Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 211–220 of 1121 results

  • Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh turunan corona virus baru. Virus ini ditularkan  melalui kontak langsung dengan percikan yang berasal dari saluran napas orang terinfeksi (seperti batuk atau bersin). Orang juga bisa terinfeksi dengan hanya menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus ini kemudian menyentuh wajah (seperti mata, hidung, mulut). Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan […]

    Cara Mencegah Virus Corona Di Sekolah

    Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh turunan corona virus baru. Virus ini ditularkan  melalui kontak langsung dengan percikan yang berasal dari saluran napas orang terinfeksi (seperti batuk atau bersin). Orang juga bisa terinfeksi dengan hanya menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus ini kemudian menyentuh wajah (seperti mata, hidung, mulut).

    Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Meminimalkan Penyebaran Covid-19

    Meskipun virus ini masih baru dan banyak orang yang masih mencari tahu tentang virus ini, masyarakat perlu mengambil tindakan untuk mencegah penularannya, guna mengurangi dampak dari wabah ini. terutama membuat perlindungan bagi anak di fasilitas pendidikan.

    Protokol Utama di Area Pendidikan

    Di Indonesia sendiri telah menerbitkan prokol utama dalam penanganan kasus penyebaran Covid-19. Salah satunya protokol di area pendidikan, terdapat 15 poin di dalamnya yang harus diperhatikan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Kesehatan (Dinkes), serta satuan pendidikan di daerah masing-masing. Antara lain:

    – Disdik melakukan koordinasi dengan Dinkes setempat untuk mengetahui rencana atau kesiapan daerah setempat dalam menghadapi Covid-19.

    – Menyediakan sarana untuk cuci tangan dengan air bersih dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol yang terletak di beberapa titik sekolah, sesuai jumlah yang dibutuhkan.

    – Menginstruksikan kepada warga sekolah untuk cuci tangan dengan air dan sabun serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti makan jajanan sehat dan membuang sampah pada tempatnya.

    – Membersihkan ruangan di lingkungan sekolah secara rutin dengan disinfektan. Khususnya pada tempat atau barang yang sering tersentuh oleh banyak orang. Serta memonitor ketidakhadiran warga sekolah, apabila ada yang tidak hadir karena sakit disarankan segera ke fasilitas kesehatan (Faskes) terdekat untuk memeriksakan diri.

    – Memberikan imbauan kepada warga sekolah yang sakit dengan gejala Covid-19 untuk isolasi diri di rumah dan tidak melakukan kontak dengan orang lain.

    – Tidak memberlakukan hukuman atau sanksi bagi siswa yang tidak masuk karena sakit.

    – Apabila tidak hadir karena sakit yang berkaitan dengan pernapasan dalam jumlah besar, Disdik berkoordinasi dengan Dinkes untuk mengambil tindakan pencegahan lebih lanjut.

    – Mengalihkan tugas pendidik dan tenaga kependidikan yang absen kepada tenaga kependidikan lain yang mampu.

    – Pihak institusi pendidikan harus bisa melakukan skrining awal terhadap warga sekolah yang mengeluh sakit. Selanjutkan akan dilakukan koordinasi dengan Dinkes untuk dilakukan pemeriksaan.

    – Memastikan makanan yang disediakan di sekolah merupakan makanan yang sehat dan dimasak dengan matang.

    – Mengimbau warga sekolah agar tidak berbagi makanan dan minuman. Termasuk juga peralatan makan, minum, dan alat musik tiup.

    – Menginstruksikan agar menghindari kontak fisik langsung seperti bersalaman, cium tangan, berpelukan, dan sebagainya.

    – Menunda kegiatan yang mengumpulkan banyak orang. Seperti berkemah dan studi wisata.

    – Melakukan skrining awal, seperti pengukuran suhu tubuh terhadap semua yang datang ke institusi pendidikan.

    Langkah-Langkah Pencegahan Corona di Lingkungan Sekolah:

    – Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)

    CTPS adalah singkatan dari Cuci Tangan Pakai Sabun. Guru dan orangtua harus bisa mengajarkan dan membiasakan anak-anak untuk rajin mencuci tangan. Cuci tangan bisa dilakukan saat akan memulai pelajaran di kelas, saat mau makan, setelah selesai dari kamar mandi, setelah bermain atau berkegiatan, dan saat tiba di rumah sepulang dari sekolah.

    Baca Juga: Protokol Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Tempat Kerja

    Sekolah dan orangtua perlu menyediakan tempat cuci tangan yang memang layak. Seperti memiliki akses air bersih dan juga sabun. Lebih baik lagi apabila disediakan juga hand sanitizer, tisu basah, tisu kering, dan tempat sampah untuk membuang sampah.

    – Mengaktifkan Ruang UKS

    Ruang UKS digunakan untuk penanganan awal apabila terdapat anak yang mulai ada gejala Covid-19. Hal ini untuk pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan teman-temannya. Namun, selanjutnya langkah yang tepat adalah dilakukan pemeriksaan oleh dokter. Apapun penyakitnya, penanganan yang cepat dan tepat akan mencegah penyakit bertambah parah.

    – Menyemprot Ruang Kelas Dengan Disinfektan

    Pencegahan Covid-19 di sekolah yang paling penting salah satunya adalah melakukan penyemprotan ruang kelas dan seluruh kawasan sekolah secara rutin. Apalagi mengingat ruang kelas umumnya tertutup dan potensi penyebaran virusnya akan lebih besar.

    Bahkan barang-barang yang ada di ruang kelas seperti meja, buku, dan mainan yang sering disentuh oleh banyak orang sebaiknya dibersihkan juga secara rutin. Hal tersebut dilakukan guna mengurangi berkembangbiaknya virus maupun bakteri.

    – Gunakan Masker Dengan Benar

    Masker merupakan komponen yang paling penting dalam mencegah penularan virus Covid-19, karena pada dasarnya penularan virus melalui udara. Dan pemakaian masker bisa mengurangi penularan sampai 80 persen. Ajak anak menggunakan masker dengan benar, sehingga menutupi bagian mulut dan hidung.

    – Membawa Bekal Dari Rumah

    Makanan bisa menjadi salah satu penyebaran virus apabila terkena bersin atau tersentuh tangan orang yang sedang sakit. Maka dari itu, sebaiknya orangtua membekali anak dengan makanan rumah yang lebih terjamin kebersihannya. Disarankan makanan dimasak sampai matang, jangan mentah ataupun setengah matang, hal tersebut guna mengurangi paparan bakteri atau virus.

    – Sekolah mempromosikan pembatasan social (Social distancing)

    Tindakan social distancing bisa memperlambat penyebaran penyakit Covid-19. Sekolah bisa membatasi acara pertemuan dengan jumlah peserta yang banyak. Kemudian  mengikuti perkembangan fakta terbaru dan mengetahui informasi tentang Covid-19, seperti gejala, komplikasi, cara penyebarannya, cara menghentikannya, dsb. Tentunya informasi yang didapat harus berasal dari sumber-sumber terpercaya, seperti UNICEF, WHO, dan Kementerian Kesehatan.

    Baca Juga: Penerapan Protokol Kesehatan di Bioskop dan Area Bioskop

    Nah, Sahabat Sehat setelah mengetahui hal apa saja yang harus dilakukan guna mencegah Covid-19 di sekolah, kalian bisa terapkan apabila sudah kembali masuk ke sekolah. Dan jangan sampai lupa atau bosan dengan perintah 3M ya! Mencuci tangan, menjaga jarak, dan menggunakan masker.

    Selain dengan menerapkan protokol kesehatan Sahabat juga dapat memantau kesehatan dengan WISH Health Watch, smartwatch yang dapat diintegrasikan dengan ponsel cerdas Sahabat. Smartwatch akan membantu Sahabat supaya terhindar dari Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referesi

    1. Media, K., 2021. 7 Langkah Pencegahan Penularan Virus Corona di Lingkungan Sekolah Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://edukasi.kompas.com/read/2020/03/03/12104981/7-langkah-pencegahan-penularan-virus-corona-di-lingkungan-sekolah?page=all> [Accessed 18 February 2021].
    2. BP-PAUD DAN DIKMAS KALIMANTAN TIMUR. 2021. Langkah Pencegahan Penularan Virus Corona di Lingkungan Sekolah – BP-PAUD DAN DIKMAS KALIMANTAN TIMUR. [online] Available at: <https://pauddikmaskaltim.kemdikbud.go.id/langkah-pencegahan-penularan-virus-corona-di-lingkungan-sekolah/> [Accessed 18 February 2021].
    3. Who.int. 2021. [online] Available at: <https://www.who.int/docs/default-source/searo/indonesia/covid19/pesan-dan-kegiatan-utama-pencegahan-dan-pengendalian-covid-19-di-sekolah—indonesian–march-2020.pdf?sfvrsn=5cdfea17_2> [Accessed 18 February 2021].
    Read More
  • Pandemi Covid-19 masih terus berlangsung hingga saat ini, bahkan sudah lebih dari 10 bulan, tetapi belum ada tanda-tanda kapan Covid-19 akan berakhir. Penyebaran virus Corona dapat terjadi melalui droplets yang menyebar. Droplets merupakan tetesan cairan yang berasal dari batuk atau bersin. Kasus yang terkena virus covid-19 mengalami peningkatan membuat banyak rumah sakit di Indonesia penuh. Baca […]

    Cara Memantau Kesehatan Diri Sendiri, Keluarga, dan Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19

    Pandemi Covid-19 masih terus berlangsung hingga saat ini, bahkan sudah lebih dari 10 bulan, tetapi belum ada tanda-tanda kapan Covid-19 akan berakhir. Penyebaran virus Corona dapat terjadi melalui droplets yang menyebar. Droplets merupakan tetesan cairan yang berasal dari batuk atau bersin. Kasus yang terkena virus covid-19 mengalami peningkatan membuat banyak rumah sakit di Indonesia penuh.

    memantau kesehatan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat

    Baca Juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai Sejuta

    Banyak pasien yang meski dirawat di rumah sakit tidak mendapat tempat tidur, sehingga terpaksa dipulangkan ke rumah. Lalu, apa yang harus dilakukan jika Sahabat Sehat tinggal serumah dengan keluarga yang didiagnosis positif Covid-19 dan harus menjaga agar tidak tertular? Berikut adalah hal yang harus Sahabat Sehat lakukan saat merawat keluarga yang terinfeksi Covid-19 atau saat ada orang yang terinfeksi Covid-19 di rumah:

    Selalu Pakai Masker

    Selalu memakai masker jika Sahabat Sehat berada satu atap dengan keluarga yang terinfeksi Covid-19. Memakai masker adalah hal yang paling penting untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dari virus corona. Pemakaian masker wajib dilakukan meski Sahabat Sehat sedang membersihkan rumah, bekerja di rumah, membuatkan makanan, atau apa pun aktivitasnya karena virus corona menyebar lewat tetesan pernapasan (droplets) dan aerosol. Oleh karena itu, Sahabat Sehat harus memakai masker untuk mengurangi penyebaran cairan tetesan pernapasan (droplets).

    Produk Terkait: Jual Masker Medis

    Menjaga Kesehatan Mental

    Protokol kesehatan meminta setiap orang yang tinggal serumah dengan orang positif Covid-19 harus mengisolasi diri selama 14 hari. Ini artinya tidak boleh meninggalkan rumah apapun alasannya, kecuali mencari perawatan medis dalam keadaan darurat. Mengingat dampak yang ditimbulkan pada kesehatan mental, sangat penting untuk melakukan beberapa hal yang dapat membantu seperti: tetap berhubungan dengan keluarga dan teman melalui telepon. Kemudian, Sahabat Sehat bisa menjadwalkan hari-hari tertentu untuk melakukan obrolan video dengan setiap anggota keluarga.

    Bersihkan Ruangan Bersama Secara Teratur

    Hal yang tak kalah pentingnya adalah membersihkan ruangan bersama secara teratur. Semua permukaan yang disentuh harus sering dibersihkan dengan disinfektan. Selain mencegah virus Corona, hal ini bisa membantu penyebaran dan menginfeksi anggota keluarga yang lain. Menjaga kebersihan rumah juga akan membantu memberikan rasa aman dan nyaman saat semua orang diisolasi bersama. Sahabat sehat juga perlu menyediakan ruangan yang punya udaha bagus. Ventilasi yang cukup juga penting untuk melindungi diri, serta Sahabat Sehat harus membuka jendela dan pintu sepanjang hari jika memungkinkan.

    Baca Juga: Cara Membersihkan Tempat Kerja dari Virus Corona

    Menghubungi Petugas Medis Jika Diperlukan

    Dalam beberapa kasus, Sahabat Sehat mungkin perlu mencari pertolongan dan dukungan medis saat merawat seseorang dengan virus corona. Sebagai contoh, jika pasien Covid-19 tiba-tiba mengalami sesak, nyeri dada, atau kehilangan kesadaran segeralah cari pertolongan medis.

    Sahabat sehat jangan lupa untuk memeriksakan kesehatan dan melakukan tes swab Covid-19 bila ada anggota keluarga yang terkena Covid-19. Hal ini bertujuan untuk memutus rantai penularan virus ini. Bila ternyata Sahabat Sehat tertulari virus ini, jangan panik, ya. Tetap lakukan protokol kesehatan, ya.

    Baca Juga: Penerapan Protokol Kesehatan di Bioskop dan Area Bioskop

    Nah, Sahabat Sehat setelah mengetahui apa saja cara yang harus dilakukan untuk memantau kesehatan diri sendiri, keluarga serta masyarakat dari Covid-19, kalian bisa lakukan apabila merasa mengalami gejala apapun demi kesehatan kita bersama. Dan jangan sampai lupa atau bosan dengan perintah 5M ya! Mencuci tangan, menjaga jarak, menggunakan masker, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi

    Sahabat Sehat juga bisa menggunakan smartwatch WISH atau jam tangan pintar yang berbasis kecerdasan buatan. Jam tangan tersebut mampu berfungsi sebagai alat bantu pemantau kesehatan yang multifungsi bagi penggunanya terutama di masa pandemi Corona ini sehingga Sahabat dapat terhindar dari Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Media, K., 2021. 6 Cara Merawat Keluarga yang Terinfeksi Covid-19 di Rumah Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://www.kompas.com/sains/read/2021/01/20/100000423/6-cara-merawat-keluarga-yang-terinfeksi-covid-19-di-rumah?page=all> [Accessed 18 February 2021].
    2. Media, K., 2021. Panduan Lengkap Kesehatan Keluarga untuk Cegah Virus Corona Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/17/080200065/panduan-lengkap-kesehatan-keluarga-untuk-cegah-virus-corona?page=all> [Accessed 18 February 2021].
    3. Budi, N., 2021. 10 Tips Agar Tak Tertular Jika Ada Anggota Keluarga yang Positif Corona COVID-19. [online] liputan6.com. Available at: <https://www.liputan6.com/bola/read/4223535/10-tips-agar-tak-tertular-jika-ada-anggota-keluarga-yang-positif-corona-covid-19> [Accessed 18 February 2021].
    4. Kemkes.go.id. 2021. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. [online] Available at: <https://www.kemkes.go.id/folder/view/full-content/structure-faq.html> [Accessed 18 February 2021].
    Read More
  • Masa pandemi Corona yang membuat sebagian besar aktivitas harus dilakukan dari rumah seperti bekerja dan sekolah bisa menimbulkan rasa bosan. Untuk mengatasi rasa bosan tersebut di waktu luang, Sahabat disarankan untuk meningkatkan kemampuan seperti mempelajari bahasa asing. Sahabat bisa melakukannya melalui banyak aplikasi online yang mudah diakses melalui gadget. Baca Juga: Inilah Akibat Bekerja Sembari […]

    Belajar Bahasa Asing Saat WFH, Inilah Dampaknya Bagi Kesehatan

    Masa pandemi Corona yang membuat sebagian besar aktivitas harus dilakukan dari rumah seperti bekerja dan sekolah bisa menimbulkan rasa bosan. Untuk mengatasi rasa bosan tersebut di waktu luang, Sahabat disarankan untuk meningkatkan kemampuan seperti mempelajari bahasa asing. Sahabat bisa melakukannya melalui banyak aplikasi online yang mudah diakses melalui gadget.

    belajar bahasa asing saat WFH

    Baca Juga: Inilah Akibat Bekerja Sembari Rebahan Saat WFH bagi Kesehatan

    Ternyata mempelajari bahasa asing, apalagi jika sampai mampu menguasainya, di saat WFH mempunyai dampak yang baik bagi kesehatan tubuh dan jiwa. Lalu apa sajakah dampak-dampak positif tersebut? Yuk, Sahabat mari simak penjelasan-penjelasan di bawah ini!

    Meningkatkan Kinerja Otak

    Tanpa disadari WFH jika tidak dikelola dengan baik bisa menurunkan kinerja otak karena kegiatan tersebut bercampur dengan kehidupan di dalam rumah. Hal ini tentu akan sangat berpengaruh pada kinerja Sahabat. Karena itu, ketika ada waktu luang di sela WFH, Sahabat dapat mempelajari bahasa asing yang ternyata dapat membantu kinerja otak.

    Hal ini berdasarkan sebuah penelitian bahwa mempelajari bahasa asing selama berbulan-bulan, otak akan mengalami kinerja pertumbuhan yang bagus di empat tempat, yaitu di hippocampus, girus frontal tengah, girus frontal inferior, dan girus temporal superior.

    Membantu Meningkatkan Daya Ingat

    Keuntungan selanjutnya yang dapat dirasakan adalah Sahabat tidak akan mudah cepat lupa atau pikun akibat banyaknya beban pekerjaan selama WFH. Saat mempelajari bahasa asing, otak Sahabat didorong untuk mengingat kata-kata tertentu yang ternyata memang berguna untuk mengembangkan kekuatan otak dalam menyimpan dan mengambil informasi. Tentunya hal ini akan berdampak positif pada pengambilan sebuah keputusan secara logis saat bekerja.

    Produk Terkait: Jual Konilife Focus Tab

    Meningkatkan Kecerdasan Verbal dan Non-Verbal

    Bagi kesehatan mental, belajar bahasa asing saat WFH rupanya cukup berpengaruh. Hal itu bisa terlihat pada kecerdasan verbal dan non-verbal seseorang yang ternyata sangat berhubungan dengan faktor bilingualisme. Dari sebuah hasil penelitian didapat bahwa kecerdasan verbal dan non-verbal pada dasarnya membutuhkan lebih banyak fleksibilitas mental, dan diketahui bahwa orang yang fasih lebih dari satu bahasa secara konsisten cenderung lebih unggul daripada orang yang hanya fasih 1 bahasa.

    Membantu Meningkatkan Konsentrasi

    Ingin konsentrasi Sahabat tetap terjaga saat WFH? Mempelajari bahasa asing bisa membantu Sahabat supaya memiliki konsentrasi penuh pada pekerjaan sehingga tidak terganggu hal-hal di luar aktivitas utama tersebut. Peningkatan konsentrasi dan fokus ini berdasarkan studi penelitian. Dalam penelitian tersebut terlihat bahwa orang yang belajar bahasa asing jauh lebih siap menafsirkan dan mampu dengan cepat berpikir untuk memilih informasi yang penting dan menghilangkan informasi yang tidak penting.

    Baca Juga: Minuman Selain Kopi yang Membantu Meningkatkan Konsentrasi

    Membantu Beradaptasi di Lingkungan yang Baru

    Manusia adalah makhluk sosial yang tentu saja membutuhkan interaksi sosial supaya dari interaksi tersebut dapat terbantu dan tercapai hal-hal yang diinginkan terutama saat di lingkungan baru. Mempelajari bahasa selain bahasa ibu rupanya dapat membantu beradaptasi dalam kondisi tersebut. Lingkungan baru yang dimaksud bukan hanya lingkungan Sahabat berada di negara lain secara harfiah, tetapi juga lingkungan yang berbeda di negara sendiri. Tentunya hal ini secara mental akan bisa menyenangkan hati Sahabat.

    Menunda Penyakit Alzheimer

    Penyakit Alzheimer adalah salah satu penyakit otak yang berakibat pada penurunan daya ingat, kemampuan berpikir dan berbicara, serta berubahnya perilaku secara bertahap. Kondisi ini biasanya dialami lansia 65 tahun ke atas. Tentunya apabila Sahabat mempelajari bahasa asing saat WFH, Sahabat akan dapat menunda penyakit tersebut lebih lama daripada yang hanya mempelajari satu bahasa. 

    Membantu Mengendalikan Emosi

    Dampak lain yang bisa Sahabat rasakan dari belajar bahasa asing adalah dapat membantu mengendalikan emosi menjadi lebih baik dan terarah. Apabila emosi dapat dikendalikan secara baik, hal tersebut dapat berpengaruh secara positif pada fisik dan mental terutama di masa WFH yang akan selalu dihinggapi dengan kebosanan.

    Baca Juga: 7 Tips Orang Tua Dampingi Anak yang Bosan dan Stres Belajar di Rumah

    Itulah Sahabat beberapa dampak yang dapat dirasakan oleh Sahabat dengan belajar bahasa asing saat WFH. Selain itu, mempelajari bahasa asing juga bisa mengusir kebosanan dan mengisi waktu luang. Dampak-dampak yang dirasakan ini tentunya sangat berguna dan berpengaruh pada kinerja Sahabat saat WFH sehingga Sahabat menjadi terus semangat!

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai WFH dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Times I, Zonic A. 8 Manfaat Luar Biasa Belajar Bahasa Asing Menurut Para Ahli [Internet]. IDN Times. 2021 [cited 24 February 2021]. Available from: https://www.idntimes.com/science/discovery/akromah-zonicc/manfaat-belajar-bahasa-asing-c1c2/8
    2. Media K. 7 Manfaat Menguasai Bahasa Asing bagi Otak [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 24 February 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2014/06/17/1535246/7.Manfaat.Menguasai.Bahas
    Read More
  • Pandemi Corona membuat kebanyakan orang harus melakukan aktivitas dari rumah atau Work from Home (WFH) demi menekan penularan virus Covid-19. Praktek WFH ini sendiri tentunya memberi keuntungan karena membuat para pekerja kantoran tidak perlu memikirkan pakaian yang akan dipakai, kemacetan di jalanan, dan tentu memiliki waktu kerja yang lebih fleksibel. Dari situlah kemudian banyak yang […]

    Inilah Akibat Bekerja Sembari Rebahan Saat WFH bagi Kesehatan

    Pandemi Corona membuat kebanyakan orang harus melakukan aktivitas dari rumah atau Work from Home (WFH) demi menekan penularan virus Covid-19. Praktek WFH ini sendiri tentunya memberi keuntungan karena membuat para pekerja kantoran tidak perlu memikirkan pakaian yang akan dipakai, kemacetan di jalanan, dan tentu memiliki waktu kerja yang lebih fleksibel. Dari situlah kemudian banyak yang memilih bekerja sembari rebahan atau tiduran saat WFH.

    bekerja sembari rebahan saat wfh, bekerja sambil tiduran

    Baca Juga: 6 Tips Menjaga Kesehatan Bagi yang Sahabat Tidak Bisa WFH 

    Hal tersebut berdasarkan sebuah penelitian pada November 2020 bahwa sebanyak 72% dari 1.000 orang di AS bekerja dari rumah selama 24 jam hingga 40 jam sambil rebahan. Ini karena banyak orang yang menganggap bahwa rebahan merupakan hal yang begitu favorit selama dilakukan selama WFH. Padahal, bekerja sembari tidur-tiduran tersebut mempunyai akibat yang tidak baik bagi kesehatan, baik fisik maupun mental.

    Apa sajakah itu? Yuk, Sahabat Sehat, yang sedang WFH dan menjadi kaum rebahan, simak penjelasan-penjelasannya di bawah ini!

    1. Menurunkan Produktivitas Kerja

    Dampak pertama yang akan Sahabat rasakan adalah produktivitas kerja menjadi turun. Hal itu karena ketika bekerja sambil tiduran, baik di atas tempat tidur atau karpet, kita sudah menganggap rebahan sebagai aktivitas untuk beristirahat total sedangkan ketika bekerja di kantor kita menganggap bahwa kantor adalah tempat untuk menyelesaikan pekerjaan.

    Apabila Sahabat benar melakukan hal tersebut, yang justru terjadi adalah Sahabat akan merasakan kekacauan pikiran karena tidak ada batas yang jelas antara kegiatan untuk bekerja dan rebahan. Ini tentunya juga akan memberikan dampak yang tidak baik bagi tubuh seperti menimbulkan rasa sakit pada punggung, leher, dan pinggul yang bisa berlangsung selama bertahun-tahun.

    Produk Terkait: Layanan Fisioterapi ke Rumah

    Tentunya hal-hal tersebut membuat produktivitas kerja Sahabat menurun dan selanjutnya bisa mempengaruhi penilaian atasan terhadap Sahabat. Karena itu, para ahli menyarankan supaya tidak bekerja sambil tiduran, dan harus membuat batasan tegas antara kerja dan istirahat. Sebab, bekerja dengan cara seperti itu sebentar saja malah akan membuat fokus bekerja cepat hilang.

    2. Menimbulkan Insomnia

    Akibat kedua adalah Sahabat akan merasakan insomnia. Hal ini terjadi karena secara psikologis Sahabat sudah tidak bisa membedakan lagi aktivitas untuk bekerja dan untuk beristirahat akibat Sahabat mencampuradukkannya menjadi satu. Campur-aduk tersebut membuat Sahabat sulit untuk berhenti bekerja dan menciptakan ketidakseimbangan yang sehat antara rutinitas harian dan pekerjaan.

    Baca Juga: Panduan Ergonomi Saat WFH Seperti Apa?

    Belum lagi jika Sahabat sering bangun telat dan baru mulai bekerja siang hari sehingga baru bisa menyelesaikannya malam hari. Tentu hal ini membuat siklus tidur akan menjadi kacau dan menyebabkan Sahabat jadi kesulitan untuk tidur karena beban fikiran pekerjaan yang belum selesai.

    3. Memicu Perilaku Tidak Higienis

    Tanpa disadari bekerja sembari rebahan akan memicu perilaku tidak higienis atau jorok. Hal ini terjadi karena adanya penumpukan bakteri pada seprai tempat tidur akibat beberapa hari tidak dicuci. Bakteri-bakteri yang menumpuk tersebut berasal dari 15 juta sel kulit manusia yang setiap malam dilepaskan, dan ini tentu saja bisa memengaruhi risiko kesehatan secara keseluruhan yang berakibat Sahabat menjadi rentan sakit.

    Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat WFH 

    Itulah beberapa akibat yang timbul dari bekerja sembari rebahan saat WFH. Supaya Sahabat tidak merasakan dampak-dampak tersebut, Sahabat disarankan untuk tidak bekerja dengan tiduran alias bekerjalah dengan duduk seperti halnya di kantor. Selain itu, Sahabat sebaiknya memindahkan ruang kerja di tempat tidur yang memang untuk istirahat ke ruang lainnya seperti ruang tamu atau ruang makan untuk mendukung produktivitas, dan Sahabat semakin semangat bekerja dari rumah.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai WFH dan produk-produk kesehatan untuk mendukung produktivitas saat WFH silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Alam S. Catat! Ini Efek Samping Terlalu Sering WFH di Atas Tempat Tidur [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 23 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5400780/catat-ini-efek-samping-terlalu-sering-wfh-di-atas-tempat-tidur
    2. Alasan Ilmiah Kenapa Jangan Bekerja di Atas Tempat Tidur Saat WFH [Internet]. suara.com. 2021 [cited 23 February 2021]. Available from: https://jatim.suara.com/read/2020/07/01/152519/alasan-ilmiah-kenapa-jangan-bekerja-di-atas-tempat-tidur-saat-wfh
    3. Media K. “Work From Home” Jangan Kerja Sambil Rebahan Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 23 February 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/03/19/174600020/work-from-home-jangan-kerja-sambil-rebahan?page=all

     

    Read More
  • Pemerintah, melalui Satgas Covid-19, meminta kepada masyarakat untuk menggunakan masker, terutama saat ke rumah sakit. Demikian yang diungkap oleh Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Covid-19, Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander K. Ginting. Hal ini ditujukan untuk mencegah penularan Covid-19 secara maksimal. Baca Juga: Jenis dan Efektivitas Masker Menurut WHO, Tidak Ada Scuba dan Buff […]

    Pemerintah Meminta Masyarakat Menggunakan Masker N95 Saat di Rumah Sakit

    Pemerintah, melalui Satgas Covid-19, meminta kepada masyarakat untuk menggunakan masker, terutama saat ke rumah sakit. Demikian yang diungkap oleh Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Covid-19, Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander K. Ginting. Hal ini ditujukan untuk mencegah penularan Covid-19 secara maksimal.

    masker N95 saat di rumah sakit

    Baca Juga: Jenis dan Efektivitas Masker Menurut WHO, Tidak Ada Scuba dan Buff

    Seperti dilansir dari Kompas.com, adapun masker yang disarankan dipakai di area rumah sakit adalah N95 atau KN95. Artinya, Satgas tidak menyarankan masyarakat menggunakan masker kain saat di rumah sakit untuk berobat atau mengunjungi orang sakit.

    Produk Terkait: Jual Masker N95 

    Masker kain juga tidak disarankan digunakan di area publik seperti pusat perbelanjaan, pasar, dan hanya boleh digunakan saat di lingkungan rumah atau lokasi yang sudah diketahui dengan baik. Adapun untuk area publik, satgas menyarankan untuk menggunakan masker medis.

    Mengapa Satgas Menyarankan Masker N95 di Rumah Sakit?

    Berdasarkan efektivitasnya, masker N95 atau KN95 disebut mampu memberikan perlindungan hingga lebih dari 95%. Sementara masker medis melindungi 70 hingga 80% dan masker kain hanya memberikan perlindungan 40 sampai 45%.

    Baca Juga: Aturan Penggunaan pada Masker dan Tips Memakainya

    Mengenai Masker N95

    FDA atau Badan Pengawas Obat dan Makanan dari Amerika Serikat menyatakan bahwa masker N95 merupakan jenis masker respirator untuk menyaring udara dari partikel yang sangat kecil. National Institute for Occupational Safety and Health menyebut bahwa N95 ini mampu menyaring virus dan bakteri, termasuk Covid-19.

    Masker respirator ini dibagi berdasarkan kemampuannya masing-masing, yaitu menyaring udara, menahan air, dan minyak melalui kode N, R, dan P.

    Berikut keterangan dari kode-kode tersebut:

    • N berarti tidak tahan minyak
    • R berarti tahan minyak
    • P berarti kedap minyak

    Jika berdasarkan kode tersebut, masker N95 adalah masker respirator yang tidak tahan minyak dengan kemampuan filtrasi partikel hingga 95%. Partikel yang disaring tersebut berukuran lebih besar dari 0,3 mikron seperti virus dan polutan. Selain itu, masker dilengkapi dengan lapisan karbon aktif yang dirancang supaya melekat pada mulut. Hal tersebut mungkin dapat menyebabkan kesulitan bernapas sehingga masker ini tidak disarankan untuk anak-anak, lansia, dan orang-orang yang memiliki masalah terhadap pernapasan.

    Baca Juga: Seperti Inilah Cara Melepas Masker dengan Benar

    Demikianlah mengenai pemakaian masker N95 saat ke rumah sakit oleh masyarakat demi mencegah penularan virus Corona. Tidak hanya syarat dan pemakaian masker saja yang perlu diperhatikan, tetapi juga cara membuang masker yang tepat supaya tidak mencemari lingkungan. Apabila Sahabat menginginkan informasi lebih lanjut mengenai masker dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Media K. Satgas: Gunakan Masker N95 di Area RS dan Mengunjungi Orang Sakit [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 22 February 2021]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2021/02/21/13522331/satgas-gunakan-masker-n95-di-area-rs-dan-mengunjungi-orang-sakit
    2. Alam S. Ada Kode N95 pada Masker Tenaga Medis, Apa Sih Artinya? [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 22 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4992463/ada-kode-n95-pada-masker-tenaga-medis-apa-sih-artinya
    Read More
  • Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa besarnya biaya perawatan pasien Covid-19 tidak main-main. Pada satu pasien Covid-19, biaya yang dikeluarkan dapat mencapai hingga ratusan juta rupiah. Mahalnya biaya perawatan pasien Covid-19 ini tergantung pada kebutuhan dan permintaan yang diperlukan selama masa pengobatan. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi besaran biaya perawatan, misalnya berapa lama pasien dirawat inap, obat […]

    Gratis! Mahalnya Biaya Perawatan Covid-19 Ditanggung Pemerintah, Begini Cara Klaimnya

    Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa besarnya biaya perawatan pasien Covid-19 tidak main-main. Pada satu pasien Covid-19, biaya yang dikeluarkan dapat mencapai hingga ratusan juta rupiah. Mahalnya biaya perawatan pasien Covid-19 ini tergantung pada kebutuhan dan permintaan yang diperlukan selama masa pengobatan. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi besaran biaya perawatan, misalnya berapa lama pasien dirawat inap, obat dan multivitamin apa saja yang dikonsumsi, alat penunjang hidup apa saja yang dibutuhkan untuk membantu pengobatan, dan sebagainya.

    biaya perawatan covid-19, biaya pengobatan covid-19

    Baca Juga: Tips Memilih Asuransi Kesehatan Terbaik untuk Keluarga Tercinta!

    Rincian Biaya Perawatan Pasien Covid-19

    1. Pasien Suspek/Probable/Konfirmasi Tanpa Penyakit Komplikasi
    • ICU dan ventilator Rp 15,5 juta per hari
    • ICU non-ventilator Rp 12 juta per hari
    • Isolasi tekanan negatif dan ventilator Rp 10,5 juta per hari
    • Isolasi tekanan negatif non-ventilator Rp 7,5 juta per hari
    • Isolasi non-tekanan negatif dan ventilator Rp 10,5 juta per hari
    • Isolasi non-tekanan negatif non-ventilator Rp 7,5 juta per hari
    1. Pasien Suspek/Probable/Konfirmasi dengan Penyakit Komplikasi
    • ICU dan ventilator Rp 16,5 juta per hari
    • ICU non-ventilator Rp 12,5 juta per hari
    • Isolasi tekanan negatif dan ventilator Rp 14,5 juta per hari
    • Isolasi tekanan negatif non-ventilator Rp 9,5 juta per hari
    • Isolasi non tekanan negatif dan ventilator Rp 14,5 juta per hari
    • Isolasi non tekanan negatif non-ventilator Rp 9,5 juta per hari
    1. Pengurusan Jenazah Pasien Covid-19
    • Perawatan jenazah Rp 550.000
    • Kantong jenazah Rp 100.000
    • Peti jenazah Rp 1,75 juta
    • Plastik erat Rp 260.000
    • Desinfektan jenazah Rp 100.000
    • Mobil jenazah Rp 500.000
    • Desinfektan mobil jenzah Rp 100.000

    Rincian di atas merupakan gambaran besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan perawatan jika terinfeksi Covid-19.

    Biaya Perawatan Covid-19 Gratis, Ditanggung Pemerintah

    Namun, Sahabat tidak perlu khawatir karena biaya perawatan tersebut ditaggung oleh pemerintah. Ketentuan ini berlaku di seluruh rumah sakit di Indonesia, baik rumah sakit pemerintah maupun swasta, termasuk rumah sakit rujukan atau yang bukan rumah sakit rujukan Covid-19.

    Baca Juga: Kenali dengan Baik Asuransi Kesehatan Syariah

    Dalam Undang-Undang Wabah Penyakit Menular, pemerintah wajib menanggung seluruh pembiayaan pengobatan masyarakat yang terinfeksi Covid-19.

    Pelayanan Kesehatan Apa Saja yang Dibiayai oleh Pemerintah?

    • Administrasi pelayanan
    • Fasilitas rawat inap (kamar dan fasilitas ruang gawat darurat, ruang perawatan intensif, dan ruang isolasi)
    • Jasa dokter
    • Bantuan di ruangan
    • Penggunaan ventilator
    • Cek laboratorium dan radiologi
    • Alat medis sekali pakai
    • Obat dan vitamin
    • Alat kesehatan dan APD
    • Fasilitas ambulans
    • Perawatan jenazah
    • Pelayanan kesehatan untuk indikasi medis

    Apa Saja Biaya yang Tidak Ditanggung Pemerintah?

    • Layanan khusus di atas standar perawatan Covid-19 yang diminta pasien dan keluarganya. Selisih biaya tersebut yang akan ditagih oleh pihak rumah sakit kepada pasien.
    • Pelayanan di luar tanggungan BPJS
    • Obat-obatan untuk pasien dengan gejala berat, seperti intravenous immunoglobulin therapyatau IVIG, toclizumab, plasma konvalesen.

    Hal yang Perlu Diketahui tentang Klaim Pembiayaan Rumah Sakit

    Untuk mengantisipasi penularan Covid-19 di Indonesia, terutama dalam pemberian pelayanan kesehatan yang sempurna bagi masyarakat, maka seluruh fasilitas pelayanan kesehatan perlu dilibatkan agar penanganan pasien Covid-19 berjalan optimal.

    1. Jenis rumah sakit

    Hanya rumah sakit rujukan penanggulangan penyakit infeksi emerging (PIE) tertentu dan rumah sakit lain yang mempunyai fasilitas administrasi dan pelayanan kesehatan rujukan pasien Covid-19 yang dapat melakukan klaim biaya pengobatan Covid-19, termasuk rumah sakit lapangan/darurat.

    1. Pelayanan yang dibiayai

    Pelayanan pengobatan dan perawatan yang dapat dibiayai oleh pemerintah, yaitu administrasi, fasilitas kamar dan ruang gawat darurat, ruang rawat intensif, ruang rawat inap, ruang isolasi, jasa dokter, tindakan di ruangan, penggunaan ventilator, cek laboratorium dan radiologi, bahan medis sekali pakai, alat kesehatan dan APD, ambulans, perawatan jenazah, dan pelayanan kesehatan indikasi medis lainnya.

    1. Kriteria untuk pasien rawat jalan
    • Pasien suspek dengan atau tanpa penyakit bawaan/penyakit penyerta, dapat melampirkan bukti cek laboratorium darah rutin dan x-ray foto thorax (ibu hamil dan pasien dengan kondisi medis tertentu seperti gangguan jiwa dan gaduh gelisah dapat pengecualian untuk bukti x-ray foto thorax dengan catatan membawa surat keterangan dari dokter penanggung jawab pasien atau DPJP).
    • Pasien konfirmasi Covid-19 dengan atau tanpa penyakit bawaan/penyakit penyerta, dapat memberikan bukti hasil cek laboratorium RT-PCR dari rumah sakit atau faskes lainnya.
    1. Kriteria pasien rawat inap
    • Pasien suspek usia 60 tahun ke atas tanpa penyakit penyerta, pasien berusia di bawah 60 tahun dengan penyakit penyerta, pasien ISPA berat/pneumonia berat yang butuh perawatan di rumah sakit dan tidak memiliki penyebab lain dari gambaran medis.
    • Pasien probable atau pasien dengan suspek ISPA berat atau terjadi gagal napas dikarenakan aveoli paru dipenuhi cairan/distres pernapasan akut atau meninggal dengan gambaran klinis ke arah Covid-19 dan belum ada hasil cek laboratorium RT-PCR.
    • Pasien konfirmasi
    1. Tanpa gejala dan tidak memiliki tempat untuk melakukan isolasi mandiri dengan menyerahkan surat keterangan dari kepala puskesmas.
    2. Tanpa gejala dan penyakit penyerta
    3. Dengan gejala ringan, sedang, berat/kritis
    4. Suspek/probable/konfirmasi co-insidens

    5. Bukti identitas

    • WNA: passport, KITAS, nomor indentitas United Nation High Commissiner for Refugees (UNHCR)
    • WNI: nomor induk kependudukan, kartu keluarga (KK), atau surat keterangan dari kelurahan
    • Orang terlantar: surat keterangan dari dinas sosial

    Jika semua identitas di atas tidak dapat dibuktikan, maka dapat menggunakan surat keterangan data pasien yang ditandatangani dan distempel oleh kepala dinas kesehatan setempat yang diajukan oleh rumah sakit.

    Cara Klaim Biaya Perawatan Pasien Covid-19

    Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/238/2020 mengenai Petunjuk Teknis Klaim Penggantian Biaya Perawatan Pasien Penyakit Infeksi Emerging Tertentu untuk rumah sakit yang menyediakan layanan Covid-19 untuk mempermudah pembayaran biaya pasien yang dirawat akibat Covid-19

    1. Rumah sakit mengajukan klaim biaya secara kolektif ke Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, dan ditembuskan ke BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan setempat untuk verifikasi melalui email.
    2. Berkas klaim yang dapat diajukan ke rumah sakit adalah untuk pasien yang dirawat sejak 28 Januari 2020 dan dapat diajukan setiap 14 hari kerja.
    3. Berita Acara Verifikasi Pembayaran Klaim Tagihan Pelayanan akan dikeluarkan paling lambat 7 hari kerja sejak klaim diterima BPJS Kesehatan.
    4. Kemudian, Kementrian Kesehatan akan membayar biaya tersebut ke rumah sakit dalam waktu 3 hari kerja setelah Berita Acara Hasil Verifikasi diterima.

    Kendala Pengajuan Klaim Biaya Rumah Sakit

    • Belum adanya petunjuk teknis untuk mengklaim pembiayaan pasien Covid-19 dengan penyakit penyerta.
    • Adanya perbedaan pandangan antara dokter penanggung jawab pasien dengan verifikator mengenai diagnosis komorbid atau penyakit penyerta, kriteria pulang dan kriteria akhir penjaminan.
    • Terapi tambahan seperti IVIG, plasma konvalesen, anti-interleukin, dan stem sel yang masih dalam tahap uji klinis dan tidak dapat di klaim Kemenkes.
    • Perawatan bagi bayi yang terlahir dari ibu yang terinfeksi Covid-19.
    • Terapi obat yang dapat ditanggung oleh BPJS.

    Kendala pada Fasilitas Kesehatan

    Permasalahan administrasi menjadi salah satu penyebab banyaknya tunggakan akibat klaim pelayanan kesehatan pasien Covid-19 yang belum dibayar pemerintah. Selain itu, adanya pengajuan klaim rumah sakit yang baru dilakukan pada akhir tahun 2020 sehingga pengajuan baru akan diproses pada awal tahun ini. Sedangkan anggaran untuk klaim rumah sakit juga diproses Kementrian Keuangan. Keterlambatan pada proses klaim inilah yang menjadi kendala.

    Baca Juga: Pentingnya Asuransi Kesehatan Keluarga Terbaik di Masa Pandemi

    Besarnya biaya pengobatan dan perawatan Covid-19 yang begitu mahal, walaupun gratis tidak semua dapat ditanggung pemerintah. So, tidak ada salahnya sahabat jika mengantisipasi perlindungan dari sekarang. Caranya, Sahabat hanya perlu daftarkan diri dan keluarga melalui asuransi yang disediakan oleh Prosehat. Asuransi ini juga dilengkapi dengan fasilitas tes Covid-19 dan vaksinasi Covid-19. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Kemenkes Sebut Biaya Perawatan Pasien COVID-19 Mahal, Memangnya Berapa? [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 18 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5276740/kemenkes-sebut-biaya-perawatan-pasien-covid-19-mahal-memangnya-berapa
    2. 5 Hal yang Perlu Diketahui soal Klaim Biaya Pasien Covid-19 di Rumah Sakit [Internet] KOMPAS.com. 2021 [cited 18 February 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/07/25/093000665/5-hal-yang-perlu-diketahui-soal-klaim-biaya-pasien-covid-19-di-rumah-sakit
    3. RS Bisa Klaim Biaya Perawatan Pasien Covid-19, Begini Teknisnya [Internet]. kemkes.go.id. 2021 [cited 18 February 2021]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20200409/0733623/rs-klaim-biaya-perawatan-pasien-covid-19-begini-teknisnya/
    4. Ini Biaya Perawatan Pasien Covid-19 yang Ditanggung dan Tidak Ditanggung Pemerintah[Internet]. cermati.com. 2021 [cited 18 February 2021]. Available from: https://www.cermati.com/artikel/ini-biaya-perawatan-pasien-covid-19-yang-ditanggung-dan-tidak-ditanggung-pemerintah
    5. 4 Kendala Pengajuan Klaim Penanganan Corona Rumah Sakit pada BPJS Kesehatan [Internet]. 2021 [cited 18 February 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/uang/4-kendala-pengajuan-klaim-penanganan-corona-rumah-sakit-pada-bpjs-kesehatan.html?page=2
    Read More
  • Sejak pandemi Corona melanda, banyak sekali orang yang terdampak, termasuk mereka yang mengadakan pernikahan. Tidak dapat dipungkiri, acara pernikahan dapat menjadi wadah penyebaran virus Corona apabila timbul kerumunan selama pelaksanaan acara. Hal ini membuat banyak orang yang ingin menikah berpikir berulang kali. Sebenarnya, menikah di tengah pandemi Covid-19 bukan suatu hal yang salah karena menikah […]

    Persiapan Menikah di Tengah Corona Seperti Apa?

    Sejak pandemi Corona melanda, banyak sekali orang yang terdampak, termasuk mereka yang mengadakan pernikahan. Tidak dapat dipungkiri, acara pernikahan dapat menjadi wadah penyebaran virus Corona apabila timbul kerumunan selama pelaksanaan acara. Hal ini membuat banyak orang yang ingin menikah berpikir berulang kali. Sebenarnya, menikah di tengah pandemi Covid-19 bukan suatu hal yang salah karena menikah merupakan kebutuhan biologis setiap manusia. Namun, mengadakan pesta pernikahan di tengah pandemi tentunya berbeda dan membutuhkan banyak persiapan khusus, selain persiapan fisik dan mental. Lalu, seperti apa persiapannya? Yuk, Sahabat Sehat yang ingin menikah silakan simak poin-poin di bawah ini!

    menikah di tengah corona, persiapan menikah di tengah corona

    Baca Juga: Siap Nikah? Lakukan 5 Persiapan Kesehatan Ini

    Persiapan Menikah di Tengah Pandemi Corona

    Periksa Kembali Daftar Tamu dengan Teliti

    Pandemi Corona memang membuat aktivitas di luar rumah dan semua hal yang berhubungan dengan keramaian serba dibatasi. Hal ini tentu saja membuat orang-orang tidak bisa bepergian dengan bebas, termasuk ke pesta pernikahan. Pembatasan mobilitas ini bertujuan untuk mencegah penyebaran virus secara masif.

    Ketika Sahabat ingin mengadakan pesta pernikahan di masa pandemi, hendaknya Sobat melihat kembali daftar para tamu yang akan diundang secara teliti. Usahakan jangan mengundang terlalu banyak tamu dan hanya mengudang beberapa orang terdekat saja, termasuk keluarga. Selain itu, jangan memaksakan orang-orang yang berhalangan hadir untuk datang karena Sahabat mungkin tidak tahu apakah mereka rentan terkena virus atau tidak.

    Tetap Jalin Komunikasi dengan Vendor Pernikahan

    Apabila Sahabat ingin mengadakan pesta pernikahan dalam gedung dan memakai jasa vendor, sebaiknya Sahabat menjalin komunikasi dengan vendor untuk mengantisipasi dan menerapkan adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi. Komunikasikan hal apa saja yang harus dilakukan jika Sahabat tetap berniat mengadakan pesta pernikahan.

    Yang perlu diperhatikan juga adalah pilihlah vendor yang ramah, kooperatif, dan sudah berpengalaman dalam menyelenggarakan pesta pernikahan di masa pandemi. Hal tersebut bisa Sobat telusuri melalui internet atau mencari referensi dari kerabat, teman, dan saudara. Jangan lupa untuk memilih jasa vendor yang sesuai dengan kebutuhan Sobat.

    Pesanlah Gaun dan Cincin Secara Online

    Ternyata, Sahabat bisa membeli keperluan pernikahan secara online, termasuk gaun dan cincin. Cara ini tentunya lebih aman dan nyaman. Sahabat tidak perlu khawatir terpapar virus yang mungkin bisa terjadi bila membeli langsung. Meski begitu, Sahabat tetap perlu memperhatikan beberapa hal, seperti ukuran tubuh dan jari. Apabila Sahabat memesan khusus, sedari awal mulailah memberikan informasi lengkap kepada si pembuat. Untuk panduannya, Sahabat bisa melihatnya di internet.

    Mengadakan Pernikahan dengan Siaran Langsung

    Pernikahan di masa pandemi Corona tidak dapat dilaksanakan dalam kondisi yang ramai. Untuk mengatasinya, Sahabat bisa mengadakan siaran langsung atau live streaming di YouTube, Instagram, dan Facebook. Cara ini setidaknya akan membuat pernikahan Sahabat di tengah pandemi tetap bermakna dan menjadi sesuatu yang memorable.

    Baca Juga: Sebelum Menikah, Pria Juga Butuh Ini

    Sediakan Tempat Sanitasi dan Jaga Jarak

    Sahabat harus mempersiapkan hal yang satu ini, yaitu protokol kesehatan. Selain para tamu undangan yang wajib memakai masker, tentunya tempat sanitasi untuk mencuci tangan juga harus tersedia. Jangan lupa untuk meminta para tamu menjaga jarak saat agar pesta pernikahan yang digelar tidak menyebabkan penyebaran virus.

    Jangan Makan Prasmanan

    Penyediaan makanan juga harus diperhatikan. Sangat disarankan untuk tidak menyediakan makanan secara prasmanan karena lebih berpotensi menyebarkan virus. Sebaiknya, makanan disajikan dalam bentuk paket nasi kotak, lalu para tamu undangan dapat makan di tempat masing-masing atau langsung dibawa pulang.

    Selain beberapa hal di atas, di sisi lain masa pandemi membuat Sahabat dapat mengadakan pesta pernikahan yang hemat biaya karena adanya larangan tidak boleh berkumpul dalam satu tempat. Sahabat mungkin tidak perlu pusing lagi soal biaya tempat, konsumsi, atau biaya untuk jasa make-up artist yang terlalu besar. Terlebih lagi, semua biaya yang dihemat tersebut bisa Sahabat alokasikan untuk berbagai tes kesehatan sebelum menikah.

    Pentingnya Tes-tes Kesehatan Sebelum Menikah

    Tes kesehatan sebelum menikah di tengah Corona merupakan hal yang sangat penting karena tes tersebut setidaknya dapat melindungi Sahabat dari berbagai macam penyakit termasuk Covid-19. Tes sebelum menikah ini dimaksudkan untuk mengenali riwayat penyakit, risiko penyakit, atau kondisi kesehatan yang dimiliki masing-masing pasangan. Dengan tes ini, pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin, sehingga saat menjalani rumah tangga Sahabat tidak akan terkejut.

    Adapun tes kesehatan sebelum menikah itu meliputi:

    • Pemeriksaan darah
    • Pemeriksaan golongan darah dan rhesus
    • Mendeteksi hepatitis B surface antigen (HBsAg)
    • Pemeriksaan kadar gula darah
    • Tes TORCH
    • Pemeriksaan infeksi menular seksual
    • Pemeriksaan urine
    • Pemeriksaan organ reproduksi

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Pranikah

    Selain serangkaian tes di atas, yang tak kalah pentingnya adalah pemeriksaan Covid-19 dengan rapid antigen untuk mendeteksi dini infeksi Covid-19. Pemeriksaan ini sebaiknya tak hanya dilakukan Sahabat, tetapi juga para kerabat dan tamu yang diundang dalam jumlah yang minimal.

    Baca Juga: Wanita Menikah Wajib Lakukan Pap Smear?

    Itulah beberapa persiapan yang perlu Sahabat lakukan ketika hendak menikah di tengah pandemi Corona. Selain pemeriksaan sebelum menikah, Sahabat juga bisa melakukan vaksinasi pranikah di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Persiapan Pernikahan di Tengah Pandemi COVID-19 [Internet]. orori.com. 2021 [cited 18 February 2021]. Available from: https://www.orori.com/ororeads/persiapan-pernikahan-di-tengah-pandemi-covid-19
    2. 8 Tips Hemat Menyelenggarakan Pernikahan di Masa Pandemi [Internet]. kompas.com. 2021 [cited 18 February 2021]. Available from: https://money.kompas.com/read/2020/12/09/233700426/8-tips-hemat-menyelenggarakan-pernikahan-di-masa-pandemi?page=all
    3. Tarigan M. Pandemi Membuat Persiapan Pernikahan Kilat dan Tidak Ruwet [Internet]. Tempo. 2021 [cited 18 February 2021]. Available from: https://gaya.tempo.co/read/1395349/pandemi-membuat-persiapan-pernikahan-kilat-dan-tidak-ruwet
    4. Mau Nikah Dalam Waktu Dekat? Jangan Lupa Jalani Tes Kesehatan Pra Nikah! [Internet]. Grid.ID. 2021 [cited 18 February 2021]. Available from: https://www.grid.id/read/042514008/mau-nikah-dalam-waktu-dekat-jangan-lupa-jalani-tes-kesehatan-pra-nikah?page=all
    Read More
  • Tidak hanya pada wanita dewasa, vaksinasi kanker serviks untuk anak SD juga dapat diberikan. Hal ini penting karena virus HPV yang menyebabkan kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan salah satu kanker ganas organ kewanitaan dengan jumlah kasus terbanyak. Meskipun begitu, kanker serviks merupakan satu-satunya kanker yang dapat dicegah dengan vaksin, tidak seperti kanker ovarium, endometrium, payudara […]

    Pentingnya Vaksinasi Kanker Serviks untuk Anak SD Sebagai Pencegahan dan Proteksi Dini

    Tidak hanya pada wanita dewasa, vaksinasi kanker serviks untuk anak SD juga dapat diberikan. Hal ini penting karena virus HPV yang menyebabkan kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan salah satu kanker ganas organ kewanitaan dengan jumlah kasus terbanyak. Meskipun begitu, kanker serviks merupakan satu-satunya kanker yang dapat dicegah dengan vaksin, tidak seperti kanker ovarium, endometrium, payudara yang hanya dapat dicegah dengan skrining rutin.  Kanker ini disebut sebagai silent killer karena gejalanya seringkali tidak muncul. Kebanyakan pasien penderita kanker ini datang berobat ketika sudah berada pada stadium lanjut.

    vaksinasi kanker serviks untuk anak SD

    Baca Juga: Mari Lindungi Si Gadis dari Kanker Serviks

    Mengapa vaksinasi penting pada perempuan usia dini?

    Vaksinasi kanker serviks sangatlah penting pada perempuan usia dini terutama pada anak-anak SD karena hal itu dapat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus HPV. Pemberian bisa dilakukan pada usia 9-10 tahun. Hal ini karena sistem kekebalan tubuh pada perempuan di usia tersebut ternyata lebih baik jika dibandingkan dengan orang dewasa. Apalagi proses infeksi virus HPV yang berubah menjadi kanker cukuplah panjang, yaitu sekitar 7-15 tahun. Namun, hal tersebut kurang disadari dan baru diketahui setelah menjadi kanker melalui pemeriksaan. Dengan demikian vaksinasi pada usia dini cukup untuk menghalau infeksi virus dalam jangka waktu yang panjang dari masa SD hingga dewasa.

    Apa saja keuntungan vaksinasi di usia dini?

    Selain memberikan kekebalan dalam jangka waktu yang cukup panjang, vaksinasi kanker serviks untuk anak SD ternyata juga dapat memberikan keamanan yang cukup efektif terutama pada masa perempuan memasuki periode berhubungan seksual terutama setelah menikah. Ketika berhubungan seksual itu tanpa disadari virus HPV masuk ketika ada celah luka pada lapisan kulit atau epitel di serviks. Celah luka ini terjadi dari berhubungan seksual tersebut. HPV ini kemudian menginvasi seluruh jaringan serviks sampai ke dalam sel serviks laalu menggandakan diri, dan lama-kelamaan berubah menjadi kanker. HPV ini hanya masuk ke epitel dan tidak memasuki pembuluh darah sehingga tidak dikenali sistem imun tubuh. Karena itu, vaksinasi sendiri adalah untuk dapat mengenali virus serta membentuk antibodi.

    Bagaimana dengan Pemberiannya?

    Vaksin kanker serviks untuk anak SD ini hendaknya diberikan sebanyak dua kali, dengan rentang jarak waktu 6-12 bulan dari dosis pertama. Barulah pada usia dewasa, dosisnya adalah 3.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Kanker Serviks

    Jenis Vaksin Kanker Serviks Apa Saja yang Dapat Diberikan? Apakah Sama dengan Orang Dewasa?

    Pada dasarnya, jenis vaksin kanker serviks yang diberikan pada anak perempuan usia dini sama dengan yang diberikan pada orang dewasa, yaitu bivalen dan tetravalen. Bivalen mengandung 2 tipe virus HPV (16 dan 18) yang dapat mencegah kanker leher rahim sedangkan tetravalent mengandung 4 tipe virus HPV (6,11,16, dan 18) yang dapat mencegah sekaligus kanker leher rahim serta kutil kelamin. Vaksin jenis terbaru adalah vaksin HPV kuadrivalen, mengandung 8 jenis virus HPV. Efektivitasnya lebih tinggi, namun belum tersedia di Indonesia.

    Baca Juga: Apa Bedanya HPV Bivalen dan Tetravalen?

    Bagaimana dengan Metodenya?

    Untuk metodenya seperti vaksinasi pada umumnya adalah dengan melakukan penyuntikan vaksin secara intramuskular di deltoid, yaitu otot bahu yang terbesar.

    Adakah Efek Samping yang Dirasakan?

    Setiap vaksinasi tentu saja akan ada efek sampingnya. Hal itu wajar karena tubuh sedang bekerja membentuk kekebalan tubuh dalam melawan virus. Pada vaksinasi kanker serviks untuk anak SD ini efek samping yang dirasakan adalah alergi, rasa sakit, kemerahan, serta bengkak di bekas suntikan, bentol kecil sementara di tempat suntikan, demam rendah, merasa kurang sehat, sakit kepala, dan pingsan.

    Untuk mengatasinya, Sahabat bisa melakukan beberapa langkah seperti minum cairan cukup banyak, tidak menggunakan baju tebal saat demam, mengompres bekas luka dengan air dingin, dan mengonsumsi parasetamol untuk meredakan rasa sakit. Apabila efek samping ini belum mereda segera hubungi dan ke fasilitas layanan terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

    Produk Terkait: Jual Panadol Kaplet 500 mg

    Berapa Harganya?

    Untuk vaksin kanker serviks harganya berkisar dari angka Rp 750.000 hingga Rp 1,3 juta sekali suntik.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?

    Itulah mengenai vaksinasi HPV untuk anak SD yang ternyata sangat penting untuk mencegah dan melindungi diri dari virus HPV yang menyebabkan kanker serviks. Intinya, perlindungan dari usia dini akan cukup membantu perempuan saat mereka memasuki masa remaja dan dewasa sehingga tidak perlu khawatir mengenai virus HPV penyebab kanker serviks ini. Sahabat bisa mendapatkan vaksinasi HPV ini di rumah sakit, puskesmas, dan klinik serta di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah.

    Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Anak Perempuan Usia 9 Tahun Sudah Bisa Diberi Vaksin HPV |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2021 [cited 15 February 2021]. Available from: https://www.republika.co.id/berita/qo2754366/anak-perempuan-usia-9-tahun-sudah-bisa-diberi-vaksin-hpv
    2. Media K. Vaksin HPV sejak Dini untuk Cegah Kanker Serviks [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 15 February 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2015/02/05/140152923/.Vaksin.HPV.sejak.Dini.unt
    3. Pentingnya Vaksinasi HPV Sejak Dini | Parentstory Blog [Internet]. Parentstory.com. 2021 [cited 15 February 2021]. Available from: https://www.parentstory.com/blog/pentingnya-vaksinasi-hpv-sejak-dini
    4. Tanya Jawab Lengkap Seputar Imunisasi HPV untuk Anak [Internet]. kumparan. 2021 [cited 15 February 2021]. Available from: https://kumparan.com/kumparanmom/tanya-jawab-lengkap-seputar-imunisasi-hpv-untuk-anak-1s445Nfku3q
    5. Ternyata V. Ternyata, Vaksin Kanker Serviks Juga Punya Efek Samping ini! – Semua Halaman – Nakita [Internet]. Nakita. 2021 [cited 15 February 2021]. Available from: https://nakita.grid.id/read/021741236/ternyata-vaksin-kanker-serviks-juga-punya-efek-samping-ini?page=all
    Read More
  • Anosmia adalah salah satu gejala Covid-19 yang ditandai dengan hilangnya indera penciuman. Kondisi ini pun dapat membuat nafsu makan berkurang yang tentu saja dapat memperlambat masa pemulihan. Hal itu ditambah dengan kondisi psikologis yang bisa menyebabkan stres. Kondisi ini juga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pulih. Sejauh ini belum ada obat yang bisa secara […]

    Bahan Makanan Pereda Anosmia untuk Membantu Mengatasi Gejala

    Anosmia adalah salah satu gejala Covid-19 yang ditandai dengan hilangnya indera penciuman. Kondisi ini pun dapat membuat nafsu makan berkurang yang tentu saja dapat memperlambat masa pemulihan. Hal itu ditambah dengan kondisi psikologis yang bisa menyebabkan stres. Kondisi ini juga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pulih. Sejauh ini belum ada obat yang bisa secara tepat mengatasi anosmia. Namun, terdapat beberapa bahan makanan pereda anosmia yang disarankan untuk dapat membantu mengatasi gejala ini.

    bahan makanan pereda anosmia

    Baca Juga: Parosmia dan Phantosmia, Gejala-gejala Baru Covid-19, Apa Saja Perbedaannya?

    Bahan Makanan Membantu Meredakan Anosmia

    Lalu apa sajakah bahan makanan tersebut? Yuk, Sahabat Sehat simak penjelasannya di bawah ini:

    Bubuk Cabai Merah dan Cabai Rawit

    Makanan pertama yang dapat membantu meredakan anosmia adalah bubuk cabai merah dan cabai rawit. Keduanya memang belum terbukti secara sains alias baru sebatas pada hal yang berlangsung di masyarakat saja. Meski begitu, kedua bubuk ini mempunyai capsaicin yang disebut dapat secara efektif membersihkan hidung yang tersumbat, mengaktifkan indera, dan meningkatkan fungsi indera penciuman. Keduanya juga sering digunakan untuk membantu menghilangkan flu. Untuk penggunaan, campurkan dengan secangkir air atau tambahkan madu.

    Bawang Putih

    Bawang putih termasuk salah satu bahan makanan yang cukup populer. Selama pandemi keberadaannya juga digunakan sebagai alternatif untuk membantu meningkatkan kekebalan daya tahan tubuh. Mengonsumsi bawang putih berkhasiat untuk meredakan pembengkakan dan peradangan di sekitar saluran hidung. Manfaat lainnya adalah untuk memudahkan pernapasan serta membantu memulihkan indera penciuman dan perasa lebih cepat. Untuk penggunaannya Sahabat bisa membuat ramuan panas dari bawang putih yang dihancurkan dan diberi air.

    Jahe

    Bahan makanan pereda anosmia lainnya yang bisa Sahabat gunakan adalah jahe yang merupakan salah satu bahan makanan paling populer dalam kehidupan sehari-hari. Jahe sendiri merupakan salah satu tumbuhan herbal yang merupakan ekspetoran alami serta mempunyai sifat anti mikroba dan pereda nyeri yang ampih untuk membantu mengobati infeksi di saluran hidung dan membersikan partikel rematik dari hidung. Cara menggunakannya adalah konsumsilah jahe dengan diseduh atau dikunyah langsung.

    Produk Terkait: Jual Kapsul Jahe Borobudur Isi 100

    Minyak Jarak

    Sahabat juga bisa menggunakan minyak jarak untuk membantu meredakan anosmia yang Sahabat alami. Diketahui bahwa minyak ini adalah salah satu bahan makanan yang mengandung sifat anti-oksidan dan anti-inflamasi. Minyak ini juga sering digunakan untuk orang-orang yang sering menderita gejala nyeri sinusitis dan alergi untuk mengurangi pertumbuhan polip hidung sehingga bermanfaat dalam meredakan gejala batuk, pilek, dan membangun kembali indera penciuman.

    Baca Juga: Apakah Gangguan Delirium Merupakan Gejala Baru Covid-19?

    Beberapa Cara Lain untuk Membantu Meredakan Anosmia

    Berikut ini adalah beberapa cara lain untuk membantu meredakan anosmia selain bahan makanan.

    Melakukan Terapi Penciuman

    Terapi ini bisa Sahabat gunakan untuk membantu meredakan, yaitu dengan menggunakan minyak esensial. Tujuan penggunaan minyak ini adalah untuk mengembalikan kemampuan indera penciuman dan pengecap. Menurut beberapa penelitian, terapi ini cukup efektif merangsang mekanisme pemulihan alami tubuh yang tidak peka terhadap bau. Beberapa jenis minyak esensial yang disarankan adalah beraroma tajam seperti kayu manis, vanilla, jeruk, dan pisang. Caranya adalah dengan menghirup minyak selama 20-40 detik. Lakukanlah sebanyak 2-3 kali sehari.

    Produk Terkait: Jual Owellness Pure Bliss Diffuser Oil

    Berhenti Merokok

    Ternyata kebiasaan merokok juga bisa menyebabkan anosmia dan malah memperparah hal tersebut. Hal itu karena rokok dapat menumpulkan kepekaan beragam indera termasuk penciuman. Untuk itu cara terbaik adalah berhenti merokok agar dapat bisa mencium bau kembali.

    Operasi

    Ini adalah cara terakhir untuk membantu meredakan anosmia yang berkaitan dengan penyumbatan saluran pernapasan seperti polip, tumor, atau kelainan bentuk tulang di dalam hidung yang terkadang tidak bisa disembuhkan dengan obat. Dokter umumnya merekomendasikan operasi untuk mengangkat polip, tumor untuk melapangkan saluran pernapasan yang tersumbat tersebut.

    Baca Juga: Inilah 5 Perbedaan Kanker dan Tumor yang Perlu Sahabat Ketahui

    Itulah beberapa bahan makanan pereda anosmia yang bisa Sahabat gunakan untuk membantu meredakan gejala tersebut. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai bahan makanan tradisional dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Nabila F. 5 Makanan yang Bisa Bantu Mengatasi Hilangnya Penciuman dan Rasa [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 15 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5311487/5-makanan-yang-bisa-bantu-mengatasi-hilangnya-penciuman-dan-rasa
    2. 5 Cara Alami Atasi Anosmia [Internet]. CNNIndonesia.com. 2021 [cited 15 February 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20201208131733-255-579361/5-cara-alami-atasi-anosmia
    3. Media K. 4 Cara Mengatasi Anosmia dengan Obat dan Secara Alami [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 15 February 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/12/04/101000668/4-cara-mengatasi-anosmia-dengan-obat-dan-secara-alami?page
    Read More
  • Infeksi Covid-19 masih terus menyebar ke seluruh dunia. Pada Januari 2021, jumlah kasus Covid-19 dilaporkan mencapai 100 juta kasus dengan tingkat kematian mencapai 2,15 juta orang di seluruh dunia. Amerika Serikat menjadi negara yang masih menempati posisi pertama dengan jumlah kasus positif dan jumlah kematian tertinggi di dunia, disusul Brasil dan India. Baca Juga: Kasus […]

    Berikut Virus yang Telah Ada Sebelum Covid-19, Tak Kalah Mengerikan

    Infeksi Covid-19 masih terus menyebar ke seluruh dunia. Pada Januari 2021, jumlah kasus Covid-19 dilaporkan mencapai 100 juta kasus dengan tingkat kematian mencapai 2,15 juta orang di seluruh dunia. Amerika Serikat menjadi negara yang masih menempati posisi pertama dengan jumlah kasus positif dan jumlah kematian tertinggi di dunia, disusul Brasil dan India.

    virus sebelum covid-19

    Baca Juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai Sejuta

    Penularan virus ini masih terus meningkat di banyak wilayah sejak pandemi terjadi, termasuk Indonesia. Sementara itu, beberapa negara yang telah berhasil menekan Covid-19 pada awal wabah kini kembali mengalami peningkatan kasus positif. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi pandemi Covid-19 bisa berakhir dalam dua tahun. Namun, sebelum pandemi Covid-19 melanda, ternyata banyak wabah berbahaya yang pernah terjadi sebelumnya di dunia, di antaranya:

    HIV/AIDS

    Sejak kasus pertama yang dilaporkan pada tahun 1981, human immunodeficiency virus (HIV) telah menginfeksi sekitar 65 juta kasus dengan 25 juta kematian. Pada tahun 2013, 35 juta orang hidup dengan HIV, 2,1 juta orang baru terinfeksi oleh virus tersebut, dan sekitar 1,5 juta orang meninggal karena AIDS di seluruh dunia.

    Sejauh ini, beban terbesar dari HIV/AIDS berada di Afrika wilayah sub-Sahara. Meskipun sampai saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan HIV, namun ada jenis obat yang dapat memperlambat perkembangan virus. Jenis obat ini disebut antiretroviral (ARV). Pencegahan dan pengobatan infeksi HIV yang efektif dengan menggunakan ARV sudah tersedia secara luas, bahkan di negara-negara dengan sumber daya terbatas. Selama mengonsumsi obat ARV, dokter akan memantau jumlah virus dan sel CD4 untuk menilai respons pasien terhadap pengobatan. Dengan ARV, penularan HIV dari ibu ke bayi juga dapat dicegah.

    Flu Babi (H1N1pdm09)

    Pada tahun 2009, flu babi terdeteksi pertama kali di negara Amerika Serikat dan menyebar cepat ke seluruh dunia. Diperkirakan terdapat 60,8 juta kasus flu babi di dunia dengan 151.000 hingga 574.000 kematian. Secara global, diperkirakan sekitar 80 persen kematian akibat virus flu babi terjadi pada orang berusia di bawah 65 tahun.

    Pada April 2009, WHO meningkatkan level peringatan pandemi menjadi level 4 yang mengindikasikan risiko pandemi flu babi. Pada tahun 2010, WHO mengakhiri status global pandemi influenza H1N1. Akan tetapi, virus (H1N1) pdm09 terus berkembang sebagai virus flu musiman dan menyebabkan kematian di seluruh dunia setiap tahunnya.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu

    Adapun cara terbaik untuk menangani flu babi adalah dengan mencegahnya. Menjaga kebersihan tangan merupakan hal yang sangat penting untuk menghentikan penyebaran virus. Menjauh dari orang yang terinfeksi juga akan menghentikan penularan dari orang ke orang. Selain itu, memenuhi kebutuhan cairan tubuh pun merupakan hal yang sangat penting untuk mencegah masuknya virus ke dalam tubuh.

    Cacar

    Virus ini sudah ditemukan cukup lama, tetapi belum bisa dipastikan asal penyebarannya. Pastinya cacar disebabkan oleh dua virus, yaitu Variola Mayor dan Variola Minor. WHO mengumumkan perang melawan virus ini secara global sejak tahun 1980.

    Sebenarnya, cacar ditemukan sejak peradaban Mesir Kuno. Para peneliti menemukan tanda-tanda cacar pada mumi-mumi yang diperkirankan berasal dari abad ke-3 sebelum Masehi. Pada abad ke-18 di Eropa, setiap tahunnya sekitar 400.000 orang meninggal karena cacar. Sementara itu, sepertiga lainnya yang selamat dari cacar mengalami kebutaan.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Cacar Air ke Rumah

    Cacar diperkirakan sudah membunuh lebih dari 500 juta orang dalam kurun waktu 100 tahun terakhir dengan kematian terbanyak adalah anak-anak. Pada tahun 1798, barulah ditemukan vaksin cacar oleh Edward Jenner setelah penelitian bertahun-tahun lamanya.

    Baca Juga: Vaksin Cacar Bebaskan Anak dari Cacar Air

    Cacar merupakan salah satu dari dua penyakit menular yang berhasil diatasi. Cacar air umumnya lebih sering menyerang anak-anak di bawah 12 tahun, tapi orang dewasa juga bisa saja terinfeksi virus ini. Untuk mengatasi cacar, diharuskan untuk menjaga sistem kekebalan imun dan menjaga kebersihan. Apabila sedang terkena cacar, jangan pernah sekalipun menggaruk bagian tubuh karena bisa mengakibatkan infeksi pada kulit dan bekas luka setelah sembuh nanti.

    Virus Ebola

    Virus Ebola pertama kali dilaporkan pada tahun 1976 di dua wilayah secara serentak, yaitu di Sudan Selatan, tepatnya desa Nzara, dan di Yambuku, Kongo, sebuah desa dekat dengan Sungai Ebola, yang kemudian menjadi asal usul nama penyakit ini.

    Penyakit Ebola memiliki tingkat kematian yang tinggi, yakni membunuh 25 persen hingga hingga 90 persen penderitanya dengan muntah, diare dan ruam yang disertai penurunan fungsi hati dan ginjal. Tak jarang penderita Ebola mengalami perdarahan internal dan eksternal.

    Wabah ini muncul di daerah subtropis Sahara Afrika. WHO melaporkan 24 wabah yang melibatkan 2.387 kasus dengan 1.590 kematian selama tahun 1976 hingga 2013. Penularan virus Ebola diketahui melalui kontak langsung dengan darah dan cairan tubuh penderita.

    Virus Ebola dapat bertahan lama di dalam tubuh, sehingga penularan melalui mayat pun bisa terjadi.  Meskipun bagaimana virus ini menular dari hewan ke manusia belum jelas, dapat dipastikan virus berasal dari hewan liar atau kelelawar buah yang sudah terinfeksi. Salah satunya mungkin karena memakan kelelawar ataupun memakan buah bekas gigitan kelelawar.

    Belum ada obat yang secara pasti bisa menyembuhkan penyakit ini. Pasien yang sakit berat membutuhkan pemberian cairan secara cepat dengan infus. Pasien harus diisolasi dari orang lain dan diberikan perawatan intensif oleh tenaga medis. Cara untuk menghindari virus Ebola di antaranya adalah menghindari kontak dengan penderita Ebola dan cairan tubuh mereka, tidak menyentuh barang apapun seperti handuk yang bisa berpotensi terkontaminasi, mencuci tangan secara teratur. Selain itu, tenaga medis yang merawat harus menggunakan sarung tangan dan alat pelindung beserta masker. WHO juga memperingatkan untuk tidak mengonsumsi daging satwa liar mentah dan kontak dengan kelelawar yang terinfeksi atau monyet dan kera.

    Baca Juga: Virus Nipah, Calon Pandemi Baru Setelah Covid-19?

    Nah, Sahabat Sehat itulah beberapa penyakit infeksi berbahaya yang sudah ada sebelum pandemi Covid-19. Maka dari itu, Sahat Sehat diharapkan mampu menjaga kesehatan dan kebersihan, serta olahraga yang teratur agar terhindar dari berbagai virus yang ada. Jangan lupa juga patuhi protokol kesehatan 5M dan PHBS yang ada ya, Sahabat Sehat! Untuk deteksi dini Covid-19, Sahabat bisa melakukannya di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Selain Covid-19, Ini 5 Penyakit yang Pernah Jadi Pandemi dan Berhasil Diatasi [Internet]. kompas.com. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/12/135754465/selain-covid-19-ini-5-penyakit-yang-pernah-jadi-pandemi-dan-berhasil?page=all
    2. Sebelum Virus Corona, Wabah Pandemi Mematikan Pernah Melanda Dunia [Internet]. kumparan. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://m.kumparan.com/acehkini/sebelum-virus-corona-wabah-pandemi-mematikan-pernah-melanda-dunia-1-1skQLOUHgmQ
    3. Fakta dan cara mencegah Ebola [Internet]. BBC News Indonesia. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://www.bbc.com/indonesia/dunia/2014/11/141103_fakta_ebola
    4. Penyebaran Kasus Covid-19 Semakin Tinggi, Berbagai Negara Kebut Vaksinasi [Internet]. kompas.id. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://www.kompas.id/baca/internasional/2021/01/05/penyebaran-kasus-covid-19-semakin-tinggi-berbagai-negara-kebut-vaksinasi/
    5. Kasus Covid-19 Dunia Tembus 100 Juta, Tren Penyebarannya Makin Cepat [Internet]. Katadata.co.id. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://katadata.co.id/yuliawati/berita/601126f62f04d/kasus-covid-19-dunia-tembus-100-juta-tren-penyebarannya-makin-cepat
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja