Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Manfaatkan Telemedicine Bagi yang Memiliki Penyakit Kronis

Seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi, dengan adanya telemedicine pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh dokter sekarang tidak lagi terbatas oleh jarak dan posisi geografis, sehingga pelayanan kesehatan dapat menjadi lebih terjangkau bahkan bagi orang-orang yang tinggal di daerah pelosok. Pelayanan kesehatan jarak jauh yang bisa diberikan meliputi pertukaran informasi kemungkinan diagnosis, pengobatan dan pencegahan penyakit atau kasus cedera, riset dan evaluasi, dan edukasi bagi tenaga medis, semuanya dilakukan untuk meningkatkan kesehatan individu dan komunitas. Sobat dapat memanfaatkan telemedicine ProSehat untuk berkonsultasi lewat chat dokter. Pertanyaan seputar masalah penyakit kronis pun termasuk yang cukup sering ditanyakan.

Penyakit kronis adalah kondisi penyakit yang terjadi lebih dari satu tahun serta memerlukan pemantauan medis secara terus-menerus atau memerlukan pembatasan aktivitas sehari-hari. Penyakit kronis sendiri sangat sering terjadi dan diperkirakan seiring dengan peningkatan angka harapan hidup manusia, maka jumlah penderita penyakit kronis juga akan terus meningkat. Menurut data epidemiologi, penyebab kematian tertinggi dan disabilitas di Amerika Serikat disebabkan oleh penyakit kronis, yaitu penyakit jantung, kanker, dan diabetes. Sedangkan di Indonesia empat jenis penyakit tidak menular utama yang ditemukan pada masyarakat adalah penyakit kardiovaskular (penyakit jantung koroner, hipertensi, dan stroke), kanker, penyakit pernafasan kronis (asma dan penyakit paru obstruksi kronis), serta diabetes. Penyakit-penyakit ini sebenarnya dapat diprevensi melalui intervensi yang efektif dalam menghindari faktor risiko yang sebagian besar disebabkan oleh gaya hidup yang kurang baik seperti merokok, nutrisi yang kurang, kurangnya aktivitas fisik, konsumsi alkohol yang berlebih.

Aplikasi penggunaaan telemedicine pada pasien dengan penyakit kronis akan meningkatkan peran serta dari pasien untuk menjaga kesehatannya dengan melakukan pemeriksaan berkala dengan hasil yang dipantau oleh tenaga medis, sehingga bisa mengidentifikasi gejala awal dari penyakit, serta memberikan respon yang cepat dan tepat bila kondisi memburuk dari penyakit yang sedang diderita. Secara teori, penerapan telemedicine akan membuat informasi lebih mudah diakses, efisien, dan responsif daripada pasien harus melakukan perjalanan untuk pertemuan langsung.

Berikut adalah keuntungan penggunaan telemedicine bagi yang memiliki penyakit kronis:

  1. Pasien dapat berkomunikasi dengan tenaga medis, termasuk dokter spesialis, tanpa harus meninggalkan rumahnya. Sehingga pasien memiliki akses yang lebih baik dan dapat mengurangi beban biaya untuk transportasi.
  2. Pasien mendapatkan penanganan tatalaksana yang adekuat. Pasien dengan penyakit kronis seringkali harus meminum beragam jenis obat secara rutin. Namun, ada beberapa obat yang perlu disesuaikan dosisnya dengan kebutuhan pasien. Telemedicine bisa membantu agar dokter dapat memberikan obat dengan dosis yang sesuai dengan lebih cepat dan efisien, dengan mengurangi kebutuhan pasien untuk melakukan kunjungan langsung.
  3. Respon cepat bila terdapat gejala baru. Gejala yang baru bisa menggambarkan terjadinya perburukan kondisi penyakit yang kini diderita, bisa juga sebagai salah satu tanda dan gejala dari munculnya penyakit baru. Dengan bantuan telemedicine, pasien dapat langsung menceritakan keluhannya pada dokter sehingga tatalaksana maupun informasi yang diberikan cepat, tepat, dan valid.

Dari penelitian yang mempelajari aplikasi telemedicine pada pasien dengan gagal jantung kronis mengatakan bahwa ditemukan peningkatan hasil pengobatan pada pasien yang berpartisipasi dengan menggunakan pelayanan telemedicine dibandingkan pasien yang menerima pelayanan kesehatan secara tradisional, terdapat penurunan perburukan penyakit, dan peningkatan secara klinis, fungsional, dan kualitas hidup pasien dengan telemedicine. Menurut penelitian lainnya yang mempelajari pengaplikasian telemedicine pada pasien dengan stroke, dapat meningkatkan akses pelayanan medis dengan spesialis di daerah pelosok, sehingga terjadi peningkatan diagnosis, inisiasi tatalaksana yang dibutuhkan, supervisi, dan rujukan bila diperlukan.

Telemedicine memiliki potensi untuk menjadi metode yang efektif untuk meningkatkan akses dan hasil pelayanan kesehatan serta mengurangi beban biaya perawatan kesehatan untuk kondisi kronis. Pelayanan kesehatan jarak jauh ini juga akan dikembangkan lebih jauh lagi dan sudah diterima sebagai salah satu cara manajemen pasien dengan penyakit kronis oleh sebagian besar penyedia pelayanan kesehatan di seluruh dunia.

Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

Ditulis Oleh: dr Erika Gracia

DAFTAR PUSTAKA

  1. Telemedicine Permudah Akses Layanan Medis – Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan [Internet].Available from: https://fk.ugm.ac.id/telemedicine-permudah-akses-layanan-medis/
  2. About Chronic Diseases | CDC [Internet]. 2019. Available from: https://www.cdc.gov/chronicdisease/about/index.htm
  3. Bashshur RL, Shannon GW, Smith BR, Alverson DC, Antoniotti N, Barsan WG, et al. The Empirical Foundations of Telemedicine Interventions for Chronic Disease Management. Telemed J E Health. 2014 Sep 1;20(9):769–800.
  4. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Hasil Riskesdas 2018 [Internet]. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2018. Available from: http://kesmas.kemkes.go.id/assets/upload/dir_519d41d8cd98f00/files/Hasil-riskesdas-2018_1274.pdf?opwvc=1
  5. Williamson R. The Role of Telemedicine in Chronic Disease Management [Internet]. Medium. 2019. Available from: https://medium.com/@ryanwilliamsonc/the-role-of-telemedicine-in-chronic-disease-management-5ec79bb0e575
  6. Telemedicine Interventions for Chronic Disease Management [Internet]. National Center for Chronic Disease Prevention and Health Promotion; 2014. Available from: https://www.cdc.gov/dhdsp/pubs/docs/sib_oct2014.pdf

Chat Asisten ProSehat aja