Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Hubungan Antara Siklus Kehidupan dan Kesehatan Wanita

Menjelaskan persoalan kesehatan manusia dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan siklus hidup. Siklus kehidupan sendiri adalah suatu rangkaian aktivitas alami yang terjadi pada setiap individu dalam populasi yang berkaitan dengan perubahan tahapan kehidupan. Hal tersebut menjelaskan tentang masa depan suatu individu yang diistilahkan dengan pertumbuhan, kemampuan bertahan hidup, dan proses reproduksi pada rentang waktu berturut-turut. Karena itu, siklus kehidupan selalu melibatkan tahapan-tahapan yang demikian, seperti kelahiran, kematian, dan transisi-transisi antar setiap tahapan.

siklus kehidupan dan kesehatan wanita

Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

Dari sekian rangkaian siklus kehidupan tersebut, pendekatan yang dapat diterapkan dalam menguraikan ruang lingkup kesehatan reproduksi adalah memperhatikan kekhususan kebutuhan dalam menangani sistem reproduksi pada setiap fase kehidupan, serta menjaga kesinambungan antarfase kehidupan. Dengan demikian, masalah kesehatan reproduksi pada setiap fase kehidupan dapat diperkirakan, dan apabila tidak ditangani dengan baik akan berakibat buruk pada masa kehidupan selanjutnya.  Perkembangan individu dengan potensi genetik akan berkembang secara maksimal jika diberikan lingkungan yang berkualitas, baik dari gizi maupun lingkungan sosialnya sehingga dapat membangun pribadi manusia yang sehat, baik secara jasmaniah, emosi, spiritual, sosial, dan ekonomi.

Apa saja 5 tahapan dalam pendekatan siklus kehidupan ini?

Ini adalah beberapa gambaran pendekatan siklus hidup kesehatan reproduksi untuk laki–laki dan perempuan dengan mempehatikan hak reproduksi per orangnya. Perempuan merupakan sumber daya yang tidak kalah pentingnya dengan tenaga kerja laki-laki dan pada dasarnya perempuan memiliki kebutuhan khusus dibandingkan dengan laki–laki, seperti haid, hamil, melahirkan, menyusui, dan mengalami menopause. Itu sebabnya perempuan perlu pemeliharaan kesehatan yang lebih intensif selama hidupnya.

Fase Konsepsi

Konsepsi adalah fertilisasi atau pembuahan, disebut juga sebagai peristiwa bertemunya sel telur dengan sperma. Peristiwa tersebut secara formal didefinisikan sebagai persatuan antara sebuag sel dan sperma. Hal inilah yang menandai awalnya suatu kehamilan.

Pada fase ini sangat dianjurkan untuk memberikan perlakuan yang sama terhadap janin laki–laki/perempuan seperti:

  1. Antenatal Care(pemeriksaan kehamilan), tujuannya untuk menjaga agar ibu hamil dapat melalui masa kehamilannya, persalinan dan nifas dengan baik dan selamat, serta menghasilkan bayi yang sehat (Depkes RI) sehingga mengurangi angka kematian ibu dan angka kematian bayi dari suatu proses persalinan.
  2. Pesalinan
  3. Pemeriksaan Bayi baru lahir
  4. Postnatal Care(pemeriksaan pasca persalinan) tujuannya untuk menjaga kesehatan ibu dan bayinya dan memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, menyusui, pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat.

Fase Bayi dan Anak

Pada bayi yang lahir dengan usia kelahiran yang cukup, pembentukan genitalia internal (organ reproduksi dalam) sudah selesai, dan jumlah folikel primordial dalam kedua ovarium telah lengkap sebanyak 750.000 butir serta tidak akan bertambah lagi pada kehidupan selanjutnya.

Baca Juga: Bagaimana Cara Merawat Bayi Baru Lahir? Simak Poin Berikut!

Periode bayi bawah lima tahun atau yang biasa disebut disingkat menjadi Balita. Pada periode ini usia ini, manusia disebut sebagai bayi sebelum anak awal. Rentang usia balita dimulai dari dua sampai dengan lima tahun, atau biasa menggunakan perhitungan bulan , yaitu usia 24–60 bulan. Periode ini biasa disebut juga dengan usia prasekolah.

Untuk meningkatkan kemampuan kognitif PAUD dapat diberikan melalui bermain. Melalui bermain anak secara tidak langsung melakukan kegiatan belajar dengan bereksplorasi, bereksperimen, dan mengekspresikan diri dengan bebas melalui rangsangan dari lingkungannya, terutama lingkungan rumah. Selain itu, ada pula Pendidikan diluar rumah yang melakukan kegiatan belajar yang lebih  terprogram dan terstruktur.

Fase Remaja

Fase remaja purbertas adalah masa transisi diri dari periode anak ke dewasa. Masa transisi ini antara usia 10 sampai 19 tahun, dan pada fase ini dibagi menjadi 3 tahapan, yaitu: remaja awal, usia 11–13 tahun, remaja pertengahan, usia 14–16 tahun, dan remaja lanjut, usia 17–19 tahun.

Apabila dilihat perkembangan anak sejak lahir hingga besar, akan didapati bahwa seorang anak tumbuh secara bertahap seiring dengan bertambahnya usia. Sama halnya dengan pertumbuhan pemikiran dan konsep diri bersamaan dengan banyaknya pengalaman dan pengetahuan yang ia dapatkan, baik dari lingkungan keluarga, sekolah, maupun dari masyarakat sekitar. Selain pertumbuhan fisik yang cepat, juga timbul tanda–tanda sex sekunder dan datangnya peristiwa penting pada gadis remaja yaitu haid pertama yang dinamakan menarche, sedangkan pada laki–laki adalah mimpi basah, kemudian dari serangakaian tanda–tanda diatas diakhiri dengan berhentinya pertumbuhan fisik.

Selain itu muncul pula berbagai permasalahan dari fase remaja ini, seperti:

  1. Kesehatan
  2. Seksualitas
  3. Sekolah
  4. Jerawat
  5. Gizi
  6. NAPZA
  7. Dll

Dari sekian masalah diatas, pendekatan yang dapat dilakukan adalah Pendidikan sedini mungkin, konseling perubahan hukum/ sosial, Pendidikan kesehatan, deteksi, pencegahan, pengobatan, pemberian suplemen, Pendidikan dalam keluarga, konseling, dan lain-lain.

Fase Dewasa Atau Usia Subur

Usia dewasa muda, yaitu antara 18–20, sering kali dihubungkan dengan masa subur, karena pada usia ini kehamilan sehat paling mungkin terjadi. Pada masa inilah usia produkif dalam menjalani karir yang penuh kesibukan di luar rumah. Pada wanita hamil di usia ini , mereka harus lebih memperhatikan kondisi tubuhnya agar selalu dalam kondisi prima, sehingga kehamilan dapat bejalan dengan lancar dan bayi yang dilahirkan pun sehat.

Baca Juga: 4 Hal Penting Terkait Melahirkan Saat Pandemi Menurut IDAI

Gangguan yang mungkin muncul pada usia ini adalah endometriosis yang ditandai dengan gejala nyeri haid, kram haid, nyeri pinggul saat berhubungan seks, sakit saat buang air besar  atau buang air kecil. Tetapi tidak semua wanita mengalami gangguan seperti ini, dan banyak yang tidak mengalami gejala apa–apa. Namun, masalah yang mungkin terjadi adalah kesakitan dan kematian seorang ibu yang disebabkan berbagai kondisi, malnutrisis/anemia, kemandulan, pelecehan/kekerasan seksual, komplikasi aborsi, ISR/IMS/HIV/AIDS, dan pengaturan kesuburan.

Pencegahan yang dapat dilakukan adalah Pendidikan kesehatan, pemberian suplemen, konseling, pencegahan primer, pengobatan KB, Pendidikan seksual, pencegahan dan pengobatan IMS, pelayanan antenatal, persalinan, postpartum, imunisasi dan informasi lainnya.

Fase Usia Lanjut

Pada fase usia lanjut, kebanyakan dari mereka akan measakan rasa loneliness, yaitu suatu pengalaman yang tidak menyenangkan muncul akibat dari kurangnya hubungan social seseorang dari berbagai aspek, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Biasanya mereka yang mengalami hal seperti ini akan menilai dirinya tidak berharga, tidak diperhatikan, dan tidak dicintai. Hal tersebut akan semakin dirasakan oleh usia lanjut yang sebelmnya adalah seorang yang aktif dalam berbagai kegiatan yang berhubungan dengan orang banyak.

Baca Juga: Batuk Kronis Pada Lansia, dari Gejala Hingga Pencegahan

Sementara itu, sangat penting bagi wanita lanjut usia untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara  teratur, agar dapat menjaga  tubuh tetap sehat dengan mengatur pola makan yang benar, minum suplemen yang dibutuhkan tubuh. Selain itu olahraga ringan dan tetap aktif secara intelektual.

Itulah Sahabat Sehat mengenai hubungan antara siklus kehidupan dan kesehatan wanita. Kesehatan wanita ini penting sekali untuk dijaga terutama dari virus HPV. Apabila Sahabat ingin memeriksakan diri untuk virus HPV, Sahabat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

  • Produk dijamin asli
  • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
  • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
  • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
  • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
  • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi:

  1. nurjannah a. KESEHATAN WANITA SEPANJANG SIKLUS KEHIDUPAN [Internet]. Academia.edu. 2021 [cited 20 January 2021]. Available from: https://www.academia.edu/5555418/KESEHATAN_WANITA_SEPANJANG_SIKLUS_KEHIDUPAN?sm=b
  2. neliti.com. 2021 [cited 20 January 2021]. Available from: https://media.neliti.com/media/publications/135210-ID-analisis-peranan-perempuan-pada-rantai-n.pdf
  3. usu.ac.id. 2021 [cited 20 January 2021]. Available from: http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/20555/Chapter%20I.pdf?sequence=4
  4. Serba-Serbi Kesehatan Reproduksi Wanita dan Keluarga Berencana [Internet]. Google Books. 2021 [cited 20 January 2021]. Available from: https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=DDDTDwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PR5&dq=kesehatan+wanita+sepanjang+siklus+kehidupan&ots=S16dDaWWoL&sig=MNdwX_v25zdLjkyVuJNo4RdVUCw&redir_esc=y#v=onepage&q=kesehatan%20wanita%20sepanjang%20siklus%20kehidupan&f=true
  5. Bpjs-kesehatan.go.id. 2021 [cited 20 January 2021]. Available from: https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/dmdocuments/c2145cecc7a821fe00e19d57e67bc950.pdf
  6. KESEHATAN WANITA SEPANJANG SIKLUS KEHIDUPAN [Internet]. Google Docs. 2021 [cited 20 January 2021]. Available from: https://docs.google.com/presentation/d/1BXXfvEAqt_V-xj5ReW6rDEFDhKOeNmU49o4-fOsmpS4/htmlpresent

 

Chat Asisten ProSehat aja