Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Berita Terkini

Showing 71–80 of 189 results

  • Membagi waktu antara bekerja dan berkumpul dengan keluarga merupakan hal yang sangat sulit dilakukan untuk wanita karir. Terlebih lagi jika harus meninggalkan buah hati, tentunya akan sangat berat. Terlebih lagi, pekerjaan yang Sahabat jalani saat ini sudah sangat nyaman dan sudah memiliki kedudukan, semakin membuat sahabat sulit untuk melepaskannya. Padahal, tujuan Sahabat bekerja demi mencukupi […]

    5 Tips Bagi Waktu Untuk Wanita Karir yang Berkeluarga

    Membagi waktu antara bekerja dan berkumpul dengan keluarga merupakan hal yang sangat sulit dilakukan untuk wanita karir. Terlebih lagi jika harus meninggalkan buah hati, tentunya akan sangat berat. Terlebih lagi, pekerjaan yang Sahabat jalani saat ini sudah sangat nyaman dan sudah memiliki kedudukan, semakin membuat sahabat sulit untuk melepaskannya. Padahal, tujuan Sahabat bekerja demi mencukupi kebutuhan sehari-hari dan juga untuk masa depan si kecil.

    Baca Juga: 7 Pola Makan Sehat bagi Pekerja Kantoran Agar Tetap Fit

    Maka dari itu perlu adanya pembagian waktu yang tepat agar hidup Sahabat lebih baik dibandingkan sebelumnya.

    Berikut 5 tips bagi waktu untuk wanita karir yang berkeluarga agar tetap memiliki quality time bersama keluarga

    1. Buat Skala Prioritas Kehidupan

    Kalau sahabat bingung untuk mengatur waktu, maka buatlah skala prioritas untuk membagi waktu antara kerja dan keluarga. Prioritaskanlah yang menurut Sahabat sangatlah penting, bila Sahabat sudah memiliki buah hati namun besties mengajak untuk hangout setelah jam kerja, manakah yang Sahabat pilih? Kalau dirasa buah hati tidak dapat Sahabat tinggalkan maka cobalah menolak ajakan besties secara halus, dan beri penjelasan bahwa buah hati menunggu di rumah dan usulkan untuk mengganti waktu hangout di hari libur.

    Baca Juga : 7 Cara Siasati Gaji Tidak Habis Sia-sia

    2. Gunakan Waktu Istirahat Sebaik Mungkin

    Sahabat hanya mendapatkan libur di sabtu dan minggu? Saatnya nih untuk gunakan waktu libur Sahabat sebaik mungkin. Waktu istirahat ini juga bisa Sahabat gunakan untuk melakukan me time atau mengajari hal-hal baru bersama buah hati. Seperti memasak ataupun menggambar yang dapat membangun chemistry antara Sahabat dan buah hati. Selain dengan buah hati, Sahabat tentu dapat memiliki waktu bersama pasangan agar lebih intim. Sahabat bisa melakukan hal  mesra dan sharing kepada pasangan tentang kondisi di kantor baik tentang kendala ataupun hal menyenangkan.

    3. Libatkan Keluarga di Waktu Senggang

    Repot saat weekend, tapi harus tetap bersih-bersih rumah? Cobalah untuk libatkan pasangan ataupun buah hati untuk bekerjasama dalam merawat keindahan rumah. Tentu hal ini akan meningkatkan rasa kebersihan di keluarga dan quality time akan terjalin dengan baik. Selain itu, untuk menghemat pengeluaran, maka Sahabat bisa kok masak makan malam bersama pasangan. Selain bisa menunjukkan keahlian masing-masing dalam memasak, obrolan kecil sambil bercanda juga akan terasa menyenangkan saat memasak. Jangan lupa untuk memilih makanan yang sehat ya, agar keluarga Sahabat tetap sehat.

    4. Berlibur Bersama Keluarga

    Bosan hanya diam di rumah saat weekend? Sudah saatnya nih siapkan waktu dan perbekalan untuk berlibur bersama keluarga. Kalau bisa, ajak buah hati untuk menikmati liburan selain di Mall. Tidak perlu mahal-mahal, Sahabat bisa mendatangi taman di tengah kota atau sekedar ke museum di kota. Selain harga tiket masuk yang cukup murah, tentu Sahabat juga bisa memberikan edukasi seputar sejarah-sejarah yang ada di museum tersebut. Sahabat bisa menjadi tour guide pribadi dan anak akan lebih dekat lagi.

    5. Lindungi Keluarga Dengan Vaksinasi

    Keinginan berlibur bersama keluarga sudah Sahabat rancang jauh-jauh hari. Namun bisa saja keadaan yang tidak diinginkan terjadi secara tiba-tiba. Buah hati atau pasangan jatuh sakit akibat virus.  Untuk mencegah hal itu tentu dengan cara gaya hidup sehat, melakukan olahraga yang rutin dan mengonsumsi makanan sehat tentu menjadi pilihan Sahabat dan keluarga. Namun ada satu hal lagi loh untuk mencegah penyakit, yaitu dengan cara vaksinasi.

    Vaksinasi sendiri akan memberikan Sahabat dan keluarga kekebalan terhadap penyakit tertentu. Kekebalan akan muncul karena vaksin yang dimasukkan kedalam tubuh kita akan memicu sistem kekebalan tubuh yang membentuk  antibodi terhadap vaksin tersebut. Bila Sahabat atau keluarga yang terpapar kuman yang sama, seperti influenza maka tubuh Sahabat akan menangkal dan mencegah Sahabat terinfeksi kembali.

    Baca Juga : Sebelum Menikah, Pria Juga Butuh Ini

    Terdapat vaksinasi yang ada seperti vaksinasi BCG, Hepatitis B, DPT, Polio, Campak, MMR, HiB, Hepatitis A dan juga Cacar Air. Untuk para wanita terdapat vaksinasi yang mencegah terjadinya kanker serviks. Ya, vaksinasi yang dimaksud adalah vaksinasi HPV. Vaksinasi HPV berguna menyerang 4 tipe dari HPV menjadi salah satu pencetus kanker serviks pada tipe HPV 16 dan 18 lalu kutil kelamin pada tipe HPV 6 dan 11.

    Gejala awal dari kanker serviks tidaklah terlihat namun baru terlihat jika mencapai stadium lanjut. Penyebab awal penularan kanker serviks berasal dari seringnya merokok, terdapat infeksi kelamin akibat dari hubungan seksual, melakukan hubungan seksual sebelum usia 18 tahun hingga seringnya berganti-ganti pasangan seksual. Waspadailah jika menstruasi tidak teratur, terjadi pendarahan saat melakukan hubungan seksual, terasa nyeri dibagian panggul, tubuh terasa cepat lemas, rasa tidak nyaan pada vagina hingga keluar cairan berbau dari vagina.

    Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Kamu Ketahui

    Lindungi diri Sahabat, teman, keluarga dan perempuan di sekitar dengan melakukan vaksinasi HPV untuk mencegah kanker serviks secara dini. Dapatkan layanan vaksinasi ke rumah bersama Prosehat. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Sumber :

    Cermati. Hadijah, Siti. “Tips dan Trik Membagi waktu untuk Wanita Karir yang Telah Berkeluarga”. Diakses pada 1 Maret 2018
    Tanyadok. Suci, Hygiena Kumala. “Ayo Vaksinasi!!!”. Diakses pada 1 Maret 2018
    Tanyadok. Winardo, Donny Sutrisno. “Kanker Serviks dan Imunisasi HPV”. Diakses pada 1 Maret 2018
    TanyaDok. “Info Tentang Kanker Serviks”. Diakses pada 1 Maret 2018
    Gambar Google

    Read More
  • Pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan terbaru yang berkaitan untuk mencegah penularan Covid-19 di Indonesia, yaitu PPKM Mikro. Kebijakan ini merupakan kebijakan lanjutan dari PPKM Jawa-Bali yang telah dilaksanakan pada 12 Januari hingga 8 Februari 2021. Kebijakan terbaru ini merupakan implementasi dari Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2021 tentang penanganan Covid-19 yang ditandatangani dan dikeluarkan […]

    Pemerintah Berlakukan PPKM Mikro, Berikut Beberapa Aturannya

    Pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan terbaru yang berkaitan untuk mencegah penularan Covid-19 di Indonesia, yaitu PPKM Mikro. Kebijakan ini merupakan kebijakan lanjutan dari PPKM Jawa-Bali yang telah dilaksanakan pada 12 Januari hingga 8 Februari 2021. Kebijakan terbaru ini merupakan implementasi dari Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2021 tentang penanganan Covid-19 yang ditandatangani dan dikeluarkan oleh Mendagri Tito Karnavian, serta dilaksanakan mulai 9 Februari hingga 22 Februari 2021.

    PPKM Mikro

    Baca Juga: PSBB Transisi Jilid II di Jakarta, Simak Hal-hal Baru Berikut!

    Adapun PPKM ini berlaku di 7 provinsi yang terdapat di Pulau Jawa dan Bali. Ketujuh provinsi ini diketahui merupakan tempat tinggi penularan Covid-19, terutama di DKI Jakarta. Adapun ketujuh provinsi itu adalah:

    • DKI Jakarta meliputi seluruh kota administratif
    • Jawa Barat meliputi bagian dari Jabodetabek dan Bandung Raya, yaitu Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Kota Bekasi, Kota Cimahi, Bandung, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat
    • Banten meliputi Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang
    • Jawa Tengah meliputi Semarang Raya, Banyumas Raya, Kota Surakarta, dan sekitarnya
    • DI Yogyakarta meliputi Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Kulon Progo
    • Jawa Timur meliputi Surabaya Raya, Madiun Raya, dan Malang Raya
    • Bali meliputi Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Tabanan, Kota Denpasar dan sekitarnya

    Aturan-aturannya

    Terdapat beberapa aturan yang berubah dalam PPKM Mikro ini seperti ketentuan WFH dan WFO serta jam buka pusat perbelanjaan. Namun yang tidak berubah sama sekali adalah kegiatan belajar-mengajar yang tetap dilaksanakan secara online. Berikut ini adalah beberapa aturan yang berubah tersebut:

    Aktivitas Perkantoran, Rumah Makan, dan Tempat Ibadah

    Pada PPKM mikro ini aktivitas perkantoran dibatasi 50%, dan sisanya bekerja dari rumah atau WFH dari sebelumnya 25%. Bagi yang bekerja di kantor harap tetap menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Untuk pusat perbelanjaan diizinkan beroperasi hingga jam 9 malam dari sebelumnya hanya sampai jam 8 malam. Untuk kapasitas maksimum makan di restoran dibatasi hanya sampai 50%.  Alasan pelonggaran ini seperti diutarakan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, karena melihat protokol kesehatan di mal sudah berjalan baik, dan juga karena alasan ekonomi. Selain itu, ia melihat mobilitas masyarakat di mal juga jarang daripada di tingkat RT/RW, desa, atau kelurahan.

    Terakhir, aktivitas di tempat ibadah diizinkan dengan maksimal 50%. Kegiatan konstruksi beroperasi 100% dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Untuk kegiatan di fasilitas umum atau fasilitas sosial budaya yang berpotensi menimbulkan kerumunan dihentikan sementara.

    Pembentukan Posko Penanganan Covid-19

    PPKM Mikro juga memberikan instruksi untuk membentuk posko penanganan Covid-19 yang berada di tingkat desa atau keluarahan. Posko ini berisikan berbagai unsur masyarakat, yaitu:

    • Ketua RT
    • Kepala Desa
    • Babinsa
    • Bhabinkamtibmas
    • Satpol PP
    • PKK
    • Dasawisma
    • Karang taruna
    • Tokoh masyarakat
    • Relawan

    Posko yang dibentuk ini bertugas melakukan pengendalian infeksi Covid-19 mulai dari sosialiasi, protokol kesehatan, penegakan dan pendataan pelanggaran protokol kesehatan hingga pelaporan perkembangan penanganan Covid-19 secara berjenjang ke level atas. Untuk biaya kebutuhan, desa dibiayai dari anggaran pendapatan dan belanja desa sedangkan kelurahan ditanggung APBD kabupaten/kota.

    Terdapat Zonasi Pengendalian Wilayah

    Terdapat penerapan zonasi pengendalian wilayah hingga tingkat RT pada PPKM Mikro untuk dapat dengan mudah mengendalikan Covid-19. Kriteria zonasi dibagi menjadi zona hijau, zona kuning, zona oranye, dan zona merah. Zona merah ditetapkan bila terdapat lebih dari 10 rumah dengan kasus positif. Untuk zona ini terdapat PPKM tingkat RT yang mencakup pelacakan kontak erat, isolasi mandiri penutupan rumah ibadah, tempat bermain anak, dan tempat umum lainnya kecuali sektor esensial. Selain itu, terdapat larangan berkerumun lebih dari 3 orang, pembatasan keluar masuk RT maksimal hingga jam 10 malam, dan kegitan sosial yang berpotensi menyebarkan virus harus ditiadakan.

    Baca Juga: BNPB Bekerja Sama dengan Prosehat untuk Dukung Isolasi Mandiri

    Zona oranye diberlakukan jika terdapat 6-10 rumah dengan kasus konfirmasi positif falam 7 hari terakhir. Penanganan dilakukan dengan melacak kontak erat dan menutup rumah ibadah, tempat bermain anak, serta tempat umum lainnya kecuali sektor esensial. Zona kuning bila terdapat 1 hingga 5 rumah dengan kasus positif Covid-19 selama 7 hari terakhir diharuskan melakukan pelacakan kontak erat. Untuk zona hijau yang tidak ada sama sekali kasus aktif di tingkat RT, perlu dilakukan tes pada suspek secara aktif.

    Aturan Perjalanan Dalam Negeri dan Luar Negeri

    Untuk aturan perjalanan pada PPKM Mikro ini sebenarnya masih sama seperti pada aturan-aturan perjalanan sebelumnya, yaitu wajib melakukan PCR swab jika ke Bali dengan pesawat maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan atau tes antigen maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan. Untuk laut adalah adalah wajib PCR swab atau antigen maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan.

    Begitu juga untuk perjalanan darat dari Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa. Akan ada tes antigen yang dilaksanakan secara acak oleh Satgas Covid-19. Selain itu, Satgas akan memberlakukan GeNose sebagai tambahan apabila diperlukan. GeNose ini juga diberlakukan bagi Sahabat Sehat yang melakukan perjalanan darat di Pulau Jawa dengan kereta api sebagai opsi selain PCR Swab atau tes antigen maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan. Namun untuk libur panjang keagamaan wajib tes Covid-19 adalah maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.

    Baca Juga: Mengenal GeNose dan CePAD, Alat Deteksi Dini Covid-19 Buatan Negeri Sendiri

    Untuk perjalanan dari luar negeri akan tetap ada pemeriksaaan suhu tubuh dan validasi hasil tes PCR swab yang negatif, yang berlaku 3×24 jam sebelum keberangkatan di setiap pintu kedatangan. Kemudian ada tes ulang yang ditanggung pemerintah untuk WNI dan biaya sendiri untuk WNA. Jika positif akan diarahkan untuk dikarantina selama 5×24 jam. Bagi WNI yang tidak mampu dari segi ekonomi akan diisolasi di karantina khusus, dengan biaya ditanggung pemerintah. Namun, ada syaratnya, yaitu surat tanda tidak mampu sementara WNA dikarantina di rumah pribadi.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Itulah mengenai PPKM Mikro yang dilaksanakan di Pulau Jawa dan Bali untuk meminimalkan penularan Covid-19. Yuk, Sahabat Sehat, mari laksanakan dengan baik PPKM ini supaya Sahabat tidak tertular virus. Tetap terapkan 5M dan PHBS, tidak keluar rumah kecuali ada keperluan mendesak, dan jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya mudah. Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. 4 Poin Penting PPKM Mikro yang Dimulai Hari Ini, dari Jam Buka Restoran hingga Zonasi Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 9 February 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/02/09/062700065/4-poin-penting-ppkm-mikro-yang-dimulai-hari-ini-dari-jam-buka-restoran?page=all
    2. Media K. PPKM Mikro di Jabodetabek : Sekolah Tetap Online, WFH Diperlonggar Jadi 50 Persen [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 9 February 2021]. Available from: https://megapolitan.kompas.com/read/2021/02/09/07371891/ppkm-mikro-di-jabodetabek-sekolah-tetap-online-wfh-diperlonggar-jadi-50
    3. Adinda Putri C. PPKM Mikro Hari Ini, Berikut Zonasi dan Ketentuannya! [Internet]. CNBCIndonesia. 2021 [cited 9 February 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20210209084007-4-222030/ppkm-mikro-hari-ini-berikut-zonasi-dan-ketentuannya
    Read More
  • Kembali Covid-19 memberikan kondisi yang dinamakan dengan long-hauler. Kondisi ini adalah gejala yang membuat para pengidap virus mengalaminya selama berbulan-bulan setelah terinfeksi. Seperti dilansir dari Cleveland Clinic, berdasarkan sebuah penelitian gejala ini menimpa sekitar 10% penderita. Adanya gejala ini membuktikan bahwa sebenarnya orang yang terkena Covid-19 tidak selalu sembuh dalam 2 minggu, virus ini dapat […]

    Long-Hauler, Paparan Virus Covid-19 Berkepanjangan

    Kembali Covid-19 memberikan kondisi yang dinamakan dengan long-hauler. Kondisi ini adalah gejala yang membuat para pengidap virus mengalaminya selama berbulan-bulan setelah terinfeksi. Seperti dilansir dari Cleveland Clinic, berdasarkan sebuah penelitian gejala ini menimpa sekitar 10% penderita. Adanya gejala ini membuktikan bahwa sebenarnya orang yang terkena Covid-19 tidak selalu sembuh dalam 2 minggu, virus ini dapat bertahan hingga 6 minggu. Long-hauler dapat menyerang siapa saja, tidak peduli muda, tua, sehat, penderita penyakit kronis, yang dirawat di rumah sakit atau tidak.

    long hauler

    Baca Juga: Fenomena Long Covid, Gejala yang Menyerang Eks Pasien Covid-19

    Seperti Apa Gejalanya?

    Meskipun informasinya terbatas mengenai gejala panjang yang dialami oleh penyintas Covid-19, beberapa kasus melaporkan bahwa gejala persisten ditandai  sebagai berikut:

    • Batuk
    • Sesak di dada
    • Sesak napas
    • Sakit kepala
    • Nyeri otot
    • Diare

    Gejala lain yang dilaporkan seperti:

    • Kelelahan
    • Brain fog
    • Sulit berkonsentrasi
    • Penciuman tidak setajam di awal

    Apakah Gejala pada kondisi Ini Menular?

    Tentu saja gejala pada kondisi ini menular, dan penularannya dapat hilang setelah seminggu atau lebih. Orang-orang yang terkena gejala ini diketahui akan memilikinya dalam waktu sebulan atau lebih meskipun sudah didiagnosis negatif saat tes swab. Selain itu, disebutkan bahwa gejala ini dapat memberi efek jangka panjang penuh yang dapat berpengaruh pada organ-organ tubuh seperti ginjal, paru-paru, dan jantung.

    Baca Juga: Tanda dan Gejala Covid-19: Delirium, Happy Hypoxia, dan Anosmia. Yuk, Kenali Perbedaannya!

    Apa yang Harus Dilakukan Jika Terkena Gejala Ini dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

    Segera hubungi dokter setelah 28 hari terkena Covid-19 tetapi Sahabat masih merasakan gejala sisanya. Selain dengan pengobatan ke dokter, cara lain yang bisa dilakukan secara mandiri adalah selalu meminum banyak cairan agar tetap terhidrasi, istirahat yang cukup, kelola stres dengan baik, dan makan yang teratur.

    Baca Juga: Mengenal Covid Tongue, Gejala Covid-19 pada Lidah

    Itulah Sahabat mengenai long-hauler Covid yang dirasakan oleh penyintas Covid-19, kondisi gejala sisa yang bertahan cukup lama meskipun penderita dinyatakan sembuh. Yuk, Sahabat, tetap terapkan 5M dan PHBS, dan jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. What It Means to Be a Coronavirus “Long-Hauler” [Internet]. Health Essentials from Cleveland Clinic. 2021 [cited 1 February 2021]. Available from: https://health.clevelandclinic.org/what-it-means-to-be-a-coronavirus-long-hauler/
    2. Callard F, Perego E. How and why patients made long Covid. Social Science and Medicine.2021:268;113426.
    3. Center for Diseases Control. Late sequelae of Covid-19. 2020. [Internet]. Available at: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/hcp/clinical-care/late-sequelae.html(cited February 3,2021).
    Read More
  • Sahabat Sehat, apabila Sahabat sudah melakukan pemeriksaan Covid-19 di Prosehat dan dinyatakan positif, Sahabat bisa meminta surat keterangan isolasi mandiri di rumah dengan memperhatikan syarat-syarat berikut: Surat akan dikeluarkan berdasarkan syarat dan ketentuan masing-masing faskes dan mitra-mitra Prosehat (misal, S&K Klinik Mitra Pandawa akan berbeda dari S&K Klinik KASIH Palmerah) Surat yang diminta  TIDAK bisa […]

    Pengumuman Penting Terkait Permintaan Surat Keterangan Isolasi Mandiri di Rumah untuk Sahabat Prosehat

    Sahabat Sehat, apabila Sahabat sudah melakukan pemeriksaan Covid-19 di Prosehat dan dinyatakan positif, Sahabat bisa meminta surat keterangan isolasi mandiri di rumah dengan memperhatikan syarat-syarat berikut:

    1. Surat akan dikeluarkan berdasarkan syarat dan ketentuan masing-masing faskes dan mitra-mitra Prosehat (misal, S&K Klinik Mitra Pandawa akan berbeda dari S&K Klinik KASIH Palmerah)
    2. Surat yang diminta  TIDAK bisa diubah tanggalnya. Misal, Sahabat meminta tanggal 27  Januari 2021 namun tiba-tiba minta diubah ke tanggal 4 Februari 2021.
    3. Permintaan surat isolasi mandiri sebaiknya diminta selambat-lambatnya H+1 dari keluarnya hasil pemeriksaan COVID-19(Misal, apabila hasil swab antigen diketahui keluar tanggal 27 Januaru 2021, Sahabat hendaknya meminta surat selambat-lambatnya tanggal 28 Jan 2021 via petugas klinik atau via CS ProSehat. Apabila hasil PCR swab dilakukan pada 27 Januari 2021, dan hasilnya baru keluar pada 29 Januari 2021, permintaan surat selambat-lambatnya tanggal 30 Januari 2021.)
    4. Surat keterangan selesai masa isolasi mandiri di rumah HARUS disertai dengan 2 minggu sebelumnya ada permintaan dari Sahabat untuk meminta surat keterangan isolasi mandiri di rumah
    5. Jika TANPA hal di atas, surat keterangan keterangan selesai isolasi mandiri TIDAK bisa diproses sesuai dengan S&K yang berlaku
    6. Bagi Sahabat yang meminta surat keterangan isolasi mandiri di rumah akan mendapat kompensasi berupa pemantauan harian dari tim CS ProSehat.
    7. Apabila Sahabat tidak mengikuti semua ketentuan di atas, dengan berat hati surat keterangan TIDAK akan diterbitkan.

    Itulah Sahabat Sehat beberapa poin di atas yang harus Sahabat Sehat ikuti supaya mendapatkan surat keterangan isolasi mandiri di rumah. Untuk info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • World Health Organization (WHO) kembali merilis aturan baru bagi pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah. Dalam aturan baru itu, pasien harus mempunyai pulse oximeter atau oksimetri nadi. Alat ini digunakan untuk mengukur kadar oksigen, sehingga dapat membantu pasien mengidentifikasi apabila ada perburukan kondisi dan memerlukan perawatan di rumah sakit. Demikian hal tersebut diungkap oleh […]

    WHO Mewajibkan Penggunaan Pulse Oximeter untuk Pasien Isolasi Mandiri Covid-19

    World Health Organization (WHO) kembali merilis aturan baru bagi pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah. Dalam aturan baru itu, pasien harus mempunyai pulse oximeter atau oksimetri nadi. Alat ini digunakan untuk mengukur kadar oksigen, sehingga dapat membantu pasien mengidentifikasi apabila ada perburukan kondisi dan memerlukan perawatan di rumah sakit. Demikian hal tersebut diungkap oleh juru bicara WHO, Margaret Harris, pada briefing PBB di Jenewa, Swiss, seperti dilansir dari Reuters, 26 Januari 2021. Selain itu, ia juga menyarankan kepada para dokter untuk menempatkan pasien dalam posisi tengkurap agar kadar oksigennya meningkat.

    pulse oximeter

    Baca Juga: Isolasi Mandiri di Fasilitas Pemerintah dan Pengajuannya

    Apakah Pulse Oximeter itu?

    Dalam laman resminya WHO menyebutkan bahwa pulse oximeter adalah perangkat medis untuk memantau kadar oksigen dalam darah pasien, dan sebagai pedoman bagi petugas medis untuk melakukan intervensi secara cepat jika kadar oksigen yang ditunjukkan turun di bawah standar. Alat ini penting untuk memantau kadar oksigen dalam operasi, kondisi gawat darurat dan perawatan intensif, serta perawatan dan pemulihan di ruang rawat inap rumah sakit. Bentuknya berupa perangkat kecil seperti klip yang ditempelkan pada tubuh, yaitu pada jari atau daun telinga. Namun, alat ini paling sering digunakan pada jari tangan.

    Produk Terkait: Jual Beurer Pulse Oximeter

    Tujuan Penggunaan

    Tujuan penggunaan pulse oximeter adalah untuk memeriksa kadar oksigen dalam tubuh.  Alat ini biasanya digunakan untuk memantau pasien dengan kondisi-kondisi berikut:

    • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
    • Asma
    • Radang paru
    • Kanker paru
    • Anemia
    • Serangan jantung atau gagal jantung
    • Penyakit jantung bawaan

    Lalu, terdapat sejumlah kasus penggunaan yang berbeda dari alat ini, yaitu:

    • Untuk menilai seberapa baik kinerja obat paru-paru
    • Mengevaluasi apakah seseorang membutuhkan bantuan pernapasan atau tidak
    • Mengevaluasi seberapa baik kinerja ventilator
    • Memantau kadar oksigen selama atau setelah prosedur pembedahan yang membutuhkan sedasi
    • Menentukan seberapa efektif terapi oksigen tambahan, terutama bila pengobatannya baru
    • Menilai kemampuan seseorang untuk mentoleransi peningkatan aktivitas fisik
    • Mengevaluasi apakah seseorang berhenti bernapas sejenak saat tidur, seperti dalam kasus sleep apnea

    Bagaimana Cara Kerjanya?

    Alat ini dipasang di jari tangan, jari kaki, atau daun telinga. Seberkas cahaya kecil akan melewati darah di jari dan mengukur kadar oksigen dengan mengukur perubahan penyerapan cahaya dalam darah yang mengandung oksigen dan yang tidak. Prosesnya tidak menyakitkan sama sekali. Setelah itu, pulse oximeter akan memberi tahu Sahabat kadar oksigen bersama dengan denyut jantung. Supaya lebih efektif, disarankan untuk menghapus kuteks pada kuku jari.

    Baca Juga: BNPB Bekerja Sama dengan Prosehat untuk Dukung Isolasi Mandiri

    Dalam beberapa kasus, Sahabat disarankan menggunakan probe untuk memantau denyut nadi dan saturasi oksigen sesuai kebutuhan. Misalnya, ketika memantau kemampuan aktivitas fisik, alat akan terus dipasang selama latihan dan ketika pemulihan. Untuk penggunaan saat operasi, probe akan dipasang sebelumnya dan dilepas setelah Sahabat bangun dan tidak lagi dalam pengawasan. Terkadang, alat ini hanya digunakan untuk pembacaan satu kali secara cepat. Setelah tes selesai, klip atau probe akan dilepas.

    Seperti Apa Cara Membacanya?

    Cara membaca alat ini adalah berdasarkan angka yang tertera pada alat. Kadar oksigen yang normal adalah 95%. Jika di bawah itu, berarti ada potensi hipoksemia atau kekurangan oksigen dalam tubuh.

    Prosedur Penggunaan Alat

    Alat digunakan untuk pasien rawat inap dan rawat jalan di rumah sakit. Namun, saat pandemi Covid-19, alat ini sangat disarankan untuk pasien isolasi mandiri di rumah dengan gejala ringan.

    Produk Terkait: Jual Pulse Oximeter Icare

    Tips Memilih Pulse Oximeter yang Tepat

    Berikut ini adalah beberapa tips untuk memilih alat yang tepat:

    • Pilihlah alat yang berkualitas dan memiliki kredibilitas. Sebaiknya beli alat di toko yang menjual barang medis atau toko medis terpercaya
    • Tes terlebih dahulu pada orang dengan kondisi saturasi oksigen normal supaya terlihat jelas akurasinya, yaitu 95% untuk orang normal

    Baca Juga: 7 Cara Melakukan Self Isolation yang Tepat Saat Wabah Corona

    Nah, itulah Sahabat mengenai perlunya penggunaan pulse oximeter untuk pasien isolasi mandiri Covid-19 berdasarkan aturan baru WHO. Buat Sahabat yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah, Sahabat bisa membeli pulse oximeter di Prosehat yang menjual barang berkualitas dengan harga terjangkau dan terpercaya. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. WHO issues new clinical advice on treating COVID-19 patients [Internet]. reuters.com. 2021 [cited 29 January 2021]. Available from: https://www.reuters.com/article/us-health-coronavirus-who-idUSKBN29V134
    2. Pulse oximetry [Internet]. who.int. 2021 [cited 29 January 2021]. Available from: https://www.who.int/patientsafety/safesurgery/pulse_oximetry/en/
    3. Pulse Oximetry: Uses, Readings, and How It Works [Internet]. Healthline. 2021 [cited 29 January 2021]. Available from: https://www.healthline.com/health/pulse-oximetry
    4. Dokter Bagikan Tips Pilih Oximeter yang Tepat untuk Pasien COVID-19 [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 29 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5351689/dokter-bagikan-tips-pilih-oximeter-yang-tepat-untuk-pasien-covid
    Read More
  • Selain tes swab melalui hidung dan tenggorokan, rupanya juga ada tes swab melalui lubang pantat atau anal yang dinamakan anal swab atau swab anal. Hal ini ramai dibicarakan karena muncul laporan yang menyatakan bahwa banyak orang di Beijing lebih sering menggunakan metode ini. Para ahli di Cina pun menyebutkan bahwa jenis tes swab ini adalah […]

    Mengenal Anal Swab Test, Tes Swab pada Dubur yang Sedang Viral di Cina

    Selain tes swab melalui hidung dan tenggorokan, rupanya juga ada tes swab melalui lubang pantat atau anal yang dinamakan anal swab atau swab anal. Hal ini ramai dibicarakan karena muncul laporan yang menyatakan bahwa banyak orang di Beijing lebih sering menggunakan metode ini. Para ahli di Cina pun menyebutkan bahwa jenis tes swab ini adalah yang paling akurat untuk mendeteksi virus Covid-19 dan tes ini disarankan untuk meningkatkan tingkat deteksi dan mengurangi proporsi diagnosis yang terlewat.

    anal swab test

    Baca Juga: Tes Air Liur Covid-19 Dinilai Lebih Akurat dan Murah?

    Dilansir dari Kompas.com, metode ini mulai sering digunakan setelah ada anak berusia 9 tahun yang dinyatakan positif terinfeksi varian baru Covid-19 dari Inggris. Namun, sebenarnya, swab anal sudah digunakan sejak 2020, terutama terhadap individu yang berada di zona merah Covid-19 di Cina, seperti Shanghai.

    Lalu, Seperti Apakah Swab Anal Tersebut?

    Seperti dilansir dari Detikcom, berikut adalah fakta-fakta mengenai salah satu tes anal yang sedang populer di Negeri Tirai Bambu tersebut:

    Mengenai Metodenya

    Tes ini merupakan salah satu metode untuk mendeteksi virus dengan cara memasukkan alat swab berukuran 3 sampai 5 sentimeter ke dalam rektum atau dubur. Salah satu ahli kesehatan di Cina, Li Tongzeng dari Rumah Sakit You’an menyebutkan bahwa metode ini lebih akurat dalam mendeteksi virus dan dapat menurunkan kemungkinan kesalahan diagnosis.

    Baca Juga: Mengenal GeNose dan CePAD, Alat Deteksi Dini Covid-19 Buatan Negeri Sendiri

    Mengenai Deteksinya

    Penggunaan tes swab anal ini rupanya berdasarkan sebuah penelitian bahwa jejak Covid-19 dapat bertahan lebih lama dalam anus dibandingkan dengan di saluran pernapasan. Metode ini dikatakan dapat membantu meminimalkan risiko kambuh setelah pemulihan. Selain itu, metode ini lebih cepat akurat ketika sekelompok peneliti di Cina menemukan bahwa beberapa pasien Covid-19 mengalami infeksi virus usus yang aktif dan berkepanjangan, dan bahkan saat tidak menunjukkan gejala gastrointestinal. Dari hasil swab terlihat bahwa saat memakai swab anal pasien terkonfirmasi positif, sedangkan hasil swab tenggorokan menunjukkan sebaliknya.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Mengenai Kenyamanan

    Apakah metode ini aman dan nyaman? Menurut Li Tongzeng dari Rumah Sakit You’an, Beijing, metode ini tidaklah senyaman swab di tenggorokan atau hidung. Oleh karena itu, penggunaan metode ini hanya untuk orang-orang tertentu yang berada di area karantina Covid-19 atau zona merah. Itulah mengapa, meski sudah populer, masih banyak orang di Cina yang menggunakan tes swab biasa.

    Tanggapan dari Ahli Kesehatan Indonesia

    Tes swab anal yang sedang viral di Cina ini tentu saja mendapat tanggapan dari salah satu ahli kesehatan Indonesia, Ahmad Rusdan Utomo. Dilansir dari CNBC Indonesia, ahli biologi molekuler itu menyatakan tes swab melalui anal atau dubur tidak bisa dijadikan sebagai acuan seseorang terinfeksi Covid-19. Tes ini hanya sebagai pelengkap. Ia juga menilai bahwa tes ini membuat seseorang menjadi malu karena area privasinya dibuka sehingga akan membuat tidak nyaman.

    Selain itu, ia juga mengatakan bahwa swab melalui hidung dan mulut lebih ampuh mendeteksi Covid-19 hingga 70% sementara dengan feses kemungkinan hanya separuhnya. Metode swab melalui anal hanya dilakukan pada saat dokter menemukan gejala Covid-19, namun dinyatakan negatif saat PCR swab hidung dan tenggorok. Ahmad menambahkan, virus Covid-19 umumnya dapat ditemui di saluran pernapasan atas, kemudian pernapasan bawah, lanjut ke pencernaan, hingga berakhir ke saluran pembuangan. Di situlah fungsi rektal swab dapat mendeteksi virus.

    Baca Juga: Bagaimana Supaya Hasil Tes PCR Swab Negatif?

    Itulah mengenai tes swab anal yang sedang viral di Cina untuk mendeteksi Covid-19. Meskipun begitu, masih ada tes swab biasa melalui hidung dan mulut yang juga akurat. Untuk Sahabat Sehat yang ingin deteksi dini dengan PCR swab, Sahabat bisa melakukannya di Prosehat. Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Dianggap Lebih Akurat Deteksi Covid-19, China Pakai Metode Swab Anal [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 29 January 2021]. Available from: https://www.kompas.com/global/read/2021/01/27/154702670/dianggap-lebih-akurat-deteksi-covid-19-china-pakai-metode-swab-anal
    2. 4 Fakta Anal Swab, Metode Tes COVID-19 yang Lagi Hits di China [Internet]. 2021 [cited 29 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5352245/4-fakta-anal-swab-metode-tes-covid-19-yang-lagi-hits-di-china
    3. China Test Swab Melalui Anal, Ini Respons Ahli RI [Internet]. cnbcindonesia.com. 2021 [cited 29 January 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210128165502-37-219490/china-test-swab-melalui-anal-ini-respons-ahli-ri
    Read More
  • Gejala Covid-19 seperti tidak ada habisnya. Baru-baru ini, para peneliti menemukan sebuah gejala baru, yaitu Covid tongue. Pada awalnya, gejala Covid-19 umumnya hanya berupa batuk persisten, pilek, dan kesulitan bernapas. Namun, seiring berjalannya waktu, berbagai macam gejala baru mulai bermunculan. Mulai dari ruam kulit, anosmia, dan yang terakhir, Covid tongue. Baca Juga: Apakah Gangguan Delirium […]

    Mengenal Covid Tongue, Gejala Baru Covid-19 pada Lidah

    Gejala Covid-19 seperti tidak ada habisnya. Baru-baru ini, para peneliti menemukan sebuah gejala baru, yaitu Covid tongue. Pada awalnya, gejala Covid-19 umumnya hanya berupa batuk persisten, pilek, dan kesulitan bernapas. Namun, seiring berjalannya waktu, berbagai macam gejala baru mulai bermunculan. Mulai dari ruam kulit, anosmia, dan yang terakhir, Covid tongue.

    covid tongue

    Baca Juga: Apakah Gangguan Delirium Merupakan Gejala Baru Covid-19?

    Pengertian Covid Tongue dan Gejalanya

    Covid tongue adalah rasa tidak nyaman pada lidah yang dikeluhkan oleh pasien terkonfirmasi positif Covid-19.  Pada Covid tongue, terjadi perubahan warna, bentuk, kondisi permukaan lidah, serta rasa nyeri. Kondisi ini ditemukan oleh Tim Spector, epidemiolog dari King’s College, London, Inggris. Setelah diteliti, ternyata terdapat bercak-bercak atau luka seperti sariawan pada lidah pasien yang terkadang bisa menyebabkan rasa sakit.

    Pada sebuah penelitian lain yang dimuat dalam Jurnal Integrative Medicine Research didapatkan bahwa pasien yang didiagnonis Covid-19 dengan gejala ringan dan sedang biasanya memiliki lidah berwarna merah terang dengan lapisan putih. Pada pasien Covid-19 dengan gejala berat, ditemukan lidah berwarna ungu atau pucat dengan lapisan kekuningan. Rasa nyeri lidah banyak ditemukan pada pasien dengan gejala berat. Proporsi pasien kritis dengan lidah nyeri meningkat menjadi 75%. Pada lidah pasien Covid-19 juga didapatkan lapisan berminyak. Proporsinya adalah 53,3%, 73,3%, 83,6%, dan 87,5% untuk kategori penyakit ringan, sedang, berat, dan kritis. Selain itu, proporsi lapisan tebal meningkat dari ringan (24,9%) menjadi kritis (50,0%). Metode untuk mengetahui gejala pada lidah ini adalah dengan analisis citra lidah TCM, yaitu mengekstrasi data warna lidah, warna lapisan, bentuk tubuh lidah, dan fitur lapisan yang tepat.

    Dalam sebuah laporan kasus oleh Chaux-Bodard, dkk yang dipublikasikan dalam Journal of Oral Medicine and Oral Surgery (Jomos), seorang pasien wanita berusia 45 tahun mengeluhkan rasa tidak nyaman pada sisi punggung lidah. Sebelumnya, terdapat peradangan di papil lidah yang sangat nyeri selama 24 jam, diikuti munculnya bercak kemerahan selama 24 jam berikutnya, kemudian bercak kemerahan menjadi luka tidak rata dan tidak nyeri. Setelah 10 hari, luka sembuh tanpa bekas luka.

    Baca Juga: Parosmia dan Phantosmia, Gejala-gejala Baru Covid-19, Apa Saja Perbedaaannya?

    Apa yang Harus Dilakukan Jika Terkena Pertanda yang Mengarah ke Covid Tongue?

    Gejala rasa sakit dan tidak nyaman di lidah sebenarnya juga bisa dialami oleh penderita sariawan biasa, herpes, atau lidah geografis. Jadi, ketika Sahabat merasa mengalami gejala tersebut jangan lantas menyimpulkan terkena Covid-19. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

    • Gunakan sikat gigi yang lembut untuk menyikat gigi
    • Sikat lidah atau gunakan pengikis untuk membantu menghilangkan bercak pada lidah
    • Gunakan sedotan untuk mengonsumsi minuman dingin
    • Konsumsi parasetamol atau ibuprofen

    Apa yang Akan Terjadi Jika Covid Tongue Tidak Ditangani?

    Jika tidak ditangani Covid Tongue dapat menyebabkan infeksi serius di mulut. Gejala ini sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari atau minggu. Namun, jika Sahabat mengalami gejala baru ini bersama dengan gejala-gejala lain yang juga mengarah ke Covid-19, segera periksakan diri ke dokter, serta lakukan isolasi mandiri dan tindakan pencegahan untuk memastikan Sahabat tidak terkena Covid-19.

    Baca Juga: Penyakit Gigi dan Gusi yang Sering Terjadi dan Penanganannya

    Itulah beberapa hal mengenai Covid Tongue, gejala baru Covid-19 pada lidah. Supaya Sahabat bisa dengan mudah mendeteksi gejala ini, selain dengan menyikat gigi dan lidah atau periksa ke dokter, Sahabat bisa menggunakan jam pintar WISH yang mempunyai teknologi untuk mendeteksi gejala Covid-19 melalui empat parameter, yakni suhu tubuh, detak jantung, kadar oksigen darah, dan analisis citra lidah. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Mengenal ‘Covid Tongue’ yang Jadi Gejala Baru Covid-19 [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 29 January 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2021/01/28/180000068/mengenal-covid-tongue-yang-jadi-gejala-baru-covid-19?page=all
    2. Dokter RSA UGM: Ini Ciri Gejala Baru Covid Tongue [Internet]. kompas.com. 2021 [cited 1 February 2021]. Available from: https://edukasi.kompas.com/read/2021/01/30/134915971/dokter-rsa-ugm-ini-ciri-gejala-baru-covid-tongue?page=all
    3. Chaux-Bodard A, Deneuve S, Desoutter A. Oral manifestation of Covid-19 as an inaugural symptom?. J Oral Med Oral Surg. 2020;26(2):18.
    4. Pang W, Zhang D, Zhang J, Li N, Zheng W, Wang H et al. Tongue features of patients with coronavirus disease 2019: a retrospective cross-sectional study. Integr Med Res. 2020;9(3):100493.
    Read More
  • Setelah 11 bulan dilanda pandemi, Indonesia akhirnya mencatatkan jumlah pengidap positif virus Covid-19 sebanyak lebih dari 1 juta, tepatnya 1.012.350 kasus. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Satgas Covid-19 pada hari Selasa, 26 Januari 2021. Indonesia menyusul negara-negara yang memiliki lebih dari sejuta kasus seperti Amerika Serikat, India, Cina, Italia, dan Ukraina. Baca Juga: Satgas Covid-19 […]

    Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 1 Juta

    Setelah 11 bulan dilanda pandemi, Indonesia akhirnya mencatatkan jumlah pengidap positif virus Covid-19 sebanyak lebih dari 1 juta, tepatnya 1.012.350 kasus. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Satgas Covid-19 pada hari Selasa, 26 Januari 2021. Indonesia menyusul negara-negara yang memiliki lebih dari sejuta kasus seperti Amerika Serikat, India, Cina, Italia, dan Ukraina.

    covid-19 di Indonesia

    Baca Juga: Satgas Covid-19 Keluarkan SE Terbaru, Semua Perjalanan Dalam Negeri Wajib PCR Swab atau Rapid Antigen

    Lebih dari satu juta kasus Covid-19 ini membuat Indonesia menduduki peringkat 19 dunia dan menjadi negara pertama di Asia Tenggara dengan jumlah kasus sebesar itu. Perincian jumlah hingga 1 jutaan lebih ini adalah 13.094 kasus baru, 820.356 pasien yang sembuh, dan 28.468 meninggal. Kasus Covid-19 di Indonesia ini tersebar di 34 provinsi dan 510 kota dan kabupaten.

    Dari jumlah tersebut, terdapat 10 daerah dengan jumlah kasus terbanyak. Posisi pertama tetap diduduki oleh DKI Jakarta, diikuti oleh Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Untuk posisi terakhir ditempati oleh provinsi Bali. Dari 10 daerah tersebut kebanyakan berada di Pulau Jawa. Namun, Yogyakarta tidak termasuk daftar tersebut.

    Perjalanan Covid-19 di Indonesia Hingga Sejuta

    Bagaimana Covid-19 bisa mencapai angka lebih dari sejuta kasus semenjak pandemi ini melanda pada Maret 2020? Setelah ditemukan tiga orang positif Covid-19 pada Maret 2020, diikuti semakin banyaknya pengidap setiap hari dan setiap minggunya, pemerintah mulai memberlakukan PSBB untuk meminimalkan penyebaran virus. Namun, PSBB kemudian mulai dilonggarkan seiring dengan menurunnya jumlah kasus dan kebutuhan ekonomi yang mendesak.

    Setelah PSSB, pemerintah mulai memberlakukan adaptasi kebiasaan baru atau new normal. Selain itu, pemerintah membuat kebijakan liburan panjang akhir pekan sampai akhir tahun dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Dari sinilah jumlah pengidap Covid-19 mulai meningkat pesat. Mulai dari angka 100.000 usai libur Idul Fitri di bulan Juli, 500.000 kasus usai libur Maulid di bulan Oktober, dan akhirnya mencapai 1 jutaan kasus pada Januari 2021 yang dipicu oleh liburan akhir tahun pada Desember 2020.

    Respons IDI

    Sebagai organisasi profesi dokter yang merupakan garda utama melawan Covid-19, IDI mengungkap fakta yang berkaitan dengan angka sejuta kasus di Indonesia. Kini, akses untuk mendapatkan ruang inap cukup sulit bagi pasien positif Covid-19 karena tingkat keterisian bed yang di atas 70% terutama di 7 provinsi, dengan yang tertinggi di DKI Jakarta, sekarang hanya tersisa 16%.

    Baca Juga: Solusi Menkes Atasi Keterbatasan Rumah Sakit

    Demikian hal tersebut diungkapkan oleh dr. Halik Malik, Humas IDI, seperti dilansir Kumparan pada Rabu, 27 Januari 2021. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah memang telah menginstruksikan rumah sakit untuk menambah kapasitas ruang rawat. Namun, hal tersebut tidak sebanding dengan penambahan jumlah pengidap virus harian.

    Respons Epidemiolog

    Kasus Covid-19 yang mencapai angka sejuta ini juga mendapat respons dari epidemiolog Dicky Budiman. Dilansir dari Suara.com, epidemiolog dari Griffith University, Australia itu meminta kepada pemerintah untuk terus meningkatkan 3T. Sebab, menurutnya, 3T di tanah air masih terbilang rendah sekali, yaitu 32.000 per 1 juta populasi. Ia juga melihat di negara-negara lain yang mempunyai angka 1 juta kasus, namun kemampuan testing di negara lain bisa 5 hingga 6 kali lipat lebih banyak daripada Indonesia. Oleh karena itu, Dicky beranggapan bahwa kasus Covid-19 di Indonesia sebenarnya sudah lebih dari sejuta. Menurutnya, selama ini strategi 3T tidak dijalankan secara memadai. Pemerintah lebih fokus pada kewajiban melaksanakan 3M di masyarakat dan pesan soal vaksinasi.

    Produk Terkait: Tes Covid-19 Prosehat

    Respons Pemerintah

    Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan sebagai lembaga pemerintah yang bertanggung jawab terhadap masalah kesehatan di Indonesia, terutama Covid-19, meminta kepada semua pihak untuk bekerja ekstra keras menanggulangi virus. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Budi Gunadi Sadikin pada konferensi pers yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa, 26 Januari 2021, mengenai kasus Covid-19 di Indonesia yang sudah mencapai sejuta.

    Dalam konferensi pers tersebut, Menteri Budi menyebutkan bahwa angka 1 juta kasus Covid-19 di Indonesia ini mempunyai dua makna, yaitu pertama, momen untuk berduka cita atas banyaknya kematian akibat Covid-19, termasuk menghormati 600 tenaga kesehatan yang gugur saat menangani pasien Covid-19. Kedua adalah momen bagi semua pihak untuk bekerja ekstra keras menanggulangi virus agar perjuangan para tenaga kesehatan tidak sia-sia. Di samping meminta masyarakat menjalankan 3M dengan saling mengingatkan satu sama lain, pemerintah akan terus berupaya meningkatkan 3T supaya jumlah penderita Covid-19 dapat terlacak dengan baik.

    Baca Juga: Jumlah Tes Covid-19 di Indonesia Lampaui Target WHO

    Nah, Sahabat Sehat, karena kasus Covid-19 di Indonesia sudah mencapai angka 1 juta, Sahabat diharapkan tetap melakukan 3M dan PHBS, serta mendukung pemerintah melakukan 3T dengan deteksi dini tes Covid-19 di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses langsung via website dan aplikasi lalu klik Layanan Kesehatan dan pilih Rapid Test Covid-19. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Kasus Corona di RI Tembus 1 Juta! [Internet]. detiknews. 2021 [cited 27 January 2021]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5349249/kasus-corona-di-ri-tembus-1-juta
    2. Sejuta Kasus Corona di Indonesia dalam Kurun 11 Bulan [Internet]. cnnindonesia.com. 2021 [cited 27 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210127065201-20-598830/sejuta-kasus-corona-di-indonesia-dalam-kurun-11-bulan
    3. Tembus 1 Juta Kasus Positif Covid-19, Ini 10 Daerah dengan Kasus Terbanyak [Internet]. kompas.com. 2021 [cited 27 January 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/26/193400465/tembus-1-juta-kasus-positif-covid-19-ini-10-daerah-dengan-kasus-terbanyak?page=all#page2
    4. Corona 1 Juta, Indonesia Peringkat 19 Dunia dan Juara Asean [Internet]. Bisnis.com. 2021 [cited 27 January 2021]. Available from: https://kabar24.bisnis.com/read/20210126/15/1348149/corona-1-juta-indonesia-peringkat-19-dunia-dan-juara-asean
    5. IDI soal 1 Juta Kasus Corona: Terus Terang, Kini Sulit Akses Ruang Rawat Inap [Internet]. kumparan.com. 2021 [cited 27 January 2021]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/idi-soal-1-juta-kasus-corona-terus-terang-kini-sulit-akses-ruang-rawat-inap-1v3cV4IFAny
    6. Kasus Covid-19 Capai 1 Juta, Epidemiolog: Genjot 3T, Jangan Prokes Melulu [Internet]. suara.com. 2021 [cited 27 January 2021]. Available from: https://www.suara.com/news/2021/01/27/070828/kasus-covid-19-capai-1-juta-epidemiolog-genjot-3t-jangan-prokes-melulu
    7. Prasasti G. Kasus COVID-19 Tembus Sejuta, Menkes: Ini Momen untuk Berduka dan Bekerja Sangat Keras [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 27 January 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/4467394/kasus-covid-19-tembus-sejuta-menkes-ini-momen-untuk-berduka-dan-bekerja-sangat-keras
    Read More
  • Jumlah tes Covid-19 di Indonesia akhirnya melampaui target yang ditetapkan WHO. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh juru bicara Satgas Covid-19, Profesor Wiku Adisasmito, di Grha BNP pada Selasa, 19 Januari 2021. Untuk perinciannya, ia menyebutkan, per 10 Januari 2021, jumlah orang yang diperiksa mingguan mencapai 290.764 orang atau sudah melebihi target WHO sebesar 107,69%. Baca […]

    Jumlah Tes Covid-19 di Indonesia Lampaui Target WHO

    Jumlah tes Covid-19 di Indonesia akhirnya melampaui target yang ditetapkan WHO. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh juru bicara Satgas Covid-19, Profesor Wiku Adisasmito, di Grha BNP pada Selasa, 19 Januari 2021. Untuk perinciannya, ia menyebutkan, per 10 Januari 2021, jumlah orang yang diperiksa mingguan mencapai 290.764 orang atau sudah melebihi target WHO sebesar 107,69%.

    tes covid-19 di Indonesia

    Baca Juga: Solusi Menkes Atasi Keterbatasan Rumah Sakit, Salah Satunya Isolasi Mandiri untuk Pasien Tanpa Gejala

    Lampauan jumlah ini tentu saja merupakan hal yang cukup baik bagi Indonesia yang sudah dilanda pandemi selama 10 bulan. Namun jumlah yang cukup baik itu ternyata juga berimbas pada meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia. Perlu diketahui, penambahan harian jumlah pengidap virus konsisten di angka 9-10.000 bahkan mencapai rekor tertinggi hingga 14.000 kasus.

    Tes Masih Tidak Merata

    Dalam kesempatan yang sama, Profesor Wiku juga menyatakan bahwa tes Covid-19 massal di Indonesia masih memiliki masalah karena tidak merata di seluruh wilayah. Ia menyebut masih banyak daerah yang belum memenuhi standar jumlah tes WHO. Karena itu, ia meminta para pemerintah daerah untuk serius menerapkan acuan WHO. Profesor Wiku juga meminta pemda agar meningkatkan upaya penelusuran kontak (tracing) yang disebut sebagai kunci kesuksesan penanganan Covid-19.

    Baca Juga: Adakah Metode Tes Covid-19 dengan Hasil 5 Menit?

    Antisipasi Covid-19 di Tempat Pengungsian Akibat Bencana Alam

    Serentetan bencana alam yang terjadi pada Januari ini juga menjadi perhatian Satgas Covid-19. Dimulai dari gempa bumi di Sulawesi Barat, longsor di Sumedang hingga terakhir banjir bandang di Puncak, Bogor. Total ada 154 bencana alam sejak tahun 2021 dimulai. BNPB sebagai badan yang bertanggung jawab langsung terhadap bencana alam di Indonesia, mencatat sudah 140 orang menjadi korban jiwa dan 776 lainnya luka-luka.

    Adanya bencana alam ini tentu saja akan mengakibatkan banyak arus pengungsian ke tempat-tempat yang aman dari bencana, yang tentu saja akan menimbulkan banyak kerumunan yang berpotensi menularkan Covid-19 secara langsung. Karena itu, Satgas Covid-19 menekankan antisipasi pada daerah-daerah dengan tingkat penularan tinggi seperti yang masuk pada zona merah dan kuning.

    Baca Juga: Tes Air Liur Covid-19 Dinilai Lebih Akurat dan Murah?

    Satgas Covid-19 juga meminta kepada para relawan dan petugas untuk tetap menjalankan protokol-protokol kesehatan saat di daerah bencana supaya tidak jatuh sakit atau tertular Covid-19. Agar tidak terjadi penularan virus di tempat bencana BNPB berencana menggelar rapid swab antigen massal kepada para pengungsi supaya bisa dengan cepat diketahui positif atau tidak Covid-19.

    Demikianlah mengenai jumlah tes Covid-19 di Indonesia yang akhirnya melampaui standar yang ditetapkan WHO. Jumlah yang melampaui tersebut sesuai dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 270 juta. Bahkan sebelumnya epidemiolog Dicky Budiman menyebutkan bahwa idealnya Indonesia harus melakukan testing 200-300.000 orang per hari. Meski begitu, Sahabat jangan lantas langsung bergembira karena ternyata masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, yaitu terus meningkatnya jumlah pengidap Covid-19 di Indonesia.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Yuk, Sahabat tetap terapkan 3M dan jalankan PHBS. Jangan lupa juga untuk melakukan deteksi dini Covid-19  di Prosehat dan mitra-mitra Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Akhirnya Jumlah Tes COVID-19 RI Lampaui Standar WHO [Internet]. kumparan. 2021 [cited 20 January 2021]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/akhirnya-jumlah-tes-covid-19-ri-lampaui-standar-who-1v0ekn4Wn0K
    2. Indonesia C. Satgas Sebut Tes Covid Indonesia Lampaui WHO tapi Tak Merata [Internet]. nasional. 2021 [cited 20 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210119200927-20-595870/satgas-sebut-tes-covid-indonesia-lampaui-who-tapi-tak-merata
    3. Indonesia C. Epidemiolog Sebut Testing Ideal di RI 200-300 Ribu Per Hari [Internet]. nasional. 2021 [cited 20 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210118195924-20-595337/epidemiolog-sebut-testing-ideal-di-ri-200-300-ribu-per-hari
    Read More
  • Gempa bumi terjadi lagi di Indonesia. Kali ini menimpa Mamuju, ibukota Provinsi Sulawesi Barat. Selain di Mamuju, gempa juga terjadi di Majene. Gempa bumi terjadi pada tanggal 14 Januari 2021, namun mencapai puncaknya pada tanggal 15 Januari. Gempa bumi dengan skala richter 6,2 tersebut meluluhlantakan tempat dan fasilitas di sana seperti kantor Gubernur Sulawesi Barat. […]

    Inilah Masalah Kesehatan yang Timbul Akibat Gempa Bumi Bagi Korban Selamat

    Gempa bumi terjadi lagi di Indonesia. Kali ini menimpa Mamuju, ibukota Provinsi Sulawesi Barat. Selain di Mamuju, gempa juga terjadi di Majene. Gempa bumi terjadi pada tanggal 14 Januari 2021, namun mencapai puncaknya pada tanggal 15 Januari. Gempa bumi dengan skala richter 6,2 tersebut meluluhlantakan tempat dan fasilitas di sana seperti kantor Gubernur Sulawesi Barat. Hingga hari ini tercatat sudah ada 81 orang tewas, dengan perincian 70 di Mamuju dan 11 di Majene. Selain itu, terdapat 554 korban luka di Kabupaten Majene, dengan perincian 64 orang luka berat, 215 luka sedang, dan 275 luka ringan.

    masalah kesehatan yang timbul akibat gempa bumi

    Baca Juga: 10 Penyakit Karena Banjir yang Perlu Diwaspadai

    Sebanyak 27.850 orang mengungsi di 25 titik pengungsian yang tersebar di Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang, serta Desa Limbua. Untuk Mamuju sendiri terdapat 189 orang mengalami luka berat dan dirawat inap. Adapun rumah sakit yang melayani di Sulawesi Barat adalah RS Bhayangkara, RS Regional Provinsi, dan RSUD Mamuju.

    Peristiwa gempa bumi yang terjadi di Sulawesi Barat tidak hanya menimbulkan kerusakan, tetapi juga menyebabkan timbulnya masalah-masalah kesehatan. Lalu masalah-masalah kesehatan yang terjadi dari gempa bumi ini? Yuk, Sahabat Sehat, mari simak di bawah ini!

    Baca Juga: List dan Biaya Tempat PCR Swab di Riau dan Sulawesi Barat

    Masalah Kesehatan yang Timbul Akibat Gempa Bumi

    Berikut ini adalah masalah-masalah kesehatan yang timbul akibat gempa bumi yang menimpa para pengungsi atau orang-orang yang selamat.

    Penyakit Fisik

    Penyakit fisik yang bisa menghampiri para korban yang selamat dari gempa adalah:

    • Penyakit kulit
    • Diare akibat kurang dan rusaknya sanitasi sehingga saluran air bersih menjadi jarang atau tidak ada sama sekali
    • Patah tulang akibat terkena bangunan yang roboh atau ambruk
    • Penyakit pernapasan akibat terpapar udara kotor dari bangunan yang roboh

    Selain penyakit-penyakit tersebut, penyakit lain yang juga bisa menimpa para korban selamat adalah Covid-19 jika dikaitkan dengan keadaan di pengungsian yang ramai dan tidak menerapkan protokol-protokol kesehatan.

    Pada penyakit-penyakit ini agar segera dilakukan pertolongan pertama terutama pada yang mengalami patah tulang, dan segera menyediakan air bersih untuk mengatasi diare dan penyakit pernapasan. Kemudian para pengungsi ini juga harus diberikan cairan agar tidak dehidrasi, bantuan makanan, dan obat-obatan.

    Produk Terkait: Jual Obat Diare

    Penyakit Mental

    Bukan hanya penyakit fisik yang menimpa para korban, tetapi juga ada penyakit mental yaitu berupa kondisi psikologis yang traumatis karena kehilangan anggota keluarga atau luka dari bangunan runtuh. Untuk mengobati penyakit ini tentunya bukan dengan obat seperti pada penyakit fisik, tetapi pada melalui trauma healing yang tentu saja tidak mudah.

    Selain menimbulkan efek seketika pada kesehatan, gempa bumi juga dapat menimbulkan efek-efek kelanjutan pada kesehatan, yaitu:

    • Infeksi lanjutan pada luka yang tidak tertangani
    • Meningkatnya risiko dan peluang dari komplikasi yang berhubungan dengan kehamilan, melahirkan, dan bayi yang baru lahir karena terganggunya layanan kandungan dan kebidanan
    • Risiko menularnya penyakit terutama di area yang sangat padat
    • Meningkatnya risiko dan peluang komplikasi penyakit kronis karena terganggunya pengobatan
    • Meningkatnya kebutuhan psikososial
    • Adanya potensi kontaminasi bahan kimia terutama pada daerah industri

    Cara Mencegah Munculnya Masalah Kesehatan

    Mencegah lebih baik daripada mengobati. Hal tersebut tentu saja berlaku dalam mencegah munculnya masalah-masalah kesehatan. WHO sendiri menyatakan bahwa salah satu cara yang mudah dan dapat dilakukan masyarakat adalah mempersiapkan masyarakat yang lebih siap dan tanggap dengan bencana alam termasuk gempa bumi.

    Cara lain adalah dengan meningkatkan kualitas serta kerap mengecek kondisi bangunan rumah. Selain faktor kekuatan bangunan, penting juga mengetahui kondisi tanah serta lingkungan di sekitar rumah apakah sudah cukup tahan gempa.

    Baca Juga: BNPB Bekerja Sama dengan Prosehat untuk Dukung Isolasi Mandiri

    Itulah mengenai masalah-masalah kesehatan yang timbul akibat gempa bumi beserta efek kelanjutan dan cara mencegahnya. Apabila Sahabat ingin mendapatkan perawatan pasca gempa seperti perawatan luka, baik besar maupun kecil, Sahabat bisa mengaksesnya di Prosehat. Caranya cukup mudah. Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Perawatan Luka. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. 81 Orang Tewas Akibat Gempa 6,2 M di Sulbar: 70 di Mamuju dan 11 di Majene [Internet]. kumparan. 2021 [cited 18 January 2021]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/81-orang-tewas-akibat-gempa-6-2-m-di-sulbar-70-di-mamuju-dan-11-di-majene-1v03dCDl3Mp
    2. Jumlah Korban Meninggal Gempa Sulbar Jadi 73 Jiwa, Ratusan Luka-Luka | Kabar24 – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2021 [cited 18 January 2021]. Available from: https://kabar24.bisnis.com/read/20210117/15/1344035/jumlah-korban-meninggal-gempa-sulbar-jadi-73-jiwa-ratusan-luka-luka
    3. Waspada Penyakit Setelah Gempa [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 18 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-1195497/waspada-penyakit-setelah-gempa
    4. Ini Masalah Kesehatan yang Mungkin Timbul Setelah Gempa Bumi Semua Halaman | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2021 [cited 18 January 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/sehat/ini-masalah-kesehatan-yang-mungkin-timbul-ketika-gempa-bumi.html?page=all
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja