kurma turut berperan dalam menjaga keasaman darah yang dihasilkan dari asupan daging dan karbohidrat yang berlebihan saat berbuka puasa karena mengandung garam alkali.

    Tingginya kadar asam dalam darah diketahui berkaitan dengan meningkatnya asam urat, batu ginjal, dan tekanan darah tinggi.

    Melindungi Saluran Cerna

    Lambung dan usus merupakan organ pencernaan yang utama dalam tubuh. Mengonsumsi buah kurma saat berbuka puasa dapat membantu melindungi lambung dan usus dari bakteri maupun parasit yang mungkin masuk bersama makanan.

    Kurma Tidak Menyebabkan Obesitas

    Meski mengandung protein dan karbohidrat, kurma diketahui tidak menyebabkan obesitas karena kaya akan serat.

    Sebagai gambaran, satu buah kurma mengandung sekitar 23 kalori, 0,03 gram lemak, 6,23 gram karbohidrat, dan 0,2 protein.

    Kandungan gizi lain yang terdapat dalam buah kurma antara lain kalsium, fosfor, zat besi, kalium, dan vitamin A. Sahabat dapat mengkonsumsi 3-5 buah kurma untuk membantu memenuhi kebutuhan kalori saat berbuka puasa.

    Sahabat Sehat, itulah sederet manfaat berbuka puasa dengan kurma yang cukup baik bagi kesehatan tubuh setelah seharian berpuasa.

    Baca Juga: 5 Menu Sehat dan Praktis Saat Telat Sahur

    Selain itu buah kurma ternyata juga dapat diolah menjadi minuman sari kurma yang lebih praktis saat dikonsumsi.

    Produk Terkait: Sari Kurma Al Jazira 360 Gram

    Sahabat Sehat dapat memperoleh sari kurma, maupun produk kesehatan lainnya di Prosehat. Apabila Sahabat mengalami kendala selama berpuasa, silahkan berkonsultasi dengan dokter di Prosehat.

    Info lebih lengkap dapat menghubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Manfaat Berbuka Puasa dengan Kurma [Internet]. CNN Indonesia. 2021 [cited 13 April 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200417150449-255-494569/manfaat-berbuka-puasa-dengan-kurma
    2. Media K. Ahli Ungkap Sederet Manfaat Berbuka Puasa dengan Kurma [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 13 April 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2021/04/12/075552920/ahli-ungkap-sederet-manfaat-berbuka-puasa-dengan-kurma

     

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja