Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ corona”

Showing 1–10 of 67 results

  • Virus Corona atau Covid-19 yang masuk ke Indonesia sejak awal Maret 2020 telah mengubah tata cara atau kebiasaan semua bidang kehidupan supaya bisa menghindari dan memutus rantai penyebaran virus yang lebih ganas daripada SARS atau MERS tersebut. Salah satu bidang yang berubah untuk menyesuaikan dengan virus tersebut adalah kesehatan yang merupakan bidang paling utama dan […]

    4 Hal Penting Terkait Melahirkan Saat Pandemi Menurut IDAI

    Virus Corona atau Covid-19 yang masuk ke Indonesia sejak awal Maret 2020 telah mengubah tata cara atau kebiasaan semua bidang kehidupan supaya bisa menghindari dan memutus rantai penyebaran virus yang lebih ganas daripada SARS atau MERS tersebut.

    ibu melahirkan


    Salah satu bidang yang berubah untuk menyesuaikan dengan virus tersebut adalah kesehatan yang merupakan bidang paling utama dan terdepan dalam menghadapi Covid-19. Tak ketinggalan protokol kesehatan untuk ibu hamil.

    Baca Juga: 6 Panduan Nutrisi Ibu Hamil untuk Menjaga Kesehatan Calon Buah Hati

    Protokol diperlukan mengingat Corona adalah virus yang mudah menyebar dan cepat masuk ke dalam sistem pernafasan utama seperti paru-paru. Apalagi ibu hamil merupakan orang yang mudah terpapar virus tersebut karena daya tahan tubuh yang menurun. 

    Tidak hanya ibu hamil, bayi yang dikandung juga terpapar virus sehingga setelah dilahirkan harus segera dijauhkan dari sang ibu.

    Meskipun penelitian belum bisa dengan pasti mengungkapkan tingkat penularan tersebut. Adanya Corona yang mempunyai efek sangat mematikan juga membuat ibu hamil menjadi enggan memeriksakan diri ke puskesmas atau mengikuti kelas khusus ibu hamil. Ketakutan juga ditambah dengan belum adanya standarisasi yang lengkap untuk APD tenaga medis.

    Lalu seperti apakah protokol atau pedoman kesehatan untuk ibu hamil pada masa pandemi atau new normal? Simak poin-poin di bawah ini seperti yang dipaparkan oleh dr. Toto Wisnu Hendarto dari PP IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia).

    1. Memulai Pencegahan dengan Membaca KIA

    Seperti yang sudah diumumkan oleh WHO pada akhir 2019 bahwa untuk mencegah dan memutus penyebaran virus Corona adalah mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir selama 20 detik.

    Perihal mencuci tangan yang baik dan benar ini juga ada dalam buku KIA atau Kesehatan Ibu dan Anak 2020 yang telah direvisi.

    Di dalam buku pegangan utama tersebut juga dijabarkan bahwa mencuci tangan untuk ibu hamil harus memakai juga hand sanitizer dengan kandungan alkohol sebanyak 70% apabila sabun cuci tangan tidak tersedia.

    KIA untuk Corona ini juga memuat beberapa poin penting seperti penggunaan masker untuk mencegah cipratan air liur, baik langsung maupun tidak langsung.

    Kemudian menghindari kontak dengan tidak bepergian ke daerah-daerah rawan Corona serta tidak berinteraksi dengan hewan-hewan penyebab virus tersebut seperti kelelawar, tikus, dan musang.

    2. Lakukan Pemeriksaan Kehamilan Sesuai Protokol Covid-19

    Pemeriksaan kehamilan merupakan hal yang harus dilakukan untuk ibu hamil supaya bisa mengetahui kesehatan bayi yang dikandungnya. Pemeriksaan kesehatan bisa dilakukan di fasilitas-fasilitas kesehatan terpercaya milik pemerintah atau swasta.

    Namun dalam masa pandemi atau new normal ini, diusahakan agar bumil tidak terlalu menunggu lama dalam memeriksakan kehamilan. Karena itu, perlu dibuat perjanjian antara ibu hamil dan pihak pemeriksa.

    Untuk panduan pemeriksaan kesehatan, bumil dapat membaca panduannya melalui KIA 2020 yang telah direvisi. KIA juga memuat beberapa risiko tanda bahaya yang mesti diketahui oleh si ibu hamil untuk bayi yang dikandungnya.

    Apabila si ibu hamil merasa ada tanda bahaya seperti yang termuat dalam KIA, disarankan segera ke fasilitas pelayanan kesehatan.

    Baca Juga: 9 Tips ASI setelah melahirkan


    Untuk masa pandemi ini, petugas kesehatan bisa mendatangi rumah supaya ibu hamil bisa menghindari virus Corona, dan ibu hamil dapat mengikuti kelas pelatihan kehamilan secara online. Apabila bumil terindikasi terkena Covid-19, pemeriksaan USG bisa ditunda sampai masa isolasi berakhir.

    Untuk ibu hamil yang terindikasi terkena Covid-19 juga memerlukan beberapa penanganan khusus seperti tidak memberikan tablet tambah darah, petugas kesehatan melakukan antenatal care selama 14 hari setelah isolasi, dan pembentukan tim multi-disiplin yang terdiri dari beberapa dokter spesialis, serta pemberian konseling.

    3. Ketahui Beberapa Tingkatan Pelayanan

    Toto Wisnu Hendarto juga memaparkan tingkatan pelayanan kelahiran pada masa pandemi dan new normal. Terdapat tiga level seperti yang tercantum di KIA 2020 hasil revisi yaitu,

    • Level I untuk kemampuan penanganan dasar
    • Level II A dan B untuk kemampuan penanganan khusus
    • Level III A dan B untuk penanganan dasar namun subspesial 
    • Level III C dan D untuk penanganan lanjutan

    Level-level ini diberikan kepada fasilitas kesehatan sesuai dengan standar dan APD yang dimiliki untuk pengananan ibu hamil saat pandemi. Juga sesuai dengan status yang disandang si ibu hamil apakah penderita atau bukan. Jika ia penderita, tentu harus diketahui status penderitanya.

    Untuk level 1 di Indonesia berlaku ketentuan pelayanan umum seperti pasca kelahiran bayi, yaitu 37-42 minggu, dengan berat berkisar di 2.500-4.000 gram. Sedangkan pelayanan luar biasa ada pada level III plus.

    Karena level atau tingkatan yang berbeda, tentu saja APD yang digunakan juga berbeda seperti level III harus menggunakan delivery chamber.

    4. Pemberian Pelayanan untuk Bayi Baru Lahir

    Bayi yang baru lahir rentan terkena Corona dikarenakan belum mempunyai daya imunitas yang bagus. Untuk hal ini dalam pemaparannya IDAI memberikan 4 tahapan periode waktu dalam penanganan pasca-kelahiran.

    • Tahapan pertama adalah berdasarkan detik (30 detik)
    • Tahapan kedua berdasarkan jam (6-12 jam)
    • Tahapan ketiga berdasarkan hari (47-72 jam)
    • Tahapan  keempat berdasarkan minggu

    Pada tahapan pertama penanganan yang perlu dilakukan adalah resusitasi neonatal kurang lebih 30 detik yang meliputi pemberian kehangatan, pemberian posisi kepala untuk bernafas, pengeringan, dan perangsangan taktil.

    Apabila dalam tahapan ini bayi terindikasi Corona, langkah yang perlu dilakukan adalah melakukan prosedur aerosol generated secara isolatif.

    Pada tahapan kedua prosedur yang perlu dilakukan adalah neonatal esensial, pemberian vitamin K1, antibiotik, dan vaksin hepatitis B.

    Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil Terbang?

    Apabila bayi terkena Corona, neonatal esensial tetap dilakukan namun dengan melakukan isolasi selama 14 hari. Pada kategori ketiga perawatan yang perlu dilakukan adalah rooming in, pemeriksaan detak jantung, dan pemeriksaan hipotiroidisme.

    Apabila bayi terkena Covid-19 langkah yang perlu dilakukan adalah isolasi khusus berdasarkan protokol Covid-19, dan boleh meninggalkan rumah sakit.

    Tahapan terakhir adalah berdasarkan minggu yaitu dimulainya pemberian ASI secara terkontrol, monitor berat badan, dan monitor metabolisme bilirubin.

    Jika bayi pada tahapan ini terkena Corona, prosedur yang dilakukan adalah identifikasi final berdasarkan protokol Covid-19.

    Nah, itulah 4 poin penting dari IDAI mengenai prosedur melahirkan pada masa pandemi. Semoga bermanfaat bagi para ibu hamil yang ingin tetap melahirkan dalam keadaan sehat dan aman.

    Selain itu, bagi Sahabat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatansilakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Read More
  • Kembali bertambahnya kasus Covid-19 klaster perkantoran di DKI Jakarta pada bulan April 2021, membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat program vaksinasi Covid-19 bagi buruh dan pekerja. Baca Juga: Mengapa Terjadi Covid-19 di Perkantoran Saat PSBB Transisi? Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta pada Rabu, 28 April 2021. Pada […]

    Klaster Perkantoran DKI Jakarta Kembali Tinggi, Vaksinasi Buruh dan Pekerja Dipercepat

    Kembali bertambahnya kasus Covid-19 klaster perkantoran di DKI Jakarta pada bulan April 2021, membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat program vaksinasi Covid-19 bagi buruh dan pekerja.

    klaster perkantoran DKI Jakarta kembali tinggi

    Baca Juga: Mengapa Terjadi Covid-19 di Perkantoran Saat PSBB Transisi?

    Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta pada Rabu, 28 April 2021.

    Pada periode 12-18 April 2021 tercatat peningkatan kasus aktif klaster perkantoran mencapai 425 kasus dari 177 perkantoran. Sementara di pekan sebelumnya, yaitu periode 5-11 April 2021 hanya terdapat 157 kasus positif Covid-19 di 78 perkantoran.

    Disnakertrans DKI berharap percepatan vaksinasi Covid-19 di lingkungan perkantoran dapat memberikan perlindungan bagi buruh dan pekerja dari Covid-19.

    Selain itu juga untuk membantu memulihkan perekonomian terutama di DKI Jakarta sebagai pusat ekonomi dan pemerintahan.

    Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Gubernur DKI, Riza Patria dalam acara vaksinasi untuk buruh dan pekerja pada Sabtu 1 Mei 2021 yang bertepatan dengan Hari Buruh Internasional.

    Riza Patria mengungkapkan bahwa percepatan vaksinasi Covid-19 dapat mengembalikan produktivitas kaum buruh dan pekerja.

    Baca Juga: Cara Mengendalikan Laju Covid-19 di Lingkungan Kantor?

    Para pekerja dan buruh masuk dalam tahap ketiga program vaksinasi nasional, setelah tenaga kesehatan pada tahap pertama dan petugas pelayanan publik pada tahap kedua.Tahap ketiga ini rencananya dimulai pada April 2021 hingga Maret 2022.

    Penyebab Kasus Covid-19 Klaster Perkantoran Kembali Naik

    Kembali naiknya klaster perkantoran di DKI Jakarta disebabkan karena mulai abainya para pekerja dalam menerapkan protokol kesehatan selama di tempat kerja.

    Selain itu, banyak perkantoran yang mulai melonggarkan atau bahkan tidak menerapkan aturan maksimal 50% dari kapasitas.

    Hal ini yang menyebabkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta kepada para pengusaha untuk tetap menerapkan protokol kesehatan di tempat kerja meskipun sudah divaksin Covid-19.

    Baca Juga: Kebijakan Vaksinasi Gotong Royong Resmi Dikeluarkan

    Nah Sahabat Sehat, mari tetap lakukan protokol kesehatan meskipun sudah divaksinasi sebab vaksinasi hanya dapat mencegah dan melindungi dari Covid-19.

    Sahabat ingin konsultasi lebih lanjut perihal vaksinasi Covid-19? Manfaatkan segera Chat Dokter 24 jam dari Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Kurniawati, E., 2021. DKI Minta Kemenkes Percepat Vaksinasi untuk Pekerja dan Buruh. [online] Tempo. Available at: <https://metro.tempo.co/read/1457128/dki-minta-kemenkes-percepat-vaksinasi-untuk-pekerja-dan-buruh/full&view=ok> [Accessed 3 May 2021].
    2. com. 2021. Gelar Vaksinasi untuk Buruh, Wagub DKI Berharap Ekonomi Segera Pulih. [online] Available at: <https://www.suara.com/news/2021/05/01/202738/gelar-vaksinasi-untuk-buruh-wagub-dki-berharap-ekonomi-segera-pulih> [Accessed 3 May 2021].
    Read More
  • Virus corona yang menyerang mengglobal sejak 2020 telah membuat WHO menyatakan bahwa virus corona merupakan sebuah pandemi. Oleh karena situasi ini pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan antara lain membatasi segala bentuk kegiatan dengan anjuran isolasi mandiri di rumah. Semua kegiatan dilakukan di rumah baik bekerja, proses belajar-mengajar dan lainnya. Baca Juga: Ingin Aman Memakai Masker Saat […]

    Hindari Kesalahan Berolahraga Saat Pandemi Corona

    Virus corona yang menyerang mengglobal sejak 2020 telah membuat WHO menyatakan bahwa virus corona merupakan sebuah pandemi.

    Oleh karena situasi ini pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan antara lain membatasi segala bentuk kegiatan dengan anjuran isolasi mandiri di rumah. Semua kegiatan dilakukan di rumah baik bekerja, proses belajar-mengajar dan lainnya.

    hindari kesalahan berolahraga

    Baca Juga: Ingin Aman Memakai Masker Saat Berolahraga? Berikut Tipsnya

    Otomatis ini membuat Sahabat memiliki lebih banyak waktu luang. Beberapa orang menggunakan momen tersebut untuk berolahraga guna meningkatkan daya tahan tubuh. Faktanya olahraga yang salah justru akan memperburuk keadaan dengan menurunkan daya tahan tubuh loh!

    Secara umum, olahraga yang baik dan benar merupakan olahraga yang rutin, yaitu dilakukan 2-3 kali per minggu, durasi yang tetap 30-45 menit dengan intensitas sedang Olahraga dengan intensitas sedang akan merangsang pembentukan sel pertahanan tubuh yaitu sel darah putih.

    Hal ini sangat baik karena dapat menghalangi terjadinya infeksi. Olahraga intensitas sedang antara lain aerobik, jogging, latihan angkat beban ringan, menari, bersepeda.

    Sebagai parameter, mudah untuk membedakan olahraga intensitas sedang dan tinggi, umumnya pada olahraga intensitas sedang, seseorang masih dapat berbicara meskipun terengah-engah. Sebaliknya pada olahraga intensitas tinggi, seseorang sudah tidak dapat berbicara.

    Kesalahan berolahraga selama ini dapat diringkas menjadi 3T, yaitu

    1. Terlalu Sering

    Kesalahan yang sering dilakukan dalam berolahraga adalah melakukan olahraga setiap hari  Hal ini sangat tidak dianjurkan mengingat otot membutuhkan waktu pemulihan setidaknya 48 jam untuk kembali ke metabolisme awal.

    2. Terlalu Lama

    Durasi terbaik untuk berolahraga adalah 30-45 menit. Disarankan tidak melebihi 1 jam karena otot akan kelelahan. Bila terlalu lama, akan terjadi perubahan metabolisme dan menghasilkan produk asam laktat yang akan menimbulkan rasa tidak nyaman setelah berolahraga.

    Baca Juga: 3 Jenis Olahraga dan Jumlah Kalori yang Dibakar

    3. Terlalu Berat

    Olahraga intensitas tinggi sangat tidak dianjurkan karena justru dapat meningkatkan risiko terpapar infeksi. Hal ini disebabkan adanya periode open window sekitar 3-84 jam setelah melakukan olahraga intensitas tinggi.

    Pada periode ini, tubuh sedang dalam imunitas rendah dan sangat rentan terkena penyakit. Imunitas yang rendah disebabkan adanya peningkatan konsentrasi sitokin anti inflamasi yang difungsikan mengurangi kerusakan jaringan otot namun berakibat pada peningkatan kerentanan terhadap infeksi4.

    Beberapa contoh olahraga intensitas tinggi seperti lari, HIIT (High-intensity interval training), dan crossfit (latihan penguatan otot yang sebagian besar dari campuran aerobik dan latihan beban tubuh intensitas tinggi)

    Baca Juga: Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Berolahraga di Malam Hari

    Untuk menghindari hal di atas, maka Sobat dapat melakukan beberapa tips berikut, yaitu melakukan olahraga pada waktu dan hari yang sama.

    Olahraga sebaiknya dilakukan pagi hari karena akan meningkatkan aliran darah dan baik untuk sistem kardiovaskular.

    Selain itu sebelum olahraga, lakukan peregangan selama 10-15 menit. Mengapa penting? Peregangan sebelum olahraga dapat membantu tubuh meningkatkan aliran darah secara perlahan sehingga metabolisme tubuh tidak terlalu berubah dan mengurangi kemungkinan terjadinya cedera.

    Konsumsi air putih cukup sebelum, selama dan setelah berolahraga sangat dianjurkan. Sebaiknya konsumsi 2 gelas air putih 15 menit sebelum berolahraga, setengah hingga 1 gelas setiap 15 menit saat berolahraga dan dua hingga dua setengah gelas setelah berolahraga.

    Stop konsumsi rokok 1-2 jam sebelum aktivitas. Merokok dapat menurunkan jumlah sel darah putih yang berperan penting dalam melawan virus.

    Pada dasarnya olahraga baik untuk tubuh jika dilakukan dengan tepat. Jangan salah dalam melakukan olahraga selama #dirumahaja ya Sahabat.

    Selain itu, bagi Sahabat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

     

    1. [Internet]. 2020 [cited 30 March 2020]. Available from: https://covid19.kemkes.go.id
    2. [Internet]. Who.int. 2020 [cited 30 March 2020]. Available from: https://www.who.int/docs/default-source/coronaviruse/who-rights-roles-respon-hw-covid-19.pdf?sfvrsn=bcabd401_0
    3. (2018) ACSM’s Guidelines for Exercise Testing and Prescription. 10th ed. Edited by D. Riebe. Lippincott Williams & Wilkins. Available at: http://thepoint.lww.com/.
    4. [Internet]. Scielo.br. 2020 [cited 30 March 2020]. Available from: http://www.scielo.br/pdf/rbme/v18n3/en_15.pdf
    5. American Heart Association Recommendations for Physical Activity in Adults and Kids [Internet]. www.heart.org. 2020 [cited 30 March 2020]. Available from: https://www.heart.org/en/healthy-living/fitness/fitness-basics/aha-recs-for-physical-activity-in-adults
    6. Judge L, Burke J. The Effect of Recovery Time on Strength Performance Following a High-Intensity Bench Press Workout in Males and Females. International Journal of Sports Physiology and Performance. 2010;5(2):184-196.
    7. [Internet]. Who.int. Global Recommendation on Physical Activity for Health. 2010 [cited 30 March 2020]. Available fromhttps://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/44399/9789241599979_eng.pdf;jsessionid=2D23201ECDCEC947603B0EF79AD0150F?sequence=1
    8. Peake J, Neubauer O, Walsh N, Simpson R. Recovery of the immune system after exercise. Journal of Applied Physiology. 2017;122(5):1077-1087.
    9. Seo DY, Lee S, Kim N, et al. Morning and evening exercise.Integr Med Res. 2013;2(4):139–144. doi:10.1016/j.imr.2013.10.003
    10. Page P. Current concepts in muscle stretching for exercise and rehabilitation.Int J Sports Phys Ther. 2012;7(1):109–119.
    11. Fluid Replacement [Internet]. Brookfield Central Athletics. 2020 [cited 30 March 2020]. Available from: https://lancers.elmbrookschools.org/page/show/629573-fluid-replacement-and-dehydration
    12. Chevalier, MD – Cardiologist, Blanchard, MD & Dusfour, MD – 2020

     

    Read More
  • Pemerintah memutuskan tetap menjalankan program vaksinasi Covid-19 selama bulan Ramadan, sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 pada Saat Berpuasa yang menyebutkan bahwa vaksinasi Covid-19 tidak membatalkan puasa dan boleh dilakukan bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa. Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat Work From Home Selama […]

    Boleh Vaksin di Bulan Ramadan, Berikut Tips dan Persiapannya!

    Pemerintah memutuskan tetap menjalankan program vaksinasi Covid-19 selama bulan Ramadan, sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 pada Saat Berpuasa yang menyebutkan bahwa vaksinasi Covid-19 tidak membatalkan puasa dan boleh dilakukan bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa.

    vaksin di bulan Ramadan

    Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat Work From Home Selama Bulan Ramadan

    Hal ini ditujukan agar program vaksinasi tetap dapat dilaksanakan untuk mencegah penularan Covid-19. Meski begitu, pemberian vaksin harus tetap mempertimbangkan kondisi masing-masing orang dan disarankan untuk dilaksanakan pada siang hari.

    Pemberian vaksinasi selama bulan Ramadan dianggap tidak akan menimbulkan reaksi negatif bagi kesehatan karena dengan berpuasa dapat memberikan manfaat detoksifikasi bagi tubuh.

    Lalu bagaimana tips vaksinasi Covid-19 selama bulan Ramadan agar berjalan lancar? Sahabat Sehat, mari simak penjelasan di bawah ini!

    Tips Vaksinasi Covid-19 Selama Bulan Ramadan

    Dilansir dari Kompas.com, epidemiolog Universitas Padjajaran, Budi Sujatmiko mengungkapkan bahwa tidak ada persiapan khusus perihal menjalani vaksinasi Covid-19 selama bulan puasa. Secara umum para peserta vaksinasi disarankan untuk beristirahat yang cukup, dan makan makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka puasa.

    Baca Juga: 8 Makanan yang Dianjurkan Saat Puasa yang Perlu Kamu Ketahui

    Pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat, protein, rendah lemak, buah, sayur, dan susu sebagai pelengkap.

    Antisipasi KIPI Pasca Vaksinasi Selama Bulan Ramadan

    Sahabat Sehat yang hendak menjalani vaksinasi perlu mengantisipasi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang dapat dialami setelah disuntik vaksin, misalnya demam, nyeri ataupun bengkak di tempat suntikan.

    Apabila Sahabat mengalami gejala seperti lemas, pusing, maupun demam, maka Sahabat sebaiknya membatalkan puasa dan segera konsumsi obat sebagai pertolongan pertama.

    Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Sahabat, karena vaksinasi diperbolehkan dilakukan selama bulan Ramadan maka sebaiknya persiapkan tubuh Sahabat sebaik mungkin agar dapat menjalankan ibadah dengan baik selama bulan Ramadan.

    Jika Sahabat mengalami keluhan setelah disuntik vaksin, hendaknya segera menghubungi kontak dokter yang ada di surat keterangan vaksinasi atau dapat memanfaatkan layanan konsultasi dokter secara online yang ada di Prosehat.

    Produk Terkait: Chat Dokter 24 Jam

    Bagi Sahabat yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai vaksinasi atau produk kesehatan lainnya, Sahabat dapat berkonsultasi melalui Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Kemenkes Tetap Jalankan Vaksinasi COVID-19 di Bulan Ramadhan [Internet]. Sehat Negeriku. 2021 [cited 9 April 2021]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/berita-utama/20210404/5137409/kemenkes-tetap-jalankan-vaksinasi-covid-19-di-bulan-ramadhan/
    2. Media K. Epidemiolog Unpad Beri Tips Vaksinasi Covid-19 Saat Bulan Ramadan Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 9 April 2021]. Available from: https://www.kompas.com/edu/read/2021/04/08/133158371/epidemiolog-unpad-beri-tips-vaksinasi-covid-19-saat-bulan-ramadan?page=all

     

    Read More
  • Maraknya pandemi yang terjadi akibat Coronavirus disease 2019 (Covid-19), penting bagi Sahabat yang sudah menjadi orang tua untuk mengenali apa saja yang menandakan anak terinfeksi virus SARS-CoV-2 ini. Berikut adalah beberapa panduan untuk para orang tua:1 Baca Juga: Yang Perlu Sahabat Mengenai Perbedaan Pneumonia dan Covid-19 1. Apakah COVID-19 itu? COVID-19 adalah penyakit yang menyerang […]

    Panduan dan Gejala Covid-19 pada Anak-anak

    Maraknya pandemi yang terjadi akibat Coronavirus disease 2019 (Covid-19), penting bagi Sahabat yang sudah menjadi orang tua untuk mengenali apa saja yang menandakan anak terinfeksi virus SARS-CoV-2 ini. Berikut adalah beberapa panduan untuk para orang tua:1

    gejala Covid-19 pada anak-anak

    Baca Juga: Yang Perlu Sahabat Mengenai Perbedaan Pneumonia dan Covid-19

    1. Apakah COVID-19 itu?

    COVID-19 adalah penyakit yang menyerang saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus corona jenis baru yaitu SARS-CoV-2 yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina pada akhir tahun 2019.1,2

    2. Apakah COVID-19 berbahaya pada anak?

    Angka kejadian COVID-19 adalah 1% pada kelompok usia 10-19 tahun dan 0.9% pada kelompok usia <10 tahun. Sehingga pada saat ini anak merupakan kelompok dengan angka kejadian COVID-19 paling rendah.

    Dari penelitian lain yang dilakukan pertengahan bulan Januari 2020, kasus jarang sekali ditemukan kasus pada anak usia di bawah 15 tahun, serta bila terjadi infeksi pada anak-anak gejala yang ditimbulkan bersifat lebih ringan.1,

    3. Di mana saja area terjangkit di Indonesia?

    Area terjangkit di Indonesia: seluruh provinsi di Indonesia

    4. Apa itu Suspek?

    Seseorang yang mengalami demam (³38oC) atau riwayat demam, serta gejala gangguan sistem pernapasan seperti batuk, pilek, dan sakit tenggorokan

    Baca Juga: 8 Istilah Baru Penderita Covid-19, Mulai dari Suspek hingga Kematian

    DAN

    Tidak ada penyebab lain berdasarkan gejala klinis yang meyakinkan

    DAN

    Pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal baik di luar maupun dalam negeri.

    Seseorang dengan demam (³38oC) atau riwayat demam, serta gejala gangguan sistem pernapasan seperti batuk, sesak nafas, sakit tenggorokan, pilek, gejala pneumonia ringan hingga berat.

    DAN

    Tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan

    DAN

    Pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal baik di luar maupun dalam negeri.

    • Seseorang dengan demam (³38oC) atau riwayat demam atau gejala gangguan sistem pernapasan DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi atau probabel COVID-19
    • Seseorang dengan gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) berat di area transmisi lokal di Indonesia yang membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.4

    5. Bila salah satu orang tua/pengasuh terdekat menjadi suspek, apakah anak menjadi suspek juga?

    Belum tentu. Lakukan pengawasan mandiri, apabila pada anak timbul gejala, lakukan isolasi mandiri dan lapor petugas kesehatan.1

    6. Bila salah satu orang tua/pengasuh terdekat menjadi PDP, bagaimana mengetahui apakah anak sudah terjangkit?

    Belum tentu. Lakukan pengawasan mandiri, apabila pada anak timbul gejala, lakukan isolasi mandiri dan lapor petugas kesehatan.1

    7. Apa saja tanda dan gejala Covid-19 pada anak?

    Tanda dan gejala Covid-19 sebenarnya menyerupai common cold biasa yang umumnya bersifat ringan dan bisa sembuh sendiri, seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan.

    Baca Juga: Tanda dan Gejala Covid-19: Delirium, Happy Hypoxia, dan Anosmia

    Namun bila sudah menyerang paru-paru akan timbul radang paru yang dikenal juga sebagai pneumonia. Gejala pneumonia adalah demam, batuk, kesulitan bernafas yang ditandai dengan nafas cepat dan sesak nafas.1,5

    8. Bagaimana cara mengetahui kesulitan bernapas pada anak?

    Hitunglah jumlah pernapasan anak dalam waktu satu menit. Napas dikatakan cepat bila pada usia 0-<2 bulan lebih dari 60 kali /menit, pada usia 2 bulan – <12 bulan lebih dari 50 kali/menit, dan usia 1-<5 tahun lebih dari 40 kali/menit.

    Saat menghitung napas anak, jangan lupa perhatikan sesak napas dengan melihat usaha tambahan untuk bernafas seperti cuping hidung yang kembang kempis dan tarikan dinding dada.1

    9. Kapan anak perlu dibawa ke dokter?

    Bila gejala anak cenderung ringan dan masih dapat ditangani sendiri di rumah, sebaiknya tidak segera berkunjung ke fasilitas kesehatan. Berikan obat demam paracetamol 10 mg/kg berat badan, dapat diulang setiap 4-6 jam selama masih demam, maksimal 5 kali dalam 24 jam.

    Produk Terkait: Jual Paracetamol 

    Apabila demam terus-menerus dan memasuki hari ketiga, atau ada tanda bahaya seperti anak lemas cenderung tertidur, sesak nafas, demam lebih dari 39oC atau lebih, kejang, tampak biru, muntah-muntah, buang air kecil berkurang, segera bawa ke fasilitas kesehatan.1,5

    10. Bagaimana cara mencegah tertular COVID-19?

    • Rajin mencuci tangan dengan air dan sabun selama minimal 20 detik. Mencuci tangan sebaiknya dilakukan setelah batuk dan bersin, sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, serta bila tangan terlihat kotor. Bila tidak ada sabun, dapat menggunakan hand-rub berbahan dasar alkohol.
    • Mengetahui etika batuk dan bersin yang benar, bila batuk atau bersin tutuplah bagian hidung dan mulut dengan tisu atau lipat siku bagian dalam. Segera buang tisu dan cuci tangan dengan air dan sabun.
    • Menjaga jarak lebih dari 1-2 meter dari orang lain, hal ini dilakukan karena adanya percik renik yang mungkin mengandung virus yang dapat menyebar saat seseorang batuk maupun bersin. Hindari membawa anak ke tempat yang ramai dan hindari pula perjalanan keluar kota terutama dalam rangka mengunjungi kakek nenek yang merupakan kelompok risiko tinggi tertular dan sakit berat akibat COVID-19.1,6

    Baca Juga: Long Hauler, Paparan Virus Covid-19 Berkepanjangan

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan  seperti tes Covid-19, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    DAFTAR PUSTAKA

    1. IDAI. Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia: FAQ COVID-19.20 Maret 2020
    2. CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/lab/index.html
    3. Early Transmission Dynamics in Wuhan, China, of Novel Coronavirus–Infected Pneumonia | NEJM [Internet]. Available from: https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMoa2001316?query=featured_home
    4. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19). Kementerian Kesehatan RI; 2020.
    5. Huang C, Wang Y, Li X, Ren L, Zhao J, Hu Y, et al. Clinical features of patients infected with 2019 novel coronavirus in Wuhan, China. The Lancet [Internet]. 2020 Jan 24.0(0). Available from: https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(20)30183-5/abstract
    6. Coronavirus | About | Prevention and Treatment | CDC [Internet]. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/about/prevention.html

     

    Read More
  • TBC atau tuberkulosis merupakan salah satu jenis penyakit paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Di Indonesia, TBC merupakan penyakit dengan kasus penyebaran yang tinggi. Baca Juga: Bahaya TB pada Anak yang Perlu Sahabat Ketahui Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, dr. Wiendra Waworuntu mengungkapkan bahwa Indonesia adalah negara dengan kasus TBC terbesar […]

    Bagaimana Penderita TBC Menghadapi Covid-19 dan Bolehkah Divaksin Covid 19?

    TBC atau tuberkulosis merupakan salah satu jenis penyakit paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Di Indonesia, TBC merupakan penyakit dengan kasus penyebaran yang tinggi.

    penderita TBC menghadapi Covid-19

    Baca Juga: Bahaya TB pada Anak yang Perlu Sahabat Ketahui

    Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, dr. Wiendra Waworuntu mengungkapkan bahwa Indonesia adalah negara dengan kasus TBC terbesar ketiga di dunia setelah India dan Cina.

    Kemudian berdasarkan data Kementerian Kesehatan terbaru seperti yang diungkapkan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung dr. Siti Nadia Tarmizi pada Selasa, 23 Maret 2021, estimasi jumlah kasus TBC di Indonesia pada 2020 mencapai 845.000. Namun sepanjang 2020 tersebut hanya ditemukan sekitar 349.000-350.00 kasus.

    Angka kematian akibat TBC terbilang cukup tinggi, diperkirakan 13 orang per jam meninggal karena TBC. Di masa pandemi Covid-19 para penderita TBC harus lebih waspada karena baik TBC maupun Covid-19 adalah penyakit yang dapat ditularkan melalui cipratan air liur (droplet), dan rentan menyerang anak, lansia serta penderita gangguan kronis paru.

    Gejala TBC hampir mirip dengan Covid-19, yaitu batuk, demam, hingga lemas. Meski demikian terdapat beberapa perbedaan, yaitu pada kondisi TBC tidak mengalami nyeri kepala maupun gangguan penciuman dan pengecap.

    Kedua penyakit tersebut sama-sama menyerang saluran pernapasan, sehingga penderita TBC menjadi lebih rentan terserang Covid-19. Bagaimana cara penderita TBC menjaga kesehatan di masa pandemi Covid 19? Mari kita simak penjelasan berikut :

    Cara Penderita TBC Menghadapi Pandemi Covid-19

    Minum Obat Secara Teratur

    Para penderita TBC disarankan untuk minum obat sesuai jadwal agar tetap menjaga daya tahan tubuh hingga dinyatakan sembuh.

    Menerapkan Protokol Kesehatan

    Di masa pandemi, para penderita TBC disarankan untuk tetap kontrol ke dokter agar diketahui perkembangan kondisinya.

    Terapkan protokol kesehatan pada saat beraktivitas di luar rumah maupun ketika kontrol ke dokter, meliputi mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, mengenakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi serta interaksi.

    Baca Juga: Cara Penderita Hipertensi Menghadapi Covid-19

    Menerapkan Etika Batuk yang Tepat

    Agar tidak menularkan penyakit dan mencegah tertular penyakit maka penderita TBC perlu menerapkan etika batuk yang tepat ketika batuk maupun bersin, yaitu:

    • Mengenakan masker
    • Tutup mulut dan hidung dengan lengan atas bagian dalam.
    • Tutup mulut dan hidung menggunakan tisu sekali pakai, dan buang di tempat sampah.
    • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama kurang lebih 20 detik.

    Gunakan Layanan Konsultasi Kesehatan Online

    Penderita TBC dapat menggunakan layanan konsultasi kesehatan online untuk tetap menjaga kesehatan selama masa pandemi sehingga memudahkan dalam mendapatkan penanganan secara medis.

    Apakah Penderita TBC Boleh Divaksinasi Covid-19?

    Pada awalnya, para penderita TBC tidak diperkenankan mendapatkan vaksinasi Covid-19 karena TBC merupakan salah satu penyakit komorbid yang kronis. Jika diberikan vaksin, dikhawatirkan berpotensi menimbulkan efek samping.

    Namun berdasarkan peraturan terbaru mengenai pemberian vaksin, penderita TBC diperbolehkan diberikan vaksin Covid-19 dengan catatan kondisi penyakit telah terkendali, membawa surat keterangan layak vaksinasi dari dokter, dan sudah menjalani pengobatan TBC lebih dari 2 minggu.

    Pemberian vaksin Covid-19 bagi penderita TBC diharapkan dapat memberikan perlindungan dan pencegahan terhadap infeksi Covid-19.

    Baca Juga: Seperti Apa Syarat Penerima Vaksin Covid-19?

    Bagi Sahabat Sehat yang menderita TBC namun khawatir keluar rumah, mari manfaatkan layanan berobat dan konsultasi online dari Prosehat sehingga Sahabat tetap merasa aman dan nyaman. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. COVID-19 W. Waspada Tuberculosis di Tengah Pandemi, Ini Perbedaan dengan COVID-19 – Berita Terkini | Covid19.go.id [Internet]. covid19.go.id. 2021 [cited 24 March 2021]. Available from: https://covid19.go.id/p/berita/waspada-tuberculosis-di-tengah-pandemi-ini-perbedaan-dengan-covid-19
    2. Pasien TBC Harus Lebih Waspadai Corona [Internet]. Sehat Negeriku. 2021 [cited 24 March 2021]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20200324/0633499/pasien-tbc-harus-lebih-waspadai-corona/
    3. Yustiawan A. Penderita TBC Diminta Harus Lebih Mewaspadai Virus Corona Covid-19 [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 24 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/bola/read/4212442/penderita-tbc-diminta-harus-lebih-mewaspadai-virus-corona-covid-19
    4. COVID-19 W. Etika Batuk yang Baik – Masyarakat Umum | Covid19.go.id [Internet]. covid19.go.id. 2021 [cited 24 March 2021]. Available from: https://covid19.go.id/edukasi/masyarakat-umum/etika-batuk-yang-baik
    5. Alam S. Syarat Baru Vaksinasi, Ini yang Boleh dan Tak Boleh Disuntik Vaksin Corona [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 24 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5374231/syarat-baru-vaksinasi-ini-yang-boleh-dan-tak-boleh-disuntik-vaksin-corona
    6. Cara Sama Tanggulangi TBC dan COVID-19l [Internet]. Sehat Negeriku. 2021 [cited 24 March 2021]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/berita-utama/20210323/1937312/cara-sama-tanggulangi-tbc-dan-covid-19l/
    Read More
  • Di masa pandemi  Covid-19, menjadi suatu keharusan untuk menggunakan masker agar terhindar dari virus yang ditularkan melalui air liur. Air liur yang berada di dalam mulut mengandung  ratusan mikroorganisme, termasuk bakteri berbahaya dan dapat menjadi salah satu cara penularan penyakit tertentu. Baca Juga: Benarkah Air Liur Manusia Mampu Menyembuhkan Luka? Bagaimana cara air liur menyebarkan […]

    Begini Cara Air Liur Menyebarkan Virus dan Risiko Penyakitnya

    Di masa pandemi  Covid-19, menjadi suatu keharusan untuk menggunakan masker agar terhindar dari virus yang ditularkan melalui air liur. Air liur yang berada di dalam mulut mengandung  ratusan mikroorganisme, termasuk bakteri berbahaya dan dapat menjadi salah satu cara penularan penyakit tertentu.

    cara air liur menyebarkan virus

    Baca Juga: Benarkah Air Liur Manusia Mampu Menyembuhkan Luka?

    Bagaimana cara air liur menyebarkan virus?

    Virus dalam air liur dapat ditularkan melalui beberapa cara berikut :

    Berciuman

    Berciuman merupakan salah satu tindakan kasih sayang yang paling umum dilakukan setiap pasangan, namun ternyata hal tersebut justru dapat menjadi salah satu cara penyebaran virus. Virus pada air liur dapat masuk ke dalam tenggorokan dan paru-paru.

    Bersin

    Bersin juga diketahui dapat menyebarkan virus. Saat seseorang bersin, udara yang keluar secara tiba-tiba dan kuat dapat mendorong tetesan lendir dan air liur dengan kecepatan 100 mil per jam. Namun hal tersebut dapat dihindari jika Sahabat menjaga jarak dengan orang lain dan menggunakan masker.

    Berbagi Sikat Gigi

    Menggunakan sikat gigi bersama sama, juga dapat menyebarkan virus melalui air liur. Jika Sahabat berbagi sikat gigi, maka dapat bersentuhan dengan air liur orang lain dan berisiko menularkan infeksi virus maupun kuman. Risiko ini akan meningkat jika Sahabat memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

    Baca Juga: Penyakit-penyakit Kronis Akibat Kesehatan Gigi yang Buruk

    Berbagi Alat Makan

    Penggunaan alat makan dan minum yang sama, dapat menjadi salah satu cara penularan virus dan kuman lainnya. Sehingga Sahabat sebaiknya menggunakan alat makan dan minum pribadi terutama di masa pandemi Covid 19.

    Jenis Penyakit yang Ditularkan Melalui Air Liur

    Berikut adalah beberapa jenis penyakit yang dapat ditularkan melalui air liur:

    TBC

    TBC atau tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang dapat ditularkan melalui cipratan air liur. Umumnya, bakteri penyebab TBC menginfeksi paru. Namun dalam beberapa kasus, bakteri tersebut juga dapat menyerang tulang, usus, kelenjar getah bening atau organ tubuh lainnya.

    Produk Terkait: Imunisasi BCG

    Influenza

    Virus influenza dapat menyebar melalui cipratan air liur yang dikeluarkan saat bersin atau batuk, ditandai dengan keluhan sakit tenggorokan, demam, pegal di seluruh tubuh dan hidung berair. Umumnya keluhan dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu 5-7 hari.

    Produk Terkait: Vaksinasi Flu

    Meningitis

    Meningitis adalah kondisi infeksi dan peradangan di lapisan otak, dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, atau protozoa melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita serta cipratan air liur yang tersebar di udara. Meningitis dapat ditandai dengan keluhan demam, sakit kepala, kaku pada leher, penurunan kesadaran hingga kejang.

    Produk Terkait: Vaksinasi Meningitis

    Pneumonia

    Pneumonia adalah salah satu infeksi pernapasan yang dapat ditularkan melalui udara dan cipratan air liur penderitanya, ditandai dengan keluhan batuk berdahak, demam, sesak napas, serta nyeri dada.

    Produk Terkait: Vaksinasi Pneumonia

    Penyakit Gusi

    Bakteri dalam air liur dapat membentuk plak di gigi dan di bawah garis gusi, sehingga menimbulkan radang gusi dan sakit gigi.

    Baca Juga: Penyakit Gigi dan Gusi yang Sering Terjadi dan Penanganannya

    Covid-19

    Cipratan air liur penderita Covid-19 baik saat bersin, tertawa maupun batuk berisiko menularkan infeksi Covid-19 pada orang lain.

    Karena air liur dapat menjadi salah satu cara penyebaran penyakit, Sahabat Sehat harus tetap waspada dan melakukan pencegahan salah satunya dengan melakukan vaksinasi yang dapat diperoleh dari Prosehat. Vaksinasi dari Prosehat memiliki banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. 3 Cara Air Liur Bisa Menularkan Penyakit Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 23 March 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2021/03/18/120000568/3-cara-air-liur-bisa-menularkan-penyakit?page=all
    2. Media K. Dapatkah Covid-19 Menular Melalui Makanan? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 23 March 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/08/30/133400768/dapatkah-covid-19-menular-melalui-makanan-?page=all
    3. Waspadai, 6 penyakit ini menular lewat mulut! | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2021 [cited 23 March 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/sehat/waspadai-6-penyakit-ini-menular-lewat-mulut.html
    Read More
  • Kesehatan di Indonesia masih mengalami banyak kendala terutama pada cara mengakses layanan kesehatan yang sangat diperlukan. Hal itu terjadi karena masih belum meratanya fasilitas layanan kesehatan di Tanah Air serta masih kurangnya tenaga kesehatan untuk pelayanan terutama ke pelosok. Kenyataan ini juga diungkapkan oleh WHO dalam laporannya yang menyebut bahwa hanya terdapat 10 dokter di […]

    Dukung Kebutuhan Layanan Kesehatan Digital Mandiri di Indonesia, Prosehat Kenalkan Kios Sehat di Acara Vaksinasi Covid-19 Lansia Atmajaya BSD

    Kesehatan di Indonesia masih mengalami banyak kendala terutama pada cara mengakses layanan kesehatan yang sangat diperlukan.

    Hal itu terjadi karena masih belum meratanya fasilitas layanan kesehatan di Tanah Air serta masih kurangnya tenaga kesehatan untuk pelayanan terutama ke pelosok.

    Foto: Aditya Danamurti/Prosehat

    Kenyataan ini juga diungkapkan oleh WHO dalam laporannya yang menyebut bahwa hanya terdapat 10 dokter di antara 10.000 orang di Indonesia.

    Kementerian Kesehatan juga menyebut bahwa hanya ada 10.168 puskesmas, 2.877 rumah sakit, 9.205 klinik, dan 30. 260 apotek dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia yang sebesar 271 juta orang!

    Namun di sisi lain, jumlah pengguna internet di Tanah Air berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) adalah sebanyak 196,7 juta.

    Berangkat dari hal itulah, Prosehat sebagai penyedia jasa layanan kesehatan Indonesia menghadirkan salah satu produk untuk menjawab permasalahan tersebut, yang berupaya menjembatani antara kebutuhan akan layanan kesehatan dan akses digital yang cukup tinggi di masyarakat Indonesia.

    Produk itu bernama Kios Sehat hasil kerja sama Prosehat dengan Widya Imersif, sebuah startup teknologi dari Yogyakarta.

    Kios Sehat merupakan sebuah perangkat keras berbentuk seperti mesin ATM, dan memiliki peran sebagai support system tenaga kesehatan.

    Produk ini mampu melakukan pengecekan, diagnosis, dan edukasi kesehatan. Teknologi yang diusungnya memiliki fitur utama mengukur tinggi dan berat badan, suhu tubuh, hemoglobin, hingga kadar gula dan tekanan darah.

    Prosehat sendiri sudah menggunakan produk ini pada Klinik Kasih di Palmerah, dan diperkenalkan pada acara vaksinasi Covid-19 di Kampus Atmajaya BSD, Cisauk, Banten, Kamis, 18 Maret 2021.

    Foto: Aditya Danamurti/Prosehat

    Keberadaan Kios Sehat sesuai dengan tujuan Prosehat sendiri yang mengusung telehealth connected device, yaitu pencegahan dan pemeliharaan kesehatan dapat dilakukan secara virtual sehingga mudah dan praktis, terutama untuk pemantauan kesehatan karyawan di kantor.

    Bagi para penerima vaksin atau masyarakat yang berada di sekitar kampus bisa mencoba produk ini untuk menganalisis kesehatan pada tubuh secara mandiri.

    Untuk hasilnya pun dapat diakses melalui smartphone, dan pengguna dapat berkonsultasi lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan di layanan telemedisin Prosehat berupa chat dokter 24 jam.  Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. ACCI dan Kemenperin Gelar Cloud Computing Indonesia Conference 2021 [Internet]. investor.id. 2021 [cited 19 March 2021]. Available from: https://investor.id/it-and-telecommunication/acci-dan-kemenperin-gelar-cloud-computing-indonesia-conference-2021
    2. Teknologi Kesehatan Makin Canggih tapi Kenapa Sistem Antrean Pasien Masih Kuno? [Internet]. kumparan. 2021 [cited 19 March 2021]. Available from: https://kumparan.com/pandangan-jogja/teknologi-kesehatan-makin-canggih-tapi-kenapa-sistem-antrean-pasien-masih-kuno-1vLdD41bBYy

     

    Read More
  • Jakarta, 17 Maret 2021–Prosehat bekerja sama dengan SVA Atmajaya dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menggelar program vaksinasi Covid-19 massal di Kampus 3 BSD Unika Atma Jaya, Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Program vaksinasi ini merupakan bentuk perwujudan Prosehat sebagai salah satu mitra  pendukung program pemerintah Indonesia untuk mempercepat pengendalian pandemi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Program ini akan […]

    Press Release: Dukung Program Percepatan Vaksinasi dari Pemerintah, Prosehat Gelar Vaksinasi Covid-19 Bagi Lansia

    Jakarta, 17 Maret 2021–Prosehat bekerja sama dengan SVA Atmajaya dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menggelar program vaksinasi Covid-19 massal di Kampus 3 BSD Unika Atma Jaya, Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten.

    Program vaksinasi ini merupakan bentuk perwujudan Prosehat sebagai salah satu mitra  pendukung program pemerintah Indonesia untuk mempercepat pengendalian pandemi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

    Foto: Nadya Bunga Amandha/Prosehat

    Program ini akan dilaksanakan selama lima hari, yaitu dari tanggal 17 hingga 21 Maret 2021, dan menargetkan kepada setidaknya 3.000 lansia yang berdomisili di Tangerang.

    Hal ini berdasarkan arahan dari pemerintah yang menyatakan bahwa program vaksinasi tahap dua ini menyasar pada lansia 60 tahun ke atas dan pekerja publik esensial seperti tenaga pendidik, tokoh agama, dan pegawai pemerintah.

    Foto: Aditya Danamurti/Prosehat

    Untuk bisa mendapatkan vaksin ini calon penerima diharapkan mendaftar terlebih dahulu melalui Prosehat.

    Founder Prosehat yang juga alumnus FKIK Atma Jaya, dr. Gregorius Bimantoro, menyebut bahwa kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat program vaksinasi dari pemerintah untuk menekan angka infeksi virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19.

    Foto: Aditya Danamurti/Prosehat

    “Vaksinasi ini sangat penting untuk melindungi masyarakat dari Covid-19. Dengan melakukan vaksinasi, maka dapat membantu menghasilkan sistem kekebalan tubuh seseorang untuk mengenali dan dapat dengan cepat melawan virus penyebab infeksi,” jelas dr. Bimo yang juga ketua program ini.

    Vaksin merupakan produk biologis yang memberikan kekebalan khusus terhadap sebuah penyakit tertentu seperti Covid-19. Selain terus dengan ketat menerapkan protokol kesehatan 5 M, vaksin akan berguna membantu melindungi diri dari ancaman serius Covid-19 yang selama ini telah menghambat banyak sektor kehidupan di Indonesia.

    Tentang Prosehat

    Prosehat adalah sebuah penyedia layanan jasa kesehatan Indonesia yang berdiri sejak 2015. Prosehat hadir untuk menjawab permasalahan layanan kesehatan di Indonesia terutama vaksinasi.

    Salah satu layanan utama Prosehat adalah layanan vaksinasi ke rumah. Di samping itu Prosehat juga menyediakan kebutuhan kesehatan lainnya secara online seperti telemedisin berupa chat dokter 24 jam, fisioterapi, obat herbal, vitamin, cek lab, hingga kebutuhan ibu hamil dan bayi.

    Semua layanan yang ada dikerjakan oleh para tenaga profesional yang terpercaya, dan Prosehat bermitra dengan apotek, laboratorium, dan produsen kesehatan untuk menjamin keaslian produk.

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau www.prosehat.com.

    Referensi:

    1. UNIKA Atma Jaya Gelar SVADaya Bagi Lansia dan Pelayan Publik [Internet]. beritasatu.com. 2021 [cited 19 March 2021]. Available from: https://www.beritasatu.com/photo/51423/unika-atma-jaya-gelar-svadaya-bagi-lansia-dan-pelayan-publik
    2. Vaksinasi di UNIKA Atma Jaya Targetkan 3.000 Lansia Ber-KTP Kabupaten Tangerang – http://www.kalderanews.com [Internet]. http://www.kalderanews.com. 2021 [cited 19 March 2021]. Available from: https://www.kalderanews.com/2021/03/vaksinasi-di-unika-atma-jaya-targetkan-3-000-lansia-ber-ktp-kabupaten-tangerang/
    3. Universitas Atma Jaya Buka Vaksinasi Covid-19 Lansia di Kabupaten Tangerang Gratis Sampai 21 Maret – Warta Kota [Internet]. Warta Kota. 2021 [cited 21 March 2021]. Available from: https://wartakota.tribunnews.com/2021/03/20/universitas-atma-jaya-buka-vaksinasi-covid-19-lansia-di-kabupaten-tangerang-gratis-sampai-21-maret
    Read More
  • Di masa pandemi pemakaian masker menjadi sebuah keharusan karena berfungsi untuk mencegah penularan Covid-19 secara optimal. Dalam perkembangannya, seringkali masyarakat menggunakan masker dua lapis (double). Baca Juga: Kalung Tali Masker di Masa Pandemi Corona, Adakah Manfaatnya? Pemakaian masker berlapis (double) itu untuk melindungi diri dari paparan virus secara efektif. Demikian berdasarkan penelitian terbaru. Seperti dilansir dari CNBC […]

    Tepat dan Efektifkah Masker Berlapis (Double) untuk Menangkal Covid-19?

    Di masa pandemi pemakaian masker menjadi sebuah keharusan karena berfungsi untuk mencegah penularan Covid-19 secara optimal. Dalam perkembangannya, seringkali masyarakat menggunakan masker dua lapis (double).

    masker double

    Baca Juga: Kalung Tali Masker di Masa Pandemi Corona, Adakah Manfaatnya?

    Pemakaian masker berlapis (double) itu untuk melindungi diri dari paparan virus secara efektif. Demikian berdasarkan penelitian terbaru. Seperti dilansir dari CNBC Indonesia, penelitian menyebutkan bahwa penggunaan dua masker, yakni masker medis dengan masker kain rupanya menawarkan perlindungan yang jauh lebih baik.

    Produk Terkait: Jual Masker Medis

    Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa penggunaan masker satu lapis ternyata tidak terlalu efektif dalam memblokir aerosol. Sedangkan masker kain dengan 2-3 lapis hanya melindungi sebagian, dengan kisaran efektivitas 50% hingga 60%. Sementara masker bedah hanya memberi perlindungan efektif sekitar 50% dari percikan aerosol, serta 60-70% efektif melindungi dari percikan air liur orang lain.

    Apakah Benar Memakai Masker Berlapis (Double) Efektif Melindungi Diri Dari Covid-19?

    Satuan gugus tugas Covid-19 melalui juru bicara Profesor Wiku Adisasmito mengungkapkan bahwa pemakaian masker berlapis (double) sebenarnya sangat tidak disarankan karena hal tersebut mengganggu fungsi masker.

    Ia menerangkan jika pemakaian dua masker sekaligus tidak akan meningkatkan kemampuan filtrasi masker apalagi jika mulut dan hidung tidak tertutup dengan baik.

    Baca Juga: Aturan Baru Penggunaan Masker di DKI Jakarta, Harus Bedah dan Kain

    Hal serupa diungkapkan oleh Linsey Marr dari Virginia Tech. Profesor Teknik Sipil dan Lingkungan menyebut sebaiknya bukan jumlah maskernya yang ditambah tetapi lapisannya. Penggunaan masker berlapis (double) dapat mengganggu jalannya pernapasan dalam tubuh. Sementara penambahan lapisan pada masker, disebut akan meningkatkan penyaringan partikel virus menjadi 75%.

    Ahli Sebut Pemakaian Masker yang Tepat Lebih Melindungi Dari Virus

    Matt Binnicker, Presiden Pan American Society for Clinical Virology seperti dilansir CNN Indonesia menyebut bahwa pemakaian masker yang tepat lebih efektif dalam melindungi diri dari virus.

    Pemakaian masker yang efektif adalah dengan menggunakan masker secara konsisten menutupi hidung dan mulut setiap kali berada di luar rumah terutama di lingkungan yang berisiko tinggi. Hal senada juga diungkapkan oleh Josh Schiffer, profesor dari Fred Hutchinson Cancer Research Center.

    Baca Juga: Pemerintah Meminta Masyarakat Menggunakan Masker N95 Saat di Rumah Sakit

    Saat berada di luar rumah dan di lingkungan berisiko tinggi, ia merekomendasikan penggunaan masker N95 yang dinilai lebih efektif dalam menangkal virus. Tentunya lebih baik masker tersebut diperbanyak lapisannya bukan jumlahnya seperti yang dianjurkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

    Tips Pemakaian

    Meskipun dalam beberapa hal terdapat pertentangan dari para ahli, pemakaian masker berlapis (double) untuk meningkatkan fungsi dapat dilakukan asalkan pemakaiannya adalah dengan masker medis atau masker bedah pada lapisan pertama barulah pada lapisan kedua dengan masker kain.

    Pemakaian masker yang benar dan konsisten, dipercaya dapat melindungi diri dari virus dengan lebih baik daripada menambah jumlah lapisan masker yang dapat berdampak buruk pada pernapasan.

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

    Itulah Sahabat Sehat, mengenai penggunaan masker berlapis (double) yang sebenarnya tidak begitu efektif atau dianjurkan dalam melindungi diri dari virus. Sahabat disarankan tetap memakai masker yang benar dan sesuai anjuran medis.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai masker dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Pinandhita V. Masker Medis Tidak Boleh Didobel! Ini Penjelasan Satgas COVID-19 [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 10 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5392351/masker-medis-tidak-boleh-didobel-ini-penjelasan-satgas-covid-19
    2. Arbar T. Apa Benar Masker Double Ampuh Tangkal Covid-19? [Internet]. lifestyle. 2021 [cited 10 March 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20210210145723-33-222472/apa-benar-masker-double-ampuh-tangkal-covid-19
    3. Ahli Sebut Bermasker Tepat Lebih Efektif dari Double Masker [Internet]. CNNIndonesia.com. 2021 [cited 10 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210210135059-255-604714/ahli-sebut-bermasker-tepat-lebih-efektif-dari-double-masker
    Read More

Showing 1–10 of 67 results

Chat Asisten ProSehat aja