Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 201–210 of 1400 results

  • 7 Efek Samping Suntik Pemutih Jika Dilakukan Sembarangan

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

     

    Siapa yang tak ingin kulitnya terlihat putih? Tentunya hampir setiap wanita menginginkannya. Pasalnya kulit putih dan cerah telah menjadi standar kecantikan tersendiri bagi kaum hawa saat ini. Tak heran jika beberapa wanita berlomba-lomba untuk mencerahkan kulitnya dengan menggunakan berbagai macam produk kecantikan.

    Salah satu cara mencerahkan kulit yang paling banyak diminati adalah dengan suntik putih. Selain memiliki proses yang instan, suntik putih diklaim juga dapat mencerahkan warna kulit, mengurangi kulit kemerahan, serta meratakan warna kulit. Sahabat Sehat, apakah suntik putih aman digunakan ? Mari simak penjelasan berikut

    Apa itu Suntik Putih?

    Suntik putih menggunakan cairan glutathione yang disuntikan ke pembuluh darah atau otot di bawah kulit. Glutathione bekerja dengan menonaktifkan enzim tyrosinase yang memproduksi pigmen warna pada kulit. Selain itu, sifat antioksidan alami pada glutathione juga mampu mendaur ulang vitamin E dan memperbarui vitamin C sehingga mengeluarkan radikal bebas dalam tubuh. Sebagai tambahan, Glutathione juga bermanfaat untuk menjaga sistem imunitas tubuh.

    Apakah Suntik Putih Aman?

    Penggunaan glutathione pada suntik putih tidak hanya aman, namun juga memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan seperti menghilangkan racun dari tubuh, mendukung kinerja saraf pusat, serta mampu meningkatkan kesuburan. Yang perlu diperhatikan adalah kadar glutathione yang digunakan.

    Efek Samping Suntik Putih

    Tidak semua orang dapat melakukan suntik putih dan tidak semua penyedia layanan kecantikan dapat melakukannya. Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin dialami :

    Infeksi
    Apabila alat yang digunakan selama melakukan suntik putih tidak higienis, maka meningkatkan risiko infeksi berbagai penyakit

    Iritasi
    Jika Sahabat Sehat memiliki kulit sensitif maka berpeluang lebih besar mengalami ruam, iritasi, pembengkakan, hingga sensasi terbakar pada kulit setelah selesai melakukan prosedur suntik putih.

    Kerusakan sel kulit
    Efek samping suntik putih selanjutnya yakni menurunnya kemampuan kulit melindungi dari paparan sinar matahari sebab menurunnya produksi melanin dalam tubuh yang membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar ultraviolet. Jika dialami berkepanjangan, hal ini dapat menyebabkan rusaknya sel kulit.

    Kanker kulit
    Dari berbagai penelitian diketahui kandungan glutathione buatan pada cairan suntik putih yang masuk ke dalam tubuh beresiko menimbulkan kanker kulit.

    Emboli
    Emboli merupakan kondisi ketika terdapat benda atau zat asing, misalnya gelembung udara yang ikut masuk ke dalam aliran pembuluh darah selama proses penyuntikan. Resiko terjadinya emboli meningkat jika prosedur penyuntikan tidak dilakukan dengan benar

    Nyeri perut
    Nyeri perut dapat dialami apabila dosis obat glutathione yang digunakan melebihi dosis anjuran.

    Gangguan pernapasan
    Berdasarkan penelitian, penggunaan glutathione dalam waktu lama dapat memperberat kondisi penderita asma dan semakin sering mengalami gejala asma. Namun tentu hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

    Gangguan fungsi ginjal dan hati
    Selain glutathione  beberapa penyedia layanan suntik putih juga menggunakan vitamin C dosis tinggi untuk suntik putih. Jika digunakan dalam jangka panjang, tentunya dapat mengganggu metabolisme tubuh dan mengganggu fungsi hati serta ginjal.

    Kelainan kulit
    Berdasarkan penelitian diketahui bahwa menggunakan glutathione dosis tinggi dikaitkan dengan kejadian Epidermal Necrolysis atau sindrom Stevens Johnsons. Kelainan kulit ini merupakan kondisi yang jarang terjadi, penderitanya akan kehilangan lapisan luar kulit dan dapat membahayakan jiwa.

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai informasi mengenai suntik putih. Meski prosedur kecantikan ini dapat membuat kulit Sahabat Sehat menjadi cerah seketika, dianjurkan berkonsultasi lebih dulu dengan dokter.

    Jika Sahabat memiliki keluhan selama dirumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 jam Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    • Seoul Guide Medical. Whitening Injection in Korea: Quick Facts Towards Snow White and Glowing Skin [Internet]. South Korea :  Seoul Guide Medical. ]
    • Makeupandbeauty.com. 2021. What are the Side Effects of Skin Whitening Injections?. [online]
    • Dubai Cosmetic Surgery®. 2021. Are Skin Lightening Injections Safe & Effective?. [online]
    • Prime-journal.com. 2021. Skin Hydrating and Whitening effects of Vitamin C and Glutathione in Asian skin types | PRIME Journal. [online]
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Mungkin nafsu makan bertambah karena makanan terlihat lezat. Namun jika terus lapar dan ingin makan, mungkin ini gejala suatu penyakit. Jika tidak segera diatasi dan dibiarkan, masalah bisa semakin besar dan menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Oleh sebab itu, jangan menganggap remeh gejala […]

    6 Penyakit yang Menyebabkan Gejala Nafsu Makan Bertambah

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Merasa Bersalah Akibat Nafsu Makan Bertambah

    Mungkin nafsu makan bertambah karena makanan terlihat lezat. Namun jika terus lapar dan ingin makan, mungkin ini gejala suatu penyakit. Jika tidak segera diatasi dan dibiarkan, masalah bisa semakin besar dan menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

    Oleh sebab itu, jangan menganggap remeh gejala bertambahnya nafsu makan tanpa terkendali. Karena risiko bukan hanya kenaikan berat badan. Risiko kesehatan seperti gangguan metabolisme, jantung, stroke, hingga kematian bisa saja terjadi.

    Penyakit Penyebab Nafsu Makan Bertambah

    Pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan secara lebih akurat. Namun biasanya nafsu makan bertambah secara drastis disebabkan oleh:

    Gangguan Hormon Tiroid

    Hipertiroidisme, yaitu kondisi akibat terlalu banyaknya hormon tiroid dalam tubuh dapat mempercepat proses metabolisme tubuh yang mengakibatkan berat badan turun dan denyut jantung tidak beraturan. Selain itu Sahabat Sehat juga dapat merasa mudah lapar, meningkatnya produksi keringat, dan gemetar.

    Hipoglikemia

    Hipoglikemia adalah istilah untuk menggambarkan rendahnya kadar gula darah di dalam tubuh. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, tetapi umumnya kerap dialami oleh penderita diabetes. Selain itu hipoglikemia juga dapat terjadi karena kebiasaan melewatkan waktu makan, konsumsi alkohol berlebihan, atau aktivitas olahraga yang tidak biasanya. Berikut beberapa gejala yang dialami penderita hipoglikemia:

    • Berkeringat
    • Cemas dan mudah tersinggung
    • Terus merasa lapar
    • Sulit berkonsentrasi
    • Pandangan kabur
    • Gemetar
    • Gelisah
    • Suasana hati berubah-ubah

    Diabetes

    Kencing manis atau disebut juga Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis yang disebabkan oleh tingginya kadar gula darah dalam tubuh. Gejala diabetes cukup bervariasi, namun keluhan klasik yang kerap ditemui pada penderita diabetes yaitu mudah lapar sehingga nafsu makan bertambah, mudah haus, dan sering buang air kecil. Berikut adalah beberapa gejala lain yang dapat dialami penderita diabetes :

    • Berat badan menurun tanpa sebab yang jelas
    • Kelelahan
    • Penglihatan kabur
    • Luka yang lambat sembuh
    • Kesemutan
    • Disfungsi ereksi
    • Mudah mengalami infeksi, seperti infeksi gusi atau infeksi vagina

    Kehamilan

    Kehamilan bukanlah penyakit. Namun gejala nafsu makan bertambah bisa jadi karena Sahabat Sehat sedang hamil. Meskipun meningkatnya nafsu makan bukanlah gejala kehamilan yang paling utama, namun nafsu makan yang meningkat juga kerap dialami oleh ibu hamil.

    Selain merasa nafsu makan bertambah, ibu hamil juga biasanya akan merasa mual, muntah, dan nyeri pada payudara. Biasanya rasa lapar dan meningkatnya nafsu makan terjadi di awal trimester kedua usia kehamilan. Sedangkan pada trimester pertama, ibu hamil justru akan mengalami penurunan nafsu makan atau bahkan kehilangan nafsu makannya sama sekali. 

    Sindrom Premenstruasi

    Meningkatnya nafsu makan serta mengidam makanan tertentu merupakan hal yang umum terjadi pada wanita yang sedang mengalami sindrom premenstruasi. Sahabat Sehat mungkin cenderung menginginkan makanan yang berlemak, berkarbohidrat tinggi, hingga manis.

    Adapun penyebab sindrom premenstruasi biasanya diakibatkan perubahan hormon esterogen dan progesteron dalam tubuh sebelum terjadinya menstruasi, sehingga membuat nafsu makan meningkat.

    Depresi

    Walaupun depresi identik dengan perasaan sedih yang mendalam sehingga membuat penderitanya kesulitan atau bahkan kehilangan gairah hidupnya, namun penderita depresi juga dapat mengalami peningkatan nafsu makan pada saat-saat tertentu.

    Orang yang sedang depresi dan berusaha mengalihkan rasa depresinya pada hal lain biasanya akan cenderung cepat merasa lapar dan ingin terus makan. Oleh sebab itu, tidak heran bahwa orang depresi akan cenderung terlihat sangat kurus akibat tidak nafsu makan, atau mengalami kegemukan akibat nafsu makan yang meningkat dan tidak terkendali.

    Jika Nafsu Makan Semakin Bertambah

    Apabila nafsu makan semakin meningkat tanpa sebab yang jelas disertai keluhan lain misal gatal, kesemutan, mudah berkeringat, dan lainnya maka sebaiknya konsultasikan ke dokter agar dilakukan pemeriksaan lanjutan.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai kondisi yang menyebabkan nafsu makan meningkat. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 jam Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi: 

    1. Murrell D. Graves’ disease: Symptoms, treatment, and causes [Internet]. USA : Medical News Today. 2019 [updated 2019 April 05; cited 2021 Sep 09].
    2. Health Service Executive. Hypoglycaemia [Internet]. Ireland : Health Service Executive. 2020 [updated 2020 Nov 20; cited 2021 Sep 09].
    3. Mayo Clinic. Diabetes – Symptoms and causes [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2020 [updated 2020 Oct 30; cited 2021 Sep 09].
    4. Wisnubrata. 7 Penyebab Nafsu Makan Meningkat yang Mungkin Kamu Alami [Internet]. 2019 [updated 2019 Sep 14; cited 2021 Sep 09]. Indonesia : Kompas.
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Menghindari faktor penyebab jerawat menjadi cara mengatasi jerawat yang paling baik. Sayangnya, banyak orang yang mengabaikan hal ini. Ketika wajah sudah berjerawat dan semakin parah, barulah sibuk mencari cara terbaik menghilangkan jerawat di wajah. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui […]

    Cara Mengatasi Jerawat Membandel Agar Wajah Kembali Mulus

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Menggunakan Krim Sebagai Cara Mengatasi Jerawat yang Efektif

    Menghindari faktor penyebab jerawat menjadi cara mengatasi jerawat yang paling baik. Sayangnya, banyak orang yang mengabaikan hal ini. Ketika wajah sudah berjerawat dan semakin parah, barulah sibuk mencari cara terbaik menghilangkan jerawat di wajah.

    Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui apa yang menyebabkan munculnya jerawat, sehingga kita semua bisa menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan munculnya jerawat di wajah. Selain itu, sangat penting untuk tahu apa yang harus dilakukan jika muncul jerawat di wajah.

    Penyebab Munculnya Jerawat di Wajah

    Siapa yang tidak pernah mengalami jerawat diwajah selama hidupnya? Pastinya hampir semua orang pernah mengalaminya, bahkan jerawat diketahui dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang. Pada tahun 2018, penelitian perhimpunan Dokter Spesialis Kulit di Inggris menemukan 20% dari 2.299 orang yang berjerawat mengaku mengalami stress hingga merasa ingin mengakhiri hidupnya karena jerawat yang tidak kunjung membaik.

    Jerawat merupakan permasalahan kulit yang terjadi akibat sumbatan minyak, sel kulit mati serta debu dan kotoran pada folikel rambut. Jerawat ditandai dengan munculnya bintik kemerahan yang terasa nyeri, maupun berupa komedo. Lokasi tersering munculnya jerawat yaitu wajah, leher, dada sampai ke punggung.

    Namun ada beberapa hal yang menjadi faktor yang meningkatkan risiko timbulnya jerawat. Sahabat Sehat, berikut adalah berbagai kondisi yang meningkatkan risiko timbulnya jerawat:

    Perubahan Hormon
    Misalnya masa pubertas, menstruasi, kehamilan, menyusui, dan menopause. Jadi ketika masa-masa tersebut mengalami jerawat, jangan panik. Pastikan untuk tetap menjaga kebersihan kulit, dan jangan memencet jerawat yang dapat meninggalkan bekas luka.

    Efek Samping Obat-Obatan
    Mengkonsumsi beberapa jenis obat-obatan juga dapat meningkatkan risiko munculnya jerawat. Beberapa obat yang mengandung hormon seperti pil KB, suntik KB, steroid, serta Lithium dapat memicu timbulnya jerawat. Cara mengatasi jerawat akibat efek samping obat hanya bisa aman dan efektif dengan menghentikan penggunaan obat-obatan tersebut.

    Penggunaan Kosmetik
    Beberapa jenis kosmetik cocok digunakan oleh seseorang. Namun kosmetik tersebut tidak cocok digunakan oleh orang lain dan dapat menyebabkan timbulnya jerawat di wajah. Oleh sebab itu, sangat penting untuk memperhatikan kandungan setiap kosmetik dan pastikan untuk tahu apakah kulit wajah memiliki sensitifitas tertentu pada kandungan kosmetik tersebut.

    Kondisi Psikologis
    Gangguan psikologi seperti stress dan kecemasan berlebih dapat mengubah horman di tubuh, Adanya perubahan hormon ini bisa memicu timbulnya jerawat di kulit badan, wajah, leher, ataupun area-area lainnya.

    Asupan Makanan
    Mengkonsumsi makanan yang terlalu tinggi karbohidrat dapat memicu jerawat. Misalnya konsumsi keripik, roti, dan nasi uduk. Selain itu, makanan seperti gorengan dan cokelat juga dapat memicu timbulnya jerawat.

    Faktor Keturunan
    Jika orang tua memiliki kecenderungan kulit berjerawat, kemungkinan besar anaknya juga memiliki masalah kulit wajah berjerawat. Namun masalah ini bisa diatasi seiring perkembangan teknologi saat ini. Misalnya dengan melakukan terapi hormon.

    Jenis Jerawat

    Beda jenis jerawat beda juga cara mengatasi jerawat yang diperlukan. Ada jerawat yang terlihat kemerahan, namun ada jerawat yang menghitam. Ada juga jerawat yang sangat menonjol, namun ada juga jerawat yang tidak menonjol. Untuk lebih jelasnya silahkan cek fakta mengenai berbagai jenis jerawat berikut ini:

    Komedo Blackhead

    Komedo merupakan cikal bakal jerawat yang lebih besar dan meradang. Komedo merupakan sumbatan di pori atau folikel rambut yang timbul ke permukaan kulit dan bukan disebabkan karena infeksi. 3-5 Komedo blackhead terlihat berupa titik kehitaman di permukaan kulit.

    Komedo Whitehead

    Komedo whitehead merupakan folikel rambut yang tersumbat dan tertutup oleh lapisan tipis kulit, sehingga terlihat sebagai bintik putih.

    Papula

    Papula merupakan jerawat yang menonjol, kemerahan dan terasa nyeri saat disentuh. Komedo yang tidak diatasi akan berkembang menjadi papula. Jika jerawat papula tidak ditangani maka akan terbentuk pustula.

    Pustula

    Jerawat pustula berisi cairan berwarna putih atau kekuningan. Apabila pecah, kemungkinan besar akan menyebabkan luka (scar) atau yang dikenal dengan sebutan bopeng.

    Nodul dan Kista

    Kategori ini merupakan jenis jerawat yang berat dan terletak di lapisan dalam kulit. Ditandai dengan benjolan meradang dan dipenuhi nanah, terasa nyeri dan membutuhkan tindakan medis segera.

    Cara Mengatasi Jerawat Secara Medis

    Penanganan jerawat dilakukan sesuai dengan tingkat keparahan dan jenis jerawat yang dialami. Penanganan dimulai dari obat oles (misalnya produk vitamin A, asam salisilat, antibiotik) hingga pemberian obat minum. Beberapa penanganan lanjutan yang mungkin diperlukan misalnya:

    Injeksi Kortikosteroid 

    Suntikan obat yang mengandung kortikosteroid bertujuan untuk menghilangkan jerawat dalam jangka waktu yang cepat dan mengurangi rasa nyeri.

    Chemical Peeling

    Pemberian cairan peeling bertujuan untuk mengelupaskan kulit yang berjerawat sehingga tumbuh lapisan kulit baru dengan tujuan untuk mencegah penyumbatan oleh sel kulit mati.

    Ekstraksi Komedo

    Prosedur ekstraksi komedo bertujuan untuk mengeluarkan sumbatan komedo dan mencegah peradangan komedo menjadi jerawat.

    Terapi Sinar

    Terapi sinar bertujuan untuk membunuh bakteri penyebab jerawat (p.acnes) dan mengurangi produksi minyak pada wajah.

    Cara Mencegah Munculnya Jerawat Membandel

    Sahabat Sehat, untuk mencegah timbulnya jerawat dianjurkan melakukan beberapa langkah mudah yang bisa dan wajib dilakukan berikut ini:

    • Cuci muka minimal 2 kali sehari, terutama setelah aktivitas di luar rumah
    • Hindari kosmetik berbahan dasar minyak
    • Cek kandungan tiap kosmetik dan pastikan bahannya cocok dengan kulit
    • Jangan memencet komedo karena dapat merangsang dan memperparah jerawat
    • Hindari menyentuh wajah dengan tangan kotor
    • Kelola stress dengan baik agar homor kortisol dan adrenalin tidak meningkat

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa hal penting dan wajib diketahui mengenai cara mengatasi jerawat serta tips mencegah jerawat. Sebaiknya pilih produk kulit yang sesuai dengan kondisi kulit Sahabat Sehat. Jika Sahabat Sehat membutuhkan produk kulit khusus kulit berjerawat, segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat.

    Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Smith L. Dealing with depression and anxiety caused by acne [Internet]. USA : Patient Info. 2018 [updated 2018 June 19; cited 2021 September 03].
    2. Burke D. Acne: Causes, Risk Factors, and Treatment [Internet]. USA : Healthline. 2020 [updated 2020 July 01; cited 2021 September 03].
    3. Brazier Y. Acne: Causes, treatment, and tips [Internet]. USA : Medical News Today. 2017  [updated 2017 Nov 27; cited 2021 September 03].
    4. Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia. Kenali Jenis Jerawat yang Biasa Timbul Pada Remaja [Internet]. Indonesia : Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia. 2018 [updated 2018 September 06; cited 2021 September 03].
    5. Gardner S. Acne Visual Dictionary [Internet]. USA : WebMD. 2020 [updated 2020 Aug 04; cited 2021 September 03]. 
    6. Mayo Clinic. Acne – Diagnosis and treatment [Internet]. Indonesia : Mayo Clinic. 2020 [updated 2020 September 12; cited 2021 September 03].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sebenarnya cara mencegah flu dan batuk itu mudah. Cukup dengan menjaga daya tahan tubuh. Namun sayangnya, banyak orang yang masih abai. Padahal menjaga daya tahan tubub sangat penting, terutama karena saat ini musim sedang tidak menentu, dan virus Covid-19 masih mengancam kita semua. Sahabat Sehat, Influenza dan Covid-19 […]

    5 Cara Mencegah Flu dan Batuk yang Terbukti Secara Medis

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Menggunakan Masker saat Rapat Menjadi Cara Mencegah Flu dan Batuk dari Mereka yang Sedang Menderita Influenza

    Sebenarnya cara mencegah flu dan batuk itu mudah. Cukup dengan menjaga daya tahan tubuh. Namun sayangnya, banyak orang yang masih abai. Padahal menjaga daya tahan tubub sangat penting, terutama karena saat ini musim sedang tidak menentu, dan virus Covid-19 masih mengancam kita semua.

    Sahabat Sehat, Influenza dan Covid-19 mempunyai gejala yang hampir mirip yaitu pilek, bersin, hidung tersumbat, serta demam. Jika Sahabat Sehat menderita flu atau influenza, dikhawatirkan mengalami penurunan sistem daya tahan tubuh sehingga rentan terinfeksi penyakit lain termasuk Covid-19. Kondisi ketika influenza dan Covid-19 menyerang tubuh secara bersamaan, disebut juga twindemic. Kondisi ini sangat berisiko sebab dapat membuat gejala Covid menjadi lebih berat dan berbahaya.

    Lantas bagaimana cara mencegah gejala flu seperti pilek, batuk, dan demam di masa pandemi ini?

    Cara Mencegah Flu dan Batuk di Masa Pandemi Covid

    Untuk mencegah flu dan batuk di masa pandemi adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Juga menjauhi hal-hal yang berisiko menyebabkan infeksi flu. Berikut adalah berbagai cara yang sudah terbukti ampuh secara medis dalam mencegah risiko terjangkit flu dan batuk di masa pandemi Covid:

    Beristirahat yang Cukup

    Seseorang yang terlalu lelah dan memaksakan diri untuk melakukan berbagai aktivitas akan lebih mudah jatuh sakit karena daya tahan tubuhnya semakin menurun. Oleh sebab itu, beristirahat diperlukan secara teratur. Selain itu, apabila Sahabat Sehat merasa kurang enak badan, sebaiknya beristirahatlah sejenak di rumah untuk mengembalikan daya tahan tubuh. Jangan memaksakan diri karena dapat memperberat keadaan.

    Minum yang Cukup

    Minum air putih ataupun cairan lain seperti jus, teh, air kelapa, dan lainnya dapat membantu menjaga hidrasi tubuh. Asupan cairan yang cukup dapat menjaga kelembaban hidung, mulut dan tenggorokan. Selain itu, kecukupan air dalam tubuh dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terserang flu dan gejalanya seperti batuk, pilek, dan demam.

    Minum Teh Herbal Hangat

    Beberapa jenis tanaman herbal berperan sebagai antivirus dan antibakteri. Sahabat Sehat dianjurkan mengkonsumsi teh hijau hangat, kunyit, maupun jahe yang turut dapat membantu melegakan pernapasan serta membantu membentuk daya tahan tubuh.

    Menggunakan Minyak Esensial

    Beberapa jenis minyak esensial diketahui berperan dalam melawan infeksi virus dan bakteri. Selain itu minyak esensial turut dapat membantu melegakan pernapasan dan membantu merangsang daya tahan tubuh. Penggunaannya bisa dengan mencuci tangan menggunakan minyak esensial atau mengoleskannya di bawh hidung. Jenis minyak esensial lainnya yang dapat digunakan, yaitu minyak kayu manis, minyak kayu putih, minyak geranium, minyak peppermint, minyak jeruk lemon, dan oregano. 

    Menggunakan Alat Humidifier

    Virus influenza dapat bertahan lebih lama pada ruangan yang lembab. Sahabat Sehat dapat menggunakan alat humidifier untuk menjaga kelembaban ruangan sehingga mengurangi jumlah virus influenza dalam ruangan. Selain membantu mengurangi jumlah virus influenza dalam ruangan, alat ini juga membantu mengurangi tingkat virus, dan bakteri jahat lainnya yang ada dalam sebuah ruangan.

    Terapkan Pola Hidup Sehat

    Istirahat yang cukup, mengkonsumsi makanan bergizi seimbang seperti buah dan sayur, minum air putih yang cukup, serta mengelola stress dengan baik dapat membantu Sahabat Sehat meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan berbagai macam penyakit. Selain itu, pola hidup menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan menjadi cara mencegah flu dan batuk yang ditularkan dari manusia ke manusia.

    Melakukan Vaksinasi Influenza

    Influenza dan batuk yang disebabkan oleh flu dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi influenza. Vaksin ini amat cocok digunakan pada kondisi cuaca yang tidak menentu seperti sekarang, dan pada anak-anak sekolah yang harus melakukan sekolah tatap muka.

    Secara umum pemberian vaksin influenza mulai dapat diberikan pada usia 6 bulan keatas. Pada anak berusia kurang dari 8 tahun, pemberian vaksin influenza pertama kali diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak minimal 4-6 minggu. Sementara jika Si Kecil berusia diatas 8 tahun, maka dosis pertama cukup diberikan 1 dosis saja. Pemberian vaksin influenza baik pada dewasa dan anak dapat dilakukan setahun sekali.

    Lihat Juga: Cara Membedakan Flu Biasa dengan Covid

    Bagi Sahabat Sehat yang berminat melakukan vaksinasi influenza, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Itulah beberapa cara mencegah flu dan batuk yang bisa Sahabat Sehat terapkan. Mari kita bersama-sama menerapkan pola hidup sehat sehingga kita turut menjaga kesehatan tubuh kita sendiri dan ikut menjaga kesehatan orang-orang di sekitar kita.

    Referensi:

    1. Iftikhar N. 10 Natural Remedies for Flu Symptoms [Internet]. USA : Healthline. 2019 [updated 2018 April 10; cited 2021 Aug 28].
    2. Centers for Disease Control and Prevention. Healthy Habits to Help Prevent Flu [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 June 24; cited 2021 Aug 28].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Meski gejalanya sangat mirip, namun ada cara membedakan flu biasa dengan covid. Bisa dengan swab test, atau melihat perbedaan gejala. Ya, meski gejalanya mirip, namun tetap saja ada perbedaan besar pada gejala seseorang yang terkena covid dengan seseorang yang terkena flu biasa. Mungkin dahulu tidak terlalu masalah ketika […]

    Walau Mirip, Ini Cara Membedakan Flu Biasa dengan Covid

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Seorang Wanita Mencari Cara Membedakan Flu Biasa dengan Covid dengan Searching Di Laptop

    Meski gejalanya sangat mirip, namun ada cara membedakan flu biasa dengan covid. Bisa dengan swab test, atau melihat perbedaan gejala. Ya, meski gejalanya mirip, namun tetap saja ada perbedaan besar pada gejala seseorang yang terkena covid dengan seseorang yang terkena flu biasa.

    Mungkin dahulu tidak terlalu masalah ketika terkena flu. Namun kini dengan adanya penyakit Covid-19, seseorang yang sedang flu cenderung dijauhi. Juga akses untuk bepergian pada seseorang yang sedang flu sangat dibatasi. Selain merasa dijauhi karena ada gejala flu, Sahabat Sehat juga mungkin takut jangan-jangan bukan terkena flu melainkan terkena Covid-19.

    Lantas bagaimana cara mengetahui apakah tubuh terkena flu biasa? Atau justru terkena Covid-19?

    Perbedaan Influenza dan Covid-19

    Influenza disebabkan oleh infeksi virus influenza, sementara Covid-19 disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Kedua jenis virus ini ditransmisikan melalui kontak langsung, percikan air liur (droplet) maupun melalui benda yang terkontaminasi dengan virus.

    Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa flu atau influenza memiliki media penularan yang sama, membuat gejala yang hampir sama pada penderita, namun disebabkan oleh 2 jenis virus yang berbeda.

    Selain perbedaan jenis virus, ada cara membedakan flu biasa dengan covid dengan melihat pada:

    Masa Inkubasi

    Pada influenza, gejala dapat mulai dirasakan setelah 1-4 hari sejak terpapar virus influenza. Sementara pada kasus Covid-19, gejala mulai dirasakan setelah 2-14 hari sejak terpapar virus Covid 19 dengan rata-rata waktu muncul gejala yaitu sekitar 5 hari sejak terpapar virus.

    Waktu Penularan

    Sahabat Sehat dapat menularkan virus influenza hingga 1 hari sebelum muncul gejala. Anak dan dewasa diketahui beresiko tinggi menularkan influenza pada 3-4 hari awal hingga 7 hari sejak timbul gejala.

    Pada kasus Covid-19, seseorang dapat menularkan Covid-19 sejak 2 hari sebelum muncul gejala dan tetap menularkan hingga 10 hari sejak gejala awal dialami. Apabila Sahabat Sehat tidak memiliki gejala atau gejala sudah mereda, tetap beresiko menularkan Covid-19 hingga 10 hari setelah terkonfirmasi Covid-19.

    Resiko Komplikasi

    Rata-rata penderita influenza sembuh dalam beberapa hari hingga 2 minggu, namun beberapa kasus membutuhkan perawatan di rumah sakit jika mengalami infeksi sekunder.

    Pada Covid-19, resiko komplikasi yang terjadi yaitu sumbatan pada pembuluh darah di jantung, hati, otak dan tungkai, serta peradangan multi organ. Selain itu dapat terjadi kondisi Long Covid, yaitu kondisi ketika gejala berlanjut hingga beberapa minggu atau bulan sejak terinfeksi Covid-19.

    Vaksinasi

    Infeksi influenza diketahui dapat dicegah dengan pemberian vaksin influenza, yang dapat diberikan setiap satu tahun sekali. Kini juga telah tersedia vaksin Covid-19 dari berbagai produsen. Pemberian vaksin Covid-19 dapat membantu menurunkan tingkat keparahan penyakit akibat Covid-19.

    Gejala Influenza dan Covid-19

    Kedua penyakit ini memiliki gejala yang hampir mirip. Berikut adalah beberapa gejala yang sama-sama dialami penderita influenza dan Covid-19 :

    • Demam
    • Batuk
    • Sesak nafas
    • Lemas
    • Nyeri tenggorokan
    • Hidung tersumbat atau berair
    • Nyeri pada otot
    • Sakit kepala
    • Muntah dan diare
    • Penurunan kemampuan mencium dan pengecap

    Lalu bagaimana cara membedakan flu biasa dengan covid melalui gejala yang ditimbulkannya? Walaupun memiliki gejala yang sama, ada perbedaan gejala yang muncul pada penderita Covid namun tidak muncul pada penderita flu biasa. Gejala tersebut antara lain adalah:

    Anosmia

    Anosmia atau kehilangan indera penciuman dikeluhan banyak sekali penderita Covid-19. Pada penderita flu, biasanya indra penciuman hanya menurun secara signifikan, biasanya diiringi dengan hidung tersumbat. Namun pada penderita Covid, meskipun hidung tidak tersumbat namun gejala anosmia sungguh terasa.

    Demam Tinggi

    Penderita flu rentan mengalami demam. Namun pada penderita Covid, demam biasanya akan berlangsung lebih lama (lebih dari 2 hari) dan demam dengan suhu yang cukup tinggi hingga memaksa seseorang harus berbaring selama demam.

    Sesak Nafas yang Sangat Berat

    Penderita flu biasa memang bisa mengalami gejala sesak nafas. Namun kebanyakan penderita flu yang nafasnya menjadi sesak cenderung menyebut gejala sesak nafasnya cukup ringan. Berbeda dengan sesak nafas pada penderita Covid-19, sesak nafas yang dialami bisa menyebabkan saturasi oksigen di tubuh turun sehingga badan menjadi sangat lemas.

    Cara Membedakan Flu Biasa dengan Covid

    Ada beberapa cara membedakan antara gejala flu biasa dengan Covid-19. Adapun cara terbaik membedakan flu biasa dengan covid adalah dengan:

    Lakukan Test Swab

    Cara terbaik untuk mengetahui apakah anda terkena covid atau sekedar flu adalah dengan melakukan test swab. Bisa dengan swab antigen, ataupun dengan swab PCR. Hindari berasumsi diri sendiri hanya terkena flu biasa lalu melakukan kegiatan kumpul bersama teman, keluarga, ataupun orang-orang yang anda sayangi.

    Isolasi Mandiri

    Jika kebetulan tidak memungkinkan untuk melakukan test swab, silahkan lakukan isolasi mandiri untuk menentukan apakah Sahabat Sehat terkena flu atau Covid. Jika terkena flu, istirahat 1 hari penuh selama isolasi mandiri akan dapat memulihkan kesehatan. Namun pada penderita Covid, gejala-gejala biasanya akan membutuhkan waktu lebih lama, berkisar 3 hari sampai 2 minggu tergantung kondisi tubuh penderita.

    Cek Perbedaan Gejala

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa gejala flu dan Covid-19 sangat mirip. Namun pada gejala Covid, biasanya diringi dengan pemberatan kondisi. Misalnya sesak nafas yang lebih serius daripada sesak nafas pada penderita flu biasa, dan demam yang lebih tinggi serta lebih lama daripada penderita flu biasa. Jika merasa mengalami gejala flu namun perlu penanganan medis, segera hubungi dokter dan pastikan untuk segera melakukan pengecekan swab untuk memastikan kondisi tubuh dengan akurat.

    Pentingnya Vaksinasi Influenza di Masa Pandemi Covid

    Secara umum pemberian vaksin influenza mulai dapat diberikan pada usia 6 bulan keatas. Pemberian vaksin influenza baik pada dewasa dan anak-anak dapat dilakukan setahun sekali.

    Berdasarkan sebuah penelitian, sebanyak 71% pasien yang menderita Covid-19 rentan terinfeksi berbagai bakteri dan virus lain seperti virus influenza, Chlamydia pneumoniae, dan adenovirus. Pemberian vaksin influenza dapat mencegah terjadinya twindemic yaitu kondisi ketika influenza dan Covid-19 menyerang tubuh secara bersamaan.

    Ketika seseorang terkena twindemic (terkena flu disaat terinfeksi virus Covid-19) maka risiko kesehatan menjadi sangat tinggi. Risiko gejala Covid berat seringkali terjadi pada seseorang yang mengalami twindemic. Oleh sebab itu, Sahabat Sehat, dan terutama anak-anak yang hendak melakukan sekolah tatap muka, sangat penting untuk diberi vaksin flu terlebih dahulu.

    Nah Sahabat Sehat, itulah cara membedakan flu biasa dengan covid yang jika diterapkan bersamaan dengan protokol 5M dapat menjadi solusi menghentikan penyebaran pandemi ini. Bagi Sahabat Sehat yang berminat melakukan vaksinasi influenza, segera manfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Lihat Juga: Vaksin Flu untuk Orang Tua

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    • Centers for Disease Control and Prevention. Similarities and Differences between Flu and COVID-19​ [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 June 07; cited 2021 Sep 02].
    • Centers for Disease Control and Prevention. Healthy Habits to Help Prevent Flu [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 June 24; cited 2021 Aug 27].
    • Alosaimi B. Influenza co-infection associated with severity and mortality in COVID-19 patients. Virology Journal volume 18, Article number: 127 (2021).
    Read More
  • Syarat Donor Darah di Masa Pandemi Covid-19

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

     

    Salah satu kegiatan Palang Merah Indonesia (PMI) yang dikenal masyarakat adalah donor darah. Menyumbangkan sebagian darah bagi masyarakat yang membutuhkan merupakan suatu hal yang berarti. Mendonorkan darah pada umumnya tidak membutuhkan syarat dan persiapan apapun.1

    Di masa pandemi Covid-19, mobilitas masyarakat dibatasi dan kondisi ini turut berdampak pada kegiatan PMI yang berkurang sebab masyarakat umumnya khawatir dan takut menyumbangkan darahnya sebab menganggap beresiko tertular Covid-19. Sahabat Sehat, bagaimana caranya agar tetap dapat melakukan donor darah selama masa pandemi Covid-19? Mari simak penjelasan berikut.

     

    Cara Penularan Covid-19

    Virus SARS-COV-2 yang menyebabkan infeksi Covid-19 ditularkan melalui droplet atau percikan air liur penderita Covid-19 saat batuk atau bersin. Selain itu juga dapat ditularkan apabila Sahabat Sehat menyentuh benda yang terkontaminasi virus Covid-19.2 Hingga kini belum ada data dan bukti ilmiah yang menyebutkan bahwa transfusi darah dapat menularkan Covid-19.

     

    Syarat Donor Darah Saat Pandemi

    Berikut adalah beberapa syarat mendonorkan darah di masa pandemi Covid-19 sesuai dengan petunjuk Palang Merah Indonesia :

    1. Pastikan kondisi tubuh benar-benar sehat dan tidak ada keluhan pernapasan.
    2. Apabila Sahabat Sehat telah mendapatkan vaksinasi Covid-19, maka diharuskan menunggu selama 7 hari sebelum bisa mendonorkan darahnya. Namun, apabila ada keluhan pasca vaksinasi seperti sakit kepala, demam, meriang dan menggigil maka donor darah harus ditunggu selama 28 hari setelah melakukan vaksinasi Covid-19.
    3. Buat janji dengan PMI saat mau mendonorkan darah untuk menghindari keramaian di lokasi donor darah.
    4. Gunakan masker saat ke tempat umum.
    5. Usahakan untuk datang sendiri.3
    6. Selalu mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer.
    7. Menjaga jarak minimal 6 kaki atau 2 meter dengan orang lain.3,4

     

    Selain itu Center of Disease Control and Prevention (CDC) memberikan anjuran bagi penyelenggara donor darah (PMI), sebagai berikut :

    1. Menerapkan etika batuk saat di tempat umum
    2. Mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer
    3. Membersihkan dan melakukan desinfeksi permukaan benda di lokasi donor darah.
    4. Memberikan jarak 6 kaki atau 2 meter pada setiap kursi di ruang tunggu atau area pengambilan darah.
    5. Memastikan bahwa pekerja PMI tidak sedang terinfeksi Covid-19.

     

    Syarat Umum Sebelum Mendonorkan Darah

    Sahabat Sehat, berikut adalah beberapa syarat umum yang harus dipenuhi sebelum melakukan donor darah :

    • Sehat secara jasmani dan rohani
    • Usia 17 sampai 65 tahun
    • Memiliki berat badan minimal 45 kg
    • Tekanan darah sistole berkisar antara 100-170 mmHg, dan tekanan darah diastole berkisar antara 70-100 mmHg
    • Kadar hemoglobin berada pada rentang 12,5 hingga 17 g%
    • Interval donor darah minimal 12 minggu atau 3 bulan sejak donor darah terakhir. 1

    Sahabat Sehat dihimbau untuk tidak melakukan donor darah apabila memiliki riwayat penyakit berikut :

    • Mempunyai riwayat penyakit jantung dan paru-paru, kanker, tekanan darah tinggi (Hipertensi), kencing manis (Diabetes), epilepsi atau kejang, dan kelainan darah.
    • Menderita atau pernah menderita Hepatitis B atau C
    • Mengidap sipilis, HIV/AIDS.
    • Ketergantungan obat terlarang
    • Kecanduan minuman beralkohol. 1

     

    Tips Bagi Pendonor Darah

    Sebelum dan setelah melakukan donor darah, Sahabat Sehat dianjurkan untuk melakukan beberapa tips berikut :

    • Istirahat minimal 4 jam sebelum melakukan donor darah
    • Makan 3-4 jam sebelum melakukan donor darah, jangan melakukan donor darah dalam kondisi perut kosong.
    • Minum air putih yang cukup, minimal 2 liter per hari
    • Setelah melakukan donor darah, istirahat minimal 10 menit sebelum kembali beraktivitas.
    • Untuk menghindari bengkak di lokasi bekas jarum, hindari mengangkat benda berat selama 12 jam.1

    Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai syarat melakukan donor darah di masa pandemi Covid-19. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah pasca melakukan donor darah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat.  Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    [CTA Chat Dokter]

     

    Referensi

    1. Palang Merah Indonesia. Syarat Untuk Menjadi Donor Darah [Internet]. Indonesia : Palang Merah Indonesia; [cited 26 August 2021]. Available from: http://ayodonor.pmi.or.id/about.php
    2. Australian Red Cross. Do people want to donate blood during the coronavirus pandemic? [Internet]. Australia : Australian Red Cross; [cited 26 August 2021]. Available from: https://www.donateblood.com.au/blog/research/do-people-want-donate-blood-during-coronavirus-pandemic
    3. National Health Service Blood and Transplant. Coronavirus COVID-19 updates [Internet]. UK : National Health Service Blood and Transplant. 2021 [updated 31 Aug 2021; cited 26 Aug 2021]. Available from: https://www.blood.co.uk/news-and-campaigns/news-and-statements/coronavirus-covid-19-updates/
    4. Huzar T. Donating blood during a pandemic [Internet]. USA : Medical News Today. 2020 [updated 08 June 2020; cited 26 Aug 2021]. Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/donating-blood-during-a-pandemic-why-its-crucial-and-how-to-do-it-safely#Donating-blood-safely
    Read More
  • Tips Meredakan Gatal Pada Kulit

     

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

     

    Sahabat Sehat, rasa gatal pada kulit tentu cukup mengganggu dan dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Anak-anak maupun lansia rentan mengalami gatal pada kulit. Pada masa kanak-kanak, kulit masih sensitif. Sementara pada lansia, kulit mudah kering sebab faktor penuaan. Banyak sekali penyebab kulit terasa gatal, bagaimana penanganan awal untuk meredakan gatal ? Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut.

     

    Penyebab Kulit Terasa Gatal

    Sahabat Sehat, berikut adalah beberapa kondisi yang menyebabkan kulit terasa gatal :

    • Gangguan Pada Kulit

    Beberapa masalah pada kulit, seperti kulit kering (xerosis), eksim kulit (dermatitis), infeksi parasit seperti skabies, gigitan serangga, infeksi jamur, serta kelainan autoimun (misal psoriasis) dapat menyebabkan kulit terasa gatal.

    • Gangguan Sistemik

    Gatal tidak selalu diakibatkan kelainan pada kulit, sebab juga dapat menunjukan adanya penyakit yang mendasari seperti gangguan hati, gangguan ginjal, anemia, diabetes, gangguan tiroid, maupun multiple myeloma dan gangguan kelenjar getah bening (limfoma)

    • Gangguan Saraf

    Gangguan saraf seperti multiple sklerosis, maupun herpes zoster dapat pula menimbulkan keluhan gatal pada kulit.

    • Kondisi Psikologis

    Beberapa kondisi psikologis, seperti gangguan cemas, obsessive-compulsive disorder (OCD), serta depresi diketahui dapat menimbulkan keluhan gatal pada kulit. Tentunya keluhan gatal disertai dengan gejala lainnya yang terkait masalah psikologis.

    • Reaksi Alergi

    Beberapa zat kimia, maupun bahan pakaian tertentu dapat memicu iritasi kulit dan menyebabkan timbulnya kemerahan serta rasa gatal di kulit. Bahan lain seperti produk kosmetik, maupun obat-obatan juga dapat menimbulkan rasa gatal. 

    Tips Mengatasi Gatal

    Meski rasa gatal mengganggu aktivitas sehari-hari, Sahabat Sehat dapat melakukan beberapa tips berikut sebagai penanganan awal mengatasi gatal :

    • Gunakan krim dan pelembab kulit, agar kulit tidak kering.
    • Jika beraktivitas dibawah sinar matahari dalam waktu lama, gunakan tabir surya untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari yang berlebih dalam waktu lama.
    • Gunakan sabun mandi dan produk kulit yang tidak menimbulkan iritasi pada kulit
    • Hindari mandi dengan air yang terlalu panas.
    • Hindari bahan kain seperti wol dan sintesis sebab dapat memicu rasa gatal di kulit.
    • Menggunakan alat humidifier untuk menjaga kelembaban ruangan.
    • Berikan kompres air dingin pada area yang terasa gatal, daripada menggaruk kulit.
    • Oleskan lotion Calamine maupun Menthol untuk meredakan gatal
    • Menggunakan alat mandi serta pakaian pribadi.

     

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai penyebab dan tips mudah mengatasi gatal yang dapat dilakukan di rumah. Namun sebaiknya waspadai, jika gatal dialami hingga lebih dari 3 hari atau bila gatal dirasa memberat, serta muncul keluhan lain maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar diperiksa lebih lanjut.

    Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Mayo Clinic. Itchy skin (pruritus) [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2021 [updated Jan 06; cited 2021 Sep 09].
    2. Jaliman D. Your Skin, Pruritus, and Itching [Internet]. USA : WebMD. 2021 [updated 2021 Jun 21; cited 2021 Sep 09]. 
    3. Oakley A. Pruritus [Internet]. New Zealand : DermNet NZ. 2016 [updated 2016 Dec; cited 2021 Sep 09]. Available from : https://dermnetnz.org/topics/pruritus
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Niat baik ingin donor saja belumlah cukup. Pendonor harus memenuhi sejumlah aturan dan syarat donor darah di PMI yang sangat ketat. Maka tidak heran, ada saja pendonor yang terpaksa ditolak oleh petugas dan dipersilahkan melakukan donor di lain waktu. Oleh sebab itu, pastikan […]

    5 Syarat Donor Darah di PMI Bagi yang Belum Pernah Donor

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Pendonor yang Telah Lolos Syarat Donor Darah di PMI

    Niat baik ingin donor saja belumlah cukup. Pendonor harus memenuhi sejumlah aturan dan syarat donor darah di PMI yang sangat ketat. Maka tidak heran, ada saja pendonor yang terpaksa ditolak oleh petugas dan dipersilahkan melakukan donor di lain waktu.

    Oleh sebab itu, pastikan Sahabat Sehat yang ingin donor darah mengetahui apa saja yang dipersyaratkan PMI agar niat baik Sahabat Sehat bisa diterima.

    Manfaat Melakukan Donor Darah

    Sahabat Sehat, tanggal 3 September setiap tahunnya dirayakan sebagai Hari Palang Merah Indonesia. Donor darah merupakan salah satu cara bagi Sahabat Sehat untuk melakukan aksi sosial. Darah yang disumbangkan akan bermanfaat bagi kehidupan orang lain.

    Selain bermanfaat bagi penerima donor, bagi Sahabat Sehat yang mendonorkan darah juga dapat memperoleh berbagai manfaat seperti:

    • Menurunkan risiko penyakit kanker
    • Mencegah penyakit jantung
    • Hingga membantu dalam menurunkan berat badan

    Selain itu, orang-orang yang rutin melakukan donor darah cenderung lebih sehat dan lebih enerjik dalam kehidupannya sehari-hari. Namun perlu diketahui, ada berbagai persyaratan wajib yang harus Sahabat  Sehat penuhi agar dapat mendonorkan darah. Apa saja syaratnya ?

    Syarat Donor Darah di PMI

    Tidak semua orang yang datang ke PMI untuk donor darah akan diterima dan diambil darahnya. Sahabat Sehat, berikut adalah beberapa syarat yang wajib dipenuhi sebelum melakukan donor darah yaitu:

    Kunjungi PMI Terdekat

    PMI selalu membuka kesempatan bagi masyarakat untuk donor darah. Sahabat Sehat yang ingin melakukan donor darah hanya perlu datang ke PMI terdekat. Petugas akan membantu Sahabat Sehat prosedur donor darah, persyaratan yang harus dipenuhi seperti isi formulir, skrining kesehatan pendonor, dan petugas akan menjelaskan manfaat donor bagi pendonor dan bagi penerima donor, juga petugas akan menjelaskan bahwa proses donor darah akan berlangsung selama 5 sampai 10 menit.

    PMI biasanya akan selalu membuka donor darah setiap hari. Namun untuk jam donor bisa berbeda-beda. Oleh sebab itu, pastikan untuk mengkonfirmasi terlebih dahulu jadwal di PMI.

    Usia

    Donor di PMI tidak membedakan pria atau wanita. Ras, suku, ataupun agama tertentu. Namun petugas hanya akan menerima donor darah dari mereka yang berusia 17 hingga 65 tahun.

    Aturan ini ditetapkan untuk memastikan keselamatan pendonor. Jika usia terlalu muda ataupun terlalu tua dapat dikhawatirkan menimbulkan efek kurang baik pada tubuh pendonor.

    Kondisi Tubuh

    Pastikan tubuh dalam keadaan bugar dan sehat. Baik itu sehat secara jasmani maupun secara rohani. Merasa sehat secara fisik saja tidak cukup, petugas akan memeriksa kondisi tubuh dan memastikan:

    • Berat badan minimal 45 kilogram
    • Denyut nad teratur (sekitar 60-100 kali per menit)
    • Kadar Haeomglobin (hemoglobin) 12gr/dl bagi perempuan, dan 12,5gr/dl bagi pria
    • Tekanan darah sistolik pada rentang 100-170 mmHg
    • Tekanan darah diastolik pada rentang 70-100mmHg

    Tidak Ada Penyakit Berat yang Sedang Diderita

    Sebelum melakukan donor, ada skrining singkat yang menjadi syarat donor darah di PMI. Skrining ini untuk memastikan pendonor aman melakukan donor, dan darah berkualitas baik sehingga layak diberikan pada pasien. Biasanya pasien akan ditanya apakah memiliki penyakit yang sedang diderita saat ini.

    Beberapa penyakit yang dapat menggagalkan niat donor misalnya HIV/Aids, gangguan autoimun, serta penyakit-penyakit lain seperti kanker darah.

    Interval Donor

    Bagi Sahabat Sehat yang baru pertama kali donor mungkin tidak menjadi masalah. Namun jika ingin donor kembali, petugas hanya akan menerima donor kembali 12 minggu atau sekitar 3 bulan kemudian.

    Selain itu, petugas juga hanya akan menerima donor maksimal 5 kali dalam 2 tahun. Walaupun Sahabat Sehat ingin terus bisa bermanfaat bagi orang banyak, namun aturan ini dibuat untuk memastikan kesehatan pendonor tetap terjaga.

    Jika seluruh persyaratan diatas telah Sahabat Sehat penuhi, maka selanjutnya jaga kondisi tubuh agar selalu sehat dan bugar hingga jadwal donor darah tiba. 

    Hal Wajib Dilakukan Sebelum dan Setelah Donor Darah

    Untuk menjaga agar kondisi tubuh Sahabat tetap bugar menjelang donor darah serta setelah melakukan donor darah, maka sebaiknya lakukan beberapa tips berikut:

    Sebelum Donor

    • Tidur minimal 4 jam sebelum melakukan donor darah.
    • Untuk menjaga kualitas darah, hindari mengkonsumsi makanan berlemak.
    • Konsumsi makanan yang mengandung protein, zat besi, dan vitamin C yang tinggi.
    • Makanlah 3-4 jam sebelum melakukan donor
    • Hindari melakukan donor darah dalam keadaan perut kosong.
    • Konsumsi air putih yang cukup sebelum mendonorkan darah.
    • Hindari mengkonsumsi minuman beralkohol setidaknya sehari sebelum melakukan donor darah

    Setelah Melakukan Donor

    • Setelah melakukan donor darah, beristirahatlah di ruang tunggu minimal 10 menit
    • Konsumsi cemilan dan minuman yang diberikan petugas untuk mengganti kalori tubuh
    • Jangan langsung melepas plester pada area yang yang ditusuk jarum
    • Biarkan plester menempel minimal selama 6 jam usai melakukan donor darah
    • Hindari aktivitas berat atau mengangkat beban berat selama 12 jam agar tidak ada bengkak di area suntikan

    Nah Sahabat Sehat, itulah semua syarat donor darah di PMI yang wajib diikuti oleh pendonor maupun oleh petugas donor. Semoga donor yang Sahabat Sehat berikan bisa menjadi sumber keselamatan bagi penerima donor.

    Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Palang Merah Indonesia. Syarat Untuk Menjadi Donor Darah [Internet]. Indonesia : Palang Merah Indonesia; [cited 2021 Aug 30]
    2. World Health Organization. Blood donor selection: guidelines on assessing donor suitability for blood donation [Internet]. USA : World Health Organization. 2012 [updated 2012 Jan 01; cited 2021 Aug 30]
    3. Longhurst A. The Benefits of Donating Blood [Internet]. USA : Healthline. 2019 [updated 2019 June 26; cited 2021 Aug 30]
    4. Nall R. Donating blood: Advantages, disadvantages, and procedure [Internet]. USA : Medical News Today. 2020 [updated 2020 June 03; cited 2021 Aug 30]
    Read More
  • PPKM Kembali Diperpanjang, Begini Status Covid-19 di Indonesia Saat ini

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

     

    Untuk kesekian kalinya Pemerintah kembali memperpanjang pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis level di berbagai wilayah Jawa-Bali mulai 7 hingga 13 September 2021. Sementara PPKM di luar Jawa-Bali diperpanjang selama 2 pekan, yakni mulai 7 hingga 20 September 2021.

    Saat ini Pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan PPKM level 1-4 setiap minggunya. Melalui situs corona.jakarta.go.id telah terpantau bahwa pergerakan grafik kasus positif Covid-19 pada akhir Agustus hingga minggu pertama September 2021 ini cenderung mendatar, terutama pada wilayah Jakarta.

    Masyarakat Diimbau Tetap Berhati-hati

    Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan telah menjelaskan pada konferensi pers PPKM yang ditayangkan di YouTube Sekretariat Presiden mengungkapkan bahwa selama Covid-19 masih berstatus pandemi maka PPKM akan terus digunakan sebagai instrumen dalam mengendalikan aktivitas dan mobilitas masyarakat.

    Namun, jika dalam pelaksanaannya pandemi Covid-19 semakin membaik maka level PPKM akan diturunkan secara bertahap hingga mendekati situasi kehidupan normal. Oleh sebab itu evaluasi PPKM akan dilakukan setiap minggu untuk merespon perubahan situasi pandemi Covid-19 yang terjadi.

    Level PPKM Setiap Daerah

    Satgas Covid-19 menjelaskan mengenai pemberlakuan level PPKM yang dapat naik atau turun pada setiap daerah tergantung kondisinya. Perilaku masyarakat, pelaksanaan vaksinasi, hingga komitmen instansi pemerintahan dalam melakukan pelacakan kontak dan testing turut berperan penting dalam levelisasi PPKM di daerah tersebut. 

    Setidaknya di seluruh 7 wilayah aglomerasi dan beberapa kabupaten/kota yang berada pada PPKM level 3 atau 4 menjadi atensi utama Pemerintah, khususnya wilayah Bali. Sedangkan wilayah Sumatera utara, Medan, dan Kalimantan timur harus diperhatikan dengan baik mengenai kedisiplinan masyarakatnya dalam menerapkan protokol kesehatan. Wilayah Bali diperkirakan membutuhkan waktu satu pekan lagi untuk dapat menurunkan level PPKM, sementara wilayah DIY telah berhasil turun dari level 4 menjadi level 3 pekan lalu. 

    Status Covid-19 di Indonesia Kini

    Berdasarkan data terbaru dari laman corona.jakarta.go.id menunjukan bahwa Jakarta telah mencatatkan setidaknya sebanyak 852.692 pasien positif Covid-19 per 5 September 2021. Dengan pasien sembuh sebanyak 833.765, pasien meninggal 13.342 kasus, dan 5.585 lainnya masih dalam perawatan.

    Meskipun masih bersifat fluktuatif, namun laporan kasus harian Covid-19 terus mengalami penurunan jika dibandingkan dengan data total kasus pertama kali positif Covid-19 diumumkan pada 2 Maret tahun lalu yang mencapai 4.129.020 kasus. Kini kasus harian yang dilaporkan terus berada di bawah 10.000 kasus.

    Selain itu, pasien yang membutuhkan perawatan medis juga mengalami penurunan sebanyak 3,8 persen atau berkurang sebanyak 5.180 kasus. Sedangkan kasus pasien meninggal akibat Covid-19 secara kumulatif mencapai 135.861 kasus. Angka Positivity rate harian saat ini telah menyentuh 5,2%, yang artinya hampir menyentuh ambang aman.

    Penyesuaian Aturan PPKM

    Sahabat Sehat, pada periode PPKM 7-13 September 2021 terdapat beberapa penyesuaian aturan sebagai berikut:

    • Durasi tambahan untuk waktu makan (dine in) di dalam mall atau pusat perbelanjaan kini menjadi 60 menit dengan kapasitas pengunjung restoran mencapai 50%.
    • Pemerintah akan mulai melakukan uji coba pembukaan 20 tempat wisata di wilayah PPKM Level 3, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan implementasi aplikasi Peduli Lindungi.

     

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai aturan PPKM yang kembali diperpanjang. Meski sudah divaksin, Sahabat Sehat tetap dianjurkan menerapkan protokol kesehatan 5M yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilisasi.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan pemeriksaan Covid-19, segera manfaatkan layanan pemeriksaan Covid-19 dari Prosehat dan Klinik Kasih. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    [CTA WA Maya Special 9.9]

     

    Referensi:

    1. Kontan. PPKM 6 September berakhir, apakah diperpanjang? Ini kondisi Covid-19 di Jakarta [Internet]. Indonesia : PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2021 [updated 2021 Sep 06; cited 2021 Sep]. Available from : https://regional.kontan.co.id/news/ppkm-6-september-berakhir-apakah-diperpanjang-ini-kondisi-covid-19-di-jakarta
    2. Aida N. Apakah PPKM Diperpanjang Besok? Ini Penjelasan Satgas dan Tren Kasus dalam Seminggu [Internet]. Indonesia : Kompas. 2021 [updated 2021 Sep 05; cited 2021 Sep 07]. Available from : https://www.kompas.com/tren/read/2021/09/05/203000065/apakah-ppkm-diperpanjang-besok-ini-penjelasan-satgas-dan-tren-kasus-dalam?page=all
    3. Tribun News. PPKM Berlevel Berakhir Hari Ini, Diperpanjang atau Tidak? Simak Perkembangan Covid-19 Terkini [Internet]. Indonesia : Tribun News. 2021 [updated 2021 Sep 06; cited 2021 Sep 07]. Available from : https://www.tribunnews.com/nasional/2021/09/06/ppkm-berlevel-berakhir-hari-ini-diperpanjang-atau-tidak-simak-perkembangan-covid-19-terkini?page=2
    4. Dzulfaroh A. PPKM Diperpanjang hingga 13 September, Ini Penyesuaian Aturannya [Internet]. Indonesia : Kompas. 2021 [updated 2021 Sep 06; cited 2021 Sep 07]. Available from : https://www.kompas.com/tren/read/2021/09/06/192642365/ppkm-diperpanjang-hingga-13-september-ini-penyesuaian-aturannya?page=2
    Read More
  • Perlukah Suntik Vaksin Rabies Setelah Tergigit Anjing?

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

     

    Memiliki hewan peliharaan memang sangat menyenangkan. Namun cakaran atau gigitan hewan peliharaan, misalnya anjing tetap dapat berdampak bagi kesehatan. Salah satu jenis penyakit yang dapat diakibatkan oleh gigitan anjing adalah penyakit rabies. Sahabat Sehat, bagaimana mencegah penyakit rabies ? Mari simak penjelasan berikut.

    Apa Itu Rabies?

    Penyakit rabies atau disebut juga penyakit “anjing gila” disebabkan oleh Rabies lyssavirus yang ditularkan melalui gigitan atau cakaran dari hewan yang terinfeksi. Hewan yang terinfeksi memiliki virus rabies pada air liurnya. Virus rabies dapat menginfeksi melalui kulit yang luka, mata, hidung, atau mulut, dan menyebar melalui saraf ke otak. 

     

    Apa Tanda dan Gejala Rabies?

    Biasanya gejala penyakit rabies mulai dialami pada hitungan hari atau minggu, bahkan dapat pula muncul lebih dari setahun setelah gigitan terjadi. Gejala awal ditandai dengan kesemutan, perih, gatal di area sekitar gigitan hewan, demam, sakit kepala, nyeri otot, hilang nafsu makan, mual, hingga kelelahan. Selanjutnya setelah beberapa hari mulai berkembang keluhan lain, seperti:

    • Gelisah
    • Kebingungan
    • Halusinasi
    • Kejang otot
    • Kelemahan atau kelumpuhan 
    • Sensitif terhadap cahaya terang, suara, dan sentuhan
    • Produksi air liur berlebih

    Selain itu, penyakit rabies juga dapat menyebabkan kematian pada kasus yang berat. Oleh sebab itu jika Sahabat Sehat tergigit atau memiliki luka yang disebabkan oleh hewan maka sebaiknya segera diperiksakan ke dokter. 

    Bagaimana Pertolongan Pertama Saat Tergigit Anjing?

    Jika Sahabat Sehat tergigit anjing maupun hewan liar lainnya, maka segera lakukan beberapa tips berikut:

    • Cuci Area Luka

    Segera bersihkan luka dengan membasuh menggunakan air bersih mengalir dan sabun antibakteri. Basuh kembali luka dengan air bersih mengalir selama 10-15 menit.

    • Beri Cairan Antiseptik

    Setelah luka dibersihkan, usapkan kasa yang telah diberi cairan antiseptik atau obat merah untuk membersihkan luka dari kuman.

    • Serum Anti Rabies

    Serum anti rabies merupakan salah satu imunisasi pasif yang dapat memberikan antibodi penetral lebih cepat sebelum antibodi alami yang dibuat oleh tubuh.

    • Vaksin Rabies

    Biasanya pemberian vaksin rabies akan menimbulkan beberapa efek samping ringan, seperti pembengkakan di area suntik, ruam, demam ringan, sakit kepala, hingga nyeri otot. Umumnya dokter akan memberikan dua suntikan sekaligus, yakni :

    • Globulin Imun Rabies, sebagai perlindungan segera saat vaksin mulai bekerja
    • Vaksin Rabies, yang diberikan secara bertahap sebanyak 4 dosis yakni pada hari-0, 3, 7, dan hari ke 14. Sementara untuk orang dengan imunitas rendah akan mendapatkan dosis tambahan pada hari ke-28.

     

    Pentingnya Vaksin Rabies

    Penyakit rabies merupakan salah satu penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan gangguan saraf, otot, hingga kematian. Virus rabies ini akan masuk kedalam tubuh melalui luka atau lapisan mukosa kulit, kemudian tersebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. 

    Virus rabies dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi rabies. Tidak hanya manusia, pemberian vaksin rabies ini sebaiknya juga diberikan kepada hewan peliharaan. Vaksin rabies akan merangsang tubuh untuk memproduksi antibodi sebagai penetral virus rabies.

    Kapan Harus Ke Dokter?

    Segeralah mencari perawatan medis jika Sahabat Sehat tergigit oleh hewan apapun, dan jika hewan yang menggigit terlihat gelisah serta dicurigai terinfeksi rabies. Bahkan jika Sahabat Sehat tercakar dari hewan peliharaan, dianjurkan tetap memeriksakan ke dokter

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai penyakit rabies serta pentingnya vaksin rabies untuk mencegah penyakit rabies. Jika Sahabat Sehat memerlukan vaksinasi rabies, segera manfaatkan layanan imunisasi ke rumah dari Prosehat. 

    Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    [CTA WA Maya Special 9.9]

    Referensi:

    1. Children’s Wisconsin. Rabies (for Parents) [Internet]. USA : Children’s Wisconsin; [cited 2021 Sep 09]. Available from : https://kidshealth.org/ChildrensWI/en/parents/rabies.html
    2. Mayo Clinic. Rabies – Symptoms and causes [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2019 [updated 2019 Dec 06; cited 2021 Sep 09]. Available from : https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rabies/symptoms-causes/syc-20351821
    3. Kim S. Rabies: Types, Symptoms & Causes [Internet]. USA : Healthline. 2018 [updated 2018 Sep 17; cited 2021 Sep 09]. Available from : https://www.healthline.com/health/rabies
    4. World Health Organization. Rabies [Internet]. USA : World Health Organization. 2021 [updated 2021 May 17; cited 2021 Sep 09]. Available from : https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/rabies
    Read More
Chat Dokter 24 Jam