Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Posts tagged “ hpv”

Showing 1–10 of 11 results

  • Cakupan vaksinasi HPV: Data WHO 2014 diperkirakan 59 juta wanita mendapatkan 1 dosis dari vaksinasi HPV yang merupakan 2% dari populasi wanita tahun 2014 Burni, et al pada tahun 2016 diperkirakan 47 juta wanita mendapat 3 dosis lengkap dari vaksinasi HPV, 1,6% dari populasi global wanita tahun 2016. Data di Amerika 2017 menunjukkan sekitar 49% […]

    (Untuk Tenaga Kesehatan) – Cara Edukasi Pasien untuk Vaksinasi HPV

    Cakupan vaksinasi HPV:

    • Data WHO 2014 diperkirakan 59 juta wanita mendapatkan 1 dosis dari vaksinasi HPV yang merupakan 2% dari populasi wanita tahun 2014
    • Burni, et al pada tahun 2016 diperkirakan 47 juta wanita mendapat 3 dosis lengkap dari vaksinasi HPV, 1,6% dari populasi global wanita tahun 2016.
    • Data di Amerika 2017 menunjukkan sekitar 49% usia dewasa muda (13-17 tahun) telah divaksinasi HPV.
    • Data di Inggris 2016/2017 menunjukkan 83,8% wanita usia 13-14 tahun telah divaksinasi mengikuti program vaksinasi sekolah.
    • Di indonesia belum ada data mengenai cakupan vaksinasi HPV

    Vaksin HPV sudah beredar pertama kali tahun 2006. Dan seperti yang diketahui, infeksi HPV ditemukan hampir 100% pada semua kasus kanker serviks dan vaksin HPV yang ada saat ini dapat mencegah terjadi kanker serviks karena vaksin ini memberikan tubuh perlindungan atas virus HPV strain 16 dan 18 yang merupakan penyebab dari 70% kasus kanker serviks. Jadi, sudah 13 tahun vaksin ini beredar dan secara global baru 42% negara yang menerapkan program imunisasi/vaksinasi HPV dalam program nasional.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin HPV Diperlukan si Gadis?

    Berdasarkan studi survei di Amerika tahun 2010-2016, perempuan banyak yang ragu untuk mendapatkan vaksinasi HPV karena ragu akan keamanannya (22%), merasa tidak perlu (20%), tidak mengetahui HPV (13%), tidak direkomendasikan oleh dokter (10%) dan tidak aktif secara seksual (10%). Sedangkan pada laki-laki alasannya adalah tidak perlu (22%), tidak direkomendasikan dokter (17%), tidak mengetahui HPV (14%), tidak aktif secara seksual (9%) dan karena gender (2%).

    Banyak orang tua yang ragu memberikan vaksin ini pada anaknya karena merasa tidak perlu mengingat anak mereka belum aktif secara seksual, keamanan vaksin, serta penggunaan vaksin yang dianggap hanya berpengaruh pada perempuan bila dibandingkan dengan laki-laki. Namun, pada penelitian di 2 universitas di US, didapatkan bahwa perempuan-perempuan muda umumnya setuju dengan vaksinasi HPV, tetapi yang menjadi pertimbangan adalah finansial, tidak ada rekomendasi oleh dokter, dan tidak ada rekomendasi dari pasangan seksual/orang tua.

    Ternyata, faktor rekomendasi dokter berpengaruh terhadap keputusan orang tua/perempuan untuk mau mendapatkan vaksinasi HPV. Penelitian menunjukkan 1 dari 3 dokter anak dan 1 dari 2 dokter umum ternyata tidak merekomendasikan vaksinasi HPV ini kepada pasiennya. Alasannya bermacam-macam antara lain:

    1. Merasa pasiennya tidak perlu karena belum aktif secara seksual dan masih terlalu kecil/muda
    2.  Merasa pasiennya pasti menolak
    3. Merasa ragu karena akan mendiskusikan mengenai seks
    4. Merasa ragu karena belum memiliki pengetahuan atas vaksinasi HPV

    Bagaimana berkomunikasi mengenai vaksinasi HPV dengan orang tua?

    Kita dapat mendengarkan mereka dan sebaiknya tidak melakukan konfrontasi, libatkan orang tua dalam pengambilan keputusan, luruskan dengan mantap “salah kaprah” dari orang tua pasien mengenai vaksinasi HPV, dan gunakan contoh dampak positif atas vaksinasi HPV ini daripada menakut-nakuti. Persistensi atau terus mengingatkan orang tua pasien akan membuahkan hasil.

    Orang tua sangat perlu diberitahukan dan diluruskan kembali bahwa dokter merekomendasi vaksinasi HPV bukan karena dokter “menuduh” atau “mendukung” seks bebas. Jadi sebaiknya TIDAK memulai percakapan dari assessment sexual life/activities. Tekankan pada keamanan vaksin dan selalu komunikasikan apa yang mungkin dirasakan oleh anak pasca vaksinasi.

    Selain itu, perlu juga ditekankan bahwa anak laki-laki juga butuh perlindungan terhadap infeksi HPV karena infeksi HPV juga berkaitan dengan kanker anus, kanker penis dan kanker mulut. Data penelitian di US juga didapatkan bahwa infeksi HPV pada laki-laki cenderung meningkat sekalipun pada kelompok perempuan ada tren menurun sejak diluncurkannya vaksin HPV ini.

    Selain itu, penelitian di Australia yang meluncurkan program vaksinasi HPV untuk perempuan dan laki-laki, didapatkan bahwa dengan melakukan vaksinasi kepada  laki-laki juga ternyata memberikan perlindungan kepada perempuan dan mencegah penularan HPV kepada pasangannya. Jadi dengan kata lain adalah baik laki-laki ataupun perempuan, dua-duanya mendapatkan manfaat dari vaksinasi HPV ini.

    Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Diketahui

    Bagaimana berkomunikasi mengenai vaksinasi HPV dengan perempuan muda?

    Perempuan muda dapat diberikan informasi lengkap mengenai bahaya HPV dan vaksinasi HPV yang dapat melindunginya, tekankan mengenai manfaat dan keamanan vaksin, informasikan manfaat vaksin terhadap diri dan pasangannya, diskusikan mengenai sisi finansial dalam memperoleh vaksin, cobalah untuk terbuka dan membuat mereka nyaman dengan komunikasi kita.

    Nah, hal yang perlu diingat, vaksinasi HPV adalah mengenai pencegahan kanker, bukan mengenai seks. Jadi perlu ditekankan lagi bahwa vaksinasi HPV adalah mengenai pencegahan kanker. Sangat penting bagi dokter untuk melakukan edukasi dan rekomendasi kepada pasien atau orang tua pasien mengenai vaksinasi HPV.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Human Papilloma Virus (HPV) menjadi salah satu penyebab terbesar terjadinya kanker mulut rahim pada wanita. Di Indonesia, kanker serviks menduduki urutan kedua dari 10 kanker berdasarkan data dari Patologi Anatomi 2010 dengan insiden sebesar 12,7%. Ini berarti jumlah penderita baru kanker serviks berkisar 90-100 kasus per 10.000 penduduk dan terjadi 40 ribu kasus kanker serviks […]

    PRIA, SEX, dan HPV Berikut Pembahasannya

    Human Papilloma Virus (HPV) menjadi salah satu penyebab terbesar terjadinya kanker mulut rahim pada wanita. Di Indonesia, kanker serviks menduduki urutan kedua dari 10 kanker berdasarkan data dari Patologi Anatomi 2010 dengan insiden sebesar 12,7%. Ini berarti jumlah penderita baru kanker serviks berkisar 90-100 kasus per 10.000 penduduk dan terjadi 40 ribu kasus kanker serviks setiap tahunnya. HPV sendiri tidak hanya menyerang wanita saja, akan tetapi pria juga berisiko terinfeksi virus ini.

    HPV sudah menjadi masalah yang sangat serius, tidak hanya untuk wanita tetapi bagi pria juga. Pada wanita, infeksi HPV akan menjadi kanker serviks. Pada Pria, infeksi virus ini menjadi kutil kelamin/Kondiloma akuminata (genital warts). Penularan utamanya 85% melalui hubungan seksual, termasuk melalui oral seks dan anal seks. Penularannya tidak bisa dicegah 100% dengan penggunaan kondom. Hal ini karena penularannya melalui skin to skin contact (melalui gesekan saat hubungan seks).

    hpv

    Siapa saja yang dapat tertular HPV? Pada dasarnya, pria heteroseksual  yang memiliki pasangan seksual lebih dari satu atau pria yang wanitanya memiliki pasangan seksual lebih dari satu dapat tertular HPV.  Selain itu, ada beberapa golongan resiko tinggi tertular HPV, mereka adalah pria gay dan biseksual yang memiliki lebih dari satu pasangan seksual dan pria yang mengalami kondisi penurunan sistem imunitas tubuh, seperti ditemukan pada infeksi HIV- AIDS.

    Baca Juga: Sebelum Menikah Pria Juga Butuh Ini

    HPV memiliki beberapa jenis tipe dan sebagian diantaranya merupakan penyebab masalah di area genital. HPV tipe 16 dan 18 biasanya akan menimbulkan keluhan dan gejala yang berat berujung kanker penis atau kanker anus, sedangkan tipe 6 dan 11 merupakan tipe yang jinak dan penyebab kutil kelamin. Namun, meskipun jinak, tidak boleh dianggap remeh, loh. Hal ini karena angka kekambuhan yang tinggi. Ada juga dokter yang melaporkan kasus kanker di rongga mulut yang disebabkan oleh HPV. Jadi, virus HPV ini tidak hanya berbahaya terhadap wanita saja tetapi pria pun perlu mewaspadainya.

    Oleh karena itu, kita harus mengubah pandangan kita dengan pencegahan terhadap HPV karena mencegah lebih baik dari mengobati. Pencegahannya adalah dengan menghindari perilaku risiko seperti berhubungan seksual dengan pasangan lebih dari satu, berhubungan seksual dengan LGBT dan yang paling penting adalah vaksinasi.

    Menurut rekomendasi dari pusat pengendalian penyakit di Amerika (CDC) vaksinasi HPV  diberikan pada :

    • Semua anak laki-laki usia 11 atau 12 tahun
    • Semua pria hingga usia 21 tahun yang belum menerima vaksinasi ini.
    • Semua pria gay, biseksual dan pasien dengan penurunan imunitas tubuh (infeksi HIV) hingga usia 26 tahun.
    • Vaksin ini aman digunakan sampai dengan usia 26 tahun, akan tetapi paling efektif jika diberikan pada usia yang lebih muda

    Menurut rekomendasi IDAI, vaksin HPV sudah dapat diberikan pada anak berusia 10 tahun. Cara penyuntikannya:

    • Pada anak usia 10-13 tahun dilakukan 2 kali suntikan: 0 dan 6 bulan
    • Pada usia diatas 13 tahun dilakukan 3 kali suntikan: 0, 2, 6 bulan

    Cara pemberian vaksin HPV quadrivalen adalah dengan menyuntikkannya secara intramuskular (IM) lewat otot di bagian lengan kiri atas. Vaksin ini aman, reaksi ringan yang biasa dialami adalah rasa pegal dan sakit yang sifatnya sementara di lokasi penyuntikan.

    Baca Juga: 5 Makanan Penambah Stamina Pria

    FAQ Pria, sex dan HPV:

    1. Apakah vaksin HPV dapat diberikan pada wanita atau pria diatas 26 tahun?
      Menurut rekomendasi satgas imunisasi dewasa, diutamakan dibawah 26 tahun. Namun, bukan berarti usia di atasnya tidak boleh vaksinasi, ya.
    1. Apakah vaksin HPV dapat diberikan pada pria yang telah terinfeksi HPV?
      Vaksinasi HPV memang lebih baik diberikan sebelum terjadinya infeksi, tapi tetap bermanfaat juga diberikan karena apabila infeksinya yg masuk misalnya adalah tipe HPV 6 atau HPV 11, yang menimbulkan kutil kelamin. Pemberian vaksin HPV quadrivalen dapat mencegah kanker penis dan kanker anus yg disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18.
    1. Apakah bahaya HPV pada laki-laki? padahal risiko kanker rahim ada pada perempuan?
      Memang benar risiko kanker serviks ada pada perempuan, tetapi pada laki-laki HPV dapat menyebabkan kutil kelamin, kanker penis dan kanker anus. Sehingga, alangkah baiknya bila keduanya di vaksinasi untuk pencegahan HPV.
    1. Pada laki-laki mana yang lebih mudah, mengobati atau mencegah HPV?
      Lebih mudah pencegahan dengan vaksinasi karena bila kutil diobati, kutilnya hilang tapi virusnya seringkali masih ada di dalam darah. Kemudian, sebagai pria kita harus peduli dengan pasangan dengan cara memberikan mereka vaksinasi HPV.
    1. Bila pasangan saya wanita berusia 35 tahun dan sudah pernah kena kutil kelamin,   apakah masih bisa mendapatkan vaksinasi HPV?
      Tentunya, masih dapat diberikan vaksinasi HPV untuk mencegah infeksi HPV penyebab kanker serviks. Namun, jangan lupa untuk tetap melakukan pap smear dulu ya sebelum vaksinasi.
    1. Apabila sedang terkena kutil kelamin dan ingin di vaksinasi HPV apakah harus        sembuh dulu kutilnya atau boleh divaksin ketika sedang ada kutilnya?
      Boleh langsung diberikan vaksinasi pada penderita yang sedang terkena kutil kelamin.

    Baca Juga: 6 Khasiat Cengkeh Untuk Pria

    1. Bagaimana Efektivitas vaksin HPV bila baru dilakukan 2x suntik untuk usia diatas 20 thn dan aktif secara seksual? Apakah lebih baik dilanjutkan suntik ke 3?
      Sebaiknya tetap dilakukan 3 x suntik di bulan 0,2 dan 6 dan jadwal lebih baik tidak terlewatkan lebih dari setahun.
    1. Bila sudah melakukan vaksinasi pertama lalu terlewat setahun dan kemudian hamil, apakah tetap divaksinasi?
      Bila hamil, vaksinasi HPV ditunda terlebih dulu kemudian setelah melahirkan baru diberikan vaksinasi HPV lanjutannya.
    1. Apakah kutil kelamin berbahaya hingga menyebabkan kematian, soalnya tadi dikatakan virusnya tetap ada dalam darah?

    Kutil kelamin tidak menyebabkan kematian. Namun, kutil kelamin dapat kambuh kembali. Bila berkembang menjadi kanker yang dapat menyebabkan kematian. Sehingga, vaksinasi sangat dianjurkan untuk mencegah ini.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang menjadi momok untuk banyak orang – karena jenis kanker yang satu ini menjadi faktor penyebab kematian terbesar wanita di seluruh dunia. Lalu, siapa yang bisa mengalami kanker serviks? Jawabannya adalah semua wanita memiliki peluang yang sama, alias penyakit yang satu ini tidak memandang bulu penderitanya. Meskipun begitu, […]

    10 Makanan Pencegah Kanker Serviks yang Perlu Dicoba

    Kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang menjadi momok untuk banyak orang – karena jenis kanker yang satu ini menjadi faktor penyebab kematian terbesar wanita di seluruh dunia. Lalu, siapa yang bisa mengalami kanker serviks? Jawabannya adalah semua wanita memiliki peluang yang sama, alias penyakit yang satu ini tidak memandang bulu penderitanya. Meskipun begitu, perlu kita tahu jika kanker serviks ini cenderung menyerang wanita yang aktif secara seksual. Di Indonesia setidaknya terjadi kasus 40 kanker serviks setiap harinya dan 25 persen di antaranya tidak tertolong – alias berujung pada kematian.

    Lalu, apa yang menandakan kita terserang kanker serviks? Yup, sebagai wanita yang peduli akan kesehatan kita harus tahu apa saja yang menjadi gejala dari suatu penyakit sehingga kita bisa segere memberikan penanganan terhadap penyakit yang kita alami. Segera memberikan penanganan yang tepat adalah langkah yang tepat untuk meminimalisir penyakit bertambah parah atau jutsru dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Namun, sebenarnya apa sih yang menyebabkan timbulnya kanker serviks? Penyebab utama kanker serviks sendiri adalah human papiloma virus (HPV) di mana virus yang satu ini digolongkan menjadi jenis virus ganas karena mudah untuk menular dari satu orang ke orang lainnya.

    Bagaimana penyebaran virus HPV ke orang lain? Apakah melalui udara? Atau melalui cairan? Virus HPV sangat mudah ditularkan melalui cairan tubuh dan melalui hubungan seksual yang tidak aman. Hal ini juga berarti jika mereka yang sering bergonta-ganti pasangan juga lebih berisiko mengalami kanker serviks di kemudian hari. Bukan saja hanya melalui aktivitas seksual, kebersihan kamar mandi yang kurang terjaga juga meningkatkan risiko terserang virus HPV di kemudian hari. Cukup menyeramkan bukan?

    Gejala Kanker Serviks

    Setelah memahami apa yang menjadi penyebab kanker serviks, maka saatnya kita membahas lebih lanjut mengenai gejala apa saja yang biasanya muncul ketika kanker serviks datang menghantui hidup kita. Sayangnya, berbagai gejala kanker serviks biasanya muncul setelah beberapa saat alias biasanya disadari setelah kanker serviks memasuki tahap parah. Salah satu gejala utama dari kanker serviks adalah terjadinya pendarahan.

    Gejala yang satu ini biasanya terjadi ketika kita selesai berhubungan seks atau bahkan bisa terjadi ketika belum memasuki masa menstruasi. Pendarahan juga bisa terjadi ketika kita sudah mengalami menopouse. Selain itu, keluarnya cairan dari vagina yang tidak normal dapat menjadi salah satu tanda kanker serviks. Namun sbenarnya, kanker serviks stadium awal seringkali tidak menunjukkan gejala apapun.

    Makanan Pencegah Kanker Serviks

    Wah bagaimana? Pastinya terbayang kan apa jadinya jika kanker serviks menyerang kita atau orang yang kita sayang? Pastinya kita tidak mau hal ini terjadi bukan? Lalu, apa yang bisa kita lakukan? Jawabannya tentu saja dengan memulai pola hidup yang sehat dan kita bisa memulai hal ini dengan mengubah pola makan kita menjadi lebih sehat daripada sebelumnya. Yup, kabar baiknya terdapat beberapa jenis makanan yang bisa kita konsumsi untuk mencegah datangnya kanker serviks yang dapat datang kapan saja. Nah daripada semakin penasaran, yuk mending kita simak penjelasannya berikut ini!

    1. Teh hijau

    Teh hijau adalah salah satu jenis minuman yang saat ini disukai bahkan diburu oleh masyarakat karena banyaknya manfaat yang bisa kita dapatkan dengan mengonsumsinya. Teh hijau juga sangat efektif untuk mencegah kanker serviks karena memiliki kandungan katekin yang tinggi di mana zat ini melindungi sel dari kerusakan DNA yang disebabkan oleh radikal bebas. Teh hijau juga mampu menekan jumlah urokinase, di mana enzim ini dapat menyebabkan penyebaran sel kanker – terlebih pada penderita kanker serviks.

    2. Wortel

    Makanan pencegah kanker serviks selanjutnya berasal dari keluarga sayuran, lebih tepatnya kita perlu rutin mengonsumsi wortel. Yup, wortel memiliki kandungan falcarinol yang tinggi di mana zat yang satu ini sangatlah efektif untuk menghambat perkembangan kanker – bahkan juga efektif untuk meminimalisir tumbuhnya penyakit kanker pada tubuh kita. Kita juga bisa mengonsumsi wortel secara mentah ataupun dengan direbus terlebih dahulu yang bisa disesuaikan dengan selera.

    3. Brokoli

    Makanan pencegah kanker serviks berikutnya masih datang dari sayuran, yaitu brokoli. Brokoli adalah salah satu jenis sayuran yang sering dicari karena banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari brokoli. Mengonsumsi brokoli secara rutin terbukti mampu menghilangkan racun karsinogenik, mencegah perkembangan tumor jinak hingga menjadi tumor ganas dan pastinya mencegah terjadinya penyebaran kanker dari satu organ ke organ lainnya. Sebaiknya kita juga mengonsumsi brokoli secara mentah atau hanya dikukus sebentar karema apabila kita memasaknya terlalu lama justru zat sulforaphane-nya akan hilang di mana zat yang satu ini berfungsi untuk mencegah kanker serviks.

    4. Kubis

    Kubis adalah jenis sayuran berikutnya yang bisa kita konsumsi untuk mencegah datangnya kanker serviks. Kok bisa? Rahasianya tentu saja ada pada kandungan kubis, di mana kubis mengandung lupeol, sinigrin, I3C, sulforapahe, serta DIM yang berfungsi untuk menghambat perkembangan sel kanker dalam tubuh kita. Sebaiknya kita juga mengonsumsi kubis dalam keadaan mentah sehingga kita tidak kehilangan kandungan bermanfaat di dalamnya.

    5. Cokelat

    Siapa sih yang tidak suka makanan yang satu ini? Namun, siapa sangka jika cokelat bisa kita gunakan untuk mencegah datangnya kanker serviks pada wanita? Yup, pastinya bukan rahasia lagi jika cokelat mmeiliki kandungan flavonoid yang tinggi dan hal ini berarti cokelat kaya akan anti-oksidan. Anti-oksidan ini lah yang berfungsi untuk mencegah datangnya kanker serviks pada wanita – lebih tepatnya anti oksidan akan menghanurkan radikal bebas.

    6. Kunyit

    Kunyit adalah salah satu bumbu dapur yang sering digunakan dan juga sering digunakan untuk mengobati berbagai penyakit secara alami. Kunyit sangatlah efektif untuk menghancurkan zat kanker dan tentu saja tanpa merusak sel sehat dalam tubuh. Kunyit juga memiliki kandungan anti-oksidan yang tinggi dan hal ini mencegah pembentukan nitrosamine serta menghambat produksi alflatoksin di mana kedua hal ini terkait dengan pembentukan sel kanker dalam tubuh.

    7. Salmon

    Makanan pencegah kanker berikutnya berasal dari salmon, di mana salmon memiliki kandungan asam lemak omega-3 yang tinggi dan hal ini sangatlah efektif untuk melindungi tubuh kita dari kanker. Selain itu, salmon juga memiliki kandungan astaxanthin yang tinggi di mana zat ini sangat efektif untuk menghancurkan radikal bebas. Bila ingin mencegah kanker, kita disarankan untuk mengonsumsi ikan salmon maksimal dua kali dalam seminggu.

    8. Raspberry

    Raspberry adalah jenis buah selanjutnya yang efektif untuk mencegah datangnya kanker serkvis pada seseorang dan jenis buah ini sangat disarankan untuk dikonsumsi mengingat kandungan kalorinya yang sangat rendah. Mengonsumsi raspberry secara rutin terbukti dapat membunuh sel kanker dan hal ini berarti meminimalisir datangnya kanker serviks di kemudian hari.

    9. Jeruk bali

    Bukan rahasia lagi jika jeruk bali memiliki kandungan vitamin C yang tinggi dan hal ini bermanfaat untuk mencegah terbentuknya senyawa nitrogen penyebab kanker. Mengonsumsi jeruk bali secara rutin sangatlah efektif untuk meminimalsir datangnya berbagai penyakit kanker pada seseorang, seperti kanker perut, usus besar, payudara, kandung kemih, serta kanker serviks

    10. Kacang-kacangan

    Jenis makanan terakhir yang bisa kita konsumsi untuk mencegah kanker serviks berasal dari kacang-kacangan. Tingginya kandungan vitamin E pada kacang-kacangan sangatlah efektif untuk meminimaisir datangnya berbagai penyakit kanker pada tubuh, dan tidak ketinggalan meminimalisir timbulnya kanker serviks. Berbagai kacang-kacangan yang dimaksud di sini antara lain adalah kacang tanah, kacang almond, selai kacang, atau juga biji bunga matahari.

    Nah, bagaimana? Pastinya sekarang sudah tidak bingung lagi kan bagaimana cara mencegah datangnya kanker serviks? Satu hal yang tidak boleh kita lupakan adalah untuk menjalani pola hidup yang sehat supaya terhindar dari berbagai jenis penyakit – dan salah satunya kanker serviks. So, tunggu apalagi untuk hidup lebih sehat daripada sebelumnya?

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Kanker merupakan penyebab kematian terbanyak kedua di dunia setelah penyakit jantung. Bagi kaum wanita, jumlah penderita kanker serviks menempati posisi kedua tertinggi setelah kanker payudara. Kanker serviks adalah tumor ganas yang berasal dari serviks (mulut rahim) dan 90% diawali oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Meskipun kanker serviks memiliki tingkat keberhasilan pencegahan dan kesembuhan paling […]

    Kanker Serviks Bisakah Disembuhkan?

    Kanker merupakan penyebab kematian terbanyak kedua di dunia setelah penyakit jantung. Bagi kaum wanita, jumlah penderita kanker serviks menempati posisi kedua tertinggi setelah kanker payudara. Kanker serviks adalah tumor ganas yang berasal dari serviks (mulut rahim) dan 90% diawali oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Meskipun kanker serviks memiliki tingkat keberhasilan pencegahan dan kesembuhan paling tinggi di antara jenis kanker lainnya, sampai pada tahun 2013, lebih dari separuh populasi wanita di dunia mendapat kanker serviks setiap tahun. Hal ini disebabkan kurang terlaksananya strategi pencegahan kanker serviks, yaitu vaksinasi HPV dan deteksi dini. Saat ini, di Indonesia telah tersedia fasilitas yang melaksanakan strategi tersebut. Oleh karena itu, sayang sekali jika Anda atau kerabat akhirnya menderita kanker serviks hanya karena kita tidak memiliki informasi yang cukup. Melalui artikel ini, mari kita kupas bersama cara pencegahan dan terapi efektif kanker serviks!

    Siapa saja yang harus mendapat vaksin HPV?

    Setiap remaja perempuan dan wanita berusia 9 – 26 tahun yang tidak sedang hamil, disarankan mendapat vaksin HPV dan sebaiknya sebelum melakukan hubungan seksual pertama kali. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan usia terbaik untuk mendapat vaksin HPV adalah 11 – 12 tahun. Untuk perempuan berusia < 14 tahun, cukup diberikan dua dosis (dua kali penyuntikkan) dengan jarak waktu 6 – 12 bulan, sedangkan untuk perempuan berusia 14 – 26 tahun diperlukan tiga dosis (tiga kali penyuntikkan). Jadwal vaksin tiga dosis ini berbeda – beda sesuai dengan jenis vaksin yang diberikan. Di Indonesia, terdapat dua jenis vaksin HPV yaitu kuadrivalen (melawan HPV tipe 6, 11, 16, dan 18) dan bivalen (melawan HPV tipe 16 dan 18). Jika Anda menggunakan vaksin kuadrivalen, penyuntikkan dilakukan di bulan ke 0, 2, dan 6, sedangkan jika Anda menggunakan vaksin bivalen, penyuntikkan dilakukan di bulan ke 0, 1, dan 6.

    Baca Juga: Fakta Seputar Tetanus Pada Anak

    Hingga saat ini belum ada penelitian yang membandingkan perbedaan efektivitas kedua jenis vaksin tersebut, tapi keduanya terbukti mencegah kanker serviks yang disebabkan HPV tipe 16 dan 18 sebesar hampir 100%. Perlu diketahui, kanker serviks juga dapat disebabkan oleh HPV tipe lain dan virus lain, meskipun memang penyebab tersering kanker serviks dan paling berbahaya adalah HPV tipe16 dan 18. Setelah mendapat vaksin HPV, setiap wanita di atas usia 30 tahun tetap wajib melakukan pemeriksaan rutin untuk skrining kanker serviks.

    Sebagai informasi tambahan, pria berusia 9 – 26 tahun juga disarankan mendapat vaksin HPV karena selain menyebabkan kanker serviks, beberapa tipe HPV juga dapat menyebabkan    kanker lain seperti anus, penis (alat kelamin pria), dan orofaring (dinding belakang rongga mulut).

    Kanker serviks paling bisa disembuhkan di antara kanker lain karena perjalanan penyakitnya cukup lama, sehingga konsensus merekomendasikan setiap wanita melakukan pemeriksaan rutin mulai usia 30 tahun setiap 5 tahun sekali, karena semakin  awal stadium saat terdeteksi, semakin besar tingkat kesembuhannya. Pemeriksaan kanker serviks dilakukan secara bertahap. Pemeriksaan awal (skrining) bertujuan untuk melihat apakah ada kelainan pada serviks, berupa Pap smear (sel serviks diambil dan diperiksa di laboratorium) atau  tes Inspeksi Visual Asam-asetat/IVA yang lebih sederhana (kapas yang dibasahi asam-asetat ditempel di serviks selama 5 menit, kemudian serviks diamati secara langsung).

    Baca Juga: 5 Mitos Nyeri Sendi

    Jika hasil skrining menunjukkan kelainan, maka perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa kolposkopi (melihat serviks secara langsung dengan bantuan alat seperti mikroskop, bernama kolposkop) dan biopsi (mengambil sedikit jaringan serviks untuk diperiksa di laboratorium) untuk menegakkan diagnosis.

    Apa saja pilihan pengobatan yang tersedia di Indonesia bagi penderita kanker serviks? Berapa besar kemungkinan untuk sembuh?

    Pilihan pengobatan kanker serviks bergantung pada stadium saat terdiagnosis. Perjalanan dari infeksi HPV hingga menjadi kanker membutuhkan waktu kurang lebih 7 tahun. Sel serviks yang terinfeksi secara persisten (bertahan dalam waktu yang lama) akan berubah menjadi lesi pra-kanker atau disebut cervical intraepithelial neoplasia (CIN), yaitu sel serviks yang tidak normal tapi belum sepenuhnya berubah menjadi sel kanker. Jika seseorang terdeteksi pada stadium CIN, ada 3 pilihan prosedur pengobatan. World Health Organization (WHO) menyatakan pilihan terbaik saat ini adalah ablasi (menghancurkan sel tidak normal tanpa membuang bagian dari serviks). Prosedur ablasi dilakukan tanpa bius umum, dengan menggunakan alat bersuhu sangat dingin (-90oC) atau sangat panas (100 – 120oC) untuk membunuh sel serviks yang tidak normal. Prosedur ini memiliki angka kesembuhan 85 – 95%. Pilihan kedua adalah eksisi serviks (membuang seluruh atau sebagian dari serviks) dengan kemungkinan kesembuhan 84%. Pilihan ketiga adalah histerektomi (mengangkat rahim), dapat menjadi pilihan bagi wanita yang sudah tidak ingin memiliki anak.

    Baca Juga: 6 Mitos dan Fakta Seputar Imunisasi

    Jika stadium CIN terlewati dan berlanjut menjadi kanker, pilihan pengobatan akan berkurang. Pada kanker serviks stadium I (kanker terbatas pada serviks), terdapat pilihan eksisi dan pengangkatan seluruh bagian serviks bagi wanita yang masih ingin memiliki anak, atau pengangkatan rahim jika sudah tidak ingin memiliki anak. Harapan hidup untuk 5 tahun ke depan pada stadium I masih 100%. Pada stadium II (harapan hidup untuk 5 tahun: 44 – 68%) dan stadium III (harapan hidup untuk 5 tahun: 18 – 39%), operasi sulit memberikan hasil yang baik, sehingga pilihan terbatas pada kemoradiasi (gabungan kemoterapi dan radioterapi). Jika sampai pada stadium IV-A (harapan hidup untuk 5 tahun: 18 – 39%), kemoradiasi menjadi pilihan utama, dan pada kasus yang sangat jarang dapat dilakukan pengangkatan seluruh organ panggul. Pada stadium akhir, yaitu IV-B, harapan hidup dalam 5 tahun ke depan sudah < 18%, sehingga umumnya perawatan yang diberikan bukan bertujuan untuk menyembuhkan tetapi meningkatkan kualitas hidup dengan bantuan kemoradiasi.

    Jadi, kanker serviks bisa disembuhkan jika terdeteksi pada stadium awal. Perlu diketahui, setelah dinyatakan sembuh, masih terdapat kemungkinan untuk muncul sel kanker baru sebesar 30 – 70%, tergantung kondisi masing – masing pasien. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap perempuan untuk melakukan vaksin HPV dan pemeriksaan rutin sesuai rekomendasi untuk mencegah kanker serviks.

    Baca Juga: 10 Makanan si Pencegah Kanker Serviks

    Nah, bila Anda ingin melindungi diri dan keluarga dari bahaya kanker serviks, tak perlu bingung untuk melakukan vaksin HPV, hanya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Sahabat bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh!

    Info lebih lanjut mengenai vaksinasi HPV, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi

    1. Castle P, Murokora D, Perez C, Alvarez M, Quek S, Campbell C. Treatment of cervical intraepithelial lesions. International Journal of Gynecology & Obstetrics. 2017;138:20-25.
    2. Hoffman B, Schorge J, Schaffer J, Halvorson L, Bradshaw K, Cunningham F. Williams Gynecology. 2nd ed. McGrawHill; 2012.
    3. HPV Vaccine Information For Young Women [Internet]. Cdc.gov. 2017 [cited 6 July 2018]. Available from: https://www.cdc.gov/std/hpv/stdfact-hpv-vaccine-young-women.htm
    4. JadwalImunisasi 2017 [Internet]. IDAI. 2017 [cited 6 July 2018]. Available from: http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-2017
    5. Petry K. HPV and cervical cancer. Scandinavian Journal of Clinical and Laboratory Investigation. 2014;74(sup244):59-62.

     

    Read More
  • Vaksin kanker serviks adalah cara mencegah salah satu kanker yang sering diderita oleh perempuan, yaitu kanker serviks yang penyebabnya adalah Human Papilloma Virus (HPV). Bayangkan saja, sekitar 2 dari 10  wanita di Indonesia menderita kanker serviks dan kira-kira 26 perempuan meninggal setiap harinya karena penyakit ini. Saat ini baru sekitar 67 negara dari 195 negara […]

    Bagaimana Cara Cegah Penularan HPV? Yuk Dipahami Dulu

    Vaksin kanker serviks adalah cara mencegah salah satu kanker yang sering diderita oleh perempuan, yaitu kanker serviks yang penyebabnya adalah Human Papilloma Virus (HPV). Bayangkan saja, sekitar 2 dari 10  wanita di Indonesia menderita kanker serviks dan kira-kira 26 perempuan meninggal setiap harinya karena penyakit ini.

    Saat ini baru sekitar 67 negara dari 195 negara yang menerapkan pemberian vaksin kanker serviks/vaksin HPV.1Infeksi dari HPV dapat menyebabkan 91% kanker serviks, 69% kanker vulva, 75% kanker vagina, 93% kanker anus, dan 63% kanker tenggorokan pada perempuan. Selain itu, HPV juga menyebabkan 89% kanker anus dan 72% kanker tenggorokan pada laki-laki.2Vaksin HPV juga diperlukan untuk  kaum lelaki.

    Lalu, bagaimanakah gejala kanker serviks?

    Tahukah Sobat  bila kanker serviks pada stadium awal tidak menimbulkan gejala alias penderita merasa sehat-sehat saja. Namun, ketika kanker sudah berkembang ke stadium lanjut, gejala dapat mulai dirasakan berupa perdarahan tidak normal dari vagina seperti, perdarahan setelah menopause, perdarahan setelah berhubungan seksual diantara siklus haid, serta perdarahan saat haid yang lebih banyak dan panjang dari biasanya.

    Kemudian, gejala lainnya adalah keluarnya cairan tidak normal dari vagina diantara siklus haid. Rasa nyeri juga dapat dirasakan bila ada infeksi yang terjadi di daerah serviks. Kanker serviks memiliki massa pra-kanker yang panjang dan butuh proses 3 hingga 20 tahun sampai terjadinya kanker serviks dimulai dari infeksi HPV.

    Siapakah yang berisiko terkena kanker ini?

    Beberapa orang memiliki faktor risiko yang dapat memicu kanker antara lain mereka yang memiliki pasangan seksual lebih dari satu, melakukan hubungan seks pertama kali di usia dini, penggunaan pil KB dalam jangka waktu lama, riwayat melahirkan lebih dari 6 kali, riwayat menderita Penyakit Menular Seksual (PMS) seperti gonore (kencing nanah), sifilis (raja singa), dan  kutil kelamin. Kemudian, mereka yang merokok, diet rendah serat (buah dan sayuran), menurunnya daya tahan tubuh karena HIV, kegemukan dan obesitas, dan riwayat keluarga penderita kanker serviks.

    Apakah Sobat adalah salah satu orang yang memiliki faktor risiko diatas?

    Yuk, segera dapatkan vaksin kanker serviks. Nah, vaksin kanker serviks disarankan pemberiannya pada anak usia 11-12 tahun yang akan melindungi dari infeksi virus HPV tipe 6, 11, 16, dan 18. Tipe HPV 6 dan 11 diketahui merupakan penyebab kutil kelamin sedangkan tipe 16 dan 18 berkontribusi dalam 70% keganasan di mulut/leher rahim.3,4 Selain itu, mereka yang sudah aktif berhubungan seksual dan belum terkena HPV juga disarankan untuk mendapatkan vaksin ini. Bagaimana dengan mereka yang sudah terinfeksi HPV? Bila vaksin diberikan, maka perlindungannya tidak akan maksimal.

    Bagaimana cara vaksin ini diberikan?

    Vaksin kanker serviks disuntikkkan di otot bahu yang besar ke dalam ototnya (intramuskular). Pemberiannya dilakukan 3 kali pada bulan 0, 2, dan 6 bulan setelah penyuntikan pertama. Bila jadwal vaksin terlewat, tidak perlu diulang dari awal, cukup dengan melengkapi dosis berikutnya. Vaksin HPV ini memiiki perlindungan terhadap virus sebesar 94% dan akan bertahan lama dalam tubuh.Vaksin penguat (booster) diberikan bila kadar antibodi menurun sampai dibawah kadar protektif/perlindungan.

    Apa saja jenis vaksin kanker serviks?

    Jenis vaksin kanker serviks yang beredar di Indonesia ada 2, yaitu bivalen dan tetravalen. Vaksin bivalen mengandung 2 jenis virus HPV tipe 16 dan 18 yang dapat mencegah penyakit kanker serviks dan tetravalen mengandung 4 jenis virus HPV tipe 6, 11, 16 dan 18 yang dapat mencegah kanker serviks sekaligus dengan kutil kelamin.4

    Lalu, apakah ada reaksi yang dapat ditimbulkan setelah penyuntikan?

    Beberapa reaksi mungkin terjadi setelah penyuntikan vaksin kanker serviks. Reaksi lokal yang sering dirasakan antara lain nyeri di tempat penyuntikan, kemerahan, dan bengkak yang akan hilang dengan sendirinya. Reaksi sistemik yang terjadi setelah penyuntikan sangat jarang. Demam dapat terjadi pada sekitar 1% kasus. Kemudian, beberapa gejala yang dirasakan antara lain sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual dan muntah. Reaksi berat juga sangat jarang terjadi setelah diberikan vaksin. Reaksi anafilaksis dapat terjadi karena alergi terhadap komponen vaksin.5

    Jadi, vaksin kanker serviks itu aman diberikan pada wanita dan pria. Vaksin ini mengandung virus yang tidak aktif, sehingga aman dan tidak akan menginfeksi kita. Vaksin yang disuntikkan akan merangsang pembentukan antibodi dalam tubuh berperan sebagai tameng dalam melawan HPV. Mitos yang menyebutkan bahwa vaksin kanker serviks dapat menyebabkan kemandulan dan menopause dini adalah salah karena vaksin ini sudah digunakan sebanyak 200 juta di seluruh dunia dan aman digunakan.1

    Apakah pemberian vaksin kanker serviks ini diperbolehkan pada wanita hamil?

    Pada wanita hamil pemberian vaksin kanker serviks sebaiknya ditunda. Bila  sebelum hamil wanita sudah mendapatkan vaksin tetapi tidak lengkap, maka pemberian berikutnya harus ditunda setelah melahirkan. Bagaimana dengan wanita menyusui?Pemberian vaksin pada wanita menyusui diperbolehkan.6 Vaksin kanker serviks juga tidak boleh diberikan pada mereka yang memiliki riwayat alergi pada komponen vaksin. Misalkan, pada suntikan pertama mengalami reaksi alergi, maka pemberian vaksin berikutnya tidak dianjurkan.

    Bagaimana, Sobat? Sudah tidak takut lagi bukan untuk mendapatkan vaksin kanker serviks. Pencegahan akan lebih baik daripada nanti sudah sakit. Segera Sobat datangi layanan kesehatan terdekat yang menyediakan layanan vaksinasi. Jangan ragu untuk mendapatkan 3 dosis vaksinasi kanker serviks sehingga Sobat dapat langsung terlindungi.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kendalikan kanker serviks sejak dini dengan imunisasi. 2016. [Internet]. Retrieved from: kemkes.go.id (07.07.2018)

    Saslow D, Andrews KS, Manassaram-baptise D, Loomer L, E.Lam K, Fisher-Borne M,et. Al. Human papilloma vaccination guideline update: American cancer society guideline endorsement. Cancer Journal of Clinician. 2016; 6(6): 375-385.

    Dwipoyono B. Kanker serviks dan vaksin HPV. Indonesian Journal of Cancer. 2007; 3: 87-91.

    Fadhila SR. Sekilas tentang vaksin HPV. 2017. [Internet]. Retrieved from: idai.or.id (07.07.2018)

    World Health Organization. Information sheet: Observed rate of vaccine reactions Human Papilloma Virus Vaccine. 2017. Geneva: WHO

    Winardo DS. Kanker serviks dan imunisasi HPV. [Internet]. Retrieved from: tanyadok.com (07.07.2018)

    Read More
  •   Kanker serviks menjadi hal yang menakutkan bagi para wanita di dunia termasuk di Indonesia. Persepsi seseorang pada penyakit ini masih dianggap miring, karena pola hidup yang kurang sehat, merokok, infeksi kelamin  hingga seringnya berganti-ganti pasangan. Memang hal tersebut menjadi salah satu faktor penyebab kanker serviks. Kanker yang menyerang daerah leher rahim wanita ini disebabkan […]

    Takut Sama Kanker Serviks? Vaksinasi HPV Aja

     

    Kanker serviks menjadi hal yang menakutkan bagi para wanita di dunia termasuk di Indonesia. Persepsi seseorang pada penyakit ini masih dianggap miring, karena pola hidup yang kurang sehat, merokok, infeksi kelamin  hingga seringnya berganti-ganti pasangan. Memang hal tersebut menjadi salah satu faktor penyebab kanker serviks.

    Kanker yang menyerang daerah leher rahim wanita ini disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus).  Kanker ini tidak memiliki gejala, hingga seseorang baru mengetahui terkena kanker serviks setelah mencapai stadium lanjut. Jika kalian yang mengalaminya bagaimana? Rasa takut dan hancur menjadi satu karena kanker serviks merenggut masa depanmu.

    Mengatasi ketakutan kalian pada kanker serviks, maka bisa dicegah dengan vaksinasi HPV. Namun sebelum melakukan vaksinasi, harus ketahui beberapa hal berikut ini.

    1. Vaksinasi HPV Dapat diberikan Pada Anak-anak
      Beberapa pendapat dari Advisory Committee on Immunization Practice (ACIP) serta Centre for diagnosis Control Prevention (CDC) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan vaksinasi HPV dapat diberikan pada anak perempuan mulai dari usia 10 tahun.
    2. Mungkin Anda pernah mendengar atau mendapat broadcast tentang vaksinasi HPV yang bisa menyebabkan menopause?
      Jangan langsung percaya, kepala Dinas Kesehatan DKI Koesmedi Priharto menyangkal hal tersebut. Menurutnya “Setiap 1 jam ada 33 wanita di Indonesia meninggal karena kanker serviks. Dengan tingginya kasus kanker serviks maka pemerintah mengambil keputusan untuk memberikan vaksinasi guna mencegah kanker serviks. Sedangkan berita di luar sana tidak bisa di pertanggungjawabkan alasannya”.
      Menopause sendiri dipengaruhi dari fungsi sel ovarium yang berkurang karena usia sehingga produksi hormon estrogen menurun. Penyebab lainnya akibat dari operasi pengangkatan ovarium (yang dilakukan bersamaan dengan pengangkatan kandungan atau histerektomi) atau adanya paparan radiasi dan juga kemoterapi.
    3. Paps Smear Dulu Baru Vaksinasi HPV
      Untuk Anda wanita yang telah aktif secara seksual disarankan untuk melakukan pemeriksaan pap smear yang berfungsi untuk mendeteksi sel abnormal atau lesi prakanker dan dilakukan secara berkala untuk wanita berusia di atas 40 tahun atau wanita yang beresiko tinggi terkena kanker. Apabila menunjukkan hasil negatif, maka bisa dijalankan proses vaksinasi HPV.
    4. Vaksinasi HPV Dilakukan Sebanyak 3 Kali
      Untuk pemberian vaksinasi HPV ini pada umumnya dilakukan sebanyak 3 kali dengan jarak waktu 0, 2 dan 6 bulan dan pemberian tidak dianjurkan melebihi dari waktu 1 tahun. Khusus untuk anak usia 10-13 tahun, cukup dengan pemberian 2 dosis, yaitu bulan 0 dan bulan 6.
    5. Dapat Mencegah Penyebaran Kanker Serviks
      Hingga saat ini, penelitian menunjukkan keberhasilan vaksinasi HPV bisa mencapai 100%. Walau demikian, tetap disarankan untuk melakukan pap smear secara berkala sebagai pencegahan sekunder.

    Jadi itulah hal-hal yang perlu Anda ketahui seputar vaksinasi HPV. Mari cegah sekarang juga, lindungi dirimu dan orang yang Anda cintai dengan vaksinasi HPV guna cegah kanker serviks. Nah, bila ingin mendapatkan vaksin dengan nyaman, ada cara praktis. Coba akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh!

    Info lebih lanjut mengenai vaksinasi, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    Sumber:

    1. TanyaDok. “Info Tentang Kanker Serviks”. tanyadok.com
    2. Khusen, Daniel Denny. “Kanker Serviks Pembunuh Banyak Wanita” . tanyadok.com
    3. Winardo, Donny Sutrisno. “Kanker Serviks dan Imunisasi HPV”. tanyadok.com
    4. CDC. “Human Papillomavirus (HPV)”. cdc.gov
    5. Alief, Bisma. “Ini Penjelasan Dinkes DKI Soal Kabar Vaksin Sebabkan Menopause Dini”. detik.com
    6. Valentine, Maria. “Apa Sebenarnya Menopause Bagi Wanita?”. tanyadok.com
    7. Jadwal Imunisasi 2017 [Internet]. IDAI. 2018 [cited 1 April 2018]. Available from: idai.or.id

     

    Read More
  • Persiapan pernikahan semakin dekat, cek dulu  apakah si pria sudah melakukan vaksinasi HPV? Ya, vaksinasi HPV yang juga diperlukan untuk para pria. Mengapa? Lebih dari 40 jenis virus HPV yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual hingga dapat menyebabkan beberapa penyakit sekitar kemaluan dan anus. Di samping itu, virus HPV juga dapat menginfeksi daerah tenggorokan dan […]

    Tak Hanya Wanita, Pria Juga Perlu Ini

    Persiapan pernikahan semakin dekat, cek dulu  apakah si pria sudah melakukan vaksinasi HPV? Ya, vaksinasi HPV yang juga diperlukan untuk para pria. Mengapa? Lebih dari 40 jenis virus HPV yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual hingga dapat menyebabkan beberapa penyakit sekitar kemaluan dan anus. Di samping itu, virus HPV juga dapat menginfeksi daerah tenggorokan dan rongga mulut. Infeksi virus HPV umumnya tidak menimbulkan gejala, namun sebagian orang mengalami kutil pada daerah kemaluan yang dapat mengarah kepada kanker.

    Hal ini terbukti infeksi virus HPV sebagai penyebab terbesar terjadinya kanker mulut rahim pada wanita. Menurut data CDC (Center for Disease Control and Prevention) di Amerika Serikat, kanker mulut rahim serta kandungan menempati peringkat ke-4 di bawah kanker payudara, kanker paru-paru dan kanker kolon (usus besar). Apabila kutil kemaluan berjumlah satu yang berada di penis dan bila terjadi perubahan warna serta penebalan kulit yang disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening dan terasa nyeri, maka kemungkinan hal ini mengarah pada kanker penis.

    Untuk menurunkan risiko terinfeksi virus HPV sebaiknya lakukan vaksinasi HPV. Vaksin HPV quadrivalent dapat melindungi para pria terhadap virus HPV yang menimbulkan kutil kelamin serta kanker anus yang diberikan sebanyak 3 kali dalam waktu enam bulan. Vaksinasi HPV dapat memberikan kekebalan terhadap 4 tipe HPV, tipe 6 dan 11 sebagai penyebab kutil kelamin sedangkan tipe 16 dan 18 sebagai penyebab kanker serviks. Vaksinasi ini bersifat memberikan kekebalan, maka dapat mencegah infeksi HPV yang terjadi saat berhubungan intim dan tidak dapat menyembuhkan infeksi yang terjadi (seperti kutil kelamin).

    Pemberian vaksinasi HPV, paling efektif pada saat sebelum seseorang berhubungan intim untuk pertama kalinya, karena saat itu orang belum terpapar infeksi HPV. Rekomendasi yang disampaikan oleh CDC sebagai pusat pengendalian penyakit di Amerika ini menyarankan vaksinasi HPV diberikan pada semua anak laki-laki usia 11 atau 12 tahun hingga mencapai usia 21 tahun. Vaksin ini sangat aman dan efektif bila digunakan, serta tanpa adanya efek samping yang berbahaya.

    Rencanakan masa depan Anda dan pasangan agar terlindungi dari virus HPV. Nah, bila ingin mendapatkan vaksin dengan nyaman, ada cara praktis. Coba akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh!

    Info lebih lanjut mengenai vaksinasi, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    Sumber:

    1. Winata, Albert. “Perlukah Vaksinasi HPV Pada Pria?”. 
    2. Haurissa, Andreas Erick. “Vaksin HPV Efektif Pada Pria”. 
    3. CDC. “HPV and Men-Fact Sheet”. cdc.gov
    Read More
  • Kanker serviks menjadi kata yang paling ditakutkan para wanita. Bayangkan saja di Indonesia setiap hari terdapat 40-45 wanita yang terdeteksi kanker serviks dan 20-25 orang meninggal setiap harinya. Kanker Serviks yang merupakan infeksi yang terjadi di daerah leher rahim yang disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus), serviks sendiri berada dibagian paling bawah dari badan […]

    Kanker Serviks Si Pembunuh Banyak Wanita

    Kanker serviks menjadi kata yang paling ditakutkan para wanita. Bayangkan saja di Indonesia setiap hari terdapat 40-45 wanita yang terdeteksi kanker serviks dan 20-25 orang meninggal setiap harinya. Kanker Serviks yang merupakan infeksi yang terjadi di daerah leher rahim yang disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus), serviks sendiri berada dibagian paling bawah dari badan rahim.

    Namun dari faktor manakah risiko kanker serviks tersebut? Beberapa faktor risiko yang rentan terserang kanker serviks di antara lain: menikah atau melakukan aktivitas seksual di usia muda (kurang dari 18 tahun), berganti-ganti pasangan seks, rentan terserang infeksi di daerah kelamin serta merokok.

    Untuk wanita perokok, kebiasan merokok ini akan meningkatkan risiko terjangkit kanker serviks. Karena zat nikotin dan racun dalam rokok masuk ke dalam darah melalui asap rokok yang dapat meningkatkan terjadinya cervical neoplasia atau sel-sel abnormal pada rahim. Hal inilah awal berkembangnya kanker serviks untuk wanita perokok ataupun wanita yang terpapar asap rokok (perokok pasif).

    Pada awal terjadinya infeksi HPV dan kanker serviks hal ini tidak akan menimbulkan gejala apapun dan tidak menggangu aktivitas Anda. Namun jika kanker serviks tersebut berkembang ke stadium lanjut maka akan menimbulkan beberapa gejala, seperti:

    • Terjadi pendarahan setelah berhubungan seksual
    • Pendarahan berlebih yang terjadi pada periode menstruasi
    • Nyeri panggul dan nyeri saat berhubungan seksual
    • Keputihan dan keluar cairan berwarna encer
    • Kembali haid setelah menopause

    Lalu bagaimana cara mencegah kanker serviks? Pencegahan kanker serviks dibagi menjadi dua yaitu pencegahan secara sekunder dan primer. Pada pencegahan secara sekunder, yaitu dapat dilakukan dengan pemeriksaan Pap Smear. Pap smear sendiri berfungsi sebagai pendeteksi sel abnormal atau lesi prakanker, kegiatan ini sebaiknya dilakukan sejak dini pada wanita yang telah aktif secara seksual dan dilakukan secara berkala.

    Sedangkan pencegahan secara primer yaitu dengan melakukan vaksinasi HPV. Vaksinasi HPV berguna mencegah kanker yang disebabkan dari infeksi virus HPV dengan cara menstimulasi tubuh Anda untuk membentuk antibodi melawan HPV tersebut. Vaksinasi ini tidak hanya untuk wanita namun dapat diberikan pada pria.

    Vaksinasi HPV dapat mencegah 4 tipe yaitu tipe 6, 11, 16 dan 18. Pada tipe 6 dan 11 mencegah Anda dari bahaya kutil kelamin sedangkan tipe 16 dan 18 mencegah Anda dari bahaya kanker serviks. Pemberian vaksin HPV menurut The Advisory Committee on Immunzation Practice (ACIP) dan Centre for diagnosis Control Prevention (CDC) dianjurkan pemberian diberikan mulai usia 11-12 tahun. Jadi lindungi diri Anda dan orang-orang yang Anda sayangi dari bahaya kanker serviks dengan vaksinasi HPV sekarang juga. Bila ingin lebih praktis, tak perlu bingung untuk melakukan vaksin, hanya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh! Info lebih lanjut mengenai vaksinasi, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    Sumber:
    Khusen, Daniel Denny. “Kanker Serviks Pembunuh Banyak Wanita”. tanyadok.com
    Winardo, Donny Sutrisno. “Kanker Serviks dan Imunisasi HPV”. tanyadok.com

    Read More
  • Kanker serviks adalah penyakit yang telah banyak merenggut nyawa para wanita. Menurut perkiraan Departemen Kesehatan RI, jumlah wanita penderita baru kanker serviks berkisar 90-100 kasus per 100.000 penduduk dan setiap tahun terjadi 40 ribu kasus kanker serviks. Penyakit ini menduduki peringkat no 2 kasus kanker terbanyak di Indonesia. Penyebab utama kanker serviks adalah akibat infeksi […]

    6 KONDISI YANG MENINGKATKAN RISIKO KANKER SERVIKS

    Kanker serviks adalah penyakit yang telah banyak merenggut nyawa para wanita. Menurut perkiraan Departemen Kesehatan RI, jumlah wanita penderita baru kanker serviks berkisar 90-100 kasus per 100.000 penduduk dan setiap tahun terjadi 40 ribu kasus kanker serviks. Penyakit ini menduduki peringkat no 2 kasus kanker terbanyak di Indonesia.

    Penyebab utama kanker serviks adalah akibat infeksi Human papillomavirus (HPV) terutama sub tipe 16 dan 18. Kanker serviks dapat menyerang semua wanita dari berbagai usia.

    Berikut beberapa kondisi yang meningkatkan faktor risiko kanker serviks:

    1. Hubungan seksual di usia  muda
    2. Berganti-ganti pasangan seksual
    3. Penyakit menular seksual
    4. Merokok
    5. Melahirkan lebih dari tiga kali
    6. Pemakaian pil KB

    Kanker serviks biasanya tidak memiliki gejala pada masa awal. Gejala kanker serviks yang muncul umumnya adalah rasa sakit saat berhubungan, keluarnya cairan yang tidak normal dari vagina, dan perdarahan. Perdarahan dapat terjadi setelah berhubungan, di luar masa menstruasi, atau setelah menopause.

    Untuk memastikan kondisi Anda, sebaiknya anda melakukan pemeriksaan deteksi dini         bisa dengan metode Papsmear, Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA), Inspeksi Visual Lugoliodin (VILI), dan Test DNA HPV. Selagi anda masih sehat akan sangat baik jika melakukan pencegahan, dengan tidak berganti-ganti pasangan seksual, menghindari rokok, beralih ke pola hidup sehat.

    Sebagai perlindungan utama lakukanlah vaksinasi terhadap virus HPV. Dengan pemberian vaksin ini tubuh akan membentuk daya tahan terhadap virus sehingga mengurangi kejadian penyakit kelamin yang diakibatkan oleh HPV. Dua jenis vaksin yang beredar dipasaran adalah vaksin bivalent (mencegah infeksi HPV-16 dan HPV-18 yang secara umum sebagai penyebab kanker) dan quadrivalent (mencegah infeksi yang disebabkan HPV-16, HPV-18, juga menangkal infeksi HPV-6 dan HPV-11 sebagai penyebab kutil kelamin).

    Jika ingin lebih praktis, tak perlu bingung untuk melakukan vaksin, hanya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh!

    Info lebih lanjut mengenai vaksinasi, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    Referensi:

    1. CDC – What Are the Symptoms of Cervical Cancer? [Internet]. Cdc.gov. 2018 [cited 25 January 2018]. Available from: cdc.gov
    2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia [Internet]. Depkes.go.id. 2017 [cited 25 January 2018]. Available from: depkes.go.id
    3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia [Internet]. PANDUAN PENATALAKSANAAN KANKER SERVIKS HPV. [cited 12 February 2018]. Available from: kanker.kemkes.go.id

     

    Read More
  • Setiap manusia memiliki kebutuhan biologis, salah satunya dengan melakukan seks. Seks bisa jadi merupakan hal yang menyenangkan bahkan ada sebagian orang yang mungkin kecanduan seks. Namun amankah hal tersebut? Tentunya aman saja jika Anda tidak melakukan perilaku seks berisiko. Jika seks dilakukan secara tidak aman misalkan dengan banyak pasangan, akan ada kemungkinan salah satu pasangan […]

    6 TIPS MENGHINDARI PERILAKU SEKS BERISIKO

    Setiap manusia memiliki kebutuhan biologis, salah satunya dengan melakukan seks. Seks bisa jadi merupakan hal yang menyenangkan bahkan ada sebagian orang yang mungkin kecanduan seks. Namun amankah hal tersebut? Tentunya aman saja jika Anda tidak melakukan perilaku seks berisiko. Jika seks dilakukan secara tidak aman misalkan dengan banyak pasangan, akan ada kemungkinan salah satu pasangan Anda menyebarkan infeksi penyakit pada Anda. Hubungan seksual dengan banyak pasangan atau berganti-ganti pasangan sudah pasti akan membuka peluang lebar terhadap penularan penyakit. Berikut akan kita bahas mengenai perilaku seks berisiko.

    Perilaku seks tidak hanya memberikan efek buruk bagi kesehatan, namun juga berimbas pada efek sosial dengan orang sekitar. Dampak dari perilaku seks berisiko yang paling sering terjadi adalah Infeksi Menular Seksual (IMS). IMS merupakan penyakit yang menular melalui hubungan seksual. Penyebab IMS dapat berupa bakteri, virus, atau parasit. Ada berbagai jenis IMS, namun yang paling sering adalah infeksi chlamydia, gonorrhoea, herpes, HIV/AIDS, HPV, sifilis, dan trichomoniasis. Selain itu, kanker serviks dan hepatitis B juga dapat menular dari perilaku seks berisiko.

    Perilaku seks berisiko bisa terjadi melalui vagina, anal, ataupun oral seks. Penularan infeksi terjadi melalui darah atau cairan semen. Perlu diketahui bahwa anal seks memberikan risiko tertinggi penularan penyakit karena lapisan anus jauh lebih tipis dari vagina, sehingga jaringan anus jauh lebih mudah untuk rusak  dan penularan infeksi menjadi sangat rentan.

    Untuk mencegah penularan penyakit menular seksual, berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

    1. Hentikan perilaku seksual yang berisiko!
    2. Gunakan selalu kondom. Kondom dapat membantu mengurangi risiko terkena IMS.
    3. Ingat bahwa penularan infeksi virus herpes dan virus HPV masih mungkin terjadi meski Anda menggunakan kondom.
    4. Lakukan deteksi dini dan pemeriksaan ke dokter Anda secara rutin, bila Anda melakukan praktek seksual yang berisiko
    5. Setia pada pasangan Anda.
    6. Cegah infeksi virus HPV dengan melakukan vaksinasi HPV. Selain itu vaksinasi hepatitis B sebagai perlindungan optimal dari penularan infeksi penyakit hepatitis B. Namun, ingat masih banyak penyakit yang menular melalui hubungan sessual yang berisiko yang tidak dapat dilindungi dengan vaksinasi.
    7. Hindari penggunaan alkohol atau obat terlarang, perilaku berisiko menjadi jauh lebih mungkin ketika menggunakan narkoba atau alcohol karena Anda tidak dalam kondisi yang sadar sepenuhnya.

    Dengan menjaga kesehatan, menghindari perilaku seks yang berisiko, dan melakukan vaksinasi HPV maupun vaksinasi Hepatitis B, maka Anda akan terhindar dari penyakit infeksi menular seksual.

    Jika ingin lebih praktis, tak perlu bingung untuk melakukan vaksinasi HPV dan hepatitis B, hanya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh!

    Info lebih lanjut mengenai vaksinasi, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    Referensi:

    1. What’s Risky Sex? [Internet]. WebMD. 2016 [cited 9 February 2018]. Available from: webmd.com
    2. Aldo Fransiskus Marsetio B. TanyaDok.com | Perilaku Seksual Berisiko [Internet]. TanyaDok.com. [cited 9 February 2018]. Available from: tanyadok.com
    Read More

Showing 1–10 of 11 results

WhatsApp Asisten Maya saja