Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Dampak COVID–19 pada Kesehatan Karyawan

Pandemi global COVID-19 selama beberapa bulan terakhir telah memberi dampak signifikan terhadap perekonomian di Indonesia. Hal ini juga memengaruhi kinerja para karyawan perusahaan. Demi menekan penyebaran COVID-19 dan menjaga kesehatan karyawannya, banyak instansi pemerintahan dan perkantoran swasta yang mengeluarkan kebijakan work from home (WFH).

Karyawan merupakan aset perusahaan yang tentunya berdampak besar bagi operasi perusahaan. Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan menjaga keselamatan karyawan juga merupakan salah satu tanggung jawab perusahaan yang tetap harus dipenuhi, terutama saat masa pandemi COVID-19 berlangsung. Selain WFH, cara lain yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk memberikan jaminan kesehatan bagi para karyawan adalah dengan menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan dalam bentuk rapid test COVID-19.

Rapid test COVID-19 adalah alat untuk menguji antibody SARS-CoV-2, yaitu Immunoglobulin G (IgG) dan Immunoglobulin M (IgM), yang terdapat pada sampel darah mengunakan metode Lateral Flow Assay3. Saat sampel darah masuk ke dalam alat rapid test, antibody IgG dan IgM yang terdapat dalam darah akan bereaksi dan menimbulkan warna pada alat tersebut, menandakan bahwa pasien tersebut positif terinfeksi COVID-19. Meskipun demikian rapid test bukanlah alat diagnostik melainkan alat skrining sehingga bila hasil menunjukkan positif harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan swab test.

Saat ini banyak perusahaan yang sudah bekerja sama dengan beberapa platform telemedicine untuk menyelenggarakan pemeriksaan rapid test COVID-19 baik di kantor ataupun di rumah. Perusahaan dapat mendaftarkan karyawannya dan nantinya akan ditangani oleh tim yang bersangkutan. ProSehat termasuk salah satu aplikasi kesehatan yang menyediakan layanan tersebut.

Karyawan yang telah terdata untuk dites akan ditindaklanjuti dengan screening awal secara online dan rapid test akan dilakukan di kantor perusahaan atau petugas dapat datang ke rumah karyawan yang bertempat tinggal di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Hasil rapid test tersebut dapat ditindaklanjuti dengan rujukan ke rumah sakit rekanan maupun isolasi mandiri secara terpantau (telemedicine). Jika rapid test karyawan menunjukkan hasil negatif, karyawan akan diberikan edukasi preventif mengenai COVID-19.

Namun, akibat terbatasanya jumlah tenaga kesehatan, tentunya akan ada pembatasan jumlah rapid test yang disediakan. Selain itu, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) harus tetap diterapkan. Oleh karena itu, rapid test yang dilakukan di kantor harus menerapkan jadwal test karyawan, sehingga tidak terjadi penumpukan karyawan di kantor pada hari tes dan dengan demikian, physical distancing tetap dapat dilaksanakan.

Alat rapid test dapat mendeteksi antibodi karyawan yang terinfeksi COVID-19 dalam waktu empat hari.  Jika test pertama menunjukan hasil negatif, akan dilaksankan tes kedua pada hari ke-14 setelah tes pertama untuk memastikan hasil tes tersebut karena rapid test dapat menimbulkan hasil negatif palsu apabila pasien berada dalam window period infeksi. Jika pasien belum bergejala/asimptomatik dan dalam masih periode inkubasi, IgM atau IgG belum dapat terseteksi oleh rapid test4. Meskipun hal tersebut membuat masyarakat beranggapan bahwa rapid test tidak efektif dan akurat dalam mendeteksi virus Corona. Namun, rapid test merupakan metode yang cukup baik untuk screening awal COVID-19 dan tentunya dapat ditindaklanjuti menggunakan test PCR yang lebih akurat.

Dengan informasi di atas, perusahaan dapat mempertimbangkan untuk menyelenggarakan rapid test bagi karyawannya. Selain itu, bagi perusahaan dapat menyediakan hand sanitizer, tempat cuci tangan, serta masker untuk karyawan yang tidak dapat menjalankan work from home. Terlebih lagi, sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan suhu badan sebelum memasuki gedung kantor. Untuk Sobat yang masih melaksanakan WFH, jangan lupa untuk terus menerapkan physical distancing, mengenakan masker saat berpergian keluar rumah, dan menjaga kebersihan serta kesehatan diri. Stay safe and healthy!

Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Harsono, F. (2020). Karyawan Perusahaan Bisa Rapid Test COVID-19 di Rumah, Cek Caranya. Retrieved 25 April 2020, from https://www.liputan6.com/health/read/4236292/karyawan-perusahaan-bisa-rapid-test-covid-19-di-rumah-cek-caranya#
  2. Kompas Media. (2020). Ada Layanan Tes Covid-19 untuk Perusahaan, Ini Cara Daftarnya Halaman all – Kompas.com. Retrieved 25 April 2020, from https://money.kompas.com/read/2020/04/23/163100326/ada-layanan-tes-covid-19-untuk-perusahaan-ini-cara-daftarnya?page=all
  3. Cassaniti, I., Novazzi, F., Giardina, F., Salinaro, F., Sachs, M., & Perlini, S. et al. (2020). Performance of VivaDiag COVID-19 IgM/IgG Rapid Test is inadequate for diagnosis of COVID-19 in acute patients referring to emergency room department. Journal Of Medical Virology. doi: 10.1002/jmv.25800
  4. Kolifarhood, G., Aghaali, M., Saadati, H., Taherpour, N., Rahimi, S., Izadi, N., & Nazar, S. (2020). Epidemiological and Clinical Aspects of COVID-19; a Narrative Review. Archives Of Academic Emergency Medicine8(1), 41.
  5. Al-Muharraqi, M. (2020). Testing recommendation for COVID-19 (SARS-CoV-2) in patients planned for surgery – continuing the service and ‘suppressing’ the pandemic. British Journal Of Oral And Maxillofacial Surgery. doi: 10.1016/j.bjoms.2020.04.014

Chat Asisten ProSehat aja