Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Mencegah Bahaya Hepatitis A pada Anak

Mencegah bahaya hepatitis pada anak bisa dengan berbagai cara. Namun, sebelum kita membahas pencegahannya, yuk kita simak dulu apa itu hepatitis dan juga penyebabnya!

Hepatitis merupakan salah satu penyakit yang masih banyak di Indonesia. Hepatitis merupakan peradangan pada hati yang dapat disebabkan oleh beberapa jenis virus, yaitu hepatitis A, B, C, D, dan E.

Hepatitis A adalah virus yang sering menyerang anak-anak. Hepatitis A merupakan virus hepatitis yang ditularkan secara fekal-oral, yaitu apabila seseorang yang tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap virus hepatitis A dapat mengonsumsi virus tersebut melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi tinja orang yang terinfeksi.

Virus hepatitis A dapat bertahan dalam suasana yang asam, pada suhu tinggi (60oC selama 60 menit), serta pada suhu beku. Jumlah kasus hepatitis A berhubungan dengan tingkat sanitasi/kebershan suatu daerah, kebersihan  pribadi, dan kebersihan makanan atau air Anak yang rentan terhadap hepatitis A adalah anak-anak yang belum divaksinasi atau belum pernah terinfeksi hepatitis A, yang tinggal di daerah-daerah dengan sanitasi rendah, sulit air bersih, atau tinggal serumah dengan orang yang terinfeksi hepatitis A.

Baca Juga: 10 Pertanyaan Seputar HIV Aids

Menurut Riset Kesehatan Dasar 2013, prevalensi hepatitis di Indonesia sebesar 1,2% (meningkat dua kali lipat dibanding riset tahun 2007), dengan hepatitis A sebanyak 19,3% dari seluruh kasus hepatitis. Di negara berkembang seperti Indonesia, 90% kasus hepatitis A terjadi sebelum anak berusia sepuluh tahun, kemudian umumnya anak tersebut akan memiliki kekebalan hingga usia dewasa.

Pencegahan SecaraUmum

Pencegahan hepatitis A secara umum berhubungan dengan peningkatan kebersihan, sesuai dengan cara penularan hepatitis A secara fekal-oral.

  • Cuci Tangan

Sisa kotoran yang dapat menjadi perantara penularan hepatitis A tidak perlu dalam jumlah yang dapat terlihat. Sisa kotoran dapat tidak terlihat dan banyak terdapat di kamar mandi, apalagi di kamar mandi umum. Biasakan anak Sobat untuk mencuci tangan setelah buang air kecil, buang air besar, setelah keluar toilet, dan sebelum makan. Selain itu, Sobat juga perlu mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan. Kebiasaan ini penting, tidak hanya untuk mencegah bahaya hepatitis A tetapi juga untuk mencegah bahaya penyakit-penyakit lain yang penularannya secara fekal-oral.

Baca Juga: Hepatitis B – Faktor Resiko, Gejala, Penanganan dan Pengobatan

  • Cermat Memilih Jajanan Anak

Kontaminasi makanan dan minuman oleh hepatitis A dapat terjadi dalam berbagai tahap pemrosesan makanan, dari proses pertaniannya, distribusi, sebelum dan sesudah proses masak. Pemilihan jajanan anak menjadi penting karena kotoran yang terinfeksi tidak hanya dapat menempel pada tangan anak, namun pada tangan-tangan yang menyiapkan makanan anak Sobat, termasuk jajanan. Perhatikan apakah lingkungan sekitar tempat  penjualan jajanan bersih, apakah dekat dengan selokan, tempat pembuangan sampah, dan lain-lain, karena tentunya hal tersebut meningkatkan kemungkinan tangan penjaja makanan terkontaminasi kuman.

Virus hepatitis juga dapat ditularkan lewat air yang terkontaminasi, dimana air dipakai baik sebagai bahan makanannya sendiri atau untuk mencuci alat masak dan makan. Tempat jajanan yang memiliki sumber air mengalir, lebih kecil kemungkinan kontaminasinya dibandingkan tempat jajanan yang sumber airnya tidak mengalir (misalnya ditampung dalam ember).

Baca Juga: Resep Kue Kering yang Sehat

Virus hepatitis mati bila dimasak dengan suhu di atas 85oC selama satu menit atau lebih. Sehingga jajanan yang dimasak dengan matang, lebih kecil kemungkinan kontaminasinya daripada jajanan-jajanan seperti es.

Pilihlah jajanan yang masih panas, ditaruh di etalase tertutup. Semakin lama makanan tersebut dibiarkan di etalase setelah dimasak, semakin besar kemungkinannya terkontaminasi.

  • Olah Makanan dengan Benar

Sesuai yang telah disebutkan, kontaminasi makanan oleh hepatitis A dapat terjadi dalam berbagai tahap pemrosesan, termasuk sebelum bahan makanan tersebut sampai di tempat Sobat membelinya. Cuci baik-baik bahan makanan yang Anda beli dengan air mengalir yang bersih untuk mengurangi kemungkinan menempelnya kuman pada bahan tersebut. Kemudian, masak bahan makanan hingga matang dengan suhu di atas 85oC selama satu menit atau lebih untuk mematikan virus hepatitis.

  • Pencegahan Spesifik

Saat ini di Indonesia telah tersedia vaksin hepatitis A berupa suntikan. Di dunia terdapat dua jenis vaksin hepatitis A, yaitu vaksin berupa virus inaktif dan vaksin berupa virus hidup yang dilemahkan. Dosis vaksin 360U diberikan sebanyak tiga kali dengan interval empat minggu antara suntikan pertama dan kedua, kemudian jarak enam bulan antara suntikan kedua dan ketiga.

Apabila menggunakan dosis vaksin 720U, imunisasi diberikan dua kali dengan jarak pemberian vaksin enam bulan antara suntikan pertama dan kedua. Apabila diberikan sesuai dosis, hampir 100% penerima vaksin hepatitis A membentuk kekebalan tubuh yang cukup untuk melawan infeksi virus hepatitis A dalam waktu satu  bulan. Bila dosis-dosis berikutnya diberikan sesuai jadwal, vaksin hepatitis A dapat memberikan perlindungan terhadap virus hepatitis A kepada 95% orang selama sepuluh tahun.

Berdasarkan  pengalaman global, vaksin hepatitis A sangat aman diberikan untuk anak (usia 1-15 tahun) dan dewasa. Efek samping yang mungkin muncul dari pemberian vaksin adalah reaksi lokal berupa nyeri pada tempat suntikan dan sakit kepala.

Produk Terkait: 

Vaksin hepatitis A belum termasuk program wajib pemerintah. Namun, jika Sahabat ingin melindungi diri dan keluarga dari bahaya hepatitis A, tak perlu bingung untuk melakukan vaksin, hanya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Sahabat bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh!

Info lebih lanjut mengenai vaksinasi hepatitis A, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

instal aplikasi prosehat

Daftar Pustaka

  1. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Laporan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) Indonesia 2013. DepKes; 2014.
  2. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Situasi dan Analisis Hepatitis. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2014.
  3. Jules L. Dienstag. Acute Viral Hepatitis. Dalam: Harrison’s Principles of Internal Medicine. 19 ed. New York: McGraw Hill; 2015. hlm. 2004–22.
  4. Mengenal Hepatitis A pada Anak [Internet]. IDAI. [dikutip 30 Juni 2018]. Tersedia pada: http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mengenal-hepatitis-a-pada-anak
  5. Hepatitis A [Internet]. [dikutip 2 Juli 2018]. Tersedia pada: http://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-a
  6. WHO position paper on hepatitis A vaccines. Geneva: World Health Organization; 2012 Jul hlm. 261–76. (Weekly epidemiological record). Report No.: 28–29.

 

Chat Asisten ProSehat aja