Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 201–210 of 1354 results

  • Kanker serviks merupakan jenis kanker keempat terbanyak di dunia yang dialami wanita. Pada tahun 2018, diestimasikan 570.000 wanita didiagnosa kanker serviks dan sekitar 311.000 wanita meninggal karena kanker tersebut. Hampir 99% kanker serviks dihubungkan dengan human papilloma virus (HPV), sebuah virus yang sangat mudah menular saat kontak seksual. Saat terinfeksi virus tersebut, wanita jarang mengalami […]

    Mengenal Pemeriksaan IVA Untuk Deteksi Kanker Serviks

    Kanker serviks merupakan jenis kanker keempat terbanyak di dunia yang dialami wanita. Pada tahun 2018, diestimasikan 570.000 wanita didiagnosa kanker serviks dan sekitar 311.000 wanita meninggal karena kanker tersebut.

    Hampir 99% kanker serviks dihubungkan dengan human papilloma virus (HPV), sebuah virus yang sangat mudah menular saat kontak seksual. Saat terinfeksi virus tersebut, wanita jarang mengalami keluhan dan dapat sembuh sendiri. Tetapi apabila terjadi infeksi berulang, maka dapat menyebabkan kanker serviks.

    Mengenal Pemeriksaan IVA Untuk Deteksi Kanker Serviks

    Mengenal Pemeriksaan IVA Untuk Deteksi Kanker Serviks

    Kabar baiknya adalah kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang bisa disembuhkan apabila terdeteksi secara dini dan ditatalaksana dengan baik.

    Salah satu cara untuk mendeteksi dini kanker serviks adalah melalui pemeriksaan skrining berupa pemeriksaan Inspeksi Visual Asam asetat (IVA). Apa itu tes IVA dan bagaimana tes tersebut dilakukan? Mari simak informasi lengkapnya di bawah ini.

    Tes Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA)

    Tes IVA merupakan sebuah tes skrining untuk mendeteksi dini kanker serviks. Tes ini dilakukan dengan cara menggunakan asam asetat pada serviks. Setelah didiamkan sekitar 1 menit akan dilakukan pengamatan apakah terdapat perubahan warna di bagian serviks.

    Apabila terdapat perubahan warna menjadi putih pada bagian serviks, maka bagian tersebut dapat dicurigai sebagai kanker serviks. Untuk selanjutnya pasien akan dirujuk ke dokter spesialis obstetrik dan ginekologi untuk pemeriksaan tambahan seperti pap smear atau biopsi.

    Dapatkan: BIOMEDILAB Pemeriksaan Pap Smear

    Tes skrining tersebut mudah untuk dilakukan sehingga dapat dipraktekkan pada fasilitas kesehatan yang jauh dari pusat kota. Prosedur tes IVA tidak memakan waktu yang lama, hanya sekitar 5 menit saja. Selama tes mungkin akan terasa sedikit tidak nyaman, namun tidak menyebabkan nyeri yang berlebih.

    Tes IVA juga relatif murah karena tidak memerlukan banyak alat dan bahan. Karena sifat pemeriksaan ini adalah skrining, maka pemeriksaan IVA dapat dilakukan berkala tanpa harus ada keluhan. Anda dapat memeriksakan diri apabila memiliki riwayat kanker serviks pada keluarga atau sudah aktif melakukan hubungan seksual namun belum pernah mendapatkan vaksinasi HPV.

    Baca Juga: Kanker Serviks Bisakah Disembuhkan?

    Vaksinasi HPV untuk Mencegah Kanker Serviks

    Selain pemeriksaan IVA untuk mendeteksi dini kanker serviks, Anda juga dapat melakukan vaksinasi human papillomavirus (HPV) sebagai langkah pencegahan. Penggunaan vaksin HPV sudah disetujui oleh World Health Organization (WHO) dan vaksinnya sudah tersedia luas. Vaksin ini dapat diberikan kepada wanita sedini usia 10 tahun, baik sudah melakukan hubungan seksual ataupun belum.

    HPV memiliki beberapa tipe, contohnya tipe 16 dan 18 yang sering ditemukan dan menjadi 70% penyebab kanker serviks. Terdapat juga HPV tipe 6 dan 11 yang menjadi 90% penyebab kutil kelamin. Saat ini di Indonesia sudah terdapat 2 tipe vaksin yaitu vaksin bivalen dan tetravalen. Untuk vaksin bivalen mencakup HPV tipe 16 dan 18, sedangkan vaksin tetravalen mencakup HPV tipe 6, 11, 16, dan 18. Pemberian vaksin dibagi menjadi 3 dosis yaitu pada bulan 0, 1 atau 2, dan 6.

    Pemeriksaan IVA merupakan sebuah alat skrining yang sangat berguna untuk mendeteksi kanker serviks secara dini. Pemeriksaan tersebut juga terjangkau karena relatif murah, cepat dilakukan, dan tidak memerlukan peralatan yang canggih. Bila Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai pemeriksaan IVA atau tentang HPV, konsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan terdekat.

    Baca Juga: Mengapa Perlu Melakukan Pemeriksaan Pap Smear?

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai pemeriksaan IVA untuk deteksi dini kanker serviks dan pencegahannya melalui vaksinasi HPV. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh: dr. Nurul Larasati

     

    Referensi

    1. Cervical cancer [Internet]. Who.int. 2022. 
    2. Training Manual on Cervical Cancer Screening using Visual Inspection with Acetic Acid [Internet]. Wbhealth.gov.in. 2022.
    3. Ardahan M, Temel A. Visual Inspection With Acetic Acid in Cervical Cancer Screening. Cancer Nursing. 2011;34(2):158-163.
    4. Poli U, Bidinger P, Gowrishankar S. Visual inspection with acetic acid (via) screening program: 7 years experience in early detection of cervical cancer and pre-cancers in rural South India. Indian Journal of Community Medicine. 2015;40(3):203.
    5. Sekilas tentang Vaksin HPV [Internet]. idai.or.id. 2022. 
    Read More
  • Bagi sebagian besar wanita, pemeriksaan pap smear tentu tidak asing lagi didengar terutama bagi wanita yang sudah menikah. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan pap smear dan apa saja manfaat serta kegunaan pemeriksaan pap smear? Apa Itu Pemeriksaan Pap Smear? Pap smear atau yang disebut juga dengan pap test adalah prosedur screening terhadap potensi kanker serviks. […]

    Mengapa Perlu Melakukan Pemeriksaan Pap Smear?

    Bagi sebagian besar wanita, pemeriksaan pap smear tentu tidak asing lagi didengar terutama bagi wanita yang sudah menikah. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan pap smear dan apa saja manfaat serta kegunaan pemeriksaan pap smear?

    Mengapa Perlu Melakukan Pemeriksaan Pap Smear

    Mengapa Perlu Melakukan Pemeriksaan Pap Smear?

    Apa Itu Pemeriksaan Pap Smear?

    Pap smear atau yang disebut juga dengan pap test adalah prosedur screening terhadap potensi kanker serviks. Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat keberadaan sel kanker atau prakanker pada serviks atau leher rahim pada alat reproduksi seorang wanita. Pemeriksaan pap smear sangat dibutuhkan bagi wanita terutama wanita dengan rentang usia 21-65 tahun yang telah aktif secara seksual.

    Disarankan bagi wanita yang berusia lebih dari 21 tahun untuk melakukan pap smear setiap 1-3 tahun sekali. Tujuannya yaitu untuk mendeteksi secara dini atau lebih awal resiko keganasan atau kanker leher rahim yang disebabkan oleh Human papillomavirus (HPV).

    Dapatkan: Paket Pemeriksaan 2in1 Vaksinasi HPV + Cek Pap Smear ke Rumah

    Siapa Saja yang Memerlukan Pemeriksaan Pap Smear?

    Pemeriksaan pap smear disarankan bagi beberapa kondisi berikut, yakni:

    • Wanita yang memiliki riwayat seksual pada saat remaja
    • Mempunyai riwayat hubungan seksual dengan pasangan yang berbeda-beda
    • Riwayat menderita penyakit menular seksual sebelumnya
    • Riwayat kanker leher rahim atau kanker serviks dalam keluarga
    • Infeksi human papillomavirus (HPV)
    • Perokok aktif maupun pasif, zat nikotin serta “racun” lain yang masuk kedalam darah melalui asap rokok. Asap rokok mampu meningkatkan resiko timbulnya sel abnormal pada rahim.
    • Riwayat infeksi pada organ reproduksi
    • Gangguan daya tahan tubuh, misalnya pada pasien dengan riwayat transplantasi organ, sedang menjalani pengobatan kanker atau kemoterapi dan penggunaan obat kortikosteroid jangka panjang.
    • Penderita HIV/AIDS.

    Apa Saja Manfaat Pemeriksaan Pap Smear?

    Melakukan tes pap smear dapat meyakinkan seseorang terbebas dari kanker serviks bila hasilnya negatif. Test pap smear secara teratur membantu untuk mendeteksi secara dini apabila ditemukan keganasan, sehingga dapat segera diberikan penanganan. Pemeriksaan pap smear mampu mendeteksi kanker servik lebih awal sebelum memiliki gejala.

    Pemeriksaan pap smear mampu mendeteksi kanker serviks lebih awal sebelum kanker menyebar ke organ lain. Semakin cepat kanker serviks dideteksi maka akan semakin peluang untuk sembuh dan semakin tinggi harapan hidup.

    Baca Juga: Fakta tentang Pap Smear yang Perlu Diketahui

    Persiapan Pap Smear

    Sebelum melakukan pap smear, Dokter akan menyarankan pasien untuk tidak melakukan beberapa hal berikut:

    • Jangan berhubungan seks malam sebelum melakukan pemeriksaan
    • Hindari penggunaan gel lubrikan atau pelumas.
    • Hindari membersihkan vagina (douching) dengan sabun atau cairan antiseptik lainnya.
    • Hindari memasukkan tampon, krim vagina atau obat-obatan kedalam vagina

    Setelah Pap Smear

    Setelah pemeriksaan pap smear selesai, hasil pemeriksaan pap smear berupa:

    • Atipikal Sel Skuamosa
      Sel ini merupakan sel abnormal yang tumbuh di jaringan yang melapisi dinding luar leher rahim. Kondisi ini menandakan bahwa pasien sedang terinfeksi virus Human Papiloma, jamur atau tumor jinak dan polip.
    • Lesi Skuamosa Intrarepitel
      Merupakan sel epitel yang tidak normal, dan cepat atau lambat dapat berkembang menjadi sel kanker.
    • Sel Glandular Atipikal
      Sel ini merupakan sel yang tidak normal dan menghasilkan lendir vagina, namun belum dapat dipastikan bahwa sel ini dapat berubah menjadi sel kanker.
    • Kanker Sel Skuamosa dan Adenokarsinoma
      Apabila ditemukan sel jenis ini saat pemeriksaan maka dapat dipastikan pasien menderita kanker leher rahim atau kanker serviks.

    Nah Sahabat Sehat itulah mengenai perlunya pemeriksaan pap smear. Untuk mencegah kanker serviks, Sahabat Sehat dapat melakukan vaksinasi HPV bersama Prosehat. Layanan ini bisa dilakukan di rumah agar Sahabat Sehat mendapatkan kenyamanan dan tidak perlu repot keluar rumah. Tidak hanya itu, Anda dapat juga melakukan pemeriksaan pap smear sebelum vaksinasi.

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh: dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Budiman S. Manfaat dan Cara Kerja Pemeriksaan Pap Smear. Indonesia : Primaya Hospital.
    2. Dinas Kesehatan Kabupaten Pakpak Bharat. PEMERIKSAAN PAP SMEAR PENTING BAGI WANITA. 
    3. Mayo Clinic. Pap smear. USA : Mayo Clinic.
    4. Lee S. Benefits and limitations of screening for cervical cancer. Canada : Canadian Cancer Society.
    5. Nazario B. What Is a Pap Test?. USA : WebMD.
    Read More
  • Pemeriksaan dini untuk mencegah kanker sangat bermanfaat. Dengan mengetahui kanker stadium awal maka tatalaksana yang tepat dapat segera diberikan sehingga persentase kesembuhan dari kanker tersebut menjadi lebih tinggi. Bagi wanita, salah satu kanker yang paling sering dijumpai adalah kanker serviks. Terdapat beberapa cara untuk skrining kanker serviks. Salah satunya adalah dengan melakukan pemeriksaan yang disebut […]

    Indikasi Pemeriksaan Pap Smear, Siapa Saja yang Harus Tes?

    Pemeriksaan dini untuk mencegah kanker sangat bermanfaat. Dengan mengetahui kanker stadium awal maka tatalaksana yang tepat dapat segera diberikan sehingga persentase kesembuhan dari kanker tersebut menjadi lebih tinggi. Bagi wanita, salah satu kanker yang paling sering dijumpai adalah kanker serviks.

    Indikasi Pemeriksaan Pap Smear, Siapa Saja yang Harus Tes

    Indikasi Pemeriksaan Pap Smear, Siapa Saja yang Harus Tes?

    Terdapat beberapa cara untuk skrining kanker serviks. Salah satunya adalah dengan melakukan pemeriksaan yang disebut pap smear. Tentu tidak semua wanita harus menjalani pemeriksaan pap smear. Lalu apa indikasinya untuk melakukan pemeriksaan ini?

    Apa itu Pemeriksaan Pap Smear?

    Pap smear merupakan sebuah pemeriksaan dimana sampel sel pada permukaan serviks dan area sekitarnya diambil dan diperiksakan di bawah mikroskop untuk mendeteksi kanker serviks atau sel yang memiliki kemungkinan untuk menjadi kanker serviks. Pemeriksaan ini disebut juga sebagai tes Pap atau tes Papanicolaou.

    Hampir 99% kanker serviks dihubungkan dengan human papilloma virus (HPV), sebuah virus yang sangat mudah menular saat kontak seksual. Selain kanker serviks, pemeriksaan Pap smear juga dapat menemukan kondisi lain seperti adanya infeksi atau peradangan. Pemeriksaan ini tidak membutuhkan waktu yang lama dan hanya menimbulkan rasa tidak nyaman yang ringan.

    Dapatkan: Paket Pemeriksaan 2in1 Vaksinasi HPV + Cek Pap Smear ke Rumah

    Siapa saja yang harus Pap smear?

    Pemeriksaan Pap smear merupakan bagian penting dari pemeriksaan kesehatan wanita. Hingga saat ini pemeriksaan Pap smear masih dijadikan alat skrining utama kanker serviks.3 Anda dapat mulai melakukan pemeriksaan Pap smear sejak usia 21 tahun meskipun belum aktif secara seksual. Seberapa sering Anda memerlukan pemeriksaan Pap smear bergantung pada usia dan riwayat penyakit Anda. Berikut adalah indikasinya:

    • Wanita berusia 21 hingga 29 tahun dapat melakukan pemeriksaan Pap smear setiap 3 tahun.
    • Wanita berusia 30 hingga 65 tahun dapat melakukan pemeriksaan Pap smear setiap 3 tahun atau tes Pap smear dan tes HPV (co-testing) setiap 5 tahun.
    • Wanita berusia diatas 65 tahun tidak perlu melakukan pemeriksaan Pap smear apabila memiliki hasil tes normal 3 kali berturut-turut, memiliki riwayat operasi pengangkatan serviks yang tidak berhubungan dengan kanker, atau tidak memiliki riwayat kanker serviks sebelumnya.

    Selain untuk mendeteksi kanker serviks, pemeriksaan Pap smear juga dapat menegakkan diagnosa lainnya seperti penyakit menular seksual, yaitu gonore dan klamidia.3 Hasil pemeriksaan Pap smear dapat membantu dokter untuk menentukan langkah selanjutnya agar saran dan tatalaksana yang diberikan sesuai. 

    Baca Juga: Kapan Waktu yang Tepat Bagi Perempuan untuk Pap Smear?

    Persiapan Sebelum Pap Smear

    Sebelum melakukan pemeriksaan Pap smear, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar sampel dari pemeriksaan tersebut dapat diambil dengan baik dan benar. Jika Anda ingin melakukan pemeriksaan Pap smear dalam dua hari kedepan maka hindari kegiatan berikut:

    • Mencuci vagina dengan air atau cairan lain (douching)
    • Menggunakan tampon
    • Melakukan aktivitas seksual
    • Menggunakan krim atau gel kontrasepsi
    • Menggunakan obat pada vagina

    Pemeriksaan Pap smear merupakan alat skrining yang sangat berguna hingga dijadikan standar baku emas untuk skrining kanker serviks sampai saat ini. Selain itu, pemeriksaan Pap smear juga mudah dilakukan, tidak invasif, dan hasilnya dapat dipakai untuk menegakkan diagnosa penyakit lain bila ditemukan. Apabila Anda sudah termasuk dalam usia yang disarankan untuk pemeriksaan Pap smear,  jangan segan untuk memeriksakan diri Anda.

    Baca Juga: Bolehkah Vaksin HPV Tanpa Pap Smear?

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Cervical cancer [Internet]. Who.int. 2022. 
    2. NCI Dictionary of Cancer Terms [Internet]. National Cancer Institute. 2022. 
    3. Kitchen F, Cox C. Papanicolaou Smear [Internet]. Ncbi.nlm.nih.gov. 2022. 
    4. What Should I Know About Cervical Cancer Screening? | CDC [Internet]. Cdc.gov. 2022. 
    5. Cervical Cancer Screening [Internet]. Acog.org. 2022. 
    Read More
  • Infeksi saluran kemih (ISK) adalah gangguan kesehatan yang terjadi ketika bakteri masuk dan menginfeksi saluran kemih melalui saluran kencing. Gangguan kesehatan ini sangat rentan dialami oleh ibu hamil. Bahkan, tergolong penyakit yang cukup berbahaya apabila tidak segera diobati. Selain dapat mempengaruhi janin di dalam kandungan, ISK juga dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur.  Ibu hamil umumnya […]

    Waspadai Dampak Infeksi Saluran Kemih Pada Ibu Hamil

    Infeksi saluran kemih (ISK) adalah gangguan kesehatan yang terjadi ketika bakteri masuk dan menginfeksi saluran kemih melalui saluran kencing. Gangguan kesehatan ini sangat rentan dialami oleh ibu hamil. Bahkan, tergolong penyakit yang cukup berbahaya apabila tidak segera diobati. Selain dapat mempengaruhi janin di dalam kandungan, ISK juga dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur. 

    Waspadai Dampak Infeksi Saluran Kemih Pada Ibu Hamil

    Waspadai Dampak Infeksi Saluran Kemih Pada Ibu Hamil

    Ibu hamil umumnya berisiko tinggi mengalami infeksi saluran kemih saat usia kehamilannya memasuki minggu ke-6, dan akan semakin parah pada minggu ke-22 sampai ke-24. Bentuk kemaluan wanita yang memiliki banyak lekukan dan lipatan, mengakibatkan mudahnya kuman berkembang biak di vagina atau daerah anus dan dapat menyebar ke saluran kemih.

    Gejala Infeksi Saluran Kemih Saat Hamil

    Ibu hamil terutama pada kehamilan yang pertama perlu waspada terhadap resiko infeksi saluran kemih karena hal ini bisa saja berulang pada kehamilan berikutnya. Sama halnya dengan wanita yang sebelumnya sudah pernah menderita infeksi salurah kemih, resiko kembali terinfeksi tetap ada. Berikut beberapa gejala ISK yang mungkin terjadi selama kehamilan, antara lain:

    • Nyeri saat buang air kecil, terasa menyakitkan disertai sensasi seperti terbakar.
    • Urin berwarna keruh, gelap, atau disertai noda darah.
    • Nyeri pada area punggung bagian bawah hingga ke panggul.
    • Sering buang air kecil.
    • Demam 
    • Nyeri perut bawah

    Apabila gejala terus memburuk beresiko mempengaruhi kondisi ibu hamil serta janin. Apabila hal ini terjadi, Sahabat Sehat perlu memeriksakan diri ke dokter agar diperiksa lebih lanjut.

    Dapatkan: KIMIA FARMA Lab Cek Urine Lengkap

    Penyebab Infeksi Saluran Kemih Pada Ibu Hamil

    Kehamilan memang dapat menyebabkan banyak perubahan pada tubuh wanita, terutama dalam meningkatkan risiko mengalami infeksi saluran kemih (ISK). Berikut beberapa faktor yang mungkin menyebabkan ISK pada ibu hamil, yakni:

    • Perubahan Hormonal

    Selama hamil, wanita akan mengalami kenaikan kadar progesteron sehingga dapat menurunkan otot saluran kemih, akibatnya rahim melebar dan aliran urine melambat. Adanya perubahan ini, ditambah dengan ukuran saluran kemih wanita yang pendek (sekitar 3-4 cm) semakin meningkatkan risiko terjadinya pada ibu hamil. Selain itu, kondisi tubuh ibu hamil dengan perut yang semakin membesar menyebabkan sulit nya ibu membersihkan area kemaluan sehingga organ intim menjadi kurang higienis dan menjadi tempat berkembang biaknya bakteri. 

    • Tekanan Pada Kandung Kemih

    ISK yang terjadi di masa kehamilan juga dapat disebabkan oleh adanya tekanan pada kandung kemih akibat terdesak rahim. Kondisi ini kemudian dapat membuat bakteri terjebak dan akhirnya berkembang biak menyebabkan peradangan pada saluran kemih. 

    • Aktivitas Seksual

    Seks selama kehamilan sebenarnya hal yang baik (kecuali pada beberapa kasus yang tidak disarankan oleh dokter). Meski demikian, Sahabat Sehat tetap perlu berhati-hati karena aktivitas seksual berpotensi menyebabkan ISK pada ibu hamil. 

    Hal ini disebabkan karena bakteri yang terdapat di sekitar vagina (termasuk E. coli) dapat terdorong masuk ke dalam saluran kemih ketika berhubungan seksual. Oleh karenanya penting untuk buang air kecil sebelum dan sesudah berhubungan seksual agar bakteri tersebut dapat keluar melalui urin. Membilas area intim di kamar mandi setelah berhubungan seksual juga dapat mengurangi risiko ISK.

    Dapatkan: Produk Kesehatan untuk Ibu Hamil & Menyusui

    Apa Akibatnya Infeksi Saluran Kemih Pada Ibu Hamil ?

    Meski merupakan hal yang kerap terjadi, infeksi saluran kemih pada ibu hamil sebaiknya jangan dianggap sepele. Sebab jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi penyakit yang lebih kronis. Adapun bahaya ISK pada ibu hamil yang perlu diketahui, diantaranya:

    • Infeksi Ginjal

    Infeksi ginjal merupakan penyakit serius yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan seperti infeksi dalam aliran darah yang cepat menyebar ke organ lainnya, pneumonia, hingga persalinan prematur. 

    Bakteri dalam urin yang tidak segera diatasi selama kehamilan dapat meningkatkan berbagai risiko kesehatan bagi ibu dan janinnya, salah satunya pielonefritis. Pielonefritis adalah infeksi yang menyerang ginjal dan dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal bahkan bisa memicu gagal ginjal pada kondisi yang lebih kronis. 

    • Bayi Lahir Prematur

    Tak hanya dapat membahayakan ibu hamil, ISK juga berdampak buruk bagi kesehatan janin. Sebab selama terjadinya peradangan akibat ISK, sistem daya tahan ibu hamil akan menghasilkan senyawa prostaglandin. Sementara kadar prostaglandin yang terlalu tinggi dalam tubuh dapat memicu rahim terus berkontraksi. Sehingga infeksi saluran kemih pada ibu hamil dapat memicu proses persalinan yang dimulai sebelum waktunya, sehingga menyebabkan terjadinya bukaan pintu leher rahim (serviks) dan bayi lahir prematur. 

    • Mengganggu Aktivitas Sehari-hari

    Infeksi saluran kemih pada ibu hamil yang tidak ditangani dapat meningkatkan risiko infeksi pada kandung kemih. Infeksi saluran kemih diketahui dapat mengganggu aktivitas sehari-hari karena penderitanya menjadi lebih sering buang air kecil dan tidak nyaman saat buang air kecil.

    Baca Juga: Perlukah Pemeriksaan TORCH Saat Hamil ?

    Cara Mencegah ISK Pada Ibu Hamil 

    Untuk mencegah infeksi saluran kemih, bagi Sahabat Sehat yang sedang mengandung dianjurkan melakukan beberapa tips berikut :

    • Cukupi kebutuhan cairan, minimal 2 liter perhari atau setara dengan 8 gelas perhari.
    • Jangan menunda saat ingin buang air kecil
    • Hindari minuman berkafein, alkohol, serta minuman manis lainnya.
    • Konsumsi suplemen atau multivitamin tambahan.
    • Segera buang air kecil sebelum dan sesudah berhubungan seksual.
    • Setelah buang air kecil biasakan untuk membersihkan vagina secara perlahan dari atas ke bawah, bukan sebaliknya.
    • Gunakan pakaian yang lebih nyaman dan tidak ketat dengan bahan katun yang mudah menyerap keringat.
    • Apabila sudah mulai tak nyaman, segera ganti pakaian dalam.

    Baca Juga: 4 Hal Penting dari Pemeriksaan Kehamilan (Antenatal Care)

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai informasi mengenai dampak infeksi saluran kemih pada ibu hamil. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Referensi

    1. John E. Delzell, J. and LeFevre, M. Urinary Tract Infections During Pregnancy. USA : American Academy Family Physician.
    2. Healthline. UTI During Pregnancy: How to Treat. USA : Healthline.
    3. American Pregnancy Association. Urinary Tract Infection During Pregnancy. USA : American Pregnancy Association.
    4. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease. Symptoms & Causes of Kidney Infection (Pyelonephritis). USA : National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases.
    Read More
  • Setelah berumur satu bulan, imunisasi yang perlu didapatkan di Si Kecil adalah vaksin BCG. Jenis vaksin ini berguna untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TB) yang banyak tersebar di Indonesia. Penyakit yang menyerang paru-paru, kelenjar, tulang, usus, otak, dan organ lainnya ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kecacatan hingga kematian. Kabar baiknya, penyakit tuberkulosis ada vaksinnya sehingga […]

    Kisaran Harga Imunisasi BCG Wilayah Jabodetabek

    Setelah berumur satu bulan, imunisasi yang perlu didapatkan di Si Kecil adalah vaksin BCG. Jenis vaksin ini berguna untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TB) yang banyak tersebar di Indonesia. Penyakit yang menyerang paru-paru, kelenjar, tulang, usus, otak, dan organ lainnya ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kecacatan hingga kematian.

    Kisaran Harga Imunisasi BCG Wilayah Jabodetabek

    Kisaran Harga Imunisasi BCG Wilayah Jabodetabek

    Kabar baiknya, penyakit tuberkulosis ada vaksinnya sehingga anak dapat terlindungi sepanjang hidupnya dengan hanya satu kali suntik.

    Imunisasi BCG dapat dilakukan di semua jenis fasilitas layanan kesehatan milik pemerintah maupun swasta. Pastikan si Kecil mendapatkan vaksin BCG yang berkualitas dengan harga yang terjangkau dari fasilitas kesehatan yang terpercaya.

    Daftar Harga Paket Layanan Vaksinasi BCG di Prosehat

    Imunisasi anak adalah salah satu layanan unggulan di Prosehat. Layanan ini ditujukan bagi Sahabat Sehat yang anaknya belum diimunisasi ataupun terlewat jadwal imunisasinya. Gunakan kemudahan dan kenyamanan vaksinasi combo untuk cakupan imunisasi yang lebih lengkap.

    Layanan imunisasi dari Prosehat dapat dilakukan di klinik-klinik mitra Prosehat di Jabodetabek dan pulau Jawa. Atau, jika Moms dan si Kecil ingin kenyamanan ekstra, Moms bisa pesan layanan imunisasi ke rumah.

    Layanan Vaksinasi dari ProSehat: Imunisasi BCG Ke Rumah

     Berikut kisaran harga paket layanan vaksinasi BCG di Prosehat:

    1 Imunisasi BCG 1 kali suntik di Klinik Kasih Bekasi Satu Rp. 450.000 
    2 Imunisasi BCG 1 kali suntik di Klinik Kasih Palmerah Rp. 450.000
    3 Imunisasi BCG 1 kali suntik di Klinik Raisha Yogyakarta  Rp. 300.000
    4 Imunisasi BCG 1 kali suntik di Klinik Ammyn Sukabumi  Rp. 55.000
    5 Imunisasi BCG 1 kali suntik di Klinik Bona Mitra Keluarga Bandung  Rp. 275.000
    6 Imunisasi BCG 1 kali suntik ke Rumah Rp. 720.000
    7 Paket Imunisasi Bayi 2 Bulan ke Rumah – Combo 6 (DTPa-IPV-Hib-Hep B) + BCG + Pneumonia (PCV-13) + Rotavirus Rp.3.300.000

    Mengapa harus vaksinasi di Prosehat?

    • Bebas tanya jawab dengan Maya seputar vaksinasi
    • Produk vaksin dijamin asli
    • Proses pembayaran mudah
    • Jadwal imunisasi yang fleksibel
    • Ditangani langsung oleh tenaga kesehatan profesional
    • Kenyamanan imunisasi di rumah

    Tak hanya itu, Anda juga bisa mendapatkan diskon serta promo menarik lainnya di Prosehat.

    Baca Juga: Suntik BCG Berbekas di Kulit Bayi, Amankah?

    Kisaran Harga Vaksinasi BCG di Jabodetabek

    Beberapa klinik dan rumah sakit swasta di sekitar Jabodetabek juga menawarkan layanan vaksinasi dengan harga yang bervariasi, tergantung pada lokasi dan jenis fasilitas kesehatannya.

    Berikut beberapa kisaran harga vaksinasi BCG di beberapa fasilitas kesehatan swasta di Jabodetabek:

    1 Klinik RHC Mampang Mulai dari Rp. 299.000
    2 Klinik Holicare Bintaro Mulai dari Rp. 400.000
    3 Klinik Holicare BSD Mulai dari Rp. 400.000
    4 RSIA Bunda Sejahtera Rp. 286.000 ‐ Rp. 1.100.000
    5 Rumah Sakit Umum Zahirah mulai dari Rp. 119.000
    6 Mayapada Hospital Jakarta Selatan mulai dari Rp. 350.000
    7 RS Harapan Sehati mulai dari Rp. 176.611

    Dianjurkan agar Sahabat Sehat mempersiapkan dana lebih sebagai antisipasi adanya biaya tambahan yang tidak terduga, yakni sekitar 20-30% dari harga vaksin yang diperkirakan.

    Hal yang perlu diperhatikan sebelum Imunisasi BCG

    Sebelum si Kecil diimunisasi, berikan ia cukup ASI/ susu agar ia nyaman, pakaikan pakaian yang longgar agar memudahkan dokter saat menyuntik, dan pastikan ia dalam keadaan sehat.
    Walaupun tergolong imunisasi wajib, ada beberapa kondisi yang membuat pemberian imunisasi BCG harus ditunda, yakni:

    Baca Juga: Inilah Alasan Tidak Munculnya Benjolan Setelah Imunisasi BCG

    Nah Sahabat Sehat, itulah kisaran biaya vaksin BCG di Prosehat dan di fasilitas kesehatan sekitar Jabodetabek. Segera hubungi Prosehat untuk layanan vaksinasi BCG di klinik maupun di rumah. Infokan juga ke keluarga dan kerabat Anda agar mereka mengetahui mudahnya layanan vaksinasi bersama Prosehat!

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. ProSehat. 2022. Paket Layanan Imunisasi Anak, Bayi & Balita Bersama Prosehat.
    2. ProSehat. 2022. Mencari bcg • ProSehat.
    3. idxchannel.com. 2022. Simak Estimasi Biaya Vaksin Bayi 0-3 tahun.
    Read More
  • Tahukah Moms bahwa jadwal imunisasi anak dibuat berdasarkan penelitian yang mendalam? Ya, jadwal dan jarak dosis vaksin dikembangkan oleh lembaga pemerintah bersama dokter ahli  untuk mencapai efektivitas maksimum. Maka, siapapun perlu mengikuti rekomendasi yang ada. Di Indonesia, jadwal imunisasi anak telah disiapkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Tahun 2022 ini jadwal masih mengacu pada […]

    Berbagai Jenis Imunisasi untuk Bayi 3 Bulan

    Tahukah Moms bahwa jadwal imunisasi anak dibuat berdasarkan penelitian yang mendalam? Ya, jadwal dan jarak dosis vaksin dikembangkan oleh lembaga pemerintah bersama dokter ahli  untuk mencapai efektivitas maksimum. Maka, siapapun perlu mengikuti rekomendasi yang ada.

    Berbagai Jenis Imunisasi untuk Bayi 3 Bulan

    Berbagai Jenis Imunisasi untuk Bayi 3 Bulan

    Di Indonesia, jadwal imunisasi anak telah disiapkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Tahun 2022 ini jadwal masih mengacu pada Jadwal Imunisasi Anak Tahun 2020.

    Saat ini ada lima imunisasi dasar yang diwajibkan oleh pemerintah, yaitu imunisasi hepatitis B, polio, BCG, DTP, campak (MR/ MMR). Namun, IDAI menyarankan agar anak diberikan imunisasi lainnya sehingga memiliki kekebalan tubuh yang lengkap terhadap penyakit-penyakit menular yang bisa menyebabkan sakit berat, kecacatan, hingga kematian.

    Berikut adalah imunisasi yang direkomendasikan oleh IDAI, yaitu:

    • HiB: melindungi terhadap virus haemophilus influenza B yang menyebabkan meningitis.
    • Rotavirus: melindungi dari diare yang masih menjadi penyebab kematian tertinggi pada balita.
    • PCV: melindungi terhadap paru-paru basah (pneumonia).
    • Influenza: melindungi dari virus flu yang dapat menyebabkan pneumonia dan infeksi telinga.
    • Varisela: melindungi terhadap virus penyebab cacar air.
    • Tifoid: melindungi dari bakteri Salmonella typhi penyebab sakit tipes/ tifus (tifoid).
    • Hepatitis A: melindungi terhadap virus hepatitis A yang menyebabkan radang hati.
    • HPV: melindungi dari kanker serviks.
    • Japanese encephalitis (JE): melindungi terhadap virus JE yang menyebabkan radang otak.
    • Dengue: melindungi dari virus dengue (demam dengue/ demam berdarah).

    Bagaimana jadwal imunisasi bagi bayi usia 3 bulan? Apa saja jenis vaksin yang diberikan? Yuk simak ulasannya di bawah ini.

    Dapatkan: Layanan Imunisasi Combo 6 di Klinik Kasih Palmerah 

    Jadwal Imunisasi Bayi 3 Bulan

    Sesuai rekomendasi IDAI, bayi berusia 3 bulan terjadwal untuk mendapatkan vaksin hepatitis B dosis ketiga, polio dosis ketiga, DPT dosis kedua, dan HiB dosis kedua.

    Hepatitis B

    Imunisasi hepatitis B pada bayi usia 3 bulan umumnya menggunakan vaksin Hepatitis B kombinasi dengan DTPw (whole cell). Jenis vaksin ini biasanya akan menimbulkan reaksi panas, merah, bengkak, dan nyeri di tempat suntikan setelah bayi diimunisasi. 

    Bila melihat dari table jadwal imunisasi bayi yang direkomendasikan IDAI, imunisasi hepatitis B pertama kali diberikan saat bayi usia 1 bulan. Kemudian pengulangan imunisasi hepatitis B ini perlu dilakukan kembali sebanyak 4 kali sebelum usia 6 bulan. 

    Jarak pemberian vaksin ini adalah satu bulan, yakni saat bayi baru lahir, usia 2, 3, dan 4 bulan.

    Polio

    Polio merupakan penyakit menular yang menyerang sistem saraf pusat pada otak. Penyakit ini dapat menyebabkan penderitanya lumpuh, atau yang dikenal sebagai penyakit lumpuh layu.

    Vaksin polio dapat diberikan secara Oral Poliovirus (OPV) atau suntikan Inactive Poliovirus Vaccine (IPV). Umumnya, bayi akan mendapatkan vaksin polio tipe OPV ketika ia baru lahir sampai usia 1 bulan. kemudian, vaksin polio akan diberikan kembali saat bayi berusia 2, 3, 4 bulan. 

    DTP

    DTP atau singkatan dari difteri, tetanus, dan pertussis (batuk rejan), merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan kematian pada anak. 

    Pemberian vaksin ini bertujuan untuk mencegah anak terinfeksi ketiga penyakit dalam satu suntikan sekaligus. Imunisasi DPT pertama kali diberikan pada bayi usia dua bulan dengan interval atau jarak satu bulan. Maka bayi harus mendapatkan vaksin DPT pada usia 2, 3, dan 4 bulan dengan dosis yang diberikan satu kali suntikan pada setiap jadwa imunisasi. 

    Hib

    Haemophilus influenzae type b (hib) adalah jenis bakteri yang dapat menyebabkan infeksi di beberapa bagian tubuh, seperti otak, saluran pernapasan, paru-paru, jantung, hingga tulang. Bakteri Hib cenderung terjadi pada anak-anak di bawah usia 5 tahun. Oleh sebab itu, vaksin Hib sangat penting diberikan pada anak-anak.

    Berdasarkan rekomendasi IDAI, pemberian vaksin Hib pada anak harus di lakukan secara bertahap sebanyak 3 kali, yakni pada anak usia 2, 3, dan 4 bulan. kemudian, vaksin Hib dapat diberikan lagi satu tahun kemudian saat anak berusia 15 – 18 bulan. 

    Vaksin Hib bertujuan untuk melindungi bayi dari infeksi bakteri penyebab pneumonia, meningitis, dan epiglottitis.

    Baca Juga: Imunisasi yang Diperlukan Anak di Tahun Pertamanya

    Biaya Imunisasi Bayi 3 Bulan di ProSehat

    Imunisasi adalah salah satu layanan unggulan Prosehat. Moms bisa dengan mudah menjadwalkan imunisasi Si Kecil dengan menghubungi customer service Prosehat. Tidak hanya itu, Moms juga bisa pilih untuk melakukan vaksinasi di klinik mitra Prosehat ataupun di rumah. Gunakan vaksinasi combo agar si Kecil mendapatkan perlindungan lebih banyak dengan jumlah suntikan yang lebih sedikit.

    Berikut adalah biaya layanan imunisasi ke rumah untuk bayi usia 3 bulan:

    Hepatitis B Rp. 480.000
    Polio suntik (IPV) Rp. 800.000
    Paket Imunisasi Combo 6 (DPTa, Hep B, IPV, Hib) 3 kali suntik Rp. 3.550.000
    Paket Imunisasi Combo 6 (DPTa, Hep B, IPV, Hib) 1 kali suntik Rp. 1.250.000

    Baca Juga: Cegah Diare Anak Akibat Rotavirus dengan Vaksinasi

    Sahabat Sehat, itulah jenis imunisasi rutin pada anak usia 3 bulan dan manfaat dari masing-masing vaksin yang diberikan. Pastikan untuk memenuhi jadwal imunisasi anak bersama Prosehat untuk vaksin yang berkualitas dan aman. Layanan imunisasi dapat dilakukan di klinik mitra Prosehat atau di rumah agar Moms tidak perlu bersusah payah keluar rumah dan antri.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Idai.or.id. 2022. IDAI | Jadwal Imunisasi 2017.
    2. Idai.or.id. 2022. IDAI | Sekilas Vaksin Pneumokokus.
    3. Idai.or.id 2022. Imunisasi Penting untuk Mencegah Penyakit Berbahaya.
    4. Idai.or.id. 2022. Jadwal Imunisasi 2017.
    5. Researchgate.net. 2022. Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 tahun Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia 2017.
    Read More
  • Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian imunisasi yang diperlukan anak untuk melindunginya dari sejumlah penyakit. Melalui imunisasi diharapkan anak mendapatkan kekebalan terhadap suatu penyakit tertentu yang membahayakan kesehatan mereka, mengganggu tumbuh kembangnya dan bahkan mengancam jiwa. Pemberian imunisasi dilakukan dengan cara memasukkan vaksin atau sejumlah kuman penyebab penyakit yang sudah dimatikan atau dilemahkan. Kuman ini […]

    Imunisasi yang Diperlukan Anak di Tahun Pertamanya

    Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian imunisasi yang diperlukan anak untuk melindunginya dari sejumlah penyakit. Melalui imunisasi diharapkan anak mendapatkan kekebalan terhadap suatu penyakit tertentu yang membahayakan kesehatan mereka, mengganggu tumbuh kembangnya dan bahkan mengancam jiwa.

    Pemberian imunisasi dilakukan dengan cara memasukkan vaksin atau sejumlah kuman penyebab penyakit yang sudah dimatikan atau dilemahkan. Kuman ini bisa berupa virus atau bakteri.

    Imunisasi yang Diperlukan Anak di Tahun Pertamanya

    Imunisasi yang Diperlukan Anak di Tahun Pertamanya

    Vaksin bertujuan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh untuk bereaksi seakan-akan benar-benar ada infeksi yang masuk ke dalam tubuh. Sistem kekebalan tubuh ini akan menangkis infeksi buatan efek dari vaksinasi dan mengingat kuman yang masuk.

    Nantinya, ketika anak terserang bakteri atau virus yang sama, sistem kekebalan tubuh sudah mengenalinya sehingga bisa langsung melawan infeksi tersebut.

    Sistem Kekebalan Tubuh Anak 0-1 Tahun

    Bayi ketika dilahirkan sudah memiliki sistem kekebalan tubuh yang mereka dapatkan dari Ibu. Selain itu, selepas dari kelahirannya, bayi yang mendapatkan ASI (Air Susu Ibu) cenderung memiliki sistem kekebalan yang lebih kuat. Menyusui Si Kecil selama 6 bulan pertama kehidupannya membantu melindungi si kecil dari berbagai penyakit.

    Seiring bertambahnya usia, anak bertambah aktif dan mulai mengeksplorasi lingkungan. Sehingga, paparan terhadap kuman menjadi meningkat. Untuk itu, diperlukan imunisasi terutama imunisasi dasar pada usia 1 tahun kehidupan si kecil.

    Melalui imunisasi dasar, Moms telah membantu melindungi si Kecil dari berbagai resiko penyakit dimasa yang akan datang.

    Dapatkan: Paket Imunisasi Bayi 4 Bulan ke Rumah dari ProSehat

    Imunisasi Dasar untuk Anak 1 Tahun

    Program imunisasi merupakan salah satu upaya pencegahan terjangkitnya penyakit tertentu yaitu Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), diantaranya yaitu Tuberkulosis, Difteri, Pertussis, Tetanus, Hepatitis, Polio dan Campak.

    Setiap bayi yang berusia 0-11 bulan wajib mendapatkan imunisasi dasar. Berikut ini tabel imunisasi dasar yang wajib diberikan sesuai dengan usia si kecil.

    Usia Jenis Imunisasi yang Diberikan
    Dibawah 24 jam Hepatitis B (HB-0)
    1 Bulan BCG, Polio 1 (OPV 1)
    2 Bulan DPT-HB1, Polio 2 (OPV 2), Hib 1
    3 Bulan DPT-HB 2, Polio 3 (OPV 3), Hib 2
    4 Bulan DPT-HB 3, Polio 4 (OPV 4) dan IPV, Hib 3
    9 Bulan MR

    Tabel jadwal imunisasi dasar anak dibawah 1 tahun.

    • Imunisasi Hepatitis B diberikan untuk mencegah anak dari Hepatitis tipe B.
    • Imunisasi BCG merupakan salah satu imunisasi wajib yang diberikan pada si kecil dalam mencegah penyakit Tuberkulosis atau TBC.
    • Imunisasi DPT adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah 3 penyakit yaitu penyakit Difteri, Pertusis (batuk rejan) dan Tetanus, dimana ketiga penyakit ini dapat berakibat fatal bila terinfeksi.
    • Imunisasi MR atau Measles dan Rubella Vaccine adalah vaksinasi untuk mencegah campak dan juga rubella.
    • Imunisasi Hib diberikan kepada si kecil dengan tujuan melindungi tubuh mereka dari infeksi virus Haemophilus influenzae tipe B (Hib) penyebab paru-paru basah (pneumonia) dan komplikasinya.
    • Vaksin OPV atau Oral Polio Vaccine melindungi tubuh anak dalam jangka panjang dari penularan infeksi Polio. OPV merupakan jenis vaksin dari virus yang masih aktif namun telah dilemahkan. Cara pemberiannya yaitu dengan diteteskan ke mulut si kecil.
    • Vaksin IPV atau Inactive Polio Vaccine berisi virus polio yang sudah tidak aktif atau mati yang cara pemberiannya yaitu dengan disuntikkan pada lengan si kecil.

    Baca Juga: Kenali Berbagai Jenis Imunisasi Pneumonia

    Imunisasi Rekomendasi

    Moms, selain imunisasi dasar di atas, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga telah mengeluarkan saran imunisasi tambahan untuk melindungi terhadap penyakit menular lain yang memiliki dampak berat bagi anak bila terpapar.

    Imunisasi rekomendasinya antara lain:

    1. PCV. Vaksin ini diberikan sebanyak 3 kali pada usia 2, 4, dan 6 bulan. Vaksin PCV melindungi anak dari penyakit paru-paru basah atau pneumonia.
    2. Rotavirus. Virus ini adalah penyebab diare tersering pada anak dan diare saat ini masih menjadi pembunuh terbesar pada anak balita. Vaksin ini diberikan 2-3 kali tergantung dari jenisnya. Pemberiannya dilakukan pada usia 2, 4, dan 6 bulan.
    3. Influenza. Vaksin ini rutin diberikan setiap setahun sekali. Virus influenza menyebabkan flu dan sering ditemukan pada anak-anak. Komplikasi virus ini antara lain pneumonia dan infeksi telinga.

    Baca Juga: Seberapa Efektifkah Vaksin Flu untuk Mencegah Penyakit Flu?

    Mengapa Tidak Boleh Menunda Imunisasi Anak?

    Kementerian Kesehatan dan IDAI telah menyusun jadwal imunisasi anak sesuai dengan usianya. Pemberian imunisasi tepat jadwal penting untuk memastikan efektivitas vaksin tersebut. Pandemi COVID-19 bisa memicu terjadinya pandemi penyakit lain akibat turunnya angka imunisasi anak.

    Namun, jika Moms terlewat jadwal imunisasi si Kecil, Moms bisa mengikuti program imunisasi kejar dengan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu agar mendapatkan jadwal imunisasi yang tepat.

    Baca Juga: Cegah Diare Anak Akibat Rotavirus dengan Vaksinasi

    Sahabat Sehat, itulah berbagai imunisasi yang diperlukan anak pada tahun pertamanya. Lengkapi segera imunisasinya agar ia terlindungi dari berbagai kemungkinan paparan kuman yang dapat menyebabkan komplikasi berat. Jadwalkan imunisasinya bersama Prosehat dan dapatkan harga imunisasi terbaik. Layanan ini bisa dilakukan di klinik mitra Prosehat maupun di rumah agar Moms dan Si Kecil nyaman tanpa harus repot keluar rumah.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Karyani, Sp. A, d., n.d. Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun IDAI – Primaya Hospital
    2. First 5 Los Angeles. 2022. Ages and Stages: Building a Healthy Immune System – First 5 Los Angeles.
    3. Primaya Hospital. 2021. Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun IDAI – Primaya Hospital.
    4. n.d. Infodatin Pusat Data dan Informasi Kemenkes, Situasi dan Analysis Imunisasi
    5. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). 2021. Jadwal Imunisasi IDAI 2020.
    6. Jones, MSN-ED RN-BC, B. and Combs, MD, D., 2022. 1-Year-Old Shots: What You Should Know.
    7. Dahlan, SpA, d., 2020. Bolehkah Menunda Imunisasi Anak Saat Pandemi Covid-19? – Primaya Hospital.
    Read More
  • Sahabat Sehat mungkin sudah sering mendengar berbagai manfaat vaksin HPV untuk wanita. Salah satunya ialah mencegah kanker serviks. Tapi ternyata, vaksin HPV juga membawa banyak manfaat untuk pria dan bisa mencegah berbagai kanker pada pria. Apa saja fungsi vaksin HPV untuk pria? Mari kita simak pembahasan berikut.  Pengertian dan Gejala Infeksi HPV HPV adalah singkatan […]

    Cek Fakta: Ini Dia Fungsi Vaksin HPV Pada Pria?

    Sahabat Sehat mungkin sudah sering mendengar berbagai manfaat vaksin HPV untuk wanita. Salah satunya ialah mencegah kanker serviks. Tapi ternyata, vaksin HPV juga membawa banyak manfaat untuk pria dan bisa mencegah berbagai kanker pada pria. Apa saja fungsi vaksin HPV untuk pria? Mari kita simak pembahasan berikut. 

    Cek Fakta Ini Dia Fungsi Vaksin HPV Pada Pria

    Cek Fakta: Ini Dia Fungsi Vaksin HPV Pada Pria

    Pengertian dan Gejala Infeksi HPV

    HPV adalah singkatan dari human papillomavirus, yaitu sebuah virus yang menyerang kulit dan mukosa (selaput lendir) dan disebabkan oleh beberapa tipe virus HPV.

    Saat ini diketahui bahwa ada 3 tipe high risk HPV terbanyak, yaitu tipe 52, 16 dan 18. High risk HPV adalah tipe HPV yang dapat menyebabkan lesi prakanker dan kanker

    Infeksi virus HPV adalah salah satu bentuk infeksi menular seksual (IMS), menyebar melalui hubungan seksual, baik hubungan melalui vagina, anal, atau oral. Virus HPV juga bisa menyebar melalui kontak erat kulit dengan kulit saat berhubungan intim. Bahkan, virus HPV dapat menular sebelum seseorang bergejala.1

    Seperti namanya, virus HPV dapat menimbulkan gejala berupa kutil pada kulit dan selaput lendir. Kutil adalah jaringan baru yang abnormal, berbentuk benjolan seperti kol yang nyeri dan menyebabkan luka lecet pada penis, skrotum, anus, mulut, bahkan tenggorokan.

    Dapatkan: Layanan Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain

    Vaksin HPV Pada Pria

    Vaksin HPV dapat melindungi dari terjadinya kutil kelamin atau kanker tertentu yang disebabkan oleh HPV.

    Idealnya, Anda mendapatkan vaksinasi ini sebelum pernah berhubungan seks secara aktif.

    Bagi pria yang ingin divaksinasi HPV, Anda dapat melakukannya secara mandiri bersama Prosehat.

    Ada 3 jenis vaksin HPV:

    • Vaksin HPV 9-valent (Gardasil 9, 9vHPV): mengandung 9 strain, belum tersedia di Indonesia
    • Vaksin quadrivalent HPV (Gardasil, 4vHPV) : mengandung 4 strain, sudah tersedia di Indonesia
    • Vaksin HPV bivalen (Cervarix, 2vHPV): mengandung 2 strain, sudah tersedia di Indonesia.

    Ketiga vaksin HPV ini melindungi terhadap HPV tipe 16 dan 18 yang menyebabkan sebagian besar kanker HPV.

    Baca Juga: Ingin Vaksinasi HPV Mandiri? Ini Kisaran Harganya

    Jadwal Vaksinasi HPV

    Ada 2 jenis jadwal pemberian vaksin HPV, yaitu:

    • Jadwal 2 dosis. Direkomendasikan bagi orang yang mendapatkan dosis pertama sebelum usia 15 tahun. Dosis kedua harus diberikan dalam 6-12 bulan setelah dosis pertama.
    • Jadwal 3 dosis. Dianjurkan bagi orang-orang yang mendapatkan dosis pertama pada atau setelah usia 15 tahun, dan untuk orang-orang dengan kondisi imun rendah. Dosis kedua harus diberikan 1-2 bulan setelah dosis pertama, dan dosis ketiga harus diberikan 6 bulan setelah dosis pertama (jadwal 0, 1-2, 6 bulan).

    Fungsi Vaksin HPV untuk Pria

    Kanker yang disebabkan oleh HPV tidak umum terjadi pada pria. Tetapi ada beberapa kelompok pria tertentu yang lebih rentan mengalami kanker yang disebabkan oleh virus HPV, yaitu pria dengan sistem kekebalan yang lemah (termasuk mereka yang hidup dengan HIV) dan pria yang melakukan seks anal.

    Fungsi Vaksin HPV untuk pria antara lain adalah:

    • Melindungi terhadap kutil kelamin.
    • Melindungi terhadap kanker anal/ dubur. Setiap tahunnya, sekitar 40.000 jiwa terdiagnosa kanker anal di seluruh dunia, dengan 88% kasus (35.000) disebabkan oleh infeksi HPV. 
    • Vaksin HPV bivalen dan quadrivalen yang sudah tersedia di Indonesia dapat mencegah terjadinya infeksi anal persisten sebesar 94.9%, serta mencegah terjadinya lesi pra kanker di anal sebesar 74.9%.
    • Mengurangi risiko terjadinya kanker penis.
    • Mencegah terjadinya kanker orofaring. Pada studi tahun 2017, sebuah penelitian menunjukkan bahwa infeksi HPV 16 lebih rendah sekitar 88% pada dewasa muda yang sudah mendapat setidaknya 1 dosis vaksin HPV, dibandingkan bagi mereka yang belum sama sekali mendapat vaksin HPV.

    Baca Juga: Apakah Boleh Melakukan Vaksin HPV Setelah Melahirkan?

    Sahabat Sehat, virus HPV dapat menyerang siapa saja, termasuk laki-laki. Maka, vaksinasi HPV direkomendasikan sebagai langkah pencegahan dari berbagai macam kanker yang disebabkan oleh virus HPV dan juga penyakit infeksi menular seksual. Jadwalkan vaksinasi HPV bersama Prosehat. Layanan ini dapat dilakukan di klinik mitra Prosehat atau di rumah sesuai kenyamanan Anda.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Gloria Teo
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L



    Referensi

    1. CDC. HPV and Men – Fact Sheet. Maryland: Centers for Disease Control and Prevention; 2022.
    2. Putu IIML, Moestikaningsih, Ketut S, Mariana M. Prevalensi Infeksi Human Papilloma Virus Tipe 16 dan 18 serta Lesi Prakanker dari Pemeriksaan Pap smear Berbasis Cairan pada Pasien dengan Infeksi Human Immunodeficiency Virus. Majalah Patologi. 2014.
    3. Rokom. Kemenkes Tambah 3 Jenis Vaksin Imunisasi Rutin, Salah Satunya HPV. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2022.
    4. CDC. HPV Vaccine Schedule and Dosing. Maryland: Centers for Disease Control and Prevention; 2021.
    5. Stier EA, Chigurupati NL, Fung L. Prophylactic HPV vaccination and anal cancer. Hum Vaccin Immunother. 2016 .
    6. Palefsky JM, Giuliano AR, Goldstone S et al. HPV vaccine against anal HPV infection and anal intraepithelial neoplasia. N Engl J Med 2011.
    7. Lin Jin. Should Children Get the HPV Vaccine to Help Prevent Oropharyngeal Cancer? [Internet]. Hurst: Pediatric Dental Care; 2021.
    Read More
  • Ada berbagai upaya yang bisa Moms lakukan untuk menjaga dan meningkatkan imunitas anak, salah satunya dengan memberikannya imunisasi yang disesuaikan dengan usia Si Kecil. Ada beberapa imunisasi yang harus didapatkan bayi saat ia lahir, salah satunya adalah imunisasi BCG yang melindungi bayi dari kuman penyebab tuberkulosis. Setelah imunisasi BCG, biasanya akan ada ‘bekas’ berupa scar […]

    Inilah Alasan Tidak Munculnya Benjolan Setelah Imunisasi BCG

    Ada berbagai upaya yang bisa Moms lakukan untuk menjaga dan meningkatkan imunitas anak, salah satunya dengan memberikannya imunisasi yang disesuaikan dengan usia Si Kecil. Ada beberapa imunisasi yang harus didapatkan bayi saat ia lahir, salah satunya adalah imunisasi BCG yang melindungi bayi dari kuman penyebab tuberkulosis.

    Inilah Alasan Tidak Munculnya Benjolan Setelah Imunisasi BCG

    Inilah Alasan Tidak Munculnya Benjolan Setelah Imunisasi BCG

    Setelah imunisasi BCG, biasanya akan ada ‘bekas’ berupa scar atau benjolan. Namun, apabila tak ada tanda atau benjolan sama sekali apakah artinya vaksin tetap efektif? Mari simak penjelasannya di bawah ini.

    Imunisasi BCG Melindungi dari Kuman Tuberkulosis

    Imunisasi BCG atau Bacillus Calmette Guerin adalah pemberian vaksin yang dilakukan untuk melindungi anak dari penyakit tuberkulosis yang dapat menyerang paru-paru serta organ lainnya seperti tulang, usus, otak, dan sebagainya.

    Vaksin BCG biasanya hanya diberikan satu kali seumur hidup. Pemberian vaksin BCG ini dinilai paling efektif saat bayi baru lahir hingga memasuki usia dua bulan. 

    Tidak hanya pada bayi yang baru lahir, orang yang memiliki risiko terpapar penyakit tuberkulosis di tempat kerja dan orang dewasa yang belum pernah menerima imunisasi BCG saat bayi juga bisa menerima vaksin BCG saat dewasa. 

    Dapatkan: Layanan Imunisasi BCG Ke Rumah dari ProSehat

    Mengapa Ada Bekas Benjolan Setelah Imunisasi BCG?

    Imunisasi BCG umumnya dilakukan pada lengan kanan bagian atas. Usai bayi menerima suntikan vaksin BCG, biasanya akan muncul benjolan atau bisul kecil yang terkadang berisi nanah pada bekas suntikan. Kondisi tersebut merupakan hal yang normal terjadi dan dapat sembuh dengan sendirinya, sehingga tak perlu dikhawatirkan orang tua. 

    Hal ini merupakan respon alami dari sistem kekebalan tubuh terhadap vaksin yang diberikan. Biasanya, benjolan atau bisul akan muncul pada waktu yang berbeda-beda pada setiap bayi. 

    Baca Juga: Cegah Tuberkulosis pada Anak dengan Daya Tahan Tubuh Anak yang Kuat

    Tidak Muncul Benjolan Setelah Imunisasi BCG

    Bekas suntikan awalnya berupa benjolan besar yang kemudian berubah menjadi bisul kecil yang memiliki nanah di dalamnya. Bisul kecil bernanah ini tidak boleh dipencet karena dikhawatirkan akan menimbulkan infeksi atau luka baru.

    Jadi, lebih baik dibiarkan saja hingga pecah sendiri. Setelah itu, akan muncul benjolan kecil atau seperti digigit nyamuk yang merupakan tanda berhasilnya imunisasi.

    Tanda ini akan mulai terlihat paling lambat 3 bulan atau paling cepat 1 bulan setelah mendapatkan imunisasi. 

    Namun, jika tanda ini tidak muncul, ada beberapa kemungkinan yang mungkin menjadi penyebabnya, seperti:

    1. Teknik penyuntikan yang salah
    2. Dosis vaksin yang terlalu sedikit
    3. Penyimpanan vaksin yang kurang baik sehingga kualitasnya menurun
    4. Daya tahan tubuh bayi yang menurun
    5. Kadar antibodi yang dihasilkan tubuh bayi kecil

    Menurut Ikatan Dokter Indonesia, bisul atau luka nanah yang tidak muncul setelah imunisasi BCG bukan berarti vaksin yang dilakukan gagal. Oleh karena itu, orangtua tidak perlu khawatir dan tidak perlu melakukan imunisasi ulang. 

    Selama seluruh vaksin masuk kedalam tubuh, vaksin seharusnya sudah bekerja dengan baik terlepas dari apakah anak mengalami pembengkakan atau tidak.

    Baca Juga: Apa Guna Vaksin BCG? Berikut Penjelasannya

    Nah Sahabat Sehat, tidak munculnya benjolan setelah imunisasi BCG bukan pertanda vaksin tidak efektif ya. Sebelum melakukan imunisasi, Moms boleh ikut memastikan bahwa vaksin dalam keadaan baik dan masih jauh dari masa kedaluarsa.

    Bagi anak yang belum mendapatkan vaksinasi BCG saat bayi, segera kejar imunisasinya dengan mengkonsultasikannya dahulu dengan dokter di Prosehat karena imunisasi anak adalah salah satu layanan unggulan Prosehat. Layanan ini bisa dilakukan di klinik mitra Prosehat ataupun di rumah sehingga Moms dan Si Kecil nyaman dan tidak perlu repot keluar rumah.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. idai.or.id. 2022. seputar kesehatan anak.
    2. nhs.uk. 2022. BCG vaccine for tuberculosis (TB) overview.
    3. cdc.gov. 2022. vaccines.
    Read More
  • Berpuasa selama bulan Ramadhan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Ada banyak sekali manfaat dari berpuasa, salah satunya adalah mengendalikan tekanan darah. Namun, bagi Anda yang menderita tekanan darah tinggi, ada beberapa hal yang perlu diketahui agar dapat beribadah dengan aman dan nyaman.  Pada dasarnya, penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi dibolehkan berpuasa selama bulan Ramadhan […]

    Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Puasa bagi Penderita Hipertensi?

    Berpuasa selama bulan Ramadhan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Ada banyak sekali manfaat dari berpuasa, salah satunya adalah mengendalikan tekanan darah. Namun, bagi Anda yang menderita tekanan darah tinggi, ada beberapa hal yang perlu diketahui agar dapat beribadah dengan aman dan nyaman. 

    Pada dasarnya, penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi dibolehkan berpuasa selama bulan Ramadhan asalkan tekanan darahnya terkontrol dan tidak memiliki komplikasi serius. Para pakar kesehatan juga berpesan agar penderita hipertensi untuk selalu disiplin dalam mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan dan menjalani pola hidup sehat. 

    Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Puasa bagi Penderita Hipertensi

    Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Puasa bagi Penderita Hipertensi?

    Mencegah Hipertensi Kambuh saat Puasa

    Hipertensi adalah kondisi yang terjadi saat tekanan darah meningkat hingga jauh diatas angka normal. Pada kondisi normal, tekanan darah pada orang yang sehat berkisar antara 90/60 mmHg sampai 120/80 mmHg. Namun, jika seseorang memiliki tekanan darah mencapai 140/90 mmHg atau lebih, kondisi tersebut dapat dikategorikan sebagai hipertensi atau tekanan darah tinggi. 

    Dapatkan: Nature’s Plus Garlic And Parsley Oil Softgels

    Hipertensi bisa saja kambuh selama puasa. Namun Anda yang menderita hipertensi tak perlu khawatir karena kondisi ini dapat dicegah apabila Anda memerhatikan hal-hal berikut ini:

    Rutin memeriksakan diri ke dokter

    Selama menjalankan ibadah puasa, penderita hipertensi tetap harus memeriksakan diri ke dokter secara rutin guna memantau kondisi kesehatan. Dengan demikian, kondisi kesehatan Anda akan lebih terkontrol dan dokter dapat memastikan apakah tubuh Anda cukup sehat untuk berpuasa atau tidak.

    Hindari konsumsi garam berlebih

    Mengonsumsi makanan yang mengandung terlalu banyak garam dapat meningkatkan risiko kekambuhan hipertensi. Itulah mengapa penderita hipertensi disarankan untuk menghindari makanan tinggi garam, baik saat sahur maupun berbuka.

    Beberapa makanan yang mengandung banyak asupan garam antara lain makanan olahan seperti sosis, keju, keripik, makanan kaleng, saus instan, dan sebagainya. Untuk menyiasatinya, Anda dapat mengganti garam dengan bawang putih atau rempah lain yang dapat memberikan sensasi gurih pada makanan. 

    Baca Juga: Penderita Hipertensi Wajib Tahu ! 10 Macam Buah Penurun Tekanan Darah

    Cukupi kebutuhan air putih

    Tekanan darah akan terpengaruh saat Anda kekurangan cairan selama puasa. Untuk itu, penting untuk selalu memenuhi kebutuhan air harian di waktu sahur dan berbuka. Hindari mengonsumsi minuman berkafein seperti teh, kopi, ataupun minuman bersoda karena dapat meningkatkan tekanan darah. 

    Perbanyak asupan buah dan sayur

    Jadikan buah dan sayur sebagai menu yang harus ada saat sahur maupun berbuka. Sebab, buah dan sayur kaya akan kalium yang bermanfaat untuk mengurangi efek natrium pada darah, sehingga tekanan darah akan terjaga.

    Olahraga dan istirahat yang cukup

    Melakukan olahraga secara teratur juga mampu mencegah hipertensi. Anda dapat melakukan olahraga ringan sebelum berbuka atau setelah sahur saat energi masih banyak. Kapanpun Anda berolahraga, waspada jangan sampai dehidrasi (kekurangan cairan) atau menjadi terlalu lemas. Konsultasikan dengan dokter jenis olahraga yang terbaik bagi Anda.

    Usahakan untuk rutin berolahraga setidaknya 150 menit dalam seminggu untuk menurunkan 5-8 mmHg pada tekanan darah. Imbangi pula dengan tidur malam yang cukup setidaknya 7 jam untuk menjaga stamina saat berpuasa. 

    Baca Juga: Mengenal Diet DASH untuk Penderita Hipertensi

    Sahabat Sehat, itulah hal-hal yang perlu diperhatikan penderita hipertensi saat berpuasa. Siapkan diri dengan baik dan lakukan pemantauan kesehatan secara berkala agar Anda dapat menikmati beribadah saat bulan Ramadhan.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan ProSehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Cleveland Clinic. 2022. Does Fasting Affect Heart and Blood Pressure.
    2. nhs.uk. 2022. High blood pressure (hypertension).
    3. Harvard Health. 2022. 6 simple tips to reduce your blood pressure.
    4. Billock, J., 2022. How to lower blood pressure quickly and naturally. The Checkup. 
    Read More
Chat Asisten Maya
di Prosehat.com