Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

PSBB Ditetapkan Pemerintah Setelah Social Distancing, Apa Itu PSBB?

Sebagai upaya mencegah penyebaran SARS-CoV-2 yang menyebabkan Coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang semakin tinggi di Indonesia, pemeritah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka penangan virus corona. Selain itu Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan, Agus Putranto juga menerbitkan Permenkes Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar. Dalam peraturan tersebut, Menkes berwenang untuk menetapkan PSBB di suatu wilayah berdasarkan permohonan gubernur/bupati/wali kota setempat.

PSBB bersifat lebih ketat daripada social distancing karena diikat oleh peraturan, sehingga bukan lagi sekedar himbauan. Dengan terbitnya peraturan ini, aparat hukum dapat menindak masyarakat yang tidak mematuhi peraturan. Untuk dapat ditetapkan PBSS, suatu wilayah provinsi/kabupaten/kota harus memenuhi kriteria adalnya peningkatan jumlah kasus atau jumlah kematian akibat penyakit serta menyebar secara signifikan ke beberapa wilayah serta adanya kaitan epidemiologis dengan kejadian serupa di wilayah atau negara lain. Dalam bab tiga pelaksanaan PSBB, Permenkes Nomor 9 Tahun 2020, Pasal 13, meliputi:

  1. Peliburan sekolah dan tempat kerja

Peliburan sekolah dan tempat kerja dikecualikan bagi kantor atau instansi strategis yang memberikan pelayanan terkait pertahanan dan keamanan, ketertiban umum, kebutuhan pangan, bahan bakar minyak dan gas, pelayanan kesehatan, perekonomian, keuangan, komunikasi, industri ekspor dan impor, distribusi, logistik, dan kebutuhan dasar lainnya.

  1. Pembatasan kegiatan keagamaan

Pembatasan kegiatan keagamaan dilaksanakan dalam bentuk kegiatan keagamaan yang dilakukan di rumah dan dihadiri keluarga terbatas, dengan menjaga jarak setiap orang. Hal ini dilaksanakan dengan berpedoman pada peraturan perundang-undangan dan fatwa atau pandangan lembaga keagamaan resmi yang diakui oleh pemerintah.

  1. Pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum, pembatasan kegiatan sosial dan budaya,

Pembatasan tempat atau fasilitas umum dikecualikan untuk toko atau tempat yang menjual barang kebutuhan pokok, obat-obatan, dan peralatan medis, tempat pelayanan kesehatan, dan tempat untuk pemenuhan kebutuhan dasar penduduk termasuk kegiatan olahraga. Serta terdapat pelarangan untuk kerumunan orang dalam kegiatan sosial dan budaya yang berpedoman pada pandangan lembaga adat resmi yang diakui pemerintah dan peraturan perundang-undangan.

  1. Pembatasan moda transportasi

Pembatasan moda transportasi dikecualikan untuk moda transportasi penumpang baik umum atau pribadi dengan memerhatikan jumlah penumpang dan menjaga jarak antar penumpang, serta moda transportasi barang untuk pemenuhan kebutuhan dasar penduduk.

  1. Pembatasan kegiatan lainnya khusus terkait aspek pertahanan dan keamanan.

Pembatasan kegiatan lainnya khusus terkait aspek pertahanan dan keamanan ini dikecualikan untuk kegiatan aspek pertahanan dan keamanan dalam rangka menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah, dan melindungi bangsa dari ancaman dan gangguan, serta mewujudkan kemanan dan ketertiban masyarakat. Kegiatan tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan pembatasan kerumunan orang serta berpedoman kepada protokol dan peraturan perundang-undangan.

PSBB tentunya akan berdampak pada kegiatan sehari-hari masyarakat dengan adanya penguatan peraturan-peraturan kegiatan penduduk. Pembatasan ini tentunya dilakukan untuk mengutamakan keselamatan masyarakat di tingkat nasional dan daerah. Serta untuk mengurangi penularan COVID-19, setiap individu memiliki peranannya masing-masing dengan menjaga jarak setidaknya satu meter saat sedang berinteraksi dengan orang lain serta menghindari kontak fisik seperti berjabat tangan, cukup menyapa dengan lambaian tangan, anggukan kepala atau membungkuk. Ingatlah untuk selalu melakukan pola hidup yang bersih dan sehat yaitu rutin mencuci tangan dengan air dan sabun minimal selama 20 detik, hindari memegang area wajah, serta melakukan etika batuk dan bersin yang benar yaitu dengan menutup bagian hidung dan mulut dengan tisu atau bagian dalam lipat siku.

Untuk informasi terkait corona, Sobat dapat menghubungi hotline ProSehat ke nomor WA (whatsapp) 0811-1512-800, klik link prosehat.com/wa. Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

Ditulis Oleh: dr Erika Gracia

DAFTAR PUSTAKA

  1. Tim detikcom . Permenkes Pedoman PSBB Terbit, Ini Isi Selengkapnya [Internet]. detiknews. Available from: https://news.detik.com/berita/d-4965472/permenkes-pedoman-psbb-terbit-ini-isi-selengkapnya
  2. Mahardhika A. PSBB Lebih Ketat dari Social Distancing, Ini Artinya [Internet]. detikHealth. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4966113/psbb-lebih-ketat-dari-social-distancing-ini-artinya
  3. 6 Poin Penting PSBB pada Permenkes Nomor 9 Tahun 2020 untuk Cegah Corona [Internet].Available from: https://www.kompas.tv/article/74705/6-poin-penting-psbb-pada-permenkes-nomor-9-tahun-2020-untuk-cegah-corona?page=2
  4. Advice for public [Internet].Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
  5. CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/lab/index.html

 

Chat Asisten ProSehat aja