Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Bahayakah Jika Anak Tidak Menerima Vaksinasi Campak?

Campak adalah salah satu jenis penyakit menular yang disebabkan oleh sebuah virus dan gejala campak biasanya batuk dan bersin-bersin. Walau semua orang dapat mengalami penyakit ini, tetapi kebanyakan yang terkena campak adalah anak kecil. Salah satu cara untuk mengatasi penularan penyakit campak adalah dengan cara melakukan vaksinasi.

Bahayakah jika anak tidak menerima vaksinasi campak?

Tentu sangat berbahaya kalo anak tidak pernah mendapatkan vaksinasi campak. Vaksinasi campak menjadi cara yang paling efektif bagi kesehatan karena dapat mencegah dari penyebaran penyakit campak. Vaksinasi berguna untuk kesehatan kita tetapi juga berguna untuk mencegah penyebaran penyakit terhadap orang lain yang disebabkan oleh kita.

Penggunaan vaksinasi campak sangatlah baik bagi kesehatan dan sangat efektif untuk mencegah penyakit menular seperti campak. Pemerintah yang bekerja sama dengan organisasi dunia yaitu WHO sangat menganjurkan untuk melakukannya.

Penyakit campak bahayanya akan semakin bertambah apalagi kalo anak yang menderita campak juga sedang mengalami gizi buruk dan mengalami penyakit tertentu. Campak paling utamanya akan menyerang sistem pernapasan dan kekebalan tubuh, itulah penyebab mengapa seseorang memiliki penyakit campak akan rentan terkena penyakit lainnya seperti diare.

Kapan waktu pemberian vaksinasi campak bagi anak?

Ikatan Dokter Indonesia(IDAI) mengingatkan kepada masyarakat khususnya kepada ibu-ibu yang memiliki bayi berusia 9 bulan untuk segera melakukan vaksinasi campak dan berulang ketika bayi sudah berusia 59 bulan. Bagi seorang anak yang terlambat untuk melakukan vaksinasi dan sudah lewat waktu 9 bulan segeralah bawa anak untuk melakukan vaksinasi campak.

Apakah orang dewasa perlu melakukan vaksinasi campak?

Sebenarnya tidak melulu anak-anak yang mendapatkan vaksinasi campak karena orang dewasapun sangat perlu mendapatkan vaksinasi ini tentunya dengan dosis yang berbeda. Meskipun, fokus pemerintah sekarang ada pada anak-anak.

Apakah ada reaksi pasca penyuntikan dari vaksinasi campak?

Vaksinasi campak dapat menimbulkan beberapa reaksi ringan dan berat pasca penyuntikannya. Reaksi lokal yang dapat timbul adalah kemerahan dan bengkak pada bekas suntikan. Kemudian, reaksi lain yang mungkin timbul adalah demam ringan yang dapat diredakan dengan pemberian obat penurun panas dosis anak.

Salah satu program pemerintah mengenai campak adalah Health Universal Coverage yang artinya bahwa program ini mengharuskan seluruh anak mendapatkan vaksinasi campak. Tahap demi tahap terus dilakukan pemerintah agar program pemberian vaksinasi campak bakal sampai ke semua anak yang berada di seluruh Insonesia.

Vaksinasi campak ini sifatnya wajib bagi anak-anak yang lahir di seluruh penjuru nusantara. Program pemberian vaksinasi campak dilakukan di beberapa tempat seperti sekolah, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan Pondok Bersalin Desa (Polindes).

Vaksinasi juga ada yang dikombinasikan salah satunya adalah Vaksinasi MR. Vaksinasi MR adalah sebuah pemberian vaksinasi yang mengkombinasikan 2 vaksin sekaligus yaitu vaksin campak dan rubella dan kombinasi kedua vaksin ini telah mendapat persetujuan dari WHO dan Badan POM. Vaksinasi MR bahkan sudah digunakan di berbagai belahan dunia dan telah memberikan jaminan kesehatan pada banyak anak.

Itulah beberapa ulasan singkat mengenai vaksinasi campak yang telah menjadi perdebatan di kalangan masyarakat. Pro dan kontra mengenai program ini sangatlah banyak dan pemerintah tetap berkomitmen untuk menjangkau seluruh anak yang ada di seluruh Indonesia. Semoga artikel ini dapat dijadikan referensi dan informasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan vaksinasi campak.

instal aplikasi prosehat

WhatsApp Asisten Maya saja