Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Inilah Gejala Kesehatan Mental yang Sering Sahabat Anggap Remeh!

Lima belas persen dari orang dewasa yang berusia 60 tahun mengalami gangguan mental, sistem saraf, dan otaknya. Gangguan kesehatan mental perlu ditangani melalui perawatan medis secara intens dengan ahli kesehatan jiwa, karena sebenarnya masalah ini merupakan proses normal dari penuaan yang akan sangat membahayakan fisik untuk jutaan orang.

gejala kesehatan mental

Baca Juga: 14 Masalah Kesehatan Mental pada Anak

Gangguan kesehatan mental diartikan sebagai adanya gangguan terhadap kecemasan, suasana hati, dan perilaku seseorang. Gejala dari gangguan mental jarang sekali disadari karena beberapa dari gejala tersebut sebenarnya memang sering dialami seseorang, misalnya saja munculnya perasaan cemas, suasana hati sedih, ataupun emosi yang meledak-ledak di dalam diri kita. Akan tetapi jika perasaan tersebut melebihi batas normal bisa dikatakan bahwa Anda harus mewaspadainya. Oleh karena itu, berikut akan dibahas beberapa gejala masalah kesehatan mental yang umumnya tidak disadari dan banyak yang menganggapnya remeh.

1. Cemas yang berlebih

Rasa cemas adalah perasaan yang wajar dalam diri seseorang. Namun apabila perasaan cemas ini berlebihan dan terjadi dalam jangka waktu yang sangat lama, maka mungkin akan menyebabkan gejala seperti detak jantung berdetak sangat kencang atau keringat berlebihan. Selain itu, penderita akan mengalami perubahan mood atau perubahan suasana hati yang sangat cepat, sehingga berpengaruh pada gangguan fisik seperti kesulitan tidur dan kesulitan berkonsentrasi.

2. Skizofrenia

Banyak masyarakat yang sudah banyak mendengar dan mengenal gangguan mental yang satu ini, namun banyak juga masyarakat yang tidak tahu artinya. Skizofrenia merupakan salah satu jenis masalah kesehatan mental yang disebabkan karena adanya gangguan perkembangan saraf yang sangat serius dan akan berlangsung lama seumur hidup. Adapun gejala yang umumnya dialami antara lain halusinasi, delusi, dan sulit mengendalikan pikirannya sehingga berisiko untuk melukai dirinya sendiri.

3. Obsessive Compulsive Disorder (OCD)

Tanpa disadari banyak sekali masyarakat yang menganggap seseorang dengan ketelitian berlebih sebagai suatu hal yang remeh dan wajar. Namun dari segi psikologi, sikap seperti ini merupakan salah satu gejala dari gangguan mental OCD, yaitu penderita OCD akan melakukan hal yang sama untuk kesekian kalinya hanya untuk memastikan kembali bahwa apa yang dilakukannya sudah benar. Misalnya saat seseorang sudah mematikan kompor namun kemudian ia kembali untuk memeriksakannya lagi apakah kompor sudah mati atau belum, dan mungkin akan dilakukan sebanyak lebih dari tiga kali. Selain itu, gejala yang lainnya yang dialami penderita OCD adalah menyukai peraturan dan keteraturan dengan ketat, tidak suka kotor dan akan selalu bersih, serta takut akan melakukan kesalahan karena tidak mau disalahkan.

4. Attention Deficit/Hyperactivty Disorders (ADHD)

Gejala Attention Deficit/Hyperactivity Disorders (ADHD) juga banyak tidak akan disadari oleh banyak orang. Gangguan kesehatan mental satu ini sebagian besarnya dialami oleh anak-anak dan banyak orangtua yang jarang sekali menyadari gangguan mental ADHD di dalam diri sang buah hati, karena gejalanya berkaitan dengan tindakan anak pada umumnya sehingga menganggap itu hal yang wajar. Adapun gejala yang dimaksud adalah selalu aktif bergerak, tampak gelisah, sulit untuk fokus dan berkonsentrasi, sering sekali melamun, tidak mau mendengarkan instruksi dari orang lain, serta kurang bisa bergaul dengan teman sebayanya.

Baca Juga: Waspada Bahaya Narsistik di Medsos!

5. Stres Pascatrauma

Stress pascatrauma merupakan kondisi mental seseorang setelah mengalami kejadian yang sangat menyedihkan atau hingga membuat luka di hati, yang membuat dirinya ketakutan berlebih akan berulangnya peristiwa tersebut pada dirinya. Itulah sebabnya bagi seseorang yang baru saja mengalami suatu kejadian yang menyakitkan, biasanya mereka tidak mau melakukan hal yang sama karena selalu mengingat kejadian yang sangat menakutkan dan menyakiti dirinya tersebut. Sehingga kebanyakan penderita stess pascatrauma ini cenderung akan mati rasa secara emosional.

6. Gangguan Mood

Gangguan mood yang dimaksud bisa berupa perasaan sedih yang berlarut-larut ataupun perasaan bahagia yang terlalu merasakan bahagia. Tapi bisa juga berupa gabungan dari perasaan keduanya namun transisi perasaannya berpindah secara ekstrim dan cepat, misalnya dari perasaan sedih kemudian bisa langsung berubah jadi benar-benar merasa berbahagia. Adapun jenis dari gangguan mood ini yang paling umum antara lain depresi, manik, bipolar dan siklotimik.

7. Kecanduan

Kecanduan alkohol atau narkoba adalah hal yang paling umum, namun jika gangguan kecanduan alkohol dan narkoba ini membuat penderita hingga melupakan tanggung jawab dan hubungan, penderita termasuk dalam jenis gangguan mental kecanduan.

8. Kontrol Impuls

Gangguan kontrol impuls adalah gangguan yang sudah banyak sekali diderita namun juga banyak orang sekitar yang tidak menyadarinya. Gangguan mental ini biasanya ditandai dengan seseorang yang sulit mengendalikan atau mengkontrol dirinya dalam melakukan tindakan yang membahayakan orang lain maupun dirinya sendiri. Misalnya, kleptomania (pencurian), pyromania (menyalakan api), dan perjudian kompulsif.

Baca Juga: Keinginan Bunuh Diri, Cara Mencegah dan Tanda-tandanya

Itulah beberapa jenis gangguan mental yang sering tampak gejalanya namun jarang disadari oleh seseorang yang mengalaminya, padahal masalah ini akan sangat mempengaruhi produktivitas dan kualitas hidupnya. Maka dari itu, penting untuk memperhatikan apakah gejala-gejala gangguan mental tersebut terjadi pada diri Anda atau tidak, karena sesungguhnya masalah kesehatan mental ini akan sangat berpengaruh besar bagi kelangsungan hidup seseorang.

Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut gejala kesehatan mental dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

 

Referensi

  1. Anggraini AP. Memahami Tanda Gangguan Kesehatan Mental dan Cara Menanganinya [Internet]. KOMPAS.com. 2021 (Diakses pada 10 Februari 2021). Tersedia di: https://health.kompas.com/read/2020/10/17/181500668/memahami-tanda-gangguan-kesehatan-mental-dan-cara-menanganinya?page=all
  2. Anggraini AP. Benarkah Makin Tua Kian Rentan Alami Gangguan Mental? [Internet]. KOMPAS.com. 2021 (Diakses pada 10 Februari 2021). Tersedia di: https://health.kompas.com/read/2019/12/23/183000668/benarkah-makin-tua-kian-rentan-alami-gangguan-mental-
  3. Karisma N. 5 Jenis Gangguan Kesehatan Mental yang Perlu Anda Ketahui [Internet]. Lifepack.id. 2021 (Diakses pada 10 Februari 2021). Tersedia di: https://lifepack.id/5-jenis-gangguan-kesehatan-mental-yang-perlu-anda-ketahui/
  4. Koesno DA. Mengenal Mental Illness: Jenis, Ciri-Ciri dan Cara Memilih Psikolog [Internet]. tirto.id. 2021 (Diakses pada 10 Februari 2021). Tersedia di: https://tirto.id/mengenal-mental-illness-jenis-ciri-ciri-dan-cara-memilih-psikolog-f4o9

 

Chat Asisten ProSehat aja