Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

5 Mitos Nyeri Sendi

Dengan kesibukan Ratih sebagai karyawan bank ternama, ia sering pulang malam dan Ibunya pun melarang untuk mandi karena takut Ratih terkena penyakit rematik. Namun karena dilarang, Ratih malah mengalami gatal-gatal akibat keringat seharian beraktifitas. Banyak sekali mitos nyeri sendi yang beredar, tapi mana sih yang benar dan mana yang tidak benar? Mandi malam sebabkan rematik, mitos atau fakta? 

  1. Mitos: nyeri sendi diakibatkan oleh kadar asam urat tinggi pada darah.

Fakta: mitos nyeri sendi yang satu ini perlu dicermati. Kadar asam urat tinggi dalam darah memang bisa memicu nyeri sendi akibat asam urat atau gout. Tapi kondisi ini tidak selalu terjadi. Nyeri sendi karena asam urat yang tinggi hanya satu dari sekian banyak jenis penyakit yang mempunyai gejala berupa nyeri sendi. Tidak semua nyeri sendi berhubungan dengan asam urat. Jadi kalau sendi Anda sakit, coba konsultasikan ke dokter dahulu sebelum mulai minum obat asam urat.

  1. Mitos: mandi malam meningkatkan risiko munculnya nyeri sendi.

Fakta: Mitos! Mandi malam tidak sebabkan penyakit nyeri sendi. Tapi, mandi malam hari sebabkan tubuh terpapar suhu dingin yang mengakibatkan pengerutan pada kapsul sendi anda. Hal inilah yang memicu atau menambah rasa nyeri pada sendi apalagi jika anda sudah memiliki sejarah nyeri pada sendi, ya. Faktor penyebab penyakit nyeri sendi sebenarnya adalah obesitas/kegemukan, pertambahan usia, pola hidup yang kurang aktif, dan pola makan yang tidak sehat.

  1. Mitos: nyeri sendi hanya menyerang wanita.

Fakta: Salah besar! Pria juga memiliki risiko terkena nyeri sendi lho. Nyeri sendi akibat asam urat atau gout lebih sering terjadi pada pria. Namun, perlu diwaspadai bahwa wanita yang sudah menopause (usia lebih dari 45 tahun) memiliki risiko 3x lebih besar dibanding pria untuk mengalami nyeri sendi. Sebaliknya, pria berisiko lebih besar terkena nyeri sendi sebelum usia 45 tahun.

  1. Mitos: Pijat atau sendal refleksi menyembuhkan nyeri sendi.

Fakta: mitos yang satu ini belum terbukti benar, karena belum ada bukti ilmiah bahwa pijat refleksi dapat menyembuhkan nyeri sendi. Nyeri sendi harus diketahui penyebabnya dahulu. Bila penyebabnya adalah karena faktor tulang atau radang pada celah sendi maka pijat atau sendal refleksi belum tentu bisa mengobati nyerinya. Pijat bisa bermanfaat bila nyeri yang dirasakan karena otot pegal. Jadi sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter bila nyeri sendi tetap berlanjut bahkan setelah pijat.

  1. Mitos: penderita nyeri sendi dilarang berolahraga.

Fakta: mitos nyeri sendi yang salah besar. Olahraga justru bermanfaat melatih persendian anda. Hanya saja jenis olahraganya perlu dibatasi. Penderita nyeri sendi sebaiknya tetap lakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki atau mengerjakan pekerjaan rumah karena akan membantu sendi anda terhindar dari kekakuan (stiffness). Tapi jangan lakukan olahraga yang terlalu berat ketika anda sedang merasakan nyeri sendi karena malah akan mengakibatkan cedera.

Masih banyak lagi mitos nyeri sendi yang selama ini dipercaya oleh banyak orang. Apa mitos yang kamu tahu? Share ke kita yuk!

Banner_osteo

WhatsApp Asisten Maya saja