Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

8 Tes Kesehatan yang Wajib Dilakukan Pria Sebelum Menikah

Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

Daftar Tes Kesehatan Sebelum Menikah untuk Pria yang Wajib Dilakukan

Sebenarnya tes kesehatan sebelum menikah untuk pria adalah hal yang sangat penting. Banyak manfaat yang bisa Sahabat Sehat dapatkan. Selain untuk melihat apakah di dalam tubuh ada penyakit yang dapat menimbulkan gejolak rumah tangga, juga untuk mendeteksi segala kemungkinan penyakit yang dapat diturunkan pada anak kelak.

Ya, dengan terlebih dahulu melakukan tes kesehatan sebelum menikah maka pasangan akan saling mengetahui kekurangan masing-masing sehingga akan lebih mantap dalam melanjutkan hubungan pernikahan. Nah, apa saja yang ditest dalam pemeriksaan kesehatan pria sebelum menikah? Dan apa saja manfaatnya? Mari kita simak bersama.

Para Pria, Ayo Tes Kesehatan Dulu Sebelum Menikah

Sebenarnya pemeriksaan kesehatan antara pria dan wanita tidak jauh berbeda. Adapun pemeriksaan kesehatan yang sebaiknya dilakukan seorang pria sebelum menikah antara lain adalah:

Pemeriksaan kesehatan darah

Pemeriksaan darah, seperti sel darah merah, sel darah putih, hematokrit, trombosit, hemoglobin, gula darah, G6PD, hingga laju endap darah penting untuk dilakukan sebelm menikah.

Dengan melakukan pemeriksaan darah, Sahabat Sehat dapat mendeteksi berbagai penyakit yang mungkin diturunkan misalnya penyakit thalasemia, anemia sel sabit, hingga penyakit kekurangan enzim G6PD (glucose-6-phosphate dehydrogenase).

Pemeriksaan golongan darah dan rhesus

Mengapa dalam tes kesehatan sebelum menikah untuk pria dan wanita diperlukan test rhesus? Tujuannya adalah untuk mengetahui kecocokan antara rhesus dan golongan darah pada keturunan. Jika ibu memiliki Rhesus negatif dan ayah memiliki Rhesus positif maka berisiko menimbulkan ketidaksesuaian rhesus yang berakibat fatal dimana tubuh ibu akan menganggap bayi sebagai benda asing yang perlu disingkirkan.

Maka dari itu, ketika ditemukan perbedaan rhesus pada calon suami istri, hal ini perlu didiskusikan bersama dengan dokter untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan saat program kehamilan.

Pemeriksaan penyakit menular

Penyakit menular seperti Hepatitis B, Hepatitis C, Toxoplasma, Rubella, dan Herpes, HIV/AIDS, Sifilis, Gonore, dan Klamidia dapat dilakukan untuk mendeteksi dini serta mencegah penularan pada janin. Pemeriksaan ini dapat dilakukan baik pada pria maupun wanita.

Selain mencegah penularan penyakit menular pada janin, tes kesehatan sebelum menikah untuk pria juga penting agar pihak wanita tidak tertular penyakit-penyakit di atas. Apalagi jika pihak wanita memiliki daya tahan tubuh yang tergolong lemah, dengan demikian, risiko kesehatan serius bisa dicegah.

Pemeriksaan urin

Pemeriksaan urin lengkap dapat dilakukan untuk mendeteksi penyakit sistemik atau metabolik, maupun infeksi pada saluran kemih. Pada akhirnya, pemeriksaan urin akan memperlihatkan kondisi kesehatan tubuh seorang pria.

Beberapa penyakit yang bisa terdeteksi dari pemeriksaan urin adalah hepatitis B, diabetes, penyakit ginjal, dan infeksi saluran kemih. Pemeriksaan urin ini menjadi penting karena dapat mendeteksi adanya risiko penularan hepatitis B kepada pasangan kelak. Oleh sebab itu, sebelum menikah sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan urin terlebih dahulu.

Analisa sperma

Pemeriksaan berikut bertujuan untuk mengetahui kualitas sel sperma yang dihasilkan, serta mendeteksi kelainan pada sel sperma. Idealnya volume cairan ejakulasi sekitar 1.5-7,6 mL. Dengan total konsentrasi sperma adalah 15-259 juta per mL cairan ejakulasi. Total sel sperma yang dapat bergerak mencapai 40-81%, dengan 32-75% sel sperma diantaranya memiliki gerakan maju kedepan. Serta sejumlah 4-48% sel sperma memiliki bentuk yang normal.

Dengan adanya analisa sperma ini, Sahabat Sehat dapat mengetahui apakah cukup subur untuk memiliki keturunan. Jika memang pria memiliki masalah kesuburan, semua pihak bisa mendiskusikan langkah apa yang harus dilakukan sehingga tidak menjadi prahara rumah tangga setelah menikah.

Pada analisa sperma ini biasanya akan diiringi dengan pemeriksaan hormon, khususnya hormon tertosteron. Tujuannya untuk memeriksa dan mengetahui ada tidaknya kelainan produksi pada sel sperma.

Pemeriksaan kromosom

Pemeriksaan lainnya, seperti pemeriksaan kromosom dapat dilakukan untuk mengetahui adanya kelainan kromosom pada tubuh yang mungkin dapat diturunkan pada janin. Namun pemeriksaan ini dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh setiap orang.

Nah Sahabat Sehat, itulah 8 jenis tes kesehatan sebelum menikah untuk pria yang akan sangat bermanfaat dalam perjalanan membangun bahtera rumah tangga . Jika Sahabat Sehat membutuhkan pemeriksaan kesehatan pra-nikah, segera manfaatkan layanan pemeriksaan ke rumah dari Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi :

  1. Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. 7 Jenis Tes dalam Cek Pra-Nikah yang akan Dijalani Calon Pengantin [Internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan. 2019 [updated 2019 Oct 21; cited 2021 Aug 19].
  2. Suburban Diagnostic. Premarital Screening [Internet]. USA : Suburban Diagnostic; [cited 2021 Aug 19].
  3. Freiburg Medical Laboratory. Premarital Genetic Screening [Internet]. UAE : Freiburg Medical Laboratory; [cited 2021 Aug 19].
  4. Hoffman M. Fertility Tests for Men [Internet]. USA : WebMD. 2019 [updated 2019 Aug 16; cited 2021 Aug 19].
  5. Chertoff J. What Is a Normal Sperm Count? [Internet]. USA : Healthline. 2018 [updated 2018 Aug 29; cited 2021 Aug 19].

Chat Asisten ProSehat aja