Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Pentingnya Vaksinasi Umroh untuk Ibadah yang Sehat

Ketika Sobat Sehat yang muslim hendak berangkat haji atau umroh ke Tanah Suci, berbagai persyaratan sudah pasti harus dipenuhi, salah satunya adalah vaksinasi umroh. Vaksinasi ini menjadi hal yang wajib agar Sobat kebal terhadap berbagai serangan penyakit kala melaksanakan ibadah haji dan umroh sehingga beribadah pun menjadi lancar, dan Sobat dapat menjadi sehat, baik jasmani maupun rohani.1

vaksin meningitis, vaksinasi meningitis, vaksin ibadah umroh

Apakah Vaksinasi Umroh itu?

Vaksinasi umroh adalah vaksinasi bagi jemaah yang hendak melaksanakan ibadah umroh atau haji kecil yang sifatnya sunnah. Vaksinasi ini diberikan agar para jemaah umroh dapat kebal terhadap serangan berbagai penyakit, seperti meningitis, yaitu peradangan pada lapisan pelindung otak dan saraf tulang belakang. Penyakit ini dapat disebabkan oleh bakteri Neisseria meningitides (Nm), virus, dan jamur.  Dilansir dari Media Sharing Terkini Penyakit Infeksi Emerging oleh Kemenkes, meningitis dapat menular antar orang melalui percikan cairan dari saluran pernapasan seperti batuk dan bersin (droplet) penderita.2

Baca Juga: Vaksin Umroh Sabtu-Minggu, Kendala dan Solusinya

Selain menular dari droplet, meningitis juga dapat menular melalui interaksi jarak dekat dengan penderita yang tidak menggunakan masker. Mengurangi kontak dengan penderita meningitis dapat menjadi salah satu cara untuk mencegah penularan. Akan tetapi, meningitis sering kali sulit dikenali karena memiliki gejala yang mirip dengan penyakit lainnya. Oleh karena itu, para ahli menyarankan vaksinasi untuk orang yang berisiko terkena meningitis guna memaksimalkan pencegahan dan pengendalian meningitis.1

Mengapa Harus Vaksinasi?

Selain berfungsi untuk membuat tubuh kebal terhadap serangan meningitis, vaksinasi ibadah umroh ini ternyata menjadi persyaratan wajib yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sejak tahun 2002.3 Selain Afrika, Arab Saudi sendiri, sebagai tempat pelaksanaan umroh, ternyata merupakan salah satu wilayah endemik meningitis, sehingga vaksinasi juga merupakan persyaratan untuk mendapatkan visa umroh. Apabila tidak divaksinasi, dikhawatirkan para jemaah umroh yang pulang ke Indonesia akan membawa penyakit tersebut dan bisa menimbulkan wabah, mengingat meningitis juga termasuk penyakit yang mematikan.4

Baca Juga: Kenapa Vaksinasi Penting Sebelum Pergi Umroh?

Siapa Saja yang Perlu Divaksinasi?

Orang-orang yang perlu mendapatkan vaksinasi adalah sebagai berikut:2

  • Orang yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri ke wilayah endemik meningitis, seperti umroh dan haji
  • Orang yang akan menghadiri kegiatan bertaraf internasional dalam rentang waktu lama seperti olimpiade, jambore, dan festival
  • Orang yang tinggal satu atap dengan penderita meningitis 
  • Anak-anak
  • Pekerja medis
  • Penderita gangguan kekebalan tubuh
  • Orang yang mengalami kerusakan limpa

Apa Saja Jenis-jenis Vaksin Meningitis?

Vaksin meningitis mempunyai 5 jenis, yaitu:2

  • Polysaccharide vaccines: vaksin ini diberikan untuk orang berusia di atas dua tahun dan dapat memberikan kekebalan selama tiga tahun setelah vaksinasi, namun tidak dapat menginisiasi imunitas  seumur hidup.
  • Polysaacharide-protein conjugate vaccines: vaksin ini diberikan untuk orang yang berusia di atas satu tahun dan dapat memberikan kekebalan lebih dari lima tahun setelah vaksinasi. Vaksin ini dapat menginisiasi imunitas seumur hidup.
  • Vaksin kombinasi (HibMenC): vaksin kombinasi ini bertujuan memberikan kekebalan pada meningitis yang disebabkan oleh Haemophilus influenza tipe b sekaligus bakteri Neisseria meningitides sero-group C.
  • Meningococcal conjugate vaccine (MCV4) dan Meningococcal polysaccharide vaccine (MPSV4), yang dosis pertamanya diberikan saat anak berusia 11-12 tahun, sedangkan dosis lanjutan selang 5 tahun.
  • Vaksin pneumokokus, yaitu vaksin yang dapat mencegah penyakit radang paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis), sekaligus infeksi darah (bakteremia). Vaksin diberikan dalam 3 kali dosis dasar dan sekali booster atau lanjutan.

Seperti Apa Cara Pemberian Vaksin Meningitis?

Vaksin meningitis atau vaksin umroh diberikan melalui suntikan intramuskular atau ke dalam otot atau suntikan bawah kulit (subkutan), bergantung pada jenis vaksin yang diberikan.

Secara garis besar, langkah-langkah pemberian vaksinasi adalah sebagai berikut:

  • Dokter akan membersihkan area penyuntikan dengan cairan antiseptik untuk menghindari infeksi
  • Dokter kemudian menyiapkan vaksin ke dalam jarum suntik
  • Vaksin kemudian disuntikkan ke pasien, biasanya pada lengan atas
  • Setelah selesai, dokter akan kembali membersihkan area suntikan dan menutupnya dengan plester

Perlukah Persiapan Sebelum Vaksinasi?

Apabila Sobat ingin melakukan vaksinasi umroh, tentu saja ada beberapa persiapan yang perlu Sobat lakukan, yaitu Sobat mendiskusikan dengan dokter mengenai manfaat dan risiko vaksin meningitis, setelah itu Sobat harus memastikan diri dalam kondisi sehat dan tidak sedang sakit atau demam, serta menginformasikan pada dokter bila pernah mengalami reaksi terhadap vaksin meningitis atau salah satu bahan yang terkandung dalam vaksin.

Di Manakah Tempat Pemberian Vaksinasi?

Untuk mendapatkan vaksinasi ini, Sobat bisa mendatangi Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang tersedia di seluruh Indonesia. Selain KKP, Sobat bisa juga mendatangi rumah sakit yang telah ditunjuk menjadi mitra KKP untuk pelaksanaan vaksinasi. Jam pelayanan KKP adalah setiap hari Senin-Jumat mulai pukul 08.00 hingga 15.00.4

Berapa Biayanya?

Untuk biaya vaksinasi ini, Sobat dikenakan biaya sebesar Rp 305.000. Apabila Sobat Sehat tergolong wanita usia produktif, sobat akan dikenakan biaya tes urine sebesar Rp 25.000.4

Persyaratan Apa Saja yang Harus Dibawa?

Untuk datang ke KKP sebagai tempat resmi penyuntikan meningitis, Sobat harus membawa fotokopi paspor, foto 4×6, serta uang administratif sebesar Rp 305.000. Pendaftaran untuk vaksinasi meningitis ini bisa dilakukan dengan datang langsung ke tempat atau online (daring) kemudian mengisi form yang disediakan. Form itu kemudian dicetak dan dibawa saat datang ke KKP yang dituju.3

Apa yang Harus Dilakukan di KKP atau Rumah Sakit?

Ketika Sobat datang ke KKP atau rumah sakit mitra KKP, baik yang sudah mendaftar langsung atau online, harus mengambil nomor urut antrean. Bagi sobat yang datang langsung, dipersilakan mengisi formulir pendaftaran terlebih dahulu, sedangkan sobat yang mendaftar online harus menyerahkan form yang sudah diisi kepada petugas untuk kemudian diberikan nomor antrean. Setelah itu, Sobat langsung melakukan pembayaran di counter. Setelahnya, sobat akan dipanggil untuk vaksinasi. Proses vaksinasi selesai dalam satu hari dan sebaiknya dilakukan 2-4 minggu sebelum berangkat umroh.3

Karena KKP atau rumah sakit mitra KKP sering penuh oleh banyak pendaftar, diharapkan Sobat datang sejak pagi supaya bisa mendapat nomor antrean awal dan tidak mendapat nomor urut dengan nomor ratusan.3

Apa Bukti Bahwa Sobat Telah Vaksinasi?

Sobat akan mendapatkan bukti berupa buku ICV atau International Certificate of Vaccination of Prophylaxis berwarna kuning. Buku ini memuat nama, alamat, jenis kelamin, jenis vaksin, foto, nomor batch, nomor kode buku (running number), tanggal penyuntikan, serta nama dokter yang menyuntik yang disertai dengan barcode.3

Adakah Efek Sampingnya?

Efek samping yang Sobat akan rasakan terdiri dari efek samping ringan dan berat. Untuk efek samping ringan, Sobat dapat merasakan nyeri disertai kulit kemerahan pada bekas daerah suntikan. Efek samping ringan ini biasanya akan mereda pada 1-2 hari setelah penyuntikan. Efek samping ringan lainnya adalah demam.3

Sedangkan untuk efek samping berat dapat berupa reaksi alergi berat yang membahayakan jiwa seseorang, yang dapat terjadi pada beberapa menit atau beberapa jam setelah pemberian vaksin. Namun efek samping berat ini amat jarang terjadi. Meski begitu, ada beberapa orang yang dilarang untuk melakukan vaksinasi ini supaya tidak terjadi hal-hal yang diinginkan, yaitu  orang yang menderita alergi berat, orang yang sedang sakit, mengidap gangguan sistem saraf atau sindroma Guillain-Barre, serta ibu hamil dan menyusui yang perlu berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter.3

Adakah Vaksin-vaksin Umroh Lain Selain Meningitis?

Vaksin-vaksin umroh lain selain meningitis yang perlu Sobat ketahui adalah sebagai berikut:1

  • Influenza musiman
  • Pneumonia
  • Demam kuning
  • Polio

Baca Juga: Mengenal Lebih Jauh Tentang Jenis-jenis Vaksin

Itulah pentingnya vaksinasi umroh bagi Sobat yang ingin beribadah umroh. Karena penting, jangan sampai Sobat terlewat dengan hal yang satu ini, sebab Kerajaan Arab Saudi tidak akan memberikan visa umroh bagi jemaah yang tidak melakukan vaksinasi. Apabila visa tidak diberikan, sudah dipastikan Sobat akan gagal berangkat sehingga kebutuhan rohani Sobat gagal terpenuhi. 

Apabila Sobat ingin sekali melakukan vaksinasi meningitis sebagai syarat wajib umroh namun terkendala waktu dan tempat, Sobat tidak perlu khawatir, karena Prosehat mempunyai layanan vaksinasi umroh ke rumah. Untuk layanan ini, Sobat tinggal melakukan instalasi aplikasi Prosehat dari Play Store, dan pilih jenis layanan yang ada. Prosehat juga menyediakan buku kuning sebagai bukti bahwa Sobat telah melakukan vaksinasi.

Layanan ini tentu saja akan membuat Sobat merasa aman dan nyaman. Selain itu, layanan ini mempunyai berbagai kelebihan, yaitu:

  • Produk dijamin asli
  • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
  • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
  • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
  • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
  • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

Nah, bagi Sobat yang memerlukan info lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi umroh ke rumah silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

Referensi

  1. Sebelum Berangkat Haji atau Umrah, Jangan Lupa Lakukan 5 Jenis Vaksin Ini! [Internet]. Tokopedia.com. 2019 [cited 22 July 2020]. Available from: https://www.tokopedia.com/blog/jenis-vaksin-sebelum-berangkat-umrah/
  2. Mengenal Vaksinasi untuk Cegah Meningitis [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 22 July 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/04/09/190500768/mengenal-vaksinasi-untuk-cegah-meningitis?page=all
  3. Suntik Meningitis Umrah: Cara, Biaya, Alamat, Syarat Online [Internet]. daftarhajiumrah.com. 2020 [cited 22 July 2020]. Available from: https://www.daftarhajiumrah.com/cara-syarat-biaya-vaksin-meningitis/
  4. Prosedur Suntik Vaksin Meningitis Menjelang Ibadah Umrah, Lengkap dengan Biaya [online] Tribunnews.com. 2020 [cited 22 July 2020]. Available from: https://m.tribunnews.com/travel/2020/01/16/prosedur-suntik-vaksin-meningitis-menjelang-ibadah-umrah-lengkap-dengan-biaya?page=all

Chat Asisten ProSehat aja