Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Seperti Apa Efektivitas Imunisasi Drive Thru?

Di tengah pandemi COVID-19 terdapat berbagai himbauan yang berlaku, salah satunya adalah agar masyarakat tetap di rumah dan menghindari pusat keramaian, serta mengurangi jumlah kunjungan ke rumah sakit bila kondisi tidak gawat darurat. Hal ini mungkin bisa menjadi dilema apakah perlu membawa Si Kecil untuk melakukan imunisasi di rumah sakit atau tidak.1

efektivitas imunisasi drive thru

Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi Covid-19?

Imunisasi adalah suatu upaya untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit sampai batas optimal, sehingga bila suatu saat terpapar dengan penyakit tersebut, tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Tujuan dari program imunisasi adalah untuk menurunkan angka kesakitan, kecacatan, dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi seperti TBC, Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B, Polio, dan Campak. Dalam mengambil keputusan, kita perlu menimbang risiko dan manfaatnya. Manfaat dari imunisasi sendiri tergolong besar terutama bagi bayi dan anak dibawah 18 bulan serta jadwal imunisasi dasar pada usia tersebut yang cukup padat. Jadwal imunisasi telah disusun oleh para ahli agar vaksin diberikan sebelum Si Kecil dalam usia yang berisiko tinggi terkena penyakit tersebut, maka sebaiknya vaksinasi tetap dilakukan sesuai dengan jadwal yang ada. Apabila banyak bayi dan balita tidak mendapat imunisasi dasar lengkap, akan memungkinkan terjadi wabah penyakit lain yang bisa mengakibatkan anak sakit berat, cacat, atau meninggal.2,3

Produk Terkait: Layanan Imunisasi Anak ke Rumah

Untuk menurunkan risiko paparan terhadap virus pada anak yang akan melakukan imunisasi terdapat beberapa hal yang diterapkan saat ini, seperti mengatur jadwal kedatangan agar anak tidak banyak berkumpul terlalu lama, memisahkan ruang pelayanan untuk anak sakit dan anak sehat di rumah sakit, sampai dilakukannya imunisasi drive thru. Menurut penelitian, pemberian imunisasi secara drive thru di tengah pandemi merupakan salah satu pilihan yang efektif karena dapat menjangkau lebih banyak cakupan dan dapat meminimalkan paparan terhadap kuman penyakit pada anak yang sehat.

Namun, dalam pelaksanaan imunisasi drive thru juga harus tetap memegang prinsip pemberian imunisasi yang baik, yaitu sistem pencatatan dan penjadwalan imunisasi yang tepat, pengelolaan distribusi vaksin yang benar yaitu tersimpan pada suhu dan kondisi yang telah ditetapkan tanpa terganggu (2-8oC), cara pemberian dan dosis yang tepat sesuai dengan jenis vaksin yang diberikan, serta memerhatikan prinsip higienitas yang baik.4–6

Berikut adalah tips aman untuk Mama dan Si Kecil dalam melaksanakan pemberian imunisasi dasar:

  • Melakukan perjanjian dengan penyedia jasa imunisasi sesuai dengan jadwal imunisasi Si Kecil.
  • Pastikan penyedia jasa yang terpercaya dan memerhatikan prinsip-prinsip pemberian imunisasi secara baik dan benar. Layanan ini juga tersedia di ProSehat.
  • Cukup satu orang saja yang mengantarkan Si Kecil imunisasi, tidak perlu beramai-ramai.
  • Menggunakan masker dan sering mencuci tangan, baik dengan air dan sabun maupun handrub berbahan dasar alkohol.
  • Melakukan physical distancing, yaitu menjaga jarak 1-2 meter dari orang lain, karena apabila seseorang batuk atau bersin terdapat percik renik yang mungkin mengandung virus yang bisa menyebar lalu terjatuh ke permukaan benda dalam radius sekitar 1 meter.
  • Setelah melakukan imunisasi, langsung pulang ke rumah dan usahakan tidak keluar rumah kecuali ada keperluan yang sangat penting. Sampai di rumah, segera mencuci tangan dengan air dan sabun, serta mengganti pakaian anak.
  • Di rumah tetap berikan Si Kecil ASI, makanan yang bergizi, menjauhi orang yang sedang sakit, pastikan juga Mama cuci tangan sebelum menyentuh bayi serta jangan mencium bayi.2,7

Jika keadaan tidak memungkinkan karena alasan tertentu, imunisasi Si Kecil dapat ditunda 1 bulan. Terdapat juga program imunisasi catch-up bagi mereka yang tertinggal dari jadwal imunisasinya, sebaiknya imunisasi segera diberikan bila situasi memungkinkan. Pemberian vaksin juga diberikan selang 1 bulan karena rentang waktu yang dibutuhkan tubuh untuk merangsang pembentukan antibodi paling optimal dalam jarak 1 bulan.2,3

Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

Selain itu, bagi Anda yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Advice for public [Internet]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
  2. Rekomendasi Imunisasi Anak pada Situasi Pandemi COVID-19 [Internet]. IDAI. Available from: http://www.idai.or.id/about-idai/idai-statement/rekomendasi-imunisasi-anak-pada-situasi-pandemi-covid-19
  3. Hamborsky J, Kroger A, Wolfe C. Epidemiology and Prevention of Vaccine-preventable Diseases. Centers for Disease Control and Prevention; 2015. 376 p.
  4. Gupta A, Evans GW, Heragu SS. Simulation and optimization modeling for drive-through mass vaccination – A generalized approach. Simulation Modelling Practice and Theory. 2013 Sep;37:99–106.
  5. Jadwal Imunisasi IDAI 2014 [Internet]. IDAI. Available from: http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-idai-2014
  6. Banks LL, Crandall C, Esquibel L. Throughput times for adults and children during two drive-through influenza vaccination clinics. Disaster Med Public Health Prep. 2013 Apr;7(2):175–81.
  7. CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/lab/index.html

Chat Asisten ProSehat aja