Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Stres dan Panik Hadapi Corona, Justru Turunkan Imun Tubuh

Pernakah Sobat menghadapi banyak tekanan hingga merasakan stres? Mungkin akhir-akhir ini Sobat tertekan karena virus corona sedang menyebar hingga ke Indonesia. Membaca artikel tentang virus corona yang sahih atau tanpa sumber yang akurat seperti hoax atau terbawa suasana untuk menimbun barang-barang berlebihan juga termasuk sumber stres. Stres dalam waktu singkat mungkin tidak dirasakan dampaknya pada tubuh Sobat. Namun stres dalam jangka waktu lama dapat menurunkan imun hingga mengganggu keseimbangan imun tubuh. Alhasil Sobat pun lebih rentan terhadap infeksi penyakit termasuk virus corona. Bagaimanakah stres dapat terhubung dengan terganggunya imun tubuh? Kita akan membahas definisi dari stres itu sendiri, bagaimana proses respon tubuh terhadap stres, hingga keadaan yang menyebabkan imun terganggu karena stres.

Stres emosional adalah khawatir besar yang disebabkan oleh situasi sulit. Situasi sulit ini dapat dialami oleh kondisi di sekitar Sobat seperti kepanikan atau ketakutan akan suatu kondisi. Stres juga merupakan suatu proses dinamis yang dipengaruhi oleh bagian kognitif dari seseorang. Mengalami stres merupakan suatu hal yang normal. Durasi stres yang dapat dialami dapat berupa singkat atau lama. Contoh bentuk stres yang dialami saat singkat seperti saat dikejar lebah atau saat ingin berbicara di umum. Stres lama dapat berupa gangguan depresi atau gangguan panik yang menimbulkan tekanan dalam jangka waktu lama. Contoh yang saat ini dapat terjadi adalah kekhawatiran atau ketakutan berlebih yang berjalan dalam waktu lama selama pandemik virus corona.

Stres dalam jangka waktu lama bersifat buruk untuk tubuh karena tubuh mengeluarkan hormon-hormon stres yang mengganggu daya tahan tubuh Sobat seperti kortisol. Kortisol merupakan suatu hormon dalam golongan Glukokortikoid. Hormon ini dikeluarkan tubuh saat mengalami stres. Proses ini dimulai dari sistem Hypothalamus Pituitary Adrenal (HPA) Axis akan mengeluarkan Corticotropin Releasing Hormone (CRH), hormon CRH menyebabkan  kelenjar adrenal mengeluarkan Glukokortikoid yang berupa Kortisol. Dalam jangka waktu singkat, hormon kortisol bersifat protektif untuk tubuh. Fungsi kortisol adalah sebagai respon anti radang dalam tubuh. Namun jika terjadi paparan hormon kortisol dalam jangka waktu lama, tubuh menjadi tidak sensitif terhadap hormon tersebut sehingga respon untuk menurunkan radang pada tubuh terganggu. Hal ini menyebabkan peningkatan respon radang tubuh. Semua proses ini pada akhirnya akan mengganggu keseimbangan imun tubuh. Penelitian menunjukkan hal serupa terlihat pada pasien dengan gangguan depresi mayor dan gangguan panik.

Pada kondisi imun tubuh yang terganggu, tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi penyakit. Tidak hanya itu, bahkan penelitian menunjukkan kondisi tersebut dapat memperpendek umur.7 Penyakit-penyakit kronis yang sering dijumpai pada umumnya juga disebabkan oleh paparan respon radang tubuh dalam jangka waktu lama. Salah satu contoh dari penyakit kronis ini adalah penyakit jantung dan pembuluh darah berupa atherosclerosis atau penyumbatan pembuluh darah.7,8 Kondisi peningkatan respon radang dalam tubuh untuk jangka waktu lama dapat menyebabkan luka pada pembuluh darah. Luka ini dapat berkembang, lalu menjadi suatu penyumbatan pembuluh darah.

Apabila Sobat sedang dalam stres karena banyak tekanan dari kondisi saat ini, tenanglah dan luangkan waktu sejenak. Lakukan kegiatan-kegiatan untuk menenangkan diri Sobat seperti meditasi atau hobi yang Sobat gemari di rumah dengan keluarga. Untuk sementara waktu hindari membaca artikel tentang virus corona. Jika Anda ingin membaca informasi tentang virus Corona, bacalah dari website yang sahih seperti World Health Organization (WHO) atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Jangan terbawa suasana panik untuk menimbun barang-barang yang tidak diperlukan. Stres dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan imun tubuh terganggu, sehingga tubuh menjadi rentan untuk infeksi dan penyakit-penyakit kronis lain. Pastikan kondisi Sobat tetap sehat baik secara fisik maupun emosional.

Untuk informasi terkait corona, Sobat dapat menghubungi hotline ProSehat ke nomor WA (whatsapp) 0811-1512-800, klik link prosehat.com/wa. Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

Ditulis Oleh: dr Jonathan Christopher

DAFTAR PUSTAKA

  1. Stress Meaning in the Cambridge English Dictionary [Internet]. [cited 2015 Sep 5]. Available from: http://dictionary.cambridge.org/dictionary/english/stress
  2. Butler G. Definitions of stress. Occas Pap R Coll Gen Pract. 1993;(61):1.
  3. Habib Yaribeygi A. The impact of stress on body function: A review [Internet]. PubMed Central (PMC). 2020. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5579396/
  4. Liu Y, Wang Y, Jiang C. Inflammation: The Common Pathway of Stress-Related Diseases. Frontiers in Human Neuroscience. 2017;11.
  5. Takahashi A, Flanigan M, McEwen B, Russo S. Aggression, Social Stress, and the Immune System in Humans and Animal Models. Frontiers in Behavioral Neuroscience. 2018;12.
  6. Hou R, Garner M, Holmes C, Osmond C, Teeling J, Lau L et al. Peripheral inflammatory cytokines and immune balance in Generalised Anxiety Disorder: Case-controlled study. Brain, Behavior, and Immunity. 2017;62:212-218.
  7. Rohleder N. Chronic Stress and Disease. Insights to Neuroimmune Biology. 2016;:201-214.
  8. Esler M. Mental stress and human cardiovascular disease. Neuroscience & Biobehavioral Reviews. 2017;74:269-276.

Chat Asisten ProSehat aja