Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ hpv”

Showing 1–10 of 19 results

  •   Kanker serviks menjadi hal yang menakutkan bagi para wanita di dunia termasuk di Indonesia. Persepsi seseorang pada penyakit ini masih dianggap miring, karena pola hidup yang kurang sehat, merokok, infeksi kelamin  hingga seringnya berganti-ganti pasangan. Memang hal tersebut menjadi salah satu faktor penyebab kanker serviks. Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita Kanker […]

    Takut Sama Kanker Serviks? Vaksinasi HPV Aja

     

    Kanker serviks menjadi hal yang menakutkan bagi para wanita di dunia termasuk di Indonesia. Persepsi seseorang pada penyakit ini masih dianggap miring, karena pola hidup yang kurang sehat, merokok, infeksi kelamin  hingga seringnya berganti-ganti pasangan. Memang hal tersebut menjadi salah satu faktor penyebab kanker serviks.

    vaksinasi HPV

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Kanker yang menyerang daerah leher rahim wanita ini disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Kanker ini tidak memiliki gejala, hingga seseorang baru mengetahui terkena kanker serviks setelah mencapai stadium lanjut. Jika kalian yang mengalaminya bagaimana? Rasa takut dan hancur menjadi satu karena kanker serviks merenggut masa depanmu.

    Mengatasi ketakutan kalian pada kanker serviks, maka bisa dicegah dengan vaksinasi HPV. Namun sebelum melakukan vaksinasi, harus ketahui beberapa hal berikut ini.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    1. Vaksinasi HPV Dapat diberikan Pada Anak-anak

    Beberapa pendapat dari Advisory Committee on Immunization Practice (ACIP) serta Centre for diagnosis Control Prevention (CDC) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan vaksinasi HPV dapat diberikan pada anak perempuan mulai dari usia 10 tahun.

    2. Mungkin Anda pernah mendengar atau mendapat broadcast tentang vaksinasi HPV yang bisa menyebabkan menopause?

    Jangan langsung percaya, kepala Dinas Kesehatan DKI Koesmedi Priharto menyangkal hal tersebut. Menurutnya “Setiap 1 jam ada 33 wanita di Indonesia meninggal karena kanker serviks. Dengan tingginya kasus kanker serviks maka pemerintah mengambil keputusan untuk memberikan vaksinasi guna mencegah kanker serviks. Sedangkan berita di luar sana tidak bisa di pertanggungjawabkan alasannya”.


    Menopause sendiri dipengaruhi dari fungsi sel ovarium yang berkurang karena usia sehingga produksi hormon estrogen menurun. Penyebab lainnya akibat dari operasi pengangkatan ovarium (yang dilakukan bersamaan dengan pengangkatan kandungan atau histerektomi) atau adanya paparan radiasi dan juga kemoterapi.

    3. Paps Smear Dulu Baru Vaksinasi HPV

    Untuk Anda wanita yang telah aktif secara seksual disarankan untuk melakukan pemeriksaan pap smear yang berfungsi untuk mendeteksi sel abnormal atau lesi prakanker dan dilakukan secara berkala untuk wanita berusia di atas 40 tahun atau wanita yang beresiko tinggi terkena kanker. Apabila menunjukkan hasil negatif, maka bisa dijalankan proses vaksinasi HPV.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturannya?

    4. Vaksinasi HPV Dilakukan Sebanyak 3 Kali

    Untuk pemberian vaksinasi HPV ini pada umumnya dilakukan sebanyak 3 kali dengan jarak waktu 0, 2 dan 6 bulan dan pemberian tidak dianjurkan melebihi dari waktu 1 tahun. Khusus untuk anak usia 10-13 tahun, cukup dengan pemberian 2 dosis, yaitu bulan 0 dan bulan 6.

    5. Dapat Mencegah Penyebaran Kanker Serviks

    Hingga saat ini, penelitian menunjukkan keberhasilan vaksinasi HPV bisa mencapai 100%. Walau demikian, tetap disarankan untuk melakukan pap smear secara berkala sebagai pencegahan sekunder.

    Baca Juga: Lindungi Diri Anda dari Kanker Serviks

    Jadi itulah hal-hal yang perlu Anda ketahui seputar vaksinasi HPV. Mari cegah sekarang juga, lindungi dirimu dan orang yang Anda cintai dengan vaksinasi HPV guna cegah kanker serviks. Untuk vaksinasi Sobat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Sumber:

    1. TanyaDok. “Info Tentang Kanker Serviks”. tanyadok.com
    2. Khusen, Daniel Denny. “Kanker Serviks Pembunuh Banyak Wanita” . tanyadok.com
    3. Winardo, Donny Sutrisno. “Kanker Serviks dan Imunisasi HPV”. tanyadok.com
    4. CDC. “Human Papillomavirus (HPV)”. cdc.gov
    5. Alief, Bisma. “Ini Penjelasan Dinkes DKI Soal Kabar Vaksin Sebabkan Menopause Dini”. detik.com
    6. Valentine, Maria. “Apa Sebenarnya Menopause Bagi Wanita?”. tanyadok.com
    7. Jadwal Imunisasi 2017 [Internet]. IDAI. 2018 [cited 1 April 2018]. Available from: idai.or.id

     

    Read More
  • Setiap orang atau khususnya wanita biasanya disarankan agar melakukan pemeriksaan kesehatan (medical check up) agar mengetahui apakah ada masalah kesehatan di dalam tubuhnya. Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita Meski begitu, sebenarnya terdapat beberapa tanda umum yang bisa menjadi petunjuk sehat atau tidaknya tubuh dari seorang wanita. Berikut adalah beberapa ciri atau tanda-tanda tubuh wanita yang […]

    9 Ciri Wanita Sehat yang Sahabat Perlu Tahu!

    Setiap orang atau khususnya wanita biasanya disarankan agar melakukan pemeriksaan kesehatan (medical check up) agar mengetahui apakah ada masalah kesehatan di dalam tubuhnya.

    ciri wanita sehat

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Meski begitu, sebenarnya terdapat beberapa tanda umum yang bisa menjadi petunjuk sehat atau tidaknya tubuh dari seorang wanita. Berikut adalah beberapa ciri atau tanda-tanda tubuh wanita yang sehat:

    1. Memiliki Siklus Haid yang Teratur

    Siklus haid yang teratur dengan interval 27 sampai 35 hari merupakan tanda organ reproduksi yang sehat. Hal ini menunjukkan ovulasi dan keseimbangan hormonal dari otak ke ovarium yang normal. Biasanya, wanita yang tidak sehat seperti bertubuh gemuk atau terlalu kurus cenderung mengalami menstruasi yang tidak teratur.

    2. Memiliki Rambut Tebal dan Kuku Kuat

    Memiliki rambut yang tebal dan kuat serta memiliki kuku yang cepat tumbuh dan tidak mudah patah juga merupakan tanda kesehatan yang baik.

    Sebaliknya, apabila memiliki rambut yang tipis atau kuku yang rapuh tandanya kekurangan nutrisi dalam tubuhnya seperti karenaa kurangnya zat besi, vitamin D, serta nutrisi penting lainnya. Tidak hanya itu, kondisi stres juga bisa mempengaruhi kesehatan kuku dan rambut.

    3. Jarang Sakit Kepala

    Keluhan sakit kepala pasti pernah dirasakan oleh semua orang. Sakit kepala sendiri merupakan efek dari stres atau otot yang tegang, hal tersebut merupakan hal yang normal.

    Baca Juga: 6 Tips Meredakan Sakit Kepala yang Ampuh!

    Namun, pada orang yang sehat, sakit kepala hanya akan berlangsung dalam waktu sebentar dan jarang terjadi. Nah, pada orang yang tidak sehat biasanya akan sering mengalami sakit kepala yang berat dan bahkan tidak kunjung membaik meskipun setelah minum obat.

    4. Berenergi

    Apabila Sahabat Sehat bangun pagi dengan perasaan segar dan siap menghadapi hari, artinya tubuh memiliki energi yang cukup. Sedangkan kebanyakan orang yang sedang sakit atau kekurangan vitamin tubuhnya akan merasa mudah lelah, kurang berenergi, dan sering mengantuk.

    5. Memiliki Napas yang Segar

    Memiliki bau mulut tidak hanya berkaitan dengan kesehatan gigi, namun hal tersebut juga merupakan petunjuk kesehatan secara umum. Karena sistem kekebalan tubuh seseorang juga berada di usus.

    Jika Sahabat Sehat memiliki napas yang segar, itu merupakan indikasi dari mikroba usus yang seimbang. Dan sebaliknya, apabila mulutnya berbau tidak sedap tandanya ada penyakit tersembunyi, seperti penyakit diabetes, penyakit lambung, atau gangguan ginjal.

    6. Memiliki Kulit yang Tampak Sehat

    Kulit merupakan salah satu organ terbesar di dalam tubuh manusia. Kondisi kulit wajah dan leher tidak hanya menggambarkan ciri genetik seseorang, namun juga kesehatannya dan pengaruh lingkungan.

    Seseorang yang memiliki kulit yang tampak sehat dapat menandakan kondisi kesehatan tubuhnya secara keseluruhan cukup baik.

    7. Memiliki Mata yang Jernih

    Selain kulit, mata juga merupakan penggambaran dari kesehatan tubuh wanita. Mata yang terlihat jernih menunjukkan tidak adanya penyakit tersembunyi. Selain itu, mata juga merupakan jendela jiwa.

    Misalnya pada orang yang kurang istirahat ataupun sedang merasa sedih dan depresi, akan terlihat dari matanya bahwa jiwanya sedang tidak tenang.

    8. Komposisi Lemak Tubuh Normal

    Apabila Sahabat Sehat memiliki kadar lemak tubuh yang tinggi, artinya tubuh lebih banyak menumpuk jaringan lemak dibandingkan otot. Lemak tubuh yang tinggi akan memberikan dampak negatif pada metabolisme, gula darah, pergerakan tubuh, dan kesejahteraan mental.

    Baca Juga: Hati-hati! 10 Daftar Makanan Mengandung Lemak Jenuh Tinggi!

    Maka dari itu, ciri-ciri wanita sehat salah satunya adalah memiliki komposisi lemak tubuh yang normal dan tidak berlebihan.

    9. Nyeri Haid Ringan

    Setiap wanita dewasa pasti memiliki kondisi dimana nyeri saat sedang haid. Namun, salah satu ciri wanita sehat adalah yang hanya memiliki nyeri haid ringan.

    Apabila Sahabat Sehat memiliki nyeri haid yang berat, bisa menandakan adanya endometriosis dan harus segera diperiksakan ke dokter.

    Selain ciri-ciri di atas, wanita yang sehat juga pastinya memiliki kulih wajah yang sehat. Maka dari itu, penting juga untuk mengenali ciri-ciri kulit wajah sehat. Berikut ciri-ciri kulit wajah yang sehat:

    Terhidrasi dengan Baik

    Ciri-ciri wanita yang memiliki wajah sehat adalah memiliki wajah yang lembab. Kelembapan ini biasanya dipengaruhi oleh hidrasi kulit yang baik.

    Kulit wajah yang terhidrasi dengan baik akan memiliki tingkat kekenyalan yang tinggi, sehingga tidak mudah keriput. Agar memiliki kulit wajah yang lembap dan terus terhidrasi, Sahabat Sehat bisa menggunakan pelembap secara rutin di pagi dan malam hari.

    Selain itu jangan lupa juga untuk mengonsumsi air putih sebanyak delapan gelas per hari, serta rajin mengonsumsi buah dan sayur ya.

    Produk Terkait: Jual Vegeblend Adult

    Memiliki Warna Kulit yang Merata

    Adanya warna kulit wajah yang tidak merata, seperti adanya area wajah yang terlalu merah atau ditemukannya dark spots pada kulit wajah, bisa menandakan kulit yang tidak sehat.

    Salah satu penyebab warna kulit wajah tidak merata adalah paparan sinar matahari yang terlalu berlebihan. Hal ini yang menjadi alasan bahwa setiap wanita harus menggunakan sunscreen dengan tingkat SPF tinggi, serta mengaplikasikan ulang setiap tiga atau empat jam sekali.

    Memiliki Tekstur yang Lembut

    Sahabat Sehat bisa mengenali ciri-ciri kulit wajah yang sehat dengan merasakan teksturnya. Tekstur kulit wajah yang halus, lembut, dan lembab merupakan penandanya. Jika Sahabat Sehat ingin mendapatkan kulit wajah yang halus dan lembut bisa menerapkan eksfloasi dengan rutin.

    Kulit Wajah Bebas dari Jerawat

    Memiliki kulit wajah yang bebas jerawat dan keriput merupakan ciri-ciri kulit wajah sehat. Kondisi kulit wajah yang bebas dari kedua masalah tersebut bisa didapatkan apabila Sahabat Sehat merawat kulit kalian dengan tepat dan benar.

    Adapun penyebab jerawat di antaranya adalah terlalu sering begadang, stres, dan bisa juga karena faktor keturunan. Gaya hidup yang kurang sehat juga bisa mempengaruhi kesehatan kulit, seperti mengonsumsi makanan yang manis, gorengan, alkohol, dan merokok.

    Nah, dengan demikian sekarang Sahabat Sehat sudah mengetahui ciri-ciri tubuh yang sehat seperti apa. Namun, walaupun begitu, Sahabat Sehat tetap disarankan untuk melakukan medical check up agar bisa memastikan tubuh dalam kondisi baik-baik saja dan bisa terhindar dari berbagai penyakit berat nantinya salah satunya kanker serviks.

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Untuk itu, Sahabat bisa melakukan vaksinasi HPV di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media, K., 2021. 10 Tanda Tubuh yang Sehat pada Perempuan Halaman 2 – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://lifestyle.kompas.com/read/2019/11/13/071000220/10-tanda-tubuh-yang-sehat-pada-perempuan?page=2> [Accessed 20 April 2021].
    2. Kustiani, R., 2021. 7 Ciri Orang Sehat Sempurna. [online] Tempo. Available at: <https://cantik.tempo.co/read/899602/7-ciri-orang-sehat-sempurna/full&view=ok> [Accessed 20 April 2021].
    3. Tysara, L., 2021. 8 Ciri-Ciri Kulit Wajah Sehat, Pahami Tips Mudah Memilikinya. [online] liputan6.com. Available at: <https://hot.liputan6.com/read/4455020/8-ciri-ciri-kulit-wajah-sehat-pahami-tips-mudah-memilikinya> [Accessed 20 April 2021].
    Read More
  • Menjaga reproduksi kesehatan wanita merupakan hal yang paling penting di masa sekarang. Kesehatan reproduksi merupakan suatu keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial secara utuh tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan dalam suatu yang berkaitan dengan sistem reproduksi. Baca Juga: Siap Nikah? Lakukan 5 Persiapan Kesehatan Ini! Dalam kehidupan, kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan sehat […]

    Pentingnya Menjaga Reproduksi Kesehatan Wanita

    Menjaga reproduksi kesehatan wanita merupakan hal yang paling penting di masa sekarang. Kesehatan reproduksi merupakan suatu keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial secara utuh tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan dalam suatu yang berkaitan dengan sistem reproduksi.

    menjaga reproduksi kesehatan wanita

    Baca Juga: Siap Nikah? Lakukan 5 Persiapan Kesehatan Ini!

    Dalam kehidupan, kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan sehat secara menyeluruh yang mencakup fisik, mental, dan kehidupan sosial yang berkaitan dengan alat.

    Fungsi dari proses reproduksi sendiri bukanlah kondisi yang terbebas dari penyakit, melainkan bagaimana seseorang dapat memiliki kehidupan seksual yang aman dan memuaskan sebelum dan sesudah menikah.

    Tujuan Menjaga Reproduksi Kesehatan Wanita

    Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2014 Kesehatan Reproduksi yang menjamin setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan reproduksi yang bermutu, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan, dimana peraturan ini juga menjamin kesehatan perempuan dalam usia reproduksi sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, berkualitas yang nantinya berdampak pada penurunan Angka Kematian Ibu (AKI).

    Berdasarkan peraturan diatas bahwa tujuan utamanya adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif kepada perempuan termasuk kehidupan seksual dan hak-hak reproduksi perempuan sehingga dapat meningkatkan kemandirian perempuan dalam mengatur fungsi dan proses reproduksinya yang pada akhirnya dapat membawa pada peningkatan kualitas hidupnya itu sendiri.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV

    Dukungan yang dapat menunjang wanita untuk membuat keputusan yang berkaitan dengan proses reproduksi berupa pengadaan informasi dan pelayanan yang dapat memenuhi kebutuhan untuk mencapai kesehatan reproduksi secara optimal. Berikut tujuan utama menjaga reproduksi kesehatan wanita:

    – Meningkatnya kemandirian wanita dalam memutuskan peran dan fungsi reproduksinya

    – Meningkatnya hak dan tanggung jawab sosial wanita dalam menentukan kapan hamil, jumlah dan jarak kehamilan.

    – Meningkatnya peran dan tanggung jawab sosial pria terhadap akibat dari perilaku seksual dan fertilitasnya kepada kesehatan dan kesejahteraan pasangan dan anak-anaknya.

    Dampak Apabila Tidak Menjaga Reproduksi Kesehatan Wanita

    Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam menjaga Kesehatan reproduksi adalah kebersihan di area intim, terutama saat menjelang datang bulan. Pada saat haid, kelembaban di area intim meningkat karena pembalut yang menampung darah. Wanita disarankan untuk sering mengganti pembalut, agar tidak terkena infeksi dan menjaga kebersihan diri.

    Adapun risiko kesehatan yang mungkin terjadi jika tidak menjaga kesehatan alat reproduksi yaitu akan lebih rentan terkena infeksi atau peradangan, infeksi jamur yang memiliki gejala seperti gatal, rasa terbakar, iritasi, bau tidak sedap bahkan keputihan.

    Baca Juga: Hubungan Antara Siklus Kehidupan dan Kesehatan Wanita

    Cara Menjaga Reproduksi Kesehatan Wanita

    Berikut cara-cara untuk menjaga reproduksi kesehatan wanita:

    – Menggunakan handuk yang lembut, kering, bersih, tidak berbau atau lembab untuk menjaga reproduksi wanita

    – Memakai celana dalam dengan bahan yang mudah menyerap keringat

    – Pakaian dalam diganti minimal 2 kali dalam sehari

    – Sesudah buang air kecil, bersihkan alat kelamin sebaiknya dilakukan dari arah depan menuju belakang. Hal ini berfungsi agar kuman yang terdapat pada anus tidak masuk kedalam organ reproduksi.

    Oleh sebab itu, setiap wanita wajib bertanggung jawab menjaga kesehatan reproduksinya sendiri dengan menerapkan perilaku yang sehat setiap harinya.

    Sistem reproduksi yang sehat menjadi salah satu keharusan bagi wanita, terlebih lagi mereka menginginkan kesuburan ada dirinya. Makan, minum, olahraga, dan menjaga metabolisme tubuh memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tersebut.

    Tips Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita

    Nah, sahabat ada beberapa tips bagi Anda untuk menjaga kesehatan reproduksi, antara lain:

    – Menjaga Berat Badan

    Menjaga berat badan merupakan hal sangat penting, terlebih lagi jika ingin merencanakan kehamilan. Bila memiliki berat badan yang berlebihan, maka tubuh tidak menghasilkan cukup estrogen dan sistem reproduksi akan terganggu.

    – Tidak merokok

    Merokok sangat tidak baik bagi kesehatan, baik pria maupun wanita. Ketika kalian merokok, dapat merusak perkembangan estrogen dalam tubuh. Hal ini dapat menimbulkan sel telur yang terdapat dalam tubuh akan mengalami kelainan genetik.

    – Berhubungan seks yang aman

    Para ahli menyatakan, penyakit menular yang diakibatkan melalui seksual dapat membuat organ reproduksi tidak subur. Oleh karena itu, penting untuk melakukan seks dengan aman. Jangan berganti pasangan untuk melakukan hubungan seks.

    – Pola hidup sehat

    Makan makanan yang sehat, olahraga teratur dan manajemen stres akan membuat sistem reproduksi tetap sehat dan sistem tubuh dalam kondisi baik.

    Baca Juga: Healthy Sexual Life in Women

    Jadi, Sahabat Sehat sudah paham kan akan pentingnya menjaga reproduksi kesehatan wanita? Kalau sudah paham, mari lebih menjaga reproduksi kesehatan yuk, agar tubuh ini menjadi lebih sehat dan bebas dari penyakit.

    Supaya kesehatan reproduksi terjaga terutama dari virus HPV, yuk Sahabat mari vaksinasi HPV di Prosehat, yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Republika Online. 2021. 4 Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita |Republika Online. [online] Available at: <https://republika.co.id/berita/nsw4v7359/4-cara-menjaga-kesehatan-reproduksi-wanita> [Accessed 29 January 2021].
    2. bantulkab.go.id. 2021. Kesehatan Reproduksi Remaja – DPPKBPMD Bantul. [online] Available at: <https://dppkbpmd.bantulkab.go.id/kesehatan-reproduksi-remaja/> [Accessed 29 January 2021].
    3. Direktorat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 2021. Pentingnya Menjaga Kebersihan Alat Reproduksi. [online] Available at: <https://promkes.kemkes.go.id/pentingnya-menjaga-kebersihan-alat-reproduksi> [Accessed 29 January 2021].
    4. [online] Available at: <http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/08/Kespro-dan-KB-Komprehensi.pdf> [Accessed 29 January 2021].
    Read More
  • Berbagai informasi yang diterima mengenai kesehatan biasanya akan cukup mempengaruhi pola kehidupan sehari-hari. Namun, jika mudah percaya hanya dengan membaca satu media saja bisa sangat berbahaya sehingga kita perlu mendapatkan beberapa informasi yang valid dan sebenar-benarnya. Apalagi untuk urusan kesehatan wanita, kita harus pintar-pintar menyaring informasi ya. Pastikan membaca beberapa artikel informasi dari referensi yang terpercaya, dan kalau bisa sebaiknya bertanya langsung pada dokter. […]

    Waspada, Mitos Kesehatan Wanita yang Berbahaya!

    Berbagai informasi yang diterima mengenai kesehatan biasanya akan cukup mempengaruhi pola kehidupan sehari-hari.

    Namun, jika mudah percaya hanya dengan membaca satu media saja bisa sangat berbahaya sehingga kita perlu mendapatkan beberapa informasi yang valid dan sebenar-benarnya. Apalagi untuk urusan kesehatan wanita, kita harus pintar-pintar menyaring informasi ya.

    Pastikan membaca beberapa artikel informasi dari referensi yang terpercaya, dan kalau bisa sebaiknya bertanya langsung pada dokter.

    mitos kesehatan wanita

    Baca Juga: Hubungan antara Siklus Kehidupan dan Kesehatan Wanita

    Banyak sekali mitos yang beredar terkait kesehatan pada wanita. Jadi, yang pertama harus kita lakukan adalah jangan langsung percaya dengan informasi tentang kesehatan wanita sebelum tahu informasi yang sebenar-benarnya. Yuk, sekarang kita bahas beberapa mitos yang harus diketahui.

    1. Gairah seksual wanita akan menghilang seiring dengan bertambahnya usia

    Terkait menopause atau berhentinya menstruasi pada wanita akibatnya menurun hormon estrogen mungkin membuat gairah seks pada wanita juga menurun.

    Tetapi sebenarnya tidak ada kaitannya dengan menghilangnya gairah seks pada wanita. Karena menurut sebagian besar responden perempuan yang berusia lebih dari 50 tahun justru tetap bisa melakukan hubungan seks beberapa kali dalam sebulan.

    2. Air kencing wanita lebih sedikit daripada pria

    Pada umumnya, wanita sering sekali ke toilet untuk buang air kecil dalam jeda waktu yang dekat. Akan tetapi, pria jarang sekali ke toilet untuk buang air kecil, namun bukan berarti air kencing wanita lebih sedikt dari pria. Hanya saja yang membedakan adalah jeda waktunya dan pastinya tergantung dengan apa yang mereka minum.

    3. Berbahaya jika sering berolahraga

    Setiap tubuh memiliki kondisi kesehatan fisik yang berbeda, artinya setiap orang juga memiliki pola hidup yang berbeda-beda. Mengenai apakah seseorang membutuhkan olahraga yang intens atau secukupnya saja, tergantung pada kondisi kebutuhan fisik masing-masing orang.

    Jadi, wanita boleh-boleh saja jika ingin melakukan olahraga yang intens seperti atlet. Namun, pada wanita yang sedang menstruasi memang disarankan untuk tidak terlalu banyak beraktivitas berat, karena bisa menyebabkan kram perut sehingga menstruasi semakin berat atau bahkan mengganggu siklus menstruasi.

    Baca Juga: Intip 7 Cara Menjadi Wanita Sukses

    4. Tidak akan hamil saat menstruasi

    Banyak sekali pasangan yang gagal mencegah kehamilan dengan sistem kontrasepsi kalendar. Mengapa? Karena sperma sebenarnya akan bertahan di dalam organ reproduksi wanita selama satu minggu.

    Nah, sperma yang sabar menanti akan sangat besar kemungkinannya untuk membuahi sel telur yang sudah matang sehingga tetap bisa terjadi kehamilan meskipun sedang menstruasi.

    5. Dokter bisa mengetahui wanita yang tidak perawan

    Dokter tidak bisa mengetahui secara kasat mata, mana wanita yang sudah tidak perawan atau masih perawan. Namun, dengan perubahan fisik wanita yang sudah pernah melahirkan atau mempunyai anak, dokter bisa lebih mudah untuk membedakannya dengan wanita yang belum pernah melahirkan.

    6. Wanita yang mempunyai kerabat dekat atau tinggal bersama punya jadwal menstruasi yang sama

    Banyak sekali yang percaya dengan mitos yang mengatakan bahwa jika wanita sering tinggal bersama dengan teman wanita lainnya akan memiliki jadwal menstruasi yang hamper serupa.

    Nah, awalnya berdasarkan penelitian dari ahli psikologi menunjukkan bahwa hal ini adalah benar. Namun, setelah dipelajari lebih detail lagi, ternyata ada keselahan dalam statisnya, sehingga bisa dikatakan mitos ini tidak benar.

    7. Ejakulasi di luar tidak akan menyebabkan hamil

    Siapa bilang ejakulasi di luar tidak bisa menyebabkan hamil? Kesalahan paling besar adalah ketika percaya dengan mitos satu ini. Saat berhubungan seksual, pria mengeluarkan sejumlah cairan yang disebut dengan pre-ejakulat yang berfungsi sebagai pelumas.

    Nah, cairan ini meskipun jumlahnya sedikit namun didalamnya tetap mengandung sperma. Jadi, saat penis penetrasi di dalam vagina dan cairan tersebut keluar bisa tetap menyebabkan kehamilan, walaupun penis ditarik keluar sebelum ejakulasi.

    8. Wanita yang baru pertama kalinya berhubungan seks tidak akan hamil

    Saat wanita sudah mendapat menstruasi, kapanpun hubungan seks dilakukan, sel telur dalam organ reproduksinya akan selalu siap untuk dibuahi. Jadi, jangan sekali-kali percaya dengan mitos seperti ini. Karena bahkan pada wanita yang usianya masih sangat muda justru lebih subur dan cepat untuk memperoleh kehamilan dibandingkan dengan wanita yang sudah berumur.

    Apalagi jika melakukan hubungan seks di masa masa setelah selesai menstruasi, kemungkinan untuk memperoleh kehamilannya akan lebih besar. Jadi, tetap harus waspada dan jangan sesekali melakukan hubungan seks diluar status menikah ya.

    9. Mengonsumsi pil KB tidak akan terkena penyakit menular seksual

    Manfaat dari penggunaan pil KB adalah untuk menunda kehamilan, dan akan efektif selama dikonsumsi secara teratur. Jenis kontrasepsi ini tidak dapat mencegah penyakit menular seksual. Jadi, jika melakukan hubungan seksual berisiko dan ingin terhindar dari penyakit menular seksual, sebaiknya tetap gunakan kondom ya.

    Baca Juga: Manfaat Seks Rutin bagi Kesehatan

    Setelah membaca fakta yang telah dipaparkan terhadap mitos yang beredar di masyarakat dapat disimpulkan bahwa penting untuk selalu menyaring informasi yang diterima, apalagi jika terkait dengan kesehatan wanita.

    Usahakan untuk tidak hanya membaca dari satu sumber informasi saja, dan coba konfirmasi informasi tersebut secara langsung ke dokter agar lebih terjamin validitasnya.

    Apabila Sahabat membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai kesehatan wanita dan produk-produk kesehatan yang terkait seperti vaksinasi HPV Sahabat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah.

    Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi :

    1. Sulaeman S. Hai Wanita, Saatnya Kamu Berhenti Percaya pada Mitos Kesehatan Ini [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 4 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-3878362/hai-wanita-saatnya-kamu-berhenti-percaya-pada-mitos-kesehatan-ini
    2. Utama H, Sehat H, Diketahui 8. 8 Mitos Kesehatan Wanita yang Perlu Diketahui [Internet]. @CekAja. 2021 [cited 4 February 2021]. Available from: https://www.cekaja.com/info/terungkapnya-8-mitos-tentang-kesehatan-wanita
    3. Media K. 5 Mitos Kesehatan Wanita [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 4 February 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2009/12/19/10455433/5.Mitos.Kesehatan.Wanita
    4. Media K. Mitos dan Fakta Reproduksi, Hati-hati Keliru [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 4 February 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2009/10/06/12283222/mitos.dan.fakta.reproduksi.hati-hati.keliru
    Read More
  • Baru-baru ini ramai diberitakan seorang penderita kencing nanah meminta dokter untuk tidak memberi tahu Istri nya bahwa ia menderita kencing nanah. Nah, Sahabat Sehat apakah tahu mengenai penyakit kencing nanah ? Mari simak penjelasan berikut ini: Baca Juga: Apa Itu Perilaku Seksual Berisiko Tinggi? Apa Itu Kencing Nanah? Kencing nanah atau Gonore, merupakan salah satu […]

    Sahabat Sehat, Mari Kenali Kencing Nanah atau Gonore

    Baru-baru ini ramai diberitakan seorang penderita kencing nanah meminta dokter untuk tidak memberi tahu Istri nya bahwa ia menderita kencing nanah. Nah, Sahabat Sehat apakah tahu mengenai penyakit kencing nanah ? Mari simak penjelasan berikut ini:

    kencing nanah atau gonore

    Baca Juga: Apa Itu Perilaku Seksual Berisiko Tinggi?

    Apa Itu Kencing Nanah?

    Kencing nanah atau Gonore, merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Seseorang beresiko menderita penyakit kencing nanah jika berganti pasangan seksual, melakukan seks oral maupun seks anal dengan penderita kencing nanah.

    Ada 90 juta kasus gonore di dunia setiap tahunnya, dan jumlah ini meningkat hingga 17% per tahun.

    Apa Gejala Kencing Nanah?

    Sahabat Sehat, gejala kencing nanah akan muncul dalam 2 hingga 14 hari setelah terpapar. Pada pria, gejala kencing nanah yang dialami berupa :

    • Sensasi terbakar saat buang air kecil
    • Sering buang air kecil
    • Keluarnya cairan seperti nanah dari penis
    • Bengkak atau kemerahan pada pembukaan penis
    • Bengkak atau nyeri di testis
    • Mengejan saat buang air besar

    Sedangkan pada wanita, gejala kencing nanah yang dialami sebagai berikut:

    • Keputihan (berair, berwarna kuning kehijauan)
    • Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil
    • Sering buang air kecil
    • Rasa sakit saat berhubungan seksual
    • Nyeri tajam di perut bagian bawah
    • Demam

    Bagaimana Cara Mendiagnosis Kencing Nanah?

    Kencing Nanah dapat didiagnosis dengan mengambil sampel cairan dari kemaluan untuk diperiksa di laboratorium.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Apa Komplikasi Kencing Nanah ?

    Sahabat Sehat perlu mewaspadai penyakit kencing nanah, karena dapat menimbulkan komplikasi seperti:

    • Kemandulan
    • Terjadinya infeksi di seluruh tubuh
    • Meningkatnya resiko terinfeksi HIV/AIDS
    • Infeksi pada bayi (jika Ibu hamil menderita kencing nanah)

    Bagaimana Cara Mencegah Kencing Nanah?

    Sahabat Sehat, kencing nanah dapat dicegah dengan melakukan beberapa cara berikut:

    • Gunakan alat kontrasepsi (kondom) saat berhubungan seksual
    • Hindari berganti pasangan seksual
    • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala

    Apakah Kencing Nanah Dapat Diobati?

    Hingga kini kencing nanah dapat ditangani dengan pemberian obat antibiotik, yang sesuai resep dokter. Namun Sahabat Sehat juga tetap perlu menjaga higienitas area kemaluan dan hindari berganti pasangan seksual.

    Baca Juga: 6 Tips Menghindari Perilaku Seks Berisiko

    Penanganan Kencing Nanah Di Masa Pandemi Covid-19

    Dengan adanya pandemi Covid-19,memunculkan kekhawatiran bahwa bakteri gonore yang merupakan penyebab penyakit kencing nanah menjadi kebal terhadap segala jenis antibiotik yang diberikan. Hal itu dikarenakan bakteri gonore telah berubah menjadi super gonore yang disebut 5 kali lipat lebih infeksius.

    Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat (Centers for Disease Control and Prevention) bahkan disebut telah mengubah rekomendasi tatalaksana pemberian obat untuk penyakit kencing nanah karena adanya resistensi bakteri gonore.

    Baca Juga: Pria, Seks, dan HPV Berikut Pembahasannya!

    Itulah Sahabat Sehat mengenai penyakit kencing nanah atau Gonore yang merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual. Sahabat Sehat disarankan untuk tidak berganti pasangan seksual, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, dan jangan lupa lakukan vaksinasi HPV di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah.

    Produk Terkait: Vaksinasi HPV

    Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Dwianto A. Takut Ketahuan Selingkuh, Kisah Suami Idap Gonore Ini Viral [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 18 April 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5533188/takut-ketahuan-selingkuh-kisah-suami-idap-gonore-ini-viral
    2. Dwianto A. Mengenal Gonore, Viral Dialami Seorang Suami yang Takut Ketahuan Selingkuh [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 18 April 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5532113/mengenal-gonore-viral-dialami-seorang-suami-yang-takut-ketahuan-selingkuh
    3. Media K. Gonore: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dan Cara Mencegah Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 18 April 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/12/31/180500768/gonore–gejala-penyebab-cara-mengobati-dan-cara-mencegah?page=all
    4. Pandemi Covid-19, WHO Takut Super Gonore Makin Resisten Terhadap Antibiotik [Internet]. suara.com. 2021 [cited 18 April 2021]. Available from: https://www.suara.com/health/2020/12/22/150412/pandemi-covid-19-who-takut-super-gonore-makin-resisten-terhadap-antibiotik

     

    Read More
  • Bagi sebagian ibu menyusui, melakukan aktivitas seksual dapat menjadi suatu kegiatan yang kurang nyaman. Perubahan kondisi fisik dan psikis saat menyusui seperti payudara yang terisi penuh, masa nifas, dan emosi sebagai ibu baru turut berperan dalam gangguan hubungan seksual. Hal tersebut dapat membuat gairah dan mood untuk berhubungan seksual berkurang atau bahkan menghilang. Baca Juga: […]

    Tips Bercinta untuk Ibu Menyusui Agar Tetap Nyaman

    Bagi sebagian ibu menyusui, melakukan aktivitas seksual dapat menjadi suatu kegiatan yang kurang nyaman. Perubahan kondisi fisik dan psikis saat menyusui seperti payudara yang terisi penuh, masa nifas, dan emosi sebagai ibu baru turut berperan dalam gangguan hubungan seksual. Hal tersebut dapat membuat gairah dan mood untuk berhubungan seksual berkurang atau bahkan menghilang.

    tips bercinta untuk ibu menyusui

    Baca Juga: Kehidupan Seks Tetap Membara Setelah Menikah dan Punya Anak

    Kapan waktu yang tepat untuk dapat berhubungan seksual lagi?

    Selama kehamilan dan proses persalinan, tubuh telah banyak berubah sehingga mempengaruhi kehidupan seks Anda. Perubahan hormonal pasca melahirkan dapat mempengaruhi jaringan pada vagina menjadi lebih tipis dan lebih sensitif. Vagina, rahim, dan leher rahim juga perlu kembali ke ukuran normal sembari mengistirahatkan tubuh anda pasca melahirkan.

    Sebenarnya tidak ada masa tunggu yang diwajibkan untuk anda dapat berhubungan seksual. Namun,  ebanyakan penyedia layanan kesehatan menganjurkan menunggu sekitar empat hingga enam minggu pasca melahirkan untuk dapat kembali berhubungan seksual, apapun metode persalinannya.

    Jika Anda memutuskan untuk mulai berhubungan seks kembali, pastikan terlebih dahulu bahwa anda sudah tidak lagi mengalami keputihan pascapartum atau lochia.

    Kondisi seperti ini umum dialami wanita pasca melahirkan dan dapat terjadi selama beberapa minggu sesudahnya. Memaksakan diri berhubungan seks saat masih masih mengeluarkan lochia akan memicu risiko anda terkena infeksi.

    Selain itu, risiko komplikasi pasca melahirkan juga sangat tinggi selama periode dua minggu pertama setalah persalinan. Selain luka robekan pasca melahirkan dan keputihan, Anda juga akan mengalami kelelahan, vagina kering, nyeri, dan kurang bergairah dalam berhubungan seks.

    Jika anda mengalami robekan pada vagina yang memerlukan perawatan melalui pembedahan, kemungkinan Anda akan menunggu lebih lama lagi.

    Apakah akan menyakitkan?

    Perubahan yang terjadi pada hormon dapat menyebabkan vagina Anda terasa kering, terutama ketika Anda sedang menyusui. Jika sebelumnya dilakukan tindakan episiotomi atau robekan perineum, kemungkinan Anda akan merasa sakit ketika berhubungan seks. Ada beberapa cara dalam meredakan ketidaknyamanan tersebut, seperti:

    Menggunakan pereda nyeri

    Misalnya dengan mandi air hangat, mengonsumsi pereda nyeri, atau bisa juga dengan mengosongkan kandung kemih anda. Apabila anda mengalami rasa terbakar setelahnya, tempelkan es yang dibungkus handuk kecil di area tersebut.

    Gunakan pelumas

    Pelumas dapat membantu melembabkan area yang kering pada vagina.

    Produk Terkait: Jual Pelumas

    Lakukan percobaan

    Mendiskusikan solusi alternatif perihal masalah vagina dengan pasangan anda merupakan hal yang tepat. Beri tahu pasangan anda perlakuan seperti apa yang terasa nyaman dan yang terasa tidak nyaman.

    Berlatih kagels

    Latihan kagels dapat membantu Anda mempersiapkan kembali otot dasar panggul serta dapat membantu mengatasi masalah umum pada pasca persalinan seperti inkontinensia. Melatih otot seperti ini juga dapat membantu dalam mendapatkan kembali kekuatan dan sensasi pada vagina anda.

    Apabila hubungan seksual Anda terus terasa menyakitkan, segera konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan penanganan.

    Apakah menyusui dapat mempengaruhi kehidupan seks?

    Hal ini mungkin saja terjadi karena lubrikasi vagina anda berkurang dibandingkan saat hamil. Payudara Anda juga akan berkurang sensitifitasnya terhadap rangsangan seksual dibanding sebelumnya. Untuk itu penting untuk selalu komunikasikan dengan pasangan mengenai hal ini.

    Baca Juga: 7 Cara Meningkatkan Gairah Pasangan

    Apa saja tips bercinta untuk ibu menyusui?

    Kekhawatiran terbesar bagi ibu menyusui ketika sedang berhubungan seks adalah payudara yang bocor atau menetes diwaktu yang tidak tepat. Selama klimaks, hampir semua wanita akan mengalami letdown (payudara bocor atau susu menyemprot). Beberapa tips dalam melakukan hubungan seksual saat menyusui di antaranya adalah

    Cari posisi yang nyaman

    Anda dapat mencoba posisi woman on top dan spooning, posisi ini mampu menaikan gairah aat berhubungan seksual dan juga membuat Anda merasa nyaman. Namun, apabila pada posisi seperti ini payudara anda sakit, anda dapat segera berganti arah.

    Salah satu penyebab menurunnya gairah bercinta dapat disebabkan oleh penggunaan alat kontrasepsi pada saat menyusui. Kondisi seperti ini merupakan hal yang wajar dan tidak perlu di khawatirkan. Tidak ada salahnya bagi anda untuk tetap mencari alat kontrasepsi terbaik agar keintiman dengan pasangan tetap terjaga.

    Gunakan bra saat berhubungan seksual

    Meskipun terdengar sedikit aneh, namun cara ini cukup efektif. Jika anda cemas ASI anda akan bocor saat bercinta, tidak ada salahnya untuk antisipasi menggunakan bra sebelumnya.

    Baca Juga: Jangan Sembarang Pakai, Yuk Ukur Bra dengan Benar!

    Walaupun dengan menggunakan membuat anda atau pasangan kurang nyaman, cara ini sangat membantu kalian dalam menikmati aktivitas bercinta. Menggunakan bra juga dapat mencegah tetesan ASI membasahi ranjang.

    Kurangi rangsangan di area payudara

    Kadar hormon prolaktin akan meningkat saat ibu sedang menyusui. Kondisi ini akan menurunkan esterogen dan libido dalam tubuh ibu. Hal ini berpengaruh pada menurunnya respons seksual. Dengan melakukan rangsangan di area payudara, justru akan membuat ASI penuh dan bocor yang menyebabkan pasangan menjadi tidak nyaman.

    Alangkah lebih baik jika meminta suami untuk mengurangi rangsangan di area payudara. Manfaatkan titik sensitif lainnya yang dapat membuat anda lebih terangsang sehingga menaikan gairah bercinta anda, seperti di belakang telinga, leher atau paha bagian dalam.

    Lakukan pada saat mandi

    Selain menguntungkan, anda juga akan mendapatkan sensasi baru ketika bercinta saat pada saat mandi. Anda tidak perlu lagi khwatir ASI yang keluar akan mengganggu keintiman anda dengan pasangan, karena ASI yang keluar akan terlarut dalam air. Mandi Bersama dengan pasangan juga akan mempererat hubungan anda dengan suami.

    Sebelum memulai aktivitas seksual, Anda dan pasangan dapat melakukan pemanasan yang dapat memicu gairah bercinta. Dengan saling memijat dan bersenda gurau, Anda dapat mencairkan suasana dan membangun keintiman sebelum berlanjut ketahap selanjutnya.

    Gunakan waktu ketika anak telah tidur

    Dengan hadirnya anak, tentunya akan membuat waktu anda bersama pasangan akan berkurang. Anda tidak dapat lagi bermesraan dengan leluasa.

    Hal ini dapat memicu berbagai perdebatan akibat kurangnya komunikasi, ditambah faktor stres pekerjaan dan urusan rumah tangga lainnya. Agar hubungan dengan pasangan kembali hamonis, sebaiknya sisihkan waktu untuk melakukan quality time bersama pasangan.

    Anda dapat memanfaatkan momen ketika anak telah tertidur pulas sehingga aktivitas seksual tetap terasa nyaman dan aman. Cara ini sangat membantu dalam memperbaiki hubungan seksual antara suami istri.

    Berhubungan seksual antara dalam pernikahan selain untuk mendapatkan kenikmatan, tentunya juga untuk mempererat hubungan agar terus harmonis. Namun, ada kalanya jika aktivitas seksual tersebut terhalang oleh kondisi istri yang belum pulih setelah melahirkan maupun ketika sedang dalam masa menyusui.

    Baca Juga: 11 Makanan Penurun Gairah Seksual yang Harus Dihindari

    Sebab, berhubungan intim dalam kondisi tersebut akan menimbulkan rasa sakit bagi si Ibu, jika sudah demikian alangkah baiknya untuk segera menghentikan aktivitas seks tersebut.

    Demi mencegah hal yang tidak diinginkan, sebaiknya Sahabat Sehat konsultasikan dahulu dengan dokter mengenai permasalahan seks yang sedang dihadapi.

    Agar aktivitas seksual anda tetap aman dan nyaman., serta sebagai pencegahan dari munculnya berbagai penyakit, khususnya di daerah kewanitaan, penting banget loh buat kita tetap menjaga kebersihan dan menjalankan pola hidup yang sehat.

    Selain itu, Sahabat Sehat juga tidak ada salahnya untuk lebih memproteksi diri dengan melakukan vaksinasi HPV atau Human Papillomavirus agar terhindar dari kanker serviks.

    Produk Terkait: Vaksinasi HPV

    Sekarang vaksinasi HPV telah hadir di Prosehat dengan fasilitas penggunaan teknologi telemedisin yang akan memudahkan pasien dalam berkonsultasi secara daring atau online melalui perangkat teknologi milik sahabat.

    Selain itu, prosehat memiliki layanan vaksinasi HPV ke rumah sehingga sahabat dapat melakukan vaksinasi dengan aman tanpa perlu khawatir tertular COVID-19 serta sahabat ikut turut mendukung program pemerintah untuk mencegah timbulnya virus HPV.

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. 2021. Let’s talk about sex: After the baby | BabyCenter. [online] Available at: <https://www.babycenter.com/baby/postpartum-health/lets-talk-about-sex-after-the-baby_11802> [Accessed 1 April 2021].
    2. 2021. Sex After Birth: What to Expect and How Long to Wait. [online] Available at: <https://www.healthline.com/health/pregnancy/sex-after-birth> [Accessed 1 April 2021].
    3. (COVID-19), C., Health, E., Disease, H., Disease, L., Management, P., Conditions, S., Problems, S., Disorders, S., Checker, S., Blogs, W., Answers, Q., Guide, I., Doctor, F., A-Z, C., A-Z, S., Drugs, C., Pregnant, T., Medications, M., Identifier, P., Interactions, C., Tool, D., Management, D., Obesity, W., Recipes, F., Exercise, F., Beauty, H., Balance, H., Relationships, S., Care, O., Health, W., Health, M., Well, A., Sleep, H., Teens, H., Pregnant, G., Trimester, F., Trimester, S., Trimester, T., Baby, N., Health, C., Vaccines, C., Kids, R., Cats, H., Dogs, H., Updates, C., Here, C., Now, C., Experts, C., Social Distancing, Q., Blogs, W., Center, N. and Stories, F., 2021. Your Sex Life After Baby: When You Can Get Back to Sex, How to Find the Energy. [online] WebMD. Available at: <https://www.webmd.com/parenting/baby/features/your-sex-life-after-baby> [Accessed 1 April 2021].

     

    Read More
  • Obesitas atau biasa disebut dengan kelebihan berat badan merupakan masalah medis kronis jangka panjang yang terjadi saat seseorang memiliki lemak tubuh yang terlalu banyak sehingga bisa berdampak buruk pada kesehatan. Seseorang dapat didiagnosis obesitas apabila memiliki indeks massa tubuh (IMT) yang tinggi. Baca Juga: Berikut 7 Kiat Sederhana Mengatasi Obesitas IMT adalah suatu indikator umum […]

    Berbahaya! Simak 14 Dampak Obesitas Bagi Wanita Berikut!

    Obesitas atau biasa disebut dengan kelebihan berat badan merupakan masalah medis kronis jangka panjang yang terjadi saat seseorang memiliki lemak tubuh yang terlalu banyak sehingga bisa berdampak buruk pada kesehatan. Seseorang dapat didiagnosis obesitas apabila memiliki indeks massa tubuh (IMT) yang tinggi.

    dampak obesitas bagi wanita

    Baca Juga: Berikut 7 Kiat Sederhana Mengatasi Obesitas

    IMT adalah suatu indikator umum yang sering dipakai oleh dokter atau ahli gizi untuk menilai proporsi berat badan seseorang sesuai dengan usia, tinggi badan, dan jenis kelaminnya. Pengukuran ini dihitung dengan cara menggabungkan berat badan dan tinggi badan.

    Berat Status Indeks Massa Tubuh

    Kurang dari 18,5 = Rendah
    18,5 – 24,9 = Normal
    25,0 – 29,9 = Kelebilahan berat badan
    30,0 ke atas = Obesitas

    Secara umum, tubuh wanita cenderung lebih mudah mengalami obesitas dibandingkan pria. Tidak hanya akan merusak penampilan dan mengurangi rasa percaya diri, namun obesitas pada tubuh wanita juga mempunyai efek lebih buruk pada kesehatan.

    Efek obesitas pada umumnya bersifat medis, sedangkan pada wanita juga akan mempengaruhi psikologis atau kejiwaannya. Apabila psikisnya sudah tidak sehat maka akan semakin memperburuk kondisi kesehatannya.

    Berikut ini adalah beberapa dampak buruk yang ditimbulkan obesitas pada tubuh wanita

    1. Menstruasi Tidak Teratur

    Tidak teraturnya siklus menstruasi merupakan perubahan signifikan akibat bertambahnya berat badan. Obesitas seringkali dikaitkan dengan peningkatan risiko terjadinya ketidakteraturan haid.

    Hal tersebut dikarenakan adanya lemak berlebih yang mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh. Biasanya kondisi ini lebih banyak diderita oleh remaja akibat kebiasaan sering konsumsi makanan cepat saji.

    2. Risiko Serangan Jantung

    Sama halnya dengan wanita yang menopause, wanita obesitas juga memiliki risiko terkena serangan jantung yang lebih besar. Selalu ingat bahwa setiap orang yang mengalami obesitas akan masuk ke dalam kategori risiko tinggi mengidap penyakit jantung.

    3. Degenerasi Otot

    Degenerasi otot dapat terjadi akibat terlalu banyaknya lemak yang menumpuk pada tubuh. Orang obesitas pada umumnya kurang berolahraga ataupun menggerakan badan, sehingga mengakibatkan lemah otot.

    4. Tekanan Darah Tinggi

    Obesitas merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya hipetensi atau tekanan darah tinggi akibat penumpukan kolestrol pada pembuluh darah. Meningkatnya kasus obesitas yang bersamaan dengan hipertensi dapat memicu diabetes dan penyakit ginjal kronis.

    5. Arthritis

    Arthritis atau radang sendi adalah kondisi tubuh sudah tidak bisa menerima tekanan ekstra dari berat badan yang berlebihan. Oleh karena itu, penderita obesitas memiliki risiko tinggi terkena pernyakit inflamasi kronis seperti arthritis.

    Baca Juga: 9 Jenis Penyakit Autoimun yang Terjadi pada Tubuh

    Sendi, otot kaki dan juga punggung bagian bawah akan kaku dan sakit, sehingga kondisi ini akan mempengaruhi postur tubuh dalam jangka panjang.

    6. Tumit Pecah-Pecah

    Berat badan yang berlebih akan membuat tekanan secara ekstrem terhadap tubuh. Hal ini dapat mengakibatkan tumit pecah-pecah dan terasa perih menyakitkan.

    7. Batu Empedu

    Terbentuknya batu di kantung emppedu disebabkan karena metabolisme lemak yang tidak tepat. Hal ini dapat terjadi ketika seseorang menurunkan berat badan secara drastis dalam jumlah besar berisiko terhadap batu empedu.

    8. Kista

    Kista ovarium dapat terjadi akibat kebiasaan pola makan yang tidak sehat. Terbentuknya kista kecil di ovarium dapat menyebabkan siklus menstruasi yang tidak teratur, bahkan yang lebih parah, dapat menyebabkan kemandulan pada beberapa kasus.

    9. Kemandulan

    Obesitas pada wanita dapat mengakibatkan ketidaksuburan dan berpotensi mengidap sindrom ovarium polikistik yang menyebabkan kemandulan. Hal ini disebabkan ketidakseimbangan horman sehingga terjadi infertilitas atau kemandulan pada wanita.

    10. Masalah Kulit

    Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya masalah kulit pada penderita obesitas adalah adanya perubahan hormon pada tubuh, sehingga mengakibatkan menghitamnya daerah leher atau lipatan tubuh lainnya.

    Selain itu, perenggangan kulit juga dapat menyebabkan stretch mark. Lembabnya daerah lipatan tubuh dapat memicu timbulnya bakteri dan jamur hingga menimbulkan ruam kulit serta berbagai infeksi lainnya.

    11. Depresi

    Ketidakseimbangan hormon pada wanita penderita obesitas dapat menyebabkan efek psikologis dalam tubuh. Selain itu, mereka akan lebih sering mengalami stress terkait berat badannya dibandingkan dengan wanita dengan tubuh kurus.

    Hal ini tidak hanya terjadi pada pada wanita yang benar-benar kelebihan berat badan, namun juga dapat terjadi pada wanita yang berpikir bahwa mereka gemuk. Penderita obesitas biasanya malu dan takut akan diejek sehingga mereka cenderung memilih untuk menyediri atau mengisolasi diri dari kehidupan sosial dan hal tersebut merupakan tanda-tanda seseorang yang depresi.

    12. Berdampak Saat Melahirkan

    Pada wanita obesitas yang sedang hamil memiliki risiko yang tinggi terjadinya diabetes kehamilan. Sedangkan dampak dari wanita hamil yang tekena diabetes itu sendiri akan membuat berat badan bayi lebih besar dibanding dengan bayi normal lainnya sehingga kemungkinan akan lahir secara Caesar.

    Selain itu, bayi tersebut akan berisiko tinggi terkena penyakit kuning dan bahkan fungsi jantungnya dapat terpengaruh.

    Baca Juga: Mari Mengenal Penyakit Kuning pada Bayi

    13. Kanker Rahim

    Risiko terkena kanker rahim akan meningkat akibat dari sel-sel lemak wanita yang memproduksi hormon esterogen. Semakin banyak lemak, maka akan semakin banyak estrogen di dalam tubuhnya. Selain itu, reaksi endometrium terhadap estrogen akan membuat penebalan yang meningkat sehingga memicu kanker rahim.

    14. Varises

    Timbulnya varises karena pelebaran pemuluh darah dapat menyebabkan melemahnya dinding pembuluh darah. Varises dapat muncul seperti kumpulan pembuluh darah berwarna biru ataupun ungu yang terkadang dilapisi kapiler merah tipis atau yang biasa disebut dengan spider veins.

    Obesitas adalah salah satu faktor dari risiko utama terjadinya varises, selain dari riwayat keluarga, jenis kelamin, umur, karena kehamilan, ataupun kurang gerak.

    Jadi, tidak ada salahnya untuk menjaga tubuh agar tidak terlalu gemuk. Oleh sebab itu, mulailah dari sekarang untuk menjaga berat badan sahabat agar tetap sehat dengan berolahraga secara teratur dan menerapkan pola makan sehat.

    Dengan memiliki berat badan yang ideal, Sahabat Sehat dapat mengurangi risiko terkena penyakit serta dapat menjalankan hidup maksimal yang berkualitas.

    Baca Juga: 10 Obat Herbal Obesitas yang Layak Dicoba

    Selain itu, Sahabat perlu melakukan vaksinasi HPV atau Human Papillomavirus agar terhindar dari kanker serviks. Sekarang vaksinasi HPV telah hadir di Prosehat dengan fasilitas penggunaan teknologi telemedisin yang akan memudahkan pasien dalam berkonsultasi secara daring atau online melalui perangkat teknologi milik sahabat.

    Prosehat juga memiliki layanan vaksinasi HPV ke rumah sehingga sahabat dapat melakukan vaksinasi dengan aman tanpa perlu khawatir tertular COVID-19 serta sahabat ikut turut mendukung program pemerintah untuk mencegah timbulnya virus HPV.

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Ratini M. Health Risks Linked to Obesity. [online] WebMD. Available at: <https://www.webmd.com/diet/obesity/obesity-health-risks> [Accessed 18 March 2021].
    2. Alfian, A., 2021. Pengertian Obesitas Dan Penyebab Obesitas. [online] Academia.edu. Available at: <https://www.academia.edu/10916589/Pengertian_Obesitas_Dan_Penyebab_Obesitas> [Accessed 18 March 2021].
    3. 2021. 10 Tanda Seseorang Mengalami Obesitas. [online] Available at: <https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-2348609/10-tanda-seseorang-mengalami-obesitas> [Accessed 18 March 2021].
    4. 2021. Begini Efek Buruknya Kegemukan di Tubuh Wanita. [online] Available at: <https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-2256288/begini-efek-buruknya-kegemukan-di-tubuh-wanita> [Accessed 18 March 2021].
    5. com. 2021. Dampak buruk obesitas pada kesehatan wanita Semua Halaman | merdeka.com. [online] Available at: <https://www.merdeka.com/sehat/dampak-buruk-obesitas-pada-kesehatan-wanita.html?page=all> [Accessed 18 March 2021].

     

     

    Read More
  • Kanker merupakan penyebab kematian terbanyak kedua di dunia setelah penyakit jantung. Bagi kaum wanita, jumlah penderita kanker serviks menempati posisi kedua tertinggi setelah kanker payudara. Kanker serviks adalah tumor ganas yang berasal dari serviks (mulut rahim) dan 90% diawali oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Meskipun kanker serviks memiliki tingkat keberhasilan pencegahan dan kesembuhan paling […]

    Kanker Serviks Bisakah Disembuhkan?

    Kanker merupakan penyebab kematian terbanyak kedua di dunia setelah penyakit jantung. Bagi kaum wanita, jumlah penderita kanker serviks menempati posisi kedua tertinggi setelah kanker payudara. Kanker serviks adalah tumor ganas yang berasal dari serviks (mulut rahim) dan 90% diawali oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Meskipun kanker serviks memiliki tingkat keberhasilan pencegahan dan kesembuhan paling tinggi di antara jenis kanker lainnya, sampai pada tahun 2013, lebih dari separuh populasi wanita di dunia mendapat kanker serviks setiap tahun. Hal ini disebabkan kurang terlaksananya strategi pencegahan kanker serviks, yaitu vaksinasi HPV dan deteksi dini. Saat ini, di Indonesia telah tersedia fasilitas yang melaksanakan strategi tersebut. Oleh karena itu, sayang sekali jika Anda atau kerabat akhirnya menderita kanker serviks hanya karena kita tidak memiliki informasi yang cukup. Melalui artikel ini, mari kita kupas bersama cara pencegahan dan terapi efektif kanker serviks!

    Siapa saja yang harus mendapat vaksin HPV?

    Setiap remaja perempuan dan wanita berusia 9 – 26 tahun yang tidak sedang hamil, disarankan mendapat vaksin HPV dan sebaiknya sebelum melakukan hubungan seksual pertama kali. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan usia terbaik untuk mendapat vaksin HPV adalah 11 – 12 tahun. Untuk perempuan berusia < 14 tahun, cukup diberikan dua dosis (dua kali penyuntikkan) dengan jarak waktu 6 – 12 bulan, sedangkan untuk perempuan berusia 14 – 26 tahun diperlukan tiga dosis (tiga kali penyuntikkan). Jadwal vaksin tiga dosis ini berbeda – beda sesuai dengan jenis vaksin yang diberikan. Di Indonesia, terdapat dua jenis vaksin HPV yaitu kuadrivalen (melawan HPV tipe 6, 11, 16, dan 18) dan bivalen (melawan HPV tipe 16 dan 18). Jika Anda menggunakan vaksin kuadrivalen, penyuntikkan dilakukan di bulan ke 0, 2, dan 6, sedangkan jika Anda menggunakan vaksin bivalen, penyuntikkan dilakukan di bulan ke 0, 1, dan 6.

    Baca Juga: Fakta Seputar Tetanus Pada Anak

    Hingga saat ini belum ada penelitian yang membandingkan perbedaan efektivitas kedua jenis vaksin tersebut, tapi keduanya terbukti mencegah kanker serviks yang disebabkan HPV tipe 16 dan 18 sebesar hampir 100%. Perlu diketahui, kanker serviks juga dapat disebabkan oleh HPV tipe lain dan virus lain, meskipun memang penyebab tersering kanker serviks dan paling berbahaya adalah HPV tipe16 dan 18. Setelah mendapat vaksin HPV, setiap wanita di atas usia 30 tahun tetap wajib melakukan pemeriksaan rutin untuk skrining kanker serviks.

    Sebagai informasi tambahan, pria berusia 9 – 26 tahun juga disarankan mendapat vaksin HPV karena selain menyebabkan kanker serviks, beberapa tipe HPV juga dapat menyebabkan    kanker lain seperti anus, penis (alat kelamin pria), dan orofaring (dinding belakang rongga mulut).

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV

    Kanker serviks paling bisa disembuhkan di antara kanker lain karena perjalanan penyakitnya cukup lama, sehingga konsensus merekomendasikan setiap wanita melakukan pemeriksaan rutin mulai usia 30 tahun setiap 5 tahun sekali, karena semakin  awal stadium saat terdeteksi, semakin besar tingkat kesembuhannya. Pemeriksaan kanker serviks dilakukan secara bertahap. Pemeriksaan awal (skrining) bertujuan untuk melihat apakah ada kelainan pada serviks, berupa Pap smear (sel serviks diambil dan diperiksa di laboratorium) atau  tes Inspeksi Visual Asam-asetat/IVA yang lebih sederhana (kapas yang dibasahi asam-asetat ditempel di serviks selama 5 menit, kemudian serviks diamati secara langsung).

    Baca Juga: 5 Mitos Nyeri Sendi

    Jika hasil skrining menunjukkan kelainan, perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa kolposkopi (melihat serviks secara langsung dengan bantuan alat seperti mikroskop, bernama kolposkop) dan biopsi (mengambil sedikit jaringan serviks untuk diperiksa di laboratorium) untuk menegakkan diagnosis.

    Apa saja pilihan pengobatan yang tersedia di Indonesia bagi penderita kanker serviks? Berapa besar kemungkinan untuk sembuh?

    Pilihan pengobatan kanker serviks bergantung pada stadium saat terdiagnosis. Perjalanan dari infeksi HPV hingga menjadi kanker membutuhkan waktu kurang lebih 7 tahun. Sel serviks yang terinfeksi secara persisten (bertahan dalam waktu yang lama) akan berubah menjadi lesi pra-kanker atau disebut cervical intraepithelial neoplasia (CIN), yaitu sel serviks yang tidak normal tapi belum sepenuhnya berubah menjadi sel kanker. Jika seseorang terdeteksi pada stadium CIN, ada 3 pilihan prosedur pengobatan. World Health Organization (WHO) menyatakan pilihan terbaik saat ini adalah ablasi (menghancurkan sel tidak normal tanpa membuang bagian dari serviks). Prosedur ablasi dilakukan tanpa bius umum, dengan menggunakan alat bersuhu sangat dingin (-90oC) atau sangat panas (100 – 120oC) untuk membunuh sel serviks yang tidak normal. Prosedur ini memiliki angka kesembuhan 85 – 95%. Pilihan kedua adalah eksisi serviks (membuang seluruh atau sebagian dari serviks) dengan kemungkinan kesembuhan 84%. Pilihan ketiga adalah histerektomi (mengangkat rahim), dapat menjadi pilihan bagi wanita yang sudah tidak ingin memiliki anak.

    Baca Juga: 6 Mitos dan Fakta Seputar Imunisasi

    Jika stadium CIN terlewati dan berlanjut menjadi kanker, pilihan pengobatan akan berkurang. Pada kanker serviks stadium I (kanker terbatas pada serviks), terdapat pilihan eksisi dan pengangkatan seluruh bagian serviks bagi wanita yang masih ingin memiliki anak, atau pengangkatan rahim jika sudah tidak ingin memiliki anak. Harapan hidup untuk 5 tahun ke depan pada stadium I masih 100%. Pada stadium II (harapan hidup untuk 5 tahun: 44 – 68%) dan stadium III (harapan hidup untuk 5 tahun: 18 – 39%), operasi sulit memberikan hasil yang baik, sehingga pilihan terbatas pada kemoradiasi (gabungan kemoterapi dan radioterapi). Jika sampai pada stadium IV-A (harapan hidup untuk 5 tahun: 18 – 39%), kemoradiasi menjadi pilihan utama, dan pada kasus yang sangat jarang dapat dilakukan pengangkatan seluruh organ panggul. Pada stadium akhir, yaitu IV-B, harapan hidup dalam 5 tahun ke depan sudah < 18%, sehingga umumnya perawatan yang diberikan bukan bertujuan untuk menyembuhkan tetapi meningkatkan kualitas hidup dengan bantuan kemoradiasi.

    Jadi, kanker serviks bisa disembuhkan jika terdeteksi pada stadium awal. Perlu diketahui, setelah dinyatakan sembuh, masih terdapat kemungkinan untuk muncul sel kanker baru sebesar 30 – 70%, tergantung kondisi masing – masing pasien. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap perempuan untuk melakukan vaksin HPV dan pemeriksaan rutin sesuai rekomendasi untuk mencegah kanker serviks.

    Baca Juga: 10 Makanan si Pencegah Kanker Serviks

    Nah, bila Sahabat ingin melindungi diri dan keluarga dari bahaya kanker serviks, tak perlu bingung untuk melakukan vaksinasi HPV, Sahabat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Referensi

    1. Castle P, Murokora D, Perez C, Alvarez M, Quek S, Campbell C. Treatment of cervical intraepithelial lesions. International Journal of Gynecology & Obstetrics. 2017;138:20-25.
    2. Hoffman B, Schorge J, Schaffer J, Halvorson L, Bradshaw K, Cunningham F. Williams Gynecology. 2nd ed. McGrawHill; 2012.
    3. HPV Vaccine Information For Young Women [Internet]. Cdc.gov. 2017 [cited 6 July 2018]. Available from: https://www.cdc.gov/std/hpv/stdfact-hpv-vaccine-young-women.htm
    4. JadwalImunisasi 2017 [Internet]. IDAI. 2017 [cited 6 July 2018]. Available from: http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-2017
    5. Petry K. HPV and cervical cancer. Scandinavian Journal of Clinical and Laboratory Investigation. 2014;74(sup244):59-62.

     

    Read More
  • Sahabat Sehat, sudah tahukah Anda mengenai vaksin HPV? Apa kegunaannya, apa saja jenisnya, dan bagaimana pemberian yang tepat? Simaklah artikel di bawah ini yang akan membahas seputar vaksin tersebut. Baca Juga: Amankah Vaksinasi HPV Selama Pandemi Corona? Vaksin HPV adalah vaksin yang bertujuan untuk mencegah penyakit menular seksual akibat human papillomavirus. Vaksin ini terbukti efektif […]

    Apa Bedanya HPV Bivalen dan Tetravalen?

    Sahabat Sehat, sudah tahukah Anda mengenai vaksin HPV? Apa kegunaannya, apa saja jenisnya, dan bagaimana pemberian yang tepat? Simaklah artikel di bawah ini yang akan membahas seputar vaksin tersebut.

    HPV bivalen dan tetravalen

    Baca Juga: Amankah Vaksinasi HPV Selama Pandemi Corona?

    Vaksin HPV adalah vaksin yang bertujuan untuk mencegah penyakit menular seksual akibat human papillomavirus. Vaksin ini terbukti efektif untuk mencegah terjadinya penyakit kanker leher rahim pada perempuan akibat paparan terhadap HPV. Selain itu, vaksin ini juga dapat mencegah kanker vagina dan vulva pada perempuan, serta penyakit kutil kelamin maupun kanker anus pada perempuan dan laki-laki. Berikut adalah tipe HPV yang dapat menimbulkan penyakit:

    • HPV tipe 16 dan 18, penyebab 70% kejadian penyakit kanker leher rahim.
    • HPV tipe 6 dan 11, menyebabkan 90% kejadian penyakit kutil kelamin.
    • Terdapat pula 5 tipe HPV lainnya yaitu tipe 31, 33, 45, 52, dan 58 yang dapat menyebabkan kanker leher rahim, kanker vagina, kanker vulva, kanker anus, kanker penis, dan kanker tenggorokan.1,2

    Berdasarkan cakupan tipe HPV yang dapat dicegah dengan vaksin, maka terdapat dua jenis vaksin HPV yang digunakan di Indonesia:

    • Bivalen

    Vaksin HPV bivalen memberikan proteksi terhadap HPV tipe 16 dan 18 yang dapat mencegah kanker leher rahim.

    • Tetravalen

    Vaksin HPV tetravalen memberikan proteksi terhadap HPV tipe 6, 11, 16, dan 18. Sehingga selain berfungsi mencegah kanker leher rahim, vaksin ini juga memberikan perlindungan dari penyakit kutil kelamin.1,3 

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV

    Menurut rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) vaksin HPV dapat diberikan mulai usia 10 tahun atau sebelum yang bersangkutan aktif secara seksual. Tujuannya adalah untuk memberikan kekebalan terhadap infeksi HPV sebelum yang bersangkutan aktif secara seksual dan terpapar dengan virus ini yang ditularkan melalui hubungan seksual. Vaksin HPV masih dapat diberikan kepada perempuan yang sudah aktif secara seksual dengan pertimbangan bahwa yang bersangkutan belum tentu sudah terpapar dengan jenis HPV yang dapat menimbulkan penyakit. Walaupun demikian, perlu diingat bahwa vaksin ini tidak dapat digunakan untuk mengobati infeksi HPV yang sedang terjadi. Selain pada perempuan, vaksinasi varian tetravalen pada laki-laki juga akan memberikan efek proteksi terhadap penyakit kutil kelamin dan juga menurunkan penularan HPV pada pasangannya.3,4

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Jadwal dari pemberian vaksin bivalen diberikan tiga kali yaitu:

    • Dosis pertama: saat ini
    • Dosis kedua: 1 bulan setelah dosis pertama
    • Dosis ketiga: 6 bulan setelah dosis kedua

    Sedangkan untuk vaksin tetravalen diberikan juga tiga kali yaitu:

    • Dosis pertama: saat ini
    • Dosis kedua: 2 bulan setelah dosis pertama
    • Dosis ketiga: 6 bulan setelah dosis kedua

    Apabila vaksin ini diberikan pada remaja usia 10-13 tahun, pemberian cukup diberikan 2 dosis dengan interval 6-12 bulan karena pada usia tersebut, respons antibodi yang diberikan dari 2 kali suntikan setara dengan 3 kali suntikan. Jika jadwal pemberian vaksin terlewat, Anda tidak perlu mengulangnya dari awal. Cukup dengan melengkapi dosis vaksin untuk kanker serviks yang terlewat sebelumnya.3–6

    Vaksin HPV tidak disarankan dilakukan pada wanita yang sedang hamil. Walaupun pemberian vaksin ini tidak menimbulkan gangguan pada bayi yang dikandung,  masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini. Apabila kehamilan terjadi ditengah-tengah pemberian vaksin, dosis berikutnya sebaiknya diberikan setelah melahirkan.7

    Baca Juga: Takut Sama Kanker Serviks? Vaksinasi HPV Saja!

    Efek samping dari pemberian vaksin sebenarnya tergolong cukup ringan seperti rasa nyeri pada lokasi penyuntikan, demam, pusing, dan mual. Efek samping ini juga hanya bersifat sementara dan bisa dikurangi dengan cara beristirahat dalam posisi duduk atau berbaring selama 15 menit terlebih dahulu setelah penyuntikan.7

    Demikian penjelasan singkat mengenai vaksinasi HPV dan jenis-jenisnya, semoga artikel ini bermanfaat bagi Sahabat Sehat. Yuk vaksinasi HPV sekarang untuk mencegah kanker leher rahim ke depannya, lindungi keluarga dan sahabat dengan vaksinasi lengkap di Prosehat. Mengapa di Prosehat? Karena Prosehat mempunyai layanan vaksinasi ke rumah yang mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Human Papillomavirus (HPV) Vaccines – National Cancer Institute [Internet]. 2019. Available from: https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/infectious-agents/hpv-vaccine-fact-sheet
    2. HPV Vaccine | What Is the HPV Vaccination [Internet]. Available from: https://www.plannedparenthood.org/learn/stds-hiv-safer-sex/hpv/should-i-get-hpv-vaccine
    3. Jadwal Imunisasi 2017 [Internet]. IDAI. Available from: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-2017
    4. STD Facts – HPV and Men [Internet]. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/std/hpv/stdfact-hpv-and-men.htm
    5. HPV Vaccines and Cervical Cancer [Internet]. WebMD. Available from: https://www.webmd.com/sexual-conditions/hpv-genital-warts/hpv-vaccines-human-papillomavirus
    6. HPV | For Clinicians | Vaccination Schedules and Recommendations | CDC [Internet]. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/hpv/hcp/schedules-recommendations.html
    7. HPV Vaccine Information For Young Women [Internet]. 2021. Available from: https://www.cdc.gov/std/hpv/stdfact-hpv-vaccine-young-women.htm
    Read More
  • Cakupan vaksinasi HPV: Data WHO 2014 diperkirakan 59 juta wanita mendapatkan 1 dosis dari vaksinasi HPV yang merupakan 2% dari populasi wanita tahun 2014 Burni, et al pada tahun 2016 diperkirakan 47 juta wanita mendapat 3 dosis lengkap dari vaksinasi HPV, 1,6% dari populasi global wanita tahun 2016. Data di Amerika 2017 menunjukkan sekitar 49% […]

    (Untuk Tenaga Kesehatan)-Cara Edukasi Pasien untuk Vaksinasi HPV

    Cakupan vaksinasi HPV:

    • Data WHO 2014 diperkirakan 59 juta wanita mendapatkan 1 dosis dari vaksinasi HPV yang merupakan 2% dari populasi wanita tahun 2014
    • Burni, et al pada tahun 2016 diperkirakan 47 juta wanita mendapat 3 dosis lengkap dari vaksinasi HPV, 1,6% dari populasi global wanita tahun 2016.
    • Data di Amerika 2017 menunjukkan sekitar 49% usia dewasa muda (13-17 tahun) telah divaksinasi HPV.
    • Data di Inggris 2016/2017 menunjukkan 83,8% wanita usia 13-14 tahun telah divaksinasi mengikuti program vaksinasi sekolah.
    • Di indonesia belum ada data mengenai cakupan vaksinasi HPV

    Vaksin HPV sudah beredar pertama kali tahun 2006. Dan seperti yang diketahui, infeksi HPV ditemukan hampir 100% pada semua kasus kanker serviks dan vaksin HPV yang ada saat ini dapat mencegah terjadi kanker serviks karena vaksin ini memberikan tubuh perlindungan atas virus HPV strain 16 dan 18 yang merupakan penyebab dari 70% kasus kanker serviks. Jadi, sudah 13 tahun vaksin ini beredar dan secara global baru 42% negara yang menerapkan program imunisasi/vaksinasi HPV dalam program nasional.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin HPV Diperlukan si Gadis?

    Berdasarkan sebuah survei di Amerika tahun 2010-2016, perempuan banyak yang ragu untuk mendapatkan vaksinasi HPV karena ragu akan keamanannya (22%), merasa tidak perlu (20%), tidak mengetahui HPV (13%), tidak direkomendasikan oleh dokter (10%) dan tidak aktif secara seksual (10%). Sedangkan pada laki-laki alasannya adalah tidak perlu (22%), tidak direkomendasikan dokter (17%), tidak mengetahui HPV (14%), tidak aktif secara seksual (9%) dan karena gender (2%).

    Banyak orang tua yang ragu memberikan vaksin ini pada anaknya karena merasa tidak perlu mengingat anak mereka belum aktif secara seksual, keamanan vaksin, serta penggunaan vaksin yang dianggap hanya berpengaruh pada perempuan bila dibandingkan dengan laki-laki. Namun, pada penelitian di 2 universitas di US, didapatkan bahwa perempuan-perempuan muda umumnya setuju dengan vaksinasi HPV, tetapi yang menjadi pertimbangan adalah finansial, tidak ada rekomendasi oleh dokter, dan tidak ada rekomendasi dari pasangan seksual/orang tua.

    Ternyata, faktor rekomendasi dokter berpengaruh terhadap keputusan orang tua/perempuan untuk mau mendapatkan vaksinasi HPV. Penelitian menunjukkan 1 dari 3 dokter anak dan 1 dari 2 dokter umum ternyata tidak merekomendasikan vaksinasi HPV ini kepada pasiennya. Alasannya bermacam-macam antara lain:

    1. Merasa pasiennya tidak perlu karena belum aktif secara seksual dan masih terlalu kecil/muda
    2.  Merasa pasiennya pasti menolak
    3. Merasa ragu karena akan mendiskusikan mengenai seks
    4. Merasa ragu karena belum memiliki pengetahuan atas vaksinasi HPV

    Bagaimana berkomunikasi mengenai vaksinasi HPV dengan orang tua?

    Kita dapat mendengarkan mereka dan sebaiknya tidak melakukan konfrontasi, libatkan orang tua dalam pengambilan keputusan, luruskan dengan mantap “salah kaprah” dari orang tua pasien mengenai vaksinasi HPV, dan gunakan contoh dampak positif atas vaksinasi HPV ini daripada menakut-nakuti. Persistensi atau terus mengingatkan orang tua pasien akan membuahkan hasil.

    Orang tua sangat perlu diberitahukan dan diluruskan kembali bahwa dokter merekomendasi vaksinasi HPV bukan karena dokter “menuduh” atau “mendukung” seks bebas. Jadi sebaiknya TIDAK memulai percakapan dari assessment sexual life/activities. Tekankan pada keamanan vaksin dan selalu komunikasikan apa yang mungkin dirasakan oleh anak pascavaksinasi.

    Selain itu, perlu ditekankan bahwa anak laki-laki juga butuh perlindungan terhadap infeksi HPV karena infeksi HPV juga berkaitan dengan kanker anus, kanker penis, dan kanker mulut. Data penelitian di US juga didapatkan bahwa infeksi HPV pada laki-laki cenderung meningkat sekalipun pada kelompok perempuan ada tren menurun sejak diluncurkannya vaksin HPV ini.

    Selain itu, penelitian di Australia yang meluncurkan program vaksinasi HPV untuk perempuan dan laki-laki, didapatkan bahwa dengan melakukan vaksinasi kepada  laki-laki juga ternyata memberikan perlindungan kepada perempuan dan mencegah penularan HPV kepada pasangannya. Jadi dengan kata lain adalah baik laki-laki ataupun perempuan, dua-duanya mendapatkan manfaat dari vaksinasi HPV ini.

    Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Diketahui

    Bagaimana berkomunikasi mengenai vaksinasi HPV dengan perempuan muda?

    Perempuan muda dapat diberikan informasi lengkap mengenai bahaya HPV dan vaksinasi HPV yang dapat melindunginya, tekankan mengenai manfaat dan keamanan vaksin, informasikan manfaat vaksin terhadap diri dan pasangannya, diskusikan mengenai sisi finansial dalam memperoleh vaksin, cobalah untuk terbuka dan membuat mereka nyaman dengan komunikasi kita.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Nah, hal yang perlu diingat, vaksinasi HPV adalah mengenai pencegahan kanker, bukan mengenai seks. Jadi perlu ditekankan lagi bahwa vaksinasi HPV adalah mengenai pencegahan kanker. Sangat penting bagi dokter untuk melakukan edukasi dan rekomendasi kepada pasien atau orang tua pasien mengenai vaksinasi HPV.

    Bagi Sobat yang ingin vaksinasi HPV bisa di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More

Showing 1–10 of 19 results

Chat Asisten ProSehat aja