Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Olahraga

Showing 1–10 of 39 results

  • Tak hanya kaum muda, orang dewasa yang lebih tua atau lansia juga perlu melakukan beberapa jenis aktivitas fisik setiap hari guna meningkatkan kesehatan serta mengurangi risiko berbagai penyakit. Meski demikian ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni jenis olahraga yang dilakukan oleh lansia. Secara alami tubuh akan mengalami penurunan fisik seiring bertambahnya usia, sehingga hal […]

    Berbagai Pilihan Olahraga yang Aman Untuk Lansia

    Tak hanya kaum muda, orang dewasa yang lebih tua atau lansia juga perlu melakukan beberapa jenis aktivitas fisik setiap hari guna meningkatkan kesehatan serta mengurangi risiko berbagai penyakit. Meski demikian ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni jenis olahraga yang dilakukan oleh lansia.

    Berbagai Pilihan Olahraga yang Aman Untuk Lansia

    Berbagai Pilihan Olahraga yang Aman Untuk Lansia

    Secara alami tubuh akan mengalami penurunan fisik seiring bertambahnya usia, sehingga hal ini lah yang kerap kali membuat lansia enggan untuk berolahraga. Padahal olahraga sama bermanfaatnya untuk usia berapapun. Untuk itu, penting untuk memilih olahraga yang tepat agar aman dilakukan oleh lansia. Sahabat Sehat, apa saja pilihan olahraga yang dapat dilakukan lansia ? Mari simak penjelasan berikut.

    Manfaat Olahraga Bagi Lansia

    Aktivitas fisik atau olahraga dapat membantu para lansia untuk lebih bugar, sehat, dan bersemangat. Untuk itu, bagi Sahabat Sehat yang telah memasuki usia senja dan belum terbiasa olahraga secara rutin bisa mulai berolahraga sesegera mungkin. Berikut adalah beberapa manfaat olahraga bagi lansia:

    • Melancarkan peredaran darah
    • Memperkuat otot dan sendi
    • Mengurangi risiko penyakit seperti diabetes tipe 2, jantung, dan stroke.
    • Memelihara fungsi otak sekaligus mengurangi risiko gangguan pada otak, seperti dementia. 
    • Mengurangi stres dan risiko gangguan mental, seperti depresi atau post power syndrome yang biasanya terjadi pada masa pensiun. 
    • Tetap produktif dan hidup dengan mandiri. 

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    Sesuaikan Jenis Olahraga Dengan Kondisi Fisik

    Konsultan geriatri, Dr. dr. C Heriawan Soejono, Sp,PD, K. Ger, M. Epid mengungkapkan bahwa olahraga dapat dilakukan dua hingga tiga kali dalam seminggu dan dilakukan secara bertahap. Mulai dari tahapan ringan dan naik ke yang lebih berat secara bertahap. Yang terpenting adalah menjaga kualitas otot agar tetap aktif. Selain itu, pastikan aktivitas dan intensitasnya sesuai dengan kondisi tubuh. Lansia usia 65 tahun keatas perlu memperhatikan beberapa hal berikut :

    • Aktif secara fisik setiap hari, meskipun hanya melakukan aktivitas ringan.
    • Melakukan aktivitas yang dapat meningkatkan kekuatan, keseimbangan, dan kelenturan minimal seminggu 2 kali.
    • Melakukan aktivitas sedang minimal 150 menit perminggu, atau 75 menit aktivitas berintensitas kuat jika sudah terbiasa aktif atau mengkombinasikan keduanya. 
    • Mengurangi waktu yang dihabiskan hanya untuk duduk atau berbaring dan istirahat lama tidak bergerak dengan beberapa aktivitas. 

    Apabila Sahabat Sehat selama ini enggan bergerak karena khawatir akan terjatuh, maka latihan akan meningkatkatkan kekuatan, keseimbangan, dan kelenturan tubuh sehingga membuat tubuh lebih kuat dan percaya diri. 

    Baca Juga: Inilah Pentingnya Olahraga untuk Lansia

    Olahraga Intensitas Ringan Untuk Lansia

    Beberapa pilihan aktivitas ringan berikut ini aman dilakukan untuk lansia dari pada hanya duduk dan berbaring, diantaranya:

    • Bangun untuk menyiram tanaman
    • Bergerak di sekitar rumah
    • Berjalan santai di sekitar lingkungan rumah
    • Bersih bersih rumah, seperti mengelap debu atau melipat pakaian
    • Merapikan tempat tidur
    • Berdiri

    Olahraga Intensitas Sedang Untuk Lansia

    Melakukan aktivitas berintensitas sedang mampu meningkatkan detak jantung, sehingga akan melancarkan sirkulasi darah lansia. Contoh olahraga intensitas sedang yang dapat dilakukan lansia, meliputi:

    • Jalan kaki 
    • Aerobik air
    • Naik sepeda
    • Menari untuk kebugaran
    • Tenis ganda
    • Memotong rumput menggunakan mesin
    • Mendaki 

    Baca Juga: 10 Jenis Medical Check Up Rutin yang Perlu Dilakukan Lansia

    Olahraga Intensitas Kuat Untuk Lansia

    Aktivitas intensitas kuat dapat membuat Sahabat Sehat bernafas dengan cepat dan keras. Umumnya, Sahabat Sehat dapat melakukan olahraga intensitas kuat selama 75 menit yang juga memberikan manfaat kesehatan serupa dengan melakukan olahraga intensitas sedang selama 150 menit. Contoh olahraga intensitas kuat meliputi:

    • Lari untuk pemula
    • Aerobik 
    • Berenang
    • Bersepeda cepat 
    • Tenis tunggal
    • Sepak bola
    • Mendaki bukit
    • Menari
    • Seni bela diri 

    Olahraga Untuk Memperkuat Otot

    Ada beberapa cara untuk meningkatkan kekuatan otot lansia, baik di rumah maupun di gym. Berikut beberapa pilihan olahraga yang dapat meningkatkan kekuatan otot, yakni :

    • Membawa tas belanjaan berat
    • Yoga
    • Pilates
    • Tai chi
    • Angkat beban
    • Melakukan latihan menggunakan berat badan Anda sendiri, seperti push-up dan sit-up
    • Berkebun, seperti menggali atau menyekop

    Selain berbagai jenis pilihan olahraga untuk lansia di atas, Sahabat Sehat juga dapat memanfaatkan waktu untuk bergerak aktif dengan bermain bersama cucu atau berkebun di pekarangan rumah. Akan tetapi, agar lebih aman sebaiknya tetap didampingi oleh keluarga saat melakukan aktivitas fisik terutama jika Sahabat Sehat memiliki riwayat masalah kesehatan tertentu seperti radang sendi (arthritis) atau penyakit jantung.

    Baca Juga: Mengapa Lansia Mengalami Demensia atau Pikun?

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Referensi

    1. National Health Service. Physical activity guidelines for older adults [Internet]. UK : National Health Service.
    2. Medline Plus. Exercise for Older Adults: MedlinePlus [Internet]. USA : Medline Plus.
    3. Centers for Disease Control and Prevention. How much physical activity do older adults need? Physical Activity [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention.
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Selama di rumah saja, bukan berarti tubuh hanya rebahan saja. Sahabat Sehat masih bisa melakukan olahraga di rumah selama pandemi. Ada beberapa jenis olahraga yang ringan dan mudah dilakukan di dalam rumah, namun dampaknya besar bagi kesehatan tubuh dan pikiran. Tanggal 9 September […]

    Ternyata Kita Masih Bisa Olahraga di Rumah Selama Pandemi

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Olahraga di Rumah Selama Pandemi dan di Sela Work from Home

    Olahraga di Rumah Selama Pandemi dan di Sela Work from Home

    Selama di rumah saja, bukan berarti tubuh hanya rebahan saja. Sahabat Sehat masih bisa melakukan olahraga di rumah selama pandemi. Ada beberapa jenis olahraga yang ringan dan mudah dilakukan di dalam rumah, namun dampaknya besar bagi kesehatan tubuh dan pikiran.

    Tanggal 9 September setiap tahunnya selalu diperingati sebagai Hari Olahraga Nasional. Olahraga merupakan salah satu cara efektif dalam menghilangkan stress, sekaligus  meningkatkan kesehatan tubuh dan pikiran. Namun dengan adanya pandemi Covid-19 menyebabkan Sahabat Sehat menjadi terjebak di rumah.

    Apa saja rekomendasi olahraga yang bisa dilakukan di rumah?

    Rekomendasi Jenis Olahraga di Rumah Selama Pandemi

    Jika biasanya Sahabat Sehat pergi ke pusat kebugaran untuk berolahraga, mungkin kali ini Sahabat Sehat dapat mengalihkan dengan melakukan olahraga di rumah. Berikut adalah berbagai jenis olahraga yang dapat Sahabat Sehat lakukan selama di rumah selama masa pandemi Covid-19, di antaranya:

    Latihan Kardio

    Jenis olahraga kardio merupakan salah satu olahraga yang paling efektif untuk membakar lemak dan mampu membuat tubuh berkeringat. Melakukan olahraga kardio secara teratur dapat membantu Sahabat Sehat menurunkan berat badan, memperbaiki kualitas tidur, hingga mengurangi risiko penyakit kronis. 

    Jika Sahabat Sehat memiliki alat seperti treadmill atau sepeda statis, dapat digunakan untuk berolahraga di rumah. Namun jika Sahabat Sehat tidak memiliki alat tersebut, lakukan gerakan kardio seperti squat jumps, high knees, plank, lompat tali dan sebagainya. 

    Senam Aerobik

    Pilihan olahraga lainnya yang dapat Sahabat Sehat coba lakukan dirumah adalah senam aerobik. Senam aerobik diketahui mampu membantu dalam menjaga kesehatan jantung, meningkatkan stamina, memperbaiki suasana hati, menurunkan kadar kolesterol jahat, hingga mampu menurunkan berat badan. Salah satu senam aerobik yang paling sederhana yaitu senam Zumba. 

    Yoga

    Yoga adalah salah satu jenis olahraga yang dapat melatih tubuh dan pikiran untuk fokus pada pernapasan, kekuatan, dan kelenturan guna menjaga kesehatan mental dan fisik. Meski tergolong olahraga ringan, namun jika dilakukan dengan serius dan sungguh-sungguh dapat membakar lemak tubuh, memperbaiki postur tubuh, menurunkan berat badan, serta memberikan rasa tenang.

    Menari

    Selain dapat membantu tubuh untuk bergerak dan berkeringat, menari juga dapat meningkatkan suasana hati. Kegiatan menyenangkan ini sangat cocok dilakukan di rumah. Putar lagu kesukaan dan gerakan tubuh mengikuti irama lagunya. Selain sangat menyenangkan, menari juga mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan membakar lemak Anda. 

    Meditasi

    Untuk pendinginan, Sahabat Sehat dapat melakukan meditasi agar tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks sehingga lebih mampu mengontrol diri. Duduk di lantai atau matras dan silangkan kaki lalu atur postur duduk agar punggung tegak lurus. 

    Pejamkan mata dan rilekskan tubuh dan pikiran secara bertahap. Atur pernapasan dan pastikan menjaga konsentrasi pernapasan, hilangkan pikiran dari hal lain yang mengganggu. Lakukan meditasi secara rutin selama 5-10 menit atau lebih.

    Nah Sahabat Sehat, itulah 5 rekomendasi olahraga di rumah selama pandemi Covid-19. Selain menyehatkan tubuh, jenis olahraga ini juga mampu meningkatkan imunitas dan meredakan perasaan stress selama pandemi Covid-19. Untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh selama masa pandemi sebaiknya konsumsi makanan bergizi seimbang seperti buah dan sayur, serta minum multivitamin.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan produk multivitamin, maupun produk kesehatan lainnya segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Batam. OLAHRAGA DI MASA PANDEMI COVID-19 [Internet]. Indonesia : Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Batam. 2021 [updated 2021 April 16; cited 2021 Sep 03].
    2. Prudential. Serba-Serbi Rekomendasi dan Tips Olahraga Saat Pandemi [Internet]. Indonesia : Prudential; [cited 2021 Sep 03].
    3. Krans B. Exercise at Home to Avoid the Gym During COVID-19 Outbreak [Internet]. USA : Healthline. 2020 [updated 2020 March 13; cited 2021 Sep 03].
    4. Resti N. OLAHRAGA DI MASA PANDEMI COVID-19 [Internet]. Indonesia : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi; [cited 2021 Sep 03].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Kebanyakan orang tidak sadar ada kesalahan setelah olahraga yang dilakukan. Alhasil olahraga tersebut hanya membuat lelah atau cidera. Padahal tujuan berolahraga adalah agar badan sehat dan kuat. Pada kesempatan kali ini yuk kita cek jangan-jangan olahraga yang Sahabat Sehat lakukan selama ini tidak […]

    10 Kesalahan Setelah Olahraga yang Bisa Berakibat Fatal

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Contoh Kesalahan Setelah Olahraga Yakni Langsung Tidur Setelah Berolahraga

    Kebanyakan orang tidak sadar ada kesalahan setelah olahraga yang dilakukan. Alhasil olahraga tersebut hanya membuat lelah atau cidera. Padahal tujuan berolahraga adalah agar badan sehat dan kuat.

    Pada kesempatan kali ini yuk kita cek jangan-jangan olahraga yang Sahabat Sehat lakukan selama ini tidak memberikan efek positif apapun karena ada kesalahan yang dilakukan setelah berolahraga. Dengan demikian Sahabat Sehat bisa memperbaiki cara berolahraga.

    Kesalahan Setelah Olahraga yang Kerap Terjadi

    Berolahraga bukan sekedar “mencari keringat”. Setelah berolahraga ada beberapa pantangan yang sebaiknya tidak dilakukan karena bisa mengakibatkan tubuh cidera, masalah kesehatan, atau membuat manfaat berolahraga tersebut hilang. Adapun beberapa kesalahan yang kerap dilakukan setelah berolahraga antara lain adalah:

    Tidak Melakukan Pendinginan

    Setelah berolahraga, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan pendinginan. Saat berolahraga suhu tubuh meningkat dan pembuluh darah melebar. Dengan melakukan pendinginan, denyut jantung menurun dan tekanan darah kembali normal, selain itu otot tubuh kembali relaks. Sahabat Sehat dianjurkan melakukan pendinginan selama 5 – 10 menit. 

    Efek buruk tidak melakukan pendinginan adalah keram dan nyeri di beberapa bagian tubuh. Selain itu ada resiko pusing dan lemas setelah berolahraga tanpa melakukan pendinginan karena detak jantung dan tekanan darah belum dalam posisi normal.

    Menunda Waktu Makan

    Setelah berolahraga biasanya Sahabat Sehat akan merasa lapar. Hal ini menunjukan bahwa asupan nutrisi di dalam tubuh telah digunakan untuk menghasilkan energi selama berolahraga. Para ahli merekomendasikan untuk mengkonsumsi makanan sumber karbohidrat dan protein dengan jumlah yang cukup agar menggantikan nutrisi penting yang hilang selama berolahraga.

    Walaupun tujuan berolahraga adalah untuk diet, namun sangat disarankan untuk segera makan jika merasa lapar setelah berolahraga. Tentunya dengan jenis makanan yang baik bagi kesehatan tubuh dan program diet Sahabat Sehat.

    Konsumsi Makanan Berlemak

    Jika Sahabat Sehat mengkonsumsi makanan berlemak setelah berolahraga, hal ini justru dapat memperlambat sistem pencernaan dan meningkatkan jumlah asupan kalori harian. Oleh sebab itu, setelah berolahraga dianjurkan mengkonsumsi makanan tinggi protein dan karbohidrat agar mudah dicerna tubuh.

    Selain itu, jika tujuan berolahraga adalah untuk membakar lemak (mengurangi berat badan) maka mengkonsumsi makanan berlemak justru membuat olahraga yang baru saja dilakukan menjadi sia-sia.

    Merokok Setelah Berolahraga

    Banyak yang mengatakan merokok setelah melakukan olahraga itu sangat menyenangkan dan menenangkan. Faktanya kegiatan tersebut merupakan kesalahan setelah olahraga yang sangat berbahaya dan berisiko tinggi menyebabkan kegagalan jantung. Apalagi jika sebelumnya tidak melakukan pendinginan maka risiko masalah jantung dan tekanan darah akan semakin tinggi.

    Alih-alih merokok, Sahabat Sehat bisa mencoba meminum lebih banyak air putih untuk mengalihkan perhatian dari keinginan merokok. Cara ini cukup efektif apalagi jika dilakukan berulang-ulang.

    Membiarkan Tubuh Kekurangan Cairan

    Kekurangan cairan tubuh atau disebut juga dehidrasi, kerap kali dialami setelah berolahraga. Hal ini berdampak pada timbulnya rasa mengantuk.  Sahabat Sehat dianjurkan mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan mengkonsumsi air putih agar otak dan tubuh kembali berfungsi optimal, serta menjaga kesimbangan elektrolit tubuh. 

    Menurut American College of Sport Medicine, jika durasi berolahraga kurang dari 1 jam maka Sahabat Sehat membutuhkan asupan cairan mencapai 240 ml per 15 menit. Namun jika Sahabat Sehat melakukan olahraga intensif dengan durasi lebih dari 1 jam, sebaiknya konsumsi cairan isotonik agar dapat segera mengganti cairan tubuh yang hilang.

    Langsung Istirahat Setelah Berolahraga

    Rasa lelah setelah berolahraga kerap kali membuat Sahabat Sehat ingin segera beristirahat. Namun menurut para ahli, sebaiknya melakukan kegiatan ringan terlebih dahulu setelah berolahraga agar membantu proses pemulihan tubuh lebih cepat dan efektif dibandingkan dengan langsung berhenti beraktivitas secara mendadak. 

    Jika Sahabat Sehat merasa tidak memiliki tenaga untuk melakukan kegiatan ringan, sebaiknya lakukan pijatan ringan pada otot tubuh yang kelelahan. Dalam Journal of Strength and Condition Research, terungkap bahwa melakukan pijatan ringan pada otot turut berperan dalam memulihkan otot setelah berolahraga.

    Melakukan Pekerjaan Berat

    Setelah berolahraga, otot dapat mengalami kelelahan. Jika Sahabat Sehat langsung melakukan aktivitas berat tanpa waktu jeda istirahat dapat membuat otot mengalami cedera dan tegang. Oleh sebab itu, sebaiknya Sahabat Sehat memberi jeda waktu agar otot dapat beristirahat dan pulih kembali.

    Jikapun harus melakukan pekerjaan berat setelah cukup beristirahat, pastikan mengecek kondisi tubuh terlebih dahulu. Mulailah dari mengangkat barang yang ringan. Dengan demikian anda bisa mengetahui apakah sudah bisa mulai mengangkat barang-barang berat dan bisa menghindari terjadinya kecelakaan kerja serta cidera.

    Mengenakan Pakaian Basah

    Jika produksi keringat cukup banyak selama berolahraga, sebaiknya Sahabat Sehat segera mengganti pakaian yang basah dengan pakaian yang kering. Mengenakan pakaian basah dalam waktu lama berpotensi menimbulkan ruam, infeksi kulit, maupun jerawat.

    Maka dari itu, sangat penting sebelum berolahraga menyiapkan pakaian pengganti agar tidak mengenakan pakaian basah tersebut terlalu lama.

    Membiarkan Rasa Sakit

    Kesalahan setelah olahraga selanjutnya adalah menganggap sepele rasa sakit setelah melakukan olahraga. Bisa saja rasa sakit tersebut adalah respon tubuh atas adanya sesuatu yang tidak biasa. Misalnya merasa pusing dan lemas, atau merasa terkilir dan keram.

    Oleh sebab itu, jika merasakan rasa sakit setelah berolahraga segera cari tempat untuk beristirahat. Jangan memaksakan melanjutkan kegiatan. Tunggulah sampai rasa sakit itu hilang. Jika rasa sakit tidak kunjung sembuh, segera konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan diagnosis yang tepat, serta mendapatkan penanganan yang tepat.

    Begadang

    Setelah berolahraga memang tidak boleh langsung beristirahat seperti tidur. Namun jika setelah lelah berolahraga Sahabat Sehat malah begadang semalaman tentunya dapat berakibat buruk bagi kesehatan dan menyebabkan olahraga yang sebelumnya dilakukan menjadi sia-sia. Tidur yang cukup tetap dibutuhkan agar memulihkan stamina yang sebelumnya telah terkuras setelah berolahraga.

    Jika memang harus begadang, pastikan untuk sebelumnya cukup beristirahat. Setelah begadang pastikan untuk mengambil jam istirahat yang cukup sehingga badan bisa kembali pulih.

    Lihat Juga: Cara Meningkatkan Produksi ASI

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai kesalahan fatal setelah berolahraga. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Frey M. Post-Workout Recovery Mistakes That Are Easy to Fix [Internet]. USA : Very Well Fit. 2021 [updated 2021 April 06; cited 2021 Aug 03].
    2. Graves G. 10 Mistakes You’re Making After Your Workouts [Internet]. USA : Prevention. 2015 [updated 2015 May 26; cited 2021 Aug 03].
    3. Balfour L. 11 Post-Workout Mistakes That Are Ruining Your Fitness Goals [Internet]. USA : Lifehack; [cited 2021 Aug 03].
    4. Salfatira S. 9 Kesalahan Setelah Olahraga Ini Bikin Sakit & Susah Turun Berat Badan [Internet]. Indonesia : IDN Times. 2019 [updated 2019 Nov 05; cited 2021 Aug 03].
    5. Eat Smart. 8 Things You Should Never Do After a Workout [Internet]. USA : Eat Smart; [cited 2021 Aug 03].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Selama masa pandemi Covid-19, Pemerintah menganjurkan untuk bekerja dan belajar dari rumah. Aktivitas yang dilakukan dirumah saja, tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis namun turut berdampak pada kondisi otot tubuh. Nah Sahabat Sehat, mari cari tahu lebih lanjut mengenai dampak kerja dan belajar dari rumah pada otot tubuh […]

    Manfaat Yoga Atasi Gangguan Otot Akibat Kerja & Belajar Dari Rumah

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Selama masa pandemi Covid-19, Pemerintah menganjurkan untuk bekerja dan belajar dari rumah. Aktivitas yang dilakukan dirumah saja, tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis namun turut berdampak pada kondisi otot tubuh. Nah Sahabat Sehat, mari cari tahu lebih lanjut mengenai dampak kerja dan belajar dari rumah pada otot tubuh beserta cara mengatasinya.

    Gangguan Otot Akibat Bekerja & Belajar Dari Rumah

    Selama masa pandemi Covid-19, mungkin tidak jarang Sahabat Sehat merasa lelah dan nyeri otot akibat bekerja dan proses belajar mengajar yang dilakukan dari rumah. Hal ini dipengaruhi karena sebelumnya rumah tidak dikondisikan sebagai tempat kerja dan ruang belajar, sehingga meja dan kursi yang digunakan tidak ergonomis.

    Baca Juga : Gangguan Kesehatan Saat WFH

    Lingkungan kerja dan ruang belajar yang ergonomis, didesain agar meningkatkan kenyamanan dan optimalisasi dalam bekerja dan proses belajar mengajar. Jika meja dan kursi tidak ergonomis, dapat menyebabkan nyeri punggung, nyeri leher, sindrom terowongan karpal, radang tendon, hingga radang sendi. Selain itu, posisi tidak nyaman dalam kurun waktu yang lama dapat memperburuk keluhan tersebut.

    Baca Juga : Panduan Ergonomi Saat WFH

    Manfaat Yoga Atasi Gangguan Otot

    Salah satu cara dalam mengatasi gangguan otot adalah dengan melakukan yoga. Selain itu, yoga turut dapat membantu mengatasi gangguan stress dan melatih pola pernafasan. 

    Baca Juga : 7 Pose Yoga untuk Mencegah Osteoporosis

    Melakukan yoga di rumah selama masa pandemi Covid-19 dipercaya mampu membantu mengatasi stress dan gangguan otot akibat bekerja dan belajar dari rumah. Berikut beberapa manfaat yoga bagi tubuh yang perlu Sahabat Sehat ketahui :

    • Mengatasi nyeri pada otot dan sendi

    Jika Sahabat Sehat duduk dan menatap layar komputer dalam waktu lama, dapat menyebabkan otot leher dan punggung terasa nyeri. Sahabat Sehat sebaiknya beristirahat selama beberapa menit dan lakukan gerakan yoga yang mudah, seperti posisi “cat-cow” untuk meregangkan otot tulang belakang.

    • Meningkatkan energi

    Jika Sahabat Sehat merasa lesu setelah seharian bekerja, lakukan yoga dengan pose seperti “pohon” atau mencengkram bata yoga diatas kepala. Gerakan yoga dapat membantu melatih pernafasan dan mengembalikan energi tubuh.

    • Melatih kekuatan

    Selama masa pandemi Covid-19, tidak jarang pusat kebugaran ditutup sementara atau dibatasi jumlah kunjungan hariannya. Sahabat Sehat tetap dapat melatih kekuatan dan kelenturan otot dengan melakukan yoga. 

    • Menjaga kesehatan mental

    Tidak jarang orang menjadi mudah stress akibat dampak pandemi Covid-19. Sahabat Sehat dapat melakukan yoga untuk memfokuskan pikiran dan mengembangkan pandangan hidup yang positif. Lakukan gerakan yoga dengan pose “bayi” dan rasakan perlahan stress mulai mereda.

    Produk Terkait : Fisioterapi

    Sahabat Sehat tetap perlu ingat untuk melakukan pemanasan dan pendinginan sebelum melakukan yoga. Selain itu tetap jaga kesehatan tubuh dengan mengkonsumsi buah, sayur, multivitamin dan menerapkan protokol kesehatan 5 M (menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi).

    Nah Sahabat Sehat, ingin mengetahui lebih lanjut mengenai cara mengatasi gangguan otot selama bekerja dan belajar dari rumah dengan melakukan yoga? Mari ikuti Workshop dan Webinar Dies Natalis Unika Atma Jaya ke 61 dengan tema “Tips Menghadapi Dinamika Covid-19 Dalam Dunia Sekolah, Kuliah, dan Kerja” dengan pembicara Dr. Yap Fu Lan, Debri Pristinella,S.Psi.,M.Si serta dr.Angela Shinta Dewi Amita,Sp.M. Acara ini Gratis ! Silakan daftar segera di : http://s.id/prosehat050621

    Jika Sahabat Sehat ada keluhan selama dirumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter Prosehat. Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Mun Y. The Aches and Pains of Working from Home [internet]. Singapore : Health Plus; 2020 [updated 2020 Dec 10; cited 2021 May 28]. Available from : https://www.gleneagles.com.sg/healthplus/article/aches-pains-wfh
    2. Gaba D. Importance of Yoga During This Pandemic [internet]. India : Sarvodaya Healthcare; 2020 [updated 2020 Jun 23; cited 2021 May 28]. Available from : https://sarvodayahospital.com/blog/importance-of-yoga-during-this-pandemic#:~:text=Yoga%20during%20the%20pandemic&text=It%20helps%20us%20build%20a,physically%20strong%20and%20mentally%20balanced.
    3. Decathlon. Manfaat Olahraga Saat Pandemi Korona [internet]. Indonesia : Decathlon Blog; 2021 [updated 2021 Mar 8; cited 2021 May 28]. Available from : https://blog.decathlon.co.id/blog/manfaat-olahraga-yoga-saat-pandemi-korona
    Read More
  • Belakangan ini marak pemberitaan terkait permainan catur online dimulai dari ditutupnya akun Dewa Kipas karena diduga bermain curang di Gotham Chess hingga pertandingan catur secara langsung yang melibatkan Grand Master dunia, Irene Sukandar melawan Dadang Subur (alias Dewa Kipas). Baca Juga: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Kepala Saat Berolahraga Tidak seperti olahraga lainnya yang […]

    Apa Saja Manfaat Bermain Catur Bagi Kesehatan?

    Belakangan ini marak pemberitaan terkait permainan catur online dimulai dari ditutupnya akun Dewa Kipas karena diduga bermain curang di Gotham Chess hingga pertandingan catur secara langsung yang melibatkan Grand Master dunia, Irene Sukandar melawan Dadang Subur (alias Dewa Kipas).

    manfaat bermain catur bagi kesehatan

    Baca Juga: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Kepala Saat Berolahraga

    Tidak seperti olahraga lainnya yang umumnya mengandalkan kekuatan fisik, catur mengandalkan kekuatan otak dan kemampuan menyusun strategi dalam permainannya. Diketahui catur dapat memberikan sejumlah manfaat kesehatan bagi tubuh. Apa saja manfaat kesehatan bermain catur? Yuk, mari simak di bawah ini!

    Manfaat Bermain Catur Bagi Kesehatan

    Melatih Fungsi Otak

    Permainan catur adalah permainan yang menuntut pemainnya untuk bisa menyeimbangkan sisi otak kiri dan kanan. Sisi otak kiri berkaitan dengan pengenalan objek sedangkan otak kanan berkaitan dengan pengenalan pola. Bermain catur secara rutin dapat melatih dan menyeimbangkan ke dua sisi otak Sahabat.

    Produk Terkait: Jual Konilife Focus Tab Penambah Daya Ingat

    Meningkatkan Daya Ingat dan Konsentrasi

    Bermain catur dapat mengasah daya ingat dan konsentrasi. Hal ini dikarenakan dalam bermain catur, seseorang perlu menghafal berbagai kombinasi gerakan. Sehingga seorang pecatur yang sudah memiliki kemampuan di atas rata-rata mampu mengingat dan mengenali pola dengan cepat.

    Mencegah Alzheimer

    Dengan bermain catur, Sahabat telah melakukan salah satu upaya untuk mencegah Alzheimer yang merupakan salah satu jenis penyakit saraf ditandai dengan penurunan kemampuan kognitif secara berangsur angsur. Apabila kemampuan otak tidak dilatih, dapat mengakibatkan penurunan kemampuan otak.

    Membantu Atasi Skizofrenia

    Berdasarkan sebuah penelitian dari Center of Cognitive Neuroscience di Paris bahwa pasien skizofrenia yang diarahkan untuk bermain catur setiap hari menunjukkan adanya perbaikan kondisi klinis dan kemampuan penalaran, dibandingkan dengan pasien yang tidak bermain catur.

    Baca Juga: Inilah Gejala Kesehatan Mental yang Sering Sahabat Anggap Remeh!

    Mencegah Serangan Panik

    Bermain catur ternyata memberi dampak untuk meningkatkan rasa tenang dan mengalihkan dari serangan panik.

    Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah

    Catur adalah salah satu jenis permainan yang mengutamakan strategi, tentunya hal tersebut turut membantu mengasah kemampuan memecahkan masalah.

    Melatih Kemampuan Perencanaan

    Kemampuan perencanaan berkaitan dengan korteks prefrontal dalam otak. Bermain catur diketahui dapat membantu perkembangan korteks prefrontal, sehingga dapat meningkatkan kemampuan dalam perencanaan dan membuat keputusan.

    Meningkatkan Rasa Percaya Diri

    Meskipun dalam bermain catur Sahabat tidak selalu menang, dengan adanya kekalahan Sahabat akan menganalisis kesalahan yang dilakukan. Begitu pula saat Sahabat menang, hal ini tanpa disadari mampu meningkatkan rasa kepercayaan diri.

    Catur ternyata memiliki sejumlah manfaat kesehatan, mari Sahabat mulai mencoba bermain catur agar meningkatkan kesehatan bagi tubuh dan otak.

    Baca Juga: 10 Jenis Buah dan Sayur yang Baik untuk Nutrisi Otak Anak

    Apabila Sahabat perlu info lebih lanjut soal konsentrasi otak dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Dewa Kipas Kalah, Gotham Chess Buka Youtube untuk Netizen RI [Internet]. CNN Indonesia. 2021 [cited 26 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210323144538-185-621022/dewa-kipas-kalah-gotham-chess-buka-youtube-untuk-netizen-ri
    2. 7 Manfaat Mengejutkan Bermain Catur Bagi Kesehatan [Internet]. CNN Indonesia. 2021 [cited 26 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210324135737-260-621482/7-manfaat-mengejutkan-bermain-catur-bagi-kesehatan
    3. 9 Manfaat Bermain Catur untuk Otak, Cegah Alzheimer hingga Tingkatkan Daya Ingat | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2021 [cited 26 March 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/jabar/9-manfaat-bermain-catur-untuk-otak-cegah-alzheimer-hingga-tingkatkan-daya-ingat-kln.html
    Read More
  • Diabetes bukanlah suatu penghalang untuk seseorang bergerak aktif termasuk berolahraga. Justru penderita diabetes tipe 2 perlu aktif secara fisik dan menurunkan berat badan yang berlebih agar diabetes Sahabat terkontrol. Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis Sebelum mulai berolahraga, ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, karena perencanaan olahraga sama pentingnya dengan perencanaan […]

    Pentingnya Olahraga Bagi Penderita Diabetes Tipe 2

    Diabetes bukanlah suatu penghalang untuk seseorang bergerak aktif termasuk berolahraga. Justru penderita diabetes tipe 2 perlu aktif secara fisik dan menurunkan berat badan yang berlebih agar diabetes Sahabat terkontrol.

    Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis

    Sebelum mulai berolahraga, ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, karena perencanaan olahraga sama pentingnya dengan perencanaan makanan, kontrol gula darah, dan pengobatan diabetes.¹

    olahraga bagi penderita diabetes tipe 2

    Produk Terkait: Cek Lab

    Apa peran olahraga untuk penderita diabetes?

    Saat Sahabat berolahraga, akan terjadi peningkatan sensitivitas tubuh terhadap hormon insulin. Hormon tersebut merupakan hormon yang membuat gula dalam darah dapat masuk ke dalam sel, sehingga gula tersebut dapat digunakan sebagai energi.

    Selain itu, penderita diabetes  perlu mengetahui cara mengontrol tekanan darah dan kolesterol karena kedua hal tersebut juga perlu dijaga agar tubuh Sahabat tetap sehat.² Olahraga dapat membantu mengontrol hal-hal tersebut. Beberapa manfaat utama dari olahraga adalah sebagai berikut:

    • Meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu menjaga gula darah dalam kisaran target³
    • Membantu menurunkan berat badan yang berlebih.³
    • Meningkatkan sirkulasi darah.³
    • Menurunkan tekanan darah.³
    • Mengurangi risiko stroke dan serangan jantung
    • Mengurangi perasaan stres, depresi, dan gelisah.³

    Olahraga apa yang direkomendasikan untuk penderita diabetes tipe 2?

    Untuk pilihan olahraga sebenarnya mudah, pilihlah olahraga yang Sahabat nikmati. Tentu akan lebih mudah menjalankan suatu aktivitas jika Sahabat menggemarinya, dan lebih baik lagi untuk membuat olahraga sebagai komitmen seumur hidup.6

    Olahraga dapat berupa berjalan di taman, bersepeda atau sepeda statis, dan berenang.6
    Mulailah olahraga tersebut dengan intensitas yang rendah dan perlahan-lahan ditingkatkan.² Sebagai contoh, berjalan selama 30-45 menit setiap harinya baik untuk kesehatan.

    Namun jika belum terbiasa, Sahabat dapat mulai dengan berjalan selama 5-10 menit per hari, lalu ditingkatkan hingga mencapai sasaran. Pastikan untuk melakukan pemanasan dan pendinginan sebelum dan setelah olahraga.

    Baca Juga: 3 Jenis Olahraga dan Jumlah Kalori yang Dibakar

    Untuk sasaran idealnya diperlukan olahraga aerobik selama 150 menit dengan intensitas sedang atau 75 menit dengan intensitas berat setiap minggunya. Tambahkan juga olahraga penguatan otot atau latihan resistensi setidaknya 2 kali seminggu.6,7,8

    Ikuti checklist ini sebelum mulai berolahraga jika Sahabat penderita diabetes:

    • Berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.2
    • Minum air secukupnya sebelum, selama, dan setelah berolahraga.2
    • Menggunakan sepatu dan kaos kaki selama berolahraga.2
    • Melakukan pemanasan dan pendinginan.2
    • Berolahraga di sekitar waktu yang sama setiap hari.2
    • Menunggu 30-60 menit setelah makan.2
    • Hindari berolahraga sebelum tidur.2

    Checklist tersebut penting untuk Anda yang menderita diabetes, karena orang yang menderita diabetes memiliki beberapa risiko, salah satunya adalah hipoglikemia. Hipoglikemia merupakan keadaan kadar gula darah tubuh kurang dari 70 mg/dL.

    Kondisi ini dapat mengakibatkan kebingungan, gangguan pandangan, gelisah, berdebar-debar, berkeringat, hingga kehilangan kesadaran.12

    Keadaan hipoglikemia dapat berupa ringan hingga berbahaya, namun dapat diatasi. Jika merasakan tanda dan gejala tersebut, segera hentikan aktivitas dan periksa gula darah Sahabat.

    Sahabat dapat mengonsumsi glukosa atau karbohidrat sederhana berupa 1 sendok makan gula, 5-6 buah permen, 1 sendok makan madu, atau setengah cangkir jus/soda.

    Produk Terkait: Jual Tropicana Slim Sweetener 

    Pada beberapa kasus hipoglikemia yang berat, penanganan berbeda dan perlu diberikan secepatnya. Dalam hal ini, perawat akan memberikan infus melalui pembuluh darah yang berisi glukosa.13

    Berolahraga memiliki berbagai manfaat bagi Sahabat yang menderita diabetes, namun konsultasi dahulu ke dokter untuk hal tersebut. Selain itu, Sahabat perlu waspada mengenai hipoglikemia dan cara mengatasinya. Apabila Sahabat menggunakan insulin, bawalah ID medis setiap saat.

    Baca Juga: Mengapa Suntik Insulin Penting Bagi Diabetasi Tipe 2?

    ID medis penting karena terdapat status kesehatan Anda mengenai informasi penyakit yang Sahabat derita termasuk alergi.14,15

    Apabila Sahabat perlu informasi lebih lanjut mengenai diabetes dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    MAT-ID-2100215-V1.0 (02/2021

    REFERENSI

    1. Diabetes Tipe 2, 2020. [online] Tersedia di: <http://www.diabetes.ucsf.edu/clinical-care-education/about-diabetes/type-2-diabetes-faqs> 
    2. Berolahraga Aman dengan Diabetes Tipe 2. Cleveland Clinic. 2020. [online] Tersedia di: <https://my.clevelandclinic.org/Documents/Regional_Locations/LakewoodHospital/lakewood -exercise-safely.pdf>
    3. Aktivitas Fisik. 2020 [online] Tersedia di: <http://www.idf.org/worlddiabetesday/toolkit/pwd/physical-activity> 
    4. Glukosa Darah Kontrol dan Olahraga. Diabetes.org. 2020. | ADA. [online] Tersedia di: <http://www.diabetes.org/food-and-fitness/fitness/get-started-safely/blood-glucose-control-and-exercise.html>
    5. Colberg SR, Sigal RJ, Fernhall B, Regensteiner JG, Blissmer BJ, Rubin RR, et al. Exercise and type2 diabetes: the American College Sports Medicine and the American Diabetes Association: joint position statement. Diabetes Care. 2010 Dec;33(12):e147-67. 
    6. Diabetes Tipe2 dan Olahraga [online] WebMD. Tersedia di: <http://www.webmd.com/diabetes/guide/exercise-guidelines?page=3> 
    7. Olahraga: 4 tips Untuk Memulai. [online] Tersedia di: <http://www.diabetesforecast.org/2009/dec/exercise-4-tips-for-getting-started.html> 
    8. Diabetes Mellitus dan Olahraga. American Diabetes Association. Diabetes Care. January 2002 ; 25 (suppl1): s64. 2020. [online] Tersedia di: <http:// care.diabetesjournals.org/content/25/suppl_1/s64.full>
    9. Manfaat berjalan biasa untuk kesehatan, kesejahteraan dan lingkungan. 2020.  [online] Tersedia di: <http://www.c3health.org/wpontent/uploads/ 2009/09/C3-report-on-walking-v-1-20120911.pdf> 
    10. Aktivitas Fisik / Olahraga dan Diabetes. American Diabetes Association. Diabetes Care. January 2004; 27(suppl 1): s58-s62. Tersedia online di: <http: //care.diabetesjournals.org/content/27/suppl_1/s58.full> 
    11. Gula Darah Rendah (Hipoglikemia). Tersedia di: <http://www.healthline.com/health/hypoglycemia#Signs> 
    12. Hipoglikemia (gula darah rendah). American diabetes association. Tersedia di: <http://www.diabetes.org/living-with-diabetes/treatment-and-care/blood-glucose-control/hypoglycemia-low-blood.html>
    13. Hipoglikemia: Gejala. Tersedia online di: <http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hypoglycemia/basics/symptoms/con-20021103>
    14. Diabetes dan Hipoglikemia. Diabetes.co.uk. Tersedia di: <http://www.diabetes.co.uk/Diabetes-and-Hypoglycaemia.html> 
    15. Hipoglikemia (gula darah rendah). Tersedia online di: <http://www.diabetes.org/living-with-diabetes/treatment-and-care/blood-glucose-control/hypoglycemia-low-blood.html>
    Read More
  • Merasakan sakit kepala saat berolahraga tentu hal yang kurang menyenangkan, terutama di saat Sahabat sedang berusaha mencapai tujuan kesehatan seperti menurunkan berat badan. Baca Juga: 5 Herbal Sakit Kepala yang Sehat dan Aman Tentu Sahabat bertanya-tanya mengapa hal ini terjadi dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, mari simak bersama-sama penjelasan di bawah ini. Penyebab Sakit Kepala […]

    Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Kepala Saat Berolahraga

    Merasakan sakit kepala saat berolahraga tentu hal yang kurang menyenangkan, terutama di saat Sahabat sedang berusaha mencapai tujuan kesehatan seperti menurunkan berat badan.

    sakit kepala saat berolahraga

    Baca Juga: 5 Herbal Sakit Kepala yang Sehat dan Aman

    Tentu Sahabat bertanya-tanya mengapa hal ini terjadi dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, mari simak bersama-sama penjelasan di bawah ini.

    Penyebab Sakit Kepala

    Penyebab terjadinya sakit kepala sewaktu berolahraga ternyata cukup beragam, tergantung pada jenis olahraga yang dilakukan. Apabila jenis olahraga yang dilakukan adalah angkat beban, sakit kepala dapat disebabkan karena mengangkat beban yang terlalu berat.

    Untuk olahraga yang bersifat endurance atau ketahanan dan dilakukan diuar rumah, sakit kepala dapat disebabkan karena paparan sinar matahari yang terlalu ekstrim.

    Namun setidaknya ada beberapa faktor penting penyebab munculnya sakit kepala saat berolahraga, yaitu:

    Pola Pernapasan yang Tidak Tepat

    Bernapas merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi olahraga karena apabila pola pernafasan kurang benar, energi yang dimiliki akan terbuang sia-sia sehingga Sahabat menjadi mudah kelelahan.

    Sakit kepala yang muncul dapat diakibatkan karena tekanan darah yang meningkat, yang berawal dari teknik menahan napas saat berolahraga. Hal ini seringkali tidak disadari, sehingga Sahabat sebaiknya fokus terlebih dahulu pada pola pernafasan baru memulai latihan fisik.

    Gerakan Tiba-tiba

    Bergerak atau berlari tiba-tiba saat berolahraga dapat menyebabkan tubuh terkejut sehingga memicu sakit kepala secara mendadak, yang membuat Sahabat tidak dapat melanjutkan olahraga.

    Kekurangan Cairan

    Kecukupan cairan merupakan hal yang penting saat berolahraga karena ketika berolahraga, tubuh akan membuang cairan dalam bentuk keringat.

    Baca Juga: Bermanfaat dan Amankah Olahraga Saat Hujan?

    Supaya Sahabat tidak kekurangan cairan (dehidrasi) yang berakibat pada dengan timbulnya sakit kepala saat berolahraga, disarankan untuk minum air terlebih dahulu sebanyak 1-3 gelas sebelum maupun sesudah berolahraga.

    Makanan yang Dikonsumsi

    Banyak orang tidak menyadari bahwa salah satu faktor munculnya sakit kepala selama berolahraga adalah akibat jumlah makanan yang dikonsumsi.

    Produk Terkait: Jual Makanan Sehat

    Makanan yang dapat memicu sakit kepala misalnya kedelai, jeruk, pisang, yogurt, dan kacang-kacangan. Pada sebagian orang yang rentan mengalami migrain, tidak dianjurkan mengkonsumsi asam amino tyramine sebelum berolahraga.

    Penyebab lainnya adalah:

    • Gerakan olahraga yang tidak tepat
    • Lemah otot

    Cara Mengatasi Sakit Kepala Saat Berolahraga

    Untuk mengatasi sakit kepala saat berolahraga, Sahabat dapat melakukan beberapa hal berikut:

    Segera Istirahat dan Lakukan Pendinginan

    Ketika Sahabat merasakan sakit kepala saat berolahraga, sudah waktunya bagi Sahabat untuk berhenti melakukan olahraga. Sakit kepala menunjukan bahwa tubuh terlalu dipaksa melakukan banyak gerakan.

    Segera beristirahat dan lakukan pendinginan untuk mengakhiri sesi olahraga. Apabila sakit kepala sudah mereda dan Sahabat masih ingin melanjutkan olahraga, lakukan secara bertahap dengan diawali melakukan pemanasan.

    Temukan Penyebab Sakit Kepala

    Penyebab sakit kepala cukup banyak, misalnya akibat kekurangan cairan tubuh, kurang tidur, dan bahkan gangguan tekanan darah. Karena itu, Sahabat perlu mengenali apa saja faktor pemicunya agar dapat dihindari di kemudian hari.

    Perbaiki Gerakan Olahraga

    Olahraga membutuhkan gerakan yang tepat, karena jika tidak dilakukan dengan tepat dapat menimbulkan berbagai dampak, salah satunya adalah sakit kepala.

    Apa yang Harus Dilakukan Bila Sakit Kepala Tak Kunjung Hilang?

    Jika sakit kepala terasa terus menerus, sebagai penanganan awal Sahabat dapat mengonsumsi obat sakit kepala yang dijual bebas dan gunakan sesuai dosis yang tertera di kemasannya.

    Periksakan diri ke dokter terdekat jika sakit kepala tidak hilang dan dirasa berlarut-larut, agar segera mendapatkan penanganan.

    Itulah mengenai sakit kepala saat berolahraga mulai dari penyebab hingga cara mengatasinya, agar Sahabat dapat menghindari sakit kepala dan menikmati olahraga yang dilakukan.

    Baca Juga: 6 Tips Meredakan Sakit Kepala yang Ampuh

    Apabila Sahabat perlu informasi lebih lanjut mengenai sakit kepala dan produk-produk kesehatan terkait, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Sakit Kepala Saat Berolahraga? Mungkin Ini Penyebabnya |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2021 [cited 16 March 2021]. Available from: https://republika.co.id/berita/q6y5yh335/sakit-kepala-saat-berolahraga-mungkin-ini-penyebabnya
    2. Tbk P. [Internet]. bodrex.com. 2021 [cited 16 March 2021]. Available from: https://www.bodrex.com/read/tips-dan-artikel/Alasan-Sering-Sakit-Kepala-Setelah-Berol
    3. Media K. Mengatasi Sakit Kepala Saat Olahraga Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 16 March 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2019/08/15/151823620/mengatasi-sakit-kepala-saat-olahraga?page=all
    4. Pramudiarja A. Mendadak Sakit Kepala Saat Olahraga? Ini 4 Tips Menghadapinya [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 16 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/kebugaran/d-5090729/mendadak-sakit-kepala-saat-olahraga-ini-4-tips-menghadapinya
    Read More
  • Perlukah mandi sebelum berolahraga? Pertanyaan ini tentunya sering Sahabat Sehat tanyakan saat hendak berolahraga, baik berlari, bersepeda, atau bermain sepak bola. Kebanyakan dari kita hanya mandi setelah berolahraga dan jarang melakukannya sebelum berolahraga. Hal itu biasanya disebabkan olahraga sendiri adalah kegiatan fisik yang sudah pasti mengucurkan banyak keringat. Keringat ini tentunya membuat Sahabat tidak nyaman […]

    Mandi Sebelum Berolahraga, Perlu atau Tidak?

    Perlukah mandi sebelum berolahraga? Pertanyaan ini tentunya sering Sahabat Sehat tanyakan saat hendak berolahraga, baik berlari, bersepeda, atau bermain sepak bola. Kebanyakan dari kita hanya mandi setelah berolahraga dan jarang melakukannya sebelum berolahraga. Hal itu biasanya disebabkan olahraga sendiri adalah kegiatan fisik yang sudah pasti mengucurkan banyak keringat. Keringat ini tentunya membuat Sahabat tidak nyaman karena baunya sehingga Sahabat cepat-cepat ingin menghilangkan bau tersebut dengan mandi.1

    mandi sebelum berolahraga

    Baca Juga: Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Berolahraga di Malam Hari

    Lalu, Bagaimana dengan Mandi Sebelum Berolahraga? Apakah Dianjurkan?

    Mandi sebelum melakukan aktivitas fisik seperti olahraga sebenarnya sangat dianjurkan. Mengapa? Karena mandi sebelum berolahraga dapat menghilangkan bau badan akibat keringat yang timbul saat Sahabat tidur. Tidak hanya bau badan, mandi sebelum berolahraga pagi dapat juga menghilangkan bau mulut. Karena itu, disarankan untuk sikat gigi sebelum berolahraga. Dengan hilangnya bau badan dan mulut yang ditimbulkan tentunya dapat memberikan kenyamanan, tidak hanya pada diri sendiri tetapi juga pada orang-orang sekitar kita saat berolahraga.2

    Produk Terkait: Jual Asepso Antibacterial Body Wash 250 ml

    Manfaat Mandi Sebelum Berolahraga

    Tidak hanya itu, mandi sebelum berolahraga juga mempunyai manfaat-manfaat sebagai berikut:

    Mencegah heat stroke

    Manfaat pertama dari mandi sebelum Sahabat berolahraga adalah dapat mencegah heat stroke terutama bagi yang tinggal di wilayah tropis seperti Indonesia. Berolahraga di wilayah yang cenderung panas dan lembap dapat meningkatkan risiko heat stroke, yang tentu saja dapat berakibat tidak baik bagi tubuh saat berolahraga. Mandi dengan air dingin sangat disarankan sehingga Sahabat tidak akan merasa overheat saat berolahraga.3

    Mempercepat sirkulasi darah

    Mandi sebelum Sahabat berolahraga terutama dengan air dingin akan memberikan keuntungan berupa mempercepat sirkulasi darah yang akan menambah energi dalam tubuh sehingga Sahabat Sehat tidak mudah lelah saat berolahraga. Mandi pun lebih efisien jika dibandingkan meminum segelas kopi atau teh untuk meningkatkan stamina.3

    Baca Juga: 5 Jenis Olahraga yang Cocok untuk Generasi Milenial

    Untuk daya tahan tubuh

    Ketika Sahabat berolahraga tentu yang diharapkan adalah bisa berolahraga sesuai dengan target yang sudah ditetapkan. Supaya target terpenuhi, tentunya Sahabat tidak boleh cepat lelah yang malah membuat olahraga tidak efektif. Karena itu, diperlukan stamina yang kuat supaya daya tahan tubuh juga kuat. Mandi sebelum berolahraga sangat dianjurkan. Hal ini dapat mencegah naiknya suhu tubuh yang mengakibatkan lelah dan letih.3

    Produk Terkait: Jual Multivitamin Lengkap

    Meningkatkan performa

    Performa yang lebih baik selama berolahraga tentunya sangat diharapkan oleh Sahabat Sehat semua. Kenyataannya performa yang lebih baik tersebut bisa ada jika suhu tubuh dapat diturunkan. Untuk hal ini mandi sangat dianjurkan bagi Sahabat sebelum berolahraga karena, berdasarkan sebuah penelitian, mandi sebelum berolahraga dapat menurunkan suhu tubuh dan meningkatkan performa hingga 7%.3

    Meningkatkan kecepatan metabolisme tubuh

    Metabolisme tubuh akan cepat bereaksi apabila Sahabat mengguyur air ke tubuh sebelum berolahraga. Mandi sebelum berolahraga dapat membakar lemak sampai 4 kilogram per tahun sehingga dapat membantu Sahabat mewujudkan keinginan untuk memperindah tampilan tubuh melalui olahraga.3

    Apakah Mandi Sebelum Berolahraga Seperti Mandi Biasa?

    Mandi sebelum berolahraga sebenarnya tidak harus seperti mandi biasa yang mungkin membutuhkan waktu hingga 10-15 menit. Mandi cukup dilakukan selama 2-3 menit saja. Sahabat hanya seperlunya membilas badan dengan sampo dan sabun serta menyikat gigi.2

    Produk Terkait: Jual Sikat Gigi Elektrik

    Sebaiknya Mandi dengan Air Dingin atau Panas?

    Mandi dengan air dingin atau panas sebelum berolahraga tidaklah masalah. Namun, mandi air dingin lebih dianjurkan bagi Sahabat Sehat yang berada di wilayah tropis karena terbukti efektif dapat mencegah terjadinya overheat atau panas berlebih pada tubuh saat berolahraga.1

    Baca Juga: 3 Jenis Olahraga dan Jumlah Kalori yang Dibakar

    Itulah beberapa hal mengenai perlu atau tidaknya mandi sebelum berolahraga. Dengan begitu, Sahabat tidak perlu lagi ragu untuk mandi sebelum berolahraga yang tidak hanya membuat kondisi sekitar nyaman tetapi juga bermanfaat untuk performa tubuh saat berolahraga. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai olahraga dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Sering Langsung Mandi Setelah Olahraga? Hentikan Kebiasaan Itu Jika Tidak Ingin Terserang Penyakit I. Sering Langsung Mandi Setelah Olahraga? Hentikan Kebiasaan Itu Jika Tidak Ingin Terserang Penyakit, Ini Penjelasannya! – Semua Halaman – Bobo [Internet]. Bobo. 2020 [cited 28 December 2020]. Available from: https://bobo.grid.id/read/082084987/sering-langsung-mandi-setelah-olahraga-hentikan-kebiasaan-itu-jika-tidak-ingin-terserang-penyakit-ini-penjelasannya?page=all
    2. Willis J. Should You Shower Before You Work Out? [Internet]. GQ. 2020 [cited 28 December 2020]. Available from: https://www.gq.com/story/shower-before-you-work-out
    3. Mandi Sebelum Olahraga, Why Not? – MLDSPOT [Internet]. Mldspot.com. 2020 [cited 28 December 2020]. Available from: https://www.mldspot.com/sport/2015/09/17/mandi-sebelum-olahraga-why-not
    Read More
  • Profesi atlet adalah profesi yang membanggakan dan memiliki tanggung jawab besar. Apalagi jika menjadi atlet nasional yang berhasil mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional. Meski demikian, menjadi atlet bukanlah perkara yang mudah. Selain melakukan latihan fisik tiap hari dan rutin, menjadi atlet pun juga harus memperhatikan beberapa asupan, dan asupan itu harus bernutrisi supaya dapat […]

    Jenis-jenis Asupan yang Dilarang Dikonsumsi Seorang Atlet

    Profesi atlet adalah profesi yang membanggakan dan memiliki tanggung jawab besar. Apalagi jika menjadi atlet nasional yang berhasil mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional. Meski demikian, menjadi atlet bukanlah perkara yang mudah. Selain melakukan latihan fisik tiap hari dan rutin, menjadi atlet pun juga harus memperhatikan beberapa asupan, dan asupan itu harus bernutrisi supaya dapat menunjang performa sang atlet ketika bertanding. Ternyata mengenai asupan ini ada banyak sekali asupan yang harus dihindari seorang atlet. Beberapa asupan pun begitu populer di masyarakat. Apa saja asupan-asupan itu? Yuk, Sahabat, mari kita simak bersama-sama!

    asupan yang dilarang dikonsumsi seorang atlet

    Gorengan

    Semua orang Indonesia tentu sangat familiar dengan jenis makanan yang satu ini. Makanan ini mudah ditemukan di mana saja, dan sangat murah harganya. Rasanya sungguh nikmat ketika dimakan hangat-hangat atau dalam kondisi cuaca sedang dingin. Namun, ternyata gorengan merupakan salah satu jenis asupan yang dilarang dikonsumsi seorang atlet. Alasan gorengan dilarang dikonsumsi karena asupan tersebut mengandung lemak jenuh yang dapat meningkat dalam darah sehingga akan sulit dicerna oleh tubuh.

    Baca Juga: Alasan Orang Indonesia Gemar Konsumsi Gorengan Meski Tidak Menyehatkan

    Akibatnya, bisa membuat perut tidak nyaman, melilit, dan kram. Hal itu tentu saja akan berpengaruh pada performa sang atlet saat bertanding. Selain itu, gorengan mengandung kadar garam yang tinggi. Hal ini tentunya dapat meningkatkan risiko serangan jantung mendadak saat bertanding. Apalagi jika gorengan itu dilapisi tepung yang tentu saja hanya akan membuat tinggi kalori namun tidak ada gizi sama sekali. Akibatnya juga atlet jadi mudah cepat loyo selain berpotensi terserang berbagai penyakit

    Makanan Pedas

    Makanan dengan cita rasa pedas juga termasuk jenis makanan yang populer di Indonesia, dan hampir semua kuliner Indonesia selalu mempunyai rasa pedas. Sebab, bagi kebanyakan orang Indonesia makanan tidak memiliki rasa pedas, rasanya cukup hambar. Namun ternyata makanan ini termasuk yang dilarang dijadikan sebagai asupan atlet. Alasannya adalah makanan pedas akan membuat perut beriritasi sehingga akan menyulitkan performa pada beberapa olahraga yang membutuhkan kecepatan dan bersifat kompetitif seperti berlari sprint, sepak bola, basket, dan bulu tangkis. Selain itu, makanan pedas disebut akan melambatkan pencernaan dan menyebabkan diare, serta dapat menghilangkan cairan tubuh, yang tentu saja  sangat diperlukan atlet agar tidak mudah dehidrasi.

    Makanan dan Minuman dengan Pemanis Buatan

    Makanan dan minuman dengan pemanis buatan sangat banyak di pasaran, dan sangat digemari banyak orang. Akan tetapi makanan dan minuman jenis ini ternyata juga tidak boleh dikonsumsi oleh seorang atlet. Alasannya adalah pemanis buatan yang terkandung di dalamnya akan dapat memengaruhi tubuh dalam memproduksi insulin atau hormon penyimpanan lemak. Hal itu tentu saja akan mengakibatkan kondisi tubuh atlet menjadi tidak ideal, dan dapat memengaruhi penampilan selama bertanding.

    Makanan Berserat Tinggi

    Makanan berserat, terutama berserat tinggi, yang ternyata mempunyai manfaat yang baik untuk tubuh karena dapat melancarkan pencernaan disebut juga tidak boleh dikonsumsi atlet ketika ingin bertanding. Jika ingin mengonsumsi makanan berserat harus dijarak beberapa jam sebelum bertanding. Alasannya makanan-makanan tersebut dapat menganggu perut seperti perut menjadi kembung serta dapat menyebabkan dehidrasi karena serat yang tinggi memacu intensitas pencernaan. Hal ini tentu saja sangat mempengaruhi penampilan atlet.

    Baca Juga: Dampak Konsumsi Serat Berlebihan dan Cara Mengatasinya

    Makanan Berkarbohirat Simpleks

    Makanan berkarbohidrat simpleks seperti nasi putih, roti, dan kentang adalah makanan yang juga dilarang dikonsumsi oleh seorang atlet karena sifatnya yang cepat dicerna dan diserap tubuh. Sifatnya yang demikian dapat membuat atlet cepat kehilangan energi terutama untuk olahraga-olahraga yang mengedepankan ketahanan tubuh seperti lari maraton dan triathlon, di samping juga dapat memberikan energi dengan cepat. Beberapa gangguan kesehatan dapat dirasakan ketika kebanyakan mengonsumsi karbohidrat jenis ini seperti naiknya gula darah yang dapat menyebabkan diabetes mellitus tipe 2.  Karena itu, untuk performa dan stamina yang terbaik selama pertandingan, atlet disarankan mengonsumsi karbohidrat kompleks.

    Produk Terkait: Cek Kesehatan

    Minuman Beralkohol

    Sangat pantang bagi seorang atlet mengonsumsi minuman beralkohol bahkan sebelum bertanding. Hal ini dikarenakan alkohol memiliki dampak yang sangat buruk seperti memperlambat penyembuhan otot setelah berolahraga, mengurangi energi yang diproduksi oleh tubuh, dan merusak siklus tidur. Selain itu, alkohol akan mempengaruhi performa para atlet dengan merusak pola pikir mereka untuk mengembangkan strategi mencapai kemenangan yang digunakan saat bertanding. Itulah mengapa dalam beberapa kasus banyak atlet, terutama atlet sepak bola, didenda oleh klubnya masing-masing karena ketahuan mengonsumsi alkohol sehari sebelum bertanding.

    Baca Juga: Mau Olahraga? Eits, Sebelum Mulai Santap 6 Makanan Berikut!

    Sekian mengenai jenis asupan yang dilarang dikonsumsi para atlet. Pelarangan ini tentunya mempunyai maksud supaya performa mereka tetap oke selama bertanding dan tidak mengecewakan. Konsumsi makanan dan minuman yang telah disebutkan di atas sebenarnya boleh namun jangan sampai berlebihan. Semoga artikel ini dapat membantu Sahabat Sehat yang ingin menjadi atlet atau mencoba gaya hidup sehat.

    Produk Terkait: Jual Suplemen, Vitamin, dan Multivitamin

    Apabila Sahabat membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai asupan tepat bagi atlet dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Pemain Indonesia Boleh Makan Sambal dan Gorengan, asalkan… Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 2 December 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sports/read/2020/05/23/03400058/pemain-indonesia-boleh-makan-sambal-dan-gorengan-asalkan-?page=all
    2. Tarigan M. Sebelum Olahraga Lari, Sebaiknya Jauhi Makanan Serat dan Pedas [Internet]. Tempo. 2020 [cited 2 December 2020]. Available from: https://gaya.tempo.co/read/1231539/sebelum-olahraga-lari-sebaiknya-jauhi-makanan-serat-dan-pedas
    3. Tarigan M. Pelatih Timnas Larang Atlet Makan Gorengan, Ini Kata Dokter [Internet]. Tempo. 2020 [cited 2 December 2020]. Available from: https://gaya.tempo.co/read/1311656/pelatih-timnas-larang-atlet-makan-gorengan-ini-kata-dokter
    4. developer m. 12 Makanan yang Perlu Dihindari Atlet [Internet]. medcom.id. 2020 [cited 2 December 2020]. Available from: https://www.medcom.id/rona/kesehatan/gNQG23vk-12-makanan-yang-perlu-dihindari-atlet
    5. 5 Akibat Kebanyakan Makan Serat [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 2 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/hidup-sehat-detikhealth/d-1458832/5-akibat-kebanyakan-makan-serat
    6. Kustiani R. Memahami Karbohidrat Kompleks dan Karbohidrat Sederhana [Internet]. Tempo. 2020 [cited 2 December 2020]. Available from: https://cantik.tempo.co/read/893218/memahami-karbohidrat-kompleks-dan-karbohidrat-sederhana
    7. Dampak Buruk Alkohol bagi Atlet [Internet]. Pandit Football Indonesia. 2020 [cited 2 December 2020]. Available from: https://www.panditfootball.com/sains-bola/3904/RDK/140404/dampak-buruk-alkohol-bagi-atlet
    Read More
  • Apakah olahraga saat hujan dibolehkan dan bermanfaat? Hal ini tentu menjadi pertanyaan bagi Sahabat Sehat yang gemar berolahraga, terutama olahraga berlari atau bersepeda. Faktanya, berolahraga selama musim hujan diperbolehkan, aman, dan bermanfaat, sehingga hal ini tidak menjadi alasan bagi Sahabat untuk berhenti berolahraga.1   Baca Juga: Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Berolahraga di Malam Hari […]

    Bermanfaat dan Amankah Olahraga Saat Hujan?

    Apakah olahraga saat hujan dibolehkan dan bermanfaat? Hal ini tentu menjadi pertanyaan bagi Sahabat Sehat yang gemar berolahraga, terutama olahraga berlari atau bersepeda. Faktanya, berolahraga selama musim hujan diperbolehkan, aman, dan bermanfaat, sehingga hal ini tidak menjadi alasan bagi Sahabat untuk berhenti berolahraga.1

    olahraga saat hujan

     

    Baca Juga: Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Berolahraga di Malam Hari

    Manfaat Olahraga Saat Hujan

    Manfaat yang didapatkan dari berolahraga saat hujan adalah sebagai berikut:

    Membakar Lebih Banyak Kalori

    Membakar lebih banyak kalori adalah hal yang sangat diharapkan dari kegiatan olahraga dan tentunya akan membantu Sahabat yang sedang menjalani diet. Nah, ternyata Sahabat dapat tetap membakar kalori dengan berolahraga sewaktu hujan turun. Hal ini berdasarkan studi para ahli dari Jepang yang diterbitkan di International Journal of Sports Medicine. Studi tersebut dilakukan pada orang-orang yang berlari di tengah hujan selama 30 menit. Kemudian, para peneliti mengukur pernapasan, suhu kulit, konsumsi oksigen, aktivitas otot, dan tingkat stres. Hasilnya, tubuh para pelari tersebut bekerja lebih keras dan kalori yang terbakar lebih banyak. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa guyuran hujan atau suhu dingin membuat suhu tubuh lebih rendah. Saat berolahraga, secara alamiah otot akan menghasilan panas. Suhu tubuh bisa naik menjadi 37 sampai 40 derajat Celcius, atau naik dua derajat Celcius dari suhu tubuh orang normal. Hal ini membuat proses pembakaran energi tidak terasa bila dibandingkan dengan saat berolahraga di waktu-waktu normal.1

    Membuat Lebih Bersemangat

    Menggerakan tubuh saat hujan justru dapat Sahabat jadikan sebagai cara untuk melatih ketahanan fisik, apalagi bagi Sahabat yang gemar bersepeda. Di saat hujan turun, muncul sensasi petualangan yang membuat diri menjadi lebih bersemangat. Sebab, ketika hujan, secara otomatis kita akan menjadikan hujan sebagai tantangan dan memacu diri kita untuk mencapai target tertentu yang diinginkan. Tingkat kepuasan yang dirasakan bisa lebih tinggi dan terasa istimewa daripada saat berolahraga di musim kemarau.1

    Mengusir Stres

    Menghilangkan stres adalah salah satu manfaat olahraga, termasuk olahraga yang dilakukan saat musim hujan. Terdapat sensasi tertentu yang dirasakan. Rintik hujan dikatakan bersifat terapeutik, alias dapat membuat otak rileks dan membuat diri nyaman. Hal lainnya adalah hujan akan membuat lingkungan sekitar menjadi lenggang. Kondisi sepi menciptakan kesan damai yang sangat terasa. Sahabat juga bisa berlari atau bersepeda dengan leluasa.1

    Baca Juga: Lakukan Langkah Ini Jika Stres Akibat Corona

    Membuat Tubuh Menjadi Lincah

    Tanpa disadari, hujan yang turun akan membuat tubuh menjadi lincah saat kita berolahraga, terutama saat Sahabat berlari lintas alam, trail running atau bersepeda menanjak bukit dan bukan di jalan raya. Kelincahan itu muncul karena Sahabat berusaha menghindari genangan air dengan meloncat ke tempat yang aman. Ketika menghadapi medan yang menanjak, Sahabat bisa melakukannya meski dengan perlahan. Selain bermanfaat untuk fisik, hal ini juga dapat meningkatkan kepercayaan diri.1

    Tips Aman Olahraga Saat Hujan

    Olahraga ketika hujan turun memang aman untuk dilakukan. Namun, terdapat beberapa hal harus Sahabat perhatikan. Berikut ini adalah tips berolahraga saat hujan:

    Hindari Petir yang Menyambar

    Ketika hujan, terutama hujan yang sangat deras, kemungkinan besar akan datang petir. Tentu sangat berbahaya apabila Sahabat berolahraga dengan petir menyambar-menyambar di langit.2 Petir ini dapat mengenai seseorang. Sudah banyak peristiwa sambaran petir pada orang yang berolahraga, seperti yang terjadi pada pertandingan sepak bola di Afrika Selatan pada tahun 2018.3 Orang yang tersambar petir saat itu, Luyanda Ntshangase, tewas setelah menjalani perawatan selama dua bulan. Oleh karena itu, saat hujan disertai petir, sebaiknya Sahabat tunda berolahraga di luar dan ganti dengan berolahraga di dalam ruangan yang lebih aman.2

    Ketahui Temperatur Cuaca

    Ketika akan olahraga saat hujan, penting bagi Sahabat untuk mengetahui temperatur cuaca terlebih dahulu. Bila suhu dingin dan hujan deras, akan sangat sulit untuk memanaskan dan menghangatkan tubuh. Apabila hal ini terjadi, timbul risiko hipotermia. Ketika kembali ke rumah, segera lepas semua pakaian dan peralatan yang melekat di tubuh, kemudian sebaiknya mandi air hangat dan minum teh untuk relaksasi tubuh.2

    Pahami Area untuk Berolahraga

    Saat hujan melanda dan Sahabat tetap ingin belari atau bersepeda, pastikan dulu untuk memahami kondisi sekitar. Apabila kondisi dekat tempat tinggal Sahabat terkena banjir, tunda dulu atau ganti dengan berolahraga di dalam ruangan. Jika sudah terlanjur berlari, segera hindari area tersebut. Selain banjir, hindari juga area yang licin supaya tidak terpeleset dan menyebabkan cedera.2

    Gunakan Peralatan yang Mendukung

    Ketika hendak berolahraga di kala hujan, pastikan juga untuk menggunakan peralatan yang mendukung, seperti sepatu lari anti-licin atau ban sepeda yang cocok di musim hujan. Pemilihan peralatan yang tepat ini akan menghindarkan Sahabat dari kecelakaan atau benturan yang dapat mengakibatkan cedera dan hal-hal yang tidak diinginkan lainnya.2 Tentunya Sahabat ingin bisa berolahraga dengan aman dan nyaman, bukan?

    Baca Juga: Ingin Aman Memakai Masker Saat Berolahraga? Berikut Tipsnya!

    Jenis Olahraga yang Bisa Dilakukan di Rumah Saat Hujan

    Apabila Sahabat lebih memilih tidak berolahraga ke luar saat hujan, berikut ini adalah beberapa olahraga yang bisa Sahabat lakukan di rumah:4

    • Spot Jogging
    • Skipping
    • Latihan kekuatan
    • Plank
    • Pilates

    Baca Juga: Cedera dalam Olahraga, Berikut Hal-hal yang Perlu Diketahui

    Demikianlah hal-hal mengenai olahraga saat hujan yang ternyata dapat bermanfaat dan aman dilakukan. Namun, Sahabat tetap harus mengingat tips yang harus diperhatikan agar olahraga tetap menjadi aktivitas yang menyenangkan dan aman, terutama di masa pandemi Covid-19, olahraga adalah benteng untuk memperkuat imunitas tubuh. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai olahraga sewaktu musim hujan dan produk-produk kesehatan terkait, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Hujan bukan Halangan untuk Olahraga, Justru Banyak Manfaatnya [Internet]. kompas.com. 2020 [cited 26 November 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/01/05/183000468/hujan-bukan-halangan-untuk-olahraga-justru-banyak-manfaatnya?page=all#:~:text=Olahraga%20saat%20hujan%20membuat%20tubuh%20bekerja%2
    2. Chertoff J. Get the Most Out of Running in the Rain [Internet]. Healthline.com. 2020 [cited 26 November 2020]. Available from: https://www.healthline.com/health/running-in-the-rain
    3. Bachrain A. Tersambar Petir, Pemain Klub Afrika Selatan Meninggal Dunia [Internet]. cnnindonesia.com. 2020 [cited 26 November 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20180506015105-142-296013/tersambar-petir-pemain-klub-afrika-selatan-meninggal-dunia
    4. Prasasti G. 6 Olahraga yang Bisa Dilakukan di Musim Hujan [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 26 November 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/3798753/6-olahraga-yang-bisa-dilakukan-di-musim-hujan
    Read More

Showing 1–10 of 39 results

Chat Dokter 24 Jam