Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Layanan Vaksinasi Pra-Nikah

  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Banyak yang bertanya bolehkah vaksin HPV setelah menikah. Selain itu, ada asumsi vaksin HPV hanya efektif jika diberi sebelum menikah. Mana yang benar dan harus dipercaya? Oleh sebab itu, pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai boleh tidaknya vaksin HPV dilakukan setelah menikah. […]

    Bolehkah Vaksin HPV Setelah Menikah? Cek Apa Kata Dokter

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Menjawab Pertanyaan Bolehkah Vaksin HPV Setelah Menikah Saja

    Banyak yang bertanya bolehkah vaksin HPV setelah menikah. Selain itu, ada asumsi vaksin HPV hanya efektif jika diberi sebelum menikah. Mana yang benar dan harus dipercaya?

    Oleh sebab itu, pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai boleh tidaknya vaksin HPV dilakukan setelah menikah. Juga akan membahas apakah pemberian vaksin tersebut efektif mencegah penyakit-penyakit seperti kutil dan kanker serviks yang disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV).

    Apa Penyebab Kanker Serviks?

    Angka kejadian kanker serviks di Indonesia mencapai 15.000 hingga 21.000 kasus setiap tahunnya. Kanker serviks kini menjadi penyebab kematian nomor 1 bagi perempuan di Indonesia, sekaligus menempatkan Indonesia pada urutan kedua di dunia untuk negara dengan kasus kanker serviks terbanyak.

    Kanker serviks disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV) tipe 16 dan 18. Sedangkan Human Papillomavirus (HPV) tipe 6 dan 11 diketahui menjadi 90% penyebab kasus kutil kelamin. Human Papillomavirus ditularkan melalui kontak atau hubungan seksual dengan penderita.

    Virus HPV dapat menyerang laki-laki dan perempuan. Pada daerah kelamin, kanker akibat infeksi Human Papillomavirus dapat terjadi pada leher rahim, vulva atau bibir vagina, vagina dan penis. Sedangkan pada daerah non-kelamin, Human Papillomavirus dapat menyerang bagian mulut dan saluran napas atas.

    Jenis Vaksin HPV

    Penyebaran kasus kanker serviks sebenarnya dapat dicegah, salah satunya dengan melakukan vaksinasi kanker serviks. Bagi wanita yang sudah menikah, deteksi dini kanker serviks menjadi salah satu hal yang penting dilakukan.

    Vaksin HPV merupakan salah satu cara mencegah kanker serviks dan kutil kelamin. Vaksin HPV dapat mulai diberikan pada usia 12 tahun keatas, terutama bagi perempuan yang belum aktif secara seksual. Vaksinasi akan diberikan sebanyak 3 dosis tanpa skrining apapun jika seseorang belum aktif berhubungan seksual. Efektivitas vaksin HPV sangat baik bila diberikan pada perempuan yang belum aktif secara seksual.

    Di Indonesia, ada 2 jenis vaksin HPV yaitu vaksin bivalen dan tetravalen. Vaksin HPV bivalen mengandung 2 tipe HPV yaitu tipe 16 dan 18 yang dapat mencegah kanker leher rahim. Sementara vaksin HPV tetravalen mengandung 4 tipe HPV yaitu tipe 6, 11, 16 dan 18 yang dapat mencegah kanker leher rahim dan juga kutil kelamin.

    Efek Samping Vaksin HPV

    Sahabat Sehat, rata-rata efek samping pasca vaksinasi HPV bersifat ringan. Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin dialami setelah menjalani vaksinasi HPV :

    • Nyeri dan kemerahan di area suntikan
    • Pusing
    • Nyeri kepala
    • Mual dan muntah

    Efek samping bersifat sementara dan umumnya akan hilang kurang dari 1 hari. Oleh sebab itu, tidak perlu ragu untuk melakukan vaksinasi HPV.

    Kapan Jadwal Vaksinasi HPV ?

    Idealnya vaksinasi HPV diberikan pada saat seseorang belum aktif berhubungan seksual untuk memberi efek yang maksimal. Vaksinasi HPV diberikan sebanyak 3 kali dengan jadwal pemberian vaksinasi HPV dosis ke 2 berjarak 1 atau 2 bulan setelah penyuntikan pertama, tergantung dari jenis vaksin apa yang digunakan (bivalen atau tetravalent) dan dosis terakhir diberikan 6 bulan setelah penyuntikan dosis vaksin HPV pertama. Apabila pemberian vaksinasi ada yang terlewat, maka vaksinasi dapat terus dilanjutkan tanpa mengulangi dosisnya dari awal.

    Lalu apakah boleh melakukan suntik vaksin HPV setelah menikah saja? Apakah tetap efektif?

    Bolehkah Menerima Vaksin HPV Setelah Menikah?

    Jika Sahabat Sehat sudah aktif berhubungan seksual, resiko terpapar virus HPV menjadi lebih tinggi. Oleh sebab itu bagi Sahabat Sehat yang telah aktif melakukan hubungan seksual dianjurkan melakukan pemeriksaan pap smear terlebih dahulu. Pemeriksaan pap smear dapat dilakukan minimal satu tahun sekali untuk mendeteksi kanker serviks.

    Pemeriksaan Pap Smear dilakukan dengan mengambil sampel sel dari leher rahim atau serviks dengan diusap dengan kapas cotton bud lalu dibawa ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut. Apabila didapatkan hasil mengarah pada infeksi HPV, maka vaksinasi tidak dapat diberikan.

    Memang vaksin HPV pada usia 26 tahun ke atas tetap efektif dalam mencegah virus HPV, namun pemberian sedini mungkin akan lebih baik dan lebih efektif. Terutama dalam mencegah sejak dini risiko-risiko seperti kanker serviks.

    Nah Sahabat Sehat, itulah jawaban dari pertanyaan boleh tidaknya vaksin HPV setelah menikah dan bagaimana tingkat efektivitasnya jika diberikan setelah menikah. Bagi Sahabat Sehat yang berminat melakukan vaksinasi HPV ataupun vaksinasi kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat.

    Vaksinasi Pranikah Lengkap ke Rumah

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Kelamin Indonesia. 6 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Vaksin HPV [Internet]. Indonesia : Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Kelamin Indonesia. 2017 [updated 2017 Dec 26; cited 2021 Aug 24].
    2. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Sekilas tentang Vaksin HPV [Internet]. Indonesia : Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2017 [updated 2017 March 13; cited 2021 Aug 24].
    3. Centers for Disease Control and Prevention. HPV Vaccination: What Everyone Should Know [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [updated 2020 March 17; cited 2021 Aug 24].
    4. Planned Parenthood. What Is the HPV Vaccination [Internet]. USA : Planned Parenthood; [cited 2021 Aug 24].
    5. Centers for Disease Control and Prevention. Human Papillomavirus (HPV) Vaccine [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 July 23; cited 2021 Aug 24].
    6. Mayo Clinic. HPV vaccine: Get the facts [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2020 [updated 2020 May 14; cited 2021 Aug 24].
    7. Centers for Disease Control and Prevention. HPV Vaccine Information For Young Women [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2016 [updated 2016 Dec 28; cited 2021 Aug 24].
    8. Sulaiman M. Bagi yang Sudah Menikah, Lebih Baik Papsmear atau Vaksinasi HPV Dulu? [Internet]. Indonesia : DetikHealth. 2017 [updated 2017 Feb 09; cited 2021 Aug 24].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sebenarnya tes kesehatan sebelum menikah untuk pria adalah hal yang sangat penting. Banyak manfaat yang bisa Sahabat Sehat dapatkan. Selain untuk melihat apakah di dalam tubuh ada penyakit yang dapat menimbulkan gejolak rumah tangga, juga untuk mendeteksi segala kemungkinan penyakit yang dapat diturunkan pada anak kelak. Ya, dengan […]

    8 Tes Kesehatan yang Wajib Dilakukan Pria Sebelum Menikah

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Daftar Tes Kesehatan Sebelum Menikah untuk Pria yang Wajib Dilakukan

    Sebenarnya tes kesehatan sebelum menikah untuk pria adalah hal yang sangat penting. Banyak manfaat yang bisa Sahabat Sehat dapatkan. Selain untuk melihat apakah di dalam tubuh ada penyakit yang dapat menimbulkan gejolak rumah tangga, juga untuk mendeteksi segala kemungkinan penyakit yang dapat diturunkan pada anak kelak.

    Ya, dengan terlebih dahulu melakukan tes kesehatan sebelum menikah maka pasangan akan saling mengetahui kekurangan masing-masing sehingga akan lebih mantap dalam melanjutkan hubungan pernikahan. Nah, apa saja yang ditest dalam pemeriksaan kesehatan pria sebelum menikah? Dan apa saja manfaatnya? Mari kita simak bersama.

    Para Pria, Ayo Tes Kesehatan Dulu Sebelum Menikah

    Sebenarnya pemeriksaan kesehatan antara pria dan wanita tidak jauh berbeda. Adapun pemeriksaan kesehatan yang sebaiknya dilakukan seorang pria sebelum menikah antara lain adalah:

    Pemeriksaan kesehatan darah

    Pemeriksaan darah, seperti sel darah merah, sel darah putih, hematokrit, trombosit, hemoglobin, gula darah, G6PD, hingga laju endap darah penting untuk dilakukan sebelm menikah.

    Dengan melakukan pemeriksaan darah, Sahabat Sehat dapat mendeteksi berbagai penyakit yang mungkin diturunkan misalnya penyakit thalasemia, anemia sel sabit, hingga penyakit kekurangan enzim G6PD (glucose-6-phosphate dehydrogenase).

    Pemeriksaan golongan darah dan rhesus

    Mengapa dalam tes kesehatan sebelum menikah untuk pria dan wanita diperlukan test rhesus? Tujuannya adalah untuk mengetahui kecocokan antara rhesus dan golongan darah pada keturunan. Jika ibu memiliki Rhesus negatif dan ayah memiliki Rhesus positif maka berisiko menimbulkan ketidaksesuaian rhesus yang berakibat fatal dimana tubuh ibu akan menganggap bayi sebagai benda asing yang perlu disingkirkan.

    Maka dari itu, ketika ditemukan perbedaan rhesus pada calon suami istri, hal ini perlu didiskusikan bersama dengan dokter untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan saat program kehamilan.

    Pemeriksaan penyakit menular

    Penyakit menular seperti Hepatitis B, Hepatitis C, Toxoplasma, Rubella, dan Herpes, HIV/AIDS, Sifilis, Gonore, dan Klamidia dapat dilakukan untuk mendeteksi dini serta mencegah penularan pada janin. Pemeriksaan ini dapat dilakukan baik pada pria maupun wanita.

    Selain mencegah penularan penyakit menular pada janin, tes kesehatan sebelum menikah untuk pria juga penting agar pihak wanita tidak tertular penyakit-penyakit di atas. Apalagi jika pihak wanita memiliki daya tahan tubuh yang tergolong lemah, dengan demikian, risiko kesehatan serius bisa dicegah.

    Pemeriksaan urin

    Pemeriksaan urin lengkap dapat dilakukan untuk mendeteksi penyakit sistemik atau metabolik, maupun infeksi pada saluran kemih. Pada akhirnya, pemeriksaan urin akan memperlihatkan kondisi kesehatan tubuh seorang pria.

    Beberapa penyakit yang bisa terdeteksi dari pemeriksaan urin adalah hepatitis B, diabetes, penyakit ginjal, dan infeksi saluran kemih. Pemeriksaan urin ini menjadi penting karena dapat mendeteksi adanya risiko penularan hepatitis B kepada pasangan kelak. Oleh sebab itu, sebelum menikah sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan urin terlebih dahulu.

    Analisa sperma

    Pemeriksaan berikut bertujuan untuk mengetahui kualitas sel sperma yang dihasilkan, serta mendeteksi kelainan pada sel sperma. Idealnya volume cairan ejakulasi sekitar 1.5-7,6 mL. Dengan total konsentrasi sperma adalah 15-259 juta per mL cairan ejakulasi. Total sel sperma yang dapat bergerak mencapai 40-81%, dengan 32-75% sel sperma diantaranya memiliki gerakan maju kedepan. Serta sejumlah 4-48% sel sperma memiliki bentuk yang normal.

    Dengan adanya analisa sperma ini, Sahabat Sehat dapat mengetahui apakah cukup subur untuk memiliki keturunan. Jika memang pria memiliki masalah kesuburan, semua pihak bisa mendiskusikan langkah apa yang harus dilakukan sehingga tidak menjadi prahara rumah tangga setelah menikah.

    Pada analisa sperma ini biasanya akan diiringi dengan pemeriksaan hormon, khususnya hormon tertosteron. Tujuannya untuk memeriksa dan mengetahui ada tidaknya kelainan produksi pada sel sperma.

    Pemeriksaan kromosom

    Pemeriksaan lainnya, seperti pemeriksaan kromosom dapat dilakukan untuk mengetahui adanya kelainan kromosom pada tubuh yang mungkin dapat diturunkan pada janin. Namun pemeriksaan ini dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh setiap orang.

    Nah Sahabat Sehat, itulah 8 jenis tes kesehatan sebelum menikah untuk pria yang akan sangat bermanfaat dalam perjalanan membangun bahtera rumah tangga . Jika Sahabat Sehat membutuhkan pemeriksaan kesehatan pra-nikah, segera manfaatkan layanan pemeriksaan ke rumah dari Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. 7 Jenis Tes dalam Cek Pra-Nikah yang akan Dijalani Calon Pengantin [Internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan. 2019 [updated 2019 Oct 21; cited 2021 Aug 19].
    2. Suburban Diagnostic. Premarital Screening [Internet]. USA : Suburban Diagnostic; [cited 2021 Aug 19].
    3. Freiburg Medical Laboratory. Premarital Genetic Screening [Internet]. UAE : Freiburg Medical Laboratory; [cited 2021 Aug 19].
    4. Hoffman M. Fertility Tests for Men [Internet]. USA : WebMD. 2019 [updated 2019 Aug 16; cited 2021 Aug 19].
    5. Chertoff J. What Is a Normal Sperm Count? [Internet]. USA : Healthline. 2018 [updated 2018 Aug 29; cited 2021 Aug 19].
    Read More
  • Bagi Sahabat Sehat yang berencana menikah, penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan serta menjalani imunisasi sebelum menikah.  Pemberian imunisasi sebelum menikah bertujuan untuk mencegah berbagai penyakit selama masa kehamilan serta sebagai bentuk pencegahan terhadap penyakit menular seksual. Hal ini diungkapkan oleh Dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD, dalam tayangan yang disiarkan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan […]

    Siap Nikah ! Berikut Imunisasi Wajib Bagi Calon Pengantin

    Bagi Sahabat Sehat yang berencana menikah, penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan serta menjalani imunisasi sebelum menikah. 

    Pemberian imunisasi sebelum menikah bertujuan untuk mencegah berbagai penyakit selama masa kehamilan serta sebagai bentuk pencegahan terhadap penyakit menular seksual. Hal ini diungkapkan oleh Dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD, dalam tayangan yang disiarkan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) pada Rabu 23 Desember 2020.

    Lantas, imunisasi apa saja yang wajib bagi para calon pengantin ? Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut ini !

    Imunisasi Wajib bagi Para Calon Pengantin

    • Vaksin HPV (Human Papillomavirus)

    Vaksin HPV dapat diberikan kepada calon pengantin wanita maupun pria. Sebagian besar kasus kanker serviks berkaitan dengan infeksi human papillomavirus (HPV). Bagi calon pengantin wanita, disarankan menjalani imunisasi HPV untuk mengurangi resiko kanker serviks. Sementara bagi pria, vaksin HPV dapat mencegah kutil kelamin serta kanker pada daerah kemaluan dan anus.

    • Vaksin DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus) dan TT (Tetanus Toxoid)

    Pemerintah mewajibkan pemberian vaksin TT bagi calon pengantin wanita sebelum menikah yang bertujuan untuk memberi kekebalan alami bagi para calon ibu terhadap Tetanus. Infeksi tetanus saat hamil maupun proses persalinan, dapat membahayakan kondisi ibu dan bayi. Jika sebelumnya sudah pernah menerima vaksin DPT, maka tidak perlu diberikan vaksin TT. Disarankan untuk melakukan vaksinasi DPT ulang setiap 10 tahun sekali.

    Produk Terkait: Imunisasi DPT ke Rumah

    • MMR (Measles, Mumps, Rubella)

    Vaksin MMR bermanfaat untuk mencegah penyakit campak, gondongan, dan rubella. Apabila Ibu hamil menderita salah satu penyakit tersebut selama masa kehamilan, maka beresiko mengalami keguguran maupun cacat bawaan pada janin.

    Sebagai tambahan, penyakit gondongan dapat menimbulkan resiko kemandulan baik pada pria maupun wanita. 

    Produk Terkait: imunisasi booster ke rumah

    • Vaksin Varicella Zoster

    Vaksin Varicella Zoster berperan untuk melindungi Ibu dari cacar air dan herpes, terutama selama masa kehamilan. Hal ini dikarenakan penyakit cacar air yang terjadi saat hamil dapat membahayakan ibu dan janin. Namun vaksin Varicella Zoster tidak dapat diberikan bagi Ibu yang sedang hamil. Setelah menerima vaksin, Sahabat Sehat disarankan menunggu setidaknya satu bulan sebelum merencanakan kehamilan. 

    • Vaksin Hepatitis B

    Selanjutnya yang tak kalah penting adalah vaksin hepatitis B. Virus Hepatitis B dapat ditularkan melalui transfusi darah maupun hubungan seksual. Vaksin Hepatitis B diberikan sebanyak 3 kali yang berjarak 1 bulan antara pemberian pertama dan kedua, kemudian 6 bulan untuk pemberian selanjutnya. 

    Produk Terkait:

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai imunisasi wajib bagi para calon pengantin. Bagi Sahabat Sehat yang ingin melakukan imunisasi bisa menggunakan layanan Prosehat. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Ayo Bandung. 3 Vaksin yang Dianjurkan Sebelum Menikah untuk Cegah PMS [internet]. Indonesia : Ayo Bandung; [cited 18 Mei 2021]. Available from : https://ayobandung.com/read/2020/09/03/125266/3-vaksin-yang-dianjurkan-sebelum-menikah-untuk-cegah-pms
    2. Tim Komunikasi Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Vaksin Bagi Persiapan Menikah dan Perjalanan [internet]. Indonesia : Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional; [cited 18 Mei 2021]. Available from : https://covid19.go.id/p/vaksin/vaksin-bagi-persiapan-menikah-dan-perjalanan 
    3. Natasha M. Siapa Sangka, Vaksin HPV Bisa Dipakai Pria untuk Cegah Kanker dan Kutil Kelamin [internet]. Indonesia : Detikhealth; [cited 18 Mei 2021]. Available from : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4652248/siapa-sangka-vaksin-hpv-bisa-dipakai-pria-untuk-cegah-kanker-dan-kutil-kelamin
    4. Triadanti. 6 Vaksin Penting ini Sangat Dianjurkan untuk Kamu Sebelum Menikah [internet]. Indonesia : IDN Times; [cited 18 Mei 2021]. Available from : https://www.idntimes.com/health/medical/danti/vaksin-penting-sebelum-menikah/6 
    Read More
  • Selain mempersiapkan biaya, tempat pernikahan, undangan, dan katering, rupanya ada juga yang perlu dipersiapkan bagi Sobat Sehat yang hendak menikah, yaitu check-up kesehatan pranikah. Hal ini sangat penting sangat dilakukan terutama untuk kesehatan mempelai pria dan wanita. Dengan melakukan check-up, setidaknya kedua mempelai sudah mengetahui kondisi kesehatan masing-masing, dan tidak akan saling menyalahkan ketika sudah […]

    Sobat Ingin Menikah? Yuk, Tes Check-Up Kesehatan Pranikah

    Selain mempersiapkan biaya, tempat pernikahan, undangan, dan katering, rupanya ada juga yang perlu dipersiapkan bagi Sobat Sehat yang hendak menikah, yaitu check-up kesehatan pranikah. Hal ini sangat penting sangat dilakukan terutama untuk kesehatan mempelai pria dan wanita. Dengan melakukan check-up, setidaknya kedua mempelai sudah mengetahui kondisi kesehatan masing-masing, dan tidak akan saling menyalahkan ketika sudah berumah tangga. Mereka pun bisa mengonsultasikan kondisi kesehatannya kepada dokter yang memeriksa.

    check-up kesehatan pranikah, pemeriksaan kesehatan pranikah

    Baca Juga: Sebelum Menikah, Pria Juga Butuh Ini!

    Pemeriksaan kesehatan pranikah ini juga untuk membatasi penyebaran penyakit darah genetik seperti anemia sel sabit dan thalassemia, serta penyakit menular seperti hepatitis B, hepatitis C, dan HIV/AIDS.  Selain membatasi penularan penyakit, manfaat lain yang bisa didapatkan dari check-up ini adalah sebagai berikut:

    • Membuat calon pengantin lebih memahami arti kehidupan berumah tangga yang sehat secara keseluruhan
    • Mengurangi beban asuransi kesehatan dan keharusan Palang Merah Indonesia untuk menyediakan darah
    • Mengurangi beban finansial pada keluarga dan lingkungan karena harus mengobati penyakit tertentu
    • Menghindari munculnya beban sosial dan psikologis pada anak jika menderita penyakit keturunan dari gen orang tuanya

    Lalu seperti apa pemeriksaan yang harus dijalankan bagi mereka yang hendak menikah? Yuk, tanpa berlama-lama, mari simak penjelasan di bawah ini.

    Jenis Check-Up

    Pemeriksaan golongan darah dan rhesus

    Pemeriksaan kesehatan pranikah yang pertama dilakukan adalah pemeriksaan golongan darah dan rhesus. Pemeriksaan ini untuk mengetahui kecocokan rhesus serta efeknya terhadap ibu dan bayi. Seorang wanita dengan rhesus negatif yang menikahi pria dengan rhesus positif kemungkinan akan memiliki bayi dengan rhesus positif. Pada proses kehamilan, kondisi ini dapat menyebabkan isoimunisasi rhesus yang memungkinkan darah bayi masuk dalam tubuh ibu. Kondisi ini diketahui dapat meningkatkan produksi antibodi dalam tubuh ibu karena darah rhesus positif bayi dianggap asing oleh sistem kekebalan tubuh ibu, dan rentan menyebabkan bayi terkena penyakit kuning dan anemia.

    Pemeriksaan Darah

    Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui adanya risiko anemia seorang wanita, yang bisa menjadi kondisi berbahaya saat hamil nanti. Selain itu, dengan memeriksakan darah, kedua pasangan juga jadi mengetahui ada tidaknya risiko terjadinya penyakit keturunan seperti thalassemia dan hemophilia kepada anak mereka kelak.

    Pemeriksaan Kadar Gula Darah

    Pemeriksaan ini dianjurkan supaya dapat mendeteksi secara dini risiko terjadinya diabetes mellitus pada seseorang. Terutama pada wanita, jika sudah terdeteksi memiliki risiko diabetes sejak awal maka diharapkan dapat lebih menyadari untuk mencegah terjadinya komplikasi diabetes yang dialami selama kehamilan nanti.

    Pemeriksaan Infeksi Menular Seksual atau IMS

    Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi antibodi yang bereaksi terhadap berbagai bakteri penyebab infeksi menular seksual, termasuk sifilis, treponema pallidum, serta status HIV seseorang.

    Pemeriksaan Hepatitis B Surface Antigen (HBsAg)

    Salah satu pemeriksaan check-up kesehatan ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk mendeteksi penyakit Hepatitis B, sebagai salah satu masalah kesehatan yang masih banyak ditemukan di Indonesia.

    Produk Terkait: Vaksinasi Hepatitis B

    Pemeriksaan Urine

    Pemeriksaan urine ternyata juga penting dalam check-up pranikah karena dapat mengetahui kelainan metabolik, penyakit sistemik, atau gejala penyakit lain yang berkaitan dengan kelainan kondisi sistem metabolisme tubuh manusia.

    Pemeriksaan TORCH

    Pemeriksaan TORCH (toksoplasmosis, rubella, cytomegalovirus, dan herpes) dianjurkan dilakukan sebelum memulai program kehamilan atau sebelum menikah. Pemeriksaan dengan mengambil sampel darah ini diperlukan untuk mengamati adanya virus penyebab infeksi. TORCH mengintai kesehatan ibu dan bayi selama kehamilan karena bisa membuat organ-organ bayi tidak berkembang seperti seharusnya. Apabila calon pengantin tidak dilakukan pemeriksaan deteksi dini TORCH dan ternyata ada infeksi di dalam tubuhnya maka dapat berisiko mengalami keguguran dan masalah kesehatan pada anak yang dilahirkan seperti penyakit kuning, masalah pendengaran, dan kelahiran prematur.

    Baca Juga: Jangan Lewatkan 10 Tes Kesehatan Pranikah untuk Anda dan Pasangan

    Pemeriksaan Organ Reproduksi

    Pemeriksaan kesehatan pranikah terakhir yang perlu dilakukan adalah pemeriksaan organ reproduksi. Pengecekan ini diperlukan untuk memastikan kondisi kesehatan organ reproduksi. Pada wanita, pemeriksaan ini meliputi organ vital mulai dari vagina, leher rahim, saluran telur, dan indung telur.

    Kapan Waktu Terbaik untuk Melakukannya?

    Waktu untuk melakukan check-up pranikah bisa dilakukan kapan saja. Namun waktu terbaik untuk melakukannya adalah 6 bulan sebelum menikah sehingga bila ditemukan masalah kesehatan bisa segera dilakukan tindakan pengobatan pada calon mempelai agar risiko yang mungkin timbul dapat diminimalkan.

    Selain check-up kesehatan, persiapan apalagi yang harus dilakukan supaya tetap fit?

    Pemeriksaan kesehatan pranikah yang sudah menjadi suatu rekomendasi dari Kementerian Kesehatan ini merupakan salah satu cara untuk mengetahui seseorang yang akan menikah dalam kondisi fit atau tidak. Selain check-up, tentu saja Sobat juga mesti melakukan hal-hal berikut ini supaya tetap fit sebelum menikah sehingga ketika di pesta pernikahan yang sakral, Sobat tidak mengalami gangguan kesehatan, antara lain:

    Baca Juga: 7 Tahap Persiapan Pernikahan dalam Waktu Singkat

    • Istirahat cukup, yaitu 7-8 jam sehari
    • Pola makan dengan gizi seimbang serta minum air 2 liter per hari
    • Berolahraga rutin sebanyak 3 kali seminggu
    • Melakukan manajemen stres dengan tetap berpikir positif
    • Konsumsi suplemen dan multivitamin
    • Lakukan vaksinasi seperti HPV, MMR, dan hepatitis B

    Itulah pemeriksaan check-up kesehatan pranikah yang perlu Sobat lakukan sebelum menggelar resepsi pernikahan supaya Sobat terhindar dari berbagai kemungkinan terserang banyak penyakit setelah berumah tangga apalagi pada masa pandemi seperti sekarang ini. Untuk informasi lebih dalam mengenai check-up pranikah, silakan tonton video Youtube berikut ini, dan jangan lupa subscribe Youtube Prosehat.

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai pemeriksaan kesehatan sebelum menikah dan produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Media K. 8 Jenis Pemeriksaan Kesehatan yang Perlu Dilakukan Sebelum Menikah Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 3 September 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/01/22/173500768/8-jenis-pemeriksaan-kesehatan-yang-perlu-dilakukan-sebelum-menikah?page=all
    2. Tes Kesehatan Sebelum Menikah: Manfaat dan Biaya Tes Kesehatan Pranikah [Internet]. Ruangmom.com. 2020 [cited 3 September 2020]. Available from: https://www.ruangmom.com/tes-kesehatan-sebelum-menikah.html
    3. Aderianti S. Mau Nikah, 7 Tes Kesehatan Ini Wajib Dilakukan Sebelumnya [Internet]. CekAja. 2020 [cited 3 September 2020]. Available from: https://www.cekaja.com/info/mau-nikah-7-tes-kesehatan-ini-wajib-dilakukan-sebelumnya/
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja