Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Berita Terkini

Showing 11–20 of 209 results

  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Walaupun sudah divaksin, protokol kesehatan wajib tetap dilakukan karena menurut WHO virus Covid-19 varian Mu kebal terhadap vaksin. Memang tampak mengerikan, namun jika kita semua melakukan protokol 5M maka risiko tertular virus Corona varian Mu sangat kecil. Mutasi virus Corona dapat […]

    5 Fakta Virus Covid-19 Varian MU yang Konon Kebal Vaksin

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Sample Darah Positif dari Penderita Infeksi Virus Covid-19 Varian Mu

    Walaupun sudah divaksin, protokol kesehatan wajib tetap dilakukan karena menurut WHO virus Covid-19 varian Mu kebal terhadap vaksin. Memang tampak mengerikan, namun jika kita semua melakukan protokol 5M maka risiko tertular virus Corona varian Mu sangat kecil.

    Mutasi virus Corona dapat mengakibatkan semakin mudahnya penyebaran virus, tingkat keparahan gejala Covid-19, respon terhadap vaksinasi dan pengobatan yang telah diberikan, sensitivitas terhadap alat tes untuk mendeteksi varian baru, serta kesiapan fasilitas kesehatan untuk menangani jenis varian baru.

    Mengapa Banyak Varian Covid-19?

    Covid-19 merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan dan tengah menjadi pandemi di seluruh belahan dunia. Infeksi Covid-19 disebabkan oleh virus SARS-COV-2 dan pertama kali dilaporkan pada tanggal 1 Desember 2019 di Wuhan, China. Semenjak saat itu, virus Corona terus bermutasi dan muncul varian-varian baru lainnya.

    Sahabat Sehat, Badan Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization) melakukan pendataan terhadap berbagai mutasi virus Corona menjadi 2 kelompok yaitu Varian of Interest (VOIs) dan Varian of Concern (VOCs).

    Varian of Interest (VOIs) 

    VOI adalah varian SARS-COV-2 yang ditandai dengan mutasi asam amino yang menyebabkan perubahan fenotipe virus. Saat ini terdapat 4 VOI yang dinyatakan oleh WHO, yaitu :

    • Eta (atau yang disebut B.1.525, yang terdeteksi pertama kali di beberapa negara pada Desember 2020).
    • Iota (atau yang disebut B.1.526 yang terdeteksi pertama kali di US, Amerika pada November 2020).
    • Kappa (atau yang disebut B.1.627.1 yang terdeteksi pertama kali di India pada Oktober 2020).
    • Lamda (atau yang disebut C37, yang pertama kali ditemukan di negara Peru pada Desember 2020).
    • MU (atau yang disebut B.1.621, yang pertama kali ditemukan di negara Kolombia pada Januari 2021).

    Varian of Concern (VOCs)

    VOC merupakan mutasi virus Covid-19 yang disertai dengan peningkatan kemampuan penularan sehingga terjadi perubahan gejala klinis yang kemungkinan lebih berat dibandingkan dengan varian virus sebelum mengalami mutasi, termasuk terjadi penurunan efektivitas pemeriksaan yang dilakukan untuk menegakkan diagnosis virus, perubahan tatalaksana dan pengobatan serta terjadi perubahan sensitivitas terhadap vaksinasi yang dilakukan. Berikut adalah beberapa varian virus yang digolongkan sebagai VOC oleh WHO :

    • Alpha (atau yang disebut dengan B.1.1.7, yang terdeteksi pertama kali di Inggris pada September 2020)
    • Beta (atau yang disebut dengan B1.351, B1.351.2, B.1.352.3 yang terdeteksi pertama kali di Afrika Selatan pada Mei 2020).
    • Gamma (atau yang disebut dengan P.1, P.1.1, P1.2 yang pertama kali dideteksi di Brazil pada November 2020).
    • Delta (atau yang disebut B.1.617.2, AY.1, AY.2, AY.3 yang terdeteksi pertama kali di India Pada Oktober 2020).

    Mengenal Virus Covid-19 Varian MU

    Sahabat Sehat, kini di varian MU atau B.1.621 adalah varian mutasi baru yang menjadi perhatian di dunia. Diberitakan bahwa varian MU telah menyebar ke lebih dari 40 negara di dunia. WHO mengungkapkan bahwa varian MU lebih berbahaya dan ‘kebal’ terhadap vaksin.

    Varian MU ini ditemukan pertama kali di Amerika Selatan dan Eropa. Saat ini tengah diselidiki dan dipelajari lebih lanjut mengenai varian baru ini untuk mengetahui kemampuan penyebarannya. Berikut ini hal yang harus diwaspadai dari varian virus MU :

    • Kemampuan penularan yang sangat tinggi dan cepat
    • Tingkat keparahan penyakit atau gejala yang ditimbulkan lebih serius daripada varian lain
    • Efektivitas vaksinasi terhadap varian virus MU dilaporkan sangat rendah, bahkan virus kebal vaksin
    • Efektivitas alat tes untuk mendeteksi varian virus MU masih minim karena belum banyak data
    • Serta pengobatan yang diperlukan masih belum diketahui

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai informasi mengenai virus Covid-19 varian MU. Jika Sahabat Sehat memerlukan pemeriksaan Covid-19, segera manfaatkan layanan pemeriksaan Covid-19 dari Prosehat. Dapatkan promo ulang tahun 9.9 Prosehat untuk berbagai produk dan layanan imunisasi.

    Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Sauer L. What Is Coronavirus? [Internet]. USA : John Hopkins Medicine. 2021 [updated 2021 May 27; cited 2021 Sep 06].
    2. World Health Organization. Tracking SARS-CoV-2 variants [Internet]. USA : World Health Organization;  [cited 6 September 2021].
    3. Hasibuan L. Seberapa Bahaya Covid Varian Mu Dibandingkan Delta? [Internet]. Indonesia : CNBC Indonesia. 2021 [updated 2021 Sep 04; cited 2021 Sep 06].
    4. Suliman A. Here’s what we know about the mu variant [Internet]. USA : Washington Post. 2021 [updated 2021 Sep 03; cited 2021 Sep 06].
    5. Mediatama G. Ini sifat-sifat virus corona varian Mu yang masuk daftar varian of interest dari WHO [Internet]. Indonesia : Kontan Grahanusa Mediatama. 2021 [updated 2021 Sep 01; cited 2021 Sep 06]
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Setiap hari hoax kesehatan semakin banyak. Untuk melawan hoax, setiap informasi harus dicek terlebih dahulu kepada pihak berkompeten. Hindari terlalu cepat menyebarkan informasi, terutama informasi kesehatan. Saat ini berita hoax atau berita bohong yang belum terbukti kebenarannya dapat ditemukan dimana-mana, terutama jika berkaitan dengan topik […]

    5 Cara Melawan Hoax Kesehatan yang Semakin Banyak Beredar

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Mari Cegah Hoax Kesehatan Menyebar di Masyarakat

    Setiap hari hoax kesehatan semakin banyak. Untuk melawan hoax, setiap informasi harus dicek terlebih dahulu kepada pihak berkompeten. Hindari terlalu cepat menyebarkan informasi, terutama informasi kesehatan.

    Saat ini berita hoax atau berita bohong yang belum terbukti kebenarannya dapat ditemukan dimana-mana, terutama jika berkaitan dengan topik kesehatan dan politik. Hal ini terjadi karena setiap orang dapat menerima ataupun menyebarkan berbagai informasi dengan sangat mudah. Banyak diantara masyarakat  kerap termakan hoax kesehatan sehingga akhirnya membeli obat yang justru berbahaya bagi kesehatan.

    Cara Melawan Hoax Kesehatan

    Agar terhindar dari berita hoax, terutama hoax kesehatan, berikut beberapa tips yang dapat Sahabat Sehat terapkan saat menerima suatu informasi baru tersebut:

    Waspadai Judul Provokatif

    Informasi kesehatan yang benar pasti akan menggunakan judul-judul yang informatif dan berkesan netral dan hanya menyampaikan isi berita. Sementara itu, berita hoax seringkali tersebar dengan menggunakan judul yang sensasional dan provokatif, misalnya menyudutkan pihak tertentu sementara isi kontennya diambil dari berita media resmi yang inti berita nya telah diubah.

    Jika Sahabat Sehat menemukan berita dengan judul yang provokatif, lebih baik mencari  beberapa referensi lain dengan topik berita yang serupa dari website resmi.

    Pastikan Keaslian Alamat Situs

    Jika Sahabat Sehat memperoleh berita atau informasi dari suatu website, sebaiknya  telusuri alamat situs yang disebutkan. Jika informasi bukan berasal dari situs resmi, maka dapat diragukan kepastian informasi tersebut. Setidaknya terdapat sekitar 43.000 situs di Indonesia yang mengaku sebagai portal berita, namun hanya kurang dari 300 situs yang dinyatakan valid.

    Cek Fakta Konten Berita

    Jika menemukan berita yang mencurigakan maka periksa terlebih dahulu dari mana berita tersebut dikutip dan sumbernya. Cermati pula perbedaan antara berita yang dibuat berdasarkan fakta dan opini.

    Fakta merupakan peristiwa yang terjadi dengan adanya kesaksian dan bukti yang terpercaya, sementara opini merupakan pendapat pribadi dari si penulis berita sehingga informasinya cenderung bersifat subjektif.

    Bergabung Dengan Kelompok Diskusi Anti-Hoax

    Kini telah tersedia fitur grup diskusi di media sosial atau diskusikan informasi yang diterima dengan keluarga dan sahabat sehingga Sahabat Sehat mendapatkan informasi dari sudut pandang yang berbeda. Jangan sampai Sahabat Sehat mempercayai hoax kesehatan, lalu menggunakan sesuatu yang ternyata dapat memperburuk keseharan diri sendiri dan keluarga.

    Melaporkan Informasi Hoax

    Jika Sahabat Sehat mencurigai informasi yang diterima merupakan informasi sesat atau Hoax, sebaiknya lakukan beberapa tips berikut :

    Pertama adalah dengan melaporkan berita yang menampilkan informasi sesat tersebut melalui fitur “laporan” pada media sosial tempat berita tersebut ditayangkan.

    Kedua adalah dengan melaporkan konten negatif atau informasi sesat kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan mengirim email ke alamat [email protected]

    Ketiga adalah jika mendapat informasi kesehatan yang meragukan di social media, silahkan mention social media resmi dari pihak yang berkompeten. Misal dokter yang anda kenal, ataupun social media resmi Kementerian Kesehatan ataupun Ikatan Dokter Indonesia.

    dan terakhir adalah dengan tidak ikut meneruskan berita sesat ke orang lain untuk memutus rantai informasi yang sesat.

    Salah satu topik hoax kesehatan yang saat ini banyak beredar adalah masalah Covid-19. Bagi Sahabat Sehat yang ingin mengetahui lebih detail bagaimana cara membasmi Hoax Covid-19, bisa mengikuti webinar berikut ini:

    Webinar Melawan Hoax Covid 19

    Webinar Melawan Hoax Covid 19

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Yunita. Ini Cara Mengatasi Berita “Hoax” di Dunia Maya [Internet]. Indonesia : Kementerian Komunikasi dan Informatika RI; [cited 2021 Aug 24].
    2. Waruwu M. Cara Menyikapi dan Mengatasi Berita Hoax [Internet]. Indonesia : QuBisa; [cited 2021 Aug 24].
    3. IDN Times. 7 Cara Mencegah Berita Hoax Menyebar, Millennials Harus Berkontribusi! [Internet]. Indonesia : IDN Times; [cited 2021 Aug 24].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali hingga 6 September 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menambahkan beberapa wilayah aglomerasi menjadi PPKM level 3, yakni wilayah Malang Raya dan Solo Raya mulai pada tanggal 31 Agustus hingga […]

    PPKM Diperpanjang Sampai 6 September 2021, Ini Ketentuannya

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    ppkm hingga 6 september

    Pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali hingga 6 September 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menambahkan beberapa wilayah aglomerasi menjadi PPKM level 3, yakni wilayah Malang Raya dan Solo Raya mulai pada tanggal 31 Agustus hingga 6 September 2021. Sementara wilayah Semarang Raya turun menjadi PPKM level 2.

    Selain itu, Jokowi di kanal Youtube Sekretariat Presiden juga menyebutkan bahwa tren kasus Covid-19 dalam seminggu terakhir terus menurun, bahkan rata-rata angka bed occupancy (BOR) nasional hampir menyentuh 27 %. Secara keseluruhan, penanganan Covid-19 di wilayah Jawa-Bali semakin membaik. 

    Dari total 51 kabupaten atau kota yang masuk ke dalam wilayah PPKM level 4 kini telah mengalami penurunan menjadi 25 kabupaten atau kota. Sedangkan wilayah yang masuk ke PPKM level 3 sedikit meningkat yaitu dari 67 kabupaten atau kota menjadi 76 kabupaten atau kota. Kemudian, pada level 2 dari 10 kabupaten atau kota menjadi 27 kabupaten atau kota.

    Penyesuaian Aturan PPKM

    Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan beberapa penyesuaian aturan dalam PPKM periode kali ini yaitu :

    Jam Operasional Mall dan Pusat Perbelanjaan

    Pemerintah memberikan perpanjangan jam operasional mal dan pusat perbelanjaan hingga pukul 21.00 dengan kapasitas makan di tempat maksimal sebesar 50%.

    Uji Coba pada Tempat Makan dan Restoran

    Pemerintah akan melakukan uji coba pada 1.000 tempat makan atau restoran di luar mal serta berbagai outlet yang berada di ruang tertutup untuk dapat beroperasi dengan kapasitas 25% di wilayah Surabaya, Bandung, Jakarta, Semarang, dan sekitarnya.

    Operasional Industri dan Pabrik

    Pada industri atau pabrik dengan orientasi domestik (non esensial) ataupun ekspor (esensial), diizinkan beroperasi dengan 100% staf tetapi harus dibagi per shift (minimal 2 shift dalam sehari).

    Namun dari beberapa penyesuaian aturan diatas, Pemerintah tetap memberikan sejumlah syarat yang harus dipenuhi yaitu :

    • Aturan berlaku pada perusahaan yang telah memiliki Izin Operasional dan Mobilisasi Kegiatan Industri (IOMKI).
    • Telah memperoleh rekomendasi dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
    • Menggunakan fitur QR Code Peduli Lindungi.

    Mulai tanggal 7 September 2021, sektor kritikal akan diwajibkan menggunakan QR Code dari aplikasi Peduli Lindungi.

    Daerah PPKM Level 3

    Luhut juga menyebutkan bahwa pada periode PPKM kali ini terdapat beberapa wilayah di Pulau Jawa-Bali yang masuk ke level 3, yaitu wilayah aglomerasi Jabodetabek, Surabaya Raya, Solo Raya, Bandung Raya, dan Bandung Raya. Sedangkan untuk Semarang Raya yang sebelumnya berada di level 3 akan turun ke level 2. 

    Dengan demikian, tinggal tersisa dua wilayah aglomerasi yang saat ini masih berstatus PPKM level 4, yakni Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Bali. Meski begitu, DIY diprediksi akan turun ke level 3 dalam satu pekan kedepan. Sementara itu, wilayah Bali yang masih berada di level 4 juga terus mengalami perbaikan setiap minggu nya dan diperkirakan akan ikut turun ke level 3 dalam beberapa waktu kedepan.

    Tips Menjaga Kesehatan Selama Pandemi Covid-19

    Sahabat Sehat, meski level PPKM di sejumlah daerah telah diturunkan sebaiknya tetap melakukan beberapa tips berikut untuk menjaga kesehatan selama masa pandemi Covid-19 :

    • Menggunakan masker
    • Menghindari kerumunan
    • Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih
    • Menjaga jarak
    • Membatasi mobilisasi
    • Konsumsi buah, sayur dan air putih minimal 2 liter per hari
    • Melakukan olahraga minimal 30 menit per hari atau total minimal 150 menit per minggu
    • Mengikuti vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan Pemerintah,
    • Mengelola stress dengan baik.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai aturan PPKM terbaru yang telah diperpanjang hingga 6 September 2021. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Dzulfaroh A. PPKM Diperpanjang hingga 6 September 2021, Ini Penyesuaian Aturannya [Internet]. Indonesia : Kompas. 2021 [updated 2021 Aug 30; cited 2021 Aug 31]
    2. TribunNews. ATURAN Penyesuaian PPKM yang Diperpanjang hingga 6 September 2021, Ini Wilayah yang Masuk Level 3 [Internet]. Indonesia : Tribun News. 2021 [updated 2021 Aug 31; cited 2021 Aug 31].
    3. Egeham L. Diperpanjang Sampai 6 September 2021, Jabodetabek Berstatus PPKM Level 3 [Internet]. Indonesia : Liputan 6. 2021 [updated 2021 Aug 30; cited 2021 Aug 31].
    Read More
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) wilayah Jawa dan Bali pada 24 sampai 30 Agustus 2021. Namun, kini pemerintah menurunkan status PPKM di beberapa wilayah, dari PPKM level 4 menjadi PPKM level 3. Dengan adanya perubahan level PPKM, tentunya peraturan yang berlaku pun akan berbeda. Penurunan level ini dibuat […]

    Inilah Aturan yang Berlaku Saat PPKM Level 3

    Aturan PPKM Level 3

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) wilayah Jawa dan Bali pada 24 sampai 30 Agustus 2021. Namun, kini pemerintah menurunkan status PPKM di beberapa wilayah, dari PPKM level 4 menjadi PPKM level 3.

    Dengan adanya perubahan level PPKM, tentunya peraturan yang berlaku pun akan berbeda. Penurunan level ini dibuat karena beberapa indikator. Berdasarkan beberapa indikator, pemerintah mempertimbangkan untuk melakukan penyesuaian secara bertahap atas beberapa kegiatan masyarakat.

    Aturan PPKM Level 3

    Dalam aturan PPKM Level 3 yang tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, Level 3, dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di wilayah Jawa dan Bali, antara lain:

    Kegiatan Belajar Mengajar Bisa Dilakukan Tatap Muka

    Pada sebelumnya kegiatan belajar mengajar hanya bisa dilakukan secara daring atau online. Namun, pada Level 3 kini kegiatan belajar mengajar sudah dapat dilakukan dengan tatap muka atau luring. Kegiatan tatap muka bisa dilaksanakan dengan kapasitas maksimal sebesar 50 persen, yang tentunya tetap dengan protokol kesehatan yang ketat.

    Pekerja Sektor Non Esensial 100 Persen WFH

    Pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial pada masa PPKM level 3 masih diberlakukan 100 persen Work From Home (WFH). Sementara sektor esensial bisa beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen saja yang diperuntukkan bagi staf berkaitan dengan pelayanan dan 25 persen bagi pelayanan administrasi perkantoran.

    Warung Makan Maksimal Pengunjung 25 Persen

    Jika sebelumnya warung makan atau restoran tidak memperbolehkan dine in atau makan di tempat, kini kebijakan pada PPKM level 3 sudah memperbolehkan warung makan untuk menerima dine in dengan 25 persen pengunjung. Namun, Sahabat Sehat harus tetap ingat harus menerapkan protokol Kesehatan jika ingin makan di tempat.

    Selain maksimal pengunjung sebanyak 25 persen, dalam aturan PPKM level 3 menyatakan bahwa warung makan tutup pada pukul 20.00 WIB. Ini bisa menjadi notes juga bagi Sahabat Sehat yang ingin keluar rumah mencari makanan ya.

    Mal Dibuka 50 Persen

    Jika sebelum-sebelumnya Sahabat Sehat tidak diperbolehkan ke Mal atau masih dibatasi dengan kapasitas yang lebih kecil. Kini Sahabat Sehat sudah bisa jika ingin pergi ke Mal, karena di dalam aturan PPKM level 3 Mal diperbolehkan buka dengan kapasitas maksimal 50 persen.

    Kemudian, Mal hanya diperbolehkan buka sampai dengan pukul 20.00 WIB waktu setempat. Jika Sahabat Sehat ingin pergi ke Mal tetap harus menerapkan protokol Kesehatan ya, karena hal tersebut juga sudah ada di dalam aturan yang berlaku.

    Tempat Ibadah Dibuka 25 Persen

    Bagi Sahabat Sehat yang ingin melaksanakan ibadah di tempat ibadah masing-masing seperti gereja, masjid, wihara, dan lainnya kalian sudah boleh dating. Di aturan PPKM level 3 ini masyarakat sudah diperbolehkan untuk melakukan kegiatan keagamaan dengan kapasitas maksimal 25 persen dan penerapan protokol Kesehatan yang ketat.

    Transportasi Umum Berkapasitas 70 Persen

    PPKM level 3 sudah memperbolehkan masyarakat untuk menggunakan transportasi umum. Jika sebelumnya kapasitas transportasi umum tidak sampai 70 persen, kini transportasi umum sudah diperbolehkan mengisi penumpang sebanyak 70 persen.

    Resepsi Pernikahan Boleh Diadakan

    Karena ada Pandemi COVID-19 banyak kegiatan dan momen penting jadi terhambat, salah satunya pelaksanaan resepsi pernikahan. Sebelumnya, resepsi pernikahan tidak boleh diadakan karena dinilai dapat menimbulkan klister baru.

    Namun, dalam aturan yang berlaku di PPKM level 3, resepsi pernikahan sudah diperbolehkan dengan maksimal 20 tamu undangan. Serta penyelenggaraan resepsi pernikahan tidak boleh makan di tempat atau dine in.

    Apotek dan Toko Obat Buka 24 Jam

    Walaupun masih banyak pembatasan yang dilakukan pada PPKM level 3 seperti aturan jam tutup. Namun, untuk apotek dan toko obat diperbolehkan buka 24 jam. Hal tersebut dilakukan untuk memudahkan masyarakat.

    Pelaksanaan Kegiatan Sektor Kritikal 100 Persen

    Pelaksanaan kegiatan sektor kritikan seperti kesehatan, keamanan, serta ketertiban pada masa PPKM level 3 bisa beroperasi 100 persen tanpa pengecualian.

    Alasan Penurunan PPKM Level 4 ke Level 3

    Berdasarkan pidato dari Presiden Jokowi, sejak titik puncak kasus pada 15 Juli 2021 lalu, kasus konfirmasi positif terus menurun dan sekarang ini sudah turun sebesar 78 persen. Kemudian, angka kesembuhan secara konsisten lebih tinggi dibandingkan penambahan kasus konfirmasi positif selama beberapa minggu terakhir. Hal tersebut berkontribusi secara signifikan terhadap penurunan keterisian tempat tidur. Saat ini Bed Occupancy Rate (BOR) nasional berada di angka 33 persen.

    Karena beberapa alasan yang sudah disebutkan di atas, maka pemerintah memutuskan mulai 24 Agustus sampai 30 Agustus 2021, beberapa daerah sudah bisa diturunkan level PPKM-nya dari PPKM level 4 ke PPKM level 3.

    Wilayah yang Sudah Berada Pada PPKM Level 3

    Tidak semua wilayah mendapatkan status PPKM Level 3. Beberapa wilayah masih menerapkan PPKM level 4. Adapun wilayah dengan status PPKM Level 3 antara lain adalah:

    1. Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek)
    2. Bandung Raya
    3. Surabaya Raya, dan beberapa kabupaten kota lainnya

    Nah, Sahabat Sehat sudah tahu kan bagaimana aturan ppkm level 3 ini. Walaupun peraturan sudah mulai dilonggarkan, Sahabat Sehat harus tetap hati-hati dan waspada akan virus COVID-19 ya! Pastikan melakukan protokol kesehatan dengan ketat, serta segera lakukan vaksinasi mandiri agar lebih kebal terhadap COVID-19.

    Semoga dengan cara Sahabat Sehat membaca artikel ini bisa menambah wawasan serta pengetahuan Sahabat Sehat di tengah pandemi ini!

    Sumber:

    suara.com. 2021. Apa Beda Aturan PPKM Level 3-4 dan PPKM Darurat?. [online]

    Mediatama, G., 2021. PPKM diperpanjang, aturan PPKM level 4 dan level 3 sedikit diubah. [online] kontan.co.id.

    Media, K., 2021. Ini Aturan Lengkap PPKM Level 3 di Jawa dan Bali hingga 23 Agustus 2021 Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com.

    Asmara, C., 2021. Ini Pertimbangan Jokowi Turunkan Jabodetabek ke PPKM Level 3. [online] CNBC Indonesia.

    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Mewabahnya Covid-19 memaksa kita bersahabat dengan era digital. Kini banyak hal harus dilakukan dari rumah. Termasuk layanan kesehatan. Ya, pola hidup masyarakat kini lebih menghindari tempat ramai dengan tujuan mencegah paparan Covid-19. Pelayanan kesehatan juga mulai dilakukan secara daring atau online, yang […]

    Semudah itu Ternyata Konsultasi dengan Dokter Secara Daring

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Layanan Dokter Secara Online Termasuk Konsultasi Dokter Daring

    Mewabahnya Covid-19 memaksa kita bersahabat dengan era digital. Kini banyak hal harus dilakukan dari rumah. Termasuk layanan kesehatan. Ya, pola hidup masyarakat kini lebih menghindari tempat ramai dengan tujuan mencegah paparan Covid-19. Pelayanan kesehatan juga mulai dilakukan secara daring atau online, yang disebut dengan telemedicine.

    Masih bingung apa yang dimaksud dengan telemedicine dan baru mendengar istilah ini? Yuk kita simak semua hal tentang telemedicine dan layanan kesehatan apa saja yang kini tersedia secara online.

    Apa Itu Layanan Telemedicine?

    Layanan telemedicine dilakukan dengan dasar teknologi yang dimaksudkan untuk memberikan pelayanan jarak jauh sehingga Dokter dapat melakukan pelayanan kesehatan tanpa melakukan pemeriksaan tatap muka. Meskipun layanan telemedicine telah hadir sejak lama, namun karena perubahan era digital ini mungkin banyak diantara Sahabat Sehat yang masih belum terbiasa menggunakannya.1

    Pelayanan kesehatan secara daring dapat menjembatani akses dan penanganan pasien di daerah terpencil.2,3 Tentunya layanan telemedicine ini telah didukung oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization) dan juga Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes).

    Keuntungan Konsultasi Dokter Secara Daring

    Dalam layanan telemedicine mencakup konsultasi kepada dokter secara online, atau biasa kita sebut telekonsultasi. Sahabat Sehat, berikut adalah berbagai keuntungan melakukan konsultasi dengan dokter secara daring atau online:

    Waktu Fleksibel

    Konsultasi secara online atau daring tentu lebih fleksibel jika dilihat dari sisi waktu, dan Sahabat Sehat dapat berkonsultasi dengan dokter kapan saja. Kini layanan konsultasi secara daring tersedia 24 jam sehingga Sahabat Sehat dapat segera mendapatkan penanganan.

    Hemat Biaya

    Dengan berkonsultasi secara daring, Sahabat Sehat dapat menghemat berbagai biaya, seperti biaya transportasi maupun biaya administrasi yang biasanya dikeluarkan jika melakukan pemeriksaan ke rumah sakit maupun klinik.

    Meminimalisir Kontak

    Di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, konsultasi secara daring dengan dokter dapat membantu Sahabat Sehat meminimalisir kontak dengan orang lain di luar rumah.

    Bantuan Saat Darurat

    Konsultasi dengan dokter secara daring merupakan pilihan saat dalam kondisi darurat, sehingga Sahabat Sehat segera mendapatkan penanganan awal.

    Leluasa Bertanya

    Sahabat Sehat umumnya lebih leluasa saat berkonsultasi secara daring, selain itu waktu konsultasi secara daring umumnya lebih lama dibandingkan berkonsultasi dengan dokter secara langsung.

    Pasien Tidak Merasa Malu

    Saat konsultasi daring, Sahabat Sehat lebih leluasa menceritakan keluhan saat ini dibandingkan dengan berkonsultasi secara langsung. Beberapa keluhan yang sensitif, misal seputar keluhan reproduksi maupun konsultasi kesehatan mental dapat diceritakan dengan lebih leluasa. Sahabat Sehat tidak perlu khawatir sebab data akan dirahasiakan.

    Menjangkau Penderita Penyakit Kronis

    Penderita penyakit kronis yang tidak memungkinkan kontrol langsung ke dokter selama masa pandemi Covid-19 dianjurkan menggunakan fitur konsultasi dokter secara daring. Ketika kondisi Sahabat Sehat mengalami perburukan, maka dapat segera memperoleh  penanganan awal.

    Layanan Prosehat

    Seiring dengan perkembangan jaman, Prosehat turut melayani Sahabat Sehat di rumah di masa pandemi. Bagi Sahabat Sehat yang memiliki keluhan maupun membutuhkan produk kesehatan, misal layanan chat dokter, obat, vitamin, imunisasi ke rumah, serta produk kesehatan lainnya dapat memanfaatkan layanan Prosehat yang mempunyai berbagai keunggulan yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian
    • Chat dokter tanpa perlu install aplikasi

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai kemudahan berkonsultasi secara daring. Jika Sahabat Sehat membutuhkan pelayanan kesehatan, segera manfaatkan layanan Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Karisma N. 8 Tips bagi Dokter Lakukan Konsultasi Online dengan Mudah [Internet]. Indonesia : Lifepack. 2020 [updated 2020 Sep 21; cited 2021 August 16].
    2. Hadian Rahim A. Edukasi Masyarakat Menggunakan Digital Platform [Internet]. Indonesia : Kemkes.go.id; [cited 2020 April 23].
    3. Patriella Y. Payung Hukum Aplikasi Kesehatan Online Mendesak [Internet].  Bisnis.com; [cited 24 April 2020].
    4. P Sunjaya A. Potensi, Aplikasi dan Perkembangan Digital Health di Indonesia. Fakultas Kedokteran, Universitas Tarumanagara, Jakarta. 
    5. Hairunnisa. Keuntungan Konsultasi Dokter Online Chat di Era Pandemi [Internet]. Indonesia : Lifepack. 2021 [updated 2021 April 24; cited 2021 Aug 16].
    6. Whelan C. Telemedicine Benefits: 17 Advantages for Patients and Doctors [Internet]. USA : Healthline. 2020 [updated 2020 Nov 09; cited 2021 Aug 16].
    Read More
  • Ditulis Oleh: Dr. Jesica Chintia Dewi Kini metode pemeriksaan PCR kumur dapat menjadi alternatif bagi Sahabat Sehat yang takut dengan pemeriksaan usap (swab). Metode PCR kumur diklaim akurat. Bagi yang mau mencoba metode PCR ini maka harus bersabar karena per 27 Juli 2021 ini masih dalam tahap peninjauan Kemenkes. Walaupun demikian, peminat metode PCR kumur […]

    Takut Hidung Dicolok? Tenang Sekarang Sudah Ada PCR Kumur

    Ditulis Oleh: Dr. Jesica Chintia Dewi

    PCR Kumur atau Gargling Menjadi Solusi Terbaik Bagi yang Takut Terhadap Test Usap

    Kini metode pemeriksaan PCR kumur dapat menjadi alternatif bagi Sahabat Sehat yang takut dengan pemeriksaan usap (swab). Metode PCR kumur diklaim akurat. Bagi yang mau mencoba metode PCR ini maka harus bersabar karena per 27 Juli 2021 ini masih dalam tahap peninjauan Kemenkes. Walaupun demikian, peminat metode PCR kumur ternyata cukup banyak, mengingat proses pengambilan sampel yang mudah.

    PCR merupakan singkatan dari Polymerase Chain Reaction. Pemeriksaan PCR merupakan pemeriksaan laboratorium yang bermanfaat untuk mendeteksi ada atau tidaknya materi genetik dari bakteri, ataupun virus tertentu. Saat ini pemeriksaan PCR banyak digunakan untuk mendeteksi materi genetik virus SARS-COV-2 pada tubuh seseorang.

    Perbedaan Test Swab Antigen dengan Test PCR

    Untuk membantu menegakkan diagnosa pada kasus Covid-19, dapat dilakukan pemeriksaan penunjang yang meliputi pemeriksaan swab PCR dan swab Antigen. Walaupun sama-sama mengambil sampel melalui usap hidung-tenggorokan (nasofaring), faktanya kedua jenis test ini berbeda.

    Metode Pemeriksaan Sampel

    Pemeriksaan PCR bermanfaat untuk mendeteksi materi genetik (RNA) virus SARS-COV-2, sehingga hasil yang didapatkan lebih akurat dan efisien. Pemeriksaan PCR dapat mendeteksi infeksi Covid- 19 sebelum Sahabat Sehat menunjukan gejala sehingga dapat segera melakukan isolasi mandiri.

    Sementara itu, pemeriksaan swab Antigen bermanfaat untuk mendeteksi keberadaan protein virus Covid-19. Pemeriksaan swab Antigen akan memberikan hasil yang tepat ketika masa infeksi sudah berada di puncaknya.

    Kekurangan pemeriksaan swab Antigen adalah tidak terlalu sensitif, terutama jika pemeriksaan dilakukan saat masih di tahap awal infeksi. Oleh sebab itu, apabila Sahabat Sehat mengalami gejala spesifik Covid-19, namun hasil pemeriksaan swab Antigen menunjukkan non reaktif, maka sangat disarankan untuk melakukan konfirmasi melalui pemeriksaan swab PCR.

    Harga dan Kecepatan Mendapatkan Hasil Test

    Pemeriksaan swab Antigen memiliki berbagai kelebihan, yaitu harganya murah dan hasilnya cepat (hanya membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit). Namun hingga kini, pemeriksaan swab PCR merupakan pemeriksaan baku untuk melihat tingkat infeksi Covid-19. Sayangnya pemeriksaan melalui metode swab PCR membutuhkan biaya yang lebih besar dibandingkan pemeriksaan swab Antigen.

    Pemeriksaan swab PCR menggunakan sampel lendir yang diambil dari usapan tenggorokan (orofaring) maupun lendir yang diambil dari perbatasan antara hidung dengan tenggorokan (nasofaring), lalu sampel dianalisis dengan menggunakan alat PCR di laboratorium. Tidak jarang Sahabat Sehat mengeluhkan rasa sakit dan tidak nyaman ketika prosedur pengambilan sampel, oleh sebab itu diciptakanlah pemeriksaan PCR baru dengan menggunakan metode kumur untuk mengambil sampel dan diperiksa di laboratorium.

    Lebih Nyaman dengan PCR Kumur

    Dibandingkan dengan pemeriksaan PCR yang biasanya dilakukan dengan mengambil sampel usapan (swab) tenggorok ataupun hidung, pemeriksaan PCR kini akan semakin lebih nyaman dan mudah karena sampel diambil dari hasil kumur Sahabat Sehat yang dicurigai terinfeksi Covid-19.

    Pemeriksaan PCR kumur juga diharapkan dapat dilakukan di area non-medis, namun tetap diawasi oleh tenaga medis yang bertujuan untuk mengurangi kerumunan saat dilakukan proses pemeriksaan.

    Langkah Tes PCR kumur

    Pemeriksaan PCR kumur dinilai lebih praktis dan cepat. Nah Sahabat Sehat, berikut adalah langkah yang dilakukan untuk mengambil sampel pemeriksaan PCR kumur :

    1. Tenaga kesehatan akan memberikan larutan garam untuk berkumur.
    2. Sahabat Sehat berkumur selama minimal 45 detik dengan air garam tersebut.
    3. Hasil kumur dimasukkan kedalam tabung yang telah disediakan.
    4. Sampel yang telah dikumpulkan akan dibawa ke laboratorium untuk dianalisis lebih lanjut.

    Persiapan Sebelum Tes PCR Kumur

    Sahabat Sehat, dalam 30 menit sebelum melakukan pemeriksaan PCR Kumur sebaiknya hindari beberapa hal berikut :

    • Makan dan minum
    • Menggosok gigi
    • Menggunakan obat kumur
    • Mengunyah permen karet
    • Menghisap antiseptik mulut
    • Merokok

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai pemeriksaan PCR kumur. Namun sayangnya, pemeriksaan ini masih dipertimbangkan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia karena masih diperlukan berbagai penelitian lebih lanjut.
    Jika Sahabat Sehat ingin melakukan pemeriksaan Covid-19, segera manfaatkan layanan Prosehat dan Klinik Kasih. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :
    Covid Portal. Difference between RT-PCR test, Rapid antigen test and antibody test · Covid Portal [Internet]. Czechia: Covid Portal. 2021 [updated 2021 June 30; cited 2021 July 08]
    Hoffmann C. Diagnostic Tests and Procedures [Internet]. USA : Covid Reference; [cited 2021 July 08].
    McLennan M. Implementing saline gargle sample collection for COVID-19 testing. British Columbia Medical Journal. 2020 Dec; 62 (10): 384-5.
    University of Arizona. PCR Saline Gargle Test [Internet]. USA : University of Arizona; [cited 2021 July 08].
    India Today. What is Saline Gargle RT-PCR test approved by ICMR for Covid testing? [Internet]. India : India Today. 2021 [updated 2021 May 30; cited 2021 July 08].
    Puspita R. Kemenkes Belum Pertimbangkan PCR Kumur untuk Telusur Kasus[Internet]. Indonesia : Republika Online. 2021 [updated 2021 July 08; cited 2021 July 08].

    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sahabat Sehat, Pemerintah mengumumkan bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diperpanjang hingga 25 Juli 2021. Hal ini dilakukan guna menekan lonjakan kasus virus Covid-19 yang belum juga reda hingga kini. Oleh sebab itu, Pemerintah akan menerbitkan dua aturan baru sebagai landasan hukum […]

    PPKM Darurat Diperpanjang? Pemerintah Siapkan Skenario Terburuk

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat

    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    PPKM Mikro

    Sahabat Sehat, Pemerintah mengumumkan bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diperpanjang hingga 25 Juli 2021. Hal ini dilakukan guna menekan lonjakan kasus virus Covid-19 yang belum juga reda hingga kini. Oleh sebab itu, Pemerintah akan menerbitkan dua aturan baru sebagai landasan hukum penerapan kebijakan tersebut. 

    Dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No.22 Tahun 2021 yang berisi aturan perpanjangan PPKM Darurat bagi Wilayah Jawa dan Bali,  wilayah Jawa-Bali kini telah ditetapkan sebagai PPKM Level 4. Sementara Inmendagri No.23 tahun 2021 mengatur perihal perpanjangan PPKM Mikro untuk wilayah di 27 Provinsi lainnya. Nah Sahabat Sehat, bagaimana aturan PPKM terbaru ? Mari simak penjelasan berikut.

    Apa Kata Epidemiolog?

    Menurut ahli Epidemiolog Universitas Griffith, Dicky Budiman, PPKM darurat di Indonesia harus diperpanjang sebab situasi di Indonesia kini dinilai tidak terkendali dengan angka kasus harian yang melebihi 10% dan tingkat pertumbuhan kasus Covid-19 yang masih sangat tinggi. 

    Selain itu, kini Indonesia tengah mengalami krisis di fasilitas kesehatan dengan angka kematian Covid-19 yang cukup tinggi. Maka PPKM darurat dianjurkan untuk dievaluasi setiap dua minggu sekali dan setidaknya harus diterapkan selama enam minggu kedepan.

    PPKM Darurat Kembali Berlaku Mulai 21-25 Juli 2021

    Belum terdapat perubahan yang signifikan pada ketentuan PPKM Darurat dan PPKM Mikro. Pemerintah masih menggunakan pembatasan kegiatan seperti tertera pada aturan sebelumnya, yaitu :

    • Bagi perkantoran di sektor non esensial memberlakukan kerja dari rumah sebesar 100%, sedangkan untuk sektor esensial hanya diperbolehkan karyawan bekerja dari kantor sebesar 50%. Sementara itu, bagi sektor kritikal diizinkan beroperasi 100%.
    • Kegiatan belajar-mengajar hanya diizinkan dilakukan secara daring. 
    • Tempat ibadah dilarang melakukan ibadah berjamaah selama masa PPKM Darurat.
    • Kegiatan-kegiatan yang dapat memicu kerumunan, termasuk pesta pernikahan tidak diperkenankan untuk sementara ini.
    • Penutupan pusat perbelanjaan, kecuali supermarket, restaurant dan pasar swalayan. Pemerintah hanya mengizinkan pasar swalayan, supermarket, pasar tradisional, dan toko kelontong yang menjual kebutuhan sehari-hari untuk tetap beroperasi hingga pukul 8 malam dengan penerapan 50% pengunjung.
    • Pemberlakuan kartu vaksinasi Covid-19 sebagai syarat perjalanan jarak jauh di dalam negeri, yang turut dilengkapi dengan hasil tes PCR bagi penumpang pesawat terbang.

    Pada PPKM Mikro pembatasan kegiatan sedikit lebih longgar dibanding dengan PPKM Darurat, seperti contohnya pada sektor non esensial hanya mewajibkan pekerja untuk bekerja dari rumah sebanyak 75%.

    Target Pemeriksaan Covid-19 Per Hari

    Pemerintah mewajibkan untuk melakukan pemeriksaan Covid-19 setiap hari di seluruh daerah di Indonesia. Target yang ditetapkan Pemerintah adalah 324.283 tes per hari untuk 122 kabupaten/kota yang menerapkan PPKM Darurat dalam wilayah Jawa-Bali. Jika kasus Covid-19 mengalami penurunan selama masa PPKM Darurat, maka Pemerintah akan melakukan pelonggaran pembatasan kegiatan secara bertahap pada tanggal 26 Juli 2021.

    Pemerintah Siapkan Skenario Terburuk

    Meski PPKM darurat diperpanjang, Pemerintah telah menyiapkan ‘skenario terburuk’ untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, yaitu dengan menambah fasilitas pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan oksigen, dan penyediaan obat-obatan. 

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai perpanjangan PPKM darurat yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Untuk menurunkan penularan Covid-19, mari ikuti anjuran Pemerintah untuk dirumah saja serta terapkan protokol kesehatan 5M yaitu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilisasi. 

    Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama dirumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter Prosehat 24 jam. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa 

    Refensi:

    1. Putri G. Epidemiolog: Bukan Mungkin Lagi, PPKM Darurat Harus Diperpanjang [Internet]. Indonesia : Kompas. 2021 [updated 2021 July 1; cited 2021 July 21]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/07/14/110200923/epidemiolog-bukan-mungkin-lagi-ppkm-darurat-harus-diperpanjang?page=all 
    2. BBC News Indonesia. PPKM Darurat ‘dibuka bertahap’ pada 26 Juli, namun ada syaratnya [Internet]. Indonesia : BBC News Indonesia. 2021 [updated 2021 July 14; cited 2021 July 21].  Available from: https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-57815981 

    CNN Indonesia. PPKM Darurat Diperpanjang, Pemerintah Terbitkan Dua Aturan [Internet]. Indonesia : CNN Indonesia. 2021 [updated 2021 July 21; cited 2021 July 21]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210721071205-20-670080/ppkm-darurat-diperpanjang-pemerintah-terbitkan-dua-aturan

    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sahabat Sehat, tanggal 29 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Keluarga Nasional. Pada tahun ini, tema Hari Keluarga Nasional adalah “Keluarga Keren Cegah Stunting”. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo mengungkapkan bahwa tema tahun ini diangkat atas kekhawatiran akan kualitas generasi masa mendatang. Data […]

    Hari Keluarga Nasional, Keluarga Keren Cegah Stunting

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    asuransi kesehatan keluarga terbaik, asuransi kesehatan keluarga, asuransi kesehatan keluarga Indonesia, asuransi kesehatan Prosehat, asuransi kesehatan keluarga Prosehat, proteksi kesehatan, proteksi kesehatan keluarga terbaik, proteksi kesehatan keluarga Prosehat

    Sahabat Sehat, tanggal 29 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Keluarga Nasional. Pada tahun ini, tema Hari Keluarga Nasional adalah “Keluarga Keren Cegah Stunting”. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo mengungkapkan bahwa tema tahun ini diangkat atas kekhawatiran akan kualitas generasi masa mendatang. Data Survei Status Gizi Balita Indonesia pada tahun 2019 menyebutkan bahwa angka stunting di Indonesia mencapai 27,67 %. Angka tersebut disebabkan oleh faktor kekurangan gizi pada bayi. Nah Sahabat Sehat, apa yang dimaksud dengan “Sunting”? mari simak penjelasan berikut.

    Apa Itu Stunting ?

    Stunting adalah masalah kekurangan gizi kronis yang menyebabkan gangguan pertumbuhan anak akibat kekurangan gizi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah dilahirkan. Umumnya stunting baru terlihat setelah bayi berusia 2 tahun. 

    Penyebab Stunting

    Sahabat Sehat, stunting disebabkan oleh berbagai faktor yaitu :

    • Kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi, baik sebelum dan selama masa kehamilan, serta setelah ibu melahirkan. 
    • Masih terbatasnya layanan kesehatan termasuk pelayanan Antenatal Care (pelayanan kesehatan untuk ibu selama masa kehamilan), Postnatal Care (pelayanan kesehatan setelah ibu melahirkan) dan pembelajaran dini anak yang berkualitas misal pendidikan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)
    • Masih kurangnya akses rumah tangga atau keluarga akan makanan bergizi seimbang. Tercatat 1 dari 3 orang ibu hamil mengalami anemia akibat kurang nya asupan makanan bergizi seimbang
    • Kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi. Hingga kini masih ada 1 dari 5 rumah tangga di Indonesia yang masih buang air besar (BAB) di ruang terbuka, serta 1 dari 3 rumah tangga belum memiliki akses ke air minum bersih.

    Angka Stunting di Indonesia

    Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan penurunan prevalensi stunting balita di tingkat nasional sebesar 6,4% selama periode 5 tahun yaitu dari 37,2% di tahun 2013 menjadi 30,8% di tahun 2018. Tercatat satu dari empat anak yang lahir di Indonesia mengalami stunting. Kini Indonesia berada pada posisi ke-5 dalam daftar negara yang memiliki kasus stunting terbanyak di dunia. 

    Dampak Anak Stunting

    Anak yang mengalami stunting memiliki kesulitan untuk belajar dan bermain. Hal ini turut berdampak pada kualitas kesehatan anak di masa depan.  Bayi dibawah usia dua tahun yang mengalami stunting dapat memiliki tingkat kecerdasan yang tidak maksimal, sehingga anak menjadi lebih rentan terhadap penyakit dan di masa depan dapat beresiko pada menurunnya tingkat produktivitas. 

    Secara tidak langsung stunting dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan ketimpangan sosial. BKKBN telah melakukan intervensi untuk menurunkan kasus stunting di Indonesia yang dimulai dari persiapan calon pengantin dan 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) pada masa ibu hamil hingga pasca persalinan.

    Cara Mencegah Stunting

    Mengingat cukup pentingnya masalah stunting, Sahabat Sehat sebaiknya melakukan beberapa hal berikut untuk mencegah stunting :

    • Melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur.
    • Menghindari asap rokok dan mencukupi asupan nutrisi selama masa kehamilan, misalnya buah, sayur, asupan tablet zat besi, asam folat, dan yodium
    • Melakukan pemeriksaan rutin ke dokter atau pusat pelayanan kesehatan lainnya untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, yaitu setiap bulan ketika anak berusia 0 sampai 12 bulan, setiap 3 bulan ketika anak berusia 1 sampai 3 tahun, setiap 6 bulan ketika anak berusia 3 sampai 6 tahun, dan setiap tahun ketika anak berusia 6 sampai 18 tahun
    • Mengikuti program imunisasi terutama imunisasi dasar.
    • Memberikan ASI eksklusif hingga anak berusia 6 bulan 

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai hari keluarga nasional yang tahun ini mengambil tema “Keluarga Keren Cegah Stunting” serta berbagai cara mencegah stunting. Jika Sahabat Sehat mengalami keluhan selama dirumah atau ingin berkonsultasi perihal kondisi kesehatan anak, segera manfaatkan layanan Chat Dokter Prosehat. 

    Info lebih lengkap silahkan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Hadi A. Tema dan Logo Hari Keluarga Berencana Nasional 29 Juni [Internet]. Indonesia : Tirto. 2021 [updated 2021 June 27; cited 2021 June 29]. Available from : https://tirto.id/tema-dan-logo-hari-keluarga-berencana-nasional-29-juni-ghgq
    2. Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. 100 Kabupaten/Kota  Prioritas Untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting). Edisi 1. Indonesia : Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia; 2017.
    3. Tobarasi I. Kenali Stunting dan Cara Pencegahannya [Internet]. Indonesia : RS Awal Bros; [cited 2021 June 29]. Available from : http://awalbros.com/anak/kenali-stunting-dan-cara-pencegahannya/
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sahabat Sehat, saat ini angka Covid-19 melonjak kembali. Belajar dari pengalaman tahun lalu, dampak psiko trauma yang diakibatkan oleh Covid-19 dirasakan baik oleh masyarakat maupun para tenaga kesehatan.  Menurut Presidium MER-C dr Yogi Prabowo, media sosial berperan besar dalam menyebarkan keresahan dan ketakutan […]

    Isolasi Mandiri Aman dan Nyaman Bagi Penderita Covid-19

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat

    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    isolasi mandiri covid-19

    Sahabat Sehat, saat ini angka Covid-19 melonjak kembali. Belajar dari pengalaman tahun lalu, dampak psiko trauma yang diakibatkan oleh Covid-19 dirasakan baik oleh masyarakat maupun para tenaga kesehatan. 

    Menurut Presidium MER-C dr Yogi Prabowo, media sosial berperan besar dalam menyebarkan keresahan dan ketakutan di masyarakat terhadap Covid-19. Yogi menambahkan, salah satu hal yang dilupakan adalah melakukan Isolasi Mandiri Terpantau (Isomantau) yang telah terbukti aman dan nyaman untuk pasien dan tenaga kesehatan.

    Berikut panduan melakukan isolasi mandiri di rumah, yang dapat Sahabat Sehat terapkan:

    Isolasi Mandiri Di Rumah Terpantau (ISOMANTAU)

    Bagi Sahabat Sehat yang telah dinyatakan terinfeksi Covid-19 baik tanpa gejala atau dengan gejala ringan dan merasa lebih nyaman melakukan pemulihan di rumah, Sahabat Sehat dapat melakukan isolasi mandiri dengan pemantauan rumah sakit maupun fasilitas kesehatan terdekat. Sahabat Sehat dapat melakukan konsultasi dengan dokter secara daring. Isomantau ini dapat Sahabat Sehat lakukan apabila keadaan memungkinkan, seperti:

    • Memiliki ruangan tersendiri. 

    Jika Sahabat Sehat tinggal di rumah dua lantai, maka Isomantau dapat dilakukan di lantai yang terpisah dengan anggota keluarga lainnya. Namun, apabila Sahabat Sehat memiliki rumah satu lantai, maka Isomantau dapat dilakukan dalam kamar. Sebaiknya pilihlah kamar yang berventilasi baik (memiliki jendela dan aliran udara baik), serta tetap menggunakan masker selama menjalani Isomantau.

    • Tidak melakukan kontak langsung dengan orang serumah terutama yang memiliki risiko tinggi seperti bayi, orang tua berusia lanjut, orang yang memiliki imunitas rendah, ataupun orang dengan riwayat penyakit komorbid.

    Baca Juga : Isolasi Mandiri Covid-19

    Siapa Saja yang Harus Melakukan Isolasi Mandiri Dirumah?

    Jika Sahabat Sehat memiliki gejala berikut, maka disarankan untuk melakukan isolasi mandiri dirumah :

     

    • Batuk, pilek, radang tenggorokan, demam lebih dari 38,50 Celcius atau memiliki riwayat kontak langsung dengan pasien terkonfirmasi menderita Covid-19.

     

    • Baru saja melakukan perjalanan luar kota atau negara yang memiliki kasus Covid-19 dalam 14 hari terakhir.
    • Orang yang telah disarankan oleh petugas kesehatan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.

    Baca Juga : Catat Daftar Lokasi dan Tarif Isolasi Mandiri di Hotel dan Rumah Sakit

     

     

    Kapan Selesai Isolasi Mandiri ?

    Menurut Kementerian Kesehatan, terdapat 3 kriteria yang dapat Sahabat Sehat jadikan acuan untuk menentukan berakhirnya masa isolasi mandiri yaitu :

    Kriteria PCR

    Isolasi mandiri dianggap selesai apabila telah memenuhi kriteria tes swab PCR, terutama bagi Sahabat Sehat yang mengalami gejala berat. Setelah menjalankan isolasi mandiri di rumah selama minimal 10 hari dan 3 hari tanpa gejala, Sahabat Sehat perlu kembali melakukan tes swab PCR.

    Bagi Sahabat Sehat yang tidak memiliki gejala atau bergejala ringan hingga sedang, misalnya sakit tenggorokan, batuk, dan pilek maka Sahabat Sehat tidak perlu melakukan tes swab PCR ulang di akhir masa isolasi mandiri. 

    Kriteria Gejala dan Waktu

    Bagi Sahabat Sehat yang menderita Covid-19 namun tidak memiliki gejala apapun maka disarankan melakukan isolasi mandiri minimal selama 10 hari. Sedangkan bagi Sahabat Sehat yang menderita Covid-19 dengan gejala ringan, maka harus melaksanakan isolasi mandiri minimal 10 hari ditambah 3 hari tanpa gejala sejak pertama kali muncul gejala. 

    Produk Terkait : KASIH Pemeriksaan Swab Antigen ke Rumah

    Sesuai Anjuran Dokter

    Menurut juru bicara Vaksin Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi, Sahabat Sehat tidak diperkenankan mengakhiri waktu isolasi mandiri tanpa persetujuan dokter. Meskipun Sahabat Sehat melakukan isolasi mandiri di rumah, sebaiknya tetap berkonsultasi dengan dokter.

    Tips Menjaga Kesehatan Di Rumah

    Selama menjalani isolasi mandiri, Sahabat Sehat sebaiknya tetap melakukan beberapa tips berikut :

    1. Selalu gunakan masker, dan menerapkan etika ketika batuk dan bersin
    2. Mencuci tangan setiap kali menggunakan atau menyentuh benda
    3. Menjaga kebersihan rumah seperti gagang pintu, telepon genggam, tombol lampu, remote TV, dan sebagainya.
    4. Menggunakan alat makan, perlengkapan mandi, perlengkapan ibadah dan perlengkapan tidur sendiri atau terpisah dengan anggota keluarga lainnya
    5. Istirahat yang cukup, sekitar 7-8 jam sehari. 
    6. Konsumsi buah dan sayur yang cukup
    7. Rutin berjemur dibawah sinar matahari secara langsung, minimal 10-15 menit setiap hari sebelum jam 9 pagi atau setelah jam 3 sore.
    8. Hindari merokok dan minuman beralkohol.
    9. Berolahraga secara rutin dengan intensitas ringan-sedang.
    10. Menjaga jarak dengan orang lain minimal satu meter dan hindari kerumunan.
    11. Memantau suhu tubuh dan kadar oksigen dalam tubuh dengan termometer dan oksimeter, minimal dua kali sehari.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai isolasi mandiri yang dapat Sahabat Sehat lakukan dirumah. Jika Sahabat Sehat ada keluhan selama dirumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. World Health Organization. Advice for the public on COVID-19 [Internet]. USA : World Health Organization.  [online]. 2021 [updated 2021 June 07; cited 2021 June 21]. Available from : https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
    2. Permana F. Isolasi Mandiri Terpantau Kurangi Tingkat Stres Nakes [Internet]. Indonesia : Republika. 2021 [updated 2021 June 20; cited 2021 June 21]. Available from: https://www.republika.co.id/berita/quzqu0483/isolasi-mandiri-terpantau-kurangi-tingkat-stres-nakes 
    3. Dewi B. 5 Langkah Menjaga Kesehatan Tubuh agar Merdeka dari Penyakit [Internet]. Indonesia : Kompas. 2020 [updated 2020 Aug 15; cited 2021 June 21]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/08/15/235838120/5-langkah-menjaga-kesehatan-tubuh-agar-merdeka-dari-penyakit?page=all 
    4. Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Protokol Isolasi Mandiri Covid-19 [Internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan. 2020 [updated 2020 March 26; cited 2021 June 21]. Available from: http://www.p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/dki-jakarta/protokol-isolasi-mandiri-covid-19
    5. Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Panduan Isolasi Mandiri Di Rumah Terpantau. Jakarta : Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo; 2021
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sahabat Sehat, baru-baru ini WHO (World Health Organization) menetapkan penamaan yunani untuk varian virus Covid-19. Penamaan ini tentu memudahkan bagi setiap orang untuk menyebut dan mengingat nama varian Covid-19. Lantas apa saja penamaan yunani varian Covid-1-9 tersebut ? Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut ! Kenapa Penamaan […]

    Ngopi Santuy Eps 11 : 10 Penamaan Yunani Varian Covid-19

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    varian baru virus corona E484K

    Sahabat Sehat, baru-baru ini WHO (World Health Organization) menetapkan penamaan yunani untuk varian virus Covid-19. Penamaan ini tentu memudahkan bagi setiap orang untuk menyebut dan mengingat nama varian Covid-19. Lantas apa saja penamaan yunani varian Covid-1-9 tersebut ? Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut !

    Kenapa Penamaan Varian Covid-19 Diubah ?

    Pada acara Ngopi Santuy yang disiarkan melalui kanal Instagram Prosehat, dr. Gita Permatasari mengungkapkan bahwa penamaan yunani yang ditetapkan oleh WHO telah melalui konsultasi dan pertimbangan oleh sejumlah pakar. Penamaan berikut disebut sebagai Variants of Interest atau Variants of Concern. Penamaan ini tidak menggantikan nama yang sebelumnya sudah ada, yaitu penamaan virus Covid-19 yang telah ditetapkan oleh GISAID (Global Initiative on Sharing All Influenza Data), Nextstrain, dan PANGO (Phylogenetic Assignment of Named Global Outbreak Lineages).

    Penamaan baru varian Covid-19 turut dipengaruhi karena banyaknya masyarakat yang sulit mengingat serta menyebut nama varian Covid-19 sebelumnya. Selain itu, di beberapa tempat telah muncul kelompok rasisme anti asia sebagai dampak pandemi dan dikaitkan dengan Covid-19 yang pertama kali muncul di Wuhan, China. Maria Van Kerkhove, seorang epidemiologi WHO menghimbau agar tidak ada satupun negara yang menerima stigma negatif karena mendeteksi dan melaporkan varian Covid-19. 

     

    Penamaan Yunani Varian Covid-19

    Sahabat Sehat, berikut adalah penamaan yunani varian Covid-19 yang termasuk dalam varian of concern :

    Varian Alpha

    Nama baru ini disematkan pada varian virus Covid-19 yang terdeteksi pertama kali di Inggris pada Desember 2020. Sebelumnya varian Alpha disebut sebagai B.1.1.7. 

    Varian Beta

    Varian Beta pertama kali dideteksi di Afrika Selatan pada Oktober 2020 dan merupakan salah satu varian virus Covid-19 yang paling mengkhawatirkan sebab berpotensi mempengaruhi kemanjuran vaksin Covid-19 yang ada saat ini. Sebelumnya varian Beta dikenal dengan nama varian B.1.351.

    Varian Gamma

    Varian Gamma atau sebelumnya disebut sebagai varian P.1, telah dideteksi di Brazil pada November 2020 dan turut diduga membawa mutasi virus Covid-19 E484K.

    Varian Delta

    Varian Delta atau sebelumnya disebut varian B.1.617.2 ditemukan pertama kali di India pada Oktober 2020. Varian Delta dianggap lebih menular dengan tingkat penyebaran yang lebih cepat. Tercatat varian Delta telah menyebar ke sejumlah wilayah di Indonesia, diantaranya DKI Jakarta.

     

    Sahabat Sehat, selanjutnya adalah varian virus yang termasuk dalam variant of interest, diantaranya adalah :

    Varian Epsilon

    Varian Epsilon atau sebelumnya dikenal dengan nama B.1.427/B.1.429 ditemukan pertama kali di Amerika Serikat pada Maret 2020, dan ditunjukkan pada 5 Maret 2021.

    Varian Zeta

    Varian Zeta atau sebelumnya dikenal sebagai P.2, dideteksi pertama kali di Brazil pada April 2020 dan ditunjukkan pada 17 Maret 2021.

    Varian Eta

    Varian Eta sebelumnya dikenal sebagai B.1.525, telah ditemukan di banyak negara pada Desember 2020. Varian Eta memiliki beberapa mutasi pada gen protein lonjakan termasuk E484 K. Meski demikian hingga kini belum ada bukti bahwa Varian Eta lebih cepat menular atau menyebabkan kondisi berat. 

    Varian Theta

    Varian Theta atau disebut juga P.3, telah ditemukan di Filipina pada Januari 2021. Dr. Gita Permatasari mengungkapkan bahwa belum ada cukup bukti ilmiah perihal karakter varian Theta, meski demikian disinyalir lebih menular dibandingkan versi asli virus Covid-19.

    Varian Iota

    Varian Iota atau disebut juga B.1.526, telah ditemukan di Amerika Serikat pada November 2020. Hingga kini belum diketahui tingkat penularan varian Iota dibandingkan dengan versi asli virus Covid-19.

    Vartian Kappa

    Varian Kappa atau disebut juga B.1.617.1, merupakan varian kedua yang ditemukan di India dan mengandung mutasi ganda. Di antara lebih dari 2,7 juta kasus Covid-19 di India, sub-garis keturunan B.1.617.1 dan B.1.617.2 ini ditemukan pada 21% dan 7% dari total semua sampel. Kedua varian tersebut menunjukkan berkurangnya kerentanan terhadap antibodi yang dihasilkan oleh vaksin Covid-19.

     

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai 10 penamaan yunani varian virus Covid-19 yang telah dibahas pada acara Ngopi Santuy Prosehat. Mari Sahabat Sehat ikuti acara Ngopi Santuy yang disiarkan setiap hari Jumat pukul 16.00 WIB di kanal Instagram Prosehat bersama dr. Gita Permatasari. 

    Bagi Sahabat Sehat yang ingin melakukan konsultasi lebih lanjut perihal Covid-19, segera manfaatkan layanan Chat Dokter Prosehat. Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Kontan. Inilah 10 varian baru virus corona hasil mutasi, kenali gejala dan cara mencegahnya [Internet]. Indonesia : Kontan. 2021 [updated 2021 June 10; cited 2021 June 18]. Available from : https://kesehatan.kontan.co.id/news/inilah-10-varian-baru-virus-corona-hasil-mutasi-kenali-gejala-dan-cara-mencegahnya?page=all
    2. Dewi R. Dari Alpha sampai Lambda, Ini Nama dan Varian Lengkap SARS-CoV-2 [Internet]. Indonesia : Kompas. 2021 [updated 2021 June 17; cited 2021 June 18]. Available from : https://www.kompas.com/tren/read/2021/06/17/203200365/dari-alpha-sampai-lambda-ini-nama-dan-varian-lengkap-sars-cov-2?page=all.
    3. Permatasari G. Ngopi Santuy Episode 11 : 10 Varian Covid-19 dan Penamaan Yunaninya [Video]. 2021. Available from : https://www.instagram.com/tv/CQQbLJmilhT/?utm_medium=share_sheet  [Accessed 2021 June 18]
    Read More
Chat Asisten Maya
di Prosehat.com