Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Author Archive for: Zueldi

Zueldi

About Zueldi

Showing 1–10 of 575 results

  • Imunisasi menjadi salah satu cara si kecil terhindar dari penyakit menular. Namun ada beberapa imunisasi yang memberikan beberapa reaksi imunisasi yang sering kali membuat Bunda takut, sehingga Bunda enggan membawa si kecil untuk imunisasi. Bunda khawatir, karena reaksi-reaksi tersebut merupakan reaksi kecil yang wajar terjadi.      Reaksi yang umum terjadi biasanya seperti demam, bercak […]

    Kenali dan Cara Mengatasi Reaksi Imunisasi Si Kecil

    Imunisasi menjadi salah satu cara si kecil terhindar dari penyakit menular. Namun ada beberapa imunisasi yang memberikan beberapa reaksi imunisasi yang sering kali membuat Bunda takut, sehingga Bunda enggan membawa si kecil untuk imunisasi. Bunda khawatir, karena reaksi-reaksi tersebut merupakan reaksi kecil yang wajar terjadi.   

     

    Reaksi yang umum terjadi biasanya seperti demam, bercak merah hingga reaksi lokal ditempat suntikan. Karena itu, yuk kenali dan cara mengatasi reaksi imunisasi si kecil, berikut ini:

    1. BCG (Tubercolosis)

    Reaksi : Dalam 2-6 minggu setelah si kecil imunisasi BCG maka akan timbul bisul kecil yang membesar dan luka dapat terbuka (ulserasi) selama 2 hingga 4 bulan yang akan sembuh secara perlahan dan berganti kulit pada bisul tersebut.

    Cara mengatasinya : Jika luka tersebut mengelurkan cairan, maka Bunda dapat mengkompresnya dengan cairan antiseptik. Segeralah membawa si kecil ke dokter bila cairan tersebut semakin banyak, luka semakin membesar atau semakin parah.

    Produk Terkait:

    2. Hepatitis B

    Reaksi: Setelah imunisasi Hepatitis B, biaasnya timbul demam namun tidak tinggi, timbul kemerahan pada tempat penyuntikan, bengkak, rasa nyeri disekitar sendi dan rasa mual.

    Cara Mengatasinya: Untuk mengatasi reaksi tersebut, dianjurkan untuk si kecil minum lebih banyak baik ASI ataupun air buah. Saat si kecil demam, gunakanlah pakaian yang tipis lalu bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres dengan air dingin.

    Produk Terkait:

    Namun jika demam belum turun, berikan parasetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan dan maksimal 6 kali pemberian dalam 24 jam. Saat si kecil demam boleh Bunda seka dengan air hangat. Apabila reaksi tersebut semakin berat maka bawalah si kecil ke dokter.

    3. DPT (Difteri Pertusis Tetanus)

    Reaksi : reaksi yang dapat terjadi setelah imunisasi DPT (Difteri Pertusis Tetanus) ini antara lain terjadi demam tinggi, si kecil menjadi sedikit rewel, timbul kemerahan pada tempat suntikan, nyeri serta pembengkakan. Reaksi ini tidak akan berlangsung lama Bunda, kurang lebih selama 2 hari.

    Cara Mengatasinya : Cara mengatasinya yaitu beri si kecil minum lebih banyak dapat berupa ASI atau air buah. Sama seperti penanganan pada imunisasi Hepatitis B, beri pakaian yang lebih tipis jika si kecil demam, kompreslah bekas suntikan yang nyeri dengan air dingin, apabila demam dapat diberikan parasetamol 15 kg/kgbb setiap 3-4 jam dan maksimal 6 kali pemberian dalam 24 jam.

    Produk Terkait: Imunisasi DPT ke Rumah

    Si Kecil di perbolehkan mandi atau cukup diseka dengan air hangat dan bila reaksi si kecil lebih berat dibandingkan sebelumnya maka bawalah si kecil ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

    4. Polio

    Reaksi: Pemberian imunisasi polio pada umumnya tidak memberikan dampak apapun. Namun sebagian kecil anak yang telah melakukan imunisasi akan merasa pusing, diare ringan dan nyeri otot.

    Cara Mengatasinya: karena reaksi ini jarang terjadi maka Bunda tidak perlu khawatir dan tidak perlu melakukan tindakan apapun.

    Produk Terkait: Imunisasi 3 Bulan Komplit ke Rumah

    5. Campak dan MMR

    Reaksi: Hal yang dapat terjadi pasca imunisasi campak dan MMR yaitu berupa rasa tidak nyaman disekitar bekas penyuntikan.

    Terjadi beberapa gejala-gejala lain yang timbul  5-12 hari setelah penyuntikan seperti demam tidak tinggi atau erupsi kulit halus atau tipis yang berlangsung kurang dari 48 jam. Pembengkakan kelenjar getah bening pada belakang telingan yang dapat terjadi sekitar 3 minggu pasca imunisasi MMR.

    Cara Mengatasinya: Berilah si kecil minum lebih banyak seperti ASI atau air buah, jika demam gunakan pakaian yang tipis, kompreslah area bekas suntikan yang nyeri dengan menggunakan air dingin, bila demam berikan parasetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan, maksimum 6 kali dalam 24 jam. Untuk membersihkan si kecil cukup disekan menggunakan air hangat. Apabila reaksi tersebut berat maka bawalah si kecil ke dokter.

    Produk Terkait: Vaksinasi Campak ke Rumah

     

    6. DT (Diteri, Tetanus)

    Reaksi : Reaksi pasca imunisasi DT (Difteri, Tetanus) biasanya timbul kemerahan, bengkak dan nyeri sekitar bekas suntikan.

    Cara Mengatasinya: Kompreslah area bekas suntikan yang terasa nyeri dengan menggunakan air dingin. Bunda tenang saja karena imunisasi ini tidak memerlukan tindakan khusus.

    Produk Terkait: imunisasi booster ke rumah

    Bila si kecil mengalami demam setelah imunisasi dan tak kunjung turun setelah diberi obat, maka periksakan ke dokter. Selalu catat apa yang dialami si kecil untuk imunisasi ke dua dan selanjutnya.

    Untuk mendapatkan kenyamanan imunisasi si kecil dan layanan imunisasi ke rumah silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

    Sumber:

    Trisbiantara, Irene. “Apa Saja Efek Samping Setelah Imunisasi?”. tanyadok.com

    IDAI. “Penjelasan Kepada Orang Tua Mengenai Imunisasi”. idai.or.id

    Read More
  • Dalam beberapa tahun ini, pemerintah memang menerapkan berbagai vaksin untuk mencegah berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus maupun bakteri. Nah, berbicara soal vaksin, maka Sobat mungkin jarang mendengar vaksin PCV. Seberapa penting dan gunanya apa? karena yang umum dibicarakan hanya vaksin rubella, campak atau vaksin dasar layaknya BCG, polio dan juga DPT. Yuk, mari kita […]

    8 Alasan Anak Perlu Disuntik Vaksin PCV

    Dalam beberapa tahun ini, pemerintah memang menerapkan berbagai vaksin untuk mencegah berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus maupun bakteri.

    Nah, berbicara soal vaksin, maka Sobat mungkin jarang mendengar vaksin PCV. Seberapa penting dan gunanya apa? karena yang umum dibicarakan hanya vaksin rubella, campak atau vaksin dasar layaknya BCG, polio dan juga DPT. Yuk, mari kita bahas mengenai vaksin PCV.

    Baca Juga: Apa Saja Fungsi Vaksin PCV?

    Pengertian Vaksin PCV

    Penyakit pneumonia merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri bernama Pneumokokus atau biasa disebut juga Streptococcus pneumoniae.

    Bakteri ini masuk kategori yang berbahaya karena cepat masuk kedalam sirkulasi darah dan tentunya merusak selaput otak, sehingga menyebabkan meningitis atau radang selaput otak. Pneumokokus adalah bakteri, sama menakutkan seperti halnya virus.

    Vaksin PCV dibuat untuk melindungi tubuh dari serangan bakteri tersebut dengan cara memasukkan vaksin ke dalam imun tubuh, mengingat bakteri ini mudah sekali menyerang dan sangat cepat maka diatasi dengan membekali imun dengan antivirusnya.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi PC-13 ke Rumah untuk Dewasa

    Penelitian menjelaskan bahwa beberapa anak dan bayi yang usianya masih dibawah 2 tahun bisa menjad pembawa bakteri aktif dan masuk ke dalam saluran pernafasan mereka, setelah itu bisa menularkan ke manusia lainnya baik ke anak-anak kembali atau ke orang dewasa. Sehingga disimpulkan bahwa bayi atau anak yang berusia 0 bulan hingga 2 tahun berisiko tinggi terkena Pneumonia.

    Pemberian imunisasi PCV

    Setelah membahas mengenai pengertian dan fungsi, selanjutnya adalah aturan pemberian vaksin yang bisa Sobat pelajari, meskipun nantinya akan diarahkan oleh dokter anak ataupun dokter yang ada di puskesmas. Aturannya yaitu :

    • <6 bulan: vaksin dapat diberikan sebanyak 3 kali dengan jarak 2 bulan, dan penguat (booster) pada usia 12-15 bulan.
    • 6-12 bulan: vaksin dapat diberikan sebanyak 2 kali, dan penguat (booster) pada usia 12-15 bulan.
    • 12-24 bulan: diberikan dasar 2 kali, tidak perlu penguat (booster).
    • >24 bulan: diberikan hanya 1 kali.

    Jika Sobat sudah tahu mengenai aturannya, berikut ini penjelasan dua jenis vaksin pneumokokus yang digunakan di Indonesia. Vaksin ini diberikan berdasarkan keamanan untuk anak serta kemungkinan bakteri tersebut menyebar di Indonesia.

    • Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV 13) berisi 13 serotype Vaksin PCV ini aman dan dapat diberikan kepada bayi sejak usia 2 bulan bersamaan dengan vaksin BCG namun hanya harinya saja yang berbeda.
    • Pneumococcal Polysaccharide Vaccine (PCV 23) berisi 23 serotype Vaksin ini aman diberikan pada anak usia lebih dari 2 tahun.

    Lalu, bagaimana jika anak Sobat memiliki jadwal lain dalam imunisasi? tenang saja, adanya vaksin PCV tidak mengganti atau menghapus jadwal imunisasi lainya.

    Sahabat tetap bisa konsultasi dan mengatakan pada dokter bahwa ingin melakukan imunisasi tambahan PCV sehingga dokter bisa membuat rentang kartunya.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi PCV ke rumah untuk Anak

    8 Alasan Mengapa Anak Perlu Vaksin PCV

    Meskipun bukan vaksin yang dipromosikan pemerintah dan wajib, tetapi banyak orang tua bertanya apakah PCV ini wajib dan dibutuhkan. Berikut ini 8 alasan mengapa anak perlu di vaksin PCV. Apa saja ?

    1. Menghindari Wabah

    Pertama tentu saja mengurangi wabah yang bisa terjadi di Indonesia. Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa Pneumokokus merupakan bakteri yang bisa menyebar hanya melalui bersin, cairan dan juga udara. Jelas jika ada yang terjangkit maka kemungkinan akan bertambah pasien lainnya menjadi lebih tinggi.

    2. Mencegah Kematian

    Kita tidak akan pernah tahu bagaimana dan kapan Pneumokokus ini menyerang. Sebagai orang awam bahkan kita tidak pernah tahu bentuk penyakit dan bakterinya seperti apa. Hal seperti ini menjelaskan bahwa vaksin berperan sebagai pencegah kematian karena pneumokokus ini bisa menyebabkan radang selaput otak sampai permasalahan pernafasan yang bisa menyebabkan gagal nafas bahkan pada anak sekalipun.

    3. Mencegah Kecacatan

    Selanjutnya, vaksin PCV dapat mencegah kecacatan yang terjadi pada anak atau bayi. Meskipun beberapa kasus pneumokokus menyebabkan pasien langsung meninggal bahkan tidak memiliki kesempatan hidup lama.

    Namun, beberapa kasus lagi meninggalkan masalah bagi bayi atau anak yaitu gangguan pada perkembangannya. Mereka harus tumbuh dalam bayang-bayang kecacatan.

    Jelas bagi sebagian orang tua hal ini sulit diatasi dan tentu saja membebani mereka baik fisik maupun mental. Tidak ada yang ingin anaknya berubah menjadi cacat khususnya karena bakteri yang tidak diketahui kapan dan dimana menyerangnya.

    Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi di Masa Pandemi Covid-19?

    4. Infeksi Mendadak

    Sobat tidak pernah tahu bahwa pneumokokus ternyata berada di lingkungan sekitar Sobat, bakteri ini menyerang secara mendadak dan menakutkan. Hal tersebut juga berlaku bagi petugas medis, mereka harus melewati serangkaian tes untuk memastikan apakah anak terkena penyakit PCV atau tidak.

    5. Mudah Menular

    Sama seperti menghindari wabah, PCV ini mudah menular bahkan yang bukan anak-anak sekalipun bisa langsung tertular. Mereka yang melakukan kontak fisik jelas akan mendapatkan efek sampingnya, meskipun masing-masing imun tubuh orang berbeda-beda.

    6. Komplikasi yang menakutkan

    Bakteri pneumokokus dapat menyebabkan komplikasi yang bisa memberikan masalah lain yang nantinya. Seperti halnya komplikasi pada organ lainnya yang justru memperparah kondisi anak-anak yang terserang PCV.

    Mereka harus berjuang melawan penyakit yang sulit untuk dilawan hanya karena tidak melakukan vaksinasi. Komplikasi pneumokokus yang paling sering adalah radang selaput otak (meningitis) dan menyebarnya bakteri ke dalam darah (bakteremia).

    7. Anak Bebas dan terlindungi

    Anak yang sudah diberikan vaksin PCV jelas lebih bebas melakukan berbagai hal dan bisa bermain kemana dan dimana saja.

    Termasuk ke luar negeri sebagai tempat yang kurang tahu kebersihan dan juga kondisi lingkungannya. Jika sudah vaksin tidak perlu khawatir lagi bukan?

    8. Merugikan fisik dan Mental

    Fisik dan mental merupakan hal yang paling terkuras baik dari sisi anak maupun orang tua. Sobat harus mengurus mereka yang terkena penyakit PCV dan mengeluarkan banyak biaya serta tenaga. Tentu kita tahu kesehatan mahal harganya bukan?

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    Sudah jelas, kan kenapa kita harus memberikan anak vaksin PCV. Pencegahan akan lebih baik dibandingkan dengan pengobatan. Segera lakukan vaksinasi PCV di layanan kesehatan setampat atau juga bisa dengan memesan layanan di Prosehat yang bisa datang ke rumah. Layanan ini mempunyai keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Read More
  • Lebaran sebentar lagi datang. Ini untuk kedua kalinya Lebaran di masa pandemi Covid-19 sehingga untuk mengurangi penyebaran virus corona, pemerintah telah menganjurkan masyarakat untuk melakukan social distancing dan lebaran di rumah saja secara virtual. Meskipun demikian, ada sebagian masyarakat yang tetap ingin silaturahmi secara langsung dengan bepergian ke rumah saudara. Tanpa disadari, hal tersebut membuat kita […]

    Lindungi Diri dan Keluarga, Lakukan 9 Langkah Ini Setibanya di Rumah Setelah Silaturahmi Lebaran

    Lebaran sebentar lagi datang. Ini untuk kedua kalinya Lebaran di masa pandemi Covid-19 sehingga untuk mengurangi penyebaran virus corona, pemerintah telah menganjurkan masyarakat untuk melakukan social distancing dan lebaran di rumah saja secara virtual.

    Meskipun demikian, ada sebagian masyarakat yang tetap ingin silaturahmi secara langsung dengan bepergian ke rumah saudara. Tanpa disadari, hal tersebut membuat kita telah melakukan kontak dengan orang maupun benda yang telah terpapar virus corona.

    Baca Juga: Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

    Oleh karena itu, berikut adalah beberapa langkah penting yang harus dilakukan Sahabat setibanya di rumah setelah bepergian:

    1. Buka sepatu di pintu sebelum memasuki rumah

    Saat Sahabat tiba di depan pintu rumah, lepaskan sepatu dan letakkan di luar rumah. Virus corona dapat bertahan selama tujuh jam hingga beberapa hari di permukaan benda, termasuk permukaan sepatu.

    2. Semprotkan desinfektan pada barang yang dibawa

    Virus corona dapat diinaktivasi dengan menggunakan desinfektan yang mengandung 80% ethanol4. Oleh karena itu, Sobat perlu menyemprotkan desinfektan pada barang bawaan seperti tas hingga barang-barang yang sering disentuh seperti kunci kendaraan, dompet, dan handphone.

    3. Buang semua benda yang tak dibutuhkan

    Sebelum masuk ke dalam rumah, Sobat dianjurkan untuk membuang barang-barang yang tak dibutuhkan, termasuk barang-barang habis pakai seperti masker dan tisu.

    Baca Juga: Masker, Ampuhkah Lawan Corona? Kapan Harus Gunakan Masker?

    4. Masuk rumah langsung cuci tangan dan kaki dengan sabun

    Setelah melakukan tiga tahap di atas, Sobat dapat masuk ke dalam rumah dan langsung mencuci tangan dan kaki dengan sabun. WHO menganjurkan untuk mencuci tangan secara teratur dan menyeluruh dengan sabun atau desinfektan berbasis alkohol untuk membunuh virus yang mungkin Sobat dapatkan selama beraktivitas di luar.

    5. Buka pakaian dan langsung tempatkan pakaian kotor ke dalam mesin cuci

    Virus corona dapat menyebar dan menempel pada permukaan apapun, termasuk pakaian. Alangkah baiknya untuk segera berganti pakaian dan memasukkannya ke dalam mesin cuci sehingga pakaian kotor dari luar rumah tidak bercampur dengan pakaian bersih.

    6. Jangan menyentuh apapun

    Saat Sahabat masuk ke dalam rumah, Sobat harus mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh barang-barang di dalam rumah untuk mencegah penyebaran virus yang mungkin Sobat bawa dari luar.

    7. Jangan langsung beristirahat

    Sampai di rumah bukan berarti Sobat dapat langsung bersantai ria di sofa, rebahan di tempat tidur, dan makan snack di meja makan. Prioritaskan kebersihan diri sebelum beristirahat selepas beraktivitas dirumah. Usahakan menjaga tempat istirahat dan makan seperti sofa, kamar tidur, dan meja makan tetap higienis.

    8. Langsung mandi pakai sabun

    Selepas beraktivitas di luar, Sobat dianjurkan untuk mandi dan membersihkan diri menggunakan sabun. Sobat juga dapat menambahkan desinfektan ke dalam bak mandi untuk membunuh virus yang mungkin menempel di tangan, kaki, dan wajah.

    9. Baru menyapa keluarga

    Setelah melakukan semua tahap di atas, Sobat dapat menyapa keluarga. Perlu diingat, bahwa orangtua dan anak-anak lebih rentan terkena virus corona6. Oleh karena itu, Sobat perlu memastikan kebersihan diri sebelum berkumpul dengan keluarga.

    Baca Juga: Waspada Terinfeksi Corona Tanpa Gejala

    Demikian langkah-langkah yang perlu dilakukan setelah beraktivitas di luar rumah. Jika memungkinkan, utamakan social distancing dan lebaran di rumah saja untuk menghindari keramaian.

    Sering mencuci tangan dengan sabun atau desinfektan berbasis alkohol akan membantu Sahabat melindungi diri dan orang sekitar dari penyebaran virus corona. Terlebih lagi, utamakan kesehatan keluarga dengan membersihkan diri terlebih dahulu sehabis beraktivitas di luar rumah.

    Nah, itulah protokol kesehatan sehabis bepergian saat Lebaran untuk  silaturahmi supaya Sahabat tetap terlindungi dari Covid-19. Apabila Sahat memerlukan informasi lanjut mengenai corona dan tes-tesnya, serta juga ingin konsultasi dokter 24 jam silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Cascella, M., Rajnik, M., Cuomo, A., Dulebohn, S., & Di Napoli, R. (2020). Features, Evaluation and Treatment Coronavirus (COVID-19). Florida: StatPearls Publishing.
    2. (2020). Study suggests new coronavirus may remain on surfaces for days. National Institute Of Health. Retrieved from https://www.nih.gov/news-events/nih-research-matters/study-suggests-new-coronavirus-may-remain-surfaces-days
    3. (2020). New Coronavirus Stable for Hours on Surfaces. National Institutes Of Health. Retrieved from https://www.nih.gov/news-events/news-releases/new-coronavirus-stable-hours-surfaces
    4. Rabenau, H., Kampf, G., Cinatl, J., & Doerr, H. (2005). Efficacy of various disinfectants against SARS coronavirus. Journal Of Hospital Infection61(2), 107-111. doi: 10.1016/j.jhin.2004.12.023
    5. Advice for public. (2020). Retrieved 27 March 2020, from https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
    6. Zhang, S., Tuo, J., Huang, X., Zhu, X., Zhang, D., & Zhou, K. et al. (2018). Epidemiology characteristics of human coronaviruses in patients with respiratory infection symptoms and phylogenetic analysis of HCoV-OC43 during 2010-2015 in Guangzhou. PLOS ONE13(1), e0191789. doi: 10.1371/journal.pone.0191789
    Read More
  • Kita tentunya tidak asing lagi dengan kata vaksin. Vaksin adalah produk biologi yang berasal dari bakteri atau virus yang telah dilemahkan atau telah mati lalu dimasukkan ke dalam tubuh manusia. Vaksin berfungsi sebagai pelindung tubuh dari serangan bakteri dan virus. Di Indonesia, vaksin telah lama dikenalkan oleh pemerintah untuk memberikan perlindungan lebih kepada masyarakat, terutama […]

    Mengenal Lebih Jauh Tentang Jenis – Jenis Vaksin

    Kita tentunya tidak asing lagi dengan kata vaksin. Vaksin adalah produk biologi yang berasal dari bakteri atau virus yang telah dilemahkan atau telah mati lalu dimasukkan ke dalam tubuh manusia.

    Vaksin berfungsi sebagai pelindung tubuh dari serangan bakteri dan virus. Di Indonesia, vaksin telah lama dikenalkan oleh pemerintah untuk memberikan perlindungan lebih kepada masyarakat, terutama anak-anak. Terdapat beberapa jenis vaksin yang dikenal di Indonesia, di antaranya adalah sebagai berikut:

    1. Vaksin BCG

    Vaksin BCG biasanya diberikan ketika bayi baru lahir hingga berusia 2 bulan dan hanya diberikan satu kali saja. Vaksin BCG ini mempunyai manfaat melindungi tubuh dari serangan tuberkulosis.

    Vaksin BCG merupakan vaksin yang mengandung Mycobacterium bovis hidup yang dilemahkan (Bacillus Calmette Guerin), strain Paris. Biasanya pemberian vaksin BCG ini akan menimbulkan bekas luka parut pada bagian yang disuntik.

    Produk Terkait:  Imunisasi BCG ke Rumah

    2. Vaksin oral polio

    Polio adalah penyakit yang dapat menyebabkan kelumpuhan pada penderitanya. Vaksin oral polio diberikan pada anak usia 0, 2, 3, dan 4 bulan secara oral atau diteteskan langsung ke dalam mulut masing-masing sebanyak 2 tetes. Vaksin polio merupakan cairan berwarna kuning kemerahan dalam botol kaca kecil.

    Produk Terkait: Imunisasi Polio ke Rumah

    3. Vaksin campak

    Anak-anak yang rentan terkena campak wajib mendapatkan perlindungan dari vaksin campak. Campak dapat menyebabkan demam yang tinggi hingga kerusakan pada otak. Dengan memberikan vaksin campak pada usia 9 bulan maka Sobat akan melindungi anak dari serangan penyakit campak.

    Baca Juga: Gejala Campak yang Dapat Ibu Kenali dan Cara Mencegahnya

    Vaksin campak berisi virus campak strain CAM 70 yang tidak kurang dari CCID 50 (Cell Culture Infective doses 50) yang telah dilemahkan dan dikemas dalam botol kaca steril dan hanya bisa digunakan dengan campuran larutan campak yang terpisah. Vaksin campak diberikan dengan melarutkan 0.05 ml vaksin dengan pelarutnya dan disuntikkan langsung pada anak.

    4. Vaksin hepatitis B rekombinan

    Hepatitis B merupakan penyakit yang berbahaya yang menyerang hati. Penyakit ini juga bisa menyerang orang dewasa sehingga bagi orang dewasa yang terkena hepatitis B harus diberikan vaksin hepatitis B.

    Baca Juga: Fungsi dan Manfaat Vaksin Hepatitis B

    Vaksin hepatitis B rekombinan mengandung antigen virus hepatitis B, HBs Ag yang telah melewati beberapa  rekayasa DNA. Pemberian vaksin hepatitis B yang dilakukan pada anak-anak di bawah 10 tahun diberikan dengan dosis 0.5 ml, sedangkan yang berusia lebih dari 10 tahun diberikan sebanyak 1 ml. Pemberian vaksin dilakukan pada saat lahir, usia 2,3,4 bulan.

    5. Vaksin DTP

    Vaksin DTP biasanya diberikan sebanyak 3 kali pada bayi usia 2, 3, dan 4 bulan dengan dosis 0.5 ml. Vaksin DTP terdiri dari Toksoid difteri murni, Toksoid tetanus murni, dan B. pertusis yang dilemahkan. Vaksin DTP berfungsi untuk melindungi anak dari pertusis atau batuk rejan, tetanus, dan difteri.

    6. Vaksin jerap DT

    Vaksin jerap DT berfungsi untuk melindungi anak-anak dari serangan difteri dan tetanus secara simultan. Vaksin jerap DT memiliki kandungan Toksoid difteri murni 20 Lf pada tiap 0.5 ml. Vaksin ini diberikan pada anak Sekolah Dasar usia 5 hingga kurang 7 tahun, terutama pada anak yang mengalami alergi terhadap komponen pertusis pada vaksin DTP.

    7. Vaksin DTP-HB

    Vaksin ini berfungsi untuk perlindungan dan pencegahan terhadap penyakit difteri, tetanus, pertusis, dan hepatitis B. Vaksin DTP-HB diberikan sebanyak 3 kali pada anak usia 2, 3, dan 4 bulan. Namun, pemberian ini dilakukan setelah anak mendapatkan vaksin hepatitis B ketika lahir.

    8. Vaksin TT

    Vaksin TT adalah vaksin yang berisikan kandungan toksoid tetanus murni 10 Lf dalam 0.5 ml. Vaksin TT berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit tetanus dan neonatal tetanus yang menyerang bayi baru lahir, maka dari itu vaksin ini diberikan pada wanita dalam usia subur atau sedang hamil.

    Vaksin TT diberikan  pada ibu hamil sebanyak 5 kali, dimana tiap dosis terdiri dari 0.5 ml vaksin dengan jeda 4-6 minggu pada pemberian pertama dan kedua, sedangkan pemberian ketiga diberikan pada 6 bulan berikutnya, TT 4 diberikan setahun setelah TT 3 dan begitu juga TT 5 diberikan setahun setelah TT4.

     9. Vaksin MMR

    Vaksin MMR adalah vaksin yang berisikan virus gondong, campak, dan rubella yang telah dilemahkan. Vaksin ini diberikan sebanyak 2 kali pada saat anak berusia 15-18 bulan dan 6 tahun. Rubella adalah penyakit yang membuat anak mengalami demam tinggi, ruam pada wajah dan leher, hingga munculnya pembengkakan pada kelenjar.

    Baca Juga: Seberapa Pentingkah Vaksin MMR Dilakukan?

    10. Vaksin HPV

    Vaksin HPV diberikan sebanyak tiga kali dan dapat dimulai pada usia 11 atau 12 tahun setelah anak mengalami menstruasi pertama.

    Vaksin HPV kedua diberikan dengan rentang waktu 1 hingga 2 bulan setelah pemberian vaksin pertama dan pemberian ketiga diberikan 6 bulan setelah vaksin pertama. Vaksin ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan virus HPV atau Human Papiloma Virus yang menyebabkan kanker serviks.

    Produk Terkait: Vaksinasi HPV ke Rumah

    11. Vaksin HiB

    Vaksin HiB berisi Haemophilus Influenza Tipe B yang telah dilemahkan dan berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit radang selaput otak atau meningitis. Vaksin ini diberikan pada anak mulai usia 2,3, dan 4 bulan dan penguatan diberikan pada usia 15-18 bulan.

    Baca Juga: Vaksinasi Hib Haemophilus Influenza Tipe B

    12. Vaksin PCV

    Vaksin PCV adalah vaksin yang berfungsi untuk melindungi anak dari serangan pneumokokus. Vaksin PCV diberikan pada anak di bawah 1 tahun pada usia 2,4,6 bulan dan penguatan pada usia 12-15 bulan. Tapi jika anak belum mendapatkan vaksin ini diatas usia 2 tahun, maka dapat diberikan 1 kali.

    13. Vaksin rotavirus

    Vaksin rotavirus diberikan pada anak berusia 6-14 pada penyuntikan pertama dan suntikan kedua 4 minggu setelahnya. Pemberian vaksin rotavirus berguna untuk mencegah anak terkena diare parah akibat rotavirus yang biasanya terjadi pada musim pancaroba.

     14. Vaksin varicella

    Vaksin varicella adalah vaksin yang berisikan virus varicella zooster yang telah dilemahkan. Vaksin ini diberikan pada anak berusia 1 tahun ke atas dan berfungsi untuk melindungi anak dari cacar air.

    Produk Terkait: Vaksinasi Varicella ke Rumah

    Itulah beberapa jenis vaksin yang perlu Anda ketahui. Pemerintah telah mewajibkan pemberian beberapa vaksin penting di atas pada masyarakat secara gratis sehingga anak-anak bisa mendapatkan perlindungan penuh dari penyakit yang berbahaya.

    Demikianlah artikel tentang vaksin yang singkat ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda dan semoga pemerintah semakin mendukung untuk pemberian vaksin lainnya secara gratis agar seluruh masyarakat Indonesia terlindungi. Selain itu semua jenis vaksin di atas juga tersedia di Prosehat loh.

    Jadi buat kamu yang ingin imunisasi ke rumah, Prosehat bisa jadi pilihan tepatmu. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Untuk info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Bekerja adalah suatu kegiatan yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam kehidupan. Saat seseorang memutuskan untuk bekerja berarti ia sudah siap dengan berbagai risiko yang akan dihadapi. Bekerja berdasarkan hobi adalah suatu keuntungan karena pekerjaannya akan terasa ringan dan bekerja tidak berdasarkan hobi awalnya akan terasa berat tetapi jika dilakukan dengan penuh tanggung jawab semua […]

    8 Cara Mengatasi Stres Kerja yang Perlu Kamu Lakukan

    Bekerja adalah suatu kegiatan yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam kehidupan. Saat seseorang memutuskan untuk bekerja berarti ia sudah siap dengan berbagai risiko yang akan dihadapi.

    Bekerja berdasarkan hobi adalah suatu keuntungan karena pekerjaannya akan terasa ringan dan bekerja tidak berdasarkan hobi awalnya akan terasa berat tetapi jika dilakukan dengan penuh tanggung jawab semua hal itu akan hilang.

    stress kerja

    Baca Juga: Berikut Ini 4 Tips untuk Mengatasi Stres

    Dunia kerja adalah dunia yang sangat penuh dengan tekanan maka tidak heran banyak orang yang mengalami rasa frustasi karena tekanan tinggi saat kerja.

    Ada beberapa hal yang umumnya menjadi penyebab seseorang mengalami stres dengan pekerjaan di antaranya bertambahnya tanggung jawab tapi gaji tidak naik, persaingan dengan rekan kerja, dan tekanan dari atasan yang begitu besar.

    Setiap masalah pasti ada solusi untuk mengatasinya, begitupun masalah pekerjaan pasti ada jalan keluar untuk mengatasinya.

    Berikut ini adalah 8 Cara untuk mengatasi Stres kerja:

    1. Luangkan waktu untuk liburan

    Liburan bisa menjadi salah satu solusi untuk menghilangkan rasa stres karena bekerja, karena tekanan dalam bekerja dapat membuat kita lupa akan hal yang lebih menyenangkan seperti liburan ke tempat-tempat yang memiliki tingkat keindahan. Contohnya, Pantai Kuta di Bali dan Pantai Santolo.

    2. Luangkan waktu bersama keluarga

    Salah satu cara menghilangkan masalah yang ada di pikiran adalah dengan meluangkan waktu dengan keluarga. Kumpul bersama keluarga menjadi hal penting karena rasa lelah dan putus asa saat kerja akan hilang saat melihat senyum dari anak dan istri. Ketika berkumpul dengan keluarga pasti banyak momen yang dapat membuat kita lupa akan semua masalah pekerjaan.

    3. Mendengarkan musik

    Saat rasa stres kerja melanda tentu pekerjaanpun akan banyak terabaikan. Pemikiran yang selalu tertuju pada satu masalah membuat pikiran tidak henti-hentinya memikirkan masalah itu.

    Mendengarkan musik bisa menjadi solusi untuk melupakan semua masalah pekerjaan yang melanda pikiran. Rileks dan santai dapat dibentuk dengan cara mendengarkan musik yang miliki irama santai seperti musik yang bergenre dangdut dan reggae.

    Baca Juga: Lakukan Langkah Ini Jika Stres Akibat Corona

    4. Curhat kepada rekan kerja

    Meluapkan semua masalah yang ada dipikiran dan menceritakannya kepada teman kerja sangatlah baik untuk mengatasi stres kerja. Rekan kerja tentunya akan miliki berbagai solusi dan akan memberikan masukan-masukan terbaiknya guna terhidar dan keluar dari masalah yang sedang dihadapi.

    5. Buat ruang kerja yang berbeda

    Saat stres kerja menghampiri buatlah suasana baru di ruang kerja contohnya dengan merubah posisi monitor dan mengubah posisi tempat duduk. Perubahan tatanan tempat kerja tentunya dapat memberikan semangat baru dan sedikit melupakan masalah yang sedang dihadapi.

    6. Jangan menunda pekerjaan

    Saat pikiran sedang dipenuhi oleh masalah pekerjaan, salurkanlah semua keluh kesal kedalam hal yang positif salah satunya adalah dengan secepatnya menyelesaikan pekerjaan. Jangan sampai masalah yang ada membuat kinerja dalam bekerja menjadi menurun terus jadi pemikiran tanpa ujung. Jadikan motivasi positif untuk terus melakukan hal terbaik untuk kedepannya.

    7. Melakukan hobi

    Melakukan rutinitas yang menjadi hobi tentunya sangat penting untuk menghilangkan stres dalam bekerja, beberapa hobi yang umumnya dilakukan seperti main bola, bulu tangkis, berenang dan bermain games di ponsel. Selain dapat melupakan masalah yang ada di kepala, melakukan hobi juga akan membuat suasana hati menjadi gembira dan senang.

    Baca Juga: Stres dan Panik Hadapi Corona, Justru Turunkan Imun Tubuh

    Itulah beberapa cara untuk mengatasi stres saat kerja. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan dapat dijadikan referensi terbaik bagi para pekerja yang mengalami kejenuhan kerja. Apabila Sobat menginginkan informasi lebih lanjut mngenai solusi menangani stres saat bekerja dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Referensi:
    cermati.com/artikel/atasi-stres-kamu-ditempat-kerja-dengan-cara-ini
    glints.com/id/lowongan/cara-mengatasi-stres-kerja/

    Read More
  • Apakah bayi Anda terserang diare? Wah, bisa jadi bayi Anda terinfeksi rotavirus. Rotavirus merupakan virus famili Reoviridae yang masuk dan menginfeksi saluran pencernaan. Baca Juga: Kondisi Kelebihan Lemak Pada Feses dan Cara Mengatasinya Penyebaran virus melalui kontak dengan makanan, air, tangan, dan permukaan objek yang tekontaminasi. Virus ini menyebabkan diare berat, di mana pada bayi dan […]

    Cegah Diare Anak Akibat Rotavirus dengan Vaksinasi

    Apakah bayi Anda terserang diare? Wah, bisa jadi bayi Anda terinfeksi rotavirus. Rotavirus merupakan virus famili Reoviridae yang masuk dan menginfeksi saluran pencernaan.

    Baca Juga: Kondisi Kelebihan Lemak Pada Feses dan Cara Mengatasinya

    Penyebaran virus melalui kontak dengan makanan, air, tangan, dan permukaan objek yang tekontaminasi. Virus ini menyebabkan diare berat, di mana pada bayi dan anak dapat berbahaya karena bisa berakibat dehidrasi berat yang berujung kematian.  

    Setelah terpapar rotavirus, biasanya gejala akan muncul setelah 2 hari kemudian. Gejala muncul berupa demam, muntah, nyeri perut,  dan diare cair yang dapat menyebabkan dehidrasi berat.

    Gejala-gejala tersebut berlangsung selama 3-8 hari. Oleh sebab itu sangat penting bagi Anda untuk mengetahui tanda dehidrasi pada anak, agar cepat tertangani.

    1. Dehidrasi ringan: anak tetap aktif namun sedikit lesu, masih kuat untuk menyusui dan minum.
    2. Dehirasi sedang: anak terlihat lemas, tampak kehausan, kulit mengendur, dan mata cekung. Segera bawa ke pelayanan kesehatan.
    3. Dehidrasi berat: anak sangat lemas, kesadaran anak menurun, tidak bisa minum, sedikit kencing, mata sangat cekung, bibir kering dan biru, kulit lama kembali bila dicubit. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian.

    Pada kasus diare akibat rotavirus pemberian antibiotik bukan solusi karena penyebabnya adalah virus bukan bakteri.

    Pengobatan bersifat meringankan gejala dengan rehidrasi atau pemenuhan cairan melalui perbanyak asupan cairan, air minum, ASI, dan infus. Bisa diberikan zink untuk membantu penyembuhan diare dan menjaga daya tahan tubuh anak.

    Baca Juga: Mengapa Makanan Pedas Menyebabkan Diare? Begini Penjelasannya

    Pencegahan infeksi rotavirus yang optimal dan direkomendasikan adalah dengan imunisasi rotavirus. WHO merekomendasikan imunisasi rotavirus secara rutin pada April 2009.

    Di Indonesia sendiri vaksin ini sudah direkomendasikan oleh IDAI sejak tahun 2011. Vaksin rotavirus yang beredar adalah vaksin hidup yang mengandung 1 strain (monovalen) dan 5 strain (pentavalen).

    Vaksin rotavirus monovalen diberikan 2 kali, dosis pertama diberikan saat usia 6-14 minggu dan dosis kedua diberikan minimal 4 minggu berikutnya.

    Maksimal pemberian dosis kedua pada usia 24 minggu. Untuk, vaksin rotavirus pentavalen diberikan sebanyak 3 kali. Dosis pertama diberikan pada usia 6-14 minggu, dosis kedua dan ketiga diberikan dengan interval 4-10 minggu. Batas akhir pemberian di usia 32 minggu.

    Sebaiknya segera berikan vaksinasi rotavirus pada bayi Anda, mengingat angka kejadian diare di bawah usia 2 tahun cukup tinggi.

    Baca Juga: Mengenal Penyakit Norovirus, dari Penyebab hingga Pencegahan

    Sahabat bisa melakukan vaksinasi Rotavirus di Prosehat yang menyediakan layanan ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Sumber:

    1. Rotavirus | Transmission | CDC [Internet]. Cdc.gov. 2016 [cited 5 February 2018]. Available from: cdc.gov
    2. Haurissa A. TanyaDok.com | Infeksi Rotavirus dan Imunisasinya [Internet]. TanyaDok.com. [cited 5 February 2018]. Avaialable from: tanyadok.com
    Read More
  • Banyak penyakit yang semakin lama semakin menyeramkan dan sulit untuk diatasi, salah satunya penyakit tuberkulosis yang dapat mengkhawatirkan masyarakat khususnya orang tua yang memiliki anak dengan usia bayi sampai balita. Jelas masalah tuberkulosis menghantui kesehatan mereka, sehingga pemerintah mengupayakan segala program dan bekerja sama dengan pihak medis dan juga berbagai kalangan. Baca Juga: Tuberkulosis (TBC) […]

    Apa Guna Vaksin BCG? Berikut Penjelasannya

    Banyak penyakit yang semakin lama semakin menyeramkan dan sulit untuk diatasi, salah satunya penyakit tuberkulosis yang dapat mengkhawatirkan masyarakat khususnya orang tua yang memiliki anak dengan usia bayi sampai balita.

    Jelas masalah tuberkulosis menghantui kesehatan mereka, sehingga pemerintah mengupayakan segala program dan bekerja sama dengan pihak medis dan juga berbagai kalangan.

    Baca Juga: Tuberkulosis (TBC) pada Anak

    Sobat pasti tidak asing dengan nama vaksin BCG yang diberikan sejak bayi. Nah, dalam artikel ini kita akan membahas secara jelas mulai dari penggunaan sampai kegunaan BCG untuk anak-anak. Apa saja dan seberapa penting vaksin ini. Berikut penjelasan lengkapnya.

    Apa itu Vaksin BCG ?

    Vaksin BCG merupakan vaksin yang diberikan kepada anak-anak untuk melindungi tubuh dari tuberkolosis atau yang biasa disebut TB. Penyakit ini seperti bayang-bayang, tidak pernah diketahui masalahnya tapi berbahaya karena menyerang bagian paru-paru sebagai organ utama pernafasan manusia.

    Vaksin BCG masuk ke dalam vaksin yang mengandung bakteri TB tetapi sudah dimodifikasi sebelumnya, vaksin ini akan membantu tubuh untuk melawan bakteri TB, khususnya pada bayi yang baru lahir sehingga bila tertular, gejalanya tidak akan berat. Jika disisipi BCG, tubuh akan terus membentuk imun yang kuat. Alasan ini yang menyebabkan BCG diberikan sebelum bayi mulai usia 3 bulan.

    Mengenai vaksin BCG

    • Golongan : vaksin
    • Kategori : obat yang membutuhkan resep
    • Guna : mencegah tuberkulosis
    • Bentuk obat : suntik
    • Diberikan pada: anak-anak dan juga orang dewasa
    • Peringatan khusus : wanita hamil dan juga menyusui sebaiknya tidak diberikan vaksin ini, konsultasikan pada dokter kandungan terkait vaksin BCG, terutama jika di lingkungan sekitar terdapat penderita TB sehingga dapat menulari sekitar.

    Apakah Berguna untuk Orang Dewasa ?

    Sebenarnya, vaksin BCG dapat diberikan pada orang dewasa, tetapi keefektifannya akan lebih rendah dibandingkan dengan bayi sehingga jarang sekali dianjurkan terutama mereka yang belum pernah vaksin. Biasanya yang mendapatkan vaksin BCG saat dewasa adalah petugas medis yang memiliki kontak dengan pasien TB dan berisiko.

    Dosis vaksin BCG

    Vaksin hanya akan jadi sia-sia jika tidak digunakan dengan benar, dimana BCG memiliki aturan dan dosisnya sendiri. Memang yang mengetahui dosis adalah paramedis sehingga sebagai pasien atau pengguna tinggal datang ke puskesmas ataupun rumah sakit. Namun, tidak ada salahnya Sobat mengetahuinya untuk menambah pengetahuan betapa pentingnya imunisasi ini.

    Baca Juga: Suntik BCG Berbekas di Kulit Bayi, Amankah?

    Pertama Sobat bisa memperhatikan isi dari kemasan vaksin BCG, dimana cairan tersebut harus bening dan tidak terdapat partikel, minimal Sobat melihatnya seperti air bersih dan jangan sampai berubah warna. Kemudian, botol tidak mengalami kebocoran dan bentuk kemasan masih bagus. Mintalah kepada petugas botol yang baru jika sudah terlihat buruk.

    Setelah itu perhatikan suntikan, apakah menggunakan yang baru atau tidak. Hal ini penting mengingat terdapat beberapa oknum yang menggunakan alat suntik berbahaya dan tidak bisa dipertanggung-jawabkan

    Tujuan dan Manfaat Vaksin BCG

    Inilah informasi yang ditunggu banyak orang tua, sebenarnya apa manfaat dan tujuan dari vaksin BCG selain yang dijelaskan pada penjelasan sebelumnya. Vaksin BCG terbukti ampuh merangsang tubuh untuk membentuk sistem imun anti tuberkulosis, dimana vaksin ini bukan mengobati tetapi membekali perlindungan.

    Sobat tidak perlu khawatir kapanpun dan dimanapun tuberkulosis menyerang anak atau Sobat karena sudah terbekali oleh kekebalan tubuh sendiri. Beberapa penelitian mencatat beberapa efektifitas dari vaksin BCG yaitu :

    • Dapat mengurangi resiko penyakit tuberkolosis sekitar 50%
    • Dapat mengurangi bentuk berat dari pasien yang terserang penyakit tuberkulosis seperti meningitis tuberkulosis anak hingga paling sedikit 70%, apalagi jika sudah menyerang otak maka akan berbahaya
    • Memberikan efek perlindungan maksimal selama 10 tahun, setelah itu Sobat bisa meminta vaksin kembali di rumah sakit.

    Efek Samping

    Biasanya banyak ibu khawatir karena setelah imunisasi anak akan mengalami efek samping, terkadang orang tua baru merasa bingung apakah gejala yang timbul termasuk wajar atau justru bermasalah. Sebenarnya ibu bisa konsultasi ke dokter anak atau tempat imunisasi sebelumnya jika terjadi masalah yang dirasa janggal.

    Namun, efek samping yang didapatkan setelah imunisasi biasanya adalah adanya pembengkakan kecil di area kulit yang disuntik. Kemudian, bayi akan merasa rewel karena tidak nyaman dan tubuh memberikan reaksi pegal dan juga agak sedikit demam. Selain itu, bekas suntikan  seringkali menimbulkan luka parut atau luka yang berbentuk.

    Jika luka sudah menimbulkan masalah seperti nanah dan juga membengkak sebaiknya hubungi dokter terkait untuk konsultasi tentang keadaan anak. Bayi yang mengalami masalah biasanya lebih sensitif dan mereka lebih tersiksa.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksinasi BCG bagi Anak

    Kejadian pasca-imunisasi BCG salah satunya adanya pembesaran kelenjar getah bening di area ketiak selama 2-4 bulan. Namun, kasus ini sangat jarang terjadi sehingga jika memang ada salah satunya yang terjadi segera larikan ke rumah sakit.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi BCG ke Rumah

    Segera vaksin anak Sobat dengan BCG agar bila tertular, gejalanya tidak terlalu berat. Konsultasikan ke dokter anak Sobat mengenai pertanyaan-pertanyaan seputar BCG. Anak sehat, anakpun menjadi kuat. Untuk vaksinasi BCG ini Sobat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah, dan banyak keunggulannya Lho!

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Read More
  • Kanker serviks menjadi penyebab kanker tertinggi pada wanita dan menjadi hal yang menakutkan. Terlebih lagi jika kanker serviks merenggut masa depan Bunda atau si gadis. Penyebab terbesar kanker serviks, yaitu dari infeksi Human Papilloma Virus (HPV), infeksi yang mudah menular melalui hubungan seksual namun hal ini dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi. HPV sendiri memiliki berbagai […]

    Mengapa Vaksinasi HPV Juga Diperlukan Untuk Si Gadis?

    Kanker serviks menjadi penyebab kanker tertinggi pada wanita dan menjadi hal yang menakutkan. Terlebih lagi jika kanker serviks merenggut masa depan Bunda atau si gadis.

    Penyebab terbesar kanker serviks, yaitu dari infeksi Human Papilloma Virus (HPV), infeksi yang mudah menular melalui hubungan seksual namun hal ini dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi.

    HPV sendiri memiliki berbagai tipe yang diindentifikasi yang hampir mencapai 40 jenis mulai dari risiko rendah hingga risiko tinggi, namun HPV tipe 16 dan 18 lah memiliki sifat onkogenik (penyebab kanker).  

    Vaksin HPV sendiri dibagi menjadi tua jenis yaitu Vaksin Bivalen (untuk tipe 16 dan 18) dan juga Vaksin Quadrivalen (Tipe 6, 11, 16 dan juga 18).

    Baca Juga: 7 Hal Yang Harus Bunda Ketahui Tentang Vaksinasi HPV Anak

    Infeksi HPV ini pada awalnya tidak akan menimbulkan gejala apapun atau keluhan lho, Bunda. Apabila tubuh kita tidak dapat melawannya, hal inilah yang memicu terjadinya kanker serviks.

    Pada penelitian di Amerika Serikat, rata-rata usia pertama hubungan seksual di usia 16 tahun dan pencegahan terbaik dilakukan sebelum aktif melakukan hubungan seksual.

    Lalu mengapa vaksinasi HPV ini perlu untuk putri saya? WHO merekomendasikan bahwa vaksinasi HPV menjadi program untuk mencegah terjadinya kanker serviks.

    FDA juga menyetujui pemberian vaksin hpv dapat dimulai pada usia 9 tahun. Sedangkan The Advisory Committee on Immunzation Practice (ACIP) dan Centre for diagnosis Control Prevention rekomendasikan pemberian vaksin HPV mulai usia 11-12 tahun.

    Produk Terkait: Layanan Vakasinasi HPV ke Rumah

    Sedangkan HOGI-IDAI menetapkan bahwa vaksinasi ini dapat diperikan pada perempuan pada usia 10-55 tahun lalu dikelompokkan menjadi 4 bagian, yaitu:

    1)      Usia 10-12 tahun (Usia Sekolah Dasar)

    2)      Usia 13-15 tahun (Usia Sekolah Menengah Pertama)

    3)      Usia 16-25 tahun (Usia Sekolah Menengah Atas Hingga Perguruan Tinggi)

    4)      Usia 26-55 tahun (Vaksinasi yang dilakukan setelah mendapatkan hasil Pap Smear negatif)

    Antibodi HPV 16 dan 18 pada Putri Bunda di usia remajanya lebih tinggi 2-3 kali dibandingkan kelompok usia 26-55 tahun. Jadi demi masa depannya lakukan yang terbaik dengan melindungi kesehatannya dari kanker serviks. Vaksinasi HPV bisa Bunda dapatkan di ProSehat (Aplikasi Kesehatan).

    Kenapa harus di ProSehat? Bunda dapat berkonsultasi seputar vaksinasi dengan Maya Asisten Kesehatan ProSehat dan layanan vaksinasi ke rumah dan bebas memilih lokasi agar Putri Bunda lebih tenang.

    Baca Juga: Ayo Imunisasi Demi Kesehatan Si Kecil

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Sumber :

    Winardo, Donny Sutrisno. ”Kanker Serviks dan Imunisasi HPV”. Diakses pada 30 Januari 2018
    Effendi, Bonita. “Pencegahan Infeksi HPV untuk Kaum Muda”. Diakses pada 30 Januari 2018

    Read More
  • Imunisasi sangat diperlukan untuk bayi dan balita dan banyak sekali macam-macam imunisasi, salah satunya adalah polio. Pemerintah mulai menggalakkan anak wajib imunisasi polio. Kenapa pemerintah mewajibkan anak untuk imunisasi polio? Karena imunisasi polio dapat mencegah penyakit yang akan diderita jika tidak diimunisasi. Baca Juga: Mengenal Penyakit Polio dan Vaksin untuk Mencegahnya Banyak manfaat yang bisa […]

    Efek Samping Vaksin Polio yang Perlu Kamu Ketahui

    Imunisasi sangat diperlukan untuk bayi dan balita dan banyak sekali macam-macam imunisasi, salah satunya adalah polio. Pemerintah mulai menggalakkan anak wajib imunisasi polio.

    Kenapa pemerintah mewajibkan anak untuk imunisasi polio? Karena imunisasi polio dapat mencegah penyakit yang akan diderita jika tidak diimunisasi.

    Baca Juga: Mengenal Penyakit Polio dan Vaksin untuk Mencegahnya

    Banyak manfaat yang bisa didapat ketika seorang anak diberikan imunisasi polio. Namun, imunisasi polio dapat menimbulkan reaksi setelah disuntikkan ke anak.

    vaksinasi polio, efek samping vaksinasi polio

    Apa Saja Manfaat Imunisasi Polio?

    • Agar anak terhindar dari kematian karena infeksi yang terjadi pada selaput otak (meningitis)
    • Mencegah beberapa resiko pada bayi karena virus polio yang pada umumnya merusak syaraf pada otak, dan menimbulkan otot yang tidak berfungsi sehingga anak tersebut lumpuh seketika
    • Mencegah anak menderita polio dan memungkinkan anak untuk tumbuh sehat

    Beberapa manfaat itulah yang membuat anak diwajibkan untuk tetap diberikan imunisasi polio. Ada dua hal yang membedakan vaksin polio, yaitu vaksin oral dan suntik.

    Baca Juga: Tujuan Imunisasi Polio yang Perlu Diketahui

    Seiring dengan berkembangnya zaman, vaksin oral sudah tidak digunakan lagi, sekarang menggunakan vaksin yang disuntik. Jangan lupa ibu-ibu bahwa vaksin suntik pun dapat menimbulkan reaksi pasca imunisasi

    Reaksi pasca-imunisasi Polio yang perlu kamu ketahui:

    1. Demam

    Demam merupakan reaksi dari pemberian vaksin polio oral. Sering juga kita temui vaksin suntik pun terkadang juga akan membuat anak menjadi demam.

    Vaksin oral berisi virus yang sudah dilemahkan untuk memperkuat metabolisme tubuh, sedangkan vaksin yang disuntik virusnya sudah dimatikan terlebih dahulu. Ibu jangan khawatir bila anak mengalami demam, cukup berikan obat penurun panas aja hingga demamnya hilang.

    2. Sakit dan Bengkak di bekas suntikan

    Tak jarang jika kita temui bayi yang menangis terus karena suntikan imunisasi polio, jadi untuk menjaga kenyamanan bayi, sebaiknya posisikan bayi pada keadaan tidur yang nyaman, sehingga bayi tersebut tidak akan menangis/rewel lagi

    3. Reaksi anafialtik

    Reaksi anafilkatik merupakan reaksi alergi tipe cepat yang menimbulkan kegawatan bila tidak ditangani dengan cepat. Reaksi ini terjadi bila sesorang memiliki riwayat alergi terhadap komponen vaksin.

    Mereka yang alergi terhadap beberapa antibiotik seperti Streptomisin, polimiksin B dan Neomisin kemungkinan akan alergi terhadap vaksin polio suntik.

    Baca Juga: Apa dan Bagaimana Penyebab Penyakit Polio Itu?

    Jika Sahabat sebagai ibu ingin mengurangi reaksi lokal yang dapat terjadi pada anak, Sobat harus mengompres pada bekas suntikan, minum air putih, memberikan penurun panas dengan dosis sesuai dengan umur anak. Sebelum dilakukan imunisasi, Sobat perlu mengetahui beberapa hal:

    • Cek apakah anak demam atau tidak
    • Anak sedang diare
    • Anak yang mempunyai kekebalan tubuh yang lemah atau melemahnya sistem imun
    • Anak yang masih menjalani imunosupresif

    Hal itulah yang menjadi pertimbangan untuk dilakukan vaksinasi. Vaksin polio itu penting untuk bayi dan balita, tetapi kita harus memperhatikan reaksi setelah penyuntikan dan apa saja yang tidak boleh dilakukan pada anak yang sedang mengalami demam, diare atau yang sudah dijelaskan di atas.

    Semoga artikel ini memberi manfaat bagi para pembaca, khususnya ibu-ibu yang mempunyai bayi dan anak balita. Jangan lupa konsultasikan pada dokter yang menangani vaksin polio anak Sahabat.

    Apabila Sahabat ingin sekali melakukan vaksinasi polio terutama layanan vaksinasi ke rumah, jangan khawatir karena Prosehat mempunyai layanan tersebut. Layanan ini tentu saja akan membuat Sobat merasa aman dan nyaman. Selain itu, layanan ini mempunyai kelebihan-kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Untuk info lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi polio ke rumah, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Read More
  •   Kanker serviks menjadi hal yang menakutkan bagi para wanita di dunia termasuk di Indonesia. Persepsi seseorang pada penyakit ini masih dianggap miring, karena pola hidup yang kurang sehat, merokok, infeksi kelamin  hingga seringnya berganti-ganti pasangan. Memang hal tersebut menjadi salah satu faktor penyebab kanker serviks. Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita Kanker […]

    Takut Sama Kanker Serviks? Vaksinasi HPV Aja

     

    Kanker serviks menjadi hal yang menakutkan bagi para wanita di dunia termasuk di Indonesia. Persepsi seseorang pada penyakit ini masih dianggap miring, karena pola hidup yang kurang sehat, merokok, infeksi kelamin  hingga seringnya berganti-ganti pasangan. Memang hal tersebut menjadi salah satu faktor penyebab kanker serviks.

    vaksinasi HPV

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Kanker yang menyerang daerah leher rahim wanita ini disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Kanker ini tidak memiliki gejala, hingga seseorang baru mengetahui terkena kanker serviks setelah mencapai stadium lanjut. Jika kalian yang mengalaminya bagaimana? Rasa takut dan hancur menjadi satu karena kanker serviks merenggut masa depanmu.

    Mengatasi ketakutan kalian pada kanker serviks, maka bisa dicegah dengan vaksinasi HPV. Namun sebelum melakukan vaksinasi, harus ketahui beberapa hal berikut ini.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    1. Vaksinasi HPV Dapat diberikan Pada Anak-anak

    Beberapa pendapat dari Advisory Committee on Immunization Practice (ACIP) serta Centre for diagnosis Control Prevention (CDC) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan vaksinasi HPV dapat diberikan pada anak perempuan mulai dari usia 10 tahun.

    2. Mungkin Anda pernah mendengar atau mendapat broadcast tentang vaksinasi HPV yang bisa menyebabkan menopause?

    Jangan langsung percaya, kepala Dinas Kesehatan DKI Koesmedi Priharto menyangkal hal tersebut. Menurutnya “Setiap 1 jam ada 33 wanita di Indonesia meninggal karena kanker serviks. Dengan tingginya kasus kanker serviks maka pemerintah mengambil keputusan untuk memberikan vaksinasi guna mencegah kanker serviks. Sedangkan berita di luar sana tidak bisa di pertanggungjawabkan alasannya”.


    Menopause sendiri dipengaruhi dari fungsi sel ovarium yang berkurang karena usia sehingga produksi hormon estrogen menurun. Penyebab lainnya akibat dari operasi pengangkatan ovarium (yang dilakukan bersamaan dengan pengangkatan kandungan atau histerektomi) atau adanya paparan radiasi dan juga kemoterapi.

    3. Paps Smear Dulu Baru Vaksinasi HPV

    Untuk Anda wanita yang telah aktif secara seksual disarankan untuk melakukan pemeriksaan pap smear yang berfungsi untuk mendeteksi sel abnormal atau lesi prakanker dan dilakukan secara berkala untuk wanita berusia di atas 40 tahun atau wanita yang beresiko tinggi terkena kanker. Apabila menunjukkan hasil negatif, maka bisa dijalankan proses vaksinasi HPV.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturannya?

    4. Vaksinasi HPV Dilakukan Sebanyak 3 Kali

    Untuk pemberian vaksinasi HPV ini pada umumnya dilakukan sebanyak 3 kali dengan jarak waktu 0, 2 dan 6 bulan dan pemberian tidak dianjurkan melebihi dari waktu 1 tahun. Khusus untuk anak usia 10-13 tahun, cukup dengan pemberian 2 dosis, yaitu bulan 0 dan bulan 6.

    5. Dapat Mencegah Penyebaran Kanker Serviks

    Hingga saat ini, penelitian menunjukkan keberhasilan vaksinasi HPV bisa mencapai 100%. Walau demikian, tetap disarankan untuk melakukan pap smear secara berkala sebagai pencegahan sekunder.

    Baca Juga: Lindungi Diri Anda dari Kanker Serviks

    Jadi itulah hal-hal yang perlu Anda ketahui seputar vaksinasi HPV. Mari cegah sekarang juga, lindungi dirimu dan orang yang Anda cintai dengan vaksinasi HPV guna cegah kanker serviks. Untuk vaksinasi Sobat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Sumber:

    1. TanyaDok. “Info Tentang Kanker Serviks”. tanyadok.com
    2. Khusen, Daniel Denny. “Kanker Serviks Pembunuh Banyak Wanita” . tanyadok.com
    3. Winardo, Donny Sutrisno. “Kanker Serviks dan Imunisasi HPV”. tanyadok.com
    4. CDC. “Human Papillomavirus (HPV)”. cdc.gov
    5. Alief, Bisma. “Ini Penjelasan Dinkes DKI Soal Kabar Vaksin Sebabkan Menopause Dini”. detik.com
    6. Valentine, Maria. “Apa Sebenarnya Menopause Bagi Wanita?”. tanyadok.com
    7. Jadwal Imunisasi 2017 [Internet]. IDAI. 2018 [cited 1 April 2018]. Available from: idai.or.id

     

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja