Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 261–270 of 1032 results

  • Memiliki kulit putih dan lembut adalah dambaan setiap wanita. Tak sedikit dari mereka yang mencoba berbagai produk pemutih yang beredar di pasaran. Produk pemutih mulai dari scrub, pelembap, masker, dan metode perawatan kulit lainnya di samping penggunaan produk pemutih berbahan kimia. Kita sering disarankan untuk menerapkan gaya hidup sehat yang merupakan salah satu solusi untuk […]

    6 Makanan Sehat Ini untuk Mencerahkan Wajah Sobat

    Memiliki kulit putih dan lembut adalah dambaan setiap wanita. Tak sedikit dari mereka yang mencoba berbagai produk pemutih yang beredar di pasaran. Produk pemutih mulai dari scrub, pelembap, masker, dan metode perawatan kulit lainnya di samping penggunaan produk pemutih berbahan kimia. Kita sering disarankan untuk menerapkan gaya hidup sehat yang merupakan salah satu solusi untuk mendapatkan kulit putih alami. Berikut adalah tujuh makanan bernutrisi yang bisa mencerahkan kulit.

    pemutih wajah

    Baca Juga: 7 Cara Merawat Kulit dari Dalam

    1. Buah-buahan Berry

    keluarga berry

    Strawberry, blueberries, raspberry, dan buah lainnya yang termasuk ke dalam buah-buahan berry dapat Sobat masukkan ke dalam menu makanan sehari hari yang dapat membantu mencerahkan wajah. Menurut penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, buah-buahan berry memiliki kandungan antioksidan dan vitamin C yang cukup tinggi yang dibutuhkan bagi kesehatana kulit. Kandungan ini lah yang dapat membantu mengangkat tumpukan sel-sel kulit yang mati dan merangsang pembentukan kolagen yang dapat mengencangkan kulit wajah. tak hanya dapat membantu mencerahkan dari dalam, namun buah-buahan ini juga dapat dijadikan masker untuk memutihkan wajah dari luar.

    2. Bit Merah

    Buah berwarna merah ini memiliki kandungan yang kaya akan vitamin dan zat besi yang membantu membersihkan wajah hingga ke pori-pori terdalam, mencerahkan kulit, sekaligus memperlancar aliran darah. Sobat bisa mengonsumsi 1 gelas jus bit merah setiap harinya untuk membantu mencerahkan wajah dari dalam. Untuk hasil yang maksimal, gunakan pula bit merah sebagai masker wajah secara rutin.

    3. Pepaya

    Tak hanya kaya mengandung vitamin C, namun pepaya juga memiliki kandungan vitamin A, vitamin E, serta antioksidan yang dapat membantu membantu mencerahkan wajah serta mengatasi bekas jerawat dan noda hitam. Pepaya juga dapat membersihkan sistem pencernaan dan memperlancar siklus menstruasi. Sobat bisa mengonsumsi buah pepaya secara langsung maupun diolah dalam bentuk jus buah.

    Produk Terkait: Multivitamin

    4. Tomat

    Tomat merupakan sumber likopen, yang mana sangat baik untuk kesehatan kulit. Kandungan ini membantu untuk mencerahkan wajah sekaligus mengatasi noda hitam. Bagi Sobat yang sedang diet, mengonsumsi tomat akan sangat baik karena dapat menurunkan berat badan sekaligus mencegah kanker.

    5. Jus Lemon

    Buah lemon memiliki kandungan yang kaya akan vitamin C yang cukup tinggi yang sangat bermanfaat mencerahkan wajah yang kusam secara alami dan cepat. Lemon juga membantu mengurangi tanda-tanda penuaan, seperti garis-garis halus, keriput, flek hitam, serta jerawat dan komedo. Tak heran jika lemon sering diekstrak untuk dijadikan bahan dasar dalam skincare-skincare yang berfungsi untuk mencerahkan wajah. Sobat bisa mengonsumsi air lemon yang diseduh dengan air hangat dan ditambahkan sedikit madu. Konsumsi air lemon ini selagi hangat secara rutin. Namun, jika Sobat memiliki permasalahan pada lambung, sebaiknya hindari mengonsumsi lemon.

    Baca Juga: Inilah 4 Khasiat Air Lemon yang Perlu Sobat Ketahui

    6. Yoghurt

    Tak hanya baik bagi usus, tetapi yoghurt ini juga sangat baik untuk mencerahkan kulit karena kandungan asam laktatnya yang berperan sebagai pemutih kulit alami. Tak heran jika banyak orang menggunakan yoghurt sebagai masker alami yang dapat membantu mencerahkan wajah dengan cepat. Namun sebenarnya, Sobat juga harus mengonsumsi yoghurt secara rutin sebagai perawatan dari dalam.

    Nah, itu tadi 6 makanan sehat yang dapat Sobat jadikan sebagai cara mencerahkan wajah. Selain itu, imbangi dengan pola makan makanan sehat sehingga Sobat bisa mendapatkan wajah yang cerah dengan cepat. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat bagi Sobat. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut soal makanan sehat pencerah wajah dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Jangan lupa untuk menyaksikan Webinar Prosehat tanggal 4 November 2020 bertemakan kecantikan, dengan salah satu narasumber dr. Sonia Wibisono. Untuk pendaftaran bisa dilakukan di: https://s.id/CantikWanitaIndonesia.

     

    Sumber:
    merdeka.com/sehat/7-makanan-sehat-pencerah-kulit.html
    vemale.com/cantik/56372-10-makanan-terbaik-untuk-memutihkan-kulit-dari-dalam.html

    Read More
  • Liburan panjang akhir pekan atau long weekend di Indonesia kembali lagi, yaitu pada 28 Oktober-30 Oktober 2020. Libur itu sendiri merupakan hari libur nasional, yaitu Maulid Nabi SAW yang jatuh pada hari Kamis, 29 Oktober 2020, dan oleh pemerintah dijadikan sebagai cuti bersama. Hal ini tentu saja akan mengakibatkan lonjakan orang-orang yang akan bepergian di […]

    Liburan Panjang Akhir Pekan Bulan Oktober? Yuk, Di Rumah Aja!

    Liburan panjang akhir pekan atau long weekend di Indonesia kembali lagi, yaitu pada 28 Oktober-30 Oktober 2020. Libur itu sendiri merupakan hari libur nasional, yaitu Maulid Nabi SAW yang jatuh pada hari Kamis, 29 Oktober 2020, dan oleh pemerintah dijadikan sebagai cuti bersama. Hal ini tentu saja akan mengakibatkan lonjakan orang-orang yang akan bepergian di saat pandemi  Corona masih jauh dari kata selesai atau berakhir. Perlu diketahui, hingga Selasa, 27 Oktober 2020, jumlah penderita Corona di Indonesia berjumlah 396.454, dengan perincian sembuh sebanyak 322.248 dan meninggal sebanyak 13.512 orang. Dikhawatirkan dengan jumlah yang masih terus menaik setiap harinya, long weekend di bulan Oktober ini malah akan menambah kembali jumlah penderita virus asal Wuhan tersebut. Tentu saja hal ini malah akan semakin menambah beban dan pekerjaan semua elemen yang terkait termasuk para tenaga kesehatan. Apalagi, vaksin Covid-19 yang direncanakan pada bulan November kemungkinan besar juga akan molor dari jadwal.

    liburan panjang akhir pekan, liburan long weekend

    Baca Juga: Rangkuman Webinar Prosehat Traveling Sehat dan Aman di Era Covid-19

    Dilansir dari akun Instagram @pandemictalks, tercatat dua kali long weekend di masa pandemi Corona terjadi lonjakan kasus. Pada long weekend Idul Fitri 22-25 Mei 2020, tercatat ada 41% kenaikan kasus harian sedangkan pada long weekend Tujuh Belasan atau Hari Kemerdekaan 16-22 Agustus 2020 tercatat ada 21% kenaikan kasus harian. Untuk wilayah Jakarta sendiri yang masih merupakan episentrum penyebaran virus, dua kali long weekend menghasilkan jumlah penderita hingga mencapai 1.114 kasus. Rincian jumlah kenaikannya adalah sebagai berikut:

    Kenaikan jumlah kasus harian dan kumulatif mingguan hingga 93% sejak libur hari Raya Idul Fitri. Kenaikan angka tersebut terjadi pada rentang waktu 10-14 hari. Empat pekan di bulan Juni 2020 menjadi momen penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 dengan angka harian mencapai 1.000. Pada pekan pertama, rata-rata kasus mencapai 674 namun saat pekan kedua melonjak hampir dua kali lipat menjadi 1.013 kasus. Lantas pada pekan ketiga mencapai 1.088 kasus, dan pekan keempat mencapai 1.159 kasus, dan angka tersebut menjadi rekor baru pasca-libur Lebaran. Ketika long weekend Hari Kemerdekaan tiba, angka kenaikan  tidak terjadi secara langsung namun ada pertambahan drastis saat memasuki bulan September. Pekan pertama September tercatat sudah 3.500 kasus lalu berlanjut di bulan kedua  dengan angka rata-rata 4.000 kasus. Selanjutnya pada pekan ketiga September angka kenaikan nyaris menyentuh 5.000 kasus sehingga benar-benar mengkhawatirkan. Karena itulah, di Jakarta diberlakukan kembali PSBB seperti di awal pandemi.

    Menyikapi jumlah penderita Corona yang bakal menaik setelah long weekend Oktober ini, Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo, akan meminta pemerintah pusat dan daerah untuk berkoordinasi mengenai protokol kesehatan. Juru bicara Satgas Covid-19, Profesor Wiku Adisasmito juga mengingatkan masyarakat supaya tidak berkerumun selama libur panjang dan selalu melaksanakan 3M, mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak yang selama ini dianjurkan. Ia juga meminta pengelola tempat wisata harus memfasilitas penerapan protokol kesehatan seperti membatasi tingkat okupansi atau kapasitas terisi maksimal 50% dari total kapasitas. Pengelola tempat wisata juga harus menyediakan sarana mencuci tangan di banyak titik, merenggangkan jarak antar pengunjung, dan mengawasi pengunjung agar memakai masker di tempat umum sehingga panen kasus dan pecah rekor Covid-19 tidak terjadi lagi.

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

    Selain Doni dan Profesor Wiku, Mendagri Tito Karnavian juga meminta masyarakat liburan di rumah saja atau sebaiknya melakukan tes PCR terlebih dahulu jika ingin berlibur supaya tidak tertular dan penyebaran bisa diminimalkan.

    Produk Terkait: Layanan PCR-Rapid Test di Rumah atau Kantor

    Jika melihat gambaran di atas, untuk Sobat Sehat sebaiknya pikir-pikir dahulu jika memang ingin liburan di akhir pekan yang panjang karena cuti bersama dari pemerintah ini. Mengapa? Berikut ini adalah beberapa alasannya seperti dilansir dari @pandemictalks.

    Risiko Penularan Virus yang Tinggi

    Mengapa? Sobat ketika ke luar rumah tentunya akan berada di tempat yang ramai dan tertutup. Pada tempat yang seperti potensi tertular virus sangat besar sekali karena ventilasi tempat yang buruk, durasi keberadaan di tempat tersebut dalam waktu yang lama, dan berada di keramaian pada jarak yang berdekatan.

    Bertemu orang, saudara, atau teman yang tidak diketahui riwayat perjalanannya

    Hal ini sangat mungkin sekali jika Sobat memaksakan tetap keluar rumah saat long weekend demi menikmati liburan. Orang-orang yang Sobat temui itu tentu tidak diketahui riwayat perjalanannya, dan apakah ketika melakukan perjalanan itu dia sudah menerapkan protokol kesehatan? Tentu hal ini yang harus menjadi perhatian. Sebab, kemungkinan besar dia adalah OTG. Yang perlu juga diperhatikan meskipun Sobat sudah melakukan rapid test dan PCR, hal itu nyatanya tidak menjamin akan kebal, dan rasa bahagia yang timbul sebagai akibat efek liburan tidak menjamin imunitas tubuh kuat dan kebal juga.

    Baca Juga: Cara Mendapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

    Semakin tinggi mobilitas, semakin virus menyebar

    Hal ini tidak salah jika berkaca pada libur-libur akhir pekan panjang sebelumnya. Liburan pada masa seperti ini memang akan membuat mobilitas manusia menjadi tinggi. Karena itu, salah satu caranya adalah menghentikan mobilitas hingga 80%. Hal itu tentu akan diperparah dengan banyaknya kerumunan di sejumlah titik seperti di jalan, tempat pemberhentian, rumah makan, penginapan, dan termasuk juga tempat wisata yang menjadi episentrum.

    Munculnya kluster liburan dan kluster keluarga

    Tidak pelak libur long weekend tentunya juga akan menciptakan  kluster liburan dan kluster keluarga. Hal ini tentu cukup membahayakan karena kluster yang tercipta tanpa diketahui akan menjadi penyebar virus bagi orang-orang di sekitar sehingga menambah kembali jumlah kenaikan. Foto-foto di media sosial mengenai liburan akan semakin menambah masyarakat berlibur di tengah pandemi karena kebanyakan dari mereka belum begitu yakin mengenai pandemi; nyata atau tidak. Foto-foto juga akan menciptakan ilusi bahwa pandemi sudah kelar, dan akhirnya pandemi benar-benar jauh dari kata selesai.

    Lalu apa yang harus dilakukan saat long weekend tiba?

    Yang perlu Sobat lakukan adalah sebagai berikut:

    • Liburan di rumah saja
    • Rencanakan kegiatan yang positif dan kreatif di rumah dengan keluarga
    • Yakinkan dan jelaskan bahwa liburan di rumah merupakan langkah yang bijak demi keluarga dan keselamatan sosial bersama
    • Jika ada ajakan silaturahmi secara fisik, tolaklah dengan sopan, dan ganti saja dengan cara digital

    Baca Juga: 7 Cara Melakukan Self-Isolation yang Tepat Saat Wabah Corona

    Itulah Sobat pentingnya untuk tetap di rumah saja selama libur long weekend bulan Oktober. Supaya Sobat tidak terkena virus selalu melaksanakan 3 M, mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak serta menjalankan perilaku hidup bersih sehat. Nah, supaya liburan Sobat Sehat di rumah makin seru jangan lupa juga manfaatkan kesempatan berbelanja produk-produk kesehatan di Prosehat dengan promo-promo yang menarik tentunya. Sobat bisa juga memanfaatkan layanan vaksinasi ke rumah, serta juga dapat melakukan rapid test dan PCR swab juga di rumah supaya Sobat tetap aman dan sehat serta terhindar dari penularan Covid-19. Untuk info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. VIVA P. Long Weekend Oktober, Jangan Sampai Kasus COVID-19 Pecah Rekor Lagi [Internet]. Viva.co.id. 2020 [cited 27 October 2020]. Available from: https://www.viva.co.id/gaya-hidup/kesehatan-intim/1313729-long-weekend-oktober-jangan-sampai-kasus-covid-19-pecah-rekor-lagi
    2. Satgas: Jangan Ada Panen Kasus Covid-19 Usai <em>Long Weekend</em> |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2020 [cited 27 October 2020]. Available from: https://republika.co.id/berita/qfd2s8354/satgas-jangan-ada-panen-kasus-covid19-usai-emlong-weekendem
    3. Dua Kali <em>Long Weekend</em> Hasilkan Seribuan Kasus Covid di DKI |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2020 [cited 27 October 2020]. Available from: https://republika.co.id/berita/qfwl9v409/dua-kali-emlong-weekendem-hasilkan-seribuan-kasus-covid-di-dki
    4. [Internet]. 2020 [cited 27 October 2020]. Available from: https://www.instagram.com/p/CGyVbhAgR78/
    Read More
  • Perlukah memakai sunscreen ketika sedang WFH saat pandemi ini? Tentu saja banyak Sobat Sehat yang pasti bertanya-tanya. Jawabannya tentu saja perlu. Banyak alasan yang mengharuskan Sobat untuk tetap memakai sunscreen walaupun sedang di rumah saja. Apa sajakah alasan-alasan itu? Yuk, mari simak! Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat Work From Home Selama Bulan Ramadan Alasan […]

    Perlunya Memakai Sunscreen di Rumah dan Cara Memilihnya

    Perlukah memakai sunscreen ketika sedang WFH saat pandemi ini? Tentu saja banyak Sobat Sehat yang pasti bertanya-tanya. Jawabannya tentu saja perlu. Banyak alasan yang mengharuskan Sobat untuk tetap memakai sunscreen walaupun sedang di rumah saja. Apa sajakah alasan-alasan itu? Yuk, mari simak!

    memakai sunscreen di rumah

    Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat Work From Home Selama Bulan Ramadan

    Alasan Memakai Sunscreen di Rumah

    Mencegah Kanker Kulit

    Meskipun Sobat sedang berada di dalam rumah, dan keluar hanya untuk keperluan tertentu, tetap saja sunscreen harus dipakai. Perlu Sobat ketahui ada dua jenis paparan sinar matahari yang merusak kulit, yaitu UV A jarak panjang dan UV B jarak pendek. Kebanyakan jendela mampu menyaring sinar UV sehingga Sobat tidak akan terbakar sinar matahari saat duduk di samping jendela. Akan  tetapi, sinar UV A ini mampu menembus melalui jendela, dan sinar UV A diketahui lebih berbahaya karena dapat menurunkan tingkat kolagen secara drastis dan berisiko menyebabkan kanker kulit.

    Mencegah Kulit Rusak

    Pada masa WFH, Sobat akan menghabiskan waktu lebih banyak di depan perangkat elektronik seperti komputer atau laptop. Perangkat elektronik tentunya akan mengeluarkan sinar biru yang dapat menghasilkan radikal bebas yang merusak kulit. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sinar biru dapat menyebabkan hiperpigmentasi, keriput, menghasilkam radikal bebas, molekul tidak stabil yang dapat membunuh kolagen dan merusak kulit. Selain itu, studi membuktikan bahwa terlalu banyak sinar biru dapat memengaruhi tidur dengan menekan sekresi melatonin yang merupakan hormon penyebab kantuk.Karena itu, penting sekali untuk memakai sunscreen walaupun berada di rumah saja.

    Mencegah Penuaan Dini

    Paparan sinar ultraviolet ternyata juga bisa menyebabkan penuaan dini, hiperpigmentasi, dan lingkar hitam yang muncul di bagian wajah meskipun Sobat di rumah saja. Efek sinar ultraviolet tergantung pada beberapa lama Sobat terkena paparan, dan jika serius bisa mengakibatkan kanker kulit. Gunakan sunscreen yang mengandung SPF 30 untuk mencegah paparan langsung maupun tidak langsung.

    Produk Terkait: Parasol Sunscreen Lotion SPF 30

    Cara Memilih Sunscreen di Rumah yang Tepat

    Setelah Sobat Sehat mengetahui pentingnya pemakaian sunscreen di rumah kini saatnya Sobat mengetahui cara memilih sunscreen yang tepat untuk di rumah selama WFH. Apa saja itu? Yuk, mari simak!

    Pilih Kadar SPF-nya

    Kadar SPF merupakan faktor paling penting dalam memilih sunscreen atau tabir surya. SPF ini mengukur berapa banyak UVB yang bisa difilter oleh sunscreen. Pilih minimal yang kadar SPF-nya 30 karena mampu menyaring 97% sinar UVB. Biasanya make-up atau pelembap hanya mengandung 15-25 SPF. Itu berarti cahaya yang disaring hanya sekitar 90%. Pakailah sunscreen pada semua area yang terkena paparan sinar matahari, baik di luar maupun di dalam ruangan. Untuk UVA pakailah sunscreen dengan 4 bintang.

    Ketahui Kapasitas untuk Menangkal UVA dan UVB

    Biasanya SPF untuk menangkal UVB memiliki skala 2-100 sedangkan rating bintang digunakan untuk mengukur kemampuan filter UVA, dengan rating dari 1-5 bintang yang artinya semakin tinggi semakin baik. Hal ini menunjukkan bahwa sunscreen UVA bekerja 1/3 dari sunscreen UVB. Mengenai tanda ada juga botol yang memakai simbol lingkaran dengan tulisan UVA pada kemasanya. Supaya tidak bingung carilah label ‘’broad spectrum” atau “UVA” dan “UVB”. Keduanya menunjukkan kemampuan sunscreen menyaring sinar UVA dan UVB. UVA diketahui dapat menyebabkan penuaan diri, keriput, dan bercak hitam sedangkan UV membuat kulit terbakar.

    Baca Juga: 7 Cara Merawat Kulit dari Dalam

    Perhatikan Masa Kedaluwarsa

    Mengetahui dan memperhatikan masa kedaluwarsa juga penting untuk memilih sunscreen yang tepat ketika di rumah saja karena semakin baru sebuah tabir Suraya semakin efisien dan optimal perlindungannya. Ketika akan membeli cobalah teliti terlebih dahulu. Pilih tanggal produksi yang paling baru karena kandungan pelindung di  dalam sunscreen cepat rusak. Hindarilah produk yang mendekati tanggal kedaluwarsa meski diskonnya menggiurkan. Masa kedaluwarsa tabir surya itu biasanya dihitung dari 2-3 tahun sesudah masa produksi. Apabila yang sudah kedaluwarsa dipaksakan untuk dipakai, Sobat nantinya akan merasa gatal-gatal.

    Jangan Terkecoh Merek

    Banyak dari Sobat Sehat yang sudah pasti akan melihat terlebih dahulu merek ketika akan membeli produk termasuk juga sunscreen. Sebenarnya ini tidak bisa menjadi patokan asalkan Sobat memakainya dengan benar. Percuma saja jika Sobat membeli sunscreen dengan merek ternama namun pemakaiannya tidak optimal. Efek yang diinginkan pun tidak ada sama sekali.

    Gunakan dengan Baik

    Supaya hasilnya bagus gunakanlah sunscreen dengan jumlah yang cukup. Panduannya adalah sebagai berikut:

    • Untuk orang dewasa pakai sunscreen sebanyak 2 sendok teh untuk wajah, lengan, dan leher. Jika sedang berenang pakailah sebanyak 2 sendok makan untuk keseluruhan badan
    • Pakailah sunscreen sebanyak dua kali ketika hendak keluar ruangan saat matahari terik. Durasi terbaik adalah 30 menit sebelum pergi dan saat mau ke luar ruangan. Jangan lupa oleskan di leher, telinga, dan juga kulit kepala apabila ternyata Sobat mempunyai kepala botak. Pakailah topi untuk melindungi kepala.
    • Pakailah ulang sunscreen saat berada di luar ruangan dalam waktu yang lama semisal ketika berenang begitu keluar dari air, atau pakailah sunscreen tiap dua jam sekali jika Sobat mempunyai profesi yang kebanyakan bekerja di luar kantor.

    Perhatikan Jenis Kulit

    Yang terakhir adalah perhatikan jenis kulit. Jenis kulit ini sangat penting dan akan memengaruhi pemakaian sunscreen. Kalau Sobat memiliki jenis kulit wajah berjerawat atau berminyak pakailah sunscreen yang memilki label non-comedogenic atau berbahan dasar air (water-based). Untuk kulit kering biasanya membutuhkan pelembap saat memakai sunscreen atau sunscreen yang mengandung hyaluronic acid atau ceramides. Sedangkan pada kulit sensitif membutuhkan sunscreen mineral maupun sunscreen yang mengandung zinc oxide dan titanium dioxide.

    Baca Juga: Takut Wajah Berjerawat? Ikuti 6 Langkah Mencegah Jerawat

    Nah, itulah alasan mengenai pentingnya memakai sunscreen di rumah selama WFH beserta cara memilihnya. Untuk lebih dalam mengenai sunscreen silakan sobat tonton video berikut ini, dan jangan lupa subscribe Youtube Prosehat.

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai sunscreen dan pelembap kulit dan wajah lainnya serta produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. 3 Alasan Wajib Pakai Sunscreen Meski di Rumah Aja [Internet]. Solopos.com. 2020 [cited 21 October 2020]. Available from: https://www.solopos.com/3-alasan-wajib-pakai-sunscreen-meski-di-rumah-aja-1064599
    2. Indonesia C. Perlukah Mengaplikasikan Sunscreen Selama WFH dalam Ruangan? [Internet]. Cosmopolitan Indonesia. 2020 [cited 21 October 2020]. Available from: https://www.cosmopolitan.co.id/article/read/4/2020/19559/perlukah-mengaplikasikan-sunscreen-selama-wfh-dalam-ruangan
    3. 7 Cara Memilih Sunscreen untuk Pemakaian di Badan dan Wajah [Internet]. Rukita. 2020 [cited 21 October 2020]. Available from: https://www.rukita.co/stories/memilih-sunscreen/
    Read More
  • Virus dan bakteri adalah kata-kata yang sering terdengar di telinga kita terutama jika berhubungan dengan dunia kesehatan. Namun, apakah Sobat Sehat sudah mengetahui bahwa keduanya ternyata serupa tapi tak sama. Sebagian orang menganggap keduanya sama karena keduanya adalah mikroba yang kerap menimbulkan berbagai penyakit. Tak hanya penyakit, baik virus maupun bakteri juga bisa menyebabkan infeksi […]

    Virus dan Bakteri, Perbedaan dan Cara Mencegah Infeksinya

    Virus dan bakteri adalah kata-kata yang sering terdengar di telinga kita terutama jika berhubungan dengan dunia kesehatan. Namun, apakah Sobat Sehat sudah mengetahui bahwa keduanya ternyata serupa tapi tak sama. Sebagian orang menganggap keduanya sama karena keduanya adalah mikroba yang kerap menimbulkan berbagai penyakit. Tak hanya penyakit, baik virus maupun bakteri juga bisa menyebabkan infeksi yang berujung pada komplikasi serius di dalam tubuh manusia dan bersifat menular. Mereka juga bisa hidup di dalam atau di permukaan tubuh manusia, serta memiliki berbagai bentuk dan struktur.

    virus dan bakteri

    Baca Juga: 5 Cara Tingkatkan Imun untuk Lawan Corona

    Contoh terkini yang familiar dibicarakan sekarang ini adalah Covid-19 salah satu jenis virus Corona, yaitu virus SARS CoV-2. Masyarakat pun mengetahui namun tetap saja kerap menyamakan dengan bakteri. Karena itulah, supaya tidak tercampur aduk dan salah kaprah mengenai keduanya, yuk Sobat Sehat, marik simak perbedaan mengenai virus dan bakteri.

    Perbedaan virus dan bakteri

    Ukuran dan bentuk

    Ukuran adalah perbedaan dasar pertama bagi keduanya. Jika dilihat dari ukurannya, virus merupakan mikroorganisme yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan bakteri. Selain ukuran, keduanya juga memiliki wujud yang berbeda. Bakteri berbentuk batang sel tunggal yang memiliki DNA. Struktur pembentuknya pun sangat sederhana karena tidak memiliki inti dan kerangka sel, dan dapat dilihat melalui mikroskop cahaya.  Bakteri biasanya bereproduksi dengan cara membelah diri di berbagai macam lingkungan serta tidak harus menginvasi sel hidup yang sehat. Untuk virus, ia tidak ada membran sel, dan biasanya mengandung asam nukleat yang genetiknya bisa RNA, bisa juga DNA. Karena tidak memiliki membran sel inilah virus membutuhkan sel untuk bertahan hidup dan mereplikasi dirinya sendiri sehingga ia akan menyerang sel hidup yang sehat untuk dijadikan sebagai rumah atau inang yang selanjutnya digunakan untuk bertahan hidup dengan memperbanyak diri. Virus sendiri hanya bisa dilihat melalui mikroskop elektron.

    Penyakit yang Ditimbulkan

    Karena tugasnya adalah merusak sel-sel hidup yang sehat, virus dapat menyebabkan penyakit yang tidak bisa disembuhkan dan mematikan, dan hanya bisa dicegah melalui vaksinasi. Contoh dari penyakit-penyakit yang ditimbulkan oleh virus adalah HIV, Ebola, HPV, Influenza, kanker, dan terakhir Corona. Sebagian dari penyakit-penyakit tersebut sudah ada vaksinnya namun untuk Corona atau Covid-19 belum ada dan masih dalam pengembangan. Hal ini tentu saja berbeda pada bakteri yang memang tidak mempunyai kemampuan mutasi sebagus virus. Bakteri pun dikelompokkan ke dalam dua jenis, yaitu bakteri pembawa penyakit dan bakteri pemberi manfaat. Dalam beberapa kasus, ada penyakit-penyakit yang disebabkan oleh bakteri berakibat fatal, namun melalui penanganan medis yang tepat penyakit yang disebabkan oleh bakteri bisa disembuhkan. Contoh penyakit-penyakit ini adalah: Tuberkulosis, Meningitis, Sepsis dan Leptospirosis.

    Baca Juga: 10 Penyakit Karena Banjir yang Perlu Diwaspadai

    Status

    Apakah virus dan bakteri merupakan makhluk hidup? Hingga saat ini peneliti masih terus mencari jawaban mengenai virus; apakah makhluk hidup atau bukan? Sifat virus yang seperti zombie dan menyerang sel sehat untuk dijadikan sebagai inang membuat para peneliti masih meragukan status hidup virus, dan akhirnya disimpulkan bahwa virus bukan merupakan makhluk hidup. Hal ini tentu saja berbeda halnya dengan bakteri yang sudah bisa dimasukkan sebagai makhluk hidup yang tidak perlu membutukan inang untuk berkembang biak.

    Manfaat Keduanya

    Untuk urusan manfaat, baik virus maupun bakteri jelas mempunyain perbedaan. Virus sendiri karena sifatnya yang lihai dalam bermutasi serta susah ditaklukkan akhirnya dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai antivirus. Antivirus ini berupa virus yang sudah dilemahkan untuk digunakan melawan virus itu sendiri. Dapat disimpulkan bahwa antivirus hanya untuk mencegah penyebaran virus supaya semakin tidak massif. Perbedaan yang cukup jauh terlihat pada bakteri yang malah oleh manusia bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari seperti pada pengolahan makanan. Perlu diketahui makanan seperti keju, acar, dan tempe memanfaatkan bakteri. Selain di sektor pangan, bakteri juga dimanfatkan pada sektor pengolahan limbah hingga medis dan sains.

    Pengobatan

    Pengobatan pada keduanya juga berbeda. Virus bisa diobati dengan memanfaatkan virus yang sudah dilemahkan untuk melawan virus jahat, dan tentu saja melalui antivirus berbentuk vaksinasi. Antivirus ini dirancang untuk melawan dengan mengganggu kemampuan regenerasi virus dan melemahkan serangan virus terhadap sel-sel sehat. Sementara itu, bakteri bisa diobati dengan antibiotik yang bekerja dengan mengganggu salah satu fungsi vital sel bakteri. Meskipun demikian berhati-hatilah dalam menggunakan antibiotik sebab bakteri bisa resisten terhadap obat tersebut. Untuk infeksi yang disebabkan oleh virus dan bakteri bisa dicegah dengan menggunakan vaksin.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi ke Rumah

    Bagaimana Cara Mencegahnya?

    Pepatah mengatakan: pencegahan lebih baik daripada mengobati. Karena itulah, virus dan bakteri pun sebenarnya bisa dicegah tanpa harus dilakukan tindakan pengobatan yang belum tentu memberikan hasil yang maksimal.

    Rutin Mencuci Tangan

    Cara pertama untuk mencegah keduanya adalah rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan cairan pembersih tangan yang setidaknya mengandung 60% alkohol. Berdasarkan sebuah penelitian pada 2018 mencuci tangan yang benar mengurangi jumlah bakteri dan virus dengan cara membunuh dan menghilangkannya dari kulit. Lalu bagaimana jika tidak ada alkohol? Sobat Sehat tentunya bisa menggunakan beberapa bahan berikut sebagai alternatif, yaitu:

    Produk Terkait: Jual Hand Sanitizer

    Cuka

    Cuka bisa menjadi alternatif pembersih mikroba alami, dan terbuat dari asam asetat yang memiliki daya pembersih. Asam asetat juga dapat membunuh mikroba. Keasaman yang tinggi membuat cuka bisa membunuh bakteri di permukaan benda.

    Lemon

    Lemon mengandung asam sitrat yang dapat bekerja sama seperti sabun. Buah ini dapat digunakan untuk membersihkan permukaan yang tidak berpori dan memurnikan logam yang teroksidsi seperti panci dan wajah tembaga. Studi juga menunjukkan bahwa lemon dapat mengurangi bakteri pada permukaan yang keras meskipun kurang efektif jika dibandingkan dengan cuka.

    Minyak esensial

    Selain berkhasiat sebagai obat penyembuh, minyak esensial ternyata dapat juga melawan bakteri dengan membunuhnya pada benda mati. Kemungkinan minyak esensial berpotensi dijadikan sebagai antibiotik di masa yang akan datang.

    Produk Terkait: Jual Owellness Calming Diffuser Oil 10 ml

    Uap Air

    Uap air yang tercipta dari air dan panas dapat menjadi desinfektan alami. Saat air dipanaskan secara alami lebih dari 90 derajat Celcius, maka dapat membunuh bakteri dan virus pada permukaan yang keras dan lunak. Butuh waktu hingga 20 detik untuk membuat virus dan bakteri mati saat terpapar uap air.

    Hindari Menyentuh wajah dan Tutuplah Mulut Saat Batuk dan Bersin

    Selain mencuci tangan, hindarilah menyentuh wajah karena virus dan bakteri bisa memasuki tubuh melalui selaput lendir di wajah. Selain itu, tutuplah mulut saat batuk dan bersin karena tetesan cairan yang keluar saat saat batuk dan bersin bisa menyebarkan bakteri dan virus. Jika kita sedang sakit, sebaiknya tetap berada di rumah dan menjauh dari orang lain untuk menghindari penyebaran virus dan bakteri.

    Baca Juga: Langganan Batuk dan Pilek? Ini 9 Cara Tepat Mencegahnya

    Nah, itulah Sobat Sehat perbedaan virus dan bakteri dan cara mencegahnya. Pengobatan yang bisa dilakukan tentu saja melalui vaksinasi, dan Sobat bisa memanfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Ketahui 6. 6 Perbedaan Virus dengan Bakteri yang Wajib Kamu Ketahui [Internet]. Blog Hotel Bobobox Indonesia. 2020 [cited 20 October 2020]. Available from: https://www.bobobox.co.id/blog/perbedaan-virus-bakteri/
    2. Mengenal Perbedaan Antara Virus dan Bakteri – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 20 October 2020]. Available from: https://tirto.id/mengenal-perbedaan-antara-virus-dan-bakteri-eH4m
    3. Penting! Ini 7 Perbedaan Virus dan Bakteri Sesuai Penjelasan Peneliti [Internet]. 99 Berita Properti. 2020 [cited 20 October 2020]. Available from: https://www.99.co/blog/indonesia/perbedaan-virus-dan-bakteri/
    4. Media K. Terlihat Sama, Apa Beda Virus dan Bakteri? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 20 October 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/03/15/103500868/terlihat-sama-apa-beda-virus-dan-bakteri-?page=all
    5. 5 Antibakteri Alami yang Dapat Membunuh Kuman dan Virus [Internet]. gaya hidup. 2020 [cited 20 October 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200302190718-255-479895/5-antibakteri-alami-yang-dapat-membunuh-kuman-dan-virus
    Read More
  • Awal tahun 2018, menjadi tahun yang memprihatinkan bagi masyarakat Amerika. Pasalnya, tahun ini musim flu mewabah dengan ganas dan menjadi tahun yang paling buruk selama empat tahun terakhir. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan, dalam akhir 2017 yang lalu terdapat 36 negara bagian yang dilanda flu yang semakin meluas penyebaranya dan hampir 2.500 […]

    Musim Flu Telah Datang, Cegah Sekarang Dengan Vaksinasi Flu

    Awal tahun 2018, menjadi tahun yang memprihatinkan bagi masyarakat Amerika. Pasalnya, tahun ini musim flu mewabah dengan ganas dan menjadi tahun yang paling buruk selama empat tahun terakhir. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan, dalam akhir 2017 yang lalu terdapat 36 negara bagian yang dilanda flu yang semakin meluas penyebaranya dan hampir 2.500 orang dirawat di rumah sakit karena gejala flu. Sebanyak 13 anak meninggal dunia akibat virus di musim flu pada laporan tersebut.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Selanjutnya, CDC mengatakan bahwa di seluruh Amerika, sekitar 5% pasien berobat dengan gejala mirip flu. Rumah sakit di California cukup kewalahan akibat musim flu  hingga beberapa apotek kehabisan obat flu. Pada harian Los Angeles Times yang dilansir dari VOA, pejabat-pejabat kesehatan di California mengatakan sebanyak 27 orang dengan usia kurang dari 65 tahun meninggal dunia akibat flu yang sama pada tahun sebelumnya.

    Sebuah konsultan, Challenger, Gray & Christmas, INC mengestimasikan bahwa flu bisa membuat para pekerjanya kehilangan produktivitas dan merugi hingga US$ 9,4 Juta atau Rp 119 miliar. Faktor tersebut dilihat dari jumlah orang dewasa yang sakit di musim flu sebelumnya dan juga rasio jumlah pekerja dengan jumlah penduduk sebanyak 60,1%, rata-rata gaji perjam serta 4 hari cuti untuk tiap pekerja hingga pulih.

    CDC merekomendasikan untuk mengurangi penyebaran flu serta menurunkan potensi kerugian, maka para pekerja yang menderita flu dilarang untuk pergi ke kantor walaupun hanya baru merasakan gejala flu seperti demam, batuk, radang tenggorokan, tubuh sakit, hidung tersumbat atau meler, sakit kepala, dan lemas,. Banyak orang yang mengeluh hidung mampet, tetapi tetap pergi kerja. Sebaiknya, orang-orang yang sakit tetap berada di rumah dan menghindari kontak dengan orang lain. Lalu, tidak lupa untuk istirahat setidaknya 24 jam setelah demam turun.

    CDC dan pejabat kesehatan menyarankan masyarakat untuk melakukan vaksinasi flu. Antibodi yang dibuat digunakan untuk merespons vaksin dari virus flu. Vaksin ini juga bisa memberikan perlindungan untuk diri Anda dari berberapa virus penyebab flu.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu ke Rumah

    Agar tidak terjadi wabah flu di Indonesia,  lakukan 6 langkah mudah yang ampuh mencegah virus flu. Berikut 8 langkahnya:

    1. Cuci Tangan Anda menggunakan sabun atau pembersih tangan.

    Mencuci tangan dengan sabun penting dilakukan di setiap aktivitas Anda karena penularan bakteri dan virus dapat terjadi dimanapun. Pastikan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum makan ataupun sesudah makan.

    2. Beristirahat Dengan Cukup

    Istirahat cukup selama 7-8 jam sehari dapat menghindarkan Anda dari penyakit Flu dan berbagai penyakit lainnya. Tidur juga dapat memberikan manfaat dalam memperbaiki sel dan perubahan hormon di  tubuh, sehingga dapat memperbaiki sistem imun di tubuh kita.

    Baca Juga:

    10 Jenis Vaksinasi Ibu Hamil

    5 Persiapan Sebelum Menikah

    5 Gejala Kanker Serviks

    3. Melakukan Aktivitas Fisik

    Aktivitas fisik dapat dilakukan bagi anda yang sering terkena flu. Cobalah memilih aktivitas fisik yang ringan seperti berlari ataupun berjalan kaki kurang lebih 30 menit setiap hari yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh Anda sehingga terhindar dari penyakit.

    4. Jangan Terlalu Stress

    Stres yang tinggi dapat membuat sistem kekebaan tubuh menurun dan orang mudah terserang berbagai penyakit seperti flu. Mulai dari sekarang, lakukanlah hal yang dapat membuat tubuh menjadi rileks seperti olahraga yoga atau kegiatan lain yang dapat meningkatkan pikiran positif kita sehingga stres pun hilang.

    Baca Juga: Berikut Ini 4 Tips untuk Mengatasi Stres

    5. Memperbanyak Minum Air Putih

    Sesibuk apapun Anda, pastikan untuk memperbanyak minum air putih yang cukup. Air putih dapat memberikan banyak manfaat seperti menghindari kita dari dehidrasi, menjaga kelembaban organ dan kulit, mengurangi tingkat stress serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh Minumlah air putih minimal 8 gelas per harinya.

    6. Melakukan Vaksinasi Flu

    Vaksinasi flu menjadi hal yang terbaik dalam menjaga diri sendiri serta orang-orang disekitar tetap sehat dan terlindungi dari flu. Vaksinasi flu dapat diberikan untuk orang dewasa serta anak-anak diatas usia 6 bulan dan dapat diulang setiap tahunnya.

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Mari cegah bersama-sama musim flu dengan melalukan vaksinasi flu untuk melindungi Anda dan keluarga. Dapatkan layanan vaksinasi di rumah bersama Prosehat. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Sumber:

    1. Kompas.com. “Amerika, Musim Flu Terburuk”. Diakses Pada 8 Maret 2018
    2. VOA. “Musim Flu Parah Landa Amerika”. Diakses Pada 8 Maret 2018
    3. CnnIndonesia. Ratnasari, Elise Dwi. “Wabah Flu, AS Larang Pekerja yang Sakit Pergi ke Kantor”. Diakses Pada 8 Maret 2018
    4. Tanyadok. Suci, Hygiena Kumala. “Aduh… Flu Nih!!!”. Diakses pada 8 Maret 2018
    5. TanyaDok. “8 Jurun Ampuh Cegah Flu”. Diakses pada 8 Maret 2018
    6. Tanyadok. Visnu, Jodi. “Perlunya Suasana Bebas Stress dalam Keluarga”. Diakses pada 8 Maret 2018
    7. Tanyadok. Kumala, Vinka. “Air VS Minuman Lain”. Diakses pada 8 Maret 2018
    Read More
  • Batuk, pilek, nyeri tenggorokan, demam, dan nyeri kepala, pasti pernah dirasakan oleh Sobat, gejala yang disebutkan tadi bisa jadi beberapa gejala dari penyakit influenza. Penyakit ini memang sudah tidak lazim didengar, sering juga disebut sebagai penyakit flu, yaitu suatu penyakit yang menyerang sistem pernafasan, disebabkan oleh virus influenza dan bersifat mudah menular. Penularan terjadi melalui […]

    Kenali Pentingnya Vaksin Influenza

    Batuk, pilek, nyeri tenggorokan, demam, dan nyeri kepala, pasti pernah dirasakan oleh Sobat, gejala yang disebutkan tadi bisa jadi beberapa gejala dari penyakit influenza. Penyakit ini memang sudah tidak lazim didengar, sering juga disebut sebagai penyakit flu, yaitu suatu penyakit yang menyerang sistem pernafasan, disebabkan oleh virus influenza dan bersifat mudah menular. Penularan terjadi melalui percikan air liur jarak dekat baik dari udara maupun kontak dengan bekas percikaan penderita saat batuk atau bersin.

    vaksin influenza

    Baca Juga: Langganan Batuk dan Pilek? Ini 9 Cara Tepat Mencegahnya

    Gejala yang ditimbulkan bisa ringan hingga berat, sehingga ada kasus yang mungkin membutuhkan rawat inap di rumah sakit, bahkan ada juga yang dapat menyebabkan kematian. Gejala yang berat seringkali akibat adanya komplikasi dari penyakit ini, risiko komplikasi pada penyakit influenza meningkat pada penderita dengan usia lebih dari 65 tahun, anak di bawah 5 tahun serta seseorang dengan kondisi medis tertentu sebelumnya. Angka kejadian penyakit ini paling sering ditemukan pada anak usia sekolah, sekitar 5-18 tahun namun sangat jarang menimbulkan gejala yang berat.

    Vaksin influenza merupakan salah satu cara terbaik untuk mencegah terjadinya penyakit flu. Vaksin dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia dengan cara memasukan virus ke dalam tubuh. Virus yang dimasukan ini sudah diinaktivasi atau dilemahkan terlebih dahulu sehingga tidak akan membahayakan lagi. Saat sistem kekebalan tubuh sudah mengenal jenis virus tersebut, maka ketika ada virus sebenarnya yang menyerang tubuh, akan lebih mudah bagi tubuh kita untuk segera melawannya. Terdapat dua jenis vaksin influenza yaitu vaksin trivalen dan vaksin quadrivalen. Vaksin trivalent berfungsi untuk melindungi dari dua jenis virus influenza tipe A, H1N1 dan H3N2, serta satu virus influenza tipe B. Bedanya, vaksin quadrivalen dilengkapi oleh dua jenis virus influenza tipe B.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Influenza ke Rumah

    Pemberian vaksin influenza sebaiknya diulang setiap setahun sekali, karena virus influenza mudah untuk bermutasi, sehingga isi dari vaksin pun akan berbeda setiap tahunnya, hal ini ditentukan oleh pertimbangan para ahli yang dapat memprediksi jenis virus influenza apa saja yang akan menyebabkan penyakit paling banyak pada tahun itu. Vaksinasi bisa dilakukan kapan saja namun dianjurkan sebelum terjadinya puncak tertinggi angka kejadian kasus influenza, sehingga biasanya diberikan pada akhir bulan Oktober. Untuk anak yang berusia 6 bulan hingga 8 tahun yang belum pernah mendapatkan vaksin influenza memerlukan 2 dosis yang diberikan dalam jarak 4 minggu, diulang dengan dosis yang sama.

    Vaksin dapat diberikan pada semua orang berusia lebih dari 6 bulan, terutama pada:

    • Anak berusia 6 bulan hingga 4 tahun,
    • Seseorang berusia lebih dari 50 tahun,
    • Seseorang dengan penyakit kronis paru-paru (termasuk asma), jantung (selain hipertensi), ginjal, hati, saraf, darah, dan kelaianan metabolik seperti diabetes,
    • Seseorang dengan kondisi imunokompromais seperti pengidap HIV/AIDS,
    • Wanita yang sedang atau akan hamil pada puncak musim influenza,
    • Seseorang dengan obesitas berat (BMI >40 kg/m2)
    • Petugas kesehatan yang memiliki kontak dengan penderita influenza.

    Sedangkan pemberiannya harus berhati-hati pada seseorang yang sedang sakit, baik dengan atau tanpa demam, memiliki riwayat mengalami sindrom Guillain-Barre dalam 6 minggu sebelumnya, riwayat asma, dan alergi telur karena telur merupakan salah satu komponen dari vaksin influenza.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Vaksin influenza memiliki angka keefektifan yang cukup tinggi yaitu dapat mengurangi 60% angka kejadian kasus pada orang yang dibawah 65 tahun, dapat menurunkan 50-60% angka rawat inap pada orang lanjut usia, serta 80% efektif untuk mencegah terjadinya kematian pada orang lanjut usia.

    Sekilas memang gejala Coronavirus Diseases 2019 (COVID-19) yang menjadi pandemi baru-baru ini sangat mirip dengan influenza, yaitu batuk, pilek, demam, dan nyeri kepala, namun jenis virus penyebab kedua penyakit ini berbeda. Vaksin influenza hanya efektif untuk mengurangi angka kejadian kasus batuk pilek yang disebabkan oleh berbagai jenis virus influenza, namun tidak efektif untuk batuk pilek yang disebabkan oleh COVID-19. Vaksin untuk COVID-19 sendiri saat ini belum ada, masih dalam proses pembuatan oleh para ahli. Cara paling efektif untuk menjaga diri Sobat dan orang sekitar dari COVID-19 adalah dengan rajin mencuci tangan, batuk pada bagian dalam siku Sobat, serta menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang yang sedang batuk atau bersin.

    Baca Juga: Pilek Bisakah Dicegah dengan Vaksin Influenza?

    Sobat juga bisa melakukan vaksinasi influenza di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Untuk informasi kesehatan lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. About Flu | CDC [Internet]. 2020 [cited 2020 Mar 3]. Available from: cdc(dot)gov/flu/about/index.html
    2. Hamborsky J, Kroger A, Wolfe C. Epidemiology and Prevention of Vaccine-preventable Diseases. Centers for Disease Control and Prevention; 2015. 376 p.
    3. CDC. Children & Influenza (Flu) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2019 [cited 2020 Mar 3]. Available from: cdc(dot)gov/flu/highrisk/children.htm
    4. ACIP. Prevention and Control of Seasonal Influenza with Vaccines: Recommendations of the Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP). CDC; 2019.
    5. Influenza (Seasonal) [Internet]. [cited 2020 Mar 3]. Available from: who(dot)int/news-room/fact-sheets/detail/influenza-(seasonal)
    6. CDC. Who Should and Who Should NOT Get Vaccinated [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2019 [cited 2020 Mar 3]. Available from: cdc(dot)gov/flu/prevent/whoshouldvax.htm
    7. Q&A on coronaviruses (COVID-19) [Internet]. [cited 2020 Mar 4]. Available from: who(dot)int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses
    Read More
  • Pengembangan vaksin COVID-19 masih menjadi harapan besar seluruh dunia saat ini sebagai salah satu bentuk pencegahan. Indonesia berencana mulai melakukan vaksinasi pada bulan November 2020. Sebelum vaksin berhasil dikembangkan, cara terbaik yang bisa dilakukan sekarang ini adalah mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak serta melakukan test, tracing, dan treatment sebagai langkah pencegahan tambahan. Cara […]

    Golongan Darah O Kebal Terhadap Corona?

    Pengembangan vaksin COVID-19 masih menjadi harapan besar seluruh dunia saat ini sebagai salah satu bentuk pencegahan. Indonesia berencana mulai melakukan vaksinasi pada bulan November 2020. Sebelum vaksin berhasil dikembangkan, cara terbaik yang bisa dilakukan sekarang ini adalah mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak serta melakukan test, tracing, dan treatment sebagai langkah pencegahan tambahan. Cara mencegah lainnya adalah dengan menjalankan pola hidup bersih dan sehat seperti mengonsumsi makanan dan minuman yang bergizi dan bernutrisi, berolahraga, serta tidak mengalami stres yang dikhawatirkan akan menurunkan imun tubuh sebagai benteng alami pertahanan terhadap Corona.

    golongan darah o

    Baca Juga: 5 Mitos yang Perlu Sobat Ketahui tentang Covid-19

    Selain pencegahan-pencegahan di atas, kabar terbaru berdasarkan sebuah hasil studi menyatakan bahwa golongan darah yang dimiliki seseorang ternyata juga berpengaruh pada kekebalan tubuh dalam menghadapi Corona. Golongan darah terdiri dari empat, yaitu A, AB, B, dan O. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa golongan darah O adalah golongan darah yang mampu menyumbangkan darah untuk kegiatan donor darah atau saat operasi pada semua golongan darah.

    Lalu bagaimana pengaruh golongan darah terhadap hasil studi tersebut?

    Seperti dilansir dari detik.com, studi penelitian dari Denmark yang termuat dalam jurnal Blood Advances menyatakan bahwa golongan darah O ternyata kebal terhadap ancaman virus Corona. Studi ini sendiri dilakukan pada sebuah rumah sakit di Denmark. Sebanyak 11 peneliti melakukannya pada 473.654 orang saat tes Corona, baik rapid maupun PCR, dengan persentase sebesar 38,4% daripada pemilik golongan darah selain O.

    Kemudian bagaimana dengan golongan darah selain O?

    Masih dari penelitian yang sama bahwa golongan darah selain O semisal A ternyata mempunyai persentase sebesar 44,4% untuk dinyatakan positif Covid-19. Persentase inilah yang membuktikan bahwa golongan darah selain O ternyata rentan terpapar virus asal Wuhan tersebut. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah A, B, dan B malah berisiko lebih tinggi mengalami thrombosis atau pembekuam darah di dalam pembuluh darah serta penyakit kardiovaskular yang merupakan kondisi signifikan yang terjadi bersamaan di antara pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

    Studi dari Denmark ini kemudian diperkuat oleh sebuah studi yang sama, dan berasal dari Kanada. Pada studi dari Kanada itu ditemukan bahwa pasien dengan golongan darah A atau AB membutuhkan peralatan khusus dan perawatan yang lebih lama di ICU dibandingkan dengan orang golongan darah O dan B. Tipe A dan AB, menurut studi, cenderung lebih membutuhkan jenis dialisis yang membantu ginjal menyaring darah tanpa terlalu banyak tekanan pada jantung.

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Serangan Penyakit Jantung

    Studi mengenai kebalnya golongan darah O atau hanya sedikit terinfeksi Covid-19 juga terdapat pada studi bulan juli mengenai golongan darah tersebut pada pasien di Italia dan Spanyol yang memiliki risiko 50% lebih rendah terkena infeksi virus dibandingkan dengan golongan darah lainnya.

    Meski diketahui bahwa golongan darah O berdasarkan studi hanya berisiko rendah terinfeksi, untuk orang dengan golongan darah lainnya tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut. Menurut peneliti senior di Universitas John Hopkins, Baltimore, AS, bahwa setiap golongan darah mempunyai sifat kerentanan yang berbeda-beda terhadap berbagai infeksi virus yang menyerang manusia. Misalnya, penelitian menyebut bahwa golongan darah O memang kebal terhadap Covid-19 namun ternyata rentan terhadap infeksi Norovirus.

    Baca Juga: Mengenal penyakit Norovirus, dari Penyebab hingga Pencegahan

    Itulah Sobat Sehat mengenai studi golongan darah O kebal terhadap Covid-19. Meski begitu, Sobat Sehat yang bukan golongan darah O jangan bersedih hati sebab golongan darah hanyalah salah satu cara mencegah virus. Berkaitan dengan golongan darah, apakah Sobat sejauh ini sudah mengetahui pentingnya golongan darah itu sendiri? Jika belum, silakan disimak poin-poin di bawah ini.

    Pentingnya Golongan Darah

    Penolong Saat Terjadi Kecelakaan

    Saat kecelakaan menimpa diri Sobat atau keluarga Sobat, golongan darah menjadi penting sekali untuk transfusi darah. Apabila golongan darah Sobat cepat diketahui terutama melalui kartu identitas, Sobat akan segera mendapatkan bantuan darah yang sesuai.

    Faktor Penentu KB

    Ketika menikah harapannya adalah mempunyai keturunnan. Ahli perencanaan keluarga mengatakan bahwa beberapa jenis darah tidak boleh dicampur sebab akan berdampak pada kesehatan anak nantinya. Karena itulah, tes darah sangat diperlukan bagi pasangan yang hendak menikah.

    Produk Terkait: Cek Tes Kesehatan Pranikah

    Membantu Mengontrol Pola Makan

    Setiap golongan darah mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Ada golongan darah tertentu yang lebih rentan terhadap diabetes dan penyakit jantung. Bahkan, ada golongan darah yang hanya cocok memakan sayur dan buah, dan ada pula yang perlu membatasi asupan karbohidrat. Cara terbaik untuk mengetahuinya adalah diet golongan darah.

    Membantu Mengingatkan Tentang Beberapa Penyakit

    Perempuan dengan golongan darah O memiliki tingkat hormon FSH yang menunjukkan ovarium lebih rendah di dalam rahim yang kemudian menentukan kesuburan. Selanjutnya, ditemukan pula bahwa orang dengan golongan darah A, AB, dan B lebih berisiko memerangi penyakit jantung, dan golongan darah juga berkaitan erat dengan kolestrol LDL.

    Produk Terkait: Jual Makanan dan Minuman Sehat

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai golongan darah dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Hore! Vaksinasi Covid-19 akan Dimulai Awal November 2020 | Kabar24 – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2020 [cited 19 October 2020]. Available from: https://kabar24.bisnis.com/read/20201012/15/1303682/hore-vaksinasi-covid-19-akan-dimulai-awal-november-2020
    2. Alam S. Golongan Darah O Disebut ‘Kebal’ Corona, Bagaimana Tipe Darah lainnya? [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 19 October 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5215186/golongan-darah-o-disebut-kebal-corona-bagaimana-tipe-darah-lainnya
    3. Jakarta Z. Penelitian Ungkap Orang dengan Golongan Darah O dan B Berisiko Kecil Terinfeksi Virus Corona – Zona Jakarta [Internet]. Zona Jakarta. 2020 [cited 19 October 2020]. Available from: https://zonajakarta.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-18844502/penelitian-ungkap-orang-dengan-golongan-darah-o-dan-b-berisiko-kecil-terinfeksi-virus-corona
    4. Sandi F. Riset Terbaru: Golongan Darah Ini Lebih Kebal Covid-19 [Internet]. news. 2020 [cited 19 October 2020]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20201017164722-4-195122/riset-terbaru-golongan-darah-ini-lebih-kebal-covid-19
    5. Media K. Dua Penelitian Terbaru Perkuat Bukti Pemilik Golongan Darah O Lebih Kebal Covid-19 [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 19 October 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/16/193000365/dua-penelitian-terbaru-perkuat-bukti-pemilik-golongan-darah-o-lebih-kebal
    6. Geographic P. Pentingnya Mengetahui Golongan Darah Diri Sendiri – National Geographic [Internet]. Nationalgeographic.grid.id. 2020 [cited 19 October 2020]. Available from: https://nationalgeographic.grid.id/read/13307530/pentingnya-mengetahui-golongan-darah-diri-sendiri
    Read More
  • Cakupan vaksinasi HPV: Data WHO 2014 diperkirakan 59 juta wanita mendapatkan 1 dosis dari vaksinasi HPV yang merupakan 2% dari populasi wanita tahun 2014 Burni, et al pada tahun 2016 diperkirakan 47 juta wanita mendapat 3 dosis lengkap dari vaksinasi HPV, 1,6% dari populasi global wanita tahun 2016. Data di Amerika 2017 menunjukkan sekitar 49% […]

    (Untuk Tenaga Kesehatan)-Cara Edukasi Pasien untuk Vaksinasi HPV

    Cakupan vaksinasi HPV:

    • Data WHO 2014 diperkirakan 59 juta wanita mendapatkan 1 dosis dari vaksinasi HPV yang merupakan 2% dari populasi wanita tahun 2014
    • Burni, et al pada tahun 2016 diperkirakan 47 juta wanita mendapat 3 dosis lengkap dari vaksinasi HPV, 1,6% dari populasi global wanita tahun 2016.
    • Data di Amerika 2017 menunjukkan sekitar 49% usia dewasa muda (13-17 tahun) telah divaksinasi HPV.
    • Data di Inggris 2016/2017 menunjukkan 83,8% wanita usia 13-14 tahun telah divaksinasi mengikuti program vaksinasi sekolah.
    • Di indonesia belum ada data mengenai cakupan vaksinasi HPV

    Vaksin HPV sudah beredar pertama kali tahun 2006. Dan seperti yang diketahui, infeksi HPV ditemukan hampir 100% pada semua kasus kanker serviks dan vaksin HPV yang ada saat ini dapat mencegah terjadi kanker serviks karena vaksin ini memberikan tubuh perlindungan atas virus HPV strain 16 dan 18 yang merupakan penyebab dari 70% kasus kanker serviks. Jadi, sudah 13 tahun vaksin ini beredar dan secara global baru 42% negara yang menerapkan program imunisasi/vaksinasi HPV dalam program nasional.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin HPV Diperlukan si Gadis?

    Berdasarkan sebuah survei di Amerika tahun 2010-2016, perempuan banyak yang ragu untuk mendapatkan vaksinasi HPV karena ragu akan keamanannya (22%), merasa tidak perlu (20%), tidak mengetahui HPV (13%), tidak direkomendasikan oleh dokter (10%) dan tidak aktif secara seksual (10%). Sedangkan pada laki-laki alasannya adalah tidak perlu (22%), tidak direkomendasikan dokter (17%), tidak mengetahui HPV (14%), tidak aktif secara seksual (9%) dan karena gender (2%).

    Banyak orang tua yang ragu memberikan vaksin ini pada anaknya karena merasa tidak perlu mengingat anak mereka belum aktif secara seksual, keamanan vaksin, serta penggunaan vaksin yang dianggap hanya berpengaruh pada perempuan bila dibandingkan dengan laki-laki. Namun, pada penelitian di 2 universitas di US, didapatkan bahwa perempuan-perempuan muda umumnya setuju dengan vaksinasi HPV, tetapi yang menjadi pertimbangan adalah finansial, tidak ada rekomendasi oleh dokter, dan tidak ada rekomendasi dari pasangan seksual/orang tua.

    Ternyata, faktor rekomendasi dokter berpengaruh terhadap keputusan orang tua/perempuan untuk mau mendapatkan vaksinasi HPV. Penelitian menunjukkan 1 dari 3 dokter anak dan 1 dari 2 dokter umum ternyata tidak merekomendasikan vaksinasi HPV ini kepada pasiennya. Alasannya bermacam-macam antara lain:

    1. Merasa pasiennya tidak perlu karena belum aktif secara seksual dan masih terlalu kecil/muda
    2.  Merasa pasiennya pasti menolak
    3. Merasa ragu karena akan mendiskusikan mengenai seks
    4. Merasa ragu karena belum memiliki pengetahuan atas vaksinasi HPV

    Bagaimana berkomunikasi mengenai vaksinasi HPV dengan orang tua?

    Kita dapat mendengarkan mereka dan sebaiknya tidak melakukan konfrontasi, libatkan orang tua dalam pengambilan keputusan, luruskan dengan mantap “salah kaprah” dari orang tua pasien mengenai vaksinasi HPV, dan gunakan contoh dampak positif atas vaksinasi HPV ini daripada menakut-nakuti. Persistensi atau terus mengingatkan orang tua pasien akan membuahkan hasil.

    Orang tua sangat perlu diberitahukan dan diluruskan kembali bahwa dokter merekomendasi vaksinasi HPV bukan karena dokter “menuduh” atau “mendukung” seks bebas. Jadi sebaiknya TIDAK memulai percakapan dari assessment sexual life/activities. Tekankan pada keamanan vaksin dan selalu komunikasikan apa yang mungkin dirasakan oleh anak pascavaksinasi.

    Selain itu, perlu ditekankan bahwa anak laki-laki juga butuh perlindungan terhadap infeksi HPV karena infeksi HPV juga berkaitan dengan kanker anus, kanker penis, dan kanker mulut. Data penelitian di US juga didapatkan bahwa infeksi HPV pada laki-laki cenderung meningkat sekalipun pada kelompok perempuan ada tren menurun sejak diluncurkannya vaksin HPV ini.

    Selain itu, penelitian di Australia yang meluncurkan program vaksinasi HPV untuk perempuan dan laki-laki, didapatkan bahwa dengan melakukan vaksinasi kepada  laki-laki juga ternyata memberikan perlindungan kepada perempuan dan mencegah penularan HPV kepada pasangannya. Jadi dengan kata lain adalah baik laki-laki ataupun perempuan, dua-duanya mendapatkan manfaat dari vaksinasi HPV ini.

    Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Diketahui

    Bagaimana berkomunikasi mengenai vaksinasi HPV dengan perempuan muda?

    Perempuan muda dapat diberikan informasi lengkap mengenai bahaya HPV dan vaksinasi HPV yang dapat melindunginya, tekankan mengenai manfaat dan keamanan vaksin, informasikan manfaat vaksin terhadap diri dan pasangannya, diskusikan mengenai sisi finansial dalam memperoleh vaksin, cobalah untuk terbuka dan membuat mereka nyaman dengan komunikasi kita.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Nah, hal yang perlu diingat, vaksinasi HPV adalah mengenai pencegahan kanker, bukan mengenai seks. Jadi perlu ditekankan lagi bahwa vaksinasi HPV adalah mengenai pencegahan kanker. Sangat penting bagi dokter untuk melakukan edukasi dan rekomendasi kepada pasien atau orang tua pasien mengenai vaksinasi HPV.

    Bagi Sobat yang ingin vaksinasi HPV bisa di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Human Papilloma Virus (HPV) menjadi salah satu penyebab terbesar terjadinya kanker mulut rahim pada wanita. Di Indonesia, kanker serviks menduduki urutan kedua dari 10 kanker berdasarkan data dari Patologi Anatomi 2010 dengan insiden sebesar 12,7%. Ini berarti jumlah penderita baru kanker serviks berkisar 90-100 kasus per 10.000 penduduk dan terjadi 40 ribu kasus kanker serviks […]

    Pria, Seks, dan HPV Berikut Pembahasannya

    Human Papilloma Virus (HPV) menjadi salah satu penyebab terbesar terjadinya kanker mulut rahim pada wanita. Di Indonesia, kanker serviks menduduki urutan kedua dari 10 kanker berdasarkan data dari Patologi Anatomi 2010 dengan insiden sebesar 12,7%. Ini berarti jumlah penderita baru kanker serviks berkisar 90-100 kasus per 10.000 penduduk dan terjadi 40 ribu kasus kanker serviks setiap tahunnya. HPV sendiri tidak hanya menyerang wanita saja, akan tetapi pria juga berisiko terinfeksi virus ini.

    Baca Juga: Pria Juga Berisiko Terinfeksi Virus HPV

    HPV sudah menjadi masalah yang sangat serius, tidak hanya untuk wanita tetapi bagi pria juga. Pada wanita, infeksi HPV akan menjadi kanker serviks. Pada Pria, infeksi virus ini menjadi kutil kelamin/Kondiloma akuminata (genital warts). Penularan utamanya 85% melalui hubungan seksual, termasuk melalui oral seks dan anal seks. Penularannya tidak bisa dicegah 100% dengan penggunaan kondom. Hal ini karena penularannya melalui skin to skin contact (melalui gesekan saat hubungan seks).

    Siapa saja yang dapat tertular HPV?

    Pada dasarnya, pria heteroseksual  yang memiliki pasangan seksual lebih dari satu atau pria yang wanitanya memiliki pasangan seksual lebih dari satu dapat tertular HPV.  Selain itu, ada beberapa golongan resiko tinggi tertular HPV, mereka adalah pria gay dan biseksual yang memiliki lebih dari satu pasangan seksual dan pria yang mengalami kondisi penurunan sistem imunitas tubuh, seperti ditemukan pada infeksi HIV- AIDS.

    Baca Juga: Sebelum Menikah Pria Juga Butuh Ini

    HPV memiliki beberapa jenis tipe dan sebagian di antaranya merupakan penyebab masalah di area genital. HPV tipe 16 dan 18 biasanya akan menimbulkan keluhan dan gejala yang berat berujung kanker penis atau kanker anus, sedangkan tipe 6 dan 11 merupakan tipe yang jinak dan penyebab kutil kelamin. Meskipun jinak, tidak boleh dianggap remeh, loh. Hal ini karena angka kekambuhan yang tinggi. Ada juga dokter yang melaporkan kasus kanker di rongga mulut yang disebabkan oleh HPV. Jadi, virus HPV ini tidak hanya berbahaya terhadap wanita saja tetapi pria pun perlu mewaspadainya.

    Oleh karena itu, kita harus mengubah pandangan dengan pencegahan terhadap HPV karena mencegah lebih baik dari mengobati. Pencegahannya adalah dengan menghindari perilaku risiko seperti berhubungan seksual dengan pasangan lebih dari satu, berhubungan seksual dengan LGBT,  dan yang paling penting adalah vaksinasi.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Menurut rekomendasi dari pusat pengendalian penyakit di Amerika (CDC) vaksinasi HPV  diberikan pada :

    • Semua anak laki-laki usia 11 atau 12 tahun
    • Semua pria hingga usia 21 tahun yang belum menerima vaksinasi ini.
    • Semua pria gay, biseksual dan pasien dengan penurunan imunitas tubuh (infeksi HIV) hingga usia 26 tahun.
    • Vaksin ini aman digunakan sampai dengan usia 26 tahun, akan tetapi paling efektif jika diberikan pada usia yang lebih muda

    Menurut rekomendasi IDAI, vaksin HPV sudah dapat diberikan pada anak berusia 10 tahun. Cara penyuntikannya:

    • Pada anak usia 10-13 tahun dilakukan 2 kali suntikan: 0 dan 6 bulan
    • Pada usia diatas 13 tahun dilakukan 3 kali suntikan: 0, 2, 6 bulan

    Cara pemberian vaksin HPV quadrivalen adalah dengan menyuntikkannya secara intramuskular (IM) lewat otot di bagian lengan kiri atas. Vaksin ini aman, reaksi ringan yang biasa dialami adalah rasa pegal dan sakit yang sifatnya sementara di lokasi penyuntikan.

    Baca Juga: 5 Makanan Penambah Stamina Pria

    FAQ Pria, seks, dan HPV:

    1. Apakah vaksin HPV dapat diberikan pada wanita atau pria diatas 26 tahun?
      Menurut rekomendasi satgas imunisasi dewasa, diutamakan dibawah 26 tahun. Namun, bukan berarti usia di atasnya tidak boleh vaksinasi, ya.
    1. Apakah vaksin HPV dapat diberikan pada pria yang telah terinfeksi HPV?
      Vaksinasi HPV memang lebih baik diberikan sebelum terjadinya infeksi, tapi tetap bermanfaat juga diberikan karena apabila infeksinya yg masuk misalnya adalah tipe HPV 6 atau HPV 11, yang menimbulkan kutil kelamin. Pemberian vaksin HPV quadrivalen dapat mencegah kanker penis dan kanker anus yg disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18.
    1. Apakah bahaya HPV pada laki-laki? padahal risiko kanker rahim ada pada perempuan?
      Memang benar risiko kanker serviks ada pada perempuan, tetapi pada laki-laki HPV dapat menyebabkan kutil kelamin, kanker penis dan kanker anus. Sehingga, alangkah baiknya bila keduanya di vaksinasi untuk pencegahan HPV.
    1. Pada laki-laki mana yang lebih mudah, mengobati atau mencegah HPV?
      Lebih mudah pencegahan dengan vaksinasi karena bila kutil diobati, kutilnya hilang tapi virusnya seringkali masih ada di dalam darah. Kemudian, sebagai pria kita harus peduli dengan pasangan dengan cara memberikan mereka vaksinasi HPV.
    1. Bila pasangan saya wanita berusia 35 tahun dan sudah pernah kena kutil kelamin,   apakah masih bisa mendapatkan vaksinasi HPV?
      Tentunya, masih dapat diberikan vaksinasi HPV untuk mencegah infeksi HPV penyebab kanker serviks. Namun, jangan lupa untuk tetap melakukan pap smear dulu ya sebelum vaksinasi.
    1. Apabila sedang terkena kutil kelamin dan ingin di vaksinasi HPV apakah harus sembuh dulu kutilnya atau boleh divaksin ketika sedang ada kutilnya?
      Boleh langsung diberikan vaksinasi pada penderita yang sedang terkena kutil kelamin.

    Baca Juga: 6 Khasiat Cengkeh Untuk Pria

    1. Bagaimana Efektivitas vaksin HPV bila baru dilakukan 2x suntik untuk usia diatas 20 thn dan aktif secara seksual? Apakah lebih baik dilanjutkan suntik ke 3?
      Sebaiknya tetap dilakukan 3 x suntik di bulan 0,2 dan 6 dan jadwal lebih baik tidak terlewatkan lebih dari setahun.
    1. Bila sudah melakukan vaksinasi pertama lalu terlewat setahun dan kemudian hamil, apakah tetap divaksinasi?
      Bila hamil, vaksinasi HPV ditunda terlebih dulu kemudian setelah melahirkan baru diberikan vaksinasi HPV lanjutannya.
    1. Apakah kutil kelamin berbahaya hingga menyebabkan kematian, soalnya tadi dikatakan virusnya tetap ada dalam darah?  Kutil kelamin tidak menyebabkan kematian. Namun, kutil kelamin dapat kambuh kembali. Bila berkembang menjadi kanker yang dapat menyebabkan kematian. Sehingga, vaksinasi sangat dianjurkan untuk mencegah ini.

    Untuk vaksinasi HPV ada di Prosehat yang juga mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan  ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Mendengar HIV dan HPV bagi masyarakat saat ini bukan hal baru. HPV adalah Human Papilloma Virus.Virus ini menyebabkan tumor epitel kulit serta lapisan mukosa, dan banyak juga yang mengaitkan penyakit tersebut dengan HIV. Sedangkan HPV ialah suatu penyakit menular seksual yang paling sering terjadi di dunia, lebih dari 100 jenis virus HPV dan lebih dari […]

    HIV & HPV, Apakah Keduanya Saling Berkaitan?

    Mendengar HIV dan HPV bagi masyarakat saat ini bukan hal baru. HPV adalah Human Papilloma Virus.Virus ini menyebabkan tumor epitel kulit serta lapisan mukosa, dan banyak juga yang mengaitkan penyakit tersebut dengan HIV. Sedangkan HPV ialah suatu penyakit menular seksual yang paling sering terjadi di dunia, lebih dari 100 jenis virus HPV dan lebih dari 40 diantaranya menginfeksi kelamin.HPV dapat menyebabkan berbagai macam penyakit,dari yang tidak berbahaya hingga yang mematikan tergantung dari kode genetik virus tersebut.

     

    Baca Juga: Apakah Virus HIV Dapat Ditularkan Saat Facial?

    Beberapa contoh penyakit yang ditimbulkan oleh virus ini adalah kutil (Veruka vulgaris), kutil kelamin (Condylomata acuminata), bahkan kanker serviks. Berdasarkan data GLOBOCAN (IARC) tahun 2012,  jumlah kasus kanker serviks di Indonesia sudah mencapai 98.692 kasus, dan kanker serviks merupakan kanker penyebab kematian terbanyak keempat, setelah kanker payudara, kanker paru, dan kanker kolorektal.

    Penyakit kanker leher rahim dan condylomata acuminata yang merupakan varian penyakit yang disebabkan virus HPV sering menjadi topik yang hangat pada kalangan masyarakatdansering dikaitkan dengan orang yang mengidap Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) yang merupakan suatu kondisi klinis yang diakibatkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV), jadi apakah kedua penyakit tersebut memang berkaitan?

    HPV dan HIV merupakan virus yang berbeda dan menyebabkan penyakit yang berbeda pula, tapi keduanya memiliki korelasi atau berkaitan.HIV adalah virus yang ditularkan melalui cairan tubuh, terutama darah dan virus ini menyebabkan kekebalan tubuh menurun dan akhirnya menyebabkan AIDS. Kekebalan tubuh yang memburuk menyebabkan infeksi lain mudah terjadi, salah satunya adalah infeksi dari Human Papiloma Virus.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Berkaitan dengan penularan virus HIV, terdapat beberapa perilaku berisiko yang dapat meningkatkan risiko penularan terhadap virus ini, seperti menggunakan jarum suntik secara bergantian (banyak dilakukan pada pengguna narkotika), hubungan seksual berisiko seperti hubungan seksual yang berganti-ganti pasangan, ibu yang terinfeksi HIV ke bayi yang dilahirkannya dan tindakan seperti transfusi darah juga memiliki risiko terhadap penularan virus tersebut.

    Pada penelitian di Zimbabwe yang dipublikasikan pada April 2010, ditemukan bahwa wanita dengan HIV 2 kali lebih mudah terinfeksi HPV daripada wanita yang tidak terinfeksi HIV.Sama halnya dengan Zimbabwe, sebuah penelitian di Zaria, Nigeria Utara, menemukan bahwa insiden infeksi HPV yang tinggi pada penderita HIV khususnya yang sudah mengalami kondisi AIDS, dalam penelitian tersebut disebutkan penderita HIV, 18 kali lebih rentan terhadap infeksi virus HPV.

    Setelah memasuki tubuh manusia, virus ini akan melekat pada salah satu jenis sel dari sistem pertahanan tubuh kita dan mengganggu koordinasi dari sistem pertahanan tubuh. Tiga tahun setelah proses infeksi, sebagian pasien HIV mengalami AIDS. Setelah 10 tahun, 50% pasien HIV mengalami AIDS dan setelah 13 tahun, hampir semua orang dengan HIV menunjukkan gejala AIDS, yaitu kondisi dimana sistem pertahanan tubuh sudah menurunakibat virus HIV sehingga banyak penyakit dapat dengan mudah menginfeksi.

    Sehubungan dengan kondisi AIDS yang sudah disampaikan di atas, perilaku seksual yang berisiko juga meningkatkan risiko terhadap infeksi HPV karena virus HPV tersebut dapat menular melalui hubungan seksual. Gambaran klinis umum yang ditunjukkan akan sangat bervariasi tergantung dari jenis penyakit yang ditimbulkan, misal pada kutil kelamin, dapat terlihat kutil yang tersebar atau membentuk bunga kol di area kelamin, dan juga sering bervariasi, tidak nyeri tapi dapat terasa gatal dan mudah berdarah. Jadi, dapat disimpulkan bahwa infeksi HIV erat kaitannya dengan infeksi HPV.

    Baca Juga: 10 Pertanyaan Penting Seputar HIV AIDS

    Nah, itulah ulasan seputar keterkaitan HIV dan HPV yang bisa Sobat pahami.  Sobat pun bisa memanfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat yang mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Jika Sobat masih membutuhkan ulasan maupun produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Gearhart P. Human Papillomavirus (HPV) [Internet]. Medscape. 2018 [cited 19 November 2018]. Available from: emedicine.medscape.com/article/219110-overview
    2. Bennett, N. (2018).HIV Infections and AIDS. [online] Medscape. Available at: emedicine.medscape.com/article/211316-overview [Accessed 19 Nov. 2018].
    3. Sudoyo A, Djauzi S, Djoerban Z. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (Jilid 3). 4th ed. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2006.
    4. Averbach S, Gravitt P, Nowak R, Celentano D, Dunbar M, Morrison C et al. The association between cervical human papillomavirus infection and HIV acquisition among women in Zimbabwe. AIDS. 2010;24(7):1035-1042.
    5. Ogoina D, Musa B, Onyemelukwe G. Human papilloma virus (HPV) infection is associated with HIV-1 infection and AIDS in HIV-infected adult patients from Zaria, Northern Nigeria. Pan African Medical Journal. 2013;15.

     

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja