Posts tagged “ olahraga”

Showing 1–10 of 28 results

  • Virus corona yang menyerang mengglobal sejak 2020 telah membuat WHO menyatakan bahwa virus corona merupakan sebuah pandemi. Oleh karena situasi ini pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan antara lain membatasi segala bentuk kegiatan dengan anjuran isolasi mandiri di rumah. Semua kegiatan dilakukan di rumah baik bekerja, proses belajar-mengajar dan lainnya. Baca Juga: Ingin Aman Memakai Masker Saat […]

    Hindari Kesalahan Berolahraga Saat Pandemi Corona

    Virus corona yang menyerang mengglobal sejak 2020 telah membuat WHO menyatakan bahwa virus corona merupakan sebuah pandemi.

    Oleh karena situasi ini pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan antara lain membatasi segala bentuk kegiatan dengan anjuran isolasi mandiri di rumah. Semua kegiatan dilakukan di rumah baik bekerja, proses belajar-mengajar dan lainnya.

    hindari kesalahan berolahraga

    Baca Juga: Ingin Aman Memakai Masker Saat Berolahraga? Berikut Tipsnya

    Otomatis ini membuat Sahabat memiliki lebih banyak waktu luang. Beberapa orang menggunakan momen tersebut untuk berolahraga guna meningkatkan daya tahan tubuh. Faktanya olahraga yang salah justru akan memperburuk keadaan dengan menurunkan daya tahan tubuh loh!

    Secara umum, olahraga yang baik dan benar merupakan olahraga yang rutin, yaitu dilakukan 2-3 kali per minggu, durasi yang tetap 30-45 menit dengan intensitas sedang Olahraga dengan intensitas sedang akan merangsang pembentukan sel pertahanan tubuh yaitu sel darah putih.

    Hal ini sangat baik karena dapat menghalangi terjadinya infeksi. Olahraga intensitas sedang antara lain aerobik, jogging, latihan angkat beban ringan, menari, bersepeda.

    Sebagai parameter, mudah untuk membedakan olahraga intensitas sedang dan tinggi, umumnya pada olahraga intensitas sedang, seseorang masih dapat berbicara meskipun terengah-engah. Sebaliknya pada olahraga intensitas tinggi, seseorang sudah tidak dapat berbicara.

    Kesalahan berolahraga selama ini dapat diringkas menjadi 3T, yaitu

    1. Terlalu Sering

    Kesalahan yang sering dilakukan dalam berolahraga adalah melakukan olahraga setiap hari  Hal ini sangat tidak dianjurkan mengingat otot membutuhkan waktu pemulihan setidaknya 48 jam untuk kembali ke metabolisme awal.

    2. Terlalu Lama

    Durasi terbaik untuk berolahraga adalah 30-45 menit. Disarankan tidak melebihi 1 jam karena otot akan kelelahan. Bila terlalu lama, akan terjadi perubahan metabolisme dan menghasilkan produk asam laktat yang akan menimbulkan rasa tidak nyaman setelah berolahraga.

    Baca Juga: 3 Jenis Olahraga dan Jumlah Kalori yang Dibakar

    3. Terlalu Berat

    Olahraga intensitas tinggi sangat tidak dianjurkan karena justru dapat meningkatkan risiko terpapar infeksi. Hal ini disebabkan adanya periode open window sekitar 3-84 jam setelah melakukan olahraga intensitas tinggi.

    Pada periode ini, tubuh sedang dalam imunitas rendah dan sangat rentan terkena penyakit. Imunitas yang rendah disebabkan adanya peningkatan konsentrasi sitokin anti inflamasi yang difungsikan mengurangi kerusakan jaringan otot namun berakibat pada peningkatan kerentanan terhadap infeksi4.

    Beberapa contoh olahraga intensitas tinggi seperti lari, HIIT (High-intensity interval training), dan crossfit (latihan penguatan otot yang sebagian besar dari campuran aerobik dan latihan beban tubuh intensitas tinggi)

    Baca Juga: Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Berolahraga di Malam Hari

    Untuk menghindari hal di atas, maka Sobat dapat melakukan beberapa tips berikut, yaitu melakukan olahraga pada waktu dan hari yang sama.

    Olahraga sebaiknya dilakukan pagi hari karena akan meningkatkan aliran darah dan baik untuk sistem kardiovaskular.

    Selain itu sebelum olahraga, lakukan peregangan selama 10-15 menit. Mengapa penting? Peregangan sebelum olahraga dapat membantu tubuh meningkatkan aliran darah secara perlahan sehingga metabolisme tubuh tidak terlalu berubah dan mengurangi kemungkinan terjadinya cedera.

    Konsumsi air putih cukup sebelum, selama dan setelah berolahraga sangat dianjurkan. Sebaiknya konsumsi 2 gelas air putih 15 menit sebelum berolahraga, setengah hingga 1 gelas setiap 15 menit saat berolahraga dan dua hingga dua setengah gelas setelah berolahraga.

    Stop konsumsi rokok 1-2 jam sebelum aktivitas. Merokok dapat menurunkan jumlah sel darah putih yang berperan penting dalam melawan virus.

    Pada dasarnya olahraga baik untuk tubuh jika dilakukan dengan tepat. Jangan salah dalam melakukan olahraga selama #dirumahaja ya Sahabat.

    Selain itu, bagi Sahabat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.

    DAFTAR PUSTAKA

     

    1. [Internet]. 2020 [cited 30 March 2020]. Available from: https://covid19.kemkes.go.id
    2. [Internet]. Who.int. 2020 [cited 30 March 2020]. Available from: https://www.who.int/docs/default-source/coronaviruse/who-rights-roles-respon-hw-covid-19.pdf?sfvrsn=bcabd401_0
    3. (2018) ACSM’s Guidelines for Exercise Testing and Prescription. 10th ed. Edited by D. Riebe. Lippincott Williams & Wilkins. Available at: http://thepoint.lww.com/.
    4. [Internet]. Scielo.br. 2020 [cited 30 March 2020]. Available from: http://www.scielo.br/pdf/rbme/v18n3/en_15.pdf
    5. American Heart Association Recommendations for Physical Activity in Adults and Kids [Internet]. www.heart.org. 2020 [cited 30 March 2020]. Available from: https://www.heart.org/en/healthy-living/fitness/fitness-basics/aha-recs-for-physical-activity-in-adults
    6. Judge L, Burke J. The Effect of Recovery Time on Strength Performance Following a High-Intensity Bench Press Workout in Males and Females. International Journal of Sports Physiology and Performance. 2010;5(2):184-196.
    7. [Internet]. Who.int. Global Recommendation on Physical Activity for Health. 2010 [cited 30 March 2020]. Available fromhttps://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/44399/9789241599979_eng.pdf;jsessionid=2D23201ECDCEC947603B0EF79AD0150F?sequence=1
    8. Peake J, Neubauer O, Walsh N, Simpson R. Recovery of the immune system after exercise. Journal of Applied Physiology. 2017;122(5):1077-1087.
    9. Seo DY, Lee S, Kim N, et al. Morning and evening exercise.Integr Med Res. 2013;2(4):139–144. doi:10.1016/j.imr.2013.10.003
    10. Page P. Current concepts in muscle stretching for exercise and rehabilitation.Int J Sports Phys Ther. 2012;7(1):109–119.
    11. Fluid Replacement [Internet]. Brookfield Central Athletics. 2020 [cited 30 March 2020]. Available from: https://lancers.elmbrookschools.org/page/show/629573-fluid-replacement-and-dehydration
    12. Chevalier, MD – Cardiologist, Blanchard, MD & Dusfour, MD – 2020

     

    Read More
  • 8 Jenis Olahraga yang Pas Dilakukan Saat Puasa

    Bulan puasa sering dijadikan alasan agar  kita malas bergerak. Justru sebaliknya, Anda seharusnya lebih rajin berolahraga agar tubuh tetap fit dan bugar.

    Asupan makanan biasanya akan  berkurang karena tidak makan dan minum seharian dan jika Anda tidak berolahraga tubuh akan semakin lemas. Hal ini tentunya akan berdampak pada pekerjaan Anda.

    Baca Juga: Hindari Kesalahan Berolahraga Saat Pandemi Corona

    Pilihlah waktu dan jenis olahraga yang tepat, seperti berolahraga saat menjelang berbuka puasa selama 30-60 menit. Tujuannya agar cairan yang hilang cepat tergantikan setelah puasa seharian dan berolahraga.

    Selain itu, pilihlah jenis olahraga yang tepat saat puasa. Kalau biasanya Anda rutin berolahraga Muaythai atau angkat beban, kini pilihlah olahraga lain yang dapat dilakukan saat keadaan perut kosong.

    Yuk ketahui lebih lanjut 8 jenis olahraga yang pas dilakukan saat puasa. Agar tidak ada kata malas berolahraga saat puasa.

    1. Push up

    push up sehat

    Push up adalah olahraga yang sangat baik untuk meningkatkan kekuatan otot tubuh bisep maupun trisep. Olahraga ini dapat dilakukan dimana saja dan memiliki berbagai variasi yang bisa Anda coba. Lakukan gerakan push up sebanya 10 – 15 kali per 1 kali sesi.

    Baca Juga: Olahraga Ini Cocok Untuk Jantung Sehat

    2. Squat Jump

    Hampir sama dengan push up, squat jump juga olahraga yang dapat membentuk otot kita. Gerakan squat jump mudah dilakukan dengan posisi awal tubuh berdiri dengan kaki dibuka lebar. Letakkan tangan Anda di belakang kepala, lalu sedikit melompat dan mendarat dengan posisi setengah jongkok.

    Meskipun terlihat mudah, jangan sembarangan saat melakukan squat jump. Lakukanlah dengan hati-hati.  Hal ini untuk menghindari bahaya cedera. Lakukan 10-15 menit per 1 kali sesi.

    Baca Juga: 7 Olahraga Bakar Kalori Makan Siang

    3. Bench-dips

    bench dips

    Olahraga satu ini membutuhkan penyangga seperti bangku ataupun kotak. Letakkan telapak tangan Anda di bangku dan rentangkan kaki di depan Anda. Turunkan tubuh Anda hingga lengan atas sejajar dengan lantai. Lakukanlah Bench-dips selama 10-15 menit per 1 kali sesi.

    Baca Juga: 12 Cara Mengajarkan Anak Hidup Sehat

    4. Jogging

    Jogging merupakan latihan fisik yang paling efektif  untuk menurunkan berat badan Anda. Jogging dapat membakar kalori dibandingkan olahraga kardio lainnya. Lakukanlah jogging selama 2-5 menit per 1 kali sesi sebelum berbuka puasa.

    Baca Juga: Olahraga Aman Untuk Ibu Hamil

    5. Yoga

    Lagi malas keluar rumah, tapi tetap ingin berolahraga? Yoga jawabannya. Yoga adalah aktivitas olah tubuh serta pikiran yang berfokus pada kekuatan, fleksibilitas dan pernapasan yang bertujuan meningkatkan kualitas fisik dan mental. Luangkan waktu kurang lebih 20 menit untuk melakukan kegiatan ini.

    6. Senam

    Ingin olahraga yang lebih menantang? Cobalah berolahraga senam saat ramadhan. Senam merupakan cabang olahraga yang melibatkan banyak gerakan yang membutuhkan kekuatan, kecepatan serta keserasian gerakan fisik yang teratur.

    Baca Juga: 5 Persiapan Penting Sebelum Honemoon

    Selain gerakan, senam juga digunakan sebagai rekreasi, relaksasi hingga menenangkan pikiran. Umumnya senam dapat dilakukan dirumah ataupun tempat gym. Agar Anda tidak terlalu lelah berolahraga saat puasa, lakukan senam selama 20-30 menit.

    7. Pillates

    Sebagian orang melihat pillates dan yoga hampir sama. Namun, perbedaannya yoga lebih berfokus pada kekuatan, fleksibilitas dan pernapasan, sedangkan pillates lebih mengutamakan daya otot dan kekuatan daya tahan. Selain itu, dibutuhkan juga keselarasan postural yang tepat dalam menjalankan pillates. Lakukan pillates selama 20-30 menit sebelum berbuka puasa.

    Baca Juga: 7 Pose Yoga Cegah Osteoporosis

    8. Bersepeda

    bersepeda

    Ingin melakukan olahraga lainnya? Bersepeda bisa jadi pilihan Anda dan keluarga. Luangkan waktu minimal 30-40 menit setiap harinya. Goweslah sepeda dengan santai agar tenaga Anda tetap terjaga hingga waktu berbuka tiba.

    Selain berolahraga, menjaga asupan makanan juga penting baik di bulan Puasa maupun hari lainnya. Konsumsilah makanan sehat yang bisa Anda dapatkan di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya /wa.

     

    Referensi:

    1. TanyaDok. “Tetap Sehat dengan Olahraga Saat Puasa”.
    2. Sandjaja, Rianyta. “ Olahraga di Bulan Puasa, Kenapa Tidak?”.
    3. Greatist. “How to Do the Perfect Push-up”.
    4. Men’s Journal. “Exercise How To: Bench Dip”.
    5. Braverman, Jody. “How to Lose Weight Jogging for 20 Minutes”.
    6. Mayo Clinic. “Yoga: Fight stress and find serenity”.
    7. Mayo Clinic. “Pilates for beginners: Explore the core”.
    8. Bike to Work. “Tips Bersepeda saat Puasa”.

     

    Read More
  • Bulan Ramadan menjadi momen untuk memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik. Selain itu, Ramadan  waktu yang tepat untuk menurunkan berat badan. Kenyataannya, masih banyak orang yang mengeluh berat badannya terus naik saat berpuasa. Penyebab berat badan naik selama berpuasa dipengaruhi dari gaya hidup seseorang pada bulan Ramadan. Apa saja penyebabnya? Cek selengkapnya disini 1. Tidur […]

    7 Penyebab Berat Badan Terus Naik Saat Puasa Ramadan

    Bulan Ramadan menjadi momen untuk memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik. Selain itu, Ramadan  waktu yang tepat untuk menurunkan berat badan. Kenyataannya, masih banyak orang yang mengeluh berat badannya terus naik saat berpuasa.

    Penyebab berat badan naik selama berpuasa dipengaruhi dari gaya hidup seseorang pada bulan Ramadan. Apa saja penyebabnya? Cek selengkapnya disini

    1. Tidur Setelah Sahur

    Tidur Setelah Sahur

    Banyak orang yang memilih melanjutkan tidurnya setelah sahur. Namun ternyata, kebiasaan tidur setelah makan akan meningkatkan risiko penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau naiknya asam lambung ke bagian atas kerongkongan yang seringkali mengiritasi kerongkongan.

    Jika sering terjadi, GERD akan menyebabkan perubahan pada struktur dinding kerongkongan hingga berujung pada penyakit Barrett’s yang merupakan lesi pra-kanker.

    Menurut dr Dian Permatasari,M.Gizi, SpGK, tidur setelah sahur tidak masalah. Namun, disarankan untuk memberi jarak saat sekitar satu jam setelah makan.

    Baca Juga: 8 Makanan yang Dianjurkan Saat Puasa

    2. Kurangnya Aktivitas Fisik

    olahraga, yoga

    Tubuh mudah lemas saat melakukan aktivitas fisik selama puasa, sehingga kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur dibandingkan berolahraga. Hal ini akan membuat berat badan Sahabat melonjak.

    Terlebih lagi jika Sahabat banyak mengonsumsi makanan berlemak, timbunan lemak makin menumpuk. Jadi, jangan malas berolahraga, ya.

    3. Banyak Mengonsumsi Makanan Manis

    Makanan dan minuman manis menjadi godaan kita saat berpuasa terlebih lagi saat berbuka. Namun, Sahabat harus ingat jangan mengonsumsi gula secara berlebihan.

    Memang saat berpuasa, tubuh akan kehilangan banyak gula dan tubuh terasa lemas. Konsumsi gula secukupnya, ya, Sahabat.

    Baca Juga: 10 Komplikasi Diabetes yang Perlu Diwaspadai

    Mengonsumsi makanan dan minuman manis justru akan disimpan sebagai lemak tubuh dan membuat diet Sahabat menjadi kacau. Minuman manis juga menjadi risiko Diabetes Melitus yang  dapat mengancam kesehatan Sahabat.

    4. Porsi Makan Berlebihan

    makanan porsi besar

    Berpuasa seharian membuat perut kita menjadi sangat lapar. Godaan untuk makan menjadi meningkat dibandingkan biasanya. Segala macam makanan yang berada di hadapan akan habis dalam seketika setelah waktu berbuka tiba.

    Hal ini seringkali menjadi penyebab berat badan Sahabat naik. Padahal, makan secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai penyakit, seperti obesitas, bau mulut, gagal organ, hingga masalah asam lambung.

    Baca Juga: Fakta dan Mitos Diabetes

    5. Mengonsumsi Banyak Karbohidrat

    Tahukah Sahabat, bahwa gorengan dapat memicu naiknya berat badan. Hal ini karena makanan favorit saat berbuka puasa mengandung banyak lemak dan karbohidrat yang cepat disimpan menjadi lemak dalam tubuh.

    Pilihlah konsumsi makanan yang mengandung tinggi protein atau karbohidrat komplek seperti kentang atau nasi merah sebagai gantinya gorengan. Hal ini dapat membantu pencernaan Anda dapat mencerna lebih lambat. Sehingga bahan makanan yang masuk tidak langsung disimpan sebagai lemak.

    6. Kurang Tidur

    Tidur dapat menjadi salah satu cara untuk menurunkan berat badan saat puasa. Kurangnya tidur akan mengacaukan sistem metabolisme tubuh Sahabat. Akibatnya, tubuh tidak membakar cadangan lemak secara efektif.

    Aturlah tidur Sahabat dengan memanfaatkan saat sahur, saat istirahat dan setelah tarawih. Saat sahur dan shalat subuh, maka gunakan waktu sekitar 30 menit hingga 1 jam sebelum persiapan berangkat ke kantor.

    Saat siang hari, Sahabat diberikan waktu kurang lebih satu jam untuk beristirahat. Maka gunakanlah waktu tersebut untuk tidur selama 5 menit. Meskipun waktu tidur terbilang singkat, dapat membuat tubuh menjadi lebih bugar.

    Setelah Sahabat menjalankan ibadah tarawih, gunakan waktu luang untuk istirahat. Sahabat bisa mendapatkan waktu tidur lebih dari 6 jam yang merupakan waktu normal manusia untuk mencukupi kebutuhan tidurnya.

    Baca Juga: Cara Atasi Dehidrasi Anak Saat Travelling

    7. Kurang Konsumsi Air Putih

    minum air putih

    Saat kita berpuasa, tubuh akan kehilangan banyak cairan. Sementara cairan di tubuh kita banyak digunakan untuk membantu pencernaan bekerja lebih. Konsumsi air dapat membantu kita diet sehat selama berpuasa.

    Selain membantu pencernaan, air putih memberikan manfaat lainnya. Air putih dapat mempercepat metabolisme tubuh, meningkatkan imunitas tubuh, mencegah migrain, membuat kulit lebih bersinar, meningkatkan energi hingga membantu menumbuhkan rambut.

    Baca Juga: Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa di Bulan Ramadan

    Itulah penyebab-penyebab berat badan menjadi naik saat puasa. Selalu berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat yang baik untuk Sahabat dan keluarga.

    Susah mendapatkan makanan sehat? Jangan khawatir Sahabat, karena proSehat aplikasi kesehatan Indonesia siap memenuhi kebutuhan kesehatan. 

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klikwww.prosehat.com.

    Referensi:

    1. Bangkapos. “Jangan Langsung Tidur Setelah Sahur, Ini Bahayanya bagi Kesehatan Tubuh.”
    2. Setia, Unoviana K. “3 Kebiasaan Penyebab Berat Badan Naik Selama Ramadan”.
    3. Sartika, Resa Eka. “Tidur Setelah Sahur Boleh, Asal…”
    4. Setyani, Christina A. “Lima Bahaya yang Mengintai Saat Anda Makan Terlalu Banyak”.
    5. Tyas. “Mengantuk Saat Puasa?”
    6. CCN Indonesia. “10 Manfaat Minum Air Putih Saat Perut Kosong”.
    Read More
  • Belakangan ini marak pemberitaan terkait permainan catur online dimulai dari ditutupnya akun Dewa Kipas karena diduga bermain curang di Gotham Chess hingga pertandingan catur secara langsung yang melibatkan Grand Master dunia, Irene Sukandar melawan Dadang Subur (alias Dewa Kipas). Baca Juga: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Kepala Saat Berolahraga Tidak seperti olahraga lainnya yang […]

    Apa Saja Manfaat Bermain Catur Bagi Kesehatan?

    Belakangan ini marak pemberitaan terkait permainan catur online dimulai dari ditutupnya akun Dewa Kipas karena diduga bermain curang di Gotham Chess hingga pertandingan catur secara langsung yang melibatkan Grand Master dunia, Irene Sukandar melawan Dadang Subur (alias Dewa Kipas).

    manfaat bermain catur bagi kesehatan

    Baca Juga: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Kepala Saat Berolahraga

    Tidak seperti olahraga lainnya yang umumnya mengandalkan kekuatan fisik, catur mengandalkan kekuatan otak dan kemampuan menyusun strategi dalam permainannya. Diketahui catur dapat memberikan sejumlah manfaat kesehatan bagi tubuh. Apa saja manfaat kesehatan bermain catur? Yuk, mari simak di bawah ini!

    Manfaat Bermain Catur Bagi Kesehatan

    Melatih Fungsi Otak

    Permainan catur adalah permainan yang menuntut pemainnya untuk bisa menyeimbangkan sisi otak kiri dan kanan. Sisi otak kiri berkaitan dengan pengenalan objek sedangkan otak kanan berkaitan dengan pengenalan pola. Bermain catur secara rutin dapat melatih dan menyeimbangkan ke dua sisi otak Sahabat.

    Produk Terkait: Jual Konilife Focus Tab Penambah Daya Ingat

    Meningkatkan Daya Ingat dan Konsentrasi

    Bermain catur dapat mengasah daya ingat dan konsentrasi. Hal ini dikarenakan dalam bermain catur, seseorang perlu menghafal berbagai kombinasi gerakan. Sehingga seorang pecatur yang sudah memiliki kemampuan di atas rata-rata mampu mengingat dan mengenali pola dengan cepat.

    Mencegah Alzheimer

    Dengan bermain catur, Sahabat telah melakukan salah satu upaya untuk mencegah Alzheimer yang merupakan salah satu jenis penyakit saraf ditandai dengan penurunan kemampuan kognitif secara berangsur angsur. Apabila kemampuan otak tidak dilatih, dapat mengakibatkan penurunan kemampuan otak.

    Membantu Atasi Skizofrenia

    Berdasarkan sebuah penelitian dari Center of Cognitive Neuroscience di Paris bahwa pasien skizofrenia yang diarahkan untuk bermain catur setiap hari menunjukkan adanya perbaikan kondisi klinis dan kemampuan penalaran, dibandingkan dengan pasien yang tidak bermain catur.

    Baca Juga: Inilah Gejala Kesehatan Mental yang Sering Sahabat Anggap Remeh!

    Mencegah Serangan Panik

    Bermain catur ternyata memberi dampak untuk meningkatkan rasa tenang dan mengalihkan dari serangan panik.

    Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah

    Catur adalah salah satu jenis permainan yang mengutamakan strategi, tentunya hal tersebut turut membantu mengasah kemampuan memecahkan masalah.

    Melatih Kemampuan Perencanaan

    Kemampuan perencanaan berkaitan dengan korteks prefrontal dalam otak. Bermain catur diketahui dapat membantu perkembangan korteks prefrontal, sehingga dapat meningkatkan kemampuan dalam perencanaan dan membuat keputusan.

    Meningkatkan Rasa Percaya Diri

    Meskipun dalam bermain catur Sahabat tidak selalu menang, dengan adanya kekalahan Sahabat akan menganalisis kesalahan yang dilakukan. Begitu pula saat Sahabat menang, hal ini tanpa disadari mampu meningkatkan rasa kepercayaan diri.

    Catur ternyata memiliki sejumlah manfaat kesehatan, mari Sahabat mulai mencoba bermain catur agar meningkatkan kesehatan bagi tubuh dan otak.

    Baca Juga: 10 Jenis Buah dan Sayur yang Baik untuk Nutrisi Otak Anak

    Apabila Sahabat perlu info lebih lanjut soal konsentrasi otak dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik

    Referensi:

    1. Dewa Kipas Kalah, Gotham Chess Buka Youtube untuk Netizen RI [Internet]. CNN Indonesia. 2021 [cited 26 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210323144538-185-621022/dewa-kipas-kalah-gotham-chess-buka-youtube-untuk-netizen-ri
    2. 7 Manfaat Mengejutkan Bermain Catur Bagi Kesehatan [Internet]. CNN Indonesia. 2021 [cited 26 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210324135737-260-621482/7-manfaat-mengejutkan-bermain-catur-bagi-kesehatan
    3. 9 Manfaat Bermain Catur untuk Otak, Cegah Alzheimer hingga Tingkatkan Daya Ingat | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2021 [cited 26 March 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/jabar/9-manfaat-bermain-catur-untuk-otak-cegah-alzheimer-hingga-tingkatkan-daya-ingat-kln.html
    Read More
  • Diabetes bukanlah suatu penghalang untuk seseorang bergerak aktif termasuk berolahraga. Justru penderita diabetes tipe 2 perlu aktif secara fisik dan menurunkan berat badan yang berlebih agar diabetes Sahabat terkontrol. Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis Sebelum mulai berolahraga, ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, karena perencanaan olahraga sama pentingnya dengan perencanaan […]

    Pentingnya Olahraga Bagi Penderita Diabetes Tipe 2

  • Merasakan sakit kepala saat berolahraga tentu hal yang kurang menyenangkan, terutama di saat Sahabat sedang berusaha mencapai tujuan kesehatan seperti menurunkan berat badan. Baca Juga: 5 Herbal Sakit Kepala yang Sehat dan Aman Tentu Sahabat bertanya-tanya mengapa hal ini terjadi dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, mari simak bersama-sama penjelasan di bawah ini. Penyebab Sakit Kepala […]

    Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Kepala Saat Berolahraga

  • Perlukah mandi sebelum berolahraga? Pertanyaan ini tentunya sering Sahabat Sehat tanyakan saat hendak berolahraga, baik berlari, bersepeda, atau bermain sepak bola. Kebanyakan dari kita hanya mandi setelah berolahraga dan jarang melakukannya sebelum berolahraga. Hal itu biasanya disebabkan olahraga sendiri adalah kegiatan fisik yang sudah pasti mengucurkan banyak keringat. Keringat ini tentunya membuat Sahabat tidak nyaman […]

    Mandi Sebelum Berolahraga, Perlu atau Tidak?

    Perlukah mandi sebelum berolahraga? Pertanyaan ini tentunya sering Sahabat Sehat tanyakan saat hendak berolahraga, baik berlari, bersepeda, atau bermain sepak bola. Kebanyakan dari kita hanya mandi setelah berolahraga dan jarang melakukannya sebelum berolahraga. Hal itu biasanya disebabkan olahraga sendiri adalah kegiatan fisik yang sudah pasti mengucurkan banyak keringat. Keringat ini tentunya membuat Sahabat tidak nyaman karena baunya sehingga Sahabat cepat-cepat ingin menghilangkan bau tersebut dengan mandi.1

    mandi sebelum berolahraga

    Baca Juga: Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Berolahraga di Malam Hari

    Lalu, Bagaimana dengan Mandi Sebelum Berolahraga? Apakah Dianjurkan?

    Mandi sebelum melakukan aktivitas fisik seperti olahraga sebenarnya sangat dianjurkan. Mengapa? Karena mandi sebelum berolahraga dapat menghilangkan bau badan akibat keringat yang timbul saat Sahabat tidur. Tidak hanya bau badan, mandi sebelum berolahraga pagi dapat juga menghilangkan bau mulut. Karena itu, disarankan untuk sikat gigi sebelum berolahraga. Dengan hilangnya bau badan dan mulut yang ditimbulkan tentunya dapat memberikan kenyamanan, tidak hanya pada diri sendiri tetapi juga pada orang-orang sekitar kita saat berolahraga.2

    Produk Terkait: Jual Asepso Antibacterial Body Wash 250 ml

    Manfaat Mandi Sebelum Berolahraga

    Tidak hanya itu, mandi sebelum berolahraga juga mempunyai manfaat-manfaat sebagai berikut:

    Mencegah heat stroke

    Manfaat pertama dari mandi sebelum Sahabat berolahraga adalah dapat mencegah heat stroke terutama bagi yang tinggal di wilayah tropis seperti Indonesia. Berolahraga di wilayah yang cenderung panas dan lembap dapat meningkatkan risiko heat stroke, yang tentu saja dapat berakibat tidak baik bagi tubuh saat berolahraga. Mandi dengan air dingin sangat disarankan sehingga Sahabat tidak akan merasa overheat saat berolahraga.3

    Mempercepat sirkulasi darah

    Mandi sebelum Sahabat berolahraga terutama dengan air dingin akan memberikan keuntungan berupa mempercepat sirkulasi darah yang akan menambah energi dalam tubuh sehingga Sahabat Sehat tidak mudah lelah saat berolahraga. Mandi pun lebih efisien jika dibandingkan meminum segelas kopi atau teh untuk meningkatkan stamina.3

    Baca Juga: 5 Jenis Olahraga yang Cocok untuk Generasi Milenial

    Untuk daya tahan tubuh

    Ketika Sahabat berolahraga tentu yang diharapkan adalah bisa berolahraga sesuai dengan target yang sudah ditetapkan. Supaya target terpenuhi, tentunya Sahabat tidak boleh cepat lelah yang malah membuat olahraga tidak efektif. Karena itu, diperlukan stamina yang kuat supaya daya tahan tubuh juga kuat. Mandi sebelum berolahraga sangat dianjurkan. Hal ini dapat mencegah naiknya suhu tubuh yang mengakibatkan lelah dan letih.3

    Produk Terkait: Jual Multivitamin Lengkap

    Meningkatkan performa

    Performa yang lebih baik selama berolahraga tentunya sangat diharapkan oleh Sahabat Sehat semua. Kenyataannya performa yang lebih baik tersebut bisa ada jika suhu tubuh dapat diturunkan. Untuk hal ini mandi sangat dianjurkan bagi Sahabat sebelum berolahraga karena, berdasarkan sebuah penelitian, mandi sebelum berolahraga dapat menurunkan suhu tubuh dan meningkatkan performa hingga 7%.3

    Meningkatkan kecepatan metabolisme tubuh

    Metabolisme tubuh akan cepat bereaksi apabila Sahabat mengguyur air ke tubuh sebelum berolahraga. Mandi sebelum berolahraga dapat membakar lemak sampai 4 kilogram per tahun sehingga dapat membantu Sahabat mewujudkan keinginan untuk memperindah tampilan tubuh melalui olahraga.3

    Apakah Mandi Sebelum Berolahraga Seperti Mandi Biasa?

    Mandi sebelum berolahraga sebenarnya tidak harus seperti mandi biasa yang mungkin membutuhkan waktu hingga 10-15 menit. Mandi cukup dilakukan selama 2-3 menit saja. Sahabat hanya seperlunya membilas badan dengan sampo dan sabun serta menyikat gigi.2

    Produk Terkait: Jual Sikat Gigi Elektrik

    Sebaiknya Mandi dengan Air Dingin atau Panas?

    Mandi dengan air dingin atau panas sebelum berolahraga tidaklah masalah. Namun, mandi air dingin lebih dianjurkan bagi Sahabat Sehat yang berada di wilayah tropis karena terbukti efektif dapat mencegah terjadinya overheat atau panas berlebih pada tubuh saat berolahraga.1

    Baca Juga: 3 Jenis Olahraga dan Jumlah Kalori yang Dibakar

    Itulah beberapa hal mengenai perlu atau tidaknya mandi sebelum berolahraga. Dengan begitu, Sahabat tidak perlu lagi ragu untuk mandi sebelum berolahraga yang tidak hanya membuat kondisi sekitar nyaman tetapi juga bermanfaat untuk performa tubuh saat berolahraga. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai olahraga dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik

    Referensi:

    1. Sering Langsung Mandi Setelah Olahraga? Hentikan Kebiasaan Itu Jika Tidak Ingin Terserang Penyakit I. Sering Langsung Mandi Setelah Olahraga? Hentikan Kebiasaan Itu Jika Tidak Ingin Terserang Penyakit, Ini Penjelasannya! – Semua Halaman – Bobo [Internet]. Bobo. 2020 [cited 28 December 2020]. Available from: https://bobo.grid.id/read/082084987/sering-langsung-mandi-setelah-olahraga-hentikan-kebiasaan-itu-jika-tidak-ingin-terserang-penyakit-ini-penjelasannya?page=all
    2. Willis J. Should You Shower Before You Work Out? [Internet]. GQ. 2020 [cited 28 December 2020]. Available from: https://www.gq.com/story/shower-before-you-work-out
    3. Mandi Sebelum Olahraga, Why Not? – MLDSPOT [Internet]. Mldspot.com. 2020 [cited 28 December 2020]. Available from: https://www.mldspot.com/sport/2015/09/17/mandi-sebelum-olahraga-why-not
    Read More
  • Apakah olahraga saat hujan dibolehkan dan bermanfaat? Hal ini tentu menjadi pertanyaan bagi Sahabat Sehat yang gemar berolahraga, terutama olahraga berlari atau bersepeda. Faktanya, berolahraga selama musim hujan diperbolehkan, aman, dan bermanfaat, sehingga hal ini tidak menjadi alasan bagi Sahabat untuk berhenti berolahraga.1   Baca Juga: Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Berolahraga di Malam Hari […]

    Bermanfaat dan Amankah Olahraga Saat Hujan?

    Apakah olahraga saat hujan dibolehkan dan bermanfaat? Hal ini tentu menjadi pertanyaan bagi Sahabat Sehat yang gemar berolahraga, terutama olahraga berlari atau bersepeda. Faktanya, berolahraga selama musim hujan diperbolehkan, aman, dan bermanfaat, sehingga hal ini tidak menjadi alasan bagi Sahabat untuk berhenti berolahraga.1

    olahraga saat hujan

     

    Baca Juga: Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Berolahraga di Malam Hari

    Manfaat Olahraga Saat Hujan

    Manfaat yang didapatkan dari berolahraga saat hujan adalah sebagai berikut:

    Membakar Lebih Banyak Kalori

    Membakar lebih banyak kalori adalah hal yang sangat diharapkan dari kegiatan olahraga dan tentunya akan membantu Sahabat yang sedang menjalani diet. Nah, ternyata Sahabat dapat tetap membakar kalori dengan berolahraga sewaktu hujan turun. Hal ini berdasarkan studi para ahli dari Jepang yang diterbitkan di International Journal of Sports Medicine. Studi tersebut dilakukan pada orang-orang yang berlari di tengah hujan selama 30 menit. Kemudian, para peneliti mengukur pernapasan, suhu kulit, konsumsi oksigen, aktivitas otot, dan tingkat stres. Hasilnya, tubuh para pelari tersebut bekerja lebih keras dan kalori yang terbakar lebih banyak. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa guyuran hujan atau suhu dingin membuat suhu tubuh lebih rendah. Saat berolahraga, secara alamiah otot akan menghasilan panas. Suhu tubuh bisa naik menjadi 37 sampai 40 derajat Celcius, atau naik dua derajat Celcius dari suhu tubuh orang normal. Hal ini membuat proses pembakaran energi tidak terasa bila dibandingkan dengan saat berolahraga di waktu-waktu normal.1

    Membuat Lebih Bersemangat

    Menggerakan tubuh saat hujan justru dapat Sahabat jadikan sebagai cara untuk melatih ketahanan fisik, apalagi bagi Sahabat yang gemar bersepeda. Di saat hujan turun, muncul sensasi petualangan yang membuat diri menjadi lebih bersemangat. Sebab, ketika hujan, secara otomatis kita akan menjadikan hujan sebagai tantangan dan memacu diri kita untuk mencapai target tertentu yang diinginkan. Tingkat kepuasan yang dirasakan bisa lebih tinggi dan terasa istimewa daripada saat berolahraga di musim kemarau.1

    Mengusir Stres

    Menghilangkan stres adalah salah satu manfaat olahraga, termasuk olahraga yang dilakukan saat musim hujan. Terdapat sensasi tertentu yang dirasakan. Rintik hujan dikatakan bersifat terapeutik, alias dapat membuat otak rileks dan membuat diri nyaman. Hal lainnya adalah hujan akan membuat lingkungan sekitar menjadi lenggang. Kondisi sepi menciptakan kesan damai yang sangat terasa. Sahabat juga bisa berlari atau bersepeda dengan leluasa.1

    Baca Juga: Lakukan Langkah Ini Jika Stres Akibat Corona

    Membuat Tubuh Menjadi Lincah

    Tanpa disadari, hujan yang turun akan membuat tubuh menjadi lincah saat kita berolahraga, terutama saat Sahabat berlari lintas alam, trail running atau bersepeda menanjak bukit dan bukan di jalan raya. Kelincahan itu muncul karena Sahabat berusaha menghindari genangan air dengan meloncat ke tempat yang aman. Ketika menghadapi medan yang menanjak, Sahabat bisa melakukannya meski dengan perlahan. Selain bermanfaat untuk fisik, hal ini juga dapat meningkatkan kepercayaan diri.1

    Tips Aman Olahraga Saat Hujan

    Olahraga ketika hujan turun memang aman untuk dilakukan. Namun, terdapat beberapa hal harus Sahabat perhatikan. Berikut ini adalah tips berolahraga saat hujan:

    Hindari Petir yang Menyambar

    Ketika hujan, terutama hujan yang sangat deras, kemungkinan besar akan datang petir. Tentu sangat berbahaya apabila Sahabat berolahraga dengan petir menyambar-menyambar di langit.2 Petir ini dapat mengenai seseorang. Sudah banyak peristiwa sambaran petir pada orang yang berolahraga, seperti yang terjadi pada pertandingan sepak bola di Afrika Selatan pada tahun 2018.3 Orang yang tersambar petir saat itu, Luyanda Ntshangase, tewas setelah menjalani perawatan selama dua bulan. Oleh karena itu, saat hujan disertai petir, sebaiknya Sahabat tunda berolahraga di luar dan ganti dengan berolahraga di dalam ruangan yang lebih aman.2

    Ketahui Temperatur Cuaca

    Ketika akan olahraga saat hujan, penting bagi Sahabat untuk mengetahui temperatur cuaca terlebih dahulu. Bila suhu dingin dan hujan deras, akan sangat sulit untuk memanaskan dan menghangatkan tubuh. Apabila hal ini terjadi, timbul risiko hipotermia. Ketika kembali ke rumah, segera lepas semua pakaian dan peralatan yang melekat di tubuh, kemudian sebaiknya mandi air hangat dan minum teh untuk relaksasi tubuh.2

    Pahami Area untuk Berolahraga

    Saat hujan melanda dan Sahabat tetap ingin belari atau bersepeda, pastikan dulu untuk memahami kondisi sekitar. Apabila kondisi dekat tempat tinggal Sahabat terkena banjir, tunda dulu atau ganti dengan berolahraga di dalam ruangan. Jika sudah terlanjur berlari, segera hindari area tersebut. Selain banjir, hindari juga area yang licin supaya tidak terpeleset dan menyebabkan cedera.2

    Gunakan Peralatan yang Mendukung

    Ketika hendak berolahraga di kala hujan, pastikan juga untuk menggunakan peralatan yang mendukung, seperti sepatu lari anti-licin atau ban sepeda yang cocok di musim hujan. Pemilihan peralatan yang tepat ini akan menghindarkan Sahabat dari kecelakaan atau benturan yang dapat mengakibatkan cedera dan hal-hal yang tidak diinginkan lainnya.2 Tentunya Sahabat ingin bisa berolahraga dengan aman dan nyaman, bukan?

    Baca Juga: Ingin Aman Memakai Masker Saat Berolahraga? Berikut Tipsnya!

    Jenis Olahraga yang Bisa Dilakukan di Rumah Saat Hujan

    Apabila Sahabat lebih memilih tidak berolahraga ke luar saat hujan, berikut ini adalah beberapa olahraga yang bisa Sahabat lakukan di rumah:4

    • Spot Jogging
    • Skipping
    • Latihan kekuatan
    • Plank
    • Pilates

    Baca Juga: Cedera dalam Olahraga, Berikut Hal-hal yang Perlu Diketahui

    Demikianlah hal-hal mengenai olahraga saat hujan yang ternyata dapat bermanfaat dan aman dilakukan. Namun, Sahabat tetap harus mengingat tips yang harus diperhatikan agar olahraga tetap menjadi aktivitas yang menyenangkan dan aman, terutama di masa pandemi Covid-19, olahraga adalah benteng untuk memperkuat imunitas tubuh. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai olahraga sewaktu musim hujan dan produk-produk kesehatan terkait, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik

    Referensi:

    1. Hujan bukan Halangan untuk Olahraga, Justru Banyak Manfaatnya [Internet]. kompas.com. 2020 [cited 26 November 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/01/05/183000468/hujan-bukan-halangan-untuk-olahraga-justru-banyak-manfaatnya?page=all#:~:text=Olahraga%20saat%20hujan%20membuat%20tubuh%20bekerja%2
    2. Chertoff J. Get the Most Out of Running in the Rain [Internet]. Healthline.com. 2020 [cited 26 November 2020]. Available from: https://www.healthline.com/health/running-in-the-rain
    3. Bachrain A. Tersambar Petir, Pemain Klub Afrika Selatan Meninggal Dunia [Internet]. cnnindonesia.com. 2020 [cited 26 November 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20180506015105-142-296013/tersambar-petir-pemain-klub-afrika-selatan-meninggal-dunia
    4. Prasasti G. 6 Olahraga yang Bisa Dilakukan di Musim Hujan [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 26 November 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/3798753/6-olahraga-yang-bisa-dilakukan-di-musim-hujan
    Read More
  • Cedera dalam olahraga memang merupakan salah satu hal yang sering terjadi. Cedera kerap menjadi hal yang menakutkan bagi penggemar olahraga atau atlet profesional karena bisa mengganggu karier mereka. Selain untuk menyehatkan badan, olahraga juga dapat menghilangkan stres dan menguatkan imun tubuh yang sangat diperlukan di masa pandemi COVID-19. Olahraga pun dapat dijadikan sebagai investasi di […]

    Cedera dalam Olahraga, Berikut Hal-hal yang Perlu Diketahui

    Cedera dalam olahraga memang merupakan salah satu hal yang sering terjadi. Cedera kerap menjadi hal yang menakutkan bagi penggemar olahraga atau atlet profesional karena bisa mengganggu karier mereka. Selain untuk menyehatkan badan, olahraga juga dapat menghilangkan stres dan menguatkan imun tubuh yang sangat diperlukan di masa pandemi COVID-19. Olahraga pun dapat dijadikan sebagai investasi di masa depan terutama saat Sobat memasuki usia senja. Di usia itu Sobat akan lebih bugar dan tidak mudah sakit. Lalu, pertanyaannya, apa saja penyebab cedera dalam olahraga?

    cedera dalam olahragaCedera Pelari

    Penyebab Cedera dalam Olahraga

    Pemanasan yang Tidak Ideal

    Kurangnya pemanasan atau tidak melakukan pemanasan sama sekali sebelum berolahraga dapat menyebabkan cedera. Padahal, pemanasan penting sekali karena bertujuan untuk melemaskan otot-otot yang kaku dan tegang. Apabila pemanasan tidak adekuat, otot-otot yang kaku dan tegang itu akan tertarik sehingga timbul rasa sakit yang berakibat olahraga menjadi tidak nyaman.

    Intensitas Olahraga yang Berlebihan

    Selain kurangnya pemanasan, hal lainnya adalah berolahraga secara berlebihan supaya tujuan mendapatkan tubuh yang sehat dan ideal benar-benar tercapai. Biasanya ini dilakukan oleh mereka yang sedang diet. Olahraga yang berlebihan ini akan membuat tubuh secara terus-menerus menerima beban lebih dari biasanya atau melebihi batas, dan mengakibatkan cedera yang kronis.

    Teknik Latihan yang Buruk

    Teknik latihan olahraga yang baik akan memberikan manfaat positif ke tubuh sehingga menghindarkan diri dari cedera daripada teknik latihan yang buruk seperti melakukan suatu gerakan dengan cara yang salah atau posisi yang tidak benar sehingga otot menjadi kelebihan beban.

    Tidak Layaknya Peralatan yang Dipakai

    Peralatan dalam berolahraga sangat penting karena dapat menunjang aktivitas olahraga yang dilakukan seperti berlari atau bersepeda yang membutuhkan sepatu khusus lari dan sepeda. Peralatan-peralatan ini akan terus-menerus dipakai dan tentu saja akan cepat berubah keadaannya dan lama-kelamaan tidak layak. Namun masih banyak yang berpikir bahwa keadaan peralatan tidak akan berubah meskipun dipakai terus-menerus. Hasilnya, banyak yang kemudian memakai peralatan tidak layak tersebut yang mengakibatkan tubuh tidak terlindung dengan baik saat terkena benturan yang berakibat cedera.

    Baca Juga: Penanganan Kecelakaan Ketika Bersepeda

    Faktor Keturunan

    Cedera bukan karena faktor kurang persiapan saja, melainkan juga karena faktor keturunan atau genetik yang biasanya terjadi dalam satu keluarga. Misalkan, ada orang yang mudah cedera pada pergelangan kaki sementara yang lain tidak sama sekali yang setelah ditelusuri ternyata berasal dari keluarga, yang memang mudah cedera pada bagian tubuh tersebut. Dapat disimpulkan, bahwa faktor ini membuat kondisi setiap orang berbeda-beda, dan faktor keturunan sendiri cukup berpengaruh pada bentuk tubuh dan struktur persendian.

    Jenis-jenis Cedera dalam Olahraga

    Selain penyebab, Sobat Sehat juga perlu tahu jenis-jenis cedera dalam olahraga, dan sering terjadi. Berikut adalah jenis-jenisnya:

    Keseleo

    Keseleo merupakan salah satu jenis cedera olahraga yang sering terjadi, dan biasanya ada di bagian pergelangan kaki. Istilah lainnya adalah kaki terkilir. Cedera ini terjadi pada orang-orang yang gemar bermain sepak bola, futsal, bulu tangkis, atau bahkan jogging. Keseleo terjadi karena adanya robekan pada urat di bagian pergelangan kaki, tendon, atau otot.

    Produk Terkait: Jual Salep Keseleo

    Robekan pada Hamstring

    Robekan pada Hamstring juga menjadi cedera yang paling sering terjadi saat berolahraga. Cedera ini menimpa otot hamstring yang terletak di bagian belakang paha. Otot ini bisa kencang dan rentan terhadap ketegangan. Karena itulah jika teknik peregangan yang dilakukan buruk atau peregangan itu kurang otot ini akan mudah robek sehingga berakibat cedrera yang ditunjukkan dengan memar di bagian belakang paha atau lutut.

    Cedera Tulang Kering

    Cedera pada tulang kering terjadi karena adanya peradangan otot, dan sering terjadi saat berolahraga lari atau yang berhubungan dengan melompat seperti basket atau voli. Penyebab lain juga karena intensitas latihan yang berat seperti lari panjang di jalan beraspal, menanjak, dan menurun yang membuat Sobat mempercepat laju lari secara tiba-tiba. Nyeri yang dirasakan biasanya terasa di bagian tulang kaki bahkan bisa sampai betis.

    Sobekan pada Ligamen

    Sobekan pada ligament merupakan jenis cedera yang terjadi ketika mendarat dengan cara yang salah, mengubag arah atau berhenti dengan cepat atau karena pukulan langsung ke lutut. Ligamen sendiri merupakan penghubung tulang paha bagian bawah dengan tulang kering untuk menjaga kestabilan lutut. Gejala umum pada cedera ini adalah ketidakstabilan saat berjalan serta pembengkakan pada area lutut.

    Cedera Siku

    Buat Sobat Sehat yang gemar bermain tenis, badminton, golf atau gemar mengangkat alat-alat berat saat di nge-gym, sebaiknya harap memperhatikan jenis cedera yang satu ini, yang bakal dialami oleh mereka yang berolahraga dengan siku sebagai kekuatan utama. Cedera siku melibatkan peradangan tendon di bagian luar siku yang disebabkan oleh sobekan kecil pada area tendon.

    Cedera Bahu

    Cedera bahu adalah cedera yang terjadi pada semua jenis olahraga yang diakibatkan oleh dislokasi, misalignment, ketegangan pada otot, dan keselo ligamen. Bahu merupakan sendi tubuh terlemah, dan bekerja paling keras selama aktivitas yang bersifat atletik. Cedera yang menimpa salah satu bagian tubuh ini juga diakibatkan oleh kurangnya fleksibilutas, kekuatan, dan stabilisasi.

    Kram

    Kram merupakan cedera yang paling sering terjadi saat berolahraga terutama jika olahraga yang dilakukan tidak diawali dengan pemanasan atau peregangan. Kram biasanya terjadi pada semua bagian tubuh namun paling sering terjadi di bagian kaki. Kram tidak terlihat berbahaya jika dilakukan pada olahraga yang berhubungan dengan air seperti berenang. Jika kram terjadi pada saat berenang, Sobat akan tenggelam jika tidak tahu cara mengatasinya.

    Cedera Pinggul

    Cedera pinggul terjadi karena volume latihan yang berlebihan, terlalu banyak berlari di tanjakan, sesak, dan ketidakseimbangan otot. Masalah yang terjadi di pinggul karena kencang dan ketatnya IT band atau illotibital band, yaitu tendon yang memanjang dari tulang pinggul ke luar tibia atau tulang kaki bagian bawah. Hal ini kemudian akan berujung pada terjadinya sindrom IT band, yaitu nyeri yang terus-menerus dan signifikan di luar lutut. IT band juga bisa berisiko cedera karena pengaruh peralatan yang tidak layak yang bisa menyebabkan tubuh mendapatkan banyak benturan.

    Baca Juga: Hindari Kesalahan Berolahraga Saat Pandemi Corona

    Cara Mengatasinya

    Jenis-jenis cedera di atas dapat diatasi tentunya. Mengatasi dan menangani cedera dalam olahraga bukanlah perkara yang harus dianggap enteng sebab dalam kenyataannya masih banyak orang yang langsung memijat bagian tubuh ketika baru mengalami cedera. Tindakan itu kurang dianjurkan karena justru dapat memperparah luka yang dialami. Ketika luka dipijat, hal ini akan membuat kondisi trauma yang terjadi semakin parah sehingga akan sulit disembuhkan. Karena itu, perlu penanganan yang tepat sebagai berikut:

    Melakukan metode RICE

    RICE yang terdiri atas rest, ice, compression, dan elevation untuk membantu menghilangkan rasa sakit, mengurangi pembengkakan, dan mempercepat penyembuhan. Rest maksudnya adalah istirahatkan bagian tubuh yang mengalami cedera, Ice adalah meletakkan bungkusan es pada bagian tubuh yang mengalami cedera selama 20 menit, 4-8 kali sehari. Compressing, yaitu membalut bagian tubuh yang mengalami cedera dan ditekan agar tidak terjadi pembengkakan sedangkan elevation adalah meninggikan posisi bagian tubuh yang mengalami cedera agar transportasi aliran darah kembali lancar.

    Mengonsumsi Obat Anti-Inflamasi Nonstreoid (NSAIDs)

    Obat jenis ini biasanya diberikan untuk mengurangi rasa sakit dan meredakan bengkak. Contoh obat ini adalah Aspirin dan Ibuprofen

    Imobilisasi

    Pengobatan umum pada cedera  dengan sling, splint, dan gips untuk melindungi bagian tubuh yang cedera dari gerakan dan mencegah kerusakan yang lebih parah.

    Operasi

    Operasi pada cedera biasanya dilakukan pada kondisi tertentu, terutama pada kondisi cedera tendon robek, ligamen, dan fraktur (patah tulang).

    Terapi

    Terapi untuk penanganan cedera, yaitu arus listrik ringan (electrosimulation), gelombang suara (ultrasound), dan pijat (massage). Selanjutnya, pemulihan cedera memasuki tahap poliferasi, yaitu tahao jaringan otot yang rusak sudah berangsur hilang, dan mulai tumbuh jaringan otot baru sedikit demi sedikt. Pertumbuhan akan berlangsung hingga jaringan terbentuk dengan sempurna, dan siap menggantikan jaringan sebelumnya yang sudah rusak. Sedangkan tahapan terakhir adalah rehabilitasi, yaitu bagian tubuh yang mengalami cedera dilatih dan mulai digerakkan secara perlahan dan bertahap untuk mengembalikan fungsi normalnya termasuk pemulihan kekuatan, daya tahan, dan fleksibiltas. Tahapan ini tidak boleh dilakukan secara terburu-buru agar cedera dalam olahraga dapat sembuh total dan tidak terjadi lagi.

    Baca Juga: Sport Massage pada Cedera Olahraga

    Itulah perihal mengenai cedera dalam olahraga yang dapat terjadi saat berolahraga mulai dari penyebab, jenis, hingga penanganan. Intinya, olahraga sangat dianjurkan namun jangan dilakukan secara asal-asalan dan berlebihan sehingga mengakibatkan cedera. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai cedera olahraga beserta penangananannya dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik Read More

Showing 1–10 of 28 results

Chat Asisten Maya
di Prosehat.com