Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Author Archive for: Fenyta Christyani

dr Fenyta Christyani

About dr Fenyta Christyani

  • Demi menekan penyebaran COVID-19, pemerintah telah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak bulan April 2020 dan masih terus diperpanjang hingga bulan Juni 2020. Namun, PSBB juga berdampak pada ekonomi masyarakat sehingga masih banyak masyarakat yang harus tetap keluar rumah untuk mencari nafkah. Ditambah lagi, pemberlakuan PSBB membuat izin keluar-masuk Jakarta diperketat sehingga akses […]

    Bagaimana Cara Mendapat Surat Keterangan Bebas Corona?

    Demi menekan penyebaran COVID-19, pemerintah telah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak bulan April 2020 dan masih terus diperpanjang hingga bulan Juni 2020. Namun, PSBB juga berdampak pada ekonomi masyarakat sehingga masih banyak masyarakat yang harus tetap keluar rumah untuk mencari nafkah. Ditambah lagi, pemberlakuan PSBB membuat izin keluar-masuk Jakarta diperketat sehingga akses transportasi menjadi lebih sulit. Namun sebentar lagi PSBB akan berakhir dan berganti menjadi New Normal. The New Normal adalah adaptasi gaya hidup, yaitu dengan tetap menjalankan aktivitas normal, namun disertai penerapan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran COVID-19.

    Hati-Hati Surat Keterangan Bebas Corona Palsu!

    Dengan diberlakukannya gaya hidup The New Normal, pemerintah telah mengizinkan transportasi umum darat, laut, dan udara untuk beroperasi. Tentunya, perizinan tersebut hanya boleh dilakukan untuk masyarakat yang memiliki urusan penting seperti perjalanan dinas lembaga pemerintah/swasta, perjalanan pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat, perjalanan masyarakat yang anggota keluarga intinya meninggal dunia, dan repatriasi pekerja migran, WNI, dan pelajar yang berada di luar negeri, (repratiasi: pemulangan kembali orang ke tanah airnya/ke negeri asalnya), serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah sampai ke daerah.1

    Perlu diingat bahwa transportasi umum yang beroperasi tidak diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin mudik karena larangan mudik selama PSBB masih tetap berlangsung. Namun, masyarakat perlu mengetahui bahwa diikuti dengan berbagai syarat ketat, salah satunya adalah surat yang menunjukkan hasil negatif COVID-19 berdasarkan tes PCR/rapid test atau surat keterangan sehat dari Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, Puskesmas, atau Klinik.

    Sayangnya, kebijakan ini dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Oknum tersebut menjual surat bebas COVID-19 melalu platform online shop dengan harga beberapa puluh ribu.4 Bahkan surat ini telah dibubuhi dengan kop Rumah Sakit ternama, yang kemudian membantah pengeluaran surat palsu yang telah beredar.

    Bagaimana Caranya Mendapatkan Surat Keterangan Bebas Corona yang Sah?

    Oleh karena itu, untuk menghindari penggunaan surat bebas COVID-19 palsu, Sobat perlu mengetahui cara mendapat surat keterangan bebas corona yang sah. Caranya adalah dengan melakukan rapid test yang telah tersedia di rumah sakit pemerintah, rumah sakit rujukan COVID-19, puskesmas, dan beberapa perusahaan swasta yang dapat dilakukan secara gratis.9 Masyarakat juga perlu mengetahui bahwa rapid test baru akan menunjukan hasil positif jika tubuh kita telah membentuk antibodi.6 Jika rapid test   dilakukan sebelum antibodi terbentuk, maka hasil tes dapat menunjukan negatif palsu yang berarti orang tersebut telah terinfeksi virus corona namun belum menghasilkan antibodi sehingga memperlihatkan hasil tes yang negatif. Metode deteksi swab test merupakan metode yang lebih akurat dalam mendeteksi virus corona5 dan Sobat juga dianjurkan untuk melakukan swab test jika hendak bepergian keluar kota.

    Banyak masyarakat yang mengira bahwa surat yang didapat setelah melakukan rapid test adalah ‘Surat Bebas Corona’. Hal ini merupakan anggapan yang keliru di masyarakat karena yang akan didapatkan oleh pasien adalah adalah surat keterangan sehat disertai hasil rapid test yang negatif, bukan ‘Surat Bebas Corona’. Terlebih lagi, surat keterangan sehat itu harus bersifat baru dan dikeluarkan maksimal 7 hari sebelum tanggal keberangkatan.3

    Meskipun telah mendapat hasil negatif pada rapid test, Sobat diimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah, yakni mengenakan masker saat keluar rumah, serta sering mencuci tangan dan menggunakan handsanitizer.7 Upaya pencegahan penyebaran COVID-19 seperti larangan menyentuh area wajah terutama mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang kotor, penerapan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut menggunakan lengan atas bagian dalam serta menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi juga harus diterapkan.

    Terakhir, perlu diingat bahwa surat keterangan sehat dan hasil rapid test negatif yang dijadikan syarat oleh pemerintah untuk keluar kota adalah salah satu cara untuk melindungi Sobat dan masyarakat sekitar dari penyebaran COVID-19. Oleh karena itu, pastikan Sobat mendapatkan surat keterangan sehat sesuai prosedur resmi dan aturan yang berlaku. Sobat juga dapat menghubungi ProSehat untuk mengurus surat keterangan sehat tersebut.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Putra, P. (2020). Ingin Berpergian ke Luar Kota saat PSBB Corona Covid-19, Ini Syaratnya. Retrieved 28 May 2020, from https://www.liputan6.com/news/read/4250951/ingin-berpergian-ke-luar-kota-saat-psbb-corona-covid-19-ini-syaratnya
    2. Media, K. (2020). Sering Disebut-sebut, Apa Itu New Normal?. Retrieved 19 May 2020, from https://www.kompas.com/tren/read/2020/05/16/164600865/sering-disebut-sebut-apa-itu-new-normal-
    3. Ingat, Surat Keterangan Sehat Bebas Covid-19 itu Ada Masa Berlakunya Lho – Wartakota Travel. (2020). Retrieved 28 May 2020, from https://wartakotatravel.tribunnews.com/2020/05/07/ingat-surat-keterangan-sehat-bebas-covid-19-itu-ada-masa-berlakunya-lho
    4. Media, K. (2020). Sejumlah Fakta Terkait Jual Beli Surat Bebas Covid-19 via Online. Retrieved 28 May 2020, from https://megapolitan.kompas.com/read/2020/05/15/08014951/sejumlah-fakta-terkait-jual-beli-surat-bebas-covid-19-via-online
    5. Cassaniti, I., Novazzi, F., Giardina, F., Salinaro, F., Sachs, M., & Perlini, S. et al. (2020). Performance of VivaDiag COVID‐19 IgM/IgG Rapid Test is inadequate for diagnosis of COVID‐19 in acute patients referring to emergency room department. Journal Of Medical Virology. doi: 10.1002/jmv.25800
    6. Memahami cara kerja rapid test COVID-19 yang hasilnya bisa tidak akurat. (2020). Retrieved 28 May 2020, from https://theconversation.com/memahami-cara-kerja-rapid-test-covid-19-yang-hasilnya-bisa-tidak-akurat-135211
    7. Media, K. (2020). Pemerintah: New Normal adalah Perubahan Budaya, Bukan Pelonggaran PSBB. Retrieved 19 May 2020, from https://nasional.kompas.com/read/2020/05/19/07422531/pemerintah-new-normal-adalah-perubahan-budaya-bukan-pelonggaran-psbb
    8. Media, K. (2020). Hal-hal yang Harus Kita Pahami soal New Normal… Halaman all – Kompas.com. Retrieved 19 May 2020, from https://www.kompas.com/tren/read/2020/05/19/082622465/hal-hal-yang-harus-kita-pahami-soal-new-normal?page=all#page3
    9. Yunita, N. (2020). Daftar Lokasi Tes Rapid Test dan PCR COVID-19. Retrieved 29 May 2020, from https://news.detik.com/berita/d-5016162/daftar-lokasi-tes-rapid-test-dan-pcr-covid-19

     

    Read More
  • Selama beberapa bulan terakhir, pemerintah telah menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mengurangi penyebaran COVID-19. Masyarakat diimbau untuk melakukan semua aktivitas, termasuk belajar, bekerja, dan beribadah dari rumah. Namun, setelah beberapa bulan melaksanakan PSBB, jumlah pasien yang terinfeksi virus corona masih naik-turun.2 Berdasarkan data pemerintah hingga Selasa, 19 Mei 2020, jumlah total kasus positif […]

    Sudah Tahukah Sobat, Apa Itu ‘The New Normal’?

    Selama beberapa bulan terakhir, pemerintah telah menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mengurangi penyebaran COVID-19. Masyarakat diimbau untuk melakukan semua aktivitas, termasuk belajar, bekerja, dan beribadah dari rumah. Namun, setelah beberapa bulan melaksanakan PSBB, jumlah pasien yang terinfeksi virus corona masih naik-turun.2 Berdasarkan data pemerintah hingga Selasa, 19 Mei 2020, jumlah total kasus positif COVID-19 mencapai 18.496 orang dan diperkirakan akan terus bertambah.3 Selain itu, pandemi COVID-19 diprediksikan baru akan usai pada akhir Juni dan bahkan masih dapat berlanjut.4

    the new normal

    Baca Juga: Siapkan Diri Kembali Bekerja Setelah PSBB

    Pandemi COVID-19 juga berdampak pada ekonomi masyarakat dan tidak sedikit orang yang kehilangan mata pencaharian dan terpaksa meninggalkan rumah untuk bekerja. Oleh karena itu, pemerintah telah mengumumkan perubahan gaya hidup The New Normal, untuk mendampingi kebijakan PSBB yang telah berlangsung. The New Normal adalah adaptasi gaya hidup, yaitu dengan tetap menjalankan aktivitas normal, namun disertai penerapan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran COVID-19.6

    Himbauan masyarakat untuk menerapkan gaya hidup The New Normal bukan berarti pemerintah telah melonggarkan PSBB, melainkan pemerintah menganjurkan perubahan budaya dengan cara menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mengenakan masker saat keluar rumah, serta sering mencuci tangan dan menggunakan handsanitizer.7 Selain itu, penerapan gaya hidup The New Normal dapat dilakukan dalam bentuk pengurangan kontak fisik dengan orang lain dan menghindari kerumunan dengan cara menetap di rumah.6 Protokol kesehatan pencegahan COVID-19 juga wajib dilakukan, termasuk larangan menyentuh area wajah terutama mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang kotor, penerapan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut menggunakan lengan atas bagian dalam serta menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi.5 Tak lupa, penerapan gaya hidup sehat seperti mendapat sinar matahari pagi yang cukup, tidur malam yang berkualitas, serta berolahraga minimal 30 menit perhari dapat membantu dalam meningkatkan imunitas tubuh dalam menghadapi pandemi COVID-19.8

    Konsep perubahan gaya hidup ini merupakan salah satu imbauan World Health Organization (WHO) untuk negara-negara di Wilayah Asia Tenggara yang tengah mengurangi lockdown secara bertahap.1 WHO juga menjelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah dalam penerapan gaya hidup The New Normal, salah satunya adalah kewajiban mendidik, melibatkan, dan memberdayakan masyarakat dalam gaya hidup baru ini.

    Pemerintah telah mengumumkan bahwa gaya hidup The New Normal akan terus diterapkan selama pandemi COVID-19 berlangsung hingga vaksin untuk COVID-19 ditemukan.6 Saat ini, penelitian mengenai vaksin COVID-19 tengah berlangsung dan diperkirakan siap digunakan pada akhir 2021 hingga 2022.9 Sementara itu, Sobat diharapkan untuk beradaptasi dengan gaya hidup baru dan mematuhi protokol Kesehatan yang ada.

    Baca Juga: PSBB DKI Jakarta Diperpanjang, Hadapi Masa Transisi

    Tak hanya perubahan gaya hidup, konsep The New Normal diprediksi juga akan mengubah paradigma pelayanan kesehatan melalui online platform.7 Dengan begitu, konsultasi dan penulisan resep obat akan dilakukan secara daring oleh dokter umum maupun spesialis. Resep akan secara otomatis dikirim ke apotek terhubung dan diantar langsung ke rumah pasien setelah melakukan pembayaran dengan cara transfer. Jika diperlukan untuk bertemu langsung dengan dokter, pasien dapat melakukan penjadwalan khusus dengan dokter yang bersangkutan.

    Perlu kembali diingat bahwa perubahan gaya hidup ini bukan berarti pelonggaran PSBB. Oleh karena itu, Sobat diharapkan dapat beradaptasi dengan gaya hidup The New Normal dan mematuhi protokol kesehatan yang telah di tetapkan pemerintah. Diharapkan untuk tetap #dirumahaja dan sangat tidak disarankan untuk pergi keluar kota demi menjaga kesehatan diri sendiri, keluarga, dan sesama.

    Baca Juga: PSBB Diterapkan Pemerintah Setelah Social Distancing,  Apa Itu PSBB?

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Local epidemiology should guide focused action in ‘new normal’ COVID-19 world. (2020). Retrieved 19 May 2020, from https://www.who.int/southeastasia/news/detail/15-05-2020-local-epidemiology-should-guide-focused-action-in-new-normal-covid-19-world
    2. Media, K. (2020). Kurva Kasus Covid-19 di Jakarta dalam Sepekan, Naik Turun Belum Terlihat Landai Halaman all – Kompas.com. Retrieved 19 May 2020, from https://megapolitan.kompas.com/read/2020/05/12/20070791/kurva-kasus-covid-19-di-jakarta-dalam-sepekan-naik-turun-belum-terlihat?page=all#page3
    3. Media, K. (2020). UPDATE 19 Mei: Tambah 30 Orang, Pasien Covid-19 Meninggal Jadi 1.221. Retrieved 19 May 2020, from https://nasional.kompas.com/read/2020/05/19/16084001/update-19-mei-tambah-30-orang-pasien-covid-19-meninggal-jadi-1221
    4. Post, T. (2020). Indonesia’s strategy to end COVID-19 outbreak lacks effectiveness: Study. Retrieved 19 May 2020, from https://www.thejakartapost.com/news/2020/04/25/indonesias-strategy-to-end-covid-19-outbreak-lacks-effectiveness-study.html
    5. Media, K. (2020). Hal-hal yang Harus Kita Pahami soal New Normal… Halaman all – Kompas.com. Retrieved 19 May 2020, from https://www.kompas.com/tren/read/2020/05/19/082622465/hal-hal-yang-harus-kita-pahami-soal-new-normal?page=all#page3
    6. Media, K. (2020). Sering Disebut-sebut, Apa Itu New Normal?. Retrieved 19 May 2020, from https://www.kompas.com/tren/read/2020/05/16/164600865/sering-disebut-sebut-apa-itu-new-normal-
    7. Media, K. (2020). Pemerintah: New Normal adalah Perubahan Budaya, Bukan Pelonggaran PSBB. Retrieved 19 May 2020, from https://nasional.kompas.com/read/2020/05/19/07422531/pemerintah-new-normal-adalah-perubahan-budaya-bukan-pelonggaran-psbb
    8. Naja, F., & Hamadeh, R. (2020). Nutrition amid the COVID-19 pandemic: a multi-level framework for action. European Journal Of Clinical Nutrition. doi: 10.1038/s41430-020-0634-3
    9. Peeples, L. (2020). News Feature: Avoiding pitfalls in the pursuit of a COVID-19 vaccine. Proceedings Of The National Academy Of Sciences117(15), 8218-8221. doi: 10.1073/pnas.2005456117

     

    Read More
  • Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia selama beberapa bulan terakhir telah membuat masyarakat menjadi takut, cemas, dan gelisah. Terlebih lagi, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna menekan penyebaran COVID-19 membuat masyarakat belajar, bekerja, dan beribadah di rumah. Hal ini membuat banyak orang menjadi jenuh dan stres karena tidak bisa pergi jalan-jalan, liburan, dan pulang ke kampung […]

    7 Kiat Mengelola Stres Karena Terbeban Kapan Covid-19 Berakhir

    Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia selama beberapa bulan terakhir telah membuat masyarakat menjadi takut, cemas, dan gelisah. Terlebih lagi, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna menekan penyebaran COVID-19 membuat masyarakat belajar, bekerja, dan beribadah di rumah. Hal ini membuat banyak orang menjadi jenuh dan stres karena tidak bisa pergi jalan-jalan, liburan, dan pulang ke kampung halaman. Tidak sedikit orang yang telah bertanya-tanya kapankah COVID-19 berakhir dan berharap dapat kembali ke rutinitas semula. Jika Sobat adalah salah satu orang yang mengalami stres dalam menghadapi wabah COVID-19, jangan khawatir, karena berikut adalah kiat untuk mengatasi stres akibat pandemi corona.

    kiat mengelola stres, kiat mengatasi stres

    Baca Juga: Lakukan Langkah Ini Jika Stres Akibat Corona

    Kiat Mengelola Stres Karena Corona

    1. Batasi dan filter berita

    Mengikuti informasi dan berita terkini mengenai pandemi Covid-19 merupakan hal yang penting. Namun, terkadang berita yang tersebar juga dapat menimbulkan stres dan kegelisahan di kalangan masyarakat. Untuk itu, penting untuk membatasi berita yang dibaca. Terlebih lagi, pastikan berita yang dibaca memilki sumber yang terpercaya agar Sobat terhindar dari penyebaran hoax.

    1. Meditasi

    Penelitian telah membuktikan bahwa meditasi dapat membantu menenangkan pikiran, melatih fokus, dan menghilangkan stres1. Saat seseorang mengalami stres, tubuh melepasakan hormon kortisol yang meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Meditasi adalah salah satu kegiatan yang dapat dilakukan dimana saja dan dipercaya dapat mengembalikan detak jantung dan tekanan darah kembali normal. Meditasi dapat dilakukan dengan mengatur hembusan napas secara perlahan, sembari membuang pikiran negatif dan stres yang dialami.

    1. Yoga

    Yoga adalah salah satu olahraga simpel yang tidak membutuhkan banyak peralatan. Bahkan, jika tidak memiliki matras yoga, yoga juga dapat dilakukan di tempat tidur. Yoga merupakan bentuk meditasi yang juga terbukti ampuh untuk menghilangkan stres, kegelisahan, dan depresi3. Selain mengatur pernapasan, yoga juga dapat meregangkan otot sehingga menimbulkan efek relaksasi.

    1. Memasak

    Bagi Sobat yang senang berada di dapur, memasak bisa menjadi salah satu aktivitas penghilang stres. Selama masa pandemi COVID-19, banyak content creator yang membagikan resep mudah di media sosial. Mencoba berbagai resep dan berkreasi di dapur dapat mengurangi jenuh selama di rumah.

    1. Membersihkan rumah

    Kebersihan rumah adalah hal penting yang harus tetap dijaga, terutama selama masa pandemi ini. Pembersih desinfektan yang berbahan dasar alkohol dapat membunuh virus yang ada di sekitar dan di dalam rumah. Jangan lupa untuk membersihkan tempat dan barang yang sering dipegang seperti keyboard, saklar lampu, handphone, dan sebagainya.

    Baca Juga: Stres dan Panik Hadapi Corona, Justru Turunkan Imun Tubuh

    1. Membaca buku dan menonton film

    Selain menambah pengetahuan dan mengusir kebosanan selama masa karantina di rumah, membaca buku dan menonton film dapat menjadi aktivitas bermanfaat untuk mengisi waktu luang. Orang yang sering membaca memiliki kemampuan belajar, komunikasi, dan komprehensi yang lebih tinggi dari orang yang jarang membaca5.

    1. Mengasah keterampilan

    Tetap menghasilkan karya selama masa karantina di rumah bisa menjadi salah satu cara mengusir stres. Manfaatkan waktu luang untuk mengasah keterampilan atau hobi yang sudah lama ditinggalkan. Entah itu menjahit, menggambar, menulis, melukis dan sebagainya. Melakukan hal yang disukai dapat mengurangi stres selama di rumah.

    Nah, Sobat itulah sederet tips untuk mengatasi stres selama masa pandemi COVID-19. Daripada stres dan pusing memikirkan kapan COVID-19 akan berakhir, Sobat dapat mencoba berbagai tips di atas untuk mengurangi stres selama masa karantina di rumah.

    Baca Juga: 7 Tips Orang Tua Dampingi Anak yang Bosan dan Stres Belajar di Rumah

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA 

    1. Sharma, H. (2015). Meditation: Process and effects. AYU (An International Quarterly Journal Of Research In Ayurveda)36(3), 233. doi: 10.4103/0974-8520.182756
    2. Ranabir, S., & Reetu, K. (2011). Stres and hormones. Indian journal of endocrinology and metabolism15(1), 18–22. https://doi.org/10.4103/2230-8210.77573
    3. Shohani, M., Badfar, G., Nasirkandy, M. P., Kaikhavani, S., Rahmati, S., Modmeli, Y., Soleymani, A., & Azami, M. (2018). The Effect of Yoga on Stres, Anxiety, and Depression in Women. International journal of preventive medicine9, 21. https://doi.org/10.4103/ijpvm.IJPVM_242_16
    4. Rabenau, H., Kampf, G., Cinatl, J., & Doerr, H. (2005). Efficacy of various disinfectants against SARS coronavirus. Journal Of Hospital Infection61(2), 107-111. doi: 10.1016/j.jhin.2004.12.023
    5. Duff, D., Tomblin, J. B., & Catts, H. (2015). The Influence of Reading on Vocabulary Growth: A Case for a Matthew Effect. Journal of speech, language, and hearing research : JSLHR58(3), 853–864. https://doi.org/10.1044/2015_JSLHR-L-13-0310
    Read More
  • Pandemi COVID-19 selama beberapa bulan terakhir membuat masyarakat banyak berdiam diri di rumah. Berbagai cara telah dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona, salah satunya adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Hal ini membuat masyarakat belajar, bekerja, dan beribadah di rumah. Namun, kegiatan belajar-mengajar di rumah juga membuat anak menjadi jenuh […]

    7 Tips Orang tua Dampingi Anak yang Bosan & Stres Belajar di Rumah

    Pandemi COVID-19 selama beberapa bulan terakhir membuat masyarakat banyak berdiam diri di rumah. Berbagai cara telah dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona, salah satunya adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Hal ini membuat masyarakat belajar, bekerja, dan beribadah di rumah. Namun, kegiatan belajar-mengajar di rumah juga membuat anak menjadi jenuh dan stres. Oleh karena itu, peran Sobat sebagai orang tua sangatlah penting dalam proses belajar dan mengajar anak di rumah.

    Berikut adalah 7 panduan bagi orang tua dalam mendampingi anak yang bosan dan stres belajar di rumah:

    1. Mengatur jadwal belajar anak

    Selama pandemi, perubahan runitinas juga membuat anak stres. Jadwal anak untuk tidur, makan, bermain dan belajar juga harus tetap dipertahankan selama proses belajar di rumah. Rutinitas harian yang baik akan membuat anak mendapatkan waktu tidur ideal selama 8-9 jam sehari, sehingga anak berada dalam kondisi prima untuk belajar. Pengaturan jadwal yang baik dapat membuat anak tetap produktif selama menjalani physical distancing.

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    1. Memilih lokasi belajar yang nyaman

    Lokasi belajar yang nyaman memungkinkan anak untuk belajar dengan penuh konsentrasi. Hindari belajar di atas tempat tidur, karena akan berakibat buruk pada tulang belakang, penglihatan dan membuat anak mengantuk.2 Oleh karena itu, saat belajar, pilihlah tempat dimana anak bisa duduk dengan postur tubuh yang baik dan belajar dengan nyaman dan fokus, contohnya meja belajar. Selain itu, jauhkan gangguan seperti suara TV, mainan, dan handphone dari anak selama jam belajar.

    1. Membangun suasana belajar yang positif dan menyenangkan

    Selama belajar di rumah, orang tua harus siap berperan sebagai guru di rumah. Jika tidak didampingi, anak akan mudah merasa bosan dan tidak semangat belajar. Oleh karena itu, orang tua didorong untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui lagu, peragaan, diskusi dan soal-soal latihan yang mendorong anak antusias belajar.

    Baca Juga: 10 Tips Persiapan Hari Pertama Sekolah Anak

    1. Bersabar

    Bukan hanya anak yang belajar di rumah, orang tua pun harus belajar menahan emosi dan bersabar selama mendampingi anak belajar. Mungkin anak akan bertanya berkali-kali mengenai pelajaran yang tidak dipahami. Namun, perlu diingat bahwa kemampuan anak berbeda-beda dan mereka tetap membutuhkan tuntunan orang tua dalam belajar. Orang tua sebaiknya tetap tenang dan sabar karena antusias mengajar akan membuat anak juga semangat untuk belajar.

    1. Berkomunikasi dengan guru

    Bagaimanapun juga, guru di sekolah tetap menjadi sosok yang telah mendampingi anak dalam belajar. Bahkan guru juga tahu kebiasaan anak saat belajar dan hal-hal yang membuat mereka semangat belajar. Jangan ragu untuk berkomunikasi dengan guru mengenai hal ini.3 Ceritakan kesulitan Sobat dalam mendampingi anak belajar dan tanyakan apakah sang guru memiliki tips untuk mengatasinya. Komunikasi guru dan orang tua adalah yang penting demi kelangsungan proses belajar-mengajar di rumah selama pandemi COVID-19.

    1. Beri motivasi kepada anak

    Memberi motivasi kepada anak untuk belajar merupakan hal yang harus dilakukan orang tua, terutama saat belajar di rumah. Penelitian telah membuktikan bahwa dorongan dan motivasi dari orang tua berpegaruh besar dalam menstimulasi anak untuk belajar.4 Motivasi dapat diberikan dalam bentuk pujian, kalimat pembangun semangat, snack, hadiah, dan aktivitas seru lainnya.

    1. Sediakan waktu untuk bersenang-senang

    Sama seperti di sekolah, anak mendapatkan waktu istirahat disela-sela pelajaran. Oleh karena itu, berikan waktu bagi anak untuk beristirahat. Menyusun puzzle merupakan salah satu kegiatan seru dan mengasah otak untuk dilakukan bersama anak selama waktu istirahat. Selama istrirahat, orang tua dapat mengajak anak untuk stretching badan dan juga mengadakan permainan yang mendorong anak untuk melakukan aktivitas fisik seperti bermain petak umpet, lompat tali, dan lain-lain.5

    Baca Juga: Mencegah Bahaya Hepatitis A pada Anak

    Nah, itulah  7 tips untuk mendampingi anak yang bosan dan stres belajar dirumah. Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Chaput, J., Dutil, C., & Sampasa-Kanyinga, H. (2018). Sleeping hours: what is the ideal number and how does age impact this?. Nature And Science Of SleepVolume 10, 421-430. doi: 10.2147/nss.s163071
    2. Is Studying in Bed Bad For Your Grades? Pros and Cons of Studying in Bed – studyplaces.com. (2020). Retrieved 8 May 2020, from https://studyplaces.com/is-studying-in-bed-bad-for-your-grades-pros-and-cons-of-studying-in-bed/
    3. Building Parent-Teacher Relationships. (2020). Retrieved 9 May 2020, from https://www.readingrockets.org/article/building-parent-teacher-relationships
    4. Xia, T., Gu, H., & Li, W. (2019). Effect of Parents’ Encouragement on Reading Motivation: The Mediating Effect of Reading Self-Concept and the Moderating Effect of Gender. Frontiers in psychology10, 609. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2019.00609
    5. Egger, F., Benzing, V., Conzelmann, A., & Schmidt, M. (2019). Boost your brain, while having a break! The effects of long-term cognitively engaging physical activity breaks on children’s executive functions and academic achievement. PloS one14(3), e0212482. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0212482
    Read More
  • Bulan Ramadan tahun ini cukup berbeda karena dijalani bersamaan dengan pandemi COVID-19 yang membuat masyarakat Indonesia tidak dapat bersilahturahmi dengan keluarga di kampung halaman. Ibadah selama bulan Ramadan juga harus dilaksanakan di rumah masing-masing demi menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Oleh karena itu, Sobat dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi kondisi pandemi COVID agar tidak […]

    7 Barang Penting Selama Bulan Ramadan saat Pandemi COVID-19

    Bulan Ramadan tahun ini cukup berbeda karena dijalani bersamaan dengan pandemi COVID-19 yang membuat masyarakat Indonesia tidak dapat bersilahturahmi dengan keluarga di kampung halaman. Ibadah selama bulan Ramadan juga harus dilaksanakan di rumah masing-masing demi menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Oleh karena itu, Sobat dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi kondisi pandemi COVID agar tidak menggangu jalannya ibadah puasa selama bulan suci ini. Berikut merupakan 7 barang yang perlu dipersiapkan selama Bulan Ramadan saat pandemi COVID-19.

    1. Hand sanitizer

    Penerapan PSBB membuat masyarakat belajar, bekerja, dan beribadah dari rumah. Namun, tetap ada saatnya Sobat harus keluar rumah karena urusan mendesak. Terkadang, tidak semua tempat menyediakan wastafel untuk mencuci tangan. Oleh karena itu, dianjurkan untuk selalu membawa hand sanitizer setiap keluar rumah. Hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 70 persen dapat membunuh virus yang menempel di permukaan tangan.

    1. Masker

    Apabila Sobat hendak bepergian keluar rumah menggunakan angkutan umum, sepeda motor, maupun mobil pribadi, masker wajib dikenakan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain. Penelitian membuktikan bahwa pengunaan masker, baik itu masker N95, masker medis, dan masker kain dapat menghambat penyebaran virus dan mencegah virus langsung masuk ke hidung ataupun mulut.

    1. Desinfektan

    Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menekan penyebaran virus corona adalah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan rumah. Desinfektan dapat digunakan untuk membunuh berbagai jenis virus dan bakteri, termasuk virus corona. Desinfektan berbahan dasar hydrogen peroksida atau alkohol ampuh untuk mensterilkan permukaan benda yang sering disentuh seperti gagang pintu, saklar lampu, kunci rumah, dan sebagainya.

    1. Sabun cuci tangan

    Penelitian membuktikan bahwa sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dapat membunuh virus corona yang ada di permukaan tangan. Oleh karena itu, dianjurkan untuk menyediakan sabun cuci tangan di rumah dan mencuci tangan sebelum sahur, sebelum berbuka, sebelum menyentuh wajah, dll, untuk menjaga kebersihan diri dan menekan penyebaran virus corona.

    1. Vitamin C

    Kekurangan vitamin C membuat seseorang rentan terhadap infeksi dan menurunnya kekebalan tubuh. Sebaliknya, asupan vitamin C yang cukup dapat meningkatkan fungsi imun tubuh, yang sangat penting untuk mencegah corona. Vitamin C mudah didapat melalui buah-buahan dan tersedia pula dalam bentuk suplemen makanan. Oleh karena itu, konsumsi vitamin C saat sahur dapat membantu menjaga daya tahan tubuh selama beraktivitas sepanjang hari.

    1. Vitamin E

    Selain vitamin C, vitamin E juga dipercaya dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Vitamin E merupakan senyawa yang larut dalam lemak dan berfungsi sebagai antioksidan yang penting untuk menjaga daya tahan tubuh. Vitamin E yang terdapat dalam kacang-kacangan, alpukat, dan biji-bijian dapat dikonsumsi saat sahur dan berbuka untuk menjaga daya tahan tubuh.

    1. Makanan Bergizi

    Selama menunaikan ibadah puasa, tubuh menahan haus dan lapar selama kurang lebih 12 jam. Oleh karena itu, Sobat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bergizi seperti sayuran dan buah-buahan saat sahur dan buka puasa. Dengan mengkonsumsi makanan bergizi, nutrisi tubuh akan tetap terpenuhi sehingga tidak mudah sakit.1 Makanan bergizi juga dapat meningkatkan sistem imun tubuh untuk mencegah virus corona.1

    Menyiapkan barang-barang di atas dapat membantu Sobat untuk tetap sehat dan dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik. Menjalankan ibadah puasa dengan kondisi pandemi COVID-19 memang tidak mudah, namun Bulan Ramadan tetap harus dimaknai sebagai bulan yang suci dan membawa berkah.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Childs, Calder, & Miles. (2019). Diet and Immune Function. Nutrients11(8), 1933. doi: 10.3390/nu11081933
    2. Gold NA, Avva U. Alcohol Sanitizer. [Updated 2020 Feb 6]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK513254/
    3. Ma, Q., Shan, H., Zhang, H., Li, G., Yang, R., & Chen, J. (2020). Potential utilities of mask-wearing and instant hand hygiene for fighting SARS-CoV-2. Journal Of Medical Virology. doi: 10.1002/jmv.25805
    4. Carr, A., & Maggini, S. (2017). Vitamin C and Immune Function. Nutrients9(11), 1211. doi: 10.3390/nu9111211
    5. Lewis, E., Meydani, S., & Wu, D. (2018). Regulatory role of vitamin E in the immune system and inflammation. IUBMB Life71(4), 487-494. doi: 10.1002/iub.1976
    6. Rabenau, H., Kampf, G., Cinatl, J., & Doerr, H. (2005). Efficacy of various disinfectants against SARS coronavirus. Journal Of Hospital Infection61(2), 107-111. doi: 10.1016/j.jhin.2004.12.023
    7. org [Internet]. Cologne, Germany: Institute for Quality and Efficiency in Health Care (IQWiG); 2006-. How can you prevent a coronavirus infection? 2020 Mar 26 [Updated 2020 Mar 26].Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK555498/
    Read More
  • Pandemi global COVID-19 selama beberapa bulan terakhir telah memberi dampak signifikan terhadap perekonomian di Indonesia. Hal ini juga memengaruhi kinerja para karyawan perusahaan. Demi menekan penyebaran COVID-19 dan menjaga kesehatan karyawannya, banyak instansi pemerintahan dan perkantoran swasta yang mengeluarkan kebijakan work from home (WFH). Karyawan merupakan aset perusahaan yang tentunya berdampak besar bagi operasi perusahaan. […]

    Dampak COVID–19 pada Kesehatan Karyawan

    Pandemi global COVID-19 selama beberapa bulan terakhir telah memberi dampak signifikan terhadap perekonomian di Indonesia. Hal ini juga memengaruhi kinerja para karyawan perusahaan. Demi menekan penyebaran COVID-19 dan menjaga kesehatan karyawannya, banyak instansi pemerintahan dan perkantoran swasta yang mengeluarkan kebijakan work from home (WFH).

    Karyawan merupakan aset perusahaan yang tentunya berdampak besar bagi operasi perusahaan. Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan menjaga keselamatan karyawan juga merupakan salah satu tanggung jawab perusahaan yang tetap harus dipenuhi, terutama saat masa pandemi COVID-19 berlangsung. Selain WFH, cara lain yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk memberikan jaminan kesehatan bagi para karyawan adalah dengan menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan dalam bentuk rapid test COVID-19.

    Rapid test COVID-19 adalah alat untuk menguji antibody SARS-CoV-2, yaitu Immunoglobulin G (IgG) dan Immunoglobulin M (IgM), yang terdapat pada sampel darah mengunakan metode Lateral Flow Assay3. Saat sampel darah masuk ke dalam alat rapid test, antibody IgG dan IgM yang terdapat dalam darah akan bereaksi dan menimbulkan warna pada alat tersebut, menandakan bahwa pasien tersebut positif terinfeksi COVID-19. Meskipun demikian rapid test bukanlah alat diagnostik melainkan alat skrining sehingga bila hasil menunjukkan positif harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan swab test.

    Saat ini banyak perusahaan yang sudah bekerja sama dengan beberapa platform telemedicine untuk menyelenggarakan pemeriksaan rapid test COVID-19 baik di kantor ataupun di rumah. Perusahaan dapat mendaftarkan karyawannya dan nantinya akan ditangani oleh tim yang bersangkutan. ProSehat termasuk salah satu aplikasi kesehatan yang menyediakan layanan tersebut.

    Karyawan yang telah terdata untuk dites akan ditindaklanjuti dengan screening awal secara online dan rapid test akan dilakukan di kantor perusahaan atau petugas dapat datang ke rumah karyawan yang bertempat tinggal di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Hasil rapid test tersebut dapat ditindaklanjuti dengan rujukan ke rumah sakit rekanan maupun isolasi mandiri secara terpantau (telemedicine). Jika rapid test karyawan menunjukkan hasil negatif, karyawan akan diberikan edukasi preventif mengenai COVID-19.

    Namun, akibat terbatasanya jumlah tenaga kesehatan, tentunya akan ada pembatasan jumlah rapid test yang disediakan. Selain itu, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) harus tetap diterapkan. Oleh karena itu, rapid test yang dilakukan di kantor harus menerapkan jadwal test karyawan, sehingga tidak terjadi penumpukan karyawan di kantor pada hari tes dan dengan demikian, physical distancing tetap dapat dilaksanakan.

    Alat rapid test dapat mendeteksi antibodi karyawan yang terinfeksi COVID-19 dalam waktu empat hari.  Jika test pertama menunjukan hasil negatif, akan dilaksankan tes kedua pada hari ke-14 setelah tes pertama untuk memastikan hasil tes tersebut karena rapid test dapat menimbulkan hasil negatif palsu apabila pasien berada dalam window period infeksi. Jika pasien belum bergejala/asimptomatik dan dalam masih periode inkubasi, IgM atau IgG belum dapat terseteksi oleh rapid test4. Meskipun hal tersebut membuat masyarakat beranggapan bahwa rapid test tidak efektif dan akurat dalam mendeteksi virus Corona. Namun, rapid test merupakan metode yang cukup baik untuk screening awal COVID-19 dan tentunya dapat ditindaklanjuti menggunakan test PCR yang lebih akurat.

    Dengan informasi di atas, perusahaan dapat mempertimbangkan untuk menyelenggarakan rapid test bagi karyawannya. Selain itu, bagi perusahaan dapat menyediakan hand sanitizer, tempat cuci tangan, serta masker untuk karyawan yang tidak dapat menjalankan work from home. Terlebih lagi, sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan suhu badan sebelum memasuki gedung kantor. Untuk Sobat yang masih melaksanakan WFH, jangan lupa untuk terus menerapkan physical distancing, mengenakan masker saat berpergian keluar rumah, dan menjaga kebersihan serta kesehatan diri. Stay safe and healthy!

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Harsono, F. (2020). Karyawan Perusahaan Bisa Rapid Test COVID-19 di Rumah, Cek Caranya. Retrieved 25 April 2020, from https://www.liputan6.com/health/read/4236292/karyawan-perusahaan-bisa-rapid-test-covid-19-di-rumah-cek-caranya#
    2. Kompas Media. (2020). Ada Layanan Tes Covid-19 untuk Perusahaan, Ini Cara Daftarnya Halaman all – Kompas.com. Retrieved 25 April 2020, from https://money.kompas.com/read/2020/04/23/163100326/ada-layanan-tes-covid-19-untuk-perusahaan-ini-cara-daftarnya?page=all
    3. Cassaniti, I., Novazzi, F., Giardina, F., Salinaro, F., Sachs, M., & Perlini, S. et al. (2020). Performance of VivaDiag COVID-19 IgM/IgG Rapid Test is inadequate for diagnosis of COVID-19 in acute patients referring to emergency room department. Journal Of Medical Virology. doi: 10.1002/jmv.25800
    4. Kolifarhood, G., Aghaali, M., Saadati, H., Taherpour, N., Rahimi, S., Izadi, N., & Nazar, S. (2020). Epidemiological and Clinical Aspects of COVID-19; a Narrative Review. Archives Of Academic Emergency Medicine8(1), 41.
    5. Al-Muharraqi, M. (2020). Testing recommendation for COVID-19 (SARS-CoV-2) in patients planned for surgery – continuing the service and ‘suppressing’ the pandemic. British Journal Of Oral And Maxillofacial Surgery. doi: 10.1016/j.bjoms.2020.04.014
    Read More
  • Bulan Ramadan yang suci dan penuh berkah telah tiba. Bulan Ramadan merupakan waktu bagi Sobat yang beragama Muslim untuk menjalankan ibadah puasa. Sayangnya, pada tahun ini ibadah puasa dilakukan di rumah sembari work from home. Terkadang bekerja dari rumah membuat sebagian orang menjadi kurang semangat apalagi tengah berpuasa. Namun, jangan jadikan bulan puasa alasan untuk […]

    8 Tips Meningkatkan Semangat Work from Home Selama Bulan Ramadan

    Bulan Ramadan yang suci dan penuh berkah telah tiba. Bulan Ramadan merupakan waktu bagi Sobat yang beragama Muslim untuk menjalankan ibadah puasa. Sayangnya, pada tahun ini ibadah puasa dilakukan di rumah sembari work from home. Terkadang bekerja dari rumah membuat sebagian orang menjadi kurang semangat apalagi tengah berpuasa. Namun, jangan jadikan bulan puasa alasan untuk malas-malasan. Berikut 8 tips ampuh supaya Sobat tetap semangat kerja di Bulan Ramadan.

    1. Tidur malam yang cukup

    Terkadang, work from home membuat Sobat lupa akan waktu hingga bekerja sampai larut malam. Namun, perlu disadari betapa pentingnya tidur yang cukup selama Bulan Ramadan. Untuk orang dewasa usia 18-60 tahun, dianjurkan untuk tidur selama 7-8 jam setiap malam1. Selain meningkatkan imun tubuh, tidur yang cukup juga bisa membantu bangun untuk sahur dan meningkatkan semangat kerja selama puasa.

    1. Buat to-do list

    Pekerjaan menumpuk yang membuat patah semangat dapat diselesaikan dengan membuat daftar pekerjaan. Penelitian menunjukkan bahwa membuat to-do list dapat meningkatkan produktivitas3. Sobat dapat membuat daftar pekerjaan ini sessaat setelah sahur dan menuliskan apa saja yang hendak diselesaikan pada hari itu.

    1. Buat ruang sendiri untuk work from home

    Salah satu tantangan dari work from home adalah tidak adanya ruang sendiri, yang membuat konsentrasi buyar saat bekerja. Terlebih saat bulan puasa, emosi jadi mudah meningkat apabila banyak hambatan dalam pekerjaan. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah membuat ruang sendiri untuk kerja, ruang dimana Sobat dapat fokus dan tidak diganggu oleh siapapun sehingga dapat lebih fokus.

    1. Kontrol porsi makan saat sahur dan berbuka

    Akibat menahan lapar dan haus seharian selama bulan Ramadan, terkadang banyak orang “balas dendam” saat berbuka dan sahur. Padahal, makan berlebihan dapat memberi dampat buruk pada kesehatan, yang dapat menurunkan produktivitas saat kerja5. Makanlah dalam porsi cukup.

    1. Olahraga ringan

    Tentunya work from home dan berpuasa membuat menjadi malas bergerak. Namun, tahukah Sobat betapa pentingnya olahraga ringan? Yoga dan stretching dapat membuat lebih fokus, sehat, dan tentunya meningkatkan produktivitas.

    1. Tidur siang

    Tidur siang selama 15-20 menit dapat mengembalikan stamina dan membuat Sobat lebih fokus dalam bekerja.

    1. Jangan melihat jam terus-menerus

    Menyibukkan diri untuk menyelesaikan pekerjaan akan membuat Sobat terhindar dari godaan untuk melirik jam berkali-kali dan menghitung waktu menuju magrib. Beri target untuk diri sendiri, sehingga pada magrib tiba, Sobat dapat berbuka dengan tenang tanpa dihantui deadline.

    1. Berbuka puasa bersama di rumah

    Berbuka bersama di rumah bersama keluarga dapat menjadi bentuk syukur karena sudah berhasil melewati satu hari ibadah puasa. Berbukalah di rumah mengingat social distanding masih sangat diperlukan saat ini. Bagi Sobat yang hidup merantau, jangan khawatir, cobalah berbuka bersama melalui jaringan online melalui fitur video call dengan berbagai aplikasi seperti Skype, Line Call, Google Hangout, dan social media lainnya. Hal ini dapat membuat Sobat semakin semangat bekerja dan menjalankan ibadah puasa pada hari berikutnya.

    Nah, Sobat, sekian tips untuk tetap semangat work from home selama bulan Ramadan. Selamat menjalankan ibadah puasa, dan jangan lupa, tetap semangat!

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Daftar Pustaka

    1. Watson, N., Badr, M., Belenky, G., Bliwise, D., Buxton, O., & Buysse, D. et al. (2015). Recommended Amount of Sleep for a Healthy Adult: A Joint Consensus Statement of the American Academy of Sleep Medicine and Sleep Research Society. SLEEP. doi: 10.5665/sleep.4716
    2. Besedovsky, L., Lange, T., & Haack, M. (2019). The Sleep-Immune Crosstalk in Health and Disease. Physiological Reviews99(3), 1325-1380. doi: 10.1152/physrev.00010.2018
    3. Schrager, S., & Sadowski, E. (2016). Getting More Done: Strategies to Increase Scholarly Productivity. Journal Of Graduate Medical Education8(1), 10-13. doi: 10.4300/jgme-d-15-00165.1
    4. The Jakarta Post. (2020). How to stay productive while working from home. Retrieved 24 April 2020, from https://www.thejakartapost.com/life/2020/03/24/how-to-stay-productive-while-working-from-home.html
    5. Prentice, A. (2001). Overeating: The Health Risks. Obesity Research9(S11), 234S-238S. doi: 10.1038/oby.2001.124
    6. Woodyard, C. (2011). Exploring the therapeutic effects of yoga and its ability to increase quality of life. International Journal Of Yoga4(2), 49. doi: 10.4103/0973-6131.85485
    7. Lovato, N., & Lack, L. (2010). The effects of napping on cognitive functioning. Progress In Brain Research, 155-166. doi: 10.1016/b978-0-444-53702-7.00009-9
    Read More
  • Virus corona yang menyerang hampir 634.835 kasus di seluruh dunia ( per tanggal 30 Maret 2020) telah membuat WHO menyatakan bahwa virus corona merupakan sebuah pandemi. Oleh karena situasi ini maka pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan antara lain membatasi segala bentuk kegiatan dengan anjuran isolasi mandiri di rumah. Semua kegiatan dilakukan di rumah baik bekerja, proses belajar-mengajar […]

    Hindari Kesalahan Berolahraga Saat Pandemi Corona

    Virus corona yang menyerang hampir 634.835 kasus di seluruh dunia ( per tanggal 30 Maret 2020) telah membuat WHO menyatakan bahwa virus corona merupakan sebuah pandemi. Oleh karena situasi ini maka pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan antara lain membatasi segala bentuk kegiatan dengan anjuran isolasi mandiri di rumah. Semua kegiatan dilakukan di rumah baik bekerja, proses belajar-mengajar dan lainnya.

    hindari kesalahan berolahraga

    Baca Juga: Ingin Aman Memakai Masker Saat Berolahraga? Berikut Tipsnya

    Otomatis ini membuat Sobat memiliki lebih banyak waktu luang. Beberapa orang menggunakan momen tersebut untuk berolahraga guna meningkatkan daya tahan tubuh. Faktanya olahraga yang salah justru akan memperburuk keadaan dengan menurunkan daya tahan tubuh loh!

    Secara umum, olahraga yang baik dan benar merupakan olahraga yang rutin, yaitu dilakukan 2-3 kali per minggu, durasi yang tetap 30-45 menit dengan intensitas sedang Olahraga dengan intensitas sedang akan merangsang pembentukan sel pertahanan tubuh yaitu sel darah putih. Hal ini sangat baik karena dapat menghalangi terjadinya infeksi. Olahraga intensitas sedang antara lain aerobik, jogging, latihan angkat beban ringan, menari, bersepeda. Sebagai parameter, mudah untuk membedakan olahraga intensitas sedang dan tinggi, umumnya pada olahraga intensitas sedang, seseorang masih dapat berbicara meskipun terengah-engah. Sebaliknya pada olahraga intensitas tinggi, seseorang sudah tidak dapat berbicara.

    Kesalahan berolahraga selama ini dapat diringkas menjadi 3T, yaitu

    1. Terlalu Sering

    Kesalahan yang sering dilakukan dalam berolahraga adalah melakukan olahraga setiap hari  Hal ini sangat tidak dianjurkan mengingat otot membutuhkan waktu pemulihan setidaknya 48 jam untuk kembali ke metabolisme awal.

    1. Terlalu Lama

    Durasi terbaik untuk berolahraga adalah 30-45 menit. Disarankan tidak melebihi 1 jam karena otot akan kelelahan. Bila terlalu lama, akan terjadi perubahan metabolisme dan menghasilkan produk asam laktat yang akan menimbulkan rasa tidak nyaman setelah berolahraga.

    Baca Juga: 3 Jenis Olahraga dan Jumlah Kalori yang Dibakar

    1. Terlalu Berat

    Olahraga intensitas tinggi sangat tidak dianjurkan karena justru dapat meningkatkan risiko terpapar infeksi. Hal ini disebabkan adanya periode open window sekitar 3-84 jam setelah melakukan olahraga intensitas tinggi. Pada periode ini, tubuh sedang dalam imunitas rendah dan sangat rentan terkena penyakit. Imunitas yang rendah disebabkan adanya peningkatan konsentrasi sitokin anti inflamasi yang difungsikan mengurangi kerusakan jaringan otot namun berakibat pada peningkatan kerentanan terhadap infeksi4. Beberapa contoh olahraga intensitas tinggi seperti lari, HIIT (High-intensity interval training), dan crossfit (latihan penguatan otot yang sebagian besar dari campuran aerobik dan latihan beban tubuh intensitas tinggi)

    Baca Juga: Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Berolahraga di Malam Hari

    Untuk menghindari hal di atas, maka Sobat dapat melakukan beberapa tips berikut, yaitu melakukan olahraga pada waktu dan hari yang sama. Olahraga sebaiknya dilakukan pagi hari karena akan meningkatkan aliran darah dan baik untuk sistem kardiovaskular. Selain itu sebelum olahraga, lakukan peregangan selama 10-15 menit. Mengapa penting? Peregangan sebelum olahraga dapat membantu tubuh meningkatkan aliran darah secara perlahan sehingga metabolisme tubuh tidak terlalu berubah dan mengurangi kemungkinan terjadinya cedera. Konsumsi air putih cukup sebelum, selama dan setelah berolahraga sangat dianjurkan. Sebaiknya konsumsi 2 gelas air putih 15 menit sebelum berolahraga, setengah hingga 1 gelas setiap 15 menit saat berolahraga dan dua hingga dua setengah gelas setelah berolahraga. Stop konsumsi rokok 1-2 jam sebelum aktivitas. Merokok dapat menurunkan jumlah sel darah putih yang berperan penting dalam melawan virus.

    Pada dasarnya olahraga baik untuk tubuh jika dilakukan dengan tepat. Jangan salah dalam melakukan olahraga selama #dirumahaja ya Sobat.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

     

    1. [Internet]. 2020 [cited 30 March 2020]. Available from: https://covid19.kemkes.go.id
    2. [Internet]. Who.int. 2020 [cited 30 March 2020]. Available from: https://www.who.int/docs/default-source/coronaviruse/who-rights-roles-respon-hw-covid-19.pdf?sfvrsn=bcabd401_0
    3. (2018) ACSM’s Guidelines for Exercise Testing and Prescription. 10th ed. Edited by D. Riebe. Lippincott Williams & Wilkins. Available at: http://thepoint.lww.com/.
    4. [Internet]. Scielo.br. 2020 [cited 30 March 2020]. Available from: http://www.scielo.br/pdf/rbme/v18n3/en_15.pdf
    5. American Heart Association Recommendations for Physical Activity in Adults and Kids [Internet]. www.heart.org. 2020 [cited 30 March 2020]. Available from: https://www.heart.org/en/healthy-living/fitness/fitness-basics/aha-recs-for-physical-activity-in-adults
    6. Judge L, Burke J. The Effect of Recovery Time on Strength Performance Following a High-Intensity Bench Press Workout in Males and Females. International Journal of Sports Physiology and Performance. 2010;5(2):184-196.
    7. [Internet]. Who.int. Global Recommendation on Physical Activity for Health. 2010 [cited 30 March 2020]. Available fromhttps://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/44399/9789241599979_eng.pdf;jsessionid=2D23201ECDCEC947603B0EF79AD0150F?sequence=1
    8. Peake J, Neubauer O, Walsh N, Simpson R. Recovery of the immune system after exercise. Journal of Applied Physiology. 2017;122(5):1077-1087.
    9. Seo DY, Lee S, Kim N, et al. Morning and evening exercise.Integr Med Res. 2013;2(4):139–144. doi:10.1016/j.imr.2013.10.003
    10. Page P. Current concepts in muscle stretching for exercise and rehabilitation.Int J Sports Phys Ther. 2012;7(1):109–119.
    11. Fluid Replacement [Internet]. Brookfield Central Athletics. 2020 [cited 30 March 2020]. Available from: https://lancers.elmbrookschools.org/page/show/629573-fluid-replacement-and-dehydration
    12. Chevalier, MD – Cardiologist, Blanchard, MD & Dusfour, MD – 2020

     

    Read More
  • Covid-19 yang telah mewabah selama beberapa bulan terakhir membuat pemerintah menganjurkan masyarakat untuk isolasi secara mandiri di rumah. Meskipun tak sedikit masyarakat yang menganggap remeh masa karantina ini, periode karantina diri di rumah sangatlah penting untuk mencegah penyebaran virus corona. Masa inkubasi COVID-19 adalah 2-14 hari, artinya orang yang terpapar virus corona akan menujukkan gejala […]

    7 Tips Hindari Stres Saat Karantina Diri di Rumah

    Covid-19 yang telah mewabah selama beberapa bulan terakhir membuat pemerintah menganjurkan masyarakat untuk isolasi secara mandiri di rumah. Meskipun tak sedikit masyarakat yang menganggap remeh masa karantina ini, periode karantina diri di rumah sangatlah penting untuk mencegah penyebaran virus corona. Masa inkubasi COVID-19 adalah 2-14 hari, artinya orang yang terpapar virus corona akan menujukkan gejala dalam periode ini1. Karantina diri di rumah selama 14 hari dapat membantu Sobat melindungi diri sendiri dan orang-orang sekitar. Tentunya bagi Sobat yang tidak terbiasa berdiam diri di rumah, hal ini dapat memicu stres dan mengundang depresi. Berikut 7 tips ampuh untuk menghindari stres bagi Sobat yang #DiRumahAja:

    1. Bersih-bersih rumah

    Membersihkan rumah dengan pembersih antiseptik harus dilakukan untuk menjaga rumah agar tetap higenis2. Jangan lupa membersihkan tempat dan barang-barang yang sering kita sentuh, seperti gagang pintu, handphone, keyboard laptop, saklar lampu, kunci rumah, dan masih banyak lagi. Karena Sobat akan menghabiskan banyak waktu di rumah,  rumah harus tetap bersih dan rapi. Clear space equals clear mind!

    1. Olahraga

    Merasa stres dan depresi karena terkurung di rumah? Mungkin ini saatnya untuk Sobat berolahraga! Olahraga dapat membuat tubuh sehat, meningkatkan imunitas, dan mencegah stres3. Tidak semua olahraga memerlukan tempat yang luas atau peralatan khusus. Sobat dapat melakukan olahraga sederhana di dalam rumah seperti yoga, pilates, dan HIIT (High-Intensity Interval Training).

    1. Relaksasi diri

    Stres yang diakibatkan social distancing dapat diredam dengan melakukan banyak aktivitas yang merilekskan badan seperti mandi air hangat, menulis jurnal, dan meditasi4. Jangan lupa untuk tetap memiliki waktu tidur yang cukup, yakni delapan jam sehari5. #DiRumahAja bukan berarti kamu bisa begadang nonton drama korea ya, Sobat!

    1. Mempelajari lebih dalam tentang virus corona

    Memperkaya diri dengan informasi mengenai virus corona dapat membantu Sobat mengerti lebih dalam mengenai virus ini. Hal tersebut penting untuk mencegah penyebaran hoaks mengenai virus corona lewat media sosial. Kalau sudah mengerti tentang virus corona, Sobat tidak akan tertipu dengan hoaks yang beredar di media sosial.

    1. Melakukan hobi

    Kapan terakhir kali kamu menekuni hobimu, Sobat? Selama di rumah, Sobat bisa kembali melakukan hobi yang sudah lama ditinggalkan, entah itu memasak, mencoba gaya make up baru, melukis, dll.

    1. Menghabiskan waktu dengan keluarga

    Sudah lama tidak memiliki quality time dengan keluarga? Ini adalah saat yang tepat untuk kembali mendekatkan diri bersama keluarga dengan cara makan malam sederhana di rumah, bermain board game dan card game seperti monopoly, ular tangga, hingga capsa dapat dilakukan untuk menghabiskan waktu di rumah dengan keluarga.

    1. Beramal

    #DiRumahAja bukan berarti kita tidak bisa ikut membantu memerangi COVID-19. Jika Sobat tergerak, Sobat bisa mengirimkan donasi lewat berbagai situs donasi online yang menggalang dana untuk membantu penyediaan APD (Alat Pelindung Diri) bagi para petugas medis hingga membantu ekonomi masyarakat yang terdampak corona. Selain itu, Sobat juga dapat menebarkan semangat untuk pasien dan petugas medis lewat media sosial. Dengan begitu, Sobat telah membantu masyarakat dalam menghadapi pandemi ini.

    Banyak aktivitas yang dapat dilakukan untuk mencegah stres di rumah selama masa karantina diri berlangsung. Mari kita mendukung pencegahan penyebaran virus corona dengan menerapkan social distancing dengan patuh. Yuk, #DiRumahAja !

    Untuk informasi kesehatan lainnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Lauer, S., Grantz, K., Bi, Q., Jones, F., Zheng, Q., & Meredith, H. et al. (2020). The Incubation Period of Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) From Publicly Reported Confirmed Cases: Estimation and Application. Annals Of Internal Medicine. doi: 10.7326/m20-0504
    2. Cascella M, Rajnik M, Cuomo A, et al. Features, Evaluation and Treatment Coronavirus (COVID-19) [Updated 2020 Mar 8]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-. Available from: ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK554776/
    3. Gradari, S., Pallé, A., McGreevy, K., Fontán-Lozano, Á., & Trejo, J. (2016). Can Exercise Make You Smarter, Happier, and Have More Neurons? A Hormetic Perspective. Frontiers In Neuroscience10. doi: 10.3389/fnins.2016.00093
    4. Wang, X., Smith, C., Ashley, L., & Hyland, M. (2019). Tailoring Self-Help Mindfulness and Relaxation Techniques for Stroke Survivors: Examining Preferences, Feasibility and Acceptability. Frontiers In Psychology10. doi: 10.3389/fpsyg.2019.00391
    5. Chaput, J., Dutil, C., & Sampasa-Kanyinga, H. (2018). Sleeping hours: what is the ideal number and how does age impact this?. Nature And Science Of SleepVolume 10, 421-430. doi: 10.2147/nss.s163071
    Read More
  • Jumlah penderita virus corona makin hari makin bertambah, di Indonesia sendiri jumlah penderita mencapai 514 orang (23/3/2020) dan memakan korban jiwa mencapai 48 jiwa1. Angka ini diprediksi akan terus meningkat jika tidak ditangani dengan segera. Deteksi secara dini dianggap sebagai metode paling ampuh dalam upaya menurunkan angka kematian corona. Deteksi dini diawali dengan mengetahui tanda […]

    Inilah Gejala Corona dari Hari ke Hari

    Jumlah penderita virus corona makin hari makin bertambah, di Indonesia sendiri jumlah penderita mencapai 514 orang (23/3/2020) dan memakan korban jiwa mencapai 48 jiwa1. Angka ini diprediksi akan terus meningkat jika tidak ditangani dengan segera. Deteksi secara dini dianggap sebagai metode paling ampuh dalam upaya menurunkan angka kematian corona.

    Deteksi dini diawali dengan mengetahui tanda dan gejala dari virus tersebut. Secara umum, virus corona memiliki gejala demam, batuk dan kesulitan bernafas yang dapat berlangsung hingga 14 hari. Jika diteliti lebih lanjut, gejala corona akan berbeda dari hari ke hari, simak penjelasan berikut:

    Hari ke-1

    Pada hari pertama, penderita corona akan muncul gejala berupa nyeri sendi, lemah badan, dan demam yang tidak terlalu tinggi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Jepang, gejala virus corona berbeda tergantung usia dan jenis kelamin individu. Pada wanita usia 40 tahun gejala umumnya demam yang tidak terlalu tinggi. Sedangkan pada wanita usia usia 70 tahun, gejala demam lebih tinggi mencapai 38 derajat. Pada laki-laki usia 40 tahun, gejala yang timbul antara lain kelelahan, berkeringat, panas dingin dan nyeri otot. Sedangkan pada laki-laki usia 70 tahun demam dan nyeri tenggorokan2. Pada kasus yang lebih jarang akan muncul gejala pencernaan seperti mual, muntah dan diare

    Hari ke 4-5

    Pada saat ini gejala demam, batuk yang bersifat kering lebih dominan. Batuk yang timbul umumnya batuk kering sebanyak 68% kasus. Pada 33% kasus batuk yang timbul batuk berdahak. Demam semakin tinggi mencapai 39 derajat. Pada pasien usia tua dapat muncul gejala sesak nafas

    Hari ke 6-7

    Gejala pneumonia akan semakin jelas. Biasanya pasien akan mulai mencari pertolongan ke rumah sakit pada masa–masa ini. Sedangkan pada pasien yang sudah mendapat pertolongan dari awal, pada hari ke-7 akan mengalami perbaikan

    Hari ke 8

    Bila gejala belum mengalami perbaikan pada hari sebelumnya, di hari ke-8 pada 15% pasien akan mengalami gangguan pernafasan. Pada pemeriksaan radiologi tampak adanya penumpukan cairan pada paru-paru. Pada tahap ini, alat bantu pernafasan sangat diperlukan

    Hari ke 10

    Pada pasien yang dapat melewati hari sebelumnya, di hari ke-10 umumnya sudah menimbulkan perbaikan gejala yang ditandai dengan berkurangnya rasa sesak dan demam yang sudah turun. Sebaliknya pada pasien yang memiliki risiko tinggi seperti lansia, pasien dengan penyakit penyerta seperti jantung, asma, diabetes, gagal ginjal serta pasien dengan obesitas5 pada hari-hari ini dapat terjadi perburukan. Hal ini disebabkan penyebaran virus secara menyeluruh dalam tubuh yang menyebabkan terjadi infeksi sekunder dan menimbulkan kondisi sepsis.

    Bila berlanjut akan menimbulkan kematian.

    Hari ke 14

    Jika pasien sudah dapat memasuki saat ini, umumnya pasien sudah dapat dinyatakan sembuh. Meskipun demikian, penderita korona ini tetap harus isolasi secara mandiri selama dua minggu lagi di rumah karena meskipun sudah tidak ada gejala namun tetap dapat menjadi sumber transmisi bagi orang lain.

    Meskipun penyakit ini pada awalnya mirip seperti flu biasa namun virus corona memiliki kekhasan tersendiri, yaitu berkaitan dengan perkembangan gejala dari waktu ke waktu. Pada flu atau pneumonia biasa, gejala akan membaik dalam minggu awal. Sebaliknya pada virus corona, gejala akan mengalami perburukan dari waktu ke waktu. Namun Sobat tidak perlu khawatir. Lakukan tindakan pencegahan dengan selalu cuci tangan, makan makanan bergizi, olahraga, istirahat yang cukup dan yang paling utama segera periksakan diri ke dokter bila menemukan gejala di atas.

    Untuk informasi kesehatan lainnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Situasi Terkini Perkembangan Coronavirus Disease (COVID-19) 22 Maret 2020 » Info Infeksi Emerging Kementerian Kesehatan RI [Internet]. Info Infeksi Emerging Kementerian Kesehatan RI. 2020 [cited 23 March 2020]. Available from: https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/situasi-terkini-perkembangan-coronavirus-disease-covid-19-22-maret-2020/
    2. [Internet]. 2020 [cited 23 March 2020]. Available from: https://www.worldometers.info/coronavirus/coronavirus-symptoms/
    3. [Internet]. Ecdc.europa.eu. 2020 [cited 23 March 2020]. Available from: https://www.ecdc.europa.eu/sites/default/files/documents/RRA-sixth-update-Outbreak-of-novel-coronavirus-disease-2019-COVID-19.pdf
    4. [Internet]. Who.int. 2020 [cited 24 March 2020]. Available from: https://www.who.int/docs/default-source/coronaviruse/clinical-management-of-novel-cov.pdf
    5. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [cited 24 March 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/specific-groups/people-at-higher-risk.html
    6. Epidemiological and clinical characteristics of 99 cases of 2019 novel coronavirus pneumonia in Wuhan, China: a descriptive study – Chen et al, The Lancet, January 30, 2020
    7. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease (COVID-19). Indonesia: Kementerian Kesehatan RI; 2020.
    8. Clinical Characteristics of 138 Hospitalized Patients With 2019 Novel Coronavirus–Infected Pneumonia in Wuhan, China – JAMA, Wang et al., February 7, 2020
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja