Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

6 Tips Meredakan Sakit Kepala yang Ampuh!

Sakit kepala, tentu bukan hal yang asing bagi kita semua. Mungkin hampir setiap orang di dunia ini pernah mengalami sakit kepala, paling tidak satu kali dalam hidupnya. Selain jenis sakit kepala dan penyebabnya sangat bervariasi, sakit kepala juga sangat berhubungan dengan faktor-faktor lain, seperti stres, kecemasan, pola makan dan jenis makanan tertentu, gaya hidup, aktivitas fisik, konsumsi obat-obatan tertentu, kondisi cuaca dan lingkungan, hingga faktor hormonal seperti menstruasi.

Sobat mungkin juga sudah mencoba berbagai macam obat tapi masih kurang efektif. Lalu bagaimanakah cara meredakan sakit kepala yang manjur? Banyak cara-cara yang ditawarkan tapi kurang tepat dan kadang justru memperparah sakit kepala. Nah, gaya hidup yang baik dan pola asupan makanan, memegang peranan yang sangat penting dalam hal ini. Yuk Sobat, mari kita simak lebih lanjut:

Sakit kepala merupakan salah satu keluhan yang paling sering dikeluhkan di fasilitas kesehatan. Penyebab sakit kepala sangat beragam mulai dari sakit kepala ringan yang sederhana, mengganggu rasa nyaman, hingga sakit kepala yang berbahaya dan mengancam nyawa. Sakit kepala pada umumnya dibedakan menjadi 2, yaitu sakit kepala primer dan sakit kepala sekunder. Sakit kepala primer adalah sakit kepala tanpa penyebab yang jelas, seperti sakit kepala tipe tegang (tension-type headache—TTH), migrain, sakit kelapa tipe klaster (cluster-type headache), dan beberapa lainnya. Sedangkan sakit kepala sekunder adalah sakit kepala yang disebabkan karena penyakit/penyebab lain, seperti karena cedera pada kepala, pecahnya pembuluh darah, infeksi, tumor otak, dan lain-lain. Sakit kepala yang paling sering ditemukan adalah sakit kepala primer, yang sekaligus akan menjadi sasaran topik bacaan kali ini.

Sakit kepala primer inilah yang memiliki kaitan erat dengan pola makan dan gaya hidup. Banyak makanan dan gaya hidup tertentu yang sudah diteliti lebih lanjut dapat mencetuskan atau memperparah sakit kepala. Berdasarkan penelitian, 12-60% orang dengan migrain akan tercetus oleh gaya hidup dan makanan tertentu.

Pencetus Sakit Kepala

Hal yang perlu Sobat semua ketahui terlebih dahulu untuk mengurangi dan meredakan sakit kepala ialah memahami apa yang dapat mencetuskannya. Perlu sobat ingat bahwa faktor pencetus sakit kepala masing-masing orang dapat saja berbeda, tapi secara umum terdapat beberapa hal yang dapat mencetuskan sakit kepala, baik gaya hidup, pola makan hingga beberapa jenis makanan tertentu yang sudah diteliti dapat mencetuskan sakit kepala.

  1. Hindari minuman beralkohol.

Bagi sebagian orang mungkin minuman beralkohol tidak menyebabkan sakit kepala. Namun, bagi para penderita sakit kepala primer yang kronis, baik migrain maupun jenis sakit kepala primer lainnya, alkohol ternyata dapat mencetuskannya meski dikonsumsi dalam jumlah sedikit.

  1. Hindari makanan/minuman pencetus sakit kepala.

Inilah topik yang paling sering dibahas dalam sakit kepala. Apa saja yang perlu dihindari? Beberapa jenis makanan atau minuman ternyata sudah terbukti dapat mencetuskan sakit kepala terutama migrain, yaitu:

  • Keju dan produk susu lainnya,
  • Coklat,
  • Kopi (kafein),
  • Buah-buahan seperti sitrus (jeruk),  pisang, dan apel,
  • Kacang-kacangan,
  • Daging merah dan daging yang telah diproses seperti sosis, ham, hotdog,
  • Gandum,
  • Minuman/makanan terlalu dingin,
  • MSG (monosodium glutamat) atau mecin,
  • Aspartame atau pemanis buatan,
  • Makanan berlemak tinggi.

Makanan atau minuman ini diketahui mengandung banyak faktor yang dapat menyebabkan sakit kepala seperti histamin, tiramin, dan nitrat/nitrit. Tidak menutup kemungkinan Sobat mungkin memiliki jenis makanan lain yang dapat mencetuskan sakit kepala. Penelitian menunjukkan, menghindari asupan pencetus atau eliminasi diet ini dapat menurunkan durasi kekambuhan sakit kepala sebesar 29%.

Selain itu, mengurangi asupan lemak ternyata dapat menurunkan kadar hormon estrogen, sehingga cocok bagi para wanita yang sering mengalami sakit kepala saat fase premenstruasi.

  1. Pola makan pencetus sakit kepala.

Tidak hanya jenis makanan, ternyata pola makan yang salah juga dapat mencetuskan sakit kepala loh. Penelitian menemukan bahwa berpuasa dan terlambat makan akan menyebabkan fluktuasi kadar gula di dalam darah yang berujung mencetuskan sakit kepala primer seperti migrain ataupun jenis lainnya pada sebagian orang.

  1. Gaya hidup dan faktor lain pencetus sakit kepala.

Gaya hidup yang salah ternyata dapat menyebabkan sakit kepala yang dialami Sobat tidak kunjung membaik. Kurang olahraga, kekurangan tidur karena sulit tidur atau kebiasaan tidur larut malam, dan kelelahan yang menyebabkan kurangnya istirahat, dapat mencetuskan sakit kepala.

Faktor lain yang cukup berpengaruh dalam mencetuskan sakit kepala primer adalah faktor psikososial seperti stres, kecemasan, ketidakpuasan dalam pekerjaan dan masalah dalam pekerjaan lainnya, serta berbagai faktor tidak umum lainnya seperti bau-bauan yang menyengat. Kecemasan juga seringkali diikuti dengan sulit tidur. Penelitian menemukan bahwa kecemasan adalah salah satu faktor penyebab sakit kepala yang berkepanjangan.

Tips Meredakan Sakit Kepala

  1. Minumlah air. Minum air yang cukup dapat membantu meredakan sakit kepala dalam 30 menit hingga 3 jam. Kekurangan cairan atau dehidrasi yang berkepanjangan juga dapat menyebabkan sakit kepala.
  2. Berolahraga. Penelitian menemukan bahwa berolahraga secara teratur tidak hanya dapat meredakan sakit kepala primer seperti migrain, tapi juga dapat mencegah kekambuhan di kemudian hari, terutama bagi Sobat yang tidak ingin terlalu bergantung dengan obat-obatan. Olahraga juga dapat membantu meredakan stres dan membuat Sobat menjadi lebih rileks.
  3. Tidur dan istirahat cukup. Jika Sobat sering tidur larut malam, ini saatnya untuk menghilangkan kebiasaan tersebut. Tidur paling tidak 8 jam sehari dan istirahat yang cukup terbukti menurunkan frekuensi dan derajat sakit kepala.
  4. Kompres dingin. Meski terlihat sebagai metode yang sangat tradisional, tapi penelitian mencatat bahwa kompres dingin dapat secara efektif meredakan sakit kepala pada 71% pasien.
  5. Konsumsi kafein dosis rendah. Kafein memang dapat menyebabkan sakit kepala, tapi jika dikonsumsi pada dosis kecil dapat bermanfaat untuk meredakan sakit kepala. Kafein dosis rendah dapat mudah Sobat temui dengan mengonsumsi teh.
  6. Konsumsi makanan kaya magnesium. Diet tinggi magnesium dapat meredakan dan mencegah kekambuhan sakit kepala terutama migrain dan sakit kepala tipe klaster. Contoh makanan kaya magnesium adalah sayur-sayuran hijau seperti bayam, buah alpukat, dan berbagai jenis kentang.

Jadi, cara meredakan sakit kepala bukan hanya mengonsumsi obat-obatan, tapi juga perlu memerhatikan gaya hidup, pola makan dan jenis makanan yang perlu dihindari untuk meredakan sakit kepala dengan tepat dan holistik. Jangan lupa, jika Sobat sudah mencoba semua yang disarankan di atas namun sakit kepala tidak kunjung membaik, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Atau perkaya info kesehatan lainnya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Keterangan lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

instal aplikasi prosehat

DAFTAR PUSTAKA

  1. Center for Integrated Healthcare. Headache: types, tips, & treatment suggestions. USA: VA Healthcare; 2013. p. 1-4.
  2. Rizzoli P, Mullally WJ. Headache. American Journal of Medicine. 2018;131(1):17–24.
  3. Robbins M, Grosberg BM, Lipton RB. Headache. UK: John Wiley & Sons; 2013. p. 3.
  4. Saracco MG, Calabrese G, Cavallini M, Montano V, Rinaldi B, Valfrè W, Aguggia M. Relationship between primary headache and nutrition: a questionnaire about dietary habits of patients with headache. Neurological Sciences. 2014;35(1):159–161.
  5. Panconesi A. Alcohol-induced headaches: evidence for a central mechanism?. J Neurosci Rural Pract. 2016;7(2):269–275.
  6. Bunner AE, Agarwal U, Gonzales JF, Valente F, Barnard ND. Nutrition intervention for migraine: a randomized crossover trial. Journal of Headache and Pain. 2014;15(1):1–9.
  7. Gonzalez A, Hyde E, Sangwan N, Gilbert JA, Viirre E, Knight R. Migraines are correlated with higher levels of nitrate-, nitrite-, and nitric oxide-reducing oral microbes in the American Gut Project Cohort. mSystems. 2016;1(5):e00105-16.
  8. Yuan H, Silberstein SD. Headache and migraine. Headache. 2018 Jan;58(1):184-193.
  9. Buchholz, D. Heal Your Headache. New York: Workman Publishing. 2002.
  10. Haque B, Rahman KM, Hoque A, Hasan ATMH, Chowdhury RN, Khan SU, et al. Precipitating and relieving factors of migraine versus tension type headache. BMC Neurology. 2012 12:82.
  11. Boardman HF, Thomas E, Millson DS, Croft PR. Psychological, sleep, lifestyle, and comorbid associations with headache. Headache. 2005;45(6):657–669.
  12. Molarius A, Tegelberg Å, Öhrvik J. Socio-economic factors, lifestyle, and headache disorders: a population-based study in Sweden. Headache. 2008;48(10):1426–1437.
  13. Silva-Néto RP, Peres MF, Valença MM. Odorant substances that trigger headaches in migraine patients. Cephalalgia. 2014;34(1):14-21.
  14. Popkin BM, D’Anci KE, Rosenberg IH. Water, hydration, and health. Nutrition Reviews. 2010;68(8):439–458.
  15. Varkey E, Cider Å, Carlsson J, Linde M. Exercise as migraine prophylaxis: a randomized study using relaxation and topiramate as controls. Cephalalgia. 2011;31(14):1428–1438.
  16. Kelman L, Rains JC. Headache and sleep: examination of sleep patterns and complaints in a large clinical sample of migraineurs. Headache. 2005 Jul-Aug;45(7):904-10.
  17. Ucler S, Coskun O, Inan LE, Kanatli Y. Cold therapy in migraine patients: open-label, non-controlled, pilot study. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine. 2006;3(4):489–493.
  18. Lipton RB, Diener HC, Robbins MS, Garas SY, Patel K. Caffeine in the management of patients with headache. Journal of Headache and Pain. 2017;18(1).
  19. Mauskop A, Varughese J. Why all migraine patients should be treated with magnesium. Journal of Neural Transmission. 2012;119(5):575–579.

WhatsApp Asisten Maya saja