Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 251–260 of 1121 results

  • Menurut Worldwide Cancer Data tahun 2018 , tercatat sebanyak 18 juta orang menderita kanker di seluruh dunia, terdiri dari 9,5 juta laki-laki dan 8,5 juta penderita adalah wanita. Jenis kanker yang diderita bermacam-macam. Kanker merupakan penyebab kematian terbesar kedua di dunia, WHO (World Health Organization) mencatat sebanyak 9,6 juta penderita kanker meninggal pada tahun 2018. […]

    Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Menurut Worldwide Cancer Data tahun 2018 , tercatat sebanyak 18 juta orang menderita kanker di seluruh dunia, terdiri dari 9,5 juta laki-laki dan 8,5 juta penderita adalah wanita. Jenis kanker yang diderita bermacam-macam. Kanker merupakan penyebab kematian terbesar kedua di dunia, WHO (World Health Organization) mencatat sebanyak 9,6 juta penderita kanker meninggal pada tahun 2018. Umumnya, 1 dari 6 orang meninggal akibat kanker, 70% penderita kanker yang meninggal berasal dari negara miskin dan berkembang.

    Baca Juga: Aktivitas Pemicu Kanker 

    Penyebab Kanker

    Sampai saat ini, penyebab kanker masih belum diketahui secara pasti, namun secara garis besar penyebab kanker dapat dibagi menjadi  3 faktor eksternal yaitu:

    • Faktor karsinogenik fisik: sinar ultraviolet (u.v) dan radiasi
    • Faktor karsinogenik kimia: paparan asbes, perokok, pengonsumsi tembakau, pengawet makanan dan arsenik (air minum yang tercemar zat arsenik)
    • Faktor karsinogenik biologi: infeksi virus, bakteri dan parasit

    Faktor penuaan juga meningkatkan risiko terjadinya kanker, semakin bertambahnya usia maka meningkatkan risiko terjadinya pembelahan sel ganas atau sel kanker.

    Baca Juga: Metode Deteksi Dini Kanker Serviks

    Faktor risiko yang meningkatkan terjadinya kanker adalah konsumsi alkohol yang berlebihan, perokok, makan makanan yang tidak sehat dan junk food, serta pasien yang menderita penyakit infeksi. Menurut data WHO, sebanyak 15% penderita kanker yang didiagnosis pada tahun 2012 juga menderita infeksi seperti Helicobacter pylori (infeksi pada lambung), HPV (Human Papiloma virus) penyebab kanker leher rahim, Hepatitis B dan C virus dapat berkembang menjadi kanker hati dan Epstein bar virus.

    Sebanyak 30-50% kanker dapat dicegah dengan cara menghindari faktor risiko di atas dan memodifikasi gaya hidup menjadi gaya hidup sehat seperti olahraga serta mengonsumsi makanan sehat (sayur dan buah-buahan).

    Menurut data dari World Cancer Research Fund, kanker payudara merupakan kanker tersering diderita oleh wanita seluruh dunia. Pada tahun 2018, tercatat sebanyak 25,4% dari total kanker yang menyerang wanita disebabkan oleh kanker payudara. Berikut ini tabel jenis kanker terbanyak yang menyerang wanita:

    Ranking Jenis kanker Kasus baru yang didiagnosis tahun 2018 (8.218.216 kasus) %
    1 Payudara 2,088,849 25,4
    2 Kolorektal 794,958 9.7
    3 Paru-paru 725,352 8.8
    4 Kanker serviks (leher rahim) 569,847 6.9
    5 Tiroid 436,344 6.3
    6 Rahim (Korpus uteri) 382,069 5.3
    7 Lambung 349,947 4.3
    8 Ovarium 295,414 3.6
    9 Hati 244,506 3.0
    10 Limfoma non-hodgin 224,877 2.7
    11 Pankreas 215,885 2.6
    12 Leukimia 187,579 2.3
    13 Esophagus 172,335 2,1
    14 Ginjal 148,755 1.8
    15 Kulit 137,025 1.7
    16 Otak dan sistem saraf 134,317 1.6
    17 Kantung kemih 125,311 1.5
    18 Kantung empedu 122,024 1.5
    19 Bibir dan mulut 108,444 1.3
    20 Multiple melanoma 70,088 0.9
    21 Vulva 44,235 0.5
    22 Nasopharynx 35,663 0.4
    23 Limfoma Hodgkin 33,431 0.4
    24 Anus 28,345 0.3
    25 Kelenjar liur 23,543 0.3
    26 Larynx 22,445 0.3
    27 Oropharynx 18,415 0.2
    28 Vagina 17,600 0.2
    29 Kaposi sarcoma 13,551 0.2
    30 Hypopharynx 13,112 0.2
    31 Mesothelioma 8,781 0.1

     

    Sedangkan di Indonesia, angka kanker terbanyak pada wanita adalah kanker payudara sebanyak 48.998 jiwa dan kanker serviks sebanyak 20.928 jiwa.

    Angka kanker di Indonesia

    Kita akan membahas jenis kanker yang terbanyak pada wanita di Indonesia, yaitu kanker payudara dan kanker leher rahim atau kanker serviks.

    Kanker Payudara

    Kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak diderita oleh wanita, sebanyak 2,1 juta wanita didiagnosis kanker payudara pada tahun 2018. Angka kematian akibat kanker payudara diperkirakan sebanyak 627,000 jiwa (15% dari jumlah angka kematian yang disebabkan oleh kanker) meninggal pada tahun 2018. Hal yang paling penting pada kanker payudara dalam menentukan angka harapan hidup yaitu diagnosis yang cepat dan screening payudara. Kebanyakan wanita dengan kanker payudara, berhasil didiagnosis pada stadium lanjut. Hal ini disebabkan minimnya pengetahuan masyarakat mengenai gejala awal yang timbul sehingga masyarakat tidak segera melakukan pemeriksaan ke layanan kesehatan.

    Baca Juga: Cara Periksa Sendiri Gejala Kanker Payudara

    Kanker payudara timbul ketika terjadi pembelahan sel yang tidak wajar dan berlebihan pada jaringan payudara, kanker payudara dapat berasal dari sel penghasil susu (lobus), jaringan lemak, saluran susu (duktus) dan jaringan ikat payudara.

    Saat fase awal kanker payudara, pasien tidak menyadari gejala yang timbul karena benjolan pada payudara berukuran sangat kecil. Ketika benjolan semakin besar dan menimbulkan rasa nyeri, penderita baru menyadari dan pada saat inilah stadium kanker payudara sudah berlanjut. Berikut ini gejala kanker payudara:

    • Terdapat benjolan pada payudara, benjolan biasanya berbenjol-benjol dan permukaannya tidak rata, dapat terasa nyeri.
    • Ukuran payudara lebih besar.
    • Payudara berwarna kemerahan.
    • Penebalan kulit pada payudara seperti kulit jeruk.
    • Puting payudara masuk ke dalam.
    • Adanya darah atau nanah yang keluar dari puting payudara.
    • Terjadi perbesaran kelenjar getah bening pada ketiak, lipat paha atau leher.
    • Penurunan berat badan.
    • Penurunan nafsu makan.

    Untuk pencegahan kanker payudara, dianjurkan melakukan pemeriksaan SADARI secara mandiri atau dengan petugas medis yaitu dengan melihat sendiri perubahan bentuk dan ukuran payudara sendiri dan meraba payudara apakah ada benjolan, pemeriksaan dilakukan sekitar 1 minggu sampai 2 minggu setelah selesai menstruasi. Selain itu, apabila dicurigai terdapat benjolan pada payudara segera lakukan pemeriksaan ke dokter dan dilakukan pemeriksaan mamografi (untuk melihat benjolan pada payudara), melakukan tes darah penanda kanker payudara, dan MRI.

    Pengobatan kanker payudara dapat dilakukan pembedahan (lumpektomi atau pembedahan pengangkatan tumor yang masih kecil atau masektomi atau pembedahan pengangkatan total payudara), radioterapi, terapi hormonal dan kemoterapi

    Anatomi Organ Serviks Uteri

    Serviks atau leher rahim adalah organ kewanitaan yang menghubungkan antara organ rahim dengan vagina. Fungsi dari leher rahim adalah penghasil lendir yang berfungsi sebagai pelumas saat berhubungan seksual serta mempermudah jalannya sperma masuk untuk bertemu dengan sel telur, sebagai penahan bakteri maupun parasit agar tidak masuk ke dalam rahim, selain itu leher rahim berfungsi menutup ketika wanita sedang mengandung agar tidak mudah terjadinya keguguran dan akan terbuka saat proses persalinan berlangsung. Bagi wanita, organ leher rahim ini sangat berperan penting.

    Kanker serviks adalah kanker keempat terbanyak diderita oleh wanita di dunia, diperkirakan 570.000 kasus baru yang berhasil didiagnosis pada tahun 2018 di seluruh dunia dan 90% kanker serviks ditemukan pada negara yang miskin dan berkembang. Sedangkan di Indonesia, kanker serviks merupakan kanker terbanyak kedua setelah kanker payudara. Angka kematian kanker serviks dapat diminimalisir dengan pencegahan, diagnosis yang cepat dan screening.

    Penyebab terjadinya kanker serviks masih belum dapat diketahui penyebabnya. Namun, biasanya didahului oleh infeksi dari virus HPV (Human Papiloma Virus). Infeksi virus ini dapat sembuh dengan sendirinya, namun pada sebagian orang akan berkembang ke arah perkembangan sel serviks uteri menjadi sel yang abnormal. Perubahan sel ini disebut CIN (Cervical Intraepithelial Neoplasia) yang akan berkembang ke arah keganasan. Virus HPV yang menyebabkan kanker serviks adalah tipe 16 dan 18. Apabila sudah terjadi keganasan maka sel kanker akan menyebar (metastasis) melalui kelenjar getah bening.

    Faktor risiko terjadinya kanker serviks sebagian besar karena keturunan dari keluarga yang menderita kanker serviks, perokok berat, obesitas atau kegemukan, peminum alkohol, kurang mengonsumsi sayur dan buah, mengonsumsi obat hormonal seperti pil kb hormonal, pasangan seksual berganti-ganti, melahirkan lebih dari 5 anak, orang dengan daya imun rendah seperti orang dengan HIV AIDS, penderita gonorhea, candidiaasis (jamur pada kamaluan) dan penyakit menular seksual lainnya.

    Baca Juga: Apakah HPV dan Kanker Serviks Saling Berkaitan

    Pada fase awal, biasanya penderita kanker serviks tidak mengalami gejala sehingga pasien tidak menyadari sedang terkena kanker serviks. Gejala biasanya dirasakan ketika sel kanker sudah mulai menyebar ke bagian tubuh lainnya.

    Gejala dan Stadium Kanker Serviks

    Gejala pada pasien penderita kanker serviks antara lain:

    • Nyeri pada perut bawah atau pinggul.
    • Nyeri saat berhubungan intim dan mudah berdarah saat berhubungan intim.
    • Pendarahan diluar masa menstruasi.
    • Penurunan berat badan drastis dalam hitungan minggu atau beberapa bulan.
    • Perut membengkak.
    • Mual dan muntah.
    • Kehilangan nafsu makan.
    • Apabila sudah menyebar ke organ tubuh lain, maka gejala yang timbul sesuai dengan organ yang terkena. Misalnya bila menyebar ke paru-paru maka akan terjadi sesak napas, batuk, apabila menyebar ke tulang maka akan terjadi pembengkakan pada tulang dan nyeri, bila menyebar ke otak dan sistem saraf maka akan timbul kejang dan penurunan kesadaran.

    Cara untuk mendeteksi awal atau screening kanker serviks adalah dengan cara pemeriksaan IVA test bagi wanita yang sudah menikah. IVA test dapat mendeteksi awal adanya perubahan sel pada serviks uteri. Apabila ditemukan adanya perubahan sel, maka dilakukan pemeriksaan selanjutnya yaitu biopsi untuk memeriksa sel serviks uteri di bawah mikroskop.

    Baca Juga: Kanker Serviks Bisakah Disembuhkan?

    Sebagai tindakan pencegahan, berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan:

    • Jangan berganti-ganti pasangan untuk mencegah terinfeksi virus HIV.
    • Gunakan kondom saat berhubungan seksual.
    • Melakukan vaksin HPV pada saat belum aktif secara seksual, kurang lebih pada usia 9–26 tahun.
    • Hindari merokok dan minum minuman beralkohol secara berlebihan.
    • Hindari penggunaan obat hormonal dalam jangka waktu panjang.
    • Apabila aktif secara seksual, maka dianjurkan untuk aktif melakukan pemeriksaan papsmear secara teratur minimal 6 bulan sampai 1 tahun sekali.

    Pengobatan yang dapat dilakukan bagi pasien yang telah didiagnosis kanker serviks tergantung dari stadium kanker yang diderita, dapat berupa pembedahan, kemoterapi dan radioterapi. Namun, efek samping yang mungkin timbul pada saat pengobatan dengan kemoterapi dan radioterapi sangat banyak, misalnya penurunan nafsu makan, sariawan, badan lemas, berat badan menurun, rambut rontok, mual, dan muntah.

    Produk Terkait: Vaksinasi HPV

    Nah, Sobat itulah ulasan tentang kanker yang sering menyerang wanita. Untuk kanker serviks ini, Sobat bisa memanfaatkan layanan vaksinasi HPV ke rumah dari Prosehat. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka

    1. Cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer
    2. Cervical cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/cervical-cancer/en/
    3. Breast cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/breast-cancer/en/
    4. Breast cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/breast-cancer/en/
    5. [Internet]. Who.int. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/country-profiles/idn_en.pdf
    Read More
  • Kanker dan tumor merupakan penyakit yang sukar dibedakan. Terkadang kita masyarakat awam yang tidak mengenal secara detail di dunia kesehatan akan sulit membedakannya. Sebenarnya apa saja perbedaan tumor dan kanker? Simak ulasan 5 perbedaan tumor dan kanker di bawah ini. Perbedaan Tumor dan Kanker 1. Tumor Membengkak, Kanker Bermutasi Pada dasarnya tumor merupakan benjolan dan […]

    Inilah 5 Perbedaan Tumor dan Kanker yang Perlu Sahabat Ketahui

    Kanker dan tumor merupakan penyakit yang sukar dibedakan. Terkadang kita masyarakat awam yang tidak mengenal secara detail di dunia kesehatan akan sulit membedakannya. Sebenarnya apa saja perbedaan tumor dan kanker? Simak ulasan 5 perbedaan tumor dan kanker di bawah ini.

    beda tumor dan kanker

    Perbedaan Tumor dan Kanker

    1. Tumor Membengkak, Kanker Bermutasi

    Pada dasarnya tumor merupakan benjolan dan terdapat pada selaput yang menyelimutinya. Sedangkan kanker merupakan kerusakan DNA yang menyebabkan proses mutasi sel kanker. Dari sini dapat diketahu kanker lebih berbahaya.

    Baca Juga: Ternyata Kurang Tidur Pacu Kanker Payudara

    2. Tumor Jinak dan Ganas, Kanker Bisa Saja Tumor Ganas

    Tumor dapat dibagi menjadi dua, yakni tumor jinak dan tumor ganas. Tumor jinak sangat mudah untuk diatasi, misalnya saja mengangkat sel tumor dalam tubuh. Sedangkan sel ganas sulit untuk diatasi. Kanker merupakan tumor yang sangat ganas. Jadi kanker bisa juga disebut dari perkembangan tumor yang amat ganas.

    3. Pertumbuhan Tumor Lambat, Pertumbuhan Kanker Sangat Cepat

    Pertumbuhan pada tumor cenderung lambat, memerlukan proses bertahun-tahun baru dapat diketahui petumbuhannya dan dapat dirasakan sakitnya. Sedangkan sel-sel kanker tumbuh dengan sangat cepat.

    Baca Juga: Lindungi Diri Anda Dari Kanker Serviks

    4. Tumor Mudah Diatasi, Kanker Membutuhkan Waktu Lama untuk Mengatasinya

    Tumor, terutama tumor jinak tidaklah berbahaya jika dekatahui sejak dini dan dapat segera dioperasi. Setelah operasi tumor dinyatakan sembuh. Beda halnya dengan kanker, kanker tidak bisa disembuhkan dengan operasi instan. Kanker hanya bisa disembuhkan dengan kemoterapi dan perawatan khusus secara berkala.

    5. Benjolan Kanker akan Terasa Keras, Benjolan Tumor Cenderung Lebih Kenyal

    Dalam penyakit kanker payudara benjolan dapat dirasakan secara jelas. Benjolan yang terjadi karena kanker biasanya akan terasa keras dan padat ketika diraba. Beda halnya dengan benjolan tumor yang cenderung lebih kenyal.

    Baca Juga: 10 Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Kemoterapi

    Kelima hal mendasar itulah yang harus diketahui oleh masyarakat luas. Hal ini berguna agar masyarakat tidak menyalah artikan dan salah konsep mengenai tumor dan kanker. Kanker juga menjadi perhatian oleh pemerintah. Karena kanker sangat berbahaya dan mematikan.

    Demikian artikel mengenai “5 Perbedaan Tumor dan Kanker“. Kenali perbedaan tumor dan kanker, hindari kedua penyakit tersebut dan jagalah tubuh agar tetap sehat. Nantikan artikel lain kami untuk mendapatkan informasi kesehatan tubuh yang bermanfaat lainnya.

    Apabila Sahabat ingin mengetahui lebih dalam dan lengkap tentang tumor dan kanker, serta memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Diulas oleh: dr. Anindi Putri Harjanti

     

    Read More
  • Tenaga kesehatan adalah garda terdepan dalam penanganan Covid-19 karena merekalah yang menangani langsung pasien pengidap terus. Akan tetapi semakin bertambahnya jumlah kasus pengidap virus setiap harinya tentu saja membuat mereka sangat kelelahan, dan mengalami sindrom burnout. Sindrom ini secara psikologis sudah berisiko menganggu kualitas hidup dan produktivitas kerja dalam pelayanan kesehatan.   Baca Juga: Kasus […]

    Kisah Para Nakes Menghadapi Covid-19 yang Perlu Sahabat Ketahui

    Tenaga kesehatan adalah garda terdepan dalam penanganan Covid-19 karena merekalah yang menangani langsung pasien pengidap terus. Akan tetapi semakin bertambahnya jumlah kasus pengidap virus setiap harinya tentu saja membuat mereka sangat kelelahan, dan mengalami sindrom burnout. Sindrom ini secara psikologis sudah berisiko menganggu kualitas hidup dan produktivitas kerja dalam pelayanan kesehatan.

    kisah para nakes menghadapi Covid-19

     

    Baca Juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai Sejuta

    Tingginya risiko menderita burnout syndrome akibat stres yang luar biasa ini dapat mengakibatkan efek jangka panjang. Salah satunya adalah sistem imun yang menurun sehingga menganggu kualitas pelayanan medis. Magister Kedokteran Kerja FKUI mencatat bahwa ada 83% tenaga kesehatan di Indonesia yang mengalami hal tersebut.

    Meski begitu, kenyataannya masih banyak masyarakat yang terlihat abai terhadap kondisi yang dialami para nakes. Mereka menganggap remeh kerja nakes yang sudah luar biasa dalam penanganan sampai harus mengorbankan waktu untuk diri sendiri dan keluarga demi melayani masyarakat. Tidak jarang para nakes juga menjadi korban cemooh masyarakat. Nah, Sahabat Sehat berikut ini kami sajikan beberapa kisah para nakes yang berjuang menangani Covid-19 supaya Sahabat benar-benar tahu seperti apa yang mereka lakukan.

    Rela Berkeringat Penuh Karena Memakai APD

    Di masa pandemi Covid-19 para nakes diwajibkan memakai APD atau alat perlindungan diri untuk melindungi dari paparan Covid-19 secara langsung. Namun jangan dibayangkan jika memakai APD ini enak. Seperti dilansir dari Detik, seorang perawat di Makassar bernama I mengungkapkan bahwa dirinya merasakan panas yang luar biasa sehingga berkeringat penuh ketika APD dibuka.

    Tidak hanya mandi keringat akibat panas luar biasa itu, I mengatakan juga mengalami sejumlah permasalahan pada kulitnya seperti tangan yang memutih dan mengerut. Selain itu, ia mengalami luka di bagian pipi dan hidung setelah memakai APD. Luka itu terbentuk oleh tali di masker . I sendiri mengatakan bahwa ia hanya sanggup memakai APD selama 3 jam. Meski mengalami masalah-masalah di atas, I tetap menunjukkan profesionalitas dan sisi kemanusiaannya sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19.

    Rela Berpisah dari Keluarga

    Cerita lain dari nakes yang berjuang melawan Covid-19 datang dari Chitra, seorang perawat di salah satu rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di Jakarta. Sejak virus melanda Indonesia ia mengerahkan kemampuan terbaik, tenaga, dan semangat untuk merawan pasien positif virus. Tentu saja hal ini tidaklah mudah karena banyak tantangan yang harus dihadapi. Namun, ia sadar dengan apa yang dilakukannya bukanlah sekadar profesi tetapi juga untuk kemanusiaan.

    Baca Juga: Mengapa Covid-19 di DKI Jakarta Terus-Menerus Meningkat?

    Ia pun rela berpisah dari keluarga karena dirinya dikhawatirkan akan membawa virus, dan karena itu ia ditempatkan di sebuah hotel oleh pihak rumah sakit. Meski begitu, Chitra mengakui juga membutuhkan hiburan karena stres yang cukup parah dari aktivitas tiada henti yang dilakukan untuk menangani pasien Covid-19. Satu-satunya cara untuk menghibur diri adalah melepas kangen dengan keluarga melalui video-call.

    Rela Terpapar Virus

    Meskipun sudah dilengkapi APD bukan berarti para nakes tidak bisa terkena virus. Kenyataannya, potensi terkena virus cukup besar karena persinggungan langsung dengan para pasien positif Covid-19. Hal ini yang dialami oleh AH, salah seorang perawat di Puskesmas Kalisat, Jember. Ia terkena Covid-19 yang berasal dari pasien puskesmas. Tidak hanya dirinya, tetapi juga keluarganya. Dimulai sang bapak yang diketahui memiliki penyakit komorbid kencing manis lalu merambat pada semua anggota keluarga. Sang Bapak kemudian meninggal dunia. Ia bersama anggota keluarga yang lain kemudian diisolasi di sebuah RSD dr. Soebandi.

    Atas kejadian yang menimpanya ia meminta kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan yang ada, dan jangan meremehkan Covid-19 karena ia yang patuh saja terkena apalagi yang tidak. Ia juga meminta kepada masyarakat untuk jujur apabila sakit dengan gejala mengarah ke Covid-19. Sebab, apabila tidak jujur hal itu akan sangat berdampak pada orang lain terutama perawat.

    Itulah kisah-kisah para nakes sebagai garda terdepan yang berjuang melawan Covid-19. Mereka merelakan diri bermandi keringat memakai APD, mengalami masalah pada kulit saat memakai APD dan masker, rela berpisah dari keluarga sehingga harus melupakan hal-hal yang menyenangkan dan menghibur, serta rela terpapar virus dalam risiko pekerjaan sebagai nakes. Tentunya hal ini seharusnya menjadi hal bagi Sahabat untuk terus mengapresiasi mereka dan membantu mereka dengan tetap melakukan 3M dan PHBS, serta tetap di rumah saja jika tidak ada keperluan yang cukup mendesak. Jangan sampai pengorbanan mereka sia-sia untuk kemanusiaan ini, dan jangan menyepelekan.

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Menggunakannya

    Apabila Sahabat merasa perlu deteksi dini tes Covid-19, Sahabat bisa melakukannya di Prosehat. Cara mengakses cukup mudah, Sahabat bisa akses melalui website atau aplikasi kemudian pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Alam S. Curhat Perawat Soal Gerahnya Pakai APD, Kulit Sampai Keriput dan Terluka [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4970644/curhat-perawat-soal-gerahnya-pakai-apd-kulit-sampai-keriput-dan-terluka
    2. Concerns H. Apresiasi Tenaga Medis yang Telah Berjuang Melawan COVID-19 – Tribunnews.com [Internet]. Tribunnews.com. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://www.tribunnews.com/kesehatan/2021/01/18/apresiasi-tenaga-medis-yang-telah-berjuang-melawan-covid-19
    3. Media K. Cerita Satu Keluarga Tenaga Kesehatan Berjuang Sembuh dari Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://regional.kompas.com/read/2020/10/10/15114661/cerita-satu-keluarga-tenaga-kesehatan-berjuang-sembuh-dari-covid-19?page=all
    4. Cerita Inspiratif Tenaga Medis Covid-19, Pisah dengan Keluarga dan Butuh Hiburan [Internet]. iNews.ID. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://www.inews.id/travel/destinasi/cerita-inspiratif-tenaga-medis-covid-19-pisah-dengan-keluarga-dan-butuh-hiburan
    Read More
  • Pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh varian virus corona baru, pertama kali teridentifikasi di Wuhan, Cina pada akhir 2019 kemarin. Sampai saat ini para ilmuan dan ahli kesehatan masih terus melakukan penelitian untuk mendalami hal-hal yang berkaitan dengan penyakit ini, seperti gejala dan cara penanganannya. Baca Juga: Inilah Gejala Corona dari Hari ke Hari Umumnya gejala […]

    Tanda dan Gejala COVID-19: Delirium, Happy Hypoxia, dan Anosmia. Yuk Kenali Perbedaannya!

    Pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh varian virus corona baru, pertama kali teridentifikasi di Wuhan, Cina pada akhir 2019 kemarin. Sampai saat ini para ilmuan dan ahli kesehatan masih terus melakukan penelitian untuk mendalami hal-hal yang berkaitan dengan penyakit ini, seperti gejala dan cara penanganannya.

    tanda dan gejala Covid-19

    Baca Juga: Inilah Gejala Corona dari Hari ke Hari

    Umumnya gejala bisa timbul pada saat seseorang yang terinfeksi terpapar setelah dua hari oleh virus corona, walaupun masa inkubasi pada virus ini sekitar 5-6 hari. Gejala umum yang muncul pada  pasien Covid-19 adalah demam, batuk, sakit kepala, sesak napas, hingga kelelahan. Namun, kini berbagai fakta baru mengenai virus tersebut mulai terungkap.

    Berdasarkan penelitian para ahli medis, menunjukan bahwa varian baru dari mutasi virus corona ini lebih mudah menyebar dari orang ke orang. Sejauh ini mereka berhasil mengidentifikasi beberapa gejala dari virus corona jenis baru, SARS-CoV-2. Diantaranya adalah delirium, happy hypoxia, dan anosmia.

    Yuk cari tahu gejala dan penanganan yang tepat!

    1. Delirium

    Penyakit ini merupakan gejala baru dari COVID-19 yang menyerang mental si penderita. Biasanya penyakit ini dialami oleh penderita lansia. Delirium sendiri merupakan gejala mental yang membuat penderitanya mengalami gangguan seperti kebingungan berat dan kurangnya kesadaran. Penderita akan merasa seperti sedang bermimpi. Kondisi seperti ini terjadi akibat adanya disfungsi otak pada penderita COVID-19.

    Gejalanya pun muncul secara fluktuatif dan bisa berkembang cepat dalam beberapa jam atau hari. Beberapa gejalanya sebagai berikut:

    1. Sulit fokus dan mudah teralihkan
    2. Sering melamun dan lambat dalam merespon
    3. Menurunnya daya ingat
    4. Sulit berbicara
    5. Suka behalusinas
    6. Mudah tersinggung dan pergantian mood yang ekstrem serta merasa gelisah
    7. Kebiasaan tidur berubah
    8. Kesadaran berkurang
    9. Depresi
    10. Kebingungan
    11. Komplikasi neurologis yang parah dan jaran terjadi, seperti stroke, radang otak, dan kerusakan syaraf

    Bagaimana penanganan pada penderita delirium?

    • Pada usia dewasa sampai lajut usia, diagnosis yang tepat sangat penting untuk menentukan pengobatan, karena gejala delirium sangat mirip dengan demensa. Oleh karena itu, pengobatannya tentu saja berbeda.
    • Delirium biasanya juga dapat diiatasi berdasarkan penyebabnya, seperti pemberian obat tertentu.
    • Delirium yang disebabkan oleh serangan asma yang parah, bisa diatasi dengan pemberian inhaler atau oksigen untuk membantu system pernapasannya.
    • Dokter juga dapat memberikan antibiotic, apabila delirium disebabkan oleh infeksi bakteri.
    • Dokter juga dapat menyarankan untuk berhenti konsumsi alcohol atau obat tertentu kepada penderita dalam beberapa kasus.
    • Delirium yang disebabkan oleh tekanan emosional, dapat ditasi dengan memberikan antidepresan, obat penenang, atau tiamin.
    • Pemberian konseling agar penderita merasa nyaman dan untuk mendiskusikan pikiran dan perasaannya.

    2. Happy Hypoxia

    Tanda yang muncul pada Covid-19 di antaranya adalah  happy hypoxia yang ditandai dengan saturasi oksigen dalam darahnya menurun, namun orang tersebut tidak merasakan sesak hingga berakibat fatal. Oleh karena itu, penyakit ini sangat diwaspadai oleh banyak orang karena dapat membahayakan nyawa.

    Baca Juga: Apakah Gangguan Delirium Merupakan Gejala Baru Covid-19?

    Dokter spesialis paru dari RS Persahabatan, dr Erlina Burhan MSc, SpP, mengatakan bahwa happy hypoxia terjadi karena adanya kerusakan pada sistem saraf yang mengantarkan sensor sesak ke otak. Kondisi tersebut mengakibatkan otak tidak dapat memberi respon, sehingga tidak mengenal adanya kekurangan oksigen dalam darah.

    Berikut beberapa gejala happy hypoxia pada pasien COVID-19

    1. Terus bertambahnya gejala COVID-19

    Kekurangan oksigen dalam darah yang memicu organ bereaksi sehingga menimbulkan berbagai gejala lainnya.

    2. Batuk bertambah dan terus menerus

    Batuk yang diperparah oleh kurangnya oksigen membuat batuk semakin keras dikarenakan paru-paru tidak memiliki cukup pertukaran CO2 dengan oksigen.

    3. Tubuh semakin lemas

    Oksigen yang kurang dapat mengakibatkan tubuh semakin lama semakin lemas, bahkan hingga hilang kesadaran

    4. Detak jantung menjadi cepat atau sebaliknya menjadi lemah

    5. Warna bibir dan ujung jari mulai kebiruan

    Apabila warna bibir dan ujung jari sudah mulai membiru, itu menjadi pertanda bahwa oksigen tidak tersebar keseluruh tubuh

    Penanganan yang tepat untuk mengatasi happy hypoxia antara lain:

    • Pemberian oksigen

    Bertujuan untuk meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh. Bisa diberikan melalui masker atau selang hidung, terapi hiperbarik, atau alat bantu napas (ventilator)

    • Obat-obatan

    Pemberian obat dimaksudkan untuk mengobati penyebab timbulnya happy hypoxia. Seperti inhaler atau obat asma, obat golongan kortikosteroid untuk peradangan paru, antibiotik untuk infeks bakterii, dan obat anti kejang untuk meredakan kejang.

    3. Anosmia

    Anosmia merupakan stilah yang digunakan pada suatu kondisi menghilangnya kemampuan indera penciuman secara total. Melansir laman Harvard Medical School (HMS), anosmia adalah gejala neurologis utama dan merupakan salah satu gejala Covid-19 paling awal dan yang paling sering dilaporkan.

    Orang yang menderita anosmia tidak dapat mencium aroma apapun, baik aroma bunga atau parfum maupun baru tdak sedap seperti bau busuk dan bau amis.

    Baca Juga: Parosmia dan Phantosmia, Gejala-gejala Baru Covid-19, Apa Saja Perbedaannya?

    Berikut beberapa penyebab anosmia:

    • Pembengkakan atau penyumbatan pada rongga hidung yang membuat bau atau aroma tertentu tidak dapat terdeteksi oleh saraf dalam hidung.
    • Adanya masalah pada system saraf yang berfungsi untuk mendeteksi aroma.

    Cara penangnan anosmia:

    • Istirahat yang cukup
    • Minum air putih lebih banyak
    • Konsumsi obat penurun panas dan multivitamin
    • Jika muncul gejala Covid-19 yang lebih berat, segera hubungi dokter untuk penanganan yang lebih tepat.

    Itulah Sahabat mengenai tanda dan gejala Covid-19, delirium, happy hypoxia, dan anosmia. Apabila Sahabat merasakan gejala-gejala di atas, yuk jangan ragu untuk tes Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Nabila F. Terpopuler Sepekan: Fakta-fakta Delirium, Gejala Terbaru COVID-19 [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 28 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5302554/terpopuler-sepekan-fakta-fakta-delirium-gejala-terbaru-covid-19
    2. Kenali Delirium, Gejala Baru Covid-19 yang Perlu Diwaspadai Halaman 2 | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2021 [cited 28 January 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/jateng/kenali-delirium-gejala-baru-covid-19-yang-perlu-diwaspadai.html?page=2
    3. Media K. Penyakit Delirium: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 28 January 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/07/25/133400268/penyakit-delirium–gejala-penyebab-dan-cara-mengatasinya?page=all#:~:text=Cara%20mengatasi,atau%20oksigen%20untuk%20megenbalikan%20pernapasan.
    4. What’s Delirium and How Does It Happen? [Internet]. Healthline. 2021 [cited 28 January 2021]. Available from: https://www.healthline.com/health/delirium#treatment
    5. [Internet]. 2021 [cited 28 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200916145443-255-547227/tanpa-sesak-kenali-4-tanda-utama-happy-hypoxia-pada-covid-19
    6. Media K. Simak 3 Gejala Baru Covid-19, dari Anosmia hingga Parosmia Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 28 January 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/05/193500365/simak-3-gejala-baru-covid-19-dari-anosmia-hingga-parosmia?page=all
    Read More
  • Corona Virus atau serve acute respiratory syndrome corona virus 2 (SARS-CoV2) merupakan jenis virus baru dari corona yang menularkan virus dari hewan ke manusia. Infeksi akibat virus ini disebut juga dengan Covid-19. Virus yang merupakan indikasi dari transmisi virus SARS dan MERS ini lebih banyak menyerang lansia, tetapi sebenarnya visus ini bisa menyerang siapa saja, […]

    Gejala COVID-19 vs Flu dan Pilek, Apa Perbedaannya?

    Corona Virus atau serve acute respiratory syndrome corona virus 2 (SARS-CoV2) merupakan jenis virus baru dari corona yang menularkan virus dari hewan ke manusia. Infeksi akibat virus ini disebut juga dengan Covid-19. Virus yang merupakan indikasi dari transmisi virus SARS dan MERS ini lebih banyak menyerang lansia, tetapi sebenarnya visus ini bisa menyerang siapa saja, mulai dari bayi, anak–anak, hingga orang dewasa, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui.

    Baca Juga: Panduan Covid-19 untuk Anak-anak

    Angka penyebaran dan penularan virus corona di dunia pun masih terus meningkat setiap harinya Virus ini akan membuat penderitanya terinfeksi beberapa penyakit sebagai gejalanya, seperti menyerang sistem pernapasan yang akan menyebab kan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru–paru yang berat, hingga kematian.

    Virus tersebut dengan mudah menularkan kesebuah kelompok populasi dengan jumlah terinfeksi terus meningkat. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di John Hopkins Medicine menemukan adanya tanda dan gejala komplikasi pada paru-paru yang berkaitan dengan Covid-19 dalam jangka pendek ataupun jangka panjang dapat dilihat di awal infeksi.

    Berikut ini beberapa gejala Covid-19

    Seseorang yang terinfeksi Covid-19 biasanya diawali dengan munculnya gejala pada 2–14 hari setelah anda bersentuhan dengan virus.  Gejala Covid-19 muncul secara bertahap. Meskipun gejala awalnya dapat bervariasi, namun gejala COVID-19 yang paling umum ditemui adalah

    • Demam: suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius
    • Batuk kering: batuk baru dan terus menerus lebih dari 24 jam (jika anda terbiasa batuk, maka pada penderita Covid-19 akan lebih buruk dari pada biasanya dan sangat menggangu)
    • Kelelahan: sakit dan nyeri tubuh

    Beberapa gejala lain yang bisa muncul akibat terinfeksi virus corona, yaitu:

    • Kesulitan bernapas atau sesak napas
    • Sakit kepala: berlangsung selama lebih dari 72 jam, sakit berdenyut-denyut
    • Konjungtivitis: keluhan mata merah, berair, dan belekan.
    • Hilangnya kemampuan mengecap rasa
    • Hilangnya kemampuan untuk mencium bau (anosmia)
    • Muncul ruam di kulit: ruam kulita tidak merata, kulit bentol-bentol dan gatal, sebagian kulit melepuh seperti cacar air.
    • Sakit dan nyeri tubuh
    • Pilek atau hidung tersumbat
    • Sakit tenggorokan
    • Gejala pencernaan seperti mual, muntah, atau diare
    • berulang kali gemetar karena kedinginan
    • nyeri otot dan nyeri
    • perubahan warna pada jari tangan atau kaki
    • mata merah muda

    Penderita Covid-19 mungkin memiliki beberapa, semua, atau tidak satu pun dari gejala tersebut. Gejala ini mungkin akan menjadi lebih parah pada beberapa orang yang memiliki imunitas tubuh rendah dan komplikasi dari Covid-19, seperti:

    • orang tua
    • orang dengan kondisi kesehatan yang mendasarinya
    • orang dengan sistem kekebalan yang lemah

    Baca Juga: Adakah Metode Tes Covid-19 dengan Hasil 5 Menit?

    Akan tetapi perlu untuk diingat bahwa siapa pun dapat terkena risiko sakit parah akibat infeksi Covid-19. Di bawah ini merupakan indikator dari tanda adanya penyakit yang lebih serius. Segeralah cari pertolongan medis jika mengalami salah satu dari gejala berikut ini:

    • sulit bernafas
    • nyeri atau tekanan di dada Anda
    • bibir, wajah, atau kuku yang tampak berwarna biru
    • kebingungan
    • kesulitan tetap terjaga atau kesulitan bangun

    Dari sekian banyak gejala Covid-19, ada beberapa gejala mirip dengan penyakit pernapasan lainnya, seperti flu atau pilek. Berikut beberapa petunjuk yang dapat digunakan untuk membedakan penyakit Covid-19 dengan penyakit lainnya:

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Covid-19 atau Gejala Flu dan Pilek?

    • Gejala Covid-19 datang secara bertahap, sedangkan gejala flu biasanya datang secara tiba–tiba.
    • Gejala umum dari flu adalah nyeri dan nyeri tubuh, menggigil, dan sakit kepala adalah gejala kurang umum dari Covid-19 dan flu biasa.
    • Demam merupakan gejala Covid-19 yang umum dan tidak semua orang yang terkena flu akan mengalami demam. Demam juga jarang terjadi pada flu biasa.
    • Pilek, hidung tersumbat dan sakit tenggorokan merupakan gejala awal yang umum dari flu biasa. Namun, hal ini lebih jarang terjadi pada Covid-19 dan flu.
    • Bersin termasuk dalam gejala flu biasa yang jarang terjadi pada Covid-19.

    Baca Juga: Vitamin C, Wajibkah Dikonsumsi Agar Tidak Terserang Virus Corona?

    Berikut beberapa hal penting yang perlu di perhatikan untuk meredakan gejala Covid-19, untuk di rumah maupun di rumah sakit, seperti:

    • Beritahu orang lain bahwa Sahat terinfeksi Covid-19 agar mereka dapat menjaga jarak.
    • Kenakan alat perlindungan diri seperti masker, dan upayakan untuk menutup area hidung dan mulut dengan tisu atau siku apabila anda bersin atau batuk.
    • Bersihkan dan desinfektan selalu area sekitar tempat tinggal anda.
    • Beristirahatlah dengan cukup, agar dapat mempercepat pemulihan anda.
    • Perbanyak minum cairan, seperti air mineral agar terhindar dari dehidrasi. Karena dehidrasi dapat memperburuk gejala dan menimbulkan masalah kesehatn lainnya.
    • Tetap tinggal di rumah. Hindari berpergian keluar rumah seperti ke sekolah maupun ke tempat kerja, dengan begitu anda turut membantu mencegah penyebaran virus ke orang lain disekitar lingkungan anda. Apabila mendesak, keluar rumah lah seperlunya saja, seperti ke tempat perawatan medis dan tetap dengan protokol kesehatan.
    • Isolasi atau pisahkan diri anda dari orang lain. Gunakan ruangan dan fasilitas apapun yang berbeda dengan orang lain.
    • Konsultasikan ke dokter atau penyedia layanan kesehatan tentang gejala yang anda alami.
    • Ikuti arahan dari dokter anda tentang bagaimana cara merawat diri sendiri saat sakit.
    • Tanyakan juga kepada dokter anda tentang obat bebas apa yang dapat membantu, seperti asetaminofen untuk mmenurunkan demam atau multivitamin untuk meningkatkan imun tubuh.
    • Lakukan tes Covid-19 jika anda belum pernah di uji.
    • Pantau selalu gejala Sahabat, jika semakin memburuk, segeralah meminta bantuan medis. Upayakan untuk menelpon dahulu sebelum anda tiba di kantor dokter anda, fasilitas perawatan mendesak, atau ruang gawat darurat.
    • Hal terpenting yang harus dilakukan adalah menghindari penularan kepada orang lain, terutama kepada mereka yang berusia diatas 65 tahun dan kepada bayi atau anak–anak.

    Itulah mengenai gejala Covid-19, flu, dan pilek yang ternyata cukup berbeda. Apabila Sahabat merasakan gejala seperti di atas yuk segera periksakan diri dengan tes PCR swab di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. What to Do If You Start to Feel COVID-19 Symptoms [Internet]. Healthline. 2021 [cited 27 January 2021]. Available from: https://www.healthline.com/health/what-to-do-if-you-start-to-feel-covid-symptoms#precautions
    2. yuli s. LAWAN COVID 19 DENGAN CARA MENGENALI GEJALA DAN PENCEGAHAN MELALUI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT20200719 4633 ymcpjj [Internet]. Academia.edu. 2021 [cited 27 January 2021]. Available from: https://www.academia.edu/43664076/LAWAN_COVID_19_DENGAN_CARA_MENGENALI_GEJALA_DAN_PENCEGAHAN_MELALUI_PERILAKU_HIDUP_BERSIH_DAN_SEHAT20200719_4633_ymcpjj
    3. Symptoms of coronavirus (COVID-19) [Internet]. nhs.uk. 2021 [cited 27 January 2021]. Available from: https://www.nhs.uk/conditions/coronavirus-covid-19/symptoms/
    4. Dwianto A. Perlu Tahu, Ini Bedanya Sakit Kepala Biasa dengan Gejala COVID-19 [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 27 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5334383/perlu-tahu-ini-bedanya-sakit-kepala-biasa-dengan-gejala-covid-19
    5. [Internet]. 2021 [cited 27 January 2021]. Available from: https://www.webmd.com/lung/covid-treatment-home-hospital#1

     

    Read More
  • Apakah obat tradisional bisa dimanfaatkan untuk daya tahan tubuh? Jawabannya tentu saja bisa karena obat tradisional juga mempunyai khasiat yang baik untuk memelihara daya tahan tubuh dari serangan berbagai macam penyakit, termasuk Covid-19. Akan tetapi, khasiat yang didapatkan kebanyakan dari data empiris, yaitu penggunaan turun-temurun di masyarakat. Ketika obat tradisional dinyatakan berkhasiat untuk daya tahan […]

    Penggunaan Obat Tradisional untuk Daya Tahan Tubuh

    Apakah obat tradisional bisa dimanfaatkan untuk daya tahan tubuh? Jawabannya tentu saja bisa karena obat tradisional juga mempunyai khasiat yang baik untuk memelihara daya tahan tubuh dari serangan berbagai macam penyakit, termasuk Covid-19. Akan tetapi, khasiat yang didapatkan kebanyakan dari data empiris, yaitu penggunaan turun-temurun di masyarakat. Ketika obat tradisional dinyatakan berkhasiat untuk daya tahan tubuh, sebenarnya obat harus melalui penelitian ilmiah.

    obat tradisional untuk daya tahan tubuh

    Baca Juga: Tanaman Obat Tradisional Alternatif Pencegah Corona

    Terdapat beberapa jenis penelitian ilmiah, yaitu:

    • Uji in-vitro atau penelitian pada laboratorium
    • Uji in-vivo atau uji ke hewan percobaan
    • Uji klinis pada manusia

    Akan tetapi, dalam praktiknya, obat tradisional masih mungkin dimanfaatkan untuk membantu memelihara daya tahan tubuh. Beberapa obat yang secara turun-temurun terbukti berkhasiat di masyarakat dapat dimanfaatkan asalkan mempunyai dasar data ilmiah yang mendukung pembuktian untuk daya tahan tubuh.

    Produk Terkait: Jamu-Herbal

    Lalu, Apakah Sistem Daya Tahan Tubuh Itu?

    Sebelum berlanjut ke pemanfaatan obat tradisional, kita terlebih dahulu membahas mengenai daya tahan tubuh. Sistem daya tahan tubuh adalah sistem kompleks yang terintegrasi dari sel, jaringan, organ, dan mediator terlarut yang terlibat dalam mempertahankan tubuh terhadap serangan asing yang mengancam integritasnya.

    Bagaimana Sistem Ini Bekerja?

    Cara kerja sistem ini adalah mengaktivasi dua sistem kekebalan dalam tubuh yang terdiri dari kekebalan alami (innate immune) dan kekebalan adaptif (adaptive immune). Sistem kekebalan alami melibatkan sel-sel pembunuh alami atau natural killer cell, yaitu neutrofil (leukosit) yang dikenal sebagai makrofag. Sementara sistem kekebalan adaptif melibatkan limfosit (sel T dan B) dengan menghasilkan antibodi sebagai respons imun. Apabila kondisi tubuh terlihat baik, kedua sistem kekebalan ini akan bekerja bersama-sama untuk mempertahankan daya tahan tubuh.

    Baca Juga: Sambiloto Sebagai Terapi Mengurangi Infeksi Covid-19

    Cara Memanfaatkan Obat Tradisional

    Ada dua cara untuk memanfaatkan obat tradisional, yaitu:

    • Menggunakan produk jadi
    • Meracik dan mengolah sendiri

    Menggunakan produk jadi

    Sahabat dapat mendapatkan obat tradisional dalam bentuk produk jadi dengan cara offline atau online. Toko offline meliputi apotek, toko obat, swalayan, atau minimarket resmi, sedangkan toko online seperti toko resmi (official store) atau website resmi. Ketika membeli produk, Sahabat perlu melakukan cek label dan cek “klik” yang merupakan kependekan dari cek kemasan, label, izin edar, dan kadaluwarsa.

    Cek label meliputi:

    • Indikasi, yaitu klaim khasiat yang disetujui pada umumnya, seperti membantu memperbaiki atau memelihara daya tahan tubuh
    • Aturan pakai, gunakan sesuai aturan pakai yang tercantum di label. Artinya, obat tidak boleh digunakan secara berlebihan
    • Peringatan/perhatian, yaitu merujuk pada jika terdapat peringatan atau perhatian terhadap produk tertentu
    • Kontraindikasi, berarti produk yang bersangkutan tidak boleh digunakan oleh penderita kondisi tertentu

    Untuk cek klik meliputi

    • Cek kemasan, untuk memastikan obat dalam kondisi yang dikemas dengan baik
    • Cek label, yaitu membaca keseluruhan informasi produk, seperti zat aktif dalam obat dan cara menyimpan
    • Cek izin edar, yaitu untuk memastikan apakah obat tersebut telah memiliki izin edar dari BPOM
    • Cek kedaluwarsa, yaitu untuk memastikan obat yang dibeli tidak melewati tanggal kedaluwarsa sehingga layak dikonsumsi

    Baca Juga: Bijak Berbelanja Obat Melalui Aplikasi Online

    Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kondisi penyimpanan dan efek yang tidak diinginkan. Kondisi penyimpanan merujuk pada bagaimana cara menyimpan obat yang sesuai sedangkan efek yang tidak diinginkan adalah apabila obat yang dikonsumsi menimbulkan efek samping yang cukup parah. Apabila timbul efek yang tidak diinginkan, Sahabat harus segera menghentikan konsumsi obat dan segera hubungi dokter

    Meracik dan Mengolah Sendiri

    Cara kedua adalah meracik dan mengolah sendiri obat-obatan dari sumbernya langsung berupa simplisia nabati. Dengan cara ini, Sahabat mencari dan mengumpulkan sendiri bahan-bahan untuk obat-obatan yang ada, yang bisa didapatkan di sekitar rumah. Sahabat harus memperhatikan beberapa hal yang berkaitan dengan kebersihan bahan. Setelah itu, Sahabat bisa mulai mengolah bahan-bahan, dari mencuci hingga merebus untuk kemudian mengonsumsinya.

    Baca Juga: Simplisia Nabati: Pengertian, Jenis, Pengolahan, Tumbuhan, dan Lain-lain

    Apa yang Harus Diperhatikan Ketika Memanfaatkan Obat Tradisional?

    Yang perlu Sahabat perhatikan adalah sebagai berikut:

    • Reaksi alergi: ada beberapa orang atau individu yang mempunyai reaksi alergi yang cukup parah terhadap obat tradisional tertentu
    • Kelompok yang berisiko: obat-obatan tidak dianjurkan untuk kelompok berisiko, yaitu bayi, anak-anak, wanita hamil, orang lanjut usia serta yang mempunyai kondisi penyakit tertentu sehingga membutuhkan konsultasi dokter
    • Takaran dan kombinasi: hindarilah takaran dan kombinasi yang berlebihan
    • Konsultasi dengan dokter: konsultasilah dengan dokter terlebih dahulu jika Sahabat hendak mengonsumsi obat bersamaan dengan obat nontradisional
    • Penggunaan jangka panjang: peringatan/perhatian terhadap efek yang tidak diinginkan

    Baca Juga: Arti Lingkaran Berwarna Kemasan Obat

    Itulah beberapa hal seputar obat tradisional yang bisa digunakan untuk membantu memelihara daya tahan tubuh. Sahabat Sehat juga harus tetap memperhatikan aspek-aspek yang ada pada obat tradisional yang hendak dikonsumsi supaya tidak terjadi dampak yang tidak diinginkan. Untuk obat yang resmi dan terpercaya, Sahabat bisa membelinya di Prosehat. Informasi selengkapnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Sugiarti, Herawaty, Riani. Buku Saku Obat Tradisional untuk Daya Tahan Tubuh. 1st ed. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan; 2020.
    2. BPOM Ingatkan Pentingnya Cek KLIK [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 2 February 2021]. Available from: https://megapolitan.kompas.com/read/2018/02/25/10193531/bpom-ingatkan-pentingnya-cek-klik
    Read More
  • Kesehatan adalah harta yang paling berharga dalam hidup, apalagi ditengah pandemi covid-19 seperti ini banyak sekali yang berusaha untuk menjaga kesehatan agar tidak terinfeksi virus covid-19 dan penyakit-penyakit lainnya, menjaga protokol kesehatan juga sudah menjadi hal yang diwajibkan, salah satunya menjaga stamina tubuh supaya tetap sehat. Pastikan Sahabat sudah memiliki rencana ke depan untuk asuransi kesehatan terbaik bagi […]

    Tips Memilih Asuransi Kesehatan Terbaik Untuk Keluarga Tercinta!

    Kesehatan adalah harta yang paling berharga dalam hidup, apalagi ditengah pandemi covid-19 seperti ini banyak sekali yang berusaha untuk menjaga kesehatan agar tidak terinfeksi virus covid-19 dan penyakit-penyakit lainnya, menjaga protokol kesehatan juga sudah menjadi hal yang diwajibkan, salah satunya menjaga stamina tubuh supaya tetap sehat. Pastikan Sahabat sudah memiliki rencana ke depan untuk asuransi kesehatan terbaik bagi keluarga.

    asuransi kesehatan terbaik

     

    Baca Juga: Pentingnya Asuransi Kesehatan Keluarga Terbaik di Masa Pandemi

    Apa sih asuransi kesehatan itu? Asuransi kesehatan adalah produk asuransi yang menanggung biaya medis nasabah jika diharuskan ke dokter atau rumah sakit. Biaya medis apa saja sih yang ditanggung oleh asuransi kesehatan? Biaya medis yang ditanggung oleh asuransi kesehatan yaitu berupa penggantian biaya medis atau santunan tunai. Jadi, nasabah hanya perlu membayarkan biaya premi kepada pihak asuransi tersebut untuk mendapatkan beberapa manfaat, berupa biaya rawat inap, pembedahan, rawat jalan dan medical check up, biasanya pihak asuransi juga memberikan manfaat tambahan untuk biaya melahirkan, perawatan mata dan gigi.

    Anda juga harus kenali beberapa hal sebelum memilih asuransi kesehatan terbaik pada umumnya, seperti asuransi yang memiliki jaringan rumah sakit rekanan yang luas, manfaat pertanggungannya lengkap, hingga biaya limit rumah sakit yang harus sebanding dengan tingkat kualitas rumah sakit dengan biaya preminya. Apa saja sih yang harus anda kenali dalam memilih kriteria asuransi kesehatan terbaik untuk keluarga? Berikut tips dan penjelasannya

    1.Metode klaim cashless

    Dengan metode klaim cashless, nasabah hanya perlu membawa kartu asuransi kesehatan saja  dan menunjukkan kepada pihak rumah sakit untuk menanggung biaya medis tersebut. Artinya adalah nasabah tidak perlu membayarkan biaya medis terlebih dahulu untuk dana biaya perawatan di rumah sakit.

    2. Jaringan rumah sakit yang luas dan merata

    Pilihlah asuransi kesehatan yang memiliki jaringan rumah sakit yang luas dan merata, artinya jaringan rumah sakit yang luas dan merata adalah yang berdekatan dengan domisili rumah anda, kantor atau memiliki preferensi dokter. Mengapa?Jika asuransi kesehatan yang kamu pilih tidak termasuk dalam daftar rumah sakit tersebut, itu tidak bisa digunakan atau bisa namun perawatannya tidak maksimal.

    3. Menanggung biaya perawatan dengan optimal

    Rawat inap adalah biaya medis yang paling mahal untuk kesehatan, perhatikan biaya perawatan inap juga harus mencakupi biaya rawat jalan juga agar preminya juga bisa lebih terjangkau ya, tapi jika anda mempunyai budget untuk mencukupi manfaat keduanya akan lebih baik lagi.

    Baca Juga: 3 tipe Investasi untuk Mahasiswa

    4. Melindungi lebih banyak penyakit

    Saat memilih asuransi kesehatan yang baik, utamakan dengan melihat manfaat dalam melindungi banyak penyakit terutama saat pandemi Covid-19 ini. Lihatlah daftar penyakit dalam tanggungan asuransi kesehatan yang kamu pilih ya dan utamakan penyakit-penyakit yang sedang kritis. Jika semakin banyak penyakit yang ditanggung, semakin baik pula asuransi kesehatan tersebut.

    5. Proses klaim yang mudah

    Untuk calon nasabah, pilihlah asuransi kesehatan dengan metode klaim yang memudahkan anda dan yang menepati janji perlindungan kesehatan dengan sesuai. Seperti menerapkan prosedur yang lebih efektif dalam pendaftaran calon nasabah untuk melengkapi dokumen, mengisi formulir dan tanda tangan formulir dengan mudah, dengan masa pandemi seperti ini maksimalkan pendaftaraan dengan virtual/online.

    6. Masa tunggu singkat

    Waiting period atas jenis penyakit tertentu, biasanya asuransi kesehatan mengklaim masa tunggu untuk penyakit tertentu agar polis aktif, nah jika anda memilih asuransi kesehatan harus selektif dalam hal waiting period ya, semakin cepat suatu polis aktif, maka semakin cepat juga manfaat tersebut bisa digunakan.

    7. Perhatikan iuran premi

    Tujuan dari asuransi kesehatan untuk menghindari kita dari potensi pengeluaran yang besar saat kita sakit atau kecelakaan, namun untuk iuran premi juga harus diperhatikan dan diseimbangkan dengan penghasilan anda, agar keuangan tetap terjaga pilihlah asuransi kesehatan murni agar premi juga lebih terjangkau.

    8. Perhatikan plafon dengan premi

    Iuran premi yang dibayarkan harus seimbang dengan plafon yang diberikan ya, anda harus memperhatikan premi yang keluar dengan manfaat yang anda terima dari pihak asuransi kesehatan. Jadi, jangan sampai apa yang sudah dibayarkan tidak sebanding dengan limit dan manfaat yang diberikan.

    Baca Juga: 7 Cara Siasati Gaji Tidak Habis Sia-sia

    9. Memberikan tambahan manfaat banyak (rider)

    Tambahan manfaat yang banyak dan luas adalah kriteria asuransi kesehatan terbaik, seperti memberikan manfaat pada risiko penyakit kritis dalam medis sangat dibutuhkan, perlindungan kesehatan semacam ini juga penting karena sebagian besar pada penyakit kritis saat perawatan inap atau jalan kemungkinan dapat terjadi dan akan ditangani diluar biaya asuransi kesehatan. Maka dari itu, pilihlah kriteria dengan manfaat tambahan yang banyak agar perlindungan kesehatan lebih terjangkau dan sudah dipastikan aman.

    10. Menentukan premi dan manfaat sesuai kebutuhan

    Menentukan manfaat dan premi untuk nasabah sesuai kebutuhan juga sangat penting, pilihlah asuransi yang bisa memilih kebutuhan manfaatnya sesuai dengan nasabah sehingga iuran preminya juga jadi lebih padat. Nasabah juga jadi lebih mudah untuk menyesuaikan rencana keuangan untuk perlindungan kesehatan bagi keluarganya. Sistem ini lebih praktis, karena nasabah tidak perlu mencari asuransi lain lagi demi memenuhi kebutuhan manfaat yang kurang serta melakukan pendaftaraan ulang lagi. Nasabah bisa melakukan upgrade dan downgrade di polis yang sama.

    Sementara untuk masalah premi ada yang harganya terjangkau lebih murah dan lebih mahal, tergantung dengan pihak asuransi kesehatan tersebut. Jadi, pilihlah asuransi kesehatan terbaik untuk keluarga ya, tidak menguras tabungan dan pastikan rencana keuanganmu tetap aman, serta perlindungan kesehatan keluarga juga tetap terlindungi dengan optimal.

    Baca Juga: Kenali dengan Baik Asuransi Kesehatan Syariah!

    Sekian mengenai asuransi kesehatan keluarga terbaik yang bisa Sahabat jadikan sebagai proteksi kesehatan untuk diri sendiri dan keluarga terutama di masa pandemi Covid-19. Karena pentingnya asuransi kesehatan untuk proteksi, yuk jangan ragu untuk mendaftarkan diri dan keluarga pada asuransi yang disediakan oleh Prosehat. Asuransi dari Prosehat ini juga dilengkapi dengan fasilitas tes Covid-19 dan vaksinasi Covid-19. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Naomi C. 10 Asuransi Kesehatan Terbaik 2021 [Plus Manfaat-Manfaatnya] [Internet]. Lifepal Media. 2021 [cited 26 January 2021]. Available from: https://lifepal.co.id/media/asuransi-kesehatan-terbaik/
    2. Asuransi Kesehatan Terbaik, gratis biaya obat dan dokter selama 1 tahun! [Internet]. Lifepal Asuransi. 2021 [cited 26 January 2021]. Available from: https://lifepal.co.id/asuransi/kesehatan/?utm_campaign=SEM_HEA_PRO_KESEHATAN_NAVIGATE&utm_source=google&utm_medium=cpc&gclid=EAIaIQobChMIt63cy9K27gIVCg4rCh1I7A69EAAYAiAAEgLlmfD_BwE
    3. Asuransi Kesehatan Terbaik 2021 – Premi Murah dan Klaim Cepat! – Cermati.com [Internet]. Cermati.com. 2021 [cited 26 January 2021]. Available from: https://www.cermati.com/asuransi-kesehatan
    4. Pranoto S, Pranoto S. 9 Tips Memilih Asuransi Kesehatan Keluarga Terbaik [Internet]. Love Life. 2021 [cited 26 January 2021]. Available from: https://ilovelife.co.id/blog/9-tips-memilih-asuransi-kesehatan-keluarga-terbaik/
    Read More
  • Tujuan asuransi kesehatan adalah untuk melindungi keuangan dari potensi biaya medis yang sangat mahal dan menjadi solusi semua orang, tentunya perlindungan kesehatan dalam asuransi perlu rencana yang matang dalam mengatur keuangan dan sistem asuransi kesehatan yang pas. Asuransi kesehatan syariah menjadi solusi dan target utama dalam memilih perlindungan kesehatan nomor satu bagi umat islam yang […]

    Kenali Dengan Baik Asuransi Kesehatan Syariah!

    Tujuan asuransi kesehatan adalah untuk melindungi keuangan dari potensi biaya medis yang sangat mahal dan menjadi solusi semua orang, tentunya perlindungan kesehatan dalam asuransi perlu rencana yang matang dalam mengatur keuangan dan sistem asuransi kesehatan yang pas.

    Asuransi kesehatan syariah menjadi solusi dan target utama dalam memilih perlindungan kesehatan nomor satu bagi umat islam yang taat pada syariat islam, selain iuran premi yang minim ada beberapa banyak manfaat dan sistem syariah yang sesuai dengan syariat islam yang harus anda kenali terlebih dulu.

     

    asuransi kesehatan syariah

    Baca Juga: Pentingnya Asuransi Kesehatan Keluarga Terbaik di Masa Pandemi

    Lalu, apa bedanya dengan asuransi kesehatan konvensional dengan asuransi kesehatan syariah? Hampir sama tetapi perbedaannya adalah prinsip dan pengelolaan dana yang diterapkan dalam asuransi kesehatan syariah ini sesuai dengan syariat islam yang tidak mengandung riba, gharar (ketidakpastian) dan qimar (perjudian).

    Dewan Syariah Nasional menyebutkan, bahwa asuransi kesehatan syariah adalah sebuah usaha yang bertujuan untuk saling menolong antara sesama, dengan investasi dan menerapkan sistem aset hibah (tabbaru’), pengembalian risiko tertentu atau sesuai akadnya (ikatan).

    Beberapa penjelasan mengenai prinsip dan pengelolaan dana dalam asuransi kesehatan syariah adalah

    1. Takaful & Tabarru’

    Prinsip takaful ini adalah nasabah asuransi akan berkooperasi dengan nasabah yang lain untuk berbagi risiko. Sedangkan pihak asuransi hanya sebagai admin dan pengelolaan dana saja. Misalnya, jika anda dapat membayar iuran premi sebesar Rp 5.000.000/bulan, maka dalam waktu yang tertentu anda bisa mengklaim dana sebesar Rp 100.000.000 dan sisanya Rp 95.000.000 itu adalah hak nasabah-nasabah syariah yang lainnya atau istilahnya tabarru’ (hibah). Perbedaannya dengan asuransi konvensional, Rp 95.000.000 adalah milik perusahaan asuransi, karena sistem yang diterapkan adalah transfer of risk perusahaan asuransi.

    2. Dana dikembalikan

    Setelah membeli asuransi kesehatan syariah, akan tetapi nasabah tersebut tidak pernah mengklaim, hingga masa pertanggungan berakhir. Karena nasabah tidak pernah mengalami sakit atau kecelakaan. Prinsip kedua dalam asuransi kesehatan syariah ini adalah dana akan dikembalikan kepada nasabah, namun pihak dari asuransi kesehatan syariah ini juga mempunyai kebijakan dan ketentuan sendiri dalam pengembalian dana tersebut. Biasanya, pengembalian premi yang tidak pernah anda klaim akan dikembalikan dalam bentuk potongan harga ketika perpanjangan polis.

    3. Amal ibadah

    Prinsip yang ketiga adalah amal ibadah karena asuransi kesehatan syariah menerapkan prosedur saling tolong-menolong, premi yang setiap bulan dibayarkan akan menjadi ladang amal bagi setiap nasabah dan insyaAllah menghindarkan anda dari klaim pengobatan karena senantiasa diberikan kesehatan. Lalu apa yang dimaksudkan saling tolong-menolong antara nasabah yang lainnya? Premi yang dibayarkan oleh anda setiap bulan juga untuk memproteksi kesehatan nasabah dan finansial nasabah lainnya, bukan hanya untuk diri sendiri.

    Hukum yang diterapkan pihak asuransi kesehatan syariah ini apakah halal? Dan apakah hukumnya menurut/sesuai ajaran islam? Semua nasabah dipastikan terhindar dari Syuhbat. Karena, pengelolaan dana dalam asuransi kesehatan syariah ini tidak mengandung riba, perjudiaan (qimar) dan ketidakpastiaan (gharar). Jadi sudah dipastikan untuk calon nasabah yang sedang mempertimbangkan untuk memilih asuransi kesehatan, asuransi kesehatan syariah hukumnya halal.

    Manfaat membeli asuransi kesehatan syariah adalah mendapatkan fasilitas proteksi kesehatan yang optimal seperti perawatan inap dan perawatan jalan di rumah sakit rekanan. Manfaat yang lainnya, tidak berbeda dengan asuransi kesehatan konvensional yaitu berupa biaya perawatan inap, perawatan jalan, biaya kamar, biaya obat-obatan, biaya tindakan bedah, biaya melahirkan, biaya perawatan gigi, biaya perawatan mata dan biaya perawatan dokter.

    Prinsip saling tolong-menolong dalam asuransi kesehatan syariah juga termasuk dalam menerapkan Surplus Underwriting adalah sistem yang diterapkan oleh asuransi kesehatan syariah yang berbeda dengan asuransi konvensional. Jika nasabah mempunyai selisih dana lebih dari total kontribusi yang dibayarkan ke dana tabarru’ dan sudah dikurangi dengan dana reasuransi, dana cadangan teknis dan pembayaran klaim. Maka sisa dana lebih akan dimasukkan kedalam dana tabbaru’.

    Dana tabbaru’ ini bisa disalurkan ke nasabah jika nasabah dalam keadaan darurat atau genting, yang artinya dana tabbaru’ ini digunakan untuk nasabah jika mengalami bencana/musibah/klaim yang terjadi yang diperlukan untuk nasabah, serta digunakan untuk saling membantu antara nasabah lainnya yang membutuhkan, sesuai dengan akad diawal.

    Baca Juga: 4 Cara Sehat di Masa Depan Dimulai dari Sekarang

    Cara mengklaim asuransi syariah

    Cara mengklaimnya ada 2 cara, yaitu

    1. Cara klaim cashless

    Anda hanya langsung datang ke rumah sakit rekanan, setelah itu memberikan kartu peserta kesehatan dan kartu identitas (KTP) dan langsung mendapatkan layanan kesehatan.

    2. Klaim reimbursement

    Laporkan klaim terlebih dahulu, setelah itu memberikan kartu peserta kesehatan dan dokumen klaim lainnya, dokumen klaim akan dicek terlebih dahulu. Setelah proses pengecekan dokumen selesai, baru anda mendapatkan hasil pengajuan klaim.

    Pengelolaan dana dalam asuransi kesehatan syariah juga menerapkan prinsip transparansi dana antara pihak asuransi dengan nasabah. Mulai dari perjanjian yang jelas, transparansi dan akad yang dipilih sesuai dengan kaidah syariah, maka nanti pengelolaan dana tersebut akan dikelola secara profesional dan sesuai akad menurut prinsip syariah.

    Salah satu manfaat tahunannya, asuransi kesehatan syariah memberikan klaim sebesar Rp 50.000.000 hingga Rp 100.000.000. Namun, manfaat ini kembali lagi kepada pihak nasabah berapa besaran yang sudah dibayarkan setiap bulannya kepada pihak asuransi kesehatan syariah.

    Dewan Pengawas Syariah (DPS) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga memantau dan mengawasi secara ketat produk keuangan syariah yang dikeluarkan atas persetujuaannya, sehingga produk keuangan syariah ini tetap pada prinsip syariah.

    Baca Juga: 7 Cara Siasati Gaji Tidak Habis Sia-sia

    Sekian mengenai asuransi kesehatan syariah yang bisa Sahabat jadikan sebagai proteksi kesehatan untuk diri sendiri dan keluarga terutama di masa pandemi Covid-19. Karena pentingnya asuransi kesehatan untuk proteksi, yuk jangan ragu untuk mendaftarkan diri dan keluarga pada asuransi yang disediakan oleh Prosehat. Asuransi dari Prosehat ini juga dilengkapi dengan fasilitas tes Covid-19 dan vaksinasi Covid-19. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Asuransi Kesehatan Syariah 2020 Premi Termurah [Internet]. Lifepal Asuransi. 2021 [cited 27 January 2021]. Available from: https://lifepal.co.id/asuransi/kesehatan-syariah/
    2. Naomi C. 10 Asuransi Kesehatan Syariah Terbaik di Tahun 2020 yang Bebas Riba [Internet]. Lifepal Media. 2021 [cited 27 January 2021]. Available from: https://lifepal.co.id/media/asuransi-kesehatan-syariah/
    3. Mengenal Asuransi Kesehatan Syariah, Terlindungi Tanpa Riba [Internet]. Generali Indonesia. 2021 [cited 27 January 2021]. Available from: https://www.generali.co.id/id/healthyliving/detail/208/mengenal-asuransi-kesehatan-syariah-terlindungi-tanpa-riba
    Read More
  • Gejala Covid-19 seperti tidak ada habisnya. Baru-baru ini, para peneliti menemukan sebuah gejala baru, yaitu Covid tongue. Pada awalnya, gejala Covid-19 umumnya hanya berupa batuk persisten, pilek, dan kesulitan bernapas. Namun, seiring berjalannya waktu, berbagai macam gejala baru mulai bermunculan. Mulai dari ruam kulit, anosmia, dan yang terakhir, Covid tongue. Baca Juga: Apakah Gangguan Delirium […]

    Mengenal Covid Tongue, Gejala Baru Covid-19 pada Lidah

    Gejala Covid-19 seperti tidak ada habisnya. Baru-baru ini, para peneliti menemukan sebuah gejala baru, yaitu Covid tongue. Pada awalnya, gejala Covid-19 umumnya hanya berupa batuk persisten, pilek, dan kesulitan bernapas. Namun, seiring berjalannya waktu, berbagai macam gejala baru mulai bermunculan. Mulai dari ruam kulit, anosmia, dan yang terakhir, Covid tongue.

    covid tongue

    Baca Juga: Apakah Gangguan Delirium Merupakan Gejala Baru Covid-19?

    Pengertian Covid Tongue dan Gejalanya

    Covid tongue adalah rasa tidak nyaman pada lidah yang dikeluhkan oleh pasien terkonfirmasi positif Covid-19.  Pada Covid tongue, terjadi perubahan warna, bentuk, kondisi permukaan lidah, serta rasa nyeri. Kondisi ini ditemukan oleh Tim Spector, epidemiolog dari King’s College, London, Inggris. Setelah diteliti, ternyata terdapat bercak-bercak atau luka seperti sariawan pada lidah pasien yang terkadang bisa menyebabkan rasa sakit.

    Pada sebuah penelitian lain yang dimuat dalam Jurnal Integrative Medicine Research didapatkan bahwa pasien yang didiagnonis Covid-19 dengan gejala ringan dan sedang biasanya memiliki lidah berwarna merah terang dengan lapisan putih. Pada pasien Covid-19 dengan gejala berat, ditemukan lidah berwarna ungu atau pucat dengan lapisan kekuningan. Rasa nyeri lidah banyak ditemukan pada pasien dengan gejala berat. Proporsi pasien kritis dengan lidah nyeri meningkat menjadi 75%. Pada lidah pasien Covid-19 juga didapatkan lapisan berminyak. Proporsinya adalah 53,3%, 73,3%, 83,6%, dan 87,5% untuk kategori penyakit ringan, sedang, berat, dan kritis. Selain itu, proporsi lapisan tebal meningkat dari ringan (24,9%) menjadi kritis (50,0%). Metode untuk mengetahui gejala pada lidah ini adalah dengan analisis citra lidah TCM, yaitu mengekstrasi data warna lidah, warna lapisan, bentuk tubuh lidah, dan fitur lapisan yang tepat.

    Dalam sebuah laporan kasus oleh Chaux-Bodard, dkk yang dipublikasikan dalam Journal of Oral Medicine and Oral Surgery (Jomos), seorang pasien wanita berusia 45 tahun mengeluhkan rasa tidak nyaman pada sisi punggung lidah. Sebelumnya, terdapat peradangan di papil lidah yang sangat nyeri selama 24 jam, diikuti munculnya bercak kemerahan selama 24 jam berikutnya, kemudian bercak kemerahan menjadi luka tidak rata dan tidak nyeri. Setelah 10 hari, luka sembuh tanpa bekas luka.

    Baca Juga: Parosmia dan Phantosmia, Gejala-gejala Baru Covid-19, Apa Saja Perbedaaannya?

    Apa yang Harus Dilakukan Jika Terkena Pertanda yang Mengarah ke Covid Tongue?

    Gejala rasa sakit dan tidak nyaman di lidah sebenarnya juga bisa dialami oleh penderita sariawan biasa, herpes, atau lidah geografis. Jadi, ketika Sahabat merasa mengalami gejala tersebut jangan lantas menyimpulkan terkena Covid-19. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

    • Gunakan sikat gigi yang lembut untuk menyikat gigi
    • Sikat lidah atau gunakan pengikis untuk membantu menghilangkan bercak pada lidah
    • Gunakan sedotan untuk mengonsumsi minuman dingin
    • Konsumsi parasetamol atau ibuprofen

    Apa yang Akan Terjadi Jika Covid Tongue Tidak Ditangani?

    Jika tidak ditangani Covid Tongue dapat menyebabkan infeksi serius di mulut. Gejala ini sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari atau minggu. Namun, jika Sahabat mengalami gejala baru ini bersama dengan gejala-gejala lain yang juga mengarah ke Covid-19, segera periksakan diri ke dokter, serta lakukan isolasi mandiri dan tindakan pencegahan untuk memastikan Sahabat tidak terkena Covid-19.

    Baca Juga: Penyakit Gigi dan Gusi yang Sering Terjadi dan Penanganannya

    Itulah beberapa hal mengenai Covid Tongue, gejala baru Covid-19 pada lidah. Supaya Sahabat bisa dengan mudah mendeteksi gejala ini, selain dengan menyikat gigi dan lidah atau periksa ke dokter, Sahabat bisa menggunakan jam pintar WISH yang mempunyai teknologi untuk mendeteksi gejala Covid-19 melalui empat parameter, yakni suhu tubuh, detak jantung, kadar oksigen darah, dan analisis citra lidah. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Mengenal ‘Covid Tongue’ yang Jadi Gejala Baru Covid-19 [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 29 January 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2021/01/28/180000068/mengenal-covid-tongue-yang-jadi-gejala-baru-covid-19?page=all
    2. Dokter RSA UGM: Ini Ciri Gejala Baru Covid Tongue [Internet]. kompas.com. 2021 [cited 1 February 2021]. Available from: https://edukasi.kompas.com/read/2021/01/30/134915971/dokter-rsa-ugm-ini-ciri-gejala-baru-covid-tongue?page=all
    3. Chaux-Bodard A, Deneuve S, Desoutter A. Oral manifestation of Covid-19 as an inaugural symptom?. J Oral Med Oral Surg. 2020;26(2):18.
    4. Pang W, Zhang D, Zhang J, Li N, Zheng W, Wang H et al. Tongue features of patients with coronavirus disease 2019: a retrospective cross-sectional study. Integr Med Res. 2020;9(3):100493.
    Read More
  • Ketika Sahabat hendak meracik dan mengolah sendiri suatu bahan alami, tentu Sahabat akan menemukan istilah simplisia nabati. Menurut Kementerian Kesehatan simplisia adalah bahan alami yang digunakan untuk obat dan belum mengalami perubahan proses apapun, dan kecuali dinyatakan lain berupa bahan yang telah dikeringkan. Simplisia nabati merupakan salah satu dari tiga golongan simplisia, selain simplisia hewani […]

    Simplisia Nabati: Pengertian, Jenis, Pengolahan, Tumbuhan, dan Lain-lain

    Ketika Sahabat hendak meracik dan mengolah sendiri suatu bahan alami, tentu Sahabat akan menemukan istilah simplisia nabati. Menurut Kementerian Kesehatan simplisia adalah bahan alami yang digunakan untuk obat dan belum mengalami perubahan proses apapun, dan kecuali dinyatakan lain berupa bahan yang telah dikeringkan. Simplisia nabati merupakan salah satu dari tiga golongan simplisia, selain simplisia hewani dan mineral.

    simplisia nabati

    Baca Juga: Tanaman Obat Tradisional Alternatif Pencegah Corona

    Pengertian

    Simplisia nabati adalah simplisia yang dapat berupa tumbuhan utuh, bagian tumbuhan atau ekskudat tumbuhan. Eksudat tumbuhan sendiri adalah isi sel yang secara spontan keluar dari tumbuhan atau dengan cara tertentu sengaja dikeluarkan dari selnya atau zat nabati lain yang dengan cara  tertentu dipisahkan dari tumbuhannya. Sedangkan bagian tumbuhan adalah bagian yang dijadikan simplisia, yaitu:

    • Akar (radix)
    • Rimpang (rhizoma)
    • Umbi (tuber)
    • Umbi lapis (bulbus)
    • Batang (lignum)
    • Kulit batang (korteks)
    • Daun (folium)
    • Bunga (flos)
    • Buah (functus)
    • Biji (semen)

    Jenis-jenis Simplisia Nabati

    Simplisia nabati terdiri dari dua jenis, yaitu simplisia basah dan simplisia kering. Simplisia basah adalah tumbuhan segar yang belum dikeringkan, sedangkan simplisia kering adalah tumbuhan yang telah dikeringkan, dan digunakan untuk pengobatan serta belum mengalami pengolahan kecuali dinyatakan lain. Suhu pengeringan tidak boleh lebih dari 60 derajat Celsius, dan bisa dibentuk sebagai serbuk simplisia.

    Penggunaan jenis-jenis simplisia ini sangat menentukan sekali, terutama dalam pembuatan jamu. Apabila simplisia yang digunakan memiliki kondisi yang kurang baik, zat aktif yang terkandung dalam bahan baku jamu akan berkurang atau bahkan tidak ada sama sekali.

    Apa yang Harus Diperhatikan Ketika Mempunyai Simplisia?

    Ketika Sahabat mempunyai simplisia tumbuhan yang perlu Sahabat lakukan adalah memastikan kebenaran identitas simplisia yang akan digunakan, kemudian pilih simplisia nabati yang bermutu baik, tidak tercampur dengan tumbuhan lain, bersih dari tanah atau bahan asing lainnya, serta tidak rusak karena penyakit tanaman atau serangan hama.

    Selanjutnya, lakukan pengamatan organoleptik atau pengujian terhadap bahan makanan berdasarkan kesukaan dan kemauan untuk menggunakan suatu produk dari tanaman tersebut. Pengujian ini meliputi:

    • Penampilan
    • Kerusakan
    • Ukuran
    • Warna
    • Bau
    • Rasa

    Jangan menggunakan simplisia yang sudah terkontaminasi pertumbuhan kapang. Sebab, beberapa jenis kapang dapat menghasilkan senyawa toksik atau mitotoksin yang dapat berakibat negatif bagi kesehatan.

    Baca Juga: Arti Lingkaran Berwarna Kemasan Obat

    Bagaimana Cara Mengolah dengan Aman?

    Ada beberapa hal yang mesti Sahabat lakukan untuk bisa mengolah simplisia tumbuhan dengan aman, yaitu:

    Pastikan Alat dan Tempat

    Hal pertama dalam mengolah simplisia yang aman adalah pastikan terlebih dahulu peralatan yang digunakan dan tempat dalam kondisi cukup bersih. Untuk peralatan, gunakanlah yang berbahan stainless steel.

    Utamakan Kebersihan Diri

    Gunakanlah pakaian yang bersih lalu cucilah tangan sebelum mengolah bahan. Bila perlu gunakan masker serta sarung tangan.

    Lakukan Pemilahan

    Pilahlah dan pisahkan kotoran-kotoran atau bahan-bahan asing yang menempel seperti tanah, kerikil, bagian simplisia yang rusak dan yang tercampur dengan tumbuhan lain.

    Cuci Berulang Kali

    Bahan harus dicuci berulang kali sampai benar-benar bersih agar simplisia tidak tercemar. Apabila kotoran melekat kuat dapat dilakukan dengan menyemprot air bersih dibantu tangan atau sikat yang lembut.

    Lakukan Penirisan

    Setelah mencuci sampai bersih, Sahabat segera melakukan penirisan pada bahan untuk mengurangi atau menghilangkan air sisa pencucian yang ada di permukaan simplisia.

    Merajang dengan Pisau Tajam

    Perajangan dilakukan setelah Sahabat meniriskan bahan. Perajangan ini adalah untuk memperkecil ukuran dengan cara memotong atau mengiris menggunakan pisau tajam yang terbuat dari logam nirkarat. Penggunaan pisau ini akan dapat memberikan hasil penyarian lebih optimal pada tahap perebusan.

    Gunakan Wadah Berbahan Logam Nirkarat atau Keramik Saat Merebus

    Saat Sahabat hendak merebus bahan setelah merajang, rebuslan dengan air bersih secukupnya, dan gunakanlah wadah berbahan logam nirkarat atau keramik dengan air mendidih. Lama pendiaman disesuaikan dengan simplisia yang digunakan. Untuk akar, rimpang, kayu, kulit batang, buah, atau biji pendiaman bisa lebih untuk mendapatkan sari zat khasiatnya jika dibandingkan dengan simplisia dari bunga dan daun

    Ketika merebus, yang perlu diperhatikan lagi adalah simplisia nabati segar/kering direbus dalam air mendidih, dengan suhu 100 derajat Celsius selama 15-30 menit tergantung kemudahan penyarian. Untuk serbuk kering dapat diseduh dalam satu gelas air mendidih selama 5 menit.

    Konsumsi dalam Keadaan Hangat dan Simpan dengan Baik

    Setelah melakukan perebusan, Sahabat tentunya sudah bisa mengonsumsi dalam kondisi yang hangat. Jangan lupa, simpanlah dalam wadah yang sesuai. Hindari botol bekas, kondisi wadah harus bersuhu sejuk, dan tidak disimpan terlalu lama. Pastikan sebelum dikonsumsi tidak terjadi perubahan organoleptik dari obat tradisional yang disimpan.

    Baca Juga: Sambiloto Sebagai Terapi Mengurangi Infeksi Covid-19

    Simplisia Nabati yang Bisa Dimanfaatkan

    Berikut ini adalah simplisia tumbuhan yang bisa dimanfaatkan:

    Sambiloto

    Sambiloto adalah salah satu jenis tanaman herbal yang rasanya terkenal pahit. Meski begitu, tanaman ini mempunyai berbagai macam manfaat karena kandungannya yang berfungsi sebagai antiinflamasi, antibakteri, antipiretik, dan analgesik. Tanaman dapat dijadikan herba kering dan herba segar, dengan berat 3-9 gram dan 25-75 gram untuk dosis tunggal sesuai kebutuhan.

    Produk Terkait: Jual Borobudur Sambiloto Kapsul Isi 100

    Meniran

    Meniran adalah sejenis tanaman liar yang sering ditemui di jalan atau alam bebas. Daunnya berbentuk bulat dan berukuran kecil sehingga sekilas mirip dengan putri malu. Daun, batang daun, dan akar tanaman meniran ini digunakan sebagai obat herbal yang dipercaya dapat mengatasi berbagai macam penyakit seperti batu ginjal, batu empedu, kesehatan hati, dan diabetes. Selain itu, meniran dapat meningkatkan sistem imun tubuh. Dosis konsumsinya untuk herba segar adalah 2-3 kali sehari dari berat 15-30 gram.

    Produk Terkait: Jual Borobudur Niran Kapsul Isi 100

    Rimpang Jahe

    Jahe merupakan salah satu tanaman rimpang yang cukup populer untuk digunakan sebagai obat herbal. Jahe sendiri terdiri berbagai jenis seperti jahe kuning dan jahe merah. Tanaman ini bermanfaat sebagai obat rematik, mengurangi mual dan muntah, menurunkan kolesterol, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Jahe dapat dijadikan sebagai serbuk kering dengan dosis 2-4 gram per hari.

    Produk Terkait: Jual Borobudur Jahe Kapsul Isi 100

    Jambu Biji

    Jambu biji merupakan salah satu buah yang cukup populer di masyarakat, dan diketahui mengandung vitamin C untuk daya tahan tubuh. Selain sebagai buah, jambu biji juga dapat dijadikan sebagai obat herbal yang mampu mencegah kanker, melancarkan pencernaan, menurunkan kolesterol, dan menyehatkan mata. Untuk konsumsinya adalah buah dapat dimakan langsung berukuran sedang dengan berat 55 gram, dan daun dapat diolah dengan berat 15 gram, baik segar maupun kering per hari.

    Produk Terkait: Jual Borobudur Jambu Biji Kapsul

    Rimpang Kunyit

    Selain sebagai salah satu bahan masakan, kunyit ternyata juga dapat dijadikan sebagai obat herbal. Tanaman rimpang ini berfungsi untuk mengobati disentri, mengatasi amandel, dan mengobati hepatitis. Tak hanya itu, kunyit juga berkhasiat untuk mengobati diabetes. Tanaman ini dapat dikonsumsi dari bentuk irisan rimpang kering dengan berat dan dosis 3-9 gram per hari dan serbuk kering sebanyak 1,5-3 gram per hari.

    Produk Terkait: Jual Sidomuncul Kunyit Putih 

    Rimpang Temulawak

    Tanaman terakhir dari simplisia nabati yang bisa dimanfaatkan adalah temulawak. Tanaman empon-empon ini sering dijadikan sebagai jamu. Khasiatnya adalah dapat menjadi obat batuk pada anak, meredakan demam, maag, asam urat, dan kolestrol. Temulawak dapat dikonsumsi dari irisan rimpang segar, 25 gram per hari.

    Produk Terkait: Jual Borobudur Temulawak Pil

    Keunggulan dan Kekurangan Simplisia

    Simplisia mempunyai keunggulan, yaitu:

    • Efek samping relatif lebih kecil daripada obat-obatan kimia
    • Mempunyai komposisi yang saling mendukung untuk mencapai efektivitas pengobatan
    • Baik untuk penyakit metabolik dan degeneratif

    Sedangkan kekurangannya adalah:

    • Memiliki efek pengobatan yang lemah
    • Bahan baku belum tersandar
    • Belum ada uji klinis
    • Mudah tercemar berbagai mikroorganisme

    Karena itu, supaya aman hendaknya menggunakan simplisia tumbuhan dari kelompok obat fitofarmaka atau fitoterapi yang sudah teruji khasiat dan keamanannya, teruji secara klinis, dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, dan memenuhi indikasi medis.

    Baca Juga: Bijak Berbelanja Obat Melalui Aplikasi Online

    Sekian mengenai simplisia nabati, jenis, dan berbagai tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai obat herbal untuk menjaga kesehatan terutama di masa pandemi. Namun, apabila Sahabat tidak merasa punya waktu untuk mengolah karena kesibukan sehari-hari atau ragu mengolahnya menjadi higienis, Sahabat bisa meminum simplisia yang sudah jadi di Prosehat dalam bentuk kapsul atau pil sehingga praktis dan aman dikonsumsi. Caranya cukup mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Kategori Produk dan klik Jamu Herbal. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Sugiarti S.Si.,Apt.,M.Biomed. L, Herawaty, SP T, Riani,S.Si.,Apt A. Buku Saku Obat Tradisional untuk Daya Tahan Tubuh. 1st ed. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan; 2020.
    2. [Internet]. himakova.lk.ipb.ac.id. 2021 [cited 28 January 2021]. Available from: https://himakova.lk.ipb.ac.id/apa-itu-simplisia/
    3. Apa Manfaat Seleksi Simplisia Untuk Bahan Baku Obat? [Internet]. Jitunews.com. 2021 [cited 28 January 2021]. Available from: https://www.jitunews.com/read/21039/apa-manfaat-seleksi-simplisia-untuk-bahan-baku-obat
    4. Putri I. Meski Pahit, Ternyata Sambiloto Punya Segudang Manfaat [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 28 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5157921/meski-pahit-ternyata-sambiloto-punya-segudang-manfaat
    5. Sendari A. 10 Manfaat Daun Meniran untuk Kesehatan, Tingkatkan Kekebalan [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 28 January 2021]. Available from: https://hot.liputan6.com/read/4195079/10-manfaat-daun-meniran-untuk-kesehatan-tingkatkan-kekebalan
    6. Mediatama G. Ini manfaat jahe untuk kesehatan tubuh yang harus Anda ketahui [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2021 [cited 28 January 2021]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/ini-manfaat-jahe-untuk-kesehatan-tubuh-yang-harus-anda-ketahui
    7. Abdi H. 7 Manfaat Jambu Biji untuk Kesehatan, Mencegah Penyakit Berbahaya [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 28 January 2021]. Available from: https://hot.liputan6.com/read/4088188/7-manfaat-jambu-biji-untuk-kesehatan-mencegah-penyakit-berbahaya#:~:text=Vitamin%20C%20dalam%20jambu%20biji%20juga%20dapat%20be
    8. Media K. 15 Manfaat Kunyit, Obat Demam hingga Anti Racun Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 28 January 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/03/08/133200568/15-manfaat-kunyit-obat-demam-hingga-anti-racun?page=all
    9. Mediatama G. Manfaat temulawak sebagai obat herbal untuk batuk sampai kolesterol [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2021 [cited 28 January 2021]. Available from: https://regional.kontan.co.id/news/manfaat-temulawak-sebagai-obat-herbal-untuk-batuk-sampai-kolesterol
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja