Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Makanan Sehat

Showing 1–10 of 194 results

  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Pada kelompok lanjut usia (lansia) diketahui telah terjadi penurunan massa otot dan sistem kekebalan tubuh. Sahabat Sehat, salah satu cara untuk menjaga kesehatan lansia agar tetap produktif di usia senja adalah dengan menjaga asupan nutrisi dan pemberian suplemen. Nah Sahabat Sehat, apa saja jenis suplemen yang dapat menunjang […]

    Ketahui Beragam Jenis Suplemen Penunjang Kesehatan Lansia

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    beli suplemen dan multivitamin liburan dengan lansia prosehat

    Pada kelompok lanjut usia (lansia) diketahui telah terjadi penurunan massa otot dan sistem kekebalan tubuh. Sahabat Sehat, salah satu cara untuk menjaga kesehatan lansia agar tetap produktif di usia senja adalah dengan menjaga asupan nutrisi dan pemberian suplemen. Nah Sahabat Sehat, apa saja jenis suplemen yang dapat menunjang kesehatan lansia ? Mari simak penjelasan berikut !

    Pentingnya Asupan Gizi Bagi Lansia

    Diketahui lebih dari 60% populasi lansia kekurangan asupan vitamin D, vitamin E, asam folat, kalsium, dan serat. Kekurangan nutrisi pada lansia dapat meningkatkan resiko penyakit degeneratif, gangguan tulang dan sendi, penyakit jantung dan pembuluh darah, maupun gangguan gigi dan mulut.

    Produk Terkait :  Perawatan Lansia

    Memasuki usia 50 tahun keatas, direkomendasikan asupan energi per hari pada pria mencapai 2.300 kilo kalori dan 1.900 kilo kalori untuk wanita. Termasuk diantaranya kebutuhan protein sebanyak 63 gram per hari untuk pria dan 50 gram per hari untuk wanita yang berusia 50 tahun keatas.

    Jenis Suplemen Penunjang Kesehatan Lansia

    Sahabat Sehat, berikut beberapa jenis vitamin dan mineral yang disarankan dikonsumsi para lansia :

    Vitamin D dan Kalsium

    Lansia, terutama pada wanita yang sudah menopause dapat mengakibatkan tubuh kekurangan hormon estrogen untuk menjaga massa tulang sehingga tulang rentan keropos serta patah tulang. Asupan vitamin D dapat diperoleh dari ikan tuna, ikan mackerel, hati sapi, keju, merah telur. Sementara sumber kalsium dapat diperoleh dari keju, yoghurt, susu dan produk olahannya.

    Omega 3

    Omega 3 dapat membantu mencegah gangguan irama jantung, mengurangi penyumbatan di pembuluh darah, melawan proses peradangan, serta menjaga kadar gula darah agar tetap stabil. Disarankan asupan EPA dan DHA Omega 3 sekitar 1.000 mg per hari. Sumber omega 3 alami dapat diperoleh dari minyak biji rami, ikan salmon, kacang kenari dan edamame.

    Vitamin B12

    Vitamin B12 dapat menjaga kesehatan sel darah merah, sel DNA, dan fungsi sel saraf. Kekurangan vitamin B12 pada lansia dapat menyebabkan gangguan kognitif, misal dementia. Sumber alami vitamin B12 dapat diperoleh dari ikan, daging, unggas, telur, susu dan produk olahannya, serta kacang polong.

    Asam Folat

    Kekurangan asam folat dapat menyebabkan kekurangan darah (anemia). Pada orang yang jarang mengkonsumsi buah dan sayur atau sereal tanpa fortifikasi asam folat, rentan mengalami kekurangan asam folat.

    Produk Terkait : Multivitamin

    Kalium

    Asupan kalium yang cukup dapat membantu menjaga kekuatan tulang. Kalium berperan penting dalam menjaga fungsi sel, menurunkan tekanan darah, serta menurunkan resiko batu ginjal. Sahabat Sehat dapat memperoleh asupan kalium dari pisang, plum, maupun kentang.

    Magnesium

    Magnesium berperan pada proses fisiologi tubuh termasuk menjaga sistem kekebalan tubuh serta menjaga kesehatan jantung dan tulang. Sumber magnesium dapat Sahabat Sehat peroleh dari buah, sayur, kacang-kacangan, maupun biji-bijian utuh.

    Serat

    Serat dapat membantu kesehatan saluran cerna manusia. Serat dapat diperoleh dari biji-bijian utuh, kacang-kacangan, sayur dan buah. Diketahui asupan serat turut membantu menjaga kesehatan jantung. 

    Nah Sahabat Sehat,itulah mengenai beragam jenis suplemen untuk menunjang kesehatan lansia agar tetap produktif. Selain itu agar tetap menjaga kesehatan tubuh, Sahabat Sehat disarankan untuk istirahat yang cukup, minum air putih minimal 8 gelas per hari serta melakukan olahraga.

    Baca Juga : Vaksin Sinovac Untuk Lansia

    Sahabat Sehat dapat memperoleh produk kesehatan seperti suplemen maupun multivitamin di ProSehat. Jika ada keluhan terkait kondisi kesehatan selama Sahabat Sehat di rumah, segera manfaatkan Chat Dokter ProSehat untuk berkonsultasi dengan dokter secara daring. Info lebih lengkap silahkan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Paturel A. Supplements to Take in Your 50s, 60s and 70s [internet]. USA : American Association of Retired Persons; [cited 2021 June 02]. Available from : https://www.aarp.org/health/drugs-supplements/info-2015/must-have-supplements.html
    2. Jaret P. Older Adults: 9 Nutrients You May Be Missing [internet]. USA : WebMD; [cited 2021 June 02]. Available from : https://www.webmd.com/healthy-aging/features/missing-nutrients#1
    3. British Nutrition Foundation. Older Adults [internet]. UK : British Nutrition Foundation; [cited 2021 June 02]. Available from : https://www.nutrition.org.uk/nutritionscience/life/older-adults.html?showall=1
    4. Foote J, Giuliano A, Harris R. Older Adults Need Guidance to Meet Nutritional Recommendations. J Am Coll Nutr. 2000 Oct; 19(5): 628–640.
    Read More
  • Sahabat Sehat, momen berbuka puasa adalah salah satu hal yang dinantikan saat bulan Ramadan. Selama masa pandemi Covid-19, Sahabat Sehat disarankan untuk tetap memilih menu makanan yang sehat dan bergizi seimbang untuk tetap menjaga sistem kekebalan tubuh. Baca Juga: 8 Manfaat Positif Berpuasa Bagi Kesehatan Tubuh dan Mental yang Perlu Kamu Ketahui Nah, apa saja […]

    Catat ! Ini Menu Sehat Berbuka Puasa di Tengah Pandemi Covid-19

    Sahabat Sehat, momen berbuka puasa adalah salah satu hal yang dinantikan saat bulan Ramadan. Selama masa pandemi Covid-19, Sahabat Sehat disarankan untuk tetap memilih menu makanan yang sehat dan bergizi seimbang untuk tetap menjaga sistem kekebalan tubuh.

    menu sehat berbuka puasa di tengah pandemi

    Baca Juga: 8 Manfaat Positif Berpuasa Bagi Kesehatan Tubuh dan Mental yang Perlu Kamu Ketahui

    Nah, apa saja menu sehat yang dapat dikonsumsi untuk berbuka puasa? Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut ini !

    Pilih Makanan Bergizi Seimbang

    Saat berpuasa, Sahabat Sehat membutuhkan energi agar dapat melakukan berbagai aktivitas. Agar tubuh tidak lesu, Sahabat Sehat harus memilih makanan dengan komposisi gizi yang seimbang seperti mengandung karbohidrat, protein, lemak, dan mineral.

    Ahli gizi dari RSU PKU Muhammadiyah Bantul, dr. Ika Rubaidah mengungkap bahwa karbohidrat yang terbaik adalah karbohidrat kompleks seperti nasi merah dan roti gandum.

    Hal lain yang perlu diperhatikan adalah konsumsi buah dan sayur untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan serat bagi tubuh. Menu makanan bergizi seimbang tersebut sebaiknya Sahabat Sehat terapkan ketika sahur dan berbuka puasa.

    Konsumsi Makanan Segar

    Agar tubuh kembali bertenaga setelah berpuasa, Sahabat Sehat sebaiknya pilih makanan yang segar seperti pisang, jambu biji, pepaya, bayam, sawi, kacang panjang, pare, dan lainnya.

    Produk Terkait: Jual Vegeblend

    Hindari makanan atau minuman yang diawetkan, sebab makanan segar lebih kaya akan vitamin dan mineral yang dibutuhkan bagi tubuh.

    Hindari Gorengan & Santan

    Saat berbuka puasa, banyak Sahabat Sehat yang langsung menyantap gorengan karena aroma, tekstur, dan rasanya yang menggoda.

    Namun ternyata kebiasaan ini kurang baik bagi tubuh sebab makanan gorengan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. Selain makanan gorengan, yang perlu Sahabat Sehat hindari juga adalah makanan bersantan.

    Baca Juga: Alasan Orang Indonesia Gemar Konsumsi Gorengan Meski Tidak Menyehatkan

    Ada baiknya Sahabat Sehat mulai mengurangi asupan makanan gorengan dan bersantan dan sebagai gantinya Sahabat Sehat dapat memilih sayur, buah, maupun kurma yang lebih bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

    Batasi Asupan Gula dan Garam

    Saat menyajikan makanan untuk berbuka puasa, Sahabat Sehat perlu memperhatikan takaran  gula dan garam. Asupan gula dibatasi maksimal 4 sendok makan per hari sebab konsumsi gula yang berlebihan berisiko menyebabkan penyakit degeneratif seperti kencing manis.

    Sedangkan untuk asupan garam dibatasi sekitar 1 sendok teh garam per hari. Asupan garam yang berlebihan meningkatkan risiko penyakit hipertensi.

    Produk Terkait: Jual Garam Himalaya

    Sahabat Sehat juga sebaiknya membatasi konsumsi makanan cepat saji dan minuman berpengawet karena mengandung garam dan gula yang tinggi.

    Makan Secukupnya

    Supaya tubuh tetap sehat saat berbuka puasa, sebaiknya Sahabat Sehat memastikan porsi makan secukupnya dan tidak berlebihan.

    Makan secara berlebihan, dapat berimbas pada kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko timbulnya penyakit metabolik. Sementara itu jika asupan makanan kurang, dapat meningkatkan resiko kekurangan gizi sehingga sistem kekebalan tubuh menurun dan mudah terinfeksi penyakit.

    Sahabat Sehat, jangan lupa konsumsi air putih yang cukup untuk mencegah kekurangan cairan tubuh saat berpuasa. Minum air putih 2 gelas saat berbuka puasa, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur.

    Hindari Makan dan Minum di Luar Rumah

    Supaya Sahabat Sehat dapat menjalani puasa di tengah masa pandemi Covid-19 dengan baik, sebaiknya hindari makan dan minum di luar rumah. Sahabat Sehat dapat mengolah makanan dan minuman buatan sendiri, sehingga lebih terjamin kualitas dan kebersihan makanan yang dikonsumsi.

    Baca Juga: Panduan Menu Masakan Sehari-hari Buat Keluarga dengan Gizi Seimbang

    Nah Sahabat Sehat, itulah tips menu makanan sehat untuk berbuka puasa di tengah masa pandemi Covid-19 yang dapat Sahabat Sehat lakukan sehingga tetap melindungi tubuh dari berbagai penyakit.

    Ingin konsumsi makanan sehat yang berkualitas untuk menu buka puasa? Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Cara Memilih Makanan Sehat saat Puasa Ramadhan di Masa Pandemi – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2021 [cited 26 April 2021]. Available from: https://tirto.id/cara-memilih-makanan-sehat-saat-puasa-ramadhan-di-masa-pandemi-gdd8
    2. Tepat Memilih Menu Buka dan Sahur Saat Ramadan Jaga Tubuh Tetap Sehat di Masa Pandemi [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 26 April 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/ramadan/read/4529276/tepat-memilih-menu-buka-dan-sahur-saat-ramadan-jaga-tubuh-tetap-sehat-di-masa-pandemi#
    3. Media K. Tips Pilih Menu Buka Puasa dan Sahur dari Dokter Gizi Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 26 April 2021]. Available from: https://www.kompas.com/food/read/2021/04/12/141943575/tips-pilih-menu-buka-puasa-dan-sahur-dari-dokter-gizi?page=all

     

    Read More
  • Kekurangan cairan tubuh (dehidrasi) merupakan masalah yang sering dialami selama berpuasa sehingga tubuh terasa lemas hingga sakit kepala. Baca Juga: Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa di Bulan Ramadan Cara mengatasinya cukup mudah yaitu dengan memperbanyak konsumsi air putih saat sahur dan berbuka puasa, serta menghindari minuman berpemanis buatan dan minuman berkafein yang dapat menimbulkan rasa haus. […]

    Wajib Dicoba! 10 Macam Buah Pencegah Dehidrasi Saat Berpuasa

    Kekurangan cairan tubuh (dehidrasi) merupakan masalah yang sering dialami selama berpuasa sehingga tubuh terasa lemas hingga sakit kepala.

    buah pencegah dehidrasi

    Baca Juga: Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa di Bulan Ramadan

    Cara mengatasinya cukup mudah yaitu dengan memperbanyak konsumsi air putih saat sahur dan berbuka puasa, serta menghindari minuman berpemanis buatan dan minuman berkafein yang dapat menimbulkan rasa haus.

    Selain dengan minum air putih, dehidrasi juga dapat dicegah dengan mengkonsumsi buah-buahan. Berikut 10 buah pencegah dehidrasi selama berpuasa:

    1. Semangka

    Buah yang berwarna merah ini sangat cocok untuk mencegah dehidrasi saat berpuasa karena mengandung 92% air. Semangka mengandung gula alami, magnesium, sodium, dan potasium yang efektif dalam mencegah dehidrasi.

    2. Melon

    Buah selanjutnya yang dapat Sahabat konsumsi adalah melon. Melon mengandung 90% air, yang dapat membantu mencukupi kebutuhan cairan sehingga dapat mencegah dehidrasi.

    3. Jeruk

    Selain kaya akan Vitamin C yang berperan dalam proses pembentukan daya tahan tubuh, jeruk juga dapat Sahabat konsumsi untuk mencegah dehidrasi karena mengandung 87% air.

    Produk Terkait: Jual Vitamin C

    4. Buah Beri

    Buah beri seperti stroberi direkomendasikan untuk dikonsumsi selama bulan Ramadan karena ternyata mampu menjadi buah pencegah dehidrasi. Buah yang didominasi dengan rasa asam ini memiliki kandungan air sebanyak 91%, dan mengandung antioksidan yang diperlukan bagi tubuh dalam melawan radikal bebas. Buah beri lainnya seperti raspberry dan blueberry juga dapat Sahabat konsumsi.

    5. Tomat

    Selain dijadikan sebagai salah satu bahan dalam memasak, tomat juga bermanfaat untuk mencegah dehidrasi karena mengandung air hingga 94%. Sahabat bisa memakan tomat secara langsung atau mengolah menjadi jus.

    Baca Juga: 10 Jenis Buah dan Sayur yang Baik untuk Nutrisi Otak Anak

    6. Kelapa Muda

    Air kelapa muda merupakan cairan yang kaya akan elektrolit, sehingga dapat mengganti cairan tubuh yang hilang selama puasa dan memberi efek menyegarkan.

    7. Blewah

    Buah lainnya yang bisa Sahabat konsumsi untuk mencegah dehidrasi adalah blewah. Buah ini memiliki tingkat hidrasi hingga 89%. Blewah dapat membantu meningkatkan produksi energi dan menjaga gula darah agar tetap stabil.

    Produk Terkait: Cek Lab

    8. Mangga

    Buah mangga dapat membantu Sahabat mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuh. Selain itu mangga mengandung serat, vitamin A, vitamin B6, dan vitamin C yang dapat membuat Sahabat tetap bugar selama berpuasa.

    Produk Terkait: Jual Vegefrut

    9. Nanas

    Ingin buah yang tidak hanya mengandung cukup air, tetapi juga dapat menangkal penyakit? Jawabannya adalah nanas. Buah tropis ini tidak hanya mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuh,  namun juga memiliki khasiat dalam mengatasi proses peradangan sehingga dapat menjaga kesehatan tubuh selama bulan Ramadan.

    10. Pepaya

    Satu buah pepaya mengandung sekitar 90% air. Tak hanya itu, pepaya juga mengandung serat yang dapat membantu mengatasi masalah pencernaan.

    Sahabat Sehat, itulah 10 macam buah pencegah dehidrasi selama berpuasa. Sahabat dapat mengkonsumsi buah-buahan saat sahur dan berbuka puasa, terutama sebelum menyantap hidangan utama.

    Baca Juga: Makanan Sehat Pencernaan Lancar

    Sahabat Sehat juga dapat mengkonsumsi buah-buahan dalam bentuk suplemen yang lebih praktis, dan tersedia di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Kirana F. 8 Buah Segar Ini Jaga Tubuh Dari Dehidrasi Selama Puasa [Internet]. fimela.com. 2021 [cited 15 April 2021]. Available from: https://www.fimela.com/lifestyle-relationship/read/3960398/8-buah-segar-ini-jaga-tubuh-dari-dehidrasi-selama-puasa#
    2. 9 Buah segar pencegah dehidrasi saat Ramadan | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2021 [cited 15 April 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/sehat/9-buah-segar-pencegah-dehidrasi-saat-ramadan.html

     

    Read More
  • Memasuki bulan Ramadan, siapa tidak kenal dengan buah kurma yang kerap dijadikan sebagai salah satu menu saat berbuka puasa. Baca Juga: 8 Makanan yang Dianjurkan Saat Berbuka Puasa Nabi Muhammad SAW pernah menyatakan bahwa menyantap buah kurma saat berbuka puasa termasuk sunah. Hal ini sejalan dengan beragam manfaat kurma dari segi kesehatan. Yuk, Sahabat Sehat, […]

    Dapatkan Beragam Manfaat Berbuka Puasa dengan Kurma

    Memasuki bulan Ramadan, siapa tidak kenal dengan buah kurma yang kerap dijadikan sebagai salah satu menu saat berbuka puasa.

    manfaat berbuka puasa dengan kurma

    Baca Juga: 8 Makanan yang Dianjurkan Saat Berbuka Puasa

    Nabi Muhammad SAW pernah menyatakan bahwa menyantap buah kurma saat berbuka puasa termasuk sunah. Hal ini sejalan dengan beragam manfaat kurma dari segi kesehatan. Yuk, Sahabat Sehat, mari simak beragam manfaat berbuka puasa dengan mengonsumsi buah kurma.

    Manfaat Berbuka Puasa dengan Kurma

    Mengontrol Gula Darah

    Saat berbuka puasa, Sahabat disarankan mengonsumsi makanan yang manis terlebih dahulu untuk meningkatkan energi dan gula darah. Namun Sahabat sebaiknya tidak berlebihan konsumsi makanan dan minuman yang manis karena berisiko meningkatkan gula darah secara drastis, terlebih bagi para penderita diabetes.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Sebagai pilihannya Sahabat bisa mengonsumsi buah kurma karena termasuk dalam makanan dengan indeks glikemik rendah, dan kaya akan serat.

    Melancarkan Pencernaan

    Selain dapat mengontrol gula darah, kurma juga dapat membantu melancarkan pencernaan karena mengandung serat. Kurma dapat menyiapkan perut untuk mencerna lebih banyak makanan sehingga perut tidak kaget saat berbuka puasa.

    Mencegah Sembelit

    Selama berpuasa, pola makan  berubah dan bila Sahabat kurang konsumsi serat saat sahur dan berbuka puasa maka meningkatkan risiko mengalami sembelit.

    Baca Juga: Apa Saja Risiko Kurang Konsumsi Buah dan Sayur?

    Berdasarkan sebuah penelitian, orang yang mengonsumsi 7 buah kurma setiap hari dapat buang air secara teratur sebab kandungan serat dalam kurma dapat mencegah sembeli.

    Menyeimbangkan Keasaman Darah

    Kurma turut berperan dalam menjaga keasaman darah yang dihasilkan dari asupan daging dan karbohidrat yang berlebihan saat berbuka puasa karena mengandung garam alkali.

    Tingginya kadar asam dalam darah diketahui berkaitan dengan meningkatnya asam urat, batu ginjal, dan tekanan darah tinggi.

    Melindungi Saluran Cerna

    Lambung dan usus merupakan organ pencernaan yang utama dalam tubuh. Mengonsumsi buah kurma saat berbuka puasa dapat membantu melindungi lambung dan usus dari bakteri maupun parasit yang mungkin masuk bersama makanan.

    Kurma Tidak Menyebabkan Obesitas

    Meski mengandung protein dan karbohidrat, kurma diketahui tidak menyebabkan obesitas karena kaya akan serat.

    Sebagai gambaran, satu buah kurma mengandung sekitar 23 kalori, 0,03 gram lemak, 6,23 gram karbohidrat, dan 0,2 protein.

    Kandungan gizi lain yang terdapat dalam buah kurma antara lain kalsium, fosfor, zat besi, kalium, dan vitamin A. Sahabat dapat mengkonsumsi 3-5 buah kurma untuk membantu memenuhi kebutuhan kalori saat berbuka puasa.

    Sahabat Sehat, itulah sederet manfaat berbuka puasa dengan kurma yang cukup baik bagi kesehatan tubuh setelah seharian berpuasa.

    Baca Juga: 5 Menu Sehat dan Praktis Saat Telat Sahur

    Selain itu buah kurma ternyata juga dapat diolah menjadi minuman sari kurma yang lebih praktis saat dikonsumsi.

    Produk Terkait: Sari Kurma Al Jazira 360 Gram

    Sahabat Sehat dapat memperoleh sari kurma, maupun produk kesehatan lainnya di Prosehat. Apabila Sahabat mengalami kendala selama berpuasa, silahkan berkonsultasi dengan dokter di Prosehat.

    Info lebih lengkap dapat menghubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Manfaat Berbuka Puasa dengan Kurma [Internet]. CNN Indonesia. 2021 [cited 13 April 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200417150449-255-494569/manfaat-berbuka-puasa-dengan-kurma
    2. Media K. Ahli Ungkap Sederet Manfaat Berbuka Puasa dengan Kurma [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 13 April 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2021/04/12/075552920/ahli-ungkap-sederet-manfaat-berbuka-puasa-dengan-kurma

     

    Read More
  • Vaksinasi Covid-19 telah berjalan di Indonesia. Bahkan, saat ini pemerintah sedang gencar melakukan vaksinasi Covid-19 guna mencegah penyebaran virus Covid-19 dan menekan angka pertambahan kasus Covid-19. Bagi Sahabat Sehat yang telah divaksinasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah tentang makanan boleh dan tidak boleh setelah vaksinasi. Baca Juga: Apa yang Perlu Sahabat […]

    Daftar Makanan Boleh dan Tidak Boleh Setelah Vaksinasi Apa Saja?

    Vaksinasi Covid-19 telah berjalan di Indonesia. Bahkan, saat ini pemerintah sedang gencar melakukan vaksinasi Covid-19 guna mencegah penyebaran virus Covid-19 dan menekan angka pertambahan kasus Covid-19.

    Bagi Sahabat Sehat yang telah divaksinasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah tentang makanan boleh dan tidak boleh setelah vaksinasi.

    makanan boleh dan tidak boleh setelah vaksinasi

    Baca Juga: Apa yang Perlu Sahabat Lakukan Saat Sebelum, Selama, dan Sesudah Vaksinasi Covid-19?

    Asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tingkat efektivitas vaksin yang telah diberikan atau telah masuk ke dalam tubuh.

    Berikut beberapa makanan yang sebaiknya dihindari setelah vaksinasi, agar vaksin tetap bekerja secara efektif

    Minuman bersoda atau manis

    Apabila Sahabat Sehat telah melakukan vaksinasi, Sahabat Sehat disarankan tidak mengonsumsi minuman yang bersoda ataupun manis. Pasalnya, minuman jenis ini tidak memiliki satu pun manfaat bagi kesehatan.

    Bahkan, minuman bersoda dan manis berisiko menambah berat badan, penyakit diabetes, kerusakan pada gigi, pembentukan lemak, kolesterol tinggi, dan masih banyak lagi risiko kesehatan lainnya.

    Minuman beralkohol

    Sahabat Sehat sebaiknya menghindari atau tidak meminum minuman beralkohol setelah divaksinasi. Alkohol dikhawatirkan dapat mempengaruhi respons vaksin dalam membentuk pertahanan melawan virus.

    Sebuah studi pernah menemukan bahwa mengonsumsi alkohol akan berdampak negatif terhadap sistem kekebalan tubuh. Karena itu, setelah Sahabat Sehat melakukan vaksinasi lebih baik jangan dulu atau menghindari minuman beralkohol.

    Makanan cepat saji

    Makanan cepat saji sangat jelas bukan pilihan yang tepat apabila dikonsumsi sehabis vaksin. Makanan cepat saji dibuat melalui proses yang tinggi dengan tambahan lemak jenuh dan juga garam yang tinggi. Sehingga, tidak baik dikonsumsi jika Sahabat Sehat selesai melaksanakan vaksinasi.

    Baca Juga: Berikut 7 Kiat Sederhana Mengatasi Obesitas

    Minuman berenergi

    Minuman berenergi mengandung stimulan, seperti kafein yang bisa membebani kelenjar adrenal dan bersifat adiktif. Bahkan, bukan hanya mengandung stimulan seperti kafein, minuman berenergi biasanya mengandung gula dengan jumlah yang cukup tinggi.

    Makanan olahan

    Makanan olahan bisa didefinisikan sebagai makanan yang telah diubah dari bentuk aslinya atau dilakukan dengan proses pabrik. Makanan seperti ini biasanya dilakukan dengan proses tinggi, yang cenderung dibuat dengan bahan yang tidak sehat, seperti gula dan lemak jenuh.

    Sebagian Sahabat Sehat yang telah melakukan vaksinasi mungkin mengalami efek samping dari vaksin yang didapat. Efek samping tersebut bisa diakibatkan dari peradangan yang terjadi di dalam tubuh karena tubuh bereaksi terhadap protein dan bekerja melawan infeksi yang dirangsang oleh pemberian vaksin. Demam, nyeri lengan, nyeri tubuh, dan pegal merupakan beberapa gejala yang umum ditemukan setelah vaksinasi.

    Dengan demikian, Sahabat Sehat juga juga disarankan untuk mengonsumsi beberapa makanan untuk menambah kekebalan tubuh agar mendukung pemulihan yang cepat.

    Berikut makanan yang sebaiknya dikonsumsi setelah vaksinasi

    Mengonsumsi makanan yang mengandung air tinggi

    Asupan yang mengandung air tinggi sangat penting guna meringankan efek samping setelah vaksin. Jadi, apabila Sahabat Sehat merasa tidak enak badan setelah mendapatkan vaksin Covid-19, makanan yang cocok dikonsumsi adalah makanan yang berkuah atau makanan yang mengandung sayuran seperti kangkung, kacang-kacangan, kentang, dan juga brokoli.

    Jenis sayuran yang disebutkan tersebut diketahui mengandung banyak nutrisi yang membantu meningkatkan kekebalan tubuh.

    Mengonsumsi sup ayam

    Penelitian dalam jurnal Chest membuktikan bahwa sup ayam mengandung anti-inflamasi ringan. Meskipun tidak pasti elemen mana yang bisa membantu dan memiliki efek pengobatan yang bermanfaat, komponen yang ada di dalam sup ayam, seperti ayam, wortel, selederi, peterseli, garam, dan merica diketahui bisa membantu dalam melawan peradangan.

    Sup kaldu tulang

    Sup kaldu tulang mengandung asam amino yang disebut glisin dan arginin, yang memang diketahui memiliki efek anti-inflamasi yang kuat. Jadi, jika Sahabat Sehat tidak ingin makan apa pun, Sahabat Sehat cukup saja menyesap kuah dari kaldu tulang.

    Makanan vegetarian

    Jika Sahabat Sehat adalah orang yang tidak mengonsumsi daging atau biasa disebut vegetarian, Sahabat Sehat bisa mengonsumsi sup yang berisi makanan yang meningkatkan kekebalan tubuh, seperti kangkung, kacang-kacangan, kentang, dan brokoli.

    Produk Terkait: Jual Vegeblend

    Nah, Sahabat Sehat sudah tahu kan makanan apa saja yang bisa dikonsumsi setelah vaksin dan tidak boleh dikonsumsi setelah vaksin. Mulai sekarang, perhatikan ya, makanan apa saja yang sebaiknya dihindari setelah vaksin.

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mencegahnya

    Jangan sampai setelah Sahabat Sehat melakukan vaksin, bukan kekebalan tubuh yang didapat, tetapi mengakibatkan sakit. Jangan lupa juga, walaupun Sahabat Sehat telah divaksinasi, tetap patuhi protokol kesehatan, karena vaksinasi bukan berarti tidak akan terpapar Covid-19.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut seputar vaksinasi Covid-19, silakan konsultasikan secara online dengan dokter-dokter di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Republika Online. 2021. Ini Makanan yang Direkomendasikan Usai Vaksin Covid-19 Republika Online. [online] Available at: https://www.republika.co.id/berita/qpnnfb423/ini-makanan-yang-direkomendasikan-usai-vaksin-covid19-part1 [Accessed 20 March 2021].
    2. Media, K., 2021. Tidak Enak Badan Usai Dapat Vaksin Covid-19, Coba Konsumsi Makanan Ini Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: https://health.kompas.com/read/2021/03/05/180800868/tidak-enak-badan-usai-dapat-vaksin-covid-19-coba-konsumsi-makanan-ini?page=all [Accessed 20 March 2021].
    3. Kusumo, R., 2021. Catat! 5 Makanan yang ‘Diharamkan’ Setelah Vaksin Corona. [online] lifestyle. Available at: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20210314133427-33-229981/catat-5-makanan-yang-diharamkan-setelah-vaksin-corona [Accessed 20 March 2021].
    Read More
  • Indonesia kaya akan berbagai jenis tanaman obat atau herbal, salah satunya adalah daun kelor yang cukup populer dalam kehidupan sehari-hari sebab telah digunakan sebagai pengobatan tradisional selama ribuan tahun. Tanaman yang berasal dari India dan memiliki nama latin Moringa oleifera, diketahui mengandung asam amino, vitamin, mineral, dan bersifat sebagai antioksidan. Bubuknya sering disebut sebagai sumber […]

    Manfaat, Efek Samping, dan Cara Mengolah Daun Kelor

    Indonesia kaya akan berbagai jenis tanaman obat atau herbal, salah satunya adalah daun kelor yang cukup populer dalam kehidupan sehari-hari sebab telah digunakan sebagai pengobatan tradisional selama ribuan tahun.

    Tanaman yang berasal dari India dan memiliki nama latin Moringa oleifera, diketahui mengandung asam amino, vitamin, mineral, dan bersifat sebagai antioksidan. Bubuknya sering disebut sebagai sumber protein karena mengandung 9 asam amino esensial.

    manfaat dan efek samping daun kelor

    Baca Juga: Simplisia Nabati: Pengertian, Jenis, dan Pengolahan, Tumbuhan, dan Lain-lain

    Manfaat Daun Kelor

    Daun kelor memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan, yaitu :

    Melawan Diabetes

    Daun kelor dipercaya dapat memberi perlindungan alami dan kontrol gula darah, karena mengandung asam klorogenat dan senyawa isothiocyanate.

    Produk Terkait: Obat Diabetes

    Mendukung Kesehatan Otak

    Daun kelor diketahui mengandung  vitamin E dan vitamin C yang mampu melawan oksidasi, secara tidak langsung dapat meningkatkan fungsi otak. Daun kelor juga dapat mempengaruhi zat kimia dalam otak yang berkaitan dengan daya ingat, suasana hati, fungsi organ, respons terhadap rangsangan seperti stres dan rasa bahagia serta kesehatan mental.

    Melindungi Hati

    Daun kelor diketahui dapat melindungi hati berkat kandungan polifenol dan melindungi dari pengerasan hati (fibrosis).

    Mencegah Peradangan

    Apabila Sahabat mengalami kendala untuk mengatasi peradangan dengan obat-obatan non tradisional, daun kelor dapat menjadi salah satu solusinya. Daun kelor mempunyai kandungan campuran asam amino esensial, fitonutrien karotenoid, dan antioksidan yang dapat menurunkan peradangan.

    Membantu Melancarkan Pencernaan

    Bagi Sahabat Sehat yang sedang mengalami masalah pencernaan seperti gangguan lambung, sembelit, radang saluran cerna, daun kelor dipercaya dapat membantu menghambat pertumbuhan berbagai virus. Kandungan vitamin B, di dalam daun kelor juga dapat membantu memelihara kesehatan pencernaan.

    Memperkuat Tulang

    Daun kelor diketahui mengandung kalsium dan fosfor yang membantu menjaga kesehatan tulang, membantu mengatasi radang sendi.

    Baca Juga: 10 Hal yang Perlu Dilakukan untuk Cegah Osteoporosis

    Meningkatkan Kesehatan Mata

    Manfaat terakhir daun kelor, mampu meningkatkan kesehatan mata karena tingkat antioksidannya yang tinggi.

    Efek Samping

    Selain memberikan manfaat, berikut beberapa efek samping yang dapat dialami setelah konsumsi daun kelor:

    Reaksi Alergi

    Reaksi alergi dapat dialami Sahabat Sehat, bila memiliki riwayat alergi daun kelor. Seringkali hal ini dialami bila menggunakan daun kelor sebagai masker alami untuk kecantikan wajah.

    Diare

    Daun kelor diketahui memiliki efek sebagai pencahar, sehingga dapat menyebabkan dan bahkan memperburuk diare. Daun kelor sebaiknya dikonsumsi apabila Sahabat mengalami kesulitan buang air besar.

    Menurunkan Tekanan Darah

    Daun kelor tidak disarankan dikonsumsi pasien yang memiliki riwayat tekanan darah rendah, karena dikhawatirkan dapat memperburuk kondisi yang dialami. Sehingga daun kelor sebaiknya dikonsumsi bagi penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Memperlambat Detak Jantung

    Efek samping daun kelor selanjutnya adalah dapat memperlambat detak jantung karena kandungan alkaloid dalam daun kelor. Tidak disarankan konsumsi daun kelor berlebihan bagi pasien yang memiliki riwayat gangguan jantung.

    Membahayakan Kandungan

    Efek samping ini sebenarnya berasal dari bagian tanaman kelor lainnya seperti bunga, kulit pohon, beserta akar tanaman yang kemungkinan tercampur saat proses pengolahan. Bagian tersebut dipercaya memiliki kandungan zat yang berpotensi menyebabkan keguguran, sehingga tidak disarankan bagi ibu hamil.

    Baca Juga: 10 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Ibu Hamil

    Hipoglikemia

    Hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar gula darah terlalu rendah. Kondisi ini dapat dialami setelah konsumsi daun kelor, ditandai dengan irama jantung tidak teratur, kelelahan, pucat, gelisah, berkeringat, kelaparan, mudah marah, serta kesemutan di sekitar mulut. Hal ini disebabkan karena daun kelor memiliki efek menurunkan kadar gula darah.

    Sahabat sebaiknya bijak saat mengkonsumsi daun kelor, terutama bagi pasien dengan riwayat penyakit kencing manis (diabetes melitus).

    Merusak Hati dan Ginjal

    Hati dan ginjal merupakan organ-organ tubuh sangat penting. Untuk menghindari kerusakan hati dan ginjal, sebaiknya hindari konsumsi daun kelor dalam jangka panjang dan rutin melakukan pemeriksaan medical check-up (MCU).

    Bagaimana Cara Mengolah Daun Kelor?

    Daun kelor dapat diolah dengan cara dimasak, diekstrak, atau dikonsumsi secara langsung misalnya diolah menjadi sayur bening, tumis, teh, dan jus.

    Daun kelor juga bisa diolah menjadi cokelat, kue, mi instan, dan bahkan kapsul suplemen sehingga praktis dikonsumsi untuk menjaga daya tahan tubuh terutama di masa pandemi.

    Baca Juga: Penggunaan Obat Tradisional untuk Daya Tahan Tubuh

    Itulah mengenai manfaat, efek samping, dan cara mengolah daun kelor yang perlu Sahabat ketahui. Apabila Sahabat ingin memperoleh manfaat daun kelor, dengan cara yang praktis, Sahabat bisa membeli produk herbal jadi dalam bentuk kapsul dan suplemen di Prosehat.

    Produk Terkait: Jual Borobudur Kelorin 60 Kapsul

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan dan Penyembuhan [Internet]. CNN Indonesia. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190826163137-255-424772/manfaat-daun-kelor-untuk-kesehatan-dan-penyembuhan
    2. Ardyanto F. 8 Efek Samping Daun Kelor Bagi Tubuh, Perhatikan Konsumsinya [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://hot.liputan6.com/read/4367838/8-efek-samping-daun-kelor-bagi-tubuh-perhatikan-konsumsinya
    3. Sendari A. 6 Cara Mengolah Daun Kelor untuk Dapatkan Khasiatnya [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://hot.liputan6.com/read/4318063/6-cara-mengolah-daun-kelor-untuk-dapatkan-khasiatnya
    4. Afrilian D. Manfaat Daun Kelor Sebagai Superfood Kaya Khasiat Sehat [Internet]. detikfood. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://food.detik.com/info-sehat/d-5489778/manfaat-daun-kelor-sebagai-superfood-kaya-khasiat-sehat

     

     

    Read More
  • Apakah kalian sering sakit? Jika iya, penyakit apakah yang sering kalian alami? Terserang suatu penyakit adalah suatu hal yang tidak kita inginkan mengingat hal yang satu ini akan mengganggu keseharian kita. Bukan hanya itu saja, penyakit yang tidak kunjung sembuh dapat mengganggu kinerja organ kita yang pastinya kita membutuhkan biaya untuk hal ini karena kita […]

    Ingin Jadi Wanita Sukses? Hidup Sehat dengan Makanan Sehat

    Apakah kalian sering sakit? Jika iya, penyakit apakah yang sering kalian alami? Terserang suatu penyakit adalah suatu hal yang tidak kita inginkan mengingat hal yang satu ini akan mengganggu keseharian kita. Bukan hanya itu saja, penyakit yang tidak kunjung sembuh dapat mengganggu kinerja organ kita yang pastinya kita membutuhkan biaya untuk hal ini karena kita perlu ke dokter. Pastinya kita tidak ingin hal ini terjadi bukan?Sebenarnya apa sih yang menyebabkan kita sering terserang suatu penyakit? Berbagai faktor bisa memicu timbulnya suatu penyakit, seperti kurang istirahat, kebiasaan merokok ataupun mengonsumsi minuman beralkohol, serta pola makan kita yang kurang teratur.

    wanita sukses cantik

    Baca Juga: 7 Cara Merawat Kulit dari Dalam yang Sahabat Harus Coba

    Asupan makanan adalah suatu hal yang perlu kita perhatikan karena makanan berfungsi sebagai sumber energi dalam keseharian kita dan apabila kita kurang makan maka akan mempengaruhi performa kita. Selain itu, dari makanan kita juga bisa memenuhi beberapa kebutuhan seperti kebutuhan nutrisi ataupun vitamin yang pastinya berfungsi untuk menjaga badan kita tetap sehat. Sebagai wanita yang sudah memasuki usia dewasa awal alias 20-an, kita harus mengonsumsi berbagai makanan sehat mengingat padatnya kegiatan kita dalam sehari. Lalu makanan sehat apa sih yang tepat untuk wanita pada rentang usia 20 hingga 30 tahun?

    Nah, daripada semakin penasaran, yuk kita simak penjelasan berikut ini!

    1. Makanan tinggi magnesium

    Jenis makanan yang satu ini memiliki peran penting dalam keseharian kita mengingat magnesium sangatlah efektif untuk menangani berbagai masalah yang berkaitan dengan datang bulan alias menstruasi. Contoh makanan yang kaya akan magnesium adalah sayuran hijau, kacang kedelai, ikan mackerel, pisang, beras merah, alpukat, dan lain-lain.

    2. Makanan tinggi kalsium

    Kebutuhan akan kalsium adalah kebutuhan yang tidak boleh dilupakan mengingat kalsium berperan penting terhadap kesehatan kita. Yup, kalsium adalah salah satu zat yang berfungsi untuk pertumbuhan tulang. Osteoporosis ataupun permasalahan pada persendian adalah salah satu contoh permasalahan yang mungkin terjadi di masa mendatang ketika kebutuhan kalsium kita tidak terpenuhi dengan baik. Oleh sebab itulah kita harus mengonsumsi berbagai jenis makananan yang tinggi akan kalsium, seperti berbagai sayuran hijau, kacang-kcangan, seafood, dan biji-bijian.

    3. Makanan mengandung vitamin C

    Vitamin C adalah salah satu vitamin yang berperan penting dalam kehidupan kita dan tentu saja kita perlu memenuhi kebutuhan vitamin C dalam keseharian kita. Terpenuhinya kebutuhan vitamin C dengan baik pada usia 20-an berfungsi untuk membangun kolagen dalam tubuh yang berarti meminimalisir timbulnya berbagai tanda penuaan sejak dini. Beberapa contoh makanan yang kaya akan kandungan vitamin C antara lain jeruk, pepaya, stroberi, kiwi, kubis, ubi jalar, dan lain-lain.

    Produk Terkait: Jual Vitamin C

    4. Makanan berprotein

    Protein juga kebutuhan tubuh yang tidak boleh kita lupakan kapan pun karena perannya yang penting untuk tubuh kita. Terpenuhinya kebutuhan protein kita dalam sehari akan menimbulkan rasa kenyang sehingga kita tidak makan berlebihan dan pastinya mencegah risiko obesitas pada seseorang. Bukan hanya itu saja, protein juga mampu berfungsi sebagai sumber energi serta menjaga kadar gula darah kita dalam batas normal. Contoh beberapa makanan yang berprotein tinggi adalah telur, aam, kacang almond, daging sapi, berbagai produk olahan susu, dan lain-lain

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    5. Mengurangi konsumsi makanan manis

    Setelah kita memenuhi berbagai kebutuhan tubuh dengan baik, tentunya kita perlu mengingat beberapa jenis makanan yang perlu kita hindari agar tubuh kita juga tidak rentan terhadap serangan berbagai penyakit. Mengonsumsi makanan manis terlalu sering atau berlebihan bukanlah suatu hal yang disarankan karena hal ini dapat memicu timbulnya penyakit yang dapat mengancam keselamatan kita seperti diabetes, gangguan jantung, ataupun hipertensi. Cake, cookies, ataupun cokelat adalah beberapa contoh makanan manis yang perlu kita kurangi untuk mencegah timbulnya berbagai penyakit di kemudian hari.

    Baca Juga: 7 Tips Wanita Sukses Biar Kamu Makin Sukses

    Nah itu tadi adalah beberapa panduan makanan sehat yang bisa diterapkan oleh wanita rentang usia 20 hingga 30 tahun. Hidup sehat adalah hal yang mudah untuk dilakukan bukan? So, tunggu apalagi untuk menjalani pola hidup yang lebih sehat daripada sebelumnya? Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai makanan sehat untuk wanita dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Kesehatan memang merupakan  hal yang sangat penting bagi kita. Bagi kita yang diberi nikmat kesehatan saat ini tentunya akan sangat bersyukur sekali sehingga dapat melakukan berbagai aktifitas dengan normal, serta tidak dapat dipungkiri pula, bahwa kesehatan memang sangat mahal harganya. Apalagi buat kita kaum wanita yang memiliki banyak sekali organ–organ vital dalam tubuh kita seperti […]

    Wanita Harus Mengonsumsi 10 Makanan ini!

    Kesehatan memang merupakan  hal yang sangat penting bagi kita. Bagi kita yang diberi nikmat kesehatan saat ini tentunya akan sangat bersyukur sekali sehingga dapat melakukan berbagai aktifitas dengan normal, serta tidak dapat dipungkiri pula, bahwa kesehatan memang sangat mahal harganya. Apalagi buat kita kaum wanita yang memiliki banyak sekali organ–organ vital dalam tubuh kita seperti organ reproduksi, tentu kita dituntut untuk dapat menjaga kesehatan organ–organ  reproduksi tersebut dan berbagai organ vital lainnya.

    Tidak hanya itu, wanita juga memiliki risiko terhadap banyak penyakit berbahaya seperti, kanker serviks, kanker payudara, kista ovarium,, dan yang lainnya, selain itu wanita juga nantinya akan mengalami kehamilan dan tentu saja harus mempersiapkan organ  reproduksi yang sehat agar terhindar dari masalah atau komplikasi selama kehamilan dan juga dapat melahirkan bayi yang sehat. Oleh karena itulah kita sebagai wanita, sangat disarankan untuk selalu menjaga makanan yang kita konsumsi serta rutin berolahraga dan beraktifitas fisik. Berikut ini adalah 10 makanan yang harus dikonsumsi oleh wanita untuk menjaga kesehatannya :

    Kacang – kacangan

    Tentunya kita para wanita menginginkan agar memiliki tingkat kesuburan dan kesehatan reproduksi yang baik dan sehat. Pada kacang – kacangan ini, memiliki kandungan vitamin E yang cukup tinggi sehingga sangat baik untuk meningkatkan kesuburan. Tidak hanya itu, vitamin E yang terkandung dalam kacang  kacangan ini juga sangat baik untuk menjaga kesehatan kulit. Selain mengandung vitamin E yang cukup tinggi, kacang–kacangan juga kaya akan serat, sehingga dapat mengurangi risiko terkena penyakit diabetes, obesitas, kolesterol, dan juga hipertensi atau darah tinggi. Oleh karena itu, mulai sekarang cobalah untuk mengganti cemilan manis – manis dan keripik kentang Anda dengan kacang – kacangan.

    Baca Juga: Wanita Wajibkah Melakukan PapSmear

    Brokoli

    Brokoli merupakan jenis sayuran hijau yang kaya akan kandungan gizi nya. Konsumsi brokoli merupakan hal yang sangat disarankan dan diharuskan, karena terdapat kandungan sulforaphane yang dapat menurunkan dan mencegah kelebihan esterogen, sehingga dapat mencegah dari penyakit kanker serviks, kanker payudara dan yang lainnya.Selain itu, kandungan vitamin dan juga mineral pada brokoli juga tergolong tinggi, yang tentunya sangat baik untuk memelihara kesehatan kita para wanita.

    Bayam

    sayur bayam

    Sayur bayam kaya akan kandungan folat yang sangat baik bagi kita para wanita untuk persiapan kehamilan nantinya. Persiapan kehamilan  harus dilakukan dari sedini mungkin sebelum Anda menikah dan hamil nantinya. Selain itu, bayam juga mengandung kaya akan antioksidan yang baik untuk mencegah kanker dan juga baik untuk kesehatan kulit.

    Edamame

    Edamame memang terkenal akan kandungannya yang sangat baik bagi kesehatan wanita. Kandungan isoflavon yang terdapat dalam edamame ini, mampu mengurangi gejala menopause pada Anda nantinya. Selain itu, edamame ini juga kaya akan serat dan juga lemak baik, sehingga sangat baik untuk kesehatan organ – organ vital wanita.

    Ikan sarden

    Kandungan asam lemak omega 3 pada sarden memang tergolong cukup tinggi, oleh karena itu, sangat baik untuk menjaga kesehatan otak. Tidak hanya itu, bagi kita para wanita, sarden ini juga mengandung lemak sehat dan juga vitamin D yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas ASI kita nantinya, dan bagi yang belum menikah dapat menjadi persiapan kita sebelum menyusui nantinya, agar bayi yang kita lahirkan nantinya, mendapatkan ASI dengan kandungan gizi yang banyak dan berkualitas.

    Baca Juga: 7 Makanan Penyebab Sakit Kepala

    Aneka buah berry

    Buah berry ini tidak hanya warna nya saja yang cantik, tapi  juga kaya antioksidan dan anti kanker serta dapat memperbarui sel – sel yang rusak. Selain itu, buah berry dapat mencegah para wanita dari kepikunan.

    Pepaya

    Kandungan beta karoten dan likopen yang terdapat pada buah pepaya ini sangat baik bagi wanita karena dapat menurunkan risiko terhadap kanker leher rahim dan juga kanker payudara. Penyakit ini masih tinggi pada kaum wanita di Indonesia sampai sekarang.

    Yogurt

    Yogurt pada wanita sangat baik karena mengandung bakteri baik yang sangat baik untuk kesehatan organ  reproduksi wanita Yogurt dapat mencegah bakteri penyebab keputihan. Selain itu, bakteri baik yang terdapat pada yogurt juga sangat baik dalam  menjaga kesehatan usus, usus merupakan sumber dari berbagai penyakit berbahaya jika tidak dijaga kesehatannya.

    Alpukat

    Bagi wanita tentunya, mempunyai kulit yang sehat merupakan hal yang sangat diidam -idamkan . Buah alpukat mengandung vitamin E yang tinggi yang sangat baik untuk kesehatan kulit. Selain itu, buah ini juga memiliki kandungan lemak sehat yang sangat baik bagi Anda yang sedang melakukan program penurunan berat badan dan menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh.

    Baca Juga: 6 Rahasia Menciptakan Otak Cerdas

    Madu

    Madu yang sudah terkenal akan kandungan gizinya yang tinggi ini, tentunya sangat baik bagi wanita. Kandungan yang ada di dalamnya mampu menjaga kesehatan  reproduksi wanita, tidak hanya itu, kandungan gizi dalam madu  juga sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh dari berbagai penyakit.

    Itulah tadi beberapa makanan yang disarankan atau bahkan diharuskan bagi kaum wanita. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai makanan sehat untuk wanita dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Bagi para penderita kanker, asupan makanan yang baik dan bergizi merupakan suatu hal yang paling penting dan perlu diperhatikan. Pasalnya, sebagian besar para penderita kanker mengalami gangguan makan, baik disebabkan karena gejala psikologi akibat dari penyakit yang sedang diderita oleh pasien kanker, yaitu penderita kanker merasa harapan hidup sudah tidak ada. Selain itu, efek samping […]

    Pengaruh Diet & Pola Makan Penderita Kanker

    Bagi para penderita kanker, asupan makanan yang baik dan bergizi merupakan suatu hal yang paling penting dan perlu diperhatikan. Pasalnya, sebagian besar para penderita kanker mengalami gangguan makan, baik disebabkan karena gejala psikologi akibat dari penyakit yang sedang diderita oleh pasien kanker, yaitu penderita kanker merasa harapan hidup sudah tidak ada. Selain itu, efek samping obat-obatan yang sedang mereka minum maupun efek samping dari kemoterapi dan radiasi yang sedang mereka jalani juga menyebabkan nafsu makan menurun. Akibat gangguan makan yang mereka alami selama menderita kanker, hal ini justru akan memperparah kondisi tubuh penderita kanker dan akan jatuh ke dalam situasi kekurangan gizi (malnutrisi).

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai hubungan antara diet dan pola makan pada pasien penderita kanker, ada baiknya kita mengenal apakah penyakit kanker itu, apa penyebab dan apakah gejalanya.

    Kanker merupakan suatu penyakit yang disebabkan pertumbuhan sel dalam tubuh tidak normal. Kanker disebut juga tumor ganas atau neoplasia yang menyebar dan menyerang bagian tubuh lainnya. Gejala dari kanker umumnya beragam sesuai dengan lokasi organ yang terserang kanker. Kanker dapat menyerang bagian tubuh manapun, seperti kanker otak, kanker hati, kanker paru-paru, kanker ovarium, kanker mulut rahim, kanker usus, kanker tulang, kanker kulit dan masih banyak lainnya. Berikut ini jenis kanker terbanyak di Indonesia:

    Jenis Kanker Terbanyak di Indonesia

    Menurut data Kemenkes RI pada tahun 2014, kanker menjadi penyebab kematian nomor 2 di dunia setelah penyakit kardiovaskular. Insiden penyakit kanker meningkat 12,7 juta kasus dengan angka kematian 7,6 juta orang pada tahun 2008 dan meningkat pada tahun 2012 dengan 14,1 juta kasus kanker dan angka kematian 8,2 juta orang.

    Gejala yang ditimbulkan kanker umumnya beragam, tergantung dari organ mana yang terserang kanker. Namun secara umum, berikut ini gejala dari kanker:

    • Nyeri
    • Mudah lelah
    • Sesak nafas atau sulit bernafas
    • Mual
    • Diare
    • Berat badan menurun secara drastis

    Sebuah penelitian epidemiologi menunjukkan bahwa timbulnya jenis kanker dapat juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang meliputi keadaan geografis dan rasial, berkaitan dengan gaya hidup, serta pola makan yang berbeda. Penelitian menunjukkan orang Jepang yang tinggal di Amerika lebih banyak mengalami kanker kolon. Asupan zat gizi diketahui merupakan faktor penting yang dapat menunjang terjadinya kanker. Masyarakat yang vegetarian mempunyai risiko kanker lebih rendah dibandingkan dengan non vegetarian. Sampai saat ini penyebab kanker masih belum diketahui secara pasti, diduga penyebab kanker berasal dari keturunan atau genetik, kebiasaan yang buruk seperti merokok, minum alkohol, seks bebas tanpa alat pelindung. Paparan radiasi dan infeksi virus maupun bakteri juga diduga dapat menyebabkan kanker.

    Lalu apa kaitannya asupan gizi dengan penyakit kanker? Asupan gizi yang tidak baik bagi tubuh dapat dianggap mencetuskan kanker. Sebaliknya, setelah terjadi kanker, maka akan memengaruhi asupan makanan yang dapat memengaruhi status gizi pasien kanker.

    Gangguan zat gizi yang dilami penderita kanker dapat disebabkan asupan makanan yang kurang maupun gangguan penyerapan nutrien gizi di usus akibat kanker yang dialami.

    Salah satu zat gizi yang berkaitan dengan penyakit kanker yaitu asupan lemak, konsumsi lemak dalam jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan kanker, sebab lemak mempunyai sifat Cancer Promoting. Misalnya konsumsi lemak berlebih, akan memicu peningkatan hormon esterogen yang merangsang tumbuhnya kanker payudara.

    Selain itu, konsumsi lemak berlebih akan merangsang keluarnya cairan empedu berlebih, selanjutnya mikroorganisme di usus akan diubah menjadi zat karsinogenik. Lemak yang biasa dikonsumsi biasanya adalah lemak jahat atau PUFA (Asam lemak poliunsaturated) yang mengalami proses hidrogenasi akan membentuk asam lemak trans, yang akan merangsang timbulnya kanker.

    Baca Juga: Bagaimana Pengobatan Kanker yang Tepat?

    Seseorang yang divonis kanker akan mengalami ketakutan, kecemasan dan stres yang merangsang hormon katekolamin, yaitu hormon yang dapat menurunkan nafsu makan (anoreksia). Penurunan nafsu makan akan diikuti dengan penurunan berat badan yang drastis, yang akan berakibat kakesia (ketidakseimbangan antara asupan gizi dengan zat gizi yang dibutuhkan tubuh), kakesia yang berlangsung lama akan menyebabkan kekurangan gizi (malnutrisi). Sebanyak 20-50% penderita kanker akan mengalami masalah gizi malnutrisi. Selain karena efek samping dari kondisi psikologis pasien kanker, malnutrisi juga dapat disebabkan karena efek samping pengobatan kanker, yang menyebabkan efek samping mual, muntah, gangguan menelan, diare atau gangguan penyerapan makanan pada usus.

    Dalam hal ini, dukungan keluarga sangat dibutuhkan, dengan cara memberikan motivasi pada penderita kanker agar mengonsumsi makanan untuk mendukung daya tahan tubuhnya. Keluarga sebaiknya mengawasi makanan agar pasien kanker tidak semakin parah. Asupan gizi sangat berperan penting sejak penderita kanker didiagnosis, pelaksanaan pengobatan sampai penyembuhan.

    Pada penderita kanker, kebutuhan gizi akan meningkat akibat proses keganasannya. Selain itu, pengobatan penyakit kanker, radioterapi dan kemoterapi akan lebih berguna apabila status gizi pasien dalam keadaan baik. Penatalaksanaan makanan dengan memaksimalkan asupan makanan sangat berguna untuk mengurangi gejala akan efek samping pengobatan sehingga pengobatan dapat dilakukan secara maksimal sampai tahap terakhir.

    Berikut ini anjuran asupan makanan yang baik bagi penderita kanker :

    1. Konsumsi makanan yang mengandung cukup karbohidrat seperti nasi, gandum, kentang dan umbi-umbian. Karbohidrat sangat baik bagi kanker sebagai sumber energi utama yang dibutuhkan selama proses pengobatan, agar tidak terjadi efek samping pengobatan seperti lemas dan rentan terhadap infeksi bakteri, virus maupun jamur.
    2. Konsumsi sayur dan buah. Makanan yang mengandung sayur dan buah, kaya akan kandungan vitamin A, vitamin C, asam folat, serta mineral dan antioksidan yang bermanfaat mencegah sembelit atau konstipasi. Selain itu, antioksidan berfungsi untuk melarutkan sisa metabolisme obat kemoterapi dalam tubuh, sel kanker yang rusak atau sel kanker yang mati dalam tubuh akibat pengobatan.
    3. Konsumsi makanan yang mengandung protein tinggi seperti daging, telur, tahu, tempe dan susu. Protein berfungsi sebagai zat pembangun bagi pertumbuhan dan perbaikan sel tubuh yang rusak akibat kanker maupun akibat pengobatan kanker. Selain itu, protein berfungsi sebagai sumber energi tambahan apabila sumber energi dari lemak dan karbohidrat kurang di dalam tubuh.

    Baca Juga: Kenali Gejala dan Pencegahan Kanker Kolon pada Dewasa Muda

    Nah, Sahabat itulah ulasan seputar diet dan pola makan pada penderita kanker. Informasi kesehatan maupun produk kesehatan terkait, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka

    1. Kusumawardani N. PENANGANAN NUTRISI PADA PENDERITA KANKER [Internet]. Ejournal.litbang.depkes.go.id. 2018 [cited 26 September 2018]. Available from: ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/MPK/article/view/940
    2. [Internet]. Iccc.id. 2018 [cited 26 September 2018]. Available from: iccc.id/uploads/201801/TERAPI_NUTRISI_PADA_PASIEN_KANKER.pdf
    3. Danty Putri S, Adiningsih S. Peranan Dukungan Pendamping dan Kebiasanaan Makan Pasien Kanker Selama Menjalani Terapi. Universitas Airlangga [Internet]. 2018 [cited 25 September 2018];:1-9. Available from: webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:Z1C2VXkeomoJ : e-journal.unair.ac.id/MGI/article/download/3376/2417+&cd=7&hl=id&ct=clnk&gl=id
    4. Coa K, Epstein J, Ettinger D, Jatoi A, McManus K, Platek M et al. The Impact of Cancer Treatment on the Diets and Food Preferences of Patients Receiving Outpatient Treatment. Nutrition and Cancer. 2015;67(2):339-353.
    5. Nutrition and Physical Activity During and After Cancer Treatment: Answers to Common Questions [Internet]. Cancer.org. 2018 [cited 26 September 2018]. Available from: cancer.org/treatment/survivorship-during-and-after-treatment/staying-active/nutrition/nutrition-and-physical-activity-during-and-after-cancer-treatment.html
    Read More
  • Apakah obat tradisional bisa dimanfaatkan untuk daya tahan tubuh? Jawabannya tentu saja bisa karena obat tradisional juga mempunyai khasiat yang baik untuk memelihara daya tahan tubuh dari serangan berbagai macam penyakit, termasuk Covid-19. Akan tetapi, khasiat yang didapatkan kebanyakan dari data empiris, yaitu penggunaan turun-temurun di masyarakat. Ketika obat tradisional dinyatakan berkhasiat untuk daya tahan […]

    Penggunaan Obat Tradisional untuk Daya Tahan Tubuh

    Apakah obat tradisional bisa dimanfaatkan untuk daya tahan tubuh? Jawabannya tentu saja bisa karena obat tradisional juga mempunyai khasiat yang baik untuk memelihara daya tahan tubuh dari serangan berbagai macam penyakit, termasuk Covid-19. Akan tetapi, khasiat yang didapatkan kebanyakan dari data empiris, yaitu penggunaan turun-temurun di masyarakat. Ketika obat tradisional dinyatakan berkhasiat untuk daya tahan tubuh, sebenarnya obat harus melalui penelitian ilmiah.

    obat tradisional untuk daya tahan tubuh

    Baca Juga: Tanaman Obat Tradisional Alternatif Pencegah Corona

    Terdapat beberapa jenis penelitian ilmiah, yaitu:

    • Uji in-vitro atau penelitian pada laboratorium
    • Uji in-vivo atau uji ke hewan percobaan
    • Uji klinis pada manusia

    Akan tetapi, dalam praktiknya, obat tradisional masih mungkin dimanfaatkan untuk membantu memelihara daya tahan tubuh. Beberapa obat yang secara turun-temurun terbukti berkhasiat di masyarakat dapat dimanfaatkan asalkan mempunyai dasar data ilmiah yang mendukung pembuktian untuk daya tahan tubuh.

    Produk Terkait: Jamu-Herbal

    Lalu, Apakah Sistem Daya Tahan Tubuh Itu?

    Sebelum berlanjut ke pemanfaatan obat tradisional, kita terlebih dahulu membahas mengenai daya tahan tubuh. Sistem daya tahan tubuh adalah sistem kompleks yang terintegrasi dari sel, jaringan, organ, dan mediator terlarut yang terlibat dalam mempertahankan tubuh terhadap serangan asing yang mengancam integritasnya.

    Bagaimana Sistem Ini Bekerja?

    Cara kerja sistem ini adalah mengaktivasi dua sistem kekebalan dalam tubuh yang terdiri dari kekebalan alami (innate immune) dan kekebalan adaptif (adaptive immune). Sistem kekebalan alami melibatkan sel-sel pembunuh alami atau natural killer cell, yaitu neutrofil (leukosit) yang dikenal sebagai makrofag. Sementara sistem kekebalan adaptif melibatkan limfosit (sel T dan B) dengan menghasilkan antibodi sebagai respons imun. Apabila kondisi tubuh terlihat baik, kedua sistem kekebalan ini akan bekerja bersama-sama untuk mempertahankan daya tahan tubuh.

    Baca Juga: Sambiloto Sebagai Terapi Mengurangi Infeksi Covid-19

    Cara Memanfaatkan Obat Tradisional

    Ada dua cara untuk memanfaatkan obat tradisional, yaitu:

    • Menggunakan produk jadi
    • Meracik dan mengolah sendiri

    Menggunakan produk jadi

    Sahabat dapat mendapatkan obat tradisional dalam bentuk produk jadi dengan cara offline atau online. Toko offline meliputi apotek, toko obat, swalayan, atau minimarket resmi, sedangkan toko online seperti toko resmi (official store) atau website resmi. Ketika membeli produk, Sahabat perlu melakukan cek label dan cek “klik” yang merupakan kependekan dari cek kemasan, label, izin edar, dan kadaluwarsa.

    Cek label meliputi:

    • Indikasi, yaitu klaim khasiat yang disetujui pada umumnya, seperti membantu memperbaiki atau memelihara daya tahan tubuh
    • Aturan pakai, gunakan sesuai aturan pakai yang tercantum di label. Artinya, obat tidak boleh digunakan secara berlebihan
    • Peringatan/perhatian, yaitu merujuk pada jika terdapat peringatan atau perhatian terhadap produk tertentu
    • Kontraindikasi, berarti produk yang bersangkutan tidak boleh digunakan oleh penderita kondisi tertentu

    Untuk cek klik meliputi

    • Cek kemasan, untuk memastikan obat dalam kondisi yang dikemas dengan baik
    • Cek label, yaitu membaca keseluruhan informasi produk, seperti zat aktif dalam obat dan cara menyimpan
    • Cek izin edar, yaitu untuk memastikan apakah obat tersebut telah memiliki izin edar dari BPOM
    • Cek kedaluwarsa, yaitu untuk memastikan obat yang dibeli tidak melewati tanggal kedaluwarsa sehingga layak dikonsumsi

    Baca Juga: Bijak Berbelanja Obat Melalui Aplikasi Online

    Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kondisi penyimpanan dan efek yang tidak diinginkan. Kondisi penyimpanan merujuk pada bagaimana cara menyimpan obat yang sesuai sedangkan efek yang tidak diinginkan adalah apabila obat yang dikonsumsi menimbulkan efek samping yang cukup parah. Apabila timbul efek yang tidak diinginkan, Sahabat harus segera menghentikan konsumsi obat dan segera hubungi dokter

    Meracik dan Mengolah Sendiri

    Cara kedua adalah meracik dan mengolah sendiri obat-obatan dari sumbernya langsung berupa simplisia nabati. Dengan cara ini, Sahabat mencari dan mengumpulkan sendiri bahan-bahan untuk obat-obatan yang ada, yang bisa didapatkan di sekitar rumah. Sahabat harus memperhatikan beberapa hal yang berkaitan dengan kebersihan bahan. Setelah itu, Sahabat bisa mulai mengolah bahan-bahan, dari mencuci hingga merebus untuk kemudian mengonsumsinya.

    Baca Juga: Simplisia Nabati: Pengertian, Jenis, Pengolahan, Tumbuhan, dan Lain-lain

    Apa yang Harus Diperhatikan Ketika Memanfaatkan Obat Tradisional?

    Yang perlu Sahabat perhatikan adalah sebagai berikut:

    • Reaksi alergi: ada beberapa orang atau individu yang mempunyai reaksi alergi yang cukup parah terhadap obat tradisional tertentu
    • Kelompok yang berisiko: obat-obatan tidak dianjurkan untuk kelompok berisiko, yaitu bayi, anak-anak, wanita hamil, orang lanjut usia serta yang mempunyai kondisi penyakit tertentu sehingga membutuhkan konsultasi dokter
    • Takaran dan kombinasi: hindarilah takaran dan kombinasi yang berlebihan
    • Konsultasi dengan dokter: konsultasilah dengan dokter terlebih dahulu jika Sahabat hendak mengonsumsi obat bersamaan dengan obat nontradisional
    • Penggunaan jangka panjang: peringatan/perhatian terhadap efek yang tidak diinginkan

    Baca Juga: Arti Lingkaran Berwarna Kemasan Obat

    Itulah beberapa hal seputar obat tradisional yang bisa digunakan untuk membantu memelihara daya tahan tubuh. Sahabat Sehat juga harus tetap memperhatikan aspek-aspek yang ada pada obat tradisional yang hendak dikonsumsi supaya tidak terjadi dampak yang tidak diinginkan. Untuk obat yang resmi dan terpercaya, Sahabat bisa membelinya di Prosehat. Informasi selengkapnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Sugiarti, Herawaty, Riani. Buku Saku Obat Tradisional untuk Daya Tahan Tubuh. 1st ed. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan; 2020.
    2. BPOM Ingatkan Pentingnya Cek KLIK [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 2 February 2021]. Available from: https://megapolitan.kompas.com/read/2018/02/25/10193531/bpom-ingatkan-pentingnya-cek-klik
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja