Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Berita Terkini

Showing 61–70 of 189 results

  • Masa pandemi Corona pada kenyataannya mendorong berbagai pihak untuk melakukan berbagai macam inovasi terutama yang berkaitan dengan tes Covid-19. Setelah GeNose dan CePAD, kali ini kembali hadir sebuah karya anak negeri bernama i-nose C-19. Alat ini merupakan screener Covid-19 yang mendeteksi virus melalui bau keringat di ketiak. Baca Juga: Mengenal GeNose dan CePAD, Alat Deteksi Dini […]

    Mengenal i-nose c-19, Alat Deteksi Corona Melalui Keringat Ketiak

    Masa pandemi Corona pada kenyataannya mendorong berbagai pihak untuk melakukan berbagai macam inovasi terutama yang berkaitan dengan tes Covid-19. Setelah GeNose dan CePAD, kali ini kembali hadir sebuah karya anak negeri bernama i-nose C-19. Alat ini merupakan screener Covid-19 yang mendeteksi virus melalui bau keringat di ketiak.

    i-nose-c-19

    Baca Juga: Mengenal GeNose dan CePAD, Alat Deteksi Dini Covid-19 Buatan Negeri Sendiri

    i-nose C-19 sendiri dibuat dan dikembangkan oleh guru besar Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Riyanarto Sarno. Seperti dilansir dari Kompas.com, alat ini merupakan yang pertama di dunia mendeteksi virus melalui bau keringat ketiak atau auxillary sweat odor. Keberadaannya tentu saja untuk mempercepat proses pendeteksian orang-orang yang terkena Covid-19 atau tidak.

    Sampai tulisan ini dibuat, alat deteksi Corona tersebut sudah pada tahap penambahan sampel untuk proses uji profiling. Karena itu, alat ini kemudian diserahkan ke RSI Jemursari, Surabaya, untuk pengujian. Selain RSI Jemursari, i-nose c-19 juga akan diuji di RSUD dr. Soetomo dan National Hospital. Sebelumnya, alat deteksi Covid-19 ini sudah diujikan di Kemenristek. 

    Bagaimana Cara Kerjanya?

    Cara kerja i-nose-c-19 ini adalah mendeteksi bau yang berasal dari Volatile Organic Compound (VOC) yang ada dalam keringat ketiak. Sampel diambil dengan mengisap bau keringat melalui selang kecil kemudian disalurkan ke deretan sensor (sensor array) pada alat. Setelah itu, gas yang menghasilkan bau tersebut diubah menjadi sinyal listrik lalu diolah menggunakan kecerdasan buatan. Supaya alat benar-benar akurat dan efektif perlu banyak uji coba terhadap orang dengan kondisi tertentu, yaitu orang yang terkena penyakit TBC namun negatif Covid, orang yang positif namun tidak mempunyai gejala, dan lain-lain.

    Baca Juga: Tes Air Liur Covid-19 Dinilai Lebih Akurat dan Murah?

    Berapa Tingkat Akurasinya?

    Tingkat akurasi i-nose-c-19 ini adalah 91% setelah diuji di RSI Jemursari. Namun tingkat akurasi ini masih bisa meningkat karena akan ada uji diagnostik sebelum izin edar. Selain tingkat akurasi, salah satu alat deteksi Corona ini juga mempunyai kelebihan lain daripada GeNose, yaitu karena hanya menempelkan pada ketiak, dan tidak perlu membuka masker untuk meniup.

    Seperti dilansir dari IDN Times, Dirut RS Jemursari Surabaya, dr. Bangun Trapsila Purwaka, menyatakan bahwa GeNose meniupkan karbon dioksida dari dalam tubuh ke kantong plastik yang disediakan, dan dapat berpengaruh terhadap penyebaran kuman.

    Berapa harganya?

    Profesor Riyanarto Sarno selaku pembuat dan pengembang menyatakan bahwa harga tes Corona melalui i-nose adalah Rp 10.000 untuk 1 kali tes, dan hasil bisa didapatkan dalam waktu 3,5 menit.

    Baca Juga: Adakah Metode Tes Covid-19 dengan Hasil 5 Menit?

    Itulah Sahabat Sehat mengenai i-nose c-19 yang dibuat untuk membantu pengetesan orang-orang positif Covid-19 atau tidak. Namun, Profesor Riyanarto menyatakan bahwa alat ini hanyalah untuk screening awal dan alternatif sehingga tidak dimaksudkan untuk mengganti PCR swab yang merupakan tes corona paling akurat.

    Mengenai tes Covid-19, Sahabat juga bisa melakukannya di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Deteksi Covid-19 Lewat Bau Keringat Ketiak, ITS Kembangkan i-nose c-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 24 February 2021]. Available from: https://edukasi.kompas.com/read/2021/01/18/164234971/deteksi-covid-19-lewat-bau-keringat-ketiak-its-kembangkan-i-nose-c-19?page=all
    2. Haryono A. Alat Deteksi COVID-19 Karya Profesor ITS i-Nose C-19 Diujicoba di RSI Surabaya [Internet]. SINDOnews.com. 2021 [cited 24 February 2021]. Available from: https://daerah.sindonews.com/read/343594/704/alat-deteksi-covid-19-karya-profesor-its-i-nose-c-19-diujicoba-di-rsi-surabaya-1614009736
    3. developer m. I-nose C-19 ITS Siap Diuji Cobakan di Rumah Sakit [Internet]. medcom.id. 2021 [cited 24 February 2021]. Available from: https://www.medcom.id/pendidikan/riset-penelitian/xkEyVPZk-i-nose-c-19-its-siap-diuji-cobakan-di-rumah-sakit
    4. Times I, Fajar A. Perbandingan i-nose c-19 dengan GeNose Versi Direktur RSI Jemursari [Internet]. IDN Times. 2021 [cited 24 February 2021]. Available from: https://jatim.idntimes.com/news/jatim/ardiansyah-fajar/perbandingan-i-nose-c-19-dengan-genose-versi-direktur-rsi-jemursari

     

    Read More
  • Bagi orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 melalui pemeriksaan rapid antigen dapat dirujuk ke rumah sakit darurat seperti Wisma Atlet untuk isolasi mandiri, namun tentunya melalui berbagai tahapan. Seperti dilansir dari CNN Indonesia, anggota bidang tracking Satgas Covid-19, Masdalina Pane, menyebutkan tahapan tersebut dimulai dari orang yang berstatus sebagai kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Baca […]

    Positif Covid-19 melalui Rapid Antigen Bisa Isolasi Mandiri di Rumah Sakit Darurat

    Bagi orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 melalui pemeriksaan rapid antigen dapat dirujuk ke rumah sakit darurat seperti Wisma Atlet untuk isolasi mandiri, namun tentunya melalui berbagai tahapan. Seperti dilansir dari CNN Indonesia, anggota bidang tracking Satgas Covid-19, Masdalina Pane, menyebutkan tahapan tersebut dimulai dari orang yang berstatus sebagai kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

    positif covid-19 melalui rapid antigen

    Baca Juga: WHO Mewajibkan Penggunaan Pulse Oximeter untuk Pasien Covid-19

    Begitu dinyatakan sebagai orang yang memiliki kontak erat, pemerintah akan melakukan pemeriksaan menggunakan rapid antigen. Jika hasilnya positif, orang dengan status kontak erat tersebut akan melakukan tes PCR swab 24 jam kemudian. Jika kembali positif, yang bersangkutan harus menjalani isolasi mandiri.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Untuk isolasi ini juga tergantung gejalanya. Apabila tanpa gejala hingga begejala ringan, boleh isolasi mandiri di rumah. Namun, jika gejala yang dialami sedang, orang dengan kontak erat tersebut akan dirujuk ke rumah sakit darurat seperti Wisma Atlet. Jika gejalanya berat, harus dirawat di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit rujukan Covid-19.

    Namun apabila orang dengan kontak erat tersebut menunjukkan hasil negatif pada pemeriksaan rapid antigen, yang bersangkutan tetap harus menjalani isolasi mandiri selama 5 hari. Di hari kelima, mereka harus dilakukan pemeriksaan swab PCR. Apabila negatif, ia sudah tidak perlu lagi menjalankan isolasi mandiri.

    Baca Juga: Isolasi Mandiri Covid-19 di Fasilitas Pemerintah dan Pengajuannya

    Usaha pelacakan kontak erat melalui rapid antigen berhubungan dengan upaya pemerintah mengoptimalkan penggunaan rapid antigen sebagai salah satu tes untuk mendeteksi kasus positif Covid-19. Hal tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 446 Tahun 2021, dan diharapkan akan menambah jumlah kontak erat yang dapat diperiksa dalam satu kasus positif dari 5-10 orang menjadi 20-30 orang.

    Alasan pengoptimalan karena masih terbatasnya pemeriksaan melalui swab PCR sebagai pemeriksaan paling akurat untuk Covid-19 di Indonesia. Hal itu diakibatkan juga masih terbatasnya jumlah laboratorium PCR di seluruh Indonesia. Pengoptimalan rapid antigen ini nantinya akan disebar ke seluruh puskesmas di Tanah Air, dan gratis.

    Optimalisasi rapid antigen ini akan difokuskan pada 98 kabupaten/kota yang sedang melaksanakan PPKM, dan pemberlakuan rapid antigen di puskesmas hanya untuk kepentingan epidemiologi sehingga tetap terpisah dengan tes antigen untuk screening sebagai sebuah syarat perjalanan.

    Baca Juga: 6 Alasan Pentingnya Rapid Swab Antigen yang Perlu Sahabat Ketahui

    Itulah tahapan mengenai pasien positif Covid-19 melalui rapid antigen yang bisa dirujuk ke rumah sakit darurat covid seperti Wisma Atlet. Semoga upaya pemerintah dalam menemukan kontak erat ini dapat berjalan optimal sehingga kasus positif Covid-19 dapat dikurangi secara maksimal.

    Yuk, Sahabat Sehat mari bantu pemerintah dengan deteksi rapid antigen di Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Mediatama G. Pemerintah akselerasi pemeriksaan Covid-19 dengan rapid antigen [Internet]. kontan.co.id. 2021 [cited 23 February 2021]. Available from: https://nasional.kontan.co.id/news/pemerintah-akselerasi-pemeriksaan-covid-19-dengan-rapid-antigen
    2. Indonesia C. Tahapan Pasien Positif Antigen Dirujuk ke RS Wisma Atlet [Internet]. nasional. 2021 [cited 23 February 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210222192450-20-609522/tahapan-pasien-positif-antigen-dirujuk-ke-rs-wisma-atlet
    Read More
  • Pemerintah, melalui Satgas Covid-19, meminta kepada masyarakat untuk menggunakan masker, terutama saat ke rumah sakit. Demikian yang diungkap oleh Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Covid-19, Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander K. Ginting. Hal ini ditujukan untuk mencegah penularan Covid-19 secara maksimal. Baca Juga: Jenis dan Efektivitas Masker Menurut WHO, Tidak Ada Scuba dan Buff […]

    Pemerintah Meminta Masyarakat Menggunakan Masker N95 Saat di Rumah Sakit

    Pemerintah, melalui Satgas Covid-19, meminta kepada masyarakat untuk menggunakan masker, terutama saat ke rumah sakit. Demikian yang diungkap oleh Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Covid-19, Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander K. Ginting. Hal ini ditujukan untuk mencegah penularan Covid-19 secara maksimal.

    masker N95 saat di rumah sakit

    Baca Juga: Jenis dan Efektivitas Masker Menurut WHO, Tidak Ada Scuba dan Buff

    Seperti dilansir dari Kompas.com, adapun masker yang disarankan dipakai di area rumah sakit adalah N95 atau KN95. Artinya, Satgas tidak menyarankan masyarakat menggunakan masker kain saat di rumah sakit untuk berobat atau mengunjungi orang sakit.

    Produk Terkait: Jual Masker N95 

    Masker kain juga tidak disarankan digunakan di area publik seperti pusat perbelanjaan, pasar, dan hanya boleh digunakan saat di lingkungan rumah atau lokasi yang sudah diketahui dengan baik. Adapun untuk area publik, satgas menyarankan untuk menggunakan masker medis.

    Mengapa Satgas Menyarankan Masker N95 di Rumah Sakit?

    Berdasarkan efektivitasnya, masker N95 atau KN95 disebut mampu memberikan perlindungan hingga lebih dari 95%. Sementara masker medis melindungi 70 hingga 80% dan masker kain hanya memberikan perlindungan 40 sampai 45%.

    Baca Juga: Aturan Penggunaan pada Masker dan Tips Memakainya

    Mengenai Masker N95

    FDA atau Badan Pengawas Obat dan Makanan dari Amerika Serikat menyatakan bahwa masker N95 merupakan jenis masker respirator untuk menyaring udara dari partikel yang sangat kecil. National Institute for Occupational Safety and Health menyebut bahwa N95 ini mampu menyaring virus dan bakteri, termasuk Covid-19.

    Masker respirator ini dibagi berdasarkan kemampuannya masing-masing, yaitu menyaring udara, menahan air, dan minyak melalui kode N, R, dan P.

    Berikut keterangan dari kode-kode tersebut:

    • N berarti tidak tahan minyak
    • R berarti tahan minyak
    • P berarti kedap minyak

    Jika berdasarkan kode tersebut, masker N95 adalah masker respirator yang tidak tahan minyak dengan kemampuan filtrasi partikel hingga 95%. Partikel yang disaring tersebut berukuran lebih besar dari 0,3 mikron seperti virus dan polutan. Selain itu, masker dilengkapi dengan lapisan karbon aktif yang dirancang supaya melekat pada mulut. Hal tersebut mungkin dapat menyebabkan kesulitan bernapas sehingga masker ini tidak disarankan untuk anak-anak, lansia, dan orang-orang yang memiliki masalah terhadap pernapasan.

    Baca Juga: Seperti Inilah Cara Melepas Masker dengan Benar

    Demikianlah mengenai pemakaian masker N95 saat ke rumah sakit oleh masyarakat demi mencegah penularan virus Corona. Tidak hanya syarat dan pemakaian masker saja yang perlu diperhatikan, tetapi juga cara membuang masker yang tepat supaya tidak mencemari lingkungan. Apabila Sahabat menginginkan informasi lebih lanjut mengenai masker dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Media K. Satgas: Gunakan Masker N95 di Area RS dan Mengunjungi Orang Sakit [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 22 February 2021]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2021/02/21/13522331/satgas-gunakan-masker-n95-di-area-rs-dan-mengunjungi-orang-sakit
    2. Alam S. Ada Kode N95 pada Masker Tenaga Medis, Apa Sih Artinya? [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 22 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4992463/ada-kode-n95-pada-masker-tenaga-medis-apa-sih-artinya
    Read More
  • Beberapa vaksin Corona diketahui menggunakan teknologi messenger RNA (mRNA) untuk melawan virus Covid-19. Vaksin tersebut adalah buatan Moderna dan Pfizer. Menurut para ahli, teknologi tersebut ternyata dapat juga dimanfaatkan untuk mengatasi kanker. Hal inilah yang diungkapkan oleh dr. Jeffrey A. Mets, Kepala Staf di Pusat Perawatan Kanker Amerika Serikat di Atlanta, AS, seperti dilansir dari […]

    Penggunaan mRNA dalam Vaksin Corona untuk Mencegah Kanker

    Beberapa vaksin Corona diketahui menggunakan teknologi messenger RNA (mRNA) untuk melawan virus Covid-19. Vaksin tersebut adalah buatan Moderna dan Pfizer. Menurut para ahli, teknologi tersebut ternyata dapat juga dimanfaatkan untuk mengatasi kanker. Hal inilah yang diungkapkan oleh dr. Jeffrey A. Mets, Kepala Staf di Pusat Perawatan Kanker Amerika Serikat di Atlanta, AS, seperti dilansir dari Healthline.

    mRNA dalam vaksin Corona

    Baca Juga: Bagaimana Pengobatan Kanker yang Tepat?

    Hal ini berdasarkan pada pengamatannya bahwa sel kanker sendiri memproduksi protein yang merupakan target dari vaksin Corona yang menggunakan mRNA. Hal tersebut juta berdasarkan laporan bahwa mRNA dapat mengobati melanoma, jenis kanker kulit yang berasal dari sel melanosit. Namun, menurut dr. Jeffrey, cara mengatasi kanker selama ini masih sebatas pada pencegahan.

    Ia melihat contohnya pada kanker serviks yang dalam kurun waktu 10 tahun terakhir mampu memberikan angka penurunan yang drastis melalui peningkatan kesadaran mengenai bahaya kanker tersebut, skrining atau penapisan, dan pemberian vaksin HPV. Namun semua masih sebatas pencegahan, dan bukan pengobatan.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV

    Antara vaksin Corona dan vaksin kanker mempunyai cara kerja yang sama, yaitu mengajarkan sistem kekebalan tubuh untuk mengenali sel kanker, baik untuk mencegah kanker kembali atau secara aktif mencari dan menghancurkan tumor dalam tubuh sebagai imunoterapi. Menurutnya, mRNA adalah teknologi yang fleksibel.

    Hal yang sama diungkapkan oleh Jacob Becraft, PhD dari Strand Therapeutics, sebuah perusahaan yang mengembangkan terapi mRNA dan biologi sintetis. Menurutnya, mRNA bisa dikodekan dengan protein apa pun, dan dapat dikirimkan ke dalam sel kanker sehingga kanker akan mengekspresikan protein yang memberi sinyal pada sistem kekebalan untuk menyerang sel tumor sebagai patogen asing yang perlu dihilangkan.

    Selain itu, mRNA bisa dimasukkan pada sel kekebalan dengan sensor sebagai senjata untuk dapat mendeteksi kanker, dan secara efektif mengajarkan sistem kekebalan untuk dapat membunuh sel kanker. Tak hanya itu, mRNA juga dapat menyebabkan sel kanker membuat terapi sendiri secara langsung di dalam kanker.

    Penelitian mengenai penggunaan teknologi mRNA ini secara langsung memang pernah dipraktikkan oleh para peneliti Cina. Hasil penelitian ini kemudian dimuat dalam jurnal Nano Letters dari American Chemical Society. Seperti dilansir dari Eurekalert! para peneliti tersebut menggunakan tikus sebagai media percobaan yang disuntikkan dengan tumor melanoma yang direkayasa dengan untuk mengekspresikan ovalbumin, protein yang biasanya ada putih telur ayam.

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Penggunaan ovalbumin dalam penelitian tersebut untuk dijadikan sebagai model antigen. Para peneliti kemudian akan mencampurkan ovalbumin yang sudah ada mRNA-nya itu dan bahan pembantu bersenyawa lain untuk membentuk hydrogel. Ketika sudah disuntikkan ke tikus, hidrogel perlahan-lahan melepaskan nanopartikel mRNA, bersama dengan adjuvan -molekul yang membantu mengaktifkan sistem kekebalan selama 30 hari.

    Vaksin mRNA mengaktifkan sel T dan merangsang produksi antibodi, menyebabkan tumor menyusut pada tikus yang dirawat. Selain itu, berbeda dari tikus yang tidak diobati, tikus yang divaksinasi tidak menunjukkan metastasis ke paru-paru. Hasil ini menunjukkan bahwa hidrogel memiliki potensi besar untuk mencapai imunoterapi kanker yang tahan lama dan efisien hanya dengan satu pengobatan,kata para peneliti.

    Meski begitu mRNA adalah molekul tidak stabil karena dengan cepat terdegradasi oleh enzim di dalam tubuh. Untuk imunoterapi kanker, peneliti telah mencoba menggunakan nanopartikel untuk melindungi dan mengirimkan mRNA. Penggunaan ini menyebabkan  mRNA dibersihkan dari tubuh dalam 1-2 hari setelah injeksi.

    Itulah mengenai penggunaan teknologi mRNA untuk mengatasi berbagai macam kanker termasuk kanker serviks. Namun sebelum teknologi tersebut benar-benar bisa diaplikasikan dalam kehidupan nyata, yuk Sahabat Sehat tetap proteksi diri dari kanker serviks yang disebabkan oleh virus HPV.

    Baca Juga: Aktivitas Pemicu Kanker

    Sahabat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. COVID-19 Vaccine Technology May Help Fight Cancer [Internet]. Healthline. 2021 [cited 19 February 2021]. Available from: https://www.healthline.com/health-news/how-covid-19-technology-may-help-fight-cancer-in-the-near-future#The-latest-research
    2. An mRNA vaccine for cancer immunotherapy [Internet]. EurekAlert!. 2021 [cited 19 February 2021]. Available from: https://www.eurekalert.org/pub_releases/2021-02/acs-amv021221.php

     

    Read More
  • Beberapa negara diketahui tengah sibuk memproduksi vaksin untuk mencegah Covid-19 secara optimal, salah satunya Indonesia. Indonesia tidak hanya sedang mengembangkan vaksin buatan sendiri bernama Merah Putih yang sedianya akan beredar pada akhir 2021, tetapi juga akan  memproduksi vaksin buatan dalam negeri lainnya, yaitu Vaksin Nusantara. Baca Juga: Vaksin Corona Buatan Indonesia, Vaksin Merah Putih, Sudah […]

    Vaksin Nusantara, Vaksin Corona Buatan Indonesia Lainnya Selain Merah Putih

    Beberapa negara diketahui tengah sibuk memproduksi vaksin untuk mencegah Covid-19 secara optimal, salah satunya Indonesia. Indonesia tidak hanya sedang mengembangkan vaksin buatan sendiri bernama Merah Putih yang sedianya akan beredar pada akhir 2021, tetapi juga akan  memproduksi vaksin buatan dalam negeri lainnya, yaitu Vaksin Nusantara.

    Vaksin Nusantara

    Baca Juga: Vaksin Corona Buatan Indonesia, Vaksin Merah Putih, Sudah Sampai Mana Perkembangannya?

    Sampai tulisan ini diturunkan vaksin tersebut telah menjalani uji klinis sebanyak dua kali. Pada uji klinis pertama dilaporkan bahwa 30 pasien yang menjadi relawan cukup baik dengan hasil yang aman, tidak menimbulkan efek dan gejala yang membahayakan. Berdasarkan hasil tersebut didapat bahwa antibodi atau imunogenitas pasien terhadap vaksin cukup tinggi terhadap Covid-19.

    Uji klinis dengan hasil tersebut tentu saja mendapatkan respons yang cukup baik dari DPR tetapi tetap meminta BPOM untuk mengecek temuan hasil uji klinis fase 1.Sedangkan uji klinis fase 2 sudah dilaksanakan pada 16 Februari 2021, dan bertempat di Rumah Sakit dr. Kariadi, Semarang, Jawa Tengah. Sejauh ini belum ada laporan mengenai uji klinis tersebut. Apabila vaksin sudah lolos semua uji klinis dan mendapat persetujuan dari MUI dan BPOM, diharapkan dapat diproduksi hingga 10 juta dosis setiap bulannya.

    Mengenai Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara sendiri adalah salah satu vaksin Covid-19 buatan dalam negeri yang dipersiapkan untuk membantu mencegah virus bersama dengan vaksin-vaksin dari luar negeri seperti Sinovac, AstraZeneca, Moderna, dan Pfizer yang sudah dipesan pemerintah, dan tentunya juga dengan vaksin dalam negeri lainnya, Merah Putih yang diproduksi Bio Farma.

    Baca Juga: Vaksin Lain Selain Sinovac dan Beberapa Efek Sampingnya

    Vaksin ini dikembangkan pada September 2020 lalu, dan bermula dari perintah lisan Presiden kepada Menteri Kesehatan sebelumnya, pada Agustus 2020 untuk mendapatkan vaksin Corona yang aman bagi anak-anak dan para penderita Covid yang punya komorbid. Sebulan setelahnya sebuah tim dibentuk untuk membuat vaksin untuk kategori tersebut, dan harus buatan dalam negeri. Alasannya adalah supaya Indonesia mandiri dalam memproduksi vaksin yang platformnya individual.

    Vaksin dikerjakan oleh peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Sebelas Maret, Universitas Diponegoro, RSPAD Gatot Soebroto sedangkan RS dr. Kariadi untuk uji klinis. Adapun untuk produksi, Vaksin akan diproduksi oleh Rama Pharma bekerja sama dengan AIVITA Biomedical yang berada di California, Amerika Serikat.

    Seperti Apa Metode Vaksin Ini?

    Vaksin Nusantara menggunakan sel dendritik autolog (komponen dari sel darah putih) yang dipaparkan dengan antigen protein S dari SARS-COV-2. Sel dendritik yang mengenal antigen tersebut nantinya akan disuntikkan ke dalam tubuh kembali. Ketika di dalam tubuh sel dendritik tersebut akan memicu sel-sel imun lain untuk membentuk sistem pertahanan memori terhadap SARS COV-2. Perlu diketahui sel dendritik adalah sel-sel sistem imun spesial yang berbentuk bintang yang berada di jaringan seperti kulit, hidung, paru-paru, dan saluran pencernaan.

    Sel ini dapat meningkatkan respons imun melalui antigen di permukaan melalui sel-sel lain, dan dapat bertindak sebagai penyusun atau pengatur antigen di sel. Penggunaan sel dendritik merupakan salah satu alternatif untuk menangani SARS COV-12 penyebab Covid-19. Penggunaannya juga berbeda dengan vaksin buatan dalam negeri lainnya, Merah Putih, yang diketahui menggunakan metode rekombinan dengan memperbanyak antigen dari virus yang sudah dimatikan atau dilemahkan.

    Baca Juga: Mengembangkan Vaksin dalam Pandemic Speed, Bagaimana dengan Indonesia?

    Itulah mengenai Vaksin Nusantara, vaksin Covid-19 buatan Indonesia lainnya selain Vaksin Merah Putih yang masih dalam pengembangan dan uji-uji klinis. Kita harapkan semoga vaksin dalam negeri juga lancar ke depannya untuk membantu mengatasi Covid-19 secara optimal. Sembari menunggu vaksinasi massal, yuk Sahabat tetap terapkan 5M dan PHBS, dan jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses langsung via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Purbaya A. Diprakarsai dr Terawan, Vaksin Corona Nusantara Masuk Uji Klinis Fase II [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 17 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5376174/diprakarsai-dr-terawan-vaksin-corona-nusantara-masuk-uji-klinis-fase-ii
    2. Vaksin Nusantara Bermula dari Presiden Lisan Presiden Jokowi [Internet]. Sindonews.com. 2021 [cited 17 February 2021]. Available from: https://nasional.sindonews.com/read/337204/15/vaksin-nusantara-bermula-dari-perintah-lisan-presiden-jokowi-1613480522
    3. Terawan: Vaksin Nusantara Bisa Diproduksi 10 Juta Dosis Per Bulan [Internet]. Okezone. 2021 [cited 17 February 2021]. Available from: https://nasional.okezone.com/read/2021/02/16/337/2363122/terawan-vaksin-nusantara-bisa-diproduksi-10-juta-dosis-perbulan
    4. Komisi IX DPR Antusias dengan Uji Klinis Fase I Vaksin Nusantara [Internet]. Antaranews. 2021 [cited 17 February 2021]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/2003457/komisi-ix-dpr-antusias-dengan-uji-klinis-fase-1-vaksin-nusantara
    5. Rumah Sakit Kariadi Gelar Uji Klinis Fase 2 Vaksin Nusantara Siang Ini : Okezone Nasional [Internet]. okezone.com. 2021 [cited 17 February 2021]. Available from: https://nasional.okezone.com/read/2021/02/16/337/2362758/rumah-sakit-kariadi-gelar-uji-klinis-fase-2-vaksin-nusantara-siang-ini
    6. Azizah K. Eijkman Jelaskan Beda Vaksin Corona ‘Merah Putih’ dan Sinovac [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 17 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5125108/eijkman-jelaskan-beda-vaksin-corona-merah-putih-dan-sinovac
    7. Sel dendritik, solusi futuristik di masa pandemi COVID-19 [Internet]. Antara News. 2021 [cited 17 February 2021]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/1906616/sel-dendritik-solusi-futuristik-di-masa-pandemi-covid-19
    Read More
  • Presiden Jokowi resmi menunjuk Direksi BPJS Kesejahatan Periode 2021-2026 pada Jumat, 19 Februari 2021 lalu di Jakarta. Selain direksi, Jokowi juga menunjuk Dewan Pengawas untuk lembaga pemerintah yang bertanggung jawab pada proteksi kesehatan seluruh warga negara Indonesia tersebut. Penunjukkan ini berdasarkan Keppres Nomor 37/P 2021. Baca Juga: Gratis! Mahalnya Biaya Perawatan Covid-19 Ditanggung Pemerintah, Begini […]

    Direksi dan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan 2021-2026 Resmi Ditunjuk Jokowi, Berikut Susunan Lengkapnya!

    Presiden Jokowi resmi menunjuk Direksi BPJS Kesejahatan Periode 2021-2026 pada Jumat, 19 Februari 2021 lalu di Jakarta. Selain direksi, Jokowi juga menunjuk Dewan Pengawas untuk lembaga pemerintah yang bertanggung jawab pada proteksi kesehatan seluruh warga negara Indonesia tersebut. Penunjukkan ini berdasarkan Keppres Nomor 37/P 2021.

    Direksi dan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan 2021-2026

    Baca Juga: Gratis! Mahalnya Biaya Perawatan Covid-19 Ditanggung Pemerintah, Begini Cara Klaimnya!

    Adapun yang ditunjuk sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan adalah Ali Ghufran Mukti sedangkan untuk Ketua Dewan Pengawas adalah Arif Yurianto, sosok yang begitu terkenal di awal pandemi Covid-19 melanda Indonesia karena bertugas sebagai juru bicara Satgas Covid-19.

    Ali Ghufran Mukti sendiri adalah Wakil Menteri Kesehatan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam bekerja sebagai dirut nantinya ia didampingi 7 direktur lainnya sedangkan Arif Yurianto yang menjadi Ketua Dewan Pengawas merupakan unsur pemerintah dari Kementerian Kesehatan. Dalam bekerja ia didampingi oleh 6 anggota.

    Direksi dan Dewan Pengawas Periode 2021-2026 menurut rencana akan dilantik oleh Presiden Jokowi pada Senin, 22 Februari 2021. Berikut ini adalah susunan direksi dan dewan pengawas yang baru berdasarkan Keppres:

    Direksi

    Direktur Utama : Ali Ghufron Mukti
    Direktur : Andi Afdal
    Arief Witjaksono Juwono Putro
    David Bangun
    Edwin Aristiawan
    Lily Kresnowati
    Mahlil Ruby
    Mundiharno

    Baca Juga: Pentingnya Asuransi Kesehatan Keluarga Terbaik di Masa Pandemi

    Dewan Pengawas

    Ketua : Achmad Yurianto (Unsur Pemerintah)
    Anggota : Regina Maria Wiweng Handayani (Unsur Pemerintah)
    Indra Yana (Unsur Pekerja)
    Siruaya Utamawan (Unsur Pekerja)
    Iftida Yasar (Unsur Pemberi Pekerja)
    Inda Deryanne Hasman (Unsur Pemberi Pekerja)
    Ibnu Naser Arrohimi (Unsur Tokoh Masyarakat)

    Baca Juga: Tips Memilih Asuransi Kesehatan Terbaik untuk Keluarga Tercinta

    Itulah Sahabat Sehat mengenai penunjukan Direksi dan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan 2021-2026 oleh Presiden Jokowi. Semoga penunjukan ini membuat layanan proteksi kesehatan untuk masyarakat dapat berjalan lancar terutama di masa pandemi Covid-19. Mengenai proteksi kesehatan sendiri, Sahabat juga dapat memanfaatkan layanan asuransi kesehatan dari Prosehat. Layanan ini juga dilengkapi dengan tes Covid-19 dan vaksinasi Covid-19. Untuk info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Budiman A. Lewat Kepres Jokowi Tunjuk Direksi Baru BPJS Kesehatan, Ini Daftar Lengkapnya [Internet]. Tempo. 2021 [cited 22 February 2021]. Available from: https://nasional.tempo.co/read/1434725/lewat-kepres-jokowi-tunjuk-direksi-baru-bpjs-kesehatan-ini-daftar-lengkapnya/full&view=ok
    2. Direksi BPJS Kesehatan 2021, Jokowi Terbitkan Keppres 37/P 2021 | Finansial – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2021 [cited 22 February 2021]. Available from: https://finansial.bisnis.com/read/20210220/215/1358634/direksi-bpjs-kesehatan-2021-jokowi-terbitkan-keppres-37p-2021
    Read More
  • Vaksinasi Covid-19 di  Indonesia sudah dimulai sejak Januari 2021. Presiden Joko Widodo merupakan orang pertama di Indonesia yang divaksin. Setelahnya barulah para pejabat tinggi negara lainnya, influencer, dilanjutkan dengan tenaga kesehatan pada 14 Januari 2021, dan kemudian lansia pada 8 Februari 2021. Meski pemerintah sudah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 ini aman dan halal, tetap saja […]

    Benarkah Vaksin Covid-19 Menyebabkan Kemandulan?

    Vaksinasi Covid-19 di  Indonesia sudah dimulai sejak Januari 2021. Presiden Joko Widodo merupakan orang pertama di Indonesia yang divaksin. Setelahnya barulah para pejabat tinggi negara lainnya, influencer, dilanjutkan dengan tenaga kesehatan pada 14 Januari 2021, dan kemudian lansia pada 8 Februari 2021. Meski pemerintah sudah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 ini aman dan halal, tetap saja selalu ada rumor yang meragukan keamanan vaksin tersebut.

    vaksin covid-19 menyebabkan kemandulan

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu?

    Hal terakhir adalah disebut bahwa vaksin Covid-19 akan membuat kemandulan pada wanita karena adanya kandungan yang dapat menyerang protein penting yang dibutuhkan bagi perkembangan plasenta, organ yang berkembang selama kehamilan untuk memberikan oksigen dan nutrisi pada bayi. Anggapan ini tentu saja akan memberikan ketakutan pada wanita terutama wanita hamil sehingga enggan divaksin. Padahal, pemerintah tengah berupaya melakukan vaksinasi untuk mencapai kekebalan kelompok minimal 70% sesuai dengan jumlah penduduk Indonesia yang  berjumlah 271,34 juta jiwa berdasarkan sensus penduduk 2020.

    Anggapan ini tentu saja akan menyulitkan upaya pemerintah. Tak hanya jumlah penduduk yang banyak untuk mencapai kekebalan kelompok, tetapi juga distribusi vaksin itu harus merata di 34 provinsi.

    Tanggapan WHO

    Anggapan tersebut tentu saja cukup meresahkan sehingga WHO sebagai Badan Kesehatan Dunia harus turun tangan untuk dapat menyangkal anggapan tersebut. Dalam sebuah cuitan di Twitter, WHO melalui dr. Kate O’Brien, Direktur Program Imunisasi, menyatakan bahwa anggapan tersebut keliru sehingga tidak benar jika vaksin Covid-19 dapat menyebabkan kemandulan. Sebab, sejauh ini berdasarkan beragam studi yang ada telah menunjukkan bahwa vaksin yang telah mendapat izin terbukti dapat memberikan efek perlindungan serta dapat mencegah infeksi yang menimbulkan gejala sedang hingga parah.

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Lalu Bagaimana dengan Tanggapan dari Para Dokter?

    Senada dengan WHO, para dokter, juga ilmuwan menyatakan bahwa vaksin Covid-19 menyebabkan mandul itu tidak benar. Dilansir dari Tempo, Michael Cackovic, dokter spesialis kandungan di Pusat Medis Wexner Universitas Ohio, menyatakan bahwa vaksin membuat mandul hanya karena adanya berita mengenai kandungan vaksin yang mengandung protein lonjakan atau syncytin-1 tidaklah benar sebab lonjakan Covid-19 sama sekali tidak mirip dengan syncytin-1.

    Ia menegaskan tidak ada alasan untuk percaya memblokir syncytin-1 menyebabkan kemandulan. Hal seripa diungkapkan pakar penyakit menular di Johns Hopkins Centre for Health Security, Amesh  A. Adalja. Intinya, tidak ada bukti sama sekali bahwa vaksin Covid-19 sangat berdampak pada kesuburan wanita.

    American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) juga menyetujui hal tersebut, dam merekomendasikan vaksinasi bagi indivudu yang berusaha untuk hamil atau sedang mempertimbangkan hamil dan memenuhi kriteria untuk vaksinasi. Sahabat tidak perlu menunda kehamilan setelah menyelesaikan kedua dosis vaksin Covid-19.

    Meski begitu, dokter spesialis penyakit menular di Sekolah Kedokteran Universitas Vanderbilt, William Schaffner, mendesak wanita yang ingin hamil untuk mempertimbangkan risiko tidak mendapatkan vaksinasi. Risiko itu adalah potensi penyakit parah dan persalinan prematur jika sedang hamil. Ia juga menyarankan bagi setiap wanita untuk berbicara kepada dokter langsung mengenai aman-tidaknya vaksin bagi wanita hamil, dan bukan dari internet.

    Baca Juga: Inilah 7 Tips Aman Hamil di Masa Pandemi

    Demikianlah mengenai anggapan bahwa vaksin Covid-19 itu menyebabkan kemandulan itu salah dan hoaks. Bagi Sahabat untuk tetap mendapatkan informasi-informasi terpercaya soal vaksin Covid-19 sehingga hal tersebut akan meyakinkan Sahabat bahwa vaksin itu baik dan perlu karena dapat melindungi diri sendiri dan orang lain. Untuk mendapatkan informasi-informasi yang valid tersebut Sahabat bisa berkonsultasi 24 jam dengan dokter di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Anwar F. WHO Bantah Rumor Vaksin COVID-19 Bisa Bikin Mandul [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 10 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5365327/who-bantah-rumor-vaksin-covid-19-bisa-bikin-mandul
    2. Media K. Jumlah Penduduk Indonesia Terkini Mencapai 271,34 Juta Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 10 February 2021]. Available from: https://money.kompas.com/read/2021/01/22/090554926/jumlah-penduduk-indonesia-terkini-mencapai-27134-juta?page=all
    3. Media K. Perlu Tahu, Ini Penjelasan WHO soal Mitos dan Fakta Vaksin Covid-19 [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 10 February 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/02/08/190300365/perlu-tahu-ini-penjelasan-who-soal-mitos-dan-fakta-vaksin-covid-19
    4. Widiyarti Y. Vaksin Covid-19 Bikin Mandul? Simak Penjelasan Pakar [Internet]. Tempo. 2021 [cited 10 February 2021]. Available from: https://gaya.tempo.co/read/1421877/vaksin-covid-19-bikin-mandul-simak-penjelasan-pakar
    Read More
  • Pada 5 Februari 2021, pemerintah melalui BPOM secara resmi memperbolehkan pemberian vaksin Sinovac bagi lansia. Vaksinasi untuk lansia sendiri sebenarnya sudah dimulai pada Senin, 8 Februari 2021 lalu. Tentunya pemberian ini tidaklah sembarangan karena BPOM membuat keputusan tersebut atas beberapa pertimbangan. Baca Juga: BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin Sinovac Pertama, karena data statistik […]

    Pemerintah Mengizinkan Pemberian Vaksin Sinovac untuk Lansia

    Pada 5 Februari 2021, pemerintah melalui BPOM secara resmi memperbolehkan pemberian vaksin Sinovac bagi lansia. Vaksinasi untuk lansia sendiri sebenarnya sudah dimulai pada Senin, 8 Februari 2021 lalu. Tentunya pemberian ini tidaklah sembarangan karena BPOM membuat keputusan tersebut atas beberapa pertimbangan.

    vaksin Sinovac untuk lansia

    Baca Juga: BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin Sinovac

    Pertama, karena data statistik KPC-PEN menunjukkan bahwa lansia menempati posisi relatif tinggi pada kasus kematian akibat Covid-19, yaitu sekitar 47,3%. Berlandaskan data tersebut, pemerintah menempatkan lansia sebagai kelompok prioritas bersama dengan tenaga kesehatan dan pejabat pelayanan publik.

    Kedua, selain dari data statistik kematian lansia, pertimbangan lainnya juga dilihat dari hasil pengkajian data hasil uji klinis fase III vaksin Sinovac yang dilaksanakan di Brasil serta data uji klinis fase I dan II di Cina. Dari data yang diperoleh BPOM pada akhir Januari 2021 tersebut disimpulkan bahwa terdapat data-data keamanan dan khasiat yang untuk bisa memberikan vaksinasi pada lansia. Data uji klinis fase I dan II di Cina yang melibatkan 400 orang menunjukkan bahwa vaksin yang diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak waktu 28 hari memberikan hasil imunogenisitas yang baik. Selain itu, terdapat peningkatan kadar antibodi yang baik dengan seroconversion rate 97,96%.

    Meski begitu, BPOM memberikan beberapa catatan yang berkaitan dengan persetujuan indikasi dan dosis vaksin Sinovac untuk lansia tersebut, karena masih terbatasnya bukti kemanfaatan dan keamanan vaksin. Poin-poin tersebut adalah sebagai berikut:

    • Melakukan studi klinis pasca persetujuaan untuk memastikan efektivitas vaksin CoronaVac untuk pencegahan Covid-19
    • BPOM berhak meninjau atau mengevaluasi kembali aspek khasiat dan keamanan vaksin apabila ditemukan bukti baru terkait khasiat dan keamanan
    • Wajib melakukan pemantauan farmakovigilans (mendeteksi masalah keamanan obat yang belum diketahui) dan pelaporan efek samping obat ke BPOM

    Bagaimana Cara Pemberian Vaksin ke Lansia?

    Pusat Informasi Obat Nasional atau PIONAS menyatakan bahwa vaksin Sinovac akan diberikan kepada lansia di atas 60 tahun dengan cara disuntikkan ke dalam otot (intramuskular) sebanyak 0,5 mL dalam 2 dosis dengan selang waktu 28 hari.

    Apa Efek Samping yang Akan Dirasakan?

    Efek samping yang dirasakan dari pemberian vaksin Covid-19 pada umumnya serupa dengan reaksi ringan hingga sedang dari pemberian vaksin jenis lainnya. Adapun efek samping yang mungkin dirasakan antara lain nyeri di tempat suntikan dan demam. Efek samping atau KIPI ini akan terjadi 7 hari setelah vaksinasi, dan pulih dalam waktu 48 jam.

    Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Hal-hal yang Perlu Diperhatikan bagi Lansia Sebelum Vaksinasi

    Adapun imbauan dari PIONAS untuk para lansia yang memiliki kondisi-kondisi berikut, sebelum mendapatkan vaksinasi sebaiknya lebih berhati-hati supaya tidak terjadi hal-hal yang diinginkan, yaitu apabila mengalami:

    • Kesulitan naik 10 anak tangga
    • Kesulitan berjalan kira-kira 100 sampai 200 meter
    • Penurunan aktivitas fisik (sering merasa lelah)
    • Memiliki 4 dari 11 penyakit (hipertensi, diabetes, kanker, penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke, dan penyakit ginjal)
    • Penurunan berat badan yang bermakna dalam setahun

    Baca Juga: Sahabat Sehat, Yuk, Jangan Takut Vaksin Covid-19!

    Sekian mengenai izin pemberian vaksin Sinovac untuk lansia yang berdasarkan statistik kematian lansia di Indonesia akibat Covid-19 dan data uji klinis di Brasil dan Cina yang ternyata cukup aman bagi kelompok ini. Setelah divaksinasi hendaknya tetap menerapkan perilaku 5M dan PHBS, serta jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Wibowo E. Ini Pertimbangan BPOM Izinkan Vaksin Covid-19 Sinovac untuk Lansia [Internet]. Tempo. 2021 [cited 8 February 2021]. Available from: https://nasional.tempo.co/read/1430573/ini-pertimbangan-bpom-izinkan-vaksin-covid-19-sinovac-untuk-lansia
    2. Dwianto A. BPOM Izinkan Vaksin Sinovac untuk Lansia, Ini 3 Syarat yang Diberikan [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 8 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5364793/bpom-izinkan-vaksin-sinovac-untuk-lansia-ini-3-syarat-yang-diberikan
    3. Putri Bestari N. 3 Fakta Vaksin Sinovac Mulai Disuntikkan ke Lansia Hari Ini [Internet]. CNBCIndonesia. 2021 [cited 8 February 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210208070701-37-221695/3-fakta-vaksin-sinovac-mulai-disuntikkan-ke-lansia-hari-ini
    Read More
  • Covid-19 kenyataannya juga dapat menyebabkan risiko perdarahan pada beberapa pasiennya. Demikian hal tersebut berdasarkan sebuah penelitian terbaru, dengan subjek beberapa pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Risiko ini menyebabkan tingginya risiko kematian. Dilansir dari Medical News Today, temuan mengenai perdarahan ini merupakan akibat yang berkaitan dengan gangguan pembekuan darah. Baca Juga: Mengenal Covid Tongue, […]

    Risiko Perdarahan pada Pasien Covid-19

    Covid-19 kenyataannya juga dapat menyebabkan risiko perdarahan pada beberapa pasiennya. Demikian hal tersebut berdasarkan sebuah penelitian terbaru, dengan subjek beberapa pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Risiko ini menyebabkan tingginya risiko kematian. Dilansir dari Medical News Today, temuan mengenai perdarahan ini merupakan akibat yang berkaitan dengan gangguan pembekuan darah.

    risiko perdarahan

    Baca Juga: Mengenal Covid Tongue, Gejala Baru Covid-19 pada Lidah

    Gangguan Pembekuan Darah

    Pembekuan darah terjadi ketika seseorang mengalami luka akibat cedera dari benturan untuk mencegah hilangnya banyak darah dalam tubuh. Darah yang menggumpal akibat luka tersebut atau trombi akan dapat menyumbat pembuluh sehingga cukup berpotensi fatal jika tidak segera ditangani. Pada Covid-19, virus tersebut menyebabkan gangguan pembekuan darah yang disebut dengan koagulopati. Gangguan ini dapat menyebabkan trombosis vena dalam yang berkomplikasi pada stroke dan serangan jantung. Untuk dapat memeriksa apakah ada gumpalan darah, pasien Covid-19 biasanya akan diperiksa D-dimer-nya, yaitu fragmen protein yang muncul ketika bekuan darah larut dalam tubuh.

    Gumpalan darah tersebut kemudian oleh tubuh dipecah dengan terus menyesuaikan aktivitas protein dalam darah atau plasminogen oleh aktivator plasminogen jaringan (TPA) yang mendorong pemecahan gumpalan darah atau trombolisis. Trombosis ini dimunculkan inihibitor aktivator plasminogen-1. Keduanya adalah protein lain dalam darah yang mempunyai peran dalam tindakan penyeimbangan setelah terjadinya pembekuan dan penggumpalan.

    Untuk mengatasi pembekuan darah berlebihan ini biasanya para ahli menyarankan pemberian obat antikoagulan dengan dosis tinggi kepada pasien Covid-19 di rumah sakit. Akan tetapi berdasarkan sebuah studi baru oleh para peneliti di Michigan Medicine dan University of Michigan di Ann Harbor yang dimuat di Scientific Report, hal tersebut bukanlah yang terbaik.

    Baca Juga: Long Hauler, Paparan Virus Covid-19 Berkepanjangan

    Hal ini karena berdasarkan penelitian, baik TPA maupun inhibitor aktivator plasminogen-1 merupakan kedua protein yang berkaitan dengan kesulitan pernapasan. Namun dari keduanya tingkat TPA yang tinggi mempunyai korelasi yang kuat dengan kematian. Tingkat aktivator plasminogen yang sangat tinggi secara signifikan mempunyai kecenderungan tinggi untuk memecah gumpalan darah. Para peneliti berupaya mengatasinya dengan trombin untuk mendorong pembekuan.

    Risiko Terjadi Akibat TPA yang Sangat Tinggi?

    Mengenai risiko perdarahan sendiri, terdapat 4,8% pasien Covid-19 yang menderita hal tersebut. Angkanya kemudian meningkat menjadi 7,6%. Kebanyakan mempunyai tingkat TPA yang sangat tinggi. Para ahli menyarankan supaya pemberian dengan koagulan harus dilakukan secara selektif dan hati-hati agar risiko perdarahan bisa diminimalkan. Selain itu, mereka menyarankan penelitian lebih lanjut apakah TPA adalah penanda yang benar-benar dapat mengidentifikasi pasien dengan risiko tinggi pendarahan. Terjadinya risiko perdarahan tinggi ini oleh Yu Zhuo, reumatolog di Michigan Medicine merupakan hal yang sama pentingnya di saat para tenaga medis berupaya meminimalkan pembekuan darah.

    Baca Juga: Sambiloto Sebagai Terapi Mengurangi Infeksi Covid-19

    Itulah Sahabat Sehat mengenai risiko perdarahan akibat Covid-19 yang ternyata berkaitan dengan pembekuan darah yang berlebihan. Yuk, Sahabat supaya terhindar dari Covid-19 tetap terapkan perilaku 5M dan PHBS, serta jangan lupa untuk deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Some COVID-19 patients have a higher risk of bleeding [Internet]. Medicalnewstoday.com. 2021 [cited 9 February 2021]. Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/some-covid-19-patients-have-a-higher-risk-of-bleeding
    2. Zuo Y, Warnock M, Harbaugh A, Yalavarthi S. Plasma tissue plasminogen activator and plasminogen activator inhibitor-1 in hospitalized COVID-19 patients. Scientific Reports. 2021
    3. Pramudiarja A. Dahlan Iskan Singgung ‘D-dimer’ Pasien COVID-19, Istilah Apa Itu? [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 9 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5366839/dahlan-iskan-singgung-d-dimer-pasien-covid-19-istilah-apa-itu
    Read More
  • Liburan panjang akhir pekan kembali datang pada 2021 ini tepatnya di hari Jumat, 12 Februari 2021 yang bertepatan dengan Tahun Baru Cina atau Imlek. Kedatangan liburan panjang ini tentu saja sangat tidak begitu diharapkan di saat kasus Covid-19 di Indonesia masih mempunyai penularan yang sangat tinggi. Pelonjakan kasus terutama terjadi setelah libur panjang di akhir […]

    Libur Panjang Akhir Pekan Imlek 2021, Yuk Tetap di Rumah Aja!

    Liburan panjang akhir pekan kembali datang pada 2021 ini tepatnya di hari Jumat, 12 Februari 2021 yang bertepatan dengan Tahun Baru Cina atau Imlek. Kedatangan liburan panjang ini tentu saja sangat tidak begitu diharapkan di saat kasus Covid-19 di Indonesia masih mempunyai penularan yang sangat tinggi. Pelonjakan kasus terutama terjadi setelah libur panjang di akhir pekan.

    libur panjang akhir pekan imlek 2021

    Baca Juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 1 Juta

    Meski begitu, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan tetap memutuskan Imlek sebagai hari libur karena merupakan hari raya keagamaan. Seperti dilansir dari Republika, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, menyebut bahwa libur Imlek yang ada saat ini akan dilaksanakan di saat PPKM Mikro diberlakukan. Ia pun meminta kepada masyarakat untuk sebaiknya di rumah saja saat libur tiba, dan menerapkan 5M.

    Hal yang sama juga disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Ia meminta kepada umat Konghucu yang merayakan Imlek untuk merayakannya dengan cara mengadaptasi kebiasaan baru seperti merayakan hanya di dalam rumah serta menyarankan penggunaan teknologi digital sebagai sarana pendukung perayaan. Selain itu, Menkes menyarankan pemberian angpau selama masa pandemi ini dengan cara transfer atau melalui bantuan ojek online. Untuk Barongsai yang juga menjadi daya tarik Imlek sebaiknya diganti dengan menonton di Youtube. Ia berharap agar Imlek di masa pandemi menjadi momen penting untuk bisa menciptakan harapan dan keberuntungan yang baru di tahun yang baru.

    Larangan Bepergian bagi ASN

    Sementara itu, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto, mengatakan akan memberlakukan larangan bepergian ke luar kota atau melakukan perjalanan jauh bagi ASN, anggota TNI, anggota Polri, staf BUMN, dan pekerja swasta selama libur Imlek. Hal ini untuk mendukung keberhasilan pemberlakuan PPKM Mikro dan pembentukan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan untuk mengendalikan Covid-19.  Larangan pemberlakuan ini kemudian sudah disahkan oleh MenPANRB, Tjahjo Kumolo, pada 10 Februari 2021 melalui sebuah surat edaran.

    Baca Juga: Liburan Panjang Akhir Pekan Bulan Oktober? Yuk, di Rumah Aja!

    Wajib Tes Covid-19 untuk Perjalanan

    Bagi masyarakat yang tetap bersikeras ingin melakukan perjalanan selama Imlek, pemerintah melalui Satgas Covid-19 mewajibkan tes Covid-9 sebelum keberangkatan. Dilansir dari Kompas.com, juru bicara Satgas Covid-19, Profesor Wiku Adisasmito meminta pemeriksaan harus dilakukan paling tidak 1×24 jam sebelum keberangkatan karena berkaitan dengan pemberlakuan PPKM Mikro dari tanggal 9 Februari-22 Februari 2021. Tes Covid-19 yang wajib dilakukan bisa berupa PCR swab, rapid antigen, atau GeNose sebagai opsi jika Sahabat tidak mau menggunakan 2 tes pertama.

    Baca Juga: Mengenal GeNose dan CePAD, Alat Deteksi Dini Covid-19 Buatan Negeri Sendiri

    Itulah Sahabat Sehat mengenai libur panjang akhir pekan yang datang kembali pada 2021 ini karena Imlek. Karena Covid-19 masih ada, Sahabat sebaiknya liburan tetap di rumah saja untuk melindungi diri sendiri dan orang lain sembari melakukan hal-hal yang menyenangkan.  Sahabat juga dapat memanfaatkan diri untuk belanja produk-produk kesehatan di Prosehat yang disertai dengan promo-promo menarik. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses melalui website dan aplikasi. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Pemerintah Tetap Putuskan Imlek 2021 Libur |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2021 [cited 9 February 2021]. Available from: https://www.republika.co.id/berita/qny863423/pemerintah-tetap-putuskan-imlek-2021-libur
    2. Media K. Libur Panjang Datang Lagi, Masyarakat Diingatkan Tetap di Rumah Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 9 February 2021]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2021/02/09/07162351/libur-panjang-datang-lagi-masyarakat-diingatkan-tetap-di-rumah?page=all
    3. PNS dan Pegawai BUMN Dilarang Liburan Saat Tahun Baru Imlek [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 9 February 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/bisnis/read/4478037/pns-dan-pegawai-bumn-dilarang-liburan-saat-tahun-baru-imlek#:~:text=PNS%20dan%20Pegawai%20BUMN%20Dilarang%20Liburan%20Saat%20Tahun%20Baru%20Imlek,-Liputan6.com&text=%22Pelarangan%20bepergian%20ke%20luar%20kota,8%2F2%2F
    4. ASN Dilarang Bepergian Saat Libur Imlek [Internet]. menpan.go.id. 2021 [cited 10 February 2021]. Available from: https://menpan.go.id/site/berita-terkini/asn-dilarang-bepergian-saat-libur-imlek#:~:text=%E2%80%9CPegawai%20ASN%20dan%20keluarganya%20dilarang,pe
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja