Telp / WhatsApp : 0811-15-12-800

Inilah Gejala Corona dari Hari ke Hari

Jumlah penderita virus corona makin hari makin bertambah, di Indonesia sendiri jumlah penderita mencapai 514 orang (23/3/2020) dan memakan korban jiwa mencapai 48 jiwa1. Angka ini diprediksi akan terus meningkat jika tidak ditangani dengan segera. Deteksi secara dini dianggap sebagai metode paling ampuh dalam upaya menurunkan angka kematian corona.

Deteksi dini diawali dengan mengetahui tanda dan gejala dari virus tersebut. Secara umum, virus corona memiliki gejala demam, batuk dan kesulitan bernafas yang dapat berlangsung hingga 14 hari. Jika diteliti lebih lanjut, gejala corona akan berbeda dari hari ke hari, simak penjelasan berikut:

Hari ke-1

Pada hari pertama, penderita corona akan muncul gejala berupa nyeri sendi, lemah badan, dan demam yang tidak terlalu tinggi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Jepang, gejala virus corona berbeda tergantung usia dan jenis kelamin individu. Pada wanita usia 40 tahun gejala umumnya demam yang tidak terlalu tinggi. Sedangkan pada wanita usia usia 70 tahun, gejala demam lebih tinggi mencapai 38 derajat. Pada laki-laki usia 40 tahun, gejala yang timbul antara lain kelelahan, berkeringat, panas dingin dan nyeri otot. Sedangkan pada laki-laki usia 70 tahun demam dan nyeri tenggorokan2. Pada kasus yang lebih jarang akan muncul gejala pencernaan seperti mual, muntah dan diare

Hari ke 4-5

Pada saat ini gejala demam, batuk yang bersifat kering lebih dominan. Batuk yang timbul umumnya batuk kering sebanyak 68% kasus. Pada 33% kasus batuk yang timbul batuk berdahak. Demam semakin tinggi mencapai 39 derajat. Pada pasien usia tua dapat muncul gejala sesak nafas

Hari ke 6-7

Gejala pneumonia akan semakin jelas. Biasanya pasien akan mulai mencari pertolongan ke rumah sakit pada masa–masa ini. Sedangkan pada pasien yang sudah mendapat pertolongan dari awal, pada hari ke-7 akan mengalami perbaikan

Hari ke 8

Bila gejala belum mengalami perbaikan pada hari sebelumnya, di hari ke-8 pada 15% pasien akan mengalami gangguan pernafasan. Pada pemeriksaan radiologi tampak adanya penumpukan cairan pada paru-paru. Pada tahap ini, alat bantu pernafasan sangat diperlukan

Hari ke 10

Pada pasien yang dapat melewati hari sebelumnya, di hari ke-10 umumnya sudah menimbulkan perbaikan gejala yang ditandai dengan berkurangnya rasa sesak dan demam yang sudah turun. Sebaliknya pada pasien yang memiliki risiko tinggi seperti lansia, pasien dengan penyakit penyerta seperti jantung, asma, diabetes, gagal ginjal serta pasien dengan obesitas5 pada hari-hari ini dapat terjadi perburukan. Hal ini disebabkan penyebaran virus secara menyeluruh dalam tubuh yang menyebabkan terjadi infeksi sekunder dan menimbulkan kondisi sepsis.

Bila berlanjut akan menimbulkan kematian.

Hari ke 14

Jika pasien sudah dapat memasuki saat ini, umumnya pasien sudah dapat dinyatakan sembuh. Meskipun demikian, penderita korona ini tetap harus isolasi secara mandiri selama dua minggu lagi di rumah karena meskipun sudah tidak ada gejala namun tetap dapat menjadi sumber transmisi bagi orang lain.

Meskipun penyakit ini pada awalnya mirip seperti flu biasa namun virus corona memiliki kekhasan tersendiri, yaitu berkaitan dengan perkembangan gejala dari waktu ke waktu. Pada flu atau pneumonia biasa, gejala akan membaik dalam minggu awal. Sebaliknya pada virus corona, gejala akan mengalami perburukan dari waktu ke waktu. Namun Sobat tidak perlu khawatir. Lakukan tindakan pencegahan dengan selalu cuci tangan, makan makanan bergizi, olahraga, istirahat yang cukup dan yang paling utama segera periksakan diri ke dokter bila menemukan gejala di atas.

Untuk informasi kesehatan lainnya, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

Ditulis Oleh: dr Fenyta Christyani

DAFTAR PUSTAKA

  1. Situasi Terkini Perkembangan Coronavirus Disease (COVID-19) 22 Maret 2020 » Info Infeksi Emerging Kementerian Kesehatan RI [Internet]. Info Infeksi Emerging Kementerian Kesehatan RI. 2020 [cited 23 March 2020]. Available from: https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/situasi-terkini-perkembangan-coronavirus-disease-covid-19-22-maret-2020/
  2. [Internet]. 2020 [cited 23 March 2020]. Available from: https://www.worldometers.info/coronavirus/coronavirus-symptoms/
  3. [Internet]. Ecdc.europa.eu. 2020 [cited 23 March 2020]. Available from: https://www.ecdc.europa.eu/sites/default/files/documents/RRA-sixth-update-Outbreak-of-novel-coronavirus-disease-2019-COVID-19.pdf
  4. [Internet]. Who.int. 2020 [cited 24 March 2020]. Available from: https://www.who.int/docs/default-source/coronaviruse/clinical-management-of-novel-cov.pdf
  5. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [cited 24 March 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/specific-groups/people-at-higher-risk.html
  6. Epidemiological and clinical characteristics of 99 cases of 2019 novel coronavirus pneumonia in Wuhan, China: a descriptive study – Chen et al, The Lancet, January 30, 2020
  7. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease (COVID-19). Indonesia: Kementerian Kesehatan RI; 2020.
  8. Clinical Characteristics of 138 Hospitalized Patients With 2019 Novel Coronavirus–Infected Pneumonia in Wuhan, China – JAMA, Wang et al., February 7, 2020

Chat Asisten ProSehat aja