Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ vaksinasi hpv”

Showing 1–10 of 16 results

  • Vaksinasi HPV adalah pemberian vaksin HPV atau Human Papillomavirus untuk terhindar dari kanker serviks. Vaksin ini sering dikenal dengan vaksin kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus HPV yang menular pada wanita saat berhubungan seksual terutama kontak langsung pada area genital. Dari situlah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut […]

    Amankah Vaksinasi HPV Selama Pandemi Corona?

    Vaksinasi HPV adalah pemberian vaksin HPV atau Human Papillomavirus untuk terhindar dari kanker serviks. Vaksin ini sering dikenal dengan vaksin kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus HPV yang menular pada wanita saat berhubungan seksual terutama kontak langsung pada area genital. Dari situlah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut rahim atau serviks, yang lama-kelamaan berkembang menjadi kanker serviks yang termasuk salah satu kanker paling mematikan di dunia.1

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?vaksinsi hpv selama pandemi, vaksinasi hpv selama corona

    Menurut data yang dilansir oleh Kementerian Kesehatan, jumlah penderita kanker serviks  di Indonesia adalah 90-100 kasus per 100.000 penduduk, dan setiap tahunnya adalah 15.000 kasus. Indonesia bahkan termasuk negara kedua dengan angka kejadian kanker serviks tertinggi di dunia. Angka global kematian akibat virus ini adalah 99,7%, dan hampir semuanya wanita. Oleh karena itu, pemberian vaksin sangat penting dan perlu dilakukan.1

    Namun, Bagaimanakah dengan Pemberian Vaksin di Masa Pandemi Corona ini? Apakah Pemberian  Vaksin Aman dan Tetap Harus Dilakukan?

    Semenjak ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO pada Maret 2020, Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19 telah mempengaruhi banyak gaya hidup orang-orang di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Angka penderita dan kematian yang terus meningkat setiap harinya dan belum ditemukannya vaksin untuk pencegahan membuat WHO menerbitkan protokol-protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. WHO juga meminta kepada para pemerintah negara di seluruh dunia untuk tidak berkerumun karena hal tersebut akan mempermudah penyebaran virus. Hal inilah yang kemudian membuat semua orang menjadi khawatir untuk beraktivitas di luar rumah dan memilih tetap berada di dalam rumah sebagai salah satu cara paling aman.2

    Karena itulah, banyak orang yang mengurungkan niat ke fasilitas-fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas untuk vaksinasi sehingga angka vaksinasi kian menurun. Program vaksinasi yang telah dicanangkan terganggu. Menurut WHO dan UNICEF, ada 82 negara dengan program vaksinasi yang terganggu, di antaranya termasuk Indonesia.3 Salah satu program vaksinasi yang terganggu itu adalah vaksinasi HPV. Indonesia sendiri mempunyai program penapisan atau skrining vaksinasi, dengan target perempuan di usia 30-50 tahun. Target tersebut kenyataannya belum dapat terpenuhi karena yang ditapis masih kurang dari 8%, jauh di bawah target sebesar 50%, itu pun berdasarkan data dari 2014 hingga 2018.4

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    Target yang hendak dicapai itu menjadi berantakan karena datangnya COVID-19. Sebelum wabah, setiap hari, 50 perempuan Indonesia meninggal karena kanker serviks, sehingga upaya penapisan terus dilakukan. Namun, ketika wabah datang, aktivitas menurun tajam sehingga upaya pemerintah untuk mencegah kanker serviks semakin terhambat. Alasan penurunan itu adalah sangat ketakutannya orang-orang untuk keluar rumah, apalagi ke fasilitas-fasilitas kesehatan yang sudah pasti banyak orang.4

    Padahal, WHO sendiri sudah mengatakan bahwa vaksinasi, baik untuk anak-anak maupun dewasa, tetap harus dilakukan mengingat penyakit-penyakit memerlukan vaksinasi tersebut bisa datang kapan saja.2 Keterlambatan pemberian vaksin akan menghambat tumbuh-kembang anak dan tingkat kekebalan orang dalam menghadapi virus, termasuk virus HPV, yang pemberiannnya mulai harus dilakukan pada perempuan usia 9 tahun sebagai langkah pencegahan dini.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Supaya vaksinasi HPV tetap berjalan dan dirasa aman tanpa perlu khawatir terhadap ancaman virus Corona, berdasarkan anjuran WHO, pemerintah telah melaksanakan hal-hal berikut agar orang tetap mau vaksinasi, yaitu:2

    • Membatasi jumlah kunjungan ke fasilitas-fasilitas layanan kesehatan
    • Menerapkan jaga jarak saat berada di dalam fasyankes
    • Mengatur jadwal dengan mengadakan janji temu imunisasi
    • Menggabungkan kegiatan imunisasi dengan kegiatan preventif
    • Menggunakan area terbuka apabila memungkinkan jika area dalam sudah dirasa penuh karena jaga jarak, sementara pengunjung yang datang banyak
    • Membuat sesi layanan imunisasi khusus bagi lansia dan orang-orang dengan gangguan kesehatan yang sudah ada seperti darah tinggi, penyakit jantung, gangguan pernapasan, dan diabetes.

    Baca Juga: Pilih Mana? Imunisasi di Rumah atau Faskes Selama Pandemi?

    Namun, apabila hal-hal di atas masih dirasa kurang meyakinkan karena faktor berkerumun yang menjadi medium menyebarnya virus dengan cepat, terdapat solusi-solusi yang bisa membuat orang yang ingin divaksinasi tidak perlu ke rumah sakit, puskesmas, atau klinik, alias cukup di rumah saja. Fasilitas ini memanfaatkan teknologi berupa telemedisin yang memungkinkan pasien bisa konsultasi secara daring atau online melalui perangkat-perangkat teknologi yang ada. Tentu saja layanan ini ada di Prosehat yang juga mempunyai layanan vaksinasi HPV ke rumah sehingga Sobat Sehat tetap bisa vaksinasi dengan aman tanpa perlu khawatir tertular COVID-19, dan tentunya Sobat dapat mendukung program pemerintah untuk mencegah virus HPV.4

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya? • ProSehat [Internet]. ProSehat. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.prosehat.com/artikel/wanitasehat/vaksin-kanker-serviks
    2. Tanya Jawab (FAQ) Imunisasi dalam konteks pandemi COVID-19 [Internet]. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.who.int/docs/default-source/searo/indonesia/covid19/tanya-jawab-imunisasi-dalam-konteks-pandemi-covid-19-16-april 2020.pdf%3Fsfvrsn%3D66813218_2+&cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id
    3. developer m. WHO dan UNICEF Peringatkan Penurunan Vaksinasi Selama Covid-19 [Internet]. Mediaindonesia.com. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://mediaindonesia.com/read/detail/328954-who-dan-unicef-peringatkan-penurunan-vaksinasi-selama-covid-19
    4. Media K. Screening Terhenti karena Covid-19, Kematian Kanker Serviks Diduga Naik Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/10/02/092600023/screening-terhenti-karena-covid-19-kematian-kanker-serviks-diduga-naik?page=all
    Read More
  • Kanker serviks menjadi penyebab kanker tertinggi pada wanita dan menjadi hal yang menakutkan. Terlebih lagi jika kanker serviks merenggut masa depan Bunda atau si gadis. Penyebab terbesar kanker serviks, yaitu dari infeksi Human Papilloma Virus (HPV), infeksi yang mudah menular melalui hubungan seksual namun hal ini dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi. HPV sendiri memiliki berbagai […]

    Mengapa Vaksinasi HPV Juga Diperlukan Untuk Si Gadis?

    Kanker serviks menjadi penyebab kanker tertinggi pada wanita dan menjadi hal yang menakutkan. Terlebih lagi jika kanker serviks merenggut masa depan Bunda atau si gadis. Penyebab terbesar kanker serviks, yaitu dari infeksi Human Papilloma Virus (HPV), infeksi yang mudah menular melalui hubungan seksual namun hal ini dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi.

    HPV sendiri memiliki berbagai tipe yang diindentifikasi yang hampir mencapai 40 jenis mulai dari risiko rendah hingga risiko tinggi, namun HPV tipe 16 dan 18 lah memiliki sifat onkogenik (penyebab kanker).  Vaksin HPV sendiri dibagi menjadi tua jenis yaitu Vaksin Bivalen (untuk tipe 16 dan 18) dan juga Vaksin Quadrivalen (Tipe 6, 11, 16 dan juga 18).

    Baca Juga: 7 Hal Yang Harus Bunda Ketahui Tentang Vaksinasi HPV Anak

    Infeksi HPV ini pada awalnya tidak akan menimbulkan gejala apapun atau keluhan lho, Bunda. Apabila tubuh kita tidak dapat melawannya, hal inilah yang memicu terjadinya kanker serviks. Pada penelitian di Amerika Serikat, rata-rata usia pertama hubungan seksual di usia 16 tahun dan pencegahan terbaik dilakukan sebelum aktif melakukan hubungan seksual.

    Lalu mengapa vaksinasi HPV ini perlu untuk putri saya? WHO merekomendasikan bahwa vaksinasi HPV menjadi program untuk mencegah terjadinya kanker serviks. FDA juga menyetujui pemberian vaksin hpv dapat dimulai pada usia 9 tahun. Sedangkan The Advisory Committee on Immunzation Practice (ACIP) dan Centre for diagnosis Control Prevention rekomendasikan pemberian vaksin HPV mulai usia 11-12 tahun.

    Produk Terkait: Layanan Vakasinasi HPV ke Rumah

    Sedangkan HOGI-IDAI menetapkan bahwa vaksinasi ini dapat diperikan pada perempuan pada usia 10-55 tahun lalu dikelompokkan menjadi 4 bagian, yaitu:

    1)      Usia 10-12 tahun (Usia Sekolah Dasar)

    2)      Usia 13-15 tahun (Usia Sekolah Menengah Pertama)

    3)      Usia 16-25 tahun (Usia Sekolah Menengah Atas Hingga Perguruan Tinggi)

    4)      Usia 26-55 tahun (Vaksinasi yang dilakukan setelah mendapatkan hasil Pap Smear negatif)

    Antibodi HPV 16 dan 18 pada Putri Bunda di usia remajanya lebih tinggi 2-3 kali dibandingkan kelompok usia 26-55 tahun. Jadi demi masa depannya lakukan yang terbaik dengan melindungi kesehatannya dari kanker serviks. Vaksinasi HPV bisa Bunda dapatkan di ProSehat (Aplikasi Kesehatan). Kenapa harus di ProSehat? Bunda dapat berkonsultasi seputar vaksinasi dengan Maya Asisten Kesehatan ProSehat dan layanan vaksinasi ke rumah dan bebas memilih lokasi agar Putri Bunda lebih tenang.

    Baca Juga: Ayo Imunisasi Demi Kesehatan Si Kecil

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Sumber :

    Winardo, Donny Sutrisno. ”Kanker Serviks dan Imunisasi HPV”. Diakses pada 30 Januari 2018
    Effendi, Bonita. “Pencegahan Infeksi HPV untuk Kaum Muda”. Diakses pada 30 Januari 2018

    Read More
  • Hai Bunda, akhir-akhir ini semakin banyak wanita mengidap kanker serviks seperti Julia Perez artis Indonesia yang meninggal dunia karena kanker satu itu. Banyak yang kehilangan sosoknya tak terkecuali keluarganya yang harus merelakan tulang punggung keluarga menghadap Tuhan. Hal ini tentu tidak diinginkan siapa pun, terlebih lagi jika putri Bunda yang mengalami hal ini. Baca Juga: […]

    7 Hal Yang Harus Bunda Ketahui Tentang Vaksinasi HPV Anak

    Hai Bunda, akhir-akhir ini semakin banyak wanita mengidap kanker serviks seperti Julia Perez artis Indonesia yang meninggal dunia karena kanker satu itu. Banyak yang kehilangan sosoknya tak terkecuali keluarganya yang harus merelakan tulang punggung keluarga menghadap Tuhan. Hal ini tentu tidak diinginkan siapa pun, terlebih lagi jika putri Bunda yang mengalami hal ini.

    Baca Juga: Benarkah Keputihan Pertanda Kanker Serviks?

    Namun beberapa orang belum mengetahui secara pasti bagaimana kanker serviks tersebut dapat terjadi. Hal inilah yang mendorong kementerian Kesehatan melakukan penyuluhan serta program pemberian imunisasi HPV pada anak-anak SD mulai Oktober 2016. Dengan memperimbangkan tingginya angka kejadian dari kanker serviks.

    Kanker serviks dapat dicegah dengan papsmear ataupun Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) sebagai bentuk deteksi dini. Namun hal tersebut akan lebih efektif dengan melakukan vaksinasi HPV. Bunda harus lebih tahu nih tentang vaksinasi HPV bukan hanya untuk Bunda namun juga untuk buah hati. Berikut 7 Hal yang harus Bunda ketahui tentang vaksinasi HPV anak:

    1.  Apa Itu HPV?

    Hal ini tentu pertanyaan dasar yang menjadi pertanyaan banyak orang. Human Papilloma Virus (HPV) ini merupakan virus yang menyerang area reproduksi. Penularan ini terbanyak melalui hubungan seksual dan virus HPV menjadi penyebab utama seseorang menderita Kanker Serviks (leher rahim).

    HPV sendiri memiliki banyak tipe, namun terdapat 4 tipe yang umumnya terjadi. Tipe 6 dan 11 menyebabkan kasus kutil kelamin sedangkan tipe 16 dan 18 lah penyebab terjadinya kanker serviks.

    Baca Juga: Mengapa Vaksinasi HPV Juga Diperlukan Untuk Si Gadis?

    1.   Risiko Kanker Serviks

    Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada 2013 kanker serviks di Indonesia mencapai hingga 330 ribu orang. Sedangkan WHO menyatakan 2 dari 10.000 wanita menderita kanker serviks dan diperkirakan 26 orang wanita meninggal setiap harinya karena kanker serviks yang menyerangnya.

    1.  Kenapa Vaksinasi Ini Harus Diberikan Pada Anak-anak?

    Pertanyaan inilah yang selalu terniang dipikiran Bunda. Kenapa vaksinasi HPV ini diberikan untuk anak saya? World Health Organization (WHO) rekomendasikan vaksin HPV ini diberikan pada anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan yang belum aktif secara seksual. Agar perlindungan ini maksimal maka disarankan pada usia 9 – 12 tahun.

    Usia ini lah merupakan masa pra-remaja dengan munculnya beberapa perubahan pada organ seksual. Untuk anak perempuan terjadinya perubahan mukosa atau selaput lendir di area mulut rahim sehingga terjadi kerentanan terhadap infeksi virus.

    1.   Jenis vaksin yang digunakan?

    Terdapat dua jenis vaksin HPV, yaitu bivalent dan quadrivalent. Untuk bivalent terdapat dua jenis tipe yaitu HPV 16 dan 18 yang membantu mencegah kanker serviks. Sedangkan quadrivalent memiliki empat jenis tipe HPV 6, 11, 16 dan 18, bukan hanya mencegah kanker serviks namun juga kutil kelamin.

    1.   Berapa Dosis vaksin yang diberikan?

    Untuk dosis vaksin hpv yang diberikan menurut Departemen Kesehatan diberikan sebanyak 2 kali pada usia 9 – 12 tahun yang dilakukan dengan jangka waktu 0, 1 atau 2 bulan dan 6 bulan. Namun bila dirasa anak Bunda telah melewati usia anjuran tersebut, maka dosis tersebut akan ditambahkan menjadi tiga kali. Hal ini berlaku juga untuk wanita dewasa yang ingin melakukan vaksinasi HPV.

    1.   Apa Efek Samping Yang ditimbulkan?

    Tidak ditemukan efek samping yang bersifat serius. Namun beberapa orang akan merasa nyeri, mual atau demam ringan. Timbul warna kemerahan di area suntikan yang merupakan reaksi normal dari vaknisasi apapun.

    Baca Juga: Lindungi Si Gadis Dari Kanker Serviks

    1.   Jika Saya Punya Anak Laki-laki, apakah perlu mendapat vaksin HPV?

    Infeksi HPV bukan hanya menyerang perempuan saja namun juga laki-laki. Walaupun bukan kanker serviks, kutil kelamin, kanker penis, kanker vulva ataupun kanker anal yang dapat menyerang mereka. Direkomendasikan anak laki-laki usia 9 – 12 tahun mendapatkan vaksinasi HPV.

    Itulah mengenai pentingnya vaksinasi HPV  untuk anak. Untuk vaksinasi ini bisa melalui Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Sumber:

    Winardo, Donny Sutrisno. “Kanker Serviks dan Imunisasi HPV”. Diakses pada 29 Januari 2018
    Suwito, Anton. “Ayo! Cegah Kanker Leher Rahim dengan Vaksinasi!”. Diakses pada 29 Januari 2018
    Depkes. “Cegah Kanker Serviks, Siswi Kelas Lima Di DKI Jakarta Diimunisasi HPV”. Diakses pada 29 Januari 2018

    Read More
  • Mungkin Bunda dan Ayah pernah mendengar mengenai Human Papilloma Virus atau disingkat dengan HPV? HPV sendiri merupakan salah satu faktor terjadinya kanker serviks yang umumnya penyakit yang berasal dari hubungan seksual. Virus tersebut dapat menginfeksisel epitel kulit dan membrane mukosa (area kelamin) sehingga menyebabkan keganasan atau kanker. Baca Juga: List dan Biaya Tempat Vaksinasi HPV […]

    Yuk, Mengenal Lebih Jauh HPV Demi Masa Depan Si Gadis

    Mungkin Bunda dan Ayah pernah mendengar mengenai Human Papilloma Virus atau disingkat dengan HPV? HPV sendiri merupakan salah satu faktor terjadinya kanker serviks yang umumnya penyakit yang berasal dari hubungan seksual. Virus tersebut dapat menginfeksisel epitel kulit dan membrane mukosa (area kelamin) sehingga menyebabkan keganasan atau kanker.

    Baca Juga: List dan Biaya Tempat Vaksinasi HPV di Jakarta

    Virus yang memiliki banyak tipe, namun tipe HPV 6, 11, 16 dan 18 lah yang paling banyak ditemukan. Untuk HPV 6 dan 11 adalah penyebab terjadinya kasus kutil kelamin. Sedangkan HPV 16 sebagai penyebab keganasan pada serviks atau leher rahim wanita. Virus HPV ini tidak hanya menyerang perempuan, namun laki-laki juga rentan terserang penyakit ini.

    Virus ini umumnya berada pada area kelamin seperti leher rahim, bibir vagina, vagina dan penis. Namun untuk area non-kelamin, kanker dapat terjadi pada bagian mulut ataupun saluran napas atas. Untuk mengatasi kekhawatiran Ayah dan Bunda terhadap virus HPV ini, yaitu dengan melakukan vaksinasi HPV. Terdapat 2 jenis vaksin HPV di Indonesia yaitu bivalent (HPV 16 dan 18) dan Quadrivalent (HPV 6, 11, 16 dan 18).

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Untuk bivalent dengan dua tipe virus HPV berfungsi mencegah kanker leher rahim dan Quadrivalent yang memiliki empat tipe virus HPV ini mencegah kanker leher rahim dan kutil kelamin. Menurut IDAI, pemberian vaksinasi HPV disarankan untuk remaja perempuan mulai dari usia 10 tahun ke atas. Namun di negara luar seperti Amerika merekomendasikan vaksinasi HPV untuk anak laki-laki.

    Hal ini dilihat dari manfaat vaksin HPV yang dapat mencegah penyakit kutil kelamin dan melindungi anak laki-laki. Akademi Pediatri Amerika (AAP) merekomendasikan baik anak laki-laki maupun perempuan berusia 11-12 tahun untuk melakukan vaksinasi. Karena pada usia tersebut respon antibodinya lebih baik dan akan efektif jika diberikan sebelum melakukan hubungan seksual.  

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Kanker Serviks yang Perlu Dicoba

    Akademi Pediatri Amerika (AAP) menyarankan untuk beberapa golongan saat melakukan vaksinasi HPV, seperti berikut ini:

    1. Anak Perempuan berusia 11-12 tahun
      Dianjurkan untuk mendapatkan 3 kali imunisasi HPV 2 atau 4 tipe dengan jarak waktu penyuntikan 0, 1 atau 2 dan 6 bulan.
    2. Perempuan berusia 13-26 tahun
      Apabila belum divaksinasi sebelumnya maka harus mendapatkan vaksin secara penuh untuk melindungin
    3. Anak Laki-laki berusia 11-12 tahun
      Sama seperti golongan anak perempuan (11-12 tahun), golongan ini dianjurkan untuk mendapatkan 3 kali suntik dengan vaksin HPV 4 dengan jarak waktu penyuntikan 0, 1 atau 2 dan 6 bulan.
    4. Laki-laki berusia 13-21 tahun
      Golongan ini yang belum melakukan vaksinasi maka harus mendapatkan vaksin secara penuh. Sedangkan untuk penderita HIV harus mendapatkan vaksinasi HPV secara lengkap.

    Beberapa beranggapan, vaksinasi HPV pada anak-anak tidak diperlukan karena pada usia tersebut hubungan seksual belum dilakukan oleh mereka. Namun, vaksin HPV ini harus diberikan sebelum berhubungan seksual secara aktif. Lebih baik mencegah sebelum terlambat kan Bunda dan Ayah.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturannya

    Untuk mendapatkan pelayanan vaksinasi yang nyaman dan aman cukup di Prosehat saja. Karena Prosehat menyediakan layanan vaksinasi ke rumah yang tidak perlu antre. Layanan ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Sumber :

    IDAI.”Sekilas Tentang Vaksin HPV”. Diakses pada 29 Januari 2018
    Sudiyono, Nelson. “Vaksin HPV untuk Anak Laki-Laki”. Diakses pada 29 Januari 2018

    Read More
  •   Banyak yang mengatakan penularan HPV dapat melalui kontak dengan tempat duduk kloset ataupun WC umum. Namun ternyata hal tersebut tidak tepat, karena penyebaran virus HPV dapat terjadi melalui hubungan seksual atau kulit ke kulit. Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Kamu Ketahui Apakah penyebaran HPV hanya menyerang daerah genital? HPV kepanjangan dari […]

    Apakah HPV dan Kanker Serviks Saling Berkaitan?

     

    Banyak yang mengatakan penularan HPV dapat melalui kontak dengan tempat duduk kloset ataupun WC umum. Namun ternyata hal tersebut tidak tepat, karena penyebaran virus HPV dapat terjadi melalui hubungan seksual atau kulit ke kulit.

    HPV dan kanker serviks

    Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Kamu Ketahui

    Apakah penyebaran HPV hanya menyerang daerah genital? HPV kepanjangan dari Human Papilloma Virus ini tidak hanya menyerang daerah genital namun memiliki banyak jenis yaitu sekitar 120 jenis. Sebanyak 30% berhubungan dengan daerah genital dan juga anus, sedangkan 70% berhubungan dengan area selain daerah anus dan genital.

    Secara garis besar terbagi menjadi beberapa area seperti:

    1. Infeksi pada daerah anogenital dan mukosa

    2. Infeksi di daerah non-anogenital cutaneous yang menyerang daerah kulit tangan hingga kaki yang sering dikenal dengan kutil/veruca vulgaris. Namun tidak akan menimbulkan keganasan dan penyebarannya terjadi karena ada riwayat kontak dan sistem imunitas yang menurun.

    3. Epidermodysplasia verruciformis (EV) berkaitan dengan kelainan genetik. Pada daerah anogenital (anus dan genital), terdapat virus HPV tipe 6 dan juga 11 disebut kondiloma akuminata atau kutil kelamin atau genital warts yang memiliki resiko rendah berpotensi kearah kanker. Sedangkan virus tiper 16 dan 18 memiliki 70% berpotensi tinggi menyebabkan kanker serviks dan penyebaran HPV terjadi melalui hubungan seksual atau adanya kontak kulit yang terinfeksi HPV. Area anus dan oral dapat terjadi dengan prevalensi sebagai berikut :
    – Anal Cancer sebesar 90%
    – Vulvar Cancer sebesar 40%
    – Oropharyngeal cancer 12%
    – Oral Cancer sebesar 3%

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Kanker Serviks yang Perlu Dicoba

    Infeksi HPV banyak terjadi pada wanita daripada pria yaitu sebesar 22-35% pada wanita. Pada penelitian di Amerika, rentan usia yang memiliki insiden tertinggi terjadi pada wanita usia 20-24 tahun dengan mengambil sampel wanita berusia 14-59 tahun. Sedangkan penelitian yang dilakukan Gilison ditemukan bahwa kanker pada area oropharyngeal disebabkan oleh HPV tipe 16 yang sama pada kanker serviks. Namun hal tersebut lebih banyak terjadi pada pria dibandingkan wanita, sebanyak 10,1% pada pria dan 3,6% pada wanita.

    Baca Juga : Sebelum Menikah, Pria Juga Membutuhkan Ini

    Hal tersebut akan semakin meningkat bila tidak dilakukan pencegahan serta pemeriksaan sejak dini. Dengan cara tidak berganti-ganti pasangan dan pemberian vaksin HPV. Vaksin yang dapat mencegah transmisi virus dan virus akan terhalang masuk ke dalam tubuh. Jadi dengan vaksinasi HPV, risiko kanker serviks akan berkurang dan untuk mendapatkan layanan vaksin HPV ke rumah bisa Anda dapatkan di Prosehat yang mempunyai keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Pada tahun 2018 di Indonesia, berdasarkan data dari Globocan, terdapat 32.469 atau 17,2% wanita terdiagnosis kanker serviks. Angka kematian adalah 18.279 per tahun. Indonesia sendiri menempati peringkat kedua. Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya? Untuk kasus di Indonesia, masih banyak yang belum begitu paham dengan pentingnya vaksinasi HPV, padahal vaksin ini dapat […]

    Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Pada tahun 2018 di Indonesia, berdasarkan data dari Globocan, terdapat 32.469 atau 17,2% wanita terdiagnosis kanker serviks. Angka kematian adalah 18.279 per tahun. Indonesia sendiri menempati peringkat kedua.

    vaksin hpv

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?

    Untuk kasus di Indonesia, masih banyak yang belum begitu paham dengan pentingnya vaksinasi HPV, padahal vaksin ini dapat menyelamatkan ribuan, bahkan jutaan wanita di dunia dari ancaman kanker serviks. Setiap wanita di dunia perlu mengerti keganasan kanker ini, karena menurut data WHO, setiap tahun ribuan wanita meninggal akibat kanker yang menyerang leher rahim ini.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Salah satu penyebab kanker serviks selain gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, memulai aktivitas seksual pada usia yang muda (di bawah 18 tahun) dan kehidupan seksual yang tidak sehat, adalah paparan Human Papilloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18 yang bersifat onkogenik (penyebab kanker). Virus ini adalah salah satu penyebab kanker serviks pada wanita yang merupakan satu golongan virus dengan 100 jenis macamnya. Dan lebih dari 99% kasus kanker serviks yang terjadi pada wanita, beberapa di antaranya telah terinfeksi virus ini.

    Pemberian vaksin HPV akan mencegah transmisi virus ini. Dengan vaksin ini, virus tersebut akan terhalang masuk ke dalam tubuh. Vaksin yang dibuat dengan teknologi rekombinan berpotensi mengurangi angka morbiditas dan mortalitas yang berhubungan dengan infeksi HPV genitalia.

    Terdapat 2 jenis vaksin HPV, yaitu:

    1. Vaksin Bivalen (tipe 16 dan 18)
    2. Vaksin Quadrivalen (tipe 6, 11, 16, 18)

    Vaksin HPV memiliki efikasi 96-100% untuk mencegah penyebaran HPV tipe 16/18 yang akan menyebabkan kanker serviks. Tidak perlu takut, karena vaksin HPV telah disahkan oleh Food and Drug Administration (FDA) dan Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP). Sedangkan di Indonesia sendiri, vaksin ini sudah diizinkan oleh badan POM RI.

    Baca Juga: Mengapa Vaksinasi HPV Diperlukan Juga untuk Si Gadis?

    Vaksinasi HPV ini sudah dapat diberikan sejak usia 9 tahun dan ternyata vaksinasi HPV tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang berusia 9-26 tahun saja, bahkan wanita usia 55 tahun masih diperbolehkan melakukan vaksinasi ini. Dan bagi yang sudah pernah melakukan hubungan seksual diperlukan tes pap smear terlebih dahulu untuk mengetahui apakah sudah terinfeksi kanker serviks.

    Baca Juga: Wanita Menikah Wajib Lakukan Pap Smear?

    Mengingat ancaman dari kanker serviks, bentuk pencegahan yang paling nyata adalah dengan menjalani gaya hidup dan hubungan seksual yang sehat, serta melakukan 3x vaksinasi HPV untuk mencegah transmisi HPV dan rutin melakukan test Pap Smear (bagi yang sudah berkeluarga). Untuk vaksinasi HPV, Sobat bisa memanfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat yang mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    Read More
  • Vaksin kanker serviks adalah salah satu vaksin yang diberikan untuk mencegah penularan penyakit tersebut yang terjadi akibat dari berhubungan seksual. Kanker ini disebabkan oleh HPV atau human papillomavirus. Kanker ini menyerang dengan cara menularkan infeksi pada wanita melalui hubungan seksual atau kontak langsung dengan area genital. Dari kontak langsung inilah kemudian muncul sel yang tumbuh […]

    Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?

    Vaksin kanker serviks adalah salah satu vaksin yang diberikan untuk mencegah penularan penyakit tersebut yang terjadi akibat dari berhubungan seksual. Kanker ini disebabkan oleh HPV atau human papillomavirus. Kanker ini menyerang dengan cara menularkan infeksi pada wanita melalui hubungan seksual atau kontak langsung dengan area genital. Dari kontak langsung inilah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut rahim atau serviks, dan lama-kelamaan berkembang menjadi kanker serviks yang termasuk salah satu kanker paling mematikan.

    Produk Terkait: Vaksinasi HPV

    Di Indonesia sendiri menurut data yang dilansir oleh Kementerian Kesehatan, jumlah penderita kanker serviks adalah 90-100 kasus per 100.000 penduduk, dan setiap tahunnya adalah 40.000 kasus. Bahkan, Indonesia termasuk kedua tertinggi di dunia. Angka global kematian akibat virus ini adalah 99,7 %, dan hampir semuanya menimpa wanita. Melihat dari jumlah tersebut, pemberian vaksin sangat penting dan harus dilakukan.

    Penyebab Kanker

    Sebelum membahas mengenai vaksin serviks, sebaiknya Sobat mengetahui terlebih dahulu penyebab kanker serviks. Penyebabnya terdiri dari berbagai faktor yang dapat meningkatkan seseorang untuk menderita penyakit ini, yaitu salah satunya infeksi human papillomavirus (HPV).

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    HPV merupakan penyebab utama kanker serviks. Virus ini dapat menginfeksi sel-sel di permukaan kulit dan alat kelamin, anus, serta mulut, dan tenggorokan. HPV bisa muncul karena perilaku seks yang cukup berisiko seperti sering berganti pasangan seksual sejak usia muda, atau berhubungan seks tanpa kondom.

    Menderita Penyakit Menular Seksual

    Selain HPV, kanker serviks juga bisa disebabkan oleh wanita yang menderita penyakit menular seksual seperti kutil kelamin, klamidia, gonore, dan sifilis. Tidak hanya yang pernah, bahkan wanita yang sedang menderita penyakit menular seksual juga memiliki risiko tinggi terkena kanker ini. Jaid, infeksi HPV bisa muncul bersamaaan dengan penyakit menular seksual.

    Pola Hidup yang Tidak Sehat

    Pola hidup yang tidak mengutamakan kesehatan seperti jarang berolahraga, jarang mengonsumsi buah dan sayuran bisa menyebabkan timbulnya kanker serviks. Hal ini akan semakin meningkat jika wanita yang menderita kanker juga memiliki kebiasaan merokok.
    Mengapa bisa demikian? Karena tembakau dalam rokok dapat merusak sel DNA, serta membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lebih lemah sehingga kurang efektif dalam melawan HPV.

    Lemahnya Sistem Kekebalan Tubuh

    Melemahnya sistem kekebalan tubuh karena HIV/AIDS atau akibat pengobatan kanker dan penyakit autoimun ternyata juga lebih berisiko terinfeksi HPV sebagai penyebab utama kanker serviks.

    Baca Juga: Kanker dan Tumor Itu Sama?

    Penggunaan Pil KB

    Pil KB yang dimaksudkan untuk mencegah kehamilan ternyata dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker. Karena itu, Sobat disarankan untuk memilih metode pencegahan kehamilan lain seperti IUD atau KB Spiral. Supaya aman, sebaiknya Sobat konsultasikan terlebih dahulu ke dokter kandungan untuk memilih jenis kontrasepsi yang tepat dan cocok.

    Hamil Usia Muda

    Hamil usia muda atau saat usia kurang dari 17 tahun dapat membuat seorang wanita lebih rentan terkena kanker serviks. Tak hanya itu, wanita yang pernah hamil dan melahirkan lebih dari 3 kali juga malah lebih berisiko. Hal ini disebabkan sistem kekebalan tubuh yang melemah dan perubahan hormon selama masa kehamilan dapat membuat wanita lebih rentan terhadap HPV.

    Pernah Mengonsumsi DES

    DES atau diethylstilbestrol adalah obat hormonal yang diberikan pada wanita untuk mencegah keguguran. Risiko yang ditimbulkan bahkan lebih besar. Selain itu, obat dapat meningkatkan risiko kanker pada janin perempuan yang dikandungnya.

    Faktor Keturunan

    Risiko terkena kanker serviks lebih tinggi juga bisa disebabkan oleh faktor keturunan, yaitu keluarga perempuan pernah didiagnosis penyakit serupa.

    Langkah Pencegahan

    Ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan dalam menghadapi kanker serviks. Mulai dari menjalankan pola hidup sehat, menjalani pap smear atau tes IV A, dan vaksinasi HPV. Pemberian vaksin merupakan hal yang paling penting dalam pencegahan.

    Kapan Sebaiknya Vaksin Diberikan?

    Untuk pemberian vaksin sebaiknya disarankan mulai dari wanita usia 10 tahun ke atas atau lebih tepatnya sejak usia remaja atau belum pernah melakukan hubungan seksual sama sekali.
    Pemberian pada usia-usia yang masih “perawan” tersebut ternyata menurut penelitian lebih efektif dalam mencegah penularan kanker serviks daripada diberikan saat sudah berhubungan seksual karena kemungkinan infeksi HPV sudah ada. Pemberian vaksin biasanya diberikan dalam bentuk suntikan oleh dokter dengan cara menyuntik ke dalam otot di lengan atas atau paha.

    Berapa Dosis yang Diperlukan?

    Dosis yang diberikan pun cukup dua saja terutama pada usia 10-13 tahun sedangkan pada usia 16-18 tahun, dosisnya bertambah menjadi 3. Semua dilakukan dengan jarak 1-6 bulan dari masing-masing dosis penyuntikan.
    Pemberian dosis diperlukan untuk dapat memberikan perlindungan jangka panjang dari infeksi HPV. Jika belum lengkap, bisa segera berkonsultasi ke dokter untuk melengkapinya. Ternyata pemberian vaksin juga bermanfaat bagi pria, dan sangat direkomendasikan untuk pria berusia 26 tahun ke bawah, dan pernah berhubungan intim dengan sesama pria ataupun yang punya gangguan imunitas.

    Mengapa vaksin HPV juga penting untuk pria? Sebab ternyata virus ini juga dapat menyebabkan kutil kelamin, kanker anus, serta kanker tenggorokan yang bisa saja terjadi pada pria.

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Jenis-jenis Vaksin Kanker Serviks

    Vaksin kanker serviks sendiri mempunyai beberapa tiga jenis yang bisa dimanfaatkan sesuai dengan jenis virusnya. Jenis-jenisnya antara lain:

    • Pertama adalah vaksin yang umumnya digunakan untuk mencegah kanker serviks dan pra kanker. Vaksin jenis ini akan mencegah infeksi HPV-16 dan HPV-18 sebagai penyebab umum terjadinya kanker. Pemberiannya ditujukan untuk wanita berusia 10-25 tahun.
    • Kedua adalah Gardasil yang digunakan untuk mencegah kanker dan pra-kanker serviks, vulva, vagina, dan anus. Vaksin ini juga bisa menangkal infeksi HPV-6 dan HPV-11 sebagai penyebab kutil pada kelamin, serta bisa diberikan pada pria usia 9-26 tahun.
    • Ketiga adalah Gardasil 9. Cakupannya lebih luas dari Gardasil sebelumnya karena mencakup HPV-31, HPV-33, HPV-45, HPV 52, dan HPV-58 yang juga dapat menyebabkan kanker serviks, dan bisa diberikan pada pria usia 9-15 tahun.

    Seberapa Efektifkah?

    Vaksinasi HPV cukup efektif dalam mencegah penyebaran kanker serviks lebih lanjut . Hal tersebut bisa terlihat contohnya pada Amerika dan Australia yang mampu menurunkan kejadian akibat serviks sebanyak 75% dalam 10 tahun terakhir setelah menjalankan program vaksinasi secara nasional.

    Adakah Efek Samping yang Ditimbulkan?

    Tentu saja mengenai vaksin HPV ini banyak Sobat yang bertanya-tanya apakah vaksin pencegah penularan kanker tersebut mempunyai efek samping?
    Jawabannya, tentu saja ada.  Akan tetapi efek samping yang terjadi biasanya sementara dan tergolong ringan. Beberapa efek samping yang dikeluhkan adalah sebagai berikut:

    • Bengkak
    • Nyeri
    • Kemerahan di area suntikan
    • Sakit kepala

    Sedangkan efek samping yang tidak terlalu sering dan jarang ditemukan adalah:

    • Demam
    • Mual
    • Rasa sakit di sekitar lengan, tangan atau kaki
    • Muncul ruam merah yang menyebabkan gatal
    • Terhambatnya saluran pernafasan dan kesulitan bernafas

    Selain efek-efek samping di atas, vaksin kanker serviks juga dapat memicu reaksi alergi yang parah atau lebih dikenal dengan nama alergi anafilaksis yang bisa mengancam keselamatan jiwa.

    Karena itu, sebelum meminta diberikan vaksin, ada baiknya Sobat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang akan memberikan informasi lengkap  termasuk membuat pertimbangan yang tepat mengenai manfaat yang dapat diperoleh serta risiko efek samping yang ditimbulkan.
    Setelah mendapatkan vaksin serviks, Sobat dianjurkan untuk melakukan pap smear sesuai dengan rekomendasi dari dokter. Tes ini untuk menguji keberadaan sel pra kanker atau kanker pada serviks. Jadi, bisa dibilang pap smear adalah tes lanjutan.
    Nah, bagi Sobat yang memerlukan vaksin HPV, informasi kesehatan, maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Harsono F. Berapa Harga Vaksin HPV untuk Penangkal Kanker Serviks? [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 15 July 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/3914327/berapa-harga-vaksin-hpv-untuk-penangkal-kanker-serviks
    2. Media K. Mengapa Vaksin HPV untuk Cegah Kanker Serviks Diberikan Dua Kali? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 15 July 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2019/12/22/094000620/mengapa-vaksin-hpv-untuk-cegah-kanker-serviks-diberikan-dua-kali-?page=all
    3. Rakyat P. Berniat Vaksinasi Kanker Serviks? Ketahui Dulu 6 Hal Berikut – Pikiran-Rakyat.com [Internet]. www.Pikiran Rakyat. 2020 [cited 15 July 2020]. Available from: https://www.pikiran-rakyat.com/gaya-hidup/pr-01283087/berniat-vaksinasi-kanker-serviks-ketahui-dulu-6-hal-berikut-405268

     

    Read More
  • Bagi setiap orangtua ingin mempunyai anak yang dapat dibanggakan dan segala sesuatu akan dilakukan demi masa depannya. Terlebih lagi untuk perlindungan kesehatannya akan Bunda lakukan. Sebuah studi menyebutkan terdapat 11,6% remaja perempuan yang belum melakukan hubungan seksual, juga dapat terininfeksi dengan satu jenis dari Human Papillomavirus (HPV). Baca Juga: Takut Sama Kanker Serviks? Vaksinasi HPV […]

    Mari Lindungi Si Gadis Dari Kanker Serviks

    Bagi setiap orangtua ingin mempunyai anak yang dapat dibanggakan dan segala sesuatu akan dilakukan demi masa depannya. Terlebih lagi untuk perlindungan kesehatannya akan Bunda lakukan. Sebuah studi menyebutkan terdapat 11,6% remaja perempuan yang belum melakukan hubungan seksual, juga dapat terininfeksi dengan satu jenis dari Human Papillomavirus (HPV).

    Baca Juga: Takut Sama Kanker Serviks? Vaksinasi HPV Aja

    Seperti yang kita ketahui, infeksi HPV menjadi salah satu pencetus dari kanker serviks yang merupakan penyakit menular melalui kontak seksual vagina ataupun anal. Namun terdapat kontak lainnya secara genital-genital ataupun tangan-genital yang juga dapat meningkatkan risiko infeksi HPV. National Cancer institute mengatakan, lebih dari 40 jenis strain HPC yang ditransmisikan secara kontak seksual dapat menyebabkan kanker.

    Maka dari itu program rekomendasi untuk mencegah infeksi HPV  adalah pemberian vaksin HPV untuk remaja putri berusia 11-12 tahun sebelum terjadinya hubungan seksual secara aktif. Asisten Profesor dari bagian Anak Cincinnati Children, Lea Widdice mengatakan usia 11-12 tahun bukanlah hal yang terlalu cepat karena untuk melindungi mereka sebelum aktif hubungan seksual. Namun sebelumnya anak-anak juga sudah terpapar dengan HPV.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Namun beberapa penelitian lain telah dilakukan dengan mengambil sample sebanyak 259 perempuan berusia 13-21 tahun yang mayoritas dari komunitas Afrika-Amerika. Pada hasil studi tersebut terdapat 109 partisipan telah melakukan hubungan seksual dan juga memiliki lebih dari satu pasangan. Terdapat 133 dari mereka terinfeksi oleh HPV dan 69 partisipan belum pernah berhubungan seksual namun 8 partisipan diantaranya terinfeksi virus HPV.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?

    Dari penelitian tersebut, terdapat 2 diantaranya terinfeksi HPV 16 yang merupakan penyebab kanker serviks. Tentu orang yang sudah melakukan hubungan seksual, lebih beresiko terserang kanker serviks, namun hal tersebut akan lebih ringan bila dilakukan terlebih dahulu sebelumnya. Walaupun seseorang telah terinfeksi HPV pada vagina namun tetap bisa mendapatkan proteksi tambahan terhadap infeksi pada serviks dengan vaksin HPV ini.

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Jadi beri yang terbaik bukan hanya untuk Bunda saja namun untuk si Gadis dengan mendapatkan vaksinasi HPV di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Kenapa harus di Prosehat? Karena Prosehat mempunyai banyak kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Sumber:
    Effendi, Bonita. “Pencegahan Infeksi HP untuk Kaum Muda” https://www.tanyadok.com/berita/pencegahan-infeksi-hpv-untuk-kaum-muda. Diakses pada 29 Januari 2018

     

    Read More
  • Hari bahagia Sahabat dan pasangan tinggal sedikit lagi nih, segala persiapan pernikahan sudah matang. Tinggal merencanakan honeymoon impian Sahabat dan pasangan. Sahabat bisa memilih destinasi dalam negeri ataupun luar negeri, namun pastikan segala sesuatunya harus dipersiapkan baik dari perlengkapan honeymoon, persiapan mental hingga kesehatan Sahabat dan pasangan. Baca Juga: Sahabat Ingin Menikah? Yuk, Tes Check-Up […]

    5 Persiapan Penting Sebelum Honeymoon

    848x337

    Hari bahagia Sahabat dan pasangan tinggal sedikit lagi nih, segala persiapan pernikahan sudah matang. Tinggal merencanakan honeymoon impian Sahabat dan pasangan. Sahabat bisa memilih destinasi dalam negeri ataupun luar negeri, namun pastikan segala sesuatunya harus dipersiapkan baik dari perlengkapan honeymoon, persiapan mental hingga kesehatan Sahabat dan pasangan.

    Baca Juga: Sahabat Ingin Menikah? Yuk, Tes Check-Up Kesehatan Pranikah

    Berikut 5 persiapan penting sebelum Honeymoon:

    1. Persiapkan Dokumen Sebelum Honeymoon

    Persiapkan beberapa dokumen penting untuk melakukan perjalanan honeymoon seperti KTP, paspor, dan beberapa dokumen pendukung lainnya. Dokumen tersebut harus Sahabat jaga dengan baik, bila terjadi masalah dalam perjalanan dapat menggunakan dokumen tersebut.

    2. Gunakan Hari Libur Sahabat Dengan Tenang dan Bebas dari Stress

    Mengejar karier memang penting, namun coba gunakan hari libur sahabat dengan menenangkan pikiran agar terbebas dari stressnya pernikahan. Gunakan waktu untuk me time seperti beryoga ataupun melakukan perawatan wajah agar terlihat fresh saat hari H.

    3. Olahraga Untuk Kebugaran

    Olahraga yang rutin menjadi salah satu cara untuk Sahabat dapat menjaga keseimbangan energi dan membuat tubuh menjadi lebih bugar. Olahraga terbukti dapat menurunkan tekanan risiko kematian untuk penderita penyakit jantung dan penderita hipertensi. Hal ini memberikan manfaat kepada Sahabat saat menjadi ratu sehari yang memakan waktu berdiri yang lama saat menerima para undangan.

    Baca Juga : Sebelum Menikah, Pria Juga Membutuhkan Ini

    4. Perhatikan Asupan Gizi Sahabat

    Nggak mood untuk makan karena tegang mendekati hari pernikahan? Jangan sahabat lakukan ya. Karena bukan tubuh yang bugar namun sakit yang Sahabat dapat, maka konsumsilah beberapa jenis makanan yang mengatasi stres Sahabat. Seperti :

    • Asparagus, dalam sayuran hijau ini dapat memproduksi serotonin, mengendalikan hormon, menenangkan dan menyeimbangkan perasaan serta pikiran Sahabat.
    • Daging, memiliki kandungan zat besi, vitamin B, lemak.
    • Susu, minuman yang memiliki kandungan antioksidan, vitamin B2, vitamin B12, protein dan kalsium ini dapat Sahabat konsumsi dengan semangkuk sereal gandung dan susu rendah lemak sebelum memulai aktivitas.
    • Keju, biasa digunakan beberapa masakan eropa ini memiliki kandungan protein dan kalsium.
    • Jeruk, untuk menjaga stamina lebih lama bisa Sahabat dapatkan di buah jeruk. Dengan kandungan vitamin C, kandungan antioksidan yang dapat melawan radikal bebas yang menyebabkan stres, penuaan dini dan kanker.
    • Almond, kacang-kacangan ini memiliki kandungan vitamin B2, vitamin E, magnesium, zat besi, lemak tak jenuh. Untuk melepaskan rasa stres Sahabat dengan cara mengunyah.

    5. Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Kanker serviks (leher rahim) menjadi hal yang menakutkan bagi para wanita. 95% kasus kanker serviks ini disebabkan dari infeksi virus Human Papilloma Virus (HPV) positif. Banyak Masyarakat yang belum mengetahui pentingnya vaksinasi HPV yang dapat menyelamatkan ribuan hingga jutaan wanita di dunia dari kanker serviks.
    Pemberian vaksin HPV berguna mencegah transmisi virus dan virus akan terhalang masuk ke dalam tubuh. Untuk melakukan vaksin HPV sangat dianjurkan dilakukan 6 bulan sebelum menikah. Agar fungsi vaksin HPV dapat bekerja dengan baik, vaksin ini bisa digunakan untuk wanita dan pria.

    Baca Juga: Jangan Lewatkan 10 Tes Kesehatan Pranikah

    Ingin mendapatkan layanan vaksin HPV yang bisa dilakukan dirumah dengan calon pasangan? Bisa kok… Di Prosehat saja. Kenapa harus prosehat?

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Keluarga sehat, keluarga bahagia..

     

    Read More
  • Siap mengikrarkan janji suci Sahabat pada saat pernikahan? Mental Sahabat sudah di persiapkan jauh-jauh hari, tapi sudah siapkan kesehatan jauh-jauh hari belum? Kesehatan juga penting loh sahabat, karena untuk membangun keluarga yang bahagia. Jadi apa saja sih persiapan kesehatan yang harus sahabat lakukan? Yuk cek 5 persiapan kesehatan sebelum menikah : 1. Persiapan Fisik Sahabat […]

    Siap Nikah? Lakukan 5 Persiapan Kesehatan Ini

    siap nikah

    Siap mengikrarkan janji suci Sahabat pada saat pernikahan? Mental Sahabat sudah di persiapkan jauh-jauh hari, tapi sudah siapkan kesehatan jauh-jauh hari belum? Kesehatan juga penting loh sahabat, karena untuk membangun keluarga yang bahagia. Jadi apa saja sih persiapan kesehatan yang harus sahabat lakukan?

    Yuk cek 5 persiapan kesehatan sebelum menikah :

    1. Persiapan Fisik

    Sahabat harus menyiapkan persiapan secara fisik mulai dari Pemeriksaan status kesehatan, pemeriksaan darah rutin dan pemeriksaan urin seperti :
    Pemeriksaan status kesehatan, tahap awal yang tidak memerlukan waktu yang lama seperti mengukur tanda-tanda vital seperti mengukur Suhu, Nadi, Frekuensi Nafas dan Tekanan Darah.
    Pemeriksaan Darah Rutin, Selanjutnya sahabat akan melakukan pemeriksaan darah rutin seperti HB, Trombosit dan juga Lekosit. Ada beberapa pemeriksaan darah yang dianjurkan seperti Golongan darah dan Rhesus, Gula Darah Sewaktu (GDS), Thalasemia, Hepatitis B dan C serta TORCH (Toksoplasmosis, Rubella, Citomegalovirus dan Herpes simpleks). Pemeriksaan Urin, ditahap ini sahabat dianjurkan melakukan pemeriksanaan urin rutin.

    Baca Juga : 5 Persiapan Sebelum Honeymoon

    2. Persiapan Gizi

    Peningkatan gizi sahabat dan calon perlu dipersiapkan dengan baik. Terlebih lagi untuk para perempuan perlu melakukan peningkatan status gizi melalui penanggulangan KEK (Kekurangan Energi Kronis) dan anemia gizi besi serta defiensi asam folat.

    Baca Juga: Periapan Gizi Ibu Hamil Trimester Pertama

    3. Melakukan Status Imunisasi TT

    Cegah dan lindungi diri Anda terhadap penyakit tetanus yang dilakukan dengan pemberian 5 dosis imunisasi TT untuk mencapai kekebalan penuh.

    4. Menjaga Kebersihan Organ Reproduksi

    Hal ini salah satu indikasi calon pengantin yang sehat yang dapat menjaga kebersihan organ reproduksinya dengan baik. Perempuan biasanya lebih rentan dalam menghadapi resiko kesehatan reproduksi seperti keputihan hingga kanker serviks. Beberapa hal yang perlu Sahabat perhatikan dalam menjaga kebersihan organ reproduksi seperti:
    – Gantilah pakaian dalam Sahabat diganti minimal 2 kali sehari
    – Tidak menggunakan pakaian dalam yang terlalu ketat serta menggunakan bahan non sintetik
    – Bersihkan organ reproduksi luar dari depan ke belakang dengan menggunakan air bersih dan dikeringkan menggunakan handuk atau tisu.
    – Rutin mengganti pembalut pada saat datang bulan, paling lama setiap 4 jam sekali atau setelah buang air.
    – Lakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter bila sering terjadi keputihan, berbau serta berwana.

    Baca Juga : Sebelum Menikah, Pria Juga Membutuhkan Ini

    5. Melakukan Vaksinasi HPV

    Kanker leher rahim (serviks) menjadi pembunuh perempuan nomor dua di dunia dan menempati peringkat pertama di Indonesia. Beberapa faktor yang menyebabkan kanker serviks antara lain Hubungan seks pada usia muda atau pernikahan di usia muda, berganti-ganti pasangan seksual, Merokok serta faktor lainnya.

    Proses Kanker serviks yang berkembang secara bertahap ini diperlukan waktu selama 1-20 tahun. Pada fase prakanker tidak akan menimbulkan gejala atau tanda-tanda yang khas, namun perlu waspadai beberapa gejala seperti keputihan atau keluar cairan encer dari vagina.

    Untuk menghindari hal tersebut, maka pasangan yang akan menikah memerlukan vaksinasi HPV. Hal ini merupakan salah satu cara pencegahan primer terhadap kanker yang disebabkan dari infeksi virus HPV. Wanita dan pria dapat melakukan vaksinasi yang dapat menstimulasi tubuh serta membentuk antibodi untuk melawan HPV.

    Baca Juga: Kanker dan Tumor Apakah Sama?

    Pastikan pada saat sahabat melakukan vaksin HPV dilakukan jauh-jauh hari sebelum hari pernikahan Sahabat kurang lebih 6 bulan sebelum menikah. Layanan Vaksinasi HPV bisa sahabat lakukan di Prosehat loh, pemesanan yang mudah dan cepat serta kenyamanan dalam melakukan vaksinasi. Di Prosehat, sahabat bisa lakukan vaksin di rumah atau rumah calon mertua. Yuk ajak Pasangan Sahabat untuk vaksinasi HPV demi masa depan Sahabat.

    Apabila Sobat berminat dan memerlukan informasi lebih lanjut silakan mengenai minuman sehat, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. kesga.kemkes.go.id/images/pedoman/BUKU%20SAKU%20KESPRO.pdf
      prosehat.com/artikel/wanitasehat/cegah-kanker-serviks-dengan-vaksin-hpv
    Read More

Showing 1–10 of 16 results

Chat Asisten ProSehat aja