Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Waspada Terinfeksi Corona Tanpa Gejala (Silent Carrier)

Penyebaran virus SARS-CoV-2 yang dapat menyebabkan Coronavirus disease 2019 (COVID-19) sampai saat ini masih sulit untuk dikendalikan. Penyakit ini sudah dinyatakan sebagai pandemik yang tersebar di seluruh dunia. Hingga tanggal 1 April 2020, terdapat 823.626 jumlah kasus di seluruh dunia dan telah menyebabkan 40.598 kematian. Di Indonesia sendiri, jumlah kasus sudah mencapai 1.790 kasus terkonfirmasi dan 170 orang yang meninggal.

Menurut data dari the South China Morning Post newspaper, 1 dari 3 orang yang memiliki hasil tes positif terinfeksi virus tidak menunjukkan tanda dan gejala penyakit (silent carrier). Terdapat lebih dari 43.000 orang di Cina yang memiliki tes positif COVID-19 pada akhir bulan Februari namun tidak memiliki gejala atau asimtomatik. Orang-orang tersebut ditempatkan di karantina dan dipantau, namun tidak dimasukkan dalam perhitungan resmi kasus yang terkonfirmasi oleh pemerintah Cina.

Penelitian lain yang dilakukan pada penumpang kapal pesiar Diamond Princess, proporsi silent carrier sebesar 17.9%, sedangkan data dari penelitian yang dilakukan pada warga negara Jepang yang dievakuasi dari Wuhan proporsi pasien asimtomatiknya adalah 33.3%. Dengan mempertimbangkan jumlah virus yang ditemukan serupa pada pasien yang bergejala dan tidak bergejala, serta kemungkinan pasien yang tidak bergejala juga bisa menularkan COVID-19 ini, maka diperlukan tindakan preventif yang tegas untuk mengurangi penularan virus ini. Rekomendasi dari Center of Disease Control and Prevention (CDC) adalah seseorang yang memiliki kontak erat dengan pasien yang asimtomatik juga perlu melakukan isolasi diri selama 14 hari.

Salah satu kendala dalam mengumpulkan data secara global adalah adanya perbedaan cara setiap negara untuk melaporkan kasus COVID-19. The World Health Organisation (WHO) mengklasifikasikan semua orang yang memiliki hasil tes positif sebagai kasus terkonfirmasi walaupun asimtomatik, hal ini diterapkan di Korea Selatan. Di Cina sendiri klasifikasi ini diganti pada bulan Februari, sehingga hanya pasien yang bergejala yang dimasukkan sebagai kasus terkonfirmasi. Sedangkan, di Amerika Serikat, Inggris, dan Itali pasien yang asimtomatik tidak dites sama sekali, kecuali untuk para pekerja kesehatan yang sudah terpapar dengan virus lebih banyak.

Penyebaran COVID-19 adalah melalui percik renik yang keluar saat orang sedang batuk maupun bersin. Maka risiko penyebaran penyakit ini tinggi pada orang yang bergejala dan sering batuk maupun bersin. Namun, banyak pasien hanya mengalami gejala ringan terutama pada awal perjalanan penyakit sehingga terkadang tidak merasa sakit. Para ilmuwan sampai sekarang masih meneliti lebih lanjut mengenai risiko penularan virus dari orang yang tidak bergejala.

Physical distancing merupakan himbauan yang perlu diterapkan untuk menurunkan angka penularan penyakit agar situasi lebih mudah untuk dikendalikan. Setiap individu memiliki peranannya masing-masing seperti menjaga jarak setidaknya satu meter saat sedang berinteraksi dengan orang lain serta menghindari kontak fisik seperti berjabat tangan, cukup menyapa dengan lambaian tangan, anggukan kepala atau membungkuk. Ingatlah untuk selalu melakukan pola hidup yang bersih dan sehat yaitu dengan rutin mencuci tangan dengan air dan sabun minimal selama 20 detik, hindari memegang area wajah, serta melakukan etika batuk dan bersin yang benar yaitu menutup bagian hidung dan mulut dengan tisu atau bagian dalam lipat siku.

Ketentuan karantina diri yang berlaku di Indonesia dilakukan pada Orang dalam Pemantauan atau orang yang memiliki kontak erat dengan Pasien dalam Pengawasan (PDP). Karantina diri dilakukan selama 14 hari, selama masa karantina perlu dilakukan pemantauan setiap hari dengan pemeriksaan suhu tubuh dan skrining gejala harian.

Untuk informasi terkait corona, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Novel Coronavirus (2019-nCoV) situation reports [Internet]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/situation-reports
  2. A third of virus cases may be ‘silent carriers’, classified data suggests [Internet]. South China Morning Post. 2020. Available from: https://www.scmp.com/news/china/society/article/3076323/third-coronavirus-cases-may-be-silent-carriers-classified
  3. Mizumoto K, Kagaya K, Zarebski A, Chowell G. Estimating the asymptomatic proportion of coronavirus disease 2019 (COVID-19) cases on board the Diamond Princess cruise ship, Yokohama, Japan, 2020. Eurosurveillance. 2020 Mar 12;25(10):2000180.
  4. Estimation of the asymptomatic ratio of novel coronavirus infections (COVID-19). – PubMed – NCBI [Internet]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/32179137
  5. Q&A on coronaviruses (COVID-19) [Internet]. Available from: https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses
  6. Advice for public [Internet].Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
  7. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19). Kementerian Kesehatan RI; 2020.

Chat Asisten ProSehat aja