Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 211–220 of 1354 results

  • Sahabat Sehat, baru-baru ini pemerintah mengumumkan bahwa vaksin human papillomavirus (HPV) akan diberikan secara gratis dan bersifat wajib bagi kelompok anak-anak kelas 5 dan 6 SD/MI/ sederajat. Vaksinasi pencegahan kanker serviks ini akan disalurkan melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).  Sementara kelompok yang tidak termasuk dalam target program pemerintah dapat melakukan vaksinasi HPV secara mandiri. […]

    Ingin Vaksinasi HPV Mandiri? Ini Kisaran Harganya

    Sahabat Sehat, baru-baru ini pemerintah mengumumkan bahwa vaksin human papillomavirus (HPV) akan diberikan secara gratis dan bersifat wajib bagi kelompok anak-anak kelas 5 dan 6 SD/MI/ sederajat. Vaksinasi pencegahan kanker serviks ini akan disalurkan melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). 

    Sementara kelompok yang tidak termasuk dalam target program pemerintah dapat melakukan vaksinasi HPV secara mandiri. Berapa biayanya? Biaya vaksinasi berbeda-beda di tiap fasilitas kesehatan. Untuk melakukan vaksinasi mandiri, pastikan Anda mendapatkan harga terbaik dari fasilitas kesehatan yang berkualitas.

    Ingin Vaksinasi HPV Mandiri Ini Kisaran Harganya

    Ingin Vaksinasi HPV Mandiri? Ini Kisaran Harganya

    Biaya Vaksinasi HPV di ProSehat

    Biaya untuk melakukan Vaksinasi HPV bervariasi, tergantung fasilitas kesehatan yang menyediakan. Vaksin diberikan oleh dokter dalam bentuk suntikan.

    Vaksinasi HPV adalah salah satu layanan unggulan di ProSehat. Sebagai upaya melawan kanker serviks, ProSehat menyediakan Layanan Vaksinasi Kanker Serviks yang dapat dilakukan di klinik mitra ProSehat, seperti Klinik Kasih di Palmerah, dan di rumah dengan kisaran harga paket vaksin HPV sebagai berikut:

    Dapatkan:

    Layanan Vaksinasi HPV dari ProSehat

    Paket Pemeriksaan 2in1 Vaksinasi HPV 4 Strain *3 kali suntik + Cek Pap Smear ke Rumah

    Layanan di Klinik Kasih Palmerah

    1 Vaksinasi Kanker Serviks HPV 2 Strain

    (1 kali suntik)

    Rp 1.100.000
    2 Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain

    (1 kali suntik)

    Rp 990.000
    3 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Usia < 13 Tahun)

    (2 kali suntik)

    Rp 1.900.000
    4 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Ibu dan Anak Perempuan > 13 Tahun) Rp 5.850.000
    5 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Ibu dan Anak Perempuan 10 -13 Tahun) Rp 4.880.000
    6 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain

    (3 kali suntik)

    Rp 2.800.000

    Layanan ke Rumah

    7 Vaksinasi Kanker Serviks HPV 2 Strain Rp 1.250.000
    8 Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain Rp 1.700.000
    9 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Ibu dan Anak Perempuan 10-13 Tahun) Rp 6.700.000
    10 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Ibu dan Anak Perempuan >13 Tahun)  Rp 7.500.000
    11 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Usia < 13 Tahun)

    (2 kali suntik)

    Rp 2.800.000
    12 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 2 Strain 

    (3 kali suntik)

    Rp 3.600.000
    13 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain

    (3 kali suntik)

    Rp 4.500.000
    14 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Grup 3 Orang)

    (1 kali suntik)

    Rp 1.250.000
    15 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Grup 5 Orang)

    (3 kali suntik)

    Rp 13.500.000
    16 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Grup 10 Orang)

    (3 kali suntik)

    Rp 25.800.000
    17 Paket Pemeriksaan 2 in 1 Vaksinasi HPV 4 Strain + Cek Pap Smear

    (3 kali suntik)

    Rp 4.800.000
    18 Paket Pemeriksaan 2 in 1 Vaksinasi HPV 4 Strain + Cek pap Smear

    (1 kali suntik)

    Rp 1.700.000

    Baca Juga: Waspadai Berbagai Risiko Komplikasi Akibat Kanker Serviks

    Harga paket layanan vaksinasi HPV yang ditawarkan oleh Prosehat berkisar 3 jutaan untuk 3 kali suntik. Lokasi vaksinasinya pun dapat Anda tentukan sendiri, bisa di klinik yang disediakan Prosehat maupun mendatangkan dokter ke rumah Anda. Jadi, Anda tak perlu repot keluar rumah. Tak hanya itu, Anda juga bisa mendapatkan diskon serta promo menarik lainnya. 

    Mengapa vaksinasi dengan ProSehat?

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani langsung oleh dokter berizin resmi
    • Jadwal vaksinasi fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian
    • Proses pembayaran mudah dan dapat dicicil
    • Mudah tanya informasi melalui Asisten Kesehatan Maya

    Kisaran Harga Vaksinasi HPV di Jabodetabek 

    Sementara itu, beberapa rumah sakit swasta juga menyediakan layanan vaksinasi HPV dengan harga yang bervariasi. Anda perlu memastikan jenis vaksinnya dan apa saja yang sudah dan belum termasuk dalam biaya tersebut. Misalnya buku vaksinasi, biaya administrasi rumah sakit, biaya tindakan penyuntikan, dan sebagainya.

    Oleh sebab itu, dianjurkan agar Anda mempersiapkan dana lebih sebagai antisipasi adanya biaya tambahan yang tidak terduga, yakni sekitar 20-30% dari harga vaksin HPV yang diperkirakan.

    Berikut daftar harga layanan vaksinasi HPV di beberapa fasilitas kesehatan swasta di Jabodetabek:

    1 Siloam Hospital, Bogor Rp 2.500.000
    2 RS EMC, Tangerang Rp 2.300.000
    3 RS EMC, Sentul Rp 2.475.000
    4 Rumah Sakit Umum Melania, Bogor  Rp 1.120.515
    5 RSIA Family Penjaringan, Jakarta Rp 2.838.000
    6 Mitra Keluarga, Kemayoran Rp 2.800.000
    7 RSIA Grand Family, Pantai Indah Kapuk Rp 2.838.000

    Baca Juga: Takut Sama Kanker Serviks? Vaksinasi HPV Saja!

    Nah Sahabat Sehat, itulah kisaran biaya vaksin HPV di ProSehat dan di rumah sakit sekitar Jabodetabek. Segera hubungi ProSehat untuk layanan vaksinasi HPV di klinik maupun di rumah. Ajak juga keluarga dan kerabat perempuan Anda agar sama-sama terlindungi dari virus HPV!

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan ProSehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. ProSehat. 2022. Harga Paket Layanan Vaksinasi HPV Datang ke Rumah – Prosehat.
    2. Media, K., 2022. Bukan Sasaran Program Pemerintah, Berapa Harga Vaksin HPV Mandiri? Halaman all – Kompas.com.
    3. Keluarga, M., 2022. Promosi – Mitra Keluarga – Promo Vaksin Kanker Serviks
    4. Family, G., 2022. RSIA Grand Family – Paket Vaksin Kanker Serviks.
    Read More
  • Di awal kehidupannya, bayi sangat rentan terhadap berbagai penyakit menular karena daya tahan tubuhnya yang masih belum sempurna. Kegemasan keluarga dan kerabat saat melihat bayi biasanya mendorong mereka untuk menyentuh bayi (mencium pipi, menggendong, menyentuh wajah, memegang tangan, dll) membuat risiko penularan semakin tinggi. Untungnya, sebagian penyakit menular bisa dicegah dengan vaksin, terutama untuk penyakit […]

    Anak yang Sudah Pernah Kena Campak, Masih Perlu Divaksin MR?

    Di awal kehidupannya, bayi sangat rentan terhadap berbagai penyakit menular karena daya tahan tubuhnya yang masih belum sempurna. Kegemasan keluarga dan kerabat saat melihat bayi biasanya mendorong mereka untuk menyentuh bayi (mencium pipi, menggendong, menyentuh wajah, memegang tangan, dll) membuat risiko penularan semakin tinggi.

    Untungnya, sebagian penyakit menular bisa dicegah dengan vaksin, terutama untuk penyakit yang memiliki dampak sakit berat hingga kematian. Salah satunya adalah vaksin measles, mumps and rubella (MR/ MMR) yang melindungi bayi dari campak, gondongan dan rubella (campak Jerman).

    Anak yang Sudah Pernah Kena Campak, Masih Perlu Divaksin MR

    Anak yang Sudah Pernah Kena Campak, Masih Perlu Divaksin MR?

    Memang seperti apa bahayanya campak, gondongan, dan rubella? Bagaimana jika anak sudah pernah terinfeksi campak sebelum waktunya vaksinasi? Yuk simak ulasannya.

    Measles (Campak)

    Measles atau campak adalah infeksi virus menular yang menyerang sistem pernapasan. Virus tersebut menyebar melalui percikan air liur atau lendir yang keluar dari mulut penderita campak. Itulah mengapa tidak disarankan juga untuk meniup makanan atau minuman anak yang masih panas saat menyuapinya.

    Penyakit campak juga mudah menular melalui kontak atau sentuhan langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi, serta menular lewat kebiasaan saling berbagi barang pribadi, seperti pinjam meminjam peralatan makan atau minum yang sama atau berbagi makanan dan minuman. 

    Gejala campak yang perlu diwaspadai:

    • Batuk
    • Muncul ruam merah di kulit
    • Hidung mengeluarkan ingus
    • Demam
    • Bintik putih di mulut (bintik koplik)

    Kondisi campak yang berat dapat menyebabkan pneumonia pada anak (radang paru), kerusakan otak, dan infeksi telinga. Komplikasi fatal lainnya yang juga mungkin muncul adalah ensefalitis (radang otak) yang dapat membuat anak kejang.

    Dapatkan:  Layanan Vaksinasi Measles, Mumps dan Rubella (MMR) di ProSehat

    Mumps (Gondongan)

    Mumps atau parotitis, di Indonesia disebut juga sebagai gondongan, adalah infeksi virus menular yang menyerang kelenjar ludah. Penyakit menular ini dapat menyerang siapa saja, namun paling sering terjadi pada anak berusia 2 – 12 tahun. 

    Virus penyebab gondongan dapat menular melalui percikan air liur yang keluar bersama hembusan nafas saat orang yang terinfeksi bersin atau batuk. Penyakit ini juga mudah menular saat anak bersentuhan langsung atau menggunakan barang penderita gondongan.

    Gejala gondongan yang paling mudah dideteksi adalah pembengkakan kelenjar ludah yang membuat area pipi dan sekitar leher terlihat bengkak, bulat, dan membesar. 

    Berikut gejala gondongan lainnya yang perlu diwaspadai:

    • Demam
    • Sakit kepala
    • Nyeri otot
    • Pembengkakan kelenjar ludah
    • Rasa nyeri dan sakit saat mengunyah dan menelan
    • Nyeri pada wajah atau kedua sisi pipi
    • Sakit tenggorokan

    Virus penyebab gondongan terkadang juga dapat menyebabkan peradangan pada ovarium, testis, pancreas, dan selaput otak. Selain itu, tuli dan meningitis adalah risiko komplikasi lainnya yang mungkin terjadi akibat gondongan.

    Baca Juga: Bahayakah Jika Anak Tidak Menerima Vaksinasi Campak?

    Rubella (Campak Jerman)

    Rubella atau campak Jerman adalah infeksi yang menyebabkan munculnya bintik-bintik merah pada kulit penderitanya. Selain itu, virus rubella juga dapat menyebabkan kelenjar getah bening di belakang telinga membengkak.

    Umumnya gejala rubella muncul sekitar 2-3 minggu setelah tubuh terpapar virus. Gejala sebagai berikut:

    • Demam
    • Sakit kepala
    • Hidung tersumbat atau pilek
    • Mata merah meradang
    • Ruam merah muda halus pada wajah yang cepat menyebar ke batang tubuh, lengan dan kaki, dan akan menghilang dalam urutan yang sama. 
    • Nyeri sendi. 

    Penyakit ini umumnya jarang menyebabkan komplikasi serius. Namun pada beberapa kasus, campak Jerman juga bisa jadi sangat berbahaya apabila terjadi pada wanita hamil karena meningkatkan risiko kecacatan pada janin atau bahkan bayi lahir mati. 

    Baca Juga: Kenali Perbedaan Imunisasi MR dan MMR

    Vaksin MMR Wajib untuk Anak Kecil dan Balita

    Sesuai rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin MR pertama kali diberikan pada bayi di usia 9 bulan sebagai dosis primer.

    Setelah suntikan pertama, anak akan menerima dosis booster pada usia 18 minggu, bisa menggunakan jenis vaksin yang sama (MR) atau MMR yang memiliki tambahan daya tahan tubuh terhadap mumps atau gondongan.

    Saat anak berusia 5-7 tahun, ia bisa mendapatkan dosis booster kembali untuk memperbarui dan menambah kekebalan tubuhnya.

    Apa Perlu Vaksin MR/ MMR jika sudah Pernah Campak?

    Vaksinasi MR/ MMR setelah terkena campak/ gondongan/ rubella aman untuk dilakukan. Justru, dengan tetap mendapatkan vaksin MMR, anak menjadi terlindungi terhadap penyakit tersebut di kemudian hari, atau memiliki gejala yang lebih ringan.

    Baca Juga: Seberapa Pentingkah Imunisasi MR Dilakukan?

    Sahabat Sehat, ayo kita lindungi Si Kecil dari penyakit-penyakit menular dengan vaksin yang sudah tersedia luas. Berikan ia daya tahan tubuh yang maksimal agar ia terlindungi semasa tumbuh kembangnya. Jika jadwal vaksinasinya terlewat, si Kecil masih bisa kejar imunisasi. Konsultasikan dengan dokter dari ProSehat untuk jadwal vaksinasi.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan ProSehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. cdc.gov. 2022. vaccine mmr.
    2. Idai.or.id. 2022. IDAI | Daftar Pertanyaan Seputar Imunisasi Campak/Measles dan Rubella (MR). [
    3. Mayo Clinic. 2022. Rubella – Symptoms and causes.
    4. cdc.gov. 2022. mmr vaccine.
    5. Immunize.org. 2022. indonesian mmr.
    6. nhs.uk. 2022. MMR (measles, mumps and rubella) vaccine.
    Read More
  • Fisioterapi mungkin tidak sepopuler program pemulihan medis lainnya, seperti hipnoterapi atau kemoterapi. Padahal, peringatan Hari Fisioterapi sedunia telah dirayakan setiap 8 September sejak 1996. Perayaan ini diadakan dalam rangka menghormati dan menegaskan kerja keras pada fisioterapis serta peran penting mereka dalam memulihkan kesehatan pasien lewat berbagai metode terapi yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasien.  Apa […]

    Fisioterapi Berguna Pada Kasus Apa Saja? Begini Penjelasannya

    Fisioterapi mungkin tidak sepopuler program pemulihan medis lainnya, seperti hipnoterapi atau kemoterapi. Padahal, peringatan Hari Fisioterapi sedunia telah dirayakan setiap 8 September sejak 1996.

    Perayaan ini diadakan dalam rangka menghormati dan menegaskan kerja keras pada fisioterapis serta peran penting mereka dalam memulihkan kesehatan pasien lewat berbagai metode terapi yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasien. 

    Fisioterapi Berguna Pada Kasus Apa Saja Begini Penjelasannya

    Fisioterapi Berguna Pada Kasus Apa Saja? Begini Penjelasannya

    Apa Itu Fisioterapi?

    Fisioterapi alias terapi fisik adalah metode perawatan kesehatan rehabilitatif yang menggunakan profesional medis terlatih dan berlisensi, yang didukung dengan peralatan yang dirancang khusus dan rejimen olahraga guna memulihkan fungsi fisik yang abnormal. Singkatnya, fisioterapi adalah profesi dibidang kesehatan yang bertujuan untuk membantu proses pemulihan pasien dari sakit, cedera, atau disabilitas dengan memberikan perawatan yang tepat. 

    Ahli fisioterapi disebut fisioterapis. Dalam hal ini fisioterapi harus berlisensi dan bekerja sama dengan tim medis lain di pusat rehabilitasi, rumah sakit, pusat olahraga dan kebugaran, sekolah, maupun kantor. Melalui fisioterapi pasien akan dibantu dan dibimbing untuk mengembalikan kemampuan fungsional dan gerakannya. Fisioterapis juga akan memberikan saran dan rekomendasi agar terhindar dari cedera dalam aktivitas tertentu, khususnya bagi atlet olahraga. 

    Dapatkan: Layanan Fisioterapi dari ProSehat

    Mengapa Fisioterapi Penting Dilakukan ?

    Fisioterapis adalah seorang profesional medis yang memiliki pengetahuan tentang biomekanik tubuh. Jadi apabila ada kekurangan dalam gerakan fisik tubuh, fisioterapis akan mengidentifikasi akar penyebabnya dan mulai mengobatinya dengan perawatan yang sesuai. 

    Bagian tubuh tertentu mungkin akan melemah setelah mengalami cedera atau perlu dipulihkan setelah menjalani operasi. Dengan melakukan fisioterapi, Sahabat Sehat akan menargetkan pola latihan pada area tubuh yang bermasalah agar lekas pulih sembari menghilangkan stres tanpa menimbulkan rasa sakit. 

    Khusus untuk perawatan pasca operasi, fisioterapi dinilai sebagai solusi paling efektif dalam penyembuhan bebas stres. Dengan melakukan fisioterapi, mereka akan mengobati bagian tubuh yang melemah serta membantu meningkatkan kualitas hidup Sahabat Sehat. 

    Baca Juga: Seperti Apa Fisioterapi pada Osteoartritis?

    10 Gangguan Kesehatan yang Dapat Diatasi dengan Fisioterapi

    Fisioterapi dapat menjadi alternatif untuk memulihkan pasien dari berbagai gangguan kesehatan namun pasien harus berkonsultasi langsung dengan fisioterapi atau mendapatkan rujukan dari dokter yang menangani. Dalam sesi konsultasi tersebut fisioterapi akan mempelajari riwayat kesehatan pasien, menilai, mendiagnosis, untuk kemudian menyusun rencana perawatan yang sesuai dengan diagnosis tersebut. Berikut kegunaan fisioterapi dalam mengatasi beberapa gangguan kesehatan, antara lain:

    Sindrom Carpal Tunnel

    Carpal tunnel syndrome (CST) merupakan kondisi yang umum terjadi pada pergelangan tangan dan tangan yang jika dibiarkan dapat mempengaruhi fungsi tangan keseluruhan. Kondisi inni dipicu oleh tekanan pada saraf median (saraf yang terdapat di pangkal telapak tangan). Penyakit ini biasanya akan menimbulkan gejala berupa sering kesemutan dan kebas. 

    Gangguan Pada Sendi Temporomandibular

    Persendian yang berada di kedua sisi kepala dan tepat di depan telinga bernama sendi temporomandibular (TMJ). Sendi ini berfungsi menghubungkan mandibula (tulang rahang) ke tulang temporal (tengkorak). Tanda dan gejala TMD berupa rasa sakit dan nyeri di atau sekitar telinga, otot-otot rahang, pelipis, wajah, atau sendi rahang. 

    Selain itu, gangguan kesehatan ini juga memiliki gejala lainnya seperti masalah dalam membuka atau menutup mulut dan menimbulkan suara klik, saat menguap, mengunyah, atau sekedar membuka mulut. Kondisi ini sering dikaitkan dengan sakit kepala dan nyeri leher. 

    Cerebral Palsy

    Cerebral palsy merupakan penyakit yang menggambarkan kecacatan akibat kerusakan pada jaringan otak selama masa kehamilan, kelahiran, atau selama masa kanak-kanak. Perkembangan yang tidak normal atau cedera pada jaringan otak akan mengganggu sinyal saraf ke otot, sehingga hal ini dapat menyebabkan postur tubuh tampak kaku dan sulit berkoordinasi. 

    Penyakit Parkinson

    Penyakit Parkinson adalah penyakit yang mengganggu sistem saraf sehingga dapat mempengaruhi gerakan tubuh. Penyakit ini biasanya memiliki gejala yang muncul secara bertahap, yang terkadang dimulai dengan tremor pada tangan disertai dengan kekakuan atau lambatnya gerakan. 

    Pada tahapan awal, parkinson mungkin akan membuat wajah kehilangan kemampuan berekspresi atau bahkan tanpa ekspresi. Saat berjalan pun, lengan mungkin akan berayun dengan sendirinya. Selain itu, gaya bicara juga menjadi kurang jelas. Apabila tidak segera ditangani, gejala penyakit Parkinson akan memburuk seiring waktu.  

    Nyeri Punggung Bagian Belakang

    Gangguan kesehatan yang satu ini sangat umum terjadi. Nyeri punggung bagian bawah biasanya diakibatkan karena riwayat cedera maupun ketegangan otot. Selain itu, nyeri punggung ini juga bisa menjadi pertanda adanya kondisi medis lain yang mendasarinya misalnya akibat saraf terjepit.

    Rasa sakit dan nyeri yang muncul secara tiba-tiba atau bertahap dan dapat terasa tumpul hingga sakit yang hebat dan tajam. Bahkan pada beberapa orang, kondisi ini muncul dengan rasa sakit yang luar biasa. 

    Nyeri Skiatika

    Skiatika merupakan rasa sakit yang menjalar di sepanjang jalur saraf skiatika, yang bercabang dari punggung bawah melalui area pinggul dan bokong, kemudian turun ke kaki. Umumnya, nyeri punggung ini hanya memengaruhi satu sisi tubuh Anda. 

    Rasa nyeri panggul ini disebabkan oleh piringan hernia, taji tulang belakang, atau penyempitan pada tulang belakang (stenosis tulang belakang) sehingga menekan bagian saraf. Akibatnya menyebabkan peradangan yang menimbulkan rasa sakit hingga sensasi mati rasa pada kaki yang sakit. 

    Vertigo

    Vertigo merupakan sensasi perasaan ketidak seimbangan yang disertai dengan pusing berputar. Umumnya, vertigo disebabkan oleh masalah pada telinga bagian dalam. Penyebab vertigo yang paling banyak ditemukan adalah jenis vertigo posisi paroksismal jinak (BPPV), yang diakibatkan karena menggumpalnya partikel-partikel kalsium kecil pada kanal telinga bagian dalam. 

    Golfer elbow

    Golfer elbow merupakan sebuah kondisi yang dapat menyebabkan rasa sakit pada tendon otot lengan yang menempel pada tonjolan tulang di bagian dalam siku. Rasa sakit yang muncul mungkin akan menyebar hingga ke lengan dan pergelangan tangan.

    Ankle Sprain

    Ankle sprain atau disebut juga keseleo pada area mata kaki disebabkan oleh ligamen yang menghubungkan antara tulang-tulang pergelangan kaki yang akan terluka ketika digunakan dengan kekuatan pergelangan atau bahkan tarikan yang berlebih, yang disertai oleh tekanan kuat dari tubuh bagian atas. 

    Shin Splint

    Atlet yang menderita shin splint akan mengeluh kesakitan di tulang kaki bagian bawah. Kondisi ini paling sering terjadi pada atlet pelari atau yang berpartisipasi dalam olahraga lari, seperti atletik dan sepak bola. Atlet biasanya akan didiagnosa menderita shin splint pada babak awal pertandingan, karena mereka cenderung meningkatkan aktivitas atau jarak tempuh yang terlalu cepat. 

    Baca Juga: Penderita Vertigo Perlukah Melakukan Fisioterapi ?

    Nah Sahabat Sehat, itulah informasi mengenai manfaat fisioterapi serta penyakit yang dapat diatasi dengan melakukan fisioterapi. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan ProSehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Therapy X.. 20 Diseases Treated by Physical Therapy [Internet]. USA : X Cell Orthopedics.
    2. VishwaRaj Hospital. 17 Diseases Treated by Physical Therapy [Internet]. USA : Vishwaraj Hospital.
    3. Therapia. Therapia – Common Physiotherapy Conditions [Internet]. USA : Therapia.
    4. Mentalfloss. 16 Conditions You Didn’t Know Physical Therapy Could Help Treat [Internet]. USA : Mentalfloss.
    5. National Health Service. Physiotherapy – Techniques [Internet]. UK : National Health Service.
    Read More
  • Luka dekubitus atau yang disebut juga luka tekan (pressure ulcer) adalah luka yang terjadi akibat penekanan dalam kurun waktu lama pada kulit misal akibat berbaring, dan duduk terus menerus. Luka paling sering terjadi pada area yang paling sering tertekan seperti tumit, siku, pinggul dan tulang ekor.  Luka dekubitus biasanya terjadi pada seseorang yang menderita suatu […]

    Apa itu Luka Dekubitus dan Cara Mengatasinya

    Luka dekubitus atau yang disebut juga luka tekan (pressure ulcer) adalah luka yang terjadi akibat penekanan dalam kurun waktu lama pada kulit misal akibat berbaring, dan duduk terus menerus. Luka paling sering terjadi pada area yang paling sering tertekan seperti tumit, siku, pinggul dan tulang ekor. 

    Luka dekubitus biasanya terjadi pada seseorang yang menderita suatu penyakit kronis (misalnya stroke), yang menyebabkan gerakan tubuh menjadi terbatas sehingga posisi tubuh duduk atau berbaring dalam waktu yang lama.

    Apa itu Luka Dekubitus dan Cara Mengatasinya

    Apa itu Luka Dekubitus dan Cara Mengatasinya

    Siapa yang Beresiko Menderita Luka Dekubitus?

    Berikut ini adalah beberapa kondisi yang rentan menderita luka dekubitus :

    1. Pasien yang harus berbaring dalam kurun waktu lama pasca operasi
    2. Pasien yang mempunyai keterbatasan gerak atau tidak dapat mengubah posisi sendiri saat berbaring di tempat tidur atau di kursi roda
    3. Usia diatas 70 tahun, karena lansia cenderung memiliki kulit yang rapuh dan kesulitan mobilitas (kesulitan merubah posisi).
    4. Merokok
    5. Obesitas
    6. Penderita kekurangan energi dan protein
    7. Pasien yang tidak cukup minum sehingga kulit menjadi kering dan mudah timbul luka.
    8. Kondisi medis seperti diabetes atau tingginya gula darah sehingga menyebabkan gangguan aliran darah ke kulit.

    Panggil Dokter: Layanan Perawatan Luka dari ProSehat

    Gejala Luka Dekubitus

    Luka dekubitus memiliki gejala yang berbeda-beda tergantung dari tingkat keparahannya. Berikut ini gejala yang dapat dialami penderita luka dekubitus :

    • Perubahan warna kulit, misal kemerahan
    • Rasa sakit, gatal atau terbakar di area luka
    • Kulit tampak terbuka
    • Kulit teraba lebih lembut atau lebih kencang di sekitarnya
    • Kulit nekrosis atau jaringan mati yang tampak menghitam.
    • Tampak nanah atau cairan berwarna hijau dan berbau busuk
    • Demam.

    Baca Juga: Benarkah Air Liur Manusia Mampu Menyembuhkan Luka?

    Pengobatan Luka Dekubitus

    Yang paling penting untuk pengobatan luka dekubitus adalah mengurangi tekanan atau gesekan pada luka. Namun apabila jaringan kulit telah mati (nekrosis) yang ditandai dengan tampak luka kehitaman, maka dokter akan mengangkat jaringan kulit yang sudah mati. Berikut  adalah beberapa hal yang dapat Sahabat Sehat lakukan untuk mengatasi luka dekubitus :

    • Mengubah posisi tubuh secara berkala

    Ganti posisi tubuh pasien secara berkala, pindahkan tumpuan berat badan saat pasien berbaring setiap 1-2 jam. Gunakan kasur khusus untuk penderita luka dekubitus, yang dapat mengurangi tekanan pada area kulit tertentu dan menjaga aliran udara ke area tersebut tetap baik. Walaupun sudah menggunakan kasur decubitus, posisi pasien tetap harus diubah secara berkala.

    • Perawatan luka dekubitus

    Jika luka tidak terbuka, maka Sahabat Sehat dianjurkan membersihkan area kulit dengan sabun yang tidak mengandung alkohol maupun pewangi yang kuat kemudian keringkan luka. Namun jika timbul luka terbuka, tutup luka dengan menggunakan perban agar luka tidak terinfeksi dan ganti perban secara berkala.

    • Operasi untuk mengangkat jaringan mati

    Jaringan kulit mati yang berwarna kehitaman perlu dilakukan dengan cara dilakukan pengangkatan jaringan kulit mati oleh Dokter. Hal ini dilakukan dengan tujuan merangsang pertumbuhan kulit baru.

    Baca juga: Jangan Panik! Begini Cara Mengobati Luka Jatuh Pada Anak

    Nah Sahabat Sehat, itulah informasi mengenai luka dekubitus serta berbagai kondisi yang rentan menderita dekubitus. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan ProSehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Dtulis oleh : dr. Jesica Chintia D
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Mayo Clinic. Bedsores (pressure ulcers) – Symptoms and causes. USA : Mayo Clinic.
    2. Aditya S. LUKA AKIBAT TEKANAN (ULKUS DECUBITUS). Indonesia : Harapan Ibu Hospital.
    3. DerSarkissian C. What Are the Stages of Pressure Sores?. USA : Web MD.
    4. Dugdale D. How to care for pressure sores: MedlinePlus Medical Encyclopedia. USA : Medline Plus.
    5. Bard S, Lee Macon B. What You Should Know About Decubitus Ulcers. USA : Healthline.
    Read More
  • Bagi orang dengan diabetes, menjalani ibadah puasa mungkin menjadi tantangan tersendiri. Puasa diketahui memiliki dampak baik dalam pengontrolan gula darah, namun bila dilakukan tidak dengan hati-hati justru akan menyebabkan komplikasi, terutama bagi penderita diabetes. Lantas, bagaimana cara agar penderita diabetes tetap dapat menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan lancar? Pada dasarnya, penderita diabetes boleh menjalankan ibadah […]

    8 Tips Aman Berpuasa untuk Penderita Diabetes

    Bagi orang dengan diabetes, menjalani ibadah puasa mungkin menjadi tantangan tersendiri. Puasa diketahui memiliki dampak baik dalam pengontrolan gula darah, namun bila dilakukan tidak dengan hati-hati justru akan menyebabkan komplikasi, terutama bagi penderita diabetes. Lantas, bagaimana cara agar penderita diabetes tetap dapat menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan lancar?

    8 Tips Aman Berpuasa untuk Penderita Diabetes

    8 Tips Aman Berpuasa untuk Penderita Diabetes

    Pada dasarnya, penderita diabetes boleh menjalankan ibadah puasa selama kadar gula darahnya terkontrol dengan baik dan tidak disertai dengan penyakit kronis lainnya seperti jantung atau ginjal. Bagi penderita diabetes, aktivitas fisik, pengaturan pola makan, dan disiplin minum obat menjadi hal penting yang harus diperhatikan selama berpuasa. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya komplikasi berupa penurunan kadar gula darah secara drastis (hipoglikemia) atau sebaliknya menjadi sangat tinggi (hiperglikemia). 

    Oleh sebab itu, bagi penderita diabetes yang ingin menjalani puasa, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut ini.

    Jangan Sepelekan Makan Sahur

    Waktu makan sahur tidak boleh dilewatkan agar memiliki energi yang cukup selama berpuasa dan terhindar dari hipoglikemia. Pilihlah makanan dengan indeks glikemik rendah agar gula darah naik perlahan-lahan.

    Produk Terkait: Easy Touch GCU untuk mengecek Gula/Glukosa Darah, Kolesterol Total.

    Tetap Makan 3 Kali Sehari

    Saat berpuasa, Anda dapat mengganti sarapan dengan makan sahur, makan siang diganti dengan makan saat berbuka puasa, sementara makan malam dilakukan setelah sholat tarawih. Makanlah dalam porsi terbagi saat makan untuk berbuka dan setelah sholat tarawih agar tidak berlebihan.

    Cukupi Asupan Serat

    Makanan yang mengandung banyak serat akan memberikan rasa kenyang lebih lama. Makanan berserat tinggi, seperti gandum, beras merah, sayur, dan buah-buahan dianjurkan untuk dikonsumsi lebih banyak di waktu sahur. 

    Hindari Makanan Berminyak dan Makanan yang Terlalu Manis

    Terlalu banyak mengonsumsi makanan berminyak seperti gorengan dapat menyebabkan penimbunan lemak dalam tubuh yang secara tidak langsung dapat meningkatkan kadar gula darah dan menjadi risiko penyakit jantung. Tak hanya itu, penderita diabetes juga dianjurkan untuk menghindari mengonsumsi makanan manis untuk menjaga kadar gula darah stabil. 

    Cukupi Kebutuhan Cairan Tubuh

    Minumlah air putih 8 gelas sehari untuk menjaga cairan tubuh. Agar dapat mencukupi kebutuhan sehari, Anda dapat minum 2-3 gelas saat sahur dan 5-6 gelas setelah berbuka puasa hingga sebelum tidur malam.

    Hindari mengonsumsi minuman manis dan mengandung kafein seperti teh dan kopi karena akan membuat Anda lebih sering buang air kecil. Sementara banyak buang air kecil saat puasa meningkatkan risiko dehidrasi.

    Baca Juga: Sahabat Sehat, Ini Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Jiwa

    Rutin Periksa Kadar Gula Darah

    Pemeriksaan kadar gula darah dapat dilakukan secara mandiri di rumah dengan menggunakan alat pengukur gula darah. Pemeriksaan gula darah dapat dilakukan secara rutin sebanyak 2-4 kali sehari, yakni setelah sahur, saat berpuasa, dan setelah berbuka puasa.

    Hal ini sangat penting guna mencegah terjadinya hipoglikemia ataupun hiperglikemia. Apabila kadar gula darah Anda berada di bawah 70 mg/dl atau lebih dari 300 mg/dl, Anda dianjurkan untuk membatalkan puasa. 

    Rutin Berolahraga

    Melakukan olahraga ringan selama puasa baik untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, asalkan tidak berlebihan. Sebab, melakukan aktivitas fisik yang berlebihan dapat menyebabkan hipoglikemia dan dehidrasi, terutama pada penderita diabetes. 

    Konsumsi Obat Sesuai Petunjuk Dokter

    Penderita diabetes tetap harus mengonsumsi obat yang diresepkan dokter selama bulan Ramadhan. Biasanya dokter akan mengatur kembali dosis dan jadwal konsumsi obat agar sesuai dengan jadwal makan selama bulan puasa. 

    Baca Juga: Hati-hati Kolesterol Tinggi dan Mengganggu Lebaran Anda

    Sahabat Sehat, itulah beberapa tips aman berpuasa Ramadhan bagi penderita diabetes agar dapat beribadah dengan nyaman. Selain rutin memeriksa kadar gula darah, perhatikan juga sinyal dari tubuh Anda.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan ProSehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul Larasati

     

    Referensi

    1. Putri, A., 2022. Panduan Berpuasa bagi Penderita Diabetes.
    2. WebMD. 2022. Can You Fast If You Have Diabetes?.
    3. UK, D. and Ramadan, D., 2022. Diabetes and Ramadan.
    4. Healthline. 2022. How to Fast Safely: 10 Helpful Tips.
    5. Healthxchange.sg. 2022. Diabetes and Ramadan: 9 Tips for Fasting – HealthXchange.
    Read More
  • Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim. Serviks merupakan organ kewanitaan yang lokasinya di sepertiga bawah rahim, berbentuk silindris dan menonjol serta berhubungan dengan vagina. Kanker serviks berkembang secara perlahan-lahan dan menunjukkan gejalanya apabila sudah memasuki stadium lanjut.  Seperti kanker pada umumnya, kanker serviks memiliki tingkat keparahan yang berbeda-beda sesuai dengan […]

    Kenali Gejala Kanker Serviks Sesuai dengan Stadiumnya

    Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim. Serviks merupakan organ kewanitaan yang lokasinya di sepertiga bawah rahim, berbentuk silindris dan menonjol serta berhubungan dengan vagina. Kanker serviks berkembang secara perlahan-lahan dan menunjukkan gejalanya apabila sudah memasuki stadium lanjut. 

    Seperti kanker pada umumnya, kanker serviks memiliki tingkat keparahan yang berbeda-beda sesuai dengan perkembangannya. Maka dari itu, gejalanya pun berbeda-beda. Yuk, simak pengelompokan tingkat keparahan kanker serviks dan gejala yang menyertainya.

    Kenali Gejala Kanker Serviks Sesuai dengan Stadiumnya

    Kenali Gejala Kanker Serviks Sesuai dengan Stadiumnya

    Stadium dan Gejala Kanker Serviks

    Stadium 0

    Pada stadium 0, sel pra kanker sudah muncul di area dinding rahim, namun belum sampai masuk ke dalam leher rahim. Kanker stadium 0 disebut juga dengan carcinoma in situ.

    Pada umumnya, pasien tidak merasakan gejala apapun pada stadium ini. Biasanya seseorang dengan stadium ini terdeteksi saat ia menjalani pemeriksaan Pap smear. Bila terdeteksi sedini mungkin, hal ini memungkinkan pengobatan segera dilakukan sebelum sel berkembang menjadi sel kanker.

    Dapatkan: Layanan Vaksinasi HPV dari ProSehat

    Stadium 1

    Pada kanker serviks stadium 1, di permukaan serviks sudah ditemukan sel kanker dan masuk semakin dalam ke jaringan. Namun, sel kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening dan organ tubuh lainnya. Stadium 1 memiliki dua tingkatan, yaitu:

    • Stadium 1A

    Pada tahap ini sel kanker masih sangat sedikit sehingga belum ada gejala fisik. Sel kanker belum menyebar jauh dari area sel kanker pertama kali muncul.

    • Stadium 1A.1

    Jumlah sel kanker masih sangat sedikit dan pertumbuhannya masih kurang dari 3 mm dari permukaan serviks.

    • Stadium 1A.2

    Ukuran sel kanker sedikit lebih besar yaitu sekitar 3-5 mm ke dalam jaringan serviks.

    • Stadium 1B

    Kanker stadium 1B belum menyebar ke jaringan lain yang berada di dekat maupun jauh dari lokasi awal timbulnya kanker. Ada tiga tingkatan Stadium 1B:

    • Stadium 1B.1

    Sel kanker tumbuh sekitar 5 mm ke dalam jaringan serviks, namun ukurannya kurang dari 2 cm.

    • Stadium 1B.2

    Ukuran sel kanker kurang lebih mencapai 2-4 cm.

    • Stadium 1B.3

    Ukuran sel kanker berkembang hingga 4 cm. Lokasi kanker masih pada area serviks.

    Orang dengan kanker serviks stadium 1 biasanya tidak menunjukkan gejala atau gejalanya tidak begitu tampak. Gejala yang mungkin dikeluhkan juga biasanya tidak khas, diantaranya:

    • Perdarahan vagina

    Perdarahan ini menyerupai perdarahan menstruasi namun dengan durasi yang lama atau jumlah darah yang lebih banyak dari biasanya. Sebagian orang juga mengeluhkan timbulnya bercak darah atau flek diantara periode menstruasi.

    • Keputihan

    Pada pasien kanker serviks, keputihan berwarna merah muda atau coklat, berdarah, dan berbau busuk. Kadang-kadang keputihan disertai dengan potongan jaringan seperti gumpalan darah.

    • Nyeri panggul

    Sebagian orang merasakan nyeri pada area panggul tanpa alasan jelas. Selain nyeri panggul, sebagian lainnya mengalami sakit pada punggung bawah, serta nyeri pada bagian bawah perut.

    • Nyeri saat berhubungan intim

    Selain perdarahan dari vagina, sebagian penderita kanker serviks juga mengalami nyeri pada bagian bawah perut saat berhubungan seksual.

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Stadium 2

    Kanker serviks stadium 2 diartikan sel kanker sudah menyebar ke jaringan serviks dan rahim namun belum terdapat penyebaran ke dinding panggul atau vagina bagian bawah. Pada stadium ini terdapat dua tingkatan:

    • Stadium 2A

    Sel kanker menyebar dari jaringan serviks dan rahim namun belum ke jaringan sebelah serviks (parametrium).

    • Stadium 2A.1

    Ukuran kanker kurang dari 4 cm.

    • Stadium 2A.2

    Ukuran kanker sudah melebihi dari 4 cm.

    • Stadium 2B

    Sel kanker menyebar ke seluruh jaringan serviks, rahim dan parametrium.

    Gejala pada stadium 2, sama dengan gejala awal yang terjadi pada stadium 1.

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Stadium 3

    Kanker serviks stadium 3 ditandai dengan menyebarnya sel kanker ke bagian bawah vagina atau dinding panggul. Sel kanker bisa menyumbat saluran kemih yang dilewati oleh urin yang bergerak menuju kandung kemih sehingga pada stadium ini pasien akan merasakan kesulitan berkemih. Ada tiga tingkatan pada stadium ini:

    • Stadium 3A

    Sel kanker sudah menyebar ke bagian bawah vagina, namun belum sampai ke dinding panggul dan kelenjar getah bening.

    • Stadium 3B

    Sel kanker menyebar ke dinding panggul dan menyebabkan sumbatan di salah satu saluran kemih. Pada stadium ini pasien biasanya ginjal pasien mengalami pembengkakan (hidronefrosis). Akibatnya, pasien sulit berkemih dan terjadi nyeri hebat di pinggang.

    • Stadium 3C

    Pada stadium 3C, kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening di panggul dan pembuluh darah besar (para aorta).

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?

    Stadium 4

    Pada kanker serviks stadium 4, kanker sudah menyebar ke organ tubuh lain seperti tulang dan paru-paru.

    • Stadium 4A

    Kanker sudah menyebar ke kandung kemih dan rektum sampai ke area luar panggul.

    • Stadium 4B

    Tahapan paling parah kanker stadium 4 ditandai dengan penyebaran sel kanker ke organ yang sangat jauh seperti kelenjar getah bening di area jauh dari rahim, paru-paru dan tulang.

    Gejala kanker serviks stadium 4 mirip dengan gejala pada stadium awal namun dengan intensitas dan keparahan yang lebih tinggi. Berikut gejala yang timbul pada stadium lanjut kanker serviks:

    • Nyeri pada kaki
    • Berat badan berkurang secara drastis
    • Kelelahan
    • Nyeri pada punggung bawah
    • Keluarnya urin dan tinja dari vagina
    • Keluarnya darah bercampur dengan urin
    • Kesulitan buang air kecil
    • Tulang rapuh hingga mudah patah (apabila penyebaran kanker mencapai tulang). 

    Baca Juga: Kanker Serviks Bisakah Disembuhkan?

    Sahabat Sehat, gejala kanker serviks sangat beragam. Sayangnya, kanker serviks stadium awal jarang menunjukkan gejala yang khas. Oleh karena itu, penting sekali untuk melakukan skrining kanker serviks secara berkala melalui pemeriksaan Pap smear. Jangan lupa juga untuk melakukan vaksinasi HPV dan hindari faktor risiko yang masih dapat dicegah.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan ProSehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul Larasati

     

    Referensi

    1. Kanker.kemkes.go.id. 2021. PPKServiks.
    2. Cancer.org. 2020. Cervical Cancer Symptoms | Signs of Cervical Cancer.
    3. Medanta.org. 2021. 6 Signs and Symptoms of Cervical Cancer in Women.
    4. Markman, MD, M., 2021. What are the Symptoms and Signs of Cervical Cancer?.
    5. Hertiwi Putri, N. and Utari, d., 2021. Stadium Kanker Serviks dari 0 hingga 4, Ini Perbedaannya.
    Read More
  • Flu dapat menyebar dengan cepat di tempat-tempat seperti sekolah dan pusat penitipan anak (daycare), dimana anak-anak belajar, bermain, dan kontak dekat dengan satu sama lain. Semua sekolah dan layanan anak-anak harus mengingatkan staf dan siswa tentang pola hidup bersih dan sehat serta bagaimana meminimalkan penyebaran flu, salah satunya dengan vaksinasi. Jangan Anggap Enteng Virus Flu […]

    Guru dan Pengasuh Daycare Perlu Vaksin Flu Sebelum Sekolah Tatap Muka

    Flu dapat menyebar dengan cepat di tempat-tempat seperti sekolah dan pusat penitipan anak (daycare), dimana anak-anak belajar, bermain, dan kontak dekat dengan satu sama lain.

    Semua sekolah dan layanan anak-anak harus mengingatkan staf dan siswa tentang pola hidup bersih dan sehat serta bagaimana meminimalkan penyebaran flu, salah satunya dengan vaksinasi.

    Guru dan Pengasuh Daycare Perlu Vaksin Flu Sebelum Sekolah Tatap Muka

    Guru dan Pengasuh Daycare Perlu Vaksin Flu Sebelum Sekolah Tatap Muka

    Jangan Anggap Enteng Virus Flu

    Flu adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza dan menginfeksi saluran pernafasan, seperti hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Virus ini dapat menyebabkan sakit ringan hingga berat, dan pada kasus tertentu menyebabkan kematian.

    Virus flu menyebar melalui droplet (cipratan air liur) saat orang yang terinfeksi batuk, bersin atau berbicara. Cipratan ini bisa mendarat di mulut atau hidung orang di dekatnya. Selain itu, virus flu juga bisa ditemukan pada permukaan barang yang bila tersentuh dan kemudian ia menyentuh mulut, hidung, atau mungkin matanya sendiri, ia berisiko tertular.

    Dapatkan: Vaksinasi Flu 4 Strain dari ProSehat

    Gejala Flu

    Orang yang terinfeksi virus flu bisa menunjukkan gejala ringan hingga berat. Flu berbeda dari pilek biasa. Gejalanya antara lain:

    • Demam atau menggigil
    • Batuk
    • Sakit tenggorokan/ nyeri menelan
    • Pilek
    • Sakit kepala
    • Kelelahan
    • Nyeri otot/ badan
    • Bisa disertai mual muntah dan diare (terutama pada anak-anak).

    Perlu diketahui juga bahwa tidak semua orang terinfeksi flu menunjukkan gejala demam. Sebagian orang bisa mengalami gejala lainnya kecuali demam.

    Baca Juga: Vaksin Influenza Trivalen atau Quadrivalen? Kenali Perbedaannya!

    Vaksin Flu Melindungi Dari Komplikasi

    Kebanyakan orang yang terkena flu akan sembuh dalam beberapa hari hingga kurang dari dua minggu. Tetapi sebagian lainnya akan mengalami komplikasi seperti paru-paru basah (pneumonia), beberapa di antaranya dapat mengancam jiwa dan mengakibatkan kematian.

    Sinusitis dan infeksi telinga adalah contoh komplikasi sedang dari flu. Sedangkan komplikasi berat yang mungkin dicetuskan oleh flu antara lain radang jantung (miokarditis), otak (ensefalitis) atau jaringan otot (miositis, rhabdomyolisis), dan kegagalan multiorgan (misalnya, gagal pernapasan dan ginjal).

    Influenza adalah penyebab rawat inap terbanyak pada anak-anak daripada penyakit lain yang dapat dicegah oleh vaksin. Satu-satunya cara terbaik untuk melindungi dari flu dan potensi komplikasinya adalah agar guru, pengasuh dan anak-anak melakukan vaksinasi influenza.

    Vaksinasi flu dianjurkan untuk semua anak berusia 6 bulan ke atas. Vaksin ini rutin diulang setiap satu tahun sekali karena virusnya kerap bermutasi.

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Sahabat Sehat, jika Anda adalah guru atau pengasuh di daycare, atau anak-anak Anda rutin melakukan aktivitas berkelompok atau bersekolah tatap muka, saatnya Anda dan anak melakukan vaksinasi influenza untuk melindungi diri dan orang-orang di sekitar Anda yang mungkin lebih rentan sakit.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan ProSehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Nurul L
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Key Facts About Influenza (Flu). [Internet]. CDC. 2021.
    2. Information for Schools & Childcare Providers. [Internet]. CDC. 2021.
    3. Flu Symptoms & Complications. [Internet]. CDC. 2021.

     

     

    Read More
  • Setelah dua tahun masyarakat tidak bisa pulang kampung karena kasus tinggi Covid-19, Lebaran tahun 2022 kali ini Anda sudah bisa kembali bertemu keluarga di luar kota. Seperti mesin mobil yang perlu diperiksa sebelum perjalanan jauh, tubuh kita juga perlu diperiksa kesiapannya untuk pulang kampung.  Pemeriksaan kesehatan dan pemberian vaksin selain vaksin Covid-19 diperlukan oleh anak […]

    Sebelum Mudik Lebaran Lakukan Pemeriksaan Kesehatan dan Vaksinasi

    Setelah dua tahun masyarakat tidak bisa pulang kampung karena kasus tinggi Covid-19, Lebaran tahun 2022 kali ini Anda sudah bisa kembali bertemu keluarga di luar kota. Seperti mesin mobil yang perlu diperiksa sebelum perjalanan jauh, tubuh kita juga perlu diperiksa kesiapannya untuk pulang kampung. 

    Sebelum Mudik Lebaran Lakukan Pemeriksaan Kesehatan dan Vaksinasi

    Sebelum Mudik Lebaran Lakukan Pemeriksaan Kesehatan dan Vaksinasi

    Pemeriksaan kesehatan dan pemberian vaksin selain vaksin Covid-19 diperlukan oleh anak muda hingga lansia. Jangan tunggu hingga ada keluhan baru memeriksakan kesehatan, karena pencegahan selalu lebih baik dari pengobatan. Bagaimana langkahnya? Yuk, lihat ulasannya di bawah ini.

    Pemeriksaan Tekanan Darah 

    Perjalanan mudik biasanya dilakukan beberapa hari sebelum hari Lebaran. Artinya, Anda masih dalam keadaan berpuasa. Bila Anda tidak minum air putih yang cukup saat sahur atau setelah berbuka, atau bila cuaca sedang panas terik, Anda berisiko mengalami dehidrasi. dehidrasi akan menyebabkan tekanan darah Anda turun drastis (hipotensi) hingga membuat Anda merasa lemas.

    Maka, sebelum berangkat, periksakan tekanan darah Anda. Bila hasilnya di batas bawah tekanan darah normal (90/60 mmHg), sebaiknya Anda tunda keberangkatan hingga tekanan darah Anda lebih optimal di atasnya (100-120/70-80 mmHg).

    Dapatkan: Vaksinasi Flu 4 Strain dari ProSehat

    Selain itu, Lebaran biasanya identik dengan makanan yang berlimpah dan gurih. Bagi Anda yang memiliki riwayat hipertensi atau tekanan darah tinggi, kadar tekanan darah penting untuk diketahui.

    Jangan lakukan perjalan bila tekanan darah Anda lebih dari 180/120 mmHg karena akan berisiko baik selama perjalanan maupun saat di kampung halaman.

    Minumlah obat-obatan pengendali darah tinggi Anda secara rutin. Tidak hanya saat perjalanan, tapi setiap hari dimulai dari sebelum akan melakukan perjalan, dengan dosis yang disarankan oleh dokter. Dengan begitu, tekanan darah Anda akan lebih stabil selama Lebaran. Tapi, jangan sampai makannya tidak terkontrol ya.

    Pemeriksaan Gula Darah

    Makanan berbuka puasa dan makanan lebaran juga identik dengan makanan yang tinggi gula. Oleh karena itu, Sahabat Sehat perlu memperhatikan kadar gula darah.

    Gula Darah yang tinggi dapat mengganggu kerjanya insulin dalam tubuh. Bila berlanjut, dapat menyebabkan diabetes serta komplikasi lainnya.

    Bila Anda berencana untuk memeriksakan kesehatan saat bulan Ramadhan sebelum perjalanan, periksakan gula darah puasa. Bila terakhir Anda sahur jam 4.30 pagi, maka lakukan pemeriksaan 8-10 jam kemudian, jangan lebih dari itu karena akan mempengaruhi hasil.

    Kadar gula darah puasa yang normal ialah kurang dari 100 mg/dL. Sementara kadar gula darah sewaktu yang normal ialah 80-130 mg/dL.

    Di luar bulan Ramadhan dan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri, skrining diabetes direkomendasikan untuk dilakukan setiap tahun bagi orang berusia 45 tahun ke atas, atau usia yang lebih muda dari 45 tahun dengan faktor risiko utama, seperti overweight/ obesitas, aktivitas fisik kurang, dan memiliki keturunan diabetes. 

    Baca Juga: Penderita Hipertensi Wajib Tahu ! 10 Macam Buah Penurun Tekanan Darah

    Pemeriksaan Kolesterol Darah

    Kolesterol dapat ditemui di banyak jenis makanan Lebaran seperti makanan yang mengandung santan, daging merah, makanan laut, dan jeroan. Maka, tes kolesterol menjadi pemeriksaan yang tidak kalah penting.

    Kadar kolesterol tinggi merupakan salah satu faktor risiko untuk penyakit pembuluh darah arteri koroner. Tes kolesterol dapat membantu menentukan risiko penyempitan pembuluh darah akibat timbunan lemak, atau disebut juga aterosklerosis.

    Orang dengan kolesterol tinggi tidak harus berperawakan gemuk. Jadi, tetap cek kolesterol Anda baik Anda memiliki riwayat kolesterol tinggi atau tidak.

    Pemeriksaan Asam Urat

    Makanan yang tinggi purin, tinggi gula, dan tinggi lemak dapat menyebabkan asam urat meningkat.

    Selain itu, asam urat yang tinggi juga dapat disebabkan dan berkaitan dengan penyakit lain seperti diabetes, radang sendi, batu ginjal, bahkan keganasan.

    Makanan tinggi purin tidak selalu sayuran berwarna hijau ya, Sahabat Sehat. Contoh makanan tinggi purin adalah jeroan, tahu, tempe, cumi-cumi, kerang, kepiting, dan ikan teri.

    Kadar asam urat dapat bervariasi berdasarkan jenis kelamin. Nilai normalnya adalah 1,5 – 6,0 mg/dL untuk wanita dan 2,5 – 7,0 mg/dL untuk pria. Tanda dan gejala asam urat antara lain sendi jari tampak bengkak dan merah, disertai rasa nyeri.

    Lindungi Diri Dengan Vaksinasi

    Selain penyakit Covid-19, masih ada penyakit menular lain yang mungkin muncul dalam pertemuan besar seperti Hari Raya Idul Fitri. Diantaranya influenza, hepatitis A, dan tipes (tifoid).

    Ketiga jenis penyakit ini mudah penularannya. Influenza ditularkan melalui droplet, sedangkan hepatitis A dan tipes dari makanan dan minuman yang terkontaminasi. Maka, tidak ada salahnya Anda mendapatkan vaksinasi ini dulu agar Anda terlindungi. Bagi orang lanjut usia (lansia), vaksinasi PCV juga dapat diberikan.

    Baca Juga: 10 Persiapan Travelling Bagi Anda yang Memiliki Asam Urat

    Sahabat Sehat, itulah beberapa jenis pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi perlindungan yang sebaiknya Anda lakukan sebelum pulang kampung. Pastikan Anda mendapatkan asupan makan dan minum yang cukup saat sahur dan berbuka puasa. Makan dengan bijak selama Lebaran agar Anda tidak sakit setelah Hari Raya.

    Bila Anda memiliki penyakit penyerta lainnya, konsultasikan dengan dokter pemeriksaan apalagi yang dibutuhkan.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan ProSehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Gloria Teo
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. NHS. Blood Pressure Test [internet]. Leeds: NHS ; 2021.
    2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. CERAMAH Cek tekanan darah mandiri di rumah [internet]. Jakarta: Kemenkes RI; 2018.
    3. Pipitt K. Diabetes Mellitus: Screening and Diagnosis [internet]. Salt Lake City: Am Fam Physician; 2016.
    4. Mayo Clinic. Cholesterol Test [internet]. New York: Mayo Clinic ; 2021.
    5. NHS. Gout [internet]. Leeds: NHS; 2021.
    Read More
  • Makanan lebaran yang lezat umumnya berlemak tinggi, seperti ketupat sayur, opor ayam, gulai dan rendang daging, olahan daging kambing, dan kue-kuean. Dan biasanya, sayur-sayuran agak sulit ditemui sebagai penyeimbang nutrisi. Di tengah meriahnya suasana Lebaran, Sahabat Sehat perlu memperhatikan kesehatan, terutama risiko kolesterol tinggi yang dapat berdampak pada kesehatan jantung, otak, dan organ dalam. Jangan […]

    Hati-hati Kolesterol Tinggi dan Mengganggu Lebaran Anda

    Makanan lebaran yang lezat umumnya berlemak tinggi, seperti ketupat sayur, opor ayam, gulai dan rendang daging, olahan daging kambing, dan kue-kuean. Dan biasanya, sayur-sayuran agak sulit ditemui sebagai penyeimbang nutrisi.

    Hati-hati Kolesterol Tinggi dan Mengganggu Lebaran Anda

    Hati-hati Kolesterol Tinggi dan Mengganggu Lebaran Anda

    Di tengah meriahnya suasana Lebaran, Sahabat Sehat perlu memperhatikan kesehatan, terutama risiko kolesterol tinggi yang dapat berdampak pada kesehatan jantung, otak, dan organ dalam. Jangan sampai Anda tumbang selesai Lebaran! Yuk, simak ulasannya.

    Siapa Berisiko Kolesterol Tinggi?

    Orang dengan kolesterol tinggi tidak harus berbadan besar atau dengan berat badan berlebih. Perawakan normal atau kurus pun bisa memiliki kolesterol tinggi bila ia menjalankan gaya hidup yang tidak sehat.

    Kolesterol tinggi biasa ditemui pada orang dengan faktor risiko seperti di bawah ini, antara lain:

    1. Riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi
    2. Pola makan tinggi lemak jenuh (daging-dagingan, produk olahan susu) / lemak trans (sebagian besar kue-kuean, makanan beku olahan seperti nugget dan sosis, keripik, dll)
    3. Obesitas atau overweight
    4. Kurang aktivitas fisik/ sedentary lifestyle
    5. Merokok
    6. Konsumsi alkohol secara rutin
    7. Usia tua
    8. Wanita menopause
    9. Diabetes tipe 2

    Dapatkan: Layanan Medical Check Up dari ProSehat

    Pengaruh Makanan Berlemak Terhadap Jantung dan Otak

    Tubuh kita membutuhkan lemak untuk diubah menjadi energi dan berfungsi, tapi tubuh membutuhkan lemak yang sehat, yaitu lemak tidak jenuh (unsaturated fats).

    Terlalu banyak lemak jahat (lemak jenuh) dapat menyebabkan kolesterol menumpuk di arteri (pembuluh darah). Lemak jenuh meningkatkan kolesterol jahat (LDL), dan LDL yang tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

    Periksa Kolesterol Sebelum Lebaran atau Setelah Lebaran?

    Baik Anda memiliki risiko terhadap kolesterol atau tidak, Anda tetap perlu melakukan pemeriksaan kesehatan. Bedanya, orang yang sudah menderita kolesterol tinggi disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan lebih sering dibanding yang sehat. Salah satunya untuk melihat respon obat dalam menurunkan kolesterol dan dampaknya terhadap organ tubuh lain yang sakit.

    Dalam kondisi khusus seperti Lebaran, tidak ada salahnya Anda memeriksakan kolesterol sebelum dan sesudah Lebaran. Untuk memeriksa kadar kolesterol, Anda disarankan untuk berpuasa terlebih dahulu selama 10-12 jam. Bedanya, puasa untuk pemeriksaan kolesterol membolehkan Anda minum air putih (bila sedang tidak dalam kondisi berpuasa Ramadhan).

    Baca Juga: 7 Makanan Ini Memicu Kolesterol

    Jenis Kolesterol yang Diperiksa

    Ini adalah pemeriksaan yang diperlukan untuk mengetahui profil lemak/ kolesterol Anda, yaitu:

    Kolesterol Total

    Total dari kadar HDL, LDL, dan trigliserida. Normalnya kurang dari 200 mg/dL.

    HDL (high density lipoprotein)

    Dikenal sebagai kolesterol baik. Kadar kolesterol HDL yang normal dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Normalnya 60 mg/dL atau lebih.

    LDL (low density lipoprotein)

    Dikenal sebagai kolesterol jahat karena dapat menyumbat pembuluh darah. Normalnya kurang dari 100 mg/dL.

    Trigliserida

    Yaitu lemak yang disimpan. Trigliserida yang tinggi dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke. Normalnya kurang dari 150 mg/dL.

    Baca Juga: Kolesterol Penyebab Stroke Dan Serangan Jantung

    Konsultasikan Hasil Dengan Dokter

    Setelah Anda menerima hasil pemeriksaan kolesterol, segera konsultasikan hasilnya dengan dokter. Dokter akan menganalisa hasil pemeriksaan dan mendiskusikan rencana terapi bersama Anda.

    Sahabat Sehat, walau makanan Lebaran sangat menggugah selera, sebaiknya Anda tetap berhati-hati dalam memilih jenis makanan dan porsinya. Terutama bagi Anda yang sudah memiliki penyakit kronis.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Gloria Teo
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. National Center for Chronic Disease Prevention and Health Promotion. LDL and HDL Cholesterol: “Bad” and “Good” Cholesterol. Atlanta: CDC; 2020.
    2. Mayo Clinic. Top 5 lifestyle changes to improve your cholesterol. New York: Mayo Clinic; 2020.
    Read More
  • Angka kejadian kanker serviks di Indonesia mencapai 15.000 hingga 21.000 kasus setiap tahunnya. Angka ini menjadikan kanker serviks sebagai penyebab kematian nomor satu bagi perempuan di Indonesia, sekaligus menempatkan Indonesia pada urutan kedua di dunia untuk kasus kanker serviks terbanyak di dunia. Penyebaran kasus kanker serviks sebenarnya dapat dicegah, salah satunya dengan melakukan vaksinasi kanker […]

    Apakah Boleh Melakukan Vaksin HPV Setelah Melahirkan?

    Angka kejadian kanker serviks di Indonesia mencapai 15.000 hingga 21.000 kasus setiap tahunnya. Angka ini menjadikan kanker serviks sebagai penyebab kematian nomor satu bagi perempuan di Indonesia, sekaligus menempatkan Indonesia pada urutan kedua di dunia untuk kasus kanker serviks terbanyak di dunia. Penyebaran kasus kanker serviks sebenarnya dapat dicegah, salah satunya dengan melakukan vaksinasi kanker serviks.

    Apakah Boleh Melakukan Vaksin HPV Setelah Melahirkan

    Apakah Boleh Melakukan Vaksin HPV Setelah Melahirkan?

    Vaksin human papillomavirus (HPV) atau vaksinasi untuk mencegah kanker serviks diindikasikan bagi semua perempuan berusia 9 tahun keatas, terutama yang belum aktif secara seksual karena vaksin lebih efektif bila diberikan sebelum aktif berhubungan seksual.

    Lalu apakah boleh perempuan yang baru saja melahirkan mendapatkan vaksinasi HPV? Simak penjelasannya di bawah ini.

    Jenis-jenis Vaksin HPV

    Virus HPV dapat menyerang laki-laki dan perempuan. Pada daerah kelamin, kanker dapat terjadi pada leher rahim, vulva atau bibir vagina, vagina dan penis. Sedangkan pada daerah non-kelamin, virus HPV dapat menyerang bagian mulut dan saluran napas atas.

    Ada beberapa tipe human papillomavirus, yaitu tipe 16, 18, 6, dan 11. HPV tipe 16 dan 18 adalah penyebab utama kanker serviks (sebanyak 70% kasus di dunia). Sedangkan HPV tipe 6 dan 11 diketahui menjadi 90% penyebab kasus kutil kelamin.

    Di Indonesia ada 2 jenis vaksin HPV yang beredar, yaitu bivalen dan tetravalen. Bivalen mengandung 2 tipe HPV (16 dan 18) yang dapat mencegah kanker leher rahim. Sedangkan vaksin tetravalent mengandung 4 tipe virus HPV (tipe 6, 11, 16 dan 18) yang dapat mencegah kanker leher rahim dan juga kutil kelamin.

    Efek samping yang mungkin timbul setelah dilakukan vaksinasi yaitu:

    • Nyeri dan kemerahan di area tempat suntikan
    • Pusing dan nyeri kepala
    • Mual dan muntah.

    Dapatkan: Layanan Vaksinasi HPV dari ProSehat

    Apakah Baksinasi boleh Diberikan Setelah Aktif Seksual?

    Idealnya, vaksinasi HPV diberikan mulai dari 9 tahun dan sebelum perempuan aktif secara seksual. Beberapa jurnal menyebutkan bahwa pada usia ini vaksinasi memberikan efek yang lebih maksimal.

    Maka, apabila vaksin HPV diberikan pada wanita yang telah aktif secara seksual, dikhawatirkan efektivitas vaksinnya kurang maksimal. Pasalnya, mereka sudah kemungkinan terpapar virus HPV setelah melakukan hubungan seksual.

    Tapi, bukan berarti vaksin HPV tidak direkomendasikan untuk orang yang sudah aktif berhubungan seksual. Vaksin ini tetap diberikan dengan sebelumnya melakukan Pap smear untuk melihat adanya resiko terinfeksi virus HPV.

    Pap Smear adalah pemeriksaan yang dianjurkan untuk mendeteksi kanker serviks, dimana dokter akan mengambil sampel sel dari leher rahim atau serviks dengan diusap dengan kapas cotton bud lalu dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. Apabila didapatkan hasil kecurigaan infeksi HPV, maka vaksinasi tidak dapat diberikan.

    Baca Juga: Bolehkah Vaksin HPV Setelah Menikah? Cek Apa Kata Dokter

    Vaksin HPV untuk Ibu yang Baru Melahirkan

    Wanita yang melahirkan berkali-kali secara pervaginam dan wanita yang melahirkan pertama kali saat usia muda memiliki resiko lebih tinggi untuk terkena kanker serviks. Oleh karena itu, vaksinasi HPV masih menguntungkan bila diberikan bagi wanita postpartum atau yang baru saja melahirkan. Penelitian menunjukkan bahwa vaksinasi HPV aman dilakukan pasca melahirkan (postpartum) dan pada wanita yang menyusui.

    Mempertimbangkan bahwa wanita pasca melahirkan lebih rentan terhadap infeksi HPV, maka kongres Ahli Obstetri dan Ginekologi di Amerika atau American Congress of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) dan Taiwan Society of Perinatology dan Taiwan Maternal Fetal Medicine Society merekomendasikan pemberian vaksinasi HPV saat kontrol pasca persalinan.

    Vaksinasi nantinya akan diberikan sebanyak 3 kali dengan jadwal pemberian vaksinasi pada bulan 0, lalu 1 atau 2 bulan setelah penyuntikan pertama dan terakhir adalah 6 bulan setelah penyuntikan pertama. Apabila pemberian vaksinasi ada yang terlewat, maka vaksinasi dapat terus dilanjutkan tanpa mengulangi dosisnya dari awal.

    Baca Juga: Mengapa Vaksinasi HPV Juga Diperlukan Untuk Si Gadis?

    Sahabat Sehat, vaksin HPV memberikan manfaat yang besar bagi wanita, salah satunya dengan melindunginya dari kanker serviks. Segera jadwalkan vaksinasi HPV Anda dan ajak keluarga dan kerabat perempuan Anda juga agar sama-sama terlindungi dari virus HPV.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan ProSehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. 6 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Vaksin HPV [Internet]. Perdoski.id. 2021.
    2. IDAI | Sekilas tentang Vaksin HPV [Internet]. Idai.or.id. 2017.
    3. HPV Vaccination: What Everyone Should Know | CDC [Internet]. Cdc.gov. 2021.
    4. HPV Vaccine | What Is the HPV Vaccination [Internet]. Plannedparenthood.org. 2021.
    5. Human Papillomavirus (HPV) Vaccine [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2021.
    6. HPV vaccine: Get the facts [Internet]. Mayo Clinic. 2020.
    7. HPV Vaccine Information For Young Women [Internet]. Cdc.gov. 2016.
    8. Sulaiman M. Bagi yang Sudah Menikah, Lebih Baik Papsmear atau Vaksinasi HPV Dulu? [Internet]. detikHealth. 2017.
    9. Lee, C., Tseng, C., Chang, C., Lee, M. and Yang, S., 2021. Postpartum HPV Vaccination Rate and Differences in Background Characteristics Between HPV Vaccinated and Unvaccinated Postpartum Women: Strict Monitoring and Follow-Up of Postpartum HPV Vaccination Program. Frontiers in Immunology.
    Read More
Chat Asisten Maya
di Prosehat.com