Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Olahraga

Showing 1–10 of 43 results

  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Sahabat Sehat, sudah berapa kali olahraga dalam seminggu ini? Berolahraga dengan intensitas yang ideal akan sangat baik bagi tubuh. Jika kurang intensif maka hasil yang diharapkan kemungkinan besar tidak akan tercapai. Jika terlalu intens, bisa jadi justru menyebabkan cidera. Memahami intensitas ideal dalam berolahraga […]

    Berapa Kali Sebaiknya Kita Harus Olahraga dalam Seminggu?

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Kelelahan di Gym Akibat Frekuensi Berapa Kali Olahraga Seminggu yang Terlalu Berlebihan

    Sahabat Sehat, sudah berapa kali olahraga dalam seminggu ini? Berolahraga dengan intensitas yang ideal akan sangat baik bagi tubuh. Jika kurang intensif maka hasil yang diharapkan kemungkinan besar tidak akan tercapai. Jika terlalu intens, bisa jadi justru menyebabkan cidera.

    Memahami intensitas ideal dalam berolahraga adalah hal yang sangat penting. Agar hasil dari berolahraga bisa efektif, Sahabat Sehat perlu mengetahui frekuensi ideal berolahraga dalam seminggu sehingga dapat mengatur jadwal olahraga sesuai dengan kondisi tubuh. 

    Berapa Kali Sebaiknya Olahraga dalam Seminggu?

    Langkah paling mudah dalam menentukan berapa kali frekuensi berolahraga yang ideal dan baik bagi tubuh yakni dengan mengikuti acuan usia dan jenis olahraga yang dilakukan. Berikut adalah rekomendasi pola olahraga berdasarkan kelompok usia :

    Anak Usia Prasekolah (Usia 3 – 5 tahun)

    Bagi anak usia prasekolah, belum ada rekomendasi berapa kali olahraga seminggu yang dibutuhkan oleh mereka. Namun anak-anak usia ini sangat dianjurkan untuk menjalankan aktivitas setiap hari untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka.

    Anak usia prasekolah setidaknya harus bergerak aktif selama 3 jam setiap harinya. Tetapi ingat, awasi setiap aktivitas dan kegiatan fisik yang Si Kecil lakukan. Pastikan si kecil terhindar dari cidera, jikapun terjadi cidera agar si kecil segera mendapatkan perawatan.

    Anak dan Remaja (Usia 6 – 17 tahun)

    Bagi anak dan remaja yang berusia 6 – 17 tahun dianjurkan melakukan latihan kebugaran jasmani minimal 60 menit atau lebih setiap harinya. Jenis olahraga yang dapat dilakukan anak dan remaja yaitu berupa aktivitas aerobik dengan intensitas sedang, seperti:

    • Berjalan
    • Berlari 
    • Bersepeda 
    • Bola basket 
    • Melompat
    • Berenang
    • Bermain di taman bermain

    Selain itu aktivitas fisik dengan intensitas tinggi, aktivitas penguatan tulang serta otot juga direkomendasikan dilakukan setidaknya tiga kali dalam seminggu. Lihat Juga: Olahraga yang Cocok untuk Generasi Milenial

    Orang Dewasa Sehat (Usia 18 – 64 tahun)

    Durasi berolahraga yang direkomendasikan bagi orang dewasa sehat yang berusia 18 – 64 tahun yaitu sekitar 150 – 300 menit setiap minggunya. Sahabat Sehat dapat memilih jenis olahraga aerobik. Sahabat Sehat dapat melakukan olahraga setiap hari secara teratur minimal 30 menit per hari atau, dibagi menjadi tiga sesi dengan durasi 10 menit setiap sesinya.

    Apabila Sahabat Sehat ingin melakukan aktivitas fisik yang lebih berat, dapat mencoba latihan aerobik dengan intensitas yang lebih berat yakni sekitar 75 – 150 menit per minggu. Agar seimbang, lakukan kombinasi antara olahraga aerobic berintensitas sedang dan berat. 

    Selain olahraga aerobik, Sahabat Sehat juga dapat melakukan olahraga penguatan otot sekitar dua kali dalam seminggu sebagai latihan tambahan. Ada berbagai jenis latihan penguatan otot yang direkomendasikan, yakni angkat beban, sit up, push up, dan sebagainya. Latihan ini dapat dilakukan sebanyak 8 – 12 kali per masing-masing gerakan setiap sesinya.

    Orang Dewasa Dengan Kondisi Khusus 

    Bagi orang dewasa dengan kondisi khusus, seperti ibu hamil, lansia, atau pasien dalam masa perawatan penyakit tertentu, juga dianjurkan untuk melakukan olahraga. Namun sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter terkait frekuensi dan jenis olahraga yang sesuai dengan kondisi kesehatan Sahabat Sehat.

    Hindari cidera dan risiko kesehatan lainnya saat berolahraga. Khususnya pada lansia dan orang-orang dengan kondisi khusus. Cari tahu: Kesalahan dalam Berolahraga

    Manfaat Jika Berolahraga Sesuai Intensitas Ideal

    Olahraga terbukti memiliki segudang manfaat bagi kesehatan. Berikut adalah berbagai manfaat olahraga bagi tubuh jika dilakukan yang perlu Sahabat Sehat ketahui:

    Mendapatkan Berat badan ideal

    Melakukan olahraga teratur dapat meningkatkan pembakaran kalori tubuh. Dengan berolahraga lebih dari 30 menit per harinya, Sahabat Sehat telah meningkatkan lemak membandel dalam tubuh sehingga lebih mudah memperoleh berat badan ideal. 

    Lebih Bugar dan Berenergi

    Rutin melakukan olahraga mampu meningkatkan kebugaran tubuh, kekuatan otot, serta meningkatkan ketahanan fisik. Selain itu, olahraga secara rutin juga dapat membuat jantung lebih kuat dalam memompa darah. Akibatnya, aliran darah menjadi lebih lancar dan tubuh menjadi lebih berenergi untuk beraktivitas.

    Mencegah Berbagai Penyakit

    Melakukan olahraga secara rutin terbukti mampu meningkatkan daya tahan tubuh, misalnya dapat menurunkan resiko berbagai penyakit seperti kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, penyakit radang sendi, kanker, hingga diabetes melitus.

    Memperbaiki Mood

    Tak hanya dapat meningkatkan kesehatan fisik, olahraga juga dinilai mampu memperbaiki mood serta meningkatkan kesehatan mental. Ketika berolahraga, tubuh akan memproduksi hormon endorphin yang dapat membuat Sahabat Sehat merasa lebih bahagia dan nyaman.

    Memperbaiki Insomnia

    Bagi Sahabat Sehat yang memiliki gangguan tidur di malam hari, melakukan olahraga secara rutin dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks sehingga lebih mudah tertidur. Namun ingat, hindari melakukan olahraga di waktu jam istirahat atau mendekati jam tidur malam karena justru dapat membuat tubuh menjadi lebih segar dan sulit tidur. 

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai informasi berapa kali olahraga seminggu yang bisa disebut ideal dan efektif. Agar lebih semangat dan konsisten menjalani olahraga setiap harinya, ajaklah teman atau anggota keluarga lainnya untuk berolahraga bersama.

    Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan di rumah atau membutuhkan produk kesehatan seperti pemeriksaan Covid-19 ke rumah, multivitamin, dan imunisasi untuk Si Kecil, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam. Informasi lebih lanjut, silakan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi:

    1. Medline Plus. How Much Exercise Do I Need?
    2. Medline Plus. Are you getting too much exercise?
    3. WebMD. Exercise to Lose Weight
    4. USA TODAY. Here’s how much exercise you should get a week, even during a pandemic, WHO says in new guidelines
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica C Terkilir atau keseleo saat olahraga adalah cedera yang kerap terjadi.  Cidera ini biasanya mengenai sendi yang aktif bergerak. Biasanya mengenai mengenai ligament, otot atau jaringan ikat yang menghubungkan otot dengan tulang. Keseleo dapat menimbulkan gejala yang beragam mulai dari rasa nyeri sampai menyebabkan […]

    8 Penyebab Mudah Keseleo saat Olahraga dan Pencegahannya

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Keseleo saat Olahraga dapat Terjadi pada Siapa Saja Bahkan para Atlet

    Keseleo saat Olahraga dapat Terjadi pada Siapa Saja Bahkan para Atlet

    Terkilir atau keseleo saat olahraga adalah cedera yang kerap terjadi.  Cidera ini biasanya mengenai sendi yang aktif bergerak. Biasanya mengenai mengenai ligament, otot atau jaringan ikat yang menghubungkan otot dengan tulang. Keseleo dapat menimbulkan gejala yang beragam mulai dari rasa nyeri sampai menyebabkan keterbatasan gerak pada sendi yang terkena.

    Sahabat Sehat, bagaimana penanganan awal untuk mengatasi keseleo saat berolahraga ? Mari simak penjelasan berikut.

    Kenali Berbagai Jenis Cedera Olahraga

    Cedera olahraga yang paling banyak terjadi adalah keseleo. Ada cukup banyak cedera olahraga yang dikatagorikan sebagai keseleo, diantaranya adalah:

    • Tarikan dan regangan otot
    • Pergelangan kaki terkilir
    • Cedera bahu
    • Cedera lutut
    • Nyeri pada tulang kering kaki (shin splint)
    • Peradangan pada tendon (tendinitis)
    • Keseleo di lokasi pergelangan tangan
    • Nyeri pinggang atau punggung bawah

    Kesalahan dalam gerakan olahraga adalah penyebab utama cedera atau keseleo. Namun keseleo juga bisa terjadi akibat sebab lainnya. Jika Sahabat Sehat merasa sering keseleo ketika berolahraga, sangat penting untuk mengetahui apa yang menyebabkan sering keseleo saat berolahraga.

    Faktor Utama Penyebab Keseleo saat Olahraga

    Penyebab keseleo umumnya karena adanya regangan berlebihan pada tiga komponen anggota gerak yaitu ligamen, otot, serta tendon. Regangan berlebihan ini terjadi karena aktivitas atau gerakan berlebihan dan disertai tekanan berlebihan pada sendi seperti :

    • Berlari atau berjalan di area tanah yang tidak rata
    • Melakukan gerakan berputar saat olahraga seperti gymnastic
    • Melakukan pendaratan dengan tumpuan kaki yang salah
    • Tidak melakukan pemanasan atau peregangan otot sebelum memulai berolahraga
    • Teknik olahraga yang salah
    • Kecelakaan, misalnya terpeleset saat berolahraga

    Selain itu, ada beberapa faktor risiko yang memperparah risiko keseleo saat sedang berolahraga. Faktor risiko ini menyebabkan seseorang mudah keseleo, seperti:

    Berat Badan Berlebih (Obesitas)

    Bila berat badan berlebihan, sebaiknya Sahabat Sehat menghindari jenis olahraga yang menekankan pada tumpuan kaki seperti berlari. Pilihlah olahraga ringan seperti jalan santai maupun berenang.

    Perlengkapan Olahraga yang Tidak Tepat

    Gunakanlah sepatu khusus untuk berlari yang memiliki alas empuk dan ukuran yang tepat sesuai dengan ukuran kaki.

    • Tidak melakukan pemanasan atau peregangan otot sebelum berolahraga
    • Berolahraga tidak sesuai dengan kemampuan otot

    Memilih Olahraga yang Tidak Cocok dengan Kemampuan Otot

    Keseleo juga rentan terjadi jika memaksakan diri dan mengambil jenis olahraga yang melampaui kemampuan otot. Sebagai contoh, latihan mengangkat beban yang terlalu berat bagi tubuh.

    Sangat penting memahami bahwa kemampuan otot dapat menurun jika berada dalam situasi berikut ini:

    • Memiliki riwayat cedera otot sebelumnya
    • Berolahraga saat belum sembuh dari cedera

    Cara Agar Tidak Mudah Keseleo saat Berolahraga

    Berolahraga dengan baik dan benar adalah kunci mencegah terjadinya keseleo ketika berolahraga. Agar tidak keseleo sebaiknya mematuhi beberapa hal berikut ini saat berolahraga:

    Pemanasan

    Pemanasan sebelum olahraga berfungsi untuk menghangatkan otot, meningkatkan aliran darah sehingga dapat mencegah cedera. Cara mudah untuk melakukan pemanasan adalah dengan berolahraga secara perlahan selama beberapa menit, lalu menambah kecepatannya. Misalnya, berjalan cepat terlebih dahulu selama 5-10 menit sebelum berlari.

    Peregangan Otot

    Agar lebih fleksibel, lakukan peregangan otot minimal 2 kali dalam seminggu. Sahabat Sehat dapat melakukan peregangan baik setelah melakukan pemanasan atau pendinginan setelah berolahraga.

    Pahami Kemampuan Tubuh

    Jika baru memulai olahraga atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, bicarakan dengan penyedia layanan kesehatan untuk memastikan bahwa kondisi tubuh cukup sehat untuk melakukan olahraga. Mulailah dengan olahraga ringan seperti jalan santai, berenang, bersepeda, dan bermain golf

    Gunakan Perlengkapan Olahraga yang Sesuai

    Menggunakan peralatan olahraga yang sesuai akan mengurangi resiko cedera saat olahraga. Perlengkapan olahraga yang dimaksud, misalnya memilih sepatu yang sesuai.

    Jangan Memaksakan Diri

    Lupakan pepatah lama yang menyebutkan “no pain, no gain”. Tentu saja, untuk meningkatkan stamina dan kekuatan otot, perlu mendorong kemampuan tubuh. Namun, perlu dilakukan secara pelan-pelan dan bertahap. Apabila tubuh terasa sakit dan tidak kuat untuk meneruskan olahraga, sebaiknya istirahat terlebih dahulu.

    Pertolongan Pertama Jika Keseleo saat Olahraga

    Semakin cepat dan tepat pertolongan yang diberikan saat cidera terjadi, semakin cepat waktu kesembuhan cidera. Selain itu, risiko cidera semakin parah juga bisa terhindar. Jika Sahabat Sehat mengalami cedera, lakukan penanganan awal mudah berikut:

    Protection (Perlindungan)
    Lindungi area yang mengalami cedera, misalnya dengan menggunakan penyangga atau perban.

    Rest (Istirahat)
    Hindari berolahraga dan hindari aktivitas fisik berat. Menggunakan tongkat dapat membantu berjalan dan memindahkan beban ke tongkat apabila kaki sedang sakit bila digunakan untuk menumpu.

    Ice (Kompres dengan Es)
    Kompres dengan es pada area yang cedera selama 15-20 menit setiap dua hingga tiga jam sekali. Bungkus es dengan handuk dan hindari sentuhan es ke kulit langsung.

    Compression (Kompresi)
    Gunakan kompresi atau penekanan pada area yang cedera untuk membatasi pergerakan.

    Elevation (Elevasi)
    Pertahankan bagian tubuh yang cedera dengan posisi saat beristirahat lebih tinggi dari jantung. Hal ini akan membantu mengurangi pembengkakan (terutama pada cedera tungkai).

    Lain-lain
    Seperti mengkonsumsi obat pereda nyeri, mengikuti latihan fisioterapi, hingga menjalani prosedur operasi.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai penyabab, pencegah, dan penanganan awal yang dapat Sahabat Sehat lakukan jika mengalami keseleo saat olahraga. Jika Sahabat Sehat membutuhkan penanganan dokter, segera manfaatkan layanan Prosehat panggil dokter ke rumah.  Informasi lebih lanjut hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Elastoplast. Sport Injury Management [Internet]. Australia : Elastoplast; [cited 2021 Oct 26].
    2. Web MD. Workout Injuries: Prevention and Treatment [Internet]. USA : WebMD. 2021 [cited 26 October 2021].
    3. National Health Service. Sports injuries – Treatment [Internet]. UK : National Health Service. 2021 [cited 26 October 2021].
    4. Medline Plus Medical Encyclopedia. How to avoid exercise injuries [Internet]. USA : Medline Plus Medical Encyclopedia. 2021 [cited 26 October 2021].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Selama di rumah saja, bukan berarti tubuh hanya rebahan saja. Sahabat Sehat masih bisa melakukan olahraga di rumah selama pandemi. Ada beberapa jenis olahraga yang ringan dan mudah dilakukan di dalam rumah, namun dampaknya besar bagi kesehatan tubuh dan pikiran. Tanggal 9 September […]

    Ternyata Kita Masih Bisa Olahraga di Rumah Selama Pandemi

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Olahraga di Rumah Selama Pandemi dan di Sela Work from Home

    Olahraga di Rumah Selama Pandemi dan di Sela Work from Home

    Selama di rumah saja, bukan berarti tubuh hanya rebahan saja. Sahabat Sehat masih bisa melakukan olahraga di rumah selama pandemi. Ada beberapa jenis olahraga yang ringan dan mudah dilakukan di dalam rumah, namun dampaknya besar bagi kesehatan tubuh dan pikiran.

    Tanggal 9 September setiap tahunnya selalu diperingati sebagai Hari Olahraga Nasional. Olahraga merupakan salah satu cara efektif dalam menghilangkan stress, sekaligus  meningkatkan kesehatan tubuh dan pikiran. Namun dengan adanya pandemi Covid-19 menyebabkan Sahabat Sehat menjadi terjebak di rumah.

    Apa saja rekomendasi olahraga yang bisa dilakukan di rumah?

    Rekomendasi Jenis Olahraga di Rumah Selama Pandemi

    Jika biasanya Sahabat Sehat pergi ke pusat kebugaran untuk berolahraga, mungkin kali ini Sahabat Sehat dapat mengalihkan dengan melakukan olahraga di rumah. Berikut adalah berbagai jenis olahraga yang dapat Sahabat Sehat lakukan selama di rumah selama masa pandemi Covid-19, di antaranya:

    Latihan Kardio

    Jenis olahraga kardio merupakan salah satu olahraga yang paling efektif untuk membakar lemak dan mampu membuat tubuh berkeringat. Melakukan olahraga kardio secara teratur dapat membantu Sahabat Sehat menurunkan berat badan, memperbaiki kualitas tidur, hingga mengurangi risiko penyakit kronis. 

    Jika Sahabat Sehat memiliki alat seperti treadmill atau sepeda statis, dapat digunakan untuk berolahraga di rumah. Namun jika Sahabat Sehat tidak memiliki alat tersebut, lakukan gerakan kardio seperti squat jumps, high knees, plank, lompat tali dan sebagainya. 

    Senam Aerobik

    Pilihan olahraga lainnya yang dapat Sahabat Sehat coba lakukan dirumah adalah senam aerobik. Senam aerobik diketahui mampu membantu dalam menjaga kesehatan jantung, meningkatkan stamina, memperbaiki suasana hati, menurunkan kadar kolesterol jahat, hingga mampu menurunkan berat badan. Salah satu senam aerobik yang paling sederhana yaitu senam Zumba. 

    Yoga

    Yoga adalah salah satu jenis olahraga yang dapat melatih tubuh dan pikiran untuk fokus pada pernapasan, kekuatan, dan kelenturan guna menjaga kesehatan mental dan fisik. Meski tergolong olahraga ringan, namun jika dilakukan dengan serius dan sungguh-sungguh dapat membakar lemak tubuh, memperbaiki postur tubuh, menurunkan berat badan, serta memberikan rasa tenang.

    Menari

    Selain dapat membantu tubuh untuk bergerak dan berkeringat, menari juga dapat meningkatkan suasana hati. Kegiatan menyenangkan ini sangat cocok dilakukan di rumah. Putar lagu kesukaan dan gerakan tubuh mengikuti irama lagunya. Selain sangat menyenangkan, menari juga mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan membakar lemak Anda. 

    Meditasi

    Untuk pendinginan, Sahabat Sehat dapat melakukan meditasi agar tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks sehingga lebih mampu mengontrol diri. Duduk di lantai atau matras dan silangkan kaki lalu atur postur duduk agar punggung tegak lurus. 

    Pejamkan mata dan rilekskan tubuh dan pikiran secara bertahap. Atur pernapasan dan pastikan menjaga konsentrasi pernapasan, hilangkan pikiran dari hal lain yang mengganggu. Lakukan meditasi secara rutin selama 5-10 menit atau lebih.

    Nah Sahabat Sehat, itulah 5 rekomendasi olahraga di rumah selama pandemi Covid-19. Selain menyehatkan tubuh, jenis olahraga ini juga mampu meningkatkan imunitas dan meredakan perasaan stress selama pandemi Covid-19. Untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh selama masa pandemi sebaiknya konsumsi makanan bergizi seimbang seperti buah dan sayur, serta minum multivitamin.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan produk multivitamin, maupun produk kesehatan lainnya segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Batam. OLAHRAGA DI MASA PANDEMI COVID-19 [Internet]. Indonesia : Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Batam. 2021 [updated 2021 April 16; cited 2021 Sep 03].
    2. Prudential. Serba-Serbi Rekomendasi dan Tips Olahraga Saat Pandemi [Internet]. Indonesia : Prudential; [cited 2021 Sep 03].
    3. Krans B. Exercise at Home to Avoid the Gym During COVID-19 Outbreak [Internet]. USA : Healthline. 2020 [updated 2020 March 13; cited 2021 Sep 03].
    4. Resti N. OLAHRAGA DI MASA PANDEMI COVID-19 [Internet]. Indonesia : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi; [cited 2021 Sep 03].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Kebanyakan orang tidak sadar ada kesalahan setelah olahraga yang dilakukan. Alhasil olahraga tersebut hanya membuat lelah atau cidera. Padahal tujuan berolahraga adalah agar badan sehat dan kuat. Pada kesempatan kali ini yuk kita cek jangan-jangan olahraga yang Sahabat Sehat lakukan selama ini tidak […]

    10 Kesalahan Setelah Olahraga yang Bisa Berakibat Fatal

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Contoh Kesalahan Setelah Olahraga Yakni Langsung Tidur Setelah Berolahraga

    Kebanyakan orang tidak sadar ada kesalahan setelah olahraga yang dilakukan. Alhasil olahraga tersebut hanya membuat lelah atau cidera. Padahal tujuan berolahraga adalah agar badan sehat dan kuat.

    Pada kesempatan kali ini yuk kita cek jangan-jangan olahraga yang Sahabat Sehat lakukan selama ini tidak memberikan efek positif apapun karena ada kesalahan yang dilakukan setelah berolahraga. Dengan demikian Sahabat Sehat bisa memperbaiki cara berolahraga.

    Kesalahan Setelah Olahraga yang Kerap Terjadi

    Berolahraga bukan sekedar “mencari keringat”. Setelah berolahraga ada beberapa pantangan yang sebaiknya tidak dilakukan karena bisa mengakibatkan tubuh cidera, masalah kesehatan, atau membuat manfaat berolahraga tersebut hilang. Adapun beberapa kesalahan yang kerap dilakukan setelah berolahraga antara lain adalah:

    Tidak Melakukan Pendinginan

    Setelah berolahraga, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan pendinginan. Saat berolahraga suhu tubuh meningkat dan pembuluh darah melebar. Dengan melakukan pendinginan, denyut jantung menurun dan tekanan darah kembali normal, selain itu otot tubuh kembali relaks. Sahabat Sehat dianjurkan melakukan pendinginan selama 5 – 10 menit. 

    Efek buruk tidak melakukan pendinginan adalah keram dan nyeri di beberapa bagian tubuh. Selain itu ada resiko pusing dan lemas setelah berolahraga tanpa melakukan pendinginan karena detak jantung dan tekanan darah belum dalam posisi normal.

    Menunda Waktu Makan

    Setelah berolahraga biasanya Sahabat Sehat akan merasa lapar. Hal ini menunjukan bahwa asupan nutrisi di dalam tubuh telah digunakan untuk menghasilkan energi selama berolahraga. Para ahli merekomendasikan untuk mengkonsumsi makanan sumber karbohidrat dan protein dengan jumlah yang cukup agar menggantikan nutrisi penting yang hilang selama berolahraga.

    Walaupun tujuan berolahraga adalah untuk diet, namun sangat disarankan untuk segera makan jika merasa lapar setelah berolahraga. Tentunya dengan jenis makanan yang baik bagi kesehatan tubuh dan program diet Sahabat Sehat.

    Konsumsi Makanan Berlemak

    Jika Sahabat Sehat mengkonsumsi makanan berlemak setelah berolahraga, hal ini justru dapat memperlambat sistem pencernaan dan meningkatkan jumlah asupan kalori harian. Oleh sebab itu, setelah berolahraga dianjurkan mengkonsumsi makanan tinggi protein dan karbohidrat agar mudah dicerna tubuh.

    Selain itu, jika tujuan berolahraga adalah untuk membakar lemak (mengurangi berat badan) maka mengkonsumsi makanan berlemak justru membuat olahraga yang baru saja dilakukan menjadi sia-sia.

    Merokok Setelah Berolahraga

    Banyak yang mengatakan merokok setelah melakukan olahraga itu sangat menyenangkan dan menenangkan. Faktanya kegiatan tersebut merupakan kesalahan setelah olahraga yang sangat berbahaya dan berisiko tinggi menyebabkan kegagalan jantung. Apalagi jika sebelumnya tidak melakukan pendinginan maka risiko masalah jantung dan tekanan darah akan semakin tinggi.

    Alih-alih merokok, Sahabat Sehat bisa mencoba meminum lebih banyak air putih untuk mengalihkan perhatian dari keinginan merokok. Cara ini cukup efektif apalagi jika dilakukan berulang-ulang.

    Membiarkan Tubuh Kekurangan Cairan

    Kekurangan cairan tubuh atau disebut juga dehidrasi, kerap kali dialami setelah berolahraga. Hal ini berdampak pada timbulnya rasa mengantuk.  Sahabat Sehat dianjurkan mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan mengkonsumsi air putih agar otak dan tubuh kembali berfungsi optimal, serta menjaga kesimbangan elektrolit tubuh. 

    Menurut American College of Sport Medicine, jika durasi berolahraga kurang dari 1 jam maka Sahabat Sehat membutuhkan asupan cairan mencapai 240 ml per 15 menit. Namun jika Sahabat Sehat melakukan olahraga intensif dengan durasi lebih dari 1 jam, sebaiknya konsumsi cairan isotonik agar dapat segera mengganti cairan tubuh yang hilang.

    Langsung Istirahat Setelah Berolahraga

    Rasa lelah setelah berolahraga kerap kali membuat Sahabat Sehat ingin segera beristirahat. Namun menurut para ahli, sebaiknya melakukan kegiatan ringan terlebih dahulu setelah berolahraga agar membantu proses pemulihan tubuh lebih cepat dan efektif dibandingkan dengan langsung berhenti beraktivitas secara mendadak. 

    Jika Sahabat Sehat merasa tidak memiliki tenaga untuk melakukan kegiatan ringan, sebaiknya lakukan pijatan ringan pada otot tubuh yang kelelahan. Dalam Journal of Strength and Condition Research, terungkap bahwa melakukan pijatan ringan pada otot turut berperan dalam memulihkan otot setelah berolahraga.

    Melakukan Pekerjaan Berat

    Setelah berolahraga, otot dapat mengalami kelelahan. Jika Sahabat Sehat langsung melakukan aktivitas berat tanpa waktu jeda istirahat dapat membuat otot mengalami cedera dan tegang. Oleh sebab itu, sebaiknya Sahabat Sehat memberi jeda waktu agar otot dapat beristirahat dan pulih kembali.

    Jikapun harus melakukan pekerjaan berat setelah cukup beristirahat, pastikan mengecek kondisi tubuh terlebih dahulu. Mulailah dari mengangkat barang yang ringan. Dengan demikian anda bisa mengetahui apakah sudah bisa mulai mengangkat barang-barang berat dan bisa menghindari terjadinya kecelakaan kerja serta cidera.

    Mengenakan Pakaian Basah

    Jika produksi keringat cukup banyak selama berolahraga, sebaiknya Sahabat Sehat segera mengganti pakaian yang basah dengan pakaian yang kering. Mengenakan pakaian basah dalam waktu lama berpotensi menimbulkan ruam, infeksi kulit, maupun jerawat.

    Maka dari itu, sangat penting sebelum berolahraga menyiapkan pakaian pengganti agar tidak mengenakan pakaian basah tersebut terlalu lama.

    Membiarkan Rasa Sakit

    Kesalahan setelah olahraga selanjutnya adalah menganggap sepele rasa sakit setelah melakukan olahraga. Bisa saja rasa sakit tersebut adalah respon tubuh atas adanya sesuatu yang tidak biasa. Misalnya merasa pusing dan lemas, atau merasa terkilir dan keram.

    Oleh sebab itu, jika merasakan rasa sakit setelah berolahraga segera cari tempat untuk beristirahat. Jangan memaksakan melanjutkan kegiatan. Tunggulah sampai rasa sakit itu hilang. Jika rasa sakit tidak kunjung sembuh, segera konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan diagnosis yang tepat, serta mendapatkan penanganan yang tepat.

    Begadang

    Setelah berolahraga memang tidak boleh langsung beristirahat seperti tidur. Namun jika setelah lelah berolahraga Sahabat Sehat malah begadang semalaman tentunya dapat berakibat buruk bagi kesehatan dan menyebabkan olahraga yang sebelumnya dilakukan menjadi sia-sia. Tidur yang cukup tetap dibutuhkan agar memulihkan stamina yang sebelumnya telah terkuras setelah berolahraga.

    Jika memang harus begadang, pastikan untuk sebelumnya cukup beristirahat. Setelah begadang pastikan untuk mengambil jam istirahat yang cukup sehingga badan bisa kembali pulih.

    Lihat Juga: Cara Meningkatkan Produksi ASI

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai kesalahan fatal setelah berolahraga. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Frey M. Post-Workout Recovery Mistakes That Are Easy to Fix [Internet]. USA : Very Well Fit. 2021 [updated 2021 April 06; cited 2021 Aug 03].
    2. Graves G. 10 Mistakes You’re Making After Your Workouts [Internet]. USA : Prevention. 2015 [updated 2015 May 26; cited 2021 Aug 03].
    3. Balfour L. 11 Post-Workout Mistakes That Are Ruining Your Fitness Goals [Internet]. USA : Lifehack; [cited 2021 Aug 03].
    4. Salfatira S. 9 Kesalahan Setelah Olahraga Ini Bikin Sakit & Susah Turun Berat Badan [Internet]. Indonesia : IDN Times. 2019 [updated 2019 Nov 05; cited 2021 Aug 03].
    5. Eat Smart. 8 Things You Should Never Do After a Workout [Internet]. USA : Eat Smart; [cited 2021 Aug 03].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Selama masa pandemi Covid-19, Pemerintah menganjurkan untuk bekerja dan belajar dari rumah. Aktivitas yang dilakukan dirumah saja, tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis namun turut berdampak pada kondisi otot tubuh. Nah Sahabat Sehat, mari cari tahu lebih lanjut mengenai dampak kerja dan belajar dari rumah pada otot tubuh […]

    Manfaat Yoga Atasi Gangguan Otot Akibat Kerja & Belajar Dari Rumah

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Selama masa pandemi Covid-19, Pemerintah menganjurkan untuk bekerja dan belajar dari rumah. Aktivitas yang dilakukan dirumah saja, tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis namun turut berdampak pada kondisi otot tubuh. Nah Sahabat Sehat, mari cari tahu lebih lanjut mengenai dampak kerja dan belajar dari rumah pada otot tubuh beserta cara mengatasinya.

    Gangguan Otot Akibat Bekerja & Belajar Dari Rumah

    Selama masa pandemi Covid-19, mungkin tidak jarang Sahabat Sehat merasa lelah dan nyeri otot akibat bekerja dan proses belajar mengajar yang dilakukan dari rumah. Hal ini dipengaruhi karena sebelumnya rumah tidak dikondisikan sebagai tempat kerja dan ruang belajar, sehingga meja dan kursi yang digunakan tidak ergonomis.

    Baca Juga : Gangguan Kesehatan Saat WFH

    Lingkungan kerja dan ruang belajar yang ergonomis, didesain agar meningkatkan kenyamanan dan optimalisasi dalam bekerja dan proses belajar mengajar. Jika meja dan kursi tidak ergonomis, dapat menyebabkan nyeri punggung, nyeri leher, sindrom terowongan karpal, radang tendon, hingga radang sendi. Selain itu, posisi tidak nyaman dalam kurun waktu yang lama dapat memperburuk keluhan tersebut.

    Baca Juga : Panduan Ergonomi Saat WFH

    Manfaat Yoga Atasi Gangguan Otot

    Salah satu cara dalam mengatasi gangguan otot adalah dengan melakukan yoga. Selain itu, yoga turut dapat membantu mengatasi gangguan stress dan melatih pola pernafasan. 

    Baca Juga : 7 Pose Yoga untuk Mencegah Osteoporosis

    Melakukan yoga di rumah selama masa pandemi Covid-19 dipercaya mampu membantu mengatasi stress dan gangguan otot akibat bekerja dan belajar dari rumah. Berikut beberapa manfaat yoga bagi tubuh yang perlu Sahabat Sehat ketahui :

    • Mengatasi nyeri pada otot dan sendi

    Jika Sahabat Sehat duduk dan menatap layar komputer dalam waktu lama, dapat menyebabkan otot leher dan punggung terasa nyeri. Sahabat Sehat sebaiknya beristirahat selama beberapa menit dan lakukan gerakan yoga yang mudah, seperti posisi “cat-cow” untuk meregangkan otot tulang belakang.

    • Meningkatkan energi

    Jika Sahabat Sehat merasa lesu setelah seharian bekerja, lakukan yoga dengan pose seperti “pohon” atau mencengkram bata yoga diatas kepala. Gerakan yoga dapat membantu melatih pernafasan dan mengembalikan energi tubuh.

    • Melatih kekuatan

    Selama masa pandemi Covid-19, tidak jarang pusat kebugaran ditutup sementara atau dibatasi jumlah kunjungan hariannya. Sahabat Sehat tetap dapat melatih kekuatan dan kelenturan otot dengan melakukan yoga. 

    • Menjaga kesehatan mental

    Tidak jarang orang menjadi mudah stress akibat dampak pandemi Covid-19. Sahabat Sehat dapat melakukan yoga untuk memfokuskan pikiran dan mengembangkan pandangan hidup yang positif. Lakukan gerakan yoga dengan pose “bayi” dan rasakan perlahan stress mulai mereda.

    Produk Terkait : Fisioterapi

    Sahabat Sehat tetap perlu ingat untuk melakukan pemanasan dan pendinginan sebelum melakukan yoga. Selain itu tetap jaga kesehatan tubuh dengan mengkonsumsi buah, sayur, multivitamin dan menerapkan protokol kesehatan 5 M (menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi).

    Nah Sahabat Sehat, ingin mengetahui lebih lanjut mengenai cara mengatasi gangguan otot selama bekerja dan belajar dari rumah dengan melakukan yoga? Mari ikuti Workshop dan Webinar Dies Natalis Unika Atma Jaya ke 61 dengan tema “Tips Menghadapi Dinamika Covid-19 Dalam Dunia Sekolah, Kuliah, dan Kerja” dengan pembicara Dr. Yap Fu Lan, Debri Pristinella,S.Psi.,M.Si serta dr.Angela Shinta Dewi Amita,Sp.M. Acara ini Gratis ! Silakan daftar segera di : http://s.id/prosehat050621

    Jika Sahabat Sehat ada keluhan selama dirumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter Prosehat. Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Mun Y. The Aches and Pains of Working from Home [internet]. Singapore : Health Plus; 2020 [updated 2020 Dec 10; cited 2021 May 28]. Available from : https://www.gleneagles.com.sg/healthplus/article/aches-pains-wfh
    2. Gaba D. Importance of Yoga During This Pandemic [internet]. India : Sarvodaya Healthcare; 2020 [updated 2020 Jun 23; cited 2021 May 28]. Available from : https://sarvodayahospital.com/blog/importance-of-yoga-during-this-pandemic#:~:text=Yoga%20during%20the%20pandemic&text=It%20helps%20us%20build%20a,physically%20strong%20and%20mentally%20balanced.
    3. Decathlon. Manfaat Olahraga Saat Pandemi Korona [internet]. Indonesia : Decathlon Blog; 2021 [updated 2021 Mar 8; cited 2021 May 28]. Available from : https://blog.decathlon.co.id/blog/manfaat-olahraga-yoga-saat-pandemi-korona
    Read More
  • Belakangan ini marak pemberitaan terkait permainan catur online dimulai dari ditutupnya akun Dewa Kipas karena diduga bermain curang di Gotham Chess hingga pertandingan catur secara langsung yang melibatkan Grand Master dunia, Irene Sukandar melawan Dadang Subur (alias Dewa Kipas). Baca Juga: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Kepala Saat Berolahraga Tidak seperti olahraga lainnya yang […]

    Apa Saja Manfaat Bermain Catur Bagi Kesehatan?

    Belakangan ini marak pemberitaan terkait permainan catur online dimulai dari ditutupnya akun Dewa Kipas karena diduga bermain curang di Gotham Chess hingga pertandingan catur secara langsung yang melibatkan Grand Master dunia, Irene Sukandar melawan Dadang Subur (alias Dewa Kipas).

    manfaat bermain catur bagi kesehatan

    Baca Juga: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Kepala Saat Berolahraga

    Tidak seperti olahraga lainnya yang umumnya mengandalkan kekuatan fisik, catur mengandalkan kekuatan otak dan kemampuan menyusun strategi dalam permainannya. Diketahui catur dapat memberikan sejumlah manfaat kesehatan bagi tubuh. Apa saja manfaat kesehatan bermain catur? Yuk, mari simak di bawah ini!

    Manfaat Bermain Catur Bagi Kesehatan

    Melatih Fungsi Otak

    Permainan catur adalah permainan yang menuntut pemainnya untuk bisa menyeimbangkan sisi otak kiri dan kanan. Sisi otak kiri berkaitan dengan pengenalan objek sedangkan otak kanan berkaitan dengan pengenalan pola. Bermain catur secara rutin dapat melatih dan menyeimbangkan ke dua sisi otak Sahabat.

    Produk Terkait: Jual Konilife Focus Tab Penambah Daya Ingat

    Meningkatkan Daya Ingat dan Konsentrasi

    Bermain catur dapat mengasah daya ingat dan konsentrasi. Hal ini dikarenakan dalam bermain catur, seseorang perlu menghafal berbagai kombinasi gerakan. Sehingga seorang pecatur yang sudah memiliki kemampuan di atas rata-rata mampu mengingat dan mengenali pola dengan cepat.

    Mencegah Alzheimer

    Dengan bermain catur, Sahabat telah melakukan salah satu upaya untuk mencegah Alzheimer yang merupakan salah satu jenis penyakit saraf ditandai dengan penurunan kemampuan kognitif secara berangsur angsur. Apabila kemampuan otak tidak dilatih, dapat mengakibatkan penurunan kemampuan otak.

    Membantu Atasi Skizofrenia

    Berdasarkan sebuah penelitian dari Center of Cognitive Neuroscience di Paris bahwa pasien skizofrenia yang diarahkan untuk bermain catur setiap hari menunjukkan adanya perbaikan kondisi klinis dan kemampuan penalaran, dibandingkan dengan pasien yang tidak bermain catur.

    Baca Juga: Inilah Gejala Kesehatan Mental yang Sering Sahabat Anggap Remeh!

    Mencegah Serangan Panik

    Bermain catur ternyata memberi dampak untuk meningkatkan rasa tenang dan mengalihkan dari serangan panik.

    Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah

    Catur adalah salah satu jenis permainan yang mengutamakan strategi, tentunya hal tersebut turut membantu mengasah kemampuan memecahkan masalah.

    Melatih Kemampuan Perencanaan

    Kemampuan perencanaan berkaitan dengan korteks prefrontal dalam otak. Bermain catur diketahui dapat membantu perkembangan korteks prefrontal, sehingga dapat meningkatkan kemampuan dalam perencanaan dan membuat keputusan.

    Meningkatkan Rasa Percaya Diri

    Meskipun dalam bermain catur Sahabat tidak selalu menang, dengan adanya kekalahan Sahabat akan menganalisis kesalahan yang dilakukan. Begitu pula saat Sahabat menang, hal ini tanpa disadari mampu meningkatkan rasa kepercayaan diri.

    Catur ternyata memiliki sejumlah manfaat kesehatan, mari Sahabat mulai mencoba bermain catur agar meningkatkan kesehatan bagi tubuh dan otak.

    Baca Juga: 10 Jenis Buah dan Sayur yang Baik untuk Nutrisi Otak Anak

    Apabila Sahabat perlu info lebih lanjut soal konsentrasi otak dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Dewa Kipas Kalah, Gotham Chess Buka Youtube untuk Netizen RI [Internet]. CNN Indonesia. 2021 [cited 26 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210323144538-185-621022/dewa-kipas-kalah-gotham-chess-buka-youtube-untuk-netizen-ri
    2. 7 Manfaat Mengejutkan Bermain Catur Bagi Kesehatan [Internet]. CNN Indonesia. 2021 [cited 26 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210324135737-260-621482/7-manfaat-mengejutkan-bermain-catur-bagi-kesehatan
    3. 9 Manfaat Bermain Catur untuk Otak, Cegah Alzheimer hingga Tingkatkan Daya Ingat | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2021 [cited 26 March 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/jabar/9-manfaat-bermain-catur-untuk-otak-cegah-alzheimer-hingga-tingkatkan-daya-ingat-kln.html
    Read More
  • Diabetes bukanlah suatu penghalang untuk seseorang bergerak aktif termasuk berolahraga. Justru penderita diabetes tipe 2 perlu aktif secara fisik dan menurunkan berat badan yang berlebih agar diabetes Sahabat terkontrol. Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis Sebelum mulai berolahraga, ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, karena perencanaan olahraga sama pentingnya dengan perencanaan […]

    Pentingnya Olahraga Bagi Penderita Diabetes Tipe 2

    Diabetes bukanlah suatu penghalang untuk seseorang bergerak aktif termasuk berolahraga. Justru penderita diabetes tipe 2 perlu aktif secara fisik dan menurunkan berat badan yang berlebih agar diabetes Sahabat terkontrol.

    Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis

    Sebelum mulai berolahraga, ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, karena perencanaan olahraga sama pentingnya dengan perencanaan makanan, kontrol gula darah, dan pengobatan diabetes.¹

    olahraga bagi penderita diabetes tipe 2

    Produk Terkait: Cek Lab

    Apa peran olahraga untuk penderita diabetes?

    Saat Sahabat berolahraga, akan terjadi peningkatan sensitivitas tubuh terhadap hormon insulin. Hormon tersebut merupakan hormon yang membuat gula dalam darah dapat masuk ke dalam sel, sehingga gula tersebut dapat digunakan sebagai energi.

    Selain itu, penderita diabetes  perlu mengetahui cara mengontrol tekanan darah dan kolesterol karena kedua hal tersebut juga perlu dijaga agar tubuh Sahabat tetap sehat.² Olahraga dapat membantu mengontrol hal-hal tersebut. Beberapa manfaat utama dari olahraga adalah sebagai berikut:

    • Meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu menjaga gula darah dalam kisaran target³
    • Membantu menurunkan berat badan yang berlebih.³
    • Meningkatkan sirkulasi darah.³
    • Menurunkan tekanan darah.³
    • Mengurangi risiko stroke dan serangan jantung
    • Mengurangi perasaan stres, depresi, dan gelisah.³

    Olahraga apa yang direkomendasikan untuk penderita diabetes tipe 2?

    Untuk pilihan olahraga sebenarnya mudah, pilihlah olahraga yang Sahabat nikmati. Tentu akan lebih mudah menjalankan suatu aktivitas jika Sahabat menggemarinya, dan lebih baik lagi untuk membuat olahraga sebagai komitmen seumur hidup.6

    Olahraga dapat berupa berjalan di taman, bersepeda atau sepeda statis, dan berenang.6
    Mulailah olahraga tersebut dengan intensitas yang rendah dan perlahan-lahan ditingkatkan.² Sebagai contoh, berjalan selama 30-45 menit setiap harinya baik untuk kesehatan.

    Namun jika belum terbiasa, Sahabat dapat mulai dengan berjalan selama 5-10 menit per hari, lalu ditingkatkan hingga mencapai sasaran. Pastikan untuk melakukan pemanasan dan pendinginan sebelum dan setelah olahraga.

    Baca Juga: 3 Jenis Olahraga dan Jumlah Kalori yang Dibakar

    Untuk sasaran idealnya diperlukan olahraga aerobik selama 150 menit dengan intensitas sedang atau 75 menit dengan intensitas berat setiap minggunya. Tambahkan juga olahraga penguatan otot atau latihan resistensi setidaknya 2 kali seminggu.6,7,8

    Ikuti checklist ini sebelum mulai berolahraga jika Sahabat penderita diabetes:

    • Berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.2
    • Minum air secukupnya sebelum, selama, dan setelah berolahraga.2
    • Menggunakan sepatu dan kaos kaki selama berolahraga.2
    • Melakukan pemanasan dan pendinginan.2
    • Berolahraga di sekitar waktu yang sama setiap hari.2
    • Menunggu 30-60 menit setelah makan.2
    • Hindari berolahraga sebelum tidur.2

    Checklist tersebut penting untuk Anda yang menderita diabetes, karena orang yang menderita diabetes memiliki beberapa risiko, salah satunya adalah hipoglikemia. Hipoglikemia merupakan keadaan kadar gula darah tubuh kurang dari 70 mg/dL.

    Kondisi ini dapat mengakibatkan kebingungan, gangguan pandangan, gelisah, berdebar-debar, berkeringat, hingga kehilangan kesadaran.12

    Keadaan hipoglikemia dapat berupa ringan hingga berbahaya, namun dapat diatasi. Jika merasakan tanda dan gejala tersebut, segera hentikan aktivitas dan periksa gula darah Sahabat.

    Sahabat dapat mengonsumsi glukosa atau karbohidrat sederhana berupa 1 sendok makan gula, 5-6 buah permen, 1 sendok makan madu, atau setengah cangkir jus/soda.

    Produk Terkait: Jual Tropicana Slim Sweetener 

    Pada beberapa kasus hipoglikemia yang berat, penanganan berbeda dan perlu diberikan secepatnya. Dalam hal ini, perawat akan memberikan infus melalui pembuluh darah yang berisi glukosa.13

    Berolahraga memiliki berbagai manfaat bagi Sahabat yang menderita diabetes, namun konsultasi dahulu ke dokter untuk hal tersebut. Selain itu, Sahabat perlu waspada mengenai hipoglikemia dan cara mengatasinya. Apabila Sahabat menggunakan insulin, bawalah ID medis setiap saat.

    Baca Juga: Mengapa Suntik Insulin Penting Bagi Diabetasi Tipe 2?

    ID medis penting karena terdapat status kesehatan Anda mengenai informasi penyakit yang Sahabat derita termasuk alergi.14,15

    Apabila Sahabat perlu informasi lebih lanjut mengenai diabetes dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    MAT-ID-2100215-V1.0 (02/2021

    REFERENSI

    1. Diabetes Tipe 2, 2020. [online] Tersedia di: <http://www.diabetes.ucsf.edu/clinical-care-education/about-diabetes/type-2-diabetes-faqs> 
    2. Berolahraga Aman dengan Diabetes Tipe 2. Cleveland Clinic. 2020. [online] Tersedia di: <https://my.clevelandclinic.org/Documents/Regional_Locations/LakewoodHospital/lakewood -exercise-safely.pdf>
    3. Aktivitas Fisik. 2020 [online] Tersedia di: <http://www.idf.org/worlddiabetesday/toolkit/pwd/physical-activity> 
    4. Glukosa Darah Kontrol dan Olahraga. Diabetes.org. 2020. | ADA. [online] Tersedia di: <http://www.diabetes.org/food-and-fitness/fitness/get-started-safely/blood-glucose-control-and-exercise.html>
    5. Colberg SR, Sigal RJ, Fernhall B, Regensteiner JG, Blissmer BJ, Rubin RR, et al. Exercise and type2 diabetes: the American College Sports Medicine and the American Diabetes Association: joint position statement. Diabetes Care. 2010 Dec;33(12):e147-67. 
    6. Diabetes Tipe2 dan Olahraga [online] WebMD. Tersedia di: <http://www.webmd.com/diabetes/guide/exercise-guidelines?page=3> 
    7. Olahraga: 4 tips Untuk Memulai. [online] Tersedia di: <http://www.diabetesforecast.org/2009/dec/exercise-4-tips-for-getting-started.html> 
    8. Diabetes Mellitus dan Olahraga. American Diabetes Association. Diabetes Care. January 2002 ; 25 (suppl1): s64. 2020. [online] Tersedia di: <http:// care.diabetesjournals.org/content/25/suppl_1/s64.full>
    9. Manfaat berjalan biasa untuk kesehatan, kesejahteraan dan lingkungan. 2020.  [online] Tersedia di: <http://www.c3health.org/wpontent/uploads/ 2009/09/C3-report-on-walking-v-1-20120911.pdf> 
    10. Aktivitas Fisik / Olahraga dan Diabetes. American Diabetes Association. Diabetes Care. January 2004; 27(suppl 1): s58-s62. Tersedia online di: <http: //care.diabetesjournals.org/content/27/suppl_1/s58.full> 
    11. Gula Darah Rendah (Hipoglikemia). Tersedia di: <http://www.healthline.com/health/hypoglycemia#Signs> 
    12. Hipoglikemia (gula darah rendah). American diabetes association. Tersedia di: <http://www.diabetes.org/living-with-diabetes/treatment-and-care/blood-glucose-control/hypoglycemia-low-blood.html>
    13. Hipoglikemia: Gejala. Tersedia online di: <http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hypoglycemia/basics/symptoms/con-20021103>
    14. Diabetes dan Hipoglikemia. Diabetes.co.uk. Tersedia di: <http://www.diabetes.co.uk/Diabetes-and-Hypoglycaemia.html> 
    15. Hipoglikemia (gula darah rendah). Tersedia online di: <http://www.diabetes.org/living-with-diabetes/treatment-and-care/blood-glucose-control/hypoglycemia-low-blood.html>
    Read More
  • Merasakan sakit kepala saat berolahraga tentu hal yang kurang menyenangkan, terutama di saat Sahabat sedang berusaha mencapai tujuan kesehatan seperti menurunkan berat badan. Baca Juga: 5 Herbal Sakit Kepala yang Sehat dan Aman Tentu Sahabat bertanya-tanya mengapa hal ini terjadi dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, mari simak bersama-sama penjelasan di bawah ini. Penyebab Sakit Kepala […]

    Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Kepala Saat Berolahraga

    Merasakan sakit kepala saat berolahraga tentu hal yang kurang menyenangkan, terutama di saat Sahabat sedang berusaha mencapai tujuan kesehatan seperti menurunkan berat badan.

    sakit kepala saat berolahraga

    Baca Juga: 5 Herbal Sakit Kepala yang Sehat dan Aman

    Tentu Sahabat bertanya-tanya mengapa hal ini terjadi dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, mari simak bersama-sama penjelasan di bawah ini.

    Penyebab Sakit Kepala

    Penyebab terjadinya sakit kepala sewaktu berolahraga ternyata cukup beragam, tergantung pada jenis olahraga yang dilakukan. Apabila jenis olahraga yang dilakukan adalah angkat beban, sakit kepala dapat disebabkan karena mengangkat beban yang terlalu berat.

    Untuk olahraga yang bersifat endurance atau ketahanan dan dilakukan diuar rumah, sakit kepala dapat disebabkan karena paparan sinar matahari yang terlalu ekstrim.

    Namun setidaknya ada beberapa faktor penting penyebab munculnya sakit kepala saat berolahraga, yaitu:

    Pola Pernapasan yang Tidak Tepat

    Bernapas merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi olahraga karena apabila pola pernafasan kurang benar, energi yang dimiliki akan terbuang sia-sia sehingga Sahabat menjadi mudah kelelahan.

    Sakit kepala yang muncul dapat diakibatkan karena tekanan darah yang meningkat, yang berawal dari teknik menahan napas saat berolahraga. Hal ini seringkali tidak disadari, sehingga Sahabat sebaiknya fokus terlebih dahulu pada pola pernafasan baru memulai latihan fisik.

    Gerakan Tiba-tiba

    Bergerak atau berlari tiba-tiba saat berolahraga dapat menyebabkan tubuh terkejut sehingga memicu sakit kepala secara mendadak, yang membuat Sahabat tidak dapat melanjutkan olahraga.

    Kekurangan Cairan

    Kecukupan cairan merupakan hal yang penting saat berolahraga karena ketika berolahraga, tubuh akan membuang cairan dalam bentuk keringat.

    Baca Juga: Bermanfaat dan Amankah Olahraga Saat Hujan?

    Supaya Sahabat tidak kekurangan cairan (dehidrasi) yang berakibat pada dengan timbulnya sakit kepala saat berolahraga, disarankan untuk minum air terlebih dahulu sebanyak 1-3 gelas sebelum maupun sesudah berolahraga.

    Makanan yang Dikonsumsi

    Banyak orang tidak menyadari bahwa salah satu faktor munculnya sakit kepala selama berolahraga adalah akibat jumlah makanan yang dikonsumsi.

    Produk Terkait: Jual Makanan Sehat

    Makanan yang dapat memicu sakit kepala misalnya kedelai, jeruk, pisang, yogurt, dan kacang-kacangan. Pada sebagian orang yang rentan mengalami migrain, tidak dianjurkan mengkonsumsi asam amino tyramine sebelum berolahraga.

    Penyebab lainnya adalah:

    • Gerakan olahraga yang tidak tepat
    • Lemah otot

    Cara Mengatasi Sakit Kepala Saat Berolahraga

    Untuk mengatasi sakit kepala saat berolahraga, Sahabat dapat melakukan beberapa hal berikut:

    Segera Istirahat dan Lakukan Pendinginan

    Ketika Sahabat merasakan sakit kepala saat berolahraga, sudah waktunya bagi Sahabat untuk berhenti melakukan olahraga. Sakit kepala menunjukan bahwa tubuh terlalu dipaksa melakukan banyak gerakan.

    Segera beristirahat dan lakukan pendinginan untuk mengakhiri sesi olahraga. Apabila sakit kepala sudah mereda dan Sahabat masih ingin melanjutkan olahraga, lakukan secara bertahap dengan diawali melakukan pemanasan.

    Temukan Penyebab Sakit Kepala

    Penyebab sakit kepala cukup banyak, misalnya akibat kekurangan cairan tubuh, kurang tidur, dan bahkan gangguan tekanan darah. Karena itu, Sahabat perlu mengenali apa saja faktor pemicunya agar dapat dihindari di kemudian hari.

    Perbaiki Gerakan Olahraga

    Olahraga membutuhkan gerakan yang tepat, karena jika tidak dilakukan dengan tepat dapat menimbulkan berbagai dampak, salah satunya adalah sakit kepala.

    Apa yang Harus Dilakukan Bila Sakit Kepala Tak Kunjung Hilang?

    Jika sakit kepala terasa terus menerus, sebagai penanganan awal Sahabat dapat mengonsumsi obat sakit kepala yang dijual bebas dan gunakan sesuai dosis yang tertera di kemasannya.

    Periksakan diri ke dokter terdekat jika sakit kepala tidak hilang dan dirasa berlarut-larut, agar segera mendapatkan penanganan.

    Itulah mengenai sakit kepala saat berolahraga mulai dari penyebab hingga cara mengatasinya, agar Sahabat dapat menghindari sakit kepala dan menikmati olahraga yang dilakukan.

    Baca Juga: 6 Tips Meredakan Sakit Kepala yang Ampuh

    Apabila Sahabat perlu informasi lebih lanjut mengenai sakit kepala dan produk-produk kesehatan terkait, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Sakit Kepala Saat Berolahraga? Mungkin Ini Penyebabnya |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2021 [cited 16 March 2021]. Available from: https://republika.co.id/berita/q6y5yh335/sakit-kepala-saat-berolahraga-mungkin-ini-penyebabnya
    2. Tbk P. [Internet]. bodrex.com. 2021 [cited 16 March 2021]. Available from: https://www.bodrex.com/read/tips-dan-artikel/Alasan-Sering-Sakit-Kepala-Setelah-Berol
    3. Media K. Mengatasi Sakit Kepala Saat Olahraga Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 16 March 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2019/08/15/151823620/mengatasi-sakit-kepala-saat-olahraga?page=all
    4. Pramudiarja A. Mendadak Sakit Kepala Saat Olahraga? Ini 4 Tips Menghadapinya [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 16 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/kebugaran/d-5090729/mendadak-sakit-kepala-saat-olahraga-ini-4-tips-menghadapinya
    Read More
  • Perlukah mandi sebelum berolahraga? Pertanyaan ini tentunya sering Sahabat Sehat tanyakan saat hendak berolahraga, baik berlari, bersepeda, atau bermain sepak bola. Kebanyakan dari kita hanya mandi setelah berolahraga dan jarang melakukannya sebelum berolahraga. Hal itu biasanya disebabkan olahraga sendiri adalah kegiatan fisik yang sudah pasti mengucurkan banyak keringat. Keringat ini tentunya membuat Sahabat tidak nyaman […]

    Mandi Sebelum Berolahraga, Perlu atau Tidak?

    Perlukah mandi sebelum berolahraga? Pertanyaan ini tentunya sering Sahabat Sehat tanyakan saat hendak berolahraga, baik berlari, bersepeda, atau bermain sepak bola. Kebanyakan dari kita hanya mandi setelah berolahraga dan jarang melakukannya sebelum berolahraga. Hal itu biasanya disebabkan olahraga sendiri adalah kegiatan fisik yang sudah pasti mengucurkan banyak keringat. Keringat ini tentunya membuat Sahabat tidak nyaman karena baunya sehingga Sahabat cepat-cepat ingin menghilangkan bau tersebut dengan mandi.1

    mandi sebelum berolahraga

    Baca Juga: Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Berolahraga di Malam Hari

    Lalu, Bagaimana dengan Mandi Sebelum Berolahraga? Apakah Dianjurkan?

    Mandi sebelum melakukan aktivitas fisik seperti olahraga sebenarnya sangat dianjurkan. Mengapa? Karena mandi sebelum berolahraga dapat menghilangkan bau badan akibat keringat yang timbul saat Sahabat tidur. Tidak hanya bau badan, mandi sebelum berolahraga pagi dapat juga menghilangkan bau mulut. Karena itu, disarankan untuk sikat gigi sebelum berolahraga. Dengan hilangnya bau badan dan mulut yang ditimbulkan tentunya dapat memberikan kenyamanan, tidak hanya pada diri sendiri tetapi juga pada orang-orang sekitar kita saat berolahraga.2

    Produk Terkait: Jual Asepso Antibacterial Body Wash 250 ml

    Manfaat Mandi Sebelum Berolahraga

    Tidak hanya itu, mandi sebelum berolahraga juga mempunyai manfaat-manfaat sebagai berikut:

    Mencegah heat stroke

    Manfaat pertama dari mandi sebelum Sahabat berolahraga adalah dapat mencegah heat stroke terutama bagi yang tinggal di wilayah tropis seperti Indonesia. Berolahraga di wilayah yang cenderung panas dan lembap dapat meningkatkan risiko heat stroke, yang tentu saja dapat berakibat tidak baik bagi tubuh saat berolahraga. Mandi dengan air dingin sangat disarankan sehingga Sahabat tidak akan merasa overheat saat berolahraga.3

    Mempercepat sirkulasi darah

    Mandi sebelum Sahabat berolahraga terutama dengan air dingin akan memberikan keuntungan berupa mempercepat sirkulasi darah yang akan menambah energi dalam tubuh sehingga Sahabat Sehat tidak mudah lelah saat berolahraga. Mandi pun lebih efisien jika dibandingkan meminum segelas kopi atau teh untuk meningkatkan stamina.3

    Baca Juga: 5 Jenis Olahraga yang Cocok untuk Generasi Milenial

    Untuk daya tahan tubuh

    Ketika Sahabat berolahraga tentu yang diharapkan adalah bisa berolahraga sesuai dengan target yang sudah ditetapkan. Supaya target terpenuhi, tentunya Sahabat tidak boleh cepat lelah yang malah membuat olahraga tidak efektif. Karena itu, diperlukan stamina yang kuat supaya daya tahan tubuh juga kuat. Mandi sebelum berolahraga sangat dianjurkan. Hal ini dapat mencegah naiknya suhu tubuh yang mengakibatkan lelah dan letih.3

    Produk Terkait: Jual Multivitamin Lengkap

    Meningkatkan performa

    Performa yang lebih baik selama berolahraga tentunya sangat diharapkan oleh Sahabat Sehat semua. Kenyataannya performa yang lebih baik tersebut bisa ada jika suhu tubuh dapat diturunkan. Untuk hal ini mandi sangat dianjurkan bagi Sahabat sebelum berolahraga karena, berdasarkan sebuah penelitian, mandi sebelum berolahraga dapat menurunkan suhu tubuh dan meningkatkan performa hingga 7%.3

    Meningkatkan kecepatan metabolisme tubuh

    Metabolisme tubuh akan cepat bereaksi apabila Sahabat mengguyur air ke tubuh sebelum berolahraga. Mandi sebelum berolahraga dapat membakar lemak sampai 4 kilogram per tahun sehingga dapat membantu Sahabat mewujudkan keinginan untuk memperindah tampilan tubuh melalui olahraga.3

    Apakah Mandi Sebelum Berolahraga Seperti Mandi Biasa?

    Mandi sebelum berolahraga sebenarnya tidak harus seperti mandi biasa yang mungkin membutuhkan waktu hingga 10-15 menit. Mandi cukup dilakukan selama 2-3 menit saja. Sahabat hanya seperlunya membilas badan dengan sampo dan sabun serta menyikat gigi.2

    Produk Terkait: Jual Sikat Gigi Elektrik

    Sebaiknya Mandi dengan Air Dingin atau Panas?

    Mandi dengan air dingin atau panas sebelum berolahraga tidaklah masalah. Namun, mandi air dingin lebih dianjurkan bagi Sahabat Sehat yang berada di wilayah tropis karena terbukti efektif dapat mencegah terjadinya overheat atau panas berlebih pada tubuh saat berolahraga.1

    Baca Juga: 3 Jenis Olahraga dan Jumlah Kalori yang Dibakar

    Itulah beberapa hal mengenai perlu atau tidaknya mandi sebelum berolahraga. Dengan begitu, Sahabat tidak perlu lagi ragu untuk mandi sebelum berolahraga yang tidak hanya membuat kondisi sekitar nyaman tetapi juga bermanfaat untuk performa tubuh saat berolahraga. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai olahraga dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Sering Langsung Mandi Setelah Olahraga? Hentikan Kebiasaan Itu Jika Tidak Ingin Terserang Penyakit I. Sering Langsung Mandi Setelah Olahraga? Hentikan Kebiasaan Itu Jika Tidak Ingin Terserang Penyakit, Ini Penjelasannya! – Semua Halaman – Bobo [Internet]. Bobo. 2020 [cited 28 December 2020]. Available from: https://bobo.grid.id/read/082084987/sering-langsung-mandi-setelah-olahraga-hentikan-kebiasaan-itu-jika-tidak-ingin-terserang-penyakit-ini-penjelasannya?page=all
    2. Willis J. Should You Shower Before You Work Out? [Internet]. GQ. 2020 [cited 28 December 2020]. Available from: https://www.gq.com/story/shower-before-you-work-out
    3. Mandi Sebelum Olahraga, Why Not? – MLDSPOT [Internet]. Mldspot.com. 2020 [cited 28 December 2020]. Available from: https://www.mldspot.com/sport/2015/09/17/mandi-sebelum-olahraga-why-not
    Read More

Showing 1–10 of 43 results

Chat Dokter 24 Jam