Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ olahraga”

Showing 1–10 of 28 results

  • Bulan Ramadan menjadi momen untuk memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik. Selain itu, Ramadan  waktu yang tepat untuk menurunkan berat badan. Kenyataannya, masih banyak orang yang mengeluh berat badannya terus naik saat berpuasa. Penyebab berat badan naik selama berpuasa dipengaruhi dari gaya hidup seseorang pada bulan Ramadan. Apa saja penyebabnya? Cek selengkapnya disini 1. Tidur […]

    7 Penyebab Berat Badan Terus Naik Saat Puasa Ramadan

    Bulan Ramadan menjadi momen untuk memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik. Selain itu, Ramadan  waktu yang tepat untuk menurunkan berat badan. Kenyataannya, masih banyak orang yang mengeluh berat badannya terus naik saat berpuasa.

    Penyebab berat badan naik selama berpuasa dipengaruhi dari gaya hidup seseorang pada bulan Ramadan. Apa saja penyebabnya? Cek selengkapnya disini

    1. Tidur Setelah Sahur

    Tidur Setelah Sahur

    Banyak orang yang memilih melanjutkan tidurnya setelah sahur. Namun ternyata, kebiasaan tidur setelah makan akan meningkatkan risiko penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau naiknya asam lambung ke bagian atas kerongkongan yang seringkali mengiritasi kerongkongan.

    Jika sering terjadi, GERD akan menyebabkan perubahan pada struktur dinding kerongkongan hingga berujung pada penyakit Barrett’s yang merupakan lesi pra-kanker.

    Menurut dr Dian Permatasari,M.Gizi, SpGK, tidur setelah sahur tidak masalah. Namun, disarankan untuk memberi jarak saat sekitar satu jam setelah makan.

    Baca Juga: 8 Makanan yang Dianjurkan Saat Puasa

    2. Kurangnya Aktivitas Fisik

    olahraga, yoga

    Tubuh mudah lemas saat melakukan aktivitas fisik selama puasa, sehingga kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur dibandingkan berolahraga. Hal ini akan membuat berat badan Sahabat melonjak.

    Terlebih lagi jika Sahabat banyak mengonsumsi makanan berlemak, timbunan lemak makin menumpuk. Jadi, jangan malas berolahraga, ya.

    3. Banyak Mengonsumsi Makanan Manis

    Makanan dan minuman manis menjadi godaan kita saat berpuasa terlebih lagi saat berbuka. Namun, Sahabat harus ingat jangan mengonsumsi gula secara berlebihan.

    Memang saat berpuasa, tubuh akan kehilangan banyak gula dan tubuh terasa lemas. Konsumsi gula secukupnya, ya, Sahabat.

    Baca Juga: 10 Komplikasi Diabetes yang Perlu Diwaspadai

    Mengonsumsi makanan dan minuman manis justru akan disimpan sebagai lemak tubuh dan membuat diet Sahabat menjadi kacau. Minuman manis juga menjadi risiko Diabetes Melitus yang  dapat mengancam kesehatan Sahabat.

    4. Porsi Makan Berlebihan

    makanan porsi besar

    Berpuasa seharian membuat perut kita menjadi sangat lapar. Godaan untuk makan menjadi meningkat dibandingkan biasanya. Segala macam makanan yang berada di hadapan akan habis dalam seketika setelah waktu berbuka tiba.

    Hal ini seringkali menjadi penyebab berat badan Sahabat naik. Padahal, makan secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai penyakit, seperti obesitas, bau mulut, gagal organ, hingga masalah asam lambung.

    Baca Juga: Fakta dan Mitos Diabetes

    5. Mengonsumsi Banyak Karbohidrat

    Tahukah Sahabat, bahwa gorengan dapat memicu naiknya berat badan. Hal ini karena makanan favorit saat berbuka puasa mengandung banyak lemak dan karbohidrat yang cepat disimpan menjadi lemak dalam tubuh.

    Pilihlah konsumsi makanan yang mengandung tinggi protein atau karbohidrat komplek seperti kentang atau nasi merah sebagai gantinya gorengan. Hal ini dapat membantu pencernaan Anda dapat mencerna lebih lambat. Sehingga bahan makanan yang masuk tidak langsung disimpan sebagai lemak.

    6. Kurang Tidur

    Tidur dapat menjadi salah satu cara untuk menurunkan berat badan saat puasa. Kurangnya tidur akan mengacaukan sistem metabolisme tubuh Sahabat. Akibatnya, tubuh tidak membakar cadangan lemak secara efektif.

    Aturlah tidur Sahabat dengan memanfaatkan saat sahur, saat istirahat dan setelah tarawih. Saat sahur dan shalat subuh, maka gunakan waktu sekitar 30 menit hingga 1 jam sebelum persiapan berangkat ke kantor.

    Saat siang hari, Sahabat diberikan waktu kurang lebih satu jam untuk beristirahat. Maka gunakanlah waktu tersebut untuk tidur selama 5 menit. Meskipun waktu tidur terbilang singkat, dapat membuat tubuh menjadi lebih bugar.

    Setelah Sahabat menjalankan ibadah tarawih, gunakan waktu luang untuk istirahat. Sahabat bisa mendapatkan waktu tidur lebih dari 6 jam yang merupakan waktu normal manusia untuk mencukupi kebutuhan tidurnya.

    Baca Juga: Cara Atasi Dehidrasi Anak Saat Travelling

    7. Kurang Konsumsi Air Putih

    minum air putih

    Saat kita berpuasa, tubuh akan kehilangan banyak cairan. Sementara cairan di tubuh kita banyak digunakan untuk membantu pencernaan bekerja lebih. Konsumsi air dapat membantu kita diet sehat selama berpuasa.

    Selain membantu pencernaan, air putih memberikan manfaat lainnya. Air putih dapat mempercepat metabolisme tubuh, meningkatkan imunitas tubuh, mencegah migrain, membuat kulit lebih bersinar, meningkatkan energi hingga membantu menumbuhkan rambut.

    Baca Juga: Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa di Bulan Ramadan

    Itulah penyebab-penyebab berat badan menjadi naik saat puasa. Selalu berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat yang baik untuk Sahabat dan keluarga.

    Susah mendapatkan makanan sehat? Jangan khawatir Sahabat, karena proSehat aplikasi kesehatan Indonesia siap memenuhi kebutuhan kesehatan. 

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik www.prosehat.com.

    Referensi:

    1. Bangkapos. “Jangan Langsung Tidur Setelah Sahur, Ini Bahayanya bagi Kesehatan Tubuh.”
    2. Setia, Unoviana K. “3 Kebiasaan Penyebab Berat Badan Naik Selama Ramadan”.
    3. Sartika, Resa Eka. “Tidur Setelah Sahur Boleh, Asal…”
    4. Setyani, Christina A. “Lima Bahaya yang Mengintai Saat Anda Makan Terlalu Banyak”.
    5. Tyas. “Mengantuk Saat Puasa?”
    6. CCN Indonesia. “10 Manfaat Minum Air Putih Saat Perut Kosong”.
    Read More
  • Belakangan ini marak pemberitaan terkait permainan catur online dimulai dari ditutupnya akun Dewa Kipas karena diduga bermain curang di Gotham Chess hingga pertandingan catur secara langsung yang melibatkan Grand Master dunia, Irene Sukandar melawan Dadang Subur (alias Dewa Kipas). Baca Juga: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Kepala Saat Berolahraga Tidak seperti olahraga lainnya yang […]

    Apa Saja Manfaat Bermain Catur Bagi Kesehatan?

    Belakangan ini marak pemberitaan terkait permainan catur online dimulai dari ditutupnya akun Dewa Kipas karena diduga bermain curang di Gotham Chess hingga pertandingan catur secara langsung yang melibatkan Grand Master dunia, Irene Sukandar melawan Dadang Subur (alias Dewa Kipas).

    manfaat bermain catur bagi kesehatan

    Baca Juga: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Kepala Saat Berolahraga

    Tidak seperti olahraga lainnya yang umumnya mengandalkan kekuatan fisik, catur mengandalkan kekuatan otak dan kemampuan menyusun strategi dalam permainannya. Diketahui catur dapat memberikan sejumlah manfaat kesehatan bagi tubuh. Apa saja manfaat kesehatan bermain catur? Yuk, mari simak di bawah ini!

    Manfaat Bermain Catur Bagi Kesehatan

    Melatih Fungsi Otak

    Permainan catur adalah permainan yang menuntut pemainnya untuk bisa menyeimbangkan sisi otak kiri dan kanan. Sisi otak kiri berkaitan dengan pengenalan objek sedangkan otak kanan berkaitan dengan pengenalan pola. Bermain catur secara rutin dapat melatih dan menyeimbangkan ke dua sisi otak Sahabat.

    Produk Terkait: Jual Konilife Focus Tab Penambah Daya Ingat

    Meningkatkan Daya Ingat dan Konsentrasi

    Bermain catur dapat mengasah daya ingat dan konsentrasi. Hal ini dikarenakan dalam bermain catur, seseorang perlu menghafal berbagai kombinasi gerakan. Sehingga seorang pecatur yang sudah memiliki kemampuan di atas rata-rata mampu mengingat dan mengenali pola dengan cepat.

    Mencegah Alzheimer

    Dengan bermain catur, Sahabat telah melakukan salah satu upaya untuk mencegah Alzheimer yang merupakan salah satu jenis penyakit saraf ditandai dengan penurunan kemampuan kognitif secara berangsur angsur. Apabila kemampuan otak tidak dilatih, dapat mengakibatkan penurunan kemampuan otak.

    Membantu Atasi Skizofrenia

    Berdasarkan sebuah penelitian dari Center of Cognitive Neuroscience di Paris bahwa pasien skizofrenia yang diarahkan untuk bermain catur setiap hari menunjukkan adanya perbaikan kondisi klinis dan kemampuan penalaran, dibandingkan dengan pasien yang tidak bermain catur.

    Baca Juga: Inilah Gejala Kesehatan Mental yang Sering Sahabat Anggap Remeh!

    Mencegah Serangan Panik

    Bermain catur ternyata memberi dampak untuk meningkatkan rasa tenang dan mengalihkan dari serangan panik.

    Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah

    Catur adalah salah satu jenis permainan yang mengutamakan strategi, tentunya hal tersebut turut membantu mengasah kemampuan memecahkan masalah.

    Melatih Kemampuan Perencanaan

    Kemampuan perencanaan berkaitan dengan korteks prefrontal dalam otak. Bermain catur diketahui dapat membantu perkembangan korteks prefrontal, sehingga dapat meningkatkan kemampuan dalam perencanaan dan membuat keputusan.

    Meningkatkan Rasa Percaya Diri

    Meskipun dalam bermain catur Sahabat tidak selalu menang, dengan adanya kekalahan Sahabat akan menganalisis kesalahan yang dilakukan. Begitu pula saat Sahabat menang, hal ini tanpa disadari mampu meningkatkan rasa kepercayaan diri.

    Catur ternyata memiliki sejumlah manfaat kesehatan, mari Sahabat mulai mencoba bermain catur agar meningkatkan kesehatan bagi tubuh dan otak.

    Baca Juga: 10 Jenis Buah dan Sayur yang Baik untuk Nutrisi Otak Anak

    Apabila Sahabat perlu info lebih lanjut soal konsentrasi otak dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Dewa Kipas Kalah, Gotham Chess Buka Youtube untuk Netizen RI [Internet]. CNN Indonesia. 2021 [cited 26 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210323144538-185-621022/dewa-kipas-kalah-gotham-chess-buka-youtube-untuk-netizen-ri
    2. 7 Manfaat Mengejutkan Bermain Catur Bagi Kesehatan [Internet]. CNN Indonesia. 2021 [cited 26 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210324135737-260-621482/7-manfaat-mengejutkan-bermain-catur-bagi-kesehatan
    3. 9 Manfaat Bermain Catur untuk Otak, Cegah Alzheimer hingga Tingkatkan Daya Ingat | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2021 [cited 26 March 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/jabar/9-manfaat-bermain-catur-untuk-otak-cegah-alzheimer-hingga-tingkatkan-daya-ingat-kln.html
    Read More
  • Diabetes bukanlah suatu penghalang untuk seseorang bergerak aktif termasuk berolahraga. Justru penderita diabetes tipe 2 perlu aktif secara fisik dan menurunkan berat badan yang berlebih agar diabetes Sahabat terkontrol. Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis Sebelum mulai berolahraga, ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, karena perencanaan olahraga sama pentingnya dengan perencanaan […]

    Pentingnya Olahraga Bagi Penderita Diabetes Tipe 2

    Diabetes bukanlah suatu penghalang untuk seseorang bergerak aktif termasuk berolahraga. Justru penderita diabetes tipe 2 perlu aktif secara fisik dan menurunkan berat badan yang berlebih agar diabetes Sahabat terkontrol.

    Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis

    Sebelum mulai berolahraga, ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, karena perencanaan olahraga sama pentingnya dengan perencanaan makanan, kontrol gula darah, dan pengobatan diabetes.¹

    olahraga bagi penderita diabetes tipe 2

    Produk Terkait: Cek Lab

    Apa peran olahraga untuk penderita diabetes?

    Saat Sahabat berolahraga, akan terjadi peningkatan sensitivitas tubuh terhadap hormon insulin. Hormon tersebut merupakan hormon yang membuat gula dalam darah dapat masuk ke dalam sel, sehingga gula tersebut dapat digunakan sebagai energi.

    Selain itu, penderita diabetes  perlu mengetahui cara mengontrol tekanan darah dan kolesterol karena kedua hal tersebut juga perlu dijaga agar tubuh Sahabat tetap sehat.² Olahraga dapat membantu mengontrol hal-hal tersebut. Beberapa manfaat utama dari olahraga adalah sebagai berikut:

    • Meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu menjaga gula darah dalam kisaran target³
    • Membantu menurunkan berat badan yang berlebih.³
    • Meningkatkan sirkulasi darah.³
    • Menurunkan tekanan darah.³
    • Mengurangi risiko stroke dan serangan jantung
    • Mengurangi perasaan stres, depresi, dan gelisah.³

    Olahraga apa yang direkomendasikan untuk penderita diabetes tipe 2?

    Untuk pilihan olahraga sebenarnya mudah, pilihlah olahraga yang Sahabat nikmati. Tentu akan lebih mudah menjalankan suatu aktivitas jika Sahabat menggemarinya, dan lebih baik lagi untuk membuat olahraga sebagai komitmen seumur hidup.6

    Olahraga dapat berupa berjalan di taman, bersepeda atau sepeda statis, dan berenang.6
    Mulailah olahraga tersebut dengan intensitas yang rendah dan perlahan-lahan ditingkatkan.² Sebagai contoh, berjalan selama 30-45 menit setiap harinya baik untuk kesehatan.

    Namun jika belum terbiasa, Sahabat dapat mulai dengan berjalan selama 5-10 menit per hari, lalu ditingkatkan hingga mencapai sasaran. Pastikan untuk melakukan pemanasan dan pendinginan sebelum dan setelah olahraga.

    Baca Juga: 3 Jenis Olahraga dan Jumlah Kalori yang Dibakar

    Untuk sasaran idealnya diperlukan olahraga aerobik selama 150 menit dengan intensitas sedang atau 75 menit dengan intensitas berat setiap minggunya. Tambahkan juga olahraga penguatan otot atau latihan resistensi setidaknya 2 kali seminggu.6,7,8

    Ikuti checklist ini sebelum mulai berolahraga jika Sahabat penderita diabetes:

    • Berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.2
    • Minum air secukupnya sebelum, selama, dan setelah berolahraga.2
    • Menggunakan sepatu dan kaos kaki selama berolahraga.2
    • Melakukan pemanasan dan pendinginan.2
    • Berolahraga di sekitar waktu yang sama setiap hari.2
    • Menunggu 30-60 menit setelah makan.2
    • Hindari berolahraga sebelum tidur.2

    Checklist tersebut penting untuk Anda yang menderita diabetes, karena orang yang menderita diabetes memiliki beberapa risiko, salah satunya adalah hipoglikemia. Hipoglikemia merupakan keadaan kadar gula darah tubuh kurang dari 70 mg/dL.

    Kondisi ini dapat mengakibatkan kebingungan, gangguan pandangan, gelisah, berdebar-debar, berkeringat, hingga kehilangan kesadaran.12

    Keadaan hipoglikemia dapat berupa ringan hingga berbahaya, namun dapat diatasi. Jika merasakan tanda dan gejala tersebut, segera hentikan aktivitas dan periksa gula darah Sahabat.

    Sahabat dapat mengonsumsi glukosa atau karbohidrat sederhana berupa 1 sendok makan gula, 5-6 buah permen, 1 sendok makan madu, atau setengah cangkir jus/soda.

    Produk Terkait: Jual Tropicana Slim Sweetener 

    Pada beberapa kasus hipoglikemia yang berat, penanganan berbeda dan perlu diberikan secepatnya. Dalam hal ini, perawat akan memberikan infus melalui pembuluh darah yang berisi glukosa.13

    Berolahraga memiliki berbagai manfaat bagi Sahabat yang menderita diabetes, namun konsultasi dahulu ke dokter untuk hal tersebut. Selain itu, Sahabat perlu waspada mengenai hipoglikemia dan cara mengatasinya. Apabila Sahabat menggunakan insulin, bawalah ID medis setiap saat.

    Baca Juga: Mengapa Suntik Insulin Penting Bagi Diabetasi Tipe 2?

    ID medis penting karena terdapat status kesehatan Anda mengenai informasi penyakit yang Sahabat derita termasuk alergi.14,15

    Apabila Sahabat perlu informasi lebih lanjut mengenai diabetes dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    REFERENSI

    1. Diabetes Tipe 2, 2020. [online] Tersedia di: <http://www.diabetes.ucsf.edu/clinical-care-education/about-diabetes/type-2-diabetes-faqs> 
    2. Berolahraga Aman dengan Diabetes Tipe 2. Cleveland Clinic. 2020. [online] Tersedia di: <https://my.clevelandclinic.org/Documents/Regional_Locations/LakewoodHospital/lakewood -exercise-safely.pdf>
    3. Aktivitas Fisik. 2020 [online] Tersedia di: <http://www.idf.org/worlddiabetesday/toolkit/pwd/physical-activity> 
    4. Glukosa Darah Kontrol dan Olahraga. Diabetes.org. 2020. | ADA. [online] Tersedia di: <http://www.diabetes.org/food-and-fitness/fitness/get-started-safely/blood-glucose-control-and-exercise.html>
    5. Colberg SR, Sigal RJ, Fernhall B, Regensteiner JG, Blissmer BJ, Rubin RR, et al. Exercise and type2 diabetes: the American College Sports Medicine and the American Diabetes Association: joint position statement. Diabetes Care. 2010 Dec;33(12):e147-67. 
    6. Diabetes Tipe2 dan Olahraga [online] WebMD. Tersedia di: <http://www.webmd.com/diabetes/guide/exercise-guidelines?page=3> 
    7. Olahraga: 4 tips Untuk Memulai. [online] Tersedia di: <http://www.diabetesforecast.org/2009/dec/exercise-4-tips-for-getting-started.html> 
    8. Diabetes Mellitus dan Olahraga. American Diabetes Association. Diabetes Care. January 2002 ; 25 (suppl1): s64. 2020. [online] Tersedia di: <http:// care.diabetesjournals.org/content/25/suppl_1/s64.full>
    9. Manfaat berjalan biasa untuk kesehatan, kesejahteraan dan lingkungan. 2020.  [online] Tersedia di: <http://www.c3health.org/wpontent/uploads/ 2009/09/C3-report-on-walking-v-1-20120911.pdf> 
    10. Aktivitas Fisik / Olahraga dan Diabetes. American Diabetes Association. Diabetes Care. January 2004; 27(suppl 1): s58-s62. Tersedia online di: <http: //care.diabetesjournals.org/content/27/suppl_1/s58.full> 
    11. Gula Darah Rendah (Hipoglikemia). Tersedia di: <http://www.healthline.com/health/hypoglycemia#Signs> 
    12. Hipoglikemia (gula darah rendah). American diabetes association. Tersedia di: <http://www.diabetes.org/living-with-diabetes/treatment-and-care/blood-glucose-control/hypoglycemia-low-blood.html>
    13. Hipoglikemia: Gejala. Tersedia online di: <http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hypoglycemia/basics/symptoms/con-20021103>
    14. Diabetes dan Hipoglikemia. Diabetes.co.uk. Tersedia di: <http://www.diabetes.co.uk/Diabetes-and-Hypoglycaemia.html> 
    15. Hipoglikemia (gula darah rendah). Tersedia online di: <http://www.diabetes.org/living-with-diabetes/treatment-and-care/blood-glucose-control/hypoglycemia-low-blood.html>
    Read More
  • Merasakan sakit kepala saat berolahraga tentu hal yang kurang menyenangkan, terutama di saat Sahabat sedang berusaha mencapai tujuan kesehatan seperti menurunkan berat badan. Baca Juga: 5 Herbal Sakit Kepala yang Sehat dan Aman Tentu Sahabat bertanya-tanya mengapa hal ini terjadi dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, mari simak bersama-sama penjelasan di bawah ini. Penyebab Sakit Kepala […]

    Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Kepala Saat Berolahraga

    Merasakan sakit kepala saat berolahraga tentu hal yang kurang menyenangkan, terutama di saat Sahabat sedang berusaha mencapai tujuan kesehatan seperti menurunkan berat badan.

    sakit kepala saat berolahraga

    Baca Juga: 5 Herbal Sakit Kepala yang Sehat dan Aman

    Tentu Sahabat bertanya-tanya mengapa hal ini terjadi dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, mari simak bersama-sama penjelasan di bawah ini.

    Penyebab Sakit Kepala

    Penyebab terjadinya sakit kepala sewaktu berolahraga ternyata cukup beragam, tergantung pada jenis olahraga yang dilakukan. Apabila jenis olahraga yang dilakukan adalah angkat beban, sakit kepala dapat disebabkan karena mengangkat beban yang terlalu berat.

    Untuk olahraga yang bersifat endurance atau ketahanan dan dilakukan diuar rumah, sakit kepala dapat disebabkan karena paparan sinar matahari yang terlalu ekstrim.

    Namun setidaknya ada beberapa faktor penting penyebab munculnya sakit kepala saat berolahraga, yaitu:

    Pola Pernapasan yang Tidak Tepat

    Bernapas merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi olahraga karena apabila pola pernafasan kurang benar, energi yang dimiliki akan terbuang sia-sia sehingga Sahabat menjadi mudah kelelahan.

    Sakit kepala yang muncul dapat diakibatkan karena tekanan darah yang meningkat, yang berawal dari teknik menahan napas saat berolahraga. Hal ini seringkali tidak disadari, sehingga Sahabat sebaiknya fokus terlebih dahulu pada pola pernafasan baru memulai latihan fisik.

    Gerakan Tiba-tiba

    Bergerak atau berlari tiba-tiba saat berolahraga dapat menyebabkan tubuh terkejut sehingga memicu sakit kepala secara mendadak, yang membuat Sahabat tidak dapat melanjutkan olahraga.

    Kekurangan Cairan

    Kecukupan cairan merupakan hal yang penting saat berolahraga karena ketika berolahraga, tubuh akan membuang cairan dalam bentuk keringat.

    Baca Juga: Bermanfaat dan Amankah Olahraga Saat Hujan?

    Supaya Sahabat tidak kekurangan cairan (dehidrasi) yang berakibat pada dengan timbulnya sakit kepala saat berolahraga, disarankan untuk minum air terlebih dahulu sebanyak 1-3 gelas sebelum maupun sesudah berolahraga.

    Makanan yang Dikonsumsi

    Banyak orang tidak menyadari bahwa salah satu faktor munculnya sakit kepala selama berolahraga adalah akibat jumlah makanan yang dikonsumsi.

    Produk Terkait: Jual Makanan Sehat

    Makanan yang dapat memicu sakit kepala misalnya kedelai, jeruk, pisang, yogurt, dan kacang-kacangan. Pada sebagian orang yang rentan mengalami migrain, tidak dianjurkan mengkonsumsi asam amino tyramine sebelum berolahraga.

    Penyebab lainnya adalah:

    • Gerakan olahraga yang tidak tepat
    • Lemah otot

    Cara Mengatasi Sakit Kepala Saat Berolahraga

    Untuk mengatasi sakit kepala saat berolahraga, Sahabat dapat melakukan beberapa hal berikut:

    Segera Istirahat dan Lakukan Pendinginan

    Ketika Sahabat merasakan sakit kepala saat berolahraga, sudah waktunya bagi Sahabat untuk berhenti melakukan olahraga. Sakit kepala menunjukan bahwa tubuh terlalu dipaksa melakukan banyak gerakan.

    Segera beristirahat dan lakukan pendinginan untuk mengakhiri sesi olahraga. Apabila sakit kepala sudah mereda dan Sahabat masih ingin melanjutkan olahraga, lakukan secara bertahap dengan diawali melakukan pemanasan.

    Temukan Penyebab Sakit Kepala

    Penyebab sakit kepala cukup banyak, misalnya akibat kekurangan cairan tubuh, kurang tidur, dan bahkan gangguan tekanan darah. Karena itu, Sahabat perlu mengenali apa saja faktor pemicunya agar dapat dihindari di kemudian hari.

    Perbaiki Gerakan Olahraga

    Olahraga membutuhkan gerakan yang tepat, karena jika tidak dilakukan dengan tepat dapat menimbulkan berbagai dampak, salah satunya adalah sakit kepala.

    Apa yang Harus Dilakukan Bila Sakit Kepala Tak Kunjung Hilang?

    Jika sakit kepala terasa terus menerus, sebagai penanganan awal Sahabat dapat mengonsumsi obat sakit kepala yang dijual bebas dan gunakan sesuai dosis yang tertera di kemasannya.

    Periksakan diri ke dokter terdekat jika sakit kepala tidak hilang dan dirasa berlarut-larut, agar segera mendapatkan penanganan.

    Itulah mengenai sakit kepala saat berolahraga mulai dari penyebab hingga cara mengatasinya, agar Sahabat dapat menghindari sakit kepala dan menikmati olahraga yang dilakukan.

    Baca Juga: 6 Tips Meredakan Sakit Kepala yang Ampuh

    Apabila Sahabat perlu informasi lebih lanjut mengenai sakit kepala dan produk-produk kesehatan terkait, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Sakit Kepala Saat Berolahraga? Mungkin Ini Penyebabnya |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2021 [cited 16 March 2021]. Available from: https://republika.co.id/berita/q6y5yh335/sakit-kepala-saat-berolahraga-mungkin-ini-penyebabnya
    2. Tbk P. [Internet]. bodrex.com. 2021 [cited 16 March 2021]. Available from: https://www.bodrex.com/read/tips-dan-artikel/Alasan-Sering-Sakit-Kepala-Setelah-Berol
    3. Media K. Mengatasi Sakit Kepala Saat Olahraga Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 16 March 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2019/08/15/151823620/mengatasi-sakit-kepala-saat-olahraga?page=all
    4. Pramudiarja A. Mendadak Sakit Kepala Saat Olahraga? Ini 4 Tips Menghadapinya [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 16 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/kebugaran/d-5090729/mendadak-sakit-kepala-saat-olahraga-ini-4-tips-menghadapinya
    Read More
  • Perlukah mandi sebelum berolahraga? Pertanyaan ini tentunya sering Sahabat Sehat tanyakan saat hendak berolahraga, baik berlari, bersepeda, atau bermain sepak bola. Kebanyakan dari kita hanya mandi setelah berolahraga dan jarang melakukannya sebelum berolahraga. Hal itu biasanya disebabkan olahraga sendiri adalah kegiatan fisik yang sudah pasti mengucurkan banyak keringat. Keringat ini tentunya membuat Sahabat tidak nyaman […]

    Mandi Sebelum Berolahraga, Perlu atau Tidak?

    Perlukah mandi sebelum berolahraga? Pertanyaan ini tentunya sering Sahabat Sehat tanyakan saat hendak berolahraga, baik berlari, bersepeda, atau bermain sepak bola. Kebanyakan dari kita hanya mandi setelah berolahraga dan jarang melakukannya sebelum berolahraga. Hal itu biasanya disebabkan olahraga sendiri adalah kegiatan fisik yang sudah pasti mengucurkan banyak keringat. Keringat ini tentunya membuat Sahabat tidak nyaman karena baunya sehingga Sahabat cepat-cepat ingin menghilangkan bau tersebut dengan mandi.1

    mandi sebelum berolahraga

    Baca Juga: Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Berolahraga di Malam Hari

    Lalu, Bagaimana dengan Mandi Sebelum Berolahraga? Apakah Dianjurkan?

    Mandi sebelum melakukan aktivitas fisik seperti olahraga sebenarnya sangat dianjurkan. Mengapa? Karena mandi sebelum berolahraga dapat menghilangkan bau badan akibat keringat yang timbul saat Sahabat tidur. Tidak hanya bau badan, mandi sebelum berolahraga pagi dapat juga menghilangkan bau mulut. Karena itu, disarankan untuk sikat gigi sebelum berolahraga. Dengan hilangnya bau badan dan mulut yang ditimbulkan tentunya dapat memberikan kenyamanan, tidak hanya pada diri sendiri tetapi juga pada orang-orang sekitar kita saat berolahraga.2

    Produk Terkait: Jual Asepso Antibacterial Body Wash 250 ml

    Manfaat Mandi Sebelum Berolahraga

    Tidak hanya itu, mandi sebelum berolahraga juga mempunyai manfaat-manfaat sebagai berikut:

    Mencegah heat stroke

    Manfaat pertama dari mandi sebelum Sahabat berolahraga adalah dapat mencegah heat stroke terutama bagi yang tinggal di wilayah tropis seperti Indonesia. Berolahraga di wilayah yang cenderung panas dan lembap dapat meningkatkan risiko heat stroke, yang tentu saja dapat berakibat tidak baik bagi tubuh saat berolahraga. Mandi dengan air dingin sangat disarankan sehingga Sahabat tidak akan merasa overheat saat berolahraga.3

    Mempercepat sirkulasi darah

    Mandi sebelum Sahabat berolahraga terutama dengan air dingin akan memberikan keuntungan berupa mempercepat sirkulasi darah yang akan menambah energi dalam tubuh sehingga Sahabat Sehat tidak mudah lelah saat berolahraga. Mandi pun lebih efisien jika dibandingkan meminum segelas kopi atau teh untuk meningkatkan stamina.3

    Baca Juga: 5 Jenis Olahraga yang Cocok untuk Generasi Milenial

    Untuk daya tahan tubuh

    Ketika Sahabat berolahraga tentu yang diharapkan adalah bisa berolahraga sesuai dengan target yang sudah ditetapkan. Supaya target terpenuhi, tentunya Sahabat tidak boleh cepat lelah yang malah membuat olahraga tidak efektif. Karena itu, diperlukan stamina yang kuat supaya daya tahan tubuh juga kuat. Mandi sebelum berolahraga sangat dianjurkan. Hal ini dapat mencegah naiknya suhu tubuh yang mengakibatkan lelah dan letih.3

    Produk Terkait: Jual Multivitamin Lengkap

    Meningkatkan performa

    Performa yang lebih baik selama berolahraga tentunya sangat diharapkan oleh Sahabat Sehat semua. Kenyataannya performa yang lebih baik tersebut bisa ada jika suhu tubuh dapat diturunkan. Untuk hal ini mandi sangat dianjurkan bagi Sahabat sebelum berolahraga karena, berdasarkan sebuah penelitian, mandi sebelum berolahraga dapat menurunkan suhu tubuh dan meningkatkan performa hingga 7%.3

    Meningkatkan kecepatan metabolisme tubuh

    Metabolisme tubuh akan cepat bereaksi apabila Sahabat mengguyur air ke tubuh sebelum berolahraga. Mandi sebelum berolahraga dapat membakar lemak sampai 4 kilogram per tahun sehingga dapat membantu Sahabat mewujudkan keinginan untuk memperindah tampilan tubuh melalui olahraga.3

    Apakah Mandi Sebelum Berolahraga Seperti Mandi Biasa?

    Mandi sebelum berolahraga sebenarnya tidak harus seperti mandi biasa yang mungkin membutuhkan waktu hingga 10-15 menit. Mandi cukup dilakukan selama 2-3 menit saja. Sahabat hanya seperlunya membilas badan dengan sampo dan sabun serta menyikat gigi.2

    Produk Terkait: Jual Sikat Gigi Elektrik

    Sebaiknya Mandi dengan Air Dingin atau Panas?

    Mandi dengan air dingin atau panas sebelum berolahraga tidaklah masalah. Namun, mandi air dingin lebih dianjurkan bagi Sahabat Sehat yang berada di wilayah tropis karena terbukti efektif dapat mencegah terjadinya overheat atau panas berlebih pada tubuh saat berolahraga.1

    Baca Juga: 3 Jenis Olahraga dan Jumlah Kalori yang Dibakar

    Itulah beberapa hal mengenai perlu atau tidaknya mandi sebelum berolahraga. Dengan begitu, Sahabat tidak perlu lagi ragu untuk mandi sebelum berolahraga yang tidak hanya membuat kondisi sekitar nyaman tetapi juga bermanfaat untuk performa tubuh saat berolahraga. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai olahraga dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Sering Langsung Mandi Setelah Olahraga? Hentikan Kebiasaan Itu Jika Tidak Ingin Terserang Penyakit I. Sering Langsung Mandi Setelah Olahraga? Hentikan Kebiasaan Itu Jika Tidak Ingin Terserang Penyakit, Ini Penjelasannya! – Semua Halaman – Bobo [Internet]. Bobo. 2020 [cited 28 December 2020]. Available from: https://bobo.grid.id/read/082084987/sering-langsung-mandi-setelah-olahraga-hentikan-kebiasaan-itu-jika-tidak-ingin-terserang-penyakit-ini-penjelasannya?page=all
    2. Willis J. Should You Shower Before You Work Out? [Internet]. GQ. 2020 [cited 28 December 2020]. Available from: https://www.gq.com/story/shower-before-you-work-out
    3. Mandi Sebelum Olahraga, Why Not? – MLDSPOT [Internet]. Mldspot.com. 2020 [cited 28 December 2020]. Available from: https://www.mldspot.com/sport/2015/09/17/mandi-sebelum-olahraga-why-not
    Read More
  • Apakah olahraga saat hujan dibolehkan dan bermanfaat? Hal ini tentu menjadi pertanyaan bagi Sahabat Sehat yang gemar berolahraga, terutama olahraga berlari atau bersepeda. Faktanya, berolahraga selama musim hujan diperbolehkan, aman, dan bermanfaat, sehingga hal ini tidak menjadi alasan bagi Sahabat untuk berhenti berolahraga.1   Baca Juga: Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Berolahraga di Malam Hari […]

    Bermanfaat dan Amankah Olahraga Saat Hujan?

    Apakah olahraga saat hujan dibolehkan dan bermanfaat? Hal ini tentu menjadi pertanyaan bagi Sahabat Sehat yang gemar berolahraga, terutama olahraga berlari atau bersepeda. Faktanya, berolahraga selama musim hujan diperbolehkan, aman, dan bermanfaat, sehingga hal ini tidak menjadi alasan bagi Sahabat untuk berhenti berolahraga.1

    olahraga saat hujan

     

    Baca Juga: Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Berolahraga di Malam Hari

    Manfaat Olahraga Saat Hujan

    Manfaat yang didapatkan dari berolahraga saat hujan adalah sebagai berikut:

    Membakar Lebih Banyak Kalori

    Membakar lebih banyak kalori adalah hal yang sangat diharapkan dari kegiatan olahraga dan tentunya akan membantu Sahabat yang sedang menjalani diet. Nah, ternyata Sahabat dapat tetap membakar kalori dengan berolahraga sewaktu hujan turun. Hal ini berdasarkan studi para ahli dari Jepang yang diterbitkan di International Journal of Sports Medicine. Studi tersebut dilakukan pada orang-orang yang berlari di tengah hujan selama 30 menit. Kemudian, para peneliti mengukur pernapasan, suhu kulit, konsumsi oksigen, aktivitas otot, dan tingkat stres. Hasilnya, tubuh para pelari tersebut bekerja lebih keras dan kalori yang terbakar lebih banyak. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa guyuran hujan atau suhu dingin membuat suhu tubuh lebih rendah. Saat berolahraga, secara alamiah otot akan menghasilan panas. Suhu tubuh bisa naik menjadi 37 sampai 40 derajat Celcius, atau naik dua derajat Celcius dari suhu tubuh orang normal. Hal ini membuat proses pembakaran energi tidak terasa bila dibandingkan dengan saat berolahraga di waktu-waktu normal.1

    Membuat Lebih Bersemangat

    Menggerakan tubuh saat hujan justru dapat Sahabat jadikan sebagai cara untuk melatih ketahanan fisik, apalagi bagi Sahabat yang gemar bersepeda. Di saat hujan turun, muncul sensasi petualangan yang membuat diri menjadi lebih bersemangat. Sebab, ketika hujan, secara otomatis kita akan menjadikan hujan sebagai tantangan dan memacu diri kita untuk mencapai target tertentu yang diinginkan. Tingkat kepuasan yang dirasakan bisa lebih tinggi dan terasa istimewa daripada saat berolahraga di musim kemarau.1

    Mengusir Stres

    Menghilangkan stres adalah salah satu manfaat olahraga, termasuk olahraga yang dilakukan saat musim hujan. Terdapat sensasi tertentu yang dirasakan. Rintik hujan dikatakan bersifat terapeutik, alias dapat membuat otak rileks dan membuat diri nyaman. Hal lainnya adalah hujan akan membuat lingkungan sekitar menjadi lenggang. Kondisi sepi menciptakan kesan damai yang sangat terasa. Sahabat juga bisa berlari atau bersepeda dengan leluasa.1

    Baca Juga: Lakukan Langkah Ini Jika Stres Akibat Corona

    Membuat Tubuh Menjadi Lincah

    Tanpa disadari, hujan yang turun akan membuat tubuh menjadi lincah saat kita berolahraga, terutama saat Sahabat berlari lintas alam, trail running atau bersepeda menanjak bukit dan bukan di jalan raya. Kelincahan itu muncul karena Sahabat berusaha menghindari genangan air dengan meloncat ke tempat yang aman. Ketika menghadapi medan yang menanjak, Sahabat bisa melakukannya meski dengan perlahan. Selain bermanfaat untuk fisik, hal ini juga dapat meningkatkan kepercayaan diri.1

    Tips Aman Olahraga Saat Hujan

    Olahraga ketika hujan turun memang aman untuk dilakukan. Namun, terdapat beberapa hal harus Sahabat perhatikan. Berikut ini adalah tips berolahraga saat hujan:

    Hindari Petir yang Menyambar

    Ketika hujan, terutama hujan yang sangat deras, kemungkinan besar akan datang petir. Tentu sangat berbahaya apabila Sahabat berolahraga dengan petir menyambar-menyambar di langit.2 Petir ini dapat mengenai seseorang. Sudah banyak peristiwa sambaran petir pada orang yang berolahraga, seperti yang terjadi pada pertandingan sepak bola di Afrika Selatan pada tahun 2018.3 Orang yang tersambar petir saat itu, Luyanda Ntshangase, tewas setelah menjalani perawatan selama dua bulan. Oleh karena itu, saat hujan disertai petir, sebaiknya Sahabat tunda berolahraga di luar dan ganti dengan berolahraga di dalam ruangan yang lebih aman.2

    Ketahui Temperatur Cuaca

    Ketika akan olahraga saat hujan, penting bagi Sahabat untuk mengetahui temperatur cuaca terlebih dahulu. Bila suhu dingin dan hujan deras, akan sangat sulit untuk memanaskan dan menghangatkan tubuh. Apabila hal ini terjadi, timbul risiko hipotermia. Ketika kembali ke rumah, segera lepas semua pakaian dan peralatan yang melekat di tubuh, kemudian sebaiknya mandi air hangat dan minum teh untuk relaksasi tubuh.2

    Pahami Area untuk Berolahraga

    Saat hujan melanda dan Sahabat tetap ingin belari atau bersepeda, pastikan dulu untuk memahami kondisi sekitar. Apabila kondisi dekat tempat tinggal Sahabat terkena banjir, tunda dulu atau ganti dengan berolahraga di dalam ruangan. Jika sudah terlanjur berlari, segera hindari area tersebut. Selain banjir, hindari juga area yang licin supaya tidak terpeleset dan menyebabkan cedera.2

    Gunakan Peralatan yang Mendukung

    Ketika hendak berolahraga di kala hujan, pastikan juga untuk menggunakan peralatan yang mendukung, seperti sepatu lari anti-licin atau ban sepeda yang cocok di musim hujan. Pemilihan peralatan yang tepat ini akan menghindarkan Sahabat dari kecelakaan atau benturan yang dapat mengakibatkan cedera dan hal-hal yang tidak diinginkan lainnya.2 Tentunya Sahabat ingin bisa berolahraga dengan aman dan nyaman, bukan?

    Baca Juga: Ingin Aman Memakai Masker Saat Berolahraga? Berikut Tipsnya!

    Jenis Olahraga yang Bisa Dilakukan di Rumah Saat Hujan

    Apabila Sahabat lebih memilih tidak berolahraga ke luar saat hujan, berikut ini adalah beberapa olahraga yang bisa Sahabat lakukan di rumah:4

    • Spot Jogging
    • Skipping
    • Latihan kekuatan
    • Plank
    • Pilates

    Baca Juga: Cedera dalam Olahraga, Berikut Hal-hal yang Perlu Diketahui

    Demikianlah hal-hal mengenai olahraga saat hujan yang ternyata dapat bermanfaat dan aman dilakukan. Namun, Sahabat tetap harus mengingat tips yang harus diperhatikan agar olahraga tetap menjadi aktivitas yang menyenangkan dan aman, terutama di masa pandemi Covid-19, olahraga adalah benteng untuk memperkuat imunitas tubuh. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai olahraga sewaktu musim hujan dan produk-produk kesehatan terkait, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Hujan bukan Halangan untuk Olahraga, Justru Banyak Manfaatnya [Internet]. kompas.com. 2020 [cited 26 November 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/01/05/183000468/hujan-bukan-halangan-untuk-olahraga-justru-banyak-manfaatnya?page=all#:~:text=Olahraga%20saat%20hujan%20membuat%20tubuh%20bekerja%2
    2. Chertoff J. Get the Most Out of Running in the Rain [Internet]. Healthline.com. 2020 [cited 26 November 2020]. Available from: https://www.healthline.com/health/running-in-the-rain
    3. Bachrain A. Tersambar Petir, Pemain Klub Afrika Selatan Meninggal Dunia [Internet]. cnnindonesia.com. 2020 [cited 26 November 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20180506015105-142-296013/tersambar-petir-pemain-klub-afrika-selatan-meninggal-dunia
    4. Prasasti G. 6 Olahraga yang Bisa Dilakukan di Musim Hujan [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 26 November 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/3798753/6-olahraga-yang-bisa-dilakukan-di-musim-hujan
    Read More
  • Cedera dalam olahraga memang merupakan salah satu hal yang sering terjadi. Cedera kerap menjadi hal yang menakutkan bagi penggemar olahraga atau atlet profesional karena bisa mengganggu karier mereka. Selain untuk menyehatkan badan, olahraga juga dapat menghilangkan stres dan menguatkan imun tubuh yang sangat diperlukan di masa pandemi COVID-19. Olahraga pun dapat dijadikan sebagai investasi di […]

    Cedera dalam Olahraga, Berikut Hal-hal yang Perlu Diketahui

    Cedera dalam olahraga memang merupakan salah satu hal yang sering terjadi. Cedera kerap menjadi hal yang menakutkan bagi penggemar olahraga atau atlet profesional karena bisa mengganggu karier mereka. Selain untuk menyehatkan badan, olahraga juga dapat menghilangkan stres dan menguatkan imun tubuh yang sangat diperlukan di masa pandemi COVID-19. Olahraga pun dapat dijadikan sebagai investasi di masa depan terutama saat Sobat memasuki usia senja. Di usia itu Sobat akan lebih bugar dan tidak mudah sakit. Lalu, pertanyaannya, apa saja penyebab cedera dalam olahraga?

    cedera dalam olahraga

    Baca Juga: Cedera Pelari

    Penyebab Cedera dalam Olahraga

    Pemanasan yang Tidak Ideal

    Kurangnya pemanasan atau tidak melakukan pemanasan sama sekali sebelum berolahraga dapat menyebabkan cedera. Padahal, pemanasan penting sekali karena bertujuan untuk melemaskan otot-otot yang kaku dan tegang. Apabila pemanasan tidak adekuat, otot-otot yang kaku dan tegang itu akan tertarik sehingga timbul rasa sakit yang berakibat olahraga menjadi tidak nyaman.

    Intensitas Olahraga yang Berlebihan

    Selain kurangnya pemanasan, hal lainnya adalah berolahraga secara berlebihan supaya tujuan mendapatkan tubuh yang sehat dan ideal benar-benar tercapai. Biasanya ini dilakukan oleh mereka yang sedang diet. Olahraga yang berlebihan ini akan membuat tubuh secara terus-menerus menerima beban lebih dari biasanya atau melebihi batas, dan mengakibatkan cedera yang kronis.

    Teknik Latihan yang Buruk

    Teknik latihan olahraga yang baik akan memberikan manfaat positif ke tubuh sehingga menghindarkan diri dari cedera daripada teknik latihan yang buruk seperti melakukan suatu gerakan dengan cara yang salah atau posisi yang tidak benar sehingga otot menjadi kelebihan beban.

    Tidak Layaknya Peralatan yang Dipakai

    Peralatan dalam berolahraga sangat penting karena dapat menunjang aktivitas olahraga yang dilakukan seperti berlari atau bersepeda yang membutuhkan sepatu khusus lari dan sepeda. Peralatan-peralatan ini akan terus-menerus dipakai dan tentu saja akan cepat berubah keadaannya dan lama-kelamaan tidak layak. Namun masih banyak yang berpikir bahwa keadaan peralatan tidak akan berubah meskipun dipakai terus-menerus. Hasilnya, banyak yang kemudian memakai peralatan tidak layak tersebut yang mengakibatkan tubuh tidak terlindung dengan baik saat terkena benturan yang berakibat cedera.

    Baca Juga: Penanganan Kecelakaan Ketika Bersepeda

    Faktor Keturunan

    Cedera bukan karena faktor kurang persiapan saja, melainkan juga karena faktor keturunan atau genetik yang biasanya terjadi dalam satu keluarga. Misalkan, ada orang yang mudah cedera pada pergelangan kaki sementara yang lain tidak sama sekali yang setelah ditelusuri ternyata berasal dari keluarga, yang memang mudah cedera pada bagian tubuh tersebut. Dapat disimpulkan, bahwa faktor ini membuat kondisi setiap orang berbeda-beda, dan faktor keturunan sendiri cukup berpengaruh pada bentuk tubuh dan struktur persendian.

    Jenis-jenis Cedera dalam Olahraga

    Selain penyebab, Sobat Sehat juga perlu tahu jenis-jenis cedera dalam olahraga, dan sering terjadi. Berikut adalah jenis-jenisnya:

    Keseleo

    Keseleo merupakan salah satu jenis cedera olahraga yang sering terjadi, dan biasanya ada di bagian pergelangan kaki. Istilah lainnya adalah kaki terkilir. Cedera ini terjadi pada orang-orang yang gemar bermain sepak bola, futsal, bulu tangkis, atau bahkan jogging. Keseleo terjadi karena adanya robekan pada urat di bagian pergelangan kaki, tendon, atau otot.

    Produk Terkait: Jual Salep Keseleo

    Robekan pada Hamstring

    Robekan pada Hamstring juga menjadi cedera yang paling sering terjadi saat berolahraga. Cedera ini menimpa otot hamstring yang terletak di bagian belakang paha. Otot ini bisa kencang dan rentan terhadap ketegangan. Karena itulah jika teknik peregangan yang dilakukan buruk atau peregangan itu kurang otot ini akan mudah robek sehingga berakibat cedrera yang ditunjukkan dengan memar di bagian belakang paha atau lutut.

    Cedera Tulang Kering

    Cedera pada tulang kering terjadi karena adanya peradangan otot, dan sering terjadi saat berolahraga lari atau yang berhubungan dengan melompat seperti basket atau voli. Penyebab lain juga karena intensitas latihan yang berat seperti lari panjang di jalan beraspal, menanjak, dan menurun yang membuat Sobat mempercepat laju lari secara tiba-tiba. Nyeri yang dirasakan biasanya terasa di bagian tulang kaki bahkan bisa sampai betis.

    Sobekan pada Ligamen

    Sobekan pada ligament merupakan jenis cedera yang terjadi ketika mendarat dengan cara yang salah, mengubag arah atau berhenti dengan cepat atau karena pukulan langsung ke lutut. Ligamen sendiri merupakan penghubung tulang paha bagian bawah dengan tulang kering untuk menjaga kestabilan lutut. Gejala umum pada cedera ini adalah ketidakstabilan saat berjalan serta pembengkakan pada area lutut.

    Cedera Siku

    Buat Sobat Sehat yang gemar bermain tenis, badminton, golf atau gemar mengangkat alat-alat berat saat di nge-gym, sebaiknya harap memperhatikan jenis cedera yang satu ini, yang bakal dialami oleh mereka yang berolahraga dengan siku sebagai kekuatan utama. Cedera siku melibatkan peradangan tendon di bagian luar siku yang disebabkan oleh sobekan kecil pada area tendon.

    Cedera Bahu

    Cedera bahu adalah cedera yang terjadi pada semua jenis olahraga yang diakibatkan oleh dislokasi, misalignment, ketegangan pada otot, dan keselo ligamen. Bahu merupakan sendi tubuh terlemah, dan bekerja paling keras selama aktivitas yang bersifat atletik. Cedera yang menimpa salah satu bagian tubuh ini juga diakibatkan oleh kurangnya fleksibilutas, kekuatan, dan stabilisasi.

    Kram

    Kram merupakan cedera yang paling sering terjadi saat berolahraga terutama jika olahraga yang dilakukan tidak diawali dengan pemanasan atau peregangan. Kram biasanya terjadi pada semua bagian tubuh namun paling sering terjadi di bagian kaki. Kram tidak terlihat berbahaya jika dilakukan pada olahraga yang berhubungan dengan air seperti berenang. Jika kram terjadi pada saat berenang, Sobat akan tenggelam jika tidak tahu cara mengatasinya.

    Cedera Pinggul

    Cedera pinggul terjadi karena volume latihan yang berlebihan, terlalu banyak berlari di tanjakan, sesak, dan ketidakseimbangan otot. Masalah yang terjadi di pinggul karena kencang dan ketatnya IT band atau illotibital band, yaitu tendon yang memanjang dari tulang pinggul ke luar tibia atau tulang kaki bagian bawah. Hal ini kemudian akan berujung pada terjadinya sindrom IT band, yaitu nyeri yang terus-menerus dan signifikan di luar lutut. IT band juga bisa berisiko cedera karena pengaruh peralatan yang tidak layak yang bisa menyebabkan tubuh mendapatkan banyak benturan.

    Baca Juga: Hindari Kesalahan Berolahraga Saat Pandemi Corona

    Cara Mengatasinya

    Jenis-jenis cedera di atas dapat diatasi tentunya. Mengatasi dan menangani cedera dalam olahraga bukanlah perkara yang harus dianggap enteng sebab dalam kenyataannya masih banyak orang yang langsung memijat bagian tubuh ketika baru mengalami cedera. Tindakan itu kurang dianjurkan karena justru dapat memperparah luka yang dialami. Ketika luka dipijat, hal ini akan membuat kondisi trauma yang terjadi semakin parah sehingga akan sulit disembuhkan. Karena itu, perlu penanganan yang tepat sebagai berikut:

    Melakukan metode RICE

    RICE yang terdiri atas rest, ice, compression, dan elevation untuk membantu menghilangkan rasa sakit, mengurangi pembengkakan, dan mempercepat penyembuhan. Rest maksudnya adalah istirahatkan bagian tubuh yang mengalami cedera, Ice adalah meletakkan bungkusan es pada bagian tubuh yang mengalami cedera selama 20 menit, 4-8 kali sehari. Compressing, yaitu membalut bagian tubuh yang mengalami cedera dan ditekan agar tidak terjadi pembengkakan sedangkan elevation adalah meninggikan posisi bagian tubuh yang mengalami cedera agar transportasi aliran darah kembali lancar.

    Mengonsumsi Obat Anti-Inflamasi Nonstreoid (NSAIDs)

    Obat jenis ini biasanya diberikan untuk mengurangi rasa sakit dan meredakan bengkak. Contoh obat ini adalah Aspirin dan Ibuprofen

    Imobilisasi

    Pengobatan umum pada cedera  dengan sling, splint, dan gips untuk melindungi bagian tubuh yang cedera dari gerakan dan mencegah kerusakan yang lebih parah.

    Operasi

    Operasi pada cedera biasanya dilakukan pada kondisi tertentu, terutama pada kondisi cedera tendon robek, ligamen, dan fraktur (patah tulang).

    Terapi

    Terapi untuk penanganan cedera, yaitu arus listrik ringan (electrosimulation), gelombang suara (ultrasound), dan pijat (massage). Selanjutnya, pemulihan cedera memasuki tahap poliferasi, yaitu tahao jaringan otot yang rusak sudah berangsur hilang, dan mulai tumbuh jaringan otot baru sedikit demi sedikt. Pertumbuhan akan berlangsung hingga jaringan terbentuk dengan sempurna, dan siap menggantikan jaringan sebelumnya yang sudah rusak. Sedangkan tahapan terakhir adalah rehabilitasi, yaitu bagian tubuh yang mengalami cedera dilatih dan mulai digerakkan secara perlahan dan bertahap untuk mengembalikan fungsi normalnya termasuk pemulihan kekuatan, daya tahan, dan fleksibiltas. Tahapan ini tidak boleh dilakukan secara terburu-buru agar cedera dalam olahraga dapat sembuh total dan tidak terjadi lagi.

    Baca Juga: Sport Massage pada Cedera Olahraga

    Itulah perihal mengenai cedera dalam olahraga yang dapat terjadi saat berolahraga mulai dari penyebab, jenis, hingga penanganan. Intinya, olahraga sangat dianjurkan namun jangan dilakukan secara asal-asalan dan berlebihan sehingga mengakibatkan cedera. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai cedera olahraga beserta penangananannya dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Times I. 5 Penyebab Cedera Olahraga yang Kadang Tidak Kamu Sadari [Internet]. IDN Times. 2020 [cited 17 November 2020]. Available from: https://www.idntimes.com/health/fitness/muhammad-haris-irawan/5-penyebab-cedera-olahraga-yang-kadang-tidak-kamu-sadari-c1c2/5
    2. 8 Jenis Cedera Olahraga yang Sering Terjadi, Hati-hati! [Internet]. Parenting.orami.co.id. 2020 [cited 17 November 2020]. Available from: https://parenting.orami.co.id/magazine/jenis-cedera-olahraga/
    3. Media K. Cara Mengatasi Cedera Olahraga yang Benar, Jangan Langsung Dipijat Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 17 November 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/09/26/163100968/cara-mengatasi-cedera-olahraga-yang-benar-jangan-langsung-dipijat?page=all
    Read More
  • Berikut ini adalah infografik jangan malas gerak atau mager yang dapat menyebabkan banyak gangguan kesehatan, dan di masa pandemi Corona sangat mungkin terjadi karena kebijakan berkegiatan dari rumah. Karena itu, yuk, kita beraktivitas fisik, Sobat Sehat! Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai aktivitas fisik dari rumah dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan […]

    Infografik Jangan Malas Gerak (Mager)

    Berikut ini adalah infografik jangan malas gerak atau mager yang dapat menyebabkan banyak gangguan kesehatan, dan di masa pandemi Corona sangat mungkin terjadi karena kebijakan berkegiatan dari rumah. Karena itu, yuk, kita beraktivitas fisik, Sobat Sehat!

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai aktivitas fisik dari rumah dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Perlukah berolahraga saat pandemi Corona? Tentu saja banyak Sobat Sehat yang bertanya-tanya mengenai hal tersebut. Jawabannya, tentu saja perlu sebab olahraga sebagai salah satu aktivitas fisik mempunyai banyak manfaat. Baca Juga: Hindari Kesalahan Berolahraga Saat Pandemi Corona Manfaat-manfaat itu adalah: Menurunkan berat badan Meningkatkan imunitas tubuh Mengurangi stres dan rasa cemas Meningkatkan kualitas tidur Selain […]

    Ingin Aman Memakai Masker Saat Berolahraga? Berikut Tipsnya!

    Perlukah berolahraga saat pandemi Corona? Tentu saja banyak Sobat Sehat yang bertanya-tanya mengenai hal tersebut. Jawabannya, tentu saja perlu sebab olahraga sebagai salah satu aktivitas fisik mempunyai banyak manfaat.

    Baca Juga: Hindari Kesalahan Berolahraga Saat Pandemi Corona

    berlari memakai masker

    Manfaat-manfaat itu adalah:

    • Menurunkan berat badan
    • Meningkatkan imunitas tubuh
    • Mengurangi stres dan rasa cemas
    • Meningkatkan kualitas tidur

    Selain itu, olahraga di masa pandemi juga mempunyai manfaat mampu menurunkan risiko tertular infeksi saluran pernapasan atas. Hal ini berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan pada seekor mencit yang ternyata mampu bertahan terhadap sindrom pernapasan akut setelah diuji untuk berolahraga. Namun bagaimanakah olahraga yang aman ketika pandemi Corona tersebut mengingat Corona adalah virus mematikan yang mudah menyebar dengan cepat bahkan dalam olahraga yang tentu saja berkumpul banyak orang?

    Baca Juga: Tren Bersepeda di Masa Pandemi, Apa Saja Tipsnya?

    Salah satu cara aman supaya tetap bisa berolahraga saat pandemi adalah tetap memakai masker sebagai salah satu protokol kesehatan Covid-19 terutama di masa New Normal atau PSBB Transisi. Memakai masker diyakini akan mencegah dan mengurangi penyebaran virus Wuhan tersebut terutama dari droplet atau air liur atau udara yang baru-baru ini oleh WHO disebut sebagai medium penyebaran virus mematikan tersebut.

    Masker juga perlu dipakai untuk perlindungan diri selain mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir selama 20 detik atau hand sanitizer jika tidak sempat mencuci tangan. Meski begitu, perihal memakai masker ini juga menjadi pertanyaan apakah hal tersebut aman karena banyak sekali kasus orang meninggal saat berolahraga karena memakai masker?Untuk hal ini, ada beberapa tips supaya aman memakai masker saat berolahraga di saat New Normal. Apa saja tipsnya? Tanpa berlama-lama, yuk mari simak!

    Tips Aman Memakai Masker Saat Berolahraga

    Jangan Berolahraga dengan Intensitas Berat

    Para pakar kesehatan menyarankan untuk berolahraga yang aman saat pandemi adalah jangan berolahraga dengan intensitas yang berat. Mengapa? Karena olahraga dengan intensitas seperti itu akan membutuhkan pasokan oksigen yang besar.

    Pasokan oksigen ini tentu saja akan terganggu ketika alat pernapasan, baik hidung atau mulut tertutup karena memakai masker. Akibatnya, terjadilah sesak napas, pingsan, dan masalah kesehatan lainnya. Apabila Sobat merasakan sesak napas, tetap tidak melepas masker sama sekali namun Sobat bisa menurunkan intensitas. 

    Baca Juga: 5 Trik Kuruskan Badan dengan Cepat, Tepat, dan Sehat

    Karena itu, usahakan berolahraga dengan intensitas ringan seperti jogging atau bersepeda. Penggunaan masker ini relatif aman untuk olahraga dengan intensitas tersebut selama yang berolahraga tidak mempunyai riwayat penyakit pada jantung dan pernapasan.

    Pakailah Masker Kain

    Masker memang wajib digunakan saat berolahraga. Meski begitu, Sobat Sehat harus mengetahui bahwa masker yang harus digunakan saat berolahraga adalah masker kain bukan masker medis atau N95. Masker kain ini merupakan pilihan yang tepat saat berolahraga di luar rumah karena akan memudahkan sirkulasi udara akibat kebutuhan oksigen yang tinggi saat berolahraga menggunakan masker. Namun masker kain merupakan masker yang tipis sehingga rentan basah saat berolahraga. Jika sudah seperti itu, Sobat Sehat dianjurkan untuk menggantinya supaya tidak mengganggu pernapasan.

    Konsultasi ke Dokter

    Sebelum memulai olahraga kembali dengan memakai masker, sebaiknya Sobat Sehat yang punya masalah penyakit kardiovaskular atau pernapasan untuk terlebih dahulu berkonsultasi pada dokter. Dari konsultasi dokter akan memberikan saran kesehatan yang terbaik untuk Sobat lakukan saat berolahraga sehingga menghindari risiko yang tidak diinginkan.

    Istirahat Jika Merasa Tidak Enak Badan

    Apabila Sobat Sehat merasa badan tidak begitu enak saat berolahraga sewaktu menggunakan masker, sobat disarankan untuk beristirahat. Gejala yang didapat dari tidak enak badan ini adalah merasa pusing, tidak seimbanf, serta terlalu lelah. Hal ini terjadi karena perlunya seseorang melakukan adaptasi selama beberapa waktu saat berolahraga menggunakan masker. Hal ini juga akan menimpa orang-orang yang memiliki tingkat kebugaran tinggi. Karena itu, Sobat sebaiknya beristirahat, dan tidak memaksakan diri.

    Apakah Boleh Melepaskan Masker Saat Berolahraga?

    Memakai masker memang wajib karena sudah termasuk protokol kesehatan Covid-19 untuk kegiatan di luar rumah termasuk berolahraga. Namun yang menjadi pertanyaan apakah boleh melepaskan masker saat berolahraga.

    Jawabannya tentu saja tidak boleh karena dengan tidak memakai masker saat berolahraga malah akan memperbanyak risiko penularan virus Corona, baik melalui air liur atau udara sehingga memakai masker itu perlu. Apabila tidak memakai masker saat berolahraga di masa pandemi, bukan hanya masalah kesehatan yang menimpa, namun juga akan dikenakan tindakan disiplin dan denda bagi yang melanggar. Meski begitu, ada hal yang diperbolehkan untuk tidak memakai masker saat berolahraga. Hal-hal tersebut adalah:

    Saat Berolahraga di Rumah

    Berada di dalam rumah tentu saja merupakan hal yang paling aman untuk tidak terkena virus Corona. Karena itu, di dalam rumah boleh saja berolahraga tanpa menggunakan masker. Karena berada di dalam rumah jenis olahraga yang bisa dilakukan bisa mulai dari intensitas ringan hingga tinggi.

    Baca Juga: 5 Makanan Sehat bagi Kamu yang Suka Ngegym

    Untuk bisa mengukur ringan atau tidaknya intensitas olahraga, Dr. Vika Ardianto Laksono dari Rumah Sakit Siloam menyarankan untuk memakai metode talk test. Metode ini diukur dari cara berbicara sewaktu berolahraga. Apabila masih bisa berbicara panjang namun sudah tidak bisa menyanyi, berarti intensitasnya sedang. Intensitas berat akan didapat jika sudah tidak bisa mengobrol sama sekali.

    Saat Menjaga Jarak

    Melepaskan masker saat berolahraga di luar rumah diperbolehkan asalkan Sobat Sehat menjaga jarak satu sama lain dalam jarak 1-2 meter sesuai protokol kesehatan. Selain menjaga jarak adalah tidak melakukan kontak sama sekali demi meminimalkan penyebaran virus Corona.

    Berolahraga di Tempat yang Sepi

    Sobat Sehat juga diperbolehkan untuk melepaskan masker saat berolahraga ketika berolahraga di tempat yang sepi atau jauh di keramaian. Sebab, tempat yang sepi tidak akan menimbulkan risiko terkena virus. Selain itu, dengan berolahraga di tempat yang sepi, Sobat akan merasa tenang dan nyaman, serta bisa lebih leluasa.

    Baca Juga: 10 Tips Langsing Alami, Mudah Kok

    Itulah tips-tips berolahraga dengan aman saat memakai masker di masa pandemi. Olahraga tetap dianjurkan selain makan makanan yang sehat dan teratur. Apabila Sobat ingin mengetahui secara lengkap dan dalam mengenai olahraga dengan aman memakai masker saat Corona silakan tonton video Youtube berikut ini:

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatansilakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi:

    1. 4 Tips Aman Olahraga Pakai Masker di Saat Pandemi – Halaman 4 [Internet]. style. 2020 [cited 20 July 2020]. Available from: https://www.insertlive.com/style/20200611103918-19-145753/4-tips-aman-olahraga-pakai-masker-di-saat-pandemi/4
    2.  Tips Aman Olahraga Saat Memasuki Masa New Normal, Jaga Tubuh Tetap Prima | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2020 [cited 20 July 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/jatim/6-tips-aman-olahraga-saat-memasuki-masa-new-normal-jaga-tubuh-tetap-prima-kln.html
    3. Ketahui 5 Tips Aman Menggunakan Masker Saat Olahraga di Tengah Pandemi Corona Covid-19 [Internet]. Plus.kapanlagi.com. 2020 [cited 20 July 2020]. Available from: https://plus.kapanlagi.com/ketahui-5-tips-aman-menggunakan-masker-saat-olahraga-di-tengah-pandemi-corona-covid-19-42b3c7.html
    Read More
  • Virus corona yang menyerang hampir 634.835 kasus di seluruh dunia ( per tanggal 30 Maret 2020) telah membuat WHO menyatakan bahwa virus corona merupakan sebuah pandemi. Oleh karena situasi ini maka pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan antara lain membatasi segala bentuk kegiatan dengan anjuran isolasi mandiri di rumah. Semua kegiatan dilakukan di rumah baik bekerja, proses belajar-mengajar […]

    Hindari Kesalahan Berolahraga Saat Pandemi Corona

    Virus corona yang menyerang hampir 634.835 kasus di seluruh dunia ( per tanggal 30 Maret 2020) telah membuat WHO menyatakan bahwa virus corona merupakan sebuah pandemi. Oleh karena situasi ini maka pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan antara lain membatasi segala bentuk kegiatan dengan anjuran isolasi mandiri di rumah. Semua kegiatan dilakukan di rumah baik bekerja, proses belajar-mengajar dan lainnya.

    hindari kesalahan berolahraga

    Baca Juga: Ingin Aman Memakai Masker Saat Berolahraga? Berikut Tipsnya

    Otomatis ini membuat Sobat memiliki lebih banyak waktu luang. Beberapa orang menggunakan momen tersebut untuk berolahraga guna meningkatkan daya tahan tubuh. Faktanya olahraga yang salah justru akan memperburuk keadaan dengan menurunkan daya tahan tubuh loh!

    Secara umum, olahraga yang baik dan benar merupakan olahraga yang rutin, yaitu dilakukan 2-3 kali per minggu, durasi yang tetap 30-45 menit dengan intensitas sedang Olahraga dengan intensitas sedang akan merangsang pembentukan sel pertahanan tubuh yaitu sel darah putih. Hal ini sangat baik karena dapat menghalangi terjadinya infeksi. Olahraga intensitas sedang antara lain aerobik, jogging, latihan angkat beban ringan, menari, bersepeda. Sebagai parameter, mudah untuk membedakan olahraga intensitas sedang dan tinggi, umumnya pada olahraga intensitas sedang, seseorang masih dapat berbicara meskipun terengah-engah. Sebaliknya pada olahraga intensitas tinggi, seseorang sudah tidak dapat berbicara.

    Kesalahan berolahraga selama ini dapat diringkas menjadi 3T, yaitu

    1. Terlalu Sering

    Kesalahan yang sering dilakukan dalam berolahraga adalah melakukan olahraga setiap hari  Hal ini sangat tidak dianjurkan mengingat otot membutuhkan waktu pemulihan setidaknya 48 jam untuk kembali ke metabolisme awal.

    1. Terlalu Lama

    Durasi terbaik untuk berolahraga adalah 30-45 menit. Disarankan tidak melebihi 1 jam karena otot akan kelelahan. Bila terlalu lama, akan terjadi perubahan metabolisme dan menghasilkan produk asam laktat yang akan menimbulkan rasa tidak nyaman setelah berolahraga.

    Baca Juga: 3 Jenis Olahraga dan Jumlah Kalori yang Dibakar

    1. Terlalu Berat

    Olahraga intensitas tinggi sangat tidak dianjurkan karena justru dapat meningkatkan risiko terpapar infeksi. Hal ini disebabkan adanya periode open window sekitar 3-84 jam setelah melakukan olahraga intensitas tinggi. Pada periode ini, tubuh sedang dalam imunitas rendah dan sangat rentan terkena penyakit. Imunitas yang rendah disebabkan adanya peningkatan konsentrasi sitokin anti inflamasi yang difungsikan mengurangi kerusakan jaringan otot namun berakibat pada peningkatan kerentanan terhadap infeksi4. Beberapa contoh olahraga intensitas tinggi seperti lari, HIIT (High-intensity interval training), dan crossfit (latihan penguatan otot yang sebagian besar dari campuran aerobik dan latihan beban tubuh intensitas tinggi)

    Baca Juga: Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Berolahraga di Malam Hari

    Untuk menghindari hal di atas, maka Sobat dapat melakukan beberapa tips berikut, yaitu melakukan olahraga pada waktu dan hari yang sama. Olahraga sebaiknya dilakukan pagi hari karena akan meningkatkan aliran darah dan baik untuk sistem kardiovaskular. Selain itu sebelum olahraga, lakukan peregangan selama 10-15 menit. Mengapa penting? Peregangan sebelum olahraga dapat membantu tubuh meningkatkan aliran darah secara perlahan sehingga metabolisme tubuh tidak terlalu berubah dan mengurangi kemungkinan terjadinya cedera. Konsumsi air putih cukup sebelum, selama dan setelah berolahraga sangat dianjurkan. Sebaiknya konsumsi 2 gelas air putih 15 menit sebelum berolahraga, setengah hingga 1 gelas setiap 15 menit saat berolahraga dan dua hingga dua setengah gelas setelah berolahraga. Stop konsumsi rokok 1-2 jam sebelum aktivitas. Merokok dapat menurunkan jumlah sel darah putih yang berperan penting dalam melawan virus.

    Pada dasarnya olahraga baik untuk tubuh jika dilakukan dengan tepat. Jangan salah dalam melakukan olahraga selama #dirumahaja ya Sobat.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

     

    1. [Internet]. 2020 [cited 30 March 2020]. Available from: https://covid19.kemkes.go.id
    2. [Internet]. Who.int. 2020 [cited 30 March 2020]. Available from: https://www.who.int/docs/default-source/coronaviruse/who-rights-roles-respon-hw-covid-19.pdf?sfvrsn=bcabd401_0
    3. (2018) ACSM’s Guidelines for Exercise Testing and Prescription. 10th ed. Edited by D. Riebe. Lippincott Williams & Wilkins. Available at: http://thepoint.lww.com/.
    4. [Internet]. Scielo.br. 2020 [cited 30 March 2020]. Available from: http://www.scielo.br/pdf/rbme/v18n3/en_15.pdf
    5. American Heart Association Recommendations for Physical Activity in Adults and Kids [Internet]. www.heart.org. 2020 [cited 30 March 2020]. Available from: https://www.heart.org/en/healthy-living/fitness/fitness-basics/aha-recs-for-physical-activity-in-adults
    6. Judge L, Burke J. The Effect of Recovery Time on Strength Performance Following a High-Intensity Bench Press Workout in Males and Females. International Journal of Sports Physiology and Performance. 2010;5(2):184-196.
    7. [Internet]. Who.int. Global Recommendation on Physical Activity for Health. 2010 [cited 30 March 2020]. Available fromhttps://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/44399/9789241599979_eng.pdf;jsessionid=2D23201ECDCEC947603B0EF79AD0150F?sequence=1
    8. Peake J, Neubauer O, Walsh N, Simpson R. Recovery of the immune system after exercise. Journal of Applied Physiology. 2017;122(5):1077-1087.
    9. Seo DY, Lee S, Kim N, et al. Morning and evening exercise.Integr Med Res. 2013;2(4):139–144. doi:10.1016/j.imr.2013.10.003
    10. Page P. Current concepts in muscle stretching for exercise and rehabilitation.Int J Sports Phys Ther. 2012;7(1):109–119.
    11. Fluid Replacement [Internet]. Brookfield Central Athletics. 2020 [cited 30 March 2020]. Available from: https://lancers.elmbrookschools.org/page/show/629573-fluid-replacement-and-dehydration
    12. Chevalier, MD – Cardiologist, Blanchard, MD & Dusfour, MD – 2020

     

    Read More

Showing 1–10 of 28 results

Chat Asisten ProSehat aja