Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Author Archive for: dr Erika Gracia

dr Erika Gracia

About dr Erika Gracia

  • Di tengah pandemi COVID-19 terdapat berbagai himbauan yang berlaku, salah satunya adalah agar masyarakat tetap di rumah dan menghindari pusat keramaian, serta mengurangi jumlah kunjungan ke rumah sakit bila kondisi tidak gawat darurat. Hal ini mungkin bisa menjadi dilema apakah perlu membawa Si Kecil untuk melakukan imunisasi di rumah sakit atau tidak.1 Imunisasi adalah suatu […]

    Efektivitas Imunisasi Drive Thru

    Di tengah pandemi COVID-19 terdapat berbagai himbauan yang berlaku, salah satunya adalah agar masyarakat tetap di rumah dan menghindari pusat keramaian, serta mengurangi jumlah kunjungan ke rumah sakit bila kondisi tidak gawat darurat. Hal ini mungkin bisa menjadi dilema apakah perlu membawa Si Kecil untuk melakukan imunisasi di rumah sakit atau tidak.1

    Imunisasi adalah suatu upaya untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit sampai batas optimal, sehingga bila suatu saat terpapar dengan penyakit tersebut, tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Tujuan dari program imunisasi adalah untuk menurunkan angka kesakitan, kecacatan, dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi seperti TBC, Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B, Polio, dan Campak. Dalam mengambil keputusan, kita perlu menimbang risiko dan manfaatnya. Manfaat dari imunisasi sendiri tergolong besar terutama bagi bayi dan anak dibawah 18 bulan serta jadwal imunisasi dasar pada usia tersebut yang cukup padat. Jadwal imunisasi telah disusun oleh para ahli agar vaksin diberikan sebelum Si Kecil dalam usia yang berisiko tinggi terkena penyakit tersebut, maka sebaiknya vaksinasi tetap dilakukan sesuai dengan jadwal yang ada. Apabila banyak bayi dan balita tidak mendapat imunisasi dasar lengkap, akan memungkinkan terjadi wabah penyakit lain yang bisa mengakibatkan anak sakit berat, cacat, atau meninggal.2,3

    Untuk menurunkan risiko paparan terhadap virus pada anak yang akan melakukan imunisasi terdapat beberapa hal yang diterapkan saat ini, seperti mengatur jadwal kedatangan agar anak tidak banyak berkumpul terlalu lama, memisahkan ruang pelayanan untuk anak sakit dan anak sehat di rumah sakit, sampai dilakukannya imunisasi drive thru. Menurut penelitian, pemberian imunisasi secara drive thru di tengah pandemik merupakan salah satu pilihan yang efektif karena dapat menjangkau lebih banyak cakupan dan dapat meminimalisir paparan terhadap kuman penyakit pada anak yang sehat. Namun, dalam pelaksanaan imunisasi drive thru juga harus tetap memegang prinsip pemberian imunisasi yang baik, yaitu sistem pencatatan dan penjadwalan imunisasi yang tepat, pengelolaan distribusi vaksin yang benar yaitu tersimpan pada suhu dan kondisi yang telah ditetapkan tanpa terganggu (2-8oC), cara pemberian dan dosis yang tepat sesuai dengan jenis vaksin yang diberikan, serta memerhatikan prinsip higienitas yang baik.4–6

    Berikut adalah tips aman untuk Mama dan Si Kecil dalam melaksanakan pemberian imunisasi dasar:

    • Melakukan perjanjian dengan penyedia jasa imunisasi sesuai dengan jadwal imunisasi Si Kecil.
    • Pastikan penyedia jasa yang terpercaya dan memerhatikan prinsip-prinsip pemberian imunisasi secara baik dan benar. Layanan ini juga tersedia di ProSehat.
    • Cukup satu orang saja yang mengantarkan Si Kecil imunisasi, tidak perlu beramai-ramai.
    • Menggunakan masker dan sering mencuci tangan, baik dengan air dan sabun maupun handrub berbahan dasar alkohol.
    • Melakukan physical distancing, yaitu menjaga jarak 1-2 meter dari orang lain, karena apabila seseorang batuk atau bersin terdapat percik renik yang mungkin mengandung virus yang bisa menyebar lalu terjatuh ke permukaan benda dalam radius sekitar 1 meter.
    • Setelah melakukan imunisasi, langsung pulang ke rumah dan usahakan tidak keluar rumah kecuali ada keperluan yang sangat penting. Sampai di rumah, segera mencuci tangan dengan air dan sabun, serta mengganti pakaian anak.
    • Di rumah tetap berikan Si Kecil ASI, makanan yang bergizi, menjauhi orang yang sedang sakit, pastikan juga Mama cuci tangan sebelum menyentuh bayi serta jangan mencium bayi.2,7

    Jika keadaan tidak memungkinkan karena alasan tertentu, imunisasi Si Kecil dapat ditunda 1 bulan. Terdapat juga program imunisasi catch-up bagi mereka yang tertinggal dari jadwal imunisasinya, sebaiknya imunisasi segera diberikan bila situasi memungkinkan. Pemberian vaksin juga diberikan selang 1 bulan karena rentang waktu yang dibutuhkan tubuh untuk merangsang pembentukan antibodi paling optimal dalam jarak 1 bulan.2,3

    Selain itu, bagi Anda yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis oleh: dr Erika Gracia 

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Advice for public [Internet]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
    2. Rekomendasi Imunisasi Anak pada Situasi Pandemi COVID-19 [Internet]. IDAI. Available from: http://www.idai.or.id/about-idai/idai-statement/rekomendasi-imunisasi-anak-pada-situasi-pandemi-covid-19
    3. Hamborsky J, Kroger A, Wolfe C. Epidemiology and Prevention of Vaccine-preventable Diseases. Centers for Disease Control and Prevention; 2015. 376 p.
    4. Gupta A, Evans GW, Heragu SS. Simulation and optimization modeling for drive-through mass vaccination – A generalized approach. Simulation Modelling Practice and Theory. 2013 Sep;37:99–106.
    5. Jadwal Imunisasi IDAI 2014 [Internet]. IDAI. Available from: http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-idai-2014
    6. Banks LL, Crandall C, Esquibel L. Throughput times for adults and children during two drive-through influenza vaccination clinics. Disaster Med Public Health Prep. 2013 Apr;7(2):175–81.
    7. CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/lab/index.html
    Read More
  • Terdapat beragam perubahan pola hidup yang harus dilakukan masyarakat akibat terjadinya pandemi COVID-19, salah satunya adalah anjuran cara berobat ke rumah sakit. Masyarakat dihimbau untuk mengurangi kunjungan ke rumah sakit untuk meminimalisir paparan terhadap virus bila tidak ada kondisi gawat darurat yang perlu penanganan segera dari dokter dan tenaga medis lainnya. Berikut akan dibahas mengenai […]

    Bagaimana Berobat Setelah Masa Pandemi Berakhir?

    Terdapat beragam perubahan pola hidup yang harus dilakukan masyarakat akibat terjadinya pandemi COVID-19, salah satunya adalah anjuran cara berobat ke rumah sakit. Masyarakat dihimbau untuk mengurangi kunjungan ke rumah sakit untuk meminimalisir paparan terhadap virus bila tidak ada kondisi gawat darurat yang perlu penanganan segera dari dokter dan tenaga medis lainnya. Berikut akan dibahas mengenai perubahan dalam cara berobat, apa saja yang akan terjadi setelah masa pandemi ini berakhir:

    1. Masyarakat akan lebih memanfaatkan fasilitas telemedicine

    Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo telah meminta masyarakat yang sedang sakit untuk memanfaatkan aplikasi kesehatan untuk berobat secara online (telemedicine). Dengan adanya layanan online, tidak semua orang yang sakit perlu dibawa berobat ke rumah sakit. Setelah masa pandemi ini berakhir, pola berobat atau konsultasi medis secara online diharapkan tetap mampu menjadi budaya baru di masyarakat. Mengingat tingginya paparan terhadap kuman penyakit di rumah sakit, pengobatan secara online juga yang memungkinkan Sobat untuk melakukan konsultasi dengan dokter tanpa perlu keluar dari rumah juga sudah terbukti merupakan pilihan yang efektif dan efisien. Berikut adalah hal-hal yang dapat dilakukan melalui konsultasi online:

    • Memberikan kemudahan untuk bertanya- jawab mengenai penanganan pertama sederhana yang bisa dilakukan sendiri di rumah, seperti pada kasus luka akibat terjatuh, batuk pilek biasa, diare, gigitan serangga, dan lain-lain.
    • Menjawab pertanyaan dengan tepat seputar penyakit dan pengobatan yang sedang atau sudah selesai dijalani sebelumnya.
    • Mempermudah pasien untuk mengetahui hasil laboratorium dengan cepat dan tepat.
    • Memberikan saran mengenai kunjungan ke spesialisasi bidang kedokteran yang sesuai dengan penyakit yang dialami.

    Pelayanan kesehatan secara online ini juga akan sangat bermanfaat khususnya bagi pasien dengan mobilitas rendah yang membutuhkan pelayanan dalam jangka panjang seperti pasien penderita sakit kronis (hipertensi, diabetes, perawatan luka, perawatan paska stroke, dan lain-lain). Telemedicine sudah diterima sebagai salah satu cara manajemen yang efektif untuk pasien dengan penyakit kronis oleh sebagian besar penyedia pelayanan kesehatan di seluruh dunia. Penggunaan telemedicine sendiri akan terus dikembangkan mengikuti perkembangan zaman, namun bukan berarti dapat menggantikan kunjungan langsung ke dokter untuk kasus yang memang memerlukan penanganan lebih lanjut. Telemedicine merupakan pendukung pelayanan kesehatan masyarakat yang mudah diakses dan efisien.

    1. Membuat appointment sebelum ke rumah sakit

    Bila kondisi penyakit Sobat memang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit, ada baiknya untuk tetap membiasakan diri membuat penjadwalan (appointment) terlebih dahulu dengan pihak rumah sakit, sehingga Sobat tidak perlu mengantri terlalu lama dan jumlah pasien yang berobat juga dibatasi sesuai dengan jam sehingga tidak menumpuk. Selain itu, sebaiknya janji pertemuan dengan dokter dilakukan secara rutin sesuai anjuran dokter, sebelum obat rutin yang dikonsumsi habis atau sebelum munculnya gejala penyakit baru.

    1. Tetap memerhatikan pola hidup bersih dan sehat

    Sejak terjadinya pandemi COVID-19, membiasakan kehidupan pola hidup bersih dan sehat lebih ditekankan kepada masyarakat seperti rutin mencuci tangan, mengetahui etika batuk dan bersin yang benar, menjaga jarak dengan orang lain, cara-cara untuk menjaga kesehatan agar imun tubuh tetap kuat, dan lainnya. Pola hidup seperti ini juga harus tetap dipertahankan bahkan sampai masa pandemi ini berakhir, baik dalam kehidupan sehari-hari, serta terutama bila Sobat sedang berobat ke rumah sakit. Jumlah kuman penyebab bakteri di rumah sakit tentunya lebih banyak sehingga pastikan untuk tetap melakukan pola hidup bersih dan sehat.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Erika Gracia

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Kurangi Risiko Tenaga Medis Tertular Covid-19, Jokowi Minta Warga Berobat Online [Internet]. Available from: nasional(dot)kompas(dot)com/read/2020/04/13/10491681/kurangi-risiko-tenaga-medis-tertular-covid-19-jokowi-minta-warga-berobat
    2. Global Observatory for eHealth series. Telemedicine: Opportunities and developments in Member States. Vol. 2. World Health Organization; 2010.
    3. Williamson R. The Role of Telemedicine in Chronic Disease Management [Internet]. Medium. 2019. Available from: medium(dot)com/@ryanwilliamsonc/the-role-of-telemedicine-in-chronic-disease-management-5ec79bb0e575
    4. How Telemedicine Can Make Getting Your Prescription Easier – GoodRx [Internet]. The GoodRx Prescription Savings Blog. 2019. Available from: goodrx(dot)com/blog/how-telemedicine-can-make-getting-your-prescription-easier/
    5. Advice for public [Internet]. Available from: who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja