Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Penyebab Hepatitis B pada Ibu Hamil dan Dampaknya pada Bayi

Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

Mewaspadai Penyebab Hepatitis B pada Ibu Hamil Serta Risikonya pada Janin

Faktor penyebab hepatitis B pada ibu hamil biasanya adalah karena tertular dari suami. Penyakit ini mempengaruhi bayi dalam kandungan. Maka dari itu, sangat penting untuk mempelajari apa saja hal yang bisa membuat seorang ibu hamil tertular hepatitis B. Selain itu, perlu juga mengetahui apa dampaknya pada bayi akan dilahirkan, serta apa yang harus dilakukan jika terindentifikasi tertular penyakit ini.

Hepatitis merupakan peradangan hati yang dapat diakibatkan karena infeksi virus Hepatitis B maupun karena kebiasaan buruk dari penderitanya. Ada beberapa jenis virus penyebab penyakit hepatitis dengan virus hepatitis yang paling sering menyebabkan komplikasi pada hati bahkan kematian adalah infeksi virus Hepatitis B.

Penyebab Hepatitis B pada Ibu Hamil

Penyebab Seorang Ibu Hamil Bisa Terjangkit Hepatitis

Berdasarkan Sistem Informasi Hepatitis dan Penyakit Infeksi Saluran Pencernaan (SIHEPI) pada tahun 2018-2019 diketahui bahwa dari total 1.643.204 orang ibu hamil di 34 provinsi, sebanyak 30.965 orang ibu hamil terinfeksi Hepatitis B.

Pentingnya memeriksakan diri saat kehamilan adalah untuk mengetahui kesehatan ibu dan pengaruhnya pada bayi dalam kandungan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan seorang ibu hamil bisa terjangkit penyakit ini, yaitu:

  1. Hubungan Seksual

    Ketika seorang ibu hamil terjangkit virus hepatitis B, ada kemungkinan penyababnya adalah karena suami juga terjangkit virus hepatitis B. Suami dapat menularkan penyakit ini melalui air mani saat hubungan seksual.

    Maka dari itu, bagi pasangan yang hendak menikah ataupun sedang melakukan program hamil, hendaknya terlebih dahulu melakukan vaksinasi Hepatitis B. Dengan demikian, kesehatan masing-masing akan terjaga dengan baik.

  2. Penggunaan Barang Bersama

    Barang-barang seperti jarum suntik dan alat cukur dapat menjadi sarana penyebaran virus hepatitis B. Oleh sebab itu, penggunaan jarum suntik dan alat cukur secara bersamaan sangat tidak direkomendasikan. Meskipun jarum suntik dan alat cukur merupakan milik suami. Selain jarum suntik dan alat cukur, penggunaan bersama peralatan seperti sikat gigi juga sangat tidak direkomendasikan.

    Pada beberapa orang yang menderita hepatitis B sering ditemukan bahwa mereka tidak memiliki gejala sehingga sangat mungkin tidak tahu bahwa mereka sebenarnya terinfeksi. Oleh sebab itu, ibu hamil ada baiknya melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi hepatitis B di dalam tubuh. Dengan demikian ibu hamil dan suami bisa memilih apa tindakan terbaik yang harus dilakukan.

  3. Alkohol dan Efek Samping Obat

    Penggunaan obat terus menerus dapat menimbulkan berbagai efek samping. Salah satu efek tersebut adalah terjangkit hepatitis B. Selain itu, kebiasaan konsumsi alkohol saat hamil juga sangat berpotensi menjadi penyebab hepatitis B pada ibu hamil.

    Ibu hamil diwajibkan menjaga pola hidup dan pola makannya. Kebiasaan konsumsi minuman mengandung alkohol harus dihilangkan. Sementara untuk penggunaan obat sebaiknya dilakukan dengan pengawasan ketat dokter sehingga efek samping seperti hepatitis dapat dicegah.

Setelah mengetahui apa saja yang menjadi penyebab seorang ibu hamil terjangkit hepatitis B, tentunya Sahabat Sehat menjadi tahu apa yang harus dilakukan agar tidak sampai tertular penyakit ini. Apalagi penyakit ini sebenarnya berdampak besar pada perkembangan bayi dan kesehatan bayi dalam kandungan.

Dampak Hepatitis B Terhadap Kesehatan Bayi

Efek Buruk Hepatitis B dari Ibu pada Bayinya

Bagi ibu hamil, hepatitis B dapat menyebabkan komplikasi kesehatan. Misalnya mengalami diabetes gestasional, ketubah yang pecah sebelum waktunya, pendarahan saat kehamilan. Juga sering terjadi kasus ibu hamil yang mengidap hepatitis B mengidap batu empedu.

Lihat Juga: Obat Diabetes Alami

Namun hepatitis B tidak hanya berdampak pada kesehatan sang ibu. Bayi juga bisa mengalami dampak serius. Walaupun infeksi Hepatitis B pada ibu hamil tidak meningkatkan resiko kematian dan cacat janin, namun penyakit ini beresiko menyebabkan bayi mengalami hal-hal seperti:

  1. Bayi terlahir dengan berat badan rendah
  2. Bayi terlahir prematur
  3. Bayi tertular dan lahir dengan kondisi mengidap hepatitis B
  4. Bayi kemungkinan besar harus lahir dengan operasi sesar

Risiko penularan Hepatitis B dari ibu ke janin mencapai sekitar 90-95%. Bayi turut beresiko menderita Hepatitis B kronis bila tidak dideteksi sejak dini. Untuk mencegah hal ini, penting bagi ibu hamil menjauhi hal-hal yang dapat menjadi penyebab hepatitis B pada ibu hamil. Selain itu, melakukan pemeriksaan rutin selama masa kehamilan juga menjadi sebuah kebutuhan. Setelah melahirkan beberapa tindakan juga harus segera dilakukan setelah bayi lahir.

Penanganan yang Dibutuhkan

Pemberian Vaksin Hepatitis B pada Bayi yang Lahir dari Ibu Penderita Hepatitis B

Jika Sahabat Sehat kini tengah mengandung dan terkonfirmasi menderita Hepatitis B, maka umumnya dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut agar segera diberikan penanganan. Sementara itu, untuk bayi yang lahir dari Ibu yang menderita Hepatitis B akan diberikan imunoprofilaksis atau pemberian antibody HBV Immune globulin (HBIG) pada 12 jam pertama setelah lahir.

Sebelum melakukan pemberian ASI, ada baiknya Sahabat Sehat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Jika puting payudara timbul luka dan berdarah, maka Sahabat Sehat harus berhenti menyusui hingga payudara sembuh.

Untuk mencegah penularan Hepatitis B pada bayi, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan beberapa tips berikut :

Melakukan pemeriksaan atau skrining Hepatitis B

Selain skrining Hepatitis B sebaiknya dilakukan juga skrining berbagai penyakit lain seperti Toxoplasma, Rubella, CMV (Cytomegalovirus), dan Herpes sebelum hamil.

Lakukan kunjungan rutin ke dokter kandungan

Bisa juga melakukan kunjungan ke bidan. Kunjungan harus dilakukan secara rutin selama masa kehamilan untuk mengetahui perkembangan penyakit, perkembangan kesehatan ibu, dan perkembangan bayi dalam kandungan.

Jaga asupan gizi seimbang

Mengkonsumsi makanan bergizi selama masa hamil adalah hal yang wajib dilakukan. Ibu hamil sebaiknya meningkatkan konsumsi buah dan sayuran secara seimbang dan sesuai kebutuhan.

Berikan vaksinasi Hepatitis B pada Bayi

Berikan vaksinasi Hepatitis B secara rutin pada bayi baru lahir, dengan dosis pertama diberikan dalam kurun waktu 24 jam setelah bayi dilahirkan.

Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa hal mengenai penyebab hepatitis B pada ibu hamil yang turut dapat ditularkan dari ibu ke janin dalam kandungan. Untuk mencegah terinfeksi Hepatitis B, lakukan vaksinasi Hepatitis B. Jika Sahabat Sehat berminat mendapatkan vaksinasi Hepatitis B, segera manfaatkan layanan Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi

  1. World Health Organization. Hepatitis B [Internet]. USA : World Health Organization. 2021 [updated 2021 July 27; cited 26 July 2021].
  2. World Health Organization. Prevention of mother-to-child transmission of hepatitis B virus: Guidelines on antiviral prophylaxis in pregnancy [Internet]. USA : World Health Organization. 2020 [updated 2020 July 27; cited 26 July 2021].
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 1,5 Juta Lebih Ibu Hamil Dideteksi Dini Hepatitis B [Internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2021 [updated 2019 July 22; cited 26 July 2021]. 
  4. Hepatitis B Foundation. Pregnancy and Hepatitis B [Internet]. USA : Hepatitis B Foundation. 2020 [updated 2020 Sep; cited 26 July 2021].
  5. de Bellefonds o. Hepatitis B (HBV) in Pregnancy: Symptoms, Causes & Treatment [Internet]. USA : What to Expect. 2020 [updated 2002 Oct 23; cited 26 July 2021]. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/pregnancy-health/complications/hepatitis-b.aspx
  6. Borgia G. Hepatitis B in pregnancy. World Journal of Gastroenterology. 2012;18(34):4677. 
  7. Centers for Disease Control and Prevention. Perinatal Transmission of Hepatitis B virus [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [updated 2020 July 21; cited 26 July 2021].

Chat Asisten ProSehat aja