Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 241–250 of 1074 results

  • Covid-19 mulai muncul pada November 2019 di Wuhan, Cina, kemudian mulai menyebar  ke negara-negara di dunia termasuk ke Indonesia. Pada awalnya, penyakit ini dianggap sebagai penyakit sistem pernapasan dan menyerang organ tubuh paling vital, yaitu paru-paru. Namun, virus ini diketahui tidak hanya menyerang paru tetapi juga menyerang organ lain Lalu,  organ-organ apa saja yang dapat […]

    Apa Saja Organ-organ Tubuh yang Terdampak Covid-19?

    Covid-19 mulai muncul pada November 2019 di Wuhan, Cina, kemudian mulai menyebar  ke negara-negara di dunia termasuk ke Indonesia. Pada awalnya, penyakit ini dianggap sebagai penyakit sistem pernapasan dan menyerang organ tubuh paling vital, yaitu paru-paru. Namun, virus ini diketahui tidak hanya menyerang paru tetapi juga menyerang organ lain Lalu,  organ-organ apa saja yang dapat diserang oleh covid-19? Yuk, Sahabat Sehat, mari simak penjelasannya di bawah ini.

    organ-organ tubuh yang terdampak Covid-19

    Baca Juga: WNA Dilarang Masuk Indonesia untuk Mencegah Penyebaran Varian Baru Covid-19

    Paru-paru

    Seperti sudah disebut di awal, Covid-19 erat kaitannya dengan paru-paru karena penyakit ini menyerang saluran sistem pernapasan, yang ditandai dengan gejala berupa batuk, demam, kesulitan, bernapas, dan demam. Akibatnya adalah pasien memiliki kerusakan alveolar difus klasik yang disebabkan oleh gangguan pada sel endotel dan alveolar sehingga terjadilah pengeluaran cairan dan sel-sel serta pembentukan membran hialin. Beberapa terapi dapat digunakan untuk mengatasinya seperti pemberian oksigen melalui saluran hidung dengan aliran yang tinggi dan pemberian ventilasi non-invasif.

    Jantung

    Efek Covid-19 pada jantung kebanyakan menyerang pasien jantung koroner. Hal ini disebabkan oleh pecahnya plak, thrombosis, serta tidak kuatnya suplai oksigen. Komplikasi jantung akibat Covid-19 dapat terjadi tanpa harus didahului komplikasi yang terjadi pada paru-paru. Efek komplikasi ini berupa peradangan, gagal jantung, dan cedera jantung dapat bertahan begitu lama meskipun si penderita pulih dari virus.

    Produk Terkait: Layanan Panggil Dokter Jantung ke Rumah

    Otak

    Ternyata Covid-19 juga sangat berdampak buruk pada otak, organ tubuh yang digunakan manusia untuk berpikir. Pada penderita penyakit yang lebih parah dapat mengakibatkan berubahnya tingkat oksigen dan karbon dioksida dalam otak. Akibat yang ditimbulkan adalah pusing, sakit kepala, gangguan kesadaran termasuk kebingungan, mengigau, dan ketidakmampuan untuk bangun. Efek pada otak akibat Covid-19 adalah delirium yang dapat menyebabkan gangguan kognitif jangka panjang termasuk defisit memori. Hal lainnya dari Covid-19 pada otak adalah dapat menyebabkan radang otak, edema, dan kejang. Tak hanya itu, efek ini juga dapat menyebabkan stroke meskipun si penderita tidak punya riwayat penyakit ini. Stroke pada pasien Covid-19 terjdi karena hiperkoagulabilitas dan cedera endotel. Efek lainnya adalah pendarahan pada otak.

    Baca Juga: Apakah Gangguan Delirium Merupakan Gejala Baru Covid-19?

    Mata

    Tidak banyak orang yang menyangka jika Covid-19 juga dapat berdampak buruk pada mata, dan hal ini terjadi pada kondisi yang cukup berat. Infeksinya dapat ditemukan pada sel permukaan mata di kornea, yaitu di dalam kelopak mata dan di bagian putih mata. Hal lainnya adalah konjungtivis dan lebih sering terjadi pada pasien yang sakit. Covid-19 memasuki mata melalui sel permukaan okuler, dan dapat bertahan selama 3 minggu.

    Hidung

    Covid-19 disebut mampu berdampak buruk pada hidung, dengan melumpuhkan saraf penciuman yang dalam organ tersebut sehingga mengakibatkan hilangnya indera penciuman manusia secara normal. Gejala ini disebut dengan anosmia, dan banyak terjadi pada pasien-pasien pengidap Covid-19.

    Hati

    Hati merupakan salah satu organ cukup vital dalam tubuh, dan ternyata organ ini juga dapat terdampak Covid-19. Sebanyak 50% pasien Covid-19 ternyata mengalami kenaikan enzim hati seperti SGOT, SGPT, dan Bilirubin. Terdapat banyak faktor yang menyebabkan hati mudah terserang Covid-19, salah satunya adalah penggunaan obat virus di rumah sakit, virus yang menyerang sel hati, dan penggunaan imun yang berlebihan.

    Ginjal

    Organ tubuh lainnya yang juga terdampak Covid-19 dan cukup vital adalah ginjal. Organ tubuh ini disebut mengalami kerusakan parah akibat terkena virus asal Wuhan tersebut yang berakibat pada meningkatnya risiko kematian.  Virus terdapat pada sel glomerulus, epitel tubular, dan podosit ginjal. Efek yang dihasilkan berupa cedera ginjal akut. Cedera ini juga dapat terjadi akibat rhabdomyolysis akibat hiperventilasi atau obat-obatan termasuk antivirus seperti remdesivir.

    Produk Terkait: Cek Lab Fungsi Ginjal

    Saluran Pencernaan

    Saluran pencernaan terutama usus disebut terdampak sebanyak 20% terjadi pada pasien Covid-19. Akibat yang ditimbulkan kebanyakan adalah diare. Selain diare, efek lainnya berupa kehilangan nafsu makan, mual, muntah, dan hal-hal lain yang buat tidak nyaman tubuh. Virus dapat diketahui pada kotoran pasien, dan pasien dengan virus pada kotorannya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk membersihkannya.

    Kulit

    Organ tubuh terakhir yang terdampak Covid-19 adalah kulit. Efek yang dapat ditimbulkan adalah jerawat, eksim, psoriasis, dan rosasea. Masalah yang berhubungan dengan Covid-19 pada kulit dapat dimediasi oleh neurogenik, mikrotrombotis atau imun yang kompleks. Efek lain yang dapat ditimbulkan adalah ruam eritematosa yang tidak merata dengan warna kemerahan dan keunguan, gatal-gatal, cacar air, dan campak.

    Baca Juga: Perlunya Memakai Sunscreen di Rumah dan Cara Memilihnya

    Itulah organ-organ tubuh yang terdampak Covid-19 yang perlu Sahabat ketahui sehingga dapat disimpulkan bahwa Covid-19 bukanlah virus yang dapat dianggap sepele. Pencegahan terbaik yang bisa dilakukan adalah melakukan 3M dan deteksi dini tes Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Informasi selengkapnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Effect of Covid-19 on the Organs [Internet]. Cureus; 2020 [cited 4 January 2021]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7470660
    2. Covid-19 and The Liver [Internet]. NCBI; 2021 [cited 4 January 2021]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7295524/
    3. [Internet]. 2021 [cited 4 January 2021]. Available from: https://www.researchgate.net/publication/341553844_The_Effects_of_COVID-19_Pandemic_in_Otolaryngology_Practice_A_Review_of_the_Literature
    4. [Internet]. Ejinme.com. 2021 [cited 4 January 2021]. Available from: https://www.ejinme.com/article/S0953-6205(20)30228-4/pdf

     

    Read More
  • Jumlah kebutuhan vaksin Covid-19 di Indonesia ternyata mencapai 181.5 juta jiwa. Jumlah tersebut berasal dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia sebanyak 269,6 juta jiwa, dengan perincian jumlah penduduk berusia 18 tahun dan seterusnya yang mendapat vaksinasi adalah 188,7 juta jiwa, dan sisa 7,2 juta jiwanya adalah kelompok eksklusi, yaitu ibu hamil, terpapar Covid, dan yang mempunyai […]

    Jumlah Kebutuhan Vaksin Covid-19 di Indonesia adalah 181, 5 Juta Jiwa

    Jumlah kebutuhan vaksin Covid-19 di Indonesia ternyata mencapai 181.5 juta jiwa. Jumlah tersebut berasal dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia sebanyak 269,6 juta jiwa, dengan perincian jumlah penduduk berusia 18 tahun dan seterusnya yang mendapat vaksinasi adalah 188,7 juta jiwa, dan sisa 7,2 juta jiwanya adalah kelompok eksklusi, yaitu ibu hamil, terpapar Covid, dan yang mempunyai komorbid tidak terkontrol.

    kebutuhan vaksin Covid-19 di Indonesia

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya

    Jumlah penduduk Indonesia untuk kebutuhan herd immunity mencapai 181.554.465 orang. Tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik akan mendapat prioritas sebagai pihak-pihak pertama yang divaksin. Sisanya adalah masyarakat yang rentan tertular virus dan masyarakat lainnya pada usia 18-59 tahun Baik tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik akan mulai divaksin pada gelombang 1, yaitu Januari-April 2021 dan kelompok sisanya adalah pada gelombang 2, yaitu pada April 2021 hingga Maret 2022.

    Adapun jumlah kelompok-kelompok yang divaksin adalah sebagai berikut:

    • Tenaga Kesehatan: 1,3 juta jiwa, dan tersebar di 34 provinsi
    • Petugas pelayanan publik: 17,4 juta jiwa
    • Masyarakat yang rentan tertular: 63,9 juta jiwa
    • Masyarakat lainnya: 77,4 juta jiwa

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Berakhir?

    Lansia yang disebut tidak boleh menerima vaksin Covid-19 diperkirakan akan mendapat vaksinasi. Kemudian, sekitar 21,5 juta lansia di Indonesia kemungkinan juga akan  divaksinasi. Kelompok ini akan divaksinasi jika mendapatkan informasi mengenai keamanan vaksin yang dipakai. Selain lansia, penderita penyakit komorbid terkendali juga kemungkinan akan diperbolehkan mendapatkan vaksinasi tetapi harus menunggu rekomendasi dari ahli.

    Mengenai ketersediaan vaksin, jumlah pengadaan dosisnya akan mencukupi hingga kuartal pertama 2022. Total kebutuhan adalah 426.800.000, dan berasal dari vaksin Corona yang pengadaannya sudah ada dalam Peraturan Kementerian Kesehatan sebelumnya mengenai vaksin-vaksin dari perusahaan yang ditunjuk seperti Sinovac, AstraZeneca, dan Pfizer. Sejauh ini yang baru sampai adalah Sinovac yang datang pada Desember 2020 sementara AstraZeneca dan Pfizer diperkirakan tiba di Indonesia pada kuartal 2021-2022 dan kuartal 3 2021 dan kuartal 1 2022.

    Strategi penanganan Covid-19 pasca liburan yang angkanya semakin meningkat perlu intervensi khusus dari pemerintah pusat terhadap 6 wilayah yang cukup rawan penderita virus ini, yaitu Bandung, Sleman, Jakarta, Jember, Semarang, dan Makassar.  Intervensi khusus ini berupa langkah-langkah antisipasi seperti optimalisasi rumah sakit pemerintah dan swasta dan pendirian rumah sakit darurat di lapangan jika rumah sakit rujukan sudah penuh.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu, Serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Sekian mengenai kebutuhan jumlah vaksin dan ketersediaannya untuk penduduk Indonesia. Yuk, Sahabat Sehat jangan ragu-ragu untuk divaksinasi ketika pemerintah sudah menggelar vaksinasi Covid-19 massal karena vaksin itu baik dan perlu, dan bisa melindungi Sahabat dan sekitar sehingga penyebaran Covid-19 akan mudah diminimalkan melalui pencegahan ini. Sembari menunggu vaksinasi, yuk tetap terapkan perilaku 3M dan PHBS, serta jangan lupa lakukan deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat bisa mengakses melalui website atau aplikasi kemudian pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    Materi Press Conference Penanganan Covid-19 29 Desember 2020. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2020.

     

    Read More
  • Vaksin Covid-19 memang sudah di Indonesia, dan siap diedarkan jika sudah mendapat izin dari BPOM. Kehadirannya tentu diharapkan dapat membantu meminimalkan penyebaran Covid-19 di Tanah Air. Meski begitu, vaksin tidak akan menjadi efektif apabila tidak dibarengi dengan perilaku 3M yang higienis, dan kehadiran vaksin tidak membuat Covid-19 secara instan mengilang tiba-tiba. Nah, selama menunggu vaksin […]

    Ciri-ciri Vaksin Covid-19 yang Ideal Seperti Apa?

    Vaksin Covid-19 memang sudah di Indonesia, dan siap diedarkan jika sudah mendapat izin dari BPOM. Kehadirannya tentu diharapkan dapat membantu meminimalkan penyebaran Covid-19 di Tanah Air. Meski begitu, vaksin tidak akan menjadi efektif apabila tidak dibarengi dengan perilaku 3M yang higienis, dan kehadiran vaksin tidak membuat Covid-19 secara instan mengilang tiba-tiba. Nah, selama menunggu vaksin diedarkan secara resmi, Sahabat juga sebaiknya mengetahui ciri-ciri vaksin Covid-19 yang ideal. Apa saja ciri-cirinya? Yuk, mari kita simak bersama!

    vaksin Covid-19 yang ideal

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya

    Mempunyai Faktor Keamanan yang Cukup Kuat

    Faktor pertama adalah keamanan, dan merupakan merupakan hal paling penting sebelum sebuah vaksin disetujui oleh BPOM untuk kemudian diedarkan secara luas. Para ilmuwan mengujinya sehingga keefektifan dan keamanan vaksin benar-benar terjamin. Terdapat 4 fase untuk menguji keamanan vaksin ini sebelum didistribusikan secara luas, yaitu:

    • Fase 1, yaitu merupakan uji coba kecil yang hanya melibatkan 20 hingga 100 relawan, dan hanya berlangsung beberapa bulan. Tujuan dari uji coba tahap pertama ini adalah untuk mengevaluasi keamanan dasar dan mengidentifikasi reaksi yang sangat umum
    • Fase 2, yaitu uji coba besar yang melibatkan beberapa ratus peserta. Uji coba ini berlangsung beberapa bulan hingga dua tahun dan mengumpulkan informasi tambahan tentang keamanan dan kemanjuran. Data yang diperoleh dalam  uji coba fase 2 ini dapat digunakan untuk menentukan komposisi vaksin, dosis yang diperlukan, dan profil reaksi yang umum
    • Fase 3, yaitu fase uji coba yang cukup besar dan melibatkan beberapa ratus hingga beberapa ribu sukarelawan. Uji coba ini berlangsung beberapa tahun. Dalam uji  coba fase ini para peneliti dapat mengindentifikasi reaksi vaksin yang sebenarnya karena kelompok yang divaksinasi dapat dibandingkan dengan kelompok yang belum menerima vaksin
    • Fase 4, yaitu fase setelah semua uji coba klinis dilakukan. Dalam hal ini vaksin sudah dilisensikan dan direkomendasikan untuk digunakan secara luas di masyarakat. Keamanan dan efektivitas vaksin terus dipantau yang  bisa saja diperbarui jika ditemukan hal-hal yang terjadi di lapangan

    Setelah tahapan tersebut, syarat sebuah vaksin dikatakan aman adalah:

    • Pure, yaitu bebas dari bahan yang dibuat selama produksi
    • Sterile, bebas dari mikroorganisme dari luar
    • Potent, efekti dan bekerja sebagaimana mestinya

    Selain itu, BPOM tentunya akan menyetujui penggunaan vaksin jika mempunyai risiko efek samping yang minimal.

    Mempunyai Khasiat

    Ciri kedua vaksin yang ideal adalah mempunyai khasiat berupa efektivitas dan efikasinya. Efektivitas yaitu penilaian kemampuan vaksin melindungi masyarakat heterogen secara luas. Setelah antibodi muncul dari vaksinasi, vaksin dapat menurunkan kejadian penyakit dengan membandingkan kelompok yang divaksin dengan kelompok yang tidak divaksin. Efektivitas vaksin dipengaruhi beberapa hal seperti penerima vaksin, usia komorbid, riwayat infeksi sebelumnya.

    Sedangkan efikasi adalah kemampuan vaksin mencegah penyakit dan menekan penularan di kondisi ideal dan terkontrol yang dapat dilihat dari hasil uji  klinik vaksin di laboratorium pada populasi dalam jumlah yang terbatas. Selain efektivitas dan efikasi, juga terdapat serokonversi, yaitu vaksin dapat membangkitkan respons imun yang ditandai dengan terdeteksinya antibodi pada sistem tubuh seseorang yang divaksin. WHO sendiri telah menyatakan untuk standar efektivitas vaksin adalah minimal 50%.

    Dapat Digunakan Pada Semua Golongan

    Vaksin dapat dikatakan ideal jika diberikan dan dapat digunakan pada semua golongan termasuk kelompok khusus seperti orang tua dan penyandang penyakit komorbid atau yang mempunyai kekebalan tubuh yang rendah. Alasannya adalah karena kelompok khusus ini berisiko tinggi terjangkit suatu penyakit infeksi berat yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Namun, beberapa vaksin seperti vaksin-vaksin Covid-19 golongan yang direkomendasikan pemberiannya adalah usia 18 hingga 60 tahun.

    Baca Juga: Daftar Orang-orang yang Tidak Boleh Menerima Vaksin Covid-19

    Lolos Uji Klinis

    Lolos uji klinis merupakan hal terpenting dari syarat ideal sebuah vaksin. Lolos uji klinis ini didapatkan dari uji klinis tahap 3 yang kemudian BPOM akan mengevaluasi uji klinis secara keseluruhan kemudian memberikan persetujuan untuk mengedarkan vaksin ke masyarakat. Namun vaksin bisa saja digunakan tanpa perlu menyelesaikan uji klinis tahap 3 jika memang kondisi yang dihadapi cukup darurat dan BPOM bisa mengeluarkan EUA atau emergency use authorization dengan syarat temuan awal uji klinis fase 3 dan keseluruhan uji-uji klinis sebelumnya terbukti aman.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu, serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Itulah ciri-ciri vaksin Covid-19 yang ideal sehingga Sahabat bisa mengetahui serta menilai vaksin yang siap diedarkan. Selain ciri-ciri tadi yang perlu diperhatikan adalah proses produksi, penyimpanan, dan distribusi serta penerimaan masyarakat akan vaksin tersebut terutama menyangkut halal-haram kandungan bahan vaksin. Vaksin Covid-19 masih dalam proses untuk diedarkan, Sahabat jangan lupa tetap berperilaku 3M, menjalankan PHBS, dan melakukan deteksi dini Covid-19 seperti PCR swab-rapid test-rapid swab antigen di Prosehat. Caranya cukup mudah. Sahabat bisa mengakes via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. S. Vaccine Safety – Overview, History, and How It Works | CDC [Internet]. Cdc.gov. 2020 [cited 30 December 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/vaccinesafety/ensuringsafety/history/index.html
    2. COVID-19 and Your Health [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [cited 30 December 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/recommendations-process.html
    3. COVID-19 and Your Health [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [cited 30 December 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/safety.html
    4. Covid-19 S. Satgas Covid-19 Ungkap Kriteria Ideal Vaksin Berkualitas [Internet]. nasional. 2020 [cited 30 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201211142339-25-580943/satgas-covid-19-ungkap-kriteria-ideal-vaksin-berkualitas
    5. Tarigan M. Selain Bikin Kekebalan Tubuh, Simak Syarat Vaksin yang Ideal [Internet]. Tempo. 2020 [cited 23 December 2020]. Available from: https://gaya.tempo.co/read/1374049/selain-bikin-kekebalan-tubuh-simak-syarat-vaksin-yang-ideal/full&view=ok
    Read More
  • Tidak lama lagi, deteksi Covid-19 diperkirakan akan menjadi lebih mudah dengan kehadiran dua alat khusus yang dikatakan mampu mendeteksi infeksi Covid-19, yaitu GeNose dan CePAD. Keduanya adalah alat buatan negeri sendiri yang masing-masing diproduksi oleh dua universitas ternama di Indonesia, yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung.1 Kedua alat ini sudah mendapatkan […]

    Mengenal GeNose dan CePAD, Alat Deteksi Dini Covid-19 Buatan Negeri Sendiri

    Tidak lama lagi, deteksi Covid-19 diperkirakan akan menjadi lebih mudah dengan kehadiran dua alat khusus yang dikatakan mampu mendeteksi infeksi Covid-19, yaitu GeNose dan CePAD. Keduanya adalah alat buatan negeri sendiri yang masing-masing diproduksi oleh dua universitas ternama di Indonesia, yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung.1 Kedua alat ini sudah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan, yang berarti boleh diproduksi secara massal. Bahkan, Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta dan Jawa Barat sudah berencana memakai kedua alat ini secara massal.2,3 GeNose dan CePAD digunakan untuk skrining atau deteksi cepat Covid-19 dan tidak menggantikan RT-PCR untuk diagnosis Covid-19.1

    GeNose dan CePAD, mengenal GeNose dan cePAD

    Baca Juga: Tes Air Liur Covid-19 Dinilai Lebih Akurat dan Murah?

    Seperti Apa GeNose dan CePAD itu?

    GeNose adalah kepanjangan dari Gadjah Mada Electronic Nose yang dari namanya jelas dikembangkan oleh UGM. GeNose dikatakan mampu mendeteksi Covid-19 melalui napas yang diembuskan pasien. Sementara CePAD adalah kepanjangan dari cepat, praktis, andal yang dikembangkan dan diproduksi oleh UNPAD. Menristek Bambang Brodjonegoro menyebutkan bahwa cePAD merupakan rapid swab antigen buatan lokal.1

    Bagaimana Cara Kerja Keduanya?

    Cara kerja GeNose adalah pasien cukup mengembuskan napas ke dalam plastik atau balon dengan meniupkannya. Napas tersebut kemudian akan dimasukkan ke dalam beberapa unit sensor yang sudah dipasang dan dioperasikan dengan pendekatan kecerdasan buatan atau AI.1 AI ini nantinya akan mendeteksi partikel spesifik yang dikeluarkan pasien Covid-19. Dapat diartikan bahwa yang dideteksi oleh alat bukanlah virusnya, melainkan senyawa yang secara spesifik dikeluarkan oleh pengidap Covid-19. Hasil skrining tersebut dapat diketahui dalam waktu 2-2,5 menit saja.4 Pemeriksaan dengan metode napas ini dinilai lebih nyaman daripada harus melakukan swab tenggorokan atau hidung.1

    Baca Juga: Inilah 7 Perbedaan PCR Swab dan Rapid Test Corona

    Sementara cara kerja CePAD adalah seperti tes antigen, yaitu mendeteksi keberadaan antigen virus melalui metode swab. Hasil keluar dalam 15 menit. Pemeriksaan ini diperlukan untuk mendukung upaya 3T guna menimimalkan penyebaran virus Covid-19. Keberadaan CePAD disebut dapat mengurangi ketergantungan mengimpor alat tes antigen.1

    Lalu Seperti Apa Tingkat Keakuratan Keduanya?

    Seperti dilansir dari Kompas.com, tingkat akurasi GeNose mencapai 97% dengan menggunakan 600 sampel data yang valid dari serangkaian uji klinis di beberapa rumah sakit di Yogyakarta. Selain keakuratan yang cukup tinggi, GeNose juga mampu melakukan pemeriksaan sekitar 120 kali per hari dengan estimasi per pemeriksaan 3 menit selama 6 jam.1 Hal inilah yang membuat alat deteksi Covid-19 ini mendapatkan izin edar dari Kemenkes dan kabarnya pihak UGM sudah mengajukan alat ini kepada WHO agar bisa digunakan secara global.5

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Sementara CePAD mempunyai tingkat keakuratan hingga 84% dari serangkaian uji klinis. Tingkat akurasi tersebut dianggap sudah melampaui standar WHO, sehingga penggunaannya disarankan di Indonesia oleh badan kesehatan dunia tersebut. Perhimpunan Patologis Klinis juga sudah merekomendasikannya.1 Ada rencana kemungkinan ke depannya alat ini akan diekspor. CePAD sendiri sudah digunakan di beberapa rumah sakit di Jawa Barat. Meskipun begitu Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono, menilai kedua alat ini perlu diperhatikan lebih lanjut mengenai validasinya. Oleh karena itu, Balitbang Kemenkes akan membantu terkait hal ini.6

    Berapa Harga GeNose dan CePAD?

    GeNose sampai saat ini dihargai dari kisaran Rp 40 juta-Rp 62 juta per unit dengan harga tes adalah Rp 15.000,00 s.d. Rp 20.000,00. Angka ini tentu lebih murah daripada PCR swab atau tes Covid-19 lainnya. Untuk CePAD, harganya dimulai dari Rp 120.000,00 per unit dan sudah bisa diproduksi sampai 500.000 unit per bulan.7 Bahkan, Kemenristek telah membeli sebanyak 3.000 kit yang sudah dibagikan ke RSHS Bandung dan RS Unpad. Harga yang terjangkau dan tingkat akurasi yang cukup tinggi membuat Kemenristek mendorong penggunaan alat ini secara luas di tempat-tempat umum agar deteksi penderita Covid-19 menjadi lebih mudah.3

    Baca Juga: Bagaimana Supaya Hasil Tes PCR Swab Negatif?

    Nah, itulah beberapa hal mengenai GeNose dan CePAD, alat deteksi dini Covid-19 buatan negeri sendiri yang diharapkan dapat membantu meningkatkan cakupan 3T di Indonesia yang masih di bawah standar WHO. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai tes Covid-19 dan produk atau layanan kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Dua Alat Baru Deteksi Covid-19 Memiliki Akurasi Tinggi – Bebas Akses [Internet]. Bebas Akses. 2020 [cited 29 December 2020]. Available from: https://bebas.kompas.id/baca/bebas-akses/2020/12/29/dua-alat-baru-deteksi-covid-19-memiliki-akurasi-tinggi/
    2. Mengenal Apa Itu GeNose, Alat Pendeteksi Covid-19 UGM yang Akurasinya Disebut Capai 75 Persen Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 29 December 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/12/27/120500465/mengenal-apa-itu-genose-alat-pendeteksi-covid-19-ugm-yang-akurasinya?page=all
    3. Wuragil Z. Rapid Test Antigen CePAD Buatan Unpad, Seperti apa Pemanfaatannya? [Internet]. Tempo. 2020 [cited 29 December 2020]. Available from: https://tekno.tempo.co/read/1416889/rapid-test-antigen-cepad-buatan-unpad-seperti-apa-pemanfaatannya
    4. Prima E. GeNose dan Rapid Test Antigen CePAD Dapat Izin Edar, Ini Kata Menristek [Internet]. Tempo. 2020 [cited 29 December 2020]. Available from: https://tekno.tempo.co/read/1418300/genose-dan-rapid-test-antigen-cepad-dapat-izin-edar-ini-kata-menristek/full&view=ok
    5. Prima E. Tak Main-main, UGM Daftarkan Alat Deteksi Covid-19 GeNose ke WHO [Internet]. Tempo. 2020 [cited 29 December 2020]. Available from: https://tekno.tempo.co/read/1418252/tak-main-main-ugm-daftarkan-alat-deteksi-covid-19-genose-ke-who
    6. Septiani A. 3 Fakta GeNose, Alat Tes COVID-19 Buatan UGM yang Dapat Izin Edar Kemenkes [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 29 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5312850/3-fakta-genose-alat-tes-covid-19-buatan-ugm-yang-dapat-izin-edar-kemenkes
    7. Zubaidah N. Menristek Dorong GeNose dan CePAD untuk Pendeteksian COVID-19 di Tempat Publik [Internet]. SINDOnews.com. 2020 [cited 29 December 2020]. Available from: https://nasional.sindonews.com/read/282950/15/menristek-dorong-genose-dan-cepad-untuk-pendeteksian-covid-19-di-tempat-publik-1609157528
    Read More
  • Rapid swab antigen dalam waktu belakangan ini sangat populer sebagai salah satu metode tes Covid-19 selain rapid test antibodi dan PCR swab. Tes ini termasuk rapid test namun mempunyai perbedaan dengan rapid test antibodi. Apabila rapid test antibodi mendeteksi Covid-19 melalui antibodi pada tubuh seseorang, rapid antigen, sesuai dengan namanya, mendeteksi keberadaan virus dalam tubuh […]

    6 Alasan Pentingnya Rapid Swab Antigen yang Perlu Sahabat Ketahui

    Rapid swab antigen dalam waktu belakangan ini sangat populer sebagai salah satu metode tes Covid-19 selain rapid test antibodi dan PCR swab. Tes ini termasuk rapid test namun mempunyai perbedaan dengan rapid test antibodi. Apabila rapid test antibodi mendeteksi Covid-19 melalui antibodi pada tubuh seseorang, rapid antigen, sesuai dengan namanya, mendeteksi keberadaan virus dalam tubuh seseorang melalui protein spesifik yang disebut dengan antigen. Populernya tes antigen ini menjadikannya sangat penting untuk mendeteksi keberadan Covid-19 dalam tubuh seseorang. Lalu mengapa tes ini sangat penting? Berikut ini adalah 6 alasan rapid swab antigen sangat penting sehingga Sahabat Sehat perlu mengetahui.

    alasan pentingnya rapid swab antigen

    Baca Juga: Rapid Swab Antigen dan Caranya Mendeteksi Covid-19

    1. Hasil atau Sensitivitas Mendekati PCR Swab

    Alasan pentingnya rapid swab antigen adalah hasil atau sensitivitasnya hampir mendekati keakuratan yang dimiliki oleh PCR swab (80%), yang selama ini menjadi tes Covid-19 paling akurat. Dapat diartikan bahwa kemampuannya memang belum bisa melampaui PCR swab namun tes ini mempunyai kelebihan mampu mengindentifikasi seseorang jika sedang berada di puncak infeksi virus. Hal lainnya adalah karena swab antigen mempunyai metode yang sama dengan PCR swab dalam pelaksanaannya, yaitu mencolokkan alat untuk diusapkan pada hidung dan tenggorokkan demi mencari lendir sebagai sampel.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    2. Direkomendasikan WHO

    Badan Kesehatan Dunia di bawah PBB, WHO, telah merekomendasikan tes ini sebagai salah satu metode untuk mengetahui dan mencegah penyebaran Covid-19 secara massif dalam waktu cepat. WHO sendiri dikabarkan sudah memberikan rekomendasi untuk tes ini pada September 2020 ke 133 negara termasuk Indonesia, dengan menyediakan 120 juta rapid antigen, dan memprioritaskan penggunaan kepada negara-negara berpendapatan rendah dan mempunyai kasus Covid-19 yang cukup besar.

    3. Untuk Memenuhi Kebutuhan 3T

    Masa pandemic Covid-19 mewajibkan setiap orang untuk menerapkan perilaku 3M mulai dari mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Namun hal itu belumlah cukup jika tidak dibarengi dengan usaha pemerintah untuk melaksanakan 3T atau testing, tracing, dan treatment. Untuk 3T Indonesia masih dianggap kurang atau di bawah standar. Seperti dilansir dari Bisnis.com, akun @pandemictalks menyatakan bahwa testing yang dilakukan pemerintah masih di bawah standar WHO, 34.340 orang per hari sedangkan WHO menetapkan testing per hari 38.500 orang per hari. Selain itu, masih menurut akun tersebut, rasio lacak untuk Indonesia adalah 1,54 orang sedangkan WHO menetapkan 30 orang. Pandemic Talks juga menyorot penanganan masih terpusat di Pulau Jawa sehingga tidak merata. Dengan adanya rapid antigen ini diharapkan kebutuhan 3T terpenuhi bahkan epidemiolog UI, Pandu Riono, menyarankan tes ini sebagai yang cepat namun akurat karena Indonesia masih terbilang payah untuk memenuhi 3T dengan PCR swab.

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    4. Menjadi Syarat Wajib Perjalanan

    Pemerintah melalui Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 mengenai peraturan pejalanan selama liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 mewajibkan agar semua pelaku perjalanan, baik dengan transportasi umum maupun pribadi menyertakan surat keterangan rapid swab antigen sebagai syarat perjalanan demi memutus rantai penyebaran Covid-19. Kebijakan pemerintah ini sebelumnya sudah dilaksanakan oleh beberapa provinsi yang memang tingkat penderita Covid-19 nya cukup tinggi, dan kebanyakan berada di Pulau Jawa, yaitu DKI Jakarta, Jawa Tengah, Bali, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Meski begitu ada pengecualian, yaitu anak usia di bawah 12 tahun tidak wajib tes dan surat keterangannya. Begitu juga untuk mobilisasi penduduk di dalam Jabodetabek.

    5. Hasil Tes yang Tidak Terlalu Lama

    Karena mempunyai nama yang sama dengan rapid test antibodi, rapid antigen ini adalah metode mendeteksi virus Covid-19 dengan cepat. Karena itu, waktu yang dibutuhkan juga tidak terlalu lama, yaitu dari 15 menit hingga 30 menit. Waktu yang seperti ini tentunya juga sangat dibutuhkan bagi Sahabat Sehat yang mempunyai keperluan mendesak karena suatu urusan keluar kota namun sehari sebelumnya belum sempat melakukan tes Covid-19. Hasil tes yang tidak terlalu lama juga akan memudahkan pemerintah untuk menghitung jumlah orang-orang yang positif dan negatif Covid-19.

    6. Harga Lebih Terjangkau

    Adanya rapid antigen sebenarnya untuk membantu Sahabat Sehat yang menginginkan hasil tes Covid-19 yang akurat dan cepat. Namun, hal tersebut terbentur oleh biaya. Sejauh ini yang cukup dikatakan akurat adalah PCR swab. Sayangnya, biaya yang dikeluarkan untuk tes menggunakan PCR bisa mencapai angka jutaan rupiah alias cukup mahal. Padahal, pemerintah sudah menetapkan batas maksimal PCR swab adalah Rp 900.000. Apalagi, hasil PCR swab tidak bisa diketahui secara langsung pada hari itu juga, dan harus menunggu selama beberapa hari. Apabila ingin cepat harus menunggu selama beberapa jam, dan dengan biaya tambahan. Untuk rapid antigen sendiri harganya cukup terjangkau. Pemerintah sudah menetapkan harga maksimal adalah Rp 250.000 di Pulau Jawa, dan di luar Pulau Jawa adalah Rp 275.000. Itu berarti terdapat harga yang cukup murah di bawah harga yang ditetapkan.

    Baca Juga: List dan Biaya Tempat Rapid Swab Antigen di Jabodetabek

    Itulah 6 alasan pentingnya rapid swab antigen sebagai salah satu tes Covid-19. Hal ini perlu Sahahat Sehat ketahui supaya Sahabat yakin dan tidak bingung untuk tes antigen yang terbukti lebih akurat daripada rapid test antibodi, dan harganya pun murah. Untuk rapid swab antigen ini Sahabat bisa melakukannya di Prosehat yang menyediakan layanan rapid antigen yang berkualitas dan harga cukup terjangkau. Tak hanya itu, Sahabat juga mendapatkan surat keterangan bebas dari Covid-19 sebagai bukti bahwa Sahabat telah melakukan tes dan sebagai syarat perjalanan. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses melalui website atau aplikasi kemudian pilih Layanan Kesehatan, dan klik Rapid Test Covid-19. Untuk informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Kenapa Swab Antigen Lebih Direkomendasikan dari Rapid Test Antibodi – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://tirto.id/kenapa-swab-antigen-lebih-direkomendasikan-dari-rapid-test-antibodi-f8gA
    2. Tes Antigen Diklaim Bisa Percepat Pengendalian Covid-19, Kenapa? | Kabar24 – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://kabar24.bisnis.com/read/20201028/15/1310936/tes-antigen-diklaim-bisa-percepat-pengendalian-covid-19-kenapa
    3. COVID-19 S. WHO Beri Rekomendasi Untuk Indonesia Menyelenggarakan Rapid Test Antigen – Berita Terkini | Satgas Penanganan COVID-19 [Internet]. covid19.go.id. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://covid19.go.id/p/berita/who-beri-rekomendasi-untuk-indonesia-menyelenggarakan-rapid-test-antigen
    4. Wuragil Z. Rapid Test Antigen Bisa Deteksi Puncak Infeksi Covid-19, Ini 4 Catatannya [Internet]. Tempo. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://tekno.tempo.co/read/1415281/rapid-test-antigen-bisa-deteksi-puncak-infeksi-covid-19-ini-4-catatannya?page_num=1
    5. Di Bawah Standar WHO, Pandemic Talks Bikin Petisi Desak Kapasitas Testing Covid-19 Ditingkatkan | Kabar24 – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://kabar24.bisnis.com/read/20201218/15/1332679/di-bawah-standar-who-pandemic-talks-bikin-petisi-desak-kapasitas-testing-covid-19-ditingkatkan
    6. Anindita K. 6 Daerah yang Wajibkan Rapid Test Antigen untuk Keluar-masuk [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5302237/6-daerah-yang-wajibkan-rapid-test-antigen-untuk-keluar-masuk
    7. K N. Tok! Harga Rapid Test Antigen Maksimal Rp 275 Ribu di Indonesia [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5300720/tok-harga-rapid-test-antigen-maksimal-rp-275-ribu-di-indonesia
    Read More
  • Vaksin Covid-19 yang baru tiba di Indonesia pada awal Desember ini memang masih menunggu persetujuan BPOM untuk penggunaannya secara massal. Pemerintah sendiri akan melakukan vaksinasi mulai tahun depan. Namun, sebelum vaksin bisa sampai ke masyarakat melalui distribusi di seluruh Indonesia, ada baiknya Sahabat Sehat mengetahui orang-orang yang tidak boleh menerima vaksin meskipun Presiden Jokowi menyatakan […]

    Daftar Orang-Orang yang Tidak Boleh Menerima Vaksin Covid-19

    Vaksin Covid-19 yang baru tiba di Indonesia pada awal Desember ini memang masih menunggu persetujuan BPOM untuk penggunaannya secara massal. Pemerintah sendiri akan melakukan vaksinasi mulai tahun depan. Namun, sebelum vaksin bisa sampai ke masyarakat melalui distribusi di seluruh Indonesia, ada baiknya Sahabat Sehat mengetahui orang-orang yang tidak boleh menerima vaksin meskipun Presiden Jokowi menyatakan vaksin untuk semua orang Indonesia dan gratis. Berikut ini adalah orang-orang yang tidak boleh diberikan vaksin virus Covid-19.

    orang yang tidak boleh menerima vaksin covid-19

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu, serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Orang yang Sakit

    Orang pertama yang tidak boleh diberikan vaksin adalah orang-orang yang sedang sakit. Dengan kata lain, vaksin hanya untuk orang-orang sehat. Apabila yang hendak divaksin sedang sakit, dia harus sembuh terlebih dahulu. Sebab, jika dipaksakan akan menyebabkan efek yang cukup parah pada penyakit yang sedang diderita.

    Memiliki Penyakit Penyerta

    Orang kedua yang tidak boleh divaksin adalah mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid seperti ginjal, jantung, diabetes, dan hipertensi. Jika diberikan dikhawatirkan akan memberikan efek samping yang cukup parah pada kondisi tubuh yang divaksinasi. Karena itu, penting sekali bagi orang-orang dengan penyakit penyerta harus dalam kondisi terkontrol untuk mendapat persetujuan vaksinasi dari dokter yang merawat, dan pengecekan kondisi tubuh akan diberlakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyakit penyerta tersebut.

    Anak-anak dan Lansia

    Pemerintah sudah menetapkan bahwa orang-orang yang mendapat vaksin Covid-19 adalah kelompok usia 18-59 tahun. Itu berarti anak-anak dan lansia tidak diperbolehkan. Alasannya, lansia adalah kelompok yang cukup rentan seperti halnya penderita penyakit komorbid sehingga akan berdampak cukup buruk jika diberikan, dan bagi anak-anak sejauh ini belum ada penelitian vaksin Covid-19 untuk anak-anak.

    Baca Juga: Inilah Orang-orang yang Rentan Tertular Virus Covid-19

    Memiliki Riwayat Autoimun

    Orang-orang yang memiliki riwayat autoimun juga tidak diperbolehkan untuk divaksin covid-19. Alasannya adalah jika mereka divaksin malah akan membuat autoimun yang dideritanya kambuh akibat antibodi yang dibentuk menyerang tubuh sendiri. Karena itu, untuk mengetahui ada tidaknya autoimun dalam tubuh, orang tersebut perlu diperiksa sebelum divaksinasi.

    Wanita Hamil

    Wanita hamil juga tidak disarankan divaksin Covid-19 sebab hal tersebut akan dapat memengaruhi kesuburan kandungan. Namun hal ini masih dalam sebuah penelitian karena jika melihat pada vaksin-vaksin seperti Hepatitis A, Hepatitis B, dan Tetanus tidak menyebabkan hal yang demikian.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Hepatitis A untuk Dewasa ke Rumah

    Orang dengan Alergi Parah Terhadap Bahan Vaksin

    CDC mengatakan bahwa orang-orang dengan alergi parah terhadap suatu bahan tertentu dalam vaksin juga tidak diperbolehkan divaksin sehingga mereka harus berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter. Namun hal ini menjadi pengecualian bagi yang memiliki alergi parah terhadap makanan, hewan, lingkungan, dan obat-obatan yang bersifat oral.

    Apakah Penyintas Covid-19 Termasuk Daftar yang Tidak Menerima Vaksin?

    Selain orang-orang di atas yang tidak boleh menerima vaksin akan timbul pertanyaan apakah para penyintas Covid-19 atau yang pernah terkena virus tersebut juga tidak menerima vaksin? Ternyata para penyintas ini boleh menerima vaksin walaupun harus di urutan paling akhir. Alasannya seperti diungkapkan oleh Kepala Petugas Medis WebMD, Jhon Whyte, para penyintas ini telah membentuk antibodi Covid-19 dalam tubuhnya sehingga dinilai bisa terlindungi dalam beberapa waktu ke depan.

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Demikianlah mengenai daftar orang yang tidak boleh menerima vaksin Covid-19 sehingga Sahabat bisa mengetahui apakah masuk atau tidak dalam penerima vaksin. Semoga artikel ini bermanfaat, dan jangan lupa ya, Sahabat, untuk tetap menerapkan perilaku 3M, menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat melakukan deteksi dini Covid-19 berupa PCR swab dan rapid test (antibodi dan antigen) di Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Azizah K. Catat! Ini Daftar Orang-orang yang Tidak Boleh Divaksin COVID-19 [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 21 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5303625/catat-ini-daftar-orang-orang-yang-tidak-boleh-divaksin-covid-19
    2. Dwianto A. Kenapa Pengidap Autoimun Tak Boleh Sembarangan Divaksin? [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 21 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4814157/kenapa-pengidap-autoimun-tak-boleh-sembarangan-divaksin
    3. Mediatama G. Wanita hamil jangan disuntik vaksin Covid-19, ini penjelasannya [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2020 [cited 21 December 2020]. Available from: https://newssetup.kontan.co.id/news/wanita-hamil-jangan-disuntik-vaksin-covid-19-ini-penjelasannya?page=all
    4. Indonesia C. Ahli: Penyintas Covid-19 Masih Perlu Divaksin [Internet]. teknologi. 2020 [cited 21 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20201215183854-199-582553/ahli-penyintas-covid-19-masih-perlu-divaksin
    5. CDC Buat Pedoman Bagi Penderita Alergi Vaksin Covid-19 [Internet]. Rmol.id. 2020 [cited 21 December 2020]. Available from: https://dunia.rmol.id/read/2020/12/20/466701/cdc-buat-pedoman-bagi-penderita-alergi-vaksin-covid-19
    Read More
  • Manusia adalah makhluk sosial yang dalam kehidupannya membutuhkan keberadaan orang lain. Setiap manusia memiliki kemampuan untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Semenjak bayi sampai tua, kita membutuhkan orang lain untuk hidup bersama. Ada berbagai jenis hubungan antar manusia, salah satunya adalah hubungan cinta yang terjalin antar individu. Cinta itu sendiri sebenarnya merupakan pengalaman terpenting dan […]

    Menjadi Ibu VS Karier, Bagaimana Menyeimbangkannya?

    Manusia adalah makhluk sosial yang dalam kehidupannya membutuhkan keberadaan orang lain. Setiap manusia memiliki kemampuan untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Semenjak bayi sampai tua, kita membutuhkan orang lain untuk hidup bersama. Ada berbagai jenis hubungan antar manusia, salah satunya adalah hubungan cinta yang terjalin antar individu. Cinta itu sendiri sebenarnya merupakan pengalaman terpenting dan paling diinginkan dalam kehidupan manusia. Ada banyak bentuk-bentuk cinta dalam kehidupan manusia, antara lain perasaan cinta antara manusia dengan Tuhan, rasa cinta pada pada keluarga, dan yang tidak kalah penting adalah hubungan cinta dengan lawan jenis yang disukainya.

    Baca Juga: 5 Tips Bagi Waktu untuk Wanita Karier yang Berkeluarga

     

    Hubungan cinta dengan lawan jenis antara laki-laki dan perempuan biasanya diharapkan berujung pada pernikahan. Pearson & Lee dalam Sarwono (1996), mengatakan bahwa pernikahan adalah puncak dari hubungan intim antar jenis kelamin dimana kedua belah pihak saling membagi pengalaman dan perasaan serta pikiran. Saat memasuki pernikahan, tentu saja seorang laki-laki dan perempuan akan memainkan peran baru sebagai suami dan istri. Terlebih jika sudah memiliki anak, mereka akan mendapatkan peran baru sebagai orang tua, ayah dan ibu.

    Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Kamu Ketahui

    Seorang ibu bekerja yang memiliki anak tentunya memiliki tantangan-tantangan sendiri dalam membesarkan anak-anaknya. Kadang seorang perempuan pekerja yang melahirkan seorang anak akan dihadapkan pada 2 pilihan, melanjutkan bekerja atau berhenti bekerja untuk mengurus segala kebutuhan anak. Ibu yang memilih untuk tetap bekerja atau berhenti bekerja setelah memiliki anak tentu saja sudah memikirkan berbagai hal, sehingga keputusan yang mereka ambil merupakan keputusan yang mereka anggap paling tepat.

    Saat ini menjadi seorang wanita karier merupakan pilihan yang memang dapat diambil oleh siapapun. Kita bisa lihat saat ini perempuan dapat bekerja pada berbagai bidang, bahkan untuk bidang strategis seperti kepala daerah, menteri, manager, direktur, dan masih banyak lagi. Handayani, dkk (2012) mengemukakan bahwa seorang perempuan yang bekerja, memiliki peran ganda yang harus dijalankan pada saat bersamaan. Ia harus bertanggung jawab atas pekerjaannya, juga bertanggung jawab atas perkembangan anak. Hal ini yang sering dikhawatirkan oleh ibu bekerja, mereka khawatir jika tidak dapat memberikan yang terbaik bagi keluarganya. Achmad (dalam Wibowo, 2011) mengemukakan bahwa jumlah wanita yang mencari kerja akan semakin bertambah dari waktu ke waktu pada sebagian wilayah di dunia. Hal ini dipengaruhi oleh kesetaraan kesempatan yang diperoleh perempuan untuk mendapatkan pendidikan dan juga pekerjaan.

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Kanker Serviks

    Work life Balanced tentu saja dapat dimiliki oleh ibu bekerja, jika mereka dapat membagi waktu dan perhatian antara pekerjaan dan keluarga. Juga dengan keteguhan hati bahwa keluarga merupakan fokus yang paling utama. Namun, tentu saja ada beberapa hal terkait pekerjaan ibu yang dapat memengaruhi pengasuhan buah hati mereka, antara lain:

    • Kesepakatan dalam keluarga mengenai pembagian peran dalam rumah tangga.
    • Jenis pekerjaan yang dimiliki oleh ibu, pekerjaan yang stressfull atau pekerjaan yang lebih santai
    • Jarak antara kantor dan rumah.
    • Lokasi kerja, apakah harus dikerjakan di kantor atau bisa dikerjakan di rumah.
    • Adakah orang yang dapat dipercaya untuk mengurus segala kebutuhan anak saat ibu bekerja, dll.

    Nah, agar pengasuhan anak pada ibu bekerja bisa tetap berjalan secara optimal, dan ibu tetap bisa menjalankan berbagai perannya, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

    • Carilah pengasuh yang berkualitas untuk menemani anak. Hal ini bertujuan agar ibu benar-benar yakin dan merasa percaya diri saat harus bekerja dan meninggalkan anak bersama pengasuhnya.
    • Jika anak ‘dititipkan’ kepada keluarga dekat (orang tua atau mertua), sebaiknya mereka memang bersedia dan mampu untuk membantu mengurus anak.  Walaupun dititipkan pada keluarga, tetap sediakan pengasuh yang berkualitas, jadi keluarga hanya perlu mengawasi.
    • Buatlah daftar kegiatan harian yang bisa dilakukan oleh anak-anak, sehingga pengasuh lebih mudah untuk mendampingi anak-anak
    • Berikan juga fasilitas untuk bermain bagi anak, misalnya puzzle, buku gambar, pensil warna, dan mainan edukatif lainnya.
    • Buat list aturan yang harus diterapkan kepada anak, seperti jam tidur siang, penggunaan gadget, dll.
    • Meminimalisasi kerepotan yang terjadi pagi hari. Contohnya dengan menyiapkan pakaian dan segala keperluan yang akan dipakai atau dibawa dari malam hari, menyiapkan sarapan sederhana dan sehat yang tidak membutuhkan waktu lama untuk mengerjakannya, dan bangun lebih pagi. Bila melakukan hal ini, diharapkan ibu tidak terburu-buru saat pagi hari, dan bisa tetap melakukan segala rutinitas dengan santai dan tenang.
    • Buat jadwal pengaturan transportasi anak, misalnya siapa yang mengantar dan menjemput ke sekolah atau tempat les.
    • Usahakan setiap hari ibu bisa berkomunikasi dengan anak-anak, melalui telepon pengasuh atau keluarga atau melakukan video call.
    • Setelah kembali dari bekerja, istirahat sejenak atau rileksasi sejenak, supaya dapat fokus dan tenang saat berhadap dan bermain dengan anak.
    • Ibu juga berhak untuk mendapatkan ‘me time’, dengan melakukan hobi atau kegiatan positif yang disukai, maupun memanjakan diri ke salon.
    • Rencanakan kegiatan positif bersama keluarga, misalnya liburan, berenang, main sepeda, menonton film di bioskop, dll.

    Baca Juga: Ternyata Kurang Tidur Picu Kanker Payudara

    Nah, selain saran-saran di atas, hal yang tidak kalah penting adalah buat jadwal untuk bisa tetap menghabiskan waktu berdua dengan pasangan. Karena hubungan yang harmonis antara suami dan istri tentu saja akan memberikan dampak positif bagi pengasuhan anak.

     Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai ibu rumah tangga dan wanita karier serta membutuhkan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan menghubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    – Handayani, A., Maulia, D., & Yulianti, P. D. (2012). Pengaruh konflik peran ganda terhadap kinerja guru. Penilaian kinerja untuk peningkatan profesionalisme guru berkelanjutan. prosiding.upgrismg.ac.id/
    – Wibowo, (2011). Peran Ganda Perempuan Dan Kesetaraan Gender. Muwazah, 2.

    Read More
  • Contoh ilustrasi: Karin (28 tahun,) sangat sulit diajak datang ke pesta, baik itu pesta di kantor maupun pesta ulang tahun temannya. Ia pasti akan bertanya dulu berapa orang yang diundang dan kira-kira acaranya apa. Teman-teman Karin pun sudah paham bahwa kalau ingin mengundang Karin  merayakan ulang tahun, lebih baik mengadakan acara makan-makan di restoran atau […]

    Ibu Introvert VS Ekstrovert, Apa Bedanya?

    Contoh ilustrasi:
    Karin (28 tahun,) sangat sulit diajak datang ke pesta, baik itu pesta di kantor maupun pesta ulang tahun temannya. Ia pasti akan bertanya dulu berapa orang yang diundang dan kira-kira acaranya apa. Teman-teman Karin pun sudah paham bahwa kalau ingin mengundang Karin  merayakan ulang tahun, lebih baik mengadakan acara makan-makan di restoran atau di rumah dengan hanya mengundang maksimal 3 orang sahabat dekatnya.

    Dessy (29 tahun), justru sebaliknya, ia paling sulit berada sendirian, ia merasa harus selalu bersama dengan orang lain. Kalau waktu libur, seperti akhir pekan, ia pasti sudah akan sibuk menghubungi teman-teman atau saudaranya untuk menghabiskan waktu bersama. Maka, Dessy suka kurang dapat memahami Karin yang tidak senang pesta. Bagi Dessy, pesta adalah tempat bertemu banyak orang baru yang bisa menambah kenalan sehingga Dessy sangat senang datang jika ada undangan pesta.

    Sahabat, konon manusia itu dalam bersikap bisa dikategorikan dalam dua tipe besar loh, yaitu introvert dan ekstrovert. Manusia seperti Karin, adalah contoh tipe manusia introvert. Pada tipe ini, karakteristiknya adalah orang-orang yang lebih senang mengekplorasi pemikiran dan perasaannya ke dalam diri. Sedangkan pada tipe ekstrovert, contohnya Dessy, dicirikan dengan orang-orang yang lebih senang mengekplorasi dunia di luar dirinya. Nah, konsep introvert dan ekstrovert ini pada awalnya dikenalkan oleh Carl Jung pada tahun 1921 (Feist, Feist & Roberts, 2013).

    Baca Juga: Bagaimana Cara Cegah Penularan HPV

    Konsep introvert dan esktrovert digambarkan oleh Jung seperti dalam permainan jungkat jungkit. Manusia tidak ada yang sepenuhnya introvert dan tidak ada yang sepenuhnya ektrovert. Jadi, Karin yang lebih senang menyendiri, tidak terlalu suka keramaian dikatakan lebih dominan dalam mengarahkan pikiran dan perilaku ke dalam dirinya sendiri sehingga cenderung introvert. Sebaliknya pada Dessy, yang lebih dominan mengarahkan energi, pikiran dan perilaku ke luar dirinya, bersama teman-temannya dikatakan cenderung ektrovert.

    Kepribadian yang sehat, menurut Jung sendiri adalah manusia yang cukup fleksibel, yang bisa menyeimbangkan keduanya (Schultz & Schultz, 2013). Pengaruh dari cara manusia mengeksplorasi diri dan pikirannya ini ke dalam diri atau keluar diri biasanya juga berpengaruh kepada perilaku sehari-hari, tentu saja termasuk jika seseorang tersebut sudah menjadi ibu. Untuk lebih jelasnya, yuk kita bahas satu persatu.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV

    Karin, yang dominan introvert, tentu saja lebih nyaman untuk tidak berada di keramaian. Ia butuh “me time” untuk bisa mengisi ulang energinya sehingga ketika ia menjadi ibu, ia pun akan cenderung mengharapkan suami dan anak-anaknya untuk memahami apa yang menjadi perasaan dan pikirannya. Bagi Karin yang introvert, mungkin akan sulit untuk menyatakan apa yang dirasakan dan dipikirkannya. Jika suami dan anak Karin termasuk tipe yang introvert juga, mungkin kebiasaan di rumah Karin akan berkisar pada kegiatan yang sifatnya lebih banyak kegiatan individual, seperti membaca buku atau mengerjakan hobi masing-masing yang tidak terlalu melibatkan orang lain dalam kegiatannya.

    Kunjungan tamu ke rumah maupun berkunjung ke rumah orang lain mungkin akan menjadi suatu hal yang kurang nyaman dilakukan oleh orang-orang introvert. Nah, buat keluarga yang anggotanya dominan introvert, sebaiknya perlu diperhatikan bahwa tetap dibutuhkan komunikasi antar satu dengan yang lainnya, misalnya membuat jadwal untuk bersama-sama melakukan kegiatan yang akan menimbulkan interaksi bersama seperti berkegiatan setiap hari Minggu pagi di taman tanpa membawa buku bacaan atau gawai, sehingga mengharuskan berinteraksi dengan sesama anggota keluarga.

    Baca Juga: Wanita Wajibkah Melakukan Pap Smear?

    Pada Dessy, jika berkeluarga, tentu saja akan berbeda dalam menghadapi suami dan anaknya. Dessy mungkin akan lebih senang bercerita mengenai kejadian yang dialaminya seharian dan mungkin Dessy juga mengharapkan hal yang sama dari suami dan anaknya. Kalau suami dan anak Dessy termasuk tipe dominan ekstovert juga, bisa dibayangkan rumah tangga Dessy pastilah ramai. Oleh karena itu, mungkin tetap diperlukan waktu-waktu untuk berefleksi ke dalam diri, tidak selalu mengeksplorasi dunia di luar dirinya atau bersama dengan orang lain terus-menerus.

    Penyesuaian diri mungkin yang agak sulit adalah jika berhadapan dengan orang yang memiliki tipe berlawanan. Misalnya jika Dessy memiliki anak yang tipenya dominan introvert, maka mungkin Dessy harus memahami kesulitan sang anak untuk langsung dapat beradaptasi di lingkungan yang ramai. Begitu juga sebaliknya, jika sang ibu introvert memiliki anak yang dominan ektrovert, mungkin akan pusing meminta anaknya untuk tidak selalu keluar rumah, berdiam diri di rumah saja. Bagi ibu yang introvert, perlu untuk paham, bahwa anaknya yang esktrovert juga butuh berada bersama teman-temannya untuk menyalurkan energinya keluar diri.

    Sahabat, seperti yang sudah dijelaskan oleh Jung sendiri, bahwa tidak ada manusia yang sepenuhnya introvert maupun yang sepenuhnya ektrovert, melainkan manusia memiliki keduanya di dalam diri. Nah, adanya pengetahuan tentang introvert dan ekstovert ini lebih diharapkan agar Sahabat nantinya bisa lebih memahami diri sendiri dan orang-orang yang berinteraksi dengan Sahabat. Seperti Dessy yang paham bahwa Karin kurang nyaman berada di keramaian pesta, maka ia akan lebih baik mengundang Karin untuk merayakan ulang tahun berdua saja.

    Demikian juga dengan Karin, yang mungkin bisa memahami kesenangan Dessy berada bersama dengan orang banyak, maka ia mungkin sesekali dapat hadir jika diundang Dessy. Hal yang sama juga dapat dilakukan jika Anda memiliki suami atau anak. Berkenalanlah dengan kecenderungan mereka, apakah lebih dominan ekstrovert atau introvert, sehingga nantinya Sahabat dapat lebih mudah berinteraksi dengan mereka.

    Baca Juga: 5 Tips Bagi Waktu untuk Wanita Karier yang Berkeluarga

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai ekstrvert dan introvert dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan menghubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://prosehat.com/wa.

     

     

    Referensi:

    Introvert and Extravert: Psychology (internet) Encyclopedia Britannica (cited 8 Desember 2018) available from: britannica.com/science/introvert.
    – Feist, Jess; Feist, Gregory.J, & Roberts, Tomi-Ann (2013) Theories of Personality, 8th ed, New York: McGraw Hill education (Asia).
    – Schultz, Duane P, Schultz, Sydney Ellen (2013) Theories of Personality, 10th ed, Australia: Wadsworth Cengage Learning

    Read More
  • Setiap wanita yang menikah, lalu kemudian memiliki anak, biasanya akan berada pada satu momen mereka dihadapkan dengan pilihan: “Apakah saya akan terus bekerja dan meninggalkan anak di rumah, atau meninggalkan karier dan menjadi ibu rumah tangga untuk menemani anak?”  Hmm, rasanya perdebatan mengenai keputusan menjadi ibu bekerja atau ibu rumah tangga tidak ada habisnya ya, […]

    Bedakah Kondisi Psikis Ibu Rumah Tangga VS Ibu Bekerja?

    Setiap wanita yang menikah, lalu kemudian memiliki anak, biasanya akan berada pada satu momen mereka dihadapkan dengan pilihan: “Apakah saya akan terus bekerja dan meninggalkan anak di rumah, atau meninggalkan karier dan menjadi ibu rumah tangga untuk menemani anak?”  Hmm, rasanya perdebatan mengenai keputusan menjadi ibu bekerja atau ibu rumah tangga tidak ada habisnya ya, Sobat. Tapi sebenarnya pilihan mana sih yang lebih baik? Lantas, apa dampak dari pilihan tersebut terhadap keluarga?

    Menurut John Bowlby, Psikolog pembuat teori mengenai Attachment, bayi perlu memiliki hubungan yang hangat dan berkesinambungan dengan ibu atau figur pengasuh permanen lainnya, untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Lebih lanjut, Susan H. Landry, PhD dari Children’s Learning Institute, University of Texas Health Science Center, juga mengatakan bahwa ikatan batin yang baik dengan figur pengasuh dan pola pengasuhan yang responsif sudah terbukti mampu meningkatkan kemampuan regulasi emosi, pembuatan keputusan, serta perkembangan kognitif anak.


    Bila mengacu kepada penjelasan ini, maka dapat kita lihat bahwa menjadi ibu rumah tangga mungkin keputusan yang paling tepat untuk perkembangan anak.

    Baca Juga: Perbedaan Peran Ayah dan Ibu Bagi Anak

    Namun, menurut suatu polling, ibu rumah tangga ternyata juga memiliki tingkat kesedihan dan stres yang tinggi dalam menjalani harinya. Sekitar 50% ibu rumah tangga dilaporkan merasa stres dengan kehidupan sehari-hari mereka. Stres yang dirasakan karena tekanan hidup dan tuntutan peran sebagai ibu, juga turut membuat ibu rumah tangga tidak bisa menghabiskan waktu yang berkualitas dengan anak-anak mereka di rumah. Studi dari Highland Spring terhadap 10.000 keluarga mengungkapkan bahwa orangtua hanya menghabiskan waktu tidak terinterupsi sekitar 34 menit dalam sehari dengan anak mereka karena adanya masalah dan stres dalam hidup. Wah Sobat, ternyata ibu rumah tangga pun memiliki keterbatasan dalam pola interaksi dengan anak ya, ternyata.

    Bagaimana dengan ibu bekerja? Penelitian yang dilakukan oleh National Institute of Child Health and Development menunjukkan bahwa anak dari ibu yang bekerja memiliki pencapaian akademis yang lebih tinggi, karier yang lebih sukses, serta menghasilkan skor kognitif yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan ibu bekerja memiliki kestabilan finansial yang lebih baik, sehingga dapat memberikan fasilitas yang lebih memadai untuk anak mereka. Waktu yang terbatas dan tuntutan pekerjaan juga membuat ibu bekerja berusaha untuk lebih efisien dalam mendampingi anak, sehingga mereka menjadi lebih sensitif dengan kebutuhan anaknya. Jadi, ibu bekerja pun memiliki keunggulan yang serupa ya, Sobat.

    Baca Juga: 6 Makanan Agar Asi Tetap Lancar

    Namun perlu diketahui, ibu bekerja lebih rentan untuk merasa lelah dan tertekan karena tuntutan untuk menyeimbangkan peran sebagai karyawan, ibu, serta istri. Polling lainnya menunjukkan bahwa 48% ibu bekerja merasa stres karena tuntutan peran yang harus dijalankan. Angka ini tidak berbeda jauh dengan persentase stres pada ibu rumah tangga. Lebih lanjut, perasaan stres ini dapat memengaruhi hubungan orangtua-anak di rumah serta berdampak pada tingkah laku anak ke depannya.  

    Lantas, sebenarnya mana yang lebih baik sih, Sobat? Dari berbagai studi yang dilakukan, sebenarnya tidak pernah ada kesimpulan yang pasti mengenai peran mana yang lebih baik. Poin penting yang ditekankan adalah kemampuan ibu untuk untuk merasa puas dan terpenuhi dengan peran yang mereka jalankan. Hal ini dapat membantu mengurangi tingkat stres ibu, sehingga mereka dapat menjalin hubungan yang baik dengan keluarga. Rasa bahagia dengan peran yang mereka emban ini akan membantu ibu untuk bersikap positif dengan anak dan menghabiskan waktu yang berkualitas dengan mereka, tanpa terganggu dengan stres keseharian. Hal ini didukung oleh studi Milkie, et al. (2015), dimana ditemukan bahwa jumlah waktu yang dihabiskan oleh orangtua dengan anaknya, tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan emosi dan kognitif mereka. Waktu yang berkualitas lebih dibutuhkan, dibandingkan kuantitasnya.

    Baca Juga: Intip 7 Cara Menjadi Wanita Sukses

    Jadi Sobat, apapun peran yang seorang ibu pilih, hal yang lebih penting adalah dukungan yang lingkungan berikan, agar ibu merasa bahagia dan berdaya dengan posisi yang mereka pilih.  Jika membutuhkan produk kesehatan berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

    Referensi:

    – Attachment Theory – Simply Psychology [Internet]. Simply Psychology 2017. [cited 26 November 2018]. Available from: simplypsychology.org/attachment.html
    – The Role of Parents in Early Childhood Learning – Encyclopedia of Early Childhood Development [Internet]. Encyclopedia of Early Childhood Development 2014. [cited 26 November 2018]. Available from: child-encyclopedia.com/parenting-skills/according-experts/role-parents-early-childhood-learning
    – Stay-at-Home Moms Report More Depression, Sadness, Anger – Gallup [Internet]. Gallup 2012. [cited 26 November 2018]. Available from: news.gallup.com/poll/154685/stay-home-moms-report-depression-sadness-anger.aspx
    – What Research Says About Being a Stay-at-Home Mom – Verywell Family [Internet]. Verywell Family 2018. [cited 26 November 2018]. Available from: verywellfamily.com/research-stay-at-home-moms-4047911
    – Common Causes of Stress for Mothers – Secure Teen [Internet]. Secure Teen 2013. [cited 26 November 2018]. Available from: secureteen.com/working-mom/children-of-working-mothers-a-league-of-high-achievers/
    – Working Mom vs Stay-At-Home Mom: What’s Best for Kids? – Secure Teen [Internet]. Secure Teen 2013. [cited 26 November 2018]. Available from: secureteen.com/working-mom/working-mom-vs-stay-at-home-mom-what%E2%80%99s-best-for-kids/

    Read More
  • Terapi pengobatan air putih merupakan metode berobat menggunakan air putih yang biasa kita minum sehari-hari. Terapi ini dipakai untuk membantu mengobati beberapa penyakit kronis yang tidak menular seperti diabetes tipe 2, kanker, dan darah tinggi. Selama ini banyak dari kita yang hanya mengetahui air putih sebatas untuk melepas dahaga harian. Air putih sendiri memang mempunyai […]

    Terapi Pengobatan Air Putih untuk Mengatasi Penyakit-penyakit Kronis

    Terapi pengobatan air putih merupakan metode berobat menggunakan air putih yang biasa kita minum sehari-hari. Terapi ini dipakai untuk membantu mengobati beberapa penyakit kronis yang tidak menular seperti diabetes tipe 2, kanker, dan darah tinggi. Selama ini banyak dari kita yang hanya mengetahui air putih sebatas untuk melepas dahaga harian. Air putih sendiri memang mempunyai manfaat utama untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh dan menghindari dehidrasi. Ternyata, air putih juga banyak memberikan manfaat pada pengendalian penyakit kronis. Pengobatan dengan air putih yang biasa digunakan untuk kesehatan adalah terapi air putih ala Jepang.

    terapi pengobatan air putih, terapi air putih

    Baca Juga: Minuman Selain Kopi yang Membantu Meningkatkan Konsentrasi

    Mengenai terapi air putih ala Jepang ini, sejauh ini memang belum banyak penelitian yang menyebutnya efektif secara medis. Namun, orang-orang Negeri Sakura sudah sering melakukannya. Untuk melakukan terapi ini Sahabat diwajibkan meminum air bersuhu ruangan atau air hangat sebanyak 4-5 gelas ukuran 160 ml saat perut kosong setelah bangun tidur. Selain itu, Sahabat disarankan melakukannya sebelum menyikat gigi lalu memberi jeda sekitar 45 menit setelahnya baru diperbolehkan makan.

    Produk Terkait: Jual Sikat Gigi Elektrik

    Penyakit-penyakit Apa Saja yang Dapat Mendapat Manfaat dari Terapi Air Putih Ini?

    Air putih dapat memberikan manfaat pada penyakit diabetes tipe 2 dan darah tinggi seperti yang sudah disinggung di atas. Selain itu, penyakit-penyakit lain yang bisa mendapatkan manfaat dari konsumsi air putih adalah sembelit, nyeri, sakit kepala, asma, bronkitis, TBC, ginjal, kandung kemih, dan lainnya. Meski begitu, sekali lagi, memang belum ada penelitian medis yang efektif mengenai hal ini. Konsumsi air putih dapat disesuaikan dengan penyakit yang diderita:

    • Sembelit: Terapi air putih selama 10 hari
    • Tekanan darah tinggi: terapi air putih selama 30 hari
    • Diabetes tipe 2: Terapi air putih selama 30 hari

    Produk Terkait: Cek Lab

    Manfaat yang dirasakan tentu saja tidak instan sehingga harus terus-menerus diulang atau secara rutin dilakukan. Berdasarkan beberapa penelitian rutin mengonsumsi air putih cukup berdampak baik bagi kesehatan karena air putih dapat membersihkan usus dari sisa plak penyebab sembelit. Selain itu, mengonsumsi air putih secara teratur juga membuat tubuh terhidrasi serta melembapkan kulit karena menjaga cairan tubuh.

    Baca Juga: 7 Cara Menangani Flu dengan Cepat dan Mudah

    Bagaimana Cara Meminum Air Putih yang Benar Supaya Terapi Efektif?

    Berikut ini adalah cara-cara yang dianjurkan dalam meminum air putih supaya terapi air putih menjadi efektif atau tanpa terapi sekalipun:

    1. Pertama, duduklah saat minum, sama seperti harus duduk saat Sahabat hendak makan. Minum sambil berdiri dapat membahayakan ginjal karena air akan langsung menuju kandung kemih tanpa disaring.
    2. Minumlah seteguk demi seteguk dan jangan langsung minum segelas penuh. Serap perlahan-lahan, telan, kemudian napas dan ulangi.
    3. Untuk memenuhi kebutuhan air harian, jangan minum air dalam satu waktu. Sebaiknya lakukan secara berkala. Misal, dengan cara minum 1 gelas air setelah bangun tidur, 1 gelas air sebelum atau sesudah sarapan, 1 gelas air sebelum dan sesudah makan siang, 1 gelas air sebelum dan setelah makan malam, dan 1 gelas sebelum tidur.
    4. Demi mendapat kesehatan yang optimal, setidaknya minum air yang bersuhu ruangan. Bahkan lebih baik jika air hangat. Sementara, air dingin apalagi es yang bersuhu 5 derajat celcius secara harfiah bisa membuat kontraksi pada pencernaan. Hal ini dikarenakan perbedaan suhu yang tajam.
    5. Tiga puluh menit sebelum makan memang waktu yang disarankan untuk minum air putih karena dapat membantu pencernaan bekerja dengan baik. Sementara itu, minum air putih selama atau tepat sebelum atau setelah makan dapat melemahkan cairan pencernaan dan membuatnya bekerja kurang efektif. Apalagi jika terlalu banyak asupan air, perut tentu tidak akan memiliki cukup ruang untuk mencerna.
    6. Untuk alasan yang sama, jangan minum banyak air sebelum atau sesudah Sahabat makan. Isi 50% dengan makanan, 25% dengan air, dan 25% biarkan kosong.
    7. Minumlah saat haus, karena pada saat haus dan dahaga itulah saat Anda tahu kapan tubuh membutuhkan minum.
    8. Kebutuhan air setiap orang berbeda-beda bergantung pada kondisi badan tertentu, seperti pengaruh cuaca, diet, berat badan, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan. Oleh karena itu, minumlah air sesuai kebutuhan tubuh masing-masing.
    9. Untuk mengetahui apakah kebutuhan tubuh akan cairan sudah terpenuhi atau belum, Anda bisa melihatnya dari warna air seni. Apabila air seni berwarna kuning atau bening, itu berarti kebutuhan cairan Anda sudah terpenuhi. Apabila air seni Anda berwarna kuning pekat, itu berarti Anda perlu minum lebih banyak.
    10. Bibir juga menjadi sebuah indikator kebutuhan cairan seseorang. Jika bibir terlihat kering, Anda mungkin mengalami dehidrasi. Sesibuk apapun aktivitas Sahabat, jangan lupa untuk tetap cukup minum air putih. Sebab kurang minum juga bisa memengaruhi kesehatan bibir.

    Bagaimana Cara Mendapatkan Air Putih yang Bersih dan Sehat?

    Untuk mendapatkan air putih yang bersih dan sehat, ada beberapa hal yang perlu Sahabat Sehat perhatikan, yaitu:

    • Perhatikan sumber air
    • Lihat cara pengambilan air
    • Cermati proses pengolahannya
    • Sediakan Penyaring NSF-53 untuk menyaring bakteri
    • Campurkan air mentah dan yang sudah dimasak
    • Gunakan air dingin saat memasak

    Baca Juga: 6 Daftar Makanan dan Minuman Meredakan Maag

    Itulah mengenai terapi pengobatan air putih yang bisa Sahabat Sehat lakukan. Terapi ini memang cukup mudah namun harus secara rutin dilakukan supaya mendapat hasil yang maksimal, dan ingat untuk selalu memperhatikan cara meminum yang benar dan memperhatikan sumber air tersebut ketika akan diolah. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai khasiat air putih dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja