Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Mengenal 3 Jenis Baru Vaksin Wajib Untuk Anak – Anak

Tahun ini, Kementerian Kesehatan secara resmi melakukan penambahan jumlah imunisasi rutin wajib di Indonesia. Jika sebelumnya, imunisasi rutin memiliki 11 vaksin, kini bertambah menjadi 14 vaksin. 

Imunisasi merupakan salah satu program pemerintah dalam mempermudah masyarakat untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik dengan memberi subsidi vaksin. Artinya, masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mendapatkan vaksin tersebut, termasuk vaksin Human Papilloma Virus (HPV).

Mengenal Tiga Jenis Baru Vaksin Wajib Untuk Anak-anak

Mengenal 3 Jenis Baru Vaksin Wajib Untuk Anak-anak

11 Jenis Vaksin yang sudah Digunakan dalam Program Imunisasi

Berikut 11 jenis vaksin yang sudah lebih dulu digunakan dalam program imunisasi, antara lain:

Imunisasi dasar lengkap untuk bayi usia 0 – 11 bulan.

  • 1 Bulan : BCG Polio 1 untuk mencegah penularan tuberculosis dan polio
  • 2 Bulan : DPT-HB-Hib 1 Polio 2, mencegah polio, difteri, batuk rejan, retanus,  hepatitis B, meningitis, & pneumonia
  • 3 Bulan : DPT-HB-Hib 2 Polio 3
  • 4 Bulan : DPT-HB-Hib 3 Polio 4
  • 9 Bulan : Campak, mencegah campak

Imunisasi lanjutan bayi usia 18-24 bulan

  • Imunisasi DPT-HB-Hib 1 dosis, untuk mencegah penyakit difteri, pertussis, tetanus, hepatitis B, pneumonia, dan meningitis
  • Imunisasi campak rubella 1 dosis
  • Imunisasi lanjutan pada anak sekolah dasar melalui program tahunan Bulan Imunisasi Nasional
  • Imunisasi campak rubella dan DT pada anak kelas 1
  • Imunisasi tetanus difteri td pada anak kelas 2 dan kelas 5

Adapun penambahan 3 jenis vaksin baru vaksin yang dimasukkan ke dalam imunisasi rutin

  • Vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV)
  • Vaksin Rotavirus
  • Vaksin Human Papilloma Virus (HPV).

imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

Vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV)

Imunisasi PCV adalah cara tepat dalam mencegah penyakit pneumonia karena imunisasi ini dapat melindungi Si Kecil dari bakteri Streptococcus pneumoniae.

Bakteri pneumokokus dapat menyebabkan beberapa penyakit, seperti radang paru-paru (pneumonia), infeksi darah (bakteremia), dan radang selaput otak (meningitis). Setidaknya pada 2015, ada sekitar 14 persen dari 147 anak balita di Indonesia yang meninggal akibat bakteri pneumokokus. 

Imunisasi PCV lengkap harus diberikan secara berkala pada bayi di usia 2, 4, 6, dan 12 – 15 bulan. Dengan melakukan imunisasi secara lengkap, diharapkan Si Kecil dapat terhindar dari bahaya penyakit pneumonia ini. 

Vaksin Rotavirus

Vaksin rotavirus bekerja untuk melindungi Si Kecil dari diare akibat infeksi rotavirus. Vaksin ini bisa menjadi berbahaya karena berisiko tinggi menyebabkan bayi dan anak mengalami dehidrasi.

Vaksin rotavirus terbagi menjadi dua jenis, yakni :

  • Vaksin rotavirus monovalen 

diberikan sebanyak dua kali di usia 6-14 minggu dan dosis kedua dalam 4 minggu setelah dosis pertama. 

  • Vaksin rotavirus pentavalent

diberikan sebanyak 3 kali. Dosis pertama diberikan saat bayi berusia 2 bulan atau sekitar 6-10 minggu, sedangkan dosis kedua dan ketiga harus diberikan dengan jarak 4-10 minggu setelah vaksin sebelumnya. Batas maksimal dosis ketiga adalah saat bayi mencapai usia 32 minggu. 

Baca Juga: Yuk Moms, Cek Lagi Jadwal Imunisasi Balita Anda

Vaksin Human Papilloma Virus (HPV)

Vaksin selanjutnya yang masuk ke dalam daftar imunisasi rutin adalah Vaksin Human Papilloma Virus (HPV). Vaksin HPV adalah jenis vaksin yang berguna untuk melindungi tubuh dari infeksi human papillomavirus (HPV)

Untuk mendapatkan manfaatnya secara optimal, vaksin HPV disarankan untuk diberikan pada anak-anak yang memasuki masa remaja, baik untuk perempuan maupun laki-laki. 

Pada anak berusia 9-14 tahun, vaksin HPV diberikan sebanyak 2 kali dengan jarak pemberian 6-12 bulan antar vaksin.

Sementara pada usia di atas 15 tahun dan orang dewasa, vaksin HPV perlu diberikan sebanyak 3 kali. Dosis kedua diberikan setelah 1-2 bulan dosis pertama, lalu dosis ketiga diberikan 6 bulan setelah dosis pertama.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan imunisasi merupakan cara yang paling tepat dan murah untuk mencegah kematian ibu dan anak. Pasalnya, vaksinasi merupakan salah satu intervensi kesehatan yang lebih murah dan lebih efektif daripada intervensi ketika seseorang sudah masuk perawatan di rumah sakit.

Itulah sebabnya Moms, melengkapi vaksinasi anak sangat direkomendasikan karena sudah terbukti mampu menurunkan risiko penularan suatu penyakit. Tak hanya itu, melakukan vaksinasi juga dapat menurunkan risiko sakit berat dan komplikasi serta bisa lebih hemat (cost effective) dibanding mengeluarkan biaya rawat inap atau pengobatan jika terinfeksi.

Baca Juga: Cegah Diare Anak Akibat Rotavirus dengan Vaksinasi

Ayo jadwalkan vaksinasi Anda dan keluarga bersama Prosehat. Layanan ini dapat dilakukan di klinik mitra ProSehat di Grand Wisata Bekasi dan Palmerah Jakarta Barat atau di rumah untuk kenyamanan dan kemudahan Anda.

Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
Ditinjau oleh: dr. Nurul L

 

Referensi

  1. Kemenkes – Sehat Negeriku. Kemenkes Tambah 3 Jenis Vaksin Imunisasi Rutin, Salah Satunya HPV.
  2. IDAI. Sekilas Vaksin Pneumokokus.
  3. WHO. Pneumococcus.
  4. IDAI. Sekilas tentang vaksin HPV.
  5. Kidshealth.org. Your Child’s Immunizations: Human Papillomavirus (HPV) Vaccine (for Parents).
  6. NHS. Rotavirus vaccine overview.

Chat Asisten Maya
di Prosehat.com