Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Bagaimana Penderita TBC Menghadapi Covid-19 dan Bolehkah Divaksin Covid 19?

TBC atau tuberkulosis merupakan salah satu jenis penyakit paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Di Indonesia, TBC merupakan penyakit dengan kasus penyebaran yang tinggi.

penderita TBC menghadapi Covid-19

Baca Juga: Bahaya TB pada Anak yang Perlu Sahabat Ketahui

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, dr. Wiendra Waworuntu mengungkapkan bahwa Indonesia adalah negara dengan kasus TBC terbesar ketiga di dunia setelah India dan Cina.

Kemudian berdasarkan data Kementerian Kesehatan terbaru seperti yang diungkapkan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung dr. Siti Nadia Tarmizi pada Selasa, 23 Maret 2021, estimasi jumlah kasus TBC di Indonesia pada 2020 mencapai 845.000. Namun sepanjang 2020 tersebut hanya ditemukan sekitar 349.000-350.00 kasus.

Angka kematian akibat TBC terbilang cukup tinggi, diperkirakan 13 orang per jam meninggal karena TBC. Di masa pandemi Covid-19 para penderita TBC harus lebih waspada karena baik TBC maupun Covid-19 adalah penyakit yang dapat ditularkan melalui cipratan air liur (droplet), dan rentan menyerang anak, lansia serta penderita gangguan kronis paru.

Gejala TBC hampir mirip dengan Covid-19, yaitu batuk, demam, hingga lemas. Meski demikian terdapat beberapa perbedaan, yaitu pada kondisi TBC tidak mengalami nyeri kepala maupun gangguan penciuman dan pengecap.

Kedua penyakit tersebut sama-sama menyerang saluran pernapasan, sehingga penderita TBC menjadi lebih rentan terserang Covid-19. Bagaimana cara penderita TBC menjaga kesehatan di masa pandemi Covid 19? Mari kita simak penjelasan berikut :

Cara Penderita TBC Menghadapi Pandemi Covid-19

Minum Obat Secara Teratur

Para penderita TBC disarankan untuk minum obat sesuai jadwal agar tetap menjaga daya tahan tubuh hingga dinyatakan sembuh.

Menerapkan Protokol Kesehatan

Di masa pandemi, para penderita TBC disarankan untuk tetap kontrol ke dokter agar diketahui perkembangan kondisinya.

Terapkan protokol kesehatan pada saat beraktivitas di luar rumah maupun ketika kontrol ke dokter, meliputi mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, mengenakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi serta interaksi.

Baca Juga: Cara Penderita Hipertensi Menghadapi Covid-19

Menerapkan Etika Batuk yang Tepat

Agar tidak menularkan penyakit dan mencegah tertular penyakit maka penderita TBC perlu menerapkan etika batuk yang tepat ketika batuk maupun bersin, yaitu:

  • Mengenakan masker
  • Tutup mulut dan hidung dengan lengan atas bagian dalam.
  • Tutup mulut dan hidung menggunakan tisu sekali pakai, dan buang di tempat sampah.
  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama kurang lebih 20 detik.

Gunakan Layanan Konsultasi Kesehatan Online

Penderita TBC dapat menggunakan layanan konsultasi kesehatan online untuk tetap menjaga kesehatan selama masa pandemi sehingga memudahkan dalam mendapatkan penanganan secara medis.

Apakah Penderita TBC Boleh Divaksinasi Covid-19?

Pada awalnya, para penderita TBC tidak diperkenankan mendapatkan vaksinasi Covid-19 karena TBC merupakan salah satu penyakit komorbid yang kronis. Jika diberikan vaksin, dikhawatirkan berpotensi menimbulkan efek samping.

Namun berdasarkan peraturan terbaru mengenai pemberian vaksin, penderita TBC diperbolehkan diberikan vaksin Covid-19 dengan catatan kondisi penyakit telah terkendali, membawa surat keterangan layak vaksinasi dari dokter, dan sudah menjalani pengobatan TBC lebih dari 2 minggu.

Pemberian vaksin Covid-19 bagi penderita TBC diharapkan dapat memberikan perlindungan dan pencegahan terhadap infeksi Covid-19.

Baca Juga: Seperti Apa Syarat Penerima Vaksin Covid-19?

Bagi Sahabat Sehat yang menderita TBC namun khawatir keluar rumah, mari manfaatkan layanan berobat dan konsultasi online dari Prosehat sehingga Sahabat tetap merasa aman dan nyaman. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi:

  1. COVID-19 W. Waspada Tuberculosis di Tengah Pandemi, Ini Perbedaan dengan COVID-19 – Berita Terkini | Covid19.go.id [Internet]. covid19.go.id. 2021 [cited 24 March 2021]. Available from: https://covid19.go.id/p/berita/waspada-tuberculosis-di-tengah-pandemi-ini-perbedaan-dengan-covid-19
  2. Pasien TBC Harus Lebih Waspadai Corona [Internet]. Sehat Negeriku. 2021 [cited 24 March 2021]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20200324/0633499/pasien-tbc-harus-lebih-waspadai-corona/
  3. Yustiawan A. Penderita TBC Diminta Harus Lebih Mewaspadai Virus Corona Covid-19 [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 24 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/bola/read/4212442/penderita-tbc-diminta-harus-lebih-mewaspadai-virus-corona-covid-19
  4. COVID-19 W. Etika Batuk yang Baik – Masyarakat Umum | Covid19.go.id [Internet]. covid19.go.id. 2021 [cited 24 March 2021]. Available from: https://covid19.go.id/edukasi/masyarakat-umum/etika-batuk-yang-baik
  5. Alam S. Syarat Baru Vaksinasi, Ini yang Boleh dan Tak Boleh Disuntik Vaksin Corona [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 24 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5374231/syarat-baru-vaksinasi-ini-yang-boleh-dan-tak-boleh-disuntik-vaksin-corona
  6. Cara Sama Tanggulangi TBC dan COVID-19l [Internet]. Sehat Negeriku. 2021 [cited 24 March 2021]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/berita-utama/20210323/1937312/cara-sama-tanggulangi-tbc-dan-covid-19l/

Chat Asisten ProSehat aja