Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Apa Bedanya HPV Bivalen dan Tetravalen?

Sahabat Sehat, sudah tahukah Anda mengenai vaksin HPV? Apa kegunaannya, apa saja jenisnya, dan bagaimana pemberian yang tepat? Simaklah artikel di bawah ini yang akan membahas seputar vaksin tersebut.

HPV bivalen dan tetravalen

Baca Juga: Amankah Vaksinasi HPV Selama Pandemi Corona?

Vaksin HPV adalah vaksin yang bertujuan untuk mencegah penyakit menular seksual akibat human papillomavirus. Vaksin ini terbukti efektif untuk mencegah terjadinya penyakit kanker leher rahim pada perempuan akibat paparan terhadap HPV. Selain itu, vaksin ini juga dapat mencegah kanker vagina dan vulva pada perempuan, serta penyakit kutil kelamin maupun kanker anus pada perempuan dan laki-laki. Berikut adalah tipe HPV yang dapat menimbulkan penyakit:

  • HPV tipe 16 dan 18, penyebab 70% kejadian penyakit kanker leher rahim.
  • HPV tipe 6 dan 11, menyebabkan 90% kejadian penyakit kutil kelamin.
  • Terdapat pula 5 tipe HPV lainnya yaitu tipe 31, 33, 45, 52, dan 58 yang dapat menyebabkan kanker leher rahim, kanker vagina, kanker vulva, kanker anus, kanker penis, dan kanker tenggorokan.1,2

Berdasarkan cakupan tipe HPV yang dapat dicegah dengan vaksin, maka terdapat dua jenis vaksin HPV yang digunakan di Indonesia:

  • Bivalen

Vaksin HPV bivalen memberikan proteksi terhadap HPV tipe 16 dan 18 yang dapat mencegah kanker leher rahim.

  • Tetravalen

Vaksin HPV tetravalen memberikan proteksi terhadap HPV tipe 6, 11, 16, dan 18. Sehingga selain berfungsi mencegah kanker leher rahim, vaksin ini juga memberikan perlindungan dari penyakit kutil kelamin.1,3 

Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV

Menurut rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) vaksin HPV dapat diberikan mulai usia 10 tahun atau sebelum yang bersangkutan aktif secara seksual. Tujuannya adalah untuk memberikan kekebalan terhadap infeksi HPV sebelum yang bersangkutan aktif secara seksual dan terpapar dengan virus ini yang ditularkan melalui hubungan seksual. Vaksin HPV masih dapat diberikan kepada perempuan yang sudah aktif secara seksual dengan pertimbangan bahwa yang bersangkutan belum tentu sudah terpapar dengan jenis HPV yang dapat menimbulkan penyakit. Walaupun demikian, perlu diingat bahwa vaksin ini tidak dapat digunakan untuk mengobati infeksi HPV yang sedang terjadi. Selain pada perempuan, vaksinasi varian tetravalen pada laki-laki juga akan memberikan efek proteksi terhadap penyakit kutil kelamin dan juga menurunkan penularan HPV pada pasangannya.3,4

Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

Jadwal dari pemberian vaksin bivalen diberikan tiga kali yaitu:

  • Dosis pertama: saat ini
  • Dosis kedua: 1 bulan setelah dosis pertama
  • Dosis ketiga: 6 bulan setelah dosis kedua

Sedangkan untuk vaksin tetravalen diberikan juga tiga kali yaitu:

  • Dosis pertama: saat ini
  • Dosis kedua: 2 bulan setelah dosis pertama
  • Dosis ketiga: 6 bulan setelah dosis kedua

Apabila vaksin ini diberikan pada remaja usia 10-13 tahun, pemberian cukup diberikan 2 dosis dengan interval 6-12 bulan karena pada usia tersebut, respons antibodi yang diberikan dari 2 kali suntikan setara dengan 3 kali suntikan. Jika jadwal pemberian vaksin terlewat, Anda tidak perlu mengulangnya dari awal. Cukup dengan melengkapi dosis vaksin untuk kanker serviks yang terlewat sebelumnya.3–6

Vaksin HPV tidak disarankan dilakukan pada wanita yang sedang hamil. Walaupun pemberian vaksin ini tidak menimbulkan gangguan pada bayi yang dikandung,  masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini. Apabila kehamilan terjadi ditengah-tengah pemberian vaksin, dosis berikutnya sebaiknya diberikan setelah melahirkan.7

Baca Juga: Takut Sama Kanker Serviks? Vaksinasi HPV Saja!

Efek samping dari pemberian vaksin sebenarnya tergolong cukup ringan seperti rasa nyeri pada lokasi penyuntikan, demam, pusing, dan mual. Efek samping ini juga hanya bersifat sementara dan bisa dikurangi dengan cara beristirahat dalam posisi duduk atau berbaring selama 15 menit terlebih dahulu setelah penyuntikan.7

Demikian penjelasan singkat mengenai vaksinasi HPV dan jenis-jenisnya, semoga artikel ini bermanfaat bagi Sahabat Sehat. Yuk vaksinasi HPV sekarang untuk mencegah kanker leher rahim ke depannya, lindungi keluarga dan sahabat dengan vaksinasi lengkap di Prosehat. Mengapa di Prosehat? Karena Prosehat mempunyai layanan vaksinasi ke rumah yang mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

  • Produk dijamin asli
  • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
  • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
  • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
  • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
  • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Human Papillomavirus (HPV) Vaccines – National Cancer Institute [Internet]. 2019. Available from: https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/infectious-agents/hpv-vaccine-fact-sheet
  2. HPV Vaccine | What Is the HPV Vaccination [Internet]. Available from: https://www.plannedparenthood.org/learn/stds-hiv-safer-sex/hpv/should-i-get-hpv-vaccine
  3. Jadwal Imunisasi 2017 [Internet]. IDAI. Available from: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-2017
  4. STD Facts – HPV and Men [Internet]. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/std/hpv/stdfact-hpv-and-men.htm
  5. HPV Vaccines and Cervical Cancer [Internet]. WebMD. Available from: https://www.webmd.com/sexual-conditions/hpv-genital-warts/hpv-vaccines-human-papillomavirus
  6. HPV | For Clinicians | Vaccination Schedules and Recommendations | CDC [Internet]. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/hpv/hcp/schedules-recommendations.html
  7. HPV Vaccine Information For Young Women [Internet]. 2021. Available from: https://www.cdc.gov/std/hpv/stdfact-hpv-vaccine-young-women.htm

Chat Asisten ProSehat aja