Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia, Benarkah?

Kualitas udara Jakarta terburuk di dunia menjadi topik berita yang belakangan ini ramai dibicarakan. Tentu hal ini patut diwaspadai, apalagi bagi Sahabat Sehat yang sehari-hari banyak beraktivitas di luar ruangan.

Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia, Benarkah

Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia, Benarkah?

Kualitas udara Jakarta yang buruk menjadi ancaman kesehatan untuk kita semua. Kualitas udara Jakarta terburuk di dunia dapat dipantau melalui situs IQair.com.

Pada hari Rabu, 22 Juni 2022, pukul 10.00 WIB, data jaringan pemantau kualitas udara real time IQAir menunjukkan bahwa udara di Jakarta mengandung konsentrasi PM2.5, artinya 27 kali lebih tinggi dari nilai pedoman kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Hal ini ditegaskan pula oleh catatan BMKG, yakni terjadi peningkatan konsentrasi partikel debu halus (PM2.5) dalam beberapa hari terakhir di Jakarta. “Tingginya konsentrasi PM2.5 dibandingkan hari-hari sebelumnya juga dapat terlihat saat kondisi udara di Jakarta secara kasat mata terlihat cukup pekat atau gelap,” ucap Urip Haryoko, Plt. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, dalam siaran persnya (19/6).

Chat dokter gratis, chat dokter 24 jam, chat dokter via whatsapp

Penyebab Kualitas Udara Jakarta Terburuk

Dalam siaran pers (19/6), Urip memaparkan ada 4 faktor penyebab peningkatan konsentrasi PM2.5 di wilayah Jakarta dan sekitarnya, antara lain:

  • Emisi

Emisi berasal dari sumber lokal seperti transportasi, residensial, maupun regional dari kawasan industri dekat Jakarta. Emisi ini dalam kondisi tertentu yang dipengaruhi oleh parameter meteorologi dapat terakumulasi dan menyebabkan terjadinya peningkatan konsentrasi yang terukur pada alat monitoring pengukuran konsentrasi PM2.5.

  • Pergerakan Angin Mengarah Ke Jakarta

Proses pergerakan polutan udara seperti PM2.5 dipengaruhi oleh pola angin yang bergerak dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Adapun pola angin lapisan permukaan memperlihatkan pergerakan massa udara dari arah timur dan timur laut yang menuju Jakarta, sehingga membuat PM2.5 terakumulasi di DKI.

Baca Juga: Waspadai Kesehatan Menurun karena Polusi Udara yang Meningkat

  • Tingginya Kelembapan Udara

Peningkatan konsentrasi PM2.5 berbanding lurus dengan kadar uap air di udara, yang dinyatakan oleh parameter kelembapan udara relatif. Pada beberapa hari terakhir, tingginya kelembapan udara relatif menyebabkan peningkatan proses adsorpsi (perubahan wujud dari gas menjadi partikel).

  • Munculnya Lapisan Inversi

Kelembapan udara yang tinggi dapat menyebabkan munculnya lapisan inversi yang dekat dengan permukaan. Lapisan inversi merupakan lapisan di udara yang ditandai dengan peningkatan suhu udara seiring dengan peningkatan ketinggian lapisan.

Dampak dari keberadaan lapisan inversi menyebabkan PM2.5 yang ada di permukaan menjadi tertahan, tidak dapat bergerak ke lapisan udara lain, dan mengakibatkan akumulasi konsentrasinya terukur di alat monitoring.

Menimbulkan Gangguan Pernafasan Bahkan Jantung

Urip menjelaskan, PM2.5 merupakan salah satu polutan udara yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Dengan ukuran yang sangat kecil, tidak lebih dari 2,5 mikrometer, PM2.5 dapat dengan mudah masuk ke dalam sistem pernapasan dan menyebabkan gangguan. Bahkan, PM2.5 dapat menembus jaringan peredaran darah dan terbawa oleh darah ke seluruh tubuh. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya gangguan kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner.

Selain itu, perlu Sahabat Sehat ketahui, kualitas udara terburuk ini tidak hanya terjadi di Jakarta, namun pantauan dari situs IQair.com, sejumlah wilayah Indonesia juga memiliki catatan serupa, antara lain wilayah:

– Cileungsir, Jawa Barat
– Pasarkemis, Jawa Barat
– Bekasi, Jawa Barat
– Depok, Jawa Barat
– Semarang, Jawa Tengah
– Surabaya, Jawa Timur

Baca Juga: Bisa Sebabkan Kematian, Ini Cara Mencegah Paru-Paru Basah Pada Anak

Tips Menghadapi Kualitas Udara Buruk

Untuk menjaga kesehatan dan mencegah paparan udara buruk, langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Batasi aktivitas di luar ruangan.
  2. Selalu kenakan masker yang berkualitas, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.
  3. Tutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor masuk ke rumah.
  4. Bila memungkinkan, gunakan alat pemurni udara (air purifier) dalam ruangan.

Bagi Sahabat Sehat yang selama ini hobi berolahraga di luar ruangan, disarankan agar sementara waktu berolahraga di dalam ruangan atau indoor. Saat ini cukup banyak pilihan olahraga di dalam ruangan, mulai dari aktivitas rumahan maupun gym. Olahraga kardio seperti lompat tali hingga yoga dapat dilakukan di rumah sendiri. Sementara fitness dan olah tubuh lainnya juga bisa dilakukan di tempat gym.

Baca Juga: Mengenal Tes Treadmil Jantung untuk Deteksi Dini Penyakit Jantung

Sahabat Sehat, itulah kiat menghadapi kualitas udara buruk yang sedang terjadi saat ini di berbagai wilayah di Indonesia. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
Ditinjau oleh: dr. Nurul L

 

Referensi

  1. IQair.com. 2022
  2. republika.co.id. 2022. Penyebab Kualitas Udara Jakarta Terburuk Dunia Menurut BMKG
  3. kompas.com. 2022. Jakarta Termasuk Kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Dunia
  4. indosport.com. 2022. Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia, Ini Tips Olahraga Saat Polusi

Chat Asisten Maya
di Prosehat.com