Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ corona”

Showing 11–20 of 67 results

  • Vaksinasi Covid-19 sudah dilakukan beberapa negara termasuk Indonesia pada awal tahun 2021. Beberapa melaporkan adanya efek samping yang dialami setelah divaksin, seperti demam dan sakit kepala. Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19 Satuan Tugas Covid-19 menjelaskan bahwa efek samping yang dapat dialami beragam dan umumnya bersifat ringan seperti demam, nyeri otot, dan ruam. […]

    Sakit Kepala Setelah Vaksinasi Covid-19? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Vaksinasi Covid-19 sudah dilakukan beberapa negara termasuk Indonesia pada awal tahun 2021. Beberapa melaporkan adanya efek samping yang dialami setelah divaksin, seperti demam dan sakit kepala.

    sakit kepala setelah vaksinasi Covid-19

    Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Satuan Tugas Covid-19 menjelaskan bahwa efek samping yang dapat dialami beragam dan umumnya bersifat ringan seperti demam, nyeri otot, dan ruam.

    Penyebab Munculnya Sakit Kepala Setelah Divaksin

    Sakit kepala yang muncul setelah divaksin adalah merupakan efek samping ringan, hal ini  dikarenakan sistem kekebalan tubuh mengira adanya patogen yang masuk ke tubuh saat vaksin disuntikkan.

    Dilaporkan, hal ini sering dialami saat menerima vaksin dosis kedua karena antibodi yang dihasilkan setelah dosis pertama meningkatkan respons terhadap suntikan vaksin kedua. Hal ini berakibat tubuh mengalami reaksi yang lebih kuat dari sebelumnya.

    Merek Vaksin Apakah yang Dapat Menyebabkan Sakit Kepala Ini?

    Semua merek vaksin yang telah diproduksi dan digunakan, baik Pfizer maupun Sinovac, berpeluang untuk mengalami efek samping tersebut.

    Baca Juga: Vaksin Lain Selain Sinovac dan Beberapa Efek Sampingnya

    Apakah Terasa Mengganggu?

    Meskipun ringan, efek samping seperti sakit kepala dapat terasa mengganggu. Terutama jika Sahabat yang mengalaminya memiliki riwayat penyakit kronis seperti tumor otak, meningitis, dan stroke. Tentu saja hal tersebut akan mengganggu aktivitas sehari-hari sehingga memerlukan penanganan secara medis.

    Lalu Bagaimana Cara Mengatasinya?

    Ada beberapa cara untuk mengatasi sakit kepala yang Sahabat alami setelah divaksin Covid-19, yaitu:

    Menggunakan Pengobatan Rumahan

    Jika Sahabat tidak menyukai pil atau kapsul, Sahabat dapat melakukan pengobatan awal dengan menggunakan kantong es atau kompres dingin yang diletakkan di atas kepala. Selain itu, hal ini juga dapat mengatasi pembengkakan setelah vaksinasi.

    Mengonsumsi Makanan Alami

    Sahabat dapat mengkonsumsi sayur berdaun hijau serta obat herbal alami seperti rempah jahe, kopi atau menggunakan terapi minyak esensial. Hindari makanan kaya histamin yang dapat memicu reaksi alergi.

    Produk Terkait: Jual Herbadrink Sari Jahe 22 gram

    Kurangi Konsumsi Alkohol

    Kurangi konsumsi alkohol atau sama sekali tidak konsumsi alkohol karena diketahui merupakan salah satu pemicu sakit kepala.

    Cuti

    Sahabat dapat mempertimbangkan cuti setelah melakukan vaksinasi untuk membantu tubuh beristirahat dan pulih dengan baik.

    Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?

    Apabila sakit kepala yang Sahabat alami tak tertahankan lagi dan tidak mereda dengan berbagai cara di atas, Sahabat diharapkan segera berkonsultasi ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

    Baca Juga: Apa yang Perlu Sahabat Lakukan Sebelum, Selama, dan Sesudah Vaksinasi Covid-19?

    Itulah mengenai sakit kepala yang dapat dialami setelah menjalani vaksin Covid-19. Meski demikian, Sahabat tetap harus menerapkan 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi atau interaksi), serta menerapkan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat). Jangan lupa untuk melakukan deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Vaksin Covid-19 Sebabkan Sakit Kepala, Begini Cara Mengatasinya Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2021/03/07/101000968/vaksin-covid-19-sebabkan-sakit-kepala-begini-cara-mengatasinya?page=all
    2. Mediatama G. Inilah dua efek samping vaksin Covid-19 yang sering terjadi, kenali solusinya [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/inilah-dua-efek-samping-vaksin-covid-19-yang-sering-terjadi-kenali-solusinya?page=all
    3. COVID-19 W. Tanya Jawab | Covid19.go.id [Internet]. covid19.go.id. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://covid19.go.id/tanya-jawab?search=Apakah%20terdapat%20efek%20samping%20dari%20pemberian
    4. Media K. Jangan Sepelekan, Ini 5 Penyakit Kronis yang Ditandai Sakit Kepala Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/09/26/120600468/jangan-sepelekan-ini-5-penyakit-kronis-yang-ditandai-sakit-kepala?page=all
    Read More
  • Covid-19 yang sekarang menjadi pandemi akan menjadi endemik. Itulah yang diungkapkan oleh epidemiolog Dicky Budiman dari Griffith University, Australia. Hal itu berdasarkan pengamatannya jika melihat pada perkembangan dan mutasi virus selama ini. Prediksi ini ia sudah ungkapkan pada Mei 2020 lalu. Baca Juga: Covid-19 Disebut Sebagai Sindemi, Apa Itu? Hal serupa diungkapkan pula oleh para […]

    Covid-19 Akan Menjadi Endemik, Apa Perbedaannya dengan Pandemi?

    Covid-19 yang sekarang menjadi pandemi akan menjadi endemik. Itulah yang diungkapkan oleh epidemiolog Dicky Budiman dari Griffith University, Australia. Hal itu berdasarkan pengamatannya jika melihat pada perkembangan dan mutasi virus selama ini. Prediksi ini ia sudah ungkapkan pada Mei 2020 lalu.

    covid-19 akan menjadi endemik

    Baca Juga: Covid-19 Disebut Sebagai Sindemi, Apa Itu?

    Hal serupa diungkapkan pula oleh para peneliti dalam jurnal Nature pada Januari 2021. Jurnal tersebut menyatakan bahwa lebih dari 100 ahli imunologi, peneliti penyakit menular, dan ahli virologi berpendapat bahwa virus Corona akan menjadi endemik. Artinya, virus akan terus beredar dan akan ada terus di tengah masyarakat selama bertahun-tahun mendatang.

    World Health Organization (WHO) juga sudah mengungkapkan hal ini pada akhir 2020 lalu. Profesor David Heymann, Ketua Kelompok Penasihat Strategi dan Teknis WHO untuk Bahaya Infeksi menyatakan bahwa dunia sudah harus siap hidup berdampingan dengan Covid-19 saat menjadi endemik.

    Lalu Apa Perbedaannya dengan Pandemi?

    Merujuk pada istilah dalam epidemiologi, pandemi merupakan sebutan untuk penyakit yang mewabah di sebagian besar dunia dalam waktu yang bersamaan. Pada awal kemunculannya, Covid-19 merupakan endemik karena hanya terjadi di suatu wilayah saja.

    Baca Juga: Infodemik, Pengertian, Dampak, dan Cara Mengatasinya

    Berikut ini adalah penyakit-penyakit yang sempat menjadi pandemi, yaitu:

    • Flu Spanyol 1918
    • Flu Asia 1956
    • HIV-AIDS
    • Flu Babi

    Sedangkan endemik adalah penyakit yang terjadi dalam satu wilayah saja dalam rentang waktu tertentu, contohnya:

    Apakah Covid-19 di Indonesia Dapat Menjadi endemik?

    Seperti dilansir dari CNBC Indonesia, epidemiolog Dicky Budiman menyatakan sangat mungkin Covid-19 di Indonesia menjadi endemi. Hal itu berdasarkan angka reproduksi suatu wilayah atau negara, dan bila sulit mencapai angka di bawah satu, Covid-19 bisa menjadi endemik. Hal lainnya adalah sistem kesehatan yang masih buruk dan strategi 3T (tracing, testing,treatment) yang belum maksimal.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Demikianlah Sahabat Sehat mengapa Covid-19 bisa menjadi kondisi endemik dari sebelumnya pandemi. Sahabat disarankan tetap harus berperilaku 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak,menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi atau interaksi) serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

    Baca Juga: Virus Nipah, Calon Pandemi Baru Setelah Covid-19?

    Selain itu, jangan lupa vaksinasi Covid-19 jika vaksinasi massal sudah berjalan sebagai salah satu pencegahan, dan tetap lakukan deteksi dini Covid-19 melalui Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Alam S. COVID-19 Disebut Sangat Mungkin Jadi endemikdi RI, Apa Bedanya dengan Pandemi? [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5485048/covid-19-disebut-sangat-mungkin-jadi-endemik-di-ri-apa-bedanya-dengan-pandemi
    2. Media K. WHO Peringatkan, Pandemi Covid-19 Kemungkinan Besar Bakal Jadi endemik[Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/02/28/170200423/who-peringatkan-pandemi-covid-19-kemungkinan-besar-bakal-jadi-endemik
    3. Media K. Covid-19 Diprediksi Bakal Jadi endemik, Apa Artinya untuk Kita? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/03/01/124314423/covid-19-diprediksi-bakal-jadi-endemik-apa-artinya-untuk-kita?page=all
    4. Waspadai 10 Penyakit Endemis Ini Saat Jalan-jalan ke Luar Negeri [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-1899299/waspadai-10-penyakit-endemis-ini-saat-jalan-jalan-ke-luar-negeri
    5. Hasibuan L. Akankah Virus Covid-19 Jadi endemik di RI? Ini Prediksinya! [Internet]. tech. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210308115922-37-228539/akankah-virus-covid-19-jadi-endemik-di-ri-ini-prediksinya
    Read More
  • Pada masa pandemi seperti ini, kesehatan menjadi prioritas utama dalam mencegah tertularnya virus penyebab Covid-19. Memantau kesehatan pun kini menjadi wajib hukumnya, terutama bagi penderita penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, masalah pernapasan, dan penyakit jantung. Baca Juga: Cara Penderita Hipertensi Menghadapi Covid-19 Untuk itu pemerintah mengimbau masyarakat agar memiliki beberapa alat kesehatan di […]

    Berikut 5 Alat Pemantau Kesehatan yang Wajib Sahabat Punya di Masa Pandemi!

    Pada masa pandemi seperti ini, kesehatan menjadi prioritas utama dalam mencegah tertularnya virus penyebab Covid-19. Memantau kesehatan pun kini menjadi wajib hukumnya, terutama bagi penderita penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, masalah pernapasan, dan penyakit jantung.

    alat pemantau kesehatan, alat pemantau kesehatan di masa pandemi Covid-19

    Baca Juga: Cara Penderita Hipertensi Menghadapi Covid-19

    Untuk itu pemerintah mengimbau masyarakat agar memiliki beberapa alat kesehatan di rumah untuk memantau kondisi badan secara mandiri. Tentu saja hal ini dilakukan guna meminimalkan kepentingan orang untuk keluar rumah.

    Dengan adanya alat kesehatan ini di rumah, kita dapat mencegah terjadinya masalah kesehatan yang tak terdeteksi. Sehingga dapat melakukan konsultasi dokter apabila ada gambaran tidak wajar dari hasil pemantauan alat kesehatan mandiri di rumah.

    Berikut beberapa alat kesehatan yang wajib kalian miliki di rumah, khususnya saat pandemi Covid-19:

    1. Tensimeter, Pengukur Tekanan Darah

    Tensimeter adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengukur tekanan darah seseorang. Dengan mengukur tekanan darah, anda dapat mengetahui apakah kadar tensi anda normal atau tidak. Sehingga anda dapat segera mencegah kemungkinan buruk apabila nilai tensi anda tidak normal, terutama bagi penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi, tekanan darah rendah, stroke, atau penyakit jantung.

    Menurut Perhimpunan Hipertensi Indonesia (Indonesia Society of Hypertension/InaSH), hipertensi  atau tekanan darah tinggi merupakan suatu penyakit bawaan (komorbid) yang sangat berbahaya bagi pasien Covid-19. Hal inilah yang membuat penderita hipertensi harus memantau tekanan darah mereka lebih sering, karena mereka akan menghadapi resiko komplikasi yang lebih parah apabila mereka terinfeksi virus Covid-19.

    Produk Terkait: Jual Tensimeter

    Meskipun efek khusus yang ditimbulkan Covid-19 terhadap sistem kardiovaskular belum ditemukan, namun tetap memiliki resiko dan dapat mempengaruhui penderita penyakit jantung. Infeksi virus ini berkaitan dengan adanya peradangan di dalam tubuh sehingga dapat memeperburuk kondisi acute coronary syndrome, yaitu kondisi dimana terjadi gangguan akibat dari terhambatnya aliran darah ke jantung.

    Oleh karena itu, di masa pandemi seperti ini penderita hipertensi, tekanan darah rendah, stroke, dan penyakit jantung sangat dianjurkan untuk sering mengukur tekanan darahnya agar terhindar dari stroke, serangan jantung, serta komplikasi yang lebih parah jika terinfeksi Covid-19. Pengukuran darah di rumah juga mampu memprediksi lebih baik jika adanya kerusakan pada organ dibandingkan dengan pengukuran tekanan darah diklinik.

    2. Pulse Oxymeter, Pengukur Kadar Oksigen

    Pulse oximeter merupakan alat untuk mendeteksi kadar oksigen di dalam darah. Alat ini dapat digunakan untuk memantau kadar oksigen setiap waktu. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pulse oximeter wajib dimiliki saat pasien Covid-19 isolasi mandiri, karena dapat membantu mengarahkan kondisi klinis seseorang untuk isolasi mandiri atau perlu dirawat di rumah sakit.

    Baca Juga: WHO Mewajibkan Penggunaan Pulse Oximeter untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19

    Dengan menggunakan pulse oximeter, pasien Covid-19 dapat lebih waspada jika saturasi oksigen menunjukan angka yang sangat rendah padahal tidak memiliki gejala apapun. Hal ini sangat berbahaya karena pasien Covid-19 ada kemungkinan mengidap gejala happy hypoxia.

    Produk Terkait: Jual Beurer Pulse Oximeter

    Cara penggunaan pulse oximeter pun sangat mudah, kalian cukup meletakan ujung jari di dalam mulut oximeter. Kemudian alat ini akan membaca kadar oksigen didalam jaringan tubuh melalui ujung jari kita. Alat ini juga dapat digunakan sebagai alat pendeteksi dini dari gejala happy hypoxia.

    Setelah beberapap menit ditempelkan dijung jari, oximeter akan menunjukan hasil dari saturasi oksigen. Jika hasilnya menunjukan angka antara 95 hingga 100 persen, artinya saturasi didalam tubuh normal. Namun, bila angka yang ditunjukan di bawah 90 persen berarti kadar oksigen di dalam darah rendah.

    3. Glukometer, Alat Cek Gula darah

    Glukometer atau striptes adalah alat kesehatan yang saat ini banyak digunakan untuk swamonitoring (pemantauan sendiri) kadar gula dalam darah. Para peneliti mengatakan bahwa diabetes atau gula darah tinggi dapat meningkatkan risiko kematian akibat terinfeksi oleh virus Covid-19.

    Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis

    Pemeriksaan gula darah mandiri juga dapat memberkan informasi tentang macam-macam gula darah harian, misalnya glukosa darah sebelum makan, satu atau dua jam setelah makan, atau di waktu-waktu khusus. 

    Produk Terkait: Jual Alat Cek Gula Darah

    Banyak manfaat yang kita rasakan dari pemeriksaan gula darah mandiri (PGDM) seperti,  menjaga keselamatan pengidap diabetes, membantu dalam upaya perubahan gaya hidup, membantu mempermudah dalam pengambilan keputusan, serta membantu anda dalam menyesuaikan dosis insulin yang diberikan Bersama dengan steroid.

    Secara umum, penggunaan glukometer memiliki tata cara PGDM yang dapat diikuti sebagai berikut:

    • Pilihlah tempat tusukan dengan tepat, kalian dapat menusukan di ujung jari tangan karena kurang menimbulkan rasa nyeri.
    • Mencuci tangan dengan sabun, lalu keringkan. Sterilkan tempat yang akan di tusuk menggunakan alcohol 76 persen, kemudian gunakan tetes darah pertama.
    • Lakukan pijatan ringan ringan diujung jari sebelum ditusuk. Dan setelah ditusuk, jari tidak boleh ditekan-tekan lagi.
    • Gunakan lanset tipis dan tajam agar tidak terasa terlalu nyeri
    • Atur kedalaman tusukan lanset sesuai dengan yang dibutuhkan
    • Lakukan penusukan menggunakan lanset
    • Teteskan darah pada ujung strip
    • Bersihkan darah yang tertinggal pada ujung jari
    • Catat hasil dan waktu PGDM

    Setelah melakukan langkah PGDM tersebut, buanglah strip dan lanset yang telah dpakai ke tempat pembuangan yang aman, seperti botol, kaleng, kotak karton, atau pun dengan wadah plastic tebal tertutup. Setelah terkumpul hingga penuh, anda dapat menyerahkan sampah medis tersebut ke fasilitas kesehatan terdekat.

    4. Termometer, Pengukur Suhu Tubuh

    Saat ini termometer merupakan alat kesehatan yang wajib dimiliki di setiap rumah. Funginya tentu saja untuk memantau suhu tubuh seseorang apakah sedang normal atau tidak. Di masa pandemi Covid-19, termometer banyak digunakan sebagai pendeteksi dini gejala utama infeksi Covid-19.

    Produk Terkait: Jual Termometer

    Apabila hasil pengukuran suhu tubuh telah menunjukan angka yang tidak normal, kalian dapat mencatat hasilnya dan gunakan hasil tersebut untuk melakukan konsultasi ke dokter. Dengan begitu, kalian akan mendapatkan diagnosis lebih cepat dari tenaga kesehatan profesional.

    5. WISH Health Watch

    Alat pemantau kesehatan terakhir yang Sahabat Sehat wajib punya adalah WISH Health Watch, yaitu berupa smartawatch yang memiliki keakuratan tinggi untuk memantau Covid-19 di mana saja dan kapan saja. Tak hanya itu, smartwatch ini bisa diintegrasikan langsung dengan smartphone sehingga mudah dan praktis supaya Sahabat dapat terhindar dari Covid-19.

    Produk Terkait: WISH Health Watch

    Itulah alat pemantau kesehatan yang perlu dimiliki Sahabat Sehat di rumah saat pandemi Covid-19. Selain dapat memantau kesehatan harian sahabat secara mandiri, alat kesehatan tersebut juga dapat membantu dalam pendeteksi dini sebuah penyakit. Jika sahabat sudah melakukan pencegahan awal dari dalam rumah, namun perintah 3M nya tetap dilaksanakan ya sabahat! Mencuci tangan, menjaga jarak, dan menggunakan masker.

    Apabila Sahabat tertarik pada WISH Health Watch supaya membantu memantau kesehatan di masa pandemi, Sahabat bisa memesannya di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Media, K., 2021. 4 Alat Kesehatan yang Perlu Dimiliki di Rumah saat Pandemi Covid-19 Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://health.kompas.com/read/2021/02/19/180100268/4-alat-kesehatan-yang-perlu-dimiliki-di-rumah-saat-pandemi-covid-19?page=all> [Accessed 4 March 2021].
    2. Mediatama, G., 2021. Pandemi Covid-19 belum berakhir, sediakan 4 alat kesehatan ini di rumah. [online] PT. Kontan Grahanusa Mediatama. Available at: <https://kesehatan.kontan.co.id/news/pandemi-covid-19-belum-berakhir-sediakan-4-alat-kesehatan-ini-di-rumah?page=all> [Accessed 4 March 2021].
    3. Maarif, N., 2021. Pengidap Hipertensi Berisiko Tinggi Komplikasi COVID-19, Cegah dengan Ini. [online] detikHealth. Available at: <https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4984893/pengidap-hipertensi-berisiko-tinggi-komplikasi-covid-19-cegah-dengan-ini> [Accessed 4 March 2021].
    4. K, N., 2021. Diwajibkan Punya oleh WHO, Kenali Fakta-fakta Pulse Oximeter. [online] detikHealth. Available at: <https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5351601/diwajibkan-punya-oleh-who-kenali-fakta-fakta-pulse-oximeter> [Accessed 4 March 2021].

     

     

    Read More
  • Pandemi Covid-19 mengharuskan banyak orang untuk melakukan aktivitas di rumah. Salah satunya bekerja, atau yang biasa disebut Work From Home (WFH). Dengan adanya WFH, banyak yang merasa jenuh dengan kegiatan yang hanya itu-itu saja. Dampak hal tersebut salah satunya bisa berakibat ke perselingkuhan. Baca Juga: Rangkuman Webinar Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi Sebenarnya, konsekuensi […]

    Dampak Perselingkuhan di Tengah Pandemi Bagi Kesehatan Mental Apa Saja?

    Pandemi Covid-19 mengharuskan banyak orang untuk melakukan aktivitas di rumah. Salah satunya bekerja, atau yang biasa disebut Work From Home (WFH). Dengan adanya WFH, banyak yang merasa jenuh dengan kegiatan yang hanya itu-itu saja. Dampak hal tersebut salah satunya bisa berakibat ke perselingkuhan.

    perselingkuhan di tengah pandemi

    Baca Juga: Rangkuman Webinar Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

    Sebenarnya, konsekuensi logis dari tujuan pernikahan adalah diikatkan sebuah komitmen untuk mengarungi sebuah pernikahan dalam waktu yang tidak terbatas, atau bahkan berlangsung seumur hidup, dan selamanya. Namun, realita menunjukkan janji kesetiaan ketika akad nikah seringkali diabaikan.

    Perselingkuhan tentunya akan banyak memberikan dampak negatif karena biasanya mempengaruhi seluruh aspek dalam kehidupan dan berdampak dalam jangka panjang. Biasanya muncul perasaan negatif seperti marah, sedih, kecewa, tidak, berharga, dikhianati, dan benci, akan dirasakan oleh korban perselingkuhan,

    Menurut Satiuadarma (2001), perselingkuhan yang dialami oleh korban menghasilkan luka dan sakit hati yang muncul akibat adanya cedera yang dialami pada kesatuan hubungan interpersonal yang diyakini sebagai selubung rasa aman dalam kehidupannya.

    Berikut Dampak Perselingkuhan di Tengah Pandemi bagi Kesehatan Mental

    Marah

    Dampak perselingkuhan terhadap kesehatan mental, salah satunya kemarahan. Kemarahan muncul akibat perasaan kehilangan, sehingga menjadi tidak berdaya dan tidak jarang menyebabkan perubahan suasana hari yang berlangsung cepat. Bahkan marah biasanya dapat terjadi dalam kurun waktu yang tidak sebentar.

    Sedih

    Dampak dari perselingkuhan adalah sedih, karena sedih merupakan perasaan yang paling intens dan wajar terjadi. Kesedihan dan perasaan kehilangan mengakibatkan korban menjadi menutup diri dengan orang lain. Biasanya korban akan mengalami emosi yang mengguncang kestabilan jiwanya. Keguncangan jiwa seorang korban dialami secara bertahap.

    Tahap pertama adalah syok, karena masih sulit mempercayai kenyataan yang terjadi. Baru kemudian akan timbul rada marah dan kecewa. Dan tahap ketiga barulah ada penyesalan. Biasanya korban akan menyalahkan dirinya sendiri, dan akan menelaah dirinya agar menyadari kekurangan-kekurangannya.

    Depresi

    Dampak perselingkuhan terhadap kesehatan mental adalah depresi, salah satunya. Setelah melewati sedih dan menyalahkan diri sendiri, biasanya korban mulai timbul depresi yang berkepanjangan. Terlebih harus mengalami dua pilihan. Yaitu tetap bertahan atau tetap bersama namun rela diselingkuhi.

    Baca Juga: Stres dan Panik Hadapi Corona Justru Turunkan Imun Tubuh

    Namun, bagi pasangan yang memutuskan untuk tetap bertahan dalam hubungannya, dampak negatif akan sangat dirasakan oleh korban. Rasa sakit yang amat dalam membuat korban menjadi mudah marah dan kehilangan kepercayaan diri. Serta juga memiliki trauma yang mendalam atau mempengaruhi pola relasi pasangannya dengan orang lain.

    Kesulitan memercayai orang lain

    Jika suatu hubungan berakhir karena perselingkuhan, pasti ada lapisan yang hancur dan mempengaruhi kepercayaan yang telah dimiliki. Karena perselingkuhan membawa emosi dan pikiran yang sangat kompleks, tentang amarah, sakit hati, ragu, penghinaan, kebingungan, dan ketakutan. Jadi tidak hanya rasa sakit hati yang membuat move on menjadi lebih sulit, namun juga sulitnya percaya lagi kepada orang lain.

    Lemahnya kepercayaan diri

    Bagian yang paling berbahaya dari dampak selingkuh terhadap kesehatan mental adalah hilang atau melemahnya kepercayaan diri korban. Seorang pakar kencan, Cherly Chong mengatakan, berusahalah agar tidak jatuh dalam perangkap membandingkan diri sendiri dengan selingkungan sang mantan.

    Karena biasanya bukan hanya rasa kehilangan yang hadir, namun juga rasa malu karena digantikan oleh orang lain. Sehingga korban terus membandingkan dirinya dengan selingkuhannya. Padahal perbandingan tersbeut bukanlah kenyataan dari situasi yang ada. Korban seharusnya bisa menyadari bahwa selingkuh merupakan keputusan masing-masing individu, dan bukanlah kesalahan korban.

    Apakah Hal ini Juga Berdampak pada Anak?

    Selain berdampak pada korban perselingkuhan, perselingkuhan di tengah pandemi juga mempunyai dampak kepada psikis anak dalam hubungannya. Karena situasi tersebut, anak cenderung mengalami beban mental. Anak yang belum bisa mengekspresikan emosinya, biasanya akan menunjukkan gejala kecemasan.

    Antara lain, mengompol, menyendiri, mengisap jempol, bermimpi buruk, dan memiliki emosi yang tidak stabil. Hal tersebut muncul kepada anak sebagai respons ketakutan, bahwa kebahagiaan keluar mereka akan sirna.

    Sementara, apabila anak sudah mulai beranjak dewasa, maka yang didapatkan adalah rasa marah, dikhianati, dan mungkin akan lebih berani mengekspresikan kekesalannya. Seperti yang dijelaskan oleh psikolog anak, Anna Surti, ketika ada anak yang memergoki secara langsung perselingkuhan orangtuanya, mereka akan kebingungan.

    Dampak perselingkuhan bagi anak lainnya adalah menurunnya prestasi belajar, berkurangnya rasa percaya diri, depresi, dan bisa jadi berlaku kasar. Secara jangka panjang, perselingkuhan bisa membuat anak menyimpan amarah dan luka sekaligus kepada orangtuanya yang berselingkuh.

    Baca Juga: 14 Kesehatan Mental pada Anak

    Bahkan, dampak perselingkuhan bagi anak juga bisa menyebabkan trauma dan memiliki kecemasan dalam membina hubungan intim di kala dewasa nanti. Dan akan sulit percaya pada orang lain, terutama pasangan. Karena merasa teringat perselingkuhan yang telah dilakukan oleh orangtuanya.

    Bahkan, penelitian psikolog klisis Ana Nogales, menunjukkan bahwa perselingkuhan orantua mengakibatkan 75 persen anak jadi merasa dikhianati. Kemudian sebanyak 80 persen, perselingkuhan orangtuanya membawa dampak mereka takut dalam membina hubungan. Serta 70 persen anak akan sulit mempercayai orang lain. Bahkan, penelitian juga menemukan pola berulang yang terjadi pada hubungan si anak saat dewasa.

    Sahabat Sehat, sudah tahu kan dampak dari perselingkuhan  di tengah pandemi terhadap kesehatan mental. Maka dari itu, sebelum melakukan sesuatu, Sahat Sehat harus memikirkannya terlebih dahulu. Jangan sampai melakukan sesuatu yang nantinya berujung merugikan diri sendiri dan orang lain, apalagi orang-orang tersayang.

    Namun sesungguhnya, para korban perselingkuhan, janganlah selalu menyalahkan diri sendiri. Karena pada dasarnya, bukan kalianlah yang salah dalam keretakan hubungan kalian. Namun, karena yang selingkuh memang salah.

    Baca Juga: Bagaimana Supaya Tetap Akur Selama Pandemi?

    Kondisi di tengah pandemi Covid-19, banyak hal yang bisa membuat hubungan Sahabat Sehat dengan pasangan semakin harmonis, bahkan apabila bertemu di rumah seharian. Sahabat Sehat bisa menciptakan suasan yang nyaman dan damai di rumah selama WFH.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai kesehatan mental dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Putri, A., 2021. Perselingkuhan Orangtua Berisiko Merusak Mental Anak – Tirto.ID. [online] tirto.id. Available at: <https://tirto.id/perselingkuhan-orangtua-berisiko-merusak-mental-anak-cAqr> [Accessed 5 March 2021].
    2. liputan6.com. 2021. 2 Dampak Psikologis yang Terjadi Bila Pasangan Selingkuh. [online] Available at: <https://www.liputan6.com/health/read/4106251/2-dampak-psikologis-yang-terjadi-bila-pasangan-selingkuh> [Accessed 5 March 2021].
    3. Adam, A., 2021. Dampak Perselingkuhan Suami Terhadap Kesehatan Mental dan Fisik Istri. [online] Journal.iain-ternate.ac.id. Available at: <http://journal.iain-ternate.ac.id/index.php/alwardah/article/view/291> [Accessed 5 March 2021].

     

     

     

    Read More
  • Sebuah studi baru-baru ini menyatakan bahwa penderita obesitas cukup rentan terinfeksi Covid-19, seperti yang dimuat dalam Journal of American Heart Association (AHA) yang berjudul Coronavirus Disease 2019 Hospitalizations Attributable to Cardiometabolic Conditions in The United States: A Comparative Risk Assessment Analysis. Baca Juga: Obesitas dan Penyakit Jantung Studi yang dilakukan di Amerika Serikat ini menyimpulkan bahwa […]

    Obesitas Rentan Covid-19, Begini Caranya Terhindar di Masa Pandemi

    Sebuah studi baru-baru ini menyatakan bahwa penderita obesitas cukup rentan terinfeksi Covid-19, seperti yang dimuat dalam Journal of American Heart Association (AHA) yang berjudul Coronavirus Disease 2019 Hospitalizations Attributable to Cardiometabolic Conditions in The United States: A Comparative Risk Assessment Analysis.

    obesitas rentan covid-19

    Baca Juga: Obesitas dan Penyakit Jantung

    Studi yang dilakukan di Amerika Serikat ini menyimpulkan bahwa penderita obesitas ternyata berpeluang cukup besar untuk terinfeksi Covid-19 dengan angka mencapai 30,2%. Selain obesitas, kondisi hipertensi (26,2%), diabetes (20,5%), dan gagal jantung juga berpeluang terinfeksi Covid 19.

    Studi yang sama juga dilampirkan oleh para peneliti dari John Hopkins University dan World Health Organization (WHO), yang menyatakan bahwa tingkat kematian Covid-19 disebut dapat mencapai 10 kali lebih tinggi pada negara yang sekitar 50% populasinya mengalami obesitas.

    Lebih lanjut studi ini juga menyatakan bahwa sekitar 90% atau 2,2 juta dari 2,5 juta kematian Covid-19 di dunia, terjadi di negara dengan tingkat angka obesitas yang tinggi. Dalam laporan ini, Amerika Serikat dan Inggris merupakan negara yang paling banyak melaporkan kematian akibat Covid-19 pada penderita obesitas.

    Di Inggris tercatat 184 kematian akibat Covid-19 per 100.000 penduduk dan 63,7% populasinya mengalami obesitas sementara di Amerika Serikat tercatat 152,49 kematian akibat Covid-19 per 100.000 penduduk dengan 67,9% populasinya mengalami obesitas. Hal ini cukup kontras dengan negara asia seperti Jepang dan Korea Selatan, yang tingkat persentase penderita Covid-19 tinggi namun angka persentase obesitasnya rendah.

    Bagaimana di Indonesia?

    Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, tercatat 21,8% penduduk di Indonesia mengalami obesitas. Kebanyakan terjadi pada masyarakat perkotaan dengan persentase sebesar 25,1% jika dibandingkan dengan masyarakat pedesaan, hanya 17,8% yang mengalami obesitas. Hal ini dikarenakan masih banyak masyarakat pedesaan yang melakukan aktivitas fisik.

    Baca Juga: Hati-hati Obesitas pada Anak!

    Selain kurangnya aktivitas fisik, juga terdapat faktor budaya seperti kepercayaan masyarakat apabila seseorang berpostur gemuk maka menandakan makmur dan apabila balita terlihat gemuk maka dianggap lucu. Hal ini tentu saja menganggap bahwa obesitas merupakan hal yang biasa.

    Obesitas dan Pandemi Covid-19

    Obesitas atau kelebihan berat badan di masa pandemi Covid-19 rupanya cukup dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya akibat kebijakan pemerintah untuk meminta warga berdiam di rumah dan melakukan aktivitas dari dalam rumah yang berakibat masyarakat menjadi semakin konsumtif dalam mengkonsumsi makanan secara daring.

    Produk Terkait: Jual Makanan Sehat

    Akibatnya, tanpa disadari hal tersebut mengarah pada kondisi obesitas yang juga dapat menyebabkan timbulnya risiko penyakit diabetes. Kebijakan beraktivitas dari rumah juga menyebabkan berkurangnya pergerakan fisik.

    Mengapa Obesitas Bisa Rentan Terpapar Covid-19?

    Hal ini dikarenakan obesitas menyebabkan banyak perubahan pada fungsi kekebalan tubuh. Penyakit diabetes yang salah satu faktor resikonya akibat obesitas, dapat membuat kadar gula darah tinggi merusak fungsi sel darah putih dan kondisi tersebut dapat memperlambat proses penyembuhan.

    Lalu Bagaimana Cara Menghindari Obesitas Selama Masa Pandemi?

    Berikut ini adalah beberapa langkah penderita obesitas dalam menghadapi pandemi dan cara menghindarinya selain melakukan protokol kesehatan:

    Tetap Penuhi Kebutuhan Gizi yang Seimbang

    Direktur Gizi Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Dr. RR Dhian Proboyekti seperti dilansir dari Liputan6.com, meminta masyarakat untuk tetap dapat memenuhi gizi yang seimbang. Mulai dari membiasakan konsumsi makanan pokok, membatasi asupan makanan camilan yang manis, asin, dan berlemak. Biasakan diri untuk membaca label pada kemasan makanan untuk memastikan komposisi dan asupan makanan yang dikonsumsi.

    Baca Juga: Berikut 7 Kiat Sederhana Mengatasi Obesitas

    Batasi Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak

    Berikut kadar gula, garam dan lemak yang dianjurkan dalam makanan sehari hari:

    • Gula: 50 gram per hari
    • Garam: 5 gram per hari
    • Lemak: 67 gram per hari

    Yang terpenting mengatur jumlah gula, garam, dan lemak tanpa menghindari asupan tersebut dalam makanan.

    Lakukan Aktivitas Fisik

    Aktivitas fisik seperti olahraga bagaimanapun tetap harus dilakukan untuk menghindari obesitas dan menurunkan risiko obesitas selama masa pandemi. Lakukanlah olahraga minimal 30 menit sesuai anjuran World Health Organization (WHO). Jenis olahraga dapat disesuaikan dengan kondisi dan preferensi setiap orang.

    Baca Juga: 10 Obat Herbal Obesitas yang Layak Dicoba

    Itulah mengenai kondisi obesitas, yang cukup rentan terinfeksi Covid 19. Yuk, Sahabat Sehat tetap jaga kesehatan selama masa pandemi dan apabila Sahabat ingin informasi kesehatan lebih lanjut mengenai obesitas dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. O’Hearn M, Liu J, Cudhea F, Micha R, Mozaffarian D. Coronavirus Disease 2019 Hospitalizations Attributable to Cardiometabolic Conditions in the United States: A Comparative Risk Assessment Analysis. Journal of the American Heart Association [Internet]. 2021 [cited 5 March 2021];10(5). Available from: https://www.ahajournals.org/doi/10.1161/JAHA.120.019259
    2. Anwar F. Obesitas Jadi Faktor Pendorong Terbesar Kematian COVID-19 di Dunia [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 5 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5481734/obesitas-jadi-faktor-pendorong-terbesar-kematian-covid-19-di-dunia
    3. Hari Obesitas Dunia, Perbanyak Aktivitas Fisik dan Jaga Pola Makan [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 5 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/4498419/hari-obesitas-dunia-perbanyak-aktivitas-fisik-dan-jaga-pola-makan
    4. Hari Obesitas Sedunia, Kenali dan Cegah Bahayanya [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 5 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/fotohealth/d-5480387/hari-obesitas-sedunia-kenali-dan-cegah-bahayanya/10/#photos
    5. Media K. Kenapa Orang dengan Obesitas Rentan Saat Terinfeksi Covid-19? Berikut Alasannya Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 5 March 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/04/17/122500665/kenapa-orang-dengan-obesitas-rentan-saat-terinfeksi-covid-19-berikut?page=all
    Read More
  • Pandemi virus Corona yang masih mewabah hingga saat ini memang membawa dampak yang cukup besar. Tidak hanya pada kesehatan fisik saja, tetapi juga pada kesehatan mental. Banyak orang yang merasakan kesepian di tengah pandemi ini. Perasaan tersebut muncul saat harus membatasi diri melalui isolasi yang diterapkan pemerintah. Baca Juga: Penyebab Gangguan Mental yang Perlu Dideteksi […]

    Cara Mengatasi Rasa Kesepian di Tengah Pandemi

    Pandemi virus Corona yang masih mewabah hingga saat ini memang membawa dampak yang cukup besar. Tidak hanya pada kesehatan fisik saja, tetapi juga pada kesehatan mental. Banyak orang yang merasakan kesepian di tengah pandemi ini. Perasaan tersebut muncul saat harus membatasi diri melalui isolasi yang diterapkan pemerintah.

    kesepian di tengah pandemi

    Baca Juga: Penyebab Gangguan Mental yang Perlu Dideteksi Sejak Dini

    Isolasi yang diterapkan tersebut memang bertujuan untuk mencegah penyebaran virus secara massif dan terkontrol. Rasa kesepian yang muncul karena isolasi bisa disebabkan karena yang diisolasi positif Covid-19, ditinggal anggota keluarga yang menderita virus tersebut serta tidak bebasnya untuk bepergian ke luar.

    Psikolog klinis Rosalina Vauli, seperti dilansir dari CNN Indonesia, menyatakan bahwa kesepian yang dialami seseorang di masa pandemi dapat menyebabkan kesehatan mental. Banyak yang mengatakan bahwa efeknya bisa berupa depresi walaupun sebenarnya cukup berbeda antara depresi dan kesepian.

    Depresi lebih pada masalah emosional seperti menyalahkan diri sendiri sedangkan kesepian lebih pada pada penghayatan kondisi sepi dan sendirian serta isolasi sosial. Orang yang merasa kesepian tidak harus dalam kondisi sendiri, tetapi di tengah keramaian juga akan merasakan kesepian. Rasa ini banyak yang tidak tahu sama sekali penyebabnya.

    Apa yang Terjadi Jika Seseorang Mengalami Kesepian Bahkan Berkepanjangan?

    Pandemi Covid-19 yang belum diketahui dengan pasti kapan berakhirnya tentunya akan dapat menyebabkan seseorang mengalami kesepian yang cukup panjang. Hal ini tentu saja akan memberikan dampak negatif pada tubuh seperti berpikiran buruk terus-menerus, dan mengalami masalah tidur serta interaksi dengan orang lain.

    Baca Juga: Gangguan Kesehatan Jiwa, dari Penyebab Hingga Cara Mengatasi

    Hal-hal tersebut tentu saja tidak bisa dilihat secara langsung oleh orang lain seperti halnya orang yang tengah menderita kesehatan fisik. Pada akhirnya kebanyakan orang akan menilai bahwa yang bersangkutan baik-baik saja, dan tidak ada kepedulian lagi setelahnya untuk memberikan pertolongan. Sebab, jika dibiarkan hal ini dapat memberikan dampak yang cukup negatif bagi diri sendiri dan orang lain.

    Lalu Bagaimana Caranya?

    Berikut ini adalah beberapa cara untuk membantu mengatasi kesepian di tengah pandemi yang dapat Sahabat coba ke diri sendiri dan orang lain.

    Buat Waktu Berkualitas untuk Diri Sendiri

    Membuat waktu berkualitas untuk diri sendiri me time quality adalah satu cara untuk dapat mengatasi kesepian di masa pandemi. Cara yang bisa dilakukan adalah melakukan meditasi atau perenungan terhadap diri selama setengah jam atau satu jam. Lakukanlah secara perlahan, mulai dari hitungan menit lalu meningkat jadi belasan menit.

    Selain itu, Sahabat s harus dapat mengenali diri sendiri secara perlahan dan utuh sehingga hal ini dapat membuat diri rileks dan nyaman. Caranya adalah luangkan waktu jeda dengan tidak melakukan apa-apa sama sekali. Hal ini akan dapat memunculkan memori-memori di masa silam dan imajinasi masa depan yang menakutkan. Sahabat bisa memberikan analisis cara untuk mencegah dan mengatasinya.

    Lakukan Hal-hal yang Membuat Bahagia

    Cara melawan kesepian sebenarnya cukup sederhana tapi banyak orang yang tidak menyadarinya, yaitu menciptakan rasa kebahagiaan. Hal tersebut sebenarnya bisa dilakukan saat Sahabat melakukan hal-hal yang menurut Sahabat menyenangkan.

    Baca Juga: Manfaat Belanja Online untuk Menghilangkan Stres Karena Pandemi Covid-19

    Apabila Sahabat menyukai kegiatan yang bersifat visual seperti menggambar dan melukis, lakukan saja jika hal tersebut benar-benar dapat menciptakan rasa bahagia untuk mengusir rasa kesepian yang timbul. Sebab, ada aspek kegembiraan yang lama hilang di dalamnya. Hal ini setidaknya untuk menghindari juga perasaan ikut-ikutan terhadap hal-hal baru yang belum bisa dikuasai karena jika ikut-ikutan, Sahabat malah akan menjadi stres sehingga Sahabat malah tidak menjadi bahagia.

    Berkomunikasi Secara Online dengan Teman

    Apabila Sahabat butuh teman bicara karena merasakan kesepian di tengah pandemi, Sahabat juga bisa melakukan komunikasi secara online dengan teman dekat atau keluarga. Ketika Sahabat bisa berkomunikasi meski secara online, Sahabat akan merasakan energi positif bagi tubuh.

    Meningkatkan Aktivitas Fisik

    Melawan kesepian juga dilakukan dengan melakukan dan meningkatkan aktivitas-aktivitas fisik seperti berolahraga. Ketika Sahabat melakukannya ada efek menyenangkan yang didapat setelah selesai dengan hal tersebut.

    Efek menyenangkan itu sangat bagus tak hanya untuk kesehatan fisik tetapi juga untuk kesehatan mental. Untuk hal ini Sahabat bisa melakukannya secara perlahan setiap harinya, dan catat setiap kemajuan yang ada.

    Memelihara Hewan

    Memelihara hewan juga dapat menjadi terapi untuk melawan kesepian karena hewan yang dipelihara itu bisa menjadi teman interaksi. Meski begitu, Sahabat disarankan untuk selektif dalam memiliki hewan peliharaan.

    Untuk masa pandemi ini, hewan yang dianjurkan dipelihara adalah dari kelompok mamalia seperti kucing dan anjing karena hewan-hewan ini juga bisa memberikan feedback secara emosional kepada Sahabat. Sedangkan untuk kelompok reptil tidak disarankan karena reptil tidak mempunyai emosi yang berkembang.

    Hindari Media Sosial

    Banyak orang yang merasa kesepian, stres, dan depresi justru melarikan dirinya ke media sosial sebagai obat penenang. Alih-alih mendapatkan ketenangan, justru hal-hal negatif yang akan Sahabat dapatkan. Sebab, media sosial malah menjadi ajang pamer dan membanding-bandingkan kondisi. Tentu hal tersebut belum dapat diterima semua orang termasuk Sahabat.

    Apa yang Harus Dilakukan Jika Kesepian yang Sahabat Alami Menjadi Kronis?

    Apabila Sahabat benar-benar mengalami hal yang demikian, disarankan untuk segera menghubungi psikolog demi menjalani konsultasi dan terapi yang sesuai dengan kondisi yang dialami Sahabat. Setidaknya, mereka akan membantu Sahabat dalam permasalahan ini.

    Baca Juga: 7 Kiat Mengelola Stres Kapan Terbeban Covid-19 Berakhir

    Itulah beberapa cara mengatasi kesepian di tengah pandemi yang bisa Sahabat lakukan ketika mengalami kesepian. Sahabat juga konsultasi mengenai perasaan kesepian ini di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Cara Mengatasi Kesepian, Mulai dari Kenali Diri Sendiri [Internet]. gaya hidup. 2021 [cited 1 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210202151125-284-601368/cara-mengatasi-kesepian-mulai-dari-kenali-diri-sendiri
    2. Kesepian, Pemantik Masalah Kesehatan Mental [Internet]. gaya hidup. 2021 [cited 1 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210205195232-260-602939/kesepian-pemantik-masalah-kesehatan-mental
    3. Pandemi Bikin Orang Merasa Kesepian, Gangguan Mental? : Okezone Tren [Internet]. https://www.okezone.com/. 2021 [cited 1 March 2021]. Available from: https://www.okezone.com/tren/read/2020/11/02/620/2302789/pandemi-bikin-orang-merasa-kesepian-gangguan-mental
    Read More
  • Setahun sudah pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Dalam satu tahun tersebut tercatat pasien terinfeksi hingga Selasa, 2 Maret 2020 mencapai 1.347.026 kasus, dengan perincian jumlah kasus sembuh sebanyak 1.160.863 orang, dan meninggal 36.518 orang. Selama setahun terakhir pemerintah telah menetapkan beberapa kebijakan, seperti pemberlakuan protokol kesehatan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dan kebijakan bekerja dari rumah. Baca Juga: Pemerintah Meminta Masyarakat […]

    Setahun Covid-19 di Indonesia Ditandai dengan Munculnya Varian Baru Virus dari Inggris

    Setahun sudah pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Dalam satu tahun tersebut tercatat pasien terinfeksi hingga Selasa, 2 Maret 2020 mencapai 1.347.026 kasus, dengan perincian jumlah kasus sembuh sebanyak 1.160.863 orang, dan meninggal 36.518 orang. Selama setahun terakhir pemerintah telah menetapkan beberapa kebijakan, seperti pemberlakuan protokol kesehatan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dan kebijakan bekerja dari rumah.

    setahun covid-19 di Indonesia, setahun corona di Indonesia

    Baca Juga: Pemerintah Meminta Masyarakat Menggunakan Masker N95 Saat di Rumah Sakit

    Namun sejauh ini usaha yang dilakukan oleh pemerintah tersebut belum berjalan maksimal, misalnya kebijakan protokol kesehatan. Berdasarkan pantauan dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) yang dilansir dari Liputan6.com, ternyata masyarakat Indonesia tidak bisa melakukan jaga jarak dengan maksimal.

    Selain protokol kesehatan yang masih kurang, angka tes Covid-19 di Indonesia juga belum memenuhi standar World Health Organization (WHO). Tercatat hanya 26,7% warga saja yang dites dari keseluruhan penduduk Indonesia yang berjumlah 270 juta jiwa. Berdasarkan data tersebut seharusnya setiap pekan terdapat 270.000 orang yang diperiksa.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Hal lainnya adalah beredarnya info yang kurang valid mengenai virus Covid-19 sehingga masyarakat menganggap remeh virus ini, dan liburan panjang di akhir pekan serta akhir tahun,  membuat jumlah penderita terus bertambah dan tenaga kesehatan kewalahan dalam menangani pasien.

    Pemerintah lantas menggalakkan kebijakan vaksinasi Covid-19 sebagai cara untuk mempercepat pemulihan ekonomi pada awal tahun 2021. Vaksinasi diharapkan dapat membantu mencegah virus secara optimal. Namun, epidemiolog menilai langkah pemerintah ini tidak akan tercapai jika tidak diikuti dengan protokol kesehatan.

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Berakhir?

    Dapat disimpulkan bahwa penanganan Covid-19 di Indonesia masih harus diperbaiki lagi. Apalagi terdapat laporan bahwa dua kasus mutasi virus dari Inggris sudah ada di Indonesia. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono, pada Selasa, 2 Maret 2021 atau tanggal tepat ditemukannya mutasi virus Covid 19 di Indonesia.

    Hal itu ia utarakan dalam acara “Inovasi Indonesia untuk Indonesia Pulih Pasca Pandemi”. Seperti dilansir dari Kompas.com, mutasi virus Covid 19 yaitu B.1.1.7 mempunyai daya penularan hingga 70% daripada virus Covid-19 dari Wuhan, Cina.

    Sejauh ini virus tersebut sudah menyebar di 33 negara, dan belum dapat dipastikan apakah berdampak buruk terhadap vaksinasi Covid-19 yang sudah dilakukan. Dengan adanya varian baru virus Covid-19, diperlukan penanganan yang lebih baik dan membutuhkan kerja sama dari semua pihak agar Indonesia dapat segera keluar dari pandemi.

    Baca Juga: Mutasi Virus Corona yang Perlu Sahabat Tahu

    Itulah mengenai setahun Covid-19 di Indonesia yang ditandai dengan munculnya varian virus yang mempunyai daya penularan lebih tinggi.

    Sahabat Sehat di rumah, sebaiknya tetap menjalankan perilaku 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan serta membatasi mobilisasi atau interaksi) dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta jangan lupa untuk deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Pramudiarja A. Wamenkes Laporkan 2 Kasus Pertama Mutasi Corona B117 di Indonesia [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5477409/wamenkes-laporkan-2-kasus-pertama-mutasi-corona-b117-di-indonesia
    2. Media K. Wamenkes: Ditemukan 2 Kasus Mutasi Virus Corona dari Inggris di RI [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2021/03/02/12043751/wamenkes-ditemukan-2-kasus-mutasi-virus-corona-dari-inggris-di-ri
    3. Indonesia C. Varian Baru Corona B117 Menyebar, Kini Gegerkan AS [Internet]. teknologi. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210209134601-199-604147/varian-baru-corona-b117-menyebar-kini-gegerkan-as
    4. Indonesia C. Setahun Pandemi, Indonesia Hanya Tes Covid 2,67 Persen Warga [Internet]. nasional. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210302075713-20-612464/setahun-pandemi-indonesia-hanya-tes-covid-267-persen-warga
    5. Harsono F. Setahun COVID-19 di Indonesia, Kala 3M Masih Sebatas Kampanye [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/4495740/setahun-covid-19-di-indonesia-kala-3m-masih-sebatas-kampanye
    6. Rakyat P. Jangan Lengah, Epidemiolog Soal Vaksin Covid-19: Ada Profesor hingga Tenaga Kesehatan yang Ragu-Ragu – Pikiran-Rakyat.com [Internet]. Pikiran-Rakyat.com. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-011281664/jangan-lengah-epidemiolog-soal-vaksin-covid-19-ada-profesor-hingga-tenaga-kesehatan-yang-ragu-ragu
    7. UPDATE Kasus Corona 2 Maret: Pasien Positif Tambah 5.712, Sembuh 8.948, Meninggal 193 – Tribunnews.com [Internet]. Tribunnews.com. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://www.tribunnews.com/corona/2021/03/02/update-kasus-corona-2-maret-pasien-positif-tambah-5712-sembuh-8948-meninggal-193
    Read More
  • Masker sudah menjadi bagian gaya hidup dari banyak orang di seluruh dunia saat pandemi Corona ini. Hal ini karena masker berfungsi untuk mencegah penularan virus dan memakai masker menjadi sebuah keharusan untuk setiap orang saat beraktivitas di luar rumah. Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya Keberadaan masker sebagai salah satu benda wajib […]

    Kalung Tali Masker di Masa Pandemi Corona, Adakah Manfaatnya?

    Masker sudah menjadi bagian gaya hidup dari banyak orang di seluruh dunia saat pandemi Corona ini. Hal ini karena masker berfungsi untuk mencegah penularan virus dan memakai masker menjadi sebuah keharusan untuk setiap orang saat beraktivitas di luar rumah.

    kalung tali masker, manfaat kalung tali masker

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

    Keberadaan masker sebagai salah satu benda wajib ini ternyata juga membuat beberapa orang berinovasi. Baru-baru ini, muncul tren penggunaan tali masker yang dikaitkan dengan sebuah kalung. Tujuan aksesoris ini adalah agar masker dapat dengan mudah dilepas dan kemudian digantung di dekat dada, terutama saat makan dan minum.

    Namun, dari sisi medis, ternyata tren kalung tali masker ini tidak dianjurkan oleh Satgas Covid-19. Seperti dilansir dari CNBC Indonesia, juru bicara Satgas Covid-19, Profesor Wiku Adisastomo menyatakan bahwa penggunaan kalung tali masker berpotensi menurunkan fungsi masker sebagai penangkal virus.

    Ia menjelaskan bahwa pemakaian kalung pada masker malah akan mengurangi sifat higienis masker karena bagian dalam masker sudah terkontaminasi saat seseorang berbicara, batuk atau bersin. Apabila bagian dalam yang sudah terkontaminasi droplet ini dibiarkan di ruang terbuka, potensinya cukup besar untuk menginfeksi orang lain.

    Produk Terkait: Jual Masker Medis

    Hal serupa diungkapkan oleh Ketua Bidang Penanganan Satgas Covid-19, Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander K. Ginting. Ia mengatakan ketika kalung tali masker diturunkan, tentunya masker akan mengenai baju dan hijab yang berpotensi menyebarkan virus, sehingga penggunaan kalung tali masker sangat tidak dianjurkan. Apalagi, pemakaian kalung tali masker ini sering dilepas-pasang yang dapat menyebabkan virus menempel di permukaan, hidung, dan mata apabila disentuhkan pada wajah melalui tangan yang terkontaminasi.

    Bagaimana Pandangan dari Ahli?

    Seperti dilansir dari Kompas.com, dokter umum yang juga merupakan kandidat PhD bidang Medical Science di Kobe University, Adam Prabata, menyatakan bahwa tali masker yang dikaitkan dengan kalung cukup berpotensi menimbulkan kontaminasi silang akibat droplet yang dapat menempel ke area dalam masker.

    Baca Juga: Masker, Ampuhkah Lawan Corona?

    Lalu, Seperti Apa Seharusnya Menyimpan Masker yang Benar saat Hendak Makan dan Minum?

    Ketika Sahabat hendak makan dan minum, tentu masker harus dilepas, namun cara terbaik sebenarnya adalah dengan disimpan, bukan digantung atau dikalungkan. Dilansir dari Detikcom, Anne Liu, ahli penyakit menular di Stanford Health Care mengatakan sebaiknya masker disimpan dalam plastik kedap udara.

    Oleh karena itu, Sahabat harus menyediakan kantong plastik dengan klep penutup berkedap udara. Selain kantong plastik, Sahabat juga disarankan membawa kantong kertas cokelat sebagai tempat menyimpan masker dengan aman jika berada di luar rumah. Yang paling penting untuk diperhatikan adalah saat melepas masker, pastikan tangan tidak menyentuh bagian luar masker dan sebelum melepas usahakan tangan dibersihkan dengan mencuci tangan terlebih dahulu.

    Baca Juga: Seperti Inilah Cara Melepas Masker dengan Benar

    Itulah Sahabat Sehat mengenai kalung tali masker yang ternyata tidak disarankan dan kurang bermanfaat. Oleh karena itu, Sahabat harus tetap memakai masker sesuai prosedur yang benar. Apabila Sahabat perlu informasi lebih lanjut mengenai masker dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Hastuti R. Ngetren Gantungan Masker, Satgas Covid Ingatkan Bahaya Ini [Internet]. lifestyle. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20210225192809-33-226241/ngetren-gantungan-masker-satgas-covid-ingatkan-bahaya-ini
    2. Media K. Satgas Covid-19 Sebut Kalung Tali Masker Berbahaya, Ini Alasannya Halaman [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/02/25/070000023/satgas-covid-19-sebut-kalung-tali-masker-berbahaya-ini-alasannya?page=all
    3. Azizah K. Pakai Tali Masker Berisiko, Begini Cara Aman Simpan Masker [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5435285/pakai-tali-masker-berisiko-begini-cara-aman-simpan-masker
    Read More
  • Menikah di tengah pandemi memberikan tantangan tersendiri bagi para calon pengantin. Mulai dari pro-kontra nikah secara online atau virtual wedding sampai dengan susunan acara dan teknis pelaksaannya yang harus dirombak mengikuti protokol kesehatan. Namun, semua itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 yang lebih luas. Terlepas dari tantangan pernikahan online yang akan dihadapi, mari simak bagaimana hukum […]

    Virtual Wedding di Tengah Pandemi, Bagaimana Hukum dan Keuntungannya?

    Menikah di tengah pandemi memberikan tantangan tersendiri bagi para calon pengantin. Mulai dari pro-kontra nikah secara online atau virtual wedding sampai dengan susunan acara dan teknis pelaksaannya yang harus dirombak mengikuti protokol kesehatan. Namun, semua itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 yang lebih luas. Terlepas dari tantangan pernikahan online yang akan dihadapi, mari simak bagaimana hukum nikah online dan apa saja keuntungannya?

    virtual wedding di tengah pandemi

    Baca Juga: Serba-serbi Protokol Kesehatan Pernikahan di Tengah Pandemi

    Bagaimana Hukum Nikah Secara Online Saat Pandemi Covid-19?

    Pernikahan adalah momen pengikatan janji suci nikah yang dilaksanakan oleh dua orang untuk meresmikan ikatan perkawinan secara agama, hukum dan sosial. Pernikahan memiliki beberapa rukun dan syarat yang akan mempengaruhi sah atau tidaknya pernikahan tersebut. Nah, apakah menikah secara online dapat memenuhi rukun dan syarat pernikahan? Ini penjelasannya.

    Ada 5 rukun nikah yang telah disepakati oleh para ulama, yaitu adanya mempelai pria, ada mempelai wanita, ada wali nikah, ada ijab kabul dan adanya dua orang saksi. Saat ini dengan kemajuan teknologi, beberapa rukun nikah dapat dilakukan secara jarak jauh dengan dibantu teknologi. Misalnya, seperti mempelai pria yang mengucap ijab Kabul dengan tempat yang berjauhan dengan mempelai wanita, wali dan dua saksi.

    Namun, Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat memaparkan penjelasan perihal hukumnya menikah secara online, yaitu terdapat dua pendapat yang berbeda dari ulama mengenai sah atau tidaknya pernikahan yang dilaksanakan secara online. Meski terdapat perbedaan pandangan, para ulama menyaratkan penggunaan lafal nikah dalam ijab kabul. Lanjutnya, bahwa ada beberapa ulama yang tegas melarang pernikahan secara online, karena pernikahan merupakan akad sakral dan bukan hanya sekedar muamalah biasa sehingga perlu dihadiri secara langsung oleh kedua belah pihak dalam ruangan yang sama.

    Akan tetapi, ulama yang lain mengizinkan dengan syarat pernikahan online hanya dapat dilakukan apabila dalam kondisi darurat. Seperti salah satu calon mempelai sedang masa isolasi tetapi sudah melakukan persiapan pernikahan atau salah satu mempelai terjebak di negara lain yang sedang melakukan lockdown sehingga tidak dapat pulang ke tanah air, maka pernikahan secara online dapat dilaksanakan.

    Pernikahan online

    Saat ini menggelar acara pernikahan akan terasa berbeda dari acara pernikahan pada umumnya. Meski begitu, masih ada acara lain yang dapat kalian tempuh seperti melaksanakan acara pernikahan secara online atau virtual wedding. Pelaksaan virtual wedding pun hanya dengan memanfaatkan teknologi yang ada seperti video call, sehingga tamu undangan tetap dapat melihat prosesi acara dan pasangan mempelai yang sedang berbahagia.

    Baca Juga: Persiapan Menikah di Tengah Corona Seperti Apa?

    Walaupun begitu, tentu saja tetap akan terasa seperti ada yang kurang karena melakukan pernikahan tidak seperti biasanya. Akan tetapi, hal tersebut dapat diminimalisir dengan memaksimalkan acaranya, yaitu dengan tetap menggunakan busana pernikahan impian kalian, mengundang orang-orang terdekat, mengucapkan janji pernikahan dengan lantang dan melakukan dansa pernikahan. Intinya semakin kalian menormalkan suasana pernikahan, maka sesuatu yang kurang itu akan semakin tidak terasa dan tertutupi oleh kebahagiaan yang kalian lakukan.

    Keuntungan Melaksanakan Pernikahan Online

    Pernikahan online banyak dilakukan oleh pasangan pada saat pandemi. Hal ini boleh dilakukan meskipun harus tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat. Kemudian, ada beberapa keuntungan bila melaksanakan pernikahan secara online, antara lain:

    • Katering Lebih Murah

    Umumnya katering merupakan salah satu yang paling besar anggarannya, karena sangat bergantung pada tamu yang diundang. Namun, karena saat ini sedang pandemi maka kalian wajib mengikuti protokol kesehatan dengan membatasi jumlah tamu undangan yang hadir dalam acara pernikahan. Artinya, tentu saja jumlah makanan yang harus disediakan tidak perlu sebanyak sebelumnya. Tetapi, apabila kalian memang memiliki anggaran yang cukup maka kalian dapat mengubah menu makanan sebelumnya dengan yang lebih “mewah” dengan porsi sesuai dengan jumlah tamu undangan berdasarkan prosedur protokol kesehatan.

    • Souvenir Anti Mainstream

    Kipas, gantungan kunci, gelas, dan pajangan lainnya sudah sangat umum ditemukan di acara pernikahan sebelum pandemi. Namun, suasana pandemi ini sebetulnya dapat kalian gunakan untuk memberikan souvenir anti mainstream seperti masker, hand sanitizer, sabun kertas dan alat perlindungan diri lainnya. Selain sangat berguna untuk para tamu, souvenir seperti ini juga dapat menolong perekonomian UMKM.

    • Undangan Virtual

    Kalian tidak perlu lagi repot mencetak dan menyebar undangan kepada calon tamu undangan. Selain untuk menghemat anggaran, hal ini juga dilakukan untuk meminimalisir potensi penularan dan menghemaat waktu juga tenaga. Kalian cukup dengan membuat desain undangan digital dan membagikannya dengan cara virtual, bisa melalui whatsapp, line, telegram, hingga upload di sosial media seperti Instagram maupun facebook.

    • Amplop Virtual

    Gunakan cashless demi mengurangi risiko penyebaran virus, sangat dianjurkan bagi kalian yang ingin menyelenggarakan pernikahan untuk tidak menerima “uang kondangan” dalam bentuk cash. Namun, kalian tidak perlu khawatir karena teknologi sekarang sudah mendukung untuk membantu kamu menerima amplop dalam bentuk virtual hanya dengan scan barcode.

    • Suasana Intimatedengan Tamu

    Momen ini dapat anda manfaatkan untuk mengenal lebih dekat dengan anggota keluarga dari kedua belah pihak. Anda dapat menggunakan konsep garden party dan kedua pengantin dapat berkeliling menyapa tamu undangan dengan santai.

    • Live Streaming

    Dengan jumlah tamu yang terbatas, tidak akan jadi halangan bagi kerabat yang ingin menyaksikan hari bahagiamu. Kamu dapat melakukan siaran online melalui zoom, skype, youtube, live Instagram, atau video streaming lainnya. Namun kalian juga perlu memilih aplikasi terbaik yang dapat menjangkau banyak orang serta memiliki suara dan gambar yang lebih bagus.

    Kalian juga perlu memperhatikan koneksi internet yang akan dipakai nantinya. Maka, sebelum memutuskan ada baiknya kamu mencari-cari informasi terlebih dahulu mengenai aplikasi dan provider mana yang lebih baik digunakan saat virtual wedding.

    • Anggaran Dapat Dialokasikan ke Hal Lain

    Setelah hal-hal diatas telah membuat kalian cukup menghamat anggaran, maka anggaran sisa dari target anggaran awal dapat kalian alokasikan ke hal lain. Misalnya seperti dokumentasi, kalian dapat menggunakan jasa dokumentasi yang lebih professional agar moment pernikahan kamu dapat terdokumentasikan dengan baik. Sebagai tambahan DP Rumah, investasi, atau pun untuk ber-bulan madu.

    Meskipun telah diperbolehkan dimata hukum dan didukung dengan banyaknya keuntungan yang didapat bila melaksanakan virtual wedding, tidak ada salahnya jika kita mengantisipasi disi dan keluarga lebih awal dengan melakukan vaksinasi pranikah plus rapid antigen sebelum melaksanakan pesta pernikahan. Karena dengan melakukan vaksinasi, tentunya Sahabat akan lebih aman dan lebih nyaman dalam bergaul dengan para tamu undangan sehingga siap nikah.

    Baca Juga: Siap Nikah? Lakukan 5 Persiapan Kesehatan Ini

    Kini sahabat tidak perlu khawatir untuk melakukan vaksinasi di luar, karena Prosehat telah memiliki layanan vaksinasi pranikah di rumah. Layanan vaksinasi pranikah di rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. id. 2021. Hukum Nikah Online di Tengah Pandemi Covid-19 | Republika ID. [online] Available at: <https://www.republika.id/posts/12962/hukum-nikah-online-di-tengah-pandemi-covid-19> [Accessed 25 February 2021].
    2. Wedding Market Artikel. 2021. Menggelar Virtual Wedding Di Tengah Pandemi • Wedding Market Artikel. [online] Available at: <https://weddingmarket.com/artikel/menggelar-virtual-wedding> [Accessed 25 February 2021].
    3. MONEY, S., 2021. [online] http://smart-money.co. Available at: <https://smart-money.co/perencanaan-keuangan/keuntungan-menikah-di-tengah-pandem> [Accessed 25 February 2021].
    4. 2021. Panduan Susunan Acara Pernikahan di Masa Pandemi. [online] Available at: <https://www.loket.com/blog/susunan-acara-pernikahan> [Accessed 25 February 2021].

     

     

    Read More
  • Bagi orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 melalui pemeriksaan rapid antigen dapat dirujuk ke rumah sakit darurat seperti Wisma Atlet untuk isolasi mandiri, namun tentunya melalui berbagai tahapan. Seperti dilansir dari CNN Indonesia, anggota bidang tracking Satgas Covid-19, Masdalina Pane, menyebutkan tahapan tersebut dimulai dari orang yang berstatus sebagai kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Baca […]

    Positif Covid-19 melalui Rapid Antigen Bisa Isolasi Mandiri di Rumah Sakit Darurat

    Bagi orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 melalui pemeriksaan rapid antigen dapat dirujuk ke rumah sakit darurat seperti Wisma Atlet untuk isolasi mandiri, namun tentunya melalui berbagai tahapan. Seperti dilansir dari CNN Indonesia, anggota bidang tracking Satgas Covid-19, Masdalina Pane, menyebutkan tahapan tersebut dimulai dari orang yang berstatus sebagai kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

    positif covid-19 melalui rapid antigen

    Baca Juga: WHO Mewajibkan Penggunaan Pulse Oximeter untuk Pasien Covid-19

    Begitu dinyatakan sebagai orang yang memiliki kontak erat, pemerintah akan melakukan pemeriksaan menggunakan rapid antigen. Jika hasilnya positif, orang dengan status kontak erat tersebut akan melakukan tes PCR swab 24 jam kemudian. Jika kembali positif, yang bersangkutan harus menjalani isolasi mandiri.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Untuk isolasi ini juga tergantung gejalanya. Apabila tanpa gejala hingga begejala ringan, boleh isolasi mandiri di rumah. Namun, jika gejala yang dialami sedang, orang dengan kontak erat tersebut akan dirujuk ke rumah sakit darurat seperti Wisma Atlet. Jika gejalanya berat, harus dirawat di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit rujukan Covid-19.

    Namun apabila orang dengan kontak erat tersebut menunjukkan hasil negatif pada pemeriksaan rapid antigen, yang bersangkutan tetap harus menjalani isolasi mandiri selama 5 hari. Di hari kelima, mereka harus dilakukan pemeriksaan swab PCR. Apabila negatif, ia sudah tidak perlu lagi menjalankan isolasi mandiri.

    Baca Juga: Isolasi Mandiri Covid-19 di Fasilitas Pemerintah dan Pengajuannya

    Usaha pelacakan kontak erat melalui rapid antigen berhubungan dengan upaya pemerintah mengoptimalkan penggunaan rapid antigen sebagai salah satu tes untuk mendeteksi kasus positif Covid-19. Hal tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 446 Tahun 2021, dan diharapkan akan menambah jumlah kontak erat yang dapat diperiksa dalam satu kasus positif dari 5-10 orang menjadi 20-30 orang.

    Alasan pengoptimalan karena masih terbatasnya pemeriksaan melalui swab PCR sebagai pemeriksaan paling akurat untuk Covid-19 di Indonesia. Hal itu diakibatkan juga masih terbatasnya jumlah laboratorium PCR di seluruh Indonesia. Pengoptimalan rapid antigen ini nantinya akan disebar ke seluruh puskesmas di Tanah Air, dan gratis.

    Optimalisasi rapid antigen ini akan difokuskan pada 98 kabupaten/kota yang sedang melaksanakan PPKM, dan pemberlakuan rapid antigen di puskesmas hanya untuk kepentingan epidemiologi sehingga tetap terpisah dengan tes antigen untuk screening sebagai sebuah syarat perjalanan.

    Baca Juga: 6 Alasan Pentingnya Rapid Swab Antigen yang Perlu Sahabat Ketahui

    Itulah tahapan mengenai pasien positif Covid-19 melalui rapid antigen yang bisa dirujuk ke rumah sakit darurat covid seperti Wisma Atlet. Semoga upaya pemerintah dalam menemukan kontak erat ini dapat berjalan optimal sehingga kasus positif Covid-19 dapat dikurangi secara maksimal.

    Yuk, Sahabat Sehat mari bantu pemerintah dengan deteksi rapid antigen di Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Mediatama G. Pemerintah akselerasi pemeriksaan Covid-19 dengan rapid antigen [Internet]. kontan.co.id. 2021 [cited 23 February 2021]. Available from: https://nasional.kontan.co.id/news/pemerintah-akselerasi-pemeriksaan-covid-19-dengan-rapid-antigen
    2. Indonesia C. Tahapan Pasien Positif Antigen Dirujuk ke RS Wisma Atlet [Internet]. nasional. 2021 [cited 23 February 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210222192450-20-609522/tahapan-pasien-positif-antigen-dirujuk-ke-rs-wisma-atlet
    Read More

Showing 11–20 of 67 results

Chat Asisten Maya
di Prosehat.com