Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Berita Terkini

Showing 11–20 of 189 results

  • Kembali bertambahnya kasus Covid-19 klaster perkantoran di DKI Jakarta pada bulan April 2021, membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat program vaksinasi Covid-19 bagi buruh dan pekerja. Baca Juga: Mengapa Terjadi Covid-19 di Perkantoran Saat PSBB Transisi? Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta pada Rabu, 28 April 2021. Pada […]

    Klaster Perkantoran DKI Jakarta Kembali Tinggi, Vaksinasi Buruh dan Pekerja Dipercepat

    Kembali bertambahnya kasus Covid-19 klaster perkantoran di DKI Jakarta pada bulan April 2021, membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat program vaksinasi Covid-19 bagi buruh dan pekerja.

    klaster perkantoran DKI Jakarta kembali tinggi

    Baca Juga: Mengapa Terjadi Covid-19 di Perkantoran Saat PSBB Transisi?

    Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta pada Rabu, 28 April 2021.

    Pada periode 12-18 April 2021 tercatat peningkatan kasus aktif klaster perkantoran mencapai 425 kasus dari 177 perkantoran. Sementara di pekan sebelumnya, yaitu periode 5-11 April 2021 hanya terdapat 157 kasus positif Covid-19 di 78 perkantoran.

    Disnakertrans DKI berharap percepatan vaksinasi Covid-19 di lingkungan perkantoran dapat memberikan perlindungan bagi buruh dan pekerja dari Covid-19.

    Selain itu juga untuk membantu memulihkan perekonomian terutama di DKI Jakarta sebagai pusat ekonomi dan pemerintahan.

    Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Gubernur DKI, Riza Patria dalam acara vaksinasi untuk buruh dan pekerja pada Sabtu 1 Mei 2021 yang bertepatan dengan Hari Buruh Internasional.

    Riza Patria mengungkapkan bahwa percepatan vaksinasi Covid-19 dapat mengembalikan produktivitas kaum buruh dan pekerja.

    Baca Juga: Cara Mengendalikan Laju Covid-19 di Lingkungan Kantor?

    Para pekerja dan buruh masuk dalam tahap ketiga program vaksinasi nasional, setelah tenaga kesehatan pada tahap pertama dan petugas pelayanan publik pada tahap kedua.Tahap ketiga ini rencananya dimulai pada April 2021 hingga Maret 2022.

    Penyebab Kasus Covid-19 Klaster Perkantoran Kembali Naik

    Kembali naiknya klaster perkantoran di DKI Jakarta disebabkan karena mulai abainya para pekerja dalam menerapkan protokol kesehatan selama di tempat kerja.

    Selain itu, banyak perkantoran yang mulai melonggarkan atau bahkan tidak menerapkan aturan maksimal 50% dari kapasitas.

    Hal ini yang menyebabkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta kepada para pengusaha untuk tetap menerapkan protokol kesehatan di tempat kerja meskipun sudah divaksin Covid-19.

    Baca Juga: Kebijakan Vaksinasi Gotong Royong Resmi Dikeluarkan

    Nah Sahabat Sehat, mari tetap lakukan protokol kesehatan meskipun sudah divaksinasi sebab vaksinasi hanya dapat mencegah dan melindungi dari Covid-19.

    Sahabat ingin konsultasi lebih lanjut perihal vaksinasi Covid-19? Manfaatkan segera Chat Dokter 24 jam dari Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Kurniawati, E., 2021. DKI Minta Kemenkes Percepat Vaksinasi untuk Pekerja dan Buruh. [online] Tempo. Available at: <https://metro.tempo.co/read/1457128/dki-minta-kemenkes-percepat-vaksinasi-untuk-pekerja-dan-buruh/full&view=ok> [Accessed 3 May 2021].
    2. com. 2021. Gelar Vaksinasi untuk Buruh, Wagub DKI Berharap Ekonomi Segera Pulih. [online] Available at: <https://www.suara.com/news/2021/05/01/202738/gelar-vaksinasi-untuk-buruh-wagub-dki-berharap-ekonomi-segera-pulih> [Accessed 3 May 2021].
    Read More
  • Mengapa Penderita Asma Bisa Terkena Covid-19? Penyakit asma dan Covid 19 sama-sama menyerang sistem pernapasan, sehingga penderita asma lebih mudah terinfeksi virus. Berdasarkan sebuah studi menunjukan bahwa hubungan antara Covid-19 dan asma ternyata jauh lebih rumit daripada yang diperkirakan sebelumnya. Baca Juga: Perbedaan Pneumonia dan Covid-19 Para ilmuwan telah mengidentifikasi apabila seseorang terinfeksi Covid 19 […]

    Berikut Kiat Penderita Asma Menghadapi Covid-19

    Mengapa Penderita Asma Bisa Terkena Covid-19?

    Penyakit asma dan Covid 19 sama-sama menyerang sistem pernapasan, sehingga penderita asma lebih mudah terinfeksi virus. Berdasarkan sebuah studi menunjukan bahwa hubungan antara Covid-19 dan asma ternyata jauh lebih rumit daripada yang diperkirakan sebelumnya.

    asma dan covid-19

    Baca Juga: Perbedaan Pneumonia dan Covid-19

    Para ilmuwan telah mengidentifikasi apabila seseorang terinfeksi Covid 19 dan mengalami peradangan paru-paru yang berat, dapat memicu serangan asma. Hal tersebut membuat pasien berisiko mengalami perburukan kondisi.

    Apakah Gejala Asma sama dengan Covid-19?

    Keduanya sama sama memiliki keluhan sesak nafas. Meski begitu ternyata ada perbedaan mengenai sesak nafas pada keduanya. Dikutip dari Antaranews.com, perbedaan itu berkisar pada lama gejala sesak nafas yang dialami.

    Pada penyakit asma, sesak dapat berlangsung dalam waktu singkat hingga berjam-jam sedangkan pada Covid-19 dapat dialami hingga 7-25 hari, baik ringan maupun sedang. Sesak napas pada penderita asma biasanya diawali dengan batuk dan mengi (nafas berbunyi) sedangkan pada Covid-19, dapat disertai batuk.

    Baca Juga: Yuk, Kenali Bahaya Pneumonia dan Pencegahannya Lebih Lanjut

    Pada akhirnya penderita Covid-19 tidak selalu diawali dengan keluhan sesak nafas. Banyak yang mengeluhkan sakit kepala, meriang, tidak enak badan, demam, nyeri sendi, hingga kehilangan indera penciuman.

    Lalu Bagaimana Kiat Supaya Penderita Asma Terhindar dari Covid-19?

    Karena penderita asma lebih berisiko terinfeksi Covid-19, ada beberapa kiat yang dapat dilakukan supaya terhindar dari salah satu virus mematikan tersebut, yaitu:

    Tetap Menggunakan Inhaler

    Inhaler harus tetap digunakan setiap hari sesuai resep yang dianjurkan dokter, yang dapat membantu mengurangi risiko serangan asma yang dipicu oleh virus yang menyerang sistem pernapasan.

    Pastikan untuk tetap memiliki inhaler dalam persediaan selama masa pandemi ini. Apabila persediaan kurang, konsultasikan dengan dokter dan layanan kesehatan untuk membuat resep darurat. Gunakan layanan telemedicine, untuk mempermudah berkonsultasi selama masa pandemi.

    Jangan Sembarangan Mengonsumsi Obat

    Selain inhaler, banyak penderita asma yang juga menggunakan obat golongan steroid atau glukokortikoid untuk mengobati asma. Namun hal tersebut tidak disarankan karena tidak dapat memberi respons stres yang normal dan berisiko tinggi jika terinfeksi virus Covid-19. Konsultasikan kembali dengan dokter sebelum menggunakan obat.

    Produk Terkait: Jual Decadryl Expectorant Sirup 120 ml

    Kelola Stres dengan Baik

    Penderita asma disarankan untuk mengelola stres dengan baik. Sebab kondisi stres dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, dan secara tidak langsung membuat tubuh mudah terinfeksi Covid-19. Sahabat disarankan untuk berolahraga, konsumsi makanan sehat, melakukan meditasi untuk mengurangi stres, membatasi penggunaan ponsel, televisi, dan komputer.

    Lakukan Tindakan Pencegahan Khusus di Rumah

    Selama masa pandemi disarankan untuk melakukan isolasi, namun perlu di jaga kebersihan ruangan dan hindari faktor pemicu serangan asma. Jika memiliki hewan peliharaan, sebaiknya dijaga kebersihannya. Mintalah orang lain untuk membersihkan rumah dengan alat penghisap debu.

    Lakukan Vaksinasi Flu

    Penderita asma rupanya juga berisiko terinfeksi flu, yang hampir mirip dengan Covid-19. Untuk pencegahan, penderita asma disarankan untuk melakukan vaksinasi flu. Vaksinasi ini cukup membantu dalam membangun kekebalan tubuh meskipun tidak bisa melindungi diri dari Covid-19.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Itulah Sahabat mengenai penyakit asma yang berhubungan dengan Covid-19. Untuk pencegahan penyakit kronis seperti asma, Sahabat bisa melakukan vaksinasi flu di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai keunggulan sebagai berikut:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Afani A. 5 Fakta Meninggalnya Rina Gunawan, Kena COVID-19 hingga Dirawat di ICU [Internet]. trending. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://www.haibunda.com/trending/20210302220014-93-195876/5-fakta-meninggalnya-rina-gunawan-kena-covid-19-hingga-dirawat-di-icu
    2. Mengenal Asma dan Covid-19 yang Diderita Rina Gunawan Sebelum Wafat : Okezone Lifestyle [Internet]. https://lifestyle.okezone.com/. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://lifestyle.okezone.com/read/2021/03/03/481/2371301/mengenal-asma-dan-covid-19-yang-diderita-rina-gunawan-sebelum-wafat
    3. Perbedaan sesak nafas karena asma dan COVID-19 [Internet]. Antara News. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/2024376/perbedaan-sesak-nafas-karena-asma-dan-covid-19
    4. Media K. Yang Harus Dilakukan Penderita Asma agar Tak Terinfeksi Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/04/09/071500020/yang-harus-dilakukan-penderita-asma-agar-tak-terinfeksi-covid-19?page=all
    Read More
  • Kejadian tsunami Covid-19 di India tentunya menjadi sebuah pelajaran bersama, terutama bagi Indonesia agar situasi serupa tidak terjadi di Tanah Air. Baca Juga: Heboh Tsunami Covid-19 di India Demikian kesimpulan yang didapat dari acara Ngopi Santuy yang diselenggarakan oleh Prosehat pada Jumat, 30 April 2021. Pada acara yang disiarkan secara langsung di IGTV dan dimoderatori […]

    Belajar dari India: Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

    Kejadian tsunami Covid-19 di India tentunya menjadi sebuah pelajaran bersama, terutama bagi Indonesia agar situasi serupa tidak terjadi di Tanah Air.

    belajar dari India

    Baca Juga: Heboh Tsunami Covid-19 di India

    Demikian kesimpulan yang didapat dari acara Ngopi Santuy yang diselenggarakan oleh Prosehat pada Jumat, 30 April 2021.

    Pada acara yang disiarkan secara langsung di IGTV dan dimoderatori oleh dr. Gita Permatasari dengan narasumber dr. Agnes Gratia, terungkap bahwa kondisi yang terjadi di India disebabkan karena sikap masyarakat yang sudah mulai abai dengan protokol kesehatan.

    Sikap abai dengan protocol kesehatan juga terlihat di tengah masyarakat Indonesia, sehingga tidak menutup kemungkinan Indonesia mengalami kondisi serupa.

    Berkaca dari pengalaman sebelumnya, libur panjang akhir pekan dan libur keagamaan menjadi momentum meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19.

    Baca Juga: Euforia Vaksinasi Sebabkan Peningkatan Kasus Covid-19

    Sahabat Sehat, sebaiknya tetap laksanakan protokol 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta mengurangi mobilitas).

    Bagi masyarakat, yang tidak kalah pentingnya adalah harus lebih teliti dengan alat tes Covid-19 yang digunakan. Terungkapnya penggunaan alat tes Covid-19 bekas pakai di Bandara Kualanamu, dianggap merugikan semua orang karena tingkat penyebaran virus Corona menjadi lebih tinggi.

    Baca Juga: Waspada Rapid Antigen Bekas! Ini Cara Mengetahuinya

    Sahabat Sehat dapat melakukan pemeriksaan Covid-19 yang berkualitas dan bermutu di Prosehat. Alat tes Covid-19 di Prosehat terjamin kualitasnya dan mempunyai izin edar resmi, serta dilakukan sesuai dengan SOP yang berlaku.

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Read More
  • Dunia dihebohkan dengan tsunami Covid-19 yang terjadi di India baru-baru ini, dengan penambahan kasus per hari mencapai 3 juta kasus per 25 April 2021. Baca Juga: Heboh Tsunami Covid-19 di India Sebelumnya India melaporkan sudah mulai menurunnya angka kasus Covid-19, tercatat terjadi penurunan hingga 10 kali lipat dari September 2020 hingga Januari 2021. Tak hanya […]

    Tsunami Covid-19 di India, Bagaimana Indonesia?

    Dunia dihebohkan dengan tsunami Covid-19 yang terjadi di India baru-baru ini, dengan penambahan kasus per hari mencapai 3 juta kasus per 25 April 2021.

    tsunami covid

    Baca Juga: Heboh Tsunami Covid-19 di India

    Sebelumnya India melaporkan sudah mulai menurunnya angka kasus Covid-19, tercatat terjadi penurunan hingga 10 kali lipat dari September 2020 hingga Januari 2021.

    Tak hanya itu, pemberiain vaksinasi Covid-19 di India terbilang cepat, India mengklaim telah membagikan 100 juta dosis vaksin Covid-19 dalam kurun waktu 85 hari.

    Sementara di Indonesia, hingga kini baru memberikan 30% dosis vaksin pada tahap pertama, dan 18% dosis vaksin pada tahap kedua dengan total target peserta vaksin mencapai 40.349.09 orang.

    Mengapa India Dapat Mengalami Tsunami Covid-19 ?

    Sahabat sehat, ternyata banyak sekali faktor yang menyebabkan hal ini mulai dari abainya masyarakat India terhadap protokol kesehatan dan diperparah dengan diselenggarakannya festival keagamaan seperti Festival Holi yang turut berperan dalam penyebaran virus Covid-19.

    Faktor lain seperti diselenggarakannya pesta pernikahan, serta penurunan jumlah pemeriksaan Covid-19 harian juga disebut menjadi penyebab tsunami Covid-19 di India.

    Tsunami Covid-19 di India menyebabkan kapasitas rumah sakit terbatas, dan hampir semua rumah sakit kekurangan oksigen sehingga banyak pasien covid-19 terlantar.

    Baca Juga: Euforia Vaksinasi Sebabkan Peningkatan Covid-19?

    Apakah Indonesia Dapat Mengalami Tsunami Covid-19?

    Tidak menutup kemungkinan Indonesia mengalami hal serupa. Begitu yang disampaikan oleh dr. Gita Permatasari pada acara Ngopi Santuy oleh Prosehat yang disiarkan secara live di IGTV, Jumat, 30 April 2021.

    Selain peningkatan virus saat liburan panjang, peningkatan angka kasus harian Covid-19 juga dapat terjadi karena adanya mutasi virus Covid-19, terlebih mutasi virus B117 dan E484EK sudah masuk Indonesia.

    Sahabat Sehat, sebaiknya tetap menerapkan protokol kesehatan 5M (menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilisasi).

    Di samping itu, Sahabat Sehat harus teliti saat melakukan pemeriksaan Covid-19 dan memastikan alat tes yang digunakan bukanlah alat bekas.

    Baca Juga: Waspada Rapid Antigen Bekas! Ini Cara Mengetahuinya

    Sahabat Sehat dapat melakukan pemeriksaan Covid-19 yang berkualitas namun dengan harga terjangkau di Prosehat. Tentunya Sahabat Sehat tidak perlu khawatir karena pemeriksaan yang dilakukan Prosehat sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

     

    Read More
  • Sahabat Sehat, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah resmi mengeluarkan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization) untuk vaksin produksi Sinopharm yang rencananya akan digunakan sebagai vaksinasi gotong royong pada minggu ketiga Mei 2021 dan didistribusikan oleh PT Biofarma. Baca Juga: BPOM Keluarkan Izin Darurat untuk Penggunaan Vaksin Sinovac Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BPOM, […]

    Resmi! BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Sinopharm

    Sahabat Sehat, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah resmi mengeluarkan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization) untuk vaksin produksi Sinopharm yang rencananya akan digunakan sebagai vaksinasi gotong royong pada minggu ketiga Mei 2021 dan didistribusikan oleh PT Biofarma.

    izin penggunaan darurat vaksin sinopharm

    Baca Juga: BPOM Keluarkan Izin Darurat untuk Penggunaan Vaksin Sinovac

    Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BPOM, Penny Lukito, dalam konferensi pers Jumat 30 April 2021.Pemberian izin penggunaan darurat ini berdasarkan kajian dari BPOM yang menyatakan bahwa efikasi vaksin mencapai 78% dan aman digunakan.

    Vaksin produksi Sinopharm telah melalui uji klinis fase III di Uni Emirat Arab yang mengikutsertakan 42.000 relawan.

    Efikasi vaksin produksi Sinopharm mencapai 78% termasuk efikasi tertinggi jika dibandingkan dengan vaksin Covid-19 lainnya yang sudah digunakan di Indonesia.

    Selain itu imunogenitas vaksin produksi Sinopharm dapat membentuk antibodi hingga 99,52% pada orang dewasa dan 100% pada lansia setelah vaksinasi 2 pekan.

    Sebagai tambahan, zero positivity rate vaksin ini mencapai 98,09% pada orang dewasa dan 97,6% pada lansia. Nilai titer antibody setelah disuntik vaksin produksi Sinopharm mencapai 156,5 pada orang dewasa dan 109,7 pada lansia.

    Baca Juga: Amankah Vaksin AstraZeneca? Simaklah Pendapat Para Ahli Ini

    Bagaimana Efek Samping Vaksin Sinopharm?

    Vaksin produksi Sinopharm yang berasal dari Cina, memiliki efek samping minimal seperti :

    • Bengkak
    • Sakit di lokasi suntikan
    • Kemerahan
    • Sakit kepala
    • Nyeri otot
    • Diare
    • Batuk

    Semua efek samping ini mempunyai persentase 0,01-0,1% sehingga masih dapat ditoleransi dengan baik. Saat ini pemerintah disebut sudah mengamankan 15 juta dosis vaksin Sinopharm dari total kebutuhan 35 juta dosis untuk vaksinasi gotong royong. Sedangkan 20 juta dosis sisanya disebut akan didapatkan dari vaksin Sputnik V asal Rusia.

    Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Nah Sahabat Sehat, itulah informasi terbaru mengenai izin darurat dari vaksin Sinopharm yang rencananya akan tiba siang ini.

    Ingin konsultasi mengenai vaksin Covid-19 lebih lanjut? Yuk, Sahabat Sehat segera manfaatkan konsultasi dokter 24 jam di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Dwianto A. Resmi Dipakai RI, Ini Daftar Efek Samping Vaksin Sinopharm [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 30 April 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5552129/resmi-dipakai-ri-ini-daftar-efek-samping-vaksin-sinopharm
    2. Vaksin Sinopharm Hasilkan Imunogenisitas 99,52% bagi Orang Dewasa, 100% Bagi Lansia [Internet]. Kumparan. 2021 [cited 30 April 2021]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/vaksin-sinopharm-hasilkan-imunogenisitas-99-52-bagi-orang-dewasa-lansia-100
    3. Indonesia C. BPOM Resmi Terbitkan Izin Darurat Vaksin Sinopharm [Internet]. nasional. 2021 [cited 30 April 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210430102539-20-636805/bpom-resmi-terbitkan-izin-darurat-vaksin-sinopharm
    Read More
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memutuskan tidak merekomendasikan penerapan sekolah tatap muka yang rencananya akan mulai digelar pada Juli 2021, demikian hal tersebut diungkapkan oleh Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, (K), FAAP, FRCPI (Hon.) yang merupakan Ketua Umum IDAI pada Rabu, 28 April 2021. Baca Juga: Berikut Panduan Sekolah Tatap Muka Mulai Juli […]

    IDAI Tidak Merekomendasikan Sekolah Tatap Muka Juli 2021, Kenapa?

    Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memutuskan tidak merekomendasikan penerapan sekolah tatap muka yang rencananya akan mulai digelar pada Juli 2021, demikian hal tersebut diungkapkan oleh Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, (K), FAAP, FRCPI (Hon.) yang merupakan Ketua Umum IDAI pada Rabu, 28 April 2021.

    sekolah tatap muka juli 2021

    Baca Juga: Berikut Panduan Sekolah Tatap Muka Mulai Juli 2021

    Hal ini disebabkan karena belum stabilnya penyebaran Covid-19 di Indonesia sehingga berisiko membahayakan anak, mengingat hingga kini anak belum mendapatkan vaksin Covid-19. IDAI meminta jika sekolah dibuka kembali, tentunya harus melalui beberapa persyaratan seperti telah terkendalinya transmisi lokal yang ditandai dengan positivity rate kurang lebih 5% dan menurunnya angka kematian akibat Covid-19.

    Rekomendasi ini juga telah melalui beberapa pertimbangan yang mengacu pada Konvensi Hak-hak Anak dari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang ditegaskan dengan Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990.

    Bagaimana Jika Sekolah Tatap Muka Tetap Diberlakukan?

    IDAI meminta pihak sekolah menyiapkan metode belajar blended learning atau pembelajaran campuran yang menggabungkan pembelajaran secara online (daring) dan offline (luring). IDAI meminta anak-anak yang belajar melalui dua metode tersebut tetap mendapatkan hak dan perlakuan yang sama.

    Baca Juga: Sekolah Tatap Muka Siap Dilaksanakan di 14 Provinsi

    Hingga kini belum bisa diprediksi waktu berakhirnya pandemi Covid-19, sehingga IDAI meminta pihak sekolah mencari terobosan dalam proses belajar-mengajar seperti memanfaatkan ruang terbuka di taman maupun lapangan untuk melaksanakan kegiatan belajar-mengajar.

    Kondisi Pembelajaran Tatap Muka di Indonesia

    Pemerintah sebelumnya telah merencanakan sekolah tatap muka kembali dilaksanakan pada Juli 2021. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim mengungkapkan bahwa sekolah tatap muka terbatas sudah bisa dilaksanakan tanpa harus menunggu bulan Juli 2021 karena sudah ada Surat Keputusan Bersama Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang telah disahkan pada Maret 2021.

    Menteri Nadiem Makarim meminta bagi guru dan tenaga pendidik yang telah divaksin agar segera melaksanakan sekolah tatap muka secara terbatas, sesuai dengan persyaratan yang ada meskipun belum semua tenaga pengajar telah divaksin.

    Berdasarkan data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi per 28 April 2021 sudah ada 22% sekolah yang telah menerapkan sekolah tatap muka terbatas, di antaranya SDN 03 Pontianak Selatan dan SMAN 9 Bengkulu Selatan.

    Baca Juga: Tepatkah Sekolah Tatap Muka Dibuka Kembali di Tengah Pandemi?

    Meskipun anak belum dapat melaksanakan sekolah tatap muka sesuai rekomendasi IDAI, Sahabat Sehat sebaiknya tetap memperhatikan kebutuhan gizi dan nutrisi anak serta berikan multivitamin untuk menunjang stamina anak.

    Selama masa pandemi, Sahabat Sehat jangan lupa memberikan imunisasi untuk anak agar  tidak mudah terserang penyakit. Imunisasi untuk anak dapat Sahabat Sehat peroleh melalui layanan Prosehat yang menyediakan layanan ke rumah. Layanan Prosehat memiliki banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Indonesia, C., 2021. IDAI Tidak Rekomendasi Sekolah Tatap Muka Digelar Juli 2021. [online] nasional. Available at: <https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210428111955-20-635822/idai-tidak-rekomendasi-sekolah-tatap-muka-digelar-juli-2021> [Accessed 29 April 2021].
    2. Media, K., 2021. Ikatan Dokter Anak Indonesia Tak Rekomendasikan Sekolah Tatap Muka, Ini Alasannya Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://nasional.kompas.com/read/2021/04/28/10163901/ikatan-dokter-anak-indonesia-tak-rekomendasikan-sekolah-tatap-muka-ini?page=all> [Accessed 29 April 2021].

     

     

    Read More
  • Pada 25 April 2021, India melaporkan penambahan 346.786 kasus baru Covid-19 selama 24 jam terakhir dengan angka kematian mencapai 2.264 kasus. Jumlah tersebut merupakan jumlah kasus harian tertinggi di dunia sejak pandemi Covid-19 dimulai pada tahun 2020. Baca Juga: Euforia Vaksinasi Sebabkan Peningkatan Covid-19? Hampir 190.000 orang telah meninggal akibat Covid-19 di India, dan lebih […]

    Heboh Tsunami Covid-19 di India, Apa Penyebabnya ?

    Pada 25 April 2021, India melaporkan penambahan 346.786 kasus baru Covid-19 selama 24 jam terakhir dengan angka kematian mencapai 2.264 kasus. Jumlah tersebut merupakan jumlah kasus harian tertinggi di dunia sejak pandemi Covid-19 dimulai pada tahun 2020.

    tsunami covid-19

    Baca Juga: Euforia Vaksinasi Sebabkan Peningkatan Covid-19?

    Hampir 190.000 orang telah meninggal akibat Covid-19 di India, dan lebih dari 16,6 juta orang terinfeksi Covid-19 pada 24 April 2021.

    Lonjakan kasus Covid-19 yang mirip dengan gelombang tsunami disertai dengan hampir semua rumah sakit kehabisan oksigen.

    Bahkan banyak penderita Covid-19 di India tidak mendapatkan layanan medis hingga akhirnya meninggal dunia di halaman rumah sakit. Sejak 15 April, New Delhi, ibu kota India, kembali memberlakukan karantina wilayah untuk meminimalkan gelombang tsunami Covid.

    Kondisi India yang semakin buruk akibat gelombang tsunami Covid-19 membuat beberapa negara seperti Selandia Baru, Hong Kong, Inggris, Amerika Serikat serta Indonesia melarang masuknya warga dari maupun ke India.

    Penyebab Terjadinya Gelombang Tsunami Covid-19 di India

    Sebelumnya India telah berhasil menekan laju penularan Covid-19 pada akhir tahun 2020 hingga Februari 2021, dengan angka kasus Covid-19 jauh lebih rendah daripada Indonesia.

    Juru bicara World Health Organization (WHO), Tarik Jasarevic, mengungkapkan beberapa faktor berikut diperkirakan menjadi penyebab terjadinya gelombang tsunami Covid-19 di India, yaitu munculnya varian baru virus Corona B.1.617, diselenggarakannya pertemuan dan acara keagamaan massal, rendahnya angka vaksinasi serta masyarakat India yang mudah berpuas diri setelah angka kasus Covid-19 berkurang.

    Baca Juga: Solusi Menkes Atasi Keterbatasan Rumah Sakit

    Bagaimana Cara India Mengatasi Gelombang Tsunami Covid-19?

    Pemerintah India seperti dilansir dari Tempo.co, menyatakan akan memperluas cakupan vaksinasi Covid-19 dengan dosis hingga mencapai 900 juta untuk mengantisipasi kekurangan dosis vaksinasi Covid-19.

    India akan menggandeng beberapa produsen vaksin Covid-19 seperti Pfizer, Moderna, dan Gamaleya Institute yang memproduksi Sputnik V.

    Apakah Tsunami Covid 19 Dapat Dialami Indonesia?

    Tidak menutup kemungkinan Indonesia dapat mengalami hal serupa karena adanya mutasi virus Covid-19 yang berkembang dengan cepat.

    Hingga kini banyak negara di dunia yang memberlakukan larangan bepergian berkunjung ke negara-negara lain selama pandemi Covid-19.

    Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Meminimalkan Penyebaran Covid-19

    Nah Sahabat Sehat, sebaiknya tetap patuhi protokol kesehatan 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjauhi kerumunan, menjaga jarak dan membatasi mobilisasi), serta  menjalankan pola hidup bersih dan sehat. Sahabat Sehat juga dapat melakukan tes Covid-19 untuk deteksi dini melalui layanan Prosehat.

    Ingin tahu lebih lengkap mengenai gelombang tsunami Covid-19 yang terjadi di India sekarang ini? Jangan lupa saksikan dalam Ngopi Santuy Jumat, 30 April 2021 pukul 16.00 WIB di IGTV Prosehat.

    Referensi:

    1. Media, K., 2021. Angka Kasus Sempat Turun, Mengapa Tsunami Covid-19 Bisa Terjadi di India? Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://www.kompas.com/sains/read/2021/04/26/174500023/angka-kasus-sempat-turun-mengapa-tsunami-covid-19-bisa-terjadi-di-india-?page=all> [Accessed 29 April 2021].
    2. Septiani, A., 2021. WHO Ungkap Penyebab Tsunami COVID-19 di India. [online] detikHealth. Available at: <https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5549620/who-ungkap-penyebab-tsunami-covid-19-di-india> [Accessed 29 April 2021].
    3. Wuragil, Z., 2021. India Jawab Tsunami Covid-19 dengan Perluasan Vaksinasi, Butuh 900 Juta Dosis. [online] Tempo. Available at: <https://tekno.tempo.co/read/1457435/india-jawab-tsunami-covid-19-dengan-perluasan-vaksinasi-butuh-900-juta-dosis> [Accessed 29 April 2021].
    4. Media, K., 2021. Tsunami Covid-19 di India Bisa Jadi Ancaman Global, Ini Sebabnya Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://www.kompas.com/global/read/2021/04/28/072326670/tsunami-covid-19-di-india-bisa-jadi-ancaman-global-ini-sebabnya?page=all> [Accessed 29 April 2021].

     

    Read More
  • Baru-baru ini ramai diberitakan penggunaan rapid antigen bekas sebagai salah satu metode pemeriksaan Covid-19 di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. Baca Juga: Rapid Antigen dan Caranya Mendeteksi Covid-19 Polisi menangkap lima orang pegawai di antaranya petugas kasir hingga petugas analis, yang saat ini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polda Sumatera Utara. Modus pemakaiannya, yaitu dengan […]

    Waspada Rapid Antigen Bekas! Ini Cara Mengetahuinya

    Baru-baru ini ramai diberitakan penggunaan rapid antigen bekas sebagai salah satu metode pemeriksaan Covid-19 di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara.

    rapid antigen bekas

    Baca Juga: Rapid Antigen dan Caranya Mendeteksi Covid-19

    Polisi menangkap lima orang pegawai di antaranya petugas kasir hingga petugas analis, yang saat ini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polda Sumatera Utara.

    Modus pemakaiannya, yaitu dengan mencuci alat tes yang digunakan lalu dimasukkan ke dalam bungkus kemasan untuk dipakai pada pemeriksaan berikutnya.

    Bagaimana Membedakan Alat Tes Rapid Antigen Baru Atau Bekas Pakai ?

    Peristiwa yang terjadi di Bandara Kualanamu dianggap merugikan semua pihak, termasuk Sahabat Sehat yang ingin mengetahui hasil tes Covid-19. Penggunaan alat tes bekas pakai juga berpotensi menyebarkan Covid-19 maupun penyakit lainnya.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Lalu bagaimana Sahabat Sehat membedakan alat tes rapid antigen baru atau bekas pakai?

    Juru bicara Satuan Tugas Covid-19, dr. Aris Yudhariansyah, mengungkapkan bahwa cara untuk membedakan alat tes rapid antigen baru atau bekas pakai adalah dengan melihat kemasan alat.

    Alat tes rapid antigen yang masih baru dikemas dalam plastik khusus sekali pakai dan baru dibuka apabila akan digunakan.

    Baca Juga: List dan Biaya Tempat Rapid Antigen di Jabodetabek

    Selain itu masyarakat perlu memastikan bahwa lokasi pemeriksaan berada di tempat yang jelas, serta alat tes rapid antigen tidak dibawa ke tempat lain oleh petugas kesehatan setelah melakukan pengambilan sampel.

    Secara umum alat tes rapid antigen terdiri dari dua bagian yaitu bagian cangkang dan alat pengambil swab (dakron). Bagian cangkang berwarna putih dan memunculkan garis I atau II sedangkan alat pengambil swab (dakron) adalah alat yang dimasukkan ke dalam hidung dan mulut.

    Peristiwa pemakaian antigen bekas yang terjadi di Bandara Kualanamu cukup menghebohkan masyarakat. Nah Sahabat Sehat, sebaiknya berhati-hati dan lebih teliti ketika memilih tempat untuk melakukan tes Covid-19.

    Baca Juga: Infografik Perbedaan Tes Covid-19

    Ingin tes Covid-19 yang berkualitas namun dengan harga yang murah? Sahabat Sehat bisa menggunakan layanan Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Indonesia, C., 2021. Polisi Gerebek Layanan Antigen Bekas di Bandara Kualanamu. [online] nasional. Available at: <https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210428073153-12-635694/polisi-gerebek-layanan-antigen-bekas-di-bandara-kualanamu> [Accessed 29 April 2021].
    2. ID. 2021. Polda Sumut Bongkar Tes Antigen Palsu di Bandara Kualanamu, Ini Penjelasan Kimia Farma. [online] Available at: <https://sumut.inews.id/berita/polda-sumut-bongkar-tes-antigen-palsu-di-bandara-kualanamu-deliserdang-ini-penjelasan-kimia-farma/all> [Accessed 29 April 2021].
    3. Media, K., 2021. Cara Memastikan Alat Rapid Test Antigen Baru atau Bekas Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://regional.kompas.com/read/2021/04/28/165620878/cara-memastikan-alat-rapid-test-antigen-baru-atau-bekas?page=all> [Accessed 29 April 2021].
    Read More
  • Imunisasi sangat diperlukan untuk bayi dan balita dan banyak sekali macam-macam imunisasi, salah satunya adalah polio. Pemerintah mulai menggalakkan anak wajib imunisasi polio. Kenapa pemerintah mewajibkan anak untuk imunisasi polio? Karena imunisasi polio dapat mencegah penyakit yang akan diderita jika tidak diimunisasi. Baca Juga: Mengenal Penyakit Polio dan Vaksin untuk Mencegahnya Banyak manfaat yang bisa […]

    Efek Samping Vaksin Polio yang Perlu Kamu Ketahui

    Imunisasi sangat diperlukan untuk bayi dan balita dan banyak sekali macam-macam imunisasi, salah satunya adalah polio. Pemerintah mulai menggalakkan anak wajib imunisasi polio.

    Kenapa pemerintah mewajibkan anak untuk imunisasi polio? Karena imunisasi polio dapat mencegah penyakit yang akan diderita jika tidak diimunisasi.

    Baca Juga: Mengenal Penyakit Polio dan Vaksin untuk Mencegahnya

    Banyak manfaat yang bisa didapat ketika seorang anak diberikan imunisasi polio. Namun, imunisasi polio dapat menimbulkan reaksi setelah disuntikkan ke anak.

    vaksinasi polio, efek samping vaksinasi polio

    Apa Saja Manfaat Imunisasi Polio?

    • Agar anak terhindar dari kematian karena infeksi yang terjadi pada selaput otak (meningitis)
    • Mencegah beberapa resiko pada bayi karena virus polio yang pada umumnya merusak syaraf pada otak, dan menimbulkan otot yang tidak berfungsi sehingga anak tersebut lumpuh seketika
    • Mencegah anak menderita polio dan memungkinkan anak untuk tumbuh sehat

    Beberapa manfaat itulah yang membuat anak diwajibkan untuk tetap diberikan imunisasi polio. Ada dua hal yang membedakan vaksin polio, yaitu vaksin oral dan suntik.

    Baca Juga: Tujuan Imunisasi Polio yang Perlu Diketahui

    Seiring dengan berkembangnya zaman, vaksin oral sudah tidak digunakan lagi, sekarang menggunakan vaksin yang disuntik. Jangan lupa ibu-ibu bahwa vaksin suntik pun dapat menimbulkan reaksi pasca imunisasi

    Reaksi pasca-imunisasi Polio yang perlu kamu ketahui:

    1. Demam

    Demam merupakan reaksi dari pemberian vaksin polio oral. Sering juga kita temui vaksin suntik pun terkadang juga akan membuat anak menjadi demam.

    Vaksin oral berisi virus yang sudah dilemahkan untuk memperkuat metabolisme tubuh, sedangkan vaksin yang disuntik virusnya sudah dimatikan terlebih dahulu. Ibu jangan khawatir bila anak mengalami demam, cukup berikan obat penurun panas aja hingga demamnya hilang.

    2. Sakit dan Bengkak di bekas suntikan

    Tak jarang jika kita temui bayi yang menangis terus karena suntikan imunisasi polio, jadi untuk menjaga kenyamanan bayi, sebaiknya posisikan bayi pada keadaan tidur yang nyaman, sehingga bayi tersebut tidak akan menangis/rewel lagi

    3. Reaksi anafialtik

    Reaksi anafilkatik merupakan reaksi alergi tipe cepat yang menimbulkan kegawatan bila tidak ditangani dengan cepat. Reaksi ini terjadi bila sesorang memiliki riwayat alergi terhadap komponen vaksin.

    Mereka yang alergi terhadap beberapa antibiotik seperti Streptomisin, polimiksin B dan Neomisin kemungkinan akan alergi terhadap vaksin polio suntik.

    Baca Juga: Apa dan Bagaimana Penyebab Penyakit Polio Itu?

    Jika Sahabat sebagai ibu ingin mengurangi reaksi lokal yang dapat terjadi pada anak, Sobat harus mengompres pada bekas suntikan, minum air putih, memberikan penurun panas dengan dosis sesuai dengan umur anak. Sebelum dilakukan imunisasi, Sobat perlu mengetahui beberapa hal:

    • Cek apakah anak demam atau tidak
    • Anak sedang diare
    • Anak yang mempunyai kekebalan tubuh yang lemah atau melemahnya sistem imun
    • Anak yang masih menjalani imunosupresif

    Hal itulah yang menjadi pertimbangan untuk dilakukan vaksinasi. Vaksin polio itu penting untuk bayi dan balita, tetapi kita harus memperhatikan reaksi setelah penyuntikan dan apa saja yang tidak boleh dilakukan pada anak yang sedang mengalami demam, diare atau yang sudah dijelaskan di atas.

    Semoga artikel ini memberi manfaat bagi para pembaca, khususnya ibu-ibu yang mempunyai bayi dan anak balita. Jangan lupa konsultasikan pada dokter yang menangani vaksin polio anak Sahabat.

    Apabila Sahabat ingin sekali melakukan vaksinasi polio terutama layanan vaksinasi ke rumah, jangan khawatir karena Prosehat mempunyai layanan tersebut. Layanan ini tentu saja akan membuat Sobat merasa aman dan nyaman. Selain itu, layanan ini mempunyai kelebihan-kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Untuk info lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi polio ke rumah, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Read More
  • Sahabat Sehat, larangan mudik 2021 telah diresmikan oleh pemerintah sesuai Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah. Dalam surat edaran tersebut, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 menyatakan bahwa larangan mudik resmi dimulai dari tanggal 22 April hingga 24 Mei 2021. Baca Juga: Sah! Pemerintah Resmi Larang Mudik […]

    Larangan Mudik 2021 Makin Ketat! Ini Masa Berlaku Tes Covid-19

    Sahabat Sehat, larangan mudik 2021 telah diresmikan oleh pemerintah sesuai Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah.

    pemerintah memperketat larangan mudik 2021

    Dalam surat edaran tersebut, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 menyatakan bahwa larangan mudik resmi dimulai dari tanggal 22 April hingga 24 Mei 2021.

    Baca Juga: Sah! Pemerintah Resmi Larang Mudik 6-17 Mei 2021

    Hal ini tentu berbeda dari surat edaran sebelumnya yang menyatakan larangan mudik dimulai dari 6-17 Mei 2021. Semakin diperketatnya larangan mudik tersebut, bertujuan untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran Covid-19.

    Hasil Tes Covid-19 Maksimal 1×24 Jam

    Sahabat Sehat, dalam tambahan dari surat edaran tersebut telah di informasikan perihal syarat melakukan perjalanan dalam negeri baik melalui darat, laut, dan udara.

    Syarat paling utama adalah dengan menunjukkan hasil pemeriksaan Covid-19 seperti pemeriksaan swab PCR, rapid antigen, atau GeNose C19 yang dilakukan maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.

    Baca Juga: Tempat PCR Swab Jabodetabek, List dan Biayanya

    Bagi Sahabat Sehat yang hendak melakukan perjalanan menggunakan kereta api dan bus, tidak diwajibkan mengisi e-HAC (Health Alert Card) Indonesia. Namun, Satgas Covid-19 di daerah akan melakukan pemeriksaan secara acak bagi pelaku perjalanan yang menggunakan bus.

    Sedangkan bagi Sahabat Sehat yang menggunakan kendaraan pribadi, diminta untuk tetap melakukan pemeriksaan Covid-19 dalam kurun waktu 1×24 jam sebelum keberangkatan ataupun melakukan pemeriksaan GeNose C19 di rest area. Bagi pelaku perjalanan berusia di bawah 5 tahun, tidak diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan Covid-19.

    Dalam tambahan surat edaran tersebut dicantumkan juga bahwa jika hasil pemeriksaan Covid-19 non reaktif, namun pelaku perjalanan menunjukkan gejala terinfeksi Covid-19 maka yang bersangkutan tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan dan wajib melakukan pemeriksaan swab PCR serta menjalani isolasi mandiri.

    Larangan perjalanan ini dikecualikan bagi angkutan logistik dan keperluan mendesak seperti kunjungan kepada keluarga yang sakit atau meninggal, dengan tetap menunjukkan bukti fisik seperti di aturan sebelumnya.

    Nah Sahabat Sehat, mari tetap sehat di rumah saja dan lindungi keluarga dengan tidak mudik di libur panjang kali ini untuk mencegah infeksi Covid-19. Jika Sahabat Sehat  ingin melakukan pemeriksaan Covid-19 atau bila Sahabat Sehat ada keluhan selama di rumah, silahkan berkonsultasi secara online dengan dokter 24 jam di Prosehat.

    Baca Juga: Mudik Lebaran 2021 Resmi Dilarang, Berikut Alasan dan Sanksinya

    Prosehat juga mempunyai layanan vaksinasi ke rumah, untuk memastikan Sahabat Sehat tetap sehat di rumah. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Indonesia C. Edaran Satgas: Pengetatan Mudik Mulai Hari Ini hingga 24 Mei [Internet]. nasional. 2021 [cited 23 April 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210422110110-20-633243/edaran-satgas-pengetatan-mudik-mulai-hari-ini-hingga-24-mei
    2. Media K. Pengetatan Syarat Perjalanan 22 April-24 Mei, Ini yang Harus Diketahui Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 23 April 2021]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2021/04/23/06141601/pengetatan-syarat-perjalanan-22-april-24-mei-ini-yang-harus-diketahui?page=all
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja