Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Makanan Sehat

Showing 1–10 of 219 results

  • Lebaran merupakan hari raya yang spesial bagi umat Islam seluruh dunia setelah berpuasa satu bulan full saat Ramadhan. Salah satu momen yang dinanti adalah berkumpul dengan keluarga besar di kampung halaman sambil menikmati hidangan khas Lebaran yang berlimpah. Makanan lebaran identik dengan makanan tinggi karbohidrat dan berlemak, seperti ketupat sayur, opor ayam, gulai dan rendang […]

    Ini Khasiat Minyak Ikan untuk Jaga Kolesterol Saat Lebaran

    Lebaran merupakan hari raya yang spesial bagi umat Islam seluruh dunia setelah berpuasa satu bulan full saat Ramadhan. Salah satu momen yang dinanti adalah berkumpul dengan keluarga besar di kampung halaman sambil menikmati hidangan khas Lebaran yang berlimpah.

    Ini Khasiat Minyak Ikan untuk Jaga Kolesterol Saat Lebaran

    Ini Khasiat Minyak Ikan untuk Jaga Kolesterol Saat Lebaran

    Makanan lebaran identik dengan makanan tinggi karbohidrat dan berlemak, seperti ketupat sayur, opor ayam, gulai dan rendang daging, olahan daging kambing, dan kue-kuean. Dan biasanya, sayur-sayuran agak sulit ditemui sebagai penyeimbang nutrisi.

    Bagi Anda yang memiliki riwayat kolesterol tinggi, Anda harus lebih waspada dalam memilih makanan dan menakar porsinya. Sama juga bagi Anda yang sehat, jangan sampai selesai Idul Fitri malah jadi berkolesterol tinggi!

    Memilih makanan dengan bijak

    Ke rumah siapapun Anda berkunjung saat Lebaran, kemungkinan besar Anda akan disuguhkan jenis makanan yang sama. Mungkin Anda pun segan untuk menolaknya dengan maksud menghormati tuan rumah.

    Agar kerja pencernaan Anda tidak overload dan tidak menambah banyak cadangan lemak yang disimpan dalam tubuh, takarlah porsi makan Anda. Cukup ambil beberapa potong ketupat, satu macam daging-dagingan ukuran kecil atau sedang, dan lebihkan porsi sayurnya. Minumnya? Utamakan air putih dan kurangi minuman yang manis-manis.

    Dengan porsi yang lebih kecil dari biasa Anda makan, Anda bisa menambah frekuensi makan agar kebutuhan energi harian Anda tetap terpenuhi dengan gizi yang baik.

    Pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala: Cek Lab dari ProSehat

    Kue kering juga berkolesterol tinggi?

    Kue khas lebaran seperti nastar, putri salju, dan kastengel juga dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh bila dikonsumsi secara berlebihan.

    Menurut ahli gizi dr. Titi Sekarindah, MS, SpGK, kalori yang terkandung dalam satu kue kering bisa sampai 50 kalori. Maka disarankan untuk mengonsumsi kue kering cukup 3 sampai 4 saja.

    Sedangkan, jika Anda memiliki riwayat kolesterol tinggi, maksimal 1 atau 2 kue kering saja sudah cukup.

    Baca Juga: Hati-hati Kolesterol Tinggi dan Mengganggu Lebaran Anda

    Minyak Ikan menjaga kadar kolesterol

    Selain menakar porsi makan dan memilih makanan yang baik, minyak ikan bisa menjadi cara tambahan dalam menjaga kadar kolesterol Anda selama Lebaran dan setelahnya.

    Asupan ini bisa didapatkan dari ikan dengan kandungan omega-3 atau suplemen minyak ikan. Omega-3 sudah lama terbukti efektif dalam mengontrol kadar kolesterol secara keseluruhan dalam tubuh.

    Medical check up setelah Lebaran

    Ya, sebelum memulai aktivitas kembali seperti biasa, sebaiknya Anda melakukan medical check up terlebih dahulu untuk memastikan Anda dalam kondisi fit untuk kerja.

    Jenis medical check up yang bisa Anda lakukan setelah balik mudik, antara lain:

    • Darah rutin
    • Profil kolesterol (kolesterol total, HDL, LDL, trigliserida)
    • Gula darah (puasa atau sewaktu)
    • Asam urat.

    Pemeriksaan profil kolesterol dan gula darah puasa sebaiknya didahului dengan puasa selama 10 jam, namun Anda masih diperbolehkan minum air putih. Hal ini untuk mengetahui kadar kolesterol dan gula darah dasar Anda tanpa ada pengaruh dari asupan makanan.

    Baca Juga: Kolesterol Penyebab Stroke Dan Serangan Jantung

    Nah Sahabat Sehat, itulah kiat menjaga kolesterol agar tidak meningkat drastis saat momen Lebaran. Terlalu banyak lemak jahat dapat menyebabkan kolesterol menumpuk di pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

    Jadwalkan medical check up Anda setelah Lebaran bersama Prosehat dan konsultasikan hasilnya dengan dokter dan saran omega 3 yang terbaik untuk Anda.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Nurul L
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Jelang Lebaran, Ini Tips dari Ahli untuk Jaga Kolesterol Tetap Aman. [Internet]. Detik.com. 2022.
    2. Pratama SA. Ini Batasan Makan Kue Kering Lebaran Agar Badan Tidak Melar. [Internet]. 2015.
    Read More
  • Sebelum Anda menentukan menu makanan saat lebaran nanti, kami ingatkan bahwa pola makan dengan kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Makanan lebaran yang lezat umumnya berlemak tinggi, seperti ketupat sayur, opor ayam, gulai dan rendang daging, olahan daging kambing, dan kue-kuean. Dan biasanya, sayur-sayuran agak sulit ditemui sebagai penyeimbang nutrisi. Di tengah meriahnya suasana […]

    Hati-hati Kolesterol Tinggi dan Mengganggu Lebaran Anda

    Sebelum Anda menentukan menu makanan saat lebaran nanti, kami ingatkan bahwa pola makan dengan kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

    Makanan lebaran yang lezat umumnya berlemak tinggi, seperti ketupat sayur, opor ayam, gulai dan rendang daging, olahan daging kambing, dan kue-kuean. Dan biasanya, sayur-sayuran agak sulit ditemui sebagai penyeimbang nutrisi.

    Hati-hati Kolesterol Tinggi dan Mengganggu Lebaran Anda

    Hati-hati Kolesterol Tinggi dan Mengganggu Lebaran Anda

    Di tengah meriahnya suasana Lebaran, Sahabat Sehat perlu memperhatikan kesehatan, terutama risiko kolesterol tinggi yang dapat berdampak pada kesehatan jantung, otak, dan organ dalam. Jangan sampai Anda tumbang selesai Lebaran! Yuk, simak ulasannya.

    Siapa Berisiko Kolesterol Tinggi?

    Orang dengan kolesterol tinggi tidak harus berbadan besar atau dengan berat badan berlebih. Perawakan normal atau kurus pun bisa memiliki kolesterol tinggi bila ia menjalankan gaya hidup yang tidak sehat.

    Kolesterol tinggi biasa ditemui pada orang dengan faktor risiko seperti di bawah ini, antara lain:

    1. Riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi
    2. Pola makan tinggi lemak jenuh (daging-dagingan, produk olahan susu) / lemak trans (sebagian besar kue-kuean, makanan beku olahan seperti nugget dan sosis, keripik, dll)
    3. Obesitas atau overweight
    4. Kurang aktivitas fisik/ sedentary lifestyle
    5. Merokok
    6. Konsumsi alkohol secara rutin
    7. Usia tua
    8. Wanita menopause
    9. Diabetes tipe 2

    Konsultasi seputar kesehatan Anda dan Keluarga: Chat Dokter ProSehat

    Pengaruh Makanan Berlemak Terhadap Jantung dan Otak

    Tubuh kita membutuhkan lemak untuk diubah menjadi energi dan berfungsi, tapi tubuh membutuhkan lemak yang sehat, yaitu lemak tidak jenuh (unsaturated fats).

    Terlalu banyak lemak jahat (lemak jenuh) dapat menyebabkan kolesterol menumpuk di arteri (pembuluh darah). Lemak jenuh meningkatkan kolesterol jahat (LDL), dan LDL yang tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

    Periksa Kolesterol Sebelum Lebaran atau Setelah Lebaran?

    Baik Anda memiliki risiko terhadap kolesterol atau tidak, Anda tetap perlu melakukan pemeriksaan kesehatan. Bedanya, orang yang sudah menderita kolesterol tinggi disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan lebih sering dibanding yang sehat. Salah satunya untuk melihat respon obat dalam menurunkan kolesterol dan dampaknya terhadap organ tubuh lain yang sakit.

    Dalam kondisi khusus seperti Lebaran, tidak ada salahnya Anda memeriksakan kolesterol sebelum dan sesudah Lebaran. Untuk memeriksa kadar kolesterol, Anda disarankan untuk berpuasa terlebih dahulu selama 10-12 jam. Bedanya, puasa untuk pemeriksaan kolesterol membolehkan Anda minum air putih (bila sedang tidak dalam kondisi berpuasa Ramadhan).

    Baca Juga: Sebelum Mudik Lebaran, Lakukan Pemeriksaan Kesehatan dan Vaksinasi

    Jenis Kolesterol yang Diperiksa

    Ini adalah pemeriksaan yang diperlukan untuk mengetahui profil lemak/ kolesterol Anda, yaitu:

    Kolesterol Total

    Total dari kadar HDL, LDL, dan trigliserida. Normalnya kurang dari 200 mg/dL.

    HDL (high density lipoprotein)

    Dikenal sebagai kolesterol baik. Kadar kolesterol HDL yang normal dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Normalnya 60 mg/dL atau lebih.

    LDL (low density lipoprotein)

    Dikenal sebagai kolesterol jahat karena dapat menyumbat pembuluh darah. Normalnya kurang dari 100 mg/dL.

    Trigliserida

    Yaitu lemak yang disimpan. Trigliserida yang tinggi dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke. Normalnya kurang dari 150 mg/dL.

    Baca Juga: 7 Makanan Ini Memicu Kolesterol

    Konsultasikan Hasil Dengan Dokter

    Setelah Anda menerima hasil pemeriksaan kolesterol, segera konsultasikan hasilnya dengan dokter. Dokter akan menganalisa hasil pemeriksaan dan mendiskusikan rencana terapi bersama Anda.

    Anda bisa bertemu langsung dengan dokter di fasilitas kesehatan atau panggil dokter ke rumah, atau melalui layanan Chat Dokter 24 jam dari Prosehat untuk kenyamanan Anda.

    Sahabat Sehat, walau makanan Lebaran sangat menggugah selera, sebaiknya Anda tetap berhati-hati dalam memilih jenis makanan dan porsinya. Terutama bagi Anda yang sudah memiliki penyakit kronis.

     

    Ditulis oleh: dr. Gloria Teo
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. National Center for Chronic Disease Prevention and Health Promotion. LDL and HDL Cholesterol: “Bad” and “Good” Cholesterol [internet]. Atlanta: CDC; 2020.
    2. Mayo Clinic. Top 5 lifestyle changes to improve your cholesterol [internet]. New York: Mayo Clinic; 2020.
    Read More
  • Ibadah puasa di bulan Suci Ramadhan wajib dilaksanakan bagi umat Islam. Namun, bagaimana dengan orang menderita penyakit tertentu yang diharuskan untuk minum obat secara rutin? Nah, agar tidak membatalkan puasa, rutinitas minum obat juga harus disiasati dengan tepat. lantas Bagaimana menyiasati Jadwal Minum Obat Saat Berpuasa ramadan? Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi orang […]

    Ketahui Cara Menyiasati Jadwal Minum Obat Saat Berpuasa

    Ibadah puasa di bulan Suci Ramadhan wajib dilaksanakan bagi umat Islam. Namun, bagaimana dengan orang menderita penyakit tertentu yang diharuskan untuk minum obat secara rutin? Nah, agar tidak membatalkan puasa, rutinitas minum obat juga harus disiasati dengan tepat. lantas Bagaimana menyiasati Jadwal Minum Obat Saat Berpuasa ramadan?

    Ketahui Cara Menyiasati Jadwal Minum Obat Saat Berpuasa

    Ketahui Cara Menyiasati Jadwal Minum Obat Saat Berpuasa

    Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi orang yang harus minum obat rutin jika ingin tetap berpuasa. 

    Kenali Cara Kerja Obat

    Frekuensi minum obat tergantung dari jenis dan sifat obat itu sendiri. Obat yang lama dicerna oleh tubuh biasanya memiliki frekuensi yang sedikit, misalnya satu kali sehari. Sedangkan obat yang lebih cepat dicerna dan dibuang oleh tubuh memerlukan beberapa kali konsumsi dalam sehari.

    Secara umum, rentang waktu minum obat adalah sebagai berikut:

    • Obat yang diminum 1x sehari, maka diminum setiap 24 jam
    • Obat yang diminum 2x sehari, maka diminum setiap 12 jam
    • Obat yang diminum 3x sehari, maka diminum setiap 8 jam

    Jenis obat yang harus diminum sebelum atau setelah makan berkaitan dengan sifat dan efek obat tersebut, seperti:

    Obat yang diminum sebelum makan
    Penyerapan obat tidak optimal jika bersamaan dengan makanan. Misalnya, obat lambung yang harus diminum 30-60 menit sebelum makan atau 2-3 jam setelah makan (saat lambung kosong) bertujuan agar obat bekerja secara maksimal agar asam lambung tidak diproduksi berlebihan sehingga mengurangi rasa mual.

    Obat yang diminum setelah makan
    Sebagian obat bersifat iritatif pada saluran cerna, terutama pada lambung. Sebagian lainnya lebih bagus penyerapannya saat bercampur dengan makanan.

    Untuk Sahabat Sehat yang membutuhkan multivitamin, silahkan cek: Pesan Multivitamin dari ProSehat

    Cara Menyiasati Jadwal Minum Obat Saat Berpuasa di Bulan Ramadhan

    Selama berpuasa, durasi minum obat akan berubah menjadi kurang dari 24 jam. Nah, bagi Anda yang  menderita penyakit tertentu yang mengharuskan Anda untuk minum obat saat berpuasa, maka ada rekomendasi minum obat yang mungkin bisa diterapkan selama menjalani ibadah puasa agar efek terapi pengobatan tetap optimal, yakni:

    Membagi jadwal minum obat antara waktu berbuka puasa dan sahur

    Obat 1x sehari sebelum makan

    Minum obat dengan dosis 1x sehari dapat dilakukan ketika waktu berbuka puasa atau saat sahur. Misalnya setelah membatalkan puasa dengan takjil atau setengah jam sebelum makan berat. Bisa juga 30 menit sebelum mengonsumsi menu sahur. Yang terpenting waktunya harus konsisten setiap harinya (per 24 jam).

    Obat 1x sehari setelah makan

    Minum obat dengan dosis 1x sehari setelah makan bisa diminum setelah berbuka puasa atau setelah makan sahur.

    Obat 2x sehari sebelum makan

    Minum obat 2x sehari bisa dikonsumsi saat berbuka puasa dan sahur, yakni setelah membatalkan puasa dengan takjil atau 30 menit sebelum makan berat, dan dosis berikutnya diminum 30 menit sebelum sahur atau makan makanan berat.

    obat 2x sehari setelah makan

    Minum obat dengan dosis 2x sehari saat puasa bisa diminum setelah makan makanan buka puasa dan setelah makan sahur.

    Obat 3x sehari

    Apabila obat yang diminum bersifat simptomatis, yakni untuk meredakan gejala seperti demam, sakit kepala, atau nyeri, makan obat dapat diminum sebanyak 2x, yakni saat berbuka puasa dan setelah makan sahur. Namun, jika obat bersifat kausatif seperti antibiotik, maka sebaiknya konsultasi dengan dokter. Bila memungkinkan, dokter akan mengganti dosis antibiotik yang dapat diminum hanya 2x sehari.

    Baca Juga: Ketahui Arti Lingkaran Berwarna Kemasan Obat

    Informasi Jenis Obat Khusus untuk Berpuasa di Bulan Ramadhan

    Ada beberapa jenis obat-obatan khusus dalam mengurangi risiko penyakit kronis yang tetap harus dikonsumsi, tetapi telah disesuaikan dengan kondisi berpuasa. Antara lain:

    Obat antihipertensi

    Jenis obat ini sudah banyak diformulasikan untuk pemakaian sekali minum dalam sehari. Biasanya dokter akan meresepkan obat antihipertensi ini dan menyarankan agar obat diminum saat makan sahur sehingga obat bisa mengendalikan tekanan darah selama beraktivitas di siang hari. Dan perlu diingat, jika obat anti hipertensi diminum pada malam hari kemungkinan akan menyebabkan penurunan tekanan darah berlebihan pada saat tidur.

    Obat maag

    Ada beberapa merk obat maag yang telah diformulasikan untuk digunakan sekali dalam sehari, seperti lansoprazol, omeprazol, esomeprazol, dan pantoprazol. Dokter biasanya akan menganjurkan untuk mengonsumsi obat ini di malam hari sebelum tidur. Hal ini disebabkan asam lambung akan mencapai kadar paling tinggi pada saat dini hari, sehingga disarankan untuk diminum pada malam harinya untuk mencegah kenaikan asam lambung berlebihan. 

    Obat antidiabetes

    Obat antidiabetes yang cukup diminum 1x kali sehari adalah glimepiride, glipizide, atau glibenklamid yang sebaiknya dikonsumsi pada saat berbuka puasa untuk mengontrol kadar gula darah. Pasalnya, saat berbuka kadar gula darah cenderung akan meningkat berlebihan. 

    Namun, jika obat antidiabetes yang diresepkan 2x sehari, seperti metformin, sebaiknya diminum saat berbuka dan pada malam hari sebelum tidur. Hindari minum obat antidiabetes saat makan sahur agar tidak menyebabkan kondisi hipoglikemia pada saat berpuasa di siang harinya. 

    Obat penurun kolesterol

    Obat penurun kolesterol seperti atorvastatin, simvastatin, atau rosuvastatin sangat dianjurkan untuk diminum pada pukul 7-9 malam atau saat menjelang tidur malam untuk mendapatkan efek obat yang optimal.

    Baca Juga: Tanaman Obat Tradisional Alternatif Pencegah Corona

    Sahabat Sehat, tips di atas adalah tips umum minum obat saat berpuasa. Selalu konsultasikan kembali dengan dokter untuk kondisi Anda dan jangan sampai terlewat dosisnya agar pengobatan berhasil.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, obat-obatan, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 0811-1816-800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. researchgate.net. 2022. Drug intake during Ramadan.
    2. PORTAL MyHEALTH. 2022. Fasting and Medicines – PORTAL MyHEALTH.
    3. HISFARSI DIY. 2022. Panduan Minum Obat Saat Berpuasa di Bulan Ramadhan.
    4. Bragazzi, N., 2022. Ramadan fasting and chronic kidney disease: A systematic review.
    5. yankes.kemkes.go.id. 2022. read penggunaan obat pada saat puasa.

     

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

    Read More
  • Tubuh manusia memiliki sistem pertahanan yang sangat kompleks untuk memproteksi diri dari infeksi bakteri, virus, dan kuman lainnya. Gizi yang seimbang merupakan salah satu hal cara yang ampuh untuk menjaga imunitas, terlebih di bulan Ramadhan dalam masa pandemi Covid-19. Pada bulan Ramadhan, waktu untuk makan sangat terbatas, sedangkan tubuh memerlukan nutrisi yang cukup setiap harinya […]

    Pentingnya Gizi Seimbang Selama Puasa untuk Imun Tubuh

    Tubuh manusia memiliki sistem pertahanan yang sangat kompleks untuk memproteksi diri dari infeksi bakteri, virus, dan kuman lainnya. Gizi yang seimbang merupakan salah satu hal cara yang ampuh untuk menjaga imunitas, terlebih di bulan Ramadhan dalam masa pandemi Covid-19.

    Pada bulan Ramadhan, waktu untuk makan sangat terbatas, sedangkan tubuh memerlukan nutrisi yang cukup setiap harinya agar dapat berfungsi dengan baik. Maka, pilihlah makanan yang dapat melengkapi kebutuhan tubuh. Makanan yang tinggi kalori tidak serta merta memiliki gizi yang bagus, contohnya junk food atau makanan cepat saji.

    Pentingnya Gizi Seimbang Selama Puasa untuk Imun Tubuh

    Pentingnya Gizi Seimbang Selama Puasa untuk Imun Tubuh

    Daya tahan tubuh menjadi hal yang harus diperhatikan agar fokus tetap prima. Pentingkah menjaga Gizi Seimbang Selama Puasa untuk Imun Tubuh? Yuk, simak seperti apa nutrisi yang diperlukan oleh tubuh untuk menjaga imunitas.

    Mengenal Makronutrien dan Mikronutrien

    Untuk menjaga sistem imun, tubuh kita memerlukan makro dan mikronutrien dalam asupan sehari-hari. Makronutrien adalah nutrien utama yang dibutuhkan tubuh, sedangkan mikronutrien adalah nutrien tambahan yang menyempurnakan.

    Untuk Sahabat Sehat yang membutuhkan multivitamin, silahkan cek: Pesan Multivitamin dari Prosehat

    Makronutrien

    Makronutrien merupakan karbohidrat, protein, dan lemak. Mengonsumsi makanan untuk memenuhi kebutuhan makronutrien sangat penting agar tubuh Anda bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Karbohidrat memiliki banyak wujud seperti nasi, roti, kentang, singkong, dan sebagainya.

    Sumber protein ada dua, yaitu nabati dan hewani. Anda bisa mendapatkan protein nabati dari sayuran, kacang, dan biji-bijian. Contohnya tempe, bayam, brokoli, dan alpukat. Sedangkan, protein hewani bisa didapatkan dengan mengonsumsi daging merah, telur ayam, susu sapi dan keturunannya, daging ayam, dan ikan-ikanan.

    Lemak dapat dijumpai dalam berbagai macam makanan. Lemak sehat seperti omega-3 dapat dijumpai pada daging ikan dan alpukat, sedangkan lemak “jahat” dapat dijumpai pada lemak di daging hewan, margarin, keju dan makanan yang digoreng.

    Baca Juga: 6 Tips Berpuasa Bagi Lansia Menurut Penelitian Ahli Gizi

    Mikronutrien

    Mikronutrien merupakan vitamin dan mineral. Mikronutrien juga harus terpenuhi karena perannya sangat penting untuk banyak hal, salah satunya adalah untuk sistem imun tubuh. Beberapa contoh mikronutrien yang penting untuk sistem imun adalah vitamin C, vitamin D, seng, selenium, dan zat besi.

    Contoh-contoh sumber makanan yang tinggi akan mikronutrien adalah buah-buahan dan sayur-sayuran. Mikronutrien membantu dalam fungsi dan proses kerja sistem imun dalam melawan kuman-kuman yang mencoba menginfeksi tubuh.

    Baca Juga: Banyak Pantangan, Ini Cara Puasa Bagi Penderita Diabetes

    Sahabat Sehat, memenuhi kebutuhan nutrisi sangatlah penting terutama di masa pandemi Covid-19. Bagi Sahabat Sehat yang menjalani puasa, pastikan nutrisi tubuhnya tercukupi. Saat sahur atau buka puasa, lebih baik mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang selama puasa daripada yang hanya tinggi kalorinya seperti junk food atau makanan cepat saji. Dengan melakukan hal-hal tersebut, Anda dapat menjalani puasa dengan aman dalam masa pandemi ini.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, pemeriksaan medical check up berkala, pemeriksaan laboratorium, layanan fisioterapi, produk imunisasi dewasa, produk multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

     

    1. Nutrition Basics | at WSU [Internet]. Mynutrition.wsu.edu. 2022.
    2. Nutrition and Immunity [Internet]. The Nutrition Source. 2022.
    3. Childs, Calder, Miles. Diet and Immune Function. Nutrients. 2019;11(8):1933.

     

    Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

    Read More
  • Berpuasa memang memiliki manfaat bagi kesehatan. Namun puasa bagi penderita diabetes melitus harus dilakukan dengan benar. Karena ada risiko komplikasi jika sembarangan berpuasa. Maka dari itu, penting sekali bagi penderita diabetes untuk melakukan persiapan sebelum puasa. Selain itu, sangat penting untuk tahu apa yang harus dilakukan sebelum, selama, dan setelah berpuasa. Juga tentunya perlu juga […]

    Banyak Pantangan, Ini Cara Puasa Bagi Penderita Diabetes

    Berpuasa memang memiliki manfaat bagi kesehatan. Namun puasa bagi penderita diabetes melitus harus dilakukan dengan benar. Karena ada risiko komplikasi jika sembarangan berpuasa.

    Puasa Bagi Penderita Diabetes Diperbolehkan Selama Menjaga Kondisi Tubuh dengan Cermat

    Maka dari itu, penting sekali bagi penderita diabetes untuk melakukan persiapan sebelum puasa. Selain itu, sangat penting untuk tahu apa yang harus dilakukan sebelum, selama, dan setelah berpuasa. Juga tentunya perlu juga untuk tahu apa saja yang pantang dilakukan penderita diabetes selama berpuasa.

    Persiapan Puasa Bagi Penderita Diabetes

    Puasa bagi penderita diabetes sebaiknya didahului dengan berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melihat riwayat perjalanan penyakit Anda dan perkembangannya, termasuk kadar gula darah beberapa bulan terakhir, tekanan darah, dan profil lipid (kolesterol/ trigliserida). Setelah menerima informasi yang lengkap, dokter akan memberikan saran yang terbaik untuk Anda.

    Anda juga perlu memahami apa saja risiko komplikasi bila berpuasa, terutama bila dilakukan dengan tidak berhati-hati. Contoh komplikasi yang mungkin terjadi antara lain gula darah rendah (hipoglikemi), gula darah tinggi (hiperglikemi), dan kekurangan cairan tubuh (dehidrasi).

    Jangan sampai penderita diabetes mengalami komplikasi karena berpuasa. Beberapa hal yang mempengaruhi risiko komplikasi diantaranya:

    1. Tipe diabetes (Diabetes Melitus tipe 1 atau 2)
    2. Kestabilan gula darah Anda selama 3 bulan terakhir (lebih aman bila HbA1c pada level 7.5%)
    3. Jenis obat untuk mengontrol gula darah Anda, terutama bila menggunakan sulfonilurea dan insulin
    4. Memiliki komplikasi diabetes, seperti gangguan penglihatan, kerusakan saraf, penyakit jantung dan ginjal

    Bila dokter merasa Anda belum pada kondisi optimal untuk berpuasa, maka dokter akan menyarankan agar Anda menunda hingga kondisi Anda membaik.

    4 Hal yang Harus Diperhatikan Selama Berpuasa

    Selain membicarakan risiko komplikasi dengan dokter, dapatkan informasi apa saja yang harus dilakukan dan diketahui agar aman berpuasa. Adapun informasi yang biasanya akan diberikan oleh dokter antara lain:

    1. Lakukan pemeriksaan gula darah lebih sering dari biasanya
    2. Panduan jika mengetahui gula darah terlalu rendah
    3. Panduan jika mengetahui gula darah terlalu tinggi
    4. Hal yang harus dilakukan jika merasa kondisi tidak sehat
    5. Penyesuaian obat diabetes, termasuk dosis, jenis obat, dan waktu minum obat
    6. Penyesuaian dosis dan waktu menerima insulin selama berpuasa

    Dokter juga biasanya akan memberikan saran untuk tidak memaksakan diri lanjut berpuasa jika terjadi kondisi yang dapat berisiko membahayakan diri.

    Tips Agar Penderita Diabetes Bisa Aman Berpuasa

    Setiap Muslim yang akan berpuasa mengharapkan momen beribadah yang khusyuk. Setelah berkonsultasi dengan dokter, tiba saatnya Anda melakukan manajemen puasa secara mandiri. Ikuti tips berpuasa di bawah ini agar aman dan nyaman.

    Pilih Makanan dan Minuman Sehat

    Ada beberapa menu makanan yang bisa dikonsumsi saat sahur dan saat berbukan (iftar). Berikut ini beberapa rekomendasi makanan dan minuman yang bisa dikonsumsi penderita diabetes sebelum dan setelah berpuasa:

    Sahur

    Sahur adalah bagian penting dalam berpuasa dan tidak boleh Anda lewati. Pilihlah makanan yang memiliki indeks glikemik rendah. Artinya, makanan akan dicerna tubuh secara lambat sehingga kenaikan gula darah terjadi perlahan-lahan. Dengan demikian, gula darah juga akan lebih stabil selama berpuasa. Contoh makanan dengan indeks glikemik rendah adalah oat, beras basmati, beras hitam, biji-bijian, kacang-kacangan.

    Bila hanya memungkinkan bagi Anda untuk mengonsumsi beras putih, diskusikan dengan Ahli Gizi atau dokter Anda mengenai porsinya karena beras putih termasuk makanan dengan indeks glikemik tinggi.

    Yang tidak kalah penting adalah minum air putih yang cukup. Hindari minuman manis dan berkafein seperti teh, kopi, soda untuk mencegah risiko dehidrasi. Kafein memiliki efek diuretik yang menyebabkan sering buang air kecil.

    Iftar

    Sebagian orang membatalkan puasanya saat iftar dengan memakan kurma. Walau kurma memiliki kandungan nutrisi yang bagus, perlu diingat bahwa kurma mengandung karbohidrat yang tinggi. Dua buah kurma ukuran besar sama dengan sepotong roti berukuran sedang. Maka, batasi jumlah kurma yang Anda makan.

    Segera pulihkan cairan tubuh dengan minum air putih yang cukup. Hindari minuman manis atau jus buah karena akan meningkatkan gula darah dengan drastis. Selain itu, hindari makanan yang digoreng demi kesehatan jantung Anda.

    Tetap Aktif Bergerak

    Orang dengan diabetes dapat tetap melakukan aktivitas ringan sehari-hari. Bila Anda sudah biasa berolahraga dan ingin melanjutkannya selama Ramadhan, pastikan Anda sudah mendiskusikannya dengan dokter karena olahraga dapat meningkatkan risiko hipoglikemia, terutama bila dilakukan di akhir waktu puasa.

    Beberapa rekomendasi aktivitas yang baik dilakukan oleh penderita diabetes saat puasa antara lain:

    • Berenang
    • Berjalan kaki ringan di sore hari
    • Berkebun dan menyiram tanaman
    • dan kegiatan ringan lain seperti bebersih rumah dan memasak

    Jika saat melakukan kegiatan-kegiatan tersebut tiba-tiba merasakan penurunan kondisi kesehatan, segera beristirahat. Batalkan puasa jika merasa dibutuhkan.

    Pahami Kapan Harus Batalkan Puasa

    Setiap orang dengan diabetes harus memahami sinyal tubuhnya dengan baik. Bila Anda merasa lemas dan kadar gula Anda rendah, segera batalkan puasa. Kadar gula darah < 70 mg/dL atau > 300 mg/dL memerlukan penanganan segera.

    Demikianlah panduan cara puasa bagi penderita diabetes melitus. Tetap jaga kesehatan sehingga bisa menyambut bulan yang penuh berkah dengan segenap suka cita. Persiapkan diri sebaik-baiknya agar Anda dapat beribadah tanpa halangan. Lanjutkan pola hidup sehat walau Ramadhan telah usai untuk kebaikan diri.

    Referensi:

    1. Castro R. Diabetes and fasting: can I fast during Ramadan?
    2. Diabetes Org. UK: Diabetes and Ramadan
    3. Al-Arouj M et al. Recommendations for Management of Diabetes During Ramadan

    Ditulis oleh: dr. Nurul Larasati

    Read More
  • Ditulis oleh: Redaksi Prosehat Ditinjau oleh: dr. Monica C Bagi penderita masalah ginjal, beberapa jenis makanan pantang untuk dikonsumsi. Sebab makanan tersebut dapat memperburuk kondisi ginjal. Selain itu, makanan tersebut mengandung zat yang dapat mengganggu proses penyembuhan dari masalah ginjal yang sedang terjadi. Ginjal merupakan salah satu organ penting dalam tubuh yang berfungsi untuk menyaring […]

    Makanan yang Pantang Dikonsumsi Penderita Penyakit Ginjal

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Monica C

    Bagi Penderita Masalah Ginjal Pantang Makan Makanan yang Diberi Banyak Garam

    Bagi Penderita Masalah Ginjal Pantang Makan Makanan yang Diberi Banyak Garam

    Bagi penderita masalah ginjal, beberapa jenis makanan pantang untuk dikonsumsi. Sebab makanan tersebut dapat memperburuk kondisi ginjal. Selain itu, makanan tersebut mengandung zat yang dapat mengganggu proses penyembuhan dari masalah ginjal yang sedang terjadi.

    Ginjal merupakan salah satu organ penting dalam tubuh yang berfungsi untuk menyaring darah, membuang limbah zat sisa melalui urine, menjaga keseimbangan cairan, dan menyeimbangkan mineral. Ketika ginjal rusak dan tak dapat menjalankan fungsinya dengan baik, cairan dan zat sisa akan menumpuk didalam tubuh dan menjadi tumpukan limbah dalam darah.

    Kerusakan pada fungsi ginjal disebut juga sebagai gagal ginjal. Kondisi ini tidak hanya disebabkan oleh suatu penyakit atau gaya hidup tidak sehat. Anda berisiko lebih besar untuk mengalami gagal ginjal atau masalah ginjal bisa semakin buruk apabila sering mengkonsumsi makanan penyebab gagal ginjal. Lantas, makanan apa saja yang menjadi pantangan bagi penderita gagal ginjal?

    Jaga Pola Makan, Ini Pantangan Makan Orang Sakit Ginjal

    Melansir NYU Langone Health, dokter tidak hanya meresepkan obat untuk mengatasi sakit ginjal, tapi juga merekomendasikan perubahan gaya hidup pada penderita gagal ginjal. Gaya hidup yang lebih sehat sangat berpengaruh pada tingkat kesembuhan penyakit ginjal serta mencegah risiko komplikasinya. 

    Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui apa saja pantangan yang perlu dihindari saat sakit ginjal untuk memperoleh kualitas hidup yang lebih baik. Berikut beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari agar tidak memperburuk kesehatan ginjal Anda. Diantaranya:

    Makanan Tinggi Garam dan Natrium

    Pada dasarnya, sah-sah saja mengonsumsi makanan yang mengandung garam (sodium/natrium). Namun, yang perlu diingat adalah batasi jumlahnya, yakni tidak lebih dari 2000 mg sodium per harinya. Batas asupan sodium yang direkomendasikan untuk menjaga kesehatan ginjal setara dengan 1 sampai 1,5 sendok teh garam per harinya. 

    Saat Anda mengonsumsi terlalu banyak garam, ginjal akan bekerja lebih keras untuk membuang natrium. Meningkatnya kinerja ginjal inilah yang memicu kerusakan ginjal hingga menyebabkan gagal ginjal. 

    Selain itu, pembatasan asupan garam dan natrium juga dapat mencegah Anda menderita tekanan darah tinggi. Pasalnya, tekanan darah tinggi yang terjadi dalam waktu lama dapat menyebabkan kerusakan ginjal permanen. 

    Beberapa makanan yang tinggi garam dan sodium adalah berbagai jenis makanan olahan seperti kornet, sosis, dan ikan asin.  Saat mengonsumsi makanan olahan ini, sebaiknya perhatikan kandungan natrium yang tertera pada kemasan produk. Alangkah baiknya, pilihlah jenis makanan olahan yang berlabel rendah garam atau salt free. 

    Makanan Tinggi Gula

    Mengonsumsi makanan yang tinggi gula dapat membuat kadar gula darah meningkat. Apabila kebiasaan ini terus berlanjut, kadar gula darah yang semakin tinggi lama-kelamaan dapat membuat insulin kesulitan bekerja. Akhirnya, Anda bisa menderita diabetes. 

    Saat mengalami diabetes, kadar gula darah cenderung lebih sulit dikendalikan sehingga sangat rentan menyebabkan komplikasi ginjal yang disebut nefropati diabetik. Itulah mengapa Anda harus membatasi konsumsi makanan tinggi gula karena dapat menyebabkan kerusakan ginjal. 

    Beberapa jenis makanan yang mengandung banyak gula yang mungkin sering Anda konsumsi adalah permen, coklat, kecap manis, sereal, dan es krim. 

    Makanan yang Mengandung Protein Tinggi

    Pada dasarnya, protein memiliki segudang manfaat bagi kesehatan, seperti menjaga kesehatan tulang, memperbaiki jaringan tubuh, mengontrol tekanan darah, dan meningkatkan massa otot. Akan tetapi, bila dikonsumsi secara berlebihan, protein justru dapat merusak ginjal. 

    Ketika tubuh mendapat asupan protein dari makanan yang dikonsumsi, protein tersebut akan diproses melalui sistem metabolisme tubuh. Pada proses inilah ginjal akan menghasilkan limbah atau zat sisa yang akan dibuang tubuh melalui urine. 

    Mengkonsumsi makanan berprotein tinggi dalam jumlah banyak akan meningkatkan kinerja ginjal karena memproses lebih banyak zat sisa dari metabolisme protein. Inilah alasan mengapa penderita gagal ginjal harus membatasi makan makanan berprotein tinggi. 

    Asupan protein harian yang direkomendasikan untuk orang dewasa adalah sekitar 55-66 gr per hari. Beberapa makanan yang kaya protein yakni ikan, daging, kacang-kacangan, telur, serta susu dan olahannya, seperti keju dan yoghurt. 

    Makanan Tinggi Fosfor

    Fosfor sebenarnya berguna untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun, asupan fosfor yang dikonsumsi perlu diperhatikan. Pasalnya, sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa mengonsumsi terlalu banyak fosfor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit ginjal. 

    Lihat Juga: Tanda Mengalami Gangguan Ginjal

    Asupan fosfor yang direkomendasikan adalah tidak lebih dari 1000 mg per hari. Apabila Anda mengonsumsi lebih banyak dari jumlah tersebut, tak hanya dapat membuat Anda menderita gagal ginjal, tapi juga bisa memicu penyakit jantung dan pelemahan tulang. 

    Beberapa makanan yang tinggi kandungan fosfor adalah:

    • Susu dan produk olahannya, seperti keju dan yoghurt
    • Dark chocolate
    • Ikan laut
    • Daging dan jeroan
    • Sayuran,terutama kangkong, bayam, dan lobak
    • Kacang-kacangan

    Hal Lain yang Perlu Diperhatikan untuk Mencegah Gagal Ginjal

    Selain membatasi konsumsi beberapa jenis makanan penyebab gagal ginjal diatas, terdapat hal-hal lainnya yang perlu diperhatikan guna terhindar dari gagal ginjal. Yakni:

    • Cukupi kebutuhan cairan harian, seperti banyak minum air putih (minimal 8 gelas sehari)
    • Hindari atau berhenti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol
    • Perbaiki gaya hidup dengan mengonsumsi makanan yang baik untuk kesehatan ginjal
    • Makanan yang baik untuk ginjal contohnya seperti apel, putih telur, nanas, dan bawang
    • Lakukan aktivitas fisik atau olahraga secara teratur
    • Hindari kebiasaan menahan pipis
    • Hindari mengkonsumsi jamu, obat-obatan, atau suplemen dalam jangka panjang, tanpa anjuran dokter

    Guna mencegah dan menghindari komplikasi gagal ginjal, sebaiknya lakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter ginjal. Terlebih jika Anda memiliki risiko untuk terkena gangguan ginjal, misalnya jika Anda menderita diabetes atau hipertensi. 

    Dengan demikian, dokter akan merekomendasikan upaya apa saja yang dapat Anda lakukan untuk memelihara kesehatan ginjal, sekaligus sebagai deteksi dini apabila terdapat masalah pada ginjal Anda, sehingga dapat dilakukan penanganan sesegera mungkin. 

    Demikianlah penjelasan mengenai pantangan makan orang sakit ginjal yang perlu kita ketahui bersama. Jika membutuhkan produk dan layanan untuk kesehatan ginjal, dapatkan segera di Prosehat.

    Cek: Produk dan Layanan Kesehatan Ginjal di Prosehat

    Referensi:

    • National Kidney Foundation. 2022. 10 Common Habits That May Harm Your Kidneys
    • Healthline. 2022. 17 Foods to Avoid If You Have Kidney Disease
    • Healthline. 2022. Top 12 Foods That Are High in Phosphorus
    • Encyclopedia, M. and disease, D., 2022. Diet – chronic kidney disease
    • Disease, E. and Health, N., 2022. Eating Right for Chronic Kidney Disease
    • Mayo Clinic. 2022. Chronic kidney disease – Symptoms and causes
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Anak yang tidak mau makan memang membuat orang tua khawatir. Namun sebaiknya hindari sembarangan memberi vitamin penambah nafsu makan. Karena sembarangan memberi vitamin penambah nafsu makan dikhawatirkan dapat memberikan efek samping yang tidak diinginkan. Ketika anak kurang nafsu makan, otang tuanya pasti merasa cemas […]

    Perlukah Anak Mengkonsumsi Vitamin Penambah Nafsu Makan?

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Ketika Anak Tidak Mau Makan Maka Orang Tua Bisa Menentukan Perlu Tidaknya Vitamin untuk Penambah Nafsu Makan Anak

    Anak yang tidak mau makan memang membuat orang tua khawatir. Namun sebaiknya hindari sembarangan memberi vitamin penambah nafsu makan. Karena sembarangan memberi vitamin penambah nafsu makan dikhawatirkan dapat memberikan efek samping yang tidak diinginkan.

    Ketika anak kurang nafsu makan, otang tuanya pasti merasa cemas sekaligus khawatir. Karena asupan nutrisi dan gizi harian akan mempengaruhi pertumbuhan dan masa depannya nanti. Lantas apakah yang kurang nafsu makan perlu untuk segera diberi vitamin penambah nafsu makan? Mari simak dari beberapa poin berikut ini:

    Penyebab Si Kecil Kehilangan Nafsu Makan

    Nafsu makan anak memang tidak bisa ditebak, terkadang lahap dan pada hari lain bisa saja Si Kecil malas makan. Anak susah makan pada umumnya disebabkan karena Si Kecil tidak menyukai rasa atau tekstur makanan yang disajikan. Hal ini dapat dipicu akibat kebiasaan Si Kecil mengkonsumsi makanan manis atau makanan yang mengandung penyedap rasa. Kebiasaan ini dapat membuat Si Kecil merasa makanan lain, seperti sayuran dan buah terasa lebih hambar. 

    Selain itu ada beberapa penyebab lain yang membuat Si Kecil kehilangan nafsu makannya, seperti:

    • Adanya masalah kesehatan seperti sakit tenggorokan, demam, batuk, pilek, dan ruam.
    • Kebiasaan waktu makan yang tidak teratur
    • Anak terlalu banyak mengkonsumsi cairan, seperti jus di jeda waktu makan 
    • Tidak banyak bergerak sehingga energinya tidak terbakar. 

    Salah satu penyebab anak kurang nafsu makan adalah karena sakit. Oleh sebab itu, untuk menjaga daya tahan tubuhnya, bantu imunitas anak dengan memberikannya imunisasi yang dibutuhkan. Untuk mendapatkan layanan imunisasi anak, silahkan cek: Layanan Imunisasi Anak

    Jika tidak mengalami beberapa hal di atas dan anak masih tetap aktif, Sahabat Sehat tidak perlu khawatir sebab penurunan nafsu makan biasanya hanya berlangsung sementara. Namun bila Si Kecil sudah tidak nafsu makan selama lebih dari satu minggu, segera konsultasikan kondisinya ke dokter.

    Perlukah Vitamin Penambah Nafsu Makan untuk Anak?

    Pada anak yang terlihat sehat dan tumbuh secara normal, vitamin penambah nafsu makan sebenarnya tidak terlalu diperlukan. Namun apabila anak tiba-tiba kurang nafsu makan dan orang tua merasa perlu memberi vitamin penambah nafsu makan, maka sebaiknya penuhi dahulu nutrisi si kecil dengan memberikannya makanan-makanan bergizi. Sangat disarankan juga untuk memberikan si kecil makanan-makanan yang dapat merangsang nafsu makannya.

    Makanan bergizi yang sebaiknya diberikan adalah makanan dan minuman yang kaya akan vitamin V, vitamin D, zat besi dan kalsium. Beberapa contoh makanan tersebut antara lain:

    Susu dan Produk Olahannya
    Misalnya yoghurt, keju, mentega, dan margarin. Susu UHT ataupun sarapan sereal yang diberi susu juga bisa menjadi menu makanan bergizi yang merangsang nafsu makan anak. Makanan-makanan dari olahan susu ini penting untuk si kecil karena mengandung kalsium, vitamin D, dan fosfor.

    Sayur dan Buah-Buahan
    Beberapa jenis buah yang bisa diberikan antara lain alpukat dan pisang. Berikan juga sayur mayur dalam menu makan si kecil. Jika si kecil tidak suka sayur mayur, orang tua dapat mengolah sayur mayur menjadi makanan lain, misalnya sop yang banyak sayurnya, atau mencoba menu olahan bakwan isi sayur yang biasanya disukai si kecil.

    Protein Hewani
    Protein hewani sangat penting bagi pertumbuhan si kecil. Berikan ikan, daging ayam, daging sapi, hati ayam, hati sapi, atau telur bagi si kecil agar dia mendapatkan protein hewani. Selain mengandung protein, makanan-makanan tersebut juga mengandung zat besi dan zink yang tinggi sehingga dapat meningkatkan nafsu makan si kecil.

    Kondisi Anak Perlu Penambah Nafsu Makan

    Saat Si Kecil tidak nafsu makan, orang tua cenderung panik dan terburu-buru memberikannya suplemen penambah nafsu makan. Padahal sebagian besar anak tidak membutuhkan suplemen tambahan karena nutrisi yang diperlukan Si Kecil masih dapat diperoleh dari berbagai sumber alami. 

    Oleh sebab itu, pemberian suplemen penambah nafsu makan anak biasanya baru akan diberikan apabila telah direkomendasikan oleh dokter. Dokter akan memberikan suplemen penambah nafsu makan untuk anak jika anak mengalami kondisi khusus, seperti:

    • Kelainan genetik atau cacat bawaan lahir yang membuat anak mudah kekurangan gizi
    • Menderita penyakit tertentu, seperti asma, diare, infeksi, kanker, atau penyakit kurang gizi lainnya
    • Anak pemilih makanan (picky eater)
    • Gangguan tumbuh kembang
    • Pola makan khusus, seperti pola makan vegetarian atau vegan
    • Anak terlalu sering mengonsumsi makanan olahan atau cepat saji
    • Anak terlalu banyak minum soda

    Jika dokter menyarankan untuk memberikan Si kecil suplemen tambahan, sebaiknya pilihlah suplemen yang dirancang sesuai usia anak. Pastikan vitamin dan mineral yang terkandung di dalam suplemen tersebut tidak melebihi takaran saji per hari. 

    Rekomendasi Vitamin Penambah Nafsu Makan Anak

    Ada beberapa jenis vitamin yang dipercaya mampu meningkatkan nafsu makan pada anak dan melengkapi nutrisinya,yakni :

    Vitamin A
    Nutrisi penting ini perlu dipenuhi dalam mendukung proses tumbuh kembang si Kecil secara menyeluruh. Misalnya dalam memelihara kesehatan mata dan kulit, mendukung pertumbuhan tulang yang kuat, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak. Anak usia 1 – 9 tahun membutuhkan vitamin A sekitar 400 – 500 RE setiap harinya.

    Vitamin B Kompleks
    Dapat membantu anak lebih aktif dan berenergi, serta meningkatkan nafsu makannya. Selain itu nutrisi ini juga berperan penting dalam mengoptimalkan pertumbuhan fisik dan perkembangan otaknya.

    Vitamin C
    Memiliki sifat antioksidan yang mampu menjaga daya tahan tubuh anak untuk tetap kuat serta membantu tubuhnya menyerap zat besi dari makanan secara optimal. Zat besi bermanfaat dalam memproduksi sel darah merah, mencegah anemia, dan merangsang nafsu makan anak.

    Vitamin D
    Berfungsi dalam meningkatkan penyerapan kalsium dan menjaga sistem kekebalan tubuh. Selain itu, nutrisi ini juga sangat bermanfaat dalam mendukung tumbuh kembang anak, terutama pada pertumbuhan dan perkembangan gigi dan tulang. Anak usia 1 tahun keatas membutuhkan asupan vitamin D skitar 15 mikrogram (mcg) per harinya.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan vitamin untuk anak yang dapat membantu kesehatan dan pertumbuhannya, silahkan cek: Layanan Pesan Vitamin untuk Kesehatan Anak

    Selain keempat vitamin tersebut, ada beberapa zat gizi lain yang juga dapat meningkatkan nafsu makan pada anak seperti zinc serta omega 3 dan 6 yang terkandung dalam minyak ikan. 

    Tips Mengatasi Anak yang Tidak Nafsu Makan

    Memahami penyebab anak tidak nafsu makan akan membantu Sahabat Sehat menentukan cara terbaik dalam mengatasi kondisi tersebut. Berikut beberapa tips yang dapat dicoba untuk menyiasati Si Kecil yang tidak nafsu makan, yakni:

    Cari Tahu Apakah Masih dalam Tahap Wajar

    Pahami bahwa penurunan nafsu makan merupakan hal yang wajar dialami oleh anak usia 2 – 5 tahun. Hal ini kemungkinan berkaitan dengan proses tumbuh kembang anak yang cenderung mulai melambat pada usia tersebut.

    Sajikan Makanan dalam Kondisi yang Disukai Anak

    Sajikan makanan bergizi dengan tekstur dan rasa yang sesuai dan disukai Si Kecil. Jika anak sulit menghabiskan makanan dengan porsi biasa, sajikan makanan dalam porsi yang lebih kecil namun berikan lebih sering.

    Berikan Makanan Baru yang Sehat dan Disukai Anak

    Cobalah untuk memperkenalkan makanan baru secara bertahap kepada anak. Bisa dengan mencoba memberikan anak cemilan yang sehat dan kaya nutrisi, seperti sayuran, buah-buahan, atau yogurt. Namun hindari memberikannya dalam jumlah besar atau pada saat menjelang waktu makan.

    Ajak Anak Berolahraga

    Setelah aktivitas fisik yang menguras energi, nafsu makan akan bertambah. Cobalah ajak anak untuk lebih sering beraktivitas fisik, seperti bermain dan berolahraga bersama. Baca juga: Cara Mengatasi Anak Susah Makan

    Jika beberapa tips ini telah dilakukan dan anak tetap menolak untuk makan hingga berat badannya berkurang dan menggangu tumbuh kembangnya, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.

    Nah Sahabat Sehat itulah mengenai tips mengatasi Si Kecil yang tidak nafsu makan serta multivitamin yang dapat diberikan. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan di rumah atau membutuhkan produk kesehatan seperti pemeriksaan Covid-19 ke rumah, multivitamin, dan imunisasi, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam. Informasi lebih lanjut, silakan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi:

    1. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Perlukah suplementasi vitamin dan mineral pada bayi dan anak?
    2. Mayo Clinic. Children’s nutrition: 10 tips for picky eaters
    3. About Kids Health. Appetite slump in toddlers
    4. Healthline. Appetite Stimulant: Types, Methods, in Adults, in Toddlers, and More
    5. Medical News Today. The 5 best vitamins to boost metabolism
    6. Mayo Clinic. Do young kids need a daily vitamin?
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jonathan Christopher Ditinjau oleh : dr. Monica C Tidak jajan sembarangan menjadi salah satu cara mencegah hepatitis A. Namun hal ini sulit dilakukan oleh orang yang suka kulineran. Untungnya masih ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar tetap sehat sambil jajan makanan dan minuman di berbagai tempat. Nah Sahabat Sehat, bagaimana […]

    Cara Mencegah Hepatitis A Bagi Kamu yang Suka Kulineran

    Ditulis oleh : dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Cara Mencegah Hepatitis A Penting Bagi Sahabat Sehat yang Senang Jajan Makanan di Luar

    Tidak jajan sembarangan menjadi salah satu cara mencegah hepatitis A. Namun hal ini sulit dilakukan oleh orang yang suka kulineran. Untungnya masih ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar tetap sehat sambil jajan makanan dan minuman di berbagai tempat.

    Nah Sahabat Sehat, bagaimana mencegah terinfeksi hepatitis A bagi yang sering makan diluar ? Mari simak penjelasan berikut ini:

    Penyebab Hepatitis A

    Terdapat beberapa jenis dari virus hepatitis, namun salah satu yang sering ditemukan akibat sanitasi yang buruk adalah penyakit hepatitis A. Hepatitis A merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV). Data dari World Health Organization mengatakan bahwa pada tahun 2016 terdapat 7.134 orang yang meninggal akibat hepatitis A diseluruh dunia.

    Penyakit hepatitis A kerap ditemukan pada negara berkembang yang memiliki tingkat sanitasi kurang baik.Makanan dan minuman yang kotor akibat sanitasi yang buruk dapat menularkan berbagai macam penyakit. Penyakit-penyakit tersebut dapat berupa tifoid, diare hingga hepatitis. 

    Gejala Hepatitis A

    Gejala yang dapat diakibatkan hepatitis A, yakni demam, mual muntah, diare, nyeri perut, pegal-pegal, hingga warna kulit menjadi kuning.

    Pemeriksaan laboratorium dibutuhkan untuk menegakkan diagnosis hepatitis A. Hasil tes darah yang menunjukan adanya antibodi terhadap virus hepatitis A, dapat menegakkan diagnosis bahwa seseorang terinfeksi hepatitis A.

    Cara Mencegah Hepatitis A saat Kulineran

    Virus hepatitis A menular dengan cara fecal – oral, yaitu dari feses penderita hepatitis A yang kemudian masuk ke tubuh seseorang melalui makanan atau minuman yang terpapar kotoran akibat sanitasi yang buruk. Bisa juga karena seseorang berjalan tanpa alas kaki di daerah yang masih kurang baik dalam hal sanitasi.

    Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah penyakit hepatitis A:

    Rajin Mencuci Tangan

    Cucilah tangan dengan sabun dan air mengalir pada saat sebelum dan sesudah makan, untuk membunuh virus yang mungkin terdapat pada tangan Sahabat Sehat sehingga transmisi melalui makanan dapat dihindari.

    Bersihkan Buah dan Sayur

    Buah dan sayur yang dibeli mungkin sebelumnya terpapar oleh kotoran yang mengandung hepatitis A. Bersihkan dahulu sebelum mengkonsumsi buah dan sayuran yang mentah.

    Hindari Makanan Mentah

    Lebih baik lagi untuk menghindari makanan-makanan mentah. Masak terlebih dahulu makanan Sahabat Sehat. Dengan demikian, kuman, virus, dan parasit mati dan tidak membahayakan tubuh.

    Vaksinasi Hepatitis A

    Vaksin untuk virus hepatitis A sudah tersedia. Sahabat Sehat dapat melakukan vaksinasi untuk mencegah terinfeksi virus hepatitis A. IDAI merekomendasikan pemberian imunisasi Hepatitis A setelah anak berusia 2 tahun dalam 2 dosis. Dosis ke-2 diulang setelah 6 bulan sampai 12 bulan berikutnya, namun bagi Sahabat Sehat yang sudah dewasa dan senang kulineran juga bisa mengambil vaksin hepatitis A sehingga risiko terkena hepatitis A menjadi lebih rendah.

    Dapatkan: Layanan Vaksinasi Hepatitis A ke Rumah

    Jangan Berbagi Barang Pribadi

    Berbagai kulineran di luar mungkin akan menawarkan anda sendok logam. Walaupun terlihat bersih, namun bisa jadi sendok tersebut tidak higienis. Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk hanya menggunakan sendok sekali pakai atau membawa sendok dan sedotan pribadi dari rumah. Jangan meminjamkan barang tersebut kepada orang lain.

    Itulah beberapa cara mencegah hepatitis A yang perlu dilakukaan, khususnya oleh mereka yang suka jajan atau kulineran di berbagai tempat. Jika memiliki pertanyaan seputar hepatitis A, segera manfaatkan layanan konsultasi dokter gratis yang bisa didapatkan di Prosehat.

    Referensi

    1. Iorio N, John S. Hepatitis A
    2. World Health Organization. Hepatitis A
    3. Medline Plus Medical Encyclopedia. Preventing hepatitis A
    4. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Mengenal Hepatitis A pada Anak
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jonathan Christopher Ditinjau oleh : dr. Monica C Kandungan makanan ibu menyusui akan ikut terkandung dalam ASI. Salah memilih jenis makanan dapat berisiko menyebabkan si kecil diare. Oleh sebab itu, ibu menyusui harus menjaga pola makan dan mengatur makanan apa yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi. Apalagi saat bayi diare, jangan […]

    Makanan untuk Ibu Menyusui saat Bayi Diare atau Mencret

    Ditulis oleh : dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Rekomendasi Makanan untuk Ibu Menyusui saat Bayi Diare dan Makanan yang Dipantang untuk Dikonsumsi

    Rekomendasi Makanan untuk Ibu Menyusui saat Bayi Diare dan Makanan yang Dipantang untuk Dikonsumsi

    Kandungan makanan ibu menyusui akan ikut terkandung dalam ASI. Salah memilih jenis makanan dapat berisiko menyebabkan si kecil diare. Oleh sebab itu, ibu menyusui harus menjaga pola makan dan mengatur makanan apa yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi. Apalagi saat bayi diare, jangan sampai memberikan ASI yang berkualitas kurang baik yang dapat menyebabkan masalah diare semakin serius.

    Penyebab dari diare tentu sangat beragam. Diare dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus ataupun reaksi alergi dan intoleransi terhadap suatu zat. Nah, ternyata ketika si kecil diare, pola makanan ibu menyusui dapat mempengaruhi kondisi diare si kecil. Mengkonsumsi makanan yang tepat dapat membantu si kecil untuk lekas pulih. Namun jika ibu menyusui mengkonsumsi sembarang makanan, diare bisa semakin parah.

    Makanan untuk Ibu Menyusui saat Bayi Diare

    Pada Saat Si Kecil diare, ibu menyusui dianjurkan mengkonsumsi makanan yang dapat membuat kandungan ASI lebih sehat dan baik bagi si kecil. Beberapa rekomendasi makanan untuk ibu menyusui agar kualitas ASI nya baik bagi si kecil yang sedang mencret karena diare antara lain:

    Ikan

    Ikan-ikanan, khususnya salmon merupakan sumber Omega-3 yang penting bagi tumbuh- kembang Si Kecil. Konsumsi ikan dapat membantu ibu menyusui untuk menghasilkan ASI yang baik untuk si kecil dan dapat membantu agar si kecil cepat sembuh dari diare. Namun hindari ikan-ikanan laut karena berpotensi mengandung merkuri.

    Buah dan Sayur

    Konsumsi buah dan sayur mengandung banyak mikronutrien penting, seperti zat besi, magnesium, serta multivitamin yang diperlukan Si Kecil. Saat diare, penyerapan nutrisi Si Kecil terganggu. Untuk mencukupi kebutuhan gizi Si Kecil, ibu menyusui dianjurkan memberikan ASI yang cukup. Beberapa jenis buah dan sayur yang direkomendasikan untuk dikonsumsi ibu menyusui misalnya pisang dan buah delima.

    Air Putih

    Selain Si Kecil, Mama pun perlu memperhatikan asupan cairan sehari-harinya. Pastikan untuk mencukupi asupan cairan Mama agar tidak dehidrasi. Berikan air putih yang cukup, dan menghindari minuman yang manis yang mengandung banyak gula tanpa nutrisi lainnya.

    Nasi

    Ibu menyusui juga dianjurkan mengkonsumsi nasi ketika bayi mencret atau diare. Kandungan karbohidrat pada nasi dapat membantu membuat ASI mengandung karbohidrat yang baik untuk bayi. Karbohidrat dapat membuat bayi kuat dan tidak lemas. Selain itu, ASI dari ibu yang mengkonsumsi nasi akan membantu mengeraskan tinja bayi dan lebih menyerap air sehingga diare si kecil bisa lebih cepat sembuh.

    Lihat Juga: Pentingnya Cegah Diare Anak dengan Imunisasi

    Agar kualitas ASI semakin terjaga, pastikan juga untuk cukup beristirahat dan mengkonsumsi vitamin agar produksi ASI meningkat. Jika ada keluhan terhadap kualitas ASI, segera hubungi dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

    Pantangan untuk Ibu Menyusui saat Bayi Diare

    Jika sembarangan mengkonsumsi makanan, kandungan makanan tersebut akan masuk ke ASI. Jika ASI dikonsumsi si kecil, maka diare atau mencret si kecil bisa semakin parah. Oleh sebab itu, ibu menyusui wajib tahu makanan apa saja yang sebaiknya tidak dikonsumsi di masa-masa menyusui. Adapun makanan yang pantang dikonsumsi ibu menyusui saat bayi diare adalah:

    Makanan Pedas

    Apakah Mama menyukai makanan-makanan yang pedas? Bagi Mama yang pecinta makanan pedas harus menghindari dahulu makanan tersebut sementara bila Si Kecil sedang diare. Kandungan makanan pedas yaitu capsaicin dapat memicu diare dan dapat terkandung dalam ASI Mama.

    Produk Susu

    Susu merupakan sumber nutrisi yang baik bagi Mama dan juga Si Kecil. Namun pada saat diare, susu dapat menyebabkan diare menjadi semakin parah. Kandungan susu yaitu laktosa dapat menjadi penyebab diare pada Si Kecil yang menderita intoleransi laktosa. Selain itu, alergi terhadap susu juga dapat menyebabkan diare berlebih.

    Makanan Mentah

    Selama Si Kecil sedang diare, makanan mentah perlu Mama hindari karena rentan mengandung bakteri dan mikroorganisme yang dapat menimbulkan infeksi pencernaan. Oleh sebab itu, makanan seperti sushi maupun stik yang tidak diolah dengan matang harus dihindari untuk memastika kualitas ASI tetap terjaga.

    Kopi

    Kandungan kafein dalam kopi diketahui dapat terserap ke dalam ASI. Bagi Mama yang sering minum kopi perlu dihindari terlebih dahulu saat Si Kecil yang menyusui sedang diare. Kandunga kafein pada kopi dapat menstimulasi usus untuk bergerak lebih cepat sehingga dapat menyebabkan diare. 

    Tips Agar Bayi Tidak Rentan Terkena Diare

    Salah satu penyebab diare pada Si Kecil adalah infeksi Rotavirus, yang merupakan salah satu jenis virus penyebab diare maupun radang saluran cerna pada anak. Seringkali Rotavirus menginfeksi anak usia dibawah 5 tahun dan diperkirakan setiap anak berusia 3-5 tahun di dunia pernah terinfeksi Rotavirus. 

    Untuk mencegah diare dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan makanan dan minuman yang hendak dikonsumsi, dan bersihkan payudara secara berkala, terutama sebelum menyusui si kecil. Jika Si Kecil sudah diberikan makanan pendamping ASI, maka jaga kebersihan makanan dan minuman yang diberikan untuk Si Kecil.

    Pencegahan juga dapat bisa dengan memberikan imunisasi Rotavirus. Diperkirakan 9 dari 10 orang anak yang telah mendapatkan vaksin, terlindungi dari penyakit Rotavirus yang menyebabkan diare.

    Untuk mendapatkan imunisasi rotavirus bisa memanfaatkan layanan imunisasi ke rumah berikut ini: Layanan Imunisasi Rotavirus ke Rumah

    Nah Sahabat Sehat, itulah informasi mengenai berbagai jenis makanan yang dianjurkan bagi ibu menyusui saat Si Kecil diare. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan di rumah atau membutuhkan produk kesehatan lain serta imunisasi, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam. Informasi lebih lanjut, silakan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi:

    1. Ballard O, Morrow A. Human Milk Composition. Paediatric Clinics of North America. 2013;60(1):49-74.
    2. World Health Organization. Breastfeeding [Internet]. USA : World Health Organization. 2021 [cited 10 December 2021].
    3. WebMD. Foods to Eat or Avoid When Breastfeeding [Internet]. USA : WebMD. 2021 [cited 10 December 2021].
    4. Jeong G, Park S, Lee Y, Ko S, Shin S. Maternal food restrictions during breastfeeding. Korean Journal of Pediatrics. 2017;60(3):70.
    5. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Bagaimana Menangani Diare pada Anak [Internet]. Indonesia : Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2021 [cited 10 December 2021].
    Read More
Chat Dokter 24 Jam