Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ hepatitis a”

  • Kejadian Luar Biasa (KLB) hepatitis A terjadi di Pacitan karena semakin meningkatnya penderita hepatitis A di sana. Menurut salah satu sumber berita, penderita hepatitis A meningkat hingga 877 orang hingga 28 juni 2019 kemarin. Nah, Sahabat sehat, agar terhindar dari penularan hepatitis A, sebaiknya kita harus mengenal terlebih dulu penyakitnya. Apa sih hepatitis A itu? […]

    Viral karena Hepatitis A

    Kejadian Luar Biasa (KLB) hepatitis A terjadi di Pacitan karena semakin meningkatnya penderita hepatitis A di sana. Menurut salah satu sumber berita, penderita hepatitis A meningkat hingga 877 orang hingga 28 juni 2019 kemarin. Nah, Sahabat sehat, agar terhindar dari penularan hepatitis A, sebaiknya kita harus mengenal terlebih dulu penyakitnya.

    Apa sih hepatitis A itu?

    Hepatitis A merupakan  penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis A yang menyerang organ hati kita. Hati mengalami peradangan, sehingga fungsinya menjadi terganggu. Beberapa fungsi hati kita antara lain menyaring darah dari berbagai zat yang berbahaya, menghancurkan sel darah merah yang sudah tua, memproduksi beberapa protein seperti hormon, cairan empedu dan albumin, dsb. Bayangkan, bila fungsinya terganggu, sangat berbahaya bagi tubuh kita, bukan?

    Baca Juga: Benarkah Gejala Hepatitis A Mirip Influenza?

    Penularan hepatitis A

    Virus hepatitis A ditemukan  pada tinja dan darah dari penderita, sehingga virus dapat menular melalui kontak erat dan dekat dengan penderita seperti hubungan seksual, mengurus penderita yang sakit, dan penggunaan jarum narkoba. Hepatitis A juga menular melalui kontaminasi makanan dan minuman yang mengandung virus termasuk kontaminasi saat menanam bibit, panen, pengolahan dan penyediaan makanan.

    Gejala dan diagnosis hepatitis A

    Bila sahabat mengalami kekuningan pada mata dan tubuh, merasa sangat lemah, demam, nyeri perut, urin berwarna gelap atau seperti teh, feses berwarna pucat, dan tidak mau makan, segera periksa ke dokter karena kemungingkanan Sahabat menunjukkan gejala penyakit hepatitis A. Biasanya dokter akan mengambil sampel darah untuk diperiksa apakah darah mengandung virus penyakit ini.

    Siapakah yang berisiko terkena hepatitis A?

    Hepatitis A sering mengenai mereka yang tinggal di daerah yang kurang bersih (sanitasi buruk dan kurangnya air bersih), pengguna narkoba jarum suntik, mereka yang tinggal dekat dengan penderita, pelancong yang pergi ke daerah endemis, dan  pekerjaan yang berhubungan dengan makanan (pramusaji, koki, petani, dsb).

    Bagaimana menghindari penularan hepatitis A?

    Bila Sahabat menjadi sehat dan kuat, maka kemungkinan tertular virus hepatitis A menjadi lebih rendah. Sahabat dapat mengikuti tips di bawah ini:

    Mencuci tangan dengan sabun sesuai waktunya

    Cucilah tangan sahabat sebelum dan sesudah makan, sesudah Buang Air Besar (BAB), sebelum dan sesudah mengolah makanan, dan sesudah mengganti popok si Kecil. Pakailah sabun saat mencuci tangan dan ikuti langkah-langkah mencuci tangan yang benar.

    Menjaga kebersihan makanan dan sumber air

    Konsumsilah makanan yang terjamin kebersihannya, lebih baik bila Sahabat memproses makanan sendiri di rumah.  Cucilah bahan makanan dengan bersih dan jaga sumber air Sahabat agar tidak terkontaminasi virus hepatitis A.

    Pengolahan sampah yang baik

    Sampah merupakan sumber berbagai penyakit, sehingga pengolahan sampah di lingkungan rumah harus di tata dengan baik, sehingga menghindari penularan berbagai sumber penyakit. Pengelolaan sampah dapat dilakukan bersama di lingkungan sekitar rumah Sahabat.

    Baca Juga: 5 Penyakit Hepatitis yang Perlu Dihindari

    Perilaku seks sehat tanpa narkoba

    Hindari memiliki lebih dari satu pasangan seksual dan jauhkan narkoba dari hidup Sahabat. Virus hepatitis A beredar di darah sehingga hubungan seksual berisiko dan penggunaan jarum narkoba bersama dapat menularkan virus ini. Perilaku seks sehat tanpa narkoba dapat melindungi Sahabat dari penularan hepatitis A.

    Vaksinasi Hepatitis A

    Agar Sahabat mendapatkan kekebalan dan terhindar dari penularan hepatitis A, maka vaksinasi  adalah jawabannya. Vaksinasi hepatitis A dapat melindungi Sahabat dari penyakit ini. Anak usia di atas 2 tahun sudah dapat diberikan 2 kali dosis vaksinasi hepatitis A dengan jeda 6-12 bulan diantara kedua dosis. Pada orang dewasa juga diberikan vaksinasi hepatitis A sebanyak 2 kali dengan jeda 6-12 bulan diantaranya.

    Nah, Sahabat sudah tahu  nih penyakit, penularan, dan gejala hepatitis A. Jadi, ingatlah untuk selalu mencegah sebeum terjadinya penyakit ini. Bila Sahabat khawatir tertular hepatitis A, yuk, lakukan vaksinasi hepatitis A segera agar Sahabat dan keluarga dapat terlindungi secara optimal. Salam sehat!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Billy AT. Penderita Hepatitis A di Pacitan Capai 877 Orang, Laki-laki Lebih Mudah Terjangkit. [Internet]. Available at: tribunnews.com/regional/2019/06/29/penderita-hepatitis-a-di-pacitan-capai-877-orang-laki-laki-lebih-mudah-terjangkit.
    2. Center for Disease Control and Prevention. Hepatitis A. 2019. [Internet]. Available at: cdc.gov/hepatitis/hav/pdfs/hepageneralfactsheet.pdf
    3. World Health Organization. Hepatitis A. 2018. [Internet]. Available at: who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-a
    Read More
  • Orang awam sering mengira bahwa jika mata kita terlihat kuning itu adalah gejala dari hepatitis, salah satunya adalah hepatitis A. Hepatitis adalah sebuah infeksi pada organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A, B, C, D, dan E. Hepatitis B dan C dapat berubah menjadi  kronis, sedangkan hepatitis D hanya dapat menginfeksi bila host (manusia) […]

    Mata Kuning Sebagai Gejala Hepatitis A, Kenali Lebih Jauh Penyakit Ini

    Orang awam sering mengira bahwa jika mata kita terlihat kuning itu adalah gejala dari hepatitis, salah satunya adalah hepatitis A. Hepatitis adalah sebuah infeksi pada organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A, B, C, D, dan E. Hepatitis B dan C dapat berubah menjadi  kronis, sedangkan hepatitis D hanya dapat menginfeksi bila host (manusia) sudah terinfeksi virus hepatitis B sebelumnya. Sedangkan, virus hepatitis A dan E hanya akan berakhir sebagai hepatitis akut dan kedua virus ini juga merupakan penyebab utama wabah hepatitis.

    Penyakit  hepatitis A disebabkan oleh virus hepatitis A atau HAV yang ditularkan melalui feses (fekal-oral) artinya penyakit tersebut ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi oleh feses yang mengandung virus hepatitis A. Hepatitis A memang tidak akan berkembang menjadi parah dan kronik, tetapi infeksi virus hepatitis A dapat menjadi penyakit infeksi yang mampu menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup signifikan.

    Hepatitis A masih merupakan masalah kesehatan di negara berkembang seperti Indonesia. Berdasarkan data hepatitis A masih merupakan bagian terbesar kasus hepatitis akut yang dirawat di rumah sakit. Sekitar 1,5 juta kasus klinis dari hepatitis A terjadi di seluruh dunia setiap tahunnya, tetapi rasio infeksi hepatitis A yang tidak terdeteksi dapat mencapai sepuluh kali lipat dari jumlah kasus klinis tersebut. Indonesia  menempati urutan yang ketiga tertinggi angka kejadian hepatitis A setelah India dan China dari beberapa negara di Asia.

    Penelitian dari Riskesdas pada tahun 2013 menunjukkan bahwa secara nasional diperkirakan 1,2% atau 2.981.075 jiwa penduduk Indonesia mengidap penyakit hepatitis dan kondisi ini meningkat dua kali lipat dibanding dari tahun 2007. Puslitbang BTDK melakukan penelitian terhadap kasus penyakit kuning akut selama tahun 2013 di empat provinsi di Indonesia, yaitu Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kepulauan Riau. Berdasarkan  penelitian tersebut didapatkan kejadian kasus hepatitis A terbanyak pada usia > 14 tahun yaitu sebanyak 75% kasus. Pada usia < 6 tahun hanya ditemukan 1% kasus, dan pada usia 6 – 14 tahun ditemukan 23% kasus. Hasil ini sesuai dengan pernyataan WHO bahwa negara-negara berkembang seperti Indonesia, infeksi hepatitis A banyak terjadi pada remaja dan orang dewasa.

    Penularan virus hepatitis A dapat terjadi dengan cara kontak antara orang ke orang (kontak di rumah, di tempat penitipan anak, pesantren, dan asrama) atau melalui makanan dan air yang tercemar tinja yang mengandung virus hepatitis A. Masa inkubasi virus hepatitis A dari terinfeksi hingga menimbulkan gejala adalah sekitar 15–50 hari dengan rata-rata 28 hari sampai dengan 30 hari.

    Pada anak, penyakit ini biasanya subklinis anikterik artinya tidak menimbulkan kekuningan, sedangkan pada dewasa yang terinfeksi virus hepatitis A biasanya cenderung menimbulkan ikterik atau kekuningan. Tanda dan gejala hepatitis A adalah demam yang tidak terlalu tinggi, kelelahan, anoreksia (kehilangan nafsu makan), gangguan pencernaan atau ketidaknyamanan terutama di hati, mual, muntah, urin  berwarna teh pekat, mata kuning, dan kulit berwarna kuning.

    Penyakit ini berkaitan erat dengan lingkungan dan sanitasi yang bersih dari tiap individu. Suplai air bersih yang adekuat, pembuangan tinja dan sampah yang baik dan benar di dalam  komunitas, dikombinasikan dengan praktik kebersihan perorangan yang baik dapat mengurangi penyebaran infeksi virus hepatitis A.

    Salah satu bentuk kebersihan diri yang baik adalah dengan mencuci tangan secara teratur sebelum makan atau memegang makanan, dan setelah dari toilet atau mengganti popok. Cuci tangan yang benar adalah dengan menggunakan air bersih dan sabun selama sekitar 10 menit. Selain itu, Sobat juga harus menjaga kesehatan makanan dengan membeli makanan segar dari sumber yang dapat diandalkan, menggunakan air minum dari sumber yang jelas, memasak makanan sampai benar-benar matang merata sebelum dikonsumsi, dan mencuci bahan makanan dengan bersih di air mengalir.

    Orang yang sudah terinfeksi hepatitis A akan mendapatkan imunitas atau kekebalan seumur hidup terhadap virus tersebut. Namun, jika belum pernah terinfeksi, kita dapat juga memperoleh imunitas atau kekebalan dengan pemberian imunisasi virus hepatitis A. Angka kejadian hepatitis A di Amerika Serikat telah turun sebanyak 95% sejak vaksin virus hepatitis A pertama kali tersedia pada tahun 1995. Vaksinasi virus hepatitis A memberikan kemanjuran proteksi terhadap penyakit hepatitis A sebesar 94% sampai 100% setelah 2–3 dosis suntikan yang diberikan 6–12 bulan secara terpisah.

    Vaksinasi direkomendasikan untuk kelompok-kelompok tertentu yang menghadapi risiko lebih tinggi terkena mata kuning sebagai salah satu gejala hepatitis A. Kelompok tersebut antara lain orang yang berkunjung ke negara di mana hepatitis A umum terjadi (kebanyakan negara yang sedang berkembang), orang yang sering berkunjung ke masyarakat pribumi di luar kota dan daerah terpencil, pria yang berhubungan seks melalui anus dengan pria (homoseksual), petugas kesehatan, petugas penitipan anak, penyandang cacat intelektual dan penjaganya, petugas kebersihan, tukang ledeng, pengguna narkoba suntik, pasien yang menderita penyakit hati kronis, dan penderita hemofilia yang mungkin menerima konsentrat plasma terkumpul.

    Oleh karena itu, jika Sahabat ingin melindungi diri dan keluarga dari bahaya hepatitis, tak perlu bingung untuk melakukan vaksin, hanya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Sahabat bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh!

    Info lebih lanjut mengenai vaksinasi hepatitis, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Sumber:

    1. Godoy P, Broner S, dkk.Outbreaks of hepatitis A associated withimmigrants travelling to visit friends andrelatives. J Infect. 2016.
    2. Ghasemian A. Prevalence of hepatitis Aacross various countries in the Middle East,African and Eastern European countries.Caspian J Intern Med. 2016.
    3. Fares A. Seasonality of hepatitis: areview update. J Family Med Prim Care.2015.
    4. Lee HW, Chang DY, Moon HJ, dkk. Clinical factors andviral load influencing of acute hepatitis A.PLoS One. 2015.
    5. Vivek R, Zachariah UG, RamachandranJ, Eapen CE, Rajan DP, Kang G.Characterization of hepatitis E virus fromsporadic hepatitis cases and sewage samplesfrom Vellore, south India. Trans R Soc TropMed Hyg. 2013.
    6. Pusat Data danInformasi, KementerianKesehatan RI. Situasidananalisis hepatitis.Jakarta: Kemenkes RI; 2014.
    7. BadanPenelitiandanPengembanganKesehatan, KementerianKesehatanRepublik Indonesia. Risetkesehatandasar(Riskesdas) 2013. Jakarta: BadanPenelitiandanPengembanganKesehatan, KemenkesRI; 2013.
    8. Bohm SR, Berger KW, Parker N, dkk. Hepatitis Aoutbreak among adults with developmentaldisabilities in group homes–Michigan, 2015.
    9. Wang Z, Chen Y, Xie S, Lv H. Changingepidemiological characteristics of hepatitisA in Zhejiang Province, China: increasedsusceptibility in adults. PLoS One.2016.
    Read More
  • Sobat pasti pernah terkena gejala influenza, atau yang lebih umum disebut flu. Influenza memang merupakan penyakit yang sangat umum diderita, terutama pada kondisi cuaca dingin. Namun tahukah Anda bahwa gejala awal hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis A seringkali menyerupai influenza? Apa sih bedanya? Jangan-jangan sakit yang selama ini kita pikir influenza ternyata adalah hepatitis! […]

    Gejala Hepatitis A, Benarkah Mirip Influenza?

    Sobat pasti pernah terkena gejala influenza, atau yang lebih umum disebut flu. Influenza memang merupakan penyakit yang sangat umum diderita, terutama pada kondisi cuaca dingin. Namun tahukah Anda bahwa gejala awal hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis A seringkali menyerupai influenza? Apa sih bedanya? Jangan-jangan sakit yang selama ini kita pikir influenza ternyata adalah hepatitis! Nah, agar tidak bingung, ayo simak penjelasannya di bawah ini:

    Hepatitis merupakah peradangan hati yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti infeksi virus, obat-obatan dan toksin. Virus hepatitis terdiri dari lima macam virus, yaitu virus hepatitis A, B, C, D dan E. Cara penularan kelima virus ini pun berbeda-beda. Hepatitis A dan E biasanya menular melalui kontak oral, yaitu melalui makanan dan lingkungan yang tidak bersih. Sedangkan hepatitis B, C dan D menular melalui kontak cairan tubuh seperti darah, maupun transmisi vertikal dari ibu ke bayi baru lahir saat persalinan.

    Virus hepatitis akan menginfeksi sel-sel hati, dan selanjutnya menyebabkan peradangan di sel-sel hati. Peradangan yang terjadi akan memicu terjadinya reaksi sel-sel di pembuluh darah, sehingga menimbulkan tanda dan gejala yang dirasakan pasien. Gejala hepatitis bisa bervariasi bagi setiap orang, bisa bersifat ringan tetapi juga berat bagi sebagian orang. Terkadang, bisa tidak ada gejala sama sekali, atau Anda juga akan sulit mengetahu penyakit yang tepat karena penyakit ini juga menimbulkan beberapa gejala yang sama dengan flu, yang disebut flu-like syndrome.

    Gejala awal dari hepatitis A adalah demam, lemas, nyeri otot, mual, muntah, penurunan nafsu makan, dan nyeri ulu hati. Pada kondisi yang lebih berat dapat terjadi gejala penyakit kuning yang menyebabkan perubahan warna kulit dan mata menjadi kuning, buang air kecil berwarna kecokelatan, kemerahan atau kuning gelap menyerupai teh, dan buang air besar berwarna pucat seperti tanah liat. Selain itu dapat juga terjadi berbagai komplikasi pada sistem saraf pusat, sistem pencernaan, dan pembekuan darah.

    Pada hari-hari awal, atau perjalanan penyakit dini, gejala dari hepatitis A memang sangat menyerupai gejala influenza pada umumnya. Akan tetapi secara klinis, perbedaan yang cukup mencolok adalah sakit kuning, gangguan pada Buang Air Keci (BAK) dan Buang Air Besar (BAB) yang tidak akan dijumpai pada influenza. Selain itu, untuk menegakkan diagnosis, perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan radiologi. Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan antara lain pemeriksaan darah lengkap, urin lengkap, pemeriksaan antigen dan antibodi virus hepatitis, serta tes fungsi hati. Sedangkan pemeriksaan radiologi yang dapat membantu adalah USG perut dan CT Scan perut untuk menilai struktur hati.

    Tatalaksana dari kedua penyakit ini sangatlah berbeda. Influenza merupakan penyakit yang umumnya dapat sembuh sendiri, atau dengan bantuan beberapa macam obat untuk meringankan gejala yang dirasakan. Namun untuk hepatitis, sangat bergantung pada tipe dan penyebab dari hepatitis tersebut. Hepatitis B dan C tergolong hepatitis yang cukup berat, yang dapat berlanjut menjadi hepatitis yang kronis, sehingga terjadi perubahan struktur hati dan penurunan drastis fungsi hati. Pada hepatitis B dan C memerlukan tatalaksana yang lebih agresif, antara lain dengan pemberian antivirus, interferon serta berbagai obat-obatan lain untuk mengatasi komplikasi yang terjadi.

    Namun untuk hepatitis A yang menyerupai gejala influenza, tatalaksananya sebagian besar adalah suportif. Terapi suportif artinya terapi yang diberikan untuk mengatasi gejala yang dirasakan pasien, karena pada umumnya hepatitis A merupakan penyakit yang self-limiting, atau dapat sembuh sendiri. Selain itu, berdasarkan berbagai penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa infeksi hepatitis A tergolong infeksi yang ringan dan jarang berlanjut menjadi hepatitis kronik atau hepatitis fulminan, yaitu hepatitis yang berat. Akan tetapi hal tersebut mungkin saja terjadi apabila infeksi hepatitis A terjadi bersamaan dengan infeksi hepatitis B atau C, pada penderita dengan usia tua di atas 50 tahun, ataupun kondisi daya tahan tubuh yang menurun.

    Walaupun demikian Sobat jangan khawatir! Saat ini terdapat berbagai macam cara untuk mencegah terjadinya hepatitis, salah satunya adalah dengan vaksinasi. Vaksinasi adalah pemberian vaksin ke tubuh seseorang untuk memberikan kekebalan terhadap suatu penyakit. Vaksin hepatitis mengandung antigen hepatitis, yaitu bagian virus hepatitis yang sudah dilemahkan dengan teknologi DNA rekombinan. Pemberian vaksin ini akan memicu munculnya kekebalan aktif, yaitu pembentukan antibodi dalam tubuh untuk melawan virus hepatitis.

    Saat ini vaksinasi yang tersedia di Indonesia adalah vaksin hepatitis A dan vaksin hepatitis B. Vaksinasi tersebut tersedia dalam bentuk tunggal ataupun kombinasi dengan vaksin lain. Vaksinasi hepatitis A dapat diberikan sejak usia 2 tahun. Pemberiannya adalah sebanyak dua kali dengan jarak 6 – 12 bulan antar suntikan. Sedangkan untuk vaksin hepatitis B diberikan sebanyak tiga kali, pada bulan ke-0, 1 dan 6, yang bisa diberikan sejak lahir. Nah siapapun sebenarnya bisa mendapatkan suntikan vaksin hepatitis, namun vaksin hepatitis A terutama harus diberikan pada berbagai kelompok yang berisiko, antara lain:

    • Wisatawan yang bepergian ke daerah endemis hepatitis.
    • Hubungan seksual berisiko tanpa pengaman dengan partner lebih dari satu.
    • Pengguna obat-obatan terlarang.
    • Penderita penyakit hati kronik, seperti hepatitis B dan hepatitis C.
    • Pekerja medis dengan kontak langsung sumber penularan hepatitis.

    Selain vaksinasi, penting juga untuk menjaga kondisi kesehatan Anda. Pola makan yang teratur serta konsumsi buah dan sayur untuk menjaga daya tahan tubuh. Selain itu, olahraga teratur dan tidur yang cukup juga penting agar tubuh tetap fit dan tidak mudah sakit. Jangan lupa mencuci tangan sebelum makan, sebelum mempersiapkan makanan, dan setelah buang air.

    Nah, jika Sahabat ingin melindungi diri dan keluarga dari bahaya hepatitis A, tak perlu bingung untuk melakukan vaksin, hanya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Sahabat bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh!

    Info lebih lanjut mengenai vaksinasi hepatitis B, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA
    1. Kasper DL, Fauci AS, Hauser S, Longo D, Jameson JL, Loscalzo J. Harrison’s Principles of Internal Medicine 19/E (Vol.1 & Vol.2). McGraw Hill Professional; 2015. 3983 p.
    2. El-Serag HB. Epidemiology of Viral Hepatitis and Hepatocellular Carcinoma. Gastroenterology. 2012 May 1;142(6):1264–73.e1.
    3. Franco E, Bagnato B, Marino MG, Meleleo C, Serino L, Zaratti L. Hepatitis B: Epidemiology and prevention in developing countries. World J Hepatol. 2012 Mar 27;4(3):74–80.
    4. Centers for Disease Control and Prevention. Hepatitis A VIS [Internet]. CDC; 2016. Available from: https://www.cdc.gov/vaccines/hcp/vis/vis-statements/hep-a.html
    5. Kao J-H. Diagnosis of hepatitis B virus infection through serological and virological markers. Expert Rev Gastroenterol Hepatol. 2008 Aug 1;2(4):553–62.
    6. Ghany Marc G., Strader Doris B., Thomas David L., Seeff Leonard B. Diagnosis, management, and treatment of hepatitis C: An update. Hepatology. 2009 Mar 27;1335–74.
    7. IDAI. JADWAL IMUNISASI 2017 [Internet]. Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2017. Available from: http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-2017
    8. Centers for Disease Control and Prevention. Hepatitis B VIS [Internet]. CDC; 2016. Available from: https://www.cdc.gov/vaccines/hcp/vis/vis-statements/hep-b.html

    Read More
  • Hepatitis A menular melalui rute fekal-oral, yaitu jika seseorang mengonsumsi makanan, seperti buah, sayur, makanan laut yang tidak dimasak matang, serta minuman yang tercemar oleh feses (kotoran) penderita hepatitis A. Hepatitis A adalah penyakit pada hati/liver yang disebabkan oleh infeksi virus dan merupakan salah satu infeksi yang paling sering disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi. Penularan […]

    Apakah Hepatitis A menular? Ini Penjelasannya

    Hepatitis A menular melalui rute fekal-oral, yaitu jika seseorang mengonsumsi makanan, seperti buah, sayur, makanan laut yang tidak dimasak matang, serta minuman yang tercemar oleh feses (kotoran) penderita hepatitis A. Hepatitis A adalah penyakit pada hati/liver yang disebabkan oleh infeksi virus dan merupakan salah satu infeksi yang paling sering disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi. Penularan penyakit ini sangat terkait dengan kondisi sanitasi dan kebersihan lingkungan, dimana terjadi kontak erat dengan penderita, terutama pada daerah dengan derajat sosial-ekonomi yang rendah. Virus ini banyak menjadi endemik di negara berkembang, Hal ini tentunya merupakan masalah kesehatan masyarakat yang patut disikapi secara cepat dan tepat. Penyakit ini dapat berpengaruh secara signifikan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi suatu komunitas sehingga memengaruhi produktivitas seseorang secara umum.

    Hepatitis A menular terkait dengan beberapa faktor risiko, yaitu:

    • Kurangnya sarana air bersih.
    • Tempat yang kontak erat dengan penderita seperti sekolah, tempat penitipan/perawatan anak, hal ini karena anak berusia dibawah 6 tahun yang terinfeksi hepatitis A seringkali tidak menunjukkan gejala penyakit.
    • Berhubungan seksual dengan orang yang terinfeksi hepatitis A.
    • Bepergian ke tempat dengan endemisitas hepatitis A yang tinggi tanpa melakukan vaksinasi terlebih dahulu.
    • Pemakaian jarum suntik infus yang terkontaminasi virus hepatitis A.
    • Penderita penyakit hati kronik karena daya tahan tubuhnya yang lebih rendah dan risiko terkena komplikasi lebih serius.
    • Penularan melalui cairan tubuh dan melalui darah lebih jarang ditemui dibandingkan transmisi secara fekal-oral.

    Gambar 1. Faktamengenai Hepatitis A: Gejala, Transmisi, dan Pencegahan

    World Health organization (WHO) membagi 3 area distribusi geografis infeksi hepatitis A menurut derajat endemisitasnya yaitu:

    • Area dengan level infeksi tinggi

    Terutama di negara berkembang, dimana sanitasi dan kebersihan lingkungan masih tergolong rendah. Sebagian besar anak dibawah 10 tahun sudah pernah terinfeksi oleh virus ini dan tidak menimbulkan gejala serius. Epidemik virus jarang terjadi pada anak yang lebih besar atau orang dewasa karena imunitas sudah didapatkan sejak dini. Indonesia termasuk negara dengan level infeksi hepatitis A yang tinggi. Menurut data Kemenkes RI, tahun 2013, total Kejadian Luar Biasa (KLB) hepatitis A di Indonesia pada tahun 2013 di 6 provinsi dan 11 kabupaten/kota sebesar 495 kasus yang terdeteksi, paling banyak terjadi di provinsi Jawa Timur.

    Tabel 1. KLB hepatitis A di Indonesia tahun 2013

    • Area dengan level infeksi sedang

    Terutama pada negara berkembang dengan ekonomi yang sedang mengalami transisi dan umumnya terdapat perbaikan sanitasi dan kebersihan lingkungan. Biasanya anak jarang terinfeksi virus ini sehingga tidak ada kekebalan terhadap virus pada saat dewasa, sehingga jika terdapat paparan terhadap virus, dengan mudah akan memunculkan angka kesakitan bahkan wabah jika tidak dikendalikan dengan benar.

    • Area dengan level infeksi yang rendah

    Area ini terutama didominasi oleh negara maju, dimana sanitasi dan kebersihan sudah tertata dengan baik, sehingga angka infeksi sangat rendah. Penularan umumnya terkait dengan cara lain, seperti bepergian ke daerah yang endemis, hubungan seksual, atau penggunaan alat injeksi yang sudah terkontaminasi virus.

    Masa inkubasi Hepatitis A yaitu saat mulai terinfeksi sampai dengan munculnya gejala adalah 28 – 30 hari, tetapi dapat bervariasi antara 15 – 50 hari. Manifestasi klinis infeksi hepatitis A bervariasi dari ringan hingga berat.

    Pada anak usia dibawah 6 tahun, biasanya gejala yang ditunjukkan tidak begitu jelas, sedangkan pada anak yang lebih besar dan orang dewasa, gejala yang muncul berupa kuning pada kulit dan daerah putih mata, serta gejala umum infeksi, seperti lemas, sakit kepala, demam, nafsu makan berkurang, mual muntah, bahkan pembengkakan hati yang dapat berlangsung selama beberapa minggu.

    Tidak seperti hepatitis B atau C, hepatitis A tidak menyebabkan penyakit hati kronis dan sangat jarang menjadi fatal, namun hepatitis A dapat menyebabkan kegagalan hati, bahkan kematian pada orang yang berusia diatas 50 tahun, penderita penyakit hati kronis, tapi sangat jarang terjadi pada orang dengan daya tahan tubuh yang baik. Seseorang yang pernah terkena infeksi virus hepatitis A terkadang dapat kembali terinfeksi dan mengalami episode akut, tapi dapat kembali sembuh jika memiliki imunitas tubuh yang baik.

    Kasus hepatitis A tidak berbeda secara klinis dengan hepatitis jenis lain, tapi seseorang dinyatakan positif menderita infeksi hepatitis A akut apabila ditemukan antibodi IgM hepatitis A dalam serum darah penderita. Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan adalah dengan Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) untuk mendeteksi virus RNA, tapi jarang digunakan karena biaya yang mahal. Pemeriksaan RT-PCR biasanya dilakukan untuk penelitian.

    Pada orang yang hendak bepergian ke daerah endemik hepatitis A, sangat disarankan melakukan vaksinasi sebagai upaya pencegahan minimal 2 – 4 bulan sebelumnya. Pemberian vaksinasi hepatitis A, bahkan dalam 1 kali pemberian dapat memberikan perlindungan sebesar 99,3%. Di Indonesia, vaksinasi hepatitis A belum menjadi vaksinasi wajib pada anak, tapi tetap dianjurkan bagi orang yang hendak bepergian ke daerah endemis atau pada penderita penyakit hati kronik sebagai upaya pencegahan. Pada negara-negara yang sudah maju, seperti Amerika dan Eropa, pemberian vaksinasi hepatitis A sudah menjadi program vaksinasi wajib, terutama untuk anak-anak.

    Upaya utama untuk mencegah hepatitis A yaitu dengan

    • Perbaikan sanitasi serta menjaga kebersihan dan keamanan dalam mengolah makanan
    • mencuci makanan yang hendak dikonsumsi dengan air bersih
    • memasak makanan hingga matang
    • menjaga suplai air minum yang sehat dan layak minum
    • mengatur tempat pembuangan yang aman dalam komunitas lingkungan
    • serta menjaga kebersihan personal yang baik
    • mencuci tangan secara teratur dengan menggunakan sabun saat sebelum dan sesudah makan, sesudah Buang Air Besar (BAB) dan Buang Air Kecil (BAK), atau sebelum mengolah makanan.
    • Edukasi yang baik sejak dini sangat penting dilakukan untuk membiasakan pola hidup yang sehat dan membiasakan higienitas personal yang baik.

    Nah, jika Sahabat ingin melindungi diri dan keluarga dari bahaya hepatitis A, salah satu solusi pencegahannya dengan melakukan vaksin hepatitis. Kini Anda tak perlu bingung, hanya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Sahabat bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh!

    Info lebih lanjut mengenai vaksinasi hepatitis A, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

     

    Referensi:
    Hepatitis A [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 3 July 2018]. Available from: http://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-a
    [Internet]. Depkes.go.id. 2018 [cited 14 June 2018]. Available from: http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-hepatitis.pdf
    Hepatitis A virus in the EU/EEA, 1975–2014 [Internet]. European Centre for Disease Prevention and Control. 2018 [cited 3 July 2018]. Available from: https://www.bing.com/cr?IG=D25CCE83A86E499780D52A427B012E95&CID=1E55E309C636653700A1EF28C7CB6402&rd=1&h=092KrboqOMkRIDVIveeSGLA9zdBZb_YVCURAVA2oFHU&v=1&r=https%3a%2f%2fecdc.europa.eu%2fen%2fpublications-data%2fhepatitis-virus-eueea-1975-2014&p=DevEx.LB.1,5511.1
    Utsumi T, Yano Y, Amin M, Lusida M, Hotta H, Hayashi Y. Acute Hepatitis due to Hepatitis A Virus Subgenotype IA as an Imported Infectious Disease from Indonesia. Kobe J Med Sci. 2014;60(2):E43 – E47.
    Lima L, Almeida A, Tourinho R, Hasselmann B, Lewis Ximenez L, De Paula V. Evidence of Hepatitis A Virus Person-to-Person Transmission in Household Outbreaks. PLoS ONE. 2014;9(7):e102925.
    Yong H, Son R. Review Article Hepatitis A virus- a general overview. International Food Research Journal. 2009;16:455-467.

    Read More
  • Mencegah bahaya hepatitis pada anak bisa dengan berbagai cara. Namun, sebelum kita membahas pencegahannya, yuk kita simak dulu apa itu hepatitis dan juga penyebabnya! Hepatitis merupakan salah satu penyakit yang masih banyak di Indonesia. Hepatitis merupakan peradangan pada hati yang dapat disebabkan oleh beberapa jenis virus, yaitu hepatitis A, B, C, D, dan E. Hepatitis […]

    Mencegah Bahaya Hepatitis A pada Anak

    Mencegah bahaya hepatitis pada anak bisa dengan berbagai cara. Namun, sebelum kita membahas pencegahannya, yuk kita simak dulu apa itu hepatitis dan juga penyebabnya!

    Hepatitis merupakan salah satu penyakit yang masih banyak di Indonesia. Hepatitis merupakan peradangan pada hati yang dapat disebabkan oleh beberapa jenis virus, yaitu hepatitis A, B, C, D, dan E.

    Hepatitis A adalah virus yang sering menyerang anak-anak. Hepatitis A merupakan virus hepatitis yang ditularkan secara fekal-oral, yaitu apabila seseorang yang tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap virus hepatitis A dapat mengonsumsi virus tersebut melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi tinja orang yang terinfeksi.

    Virus hepatitis A dapat bertahan dalam suasana yang asam, pada suhu tinggi (60oC selama 60 menit), serta pada suhu beku. Jumlah kasus hepatitis A berhubungan dengan tingkat sanitasi/kebershan suatu daerah, kebersihan  pribadi, dan kebersihan makanan atau air Anak yang rentan terhadap hepatitis A adalah anak-anak yang belum divaksinasi atau belum pernah terinfeksi hepatitis A, yang tinggal di daerah-daerah dengan sanitasi rendah, sulit air bersih, atau tinggal serumah dengan orang yang terinfeksi hepatitis A.

    Baca Juga: 10 Pertanyaan Seputar HIV Aids

    Menurut Riset Kesehatan Dasar 2013, prevalensi hepatitis di Indonesia sebesar 1,2% (meningkat dua kali lipat dibanding riset tahun 2007), dengan hepatitis A sebanyak 19,3% dari seluruh kasus hepatitis. Di negara berkembang seperti Indonesia, 90% kasus hepatitis A terjadi sebelum anak berusia sepuluh tahun, kemudian umumnya anak tersebut akan memiliki kekebalan hingga usia dewasa.

    Pencegahan SecaraUmum

    Pencegahan hepatitis A secara umum berhubungan dengan peningkatan kebersihan, sesuai dengan cara penularan hepatitis A secara fekal-oral.

    • Cuci Tangan

    Sisa kotoran yang dapat menjadi perantara penularan hepatitis A tidak perlu dalam jumlah yang dapat terlihat. Sisa kotoran dapat tidak terlihat dan banyak terdapat di kamar mandi, apalagi di kamar mandi umum. Biasakan anak Sobat untuk mencuci tangan setelah buang air kecil, buang air besar, setelah keluar toilet, dan sebelum makan. Selain itu, Sobat juga perlu mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan. Kebiasaan ini penting, tidak hanya untuk mencegah bahaya hepatitis A tetapi juga untuk mencegah bahaya penyakit-penyakit lain yang penularannya secara fekal-oral.

    Baca Juga: Hepatitis B – Faktor Resiko, Gejala, Penanganan dan Pengobatan

    • Cermat Memilih Jajanan Anak

    Kontaminasi makanan dan minuman oleh hepatitis A dapat terjadi dalam berbagai tahap pemrosesan makanan, dari proses pertaniannya, distribusi, sebelum dan sesudah proses masak. Pemilihan jajanan anak menjadi penting karena kotoran yang terinfeksi tidak hanya dapat menempel pada tangan anak, namun pada tangan-tangan yang menyiapkan makanan anak Sobat, termasuk jajanan. Perhatikan apakah lingkungan sekitar tempat  penjualan jajanan bersih, apakah dekat dengan selokan, tempat pembuangan sampah, dan lain-lain, karena tentunya hal tersebut meningkatkan kemungkinan tangan penjaja makanan terkontaminasi kuman.

    Virus hepatitis juga dapat ditularkan lewat air yang terkontaminasi, dimana air dipakai baik sebagai bahan makanannya sendiri atau untuk mencuci alat masak dan makan. Tempat jajanan yang memiliki sumber air mengalir, lebih kecil kemungkinan kontaminasinya dibandingkan tempat jajanan yang sumber airnya tidak mengalir (misalnya ditampung dalam ember).

    Baca Juga: Resep Kue Kering yang Sehat

    Virus hepatitis mati bila dimasak dengan suhu di atas 85oC selama satu menit atau lebih. Sehingga jajanan yang dimasak dengan matang, lebih kecil kemungkinan kontaminasinya daripada jajanan-jajanan seperti es.

    Pilihlah jajanan yang masih panas, ditaruh di etalase tertutup. Semakin lama makanan tersebut dibiarkan di etalase setelah dimasak, semakin besar kemungkinannya terkontaminasi.

    • Olah Makanan dengan Benar

    Sesuai yang telah disebutkan, kontaminasi makanan oleh hepatitis A dapat terjadi dalam berbagai tahap pemrosesan, termasuk sebelum bahan makanan tersebut sampai di tempat Sobat membelinya. Cuci baik-baik bahan makanan yang Anda beli dengan air mengalir yang bersih untuk mengurangi kemungkinan menempelnya kuman pada bahan tersebut. Kemudian, masak bahan makanan hingga matang dengan suhu di atas 85oC selama satu menit atau lebih untuk mematikan virus hepatitis.

    • Pencegahan Spesifik

    Saat ini di Indonesia telah tersedia vaksin hepatitis A berupa suntikan. Di dunia terdapat dua jenis vaksin hepatitis A, yaitu vaksin berupa virus inaktif dan vaksin berupa virus hidup yang dilemahkan. Dosis vaksin 360U diberikan sebanyak tiga kali dengan interval empat minggu antara suntikan pertama dan kedua, kemudian jarak enam bulan antara suntikan kedua dan ketiga.

    Apabila menggunakan dosis vaksin 720U, imunisasi diberikan dua kali dengan jarak pemberian vaksin enam bulan antara suntikan pertama dan kedua. Apabila diberikan sesuai dosis, hampir 100% penerima vaksin hepatitis A membentuk kekebalan tubuh yang cukup untuk melawan infeksi virus hepatitis A dalam waktu satu  bulan. Bila dosis-dosis berikutnya diberikan sesuai jadwal, vaksin hepatitis A dapat memberikan perlindungan terhadap virus hepatitis A kepada 95% orang selama sepuluh tahun.

    Berdasarkan  pengalaman global, vaksin hepatitis A sangat aman diberikan untuk anak (usia 1-15 tahun) dan dewasa. Efek samping yang mungkin muncul dari pemberian vaksin adalah reaksi lokal berupa nyeri pada tempat suntikan dan sakit kepala.

    Produk Terkait: 

    Vaksin hepatitis A belum termasuk program wajib pemerintah. Namun, jika Sahabat ingin melindungi diri dan keluarga dari bahaya hepatitis A, tak perlu bingung untuk melakukan vaksin, hanya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Sahabat bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh!

    Info lebih lanjut mengenai vaksinasi hepatitis A, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Laporan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) Indonesia 2013. DepKes; 2014.
    2. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Situasi dan Analisis Hepatitis. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2014.
    3. Jules L. Dienstag. Acute Viral Hepatitis. Dalam: Harrison’s Principles of Internal Medicine. 19 ed. New York: McGraw Hill; 2015. hlm. 2004–22.
    4. Mengenal Hepatitis A pada Anak [Internet]. IDAI. [dikutip 30 Juni 2018]. Tersedia pada: http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mengenal-hepatitis-a-pada-anak
    5. Hepatitis A [Internet]. [dikutip 2 Juli 2018]. Tersedia pada: http://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-a
    6. WHO position paper on hepatitis A vaccines. Geneva: World Health Organization; 2012 Jul hlm. 261–76. (Weekly epidemiological record). Report No.: 28–29.

     

    Read More
  • Penderita Hepatitis semakin lama semakin meningkat setiap tahunnya. Hepatitis merupakan peradangan pada hati yang disebabkan dari infeksi virus hepatitis. Hepatitis memiliki lima jenis tipe yaitu A, B, C, D dan E. Diantara kelima tipe tersebut hanya tipe A, B dan C yang paling banyak menyerang penderita di Dunia. Sedangkan tipe D dan E merupakan tipe […]

    Hepatitis A – Penyebab, Gejala, Resiko, Pencegahan dan Pengobatan

    Penderita Hepatitis semakin lama semakin meningkat setiap tahunnya. Hepatitis merupakan peradangan pada hati yang disebabkan dari infeksi virus hepatitis. Hepatitis memiliki lima jenis tipe yaitu A, B, C, D dan E. Diantara kelima tipe tersebut hanya tipe A, B dan C yang paling banyak menyerang penderita di Dunia. Sedangkan tipe D dan E merupakan tipe yang masih langka.

    Namun, masih banyak orang yang belum mengetahui perbedaan antara A, B dan C. Penyakit Hepatitis A berasal dari infeksi virus hepatitis A yang sangat menular melalui makanan yang telah terkontaminasi orang yang telah terinfeksi. Sedangkan Hepatitis B dan C terjadi biasanya ditularkan melalui transfusi darah, jarum suntik, hubungan seksual atau saat proses persalinan.

    Kali ini kita akan membahas lebih lanjut apa itu Hepatitis A? Serta bagaimana cara pencegahannya selengkapnya dibawah ini:

    Apa Itu Hepatitis A?

    Seperti penjelasan sebelumnya, Hepatitis A merupakan penyakit pada organ hati yang diakibatkan dari infeksi virus hepatitis A melalui makanan yang telah terkontaminasi oleh kotoran orang yang positif terinfeksi hepatitis A.

    Bagaimana Penyebaran Hepatitis A?

    Penyebaran penyakit ini melalui air dan makanan yang telah terkontaminasi. Selain itu, sanitasi yang tidak memadai dan kebersihan lingkungan kotor menjadi salah satu penyebab virus hepatitis A berkembang. Pada negara berkembang yang memiliki kondisi sanitasi dan kebersihan yang buruk, banyak anak-anak yang terinfeksi virus hepatitis A sebelum usia 10 tahun. Mereka sering tidak mengalami gejala apapun dari hepatitis A. Hal inilah yang harus kita waspadai

    Tanda dan Gejala Hepatitis A?

    Dalam beberapa minggu, hepatitis A tidak akan menimbulkan gejala. Akan tetapi hepatitis A mulai berkembang maka akan menimbulkan gejala seperti:

    1. Kelelahan
    2. Rasa Mual
    3. Mutah
    4. Rasa Nyeri dibagian perut (terutama disekitar tulang rusuk bawah)
    5. Hilangnya selera makan
    6. Demam ringan
    7. Urin berwarna gelap
    8. Nyeri sendi
    9. Kulit dan mata menguning (Sakit kuning)
    10. Rasa gatal yang intens

    Siapa yang Beresiko Terinfeksi Virus Hepatitis A?

    Seseorang yang belum mendapatkan vaksinasi atau yang sebelumnya telah terinfeksi virus hepatitis A kemungkinan besar berisiko terinfeksi virus hepatitis A. Selain itu faktor risiko di daerah endemis meliputi beberapa faktor seperti sanitasi yang buruk, kurangnya air bersih, tinggal dengan orang yang terinfeksi Hepatitis A, penggunaan narkoba, hubungan seksual dengan penderita Hepatitis A dan bepergian ke daerah endemis tanpa vaksinasi terlebih dahulu.

    Baca Juga: 10 Ciri – Ciri Terkena Hepatitis B yang Perlu Diketahui

    Berapa Lama Infeksi Hepatitis A bereaksi?

    Berkembangnya infeksi virus hepatitis A menjadi penyakit memakan waktu selama 3-5 minggu dengan rata-rata waktu 4 (empat) minggu. Virus berada di dalam kotoran 1 hingga 2 minggu sebelum terjadinya gejala pertama.
    Virus hepatitis A dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Virus ini akan bertahan selama 2 jam hingga 60 hari pada permukaan kering.

    Apakah Ada Komplikasi yang Timbul dari Hepatitis A?

    Hepatitis A dapat menyebabkan terjadinya penumpukan cairan dalam perut (asites) dan bercak merah pada kulit. Bila tidak ditangani dengan tepat, maka dapat terjadi hepatitis fulminan yaitu terjadinya kerusakan hati yang berat yang dapat mengancam jiwa Sahabat.

    Bagaimana cara mengobati Hepatitis A?

    Pada penderita Hepatitis A, tidak memerlukan pengobatan khusus, hanya untuk menghilangkan gejala saja. Istirahat total menjadi salah satu cara untuk sembuh dari hepatitis A. Bila terjadi mual dan muntah maka pemberian obat anti-muntah dapat diberikan.

    Penderita dehidrasi memerlukam infus untuk mengganti asupan tubuh yang hilang. Hindarilah makanan berlemak karena dapat menyebabkan penderita muntah. Enzim pencernaan tidak dapat mencerna lemak karena hati yang sedang sakit sehingga menyebabkan masalah pencernaan.

    Bagaimana cara kita mencegah Hepatitis A?

    Pencegahan hepatitis A yang dapat dilakukan sahabat antara lain :
    1. Mencuci tangan dengan benar setelah beraktifitas,setelah buang air, setelah mengganti popok bayi, sebelum makan dan sebelum mempersiapkan makanan.
    2. Mengkonsumsi minuman dan makanan yang diolah dengan bersih
    3. Melakukan vaksinasi Hepatitis A

    Apa kegunaan dan berapa kali vaksinasi hepatitis A dilakukan?

    Jelas jika vaksinasi Hepatitis A berguna untuk mencegah dari virus hepatitis A. Vaksinasi diberikan sebanyak dua kali dengan jarak waktu 6-12 bulan. Vaksinasi ini akan bekerja 2 minggu setelah melakukan vaksinasi pertama.

    Bagaimana Saya bisa mendapatkan Vaksinasi hepatitis A?

    Mendapatkan vaksinasi sangat mudah loh Sahabat. Cukup instal Aplikasi Prosehat baik di Google Play atau App Store. Sahabat bisa memilih produk vaksinasi hepatitis A dalam aplikasi ProSehat. Tapi untuk Sahabat masih bingung dengan vaksinasi, hubungi Asisten kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800. Selain Vaksinasi, Sahabat bisa mendapatkan berbagai produk kesehatan untuk Sahabat dan keluarga.

    Jadi jangan sampai Sahabat dan keluarga terserang hepatitis A, lindungi segera sebelum terlambat. Ingat Sehat, Ingat ProSehat.

    instal aplikasi prosehat

    Sumber:
    1. Mayo Clinic. “Hepatitis A”. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hepatitis-a/symptoms-causes/syc-20367007. Diakses 3 Juli 2018
    2. WHO. “Hepatitis A”. http://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-a. Diakses 3 Juli 2018
    3. WebMD. “A Visual Guide tp Hepatitis”. https://www.webmd.com/hepatitis/ss/slideshow-hepatitis-overview. Diakses 3 Juli 2018
    4. Hartono, Gabrielle. “Mengenal Hepatitis”. https://www.tanyadok.com/artikel-kesehatan/mengenal-hepatitis. Diakses 3 Juli 2018
    5. Suwito, Anton. “Hepatitis A”. https://www.tanyadok.com/artikel-kesehatan/kenali-gejala-hepatitis-a. Diakses 3 Juli 2018
    6. Putri, Anisha Saktian. “Hati-hati, Begini Cara Penularan Penyakit Hepatitis ke Tubuh”. https://www.vemale.com/kesehatan/107349-hati-hati-begini-cara-penularan-penyakit-hepatitis-ke-tubuh.html. Diakses 3 Juli 2018
    7. Nataliana. “Mitos dan Fakta Hepatitis B dan Hepatitis C”. https://www.tanyadok.com/artikel-kesehatan/mitos-dan-fakta-hepatitis-b-dan-hepatitis-c. Diakses3 Juli 2018

    Read More
  • Hepatitis A masih merupakan masalah kesehatan di negara berkembang, termasuk Indonesia. Penyakit ini bisa menyerang anak-anak maupun orang dewasa karena termasuk mudah penularannya. Makanan, minuman, kontak langsung dengan penderita, serta faktor kebersihan adalah beberapa penyebabnya. Hepatitis A acapkali diderita anak-anak karena mereka sering memasukkan tangan kotor ke dalam mulut. Nah, jika Sahabat Sehat ingin lebih […]

    7 Info Penting Seputar Hepatitis A yang Perlu Kamu Ketahui

    Hepatitis A masih merupakan masalah kesehatan di negara berkembang, termasuk Indonesia. Penyakit ini bisa menyerang anak-anak maupun orang dewasa karena termasuk mudah penularannya. Makanan, minuman, kontak langsung dengan penderita, serta faktor kebersihan adalah beberapa penyebabnya. Hepatitis A acapkali diderita anak-anak karena mereka sering memasukkan tangan kotor ke dalam mulut.
    Nah, jika Sahabat Sehat ingin lebih banyak tahu seputar hepatitis A, simak dulu ulasan di bawah ini:

    1. Apa Itu Hepatitis A?

    Hepatitis A merupakan peradangan (iritasi dan pembengkakan) pada hati disebabkan oleh virus hepatitis A. Virus ini menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi dengan tinja orang yang terinfeksi. Penyakit ini sangat erat kaitannya dengan kurangnya air bersih, sanitasi yang tidak memadai dan kebersihan pribadi yang buruk.

    Berbeda dengan jenis hepatitis B dan C, infeksi hepatitis A tidak menyebabkan penyakit hati kronis dan jarang berakibat fatal, tapi bisa menyebabkan gejala yang melemahkan dan sebagian kecil menjadi hepatitis fulminan atau ganas yang akan sebabkan gagal hati akut dan berhubungan dengan tingkat kematian yang tinggi.

    Baca Juga:

    2. Gejala Hepatitis A

    Gejala penyakit hepatitis A mirip dengan flu atau demam ringan, sehingga tak sedikit orang yang tidak menyadari kalau dirinya terjangkit penyakit tersebut. Masa inkubasi virus Hepatitis A biasanya berlangsung sekitar 14-28 hari, sehingga orang yang terinfeksi umumnya baru merasakan gejala Hepatitis A setelah jangka waktu tersebut. Virus ini mengakibatkan infeksi yang cukup ringan, pada orang dewasa maupun anak-anak, bahkan pada anak di bawah usia 6 tahun cenderung tidak merasakan gejala Hepatitis A.

    Hepatitis A tidak menyebabkan penyakit hati kronis. Pada beberapa kasus ringan, gejalanya mirip dengan gejala sakit pencernaan, yaitu diare disertai muntah. Jadi, Sahabat wajib waspada karena seringkali gejala Hepatitis A tampak tersamar.

    Gejala-gejala Hepatitis A:

    Kulit, kuku, dan mata nampak kekuningan
    Lesu, tidak bergairah, letih
    Tidak nafsu makan
    Demam
    Tinja berwarna pucat
    Air seni berwarna gelap

    3. Penyebab Hepatitis A

    Virus Hepatitis A kebanyakan ditemukan dalam tinja dan darah dari orang yang terinfeksi sekitar 15 – 45 hari sebelum gejala terjadi dan selama minggu pertama sakit.

    Baca Juga:

    Hal – hal yang dapat menjadi risiko terjangkit hepatitis A:

    Mengonsumsi makanan atau air yang telah terkontaminasi oleh kotoran (tinja) yang mengandung virus hepatitis A (buah-buahan, sayuran, kerang, es, dan air adalah sumber umum dari virus hepatitis A).
    Terjadi kontak dengan tinja atau darah seseorang yang telah terjangkit.
    Penderita hepatitis A yang tidak mencuci tangan dengan benar setelah pergi ke kamar mandi dan menyentuh benda-benda lain atau makanan.

    Siapa pun yang belum divaksinasi atau belum terjangkit Hepatitis A memiliki risiko yang tinggi. Di daerah di mana virus tersebar luas (endemisitas tinggi), infeksi hepatitis A kebanyakan terjadi pada anak usia dini.

    Sedangkan faktor risikonya meliputi orang yang:

    Bepergian ke daerah dengan tingkat infeksi virus hepatitis A tinggi.
    Memiliki kesadaran menjaga kebersihan tubuh yang rendah.
    Tinggal dengan pasien yang terserang virus Hepatitis A.
    Melakukan aktivitas oral/anal seks.

    4. Penelitian Hepatitis A

    Data prevalensi hepatitis berdasar atas hasil Riskesdas(Riset Kesehatan Dasar) menunjukkan bahwa pada tahun 2013 secara nasional diperkirakan 1,2% penduduk di Indonesia mengidap penyakit hepatitis dan kondisi ini meningkat dua kali lipat dibanding dengan tahun 2007, yaitu sekitar 0,6%. Apabila dikonversikan ke dalam jumlah absolut penduduk Indonesia tahun 2013 sekitar 248.422.956 jiwa maka dapat dikatakan bahwa 2.981.075 jiwa penduduk Indonesia terinfeksi hepatitis. Diperkirakan terdapat sekitar 1,5 juta kasus klinis dari hepatitis A terjadi di seluruh dunia setiap tahunnya, tapi rasio infeksi hepatitis A yang tidak terdeteksi dapat mencapai sepuluh kali lipat daripada jumlah kasus klinis tersebut. Indonesia menempati urutan yang ketiga setelah India dan China

    Baca Juga:

    5. Cara Pengobatan Hepatitis A

    Tidak ada pengobatan khusus untuk hepatitis A. Istirahat dianjurkan saat gejala makin parah. Pengobatan difokuskan pada perbaikan nutrisi dan cairan tubuh yang hilang. Masa pengobatan biasanya memakan waktu beberapa minggu atau beberapa bulan. Dengan harapan tidak terdapat virus yang tersisa dalam tubuh setelah infeksi telah hilang.

    Begitu pula jika terjadi pada anak-anak, tidak ada pengobatan yang spesifik dari penyakit ini. Namun Sobat bisa membantu si Kecil meningkatkan daya tahan tubuhnya dengan mengonsumsi makanan bergizi serta istirahat yang cukup.

    Tapi jika anak menunjukkan tanda-tanda berupa muntah yang terus-menerus, kejang, tidak bisa makan/minum sama sekali bahkan terjadi penurunan kesadaran, maka secepatnya harus dibawa ke rumah sakit.

    6. Tips Pencegahan Hepatitis A

    Sanitasi lingkungan yang baik, keamanan pangan, serta vaksin hepatitis A ialah cara yang paling efektif untuk mencegah hepatitis A. Oleh karena itu, guna mengurangi risiko penyebaran virus, Sahabat perlu menerapkan hal-hal berikut:

    Selalu cuci tangan dengan bersih setelah menggunakan toilet dan setelah Sobat kontak dengan darah, kotoran, atau cairan tubuh orang yang terinfeksi.
    Hindari makanan dan minuman yang tak terjaga kebersihannya, terutama produk dari susu.
    – Hindari daging mentah atau yang kurang matang.
    – Jangan membeli makanan dari pedagang kaki lima yang kebersihannya tak terjaga.
    – Masak air sampai mendidih adalah metode terbaik untuk menghilangkan virus Hepatitis A.
    – Lakukan vaksinasi hepatitis A.

    7. Pentingnya Vaksin Hepatitis A

    suntik vaksin

    Vaksin hepatitis A berisi virus hepatitis A tidak aktif yang akan merangsang tubuh untuk membuat antibodi sehingga terbentuk kekebalan aktif. Vaksin diberikan dalam bentuk suntikan dan paling sering dilakukan di lengan atas.

    Vaksin hepatitis A dipercaya dapat mencegah infeksi hepatitis A setidaknya untuk 20 tahun. Vaksin tersebut dapatmemberi perlindungan sejak 2 minggu setelah dosis pertama, namun untuk perlindungan yang lebih lama, dibutuhkan dosis kedua pada 6 hingga 18 bulan setelah dosis pertama diberikan. Pemberian 2 dosis vaksin hepatitis A efektif untuk mencegah infeksi hepatitis A dan memberikan perlindungan hingga 94%-100% selama minimal 10 tahun.

    Produk Terkait:

    Nah, jika Sahabat ingin melakukan vaksin hepatitis A, tak perlu repot mencari informasinya. Kini Sahabat hanya perlu mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh!

    Info lebih lanjut mengenai vaksinasi hepatitis A, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:
    1. [Internet]. 2018 [cited 4 July 2018]. Available from: ejournal.unisba.ac.id
    2. Mengenal Hepatitis A pada Anak [Internet]. IDAI. 2018 [cited 4 July 2018]. Available from: idai.or.id
    3. Kenali Gejala Hepatitis A pada Anak-anak [Internet]. Id.theasianparent.com. 2018 [cited 4 July 2018]
    4. Artikel Umum: Hepatitis A | Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia [Internet]. Pphi-online.org. 2018 [cited 4 July 2018].

    Read More
  • Hepatitis A mungkin sering terdengar oleh Sobat apalagi  mengenai bahaya penyakit ini. Berita mengenai wabah hepatitis A banyak terdengar dan sering menyerang mahasiswa-mahasiswa. Sobat pasti sedikit was-was, apalagi ketika tahu penularan penyakit ini melalui makanan yang tercemar oleh virus Hepatitis A. Nah, mari kita lebih mengenal jauh seluk beluk penyakit ini. Hepatitis A disebabkan oleh virus […]

    Pencegahan Hepatitis A – Yuk Dipahami Lebih Jauh

    Hepatitis A mungkin sering terdengar oleh Sobat apalagi  mengenai bahaya penyakit ini. Berita mengenai wabah hepatitis A banyak terdengar dan sering menyerang mahasiswa-mahasiswa. Sobat pasti sedikit was-was, apalagi ketika tahu penularan penyakit ini melalui makanan yang tercemar oleh virus Hepatitis A. Nah, mari kita lebih mengenal jauh seluk beluk penyakit ini.

    Hepatitis A disebabkan oleh virus Hepatitis A yang menyerang organ hati kita. Penyakit ini menyebar melalui fekal (anus) dan oral (mulut). Kotoran penderita hepatitis A yang mengandung virus dapat tersebar dan mencemari lingkungan. Selain itu, makanan yang terkontaminasi virus berasal dari makanan yang tidak bersih. Seringkali makanan seperti sayuran, kerang, dan makanan laut menjadi sumber penyebaran penyakit ini. Kemudian, sumber air juga dapat terkontaminasi oleh virus hepatitis A, sehingga kita harus lebih waspada.  Penyebaran lain hepatitis  A dapat melalui kontak erat dan lama dengan penderita, saat menyiapkan makanan, hubungan seks tanpa pengaman lewat anus, serta transfusi darah dari penderita hepatitis A.

    Beberapa orang berisiko terkena hepatitis A seperti wisatawan, orang yang kerjanya berhubungan dengan makanan (koki, pramusaji), pasangan gay, dan pengguna jarum suntik narkoba. Mereka yang bekerja di laboratorium dan berhubungan dengan virus hepatitis A juga memiliki risiko terkena penyakit ini.

    Baca Juga: Apa Itu Vaksin Hepatitis B

    Setelah kita mengetahui cara penularan hepatitis A, mari kita beranjak untuk mengetahui gejala yang sering dikeluhkan penderita. Kulit yang menguning merupakan gejala yang sering terjadi pada hepatitis A. Hal ini disebabkan karena hati sedang mengalami peradangan sehingga bilirubin (zat kuning) yang seharusnya diolah di hati menjadi tidak terolah dan menimbulkan warna kuning pada kulit. Warna kuning sering terlihat di mata, telapak kaki dan tangan serta badan. Peradangan pada hati dapat disertai dengan pembesaran hati. Selain kuning, urin berwarna gelap dan feses berwarna pucat juga sering ditemui. Lalu, penderita hepatitis A seringkali mengalami mual dan muntah yang hebat, sehingga nafsu makan mereka pun akan menurun. Demam, diare, badan lemas dan lesu, rasa tidak nyaman di perut  juga menyertai penyakit ini. Waspada ya, Sobat, penyakit ini bisa menyerang siapa saja, loh.

    Jangka waktu masuknya virus hepatitis A hingga timbulnya gejala penyakit lebih kurang 15-50 hari. Gejala biasanya tidak berlangsung lebih dari 2 bulan, meskipun pada 10 hingga 15% penderita akan mengalami perpanjangan atau kekambuhan gejala pada lebih dari 6 bulan. Pada anak kurang dari 6 tahun, penyakit hepatitis virus A bahkan tidak bergejala atau asimptomatik.

    Penderita hepatitis A jarang mengalami komplikasi dari penyakit yang dideritanya. Namun, komplikasi pernah ditemukan dan mengenai sistem imun, saraf, darah, pankreas dan sekitar ginjal. Hepatitis fulminan merupakan komplikasi terberat yang jarang terjadi. Hepatitis fulminan menyebabkan gagal hati akibat kerusakan hati berat yang diderita akibat virus hepatitis A. Komplikasi ini sering terjadi pada penderita hepatitis A dengan usia di atas 40 tahun ke atas.

    Baca Juga: Cara Cegah Penularan HPV / Kanker Serviks

    Penyakit hepatitis A ini ternyata terdengar menyeramkan juga, ya, sehingga pencegahan hepatimerupakan usaha terbaik yang dapat kita lakukan agar tidak tertular oleh virus hepatitis A ini. Bagaimanakah pencegahan hepatitis A terkini? Yuk, mari kita lihat penjelasannya berikut ini.

    Vaksinasi Hepatitis A

    Hepatitis A dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi. Vaksinasinya berisi virus hepatitis A yang sudah mati/tidak aktif  yang akan merangsang sistem imun dan menghasilkan antibodi yang akan melindungi kita dari virus hepatitis A.

    Vaksinasi hepatitis A diberikan 2 kali dengan selang waktu 6-12 bulan. Setelah suntikan pertama, vaksin akan mulai bekerja 2 minggu setelah pemberian. Vaksinasi pada anak dapat diberikan setelah usia 2 tahun dan diberikan dalam 2 dosis juga.

    Baca Juga: 7 Informasi Penting Seputar Hepatitis A yang Perlu Kamu Ketahui

    Vaksinasi hepatitis A dianjurkan diberikan pada orang yang sering berpergian ke daerah yang banyak terdapat hepatitis A, laki-laki yang melakukan hubungan seks dengan laki-laki (pasangan gay), pengguna obat-obatan terlarang, orang yang memiliki riwayat penyakit hati kronis seperti hepatitis B dan C, orang yang sedang dalam pengobatan dengan menggunakan faktor pembekuan darah,  peneliti yang bekerja dengan hewan yang terinfeksi hepatitis A atau pekerja laboratorium yang bekerja dengan virus hepatitis serta orang tua asuh yang akan mengadopsi anak yang berasal dari negara endemis hepatitis A.

    Lalu, siapa saja yang tidak boleh mendapatkan vaksinasi hepatitis A?Mereka yang memiliki riwayat alergi berat terhadap komponen vaksin dan bila Sobat sedang sakit atau terkena flu, sebaiknya pemberian vaksin ditunda terlebih dulu.

    Menjaga Kebersihan Diri dan Makanan yang Dikonsumsi

    Pencegahan berikutnya berhubungan dengan kebersihan diri dan lingkungan sekitar. Pastikan Sobat selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum makan, setelah buang air besar/kecil, sebelum mengolah/menghidangkan makanan, sebelum menyusui bayi dan setelah mengganti popok bayi.

    Produk Terkait:

    Pengolahan makanan juga harus diperhatikan agar terhindar dari kontaminasi virus hepatits A. Sebenarnya, pengolahan makanan harus diperhatikan dari mulai penanaman sayuran. Memasak makanan yang benar dan sampai matang, penggunaan air bersih, menggunakan bahan-bahan yang segar adalah pencegahan dari hepatitis A.6

    Jadi Sobat, setelah mengetahui seluk beluk penyakit hepatitis A, ayo kita cegah penyakit ini dengan vaksinasi serta tidak lupa menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar. Jangan sampai kita tertular virus ini, ya. Segera datangi layanan kesehatan terdekat disekitar anda untuk mendapatkan vaksinasi hepatitis A. Jangan lupa ajak keluarga dan teman-teman juga.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Suwito A. Hepatitis A. [Internet]. Retrieved from: Tanyadok
    2. E. Fiore A. Hepatitis A transmitted by food. Clinical Infectious Disease. 2004; 38: 705-715.
    3. Centers for Disease Control and Prevention. Epidemiology and prevention of vaccine-preventable diseases. [Internet]. Retrieved from: cdc.gov/vaccines/pubs/pinkbook/hepa.html (01.07.2018)
    4. Gillroy RK. Hepatitis A clinical presentation. 2017. [Internet]. Retrieved from: emedicine.medscape.com (01.07.2018)
    5. Pallavi K, Sravani D, Durga S, et al. Hepatitis-A: Review on Current and Future Scenario. Journal of In Silico & In Vitro Pharmacology. 2017, 3:1.
    6. Herdiana M, Arief S, Setyoboedi B. Mengenal hepatitis A pada anak. 2015. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia.
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja